Anda di halaman 1dari 23

1

BAB III
PERHITUNGAN NERACA MASSA DAN ENERGI

3.1. Pendahuluan
Perhitungan neraca massa dan energi pada pra rancangan pabrik butadiene
dari gas alam dilakukan dalam keadaan steady state. Tahap pertama dalam
perhitungan adalah menetapkan basis 1.000 kg/jam umpan kemudian dihitung
neraca massa overall. Selanjutnya neraca massa dan energy untuk masing-masing
alat dihitung kembali sesuai dengan data dan kapasitas produksi pabrik.
Untuk neraca massa, perhitungannya dilakukan berdaarkan prinsip massa
yang masuk sama dengan massa keluar. Perubahan massa dapat terjadi bila terjadi
perubahan energy, tetapi dalam reaksi kimia perubahan massa sangat kecil
sehingga dapat diabaikan. Namun pada reaksi-reaksi inti terjadi perubahan massa
yang cukup besar dan tidak dapat diabaikan.
Dalam pembuatan neraca massa, baik suatu system maupun peralatan perlu
ditentukan batasan-batasan dari system maupun alat tersebut. Pada aliran pproses
yang mempunyai lebih dari satu komponen, perhitungan neraca massa dilakukan
pada masing-masing komponen kemuadian neraca massa totalnya.
Ada dua cara untuk menyelesaikan persamaan neraca massa, yaitu :
1. Penyelesaian secara langsung, cara ini dilakukan apabila hanya ada satu
komponen yang tidak diketahui. Caranya yaitu penambahan atau
pengurangan.
2. Penyelesaian secara aljabar, cara ini dilakukan apabila komponen yang
belum diketahui lebih dari satu. Dalam hal ini perlu dibuat persamaan
sehingga komponen yang belum diketahui dapat dihitung.




2

3.2. Perhitungan Neraca Massa
Satuan operasi kilogram
Kapasitas produksi 50.000 ton/tahun
Basis perhitungan 1 jam operasi
Satu tahun operasi 300 hari
Satu hari operasi 24 jam
Kapasitas produksi dalam 1 operasi

50.000
1 tuhun
x
1000 kg
ton
x
1 tuhun
300 hu
x
1 hu
24 ]um

6944,44 kg/jam
Jumlah Komposisi Umpan 15624.8 kg/jam
Komposisi butane pada umpan masuk sebesar 94 butane dan 4 untuk propane.
Komposisi butane sebagai umpan
(0,96 x 15624.8 / 58 258.619 kmol / jam
Komposisi propane sebagai umpan
(0,4 x 15624.8) / 44 142.044 kmol / jam

1. REAKTOR ( R - 01 )








Gambar 2.1 Diagram Neraca massa pada Reaktor


-2 -1

4
E
10

3
E
8

E
2

4
E
10

4
E
6

3
E
8

4
E
8


8 01

3

Reaksi pembentukan butadiene,

4
E
10

4
E
8
E
2
. . . . . . Reaksi 1

4
E
8

4
E
6
E
2
. . . . . . Reaksi 2
|Indochemical,2009|
Konversi butane menjadi butane sebesar 49,5 dan Konversi butane menjadi
butadiene sebesar 0,93. Perhitungan neraca massa dimulai dari reaksi pertama dan
dilanjutkan ke reaksi ke 2(dua).
|US Patent 7,417,173 B2|
Perhitungan pada reaksi 1
Umpan butane terkonversi menjadi butane sebesar 49,5 x 258.61 128.016
kmol/jam.

4
E
10

4
E
8
E
2

Mula-mula 258.61 5.055
Bereaksi 128.016 128.016 128.016
Sisa 130.602 133.071 128.016

Perhitungan pada reaksi 2
Umpan butene terkonversi menjadi butadiene sebesar 93 x 133.071
129.079 kmol/jam.

4
E
8

4
E
6
E
2

Mula-mula 133.071 128.0612
Bereaksi 129.079 129.079 129.0795
Sisa 28.838 129.079 257.0957






4

Tabel 2.1 Umpan Masuk dan Produk Keluaran Reaktor
Komponen
Umpan Masuk
Keluar

N 1 F13(recycle) N 2
n-C4H10 7440.098 7559.78849 7574.93837
C3H8 240.17924

240.179244
C4H8 - 222.442577 223.560379
C4H6 - 6970.29325
H2 - 514.191409
Jumlah 7680.2772 7742.23107 15523.1627
Total 15522.50827 15523.1627


2. ABSORBER ( A - 01 )
Solvent yang digunakan yaitu cetonitrille ( E
3
) sebesar 25 dari umpan
masuk. Umpan masuk sebesar 15523.162 kg / jam.
|US Patent 7,417,173 B2|

F = F =?
C
4
E
10

4
E
6


4
E
8

4
E
10


4
E
6

4
E
8

C
3
H
8

3
E
8

E
2

F =?

4
E
6

C
4
E
10

4
E
8

4
E
6

E
3
CN
Gambar 2.2 Diagram Neraca massa pada Absorber
01

3

Asumsi :
propane (
3
E
8
) terbuang seluruhnya karena kandungan
3
E
8
terlalu kecil.
Jumlah pelarut E
3
yang digunakan sebesar 25 x 15523.162 3880.790 kg/jam.

Jumlah keluaran produk atas,

4
E
10
0.2 x 7574.938 kg/jam 15.149 kg/jam

4
E
8
0.5 x 223.560 kg/jam 1.1178 kg/jam

4
E
6
0.3 x 6970.293 kg/jam 20.91 kg/jam

3
E
8
100 x 240.179 kg/jam 240.179 kg/jam
H
2
100 x 514.191kg/jam 514.191kg/jam
F4 jumlah (
4
E
10

4
E
8

4
E
6
E
3
)
791.549 (kg/jam )

Jumlah keluaran produk bawah,

4
E
10
99.8 x 7574.938 kg/jam 7559.788 kg/jam

4
E
8
99.5 x 223.560 kg/jam 222.442 kg/jam

4
E
6
99.7 x 6970.293 kg/jam 6949.382 kg/jam
E
3
100 x 3880.790 kg/jam 3880.790 kg/jam

F5 jumlah (
4
E
10

4
E
8

4
E
6
E
3
)
18612.404 kg/jam








6

Tabel 2.2. Umpan Masuk dan Produk Keluaran Absorber
Komponen F in F out
F 3 F 4 F5
n-C4H10 7574.938 15.1498767 7559.788
C3H8 240.1792 240.179244 222.4426
C4H8 223.5604 1.1178019 6949.382
C4H6 6970.293 20.9108798 -
H2 514.1914 514.191409 -
CH3CN 3880.791 - 3880.791
Jumlah 19403.95 791.549212 18612.4
Total 19403.95 19403.95332


3. Flash Drum ( FD - 01 )


F = F =?
C
4
E
10


4
E
8

4


4
E
6

4
E
8

E
3
CN F 8 =?
4
E
6

C
4
E
10

4
E
8

4
E
6

E
3
CN

Gambar 2.3 Diagram Neraca massa pada lash Drum




01

7

Berdasarkan US Patent 7,417,173 B2 dan perhitungan kesetimbangan uap cair
Dimana;
(Yi x P) (Xi x P
sat
)
atau
_S` =
Yi x
I

Pada tekanan 35 bar 3500 Kpa, dan suhu 60
0
C diperoleh jumlah produk
keluaran atas 1lash drum yaitu :

4
E
10
99.5 x 7559.788 kg/jam 7521.989 kg/jam

4
E
8
99.9 x 222.442 kg/jam 222.220 kg/jam

4
E
6
99.7 x 6949.382 kg/jam 6928.534 kg/jam
F7 (
4
E
10

4
E
8

4
E
6
) 14672.744 kg/jam
keluaran produk bawah yang direcycle kembali ke absorber,

4
E
10
7559.788 7521.989 37.798 kg/jam

4
E
8
222.442 222.220 0.222 kg/jam

4
E
6
6949.382 6928.534 20.848 kg/jam
E
3
20620.206 3880.790 kg/jam
F8 (
4
E
10

4
E
8

4
E
6
E
3
)
3939.660 kg/jam









8

NMT : F6 F7 F8
Tabel 2.3. Umpan Masuk dan Produk Keluaran lash Drum
Komponen F in F out
F 6 F 7 F8
n-C4H10 7559.788491 7521.99 37.79894
C4H8 222.4425774 222.2201 0.222443
C4H6 6949.382375 6928.534 20.84815
CH3CN 3880.790664 - 3880.791
Jumlah 18612.40411 14672.74 3939.66
Total 18612.40411 18612.40411


. Flash Drum ( FD - 02 )


F9 = F =?
C
4
E
10


4
E
8

4


4
E
6

4
E
8

E
3
CN F =?
4
E
6

C
4
E
10

4
E
8

4
E
6

E
3
CN

Gambar 2. Diagram Neraca massa pada lash Drum




02

9

Berdasarkan US Patent 7,417,173 B2 dan perhitungan kesetimbangan uap cair
Dimana;
(Yi x P) (Xi x P
sat
)
atau
_S` =
Yi x
I

Pada tekanan 35 bar 3500 Kpa dan suhu 60
0
C diperoleh jumlah produk
keluaran atas 1lash drum yaitu :

4
E
10
100 x 37.798 kg/jam 37.798 kg/jam

4
E
8
100 x 0.222 kg/jam 0.222 kg/jam

4
E
6
100 x 20.848 kg/jam 20.848 kg/jam
F10 (
4
E
10

4
E
8

4
E
6
) 58.869 kg/jam
keluaran produk bawah yang direcycle kembali ke absorber,
E
3
3880.790 3880.790 kg/jam
F11 (
4
E
10

4
E
8

4
E
6
E
3
)
3880.790 kg/jam

NMT : F6 F7 F8
Tabel 2.. Umpan Masuk dan Produk Keluaran lash Drum
Komponen F in F out
F 9 F 10 F11
n-C4H10 37.79894246 37.79894
C4H8 0.222442577 0.222443
C4H6 20.84814712 20.84815
CH3CN 3880.790664 - 3880.791
Jumlah 3939.660196 58.86953 3880.791
Total 3939.660196 3939.660196



10

9rasi Des9ilasi ( D- 1 )


F = . kgjS F = . . .
C
4
E
10
7521.99 kg/jam C
4
E
10

4
E
8
222.22 kg/jam
4
E
8

4
E
6
6928.53 kg/jam
E
3
CN 450.354 kg/jam F14..?

4
E
6

E
3
CN

Gambar 2.5. Diagram Neraca massa pada Destilasi Ekstraksi

Ekstraksi destilasi digunakan untuk memisahkan butane dan butane sebagai
produk atas dengan butadiene dan solvent (E
3
) sebagai produk bawah
Jumlah solvent acetonitrile 6.5 dari jumlah umpan butane yang masuk ke ekstraksi
destilasi
| Sumber : mare9 analisis|
Keluaran produk atas yaitu

4
E
10
W
13

4
E
10
W
13

4
E
10
7559.788 kg/jam

4
E
8
W
13

4
E
8
W
13

4
E
8
222.442 kg/jam
Maka laju alir produk atas yaitu,
F13 7559.788 kg/jam 222.442 kg/jam
7782.231 kg/jam

Keluaran produk bawah

4
E
6
W
14

4
E
6
W
14

4
E
6
6949.382 kg/jam
Solvent E
3
sebanyak 6.5 yaitu sebesar 450.35 kg/jam
01

11

Maka laju alir untuk produk bawah
F14 6949.382 kg/jam 450.35 kg/jam
7399.737 kg/jam

Tabel 2.5. Umpan Masuk dan Produk Keluaran Ekstraksi Destilasi

Komponen F in F out
F 12 F 13 F14
n-C4H10 7521.9895 7559.788 -
C4H8 222.22013 222.4426 -
C4H6 6928.5342 - 6949.3824
CH3CN 450.35472 - 450.35472
Jumlah 15123.099 7782.231 7399.7371
Total 15181.968 15181.968

6. Flash Drum ( FD - 03 )

F = F =?


4
E
6
E
4
CN
E
3
CN F =?
4
E
6

4
E
6

E
3
CN

Gambar 2.6. Diagram Neraca massa pada lash Drum

lash Drum merupakan alat yang digunakan untuk memisahkan komponen
gas dengan cairan.


03

12

Berdasarkan US Patent 7,417,173 B2 dan perhitungan kesetimbangan uap cair
Dimana;
(Yi x P) (Xi x P
sat
)
atau
_S` =
Yi x
I

Pada tekanan 30 bar 3000 Kpa dan suhu 55
0
C diperoleh jumlah produk
keluaran dari 1lash drum yaitu :
Keluaran produk atas dari lash Drum :

4
E
6
W
16

4
E
6
W
16

4
E
6
6942.433 kg/jam
E
3
W
16
E
3
W
16
E
3
2.2517 kg/jam
Laju alir 6944.684 kg/jam
Keluaran produk bawah

4
E
6
W
17

4
E
6
W
17

4
E
6
6.949 kg/jam
E
3
W
17
E
3
W
17
E
3
448.1029 kg/jam
Laju alir 455.052 kg/jam

Tabel 2.6. Umpan Masuk dan Produk Keluaran lash Drum
Komponen F in F out

F 12 F 13 F 14
n-C4H10 - - -
C4H8

- - -
C4H6 6949.382375 6942.432992 6.949382375
CH3CN

450.3547248 2.251773624 448.1029512
Jumlah 7399.7371 6944.684766 455.0523335
Total 7399.737 7399.737

Flash drum merupakan pemisahan terakhir untuk mendapatkan produk yaitu
butadiene. Produk butadiene didapat sebsar 6944.68 kg/jam.


13

3.3. Perhitungan Neraca Energi
Asumsi yang digunakan untuk menentukan neraca energi
Heater
Suhu masuk : 30
o
C
Suhu keluar : 500
o
C |Kick-Othmer vol 4
th
Edition|
Reaktor
Suhu masuk : 500
o
C
Suhu proses : 600
o
C
Suhu keluar : 600
o
C |Kick-Othmer vol 4
th
Edition|
"uench Tower
Suhu masuk : 600
o
C
Suhu keluar : 40
o
C |US Patent 7,495,138 B2|
kompresor
Suhu masuk : 40
o
C
Suhu keluar : 45
o
C |US Patent 7,495,138 B2|
lash drum I
Suhu masuk : 45
o
C
Suhu keluar : 60
o
C |US Patent 7,495,138 B2
lash drum II
Suhu masuk : 60
o
C
Suhu keluar : 60
o
C |US Patent 7,495,138 B2|
Destilasi Ekstraksi
Suhu masuk : 60
o
C
Suhu keluar : 65
o
C |US Patent 7,495,138 B2|
lash drum III
Suhu masuk : 65
o
C
Suhu keluar : 55
o
C |US Patent 7,495,138 B2|


14

Data diatas didukung oleh perhitungan kesetimbangan uap-cair dan juga titik
didih dari masing-masing komponen. Untuk perhitungan di neraca energi digunakan
T
reI
25
o
C, diasumsikan proses steady state dan authotermal.
Tabel 2.7. Data Kapasitas Panas dalam Wujud Gas
A B C D E
C4H10 20.056 0.28153 -1.3E-05 -9.5E-08 3.41E-11
C3H8 28.277 0.116 0.000196 -2.3E-07 6.87E-11
C4H8 24.915 0.20648 5.98E-05 -1.4E-07 4.71E-11
C4H6 18.835 0.2047 6.25E-05 -1.7E-07 6.09E-11
H2 0.17618 0.067006 0.000131 1.06E-07 2.92E-11
CH
3
CN 18.425 1.8336E-01 -1.0072E-04 1.8747E-08 9.1114E-13

Data harga kapasitas panas (Cp) untuk masing-masing zat dalam wujud gas adalah:

= o +b + c
2
+
3
+
4


_

= o +
b

1
2
1
1

2
+
c

3
+

4
+

5


Panas Penguapan
Untuk mencari panas penguapan pada suhu tertentu digunakan persamaan :
Hv
1
A (1 T/Tc)
n

Dimana :
Tc suhu kritis masing-masing komponen (K)
Hv
1
panas penguapan pada titik didihnya (KJ/kmol)
Td titik didih masing-masing komponen (K)



13

Tabel 2.8. Data Kapasitas Panas dalam Wujud Gas
Komponen Tc Td A n
Butane 425.37 272.65 58.123 0.199
Butane 419.59 266.90 56.107 0.187
Butadiene 425.37 268.74 54.092 0.193
Propane 369.82 231.11 44.096 0.152
H
2
- - - -
CH
3
CN 535.00 350.50 53.064 0.350
(Re11 . Yaws, Thermodinamics and Physical Data)

1. FURNACE (F -01)


4
E
10


4
E
10

1
= ,
2
= ,

4
E
10

4
E
10


3
E
8

3
E
8



Gambar 2.7. Diagram Neraca Energi pada eater

Diketahui,

r
= , K
T
reIerensi
298,15 K



01

16

Persamaan untuk menentukan beban panas pada Iurnace:
J = _ J = 99.9
[
o
,
303,15
298,15

J = _ J = 89.9
[
o
,
338,15
298,15

o = _ J = 8
[
o
,
773,15
298,15


Beban panas pada Iurnace yaitu,

= o - J + J = 1077600565
[
o
,
Menghitung kebutuhan bahan bakar
SpesiIikasi bahan bakar yang digunakan :
Bahan bakar yang digunakan yaitu propane,
Nilai pembakaran 91.500 btu/gal,dengan nilai 8 36.5 lb/It4.881 lbm/gal
Hv (91.500 / 4.881) 1874616 btu/lbm 78485.8 j/kg 78.4858 kj/kg
EII 78
Persamaan untuk menentukan berapa banyak bahan bakar yang akan digunakan:

M
Iuel
Q / (Hv . EII)
M
Iuel
1077600565 / (78.4858 x 0,78)
1760240942 kg/jam.

Sehingga didapat kebutuhan Iuel 1760240942 kg/jam


17

2. Reaktor ( R - 01)

3
=,
4
=8,

4
E
10
C
4
E
10

3
E
8

4
E
8


4
E
6


3
E
8

E
2


Gambar 2.7. Diagram Neraca Energi pada Reaktor

Diketahui,
T
r
837.15 K
T
reIerensi


298,15 K
E
1
414.21 Kcal -0.414 kj/mol
E
1
649.24 Kcal 0.649 kj/mol

Persamaan neraca energi menghitung kapasitas panas :
= r
1
. E
1
+ r
2
. E
2
+
n
.
4
E
6
_ J +
n
.
3
E
8
_ J
837,15
723,15
773.15
723,15

Didapat ;

t
= 13163196 kj/jam


4
P
10

4
P
8
+ P
2

4
P
8

4
P
6
+ P
2


18

Panas laten pada reaktor
Panas laten yang digunakan yaitu panas dari Saturated steam pada 5 bar,
773.15
0
C, HV(500
0
C) 3483.8 kJ/kg (Smith, 2001)
Sehingga,
|Hv(773.15
0
K) |

3483.8 kj/kg

Massa steam yang ditambahkan untuk menjaga suhu reactor yaitu,

Q m
steam
x

m
steam

2
R
"

9
3483.8
3778.402 kg/jam

3. Quench Tower (Q - 01)

t



5
= 8,
6
= ,
C
4
E
10
C
4
E
10


4
E
8

4
E
8


4
E
6

4
E
6


3
E
8

3
E
8

E
2
E
2



Gambar 2.8. Diagram Neraca Energi pada "uench tower

01

19

Diketahui,

r
= , K
T
standar
298,15 K
Persamaan neraca Energi
Jumlah panas masuk yang dibawa masuk ke "uench Tower
J = _ J = 89
[
o
,
873,15
298,15

Jumlah panas yang keluar dari "uench Tower
o = _ J = 998.8
[
o
,
313,15
298,15

Didapat beban panas sebesar
= o - J = -8
[
o
,
Menghitung kebutuhan bahan bakar
sebagai pendingin digunakan air yang masuk pada suhu 30
0
C dan keluar pada suhu
40
0
C, maka :

Cp air 4,1868 kj/kg
0
C

Q m
air
. Cp
air
. AT

m
air
-1325228677 / (4,1868) (873.15 K 313-15 K)
565224 kg/jam

kebutuhan air pendingin di "uench Tower 565.224 kg/jam


20

. Compressor ( K - 01 )


n
= bor
out
= 8 bor
T
In
= , T
out
= 8,
C
4
E
10
C
4
E
10


4
E
8

4
E
8


4
E
6

stunu
= 98, K
4
E
6


3
E
8

3
E
8

E
2
E
2

Gambar 2.9. Diagram Neraca Energi pada ompressor

Persamaan neraca energi :

s
(JJroJc) = (J)
s
(
n
-
stunu
) = ,8
7
[
oK
-1
,

s
=

s
(JJroJc)
p
= ,
7
[
oK
-1
, = 9
[
oK
-1
,

5. Kondensor (C - 01)

t



5
= ,
6
= 8,
C
4
E
10
C
4
E
10


4
E
8

4
E
8



Gambar 2.10. Diagram Neraca Energi pada "uench tower
01
01

21


Diketahui,

r
= 8, K
T
standar
298,15 K

Persamaan neraca Energi :
Panas yang dibawa masuk ke kondensor,
J = _ J = 89.
[
o
,
333,15
298,15

Panas yang keluar dari kondensor
o = _ J = 8.
[
o
,
338,15
298,15


Didapat Bebaan panas kondensor yaitu sebesar,
= o - J = .9
[
o
,

sebagai pendingin digunakan air yang masuk pada suhu 30
0
C dan keluar pada suhu
65
0
C, maka :
Cp air 4,1868 kj/kg
0
C
Q
C
m
air
. Cp
air
. AT
m
air

T p
";
airL


.9 / (4,1868)(338.15 K 303-15 K)
29085.66442 kg/jam
kebutuhan air pendingin di kondensor 29085.66442 kg/jam


22


6. Reboiler (RB - 01)

t



5
= ,
6
= 8,
C
4
E
6
C
4
E
6

CH
3
CN CH
3
CN

Gambar 2.11. Diagram Neraca Energi pada reboiler
Diketahui,

r
= 8, K
T
standar
298,15 K

Persamaan neraca Energi :
Panas yang dibawa masuk ke dalam kondensor sebesar
J = _ J = 89.
[
o
,
333,15
298,15



Panas yang dibawa keluar dari kondensor sebesar

o = _ J = 9
[
o
,
338,15
298,15

Besar beban panas pada reboiler ssbesar,
= o - J =3779620421
[
o
,
88 01

23

Sebagai pemanas digunakan steam pada suhu 473, 15 K, dimana
34923,8790 kj/kmol.
Persamaan untuk menentukan kebutuhan steam pada reboiler yaitu,
Q
R
m
steam
x
m
steam

2
R
"
j
3779620421 / 2626.9
220016766 kg/jam

kebutuhan steam di reboiler 220016766 kg/jam