Anda di halaman 1dari 12

A. B. C. D.

Judul Percobaan Hari/Tanggal Percobaan Selesai Percobaan Tujuan Percobaan


E.

: Penentuan Campuran Dua Komponen : Kamis, 18 Nopember 2010 : Kamis, 18 Nopember 2010 : :

Untuk menentukan konsentrasi permanganat dan dikromat dalam campurannya. Dasar Teori Spektrofotometer UV-Vis merupakan alat yang digunakan untuk mengukur serapan cahaya pada daerah UV (100-200 nm) dan daerah sinar tampak (200-700 nm). Spektrofotometer merupakan gabungan dari alat optik dan elektronika serta sifat-sifat kimia fisiknya dimana detektor yang digunakan secara langsung dapat mengukur intensitas dari cahaya yang dipancarkan (It) dan secara tidak lansung cahaya yang diabsorbsi (Ia), jadi tergantung pada spektrum elektromagnetik yang diabsorb oleh benda. Tiap media akan menyerap cahaya pada panjang gelombang tertentu tergantung pada senyawaan atau warna terbentuk. Secara garis besar spektrofotometer terdiri dari 4 bagian penting yaitu : a. Sumber Cahaya Sebagai sumber cahaya pada spektrofotometer, haruslah memiliki pancaran radiasi yang stabil dan intensitasnya tinggi. Sumber energi cahaya yang biasa untuk daerah tampak, ultraviolet dekat, dan inframerah dekat adalah sebuah lampu pijar dengan kawat rambut terbuat dari wolfram (tungsten). Lampu ini mirip dengan bola lampu pijar biasa, daerah panjang gelombang () adalah (350 2200) nm. Di bawah kira-kira 350 nm, keluaran lampu wolfram itu tidak memadai untuk spektrofotometer dan harus digunakan sumber yang berbeda.

Gambar 1. Lampu wolfram

Paling umum adalah lampu tabung tidak bermuatan (discas) hidrogen (atau deuterium) 175 ke 375 atau 400 nm. Lampu hidrogen atau lampu deuterium digunakan untuk sumber pada daerah ultraviolet (UV).

Gambar 2. Lampu deuterium Kebaikan lampu wolfarm adalah energi radiasi yang dibebaskan tidak bervariasi pada berbagai panjang gelombang. Sumber cahaya untuk spektrofotometer inframerah, sekitar 2 ke 15 m menggunakan pemijar Nernst (Nernst glower). b. Monokromator Monokromator adalah alat yang berfungsi untuk menguraikan cahaya polikromatis menjadi beberapa komponen panjang gelombang tertentu (monokromatis) yang bebeda (terdispersi). Ada beberapa macam monokromator, yaitu Prisma, kaca untuk daerah sinar tampak, kuarsa untuk daerah UV, Rock salt (kristal garam) untuk daerah IR, dan Grating (kisi difraksi). Cahaya monokromatis ini dapat dipilih panjang gelombang tertentu yang sesuai untuk kemudian dilewatkan melalui celah sempit yang disebut slit. Ketelitian dari monokromator dipengaruhi juga oleh lebar celah (slit width) yang dipakai. c. Detektor Peranan detektor penerima adalah memberikan respon terhadap cahaya pada berbagai panjang gelombang. Detektor akan mengubah cahaya menjadi sinyal listrik

yang selanjutnya akan ditampilkan oleh penampil data dalam bentuk jarum penunjuk atau angka digital. d. Kuvet Pada pengukuran di daerah sinar tampak digunakan kuvet kaca dan daerah UV digunakan kuvet kuarsa serta kristal garam untuk daerah IR. Spektroskopi adalah studi mengenai interaksi cahaya dengan atom dan molekul. Radiasi cahaya atau elektromagnet dapat dianggap menyerupai gelombang. Dasar spektroskopi UV-Vis adalah serapan cahaya. Bila cahaya jatuh pada senyawa, maka sebagian dari cahaya diserap oleh molekul-molekul sesuai dengan struktur dari molekul senyawa tersebut. Serapan cahaya oleh molekul dalam daerah spektrum UV-Vis tergantung pada struktur elektronik dari molekul. Spektra UV-Vis dari senyawasenyawa organik berkaitan erat dengan transisi-transisi diantara tingkatan-tingkatan tenaga elektronik. Oleh sebab itu, serapan radiasi UV-Vis sering dikenal sebagai spektroskopi elektronik. Keuntungan dari serapan ultraviolet yaitu gugus-gugus karakteristik dapat dikenal dalam molekul-molekul yang sangat kompleks (Hardjono Sastrohamidjojo, 1991 : 11). Diagram berikut menunjukkan gambaran spektrum sinar tampak :

Gambar 3. Diagram Spektrum Sinar Tampak

Warna-warna utama dari spektrum sinar tampak adalah: Tabel 1. Panjang Gelombang pada Sinar Tampak

Warna Ungu Biru Sian (biru pucat) Hijau Kuning Oranye Merah

Panjang gelombang (nm) 380 - 435 435 - 500 500 - 520 520 - 565 565 - 590 590 - 625 625 - 740

Dalam warna-warna tersebut tidak terdapat batas yang jelas. Kenyataannya, warna saling bercampur satu sama lain - lebih rumit dari diagram di atas. Spektrum elektromagnetik tidak hanya terbatas pada warna-warna yang dapat kita lihat. Sangat mungkin mendapatkan panjang gelombang yang lebih pendek dari sinar ungu atau lebih panjang dari sinar merah. Pada spektrum yang lebih lengkap, akan ditunjukkan ultra-ungu dan inframerah, tetapi dapat diperlebar lagi hingga sinar-x dan gelombang radio, diantara sinar yang lain. Diagram berikut menunjukkan gambaran posisi spektrum-spektrum tersebut.

Gambar 4. Spektrum-spektrum Panjang gelombang cahaya UV-Vis jauh lebih pendek daripada panjang gelombang radiasi inframerah. Spektrum sinar tampak terentang dari sekitar 400 nm (ungu) sampai 750

nm (merah), sedangkan spektrum ultraviolet terentang dari 100 nm sampai 400 nm. Prinsip dasar analisis kuantitatif adaah hokum Lambert-Beer. A = - log T = log ( Io / It ) = . b. C = a. b. C Keterangan : Io = Intensitas sinar datang

It = Intensitas sinar yang diteruskan a = Absorptivitas b = Panjang sel/kuvet c = konsentrasi (g/l) A = Absorban Gambar 5. Hukum Lambert-Beer Menentukan konsentrasi dengan kurva kalibrasi Dengan cara ini tidak perlu bertumpu pada nilai absorptivitas molar, reliabilitas hukum Beert-Lambert, bahkan dimensi sel larutan.Yang dilakukan adalah membuat seri larutan senyawa yang akan diamati dengan konsentrasi yang akurat. Konsentrasi seri larutan ini harus berada pada kisaran konsentrasi yang akan ditentukan - lebih encer dan lebih pekat dari konsentrasi yang diperkirakan. Dengan larutan yang berwarna hal ini tidak sulit. Anda cukup membuat beberapa larutan dengan warna yang lebih terang dan lebih gelap.Untuk masing-masing larutan, ditentukan absorbansinya pada panjang gelombang yang memberikan serapan paling kuat - gunakan wadah yang sama. Kemudian dibuat grafik antara absorbansi lawan konsentrasi. Ini merupakan kurva kalibrasi. Berdasarkan hukum Beet-Lambert, absorbansi sebanding dengan konsentrasi, dan diharapkan akan mendapatkan garis lurus. Hal ini berlaku pada larutan encer, dan kurang cocok pada larutan pekat, sehingga akan mendapatkan suatu kurva. Selama anda bekerja pada kisaran konsentarsi yang diamati, hal ini tidak terlalu dipermasalahkan. Untuk grafik yang paling baik, kurva kalibrasinya akan tampak seperti gambar berikut.

Ingat bahwa tidak perlu dibuat garis yang melewati titik nol. Jika hukum Beer-Lambert bekerja sempurna, garis tersebut akan melewati titik nol, tetapi tidak dapat menjamin hal ini untuk konsentrasi yang diamati. Kemudian harus dihitung absorbansi larutan yang tidak diketahui konsentrasinya pada panjang gelombang yang sama. Jika, sebagai contoh, absorbansinya 0,600, sehingga dapat dibaca hubungannya dengan konsentrasi seperti pada grafik berikut.

Prinsip analisis kuantitatif adalah dengan cara menggunakan hukum Lamber-Beer. A = -log T = . b . C = a . b . C Keterangan: A = absorbansi T = transmitansi = absorptivitas molar, L cm-1. mol-1 (jika konsentrasi dalam satuan mol/liter) a = absorptivitas, L cm-1. gram-1 (jika konsentrasi dalam satuan gram/liter) b = panjang sel, cm C = konsentrasi. Komponen UV-Vis terdiri atas sumber radiasi yang stabil dan berkelanjutan (kontinyu); sistem lensa, cermin dan celah untuk membatasi, membuat paralel dan memfokuskan bekas sinar, monokromator untuk menyeleksi sinar menjadi panjang gelombang tertentu (sinar monokromatis), kontainer atau tempat sampel yang transparan

bisa disebut dengan sel atau kuvet, detektor yang dirangkaikan dengan readout atau piranti baca untuk menangkap sinyal dari sinar yang masuk sesuai dengan intensitas cahayanya dan ditampilkan pada layar readout. Langkah-langkah pengujian kuantitatif dengan spektroskopi UV-Vis: 1. Pembentukan warna (untuk pengukuran dengan sinar tampak) dan zat yang tidak berwarna atau warnanya kurang kuat. 2. Penentuan panjang gelombang maksimum 3. Pembuatan kurva kalibrasi 4. Pengukuran konsentrasi contoh. Untuk analisis kualitatif biasanya digunakan untuk penentuan panjang gelombang optimum berdasar pada absorbansi optimum dari senyawa-senyawa organik. Dikromat, Cr2O72-. Kromat merupakan logam yang berbentuk zat padat berwarna, yang menghasilkan larutan kuning bila lrut dalam air. Asam mineral encer, yaitu ion-ion hidrogen, kromat berubah menjadi dikromat; yang terakhir ini menghasilkan larutan yang berwarna merah jingga. Perubahan ini dibalikkan oleh alkali, yaitu ion-ion hidroksil. 2CrO42- + 2H+ Cr2O72- + H2O atau Cr2O72- + 2OH- 2CrO42- + H2O Kelarutan kromat dari logam alkali dan dari kalsium serta magnesium larutan dalam air; Strotium kromat larut sangat sedikit. Kebanyakan kromat logam-logam lain tak larut dalam air. Natrium, kalium dan amonium dikromat larut dalam air. Permanganat, MnO4-. Kelarutan semua permanganat larut dalam air, membentuk larutan ungu (lembayungkemerahan).

F.

Alat Dan Bahan


-

: Labu Ukur 25 mL Pipet Ukur 10 ml Pro pipet Gelas Kimia 100 mL Botol Gelap Instrumen UV-Vis SHIMADZU 2 buah 10 buah 1 buah 1 buah

1. Alat-alat yang digunakan :

2. Bahan-bahan yang digunakan :

Larutan KMnO4 0,01 M Larutan K2Cr2O7 0,01 M Larutan Sampel (Campuran) Aquades :

G.

CARA KERJA
a. Persiapan larutan baku

Larutan standar K2Cr2O7 - dipipet dengan pipet ukur - dimasukkan dalam labu ukur - diencerkan dengan aquades sampai tanda batas. Larutan baku K2Cr2O7 dengan konsentrasi 0,0002M; 0,0004M; 0,0006M; 0,0008M; 0,0010M Larutan standar KMnO4 - dipipet dengan pipet ukur - dimasukkan dalam labu ukur

- diencerkan dengan aquades -sampai tanda

batas. Larutan baku KMnO4 dengan konsentrasi 0,0001M; 0,0002M; 0,0003M; 0,0004M; 0,0005M. b. Penentuan panjang gelombang optimum Larutan baku K2Cr2O7 dengan konsentrasi 0,0002M dan KMnO4 dengan konsentrasi 0,0001M
- diukur pada panjang gelombang 200-600 nm

- dibuat kurva serapan masing-masing larutan


- ditentukan
maks

masing-masing komponen.

maks

c. Penentuan koefisien absorptivitas molar larutan standar

Larutan standar KMnO4 dan Larutan standar K2Cr2O7 - diukur pada panjang gelombang maksimum Mn dan Cr - dibuat kurva kalibrasi - ditentukan harga koefisien absorptivitas molar masingmasing larutan absorbansi
d. Penentuan konsentrasi KMnO4 dan K2Cr2O7

Larutan standar KMnO4 dan Larutan standar K2Cr2O7 - diukur pada panjang gelombang maksimum Mn dan Cr - dihitung campuran Konsentrasi campuran konsentrasi masing-masing komponen

Pengoprasian UV-Vis :
A. Persiapan alat

Menyalakan alat UV-Vis dan menyalakan komputer, kemudian membuka program UV probe (aplikasi untuk UV-Vis Shimadzu). Menekan tombol conect dan ditunggu hingga kalibrasi alat selesai. B. Membaca blanko Memasukkan dua kuvet yang telah diisi blanko ke tempat kuvet UV-Vis dan menutupnya. Kemudian menekan tombol spectrum Module dan menekan tombol edit method tool(tanda huruf M), kemudian menekan tombol measurement untuk menentukan range panjang gelombang, scan speed, sampling interval, dan scan mode). Lalu menekan tombol instrumen paramater pilih absorbansi dan tekan kemudian tekan baseline, OK dan tunggu hingga proses scanning selesai.
C. Menentukan maks

OK,

Setelah pembacaan blanko selesai setelah itu mengambil kuvet yang ada dalam alat dan membuang isinya dan menganti dengan larutan sampel. Memasukkan lagi kuvet tersebut yang telah berisi sampel ke tempat kuvet UV-Vis, dan tutup ruang kuvet tersebut. Kemudian tekan tombol start dan tunggu hingga proses selesai. Menyimpan file spektra yang dihasilkan dan menentukan maks berdasarkan spektra yang dihasilkan. D. Membuat kurva standar Mengambil kuvet yang ada dalam alat dan membuang isinya dan mengantinya dengan blanko. Memasukkan lagi kuvet tersebut yang telah berisi blanko ke tempat kuvet UV-Vis, dan tutup ruang kuvet tersebut. Menekan tombol photometric Module. Maka dilayar akan muncul tampilan standar table, standar kurve, sampel graph tekan M dan tekan wavelength dan mengisi panjang gelombang maks, lalu menekan Add. Kemudian menekan tombol calibration dan mengisi data type (single

point), WL (sesuai maks), unit (satuan konsentrasi larutan yang digunakan, ppm). Menekan tombol instrumen Parameter pilih measuring mode : absorbance. Kemudian menekan tombol Close, lalu baseline dan mengisi range panjang gelombang untuk blanko. Mengisi standar table sampel ID : std_1 klik sel WL dan tekan Read std melakukan cara yang sama untuk standar yang selanjutnya, maka di layar akan tampil kurva standar. E. Menentukan konsentrasi sampel Mengambil kuvet dan mengisinya dengan sampel_1, kemudian isi sampel tabel : sampel ID: sampel_1 : klik di sel cons dan tekan tombol read unk. Maka akan muncul konsentrasi pada sampel. F. Mencetak hasil Menekan tombol Report Generation maka akan muncul tampilan teks object, kinetic object, report general toolbar, spectrum option, photometric objects dan dipilih objek yang akan dicetak.

Daftar Pustaka : Tanpa nama. Spektrofotometri & Spektrofotometer UV Vis. http://www.scribd.com/doc/25536927/Spektrofotometri-SpektrofotometerUV-Vis. Diakses pada tanggal 28 November 2010. Tanpa nama. Spektrofotometri. http://www.chem-istry.org/artikel_kimia/kimia_analisis/spektrofotometri/. Diakses pada tanggal 28 November 2010. Tanpa nama. Spektrofotometer. http://rgmaisyah.wordpress.com/2008/11/25/spektrofotometer/. Diakses pada tanggal 28 November 2010.