Anda di halaman 1dari 8

BAB II

PEMBAHASAN

MENINGKATKAN KEIMANAN KEPADA MALAIKAT

A. Pengertian Iman Kepada Malaikat

Iman menurut bahasa artinya percaya sedangkan menurut istilah adalah meyakini dengan
sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menciptakan malaikat dari nur atau cahaya. Ia selalu taat
beribadah, tidak pernah menentang perintah Allah SWT .
Rosulullah SAW bersabda:
" Iman itu engkau percaya kepada Allah SWT, malaikat Allah SWT, kitab-kitab Allah SWT,
Rasul Nya, hari akhir dan percaya kepada qodar yang baik dan yang buruk." (HR. Muslim)
Firman Allah:
' Sesungguhnya, orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah
dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu, dan berfihad dengan harta dan fiwanya di
falan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya).` (Al-Hufurat.15)

Dari ayat di atas dapat kita ketahui babwa iman yang diterima dan yang benar adalah
keyakinan yang tidak dicanpuri dengan keraguan dan amalan yang di antaranya jihad dengan
harta dan jiwa di jalan Allah. Sebab keyakinan hati saja tidak cukup sebagai syarat diterimanya
iman. Iblis saja berkeyakinan akan adanya Allah, sebagaimana ucapannya dalam Al-Qur`anul
Karim;
' Ya Tuhan, berilah aku tempo hingga hari di mana meteka dibangkitkan.` (As-Shad.79)

Sekalipun demikian, Allah telah mengkaIirkannya dikarenakan kesombongannya
sehingga ia tidak mau melaksanakan apa yang telah diperintahkan oleh Allah. Jadi iman yang
benar adalah yang meliputi dua hal, yaitu;
1. Keyakinan kuat yang tidak dicampuri dengan keraguan sedikitpun.
2. Perbuatan yang membuktikan keyakinan itu, dan ia merupakan buahnya.

alaikat adalah makhluk ghaib yang diciptakan Allah dari cahaya, hamba-hamba Allah
yang dimuliakan dan senantiasa menyembah Allah, mereka tidak pernah mendurhakai perintah
Allah serta senantiasa mengerjakan apa yang diperintah-Nya.
Firman Allah,
' Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka itu tidak
mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerfakan perintah-perintah-Nya.` (QS. Al-
Anbiyaa. 26-27)
' Dan malaikat yang berada di sisi-Nya, mereka tidak angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak
pula merasa letih. mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.` (Al-
Ambiyaa.19-20)

SiIat-siIat malaikat yaitu; selalu taat kepada-Nya , atas izin Allah mereka dapat berbentuk
berbagai rupa , tidak menikah dan tidak pula berketurunan. ereka tidak disiIati laki-laki atau
perempuan serta tidak berjenis kelamin, mereka tidak makan maupun minum. Di antara malaikat
ada yang berdiri sambil mengagungkan Rabb-Nya semenjak beribu-ribu tahun. dan diantaranya
ada pula yang bersujud sambil mensucikan Rabb-Nya semenjak beribu-ribu tahun. alaikat
bukan termasuk makhluk Allah yang mendapat beban (takliI) dari Allah. Karena itu, Allah tidak
mengutus seorang Rasul kepada mereka. alaikat diberi Iitrah oleh Allah untuk selalu taat
sehingga tidak mempunyai potensi menyimpang dan melakukan maksiat kepada-Nya. ereka
selalu terjaga dari perbuatan maksiat dan dosa. Diantara dalil kemak`suman (terjaga dari dosa)
para malaikat adalah Iirman Allah,
' Yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan
selalu mengerfakan apa yang diperintahkan.` (At-Tahrim.6)

Perbedaan penciptaan malaikat, jin dan manusia dinyatakan oleh Rosulullah SAW.
Sabda Rasulullah SAW:
"Malaikat itu diciptakan dari cahaya, sedangkan fin dari nyala api dan Adam diciptakan dari
apa yang telah diterangkan pada semua (dan tanah)." (HR.Muslim)



erikut adalah tabel yang membedakan antara malaikat, jin, syetan, dan iblis
Malaikat 1in Syetan Iblis
akhluq yang
selalu taat kepada
Allah
Ada yang taat dan
ada yang tidak
Tidak taat dan
membangkang
kepada Allah
Iblis adalah nenek
moyang dari
syetan, yang
Allah usir dari
surga. SiIat-siIat
Iblis sama dengan
syetan.
erbuat
kebajikan,
beribadah kepada
Allah
Ada yang
beribadah dan
beriman, ada juga
yang kuIur
KuIur, mengajak
berbuat dosa dan
melanggar perintah
Allah

Diciptakan dari
Nur (cahaya)
Diciptakan dari
api
Diciptakan dari api

Tidak makan-
minum, tidak
tidur, tidak
beranak
akan-minum,
tidur, dan beranak
akan-minum,
tidur, dan beranak



Jadi dari beberapa penjelasan iman dan malaikat diatas dapat kita simpulkan bahwa
pengertian beriman kepada malaikat adalah pengakuan atau keyakinan yang mantap bahwa
malaikat itu ada dan mereka adalah makhluk serta hamba Allah yang selau tanduk dan
dimuliakan.
Iman kepada malaikat mengandung empat unsur, yaitu;

1. Mengimani adanya mereka,
Yaitu kepercayaan yang pasti tentang keberadaan para malaikat. Tidak seperti yang
dipahami oleh sebagian orang bahwa malaikat adalah hanya sebuah kata` yang bermakna
konotasi yang berarti kebaikan atau semacamnya. Allah Ta`ala telah menyatakan keberadaan
mereka seperti dalam Iirman-Nya QS. Al-Anbiyaa`: 26-27.



2. Mengimani nama-nama malaikat yang kita ketahui,
Di antara dalil yang menunjukkan banyaknya bilangan malaikat dan tidak ada yang dapat
menghitungnya kecuali Allah Ta`ala adalah sebuah hadits shahih yang berkaitan dengan baitul
makmur. Di dalam hadits tersebut Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
'Sesungguhnya baitul makmur berada di langit yang ketufuh setentang dengan Kabah di bumi,
setiap hari ada 70 ribu malaikat yang shalat di dalamnya kemudian apabila mereka telah keluar
maka tidak akan kembali lagi.` (HR. Bukhari & Muslim)

. Mengimani sifat-sifat malaikat yang kita ketahui,
Seperti misalnya siIat Jibril, dimana Nabi mengabarkan bahwa beliau shallallahualaihi
wa sallam pernah melihat Jibril dalam siIat yang asli, yang ternyata mempunyai enam ratus
sayap yang dapat menutupi cakrawala (HR. ukhari). Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan
oleh Imam Ahmad dalam musnadnya dari Abdullah bin as`ud radhiyallahu anhu, ia berkata:
'Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah melihat malaikat Jibril dalam bentuk aslinya
yang mempunyai enam ratus sayap, setiap sayap menutup ufuk, dari sayapnya berfatuhan
berbagai warna, mutiara dan permata yang hanya Allah safalah yang mengetahui
keindahannya.`

. Mengimani tugas-tugas yang diperintahkan Allah kepada mereka yang sudah kita ketahui.
Kita mengimani dengan apa yang kita ketahui tentang tugas-tugas mereka yang mereka
tunaikan berdasarkan perintah Allah, seperti bertasbih (mensucikan Allah) dan beribadah
kepada-Nya tanpa kenal lelah dan tanpa pernah berhenti. Di antara para malaikat, ada yang
memiliki tugas khusus, berikut penjelasan masing-masing tugas malaikat.






B. Tugas-tugas Malaikat

Hanya Allah yang tahu jumlah seluruh malaikat. Namun, yang wajib kita ketahui seperti
yang diterangakan dalam Al-Qur`an dan Hadits ada sepuluh, sebagai berikut;
1. Jibril, bertugas menyampaikan wahyu kepada para Nabi dan Rasul.
2. ikail, bertugas membagi rezeki kepada seluruh makhluk.
. IsraIil, bertugas meniup sangkakala (terompet) atas perintah Allah.
. Izrail, bertugas mencabut nyawa makhluk Allah.
5. unkar, bertugas menanyakan dan memeriksa amal manusia di alam kubur.
6. Nakir, bertugas menanyakan dan memeriksa amal manusia di alam kubur.
7. Raqib, bertugas mencatat semua amal perbuatan manusia yang baik.
8. Atid, bertugas mencatat semua amal perbuatan manusia yang buruk.
9. alik, bertugas menjaga neraka.
10.Ridwan, bertugas menjaga surga.

O Buah Keimanan Kepada Malaikat
eriman kepada para malaikat memiliki pengaruh yang agung dalam kehidupan setiap
mukmin, di antaranya dapat kita sebutkan:
1. engetahui keagungan, kekuatan serta kesempurnaan kekuasaan-Nya. Sebab keagungan
(sesuatu) yang diciptakan (makhluk) menunjukkan keagungan yang menciptakan (al-
Khaliq). Dengan demikian akan menambah pengagungan dan pemuliaan seorang mukmin
kepada Allah, di mana Allah menciptakan para malaikat dari cahaya dan diberiNya
sayap-sayap.
2. Senantiasa istiqomah (meneguhkan pendirian) dalam menaati Allah. Karena barangsiapa
beriman bahwa para malaikat itu mencatat semua amal perbuatannya, maka ini
menjadikannya semakin takut kepada Allah, sehingga ia tidak akan berbuat maksiat
kepada-Nya, baik secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi.
. ersabar dalam menaati Allah serta merasakan ketenangan dan kedamaian. Karena
sebagai seorang mukmin ia yakin bahwa bersamanya dalam alam yang luas ini ada ribuan
malaikat yang menaati Allah dengan sebaik-baiknya dan sesempurna-sempurnanya.
. ersyukur kepada Allah atas perlindungan-Nya kepada anak Adam, dimana ia
menjadikan sebagian dari para malaikat sebagai penjaga mereka.
5. Waspada bahwa dunia ini adalah Iana dan tidak kekal, yakni ketika ia ingat alaikat
aut yang suatu ketika akan diperintahkan untuk mencabut nyawanya. Karena itu, ia
akan semakin rajin mempersiapkan diri menghadapi hari Akhir dengan beriman dan
beramal shalih.





















BAB III
PENUTUP


Dengan mengetahui penjelasan pengertian meningkatkan keimanan kepada malaikat,
diharapkan orang tua maupun pendidik, hendaklah berusaha dengan penuh kesungguhan
mempelajari dan mengajarkan kepada anak-anaknya sedini mungkin tentang keimanan guna
menghindari penyimpangan pemahaman mereka terhadap keimanan. Adanya kerjasama dan
pendekatan bersama oleh para ahli dari berbagai bidang ilmu agama dan kegiatan akan sangat
mampu membantu pemahaman anak dalam memaknai keimanan serta pengamlannya.


















DAFTAR PUSTAKA


Al-qur`an dan Terjemahnya, Depag RI, Jakarta, 1995.
Az-zindani, Abdul majid. 2007. Samudra Iman, Yogyakarta: DIVA Press
Az-zindani, Abdul majid dkk. 2001. Al-Iman, Solo: Pustaka arokah
Ash-shayyim, uhammad. 2001. Rumah Penuh Cahaya, Yogyakarta: Izzan Pustaka
Al-utsmani, uhammad bin shaleh. 200. Prinsp-Prinsip Dasar Keimanan, alang: All
Rights Reserved
Ahmad, uhammad & udzakir, . 2000. &lumul Hadist, andung: Pustaka Setia
http://madingmansumpiuh.blogspot.com/2010/01/meningkatkan-keimanan-kepada
malaikat.html. Diakses pada inggu. 2 Oktober 2010. pkl 16.10 wib
http://islamwiki.blogspot.com/2009/02/iman-kepada-malaikat-malaikatnya.html.Diakses
pada inggu. 2 Oktober 2010. pkl 16.15 wib
http://muslimah.or.id/aqidah/beriman-kepada-malaikat.html. Diakses pada inggu 2
Oktober 2010. pkl 16.20 wib