Anda di halaman 1dari 11

PEMISAHAN ION Cu

2+
DAN Zn
2+
DENGAN EKSTRAKSI PELARUT

A. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
Tujuan :
- Mempelajari cara pemisahan ion logam Cu
2
dan Zn
2
dengan ekstraksi
pelarut yang melibatkan pembentukan kompleks khelat logam.
- Mempelajari pengaruh pH awal larutan terhadap persen ekstraksi masing-
masing ion logam.
Hari,tanggal pelaksanaan :
- Sabtu 23 April, 2011
Tempat :
- Laboratorium Kimia Dasar Lantai III Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam Universitas Mataram.
B. LANDASAN TEORI
Ekstraksi merupakan salah satu metode pemisahan berdasarkan pada kelarutan sampel
dalam pelarut. Prinsip ekstraksi pelarut berdasarkan pada distribusi zat terlarut dengan
perbandingan tertentu antara dua pelarut yang tidak saling bercampur, seperti benzene,
karbon tetra klorida atau kloroIorm. Bila ekstraksi ion logam berlangsung maka proses
ekstraksi berlangsung dengan mekanisme tertentu. Jika ekstraksi berlangsung dengan
pembentukan khelat atau struktur cincin, ekstraksi siklasiIikasikan sebagai ekstraksi khelat.
Logam pengkhelat memiliki peranan penting dalam ekstraksi logam. Khelat logam
merupakan tipe senyawa koordinasi dimana ion logam bergabungn dengan Iasa
poliIungsional yang mampu menempati dua atau lebih posisi pada lingkaran koordinasi dari
ion logam untuk membentuk senyawa siklik(Khopkar,2007).
Analisis kimia sering diperlukan bahwa suatu ion logam harus diekstraksi dari Iasa air
ke Iasa organik seperti benzen, kloroIorm dll. Ekstraksi ini perlu dilakukan agar ion logam
tersebut terpisah dari ion logam lain yang dapat mengganggu dalam penetapannya atau
karena ion logam itu sendiri bersiIat sebagai pengotor yang mengganggu pada penetapan ion
logam lain. Agar ion-ion tersebut dapat diekstraksi ke dalam Iasa organik yang tidak bersiIat
polar, maka ion-ion tersebut harus diubah menjadi bentuk molekul yang tidak bermuatan.
Bentuk molekul yang dimaksud itu biasanya suatu kompleks yang tidak bermuatan, yaitu
kompleks kelat (sepit) atau kompleks asosiasi ion. Syarat tidak bermuatan ini diperlukan agar
kompleks logam tersebut siIatnya sesuai dengan siIat pelarut organik yang tidak polar(
Baharudin Hamzah,2008).

Suatu zat pengapit yang sangat penting untuk ekstraksi pelarut dari ion logam adalah
diIeniltio karboizon atau ditizon. Ditizon dan sepit logamnya sangat tak dapat larut dalam
air, tetapi dapat larut dalam pelarut semacam kloroIorm dan karbon tetra klorida. Larutan
reagensia itu sendiri adalah hijau tua. Sementara kompleks logam adalah lembayung tua,
merah, jingga, kuning atau rona lain tergantung pada ion logamnya. Logam yang membentuk
ditizon antara lain Mn ; Fe ; Co ; Ni ; Cu ; Zn ; Pd ; Ag ; Cd ; In ; Sn ; dan
Pb(Underwood,1986).
Prinsip dasar spektroIotometri serapan atom adalah interaksi antara radiasi
elektromagnetik dengan sampel. SpektroIotometri serapan atom merupakan metode yang
sangat tepat untuk analisis zat pada konsentrasi rendah(Khopkar,1990).

. ALAT DAN AHAN
1. Alat Praktikum
- Labu Erlenmeyer 100 ml
- Corong kaca
- Pipet tetes
- Corong pisah
- Gelas ukur 50 ml
- Gelas ukur 25 ml
- pH analitik
- AAS
- StatiI klem
- Gelas kimia 50 ml
- Tempat rol Iilm

2. Bahan Praktikum
- Cu(NO
3
)
2
20 ppm
- HNO
3
pekat 1 M
-

Zn(NO
3
)
2
20 ppm
- NaOH 1 M
- Larutan ditizon
- pH stik
- BuIIer
- Alumunium Ioil





D. SKEMA KER1A
















Hasil







4 buah Lrlenmeyer 1
(100 ml )
4 buah Lrlenmeyer 2
( 100 ml )
O dengan 40 ml Cu(nC
3
)
2
20
ppm
O aLur h 123 dan 4
( ambl + PnC
3
aLau naCP eLeLe
dem eLeLe )

O dengan 40 ml
Cu(nC
3
)
2
20 ppm
O aLur h 123 dan 4
( ambl + PnC
3
aLau
naCP eLeLe dem
eLeLe )
O nampurkan dalam erlenmeyer 100
ml
O pPnya daLur men[ad pP 4
Pal
O nampurkan dalam erlenmeyer
100 ml
O pPnya daLur men[ad pP 4

nampurkan mang mang 20 ml
O ambl 20 ml
O ekLrak dengan menambahkan 20
ml laruLan dLn
O gyang elama kurang lebh 13 menL
O
Hasil Pemisahan








E. HASIL PENGAMATAN

pH Cu Sebelum diekstrak Setelah diekstrak
1 1,079 0,076
2 1,030 0,095
3 0,895 0,102
4 1,100 0,010

pH Zn Sebelum diekstrak Setelah diekstrak
6 1,415 1,379
7 0,405 0,042
8 0,101 0,572
9 0,823 0,856

. ANALISIS DATA

1. PERSAMAAN REAKSI
O Ditizon Cu
2
O ambl bagan faa ar dan kemudan
danal dengan AAS unLuk mengukur
Cu
2+
dan Zn
2+
yang Lera ( Ldak
LerekLrak )
O engukuran Cu
2+
dan Zn
2+
dlakukan
unLuk laruLan laruLan awal
Pal
N N
NH NH
S +
+ H
+
Ditizon
Cu
2+
N
+
N
NH N
S
Cu
( Biru keunguan )


O Ditizon Zn
2


N N
NH NH
S +
+ H
+
Ditizon
Zn
2+
N
+
N
NH N
S
Zn






2. PERHITUNGAN

pH Cu Sebelum diekstrak Setelah diekstrak
1 1,079 0,076
2 1,030 0,095
3 0,895 0,102
4 1,100 0,010


pH Zn Sebelum diekstrak Setelah diekstrak
6 1,415 1,379
7 0,405 0,042
8 0,101 0,572
9 0,823 0,856


% =
oo - or
oo
X%
a. Logam Cu
2

JH = % =
oo - or
oo
X%
% =
,9 -,
,9
X%
E 92,96
JH = % =
, - ,9
,
X%
E 90,78
JH = % =
,89 - ,
,89
X%
E 88,60
JH = % =
, - ,
,
X%
E 90,91
b. Logam Zn
2


JH = % =
, - ,9
,
X%
E 2,54
JH = % =
, - ,
,
X%
E 89,63
JH 8 = % =
, - ,
.
X%
E -466,33
JH 9 = % =
,8 - ,8
,8
X%
E -40,09
3. Kurva hubungan E dengan pH

TABEL ANALOG Cu
2
DAN E






TABEL ANALOG Zn
2
DAN E

3
0
03
1
13
2
23
3
33
0 1 2 3 4 3
pP Cu2+ dengan L
pH E
1 92,96
2 90,78
3 88,60
4 90,91
pH E
6 2,54
7 89,63
8 -466,33







G. PEMAHASAN

Praktikum kali ini dilakukan pemisahan ion logam Cu
2
dan Zn
2
dengan
ekstraksi logam yang bertujuan untuk mempelajari cara pemisahan ion logam Cu
2
dan
Zn
2
dengan ekstraksi pelarut yang melibatkan pembentukan kompleks khelat logam,
serta untuk mempelajari pengaruh pH awal larutan terhadap persen ekstraksi masing-
masing ion logam.

Perlakuan pertama adalah membuat larutan Cu dan Zn yang telah diatur pHnya
dengan Cu pH 1, 2, 3, 4 dan Zn dengan pH 6,7,8,9. Larutan yang sudah jadi dibagi
menjadi 2, setengahnya didiamkan sebagai analisis konsentrasi awal dan sebagiannya
diekstraksi. Untuk dapat diekstraksi ion logam harus diubah menjadi molekul yang tidak
bermuatan ( molekul netral ) dan mirip senyawa organic. Hal ini perlu dilakukan karena
ion logam mempunyai kecendrungan tidak larut dalam pelarut-pelarut organic atau
pelarut non polar(Subagio,2002). Teknik pengubahan kali ini yang digunakan adalah
teknik kompleks khelat antara ditizon sebagai pereaksi khelat dengan Cu(NO
3
)
2
. Pada
pembentukan kompleks logam khelat ini terjadi reaksi pendesakan proton (H

)dari
300
400
300
200
100
0
100
200
0 2 4 6 10
hubungan pP Zn2+ dengan L
9 40,09
ditizon (asam organic lemah) oleh ion logam yang dinetralkan oleh muatan dari anion
sisa asam(Subagio,2002).
Pada ekstraksi ion Cu maupun Zn dengan larutan ditizon , mula mula terjadi
distribusi ditizon dari Iasa organik ke Iasa air. Di dalam Iasa air ditizon akan terionisasi
menghasilkan anion dan bereaksi dengan kation Cu
2
atau Zn
2
membentuk kompleks
kelat . Dengan adanya pengocokan terus menerus, kompleks kelat yang berada dalam
Iasa air akan terdistribusi kembali ke Iasa organik karena tidak bermuatan. Semakin lama
pengocokan, distribusi kompleks kelat tersebut ke dalam Iasa organik semakin banyak
hingga terbentuk kesetimbangan diantara kedua pelarut.

Setelah terjadi kesetimbangan distribusi diambil bagian Iasa air dan kemudian
dianalisis dengan AAS untuk mengukur | Cu
2
| dan | Zn
2
| yang tersisa ( tidak
terekstrak ) setelah sebelumnya bagian yang telah dipisahkan diukur juga dengan AAS
sebagai penentuan konsentrasi awal. Teknik AAS ini didasarkan pada emisi dan
absorbansi dari uap atom. Cara kerja AAS ini adalah berdasarkan atas penguapan larutan
sampel, kemudian logam yang terkandung di dalamnya diubah menjadi atom bebas.
Atom tersebutlah yang mengadsorbsi radiasi dari sumber cahaya yang dipancarkan dari
lampu katoda yangmengandung unsure yang akan ditentukan.
Dari hasil AAS yang didapat, untuk logam Cu dengan pH 1,2,3,4 diddapatkan
persen ekstraksi berturut-turut 92,96 ; 90,78 ; 88,60 ; dan 90,91. Dari data yang didapat
terlihat bahwa semakin besar pH maka persen ekstraksinya semakin kecil. Pada data
ketiga ke data keempat terdapat penyimpangan data yang mungkin diakibatkan oleh
adanya gangguan-gangguan seperti gangguan akibat pembentukan senyawa reIraktori (
reaksi antara analit dengan senyawa kimia), gangguan ionisasi, serta gangguan Iisik alat.
Cu terekstraksi optimum pada pH 1 sebesar 92,96. Hal ini disebabkan karena semakin
bersiIat asam, ditizon semakin bersiIat ion sehingga dengan mudahnya terdistribusi ke
dalam Iasa air dan membentuk kompleks kelat dengan ion Cu, namun karena suasana
Iasa air terlalu asam yang mengakibatkan tendensi terbentuknya nukleoIil maka ikatan
kelatnya lemah (reaksi kesetimbangan akan bergeser kearah bentuk ion) sehingga akan
sulit untuk dapat terdistribusi kembali secara maksimal ke dalam Iasa organik yang
bersiIat non polar(Baharudin Hamzah,2008) .

Untuk logam Zn didapatkan data dari pH 6,7,8,9 secara berturut-turut 2,54 ; 89,63
; 466,33 ; dan 40,09. Data yang didapat tidak beraturan akibat Iactor-Iaktor penggangu
serta ketidaktelitian praktikan dalam hal mengekstraksi. Logam Zn terekstraksi optimum
pada pH 7 yaitu 89,63 sedangkan pada pH 8 adsorbansi yang terekstrak lebih besar dari
adsorbansi awal sehingga hasil persen ekstraksinya min.



H. KESIMPULAN

O Agar ion-ion tersebut dapat diekstraksi ke dalam Iasa organik yang tidak bersiIat
polar, maka ion-ion tersebut harus diubah menjadi bentuk molekul yang tidak
bermuatan. yaitu kompleks kelat (sepit) dimana syarat tidak bermuatan ini
diperlukan agar kompleks logam tersebut siIatnya sesuai dengan siIat pelarut organik
yang tidak polar.
O Semakin asam larutan (pH semakin kecil) maka akan megakibatkan ditizon semakin
bersiIat ion sehingga dengan mudahnya terdistribusi ke dalam Iasa air dan
membentuk kompleks kelat dengan ion logam.

































DATAR PUSTAKA


Hamzah, Baharudin.2008. Sintesis Ligan Kelat 4-Ben:oil-1-Fenil-3-Metil-2-Pira:olin-5-On Dan
Aplikasinya Pada Ekstra Ksi Ion Nikel Dalam Larutan. Jurnal Sains dan Teknologi ISSN 1411-4674.


Khopkar.2007.Konsep Dasar Kimia Analitik.Jakarta:UI Press.

Soebagio, dkk.2002. Common Text Book Kimia Analiti 2. Malang. Universitas Negri Malang
Press.
Underwood.1982.Analisa Kimia Kuantitatif.Jakarta:Erlangga.