Anda di halaman 1dari 34

ANALISIS LQ & SHIFT SHARE

Konsepsi dan Teknik Analisis


Oleh: Mohammad Muktiali
JPWK Undip Semarang
2007 All rights reserved

POKOK BAHASAN
1. ANALISIS LQ & MODEL EKONOMI BASIS
Konsepsi Dasar Teknik Analisis Contoh Perhitungan

2. Analisis Shift Share


Konsepsi Dasar Teknik Analisis Contoh Perhitungan

MODEL EKONOMI BASIS

Konsepsi Dasar
Inti dari model ekonomi basis adalah bahwa arah dan pertumbuhan suatu wilayah ditentukan oleh ekspor wilayah tersebut (barang maupun jasa); sektor ini disebut sektor basis.
Besarnya ekspor tergantung pada permintaan dari luar wilayah (exegenous demand).

Di samping sektor basis, ada kegiatan sektor pendukung yang dibutuhkan untuk melayani (service) kegiatan produksi sektor basis termasuk pekerjanya. Sektor ini disebut sebagai sektor non-basis. Kedua sektor (basis dan non-basis) saling berhubungan. Artinya bahwa bila permintaan dari luar meningkat, maka sektor basis akan berkembang. Berkembangnya sektor basis akan mendorong perkembangan sektor non-basis dan perkembangan kedua sektor tsb pada gilirannya akan menumbuhkembangkan perekonomian wilayah/kota melalui proses penggandaan.

MODEL EKONOMI BASIS

Skematik
Komunikasi,Makanan Perdagangan,Entertainment,dst

SERVICE

SEKTOR NON-BASIS BARANG

G = f (X)

SEKTOR BASIS SEKTOR BASIS


JASA SEKTOR NON-BASIS
Transportasi, Perumahan, Pendidikan,Kesehatan, dst

X = f (DE)

SERVICE

MODEL EKONOMI BASIS

Proses Penggandaan

Dalam model ekonomi basis terjadi proses penggandaan pendapatan dan juga kesempatan kerja
Contoh simulasi proses penggandaan (multiplier process) Rumus pengganda pendapatan (income multiplier)

Pertumbuhan antara pendapatan regional (gY), sektor basis (gX), dan sektor service (gS)

Hasil empiris di AS (Bolton, 1966) :


gT, gS >> gX
Pertumbuhan sektor basis lebih lambat dibandingkan pertumbuhan pendapatan regional dan pertumbuhan sektor service.

Karena 3 hal :
1. Untuk memnumbuhkan sektor basis dibutuhkan investasi yg besar (misal konstruksi, lahan, dst)

2.
3.

Elastisitas pendapatan terhadap permintaan jasa pemerintah lokal bersifat elastis


Adanya barang barang import substitution.

Bagaimana mengidentifikasi sektor basis?


Terdapat 2 metode :
a. Metode pengukuran langsung dilakukan melalui survai
langsung ke lapangan terhadap sektor sektor ekonomi.

b. Metode pengukuran tidak langsung, beberapa metode :


1. 2. Pendekatan asumsi semua sektor industri primer dan manufaktur adalah mrpk. sektor basis. Metode Location Quotient (LQ) menggunakan data sekunder (PDRB atau tenaga kerja) dlm menentukan sektor basis. Gabungan antara (1) dan (2).

3.

Teknik Analisis Rumus : LQ =

Location Quotient

ps/pl Ps/Pl

Di mana :
LQ = Location Quotient ps = Produksi/kesempatan kerja sektor i, pada tingkal lokal. pl = Produksi/kesempatan kerja total, pada tingkal lokal. Ps = Produksi/kesempatan kerja sektor i, pada tingkal regional. Pl = Produksi/kesempatan kerja total, pada tingkal regional.

Ketentuan
Jika LQ 1 sektor basis.
Artinya bahwa sektor tersebut sudah mampu memenuhi kebutuhan permintaan pasar di dalam wilayah dan juga diekspor ke luar wilayah.

Jika LQ < 1 sektor non-basis.


Artinya bahwa sektor tersebut hanya mampu memenuhi

kebutuhan permintaan di dalam wilayah .

Contoh perhitungan LQ
Lihat MS Excell

HASIL PERHITUNGAN LQ TAHUN 2001


KABUPATEN N O 1 Pertanian 2 Pertambangan & Penggalian 3 Industri 4 Listrik, Gas & Air Minum 5 Konstruksi 6 Perdagangan, Hotel & Restoran 7 Transportasi & Komunikasi 8 Keuangan 9 Jasa - Jasa SEKTOR pi / p total 0,3484 0,0091 0,3543 0,0027 0,0373 0,1284 0,0332 0,0287 0,0578 PROPINSI Pi / P total 0,3111 0,0124 0,2165 0,0165 0,0428 0,1709 0,0865 0,0677 0,0755 TAHUN 2001 LQ 2001 1,120 0,734 1,637 0,166 0,872 0,751 0,384 0,424 0,766 KETERANG AN BASIS NON-BASIS BASIS NON-BASIS NON-BASIS NON-BASIS NON-BASIS NON-BASIS NON-BASIS

HASIL PERHITUNGAN LQ TAHUN 2003


KABUPATEN N O 1 Pertanian 2 Pertambangan & Penggalian 3 Industri 4 Listrik, Gas & Air Minum 5 Konstruksi 6 Perdagangan, Hotel & Restoran 7 Transportasi & Komunikasi 8 Keuangan 9 Jasa - Jasa SEKTOR pi / p total 0,3196 0,0146 0,3754 0,0037 0,0379 0,1328 0,0329 0,0283 0,0549 PROPINSI Pi / P total 0,3033 0,0133 0,2181 0,0171 0,0437 0,1711 0,0920 0,0665 0,0748 TAHUN 2003 LQ 2003 1,054 1,092 1,721 0,219 0,866 0,776 0,357 0,426 0,735 KETERANG AN BASIS BASIS BASIS NON-BASIS NON-BASIS NON-BASIS NON-BASIS NON-BASIS NON-BASIS

ANALISIS SHIFT SHARE


Konsepsi Dasar
Analisis Shift Share menganalisis perubahan kegiatan ekonomi (mis: produksi dan kesempatan kerja) pada periode waktu tertentu (> 1 tahun). Hasil analisis utk mengetahui bagaimana perkembangan suatu sektor

di suatu daerah/wilayah dibandingkan secara relatif dengan sektor lainnya, apakah tumbuh cepat atau lambat?
Dalam analisis ini diasumsikan bahwa perubahan produksi /

kesempatan kerja dipengaruhi oleh 3 komponen pertumbuhan wilayah.

MODEL SHIFT SHARE

Skematik

Komponen Pertumbuhan Nasional (KPN)

PERTUMBUHAN SEKTOR EKONOMI

Komponen Pertumbuhan Proporsional (KPP)

Komponen Pertumbuhan Pangsa Wilayah (KPPW)

Komponen Pertumbuhan Nasional

(KPN)

KPN merupakan komponen share dan sering disebut sebagai national share. KPN adalah perubahan produksi atau kesempatan kerja suatu wilayah yg disebabkan oleh perubahan produksi atau KK secara umum, kebijakan ekonomi nasional dan kebijakan lain yg mampu mempengaruhi sektor perekonomian dalam suatu wilayah.
Contoh kebijakan dimaksud : kebijakan kurs, pengendalian inflasi dan masalah pengangguran serta kebijakan dalam perpajakan.

Komponen Pertumbuhan Proporsional

(KPP)
KPP merupakan komponen proportional shift ; yaitu penyimpangan (deviation) dari national share dalam pertumbuhan wilayah. KPP adalah perubahan produksi atau kesempatan kerja suatu wilayah yg disebabkan oleh komposisi sektor sektor industri di wilayah tsb, perbedaan sektor dalam permintaan produk akhir, serta perbedaan dalam struktur dan keragaman pasar. KPP bernilai positif (KPP > 0) pada wilayah/daerah yang berspesialisasi dalam sektor yg secara nasional tumbuh cepat. KPP bernilai negatif (KPP < 0) pada wilayah/daerah yang berspesialisasi dalam sektor yg secara nasional tumbuh lambat .

Komponen Pertumbuhan Pangsa Wilayah

(KPPW)
KPPW merupakan komponen differential shift, sering disebut komponen lokasional atau regional atau sisa lebihan. KPPW adalah perubahan produksi atau kesempatan kerja suatu wilayah yg disebabkan oleh keunggulan komparatif wilayah tsb, dukungan kelembagaan, prasarana sosial ekonomi serta kebijakan lokal di wilayah tsb. KPPW bernilai positif (KPPW > 0) pada sektor yang mempunyai keunggulan komparatif (comparative advantage) di wilayah /daerah tsb (disebut juga sebagai keuntungan lokasional) . KPPW bernilai negatif (KPPW < 0) pada sektor yang tidak mempunyai keunggulan komparatif / tidak dapat bersaing.

Rumus :
PE = KPN + KPP + KPPW = (Yt/Yo 1) + (Yit / Yio - Yt/Yo) + (yit / yio - Yit/Yio) = [Ra 1] Di mana PE = pertumbuhan ekonomi wilayah lokal Yt Yo = indikator ekonomi wil. Nasional, akhir tahun analisis. = indikator ekonomi wil. Nasional, awal tahun analisis. + [ Ri - Ra ] + [ri - Ri]

Yit = indikator ekonomi wil. Nasional sektor i, akhir tahun analisis. Yio = indikator ekonomi wil. Nasional sektor i ,awal tahun analisis. yit = indikator ekonomi wil. Lokal sektor i , akhir tahun analisis. yio = indikator ekonomi wil. Lokal sektor i , awal tahun analisis.

Pergeseran Bersih (PB) :


PB

= KPP + KPPW
Jika PB 0 sektor tersebut progresif Jika PB < 0 sektor tersebut mundur

Di mana

Contoh Perhitungan :
Lihat MS Excell

CARA MENGKOREKSI PERHITUNGAN


1. (KPN+KPP+KPPW) = PERTUMBUHAN EKONOMI
KPN KPP KPPW KOREKSI

N O
1 Pertanian

SEKTOR

Ra - 1 8,68% 8,68% 8,68% 8,68% 8,68% 8,68% 8,68% 8,68% 8,68% 8,68%

Ri - Ra -2,72% 8,15% 0,84% 3,73% 2,28% 0,13% 6,91% -2,04% -1,02%

ri - Ri -5,57% 58,17% 6,42% 37,59% 0,01% 4,31% -7,37% 1,30% -3,72% 0,75%

KPN+ KPP+KPPW
0,39% 75,00% 15,94% 50,00% 10,98% 13,12% 8,22% 7,94% 3,94% 9,43%

PERTUMBU HAN EKONOMI 0,39% 75,00% 15,94% 50,00% 10,98% 13,12% 8,22% 7,94% 3,94% 9,43%

Pertambangan & 2 Penggalian 3 Industri 4 Listrik, Gas & Air Minum 5 Konstruksi Perdagangan, Hotel & 6 Restoran 7 Transportasi & Komunikasi 8 Keuangan 9 Jasa - Jasa Total

0,00%

2. TOTAL KPP = 0 %

HASIL PERHITUNGAN

MASING MASING KOMPONEN (KPN, KPP, KPPW)

N O
1 Pertanian

KPN
SEKTOR Ra - 1 8,68% 8,68% 8,68% 8,68%

KPP
Ri - Ra -2,72% 8,15% 0,84% 3,73%

KPPW
ri - Ri -5,57% 58,17% 6,42% 37,59%

PERTUMBUHAN EKONOMI
0,39% 75,00% 15,94% 50,00%

2 Pertambangan & Penggalian 3 Industri 4 Listrik, Gas & Air Minum

5 Konstruksi
Perdagangan, Hotel & 6 Restoran 7 Transportasi & Komunikasi 8 Keuangan 9 Jasa - Jasa Total

8,68%
8,68% 8,68% 8,68% 8,68% 8,68%

2,28%
0,13% 6,91% -2,04% -1,02% 0,00%

0,01%
4,31% -7,37% 1,30% -3,72% 0,75%

10,98%
13,12% 8,22% 7,94% 3,94% 9,43%

INTEPRETASI KOMPONEN PERTUMBUHAN SEKTOR EKONOMI CONTOH : PERTUMBUHAN SEKTOR


INDUSTRI = 15,94%
Komponen Pertumbuhan Nasional (KPN) = 8,68%

PERTUMBUHAN SEKTOR INDUSTRI = 15,94%

Komponen Pertumbuhan Proporsional (KPP) = 0,84%

Komponen Pertumbuhan Pangsa Wilayah (KPPW) = 6,42%

INTEPRETASI KOMPONEN KPP

KPP bernilai positif (KPP > 0) pada wilayah/daerah yang berspesialisasi dalam sektor yg secara nasional tumbuh cepat. - KPP bernilai negatif (KPP < 0) pada wilayah/daerah yang berspesialisasi dalam sektor yg secara nasional tumbuh lambat .

INTEPRETASI KOMPONEN KPP


N O 1 Pertanian 2 Pertambangan & Penggalian 3 Industri 4 Listrik, Gas & Air Minum 5 Konstruksi Perdagangan, Hotel & 6 Restoran 7 Transportasi & Komunikasi KPP SEKTOR +/-2,72% 8,15% 0,84% 3,73% 2,28% 0,13% 6,91% KETERANGAN
SPESIALISASI DALAM SEKTOR YG SECARA NASIONAL TUMBUH LAMBAT SPESIALISASI DALAM SEKTOR YG SECARA NASIONAL TUMBUH CEPAT

SPESIALISASI DALAM SEKTOR YG SECARA NASIONAL TUMBUH CEPAT


SPESIALISASI DALAM SEKTOR YG SECARA NASIONAL TUMBUH CEPAT SPESIALISASI DALAM SEKTOR YG SECARA NASIONAL TUMBUH CEPAT SPESIALISASI DALAM SEKTOR YG SECARA NASIONAL TUMBUH CEPAT SPESIALISASI DALAM SEKTOR YG SECARA NASIONAL TUMBUH CEPAT SPESIALISASI DALAM SEKTOR YG SECARA NASIONAL TUMBUH LAMBAT SPESIALISASI DALAM SEKTOR YG SECARA NASIONAL TUMBUH LAMBAT

8 Keuangan
9 Jasa - Jasa

-2,04%
-1,02%

INTEPRETASI KPPW
-KPPW bernilai positif (KPPW > 0) pada sektor yang mempunyai keunggulan komparatif
(comparative advantage) di wilayah /daerah tsb (disebut juga sebagai keuntungan lokasional) - KPPW bernilai negatif (KPPW < 0) pada sektor yang tidak mempunyai keunggulan komparatif / tidak dapat bersaing.
N O
1 Pertanian 2 Pertambangan & Penggalian

KPPW
SEKTOR +/-5,57% 58,17% KETERANGAN TIDAK MEMPUNYAI DAYA SAING MEMPUNYAI DAYA SAING

3 Industri
4 Listrik, Gas & Air Minum 5 Konstruksi 6 Perdagangan, Hotel & Restoran 7 Transportasi & Komunikasi 8 Keuangan 9 Jasa - Jasa

6,42%
37,59% 0,01% 4,31% -7,37% 1,30% -3,72%

MEMPUNYAI DAYA SAING


MEMPUNYAI DAYA SAING MEMPUNYAI DAYA SAING MEMPUNYAI DAYA SAING TIDAK MEMPUNYAI DAYA SAING MEMPUNYAI DAYA SAING TIDAK MEMPUNYAI DAYA SAING

INTEPRETASI PERGESERAN BERSIH (PB)


- Jika PB 0 sektor tersebut progresif
- Jika PB < 0 sektor tersebut mundur
N O KPP + KPPW (PB)

SEKTOR

KPP

KPPW

KET.

1 Pertanian
2 Pertambangan & Penggalian

-2,72%
8,15%

-5,57%
58,17%

-8,29%
66,32%

MUNDUR
PROGRESIF PROGRESIF

3 Industri
4 Listrik, Gas & Air Minum

0,84%
3,73%

6,42%
37,59%

7,26%
PROGRESIF 41,32%

5 Konstruksi
6 Perdagangan, Hotel & Restoran 7 Transportasi & Komunikasi 8 Keuangan 9 Jasa - Jasa

2,28%
0,13% 6,91% -2,04% -1,02%

0,01%
4,31% -7,37% 1,30% -3,72%

2,29%
4,44% -0,46% -0,74% -4,74%

PROGRESIF
PROGRESIF MUNDUR MUNDUR MUNDUR

DIAGNOSA SEKTOR DENGAN KPPW BERTANDA NEGATIF


5

Keuangan

4 3 2 1

Pertambangan & Penggalian Industri Pengolahan Listrik,Gas dan Air Minum Konstruksi Perdagangan, Hotel dan Restoran

KPP (-)
0 -5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4

KPPW(+)

KPP (+)
5

KPPW adalah perubahan produksi atau kesempatan kerja suatu wilayah yg -1 disebabkan oleh keunggulan komparatif wilayah tsb, dukungan kelembagaan, prasarana sosial ekonomi serta kebijakan lokal di wilayah tsb.
-2 -3

KPPW (-)

Pertanian Jasa - Jasa

Transportasi & Komunikasi


-4 -5

IDENTIFIKASI SEKTOR UNGGULAN


PB > 0
Prioritas utama pengembangan sektor ekonomi wilayah/kota

SEKTOR BERKEMBANG Prioritas # 2 LQ < 1

SEKTOR UNGGULAN Prioritas # 1 LQ > 1

SEKTOR TERBELAKANG
Sektor ekonomi yg tidak perlu menjadi prioritas pengembangan

SEKTOR POTENSIAL Prioritas # 2 PB < 0

HASIL PERHITUNGAN LQ

NILAI LQ N O 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Pertanian Pertambangan & Penggalian Industri Listrik, Gas & Air Minum Konstruksi Perdagangan, Hotel & Restoran Transportasi & Komunikasi Keuangan Jasa - Jasa KETERANGAN SEKTOR

1,054 1,092 1,721


0,219 0,866 0,776 0,357 0,426 0,735

BASIS BASIS BASIS


NON-BASIS NON-BASIS NON-BASIS NON-BASIS NON-BASIS NON-BASIS

HASIL PERHITUNGAN NILAI PERGESERAN BERSIH (PB)


N O SEKTOR KPP KPPW KPP + KPPW (PB)

1 Pertanian
2 Pertambangan & Penggalian 3 Industri 4 Listrik, Gas & Air Minum 5 Konstruksi 6 Perdagangan, Hotel & Restoran 7 Transportasi & Komunikasi 8 Keuangan 9 Jasa - Jasa

-2,72%
8,15% 0,84% 3,73% 2,28% 0,13% 6,91% -2,04% -1,02%

-5,57%
58,17% 6,42% 37,59% 0,01% 4,31% -7,37% 1,30% -3,72%

-8,29%
66,32% 7,26% 41,32% 2,29% 4,44% -0,46% -0,74% -4,74%

GABUNGAN NILAI LQ DAN PERGESERAN BERSIH (PB)


N O 1 Pertanian 2 Pertambangan & Penggalian 3 Industri 4 Listrik, Gas & Air Minum 5 Konstruksi 6 Perdagangan, Hotel & Restoran 7 Transportasi & Komunikasi 8 Keuangan SEKTOR LQ LQ > 1 LQ > 1 LQ > 1 LQ < 1 LQ < 1 LQ < 1 LQ < 1 LQ < 1 PB PB < 0 PB > 0 PB > 0 PB > 0 PB > 0 PB > 0 PB < 0 PB < 0

9 Jasa - Jasa

LQ < 1

PB < 0

PLOTTING NILAI LQ DAN PB


SEKTOR BERKEMBANG PB > 0

SEKTOR UNGGULAN/MAJU

Listrik, Gas & Air Minum Konstruksi Perdagangan, Hotel & Restoran

Industri (LQ = 1,721) Nilai LQ terbesar maka menjadi prioritas # 1 Pertambangan & Penggalian (LQ = 1,092) Nilai LQ lebih kecil maka menjadi prioritas # 2

LQ < 1
Transportasi & Komunikasi Keuangan Jasa - Jasa

LQ > 1
Pertanian (LQ = 1,054) meskipun
dlm kategori sektor lamban namun nilai LQ > 1 (mrpk sektor basis) sehingga masih berpotensi untuk mengembangkan ekonomi wilayah & mjd prioritas # 3. namun karena dalam kategori sektor lamban, maka sektor ini perlu lebih didorong lagi sehingga dapat menjadi sektor unggulan/maju.

SEKTOR TERBELAKANG

PB < 0

SEKTOR POTENSIAL

PRIORITAS PENGEMBANGAN SEKTOR EKONOMI (SEKTOR UNGGULAN)


PB > 0
SEKTOR BERKEMBANG
Listrik, Gas & Air Minum Konstruksi Perdagangan, Hotel & Restoran SEKTOR UNGGULAN

Industri Pertambangan & Penggalian

LQ < 1

Prioritas # 1 : Industri Prioritas # 2 : Pertambangan & penggalian Prioritas # 3 : Pertanian

LQ > 1

Transportasi & Komunikasi Keuangan Jasa - Jasa

Pertanian

SEKTOR TERBELAKANG

PB < 0

SEKTOR POTENSIAL