Anda di halaman 1dari 1

Armaya Silviyani / G1D010021 SENDAWA, CEGUKAN, DAN PERUT KEMBUNG Sendawa adalah hasil keluaran gas yang berasal

dari saluran cerna terutama lambung dan kerongkongan, dimana gas tersebut dikeluarkan lewat mulut. Sendawa juga mempunyai artian yakni suatu usaha untuk melepaskan udara yang terperangkap dalam lambung ( Sherwood, 2001 ). Suara yang muncul ditimbulkan oleh getaran udara dari katup kerongkongan. Penyebab terjadinya sendawa yakni makan dan minum yang terlalu berlebuhan, minum minuman berkarbonasi, konsumsi obat-obatan seperti metmoformin dan sendawa biasa terjadi pada seseorang dalam dalam tubuh atau karena pergerakan usus yang berlebihan, laring kemudian tertutup supaya cairan ataupun makanan yang naik dari lambung tidak masuk ke paruparu. Saat menelan laring terangkat secara otomatis dan sejalan dengan itu sfingter faringoesofagus terbuka sehingga mempermudah gas keluar dari esofagus ke faring. Sfingter gastroesofagus juga terbuka sehingga gas dapat naik dari lambung ke esofagus. Saat itu semua terjadi diafragma turun ketika menarik nafas. Terjadi peningkatan tekanan di rongga perut dan penurunan tekanan di rongga dada yang menyebabkan keluarnya udara dari lambung ke mulut (Ganong, 2008). Cegukan berasal dari kontraksi otot-otot diafragma dan otot inspirasi yang sedang kejang (spasmodik), yang menyebabkan gerakan menarik nafas disertai dengan menutupnya glotis secara tiba-tiba sehingga menimbulkan suara yang khas, timbulnya suara tersebut didahului oleh sedikit sesak di dada, perut atau tenggorokan. Cegukan kemungkinan diakibatan oleh makan, minuman beralkohol atau aktivitas yang dilakukan secara tiba-tiba. Cegukan berlangsung dalam waktu yang relatif singkat berkisar antara 4 hingga 60 kali dalam satu menit, namun bila hal tersebut terjadi secara berkelanjutan dapat menyebabkan gangguan atas kenyamanan tubuh serta dapat mengakibatkan kekurangan gizi dan kelelahan apabila cegukan terjadi selama berbulan-bulan (Ganong, 2008). Kembung adalah reaksi terhadap jumlah angin yang berlebihan dalam perut dimana perut akan terasa lebih sesak dari normalnya. Hal ini dikaitkan dengan intake makanan berat yang memerlukan waktu cukup lama untuk mencernanya. Kembung dapat terjadi dalam waktu singkat atau dapat berlangsung dalam waktu yang berkepanjangan (Sherwood, 2001). Kembung yang terjadi dalam waktu singkat berhubungan dengan peningkatan gas atau cairan dalam lambung, usus halus maupun usus besar. Sedangkan perut kembung yang terjadi secara berkelanjutan biasanya akibat adanya massa atau pembesaran organ dalam perut seperti tumor, cairan (asites), atau jaringan lemak (kegemukan).

REFERENSI Ganong, W. F. (2008). Buku ajar fisiologi kedokteran (22 ed.). Jakarta : EGC. Sherwood, L. (2001). Fisiologi manusia : dari sel ke sistem. Jakarta : EGC.