Anda di halaman 1dari 22

(LEISA)

LOW EXTERNAL INPUT SUSTAINABLE AGRICULTURE

PERTANIAN BERKELANJUTAN DENGAN MASUKAN LUAR RENDAH


Nugrohotomo

Sistem Pertanian
Arti Sistem Pertanian Pengertian Sistem Sistem adalah suatu kesatuan yang tersusun oleh komponen atau elemen yang saling terkait, saling bergantung membentuk keseluruhan yang kompleks yang harmonis dan interaksi (saling tindak / berinterakasi), dan yang teratur.

Pengertian Sistem Pertanian

Pengertian Ekosistem Tumbuhan ( Tanaman) Hubungan antara organisme hidup (biotis) dengan lingkungan tidak hidup (abiotis) saling tindak (berinteraksi), berhubungan erat dan saling pengaruh mempengaruhi satu sama lain yang merupakan suastu sistem. bagian yang hidup dan yang tidak hidup.

Pengertan pertanian

Pertanian adalah proses produksi biologis menggunakan mahluk hidup (tanaman, ternak, ikan) dan memanfaatkan faktor lingkungan yang ada yaitu tanah air, dan organisme lain dengan melibatkan campur tangan manusia untuk menghasilkan bahan kebutuhan hidup manusia.

Tujuan Budidaya Tanaman Ternak Ikan Tujuan Utama adalah produksi maksimum yang lebih lanjut menuju berkelanjutan. Aspek produksi dalam agronomi dirumuskan sebagai : Y = f ( E, G, C) ........................(1) Y = f (T, I, V, K, P, A) ...............(2)

Pertanian Revolusi Hijau


PANCA USAHA TANI Pengolahan Tanah Sempurna Bibit Unggul VUTW Pemupukan Seimbang Pengairan Pembrantasan Hama/Penyakit/Gulma

Revolusi Hijau
Sistem pertanian yang dikembangkan selama beberapa dekade yang lalu yang mengandalkan masukan luar bahan kimia (agrokimia pestisida, pupuk) secara besar-besaran dianggap telah berhasil mengatasi kerawanan pangan,

Dampak Revolusi Hijau


Hasil Revolusi Hijau Swasembada Beras 1984 , tetapi harus dibayar mahal dengan semakin meningkatnya kerusakan lingkungan, kerusakan hutan, akumulasi senyawa kimia di dalam tanah dan badan air erosi maupum degradasi alam lainnya berarti rusaknya sumber daya alam / pertanian yang tidak dapat diperbaharui ((hutan, tanah+air)

Low External Input and Sustainable


Agriculture- (LEISA)
Konsep pertanian masa depan adalah 1.Pertanian Berkelanjutan dengan Input luar Rendah (Low External Input and Sustainable Agriculture- LEISA) dan 2. Pengembangan teknik Perencanaan Partisipatif. LEISA adalah pertanian yang mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya alam dan manusia yang tersedia di tempat.

Pertanian bisa dikatakan Pertanian Berkelanjutan jika telah mencakup beberapa hal berikut ini :

Mantap secara ekologis Bisa berlanjut secara ekonomis Adil, Manusiawi, Luwes,

Mantap secara ekologis, yang berarti bahwa kualitas sumberdaya alam pada kelas kesesuaian sangat sesuai, sesuai, cukup sesuai (S1,S2,S3) dan dapat dipertahankan dan kemampuan agroeko sistem secara keseluruhan ditingkatkan.

Bisa berlanjut secara ekonomis, yang berarti bahwa petani cukup menghasilkan se-suatu untuk pemenuhan kebutuhhan keluarganya secara layak Adil, yang berarti bahwa sumberdaya dan kekuasaan didistribusikan sedemikian rupa sehingga kebutuhan dasar semua anggota masyarakat terpenuhi dan hak-hak mereka dalam penggunaan lahan, modal yang memadai, bantuan teknis serta peluang pemasaran terjamin

Manusiawi, yang berarti bahwa semua bentuk kehidupan (tanaman, hewan dan manusia) dihargai. Martabat dasar mahluk hidup dihormati, dan hubungan serta institusi menggabungkan nilai kemanusiaan yang mendasar, seperti kepercayaan, kejujuran, harga diri, kerjasama dan rasa sayang. Integritas budaya dan spiritualitas masyarakat dijaga dan dipelihara.

Luwes, yang berarti bahwa masyarakat pedesaan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi usaha tani yang berlangsung terus, misalnya pertambahan jumlah penduduk, kebijakan, permintaan pasar,dll. Hal ini meliputi bukan hanya pengembangan teknologi yang baru dan sesuai, namun juga inovasi dalam arti sosial dan budaya..

Prinsip prinsip ekologi dasar LEISA: Pandangan agroekologis


Di dalam suatu sistem pertanian, komponen-komponennya saling me lengkapi satu sama lain ketika komponen ini melaksanakan fungsi yang berbeda (fungsi produktif, reproduktif, protektif, sosial) dan ketika komponen-komponen itu menempati relung ekologis, spasial, ekonomis dan / atau keorganisaisan yang berbeda, misalnya ketika komponen-komponen mengeksploitasi:

Ketika komponen-komponen (tanaman) mengeksploitasi:

1. Beragam kedalaman tanah ( tanaman yang berakar dalam dan dangkal); 2. Kebutuhan unsur hara pada tingkat yang berbeda 3. Beragam dalam kebutuhan intensitas cahaya 4. Beragam dalam tingkat kebutuhan kelembaban udara

Ketika komponen-komponen (tanaman) mengeksploitasi:......... lanjutan

5. Beragam kualitas lahan 6. Biomassa yang tidak secara langsung bermanfaat bagi manusia 7. Beragam jenis dan periode tenga kerja 8. Beragam kebutuhan rumah tangga 9. Pasar-pasar yang berbeda

Sinergi di dalam Agroekosistem


1. Menciptakan iklim mikro yang cocok bagi komponen-komponen lain 2. Menghasilkan senyawa kimia untuk mendorong komponen yang diinginkan atau menekan komponen yang berbahaya 3. Menurunkan populasi hama

Sinergi di dalam Agroekosistem ..lanjutan 4. Mengendalikan gulma 5. Memproduksi tanaman obat-obatan 6. Memproduksi dan memobilisasi unsurhara 7. Memproduksi biomassa tumbuhan atau limbah sebagai makanan untuk tumbuhan atau hewan lain

Sinergi di dalam Agroekosistem ..lanjutan


8. memproduksi pelapis tanah atau srtuktur struktur akar untuk meningkatkan konservasi tanah dan air 9. mengusahakan sistem akar yang dalam untuk meningkatkan daur ulang air dan unsur hara yang telah merembes atau yang tidak berada dalam jangkauan tanaman 10. meningkatkan kondisi pertumbuhan bagi komponen lain (misalnya tenaga hewan