Anda di halaman 1dari 3

Analisis Crosstab A.

Teori Singkat
Analisis Crosstab merupakan analisis dasar untuk hubungan antar variabel kategori (nominal atau ordinal). Sub Menu Crostab digunakan untuk menyajikan data dalam bentuk tabulasi, yang meliputi baris dan kolom. Dengan demikian ciri tabulasi silang adalah adanya dua variable atau lebih yang mempunyai hubungan. Dan umumnya berupa data kualitatif. Tabel Crosstab bisa dibuat melalui SPSS dengan langkah-langkah sebaggai berikut : Klik menu Analyze; Descriptive; Crosstab Maka akan muncul kotak dialog untuk menentukan mana variabel yang akan ditempatkan pada row (baris) dan mana yang akan diletakkan pada coloms (kolom), dan jika diperlukan kotak layer juga bisa diisi dengn variabel yang akan mengelompokkan tabel perCase variabel-variabel tersebut. Kemudian Check box Suppress Tables ditandai agar menampilkan tabulasi silang. Pada kotag dialog tersebut juga terdapat tombol Statistic yang digunakan untuk menampilkan statistik dari variabel baris dan kolom, dan juga ada tombol cell yang digunakan untuk menentukan isi sel. Defaultnya isi sel berupa cacah case pada sel tersebut. Setelah ditekan tombol continue dan kemudian Ok, maka akan menghasilakan 3 tabel yaitu : tabel Crosstab, tabel Chi-square, dan tabel Symmetic Meassures.

B. Pembahasan Tabel Crosstab


Bidang * Pendidikan Crosstabulation Count Pendidikan Sarjana Bidang Marketing Umum Akuntansi Total 2 3 4 9 SMU 6 1 0 7 Total 8 4 4 16

Tabel diatas merupakan tabel crosstab dari karyawan menurut Bidang kerja dan Pendidikannya. Tabel tersebut terdiri dari kolom dan baris sebagai berikut: Pada tabel tersebut yang menempati Colomns adalah variabel Pendidikan yang terbagi menjadi 2 yaitu : 1. Sarjana, kolom ini menunjukkan karyawan yang berpendidikan sampai sarjana. Karyawan yang berpendidikan sampai sarjana berjumlah 9 karyawan, 2 orang sebagai karyawan dibidang marketing, 3 orang sebagai karyawan dibidang umum dan 4 orang sebagai karyawan dibidang Akuntansi. 2. SMU, kolom ini menunjukkan karyawan yang berpendidikan hanya sampai SMU. Karyawan yang pendidikannya sempai SMU berjumlah 7 karyawan. 6 Orang karyawan sebagai marketing, dan 1 orang karyawan dibidang umum, tidak ada karyawan yang berpendidikan SMU menjadi karyawan dibidang Akuntansi. Kolom Total, kolom ini berisi jumlah total karyawan menurut masing-masing bidang, dan tidak dibedakan dalam pendidikannya. Dari tabel diatas bisa dibaca bahwa total karyawan dibidang Marketing adalah 8, dibidang Umum 4, dan total karyawan dibidang Akuntansi adalah 4. Sehingga jumlah total keseluruhan karyawan adalah 16 karyawan. Selain kolom dalam tabel diatas juga terdapat baris sebagai berikut : Baris Bidang, karena karyawan memiliki bidang pekerjaan yang berbeda-beda maka baris ini dibagi menjadi bidang yang lebih spesifik yaitu bidang marketing, bidang Umum, dan bidang Akuntansi : 1. Bidang Marketing, baris ini menunjukkan karyawan yang bekerja dibidang marketing menurut pendidikannya, jumlah karyawan yang bekerja dibidang marketing adalah 8 karyawan. 2 karyawan berpendidikan sarjana dan 6 karyawan berpendidikan SMU. 2. Bidang Umum, baris ini menunjukkan karyawan yang bekerja dibidang Umum. Jumlah karyawan yang bekerja dibidang umum adalah 4 karyawan. 3 karyawan berpendidikan sarjana dan 1 karyawan berpendidikan SMU. 3. Bidang Akuntansi, baris ini menunjukkan karyawan yang bekerja dibidang Akuntansi. Jumlah karyawan yang bekerja dibidang akuntansi adalah 4 karyawan. Dan semuanya berpendidikan sarjana, tidak ada karyawan yang berpendidikan SMU bekerja dibidang Akuntansi.

Bari total, Baris ini berisi jumlah total karyawan menutut pendidikannya. Jumlah total karyawan yang berpendidikan sarjana adalah 9 karyawan dan jumlah total karyawan yang berpendidikan SMU adalah 7 karyawan, sehingga jumlah total karyawan adalah 16 karyawan.

Tabel Chi-Square
Chi-Square Tests Asymp. Sig. (2Value Pearson Chi-Square Likelihood Ratio Linear-by-Linear Association N of Valid Cases 6.857a 8.434 6.255 16 df 2 2 1 sided) .032 .015 .012

a. 6 cells (100,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 1,75.

Tabel diatas adalah tabel Chi-Square yang digunakan untuk menguji ada tidaknya hubungan antara dua variabel. Dan dalam kasus ini yang diuji adalah ada atau tidaknya hubungan antara pendidikan karyawan dengan bidang kerjanya. Beberapa hal yang terkandung dalam tabel diatas : Person Chi-Square adalah Metode uji kenormalan yang berbasis statistik uji X2. Statistik X2 diberikan oleh persamaan : Dimana Ei adalah frekuensi pengamatan sampel yang diharapkan berada dalam kelas i bila frekuensi sampel dalam setiap kelas interval mengikuti distribusi yang diduga. Sementara, oi frekuensi pengamatan yang terjadi dalam kelas i. Bila H0 benar, distribusi yang membatasi statistik uji X2 adalah distribusi ?2 dengan derajat kebebasan (k-c-1), dimana k adalah jumlah kelas interval yang tidak kosong dan c adalah jumlah parameter yang akan diestimasi. Dalam kasus ini Value dari Person Chi-Square adalah 6.857 dan Deegre of freedomnya adalah 2 dan Asymp.sig nya adalah 0.032 Perhitungan Manual Chi-Square :
Pendidikan Sarjana Bidang Marketing Umum Akuntansi Total (8 x 9)/16=4,5 (4 x 9)/16=2,25 (4 x 9)/16=2,25 9 SMU (8 x 7)/16=3,7 (4 x 7)/16=1,75 (4 x 7)/16=1,75 7 Total 8 4 4 16

X2= Likelihood-ratio chi-square (2) adalah ukuran fundamental dari overall fit. Nilai Chi Square yang tinggi relative terhadap degree of freedom menunjukkan bahwa matrik kovarian atau korelasi yang diobservasi dengan yang diprediksi berbeda secara nyata dan ini menghasilkan probabilitas (p) lebih kecil dari tingkat signifikan (). Sebaliknya, nilai chi-square yang kecil akan menghasilkan nilai probabilitas (p) yang lebih besar dari tingkat signifikansi () dan ini menunjukkan bahwa input matrik kovarian antara prediksi dengan observasi sesungguhnya tidak berbeda secara signifikan. Dalam hal ini peneliti harus mencari nilai chi-square yang tidak signifikan karena mengharapkan bahwa model yang diusulkan cocok atau fit dengan data observasi. Dalam kasus ini Value dari Likelihood-ratio adalah 8,434 dan Degree of fredomnya adalah 2 dan Asymp.signya adalah 0,015 . Analisis Chi-Square, berikut adalah langkah-langkah dalam analisis chi square : 1. Menentukan Hipotesa, langkah pertama yang dilakukan untuk analisi chi-Square adalah menentukan hipotesa atau dugaan yang terdiri dari dua dugaan dan biasanya dilambangkan dengan H0 dan H1. Dan Hipotesis untuk kasus ini adalah sebagai berikut :

2. 3. 4. 5.

H0 = Tidak ada hubungan antara pendidikan dengan bidang kerja. H1 = Ada hubungan antara pendidikan dan bidang kerja. Menentukan Alpha (). Nilai alpha sudah ditetapkan yaitu 5% atau 0.05 Menentukan nilai Asymp.Sig. nilai ini bisa diperoleh dari tabel Chi-Square pada sel pertemuan antara baris Likelihood Ratio dan kolom Asymp.Sig. Untuk Kasus ini nilai Asym.sig-nya adalah 0.015 Menentukan Daerah kritis, yaitu untuk pengambilan keputusan. dalam kasus ini daerah kritisnya adalah : Jika nilai Asymp.sig (2 sided) > maka H0 diterima. Jika nilai Asymp.sig (2 sided) < maka H0 ditolak. Kesimpulan, merupakan langkah terakhir untuk mengambil kesimpulan dari data-data yang diperoleh pada langkah-langkah sebelumnya. Dalam kasus ini kesimpulannya adalah : Karena Asymp.sig = 0.015 < = 0.05 maka H0 ditolak, yang artinya ada hubungan antara pendidikan dengan bidang pekerjaan.

Contingency Coefficient, yaitu kekuatan hubungan antar variabel.


Symmetric Measures Value Nominal by Nominal N of Valid Cases Contingency Coefficient .548 16 Approx. Sig. .032

Tabel diatas menunjukkan kekuatan hubungan antara variabel didik dan variabel bidang, kekuatan hubungan antar variabel digambarkan dengan angka 0 sampai 1. Dalam kasus ini kekuatan hubungan antara antara variabel didik dan variabel bidang adalah 0.032. sebagaimana ditunjukkan oleh tabel diatas pada baris Contingency Coefficient.

C. Kesimpulan
Crosstab digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel Tabel Chi-square digunkan untuk menguji ada tidaknya hubungan antar variabel. Untuk mengetahuinya diperlukan analisis Chisquare yang langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : 1. Menentukan hipotesis/dugaan 2. Menentukan Nilai Alpha yaitu 0.05 atau 5% (nilai ini sudah ditetabkan) 3. Menentukan nilai Asymp.sig. yang bisa diperoleh melalui tabel Chi-Square 4. Menentukan daerah Kritik 5. Mengambil kesimpulan. Untuk mengetahui kekutan hubungan antar variabel bisa dilihat melalui Contingency Coefficient pada tabel Symmetric Measures, kekuatannya dilambangkan dengan anggka 0 sampai dengan 1.

D. Latihan / Tugas Sudah dikerjakan dalam Listing