Anda di halaman 1dari 27

BAB I PENDAHULUAN A.

LATAR BELAKANG Tujuan yang terpenting dari pengajaran bahasa adalah pembelajar(siswa) menjadi terampil dalam menggunakan bahasa yang merupakan kumpulan kata yang dirangkai secara baik dan benar melalui ketrampilan mendengarkan , berbicara, membaca maupun menulis. Kualitas bahasa seseorang dapat dilihat dari writing skill. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa writing skill siswa kelas VII A SMPN 5 Depok Sleman tahun pelajaran 2007/2008 belum memuaskan. Ini terbukti dari hasil test aspek writing skill masih sangat rendah, yakni rata-rata nilai masih kurang dari 6. Rendahnya writing skill oleh siswa kelas VII A SMP N 5 Depok tersebut kemungkinan disebabkan oleh adanya beberapa faktor antara lain: 1) kurang bervariasinya metode atau teknik yang digunakan atau diterapkan oleh guru, 2) kurangnya media pembelajaran yang sesuai dan menarik bagi siswa , 3) kurangnya kampetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran khususnya yang menyangkut skill tersebut, 4) rendahnya motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran yang kurang menarik menurut mereka, 5) lemahnya kemampuan siswa dalam menulis. Sebagaimana diutarakan diatas bahwa salah satu kemungkinan penyebab rendahnya kemampuan menulis atau writing skill siswa adalah kurang variatifnya metode dan teknik pembelajaran yang diterapkan. Oleh karena itu, salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan writing skill siswa kelas VII A SMPN 5 Depok Tahun Pelajaran 2007/2008 adalah dengan cara memperbaiki metoda atau teknik pembelajaran

dengan metode dan teknik yang variatif, dan menarik bagi siswa yang melibatkan siswa dalam kegiatan kelompok sehingga dengan demikian motivasi belajar siswa akan terbangun dan berkembang dengan baik. Teknik yang diasumsikan dapat disenangi oleh siswa adalah Peer activities, yang meliputi Punctuation a Text, Running Dictation, dan Peer Assessment. Dengan teknik ini diharapkan memberi kontribusi yang postif dalam rangka meningkatkan kualitas writing skill di kelas VII A, karena pembelajaran menulis dengan teknik dalam peer activities mengaplikasikan metode yang kreatif, dan mendorong siswa bekerja dalam kelompok sehingga siswa mempunyai kesempatan untuk mengekpresikan ide di dalam kelompok dan siswa berkesempatan saling memperoleh masukan ketika bekerja bersama, sehingga siswa tidak akan merasa cepat bosan dan tertekan .

B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan masalah yang telah diutarakan di depan , maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah upaya untuk meningkatkan writing skill siswa kelas VII A SMPN 5 Depok Sleman tahun pelajaran 2007/2008. 2) Bagaimanakah mengoptimalkan kinerja guru dalam meningkatkan kemampuan writing skill siswa dengan menggunakan peer activities.

C. TUJUAN PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: 1) Mendiskripsikan peningkatan writing skill siswa kelas VII A SMPN 5 Depok menggunakan peer activities. 2) Mendiskripsikan kinerja guru dalam meningkatkan writing skill siswa menggunakan peer activities.

D. MANFAAT PENELITIAN 1. Bagi Siswa a. Siswa dapat menggunakan teknik belajar menulis dengan peer activities. b. Siswa dapat menambah wawasan, meningkatkan prestasi belajar menggunakan teknik atau kegiatan peer activities. 2. Bagi Guru a. Guru dapat meningkatkan ketrampilan mengajarnya dengan menggunakan peer activities. b. Guru dapat menambah wawasan tentang proses belajar yang inovatif dan produktif dan menggunakan kermacam macam teknik mengajar dengan menggunakan peer activities. 3. Bagi Sekolah a. Sekolah dapat meningkatkan SDM dalam hal ini guru. b. Sekolah dapat meningkatkan dan atau memperbaiki praktek pembelajaran yang semestinya dilakukan oleh guru serta dapat mengembangkan kurikulum di tingkat kelas maupun sekolah.

BAB II KAJIAN TEORI

A. KAJIAN PUSTAKA

1. Teori Mengajar Definisi tentang belajar sekarang ini telah mengalami proses perkembangan dari waktu ke waktu, sehingga tidak ada satu definisipun yang tepat dapat mencakup semua pengertian. Kamus Besar Bahasa Indonesia (1985: 14) mengatakan bahwa

mengajar adalah memberi pelajaran, atau melatih, sedangkan pembelajaran adalah proses atau cara menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Sedangkan Brown (1987: 7) menyatakan bahwa mengajar tidak dapat dipisahkan dengan belajar.

Sementara Slamento (1995: 32) menyatakan bahwa mengajar adalah aktiovitas untuk membantu, mebimbing, seseoarng untuk mencapai dan atau mengembangkan ketrampilan, sikap, idealisme, dan apresiasi ilmu pengatahuan. Secara ringkas mengajar dapat didefinisikan sebagai aktifitas untuk memfasilitasi belajar dengan cara membimbing siswa untuk merubah dan meningkatkan ilmu pengetahuannya, ketrampilannya, serta sikap dan perilakunya.

2. Teori Belajar Setiap orang pasti memiliki pengalaman belajar sendiri-sendiri yang kadang berbeda satu dengan lainnya. Pembelajaran seseoarng pada hakekatnya dimulai sejak seseorang berada dalam kandungan ibunya. Seseorang pada masa bayinya akan belajar mengenal lingkungannya, yang paling dekat yaitu ibunya yang senantiasa memberikan

perlindungan dan kenyamanan kepaadnya. Kemudian meningkat usianya dai akn belajar berbicara, berjalan, berkomunikasi dengan lingkungannya dan sebagainya. Sejalan dangan usia dan pertumbuhannya, kebutuhanpun meningkat. Kamus Besar Bahasa Indonesia menyatakan bahwa belajar adalah 1) berusaha memperoelh kepandaian, 2) berlatih,3) merubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. Berdasarkan penertian di atas, dapat diismpulkan bahwa seseorang yang mengetahui sesuatu atau dapat melakukan sesuatu setelah menadpatkan pengalaman atau latihan tertentu berarti suatu perubahan telah terjadi pada dirinya. Dalam hal ini suah terjadi kegiatan belajar.

3. Teori tentang Writing Definisi tentang menulis cukup banyak diantaranya White (1981:2) menyatakan bahwa menulis bukanlah suatu kegiatan yang alamiah. Semua orang harus diajar bagaimana untuk menulis. Bell dan Burnaby (1984)menyatakan bahwa menulis adalah suatu kegiatan kognitif yang luar biasa kompleks, dimana penulis diminta untuk mendemonstrasikan suatu kontrol dari sejumlah variabel secara simultan. Pada tingkat kalimat hal ini mencakup kontrol isi, format, struktur kalimat, kosakata, tanda baca, ejaan dan susunan huruf. Berdasarkan pengertian di atas dapat dikatakan bahwa kemampuan menulis itu harus dipelajari, tidak dapat diperoleh dengan sendirinya. Dan menulis adalah aktifitas yang kompleks, sehingga perlu berlatih untuk bisa mewujudkannya.

Menulis adalah sebuah kegiatan bekerjasama. Meskipun tiap orang bisa menulis sendiri, tetapi keterlibatan orang lain akan memberikan banyak manfaat, karena apa yang tidak terpikirkan oleh seseorang tetapi terpikirkan oleh anggota yang lain. Dan menulis dengan bekerjasama memberikan akan menghadirkan suasana yang

menyenangkan dan juga akan

ide lebih luas daripada jika menulis

sendiri. Keterlibatan beberapa orang akan lebih memberi review dan evaluasi terhadap hasil tulisan kelompok, sehingga hasil tulisan menjadi lebih baik. Menulis secara bekerja sama seluruh waktu atau hanya sebentar melakukannya.(Jeremy Harmer. 2001) akan memotivasi siswa untuk

4. Teori tentang Peer Activities. Teori tentang peer activity dinyatakan oleh Brown and Hudson (1998) bahwa kegiatan teman sebaya (Peer activity) adalah kegiatan atau aktifitas yang dilakukan dari dan untuk teman sebaya. Teman sebaya disini berarti teman sekelas atau teman setingkat. Keterlibatan anak dalam kegiatan bersama teman sebaya dalam pembelajaran akan sangat membantu keberhasilan belajar karena di dalam kelompok ini siswa mendapatkan assessment atau penilaian secara langsung dan terus terang. Siswa akan mendapatkan kebanggaan bersama karena keberhasilannya, dan akan menerima evaluasi yang tidak menyenangkan sekalipun dengan tidak merasa frustasi karena itu adalah hasil kerja kelompok mereka tidak sendiri. Dan teman sebaya adalah tidak mengancam, tidak menakutkan, tidak seperti ketika mereka dievaluasi oleh gurunya.

5. Teori tentang Running Dictation Running Dictation adalah suatu kegiatan dimana siswa mendikte secara cepat. Siswa dibagi dalam kelompok dan tiap tiap kelompok mengirim wakilnya untuk membaca teks yang disiapkan guru kemudian kembali ke kelompoknya untuk mendiktekannya, demikian bergiliran kalimat demi kalimat sampai selesai. Jika memungkinkan siswa disuruh untuk memberi judul dari teks tersebut atau menuliskan teks itu tentang apa.

6. Teori tentang Puntuating a text Punctuating a text adalah suatu kegiatan memberi tanda baca pada suatu teks yang belum bertanda baca. Tanda baca seperti: huruf kapital, koma, titik, tanda seru, apostropy dan tanda baca yang lain. Siswa bekerja dalam kelompok dan berdiskusi bagaimana memberi tanda baca pada teks yang diberikan. Akan lebih menarik jika teks diberikan diiringi dengan rekaman atau dibacakan oleh guru sebagai rambu-rambu memberi tanda baca.

B.

HIPOTESIS TINDAKAN Hipotesis penelitian tindakan kelas (PTK) yang akan dilakukan ini adalah: Jika peer activities digunakan atau diterapkan dalam pembelajaran writing, diharapkan terjadi peningkatan writing skill (kemampuan menulis) terhadap siswa dan peningkatan kinerja guru.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A.

Setting Penelitian Yang dimaksud setting dalam penelitian ini adalah tempat, dan obyek yang digunakan untuk melaksanakan penelitian. Penelitian Tindakan Kelas (PTK)ini dilaksanakan di SMPN 5 Depok, sebagai subyek penelitian adalah siswa kelas VII A sebanyak 36 siswa yang terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan dengan karakteristik memiliki nilai ulangan menulis terendah dan merupakan kelas teramai dibandingkan dengan kelas lainnya. SMP N 5 Depok berada di daerah perbatasan dengan kota Yogyakarta dan merupakan daerah transisi atau peralihan, yaitu peralihan antara wilayah yang secara geografis merupakan pedesaan dengan wilayah yang secara geografis merupakan perkotaan. Peneliti terdiri dari 2 orang guru mata pelajaran Bahasa Inggris di SMP N 5 Depok , Sleman.

B.

Prosedur Penelitian 1. Perencanaan Dalam tahap perencanaan telah dilakukan kehiatan sebagai berikut: a. Mengidentifikasi masalah melalui: 1) angket motivasi menulis 2) angket aktivitas menulis 3) tes kemampuan menulis

b. Menyimpulkan keadaan motivasi, aktivitas, dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas menulis. c. Mendiskusikan alternatif tindakan yang akan dilakukan dan yang akan diterapkan adalah teknik peer activities. d. Menyiapkan rancangan pembelajaran seperti materi, media, dan waktu

pelaksanaan. Waktu pelaksanaan penelitian minimal 5 kali pertemuan.

2. Implementasi a. Pelaksanaan: 1) Pra Penelitian, dilaksanakan : Kamis, tanggal 19 Juli 2007 2) Pelaksanaan Penelitian: * Siklus I * Siklus II * Siklus III * Evaluasi b. : Senin, 23 Juli 2007 : Senin, 30 Juli 2007 : Senin, 6 Agustus 2007 : Senin, 13 Agustus 2007

Implementasi Tindakan adalah penerapan teknik peer activities dalam

pembelajaran menulis. Secara umum langkah kegiatan belajar mengajarnya adalah sebagai berikut: 1) Guru mengawali KBM: doa, presensi siswa, dan membangkitkan minat siswa untuk belajar. 2) Siswa mendengarkan petunjuk guru. 3) Siswa belajar dalam kelompok 4) Siswa memberi assessmen 5) Siswa menjawab pertanyaan guru

6) Siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok 7) Penutup/ refleksi 3. Monitoring a. Monitoring dilaksanakan pada setiap tatap muka dan sebagai wujud dari pelaksanaan tindakan b. Yang melaksanakan monitoring adalah peneliti sekaligus sebagai pengajar, kolaborator, dan pendamping c. d. Pedoman obervasi, angket dan tes Obyek yang diamati adalah proses pembelajaran (KBM)menulis dengan teknik peer activities. Dengan demikian diharapkan data tentang motivasi menulis, aktivitas menulis, dan kemampuan menulis dapat dipantau. 4. Refleksi Kegiatan ini dilakukan oleh peneliti dan koaborator. Adapun bentuk kegiatan berupa mengamati dan mendiskusiksn hasil observasi dan monitoring. Selanjutnya disimpulkan apakah tindakan telah berhasil atau belum.

C.

Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan (1) wawancara, (2) catatan lapangan, (3) jurnal guru, (4) pedoman observasi, (5) angket, (6) tes kemampuan.

D.

Teknik Analisis Data Dalam penelitian tindakan kelas teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif.

E.

Kriteria Keberhasilan Tindakan Penelitian ini dapat dikatakan berhasil jika, a. Motivasi menulis siswa meningkat. b. Aktivitas menulis siswa baik c. Kemampuan menulis siswa meningkat. Yang menjadi indikator penelitian ini adalah jika siswa tuntas mengikuti pembelajaran menulis secara individu telah mencapai nilai 75% dan secara klasikal mencapai 85%. Motivasi dan aktivitas menulis tinggi dan sangat tinggi secara klasilkal mencapai 75%. Kriteria penilaian kemampuan menulis dengan peer activities: No 1. 2. 3. Aspek yang dinilai 1 Kemampuan menyalin Tanda baca Pemberian assessment 2 Skor 3 Keterangan 4 5

Skor maksimum masing-masing aspek 5 Nilai akhir: No(1+2+3)x20:3= Kriteria observasi terhadap motivasi dan aktivitas No 1. Aspek yang dinilai Minat Skor 1 2 Keterangan 3

2.

Aktivitas Skor3= minat dan aktivitas tinggi Skor2= minat dan aktivitas sedang Skor1= minat dan aktivitas rendah

F.

Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: a. Hasil observasi, angket, dan wawancara motivasi dan aktivitas belajar siswa, dengan indikator: 1) motivasi /aktivitas tinggi, apabila skor 3 2) motivasi /aktivitas sedang apabila skor 2 3) motivasi/ aktivitas rendah apabila skor1 b. Tes, berupa Pre Tes dan Pos Tes yang akan digunakan sebagai umpan balik untuk memberikan perlakuan atau intervensi. Sebagai indikator nilai tes adalah: 1) Baik apabila nilai tes siswa 80-100 2) Cukup apabila nilai tes siswa 75-79, 3) Kurang baik apabila nilai tes siswa < 75 c. Catatan Harian Peneliti, berupa catatan tentang kejadian kejadian atau perubahan yang dijumpai selama kegiatan pembelajaran di kelas. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A.

Hasil Penelitian

1. Pelaksanaan Pra Penelitian

Sebelum diadakan penelitian yaitu pada hari KAmis, 19 Juli 2007 guru memberikan angket kepada siswa untuk mengetahui minat dan aktivitas siswa dalam menulis. Memberikan pre-test untuk mengetahui hasil belajar menyimak dengan memberikan tugas menyalin kartu ucapan. Berdasarkan hasil angket dan hasil pre-test kelas VII A , diperlukan tindakan untuk meningkatkan motivasi , aktivitas dan hasil belajar menulis. Guru bersama kolaborator membuat rencana pembelajaran dengan menggunakan teknik peer activities sebagai berikut. 2. Pelaksanaan Siklus I a. Perencanaan 1) Menentukan materi pokok pembelajaran 2) Membuat skenario pembelajaran dengan teknik running dictation dalam peer activities 3) Menyiapkan media pembelajaran : Kartu ucapan 4) Menyiapkan instrumen penelitian. b. Implementasi Tindakan Hari/Tanggal Pelaksanaan Kelas : Senin, 23 Juli 2007 : VII A jam ke 4-5 (80menit)

Implementasi tindakan berdasarkan skenario pembelajaran yang telah disusun dalam perencanaan. Hasil implementasi tindakan pertama sebagai berikut ini. 1) pembelajarn. 2) 3) 4) Siswa menjawab pertanyaan guru tentang kegiatan ulang tahun Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang teknik peer activities. Siswa membentu kelompok Guru member salam pembuka, mengabsen siswa, dan apersepsi

5) 6) kelompok lain 7)

Siswa menyalin kartu ucapan secara bergiliran menulis Siswa memberi tanda kekurangan dan pembetulan terhadap hasil

Mengadakan refleksi masing-masing kelompok. c. Monitoring 1) Kegiatan guru a) Kegiatan pendahuluan: (1) Pemberian motivasi masih kurang menarik, (2) apersepsi dilaksanakan sudah menuju sasaran, (3) Pembagian kelompok ada kendala b) Kegiatan Inti: (1) Penguasaan materi sudah baik (2) Materi diberikan belum sesuai dengan langkah-langkah dalam rencana pembelajran.(3) Alokasi waktu kurang tepat sehingga tidak bisa ada kegiatan pemaparan assessment oleh kelompok lain.(4) Pemberian pujian belum diberikan c) Kegiatan penutup: Belum ada evaluasi da refkeksi karena pengelolaan waktu yang tidak sesuai. 2) Kegiatan Siswa a) Kesiapan siswa menerima pelajaran: kurang baik, Pada waktu guru masuk siswa berbicara sendiri dan kelas menjadsi gaduh. b) Motivasi siswa mengikuti pelajaran: kurang, siswa pasif mengikuti kegiatan c) Aktivitas siswa mengikuti pelajarn sedikit: banyak siswa yang bingung dan diam saja. d) Pelaksanaan tugas terutama pemberian assesment dikerjakan dengan lambat dan tidak semua kelompok dapat melaksanakannya. e) Penguasaan terhadap materi masih kurang, siswa belum bisa membagi konsentrasi untuk menulis dan bergiliran sekaligus.

f) Produk hasil berupa kartu ucapan belum lengkap ada yang hanya bagian awal ada yang hanya isi saja g) Hampir setiap kelompok kesulitan memberi assessment karena tidak ada panduan yang spesifik dari guru d. Refleksi Dari hasil monitoring terhadap kegiatan guru masih terdapat kendala-kendala yang ditemukan yaitu: Alokasi waktu kurang tepat. Langkah kegiatan belum sesuai dengan rencana pembelajaran Belum menyediakan panduan yang spesifik kepada siswa dalam memberi assesment. Kendala-kendala yang ditemukan pada kegiatan siswa: Lamban dalam mengerjakan tugas Masih banyak siswa yang bingung Siswa belum bisa memberikan assesment karena tidak tahu apa yang harus dilakukan dan keterbatasan waktu. Berdasarkan temuan-temuan pada siklus pertama, maka perlu diadakan perbaikan tindakan pada pembelajaran berikutnya. Adapun rencana perbaikan yang akan ditekankan adalah perbaikan pada kendala-kendala baik pada kegiatan guru maupun kegiatan siswa dan memberikan teknik peer activities masioh dengan running dictation. Secara lebih spesifik rencana perbaikan pembelajaran adalah sebagai berikut: Pengelolaan waktu disiplin pada rencana pembelajaran

Langkah-langkah kegiatan disesuaikan dengan langkah pada rencana pembelajaran

Menyiapkan panduan assesment bagi siswa. 3. Pelaksanaan Siklus II a. Perencanaan 1) Menentukan materi pokok pembelajaran 2) Membuat skenario pembelajaran 3) Menyiapkan media pembelajaran: a poem 4) Menyiapkan instrumen penelitian: pedoman observaso guru, siswa, dan catatan penelitian. b. Implementasi Tindakan Hari/Tanggal Pelaksanaan Kelas : Senin, 30 Juli 2007 : VII A jam ke 4-5 ( 70 menit)

Implementasi tindakan berdasarkan pada skenario pembelajran yang telah disusun dalam perencanaan. Hasil implementasi tindakan pertama sebagai berikut: 1) Siswa bersama sama menyanyikan lagu Happy Birthday untuk memotivasi siswa dalam menulis. 2) 3) Membentuk kelompok Melaksanakan running dictation seperti pada siklus pertama tetapi media nya adalah sebuah puisi 4) 5) 6) 7) Siswa menyalin secara bergiliran Pekerjaan ditukar dengan kelompok lain Memberi assesment berdasarkan panduan dari guru Mengadakan perbaikan dari hasil assesment.

8)

Mengadakan refleksi dengan bertanya jawab tentang kesulitan yang dialami selama kegiatan bersama kelompok. Bagaimana seharusnya kegiatan memberi assesment dilakukan.

c. Monitoring 1) Kegiatan Guru a) Kegiatan pendahuluan: (1) pemberian motivasi menarik perhatian siswa, (2)

apersepsi dilaksanakan sudah menuju sasaran, (3) pembagian kelomok sudah tidak ada masalah. b) Kegiatan Inti: (1) Penguasan materi sudah baik. (2) Materi diberikan sudah sesuai dengan langkah-langkah pada rencana pembelajaran. (3) Alokasi waktu masih kurang tepat karena pada perencanaan waktu nya 80 menit dan pada pelaksanaan hanya 70 menit sehingga masih ada kegiatan presentasi assesment yang belum selesai.(4) suasana kelas lebih kondusif. (5) Penggunaan media sudah baik (6) Pemberian pujian sudah dilakukan . c) Kegiatan Penutup: Sudah ada evaluasi untuk memberikan assesment terhadap

masing-masing hasil kelompok meskipun belum selesai. 2) Kegiatan Siswa a) Kesiapan siswa menerima pelajaran : cukup baik, pada waktu guru masuk siswa sudah tenang tidak berbicara sendiri. b) Motivasi siswa mengikuti pelajaran: cukup baik, siswa antusias mengikuti kegiatan c) Aktivitas siswa mengikuti pelajaran sudah banyak d) Pelaksanaan tugas yang diberikan guru dikerjakan lebih cepat dari sebelumnya. e) Penguasaan terhadap materi sudah baik, siswa sudah mulai bisa membaca kemudian menyalin dan bergiliran sekaligus

f) Produk/hasil berupa menyalin puisi sudah lengkap, meskipun masih ada kekurangan pada tanda baca. g) Masih ada kelompok yang belum memberikan assesment dengan lengkap. d. Refleksi Dari hasil monitoring terhadap kegiatan guru masih terdapat kendala-kendala yang ditemukan yaitu: 1) 2) lengkap. 3) Dalam menyalin tanda baca banyak yang belum benar. Alokasi waktu kurang tepat. Masih ada kelompok yang belum memberikan assesment dengan

Kendala-kendala yang ditemukan pada kegiatan siswa adalah sebagai berikut: 1) Masih ada sebagian siswa yang lamban mengerjakan tugas. 2) Masih ada siswa yang kurang mengerti dan tidak mau bertanya . 3) Masih ada siswa yang tidak mau ikut bekerja dalam kelompok, dan hanya diam saja. 4) Pemberian assesment belum lengkap, tetapi banyak kelompok telah berhasil menyalin dengan benar setelah diberi assesment oleh kelompok lain. Berdasarkan temuan-temuan pada siklus kedua maka perlu diadakan perbaikan tindakan pada pelaksanaan pembelajaran berikutnya. Adapun rencana perbaikan yang akan ditekankan adalah perbaikan pada kendala-kendala yang ditemukan baik pada kegiatan guru maupun kegiatan siswa dan memberikan teknik peer activities dengan punctuation a text. Secara lebih spesifik rencana perbaikan pembelajaran adalah sebagai berikut: 1) Perbaikan pengelolaan waktu

2) Ada batas waktu dalam mengerjakan tugas, ada reward dan punishment. 3) Diberi penjelasan yang lebih lengkap tentang penggunaan tanda baca. 4) Ada penilaian aktivitas individu dalam kelompok. Karena akan menekankan pada peningkatan penguasaan penggunaan tanda baca maka teknik yang dipakai adalah punctuating a text. 4. Pelaksanaan Siklus III a. Perencanaan 1) Menentukan materi pokok pembelajaran 2) Membuat skenario pembelajaran dengan kegiatan punctuating a text dalam peer activity. 3) Menyiapkan media pembelajaran: a text with no punctuation 4) Menyiapkan instrumen penelitian : pedoman observasi guru, siswa, dan catatan penelitian. b. Implementasi Tindakan Hari/Tanggal Pelaksanaan Kelas : Senin, 6 Agustus 2007 : VII A jam ke 4-5 ( 70 menit)

Implementasi tindakan berdasarkan skenario pembelajaran yang telah disusun dalam perencanaan. Hasil implementasi tindakan pertama sebagai berikut ini: 1) 2) 3) 4) 5) 6) Siswa diperlihatkan sebuah text lagu disertai gambar penyanyinya. Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan Membentuk kelompok Memberi tanda baca dari sebuah text Mencocokkan bersama guru Memberi assesment terhadap hasil pekerjaan kelompok lain (ditulis)

7)

Memberi reward dan punishment terhadap hasil terbaik dan hasil yang tidak memuaskan.

8)

Membetulkan hasil pekerjaan masing-masing kelompok. c. Monitoring 1) Kegiatan Guru a) Kegiatan pendahuluan: (1) pemberian motivasi menarik, (2) apersepsi dilaksanakan sudah menuju sasaran.(3) Pembagian kelompok sudah tidak ada kendala. b) Kegiatan Inti: (1) Penguasaan materi sudah baik. (2) Materi diberikan sudah sesuai dengan langkah-langkah dalam perencanaan.(3) Alokasi waktu sudah sesuai. (4) Suasana kelas kondusif. (5) Media pembelajaran sudah digunakan denga baik. (6) Pemberian punishment dan rewards sudah dilaksanakan. c.) Kegiatan penutup: sudah hampir lengkap, evaluasi sudah dilaksanakan, tetapi untuk perbaikan belum selesai tuntas. 2) Kegiatan Siswa a) Kesiapan siswa menerima pelajaran: sudah baik, pada waktu guru masuk siswa menyambut guru dengan salam, dan suasana kelas tenang. b) Motivasi siswa mengikuti pelajaran: Hampir semua siswa aktif c) Aktivitas siswa mengikuti pelajaran sangat antusias. d) Pelaksanaan tugas yang diberikan guru dikerjakan lebih cepat dari biasanya. e) Siswa menikmati bekerja bersama kelompoknya. f) Produk/hasil berupa memberi tanda baca sebuah teks sudah terwujud. d. Refleksi Dari hasil monitoring terhadap kegiatan guru tidak terdapat kendala yang ditemukan. Kegiatan pembelajaran sudah sesuai dengan rencana. Pada akhir

pembelajaran siswa dapat melaksanakan tugas menyalin dengan memberi tanda baca, dapat memberi assesment pada pekerjaan teman lain / kelompok lain secara bersama sama dalam kelompok. Berdasarkan refleksi tersebut, maka pembelajaran menulis dengan teknik dalam peer activities hanya dilaksanakan sampai siklus III.

5. Pelaksanaan Evaluasi Untuk penilaian individu diadakan evaluasi menulis yaitu menyalin dan memberi judul serta menyalin dan memberi tanda baca. Evaluasi dilaksanakan pada hari Senin, 13 Agustus 2007.

B.

Pembahasan Penilaian pembelajaran dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui

keberhasilan guru dan siswa dalam pembelajaran menulis menyalin dengan teknik peer activities.Penilaian keberhasilan siswa terbatas pada pelaksanaan pembelajaran dalam proses dan hasil belajarnya. Penilaian keberhasilan guru terbatas pada perencanaan dan pelaksanaan rencana dengan kendala-kendala yang ditemukan. Penilaian proses KBM sasarannya adalah motivasi dan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran, sedangkan penilaian hasil adalah menyalin, penggunaan tanda baca, dan memberi penilaian / assesment secara tertulis. Berdasarkan angket yang diberikan siswa sebelum diadakan penelitian diperoleh data tentang motivasi , aktivitas, da hasil belajar siswa dalam pembelajaran menulis rendah. Tabel 1: Rekap Hasil Angket Minat dan Aktivitas Siswa Sebelum Penelitian Minat Tinggi Persentase 20,5% Aktivitas Tinggi Persentase 5%

Sedang 32,5% Sedang 40% Rendah 47% Rendah 55% Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa yang berminat sedang/tinggi terhadap kegiatan menulis secara keseluruhan 53 % dan yang kurang berminat 47%. Sedangkan siswa yang beraktivitas tinggi selama kegiatan menulis 45%, dan yang beraktivitas rendah ada 55%. Setelah tindakan dilaksanakan peneliti bersama kolaborator merefleksi dan mengevaluasi secara keseluruhan kegiatan yang telah dilakukan berdasarkan keseluruhan data monitoring, hasil analisis data, angket, wawancara dan catatan

lapangan selama penelitian berlangsung. Refleksi dan evaluasi yang dilakukan peneliti melalui kegiatan diskusi dan pembahasan. Hasil dari refleksi dan evaluasi tersebut atas dasar perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran dan digunakan untuk merencanakan pelaksanaan pembelajaran berikutnya.

Temuan penelitian adalah sebagai berikut. Pertama, perencanaan pembelajaran yang disusun sebagai acuan pembelajaran bisa menskenario guru dalam mengelola pembelajaran. Tiga aspek yang menjadi unsur pokok dalam merencanakan pembelajaran, yaitu menentukan bahan pembelajaran dan merumuskan kompetensi yang harus dicapai, memilih dan mengorganisasikan materi, media, dan sumber belajar, serta merancang skenario pembelajaran dapat dipenuhi. Penilaian keberhasilan guru terbatas pada perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.

Penilaian ketercapaian keberhasilan guru atas perencanaan pembelajaran pada ketiga siklus menunjukkan bahwa kemampuan guru baik. Pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan perencanaan yang tersusun. Penilaian kolaboratoe terhadap aktivitas guru dalam pelaksanaan pembelajaran untuk mengefektifkan pembelajaran melalui teknik peer activities mencapai kualifikasi baik. Hal ini juga diperkuat dari hasil wawancara kolaborator dengan siswa tentang kompetensi guru dalam memberikan pelajaran sebelum diadakan dan sesudah diadakan penelitian juga menunjukkan adanya perbaikan, 75% siswa memberikan penilaian baik. Kedua, Pelaksanaan proses belajar mengajar sesuai dengan perencanaan yang tersususn dapat menentukan keberhasilan pembelajaran. Untuk mengetahui

perkembangan minat dan aktivitas siswa selama KBM berlangsung, kolaborator memantau siswa. Dari hasil observasi selama tiga siklus diperoleh data tenang minat siswa sebagai berikut:

Tabel 2: Rekap Hasil Observasi di Kelas Minat Siklus Tinggi Sedang Rendah I 15% 20% 65% Persentase Siklus Siklus II 22% 36% 32% III 78% 8% 14% Aktivitas Siklus I Tinggi Sedang Rendah 15% 22% 63% Persentase Siklus II Siklus 26% 34% 40% III 76% 20% 4%

Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa minat dan aktivitas siswa selama menulis mengalami kemajuan yang sangat positif.

Ketiga, penilaian keberhasilan siswa selama proses pembelajaran dengan sasaran hasil belajar menunjukkan adanya peningkatan baik secara kelompok maupun individu. Penilaian kelompok dilakukan terhadap hasil menyalin dan kemampuan memberi assesment. Tabel 3: Rekap Nilai Kelompok Nilai rata-rata Daya Serap Siklus I Siklus II 78 78% Siklus III 83 83%

Data di atas menunjukkan adanya peningkatan dari siklus kedua rata-rata 78 dan pada siklus III nilai rata-rata kelompok mencapai 83. Untuk mengetahui hasil akhir dilakukan penilaian individu dengan aspek penilaian : menyalin dan memberi tanda baca. Hasil dari pelaksanaan postes menunjukkan adanya peningkatan secara individu. Tabel 4: Rekap Nilai Individu Siswa Nilai rata-rata Daya serap Yang tuntas Presentase Pre-test 50,8 51% 4 siswa 10% Post-test 79,5 79,5% 32 siswa 80%

Dari rekap nilai individu daya serap pretes 50,8% setelah diadakan tindakan selama tiga siklus hasil post test menunjukkan adanya peningkatan menjadi 79,5%. Hal itu berarti mengalami kenaikan sebesar 27%. Jumlah siswa yang tuntas mengikuti pembelajaran menulis dari 10% menjadi 80% atau mengalami kenaikan sebesar 70 % dan sudah memenuhi batas minimal ketercapaian nilai individu maupun klasikal.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa upaya meningkatkan kemampuan / ketrampilan menulis dengan teknik peer activities sangat baik dan efektif. Setelah diadakan tindakan pada setiap siklus penggunanaan peer activities aka lebih efektif apabila siswa mengetahui komponen bahasa dan mengekspresikannya dalam kegiatan pemberian assesment. Hasil diperoleh peningkatan kompetensi guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran dengan kategori baik. Peningkatan ketrampilan / kemampuan menulis dengan teknik peer activities dengan ketuntasan sebesar 80 %. Motivasi siswa dengan kriteria tinggi mencapai 78%, sedangkan pada aspek aktivitas mencapai 76% dengan kriteria cukup.

Berdasarkan hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa upaya meningkatkan kemampuan/ketrampilan menulis dengan peer activities dapat berhasil dan sangat diperlukan dalam pembelajaran selanjutnya.

B. SARAN Dari hasil penelitian ini, maka peneliti mengajukan saran kepada guru-guru Bahasa Inggris untuk mencoba melaksanakan teknik peer activities dalam pembelajaran menulis. Untuk guru-guru mata pelajaran lain juga dapat menerapkan teknik peer activities disesuaikan dengan materi yang dipelajari.

DAFTAR PUSTAKA Depdikbud. (2004). Kurikulum 2004 Bahasa Inggris. Jakarta:Depdikbud. Depdikbud. (2006). KTSP 2006.Jakarta: Depdikbud. Tim Pelatih Proyek PGSM Propinsi Jawa Tengah.(2000). PENELITIAN TINDAKAN KELAS(CLASSROOM ACTION RESEARCH). Semarang: Kanwil Depdikbud Jateng Priyono, Andreas.(2000). PENUISAN PROPOSAL PENELITIAN CLASSROOM BASED ACTION RESEARCH. Semarang: Kanwil Depdikbud Jateng TIM INSTRUKTUR PROPINSI JAWATENGAH.(2000).PEMBELAJARAN

KOOPERATIF.Semarang: Kanwil Depdikbud Prop Jateng. Brown, H.D. (2001). Teaching by Principles An interactive Approach to Language Pedagogy. Pearson Education :New York. Nunan, David. (1989). Designing Tasks for the Communicative Classroom. Cambridge University Press: Cambridge.

Harmer, Jeremy. (2001). The Practice of English Language Teaching. Pearson Education Limited: England.