Anda di halaman 1dari 4

Nama : Dea Damara NPM : 12111632 Kelas : 1KA40

MASYRAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN R. Linton : Masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerjasama,dan dapat mengorganisasikan dirinya berpikir tentang dirinya dalam satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu. Masyarakat Dalam arti yang luas : keseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan bangsa dan sebagainya. Masyarakat Dalam arti sempit : sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspekaspek tertentu, misalnya : teritorial, bangsa, golongan dan sebagainya. Masyarakat natur
Masyarakat merdeka Cara Terbentuk

Definisi Masyarakat

Masyarakat Perkotaan

Arti luas dan sempit

Masyarakat kultur

Masyarakat paksaan

Harus ada kumpulan manusia, dan harus banyak Syarat-syarat masyarakat Telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama di suatu daerah tertentu Adanya aturan-aturan atau undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain, keluarganya sukar untuk disatukan, sebab perbedaan perbandingan kepentingan, paham politik, agama. Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa. Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan, menyebabkan bahwa interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan dari faktor pribadi. Jalan kehidupan yang cepat di kota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota. Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota.

Ciri ciri

PERBEDAAN DESA DAN KOTA

Ciri sebagai petunjuk: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Jumlah dan kepadatan penduduk. Lingkungan hidup. Mata pencaharian. Corak kehidupan sosial. Stratifikasi sosial. Mobilitas sosial. Pola interaksi sosial. Solidaritas sosial.

Kegiatan penduduk desa berada di sektor ekonomi primer yaitu bidang agraris. Kota merupakan pusat kegiatan sektor ekonomi sekunder yng meliputi bidang industri, disamping sektor ekonomi tertier yaitu bidang pelayanan jasa. Jadi kegiatan di desa adalah mengolah bahan-bahan mentah, baik bahan-bahan kebutuhan pangan, sandang maupun lain-lain bahan mentah untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia. Sedangkan kota mengolah bahan-bahan yang berasal dari desa menjadi bahan-bahan setengah jadi atau mengolahnya sehingga berwujud bahan jadi yang dapat segera di konsumsi. Di desa jumlah ataupun jenis barang yang tersedia di pasaran sangat terbatas. Di kota tersedia berbagai macam barang yang jumlahnya pun melimpah. Bidang produksi dan jalur distribusi di perkotaan lebih kompleks bila dibandingkan dengan yang terdapat di perdesaan. Dan corak kehidupan di desa dapat dikatakan masih homogen.

HUBUNGAN DESA DENGAN KOTA

a.Masyarakat perdesaan bukanlah dua komunitas yang terpisah. b. Terdapat hubungan yang erat, bersifat ketergantungan. c. Kota tergantung desa dalam memenuhi kebutuhan warganyaakan bahan-bahan pangan. d. Desa juga merupakan tenaga kasar,misalnya : buruh bangunan atau perbaikan jalan raya dan tukang becak. e. Para pekerja dari pedesaan adalah pekerja-pekerja musiman. f. Sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang juga diperlukan oleh orang desa. g. Kota juga menyediakan tenaga-tenaga yang melayani bidang bidang jasa yang dibutuhkan oleh orang desa. h. Peningkatan hasil pertanian hanya dapat diusahakan melalui intensifikasi budi-daya bidang ini. i. Dalam keadaan semacam ini, kota terpaksa memenuhi kebutuhan pangannya dari luar negeri. j. Peningkatan jumlah penduduk tanpa diimbangi dengan perluasan kesempatan kerja, akan berakibat kepadatan. k. Mereka kelompok para penganggur di desa.

ASPEK POSITIF DAN NEGATIF

1. Aparatur kota harus dapat menangani berbagai masalah yang timbul di kota. Untuk itu, maka pengetahuan tentang administrasi kota dan perencanaan kota harus dimilikinya. 2. Kelancaran dalam pelaksanaan pembangunan dan pengaturan tata kota harus di kerjakan dengan cepat dan tepat, agar tidak disusul dengan masalah yang lainnya. 3. Masalah keamanan kota harus dapat di tangani dengan baik sebab kalau tidak, maka kegelisahan penduduk akan menimbulkan masalah baru. 4. Dalam rangka pemekaran kota, harus di tingkatkan kerja sama yang baik antara pemimpin kota dengan para pemimipin di daerah.

MASYARAKAT PERDESAAN

Menurut Sutardjo Kartohadikusuma, desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan sendiri. Menurut Bintarto desa merupakan perwujudan kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik dan kultural yang terdapat suatu daerah. Menurut Paul H. Landis : desa adalah penduduknya kurang dari 2.500 jiwa.

A) PENGERTIAN DESA

B) HAKIKAT DAN SIFAT MASYARAKAT PEDESAAN Ferdinand. Sebenarnya di dalam masyarakat perdesaan ini mengenal bermacam-macam gejala :

(1) Konflik/Pertengkaran; (2) Kontraversi/Pertentangan; (3) Kompetisi/Persaingan; (4) Kegiatan pada masyarakat perdesaan.

a. Menurut Mubiyarto petani Indonesia mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : b.

Petani itu tidak kolot, tidak bodoh atau tidak malas,bekerja keras

Sifat hidup penduduk desa atau para petani kecil dengan rata-rata luas sawah kurang lebih 0,5 ha yang serba kekurangan adalah nrimo (menyerah pada takdir) karena merasa tidak berdaya.

Para petani pada dasarnya menganggap bahwa hidupnya itu sebagai sesuatu hal yang buruk, penuh dosa,kesengsaraan beranggapan bahwa orang bekerja itu untuk hidup, dan untuk mencapai kedudukannya SISTEM NILAI BUDAYA PETANI DI INDONESIA berorientasi pada masa kini, kurang memperdulikan masa depan menganggap bencana alam itu hanya merupakan sesuatu yang harus wajib diterima Dan untuk menghadapi alam mereka bergotong royong,dan hidup itu pada hakikatnya tergantung pada sesama Faktor-faktor lingkungan D)UNSUR-UNSUR DESA 2) Faktor Iklim Daerah yang produktif dan termasuk juga unsur lokasi, luas atau batas yang merupakan lingkungan geografis setempat. Penduduk adalah hal yang meliputi jumlah pertambahan, kepadatan, persebaran dan mata pencaharian penduduk desa Corak kehidupan di desa didasarkan pada ikatan kekeluargaan yang erat. Masyarakat merupakan sesuatu gemeinschaft yang memiliki unsur gotong royong yang kuat. 3)Faktor Bencana (1) Faktor Topografi

(1) Fungsi desa dalam hubungannya dengan kota. E) FUNGSI DESA (2) Sebagai lumbung bahan mentah atau tenaga kerja yang tidak kecil artinya. (3) Dan segi kegiatan, kerja desa dapat merupakan desa agraris, desa manufaktur, desa industri, desa nelayan.

Menurut Sutopo Yuwono,ciri-ciri masyarakt pedesaaan

(1) Homogenitas Sosial. 2) Hubungan Primer. 3) Kontrol Sosial Yang Ketat.

URBANISASI DAN URBANISME 4) Gotong-royong. Perubahannya masyarakat desa menjadi masyarakat kota. Bertambahnya penduduk kota yang disebabkan oleh mengalirnya penduduk yang berasal dari desa-desa. Secara umum dapat dikatakan bahwa sebab-sebabnya Daerah yang termasuk menjadi pusat pemerintahan atau menjadi Ibukota. Timbulnya industri di daerah,memproduksikan barang-barang dan jasa. Tempat tersebut letaknya sangat strategis sekali untuk usaha-usaha perdagangan / perniagaan, seperti sebuah kota pelabuhan atau sebuah kota yang letaknya dekat pada sumber-sumber bahan mentah. A 5) Ikatan Sosial. (6) Magenis Religius. 7) Pola Kehidupan.

PERBEDAAN MASYARAKAT PERDESAAN DENGAN MASYARAKAT PERKOTAAN 1. LINGKUNGAN UMUM DAN ORIENTASI TERHADAP ALAM 2. PEKERJAAN ATAU MATA PENCAHARIAN 3. UKURAN KOMUNITAS 4. KEPADATAN PENDUDUK

5. HOMOGENITAS DAN HETEROGENITAS 6. DIFERENSIASI SOSIAL


7. PELAPISAN SOSIAL 8. MOBILITAS SOSIAL 9. INTERAKSI SOSIAL 10. PENGAWASAN SOSIAL 11. POLA KEPEMIMPINAN. 12. STANDAR KEHIDUPAN. 13. KESETIAKAWANAN SOSIAL. 14. NILAI DAN SISTEM NILAI.