PENELITIAN TANAMAN OBAT DI BEBERAPA PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA

IV
PENYUNTING
Sri Sugati Sjamsuhidajat B. Dzulkarnain B.Watyoedi Nurendah P. Subanu Lucie Widowati Martuti Budiharto

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN FARMASI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN DEPARTEMEN KESEHATAN RI. JAKARTA 1992

LEMBAR DATA BIBLIOGRAFI TERBITAN

Judul: Penelitian Tana man Obat di Beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia IV

Klasifikasi: DDC : 615.32389 UDC : 633.88 NLM : QV766

Penyunting: Sri Sugati Sjamsuhidajat B. Dzulkarnain B. Wahjoedi Nurendah P. Subanu Lucie Widowati Martuti Budiharto'

Jenis Terbitan:

Nomor Terbitan: BPPK-F-91/Bibl.l2

Kama dan alamat badan yang memperbanyak dan menyebarluaskan terbitan: Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan RI. Jalan Percetakan Negara No. 29, Jakarta 10560; Kotak Pos 1226, Jakarta 10002; Telpon No. 413122,414146

Edisi/Cetakan: Pertama

Tanggal terbit: 10 Maret 1992

Jumlah halaman: 66

Jumlah terbitan: 1000

Sponsor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI.

Sari (abstrak)/Kata Kunci (Key Words) PLANTS, MEDICINAL - bibliography PLANTS, MEDICINAL - Indonesia

Kolom Catalan penerima terbitan:

Penyebaran terbitan: Bebas Izin mengutip: Bebas dengan menyebut sumber

DAFTARISI
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Hal.
DAFTARISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . i
KATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ii DAFTAR SINGKATAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . iii

DAFTAR TANAMAN DAN PENELITIAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
ABSTRAK PENELITIAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 19

INDEKS PENULIS

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 61

INDEKS TANAMAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 65

Diharapkan dengan diterbitkannya Buku ini. Terimakasih diucapkan kepada semua Perguruan Tinggi dan Institusi penelitian. maupun oleh pengguna dan pengusaha tanaman obat. Maksud penerbitan ini. para pembaca yang memerlukan informasi tentang hasil penelitian tanaman obat. baik oleh para peneliti. Dengan Buku ini. Buku Volume IV ini dilengkapi dengan ABSTRAK HASIL PENELITIAN beberapa tanaman yang terpilih. Volume II (1989) dan Volume III (1991). dapat berkomunikasi langsung dengan para peneliti yang berada di berbagai institusi yang dicantumkan dalam Buku ini. Semoga Buku ini dapat dimanfaatkan secara lebih luas. Pusat Penelitian dap Pengembangan Farmasi Dra. Sri NIP. 14001175 . Naskah dari makalah lerigkap laporan penelitian dapat diminta langsung kepada institusi tempat penelitian tersebut dilakukan. adalah untuk mengkomunikasikan hasil penelitian tumbuhan obat yang dilakukan di berbagai institusi di Indonesia. serta semua pihak yang telah membantu dalam pengumpulan informasi dan penyusunan buku ini. para pembaca dapat memperoleh informasi tentang jenis penelitian. seperti buku-buku sebelumnya. alamat dimana penelitian dilakukan dan yang terpenting adalah penelitian tanaman apa dan siapa yang melakukannya. terutama di perguruan tinggi.KATAPENGANTAR Buku Penelitian Tanaman Obat di Beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia Volume IV (1992) adalah lanjutan dari Buku Volume I (1988).

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. FP UNHAS 20. 2. Yogyakarta Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada. Universitas Brawijaya.FKUNPAD 8. Fakultas Matematika dan Hmu Pengetahuan Alam. JK FMIPA ITB Jurusan Kimia. FB UGM Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.JKFMIPAUNPAD 6. Universitas Sumatera Utara. FTP UGM Jurusan Farmasi. Bandung 4.FKUI Fakultas Pertanian. Universitas Padjadjaran. Universitas Gadjah Mada. Universitas Hasanuddin. Jakarta 111 . Yogyakarta Fakultas Kedokteran Hewan. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Indonesia. Bogor 17. Bogor 14. JF FMIPA USU 9. JF FMIPA UNAND 15. Universitas Gadjah Mada. JB FMIPA UNPAD 7. Institut Teknologi. FKH UGM 12. Medan Fakultas Farmasi. Padang Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi. Universitas Andalas. Institut Teknologi Bandung. Universitas Padjadjaran. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. P3 Biol 16. Ujung Pandang Fakultas Kedokteran. Malang Fakultas Kedokteran Hewan.FKUNBRA Fakultas Kedokteran. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Bandung Program Pendidikan Pasca Sarjana Institut Teknologi Bandung. Yogyakarta Jurusan Farmasi. Universitas Gadjah Mada. Bandung Fakultas Kedokteran. Bandung. JF FMIPA ITB 3. LIPI. Fakultas Matematikadan Ilmu Pengetahuan Alam. Purwokerto Jurusan Kimia. Universitas Padjadjaran. FF UGM 10. Bandung Fakultas Biologi.DAFTAR SINGKATAN 1. PPPS ITB Jurusan Farmasi. Institut Pertanian Bogor. Yogyakarta 11.FK UGM 13. FB UNSOED 5. Universitas Jenderal Soedirman. Yogyakarta Fakultas Biologi. FKH IPB 19. Malang Fakultas Pertanian. FP UNBRA 18. Bandung Jurusan Biologi. Universitas Brawijaya.

FMIPA ITB Sunoto FB UNSOED JF FMIPA ITB 81 4. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 1. 3. Kemlegi. Br. Suroso dkk. Ageratum conyzoides L.) Corr. Martoni JB FMIPA ITB JF FMIPA UNAND JB FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB 81 12. Srikaya.Br. identifikasi dan konservasi asam anakardiat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium ocddentale L. Anacardium Uji efek analgetik dari perasan umbi bawang putih (Allium sativum L. 88 79 13.) dan rimpang temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb. Uji kepekaan larvaAedes aegypti L.* Isolasi alkaloida peptida dari kulit batang tetrandrum Bl. ylegfe Pemeriksaan kandungan senyawa kimia buah sawo masak (Achras zapota L. o* Isolasi. terhadap kesuburan pada mencit usu 85 11. ^rtfl/ww cotnosus L. Studi isolasi senyawa glikosida dari daun saga (Abrus precatorius L. yang tumbuh di Sukabumi. Cianjur dan Garut Isnaini . Uji efek antiradang daun bandotan Hisran H. Pengaruh penggunaan infusa Aneilema Nur Asiah vaginatum R.) terhadap Ascaris lumbricoides var.* 2. suum in vitro Pemeriksaan kandungan artemisin Erwin Afandi NurlaJli 14.) Achras zapota L. 2. 2. Pengaruh pinang (Areca catechu L.) terhadap mencit Indrawati JK FMIPA UNPAD JK FMIPA ITB 86 7.NO. Antidesma Suroso dkk. Allium sativum L. ^4&/«j PENULIS Harlia Djubardi Sulisti INSTANSI JK FMIPA ITB JF FMIPA ITB TH 87 87 precatorius L. Kemlegi. Jeruk maja. 86 (Ageratum conyzoides L. JF FMIPA ITB 90 86 Kehamilan mencit (Mus musculus) yang diberi ekstrak nanas (Ananas comosus) muda Mulyoto FB UNSOED JF FMIPA 10. Jeruk maja. 90 herba Artemisia annua L. Aneilema vaginatum R. ^4/mo/wz squatnosa L.) Tutuk Budiati Diah Sugiartini 90 Telaah kandungan kimia kulit buah jambu mete (Anacardium ocddentale L. 8.) Pengaruh ekstrak: 1. Srikaya. Artemisia annua L.* ocddentale L. 3. . terhadap kadar gula darah kelinci dan perbandingannya dengan tolbutamid Pengaruh ekstrak: 1. martnelos (L. di laboratorium 88 5.) pada tikus putlh galur Wistar 6. Antidesma tetrandrum Bl. terhadap kesuburan pada mencit 3.(4recfl cafcc/w L. terhadap ekstrak Ageratum conyzoides L.

Berg. kulit batang dan buah tumbuhan mimba (Azadirachta indica A. Studi fitokimia ekstrak etanol dan metanol daun. Nurhidayat JF FMIPA ITB 88 danylrtemts/a annua L.' klon teh (Camellia sinensis L.* Baeckea frutescens L. Imono Argo FFUGM 81 Donatus AzizGenisa JK FMIPA UNPAD 22. Takbir Siregar FFUGM 86 . Andy Zul UI JK FMIPA 86 Izwar ITB 18.* Isolasi. 27. Baeckea frutescens L.' 26. 17. Juss. klasifikasi. yang tumbuh di Indonesia 16. terhadap nekrosis sel-sel hepar tikus putih jantan Mulyono .) Studi perbandingan kapsaisin dari buah cabe merah dan cabe gendot Capsicum annum L. zat yang terkandung dalamAverrhoa bilimbi L.* Usaha pemeriksaan golongan kimia zat- Machmoed FMIPA 79 bilimbi L.) dengan cara kromatografi lapis tipis Irfandi JF FMIPA 90 ITB 19./4/temM/fl vulgaris L. Pemeriksaan dan percobaan isolasi artemisin dari. Bmgtnansia suaveolens B.Br. 20. Azadirachta indica A. kristalisasi serta Yetty JF FMIPA Supatmijati.) untuk bahan makanan Efek infus akar papaya terhadap kerutan kalsium dan magnesium batu saluran kemih secara in vitro Soewedo Hadiwiyato FTP UGM 80 dkk. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 15.' 24. JK FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD 88 sinensis L. 25.NO. Pemanfaatan biji pepaya (Caricapapaya L. Interaksi antara vitamin E dan infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. UNPAD Sidik Wahyono FF UGM 81 81 vulgaris Schrad. 21. Bambusa Pemeriksaan kandungan kimia dan usaha isolasi triterpenoida dari daun jungrahab. Efek ekstrak etanol daunAverrhoa bilimbi dan herba Catharanthus roseus terhadap kadar glukosa darah mencit diabet permanen Azhar dkk. Calophyllum inophyllum L. Camellia Isolasi dan analisis alkaloida pada daun Bntgmansia suaveolens Ujung Pandang 75 23.' Isolasi dan analisis minyak biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L. Prita Kresna JK FMIPA ITB 87 Carica papaya L. Artemisia vulgaris L. Juss.) Analisis kandungan kofeina dari empat Johansyah Eva Sarifah H.* karakterisasi kandungan utama akar aris Schrad.

varietas Tinnevelley Yolanda P. Yulianti JF FMIPA ITB 86 34.J. 86 bilimbi dan herba Catharanthus roseus terhadap kadar glukosa darah mencit diabet permanen Studi perbandingan kadar vinblastin dan vinkristin daun Catharanthus roseus (L. PENULIS Mindarwati INSTANSI TH Cassia alata L.) Urban Cephaelis stipulacea Bl. Cocos nucifera L.* Coleus atropurpureus Benth. I. Uji daya antimikroba sediaan krim yang mengandung sari daun ketepeng (Cassia alata L.) G.) Osbeck (jeruk besar) dan dari kulit Citrus nobilis Lour. Citrus nobilis Lour. Don.* Sri Harjati 86 Setiodihardjo UNPAD 30. Suwarji Heryana JF FMIPA UNPAD 87 . (jeruk keprok) 86 38.* Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis (L.NO. jeruk keprok Studi pemanfaatan sari bungkil kelapa pada fermentasi produksi penisilin menggunakan jamur Penicillium chrysogeum ATCC 28089 Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia daun iler (Coleus atropurpureus Benth. Citrus grandis (L. Budi Utama 39..* 36.) G.) — Uji daya antimikroba sediaan salep yang mengandung sari ketepeng (Cassia alata JF FMIPA UNPAD JF FMIPA 86 29.) 86 Purba A.) Osbeck.) Osbeck Isolasi dan karakterisasi pektin dari kulit buah (jeruk besar) Citrus grandis (L) Osbeck Dian Muryani Sri Ulina Purba Sri Ulina 37. Cassia angustifolia Vahl. Evelyn JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB 90 31.) Urban JF FMIPA ITB JF FMIPA UNAND JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB 87 35. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 28. Andy Zul Izwar 90 32.* Isolasi alkaloida dari tumbuhan 87 87 Cephaelis stipulacea Bl. jeruk besar dan dari kulit Citrus nobilis Lour. Gunawan Yohanda Tubagus Agus N. Cassia siamea Lamk. Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis (L. Penetapan kadar sennosida B daun dan buah Cassia angustifolia Vahl. Pemeriksaan flavonoida dan triterpenoida antanan Centella asiatica (L.) Efek ekstrak etanol daunAverrhoa Efi Darliana T. dari Tangerang dan Bandung 33. JF FMIPA ITB 90 40. Catharanthus roseus (L. Don. Centella asiatica (L. Isolasi alkaloida dari daun johar (Cassia siamea Lamk.

Beberapa aspek farmakognosi temu • mangga (Curcuma mangga Val. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 41." Penentuan komponen utama minyak atsiri Curcuma domestica Val.* Curcuma Pengaruh perasan temu ireng terhadap deruginosa Roxb.* Curcuma mangga Val. Curcuma heyneana Val.) Perbandingan beberapa cara ekstraksi Amir untuk mengisolasi kurkuminoid dari rim. Efek ekstrak etanol rimpang jCucurma. & Zyp.) Roscoe dan rimpang Adriansyah Azhari JF FMIPA ITB 87 Curcuma heyneana Val. 42.) dan rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.) dan minyak rimpang Curcuma domestica Val. zedoaria (Berg.* Roxb. & Zyp." pang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Fitri Yunita 81 Uji efek koleretik ekstrak seluruh tanaman Elephantopus scaber (L.NO. Badjongga HTS. dan HDL- Pramadhia B. dengan GC-MS Perbandingan beberapa cara ekstraksi untuk mengisolasi kurkuminoid dari rim- JK FMIPA ITB 86 44. Curcuma xanthorrhiza Roxb. Etnobotani kunyit (Curcuma domestica Val.) dan rimpang kunyit (Curcuma M.) terhadap kolesterol total.W. J. pertumbuhan kambing Sudjiman FKH UGM ' Djojosengodjo dkk. Pengaruh kurkuminoid dari temulawak (Curcumaxanthorrhiza Roxb. trigliserida. *. Curcuma domestica Val. P3 Biol 89 46.) Sangat Roemantyo. 50. JF FMIPA UNPAD 88 kolesterol darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia .) M." Amir Hamzah JF FMIPA UNPAD 87 pang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. domestica Val.Hamzah JF FMIPA UNPAD 87 49.) Penentuan komponen utama minyak atsiri temulawak (Curcuma xanthorrhiza Teti Suryeti Semangat Kataren JF FMIPA UNPAD JK FMIPA ITB 48. yang bebas minyak atsiri terhadap toksisitas karbon tetraklorida pada mencit putih Swiss Webster jantan 47.) 45. H. pada tikus putih jantan galur Wistar JFFMIPA ITB 86 43.

) terhadap fungsi empedu darah kelinci Budi Herawan JF FMIPA UNPAD 87 Robert Edward JF FMIPA UNPAD 88' 56.) terhadap kadar SGOT.) terhadap kadar SCOT.' Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Pengaruh minyak atsiri temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap HDL-kolesterol. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik 54.) dan uji beberapa sifat fisikokimianya secara KLT Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. kloroform dan metanol .) terhadap pe-nyerapan glukosa di usus halus tikus 60.' Tavip Budiawan JFFMIPA UNPAD 88 Pembuatan sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Karta JFFMIPA UNPAD 87 (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) menggunakan Yani Sutiyani JF FMIPA UNPAD 87 pelarut eter minyak tanah.) terhadap kadar SGOT. SOFT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik 52. Eli Halimah JF FMIPA UNPAD 87 59.) terhadap penyerapan glukosa di usus halus tikus Pengaruh campuran kurkuminoid dan minyak atsiri temulawak terhadap penyerapan glukosa di usus halus tikus Pengaruh kurkuminoid temulawak Endah Primawati JF FMIPA UNPAD 87 58. Pengaruh ekstrak air temulawak Rochyadi JFFMIPA UNPAD 87 (Curcuma xanthorrhiza Roxb." Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. SGPT dan uji kualitatif HbsAg darah kelinci pada keadaan terinfeksi hepatitis B Sumiati Yuningsih JF FMIPA UNPAD 87 57.NO.' Isolasi dan identifikasi senyawa kurkuminoid rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia Abdul Naser JF FMIPA UNPAD 87 Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 51.

Pengaruh fraksi eter minyak bumi. Sondang Komariah S.) yang diperoleh dari daerah Pangalengan (Jawa Barat) 68. Deiist. Pemenksaan minyak atsiri rimpang temu putih Curcuma zedoaria (Berg. Penelitian pendahuluan komponen kimia minyak atsiri Durio zibethinus Murr.) Roscoe Askadi Reeky Charles P.* Durio zibethinus Murr.) Rahman dari berbagai daerah JF FMIPA ITB 86 / 63 Curcuma javanica Curcuma Penelitian pendahuluan tentang khasiat rhizoma temulawak (Curcuma javanica} Agus Djamhuri FK UNBRA 79 terhadap kadar kolesterol darah 64. Efek ekstrak etano! rimpang Curcuma Adriansyah JF FMIPA 87 zedoaria (Berg.sitas karbon tetraklorida pada mencit putih Swiss Webster jantan Azhari ITB 65. yang bebas minyak atsiri terhadap toksi. dengan GC-MS Achmad Mustafa Fatah dkk. kloroform dan metanol terhadap Metti Siti Hastuti JF FMIPA UNPAD 86 Staphylococcus aureus. 70. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 61. JF FMIPA ITB Telaah kandungan hiosiamin dan skopolamin dalam berbagai organ tanam- JF FMIPA ITB 90 an kecubung (Datura stramonium L.) Roscoe dan rimpang Curcuma heyneana Val.) hasil fraksinasi dengan eter minyak tanah. Pengaruh konsentrasi dan interval pemberian pupuk melalui daun terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman wortel Siti JB FMIPA Kardinah P.) Roscoe bebas minyak atsiri terhadap toksisitas karbon tetraklorida Bogo Suntoro Murti JF FMIPA ITB 86 66. Salmonella typhi dan Bacillus subtilis Penetapan kadar minyak atsiri rimpang Taufik temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. UNPAD 88 (Daucus carota L. Datura stramonium L. Escherichia coli.* Dioscorea hispida Isolasi dan identifikasi steroida saparin dalam umbi gadung Dioscorea hispida Denst.* Uji daya antibakteri ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. 67. FF 79 UGM JK FMIPA ITB 88 .) Roscoe zedoaria (Berg.NO. fraksi eter dan fraksi metanol rimpang temu putih Curcuma zedoaria (Berg.) 69. Daucus carota L.

Eka Susanti H.) Garcinia Isolasi xanthone dari kulit buah Garcinia mangostana L. Keaneka ragaman jenis GraptophyUum 86 87 pictum (L.* Elephantopus scaber L. dan Gracilaria sp. Aris Gumilar JF FMIPA ITB 90 75.* 90 87 atsiri Gardenia augusta Merr.) Stend. FMIPA 81 prunifolia Jack.* 80. yang RukmiatiK. INSTANSI JFMIPA ITB TH 86 71.NO..) WahyuArdi ITB . Garut Trisnasari JF FMIPA ITB 88 82.W. Badjongga HTS. 77. longan (Lour.* T. Penelitian "anabolic effect"dan "androEwycoma longifolia Jacq.* 74.) Griff. 76.) (GraptophyUum pictum (L. Gardenia augusta Merr. mangostana L.) Aty Widya Warayanti N. H. Eleusine indica Gaertn. yang diperoleh dari pantai Cilanteureum. C. Uji antibakteri ekstrak akar rumput belulang (Eleusine indica Gaertn.) dan cangkring (Erythrina fasca Lour.) Griff. di Malesia Pemeriksaan senyawa golongan flavonoida dari daun handeuleum (GraptophyUum pictum (L. Retno Damayanti Ngatijan & R. Sugiarso JF FMIPA UNPAD JF FMIPA Erythrina fusca Lour. Karakterisasi komponen kimia minyak 78. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS J. Isolasi agar dari Gelidium sp. dkk.) Griff.) dalam kulit buah lengkeng Euphoria Stend. ITB dkk.) Griff.* 79 79.* Euchema cottonti Euphorbia Isolasi karagenan dari Eucheuma cottonii Penelitian kandungan kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia Jack. dan minyak rimpang Curcuma dornestica Val. Gelidiwn sp.) Uji efek dari simplisia nusa indah (Musaenda erythrophylla Schum.* 84. kaca piring) dengan metode Zaini kromatografi gas cairan dan GC-MS 81. (Gardenia florida L. pada tikus putih jantan galur Wistar Pemeriksaan kandungan kimia tumbuhan Elephantopus scaber (tapak liman) 72. Uji efek koleretik ekstrak seluruh tanaman Elephantopus scaber L. Yudono Hermansyah Amir Halim UNPAD JK FMIPA ITB FK UGM JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB 86 diperoleh secara ekstraksi Euphoria Penelitian pendahuluan senyawa saponin longan (Lour. JF FMIPA ITB 89 87 80 73. dengan cara pengisian Udju Sugondho Wiwiek Herawati Ariyono FK UNPAD FB UNSOED JF FMIPA 90 83. Graptophyl Pengeringan daun handeuleum lumpictum (L. genic effect" dari infus akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jacq.

Nining 86 UNPAD FK UNPAD JB FMIPA UNPAD "90 92. obat tradisional terhadap Candida albicans dari 87 Yuaningsih Microsporum gypseum 93. Uji efek anti radang daun bandotan (Ageratum conyzoides L.) terhadap penurunan kadar SGOT dan SGPT darah tikus putih pada keadaan hepatotoksik Formulasi salep dengan ekstrak laos dan JF FMIPA UNPAD 89 95.) Poit.) 86. Hyptis pectinata (L. PENULIS Ganthina Sugihartin Murti INSTANSI JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB JK FMIPA ITB FK TH 87 Gynura procumbens (Lour. Salmonella typhosa dan jamur Microsporum gypseum 81 . 90.) pa-da tikus putih galur Wistar Uji pengaruh ekstrak air daun katimaha Hisran H. Kaempferia pandurata Roxb.) Foil Moriana Hutabarat Sutjipto Hamim 87 89.* Kleinhovia Susi Lahtiani hospita L. Penelitiaij daya antijamur air kencur (Kaempferia galanga L. Isolasi dan penentuan komponen fitosterol dari lateks Hevea brasilliensis 73 Bakti Uji pendahuluan efek farmakologi isolat hiptolida dari tanaman Hyptis pectinata (L. Pemeriksaan pendahuluan senyawa kimia daun dewa (Gynura procumbens (Lour.* Penelitian efek bakteriologik dan mikrobiologik dari laos merah dan putih yang segar dan yang dikeringkan terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Takaran terendah (MIC) sebagai antibiotik dari infusa Kaempferia galanga dibandingkan dengan ampisilin Udju Sugon dho dkk. Pemeriksaan senyawa kimia golongan flavonoida dari daun dewa (Gynura procumbens ( Lour.) Merr.) Beauv. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 85. 91.) Stuntz. Udju Sugondho dkk. JF FMIPA ITB 86 94. galanga L.) dan rimpang temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb.NO.).* Languas galanga (L.) Merr. Sri Ardani penentuan daya hambatnya terhadap bakteri dan jamur Soelarto dkk. Penelitian pendahuluan senyawa alelopati pada rhizoma Imperata cylindrica (L.* Imperata cylindrica (L. (Kleinhovia hospita L. Mohamad Eksan Sjafiudin JF FMIPA UNPAD FMIPA UNPAD 79 96.) Merr.) Beauv. Arg. 88. Hevea brasiliensis Muell.) 88 Raehani Husein Hemandi 87. Kaempferia 89 Efek antimikroba dari infusa Kaempferia galanga L.

an mindi (Melia azedarach L. & V.) I.) dengan cara kromatografi lapis tipis Arsyadi 90 110. var.) C.) Pers. Alkaloida dari Litsea glutinosa (Lour.* 104. malabathricum terhadap ileum marmut jantan terpisah Linda R.* Litsea 89 Holisotan Hakim Vita • 101. A.) Pers. tua dan kuning Pengaruh infus daun Melastoma 89 Herlina Anwar Sri Widarti Bahruddin 106. terhadap Ascaris suum dibandingkan dengan Piperazin sitrat secara in vitro Isolasi alkaloida aporfin dari Litsea 99. Httoralis Blume Helmi Asep Adi 89 89 Suprihatna Feri 105.) Benth. P. 103. Rob. Budiati Euis JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JF FMIPA ITB JF FMIPA USU JF FMIPA ITB 89 100. Rob. Nandini JF FMIPA ITB 87 .) muda. Manihot utilissima Pohl. Senyawa alkaloida dan non-alkaloida Litsea monopetala (Roxb.) C. Pemeriksaan efek antelmintik dari biji Leucacena glauca (L. Alkaloida dari kulit akar Litsea diversifolia Bl.* Litsea accedentoides K. Melastoma malabathri cum 109. Yuniarti Siregar INSTANSI JF FMIPA ITB JF FMIPA USU TH 88 85 97. Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia daun mindi (Melia azedarach L. B. littoralis Blume. diversifolia Bl.* 102.) Benth.&V. Hesti accedentoides K. Alkaloida dari Litsea monopetala (Roxb. Leucacena glauca (L. Alkaloida dari Litsea diversifolia Bl. B. kulit batang dan buah tumbuh. 90 90 108." Pemeriksaan kadar rutin pada daun singkong (Manihot utilissima Pohl.* 90 89 Sophiata Adel Zamri Alkaloida dari fraksi fenolik Litsea glutinosa var.* Litsea monopetala (Roxb. littoralis Blume Isolasi senyawa aporfin fraksi fenolik dari tanaman Litsea glutinosa (Lour. B.* 107.)Pers. var.NO.* Litsea glutinosa (Lour.) C. Melia azedarach L. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN Pemeriksaan senyawa kimia rimpang laos PENULIS lie Trisada S. Tambunan 86 Studi fitokimia ekstrak etanol dan metanol daun.G. 98.

klasifikasi serta kristaltsasi kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. Momordica charantia L.)Horan) dari beberapa daerah tumbuh di Singaraja (Bali) dan sekitarnya Sangat P3 Biol Roemantyo. Saifulah JK FMIPA Penentuan komponen utama minyak atsiri dari pala (Myristica fragrans Houtt.NO.* Oenanthe Penelitian komponen kimia minyak atsiri Ocimum sanctum L. 124.) dan cangkrtng (Erythrina jusca Lour. 122. Gede Swasta JF FMIPA ITB 83 87 121. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 111.* Morinda citrifoiia L.* Pachyrrhizus erosus Spreng. C. 123. Nicolaia speciosa (Bl.* PPPS ITB 89 dengan GC-MS 119. H.* Ocimum sanctum L. 117. dengan GC-MS Athena Anwar JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB FF UGM JK FMIPA ITB 87 87 81 javanica DC.) pada tikus putih jantan galur Wistar 86 114.) PENULIS Miza Nemara Titi Wira- INSTANSI JFFMIPA ITB FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JFFMIPA ITB TH 90 79 112.) etythrophylla 116. Binsar Johanes Yun Media Uji efek hipotensif dari dekok daun pace (Morinda citrifoiia L. Telaah kandungan kimia ekstrak metanol buah paria (Momordica charantia L. Buah honje Nicolaia speciosa (Bl. Musaenda Schum.) N.* Myristica fragrans Houtt.) Enny Ratnanlngsih 87 .* Moringa Anaiisis beberapa unsur dan senyawa dari biji kelor (Moringa oleifera Lamk. 10 Titin Suprihatin Sudarsono Isolasi. Daya racun pachyrrhizin dan fraksi lain pada ekstrak biji bengkuang (Pachyrrhizus erosus Spreng..) Anaiisis komponen kimia minyak atsiri fuli pala (Myristica fragrans Houtt.* Handayani Sudarsini Uji antibakteri zat larut dalam fraksi eter minyak tanah kulit akar kelor (Moringa oleifera Lamk.) Horan sebagai bahan kosmetik tradisional Pemeriksaan stigmasterol rimpang honje (Nicolaia speciosa (Bl.) Horan 120. 80 Sugiarso dkk.) harja N.) 89 ITB Aryetti 118. Uji efek dari simplisia nusa indah (Musaenda erythrophylla Schum. 113. Isolasi dan anaiisis fraksi alkaloida dari daun tumbuhan mengkudu (Morinda citrifoiia L. dengan GC-MS Penelitian komponen kimia minyak atsiri Oenanthe javanica DC.) 89 84 oleifera Lamk.* Oldenlandia corymbosa L. 115.

* Picrasma javanica Blume 134. Pemeriksaan kimia pendahuluan biji Malidin kedawung (Parkia biglobosa Auct.' 129. 130.* A.) Haojahan.) Maibaho JF FMIPA ITB 90 127.) Beberapa aspek farmakognosi dari buncis (Phaseolus vulgaris L. terhadap kadar glukosa darah tikus Isolasi dan penetapan karakteristik fisik senyawa alkaloida dari buncis (Phaseolus vulgaris L. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 125. 133. Pemeriksaan kualitatif kandungan kimia ekstrak etanol dan ekstrak air buah ciplukan (Physalis angulata L.) 136. Uji ketahanan beberapa varietas buncis (Phaseolus vulgaris L.* Pithecellobium lobatum Benth.) Isolasi zat pahit dari akar Picrasma javanica Blume Tidak dicantum kan Evi Noviarsyah FB UNSOED 86 132.* Physalis angulata L.Np. Rahayu Nurohman 86 131. JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNAND 86 Zuharina 89 Pemeriksaan minyak atsiri daun sirih Sumarno (Piper betle L. Phaseolus vulgaris L. Penjajagan awal senyawa saponin dalam kulit buah jengkol (Pithecellobium lobatum Benth.) segar dan yang telah dikeringkan JF FMIPA ITB 87 135. Tunggul Manullang Herman Puspita JK FMIPA UNPAD 78 JK FMIPA ITB 89 11 . Pachyrrhisus Penelitian mengenai pengaruh biji Tjioe Thio JB FMIPA 65 erosus Urban bangkuang (Pachyrrhisus erosus Urban) terhadap tikus putih kecil serta kelainan histologis yang ditimbulkannya dalam organ Bwee UNPAD 126. Benth. Piper cubeba L. Isolasi dan identifikasi sabinen dan terpinon 4-0 dari minyak kemukus (Piper cubeba L. Benth.) Fudiesta Dedi -Sofyan Muchtadi UNPAD JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD 86 87 128. Pengaruh jaraktanam dan pemupukan Yusi JB FMIPA 88 fosfat terhadap pertumbuhan dan hasil kacang jogo (Phaseolus vulgaris L.) terhadap Colleototrichum lindemuthianum (Sacc. Piper belle L.) Uji efek ekstrak kental buah Phaseolus vulgaris L.) Bei & Cav. & Magn. Parkia biglobosa Auct.

Ridley 149. 141. 142.) Perubahan komposisi beberapa komponen lipida selama perkecambahan Ricinus coinmunis L.) Morr. di Kabupaten Gowa Sunaryo dkk. Ait.* Polypodium feei Mett.* Ricinus communis L. Clarke secara densHometri 88 khasianum CB. Rhodomyrtus tomentosa W. 139. Ridley Penetapan kadar solasodin dari dua varietas Solanum khasianum CB. Usaha isolasi dan identifikasi triterpen- Gloria S.NO. PENULIS Neneng Mupidah INSTANSI JFFMIPA UNPAD TH 87 Pembuatan sari daun suji (Pleomele angustifolia N. Pemeriksaan flavonoida dan minyak atsiri Snelly daun karamunting (Rhodomyrtus Faurhesia tomentosa W. Sri Anggrahini& Usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan Pengaruh penggantian sebagian ransum 86 Suhardi Sumiyati FKHUGM 81 dengan biji kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC. Adaptasi empat varietas tanaman kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC. FPUNHAS 81 145. komposisi darah dan limpa pada ayam broiler 144. 147. 140. 87 Samanca saman (Jacq. Ait. Clarke 12 87 Nining .* Psophocarpus tetragonolobus DC. Brown. E.) terhadap bobot badan. Euis JFFMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JFFMIPA UNAND JF FMIPA UNPAD 87 146.) Pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium gpajava) terhadap otot polos usus dan pupil kelinci dan tikus putih Adam Alamsyah Agus 81 Djamhuri dkk. Mohamad Istari Lianuta.* Pleomele angustifolia N. Christ Natanel Zulfadly N.* Psidium guajava L. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 137. Wananda Setiawati Yusuf Dadang FKH IPB PPPS ITB JF FMIPA UNPAD FP UNBRA FTPUGM 80 89 87 oida dari akar pakis tangkur (Polypodium feei Mett.* Pluchea indica L. 143. Brown) dan peng- gunaannya dalam obat kumur 138. E.* Sapium baccatttm Roxb.) Morr.* Polygonium perfoliatum L. Alkaloida dari kulit batang pohon Samanca saman (Jacq.* Penelitian daya antipiretika dari Pluchea indica (beluntas) Kajian kandungan kimia tanaman Polygonium perfoliatum L.* Solatium Isolasi terpenoida dari daun Sapium baccatum Roxb. Zuariah Yusuf dkk. 78 148.

var. 3.* Symphytum officinale L.* Solanum melongena L. Clarke Lala Nurlaela Suhandra 87 151. Ine Srikandi FK UGM JB FMIPA UNPAD 78 153.* Solanum laciniatum Ait. Pengaruh infus akar terong (Solanum melongena L.NO.* Stevia rebaudiana Bertonii 157.* Stephania corymbosa Bl. Analisis kualitatif pendahuluan asam amino bebas dari buah Solanum khasianum Clarke dengan cara ke I 81 152. Efek hipoglikemia zat pemanis dari Stevia rebaudiana Bertonii pada kelinci Gustini Sy. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD FKUI TH 150. 154. Tectona grandis L. terhadap ovarium tikus. FMIPA ITB Chairil Anwar FMIPA 81 160. var. Kemlegi. Jeruk maja. PPPS FMIPA 89 ITB JK FMIPA ITB 86 Zat pemanis Stevia rebaudiana Bertonii Infus daun Stevia rebaudiana Bertonii sebagai pemanis air teh dan uji kualitas mikrobiologinya Utari Dewi Ika Iskandar JK FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD 86 88 159. Srikaya. 162.* 81 rebaudiana dan penentuan spektra inframerahnya UGM JF FMIPA UNAND 88 161. terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan Isolasi senyawa triterpenoida dari kulit Tectona grandis L. si macan terhadap pertumbuhan dan hasil Solanum tuberosum L. Uji efek infusa daun Symphytum officinale L. 156. terhadap kesuburan pada mencit Isolasi bahan pemanis dari daun Stevia Suroso dkk. Harmaini MJD. dan pembuatan beberapa senyawa turunannya Amrizal M.) pada kontraksi otot rahim Pengaruh tumpangsari Phaseolus vulgans L. granola pada berbagai waktu dan pola tanam 88 155. suatu penelitian kuantitatif pada perkembangan ovum Oentoeng Soeradi 78 dkk. Samekto Wibowo dkk.* Membandingkan dua metode ekstraksi solasodin dari Solanum khasianum CB. 2.* Alkaloida dari Stephania corymbosa Bl. Solanum tuberosum L.* 158.* Pengaruh ekstrak: 1. Pengaruh pencekokan ekstrak daun Solanum laciniatum Ait. Andy JK FMIPA Soelistyanto UNPAD 75 13 .

Tati Hurustiati Achyar Koesnadi JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD FMIPA UNPAD FMIPA 86 168.I) K. pada mencit putih dengan metode rotating rod & sand filter Rida Ernola Akmal JF FMIPA UNAND JF FMIPA UNAND 87 88 174. 86 169. Uji efek analgesik dari infusa batang Elly Panglepu- JFFMIPA ITB JF FMIPA 88 ringtiyas Hilwan 87 165. Azihar JF FMIPA UNAND 87 14 .K Isolasi alkaloida dari daun Voacanga foetida (Bl. & Thems.) Miers ex Hook f.* brotowali. Pemeriksaan fitokimia ekstrak etanol biji halba (Trigonella foenitmgraecum L. dan penentuan kadar Imtihanah 89 dalam ekstrak Roxb. Uji efek penenang rebusan buah Voacanga foetida (Bl. 166. 79 UNAND JK FMIPA ITB 171.' Stuktur dan komposisi tumbuhan yang Eming biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Notog. Tinospora crispa (L.) K.* Pengaruh sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq.) terhadap daur estrus Yarnelly Gani 80 mencit (Mus musculus) Penelitian fitokimia kulit kayu kasai yang dipergunakan sebagai obat antihamil di Sumatera Barat dkk.) Miers ex Hook f.* Trigonella foenumgraecum L. Rusjdi Djamal dkk.) Uji spermisida saponin isolat dari biji Halba (Trigonella foenitmgraecum L.NO. 170. Thevetia neriifolia Juss.) K.) K. pada tikus jantan putih Yuda Teruna UNAND Yutiardy Rival JF FMIPA UNAND 87 167.) Miers ex Hook f.* Isolasi alkaloida dari buah Voacanga foetida (B. pada mencit putih jantan dengan metode tail flick Uji efek antiinflamasi (antiradang) infusa batang brotowali.) in vitro Z. Pemeriksaan kandungan senyawa kimia daun dan biji Tlievetia neriifolia Juss.* Voacanga foetida (Bl.* Tinospora crispa (L. Schum. Tinospora crispa (L. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 163.* Uncaria gambir (Hunter) Isolasi tanin dari Uncaria gambir (Hunter) Roxb. & Thems. Schum. BKPH Kebasen KPH Banyumas Timur Jawa Tengah Sudiana FB UNSOED 85 164. & Thems. 172.* Tristania swnatrana Miq. Schum. Schum. 173.

) 182. pada tikus putih jantan Analisis fitokimia simplisia sidawayah. dan pemeriksaan daya antibakteri sari metanol Zea mays L. dengan berbagai periode penyiangan terhadap pertumbuhan dan Marliyani JFFMJPA UNPAD 88 hasil Zea mays L.* FK UI 78 dkk.) K.) Khasiat paliduri terhadap spermato genesis pada tikus putih Penelitian mengenai ada tidaknya sifat hipoglikemia pada jamu yang dikenal sebagai obat antidiabetes Survai penggunaan jamu sebagai kontrasepsi (Tahap I) Azalia Sinto dkk.* Woodfordia floribunda Salisb. Uji efek hipotensif ekstrak akar Voacanga foetida (Bl. JFFMIPA ITB 87 N.* Zingiber aromaticum Val.* Zingiber officinale Roxb. 15 .* Lain-lain 186. Uji efek analgesik perasan rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb.NO. Bastiam Rahmanudin Veronica Bajang 88 89 UNAND JFFMIPA UNAND JF FMIPA UNPAD 177. Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia rimpang lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val. Henny Setiatin JK FMIPA ITB JFFMIPA ITB 86 89 Zingiber zerwnbet Sm. Schum.* PENULIS INSTANSI JFMIPA TH Isolasi alkaloida dari akar Voacanga foetida (Bl. 178.* FK UI JK FMIPA ITB 78 78 187. 183. 81 Woodfordia floribunda Salisb.* 176. 180. 179. Schum.* Zingiber ottensii Val. Pengkajian kimiawi ekstrak n-heksan Ida Hariati Agus Iman JK FMIPA ITB 87 dari Zingiber aromaticum Val. 184. Pengaruh sinar cobalt 60 gamma terhadap struktur morfologi dan anatomi derivat epidemis daun tanaman jagung Sri Woelaningsih FB 80 UGM (Zea mays). 181. Suherman 185.) pada Latifah JF FMIPA UNPAD 87 mencit Konstituen kimia minyak atsiri dari Zingiber ottensii Val. Pemeriksaan flavonoida dan minyak atsiri Hendra Yuliansyah dari rimpang lempuyang gajah (Zingiber zerumbet Sm.) K. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 175. Soekeni Soedigdo Suharti K. Pengaruh tumpang sari Phaseolus viilgaris L.

at present and in the future Sangat P3 Biol Roemantyo. Inventarisasi tanaman obat di kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas Struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat di hutan lereng selatan gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur Riche Hariyati Eming Sudiana Sulistyani dkk.* 200. 196. 84 85 201. Ambar Supeni Hilda JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JB FMIPA UNPAD 189. 86 195.NO. Tumbuh-tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional untuk menurunkan tekanan darah tinggi Sri Herliani 79 193. H. 89 87 87 Pengaruh kurkuminoid terhadap transpor glukosa pada eritrosit manusia Penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia Khasiat tanaman obat yang didapatkan di sebagian daerah Umbul Sanga Kopeng dan BBI Ngrajeg 85 199. Deteksi obat sintetik yang mungkin ditam.* 88 16 . Jamu in the past. Sangat P3 Biol Roemantyo. H. 197. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 84 188. Beberapa parameter darah setelah pemberian berulang jamu antirematlk pada tikus Wistar Mencart metode identiflkasi obat sintetik yang mungkin ditambahkan dalam jamu secara cepat dan sederhana 86 191. Eti Kurniati Tri Saptini Gratiana Ekaningsih dkk. Traditional herbal medicines in Javanies families Sangat P3 Biol Roemantyo. H. Jawa Barat Lain-lain 87 190. 88 192.Ella bahkan ke dalam obat tradisional secara Noorlaela kromatografi lapis tipis Tumbuhan dan produknya yang berkhasiat sebagai hepatoprotektor Sidik dkk.* 198. Pengaraatan etnobotani serta keaslian jamu gendong di Bogor. JF FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD FB UNSOED FB UNSOED FB UNSOED FB UNSOED 87 194.

Skrining aktivitas antifungi beberapa jenis tanaman suku Leguminosae Tumbuhan dan produknya yang 86 89 din Gumay Soetijoso Soemitro berkhasiat sebagai antidiabetes 215. Ethnopharmacology of several medicinal plants in Manusela Ceram. Jenis-jenis Zingiberaceae di hutan Kaliurang S.* 203. H. Kontribusi TOGA (Taman Obat Keluarga) bagi rumah tangga pedesaan Roemantyo. Some ethnobotanical aspects and conservation strategy of several medicinal plants 87 209.* 212. Ethnobotany of several medicinal plants in Harowu village. Sutanti BRN dkk. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI FB UGM P3Bioi TH . Kartolo S. H. H.NO. 214. Riswan S. H. Utilization of wild medicinal plants and its conservation P3 Biol 90 Roemantyo. Wulangi dkk. S . Indonesia 211. Sangat P3Biol Roemantyo. P3Bioi Sangat Roemantyo. 79 90 ' 202. P3 Biol 90 ruminant medicinal plants 206. H. Sri Hertati Burhanud- 208. P3Biol Sangat Roemantyo. Sangat 205. Sutanti BRN dkk. obat dan cara pengobatan tradisional di daerafa Kupang. Indonesia Efek hipotensif beberapa tanaman di 89 210. Sangat 89 207. H. Timor Sangat P3 Biol Roemantyo. 90 17 . Javanese medicinal plants. Jenis-jenis benalu yang tumbuh pada FTP IPB FB UGM JKFMIPA UNPAD JF FMIPA ITB FMIPA UNPAD 80 81 81 pohon teh Daya inhibisi berbagai ekstrak tanaman suku Leguminosae terhadap kerja enzim tripsin 213. their distribution and uses Some ethnobotanical aspects of several Sangat P3Biol 90 Roemantyo. Indonesia" Lain-lain 204. Central Kalimantan. Pemanfaatan beberapa jenis tumbuhan dkk. H.

Skrining fitokimia dari beberapa tumbuhan yang digunakan dalam ramuan obat tradisional Karo. yang terdapat dalam kuning (param).NO.*. sember dan tawar Djamal Alimin Harahap UNAND JF FMIPA USU 86 18 . NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 216. Inventarisasi tumbuh-tumbuhan obat di PENULIS Rusjdi INSTANSI FMIPA TH 81 Sumatera Barat 217.

ABSTRAK PENELITIAN .

Tingkat larva A. Uji kepekaan larva Aedes oegypti L. Percobaan dengan menggunakan pola faktorial dengan rancangan acak kelompok. 1990. menunjukkan adanya tiga komponen utama. Setelah diuapkan. Pada hidrogenasi tanpa pengaliran gas hidrogen terbentuk kristal putih (98. JO mL. Analisis secara HPLC menunjukkan adanya dua puncak dengan waktu retensi yang berbeda dari komponen dalam senyawa U 19 . 1988. Dengan menggunakan spektrum ultraviolet dan spektrum kromatografl gas-spektroskopi massa (GC-MS) ditunjukkan bahwa kristal adalah flavonoida. Hidrogenasi terhadap asam anakardat hasil isolasi menggunakan katalis Raney-nickel dilakukan dengan dua metode. Besar pengaruh liniernya ditentukan oleh koefisien sebesar 0. FB UNSOED ENANGGULANGAN penyakit demam berdarah (DHF) di Indonesia masih mengalami kesulitan. Salah satu upaya penanggulangan DHF ini.6528 atau 65. identifikasi dan konversi asam anakardat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium occidentale L. 4*) AGERATUM CONYZOIDES L. sedangkan pengaruh garis tingkat kuadraternya sebesar 0. instar HI dan instar IV merupakan faktor A. terhadap ekstrak Ageratum conyzoides L. conyzoides. aegypti instar II paling peka terhadap ekstrak A. menggunakan eluen petroleumeter(40-60):dietUeter:asam format = 70:30:2. aegypti yang mati dengan pemberian dosis ekstrak A. JK FMIPAITB D AUN saga secara tradisional digunakan terhadap berbagai kelainan.78). 40 mL. 30 mL. sedangkan analisis secara kromatografi cair tekanan tinggi (HPLC) dengan kolom ODS-Cis dan eluen MeOH:HOAc 4% = 85:15. Isolasi.) dengan metode kromatografl kolom. 50 mL dengan LCso sebesar 19. P (No. asam anakardat hasil isolasi memberikan satu bercak (Rf=0. 40 mL dan 50 mL dalam 100 mL air merupakan faktor B. aegypti instar II. aegypti lebih dari 50% populasi terjadi pada pemberian dosis 20 mL.69%. Dari pencucian dihasilkan kristal berwarna kuning keputihan dan setelah rekristalisasi dalam metanol panas dihasilkan kristal putih agak kekuning-kuningan.) TUTUK BUDIATI.33 mL dan LC95 sebesar 47. aegypti) dan abate yang digunakan untuk membunuh stadia larvanya. Diperoleh cairan kental kekuningan. Beberapa senyawa kimia berasal dari tumbuhan dapat juga digunakan untuk mengendalikan populasi serangga. Pemberian suspensi ekstrak A. 30 mL. Pada uji kromatografl lapis tipis dengan eluen yang sama. Sianida diketahui bersifat racun dan dapat membunuh mamalia dan serangga.50 mL dalam 100 mL air selama 3 x 24 jam. 1987. Isi sel tumbuhan yang berupa racun tersebut dapat dikeluarkan dengan cara eksudasi maupun ekstraksi. Penelitian ini mencoba untuk mengungkapkan kandungan kimia dari daun. residu dicuci berturut-turut dengan kloroform. eter dan etilasetat. dilakukan dengan cara pengasapan (fogging) dengan malation untuk membunuh vektor Aedes aegypti L. Studi isolasi senyawa glikosida dari daun saga (Abrusprecatorius L. Kematian larval. JK FMIPA ITB NTUK mendayagunakan hasil sisa dari proses pengolahan biji jambu mete di Indonesia. conyzoides) mengandung senyawa kumarin. Dalam penelitian ini hasil pengeluaran isi sel (ekstrak) akan diuji toksisitasnya terhadap A aegypti.(No 1*) ABRUS PRECATORIUS L. di laboratorium SUNOTO. conyzoides dalam 100 mL air menunjukkan hubungan garis linier dan kuadrater yang sangat nyata. telah dila kukan isolasi asam anakardat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium occidentale L.28%. conyzoides 0 mL. Penelitian kandungan kimia tanaman ini banyak dilakukan terhadap bijinya. bahwa larva A.0669 atau 6. Banyaknya larval. Ekstraksi secara kontinyu dilakukan terhadap daun saga untuk mengjsolasi senyawa glikosida.85%) dengan jarak lebur 84-85°C.) HARLIA DJUHARDI. yaitu dengan dan tanpa pengaliran gas hidrogen. (A. Hasil percobaan menunjukan. eugenol 5% dan sianida (HCN). 7*) ANACARDIUM OCCIDENTALE L. (No. 20 mL. Ageratum conyzoides L^ (A.

bantun) suku Euphorbiaceae tumbuh di daerah Sumatera Barat..5°C. 4 (empat). berupa kristal putih. Pemeriksaan pendahuluan terhadap kulit batang dan daun menunjukkan adanya kandungan alkaloida. alkaloida T2 berupa kristal putih bentuk jarum halus sebanyak 0. dimana tidak terlihat adanya ikatan olefinik. Tumbuhan ini digunakan sebagai ramuan obat panas dalam dan sakit kepala. Komponen utama (95%) pada hasil hidrogenasi diduga sebagai asam anakardat jenuh (15:0). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). FB UNSOED T UJUAN penelitian ini ialah untuk mengetahui sampai umur kehamilan berapakah ekstrak nanas muda sebanyak 0.) muda MULYOTO.001%. sterol. berupa kristal putih bentuk jarum halus sebanyak 0. MACHMOED AZHAR dkk. pemisahan berdasarkan pengendapan pada pH tertentu. 12*) ANTIDESMA TETRANDUM BL. Seandainya mencit hamil yang diberi ekstrak nanas muda ternyata melahirkan anak.2 mL per mencit berpengaruh mematikan embrio mencit (menggagalkan kehamilan) jika diberikan pada umur kehamilan 2 (dua) dan 4 (empat) hari.01%. dengan perlaku- an ekstrak nanas muda sebanyak 0. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. 1986. maka sebagai tolok ukur ada tidaknya pengaruh ekstrak nanas muda tersebut adalah panjang tubuh anak mencit yang baru lahir. Sebagai tolok ukur ada tidaknya pengaruh ekstrak nanas muda tersebut ialah ada tidaknya anak mencit yang lahir setelah kehamilan mencapai umur 21 hari. dan senyawa peptida bukan alkaloida. alkaloida.0038%. suhu lebur 225°C. yang diberikan sekali pada umur kehamilan 2 (dua). hasilnya tidak berbeda nyata. Isolasi dilakukan pada kulit batang segar yang dicincang halus dengan metode maserasi menggunakan metanol. (No.asal. Setelah dilakukan analisis dengan uji t terhadap panjang tubuh anak mencit yang baru lahir. 16*) AVERRHOA BILIMBI L.2 mL dapat berpengaruh terhadap perkembangan embrio mencit. kemungkinan asam anakardat jenuh (13:0). jarak lebur 271-271. secara tradisional ada hubungannya dengan kandungan kimia dalam daun tersebut. 6 (enam) hari. Hal ini didukung oleh data spektrum 1H-NMR senyawa hasil hidrogenasi. Diperoleh dua senyawa alkaloida dan satu senyawa peptida bukan alkaloida. terutama jenis alkaloidanya. flavonoida. 1988. . bentuk jarum. Ini menunjukkan bahwa ekstrak nanas muda sebanyak 0. Ingin diketahui kandungan kimia pada kulit batang. glikosida. Kedua alkaloida mengandung gugus amida memberikan indikasi bahwa keduanya adalah alkaloida peptida. antara induk yang diperlakukan dengan kontrol. Induk-induk mencit yang diberi ekstrak nanas muda sebanyak 0. Dari daun telah berhasil diisolasi dua senyawa alkaloida. (No. fraksinasi dengan etilasetat dan asam tartrat. Kehamilan mencit yang diberi ekstrak nanas (Ananas comosus L. Untuk memastikannya perlu dilakukan analisis spektrum massa. kehamilannya dapat berlangsung dengan ditandai oleh terjadinya kelahiran yang normal. Isolasi alkaloida peptida dari kulit batang Antidesma tetrandum BL A MARTONI.2 mL tidak mempengaruhi perkembangan embrio mencit jika diberikan pada kehamilan umur 6 (enam) hari dan sesudahnya. FMIPA UI B 20 ELUM diketahui apakah pemakaian daun Averrhoa bilimbi L. JF FMIPA UNAND ntidesma tetrandum BL (bonai tanduk. Usaha pemeriksaan golongan kimia zat yang terkandung dalam Averrhoa bilimbi L. sebanyak 0. sedangkan komponen tambahan. yaitu: alkaloida T. berupa pohon atau semak. jarak lebur 258-259°C. Untuk ini akan diperiksa adanya kandungan golongan saponin. sekitar 5%.2 mL. 9*) ANANAS COMOSUS L.2 mL pada umur kehamilan 6 (enam) hari. (No. Sebagai kontrol ialah induk mencit yang hamil tanpa diberi perlakuan. Dari hasil penelitian ini ternyata bahwa ekstrak nanas muda sebanyak 0. kromatografi kolom dan pemurnian dengan rekristalisasi. 1979.

Dalam daun Averrhoa bilimbi ini terdapat senyawa sterol di samping senyawa lain yang belum dapat diidentifikasi. masing-masing kelompok terdiri 5 ekor tikus. Dari Fraksi A (dalam petroleum eter) dengan kromatografi lapis tipis dapat dipisahkan 7 bercak yang Rf-nya berbeda dan mempunyai karakter yang berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. Teridentifikasi adanya minyak atsiri. Dari Fraksi C (dalam metanol) dapat dipisahkan 3 bercak dengan Rf-nya yang berbeda serta karakternya berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. 1981. secara oral diberi karbon tetraklorida (CCLj) sebanyak 1. 21*) BAMBUSA VULGARIS SCHRAD. Isolasi. yaitu sitosterin. Jakarta Selatan. Dalam minyak atsiri terisolasi komponen yang berupa kristal jarum. kromatografi lapis preparatif. flavonoida maupun glikosida. tanin. klasifikasi. 1981. (No. berwarna putih. terhadap nekrosis sel-sel hepar tikus putih jantan MULYONO .. berwarna kuning. kristalisasi serta karakterisasi kandungan utama akar rebung Bambusa vulgaris Schrad. jarak lebur 264-270°C dan mempunyai bobot molekul 456. 48 jam (kelompok II). kloroform dan metanol. Soksletasi dengan pelarut yang berbeda dapat diisolasi kandungan utamanya. dibiarkan 24 jam (kelompok I). 21 . 1981. (No. fenol. yaitu sitosterin. Kepada tikus kelompok I-V. WAHYONO. dapat dipakai dalam melakukan penilaian mutu simplisia. 96 jam (kelompok IV) dan 120 jam (kelompok V).25 mL/kg bb. berbau khas. penentuan jarak lebur dan spektrofotometri ultraviolet dan inframerah. 20*) BAMBUSA VULGARIS SCHRAD.Contoh dari Jakarta Barat.). Metode yang digunakan adalah soksletasi dengan petroleum eter. tidak berbau. 72 jam (kelompok III). Dari fraksi ini didapatkan kristal amorf dalam jumlah sedikit dan belum murni. Dari fraksi ini dapat dikristalkan suatu senyawa steroida.) YETTY SUPATMIJATI. klasifikasi. FF UGM dilakukan penelitian terhadap kemungkinan adanya interaksi antara E dan TELAH Bambusa vulgaris Schrad. tidak mengandung senyawa saponin. tidak berasa. (No. kromatografi lapis tipis. Triterpenoida asam yang terisolasi berupa kristal amorf. IMONO ARGO DONATUS. Jakarta Timur. 19*) BAECKEA FRUTESCENS L. Informasi tentang kandungan kimia.. terhadap nekrosis hepar tikus putih jantan. FF UGM T UJUAN penelitian adalah melakukan isolasi. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: 1. Tikus kelompok VI-X. Jakarta Utara dan Jakarta Pusat setelah diidentifikasi di Herbarium Bogoriensis diperiksa dengan cara kromatografi lapis tipis. kristalisasi serta karakterisasi kandungan utama akar rebung Bambusa vulgaris Schrad. JF FMIPA UNPAD adalah mencoba melakukan analisis susunan kandungan kimia yang MAKSUD dari penelitian ini jungrahab. setidak-tidaknya terdapat dalam simplisia mengenai golongan senyawa kimia. alkaloida. Dari Fraksi B (dalam kloroform) dapat dipisahkan 3 bercak yang Rf-nya berbeda serta karakternya berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. Interaksi antara vitamin E dan infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. Pemeriksaan kandungan kimia dan usaha isolasi triterpenoida dari daun jungrahab (Baeckeafrutescens L. Dari fraksi ini dapat dikristalkan suatu senyawa steroida. 2. lelah dilakukan penelitian analisis fitokimia dari simplisia jungrahab (Baeckea frutescens L. SIDIK. Akar muda rebung Bambusa vulgaris Schrad. senyawa triterpenoida asam dan tanin. Komponen tersebut kemungkinan adalah baeckeol. secara oral diberi air suling sebanyak 10 mL/kg bb. vitamin sepuluhinfus rebung Seratus ekor tikus secara acak dibagi menjadi 22 kelompok.

48. natrium. agar minyak nyamplung dapat dimanfaatkan lebih luas. kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas. Bijinya mengandung minyak sekitar 42%.62. Dari penelitian ini diperoleh sifat kimia dan fisikanya. kemudian secara subkutan diberi vitamin E 220 mg/kg bb.) EVA SARIFAH HAYATI. XIII dan XIV Semua tikus kelompok XV-XVIII secara oral diberi CCU seperti kelompok XI-XIV. Indonesia Timur. daun pemeliharaan.9265. 72. n<j 25 = 1. antara lain klon. XII. dapat disimpulkan bahwa proses penyembuhan nekrosis hepar tikus putih jantan (karena CCLj) tidak dapat dipercepat oleh vitamin E. Bahan penelitian yang digunakan ialah daun pucuk peko. kemudian diukur aktivitas SOFT secara spektrofotometri dengan metode Reitman Frankel. kalsium dan besi. Kemungkinan karena terjadinya interaksi farmafcokinetik atau farmakodinamik antara vitamin E dan zat berkhasiat dalam infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. tangkai muda. Penelitian meliputi isolasi dan penetapan kadar kofeina secara gravimetri. kadar abu 4. bilangan asam dan senyawa tak tersabunkan. viskositas dan bqbot jenis.. Proses penyembuhan nekrosis hepar tikus putih jantan (karena CCU) oleh infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. Mekanisme penghambatannya belum diketahui dengan pasti. daun kedua. JF FMIPA UNPAD menjadi teh TEH sebagai komoditi ekspor diolahdari kebunbeberapa macam produk.71. Kelompok XI XIV. Analisis kandungan kofeina dari empat klon teh (Camellia sinensis L. kadar 40% b/v. bilangan penyabunan 200. serta pemeriksaan histologjs sel-sel hepar setelah dicat dengan hematoksilin-eosin. karotenoida dan sitosterol. dan 96 jam untuk kelompok XI. Sifat kimia yang ditentukan adalah bilangan yodium... kecuali bahwa pemberian infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. fcemudian secara oral diberi infus rebung Bambusa vutgaris Schrad. atau untuk penerangan. biarkan 24 jam. Di beberapa tempat minyak digunakan untuk berbagai keperluan. selanjutnya dibiarkan lagi seperti pada kelompok XI-XIV. Produk teh tersebut berasal yang terdiri dari bermacam-macam Telah dilakukan analisis kandungan kofeina dari empat macam klon teh (Camellia sinensis L. Setelah masing-masing kelompok mendapat perlakuan. nm25=66. Data kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas menunjukkan bahwa asam lemak utama adalah palmitat. yaitu: bilangan yodium 99. biarkan lagi berturut-turut: 24. semua tikus diberi CCLj 1. Sifat fisika yang ditentukan adalah indeks bias. (2) klon TRI2025. Jenis asam lemak diperiksa dengan metode kromatografi kertas.) JOHANSYAH. 24*) CAMELLIA SINENSIS L. diperlambat oleh vitamin E. kadar 40% b/v sebanyak 10 mL/kg bb. ternyata mengandung tanin. Sedang kepada tikus kelompok XIX-XXII diperlakukan sama seperti pada kelompok XV-XVIII. d30 = 0. daun ketiga. tumbuh dan tersebar dari Afrika Timur sampai India. yaitu: (1) klon TRI 2024.25 mL/kg bb. daun indung dan daun tua. Dari analisis data aktivitas SGPT dan gambaran histologis sel-sel hepar tikus putih jantan.94. FiHphia dan daerah sekitarnya. selalu berdaun hijau. 23*) CALOPHYLLUM INOPHYLLUM L.47%. biarkan selama 24 jam. bilangan asam 0. serta analisis statistik dari data yang diperoleh. JK FMIPAITB 'YAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L. 1988. stearat.4762. 1988. (No. (No. Analisis abu menunjukkan adanya logam kalium. membuat sabun.Akan diteliti sifat kimia dan fisika minyak nyamplung. Isolasi dan analisis minyak biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) adalah tumbuhan yang besar batangnya.006%.hijau dan teh hitam. Minyak mengandung resin yang menyebabkan berwarna hijau dan rasa pahit.56. Analisis kualitatif terhadap senyawa tak tersabunkan.selanjutnya berturut-turut dibiarkan 24 sampai 120 jam seperti pada kelompok I-V. dan membandingkannya dengan minyak nabati lain yang biasa dikonsumsi manusia. daun pertama. tokoferol. 22 . (3) klon PS 1 dan (4) klon Kiara 8. senyawa tak tersabunkan 1. Isolasi minyak dari biji nyamplung menggunakan sokslet dan pelarut n-heksan. oleat dan linoleat. seperti untuk pengobatan sakit kulit dan kusta. bilangan ester 199. bersama-sama dengan pemberian vitamin E.83 cP. bilangan penyabunan.).

tidak mengandung tanin dan enzim papain.48%}. 26*) CARICA PAPAYA L. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biji pepaya kering mengandung protein dan lemak dalam jumlah besar. dibandingkan dengan hasil analisis yang sama pada kapsaisin dari buah cabe gendot (Capsicum annuum var. JK FMIPAITB "APSAISIN dikenal sebagai penyebab rasa pedas pada buah cabe (berbagai spesies tanaman dengan us Capsicum).74%. daun indung: 1.).) yang ditetapkan secara gravimetri menunjukkan. b) daun pertama: 4.06% dan 24. abbreviatum F. Cara ini dilakukan dengan menambahkan magnesium okslda sebanyak 50% b/v untuk membantu membebaskan alkaloida kofeina dari ikatan garamnya. Analisis dilakukan dengan kromatografi lapis tipis.84%. sedang dari cabe gendot berkisar antara 0.49%.68%.88%.30 sampai 0. Serapan ultraviolet kapsaisin cabe gendot menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 229 nm dan 279 nm. jauh di bawah batas yang diizinkan dalam bahan makanan. daun kedua: 2.38%. memiliki gugus fungsi yang sama serta komponen kapsaisinoid yang sama pula.9748 bagian per juta. tangkai muda: 1.81%. daun tua: 1. 23 .30 sampai 0. dalam larutan basa serapan maksimum bergeser menjadi 220.16%. c) Pengamatan spektrum inframerah ekstrak cabe merah maupun ekstrak cabe gendot menu jukkan pita-pita serapan yang sama. daun indung: 1. 247. 25*) CAPSICUM ANNUUM L. daun ketiga: 2. daun indung: 1. 321. (No. longum S.0 nm. daun ketiga: 2. untuk mengetahui sejauh mana biji pepaya dapat dimanfaatkan sebagai Contoh yang diteliti adalah biji pepaya dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kadar kofeina yang diperoleh adalah sebagai berikut. yaitu masing-masing adalah 23.0 nm.13%.63%.02%. Studi perbandingan kapsaisin dari buah cabe merah dan cabe gendot (Capsicum annuum L. FTP UGM UJUAN penelitian adalah Tbahan makanan manusia. (No. ' klon PS 1: daun pucuk peko: 4. Juga d) spektrum massa kapsaisin dari cabe merah maupun dari cabe gendot menunjukkan adanya 3 senyawa yang mirip kapsaisin.51%.22%. daun kedua: 3.5 nm dan 295. t>) Serapan ultraviolet kapsaisin cabe merah menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 235. yaitu dengan bobot molekul 293.Isolasi kofeina dilakukan dengan menggunakan metode Bailey-Andrew yang dimodifikasi (AOAC 1975).50%. 1987. daun pemeliharaan: 1. Kemudian direfluks selama 2 jam.67%. daun pemeliharaan: 1. Hasil penetapan kadar kofeina dalam semua daun teh dari empat macam klon teh (Camellia sinensis.50%. daun pemeliharaan: 1.91%.33%. daun pemelihara: 1. daun pertama: 4. Pemanfaatan biji pepaya Carica papaya L. daun tua: 1.0 nm dan 290. (3) klon PS 1 dan (4) klon Kiara 8. • klon TRI 2024: daun pucuk peko: 86%.5 nm.86%.61%. ° klon Kiara 8: daun pucuk peko: 4.31%. daun pertama: 4. spektrofotometri ultraviolet dan inframerah. Analisis berdasarkan: a) kromatografi lapis tipis menunjukkan harga Rf kapsaisin dari cabe merah berkisar antara 0. daun indung: 1.20%. untuk bahan makanan SOEWEDO HADIWTYATO dkk.35. tangkai muda: 2.18%. daun ketiga: 2.) PRITA KRESNA.23%.57%. tangkai muda: 2. daun kedua: 3. dalam larutan basa serapan maksimum bergeser menjadi 220. 247. bahwa kadar kofeina dalam: (1) klon TRI2024 lebih besar daripada dalam(2) klon TRI2025.73%. Zat racun asam sianida (HCN) terdapat dalam jumlah 0. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapsaisin dari buah cabe merah (Capsicum annuum var.). 1980. L. Dari spektrum inframerah dan spektrum massa tersebut dapat dikatakan bahwa kapsaisin dart cabe merah maupun dari cabe gendot. daun kedua: 4.70%. b) daun pertama: 3.49%. tangkai muda: 2. • klon TRI 2025: daun pucuk peko: 1.307.. kofeina yang terbentuk dimurnikan dengan jalan menarik dengan kloroform. di sampmg kapsaisin dengan bobot molekul 305.5 nm. daun tua: 1.48%.0 nm. daun ketiga: 2.0 nm dan 280.92%.37.95%. daun tua: 1.

tidak berwarna dengan jarak lebur 122-128°C. Isolasi alkaloida dari tumbuhan Cephaelis sdpulacea BL YULIANTI. Karakterisasi senyawa dilaku- kan dengan menentukan jarak lebur dan pemeriksaan spektroskopi ultraviolet. sediaan salep yang mengandung sari daun ketepeng memberikan efek bakterisid terhadap Staphylococcus aureus. rasa pedas getar. dan kadar protein rendah. serta bobot molekul 174. 35*) CEPHAELIS STIPULACEA BL. Tujuan ini adalah mana sari daun ketepeng dapat ditambahkan ke dalam sediaan salep menjadi sediaan yang baik dan mapan tanpa mengurangi khasiat pengobatan.06 pada konsentrasi larutan pektin 2 g/L dan pada suhu 25°C. (No. yaitu 2. bahan diduga gramina. 36*) CITRUS GRANDIS (L.8904 cP. (jeruk besar) adalah salah satu jenis dari suku Rutaceae.70%. Minyak biji pepaya berwarna kuning dan mempunyai peluang baik sebagai minyak makan.Untuk bahan makanan. Citrus grandis (L. 1 gugus N-dimetil dan 1 N-H. Dosis sari ditentukan berdasarkan kenaikan MIC yang masih dapat ditampung oleh dasar salep. Pengujian terhadap daya antimikroba dari kandungan sari sediaan salep tersebut dilakukan dengan metode perforasi dan kontak dengan mikroba uji Staphylococcus aureus.) Osbeck. dengan metode 24 . JK FMIPA ITB ANAMAN Citrus grandis (L. Kadar minyak yang dapat diekstraksi dari biji pepaya dengan cara pengepresan adalah: 11. (No. sedang terhadap Pseudomonas aeruginosa bersifat bakteriostatik. Biji pepaya baik untnk bahan sumber minyak nabati. Secara spektroskopis diperoleh informasi adanya 5 proton aromatik. Penelitian ini dimaksudkan hasil Setelah maserasi. DlAN NURYANl. Tpemanfaatan buah jeruk tersebut timbul banyak buangannya. DARI penelitian fitokimiauntuk mengisolasi alkaloida dan memeriksa senyawauntuk isolasi. SRI HERJATI SETIODIHARDJO.26%. pemurnian dilakukan dengan cara rekristalisasi. Isolasi dan karakterisasi pektin dari kulit buah jeruk besar.82% berat basah. 29*) CASSIA ALATA L. 1 gugus metilen. dengan menggunakan pelarut minyak dietileter adalah: 24. Uji daya antimikroba salep yang mengandung sari daun ketepeng Cassia alata L.) OSBECK. Dari kulit buah Citrus grandis (L. Pseudomonas aeruginosa dan Microsponim gypseum. segar diperoleh pektin sebesar 0.) sudah lama penelitiansebagai obatuntuk mengetahui sejauh batan penyakit kulit dan sebagai pencahar. Kandungan metosil dalam pektin ditetapkan dengan dua cara. Diperoleh kristal jarum. resonansi magnet nuklir (NMR) dan GC-MS. suhu 25°C) dari larutan pektin adalah: 1. salep tercuci dan salep yang dapat larut dalam air. 1987. 1987. karena sifat-sifat yang sama dengan sifat-sifat minyak makan nabati lain.) Osbeck. (No.41%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 2 sampai 4 x MIC. JF FMIPA UNAND Cephaelis stipulacea Bl. dengan viskositas 0. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi pektin dari kulit buah jeruk besar menggunakan pelarut pengendap etanol dan pemurnian secara pengendapan ulang. JF FMIPA UNPAD dikenal tradisional untuk pengoSARI daun ketepeng (Cassia alata L. inframerah. salep scrap. 1986. biji pepaya kurang baik jika dibuat tahu karena warna coklat hitam tidak menarik. yaitu terutama kulitnya.) Osbeck. pemeriksaan alkaloida dilakukan secara kromatografi lapis tipis dan pemisahan kromatografi kolom. Bentuk sediaan salep yang digunakan adalah salep lemak. memberikan reaksi positif alkaloida. Hasil analisis dengan reaksi kimia dan spektrum inframerah menunjukkan bahwa senyawa yang berhasil diisolasi dari kulit buah jeruk besar adalah senyawa pektin. Penentuan viskositas dengan metode viskosimetri Oswald menghasilkan viskositas relatif terhadap pelarut (air suling.

tiap 4 minggu sekali.oleh 4. FKH UGM P ENELITIAN ini dilakukan untuk memperoleh data penggunaan obat tradisional terhadap pertumbuhan domba. jeruk keprok D SRI ULINA PURBA. (No.917 kg.5 mL/kg bb.2%. 37*) CITRUS NOBILIS LOUR. terhadap pertumbuhan kambing SUDJIMANDJOJOSENGODJO dkk. tiap-tiap kelompok terdiri 3 ekor domba. kelompok HI = 1. wasir. sedang kelompok IV diberi obat cacing Panacur 0. fiavonoida.. (jeruk besar) diduga hesperidin calkon dan hesperidin dari Citrus nobilis Lour.047%. Senyawa kimia yang teramati adalah alkaloida.32 ± 0.7%. Jika dibandingkan kelompok I dengan kolompok II ada perbedaan yang nyata (P< 0.15 kg. Setelah isolasi dtlakukan pemurnian dan uji kualitatif. Kelompok I sebagai kontrol. 41)* CURCUMA AERUGINOSA ROXB.1 kg. Kelompok I dan kelompok III ada perbedaan.) adalah salah satu tanaman Pengaruh perasan temu ireng Curcuma aeruginosa Roxb. tiap minggu sekali. ialah Citrus grandis Osbeck: dan Citrus nobilis Lour.5 mL/kg bb.05% dan kadar minyak atsiri dalam serbuk daun iler sekitar 0. Temu ireng yang sudah tua dibuat perasan dengan konsentrasi 50% dan 25%. dengan metode pektase: 2. Telah diteliti pengaruh perasan temu ireng terhadap pertumbuhan domba.1 ± 0. Dua belas ekor domba betina. kelompok IV = 2. Pemisahan kandungan kimia dilakukan dengan isolasi secara soksletasi bertingkat. kelompok II = 1. menggunakan berbagai pelarut dengan polaritas yang berbeda. (No.. mematangkan bisul dan perawatan setelah haid serta pemeliharaan pusar bayi. penentuan macam gugus fungsi ditentukan secara spektrometri NMR. Data spektrum ultraviolet. kelompok III diberi temu ireng dengan konsentrasi 50% dan dosis 2.1). Dari hasil pemisahan ini dilakukan pemeriksaan kandungan senyawa kimia secara kromatografi lapis tipis. namun perbedaan ini tidak nyata (P<0. luka-luka kecil. bahwa pertambahan bobot badan kelompok I rata-rata= 0. Hesperidin dari Citrus grandis Osbeck. Pemberian obat dilakukan secara oral dan selama peneiitian domba diberi makan dan minum ad libitum.. lujuan peneiitian ini adalah untuk mengetahui kandungan kimia dan spesifikasi farmakognosi dari daun iler. Hasil pengamatan selama 8 minggu menunjukkan. inframerah dan NMR menunjukkan bahwa hespiridin yang dihasilkan oleh kedua macam jeruk tersebut berbeda. diambil secara random. kelompok II diberi temu ireng dengan konsentrasi 25% dan dosis 2..) Tyang digunakan untuk pengobatan sakit tetinga. Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis Osbeck. JF FMIPA UNPAD ELAH banyak diketahui bahwa daun iler (Coleus atropurpureus Benth. Pemeriksaaan pendahuluan kandungan kimia daun iler (Coleus atropurpureus Benth.1987. sebagai obat pcmbanding digunakan obat cacing Panacur 0. adalah hesperidin flavonon. SUWARJlHERYANA. 1981. Ke25 . JK FMIPAITB ILAKUKAN isolasi senyawa hesperidin dari 2 macam kulit jeruk. (No. Temu ireng merupakan obat tradisional pernah diteliti terhadap askaris babi in vitro dan cacing askaris pada anak ayam in vivo yang hasilnya dapat memberikan harapan. bahwa kadar air dalam daun iler segar adalah sekitar 83. 1986. 40*) COLEUS ATROPURPUREUS BENTH.72 ± 0. umur kira-kira 6 bulan. jeruk besar dan dari kulit Citrus nobilis Lour.05). di samping sebagai pencuci mata. Dari hasil peneiitian diperoleh informasi.5% dan dosis 5 mg/kg bb.penyabunan diper.4 ± 0. dibagi menjadi 4 kelompok.829 kg. cacingan. Ekstrak yang diperoleh kemudian digunakan untuk pemisahan lebih lanjut melalui kromatografi cepat. saponm dan minyak atsiri..5%. Pengamatan dilakukan seminggu sekali selama 8 minggu. menggunakan berbagai pelarut dengan polaritas meningkat mulai dari pelarut yang non-polar sampai ke pelarut yang polar.

terlihat 9 komponen minyak atsiri dan 2 komponen kurkuminoid. JK FMIPAITB ENELITIAN komponen minyak atsiri beberapa jenis Curcuma yang lain sudah dilakukan. Dari fragmentasi massa dapat disimpulkan bahwa kedua komponen utama minyak atsiri rhizoma kunyit adalah turmeron dan ar-turmeron. dan kromatografi gas. 1988.) P TETI SURYETi. & Zyp. Dihasilkan ekstrak kentaf kurkuminoid dan minyak atsiri 0. menimbulkan pertambahan bobot badan domba. Wmkler antara lain Kaiser (1932. CH3. Penetapan bobot molekul masing-masing komponen dilakukan dengan spektrometer massa. (No. & ZYR Beberapa aspek farmakognosi temu mangga (Curcuma mangga Val. yang salah satu komponennya mempunyai HRf yang mendekati HRf desmetoksikurkumin. Minyak atsiri hasil destilasi uap berwarna kuning agak jingga dan berbau seperti bau tanaman penghasilnya.1933).5 mL/kg bb. tetapi juga tidak nyata (P < 0. JK FMIPA ITB tentang komponen minyak telah dilakukan oleh beberapa orang ahli. Rendemen minyak atsiri yang diperoleh dari rhizoma kunyit tua lebih besar dibandingkan rendemen minyak atsiri dari rhizoma kunyit muda. serta gugus aromatik. dilanjutkan dengan analisis kualitatif. Penenetuan komponen utama minyak atsiri kunyit _ (Curcuma domestica Val.lompok I dan kelompok IV ada perbedaan. tetapi pertambahan tersebut hanya ±16. Penelitian meliputi pemeriksaan pendahuluan. JF FMIPA UNPAD ENELITIAN ini dimaksudkan untuk menentukan beberapa spesifikasi simplisia dan mengisolasi minyak atsiri dan kurkuminoid yang terkandung di dalam rimpang temu mangga. 1988. 47*) CURCUMA MANGGA VAL. Analisis kualitatif dilakukan dengan kromatografi lapis tipis. (No. Minyak diperoleh dengan cara destilasi uap dari rhizoma kunyit segar. yang menganalisis komponen minyak kromatografi tipis dan Lunaw (1959). jika dibandingkan dengan pertambahan bobot badan menurut Dove. Kesimpulan: pemberian perasan temu ireng dengan konsentrasi 25% dan 50% dan dosis 2.6%. Hasil analisis dengan kromatografi gas-cairan dan GC-MS menunjukkan bahwa minyak atsiri kunyit mengandung dua komponen utama. (No. Oleh karena itu diadakan penelitian untuk mengetahui golongan senyawa kimia dan jumlah komponen utama yang terdapat dalam minyak temulawak. Dalam penelitian ini akan diperiksa komponen utama minyak atsiri dari rhizoma Curcuma domestica Val. Berdasarkan kromatogram minyak atsiri kunyit tua dan kunyit muda ternyata kadar turmeron dalam kunyit tua lebih besar dibandingkan dalam kunyit muda.005%). CH2. 26 .38%. Dari pemeriksaan kromatografi lapis tipis. Isolasi kurkuminoid dilakukan dengan cara soksletasi dengan pelarut metanol. Hal ini ditunjang oleh data spektroskopi inframerah yang diungkapkan seperti di atas. Penentuan komponen utama minyak atsiri temulawak Curcuma xanthorrhiza Roxb. Hal ini dapat diperlihatkan dari hasil perbandingan luas puncak masing-masing komponen dalam kunyit tua dan muda. 48*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Gunster Honvad dan Rao (1964). Terhadap minyak atsiri rhizoma kunyit dilakukan analisis gugus fungsi dengan spektrofotometer inframerah. isolasi minyak atsiri dengan destilasi cara Stahl seperti tercantum dalam Farmakope Indonesia Edisi III dan Materia Medika Indonesia.) dengan GC-MS P FlTRl YUNITA. namun menunjukkan hasil yang berbeda dalam hal jenis dan jumlah komponen utama yang terdapat dalam minyak. Malingre (1971) dan Purseglove (1981) juga telah mengidentifikasi komponen dalam minyak atsiri temulawak. Spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus C = O. 43*) CURCUMA DOMESTICA VAL. jumlah komponen dalam minyak atsiri ini ditentukan dengan kromatografi gas-cairan. SEMANGAT KATAREN. 1986. PENELITIANoleh Dieterle dandengan caraatsiri temulawaktapis(1943). C = C . isotasi zat berkhasiat.

50*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. kelompok II sampai dengan kelompok IV diberi per oral. 3% kolesterol. 49*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. masing-masing terdiri dari 3 ekor kelinci. dan kadar kurkuminoid isolat. sedang dosis 20 mg kurkuminoid menaikkan HDL. monoterpen-0. AMIR HAMZAH MAUZY. Pengaruh kurkuminoid dari temu lawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Ternyata soksletasi dengan aseton merupakan cara yang paling efisien. eter minyak tanah-aseton. Berdasarkan analisis terhadap fraksi terpen dan terpen-0 dengan kromatografi gas. Kurkuminoid diisolasi dengan cara ekstraksi menggunakan berbagai 5 pelarut organik dan air. Cara isolasi ialah: a) soksletasi dengan aseton. eter minyak tanah-heksan-aseton. PENELITIAN rendemenmembandingkan efektifitasserta pengaruh minyak atsiri terhadap rendemen ditinjau dari dan kadar kurkuminoid. trigliserida dan HDL-kolesterol darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia PRAMADHIA BUDHIDJAYA. Perbandingan beberapa cara ekstrasi untuk mengisolasi kurkuminoid dari rimpang temulawak Curcuma xanthorrhiza'Roxb. (No. masing-masing: tween 80. heksan. tetapi menurunkan kadar kurkuminoid isolat.kolesterol. berdasarkan analisis kromatografi lapis tipis. kromatografi gas dan kolom. 1988. ternyata dalam fraksi terpen terdapat 6 komponen utama. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol). 15 mg dan 20 mg dalam tween 80 dan air menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah. Basil menunjukkan bahwa. dan rimpang kunyit Curcuma domestica Val. Rendemen ditentukan secara gravimetris dan kadar isolat ditentukan secara spektrofotometri dengan menggunakan suiar tampak. Pemisahan minyak atsiri dengan cara destilasi uap tidak berpengaruh terhadap rendemen isolat. 1987.Minyak atsiri rimpang temulawak diisolasi dengan cara penyulingan dengan air selama 5 jam. etanol. JF FMIPA UNPAD P ENELITIAN ini bertujuan untuk mencari khasiat yang lebih spesifik tentang pengaruh kurkuminoid terhadap HDL-kolesterol. Ternyata pemberian kurkuminoid 10 mg.) terhadap kolesterol total. ternyata minyak temulawak terdiri dari 30 senyawa yang merupakan campuran senyawa monoterpen. kemudian dianalsis jumlah komponen terpen dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas dan terakhir dilakukan pemisahan komponen terpen dan terpen-0 dengan kromatografi kolom. eter minyak tanah-etanol.. Penetapan kadar kolesterol total dan HDL-kolesterol dalam serum dilakukan dengan metode CHOD-PAP. Dalam percobaan ini digunakan kelinci jantan yang dibagi menjadi 7 kelompok. Setiap kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut. b) refluks dengan aseton. seskuiterpen dan seskuiterpen-0. Dalam fraksi terpen-0 terdapat 4 komponen utama dan 2 komponen terpen-0 lainnya dengan kadar yang relatif kecil. 27 . c) maserasi dengan etanol dan ekstraksi air. 20 mg kurkuminoid + tween + air. sedang kadar trigliserida dengan metode GPO-PAP. kolesterol total dan trigliserida darah dari kelinci dalam keadaan hiperlipidemia. 15 mg dan 20 mg kurkuminoid + tween + air. kelompok V sampai dengan VII masing-masing diberi per oral 3% kolesterol selama 10 hari dan diikuti masing-masing dengan 10 mg. (No. Penetapan kadar tersebut dilakukan pada kelinci normal setelah pemberian kolesterol dan setiap minggu selama 6 minggu setelah pemberian kurkuminoid. JF FMIPA UNPAD ini akan berbagai pelarut untuk mengisolasi kurkuminoid.

kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia ABDUL NASER. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol). dan menaikkan kadar ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik. masing-masing kelompok terdiri dari 3 ekor kelinci. kolesterol total dalam keadaan hiperlipidemia.) dan uji beberapa sifat fisikokimia secara kromatografi lapis tipis BUDI HERAWAN. 8 mL dan 10 mL ekstrak air temulawak.( o 5 * CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB.05 mL/kg bb.. JF FMIPA UNPAD ekstrak air temulawak (Curcuma DALAM penelitian ini ingin diketahui pengaruh dan trigliserida darah kelinci xanthorriza Roxb. setelah pcmbcrian karbon tetraklorida dan setiap satu minggu pada proses pemberian kurkuminoid temulawak. 15mg/hari dan 20 mg/hari dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT.05 mL/kg bb. yang 28 .) terhadap HDL-kolesterol. masing-masing: 3% kolesterol. Setiap kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut. ( o 53*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. yang masing-masing dilarutkan dalam 7 mL air dan 1 mL Tween 80. Kelompok III diberi 1 mL Tween 80 dalam 7 mL air. Masing-masing kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut. N. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol). Percobaan dilakukan menggunakan 18 ekor kelinci jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kurkuminoid temulawak terhadap kadar SGOT. Kelompok V. kelompok V sampai dengan VII masing-masing diberi per oral 3% kolesterol selama 10 hari dan diikuti masingmasing dengan 6 mL. 1987. dan pada hari berikutnya masing-masing diberi kurkuminoid temulawak 10 mg. Bottger. 1988. sedangkan penetapan kadar ChE dilakukan dengan metode Knedel M dan R. temulawak dapat menycmbuhkan penyakit karena kelainan hati. Pengaruh kurkuminoid dari temulawak terhadap kadar SGOT.) telahIndonesia dan menjadi obat golongan fitoEerapi. Ingin diketahui apakah dalam sediaan tersebut selama penyimpanan terjadi degradasi pada fraksi-fraksi zat berkhasiat yang terdapat dalam sari rimpang temulawak. Pembuatan sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Penetapan kadar kolesterol total dan HDL-kolesterol dalam serum dilakukan dengan metode CHOD-PAP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurkuminoid temulawak dengan dosis 10 mg/hari. 54*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Kelompok IV diberi per oral 20 mg kurkuminoid temulawak dalam 7 mL air dan 1 mL Tween 80. walaupun jenis penyakit hati tersebut belum jelas. 15 mg dan 20 mg. 1987. N. kelompok II diberi karbon tetraklorida 0. Pengambitan sampel darah dilakukan pada saat kelinci dalam keadaan normal. 2) Pengaruh ekstrak air temulawak terhadap HDL-kolesterol. masing-masing terdiri dari 3 ekor kelinci. VI dan VII masing-masing diberi per oral karbon tetraklorida 0. kelompok II sampai dengan kelompok IV diberi per oral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air temulawak dapat menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia. sedang kadar trigliserida dengan hidrolisis enzimatis (Boehringer Mannheim). JF FMIPA UNPAD distandarkan TABLET dan kapsul dari sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Penetapan kadar SGOT dan SGPT dilakukan dengan metode standar yang dioptimasi dari Deutsche Gesellschaft fur Klinischc Chemie. tetapi hal ini belum terlihat jelas pengaruhnya terhadap HDL-kolesterol. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik S TAVIP BUDIAWAN. diproduksi oleh beberapa pabrik farmasi di diresepkan oleh dokter. (No. JF FMIPA UNPAD EBAGAI obat tradisional. Dalam percobaan ini digunakan kelinci yang dibagi menjadi 7 kelompok. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik.. 10 mL ekstrak air temulawak.

) terhadap fungsi empedu darah kelinci ROBERT EDWARD ARJTONANG. Dengan menentukan kadar bilirubin total.) dengan cara perkolasi menggunakan penyari alkohol 70% dan ditentukan beberapa sifat fisikokimianya. masing-masing kelompok terdiri dari 2 ekor kelinci. 15. Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Kelompok III diberi serum hepatitis B 1 mL/kg bb. Dibuat sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. dan d) terhadap penambahan zat pengisi (laktosa. 15 mg. V dan VI masing-masing diberi 1 mL serum hepatitis B secara intravena. 1987. sari kental berwarna coklat dan sari kering berwarna kuning. sedangkan uji HBsAg dilakukan dengan metode Reverse Passive Hemagglutination. 10 mg.) terhadap kadar SGOT. Akan diteliti pengaruh temulawak terhadap kadar bilirubin total. perlu dilakukan. 56*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. 55*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. berasa pahit pedas. 20 mg dan 25 mg secara oral tiap hari selama 42 hari dan darah untuk pemeriksaan diambil sekali seminggu sebanyak 6 kali. (No. Kelompok II diberi ekstrak air temulawak 10 mL. Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. b) pada suhu sampai 60°C. 29 . pada hari berikutnya diberikan ekstrak air temulawak. magnesium stearat). 8 mL dan 10 mL secara oral. Secara organoleptis sari cair yang terbentuk berwarna kuning jingga. Penelitian lebih lanjut tentang mekanisrhe kerja serta penggunaan hewan percobaan dari lain spesies. Pengambilan sampel darah dilakukan pada saat kelinci dalam keadaan normal. setiap kelompok terdiri dari 3 ekor. masing-masing 6 mL. Kurkuminoid diberikan pada 5 kelompok dengan dosis masing-masing: 5 mg. 1988. Penetapan kadar SGOT dan SGPT dilakukan dengan metode standar yang dioptimasi dari Deutsche Gesellschaft fur Klinische Chemie. berbau khas. asam stearat. Kelompok I adalah kelompok kontrol.) terhadap kadar SGOT. setelah pemberian serum hepatitis B dan tiap satu minggu pada proses pemberian ekstrak air temulawak. 8 mL/hari dan 10 mL/hari dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT darah kelinci yang ada pada keadaan terinfeksi virus hepatitis B. c) terhadap sinar matahari tldak langsung. 2. Percobaan dilakukan menggunakan 7 kelompok kelinci. JF FMIPA UNPAD pengaruh (Curcuma xanthorrhiza PENELITIAN ini ingin mengungkapkan dan HBsAgekstrak air temulawakkeadaan terinfeksi virus Roxb. Setelah terinfeksi oleh virus hepatitis B. Hasil uji beberapa sifat fisikokimia secara kromatografi lapis tipis menunjukkan bahwa sari rimpang temulawak cukup stabil: a) pada proses pembuatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air temulawak 10% b/v dengan dosis 6 mL/hari. Kelompok IV. 10 mg. asam empedu dan kolesterol total dalam darah kelinci akan diketahui pengaruh kurkuminoid temulawak. Ternyata kurkuminoid dengan takaran 5 mg. asam empedu serum kelinci dan kolesterol total dalam darah kelinci.disebabkan oleh pengaruh zat atau bahan yang sengaja ditambahkan. JF FMIPA UNPAD URKUMINOID dari temulawak yang dapat Kmenambah pengeluaran kolesterolmerupakan suatu kolagoga. SGPT dan uji kualitatif darah kelinci pada keadaan terinfeksi Hepatitis B SUMIATI YUNINGSIH. yaitu suatu bahan kurkuminoid hati dan empedu. satu kelompok digunakan sebagai kontrol dan pada satu kelompok diberikan pelarut. Dalam percobaan digunakan kelinci yang dibagi menjadi 6 kelompok. SGPT darah kelinci pada hepatitis B. amilum. (No. Hasil dari penelitian ini adalah: 1. mg 20 mg dan 25 mg secara oral menurunkan kadar kolesterol total dan bilirubin total serta menaikkan kadar asam empedu darah kelinci. tetapi tidak berpengaruh terhadap virus hepatitis B.

untuk mencari metode isolasi yang paling efektif. 3) Tawangmangu. 1986. UTU rimpang temulawak ditentukan oleh kadar minyak. 1987. menggunakan pelarut eter minyak tanah. kloroform dan metanol terhadap Staphylococcus aureus. Pemeriksaan kurkuminoid dilakukan dengan dinamolisis. metode c) kontak memberikan hasil paling memadai. 9) Sragen. Bacillus subtilis dari kelompok bakteri gram positif dan Escherichia coli. 10) Wonogiri dan 11) Purwodadi. (No. Isolasi dan identifikasi senyawa kurkuminoid rimpang Curcuma xanthorrhiza Roxb. Salmonella typhi dan Bacillus subtilis METTI SITI HASTUTI.12%. kloroform dan metanol. 8) Garut. waktu panen dan pengolahan. Daya antibakteri dari temulawak cukup kuat dan dapat mencapai derajat sensitif pada konsentrasi 8% ekstrak. diketahui bahwa dalani ekstrak kloroform dan metanol diperoleh banyak kurkuminoid. Pengujian 'daya antibakteri dilakukan dengan tiga metode. Di antara ketiga metode pengujian. Penetapan kadar minyak atsiri rimpang temulawak dari berbagai daerah TAUFIK RACHMAN. b) metode perforasi dan c) metode kontak. Salmonella typhi dari kelompok bakteri gram negatif. 1986. Pada saat yang sama dilakukan uji zat murni kurkumin dan monodesmetoksikurkumin hasil isolasi dari ekstrak kloroform. 2) Surakarta. Ada zat antibakteri yang tidak dapat berdifusi ke dalam medium yang mengandung air. Kadar minyak atsiri terbesar terdapat dalam rimpang temulawak yang berasal dari daerah Surakarta. atsiri dan komponennya serta kadar 30 .44 ± 1. pemisahan komponen kimia minyak atsiri dilakukan secara kromatografi lapis tipis. 4) Yogyakarta. Hasil uji sentivitas terhadap bakteri Staphylococcus aurues. Jumlah komponen kimia yang dapat dipisahkan sebanyak 11 sampai 14. reaksi warna dan kromatografi lapis tipis. dan terkectl dari daerah Purwodadi. 60*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Penelitian ini akan mengungkapkan perbedaan secara kualitatif dan kuantitatif minyak atsiri rimpang temulawak yang berasal dari berbagai daerah. 62*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. menunjukkan bahwa tiap pelarut secara sendiri-sendiri tidak dapat menarik sempurna zat antibakteri yang terdapat dalani temulawak. Rimpang temulawak diekstraksi secara fraksinasi menggunakan pelarut eter minyak tanah. Isolasi dilakukan dengan alat sokslet menggunakan pelarut petroleum eter. kloroform dan metanol. 61*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. kloroform dan metanol T YANI SUTIYANI. komponen kimia terbanyak (14 bercak) terdapat pada minyak atsiri rimpang temulawak dari Cirebon dan Tawangmangu dan paling sedikit (11 bercak) terdapat dalam rimpang dari Lembang dan Surakarta. JF FMIPA UNPAD dilakukan penelitian tentang efek kurkuminoid sebagai antiTELAH banyak penelitian ini ingin diketahui potensiminyak atsiri danminyak atsiri yang diperoleh bakteri. yaitu: 5. Kadar minyak atsiri dtperiksa menggunakan alat destilasi Stahl.84 ± 0. 6) Cirebon.80%. Uji daya antibakteri ekstrak temulawak hasil fraksinasi dengan eter minyak tanah. 7) Tasikmalaya. Dari intensitas warna basil dinamolisis dan kromatografi lapis tipis. yaitu: a) metode cakram kertas. Rimpang temulawak segar diperoleh dari daerah: 1) Lembang. yaitu: 31. kloroform dan metanol. yaitu: ekstrak kloroform terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dan terhadap ekstrak metanol terhadap Bacillus subtilis.JF FMIPA UNPAD UJUAN penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa kurkuminoid melalui beberapa pelarut berpolaritas meningkat. JF FMIPA UNPAD Mkurkuminoid yang sangat tergantung pada tempat tumbuh. (No. 5) Bumiayu.(No. Dalam daya antibakteri dengan cara ekstraksi bertingkat dengan menggunakan eter minyak tanah. Kurkuminoid tersebut diidentifikasi sebagai kurkumin dan desmetoksikurkumin.

bobot badan antara 10-12 kg. JK FMIPA ITB Sberasal dari suku Bombacaceae. sedang dari jenis yang berumbi putih diosgenin baru berhasil diidentifikasi. Untuk mendapatkan minyak atsiri dari durian. Selain itu juga buah. FF UGM UJUAN penelitian mengetahui TDenst. 1979. senyawa diosgenin dalam tanaman Dioscorea hispida terdapat di Contoh yang diteliti adalah: 1) umbi gadung yang berwarna kuning dari daerah Sleman. ACHMAD MUSTAFA FATAH. semua mengandung senyawa diosgenin. Kapsul temulawak dan Atromid diberikan bersama pada waktu makan pagi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rhizoma Curcuma javanica (temulawak) ternyata mampu menurunkan kolesterol darah pada anjing. siang dan sore. Turn. Tujuan penelitian pendahuluan ini adalah menyelidiki komponen kimia minyak atsiri dari buah ter. Terdapat 2 varietas Dioscorea hispida Denst. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman Dioscorea hispida Denst. Isolasi dan identifikasi steroida saponin dalam umbi gadung Dioscorea hispida Denst. 69*) DIOSCOREA HISPIDA DENST. FK UNBRA T UJUAN penelitian ini ialah untuk raengetahui khasiat rhizoma Curcuma javanica (temulawak) terhadap kadar kolesterol darah. Mekanisme kerja yang pasti tidak dapat diungkapkan dalam penelitian ini. dilakukan isotasi dengan metode destilasi uap dan dihasilkan minyak berwarna kuning muda.) dengan GC-MS SONDANG KOMAR1AH SlMATUPANG. (No. Setiap akan diperiksa kadar kolesterol dalam darah. kulit dan akar durian dapat digunakan sebagai obat tradisional.00 sampai jam 8. Dengan GC-MS diduga bahwa minyak atsiri durian mengandung suatu senyawa karboksilat yang mempunyai bobot molekul 104 dengan rumus molekul C4H803.buhan ini tumbuh di tanah daratan kering atau tanah berbatu-batu yang beriklim tropis pada keting. 31 . C-H dari metil dan metan serta C — O dari asam karboksilat. Penelitian pendahuluan komponen kimia minyak atsiri durian (Durio zibethinus Murr. agar diperoleh hasil kristal diosgenin secara maksimum. tanpa memandang spesies. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang cara isolasi diosgenin yang paling tepat. Yogyakarta dan 2) umbi gadung yang berwarna putih dari Bantul. Dari jenis tanaman yang berumbi kuning berhasil diisolasi kristal diosgenin. 70*) DURIO ZIBETHINUS MURR. Percobaan dilakukan menggunakan 6 ekor anjing dewasa yang diperkirakan sehat. 1988. Analisis dengan spektrofotometri ultraviolet darJ minyak atsiri memberikan minimal satu puncak pada panjang gelombang maksimum 251 nm. khususnya pada tahap akhir pengerjaan. daun. yang konstruksi ringan dan buahnya sebagai makanan segar. Tanaman ini ditanam untuk diambil kayunya sebagai bahan ALAH satu tanaman yang mengandung minyak atsiri adalah durian (Durio zibethinus Murr. terbukti mengandung senyawa diosgenin. 63*) CURCUMA JAVANICA Penelitian pendahuluan tentang khasiat rhizoma temulawak (Curcuma javanica) terhadap kadar kolesterol darah AGUS DJAMHURI.sebut yang salah satu negara asalnya adalah Indonesia (terutama Kalimantan dan Sumatera). jenis kelamin tidak dibedakan dan kisaran kadar kolesterol darah sekitar 250 mg/100 mL. sedangkan data inframerah memberikan informasi adanya gugus fungsi OH dari suatu hidroksi. (No. 1979.). anjing dipuasakan terlebih dahulu dari jam 18. Analisis melalui kromatografi gas dengan kolom OV-I 5% memperlihatkan adanya minimal 26 komponen.30 atau sekitar 14 jam. yang banyakadalah untuk Indonesia.gian sampai 1000 m di atas permukaan laut.(No. yang menurut penelitian ini. Penelitian lebih lanjut yang berkaitan dengan dosis dan hepatotoksisitas perlu dilakukan.

4 mg dan 5. Bacillus subtilis. 77*) EUPHORBIA LONGAN (LOUR. cacingan dan diare. Penelitian kandungan kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia Jacq. Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Temanggung. (No. FMIPA UNPAD T UJUAN penelitian ini adalah untuk mencari senyawa kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia secara kasar. dan sensitif sedang pada dosis 5. Wonosobo. sedangkan analisis dilakukan secara kromatografi lapis tipis. tanin. Ambarawa. sensitif sedang pada dosis 3. Dari pemeriksaan pendahuluan diketahui Uji daya antibakteri dilakukan terhadap: 1) ekstrak etanol yang diperoleh dengan cara perkolasi dan 2) ekstrak air yang diperoleh dengan. tetapi tidak " diketemukan bercak yang bereaksi positif terhadap pereaksi Dragendorff yang biasa dipakai untuk Penelitian pendahuluan senyawa saponin dalam kulit buah lengkeng RETNO DAMAYANTI.4 mg.) Stend. Dengan melakukan ini. Hasil uji sensitifitas dengan cara perforasi menunjukkkan bahwa ekstrak etanol sensitif terhadap Salmonella typhosa pada konsentrasi 4 kali MIC. dan sensitif sedang pada konsentrasi 1 sampai 3 kali MIC. (No. 73*) ELEUSINEINDICA GAERTN. tumbuh liar sebagai gulma.) STEND. Dengan cara penentuan seperti di atas. maka diduga tanaman ini juga mengandung saponin dan tanin. 1986. kloroform dan metanol. terhadap pereaksi Liebermann-Burchard pada analisis dengan kromatografi lapis tipis.6 mg ekstrak. Untuk melengkapi informasi penelitian akan diperiksa efek ekstrak akar rumput belulang sebagai antibahwa akar rumput belulang mengandung senyawa golongan saponin. ekstrak etanol sensitif terhadap Salmonella typhosa pada dosis 11. Magelang dan Malang (dataran tinggi yang beriklim agak dingin).18 mg. COKRONEGORO 1981.cara infundasi. JK FMIPA ITB LENGKENG atau Euphorbia longan (Lour. JF FMIPA UNPAD Rkan sebagai obat tradisional antara lain untuk kejang-kejang. tetapi tidak menghambat pertumbuhan bakteri Klebsiella pnemoniae. yang diperoleh secara ekstraksi RUKMIATI K.) ATY WiDYAWARUYANTI. suku Sapindaceae banyak ditemukan di daerah sekitar Semarang.(No. Sedangkan pada Sarcina lutea sensitif pada dosis 11. Penentuan dilakukan dengan cara morfologi dan mikroskopi. Dari hasil uji dengan cara cakram kertas..5% dan Sarcina lutea dengan MIC pada konsentrasi 12.) suku Graminae. Ternyata ekstrak etanol dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhosa dengan MIC pada konsentrasi 37. Seperti halnya golongan Sapindaceae lainnya. sehingga sangat memudahkan penelitian lebih lanjut. Pemisahan komponen kimia dilakukan dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif dan kromatografi kolom. diketemukan dua senyawa tunggal yang bereaksi positif penentuan adanya senyawa alkaloida. 76*) EUPHORBIA PRUNIFOUA JACQ . UMPUT belulang (Eleusine indica Gaertn.18 mg. 1987. diguna- bakteri dalam kaitan kegunaannya sebagai obat diare. Uji antibakteri ekstrak akar rumput belulang (Eleusine indica Gaertn. maka dapat diketahui metode yang paling baik yang dapat dipakai. demam. sistempelarut yang cocok dan lain-lain. 32 . Senyawa tersebut tersebar di seluruh bagian tanaman tersebut.5%. Sedang ekstrak air tidak menghambat semua bakteri uji. alkaloida dan golongan sterol atau terpen. dilanjutkan dengan analisis fitokimia dari ekstrak tanaman tersebut berturut-turut dalam eter minyak tanah. Terhadap Sarcina lutea sensitif sedang pada konsentrasi 3 sampai 4 kali MIC dan resisten pada konsentrasi 1 sampai 2 kali MIC.6 rag dan 3. khususnya terhadap senyawa alkaloida dan triterpenoida. spektroskopi ultraviolet dan inframerah. Penelitian pendahuluan telah dilakukan untuk menentuan senyawa kimia dalam pucuk daun dari tanaman Euphorbia prunifolia Jacq.

1990. Gugus fungsi dengan spektrofotometri inframerah. R. dan b) dari hasil pengukuran dengan spektrofotometer inframerah yang menunjukkan adanya gugus-gugus O-H. Penelitian "anabolic effect" dan "androgenic effect" dari infus akar pasak bumi (Euricoma longifolia Jacq. 3) Infus 20% memberikan kenaikan relatif berat prostat tidak cukup bermakna dan penurunan yang tidak cukup signifikan dari vesikula seminalis. Pelarut yang digunakan adalah aseton 80%. CHC13 dan CeHe. Penelitian anabolic effect dan androgenic effect infus akar pasak bumi pada tikus jantan dilakukan dengan metode yang dianjurkan oleh Robert A. 3) Infus akar pasak bumi 20% menyebabkan kenaikan berat prostat tidak bermakna serta kenaikan berat musculus-Ievator ani tidak berarti. banyak tumbuh dan pada seluruh bagian tumbuhan. dengan Spektrum pe33 . HERMANSYAH AMIR. hasil ekstraksi yang ada dalam n-butanol. ( No. dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut petroleum eter. Isolasi xanthone dari kulit buah Garcinia mangostana L. Spektrum inframerah senyawa ini menunjukkan adanya puncak yang kuat dari gugus -OH pada daerah sekitar 3500-3250 cm" . (No. Senyawa hasi! ekstraksi ini kemudian dipisahkan dan dimurnikan dengan cara kromatografi kolom dan kromatografi lapis tipis. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1) Infus pasak bumi 5% ternyata memberikan kenaikan berat prostat yang tidak berarti dan tidak memberikan kenaikan berat musculus-Ievator ani secara signifikan. 1979. H. pohonnya tinggi dan berdaun lebat. Puncak ini akan hilang jika senyawa tersebut diasetilisasi. Turner dan Andrew Wilson. 79*) GARCINIA MANGOSTANA L. C-H. C = O. C = C. Penelitian terhadap androgenic effect memberikan hasil sebagai berikut: 1) infus akar pasak bu- mi 5% memberikan kenaikan berat prostat tidak berarti dan penurunan berat vesikula seminalis yang tidak berarti. ditunjukkan dari: a) hasil pengukuran dengan spektrofotometer ultraviolet yang menunjukkan adanya 3 serapan maksimum pada daerah panjang gelombang 230 nm-400 nm. 78*) EURICOMA LONGIFOLIA JACQ. memiliki getah berwarna kuning Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui adanya xanthone yang terdapat pada kulit buah tanaman tersebut. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa saponin yang ada ialah dari jenis terpenoida. keluarga Guttiferae. kadar dan gugus fungsi yang ada. Spektrum inframerah terhadap hasil reaksi asetilisasi menunjukkan bahwa puncak -OH yang ada menjadi hilang. JK FMIPAITB manggu) termasuk G arcinia mangostana L. etilasetat dan n-butanol.Akan diteliti kulit buah terhadap adanya senyawa kimia saponin. Hidrolisis terhadap hasil ekstraksi dengan n-butanol diharapkan dapat menghasilkan sapogenin..dapat dimakan. Penelitian pendahuluan ini dimaksudkan untuk raengetahui jenis saponin. Senyawa ketiga dan keempat masih dalam bentuk campuran. FK UGM apakah di bumi yang TUJUAN penelitian ini adalah untuk mencari jawaban merangsangdalam infus akar pasakmempunyai dikatakan mempunyai khasiat menggemukkan dan gairah kelakian itu efek androgenik ataupun anabolik. lalu dilakukan pemisahan dan pemurnian dengan cara kromatografi lapis tipis menggunakan eluen CHCb :C6H6 (7:3). Kadar saponin ditetapkan dengan cara spektrofotometri. Dugaan adanya xanthone pada kulit buah Garcinia mangostana L. Dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif berhasil dipisahkan lima macam senyawa. CHC13:etilasetat (1:1). Ekstraksi dilakukan dengan memakai tiga macam pelarut dengan polaritas berbeda-beda. Contoh yang diteliti adalah infus akar pasak bumi (dibuat oleh Bagian Resep Fakultas Farmasi UGM) menggunakan tikus galur Lembaga Makanan Rakyat (LMR) berumur 21-23 hari dengan bobot badan 48 -55 gram. 2) Infus 10% memberikan kenaikan berat prostat yang tidak bermakna dan penurunan tidak berarti dari berat vesicula seminalis.) pada "rat" NGATIJAN. buah tersebar di daerah tropis. benzen dan metanol. YUDONO. (manggis. 2) Infus 10% menyebabkan kenaikan berat prostat tidak cukup berarti serta kenaikan berat musculus-Ievator ani tidak bermakna. Selanjutnya ditetapkan suhu lebur senyawa yang didapat.

Isolasi dilakukan dengan ekstrakst dan analisis dengan kromatografi lapis tipis. 1987. (No. (1965) membuat kunci determinasi untuk membedakan 3 varitas yang dikenal dan diakuinya ada di Jawa dan diberi nama viride.1400-1200. 1986. 1989. kromatografi gas. Dua di antaranya belum pernah dipertelakan orang.) Griff. tetapi penelitian tentang menghasilkan aroma untuk parfumaugustabanyak didapat di komposisi kimia minyak Gardenia di Indonesia belum mendapat perhatian. Indonesia. Hooker (1885) dan Merril (1918) mengenai Graptophyllwn pictum (L. yang dikenal dengan nama alang-alang. var. GC-MS.. 83*) GRAPTOPHYLLUM PICTUM (L. Penelitian pendahuluan senyawa alelopati pada rhizoma Imperata cylindrica (L.) GRIFF. Griffith (1854). Keanekaragaman jenis Graptophyllumpictum (L. penentuan nama sementara dan pembuatan kunci determinasi.1650-1450. Kristal yang diperoleh adalah beta-terpineol. etil benzoat. Penelitian yang dilakukan ialah pengamatan spesimen segar. SUTJIPTO HALIM. yaitu pada: 1750-1650. JK FMIPAITB UNGA Gardenia augusta Merr. Analisis kualitatif dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas cairan. JK FMIPA ITB I mperata cylindrica (L. hingga saat ini masih lebih banyak dipandang sebagai salah satu tumbuhan rumput pengganggu bagi tanaman yang dibudidayakan di atas lahan kering. Dari banyaknya penambahan koleksi dan hasil pengamatan di lapangan ternyata variasi dan warna daun Graptophyllum pictum sangat besar. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan terhadap 140 spesimen yang merupakan koleksi Herbarium Bogoriensis LBN Bogor serta tanaman yang tumbuh di daerah Purwokerto. yaitu var. Dari hasil tersebut diduga terdapat xanthone pada kulit buah Garcinia mangostana L. album. ( o 8 * GARDENIA AUGUSTA MERR. Filipina dan Papua Nugini) terdapat 6 varitas Graptophyllum pictum. flavo-rubrum. FB UNSOED P ENELITIAN Linnaeus (1762). beta-mangostin dan gamma-mangostin. dan 750-60 cm'T. N. 0) Karakterisasi komponen kimia minyak atsiri Gardenia angusta Merr. linalol. pembuatan diskripsi. tidak dapat dipakai lagi. 34 . Dalam tulisan disajikan pertelaan lengkap dan kunci determinasi semua varitas tersebut.) Griff. Hal ini disebabkan. GC-MS serta spektroskopi inframerah.d Brink Jr. var.nyerapan maksimum pada panjang gelombang dan intensitas yang sama. seperti pada xanthone standar. var. album dan lurido-sanguinem. pemeriksaan spesimen herbarium. var. dan BIndonesia. linalil asetat dan stirolil asetat. kaca piring) dengan metode kromatografi gas-cairan dan GC-MS HALIM ZAINI. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti adanya senyawa inhibitor pertumbuhan yang mungkin terdapat dalam rhizoma alang-alang.) Beauv. rubrum dan var. viride. dan diduga adalah mangostin. juga karena tumbuhan ini dalam interaksi dengan tumbuhan lain mengeluarkan zat alelopati atau zat pengatur tumbuh tanaman yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman lain di sekitarnya. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk lebih memperjelas konsep varitas Graptophyllum pictum di Malesia. benzil asetat. Purwodadi dan Bogor menunjukkan bahwa di kawasan Malesia (meliputi Malaya.) BEAUV. Miquel (1850). Dengan cara di atas terungkap adanya terpineol. 89*) IMPERATA CYLINDRICA (L. Isolasi minyak atsiri dari bunga gardenia dilakukan dengan soksletasi terus menerus dengan eter pada 40°C dan ekstraksi langsung dengan alkohol pada suhu kamar. lurido-sanguineum. terutama akan diteliti kemungkinan adanya senyawa kumarin. (Gardenia florida L. belum dapat menggambarkan keanekaragaman varitas atau takson yang ada dalam jenis tersebut. pictum. (No. sehingga kunci yang dibuat oleh Backer & Bakhuizen v.) Beauv. Backer & Bakhuizen van den Brink Jr. selain oleh kemampuan bersaing yang tinggi. di Malesia WIWIK HERAWATI.

( o 95*) LANGUAS GALANGA ( . Jumlah ekstrak yang dapat diserap oleh keempat dasar salep tersebut maksimum 20% dan salep ekstrak laos yang memberikan daya hambat terhadap bakteri adalah salep dengan kadar 30% untuk dasar salep hidrokarbon dan dengan kadar 15% dan 30% bagi dasar salep emulsi air dalam minyak. Silybiwn marianum L. (No. kelompok II sebagai kelompok normal diberi ekstrak 400 mg/kg bb.. Kumarin tidak ditemukan. Microspomm canis dan Trychophyton violaceum. L Penelitian efek bakteriologik dan mikologik dari laos merah dan laos putih yang segar dan yang dikeringkan terhadap bakteri Staphylococcus aureus... 1989. telah dilakukan penelitian in vitro terhadap laos merah dan putih yang segar dan yang dikeringkan. Daya hambat salep terhadap jamur tidak dapat diperoleh hasil yang meyakinkan. Kelompok I sebagai kontrol normal (tanpa diberi CCU dan ekstrak). Kelompok V diberi CCLf dan ekstrak 400 mg/kg bb.Katimaha (Kleinhovia hospita L. terhadap penurunan kadar SGOT dan SGPT pada tikus putih yang telah diinduksi dengan karbon tetraklor (CCI4). Kelompok VI diberi CCLj dan ekstrak 600 mg/kg bb. Akhir-akhir imi PENYAKIT hati masih hasil penelitian tentang tumbuh-tumbuhan dandiproduknya yang mempunyai banyak dikemukakan aktivitas untuk perlindungan hati. Eclipta alba Haask. sedangkan sebagai jamur uji digunakan 35 . parutan dan air perasan. 1981. JF FMIPA UNPAD PAKAH masih mempunyai daya antibakteri dan antifungi yang Apenelitiansalep ekstrak laosformulasi sediaan salep yang cocok bag! ekstrak laos. 1979. berpengaruh terhadap penurunan kadar SGOT pada dosis 200 mg. Dari 8 komponen tersebut 4 komponen di antaranya diduga adalah asam o-kumarat. Laos yang diteliti dibuat dalam bentuk irisan. Penelitian ini meliputi uji pengaruh ekstrak air daun Kleinhovia hospita L. L) Formulas! salep dengan ekstrak laos dan penentuan daya hambatnya terhadap bakteri dan jamur SRI ARDANI SOELARTO.. 1\imbuh-tumbuhan itu. diuji terhadap bakteri Staphylococcus aitreus. 94*) KLEINHOVIA HOSPITA L. Salmonella typhi dan jamur Microsporum gypseum MOHAMAD EKSAN SJAFIUDIN.) terhadap penurunan kadar SCOT dan SGPT darah tikus putih pada keadaan hepatotoksik Susi LAHTIANI.Hasil analisis dengan kromatografi gas diperoleh data yang menunjukkan adanya minimal 8 komponen dalam ekstrak eter dari rhizoma. dengan dan tanpa penambahan asam cuka. asam benzoat.. Tikus putih dikelompokkan menjadi 7 kelompok.dalam minyak (A/M). N. FMIPA UNPAD U NTUK mengetahui kebenaran efek bakteriologik dan mikologik dari laos. dan tiap kelompok terdiri dari 4 ekor. 60% dalam dasar salep hidrokarbon. Sebagai bakteri uji digunakan Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi. asam vanilat dan vamlin. Kelompok IV diberi CCU dan ekstrak 200 mg/kg bb. Uji pengaruh ekstrak air daun katimaha (Kleinhovia hospita L. jamur Microsporum gypseum. ( o 96*) LANGUAS GALANGA ( ) STUNTZ. emulsi ah. STUNTZ. emulsi minyak dalam air (M/A) dan dasar salep larut dalam air.) adalah salah satu tumbuhan yang tumbuh di Sulawesi Selatan yang digunakan sebagai obat tradisional untuk pengobatan penyakit hati. JF FMIPA UNPAD banyak dijumpai terutama di Asia. Phyllanthus niruri L. tetapi tidak memberikan hasil yang signifikan terhadap penurunan kadar SGPT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air daun Kleinhovia hospita L. N. 400 mg dan 600 mg/kg bb. efektif? Tujuan adalah mencari Ekstrak laos berkadar: 15%. termasuk Indonesia. penyakit kumng dan hepatitis. Curcuma xanthorrhiza Roxb.. Kelompok HI sebagai kelompok kontrol. 30%. antara lain: Curcuma domestica Val. diberi CCLi dan air suling 2 mL.

Isolasi alkaloida aporfin dari Litsea accedentoides K. Reaksi N-metilasi dengan HCOH dan NaBH4 terhadap basa alkaloida tersebut menghasilkan kasitisin. Litsea diversifolia adalah salah satu spesies yang terdapat di Indonesia dan belum pernah diungkapkan kandungan kimianya. Ternyata Litsea accedentoides juga mengandung alkaloida dari jenis aporfin. Jika dibandingkan hasil pengukuran daerah hambat terhadap kedua bakteri uji dari laos segar dan yang dikeringkan dengan jumlah berat yang sama pula. yaitu penghilangan lemak dari materi tumbuhan. pemisahan konstituen fenolik dan non-fenolik. menghasilkan suatu senyawa berupa kristal jarum yang tidak berwarna sebagai komponen utama. tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dalam daya menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur uji. telah diteliti kandungan alkaloida dari spesies Litsea accendentoides. 99*) LITSEA ACCEDENTOIDES K. Data spektroskopi dari kedua senyawa kristal tersebut identik dengan yang 36 . obat kanker dan sebagainya. inframerah dan NMR menunjukkan. yang pada umumnya jenis apomorfin. Dari hasil penelitian dengari laos yang segar dapat dilihat bahwa daya menghambat pertumbuhan bakteri uji dan jamur uji dari laos ini cukup besar dan terlihat pula adanya perbedaan efek antara laos merah dan laos putih. menggunakan pereaksi pendeteksi yang spesifik untuk alkaloida. fraksi basa melalui pemisahan dengan cara yang sama menghasilkan pula suatu senyawa berbentuk kristal jarum yang berwarna kuning. 1989. Analisis kemurnian dari produk yang berhasil diisolasi dilakukan dengan kromatografi lapis tipis. dan prosesnya mencakup beberapa tahap. Sedangkan dari 478 spesies tanaman yang termasuk genus Litsea sampai saat ini baru 34 spesies yang telah diselidiki kandungan alkaloidanya. 2. bahwa alkaloida yang berhasil diisolasi adalah suatu aporfin yang bersifat fenolik dan mengandung substituen pada posisi 1. Selanjutnya. 1989. isolasi alkaloida. efek daya hambat laos merah lebih nyata dibandingkan dengan yang putih. Laos yang dikeringkan. Ldari suku Lauraceae yang mengandung alkaloida adalah Litsea dan alkaloida yang biasanya ditemukan dalam genus ini adalah jenis aporfin. JK FMIPA ITB L itsea merupakan salah satu dari 18 genus suku Lauraceae yang memiliki kandungan alkaloida. Hasil yang didapat ini sesuai dengan penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya terhadap Litsea. Terutama terhadap Staphylococcus mtreus. 100*) LITSEA DIVERSIFOLIA BL. Isolasi alkaloida dilakukan berdasarkan sifat basa dari alkaloida. & V. Alkaloida dari kulit akar Litsea diversifolia BL Euis HOLISOTAN HAKIM. Pemisahan senyawa dari fraksi yang tidak larut dalam asam menggunakan kromatografi kolom. & V. dilakukan dengan mengisolasi bahan tanaman yang kering dan menghasilkan basa alkaloida yang mudah rusak karena pengaruh udara dan penyinaran. 9 dan 10. sedangkan reaksi asetilasi menggunakan Ac2O dan piridin menghasilkan N. maupun bentuk pengolahan parutan dan irisan.O diasetil aktinodafnin. JK FMIPAITB AURACEAE merupakan suku tumbuhan yang biasanya mengandung alkaloida. baik jenis merah dan putih. Salah satu genus Dalam percobaan ini. Penambahan asani cuka memperlihatkan perbedaan daya hambat yang besar daripada jika tidak ditambahkan. bahwa basa alkaloida yang merupakan komponen utama Litsea diversifolia adalah aktinodafnin. Penetapan struktur ketiga senyawa tersebut di atas. Pengkajian kimia kulit akar Litsea diversifolia dalam penelitian ini. Beberapa senyawa apomorfin dilaporkan mempunyai aktivitas fisiologis yang penting seperti obat jantung. No. dilakukan dengan cara spektroskopi yang lazim.Microsporum gypseum. diikuti dengan pemisahan menggunakan kromatografi kolom. (No. HESTI BUDIATI. Data spektroskopi ultraviolet. maka akan terlihat nyata bahwa laos segar menunjukkan daerah hambat yang lebih besar dari laos yang dikeringkan. Melalui kedua turunan senyawa tersebut dapat disimpulkan.

) C. penentuan jarak lebur dan pemeriksaan spektroskopi ultraviolet. B. Dari kulit ranting fraksi non-fenolik dihasilkan kristal dengan jarak lebur 189-191°C dan dengan spektroskopi ultra- violet diperoleh alkaloida fenantren. var.C.tumbuhan yang ditemukan di belum pernah dilaporkan Penelitian ini Pemisahan dilakukan dengan perkolasi menggunakan heksan dan metanol. Untuk memisahkan masing-masing komponen dilakukan kromatografi kolom. littoralis Blume. merupakan salah satu tumbuhan yang cara ekstraksi secara maserasi. littoralis Blume.19. 0. 1990. (No. Rob. benzen dan metanol sebagai fase gerak. merupakan salah satu Litsea glutinosaIndonesia. Alkaloida dari fraksi fenolik Litsea glutinosa (Lour. Sedangkan tiga koraponen lain dari kedua fraksi tersebut. Untuk mengetahui jenis alkaloida lain yang terkandung dalam kulit akar Litsea diversifolia. menghasilkan senyawa berupa kristal yang mengkilat dengan jarak lebur 164-166°C. salah satu dari empat senyawa diduga sebagai benzil-isokuinolin. 37 . B. littoralis-Blume Lditemukan di Indonesia. 0. var. identik dengan senyawa boldin yang telah diketahui sebelumnya. ADEL ZAMRI. JK FMIPAITB ENELTTIAN terdahulu menyatakan bahwa Litsea diversifolia BI.kandungan alkaloidanya. 103*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR.dan Rob. Analisis dilakukan dengan spektroskopi ultraviolet. var. (No. (No.69 dan 0. var. 1989. ROB. 1989. ROB.) C. Dengan spektroskopi NMR dan GC-MS diperoleh dugaan. 0. inframerah dan GC-MS. Isolasi dilakukan dengan pengaruh udara dan cahaya. B. mengandung actinodafnin jenis > aporfin sebagai alkaloida utama. Ketiga senyawa yang lain belum diperiksa.35.51. pemisahan fraksi fenolik dan non-fenolik. Jika zat ini benar. menggunakan gel sebagai fase diam dam pelarut organik kloroform. Dengan spektroskopi. Rob. inframerah. Analisis dilakukan dengan cara kromatografi lapis tipis. JK FMIPA ITB itsea glutinosa (Lour. VITA SOPHIATA. bahwa alkaloida 1-N. 101*) LITSEA DIVERSIFOLIA BL. Hasil kromatografi lapis tipis menunjukkan adanya empat bercak. belum diteliti lebih lanjut.74. sedangkan 2 komponen lainnya belum diteliti lebih lanjut. Spektroskopi inframerah menunjukkan alkaloida aporfin yang mengandung gugus hidroksi pada C-9. maka zat ini merupakan alkaloida baru dan untuk ini perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan. B. B. Dari kelima bercak tersebut. JK FMIPA ITB (Lour. Alkaloida dari Litsea glutinosa (Lour. littoralis Blume.) B. yang menghasilkan senyawa alkaloida yang mudah rusak karena Pemeriksaan dengan kromatografi lapis tipis. N dimetilamin-N-oksida-7-hidroksi-3.diperoleh dari aktinodafnin. Penelitian ini dilakukan terhadap kulit akarnya. NMR dan GC-MS. Dari kulit akar fraksi non-fenolik diperoleh kristal dengan jarak lebur 207-209°C. dilakukan pengujian pada alkaloida fenolik dengan perkolasi menggunakan metanol yang diikuti dengan pemisahan alkaloida fenolik dari alkaloida total.) C. HELMI. Bercak kedua dengan Rp 0. tiga di antaranya menunjukkan uji alkaloida positif terhadap pereaksi Dragendorff. kemudian dilakukan bertujuan untuk meneliti kandungan alkaloida fraksi non-fenolik dari kulit akar dan kulit ranting Litsea glutinosa. diperoleh 5 bercak dengan Rf: 0.) C. Isolasi dilakukan secara kromatografi lapis tipis.) C. 102*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR.82. Data spektroskopi senyawa hasil isolasi tersebut.3-metilendioksi-6-metoksi fenantren. Rob. Alkaloida dari Litsea diversifolia Bl.

bahwa tanaman ini mengandung antara lain senyawa aktino- 38 . pemisahan konstituen alkaloida murni dengan kromatografi lapis tipis. Analisis spektroskopi menunjukkan bahwa alkaloida ini mempunyai kerangka aporfin yang tersubstitusi pada posisi 1. inframerah. kadar 2x10 % yang merupakan alkaloida non-fenolik. isolasi dan analisis dilakukan dengan kromatografi kolom menggunakan silika gel sebagai fase diam. 2. (No.34.41.32. NMR dan GC-MS.) C. aporfin dan morfinandienon. Pemeriksaan dengan kromatografi lapis tipis menghasilkan tujuh bercak dengan Rf = 0. Sedangkan senyawa non-alkaloida yang ditemukan diidentifikasi sebagai senyawa atranorin yang mempunyai jarak lebur 174. pemisahan fraksi alkaloida fenolik dan non-fenolik. kromatografi kolom.53. 2.) PERS. JK FMIPA ITB EMUA alkaloida yang pernah dilsolasi dari spesies Litsea termasuk ke dalam kelompok benzil tetrahidroisokuinolin. Diduga alkaloida ini termasuk dalam kelompok alkaloida proaporfin.01%. Salah satu spesies Litsea yang banyak ditemukan di Indonesia adalah Litsea monopetala (Roxb. Penelitian ini bertujuan mengisolasi senyawa alkaloida fraksi non-fenolik dan senyawa non-alkaloida dari kulit batang Litsea monopetala. ASEP ADI SUPRIHATNA. Dari pemeriksaan spektroskopi yang dibandingkan dengan senyawa standar dapat disimpulkan.) Pers. 9. Isolasi dan penentuan struktur alkaloida dilakukan terhadap fraksi fenolik dari kulit kayu tanaman Litsea monopetala. asam lemak dan arabinoksilan. Alkaloida dari Litsea monopetala (Roxb. Senyawa alkaloida dan non-alkaloida Litsea monopetala (Roxb. Rob. SRI WlDARTI. semuanya menunjukkan uji alkaloida positif terhadap pereaksi Dragendorff. gugus metilen dioksi pada posisi C-l dan C-2 serta gugus metoksi pada C-10. 1989. Ddafnin. Senya. isolasi alkaloida.) C. 9 dan 10. pada penelitian ini dilakukan isolasi alkaloida fraksi fenolik yaitu cara yang sama. Berdasarkan jarak lebur dan harga Rf yang sama.) Pers. 104*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR. B.75. kristalisasi serta analisis dengan penentuan jarak lebur dan dengan spektroskopi ultraviolet. yaitu penghilangan lemak. 1989. Dari sini didapatkan tiga fraksi.wa ini dikenal sebagai senyawa aktinodafnin. Dari dua bercak pada kromatografi lapis tipis fraksi fenolik.(No.57 dan 0. JK FMIPAITB EPERTI penelitian sebelumnya. bahwa senyawa yang berhasil diisolasi adalah alkaloida kelompok noraporfin yang tersubstitusi pada 1. Satu komponen lain dari fraksi fenolik yang diisolasi belum dilakukan identifikasi dan ditentukan strukturnya. 105*) LITSEA MONOPETALA (ROXB.28. Kajian terhadap kandungan kimia terutama kandungan alkaloida belum banyak dilakukan. tetapi umumnya kandungan alkaloida Litsea didominasi oleh kelompok aporfin. ROB Isolasi senyawa aporfin fraksi fenolik dari tanaman Litsea glutinosa (Lour. 0. var. 10 dengan gugus fungsi hidroksi pada posisi C-9. dan pelarut organik kloroform dan metanol sebagai fase gerak. littoralis Blume Saporfin dari kulit kayu tanaman Litsea glutinosa. 0. setelah dilakukan kromatografi kolom dan rekristalisasi. S FERI HERLINA ANWAR.5-177°C. JK FMIPA ITB ARI penelitian terdahulu diketahui.) Pers. Dari ketujuh bercak tersebut. Pemisahan. berhasil diperoleh kristal putih dengan jarak lebur 142-143°C. Pemisahan alkaloida melalui beberapa tahap. Pemisahan. Untuk memisahkan masing-masing komponen dilakukan (No. 106*) LITSEA MONOPETALA (ROXB. 1990.) PERS. kadar 0. 0. 0. B. 0. isolasi dan analisis dilakukan dengan cara yang sama. fraksi 1 dan 2 merupakan alkaloida yang sama. Dari analisis didapatkan kristal tidak berwarna dengan jarak lebur 174I5-177°C.

kadar komponen yang dikandung dalam biji kelor akan berbeda. protein. Analisis beberapa unsur dan senyawa dari biji kelor Moringa oleifera Lamk.081-0. JK FMIPA ITB B IJI kelor Moringa oleifera Lamk. b) dalam HC12N: 213 nm dan 290 nm.1053. 1235. 3125.1449. 1989.1724.1389. protein (7. kalium (0. 1979. yang telah tua ternyata dapat digunakan untuk membersihkan air untuk keperluan sehari-hari.006). Hasil kromatografi kolom diperoleh 2 fraksi yang diharapkan murni.1101. Mayer dan Bouchardat. dengan karakteristik fisik sebagai berikut. Fraksi II: 3750. karena kandungannya dalam biji kelor relatif sedikit. Dari hasil penelitian ini diperoleh kadar (% berat): kalsium (0.314-0.2778. Saponin ditentukan hanya secara kualitatif. asam oleat (10. 1706. Spektrum penyerapan ultraviolet menunjukkan maksimum pada panjanggelombang: Fraksi I: a) 210 nm dan 292 nm. nitrogen (2. 1689-1639. 2300. fosfor (0. c) pada NaOH2N: 240 nm.950.806-10. Untuk menjelaskan mekanisme koagulasi dan penurunan populasi mikro-organisme pada air yang telah diperlakukan dengan biji kelor. Spektrum penyerapan inframerah menunjukkan maksimum pada panjang gelombang (cm" ): Fraksi I: 3700. Pada kromatografi lapis tipis diperoleh tujuh macam komponen. Fraksi II: a) 216 nm. seperti penentuan struktur kimia dan efek farmakologi. mulut daun tipe parasitik dan kristal oksalat berbentuk jarum (raphides). 1362. magnesium. Semua komponen memberi warna jingga dengan pereaksi Dragendorff. 1497. minyak dan asam oleat yang dikandung dalam biji kelor.1497. natrium.251-0. Ciri-ciri mikroskopi daun mengkudu adalah terdapatnya berkas pembuluh kolateral. fosfor.014).0810.76136. Pada penelitian ini ditentukan kadar kalsium.1689-1639. Sari kasar daun mengkudu menberikan reaksi positif terhadap pereaksi pengendap alkaloida seperti Dragendorff. magnesium (0.1020. b) dalam HC1 2N: 217 nm. Dari hasil penelitian ini antara lain dapat disimpulkan. c) dalam NaOH 2N: 236 nm. 112*) MORINDA CITRIFOLIA L. 3250. 1323. 1163-1149. YUN MEDIA HANDAYANI. 1366. Dilakukan penelitian mikroskopis daun mengkudu serta reaksi kimia dan kromatografi lapis tipis dua dimensi terhadap sari kasar daun mengkudu. minyak (35.112). FMIPA UNPAD T UJUAN penelitian adalah untuk memperoleh data farmakologi dari daun mengkudu. bahwa dari pohon dan tempat tumbuh yang berbeda. 1445. Isolasi dan analisis fraksi alkaloida dari daun tumbuhan mengkudu (Morinda dtrifolia L. 1250.021-42. enam macam komponen berfluoresensi biru di bawah sinar ultraviolet dan satu macam komponen berfluoresensi merah.1031. kalium.327).623). 1548-1515. natrium (0. 2778. 2850. 2857. 1608. 39 . dengan menggunakan prosedur dan metode yang sudah diketahui.257). Terlihat bahwa dalam suasana basa terjadi pergeseran batokromik atau terjadi perubahan struktur molekul. (No.1053. 235 nm dan 315 nm. Uji saponin yang dilakukan secara kromatografi lapis tipis menunjukkan hasil yang positif untuk tiap cuplikan.000-0. nitrogen. 235 nm dan 315 nm.) Trn WIRAHARJA NIKODEMUS.430).571).1253-1117. sesuai dengan hasil penelitian yang sejenis.1550-1515. terlebih dahulu harus ditentukan komponen apa saja yang terdapat dalam biji kelor.1408.611-3. 114*) MORINGA OLEIFERA LAMK.(No. 1212. 3250.1303. Pada penelitian ini diharapkan dapat diperoleh atkaloida murni yang karakteristik tlsiknya dapat ditentukan.714). Data yang diperoleh dapat dipergunakan untuk membantu dalam penelitian selanjutnya.

40 . Analisis komponen kimia minyak atsiri fuli pala dengan GC-MS ARYETTI. Tanaman di Indonesia dibudidayakan terutama untuk rempah-rempah. Escherichia coli dan Staphylococcus aiireus. 117*) MYRISTICA FRAGRANS HOUTT. PPPS ITB yang banyak TANAMAN pala (Myristica fragransiniHoutt.8254. putaran optik (27°C): +35 dan bobot jenis (27°C): 0. diekspor juga dalam bentuk minyak. JK FMIPA ITB aroma BJJI dan fuli pala mempunyaidalamnyakhas. (No. bahwa berbagai bagian tumbuhan kelor dapat digunakan Penentuan komponen utama minyak atsiri dari pala SAIFULLAR 1989.5 volume alkohol 90%.64. sisa penguapan 2.(No. putaran optik. Minyak atsiri diperoleh dengan penyulingan uap dan tetapan fisik yang ditentukan ialah: bobot jenis.24. JF FMIPA UNPAD ( AR1 penelusuran pustaka diketahui. Selanjutnya hasil isolasi ini dianalisis secara fisikakimia. larut dalam 2. betafelandren. (No. indeks bias pada 20°C. menghasilkan minyak atsiri dengan rendemen 18. 118*) MYRISTICA FRAGRANS HOUTT.) merupakan sa!ah satu suku Myristicaceae menghasilkan terdapat di Indonesia. kamfen. beta-pinen. Uji antibakteri zat larut dalam fraksi eter minyak tanah kulit akar kelor (Moringa oleifera Lamk. 1984. indeks bias (20°C): 1. kelarutan dalam alkohol 20%. bilangan asam 5. SUDARSINI. dihasilkan oleh biji kering buah pala yang telah masak dan minyak fuli yaitu minyak yang dihasilkan arillode kering biji pala yang telah masak. 115*) MORINGA OLEIFERA LAMK. Tetapi selain dalam bentuk biji. Percobaan yang dilakukan didahului dengan isolasi minyak fuli menggunakan pelarut heksan dan dilanjutkan dengan destiiasi uap. Buah pala sebagai rempah terutama diekspor dalam bentuk biji. Dari analisis diketahui ada 7 komponen utama dalam minyak atsiri. Ingin diketahui komponen utama minyak atsiri dari biji maupun fuli (komponen di sama). 1989.5379. Tetapan fisik minyak atsiri adalah: bobot jenis 0. Spektrum penyerapan ultraviolet menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 236 nm dan 263 nm.). di antaranya safrol dari minyak atsiri pala dengan kromatografi kolom dihasilkan senyawa dengan indeks bias (20°C): 1. Analisis dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas serta isolasi minyak atsiri dilakukan dengan kromatografi kolom. ayan. Pada penelitian ini telah dilakukan analisis komponen kimia salah satu minyak pala (Myristica pagans Houtt. bahwa ekstrak eter minyak tanah kulit akar kelor yang diteliti menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji Salmonella typhosa.24%. rematik dan diperkuat oleh hasil penelitian terdahulu adanya senyawa yang aktif sebagai antibakteri.4572.4255.3%. Analisis secara fisika menunjukkan minyak fuli ini mempunyai indeks bias (27°C): 1. linalol safrol dan konstituen lain yang belum dapat ditetapkan. Minyak hasil isolasi ini merupakan cairan bening dan berbau harum seperti fuli penghasilnya. p-simen. sisa penguapan. antara lain untuk mengobati penyakit kulit. bilangan penyabunan 31. bilangan asam dan bilangan penyabunan. Spektrum massa dari minyak atsiri fuli menunjukkan bahwa minyak atsiri fuli mengandung konstituen alpha-pinen. putaran optik: + 10. Ada dua jenis minyak yang dihasilkan oleh buah pala yaitu minyak pala.6. Bacillus subtilis.844. Berdasarkan hal tersebut di atas telah dilakukan penelitian fraksi eter minyak tanah dari kulit akar kelor sebagai antibakteri.) sebagai bahan obat tradisional yang khasiatnya. Analisis komponen kimia didahului dengan destiiasi vakum dan dilanjutkan dengan analisis GC-MS. Metode yang digunakan adalafa soksletasi dengan pelarut eter minyak tanah dan pemeriksaan golongan senyawa dari ekstrak tersebut dan uji daya antibakteri dengan metode cakram kertas. Hasil uji dapat disimpulkan. Hasil isolasi ditetapkan tetapan fisiknya.

Dengan spektrofotometer inframerah terungkap adanya gugus fungsi OH. Analisis minyak basil isolasi dengan spektrofotometri inframerah menunjukkan adanya gugus O-H.2 dengan jarak lembur 41 . Diduga kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. termasuk Labiatae yang dikenal dengan nama daerah sebagai kemangi. banyak baik Tsebagai obat tradisional maupun merupakan salah satu tumbuhan yangsanctum kegunaannya. suku bahan campuran makanan. (No. C = C. Penelitian komponen-komponen kimia minyak atsiri Oenanthe javanica DC. dengan GC-MS B TITINSUPRIHATIN. Minyak diperoleh dengan cara distilasi uap. 122*) OENANTHE JAVANICA DC. C = C. 121*) OCIMUM SANCTUM L. Tanaman ini mengandung minyak atsiri yang berbau sangat harum. Unalol. Minyak didapat dengan mengekstraksi destilat dengan eter. SUDARSONO. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kandungan kimia minyak atsiri tanaman kemangi. JK FMIPA ITB ELUM dijumpai informasi kandungan kimia dari batang dan daun tespong (Oenanthe javanica DC. klasifikasi serta kristalisasi kandungan utamanya. (No. sedrol. Ocimum L. sering tumbuh secara liar. 1987. Dengan GC-MS juga diperoleh informasi tentang kandungan felandren. inframerah. 2. Komponen utama minyak kemangi basil isolasi diduga merupakan senyawa seskuiterpen dengan bobot molekul 224.Pada penelitian ini telah dapat diisolasi dalam bentuk kristal murni senyawa OL2 (0. C = O. dari suatu alkohol. dan GC-MS. Tanaman Oldenlandia corymbosa L. dimana ditemukan 3 macam senyawa yaitu OLi. geranial dan karyofilen. kromatografi gas dan kolom. 123*) OLDENLANDIA CORYMBOSA L. Minyak atsiri dengan spektrofotometer ultraviolet mempunyai serapan maksimum pada panjang gelombang 258 nm. klasifikasi dan kristalisasi kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. Sampai saat ini belum kandungan kimia tanaman ini. 3. OLs. merupakan tumbuhan liar diteliti mengenai nama wijen hutan. Tujuan penelitian adalah menyelidiki beberapa komponen kimia dari minyak atsiri tespong yang banyak terdapat di Indonesia. Senyawa OL. daun dan bunga kemangi segar dengan pelarut metanol dan dilanjutkan dengan n-heksan. Penelitian komponen kimia minyak atsiri Ocimum sanctum L. termasuk di daerah tropis O yang oleh masyarakat dikenal dengansuku Rubiaceae. C-O. C-H alkana dan senyawa aroma I ik. banyak tumbuh di daerah-daerah di Indonesia dan juga di negara-negara Asia dan Amerika. mengandung 3 buah senyawa golongan iridoid. dengan GC-MS ATHENA ANWAR. CH dari metil dan metan. JK FMIPAITB UMBUHAN Ocimum sanctum L. 1987.015%) dengan jarak lebur 115-118°C dan glukosa sebagai gugus gulanya. Dengan kromatografi gas dan kolom memperlihatkan adanya 21 komponen. OL.(No. yang larut dalam etanol 96% adalah senyawa golongan alkaloida dan atau golongan iridoid yang mempunyai efek terapetik.2. 1981. serta C = O dari karboksilat. Analisis menggunakan spektrofotometer ultraviolet. Dilakukan percobaan isolasi. kemudian dilakukan destilasi uap terhadap ekstrak yang telah dihilangkan pelarutnya. yang larut dalam etanol 96% adalah senyawa golongan iridoid. Dalam penelitian ini isolasi minyak dilakukan dengan cara merebus batang.). Kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L.FF UGM ldenlandia corymbosa L. Isolasi. Hasil analisis dengan GC-MS menunjukkan adanya senyawa Unalol.

JK FMIPAITB terdahulu telah menyebutkan bahwa pachyrrhizin ini tidak mempunyai kerja insektisida. 1986. Penelitian ini dilakukan untuk konfirmasi sifat racun dari pachyrrhizin. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya alkaloida. Pemisahan kromatografi lapis tipis dari ekstrak kloroform. saponin. flavonoida OLONG buncis (Phaseolus vulgaris L. 128*) PHASEOLUS VULGARIS L. bahwa buncis mengandung vitamin dan mineral yang sangat diperlukan oleh tubuh. besi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui senyawa yang terdapat di dalamnya. aluminium dan silikon dalam abu total. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat-sifat tanaman ini. Penelitian dilakukan terhadap ekstrak dengan cara kromatografi lapis tipis. JF FMIPA UNPAD OLONG buncis (Phaseolus vulgaris L. menggunakan adsorben silika gel 60 GF 254. kloroform: metanol (95:5) v/v sebagai pelarut dan larutan Liebermann-Burchard sebagai penampak bercak. menunjukkan lima bercak. Bouchardat dan Mayer menunjukkan reaksi positif alkaloida. Percobaan menunjukkan bahwa pachyrrhizin sama sekali tidak bersifat racun.) P DEDISOFYAN. termasuk senyawa golongan iridoidglikosida dengan glukosa sebagai gugus gula. Terdapat juga mineral: kalsium. triterpenoida dan steroida. inframerah. di samping itu mengandung pula golongan alkaloida.) mempunyai khasiat menurunkan kadar glukosa dalam dan glikosida. 130*) PHASEOLUS VULGARIS L. Isolasi dan penetapan karakteristik fisik senyawa alkaloida dari buncis Phaseolus vulgaris L. RAHAYU NUROCHMAN. tidak mengandung senyawa golongan alkaloida. 1986. >ACHYRRHIZIN merupakan salah satu senyawa yang terdapat dalam biji bengkuang. A. Daya racun pachyrrhizin dan fraksi lain pada ekstrak biji bengkuang (Pachirrhyzuz erosus Urban.84). kromatografi kolom dan rekristah'sasi. (No. menunjukkan satu bercak dengan serapan maksimum pada panjang gelombang 210 nm. ekstraksi pelarut-pelarut. dapat menunjukkan bahwa zat yang diperoleh itu adalah benar pachyrrhizin. spektrofotometri ultraviolet dan inframerah. Beberapa pustaka menunjukkan. skrining fitokimia. Stfat-sifat fisik. pemisahan dan isolasi komponen dan penetapan sifat fisik komponen yang diisolasi dengan spektrofotometri ultraviolet. setelah diisolasi dan dilakukan kromatografi lapis tipis dua dimensi. Pemeriksaan pendahuluan terhadap ekstrak buncis dengan menggunakan pereaksi Dragendorff. Percobaan yang dilakukan telah berhasil memisahkan pachyrrhizin murni dari biji bengkuang dengan cara ekstraksi sokslet. (No. Namun akhir-akhir ini timbul keragu-raguan tentang sifat racun pachyrrhizin. Data spektroskopi ultraviolet. Uji keracunan dilakukan terhadap telur udang air asin yang baru menetas. ekstraksi. tanin. Para peneliti Beberapa aspek farmakognosi dari buncis (Phaseolus vulgaris L. warna kristal dan fluorosensi di bawah sinar ultraviolet. Salah satu bercak (Rf = 0.) mempunyai khasiat menurunkan kadar glukosa dalam darah. 124*) PACHYRRHIZUZ EROSUS URBAN. sedang yang beracun adalah fraksi lain. NMR dan GC-MS juga sangat mendukung hal ini. 1987.07%. Hasil pemeriksaan kromatografi lapis tipis dengan larutan pengembang aseton-air (1:1) v/v dan penampak bercak Dragendorff modifikasi Thies menunjukkan dua bercak berwarna jingga dengan I . ENNY RATNANINGSIH. (No. nikel. bentuk kristal. flavonoida dan glikosida. flavonoida.115-118°C. yang diduga mengandung saponin atau rotenon. 4.). Sari etanol 96% tanaman Oldenlandia corymbosa L. Kadar yang diperoleh adalah 0. yakni suhu lebur. JK FMIPA ITB Pdarah. Metode pemeriksaan terdiri dari karakterisasi simplisia. Beberapa pustaka menyatakan bahwa buncis mengandung senyawa alkaloida.

) HERMAN PUSPITA. kadar sari yang larut dalam air: 34. Senyawa golongan sterol didapat dalam ekstrak etanol. (No. Ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan metanol. Pemeriksaan spektrofotometri ultraviolet memberikan serapan maksimum pada panjang gelombang 195nm dan 230 nm. di samping mengandung senyawa tanin. Jengkol diduga mengandung senyawa bahan alam saponin. serapan maksimum sinar ultraviolet pada panjang gelombang 202 nm dan 254 nm.63% b/b. (No. 1250 cm"1 (regang C = C-O). Pada pemeriksaan spektrofotometri inframerah menunjukkan adanya puncak pada panjang gelombang 2700. 2920 cm'1 (C-C-H). Secara tradisional seduhan herba ceplukan digunakan sebagai obat penurun tekanan darah tinggi dan obat antidiabetes. 1050 cm"1 (regang C-O-C). yaitu ordo Leguminosae.) termasuk suku Mimosaceae. Dalam penelitian ini.1680. magnesium dan besi. 3050 cm"1 (C = C-H aromatik). T\ijuan penelitian ini adalah untuk mengetaui apakah ada perbedaan kandungan kimia dalam akstrak air dan ekstrak etanol dari buah ceplukan. Pemeriksaan kualitatif kandungan kimia ekstrak etanol dan ekstrak air buah ceplukan (Physalis angulata L. Pada pemeriksaan kromatografi lapis tipis dua dimensi dengan Rf = 0.83% b/b. 1700 cm"1 (regang -C = O karbonil konjugasi). Penjajagan awal senyawa saponin dalam kulit buah jengkol (Pithecellobium lobatum Benth.) adalah tumbuhan perdu yang banyak tumbuh di kebun.harga Rn = 0. Data ini menunjukkan bahwa senyawa ini berbeda dari kuasinoid yang telah dilaporkan dari kulit batang Picrasma javanica BL.57 menunjukkan satu bercak jingga. JK FMIPA UNAND ARI kulit batang Picrasma javanica Bl. Kedua ekstrak tersebut mengandung senyawa alkaloida dan saponin. kalsium. Penelitian ini dilakukan dalam rangka menanggapi surat edaran Evi NoviARSYAH LATIF. lebih besar dari pada kadar sari yang larut dalam etanol: 15.07 dan Rf2 = 0. Hasil isolasi dengan metode ekstraksi dan pengendapan dengan timbal asetat memberikan dugaan kuat adanya fraksi yang merupakan bagian senyawa saponin (crude saponin). Ditemukan satu senyawa pahit Zi berupa kristal jarum putih kekuningan dengan jarak lebur 216-219°C. sedangkan senyawa kimia yang akan diperiksa adalah saponinnya. 1988. 1986. (No. D ZUHARINA. 1770. kimia kualitatif dan skrining fitokimia pada ekstrak air dan etanol serbuk buah ceplukan. masih satu ordo dengan tanaman ginseng. 1760 cm'1 (regang -C = O lakton). telah diisolasi beberapa kandungan alkaloida. JF FMIPA UNPAD UMBUHAN ceplukan (Physalis angulata L. senyawa golongan tanin didapat dalam ekstrak etanol panas.) Tmempunyai daun tunggal berlekuk. 1100. 1540. 2340. 133*) PICRASMA JAVANICA BL. Hasil kromatografi lapis tipis preparatif terhadap fraksi ini dengan eluen 43 . dan spektrum inframerah menunjukkan absorbsi pada 3600 cm" (regang -O-H). 136*) PITHECELLOBIUM LOBATUM BENTH. kalium. Abu total serbuk buah ceplukan mengandung unsur natrium.780 dan 610 cm'1. Penelitian ini akan melanjutkan penelitian kandungan kimia dengan menggunakan akar segar. Departemen Kesehatan tentang obat tradisional yang dibuat bentuk tablet atau kapsul harus berisi ekstrak air atau etanol bahan tanaman. Penelitian dilakukan secara mikroskopis. kemudian difakukan fraksinasi dan analisis dengan kromatografi. bagian tanaman jengkol yang akan diteliti adalah kulit buahnya. JK FMIPA ITB J ENGKOL (Pithecellobium lobatum Benth. 1989. Isolasi zat pahit dari akar Picrasma javanica Bl. Fraksi dari n-butanol memberikan hasil positif terhadap uji kimia saponin.1400. buah berbentuk lonceng bercangkap lima dan berkelopak besar. 132*) PHYSALIS ANGULATA L.57.

(luntas/behmtas) GLORIA S. ada tidaknya endapan. (No. satu kelompok tidak diberi obat. yaitu 237 nm. tanaman ini tidak berkhasiat antipiretik. Percobaan asetilasi yang dilakukan terhadap fraksi hasilnya dibandingkan dengan data inframerah dari senyawa asli. sari yang diperoleh mengalami perubahan warna. SETIAWATI YUSUF. 137*) PLEOMELE ANGUSTIFOLIA N. Tiga kelompok diberi Pluchea indica L. Warna obat kumur dengan penambahan sari daun suji sebagai pewarna kurang stabil dibandingkan dengan warna obat kumur dengan penambahan pewarna sintetik FD & C Green No. diabetes. Metode yang digunakan: pembuatan sari memakai cara perkolasi.Polygonaceae.apakah dapat disimpan lama sebagai dan tetapi belum diketahui tanpa mengalami perubahan. bau. hanya terhadap bercak yang tidak naik menunjukkan positif adanya senyawa tanin.83 dan 0. (No. stilben. Pada penyimpanan. sedangkan bau tetap. flavonoida dan steroida atau senyawa turunannya. pH. Dari uji biokimia (uji hemolisis darah) untuk bercak dengan Rf: 0. serapan. perubahan serapan. BROWN Pembuatan sari daun suji dan penggunaannya dalam obat kumur NENENG MUPIDAH.18%. 1987. 50 g/kg bb. Sejauh mana sari daun suji sebagai pewarna. secara empirik digunakan sebagai antipiretik. Sedangkan percobaan hidrolisis saponin cukup sulit untuk dilakukan. WANANDA. Untuk percobaan digunakan 20 ekor kelinci yang didemamkan dengan vaksm kotipa dalam 5 kelompok. PPPSITB lygonum perfoliatum L. Suhu diamati tiap jam selama 8 jam. E. 139*) POLYGONIUM PERFOLIATUM L. jumlah dan warna bercak dalam kromatografi lapis tipis. 2. Kajian kandungan kimia tanaman Polygoniutn perfoliatum L. Untuk konfirmasi hal ini dilakukan uji antipiretik. Di Eropa. 138*) PLUCHEA INDICA L. sedangkan bercak dengan Rf: 0. Sedangkan penentuan strukturnya masih belum dapat dilakukan karena kesulitan instrumentasi dan biaya..91 meragukan. 1989. (No. pH. jenis tanaman Polygonium digunakan sebagai obat kanker.83 memang positif saponin. Masalah yang ingin diteliti adalah: 1.. FKHIPB Inched indica L. Jenis bermacam-macam senyawa. yaitu sekitar 13. Data ultraviolet menunjukkan panjang gelombang maksimum yang sama dengan panjang gelombang maksimum dari saponin standar. Pada dosis yang dicoba. JK FMIPA UNPAD ELAH diketahui daun suji E Brown) dapat digunakan Tpewarna makananbahwa minuman. 44 . dengan dosis: 25 g/kg bb. (Pleomele angustifolia N. alkaloida. Uji dengan larutan besi(IH) klorida 10% terhadap masing-masing bercak. Penelitian daya antipiretika dari Pluchea indica L. 1980. dan 75 g/kg bb. Polygonum dari suku K.CHCl3:MeOH:H2O = 65:35:10 memberikan 2 bercak dengan Rf 0. jumlah dan warna bercak. khususnya dalam suatu formula obat kumur dapat disimpan. Dari percobaan diketahui bahwa saponin dalam kulit buah jengkol tersebut adalah jenis saponin triterpenoida. Pengamatan pelbagai konsentrasi sari daun suji terhadap warna.anaman ini mengandungtermasuk dalam jenis tanamanantara lain antrakuinon. Dari data spektroskopi ultraviolet dan inframerah yang dibandingkan dengan data yang sama untuk saponin Merck terlihat bahwa fraksi dengan Rf: 0. diare alau diminum sebagai leh..83 menunjukkan hasil yang positif. Adakah perbedaan kestabilan antara sari daun suji dan pewarna sintetik sebagai pewarna dalam suatu formula obat kumur.91 serta satu bercak yang lidak naik. Penentuan kadar saponin dengan metode spektrofotometri menunjukkan bahwa kadar saponin yang terdapat pada fraksi dari kulit buah jengkol cukup besar. 3. Hasil penelitian menunjukkan: sari daun suji dapat dibuat dengan cara perkolasi dengan etanol 70% sebagai cairan penyari. juga terjadi endapan.

(No. Kemungkinan cara kerja larutan daun jambu klutuk berdasarkan pada penyamakan mukosa usus khususnya kolon. Triterpen tetrasiklik ini diduga 3-hidroksi-ll-on kolestana. Berdasarkan hasil pemisahan dan data pengamatan spektrum ultraviolet. JF FMIPA UNPAD KAR pakis tangkur. Isolasi dengan cara ekstraksi bertingkat.Penelitian ini bertujuan untuk memisahkan senyawa yang dikandung di dalam akar dan batang tanaman Polygonium perfoUatwn L. dengan metode perkolasi menggunakan etanol 70%. antihipertensi. Sekalipun ada bermacam jambu klutuk. Hasil ekstraksi dimurnikan secara kromatografi kolom.) terhadap otot polos usus dan pupil kelinci dan tikus putih AGUS DJAMHURI dkk.31%. Penelitian fitokimia untuk mengetahui kandungan kimianya sudah banyak dilakukan dan terdapat senyawa flavonoida dan triterpenoida dalam beberapa fraksi pelarutnya. FTP UGM ENELITIAN ini bertujuan mengetahui tentang pemanfaatan biji Ptetragonolobus DC.. NMR dan GC-MS.) sebagai untuk dengan cara pembuatan seperti kedele. (3). lalu diperiksa karakteristik fisik dan kimianya dengan spektrofotometri inframerah. 142*) PSOPHOCARPUS TETRAGONOLOBUS DC. kecipir (Psophocarpus tempe 45 . yang mungkin dapat dipergunakan sebagai bahan dasar atau bahan baku dalam pengembangan sintesa senyawa yang berkhasiat sebagai obat kanker pada manusia. antihepatotoksik. tidak berbau dan berasa pahit. inframerah dan hasil analisis GC-MS dapat disimpulkan. kecamatan Dau Malang. menggunakan metanol:air (8:2). etilasetat dan metanol-kloroform-air. kemudian dikeringkan. eter minyak tanah.. karena besarnya kandungan kadar tanin di dalamnya. Ingin diperiksa apakah fraksi fase metanol-air mengandung senyawa triterpenoida dan karakteristik fisik dan kimianya. hipoglikemik. SUHARDI. sakit pinggang bahanlain-lain. Usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan SRI ANGGRAHINI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1).) terhadap polos usus dan dan tikus putih. 1987. 140*) POLYPODIUM FEEI METT. (No. Daun jambu klutuk merupakan sumber tanin yang dapat dimanfaatkan sebagai obat antidiare. 141*) PSIDIUM GUAJAVA L. dikenal sebagai obat tradisional untuk mengobati Apenyakit rematik. tekanan darahfeeitinggi. Efek farmakodinami larutan daun jambu klutuk tidak didasarkan pada khasiat antikolinergik atau langsung pada otot polos usus. kloroform. (No. Pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium guajava L. Daun yang dipetik adalah daun muda pertama dan kedua yang telah mencapai pertumbuhan penuh dari pucuk daun. 1981. FP UNBRA ini mengetahui PENELITIAN ototbertujuan untuk pupil kelinci pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium guajava L. Di samping itu masih ada khasiat tanin latnnya yang antara lain menjadi adsorben toksin. Potypodium Mett. Hasil identifikasi menunjukkan adanya dua jenis senyawa triterpenoida dalam fraksi fase metanol-air. Ekstraksi dilakukan pada serbuk akar dan batang Polygonium perfoliatum L. bahwa padatan jingga adalah senyawa cis-monohidroksistilben. kemudian kromatografi kolom menghasilkan padatan berwarna jingga sebanyak 0. Triterpenoida yang dimurnikan berupa kristal coklat. (2).. Bahan penelitian diambil dari satu pohon kebun jambu klutuk di desa Mulyo Agung. tetapi untuk penelitian ini tidak diadakan identifikasi spesies. Usaha isolasi dan identifikasi triterpenoida dari akar pakis tangkur DADANG ADAM ALAMSYAH. Akar pakis tangkur segar diambil dari hutan sekitar kawah gunung Tangkubanperahu pada ketinggian 1300-3000 m dari permukaan laut. analgetik dan antasid. 1986. Penelitian farmakologi dan ekstrak metanol-air akar pakis tangkur aktif sebagai depresan terhadap susunan saraf pusat. presipitasi protein.

Setelah berumur 2 minggu percobaan dimulai. JK FMIPA ITB Rmengandung 60% lipida. jumlah limfosit dalam darah. Kemurnian makanan dan daya konversi makanan menunjukkan korelasi negatif yang sangat signifikan. jumlah limfosit dalam darah. dikenal di Indonesia dengan nama pohon jarak. Usar ini dibeli dari pasar Beringhardjo.264%. Dengan mengamati perubahan komposisi lipida selama perkecambahan. Tahap kedua. nitrogen terlarut dan kadar air. Tahap pertama. yang sebagian besar terdiri dari komponen asam lemak risinoleat. Biji kecipir dan tempe yang telah dibuat. Bersifat positif karena mengandung gizi yang tinggi. Kelompok I adalah kelompok kontrol. Akan dilihat pula berat dan struktur histologik lien sebagai organ pembentuk limfosit. Yogyakarta. dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut: Tempe kecipir yang dibuat mempunyai sifat-sifat nilai formal: 3. Perubahan komposisi beberapa komponen lipida selama perkecambahan Ricinus communis L. yaitu membandingkan akseptabilitas. Berdasarkan hasil penelitian usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan. Penetapan komposisi 46 . waxes. Ayam dibagi dalam 5 kelompok secara acak. 1981. berat dan gambaran histologik lien. merupakan pembuatan tempe kecipir yang dilakukan berdasarkan tempe kedele. Biji kecipir sebagai sumber bahan makanan mempunyai sifat positif dan negatif. maka diharapkan dapat memberikan informasi baru tentang kandungan lipida dan pemanfaatannya. komposisi darah dan limpa pada ayam broiler SUMIYATI SUNARYO dkk. kosmetik.. yang dititikberatkan pada tekstur atau kekerasan dan flavor dikerjakan dengan uji organoleptik. Perhitungan dengan LSD menunjukkan bahwa sampai batas 10% masih tidak ada perbedaan kenaikan bobot badan. Lipida yang sifatnya khusus ini dikenal sebagai castor oil dan banyak digunakan untuk bahan industri seperti pelumas pesawat terbang. 146*) RICINUS COMMUNIS L. dianalisis kadar HCN total bahan padat tersebut. (No. 15%.Penelitian dikerjakan dalam dua tahap. bahan pelapis pelindung. dan 20%. Dalam percobaan ini. MOHAMAD ISTARI. Analisis statistik dengan RCB/CRD menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan untuk kenaikan bobot badan. Kelemahan tempe kecipir sebagai bahan makanan adalah tekstur yang masih keras dan agak berbau langu. 143*) PSOPHOCARPUS TETRAGONOLOBUS DC.885%. FKH UGM D ALAM penelitian ini ingin dilihat pengaruh penggantian sebagian ransum dengan biji kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC. jika dibandingkan dengan kontrol. yang masih dapat menunjukkan tidak adanya perbedaan antara perlakuan dan kontrol. ransum yang diberikan tanpa campuran. tetapi belum dapat menyamai nilai cerna tempe kedele.) terhadap bobot badan dan perubahan jumlah limfosit dalam darah. bersifat negatif karena diduga mengandung zat fitohemaglutinin yang bersifat mitogenik terhadap T-limfosit. 1987. bahan untuk polimer icinus communis L. Ke dalam ransum dicampurkan tepung biji kecipir berturut-turut. berat lien dan struktur lien. Pada pembuatan tempe digunakan usar dalam daun seba- gai sumber jamurnya. 10%. khususnya untuk kenaikan bobot badan. Sebagai pembanding dibuat pula tempe kedele.468%. Pengaruh penggantian sebagian ransum dengan biji kecipir terhadap bobot badan. perbedaan signifikan untuk jumlah limfosit dalam darah.075% . Nilai cerna tempe kecipir lebih baik daripada biji kecipir. ingin diketahui sampai batas berapa persen pencampuran tepung biji kecipir dalam ransum. kadar air: 60. sebanyak 5%. Kelompok II. (No. III. sedang untuk berat dan struktur histologik lien tidak ada perbedaan di antara berbagai perlakuan. semir. Percobaan dihentikan pada waktu ayam berumur 8 minggu. Telah diketahui bahwa bijinya uretan dan lain-Iain. IV dan V digunakan sebagai ayam perlakuan. Untuk maksud tersebut diteliti 25 ekor ayam pedaging jenis Hubard umur 1 hari. Akseptabilitas tempe kecipir dapat disejajarkan dengan tempe koro-benguk. nilai formal. kadar HCN: 0%. bahan dapat larut: 26. nitrogen terlarut: 5.

1987. JF FMIPA UNPAD ELAH buah dua Solatium Tvarietasdilakukan penelitian terhadapbanyak. Pada periode setelah awal perkecambahan. 1370 cm"1 (lentur C-H). ketebalan 250 um). sistem pengembang kloroform:metanol (9:1) v/v dan penampak bercak pereaksi larutan antimon(III) klorida jenuh dalam kloroform. Untuk mengidentifikasi solasodin. Clarke bahan segar: varietas duri jarang: 37. ternyata selama perkecambahan secara keseluruhan terjadi penurun- an lipida total. Penelitian dimaksud untuk mengidentiflkasi kandungan terpenoida yang ada dalam daun tumbuhan ini. Senyawa terpenoida Zi mempunyai jarak lebur 78-79°C.04%. Isolasi dilakukan dengan cara perkolasi daun segar menggunakan pelarut metanol. 1120 cm"1 (C-O). diukur langsung dengan menggunakan densitometer 47 . 1988. Salah satu bercak hasil pemisahan dari ekstrak kloroform memberikan harga Rf dan pereaksi warna yang identik dengan solasodin pembanding. yang meliputi penetapan kadar air. varietas duri banyak: 36. dan tidak menyerap sinar ultraviolet pada panjang gelombang di atas 200 nm. (No. Dari daun telah diisolasi alkaloida utama ialah bukittinggina dan mempunyai efek hipotensif dan analgetik. 875 cm"1 (C-H).) Ridley.) RIDLEY Isolasi terpenoida dari daun Sapium baccatum (Roxb. terpenoida dan fenol. duri jarang dan varietas duri dari segar yang dikeringkan. sistem pengembang kloroform:metanol (9:1) v/v dan penampak bercak pereaksi Carr-Price. Konversi tersebut melalui jalur metabolisme B-oksidasi.93%. 148*) SAPIUM BACCATUM (ROXB. Hasil penetapan kadar air dari buah masak kedua varietas Solatium khasianum CB. identifikasi dan penetapan kadar solasodin secara densitometri. Senyawa terpenoida Za mempunyai jarak lebur 193-195°C. 2860 cm"1 (C-H). setelah dinetralkan dengan natrium karbonat 20% b/v. Ekstraksi solasodin dilakukan dengan cara menghidrolisis saponin dalam buah masak dengan asam klorida 2 N. tetapi ada beberapa komponen lipida yang mengalami kenaikan.77 %.dari ekstrak kloroform ini dilakukan kromatografi lapis tipis dengan menggunakan pelat pralapis silika gel GF254 (ukuran 20 x 20 cm. 1640 cm"1 (C = C). 2960 cm"1. Clarke secara densitometri EUIS NiNING. Bercak yang identik dengan solasodin pembanding (yang dikembangkan bersama-sama pada pelat kromatografi lapis tipis) dan bercak solasodin pembanding. CLARKE Penetapan kadar solasodin dari dua varietas Solarium khasianum CB. Dari hasil yang diperoleh.79%. bahan yang dikeringkan (di udara terbuka selama 35 hari): varietas duri jarang 10. terjadi sintesis fosfolipida dan sedikit sintesis trigliserida. yang dikembangkan bersama sama pada pelat kromatografi lapis tipis..) Ridley ZULFADLY N. Data spektroskopi inframerah memberikan serapan maksimum yang karakteristik pada panjang gelombang 3400 cm'Vo-H). fraksinasi dilakukan dalam kloroform dan asam sulfat 5% dan pemisahan komponen fraksi netral dengan kromatografi. Sapium baccatum (Roxb. 149*) SOLANUM KHASIANUM CB. (No. 1030 cm"1 (C-O). sapogenin yang terbentuk diekstraksi dengan kloroform. Selama perioda awal perkecambahanm enzim lipase memperlihatkan aktifitas yang tinggi dan pada periode ini juga terjadi konversi lipida menjadi karbohidrat. varietas duri banyak: 10. Liebermann-Burchard.lipida dilakukan dengan kromatografi lapis-tipis. JF FMIPA UNAND DAUN nyatua batu. 1460 cm"1 (lehtur C-H). Data spektroskopi inframerah memberikan puncak serapan yang karakteristik pada panjang gelombang 3350 cm"1 (OH). Dragendorff dan asam sulfat 50% dalam metanol. 2860 cm"1 (C-H). 1450 cm .masak bahanvarietasdan bahan khasianum CB. Clarke. bereaksi positif terhadap alkaloida. daur glioksilat dan glikolisis. ekstraksi. Penetapan kadar solasodin dilakukan secara densitometri dengan mengggunakan pelat pralapis silika gel GF254 (ukuran 20 x 20 cm. 2950 cm". ketebalan 250 urn). 3010 cm"1 (C-H olefinik). dan spektrum ultraviolet dalam pelarut etanol memberikan puncak serapan maksimum pada panjang gelombang 209 nm.

CLARKE Membandingkan dua metode ekstraksi solasodin dari Solanum khasianum CB.10 *3%) terbukti dari kadar solasodin yang lebih tinggi.010%.Burchard. Uji kadar asam sitrat dalam 48 . Hal ini berarti bahwa pencekokan ekstrak Solanum laciniatum tidak berpengaruh terhadap perkembangan folikel primer menjadi folikel sekunder. 1987. suatu penelitian kuantitatif terhadap perkembangan ovum OENTOENG SOERADI. 150*) SOLANUM KHASIANUM CB. Solanum khasianum CB. Penetapan kadar solasodin dilakukan dengan cara densitometri pada panjang gelombang 400 nm. bahan kering = 0. Setiap ulangan terdiri dari 3 ekor tikus yang mewakili kelompoknya. (No. Clarke varietas duri jarang: kadar solasodin bahan segar = 0.ekstrak daun Solanum Ait. bahan kering = 0.402 ± 0.76 ± 1.009%.01%. varietas duri jarang yang sudah masak. masing-masing diberi akuades 2 mL per hari selama 8 minggu.panjang gelombang 400 nm. FK UI UJUAN pengaruh Tlaciniatumpenelitian adalah untuk menentukan bagaimana tikus dewasa. terhadap perkembangan folikel dalam ovarium Contoh yang diteliti adalah ekstrak (dekok 20%) daun Solanum lachiatum Ait. JF FMIPA UNPAD U NTUK mengisi kekurangan bahan baku diosgenin sebagai bahan baku pada pembuatan kontrasepsi oral. Hasil penetapan kadar solasodin dari kedua varietas Solanum khasinum CB. maka dikembangkan penggunaan solasodin. Clarke varietas duri jarang dan varietas duri banyak adalah sebagai berikut: Solanum khasianum CB. Pencekokan yang dilakukan tidak mempengaruhi berat ovarium. Percobaaan dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan mengggunakan 20 ulangan.542 ± 0.01).59 ± 3. penampak bercak Carr-Price. sehingga fungsi ovarium lambat laun menurun. maka kepekatan ekstrak atau dosis pencekokan perlu ditingkatkan. lebih baik daripada metode hidrolisis asam: (0. Diperkirakan sifat kerja solasodin yang terdapat dalam ekstrak 20% tersebut sama dengan progesteron.05). Departemen Kesehatan RI. Liebermann. 1978. Ekstraksi solasodin dilakukan dengan dua metode. 152*) SOLANUM LACINIATUM AIT. yaitu mekanik glikosida dengan air dan asam asetat dibandingkan dengan hidrolisis asam. Tetapi pada perkembangannya menjadi folikel graaf mulai memperHhatkan adanya hambatan.59 ± 0. yaitu. Sebaliknya jumlah folikel graaf dan korpus luteum. Identifikasi dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dengan silika gel GF254. Clarke.33.10 ~3%). yaitu menghambat pembentukan LH oleh hipofisa. Pencekokan dilakukan setiap hari pada jam 9. menunjukkan penurunan yang cukup bermakna dibandingkan dengan kontrol (P<0. pengembang klorofornrmetanol (9:1). bahwa jumlah folikel primer dan sekunder pada tikus yang diberi ekstrak tidak menunjukkkan perbedaan yang bermakna. Telah dilakukan penelitian metode ekstraksi buah segar Solatium khasianum CB.00 pagi sebelum diberi makan. dan kontrol lainnya tidak mendapat apapun. walaupun tidak terjadi seluruhnya. terhadap ovarium tikus. dibandingkan dengan kedua kelompok kontrol (P < 0. Pengaruh pencekokan ekstrak daun Solanum laciniatum Ait. Digunakan dua macam kelompok kontrol.011%. berasal dari Balai Penelitian Gizi. untuk mendapatkan kadar solasodin paling tinggi. Gambaran histologik menunjukkan. pada tikus betina berumur 5 bulan dengan bobot badan 160-170 gram. dibandingkan dengan kontrol (P<0.468 ± 0. Hasil penetapan kadar menunjukkan bahwa metode penarikan glikosida dengan air dan asam asetat 3% (0. Pencekokan diberikan sebanyak 2 mL per hari selama 8 minggu. Clarke LALA NURLAELA. No. suatu senyawa yang mempunyai inti sama dengan diosgenin. Clarke varietas duri banyak: kadar solasodin bahan segar = 0. Dragendorff dan asam sulfat 50% dalam metanol. Untuk mengetahui lebih jelas pengaruh solasodin. Terjadinya hambatan ini dibuktikan pula dengan makin meningkatnya pembentukan folikel atresia pada kelompok tersebut.07.01)..

Kemungkinan pacuan terhadap kontraksi otot rahim pada binatang percobaan tersebut terjadi. baik secara langsung maupun tidak langsung (dengan memacu usus binatang percobaan). Dalam penelitian ini dilakukan isolasi alkaloida dari batang tumbuhan Stephania corymbosa Bl. (No. pemisahan alkaloida fenolik dan non-fenolik. Metode yang dilakukan adalah menggunakan kelinci sehat dengan bobot badan sekitar 2 kg yang dipuasakan selama 14 jam. diteliti kandungan alkaloida. 155*) STEPHANIA CORYMBOSA BL. 1978. JK FMIPA ITB penelitian dari TUJUAN mempunyaiini adalah untuk mempelajari apakah zat pemanis dapat Stevia rebaudiana Bertonii sifat hipoglikemik dibandingkan tolbutamida untuk digunakan sebagai antidiabetik. Alkaloida dari Stephania corymbosa Bl. baik secara terpisah (pada uterus marmot) maupun secara in situ (pada kelinci). menggunakan pereaksi dan pendeteksi yang spesifik untuk alkaloida. NMR dan GC-MS menunjukkan bahwa salah satu senyawa yang berhasil diisolasi adalah suatu alkaloida jenis dibenzazonin.. isolasi alkaloida. Dapat disimpulkan pula bahwa alkaloida ini ialah protest efanin. 156*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Efek hipoglikemia zat pemanis dari Stevia rebaudiana Bertonii pada kelinci HARMAINI M J D. (No. untuk mengidentifikasi status patologik kelenjar prostat. Hasil yang diperoleh dari perlakuan stevia pada hewan percobaan bahwa ternyata pernafasan detak jantung tidak dipengaruhi. yang biasanya digunakan sebagai obat demam. FK UGM Tobat tradisional dan khasiatnya untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. bahwa infus kulit akar terong menaikkan kontraksi otot rahim pada binatang percobaan. Isolasi dilakukan berdasarkan sifat basa dari alkaloida dan mencakup beberapa tahapan. yaitu penghilangan lemak dari materi tumbuhan. dari hasil penelitian Takeda (1950). bahkan berkhasiat hipoglikemik. Data spektroskopi ultraviolet. Penemuan ini merupakan penemuan kedua dari protostefanin dari tanaman genus Stephania. 1989. Penyelidikan efek hipoglikemik zat pemanis Stevia dilakukan dengan glukosa toleransi. 153*) SOLANUM MELONGENA L. Stevia rebaudiana Bertonii dapat digunakan sebagai makanan berkalori rendah bag! penderita diabetes. pada kontraksi otot rahim SAMEKTO WIBOWO dkk. menggunakan hewan percobaan marmot betina dengan bobot badan 350 g dan kelinci albino betina dengan bobot badan 800 g. ternyata bahwa sebagian besar alkaloida ini secara teoritis berasal dari prekursor benzil-isokuinolin. Pengaruh infus akar terong Solarium melongena L. inframerah. Kemurnian dari senyawa yang berhasil diisolasi ditentukan dengan kromatografi lapis tipis. (No. UJUAN penelitian adalah untuk memberikan keterangan ilmiah pemakaian akar terong sebagai Contoh yang diteliti adalah infus kulit akar terong. Baru-baru ini protostefanin telah diisolasi pula dari species Hyberbaena columbica dari suku Menispermaceae yang belum pernah diisolasi dari tanaman lain.. serta pemisahan komponen dengan kromatrografi kolom.plasma semen perlu dilakukan pada kasus-kasus dengan motilitas spermatozoa kurang (lambat).. Hasil penelitian menunjukkan.. orang kegemukan dan penderita gigi berlubang. Dari sekitar 28 spesies Stephania yang telah GUSTINISY. Infus akar terong dalam dosis yang lebih besar dapat menaikkan tonus kontraksi Ueum marmot terpisah. Tyang mengandung senyawa kimia golongan alkaloida. yang sebelumnya telah ditemukan pada species Stephania japonica Miers. 1986. Pada pemberian zat pemanis stevia 49 . PPPSITB ELAH diketahui bahwa tumbuhan Stephania adalah salah satu genus dari suku Menispermaceae. Penentuan kadar gula darah dilakukan dengan cara Nelson-Somogyi.

perlu diteliti lebih lanjut efek samping yang negatif.tanpa pemberian glukosa dibandingkan dengan pemberian tolbutamida. kemudian berkurang sesuai dengan lamanya penyimpanan. JK FMIPAITB D AUN tanaman Stevia reubadiana Bertonii dapat digunakan sebagai bafaan pemanis untuk makanan dan minuman. Penentuan sifat racun dilakukan dengan beberapa cara. 157*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Zat pemanis Stevia rebaudiana Bertonii UTARI DEWI. . sebagai pemanis minuman ringan berupa teh manis dan uji kualitas mikrobiologi. infus teh dan campurannya terhadap bakteri uji Escherichia coli dengan metode perhitungan bilangan bakteri menunjukkan bahwa. inframerah. 158*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Infus daun Stevia rebaudiana Bertonii sebagai pemanis air teh dan uji mikrobiologi IKA ISKANDAR. 1986. HPLC dan spektrofotometri ultraviolet. maka kadar gula darah turun 53. dengan penyimpanan selama 0 sampai 192 jam. serta tidak bersifat racun terhadap ikan mujair. dari keempat spektranya dapat disimpulkan bahwa salah satu komponen tersebut adalah isosteviol dengan bobot molekul 318 dan gugus fungsi C = O. Adanya gugus glukosa pada steviosida yang merupakan kandungan kimia utama dari daun stevia.6%. 18-COH. Tentu saja. JF FMIPAUNPAD P ENEUTIAN ini bertujuan sebagai usaha penggunaan cairan infus Stevia rebaudiana Bertonii. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sifat racun dari pemanis stevia dan menetapkan karakterisasi isosteviol. serta O-H dalam strukturnya. sebagai pengganti gula tebu atau sukrosa. (No.39% dan 10. Hasil spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus C = O.28%. C = O. C-O. Hasil analisis dengan kromatografi lapis tipis. hasil hidrolisis pemanis stevia dengan HBr 48%. Hasil penelitian dari infus stevia. -CH3. 13-C. Dari hasil penelitian diketahui bahwa daun Stevia rebaudiana Bertonii tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan bukan pula media yang baik bagi pertumbuhan bakteri. memungkinkan bakteri dapat tumbuh pada awalnya. karena di samping berkalori rendah mempunyai sifat hipoglikemik yang berarti. yaitu: cara mikrobiologi terhadap jamur Aspergillus niger dan bakteri Escherichia coll dan metode kontak terhadap ikan mujair (Eratherodon mossambica).02 g/L dan 8. (No. Terhadap pemanis stevia dilakukan analisis gugus fungsi dengan spektrofotometri inframerah.CH2-CH2. Dengan respirometer warburg diperoleh persen hambatan: 8. dan GC-MS menunjukkan bahwa hasil hidrolisis merupakan satu komponen.04 g/L. jika konsentrasi pemanis stevia adalah: 4.dan gugus metij pada 10-C. makin kecil bilangan bakteri yang dihitung. Penelitian dilakukan secara eksperimen laboratorium terhadap berbagai konsentrasi infus Stevia dan campuran infus Stevia dengan teh. 50 . NMR. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa zat pemanis Stevia rebaitdiana Bertonii dapat dipakai sebagai zat pemanis pada penderita diabetes. Selain itu dilakukan pula penghitungan bilangan bakteri tanpa inokulasi bakteri. makin tinggi konsentrasi infus stevia. Dari kedua percobaan tersebut diketahui bahwa pemanis stevia tidak mempunyai sifat antibiotik terhadap jamur Aspergillus niger dan bakteri Escherichia coli. makin banyak bilangan bakteri yang dihitung dan makin lama waktu penyimpanan.

) dengan pemberian klorpropamida. Infus 20% mempunyai efek menurunkan kadar glukosa darah tikus diabetes melitus. KPH (Kesatuan Pamangku Hutan) Banyumas Timur. yaitu: 1. BKPH Kebasen KPH Banyumas Timur. maupun obat-obatan. sebanding dengan suspensi klorpropamida 22. telah digunakan oleh masyarakat sebagai obat antidiabetes. (No.. menggunakan pelarut campuran metanol:dioksana = (l:l) (v/v) yang diikuti proses pendinginan pada suhu -15°G selama 24-48 jam. 3 tersebut di atas). Stevlosida. Uji efek infusadaun Symphytum officinale L. Metode isolasi di atas cukup sederhana serta memberikan rendemen hasil yang cukup tinggi. FB UNSOED P ENELITIAN struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional telah dilakukan di hutan jati Notog..5 mg/kg bb.0%. terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan S pada tahap permulaan dilakukan penelitian pendahuluan untuk melihat efek pemberian infus daun Symphytum.M. 2. 2 dan 5% dari bahan no. Saat ini usaha perkebunan Stevia sedang dikembangkan di daerah Tawangmangu dan Banyumas. suatu bahan pemanis alam yang terdapat di dalam daun Stevia rebaudiana memiliki rasa manis 300 kali rasa manis gula atau sukrosa.). suku Anonaceae. 1981. AEGLE MARMELOS CORK. malah masing-masing dari ketiga bahan itu menunjukkan respons bersih negatif. Tanaman Symphytum officinale L. Pengaruh ekstrak: 1. Jeruk maja. Kemlegi (Stevia rebaudiana Bert. dimana dosis 25 dan 40 mL/kg bb. FMIPA UGM B AHAN pemanis nirkalori termasuk aditif makanan yang pemakaiannya sangat luas. Metode yang dilakukan adalah dengan pemeriksaan kadar glukosa darah tikus yang telah diinduksi dengan aloksan. yaitu 6. officinale terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan. 160*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII SUROSO dkk. Jawa Tengah EMING SUDIANA. (No. ternyata dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus. baik dalam industri makanan dan minuman. ester dan = CH2.25 dan 40 mL/kg bb.16. 1988. 1985. dari bulan September sampai 51 . Isolasi bahan pemanis dari daun Stevia rebaudiana Bertonii dan penentuan spektra inframerah CHAIRJL ANWAR. 1981. 161*) SYMPHYTUM OFFICINALE L. Penurunan kadar glukosa darah dibandmgkan antara pemberian infus 20% daun Symphytum officinale (dosis: 10. Srikaya. pada mencit betina dalam bentuk ekstrak air (10% dari bahan no. AMRISAL. Diperoleh hasil berupa padatan putih dengan jarak lebur 196-198°C. BKPH (Bagian Kesatuan Pamangku Hutan) Kebasen. FMIPA ITB IGA bahan nabati telah dicobakan. Dari data spektra inframerah dapat diamati adanya gugus alkohol. Karena itu. JF FMIPA UNAND ymphytum officinale L. (No.. 163*) Struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Notog. Kemlegi.. dan 3. ANONA SQUAMOSA L. Hasil eksperimen ini menunjukkan bahwa ketiganya tidak berbeda efeknya dengan air. terhadap kesuburan pada mencit TJeruk maja (Aegle mannetos Corr. 1 dan no.) suku Rutaceae. sudut putar optik spesifik: -32° dan rumus molekul CsgHeoOis. Sebagai pembanding digunakan akuades. 159*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII. 2. dan 3.(No. Steviosida diisolasi dari daun kering dengan pengekstrak sokslet selama 8-10 jam menggunakan pelarut metanol. Srikaya (Anona squamosa L.) suku Compositae. Ekstrak kasar dimurnikan dengan cara rekristalisasi.

Deseraber 1984. Pengambilan sampel menggunakan metode garis berpetak pada ketinggian 50 m sampai 550 m di atas permukaan air laut.

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa di hutan jati Notog terdapat 24 jenis tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional, termasuk dalam 22 marga dan 17 suku, sedangkan tumbuhan yang dominan adalah Stachytarpeta jamaicensis (L.) Vahl. Berdasarkan analisis indeks kesamaan menunjukkan bahwa antar stasion penelitian mempunyai kesamaan komunitas yang cukup besar, yaitu antara stasion IV dan stasion V dengan nilai 94,59%. Dari hasil penelitian dapatlah disimpulkan bahwa masyarakat desa sekitar hutan Jati Notog masih banyak menggunakan tumbuhan untuk mengobati beberapa penyakit yang dideritanya. Hal ini ditunjukkkan dengan banyaknya jenis tumbuhan yang mereka gunakan. Ketinggian tempat dengan interval 100 m dan persentase rata-rata penutupan kanopi pohon, berpengaruh pada indeks nilai penting dan SDK ( Summed Dominant Ratio) tumbuhan.
Jenis tumbuhan obat yang oleh LBN (Lembaga Biologi Nasional) dianggap langka, di antaranya

adalah: Curcuma aemginosa, Curcuma xanthorriza dan Gastrochilus panduratum, ternyata masih
sering dijumpai di bawah tegakan hutan jati Notog, dengan nilai penting, yaitu masing-masing 10,59% di stasion I; 15,92% di stasion II dan 18,49% di stasion III.

(No. 165*) TINOSPORA CRISPA (L.) MIERS

Uji efek analgesik dari infusa batang brotowali Tmospora crispa (L.) Miers ex Hook f. & Thems. pada mencit putih jantan dengan meto.de tail flick

T

HILWAN YUDA TERUNA, 1987; JF FMIPA UNAND inospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. yang dikenal dengan nama brotowali, adalah salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai obat, karena mempunyai berbagai khasiat.
khasiat sebagai

Berdasarkan sifat antipjretik dan antirematik, diduga tanaman ini mempunyai analgetik. Penelitian ini akan menguji efek analgetik tersebut.

Percobaan dilakukan dengan metode tail flick yang dioperasikan secara manual. Waktu respon nyeri dibandingkan antara: a) infus brotowali dosis: 3,33; 6,66; 13,33; 26,66 mL/kg bb., b) pembanding asetosal 52 mg/kg bb. dan c) akuades 26,66 mL/kg bb. Efek infus brotowali dosis: 6,66 dan 13,33 mL/kg bb. sama dengan efek asetosal.
(No. 166*) TINOSPORA CRISPA (L.) MIERS

Uji efek antiinflamasi (antiradang) infus batang brotowali, Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. pada tikus jantan putih

T

YUTIARDY R1VAI, 1987; JF FMIPA UNAND ELAH diuji efek antiinflamasi (antiradang) infus batang brotowali, Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. pada tikus putih jantan dengan menggunakan alat Pletismometer. Uji efek antiinflamasi ditelaah berdasarkan kemampuan infus batang Tinospora crispa 20% dalam mengurangi inflamasi yang disebabkan oleh karagen. Infus batang Tinospora crispa 20% pada dosis 8 mL/200 g bb. memberikan efek yang hampir sama dengan asam asetilsalisilat dengan dosis 30 mg/200 g bb.
(No. 167*) TRIGONELLA FOENUMGRAECUM L

Pemeriksaan fitokimia ekstrak etanol biji halba (Trigonellafoenumgraecum L.)

B

Z.TATI HURUSTIATI, 1986; JF FMIPA UNPAD UI halba (kelabet) dari tanaman Trigonellafoenumgraecum L., Leguminosae, merupakan tanaman obat tradisional dan telah dikenal sejak beberapa abad yang lalu. Digunakan sebagai

rempah-rempah, sebagai obat penyakit kulit, diabetes, penyakit kerongkongan, asma, sembelit, wasir,

batuk menahun dan lain-lain. Kandungan senyawa kimia biji halba belum banyak diungkapkan, Dalam penelitian ini akan dilakukan pemeriksaan kandungan kimia dan isolasi serta pemeriksaan kualitatif
senyawa yang terisolasi dari ekstrak etanol.
52

Metode penelitian adalah: analisis fitokimia terhadap simplisia, meltputi pemeriksaan makroskopik, mikroskopik, pemeriksaan spesifikasi simplisia, analisis pendahuluan fitokimia serta isolasi dan analisis kualitatif senyawa alkaloida. Pemeriksaan makroskopik, mikroskopik dan spesifikasi simplisia mendapatkan beberapa karakteristik spesifik simplisia. Analisis fitokimia menunjukkan adanya senyawa alkaloida, flavonoida, steroida, saponin dan tanin. Isolasi alkaloida memberikan isolat berupa kristal benvarna kunlng, sangat pahit dan positif terhadap pereaksi alkaloida dan jarak lebur 201-203°C, serapan maksimum sinar ultraviolet pada panjang gelombang 218 nm dan 262 nm; sedangkan puncak serapan inframerah pada 3300, 2850,2350,1740,1650,1420,1300,1100 dan 810 cm'1. (No. 169*) TRISTANIA SUMATRANA MIQ.

Pengaruh sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq.)
terhadap daur estrus mencit (Mus musculus)
YARNELLY GANI dkk., 1980; FMIPA UNAND

T

UJUAN penelitian adalah untuk mengetahui sampai dimana pengaruh dari pemakaian sari tumbuhan (kayu kasai) terhadap daur estrus mencit. Contoh yang diteliti adalah kayu kasai menggunakan tikus putih (mencit). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq.) yang berasal dari: a) kulit kayu yang mengelupas, b) kulit yang masih basah, c) kayu dan d) daun yang masih segar, berpengaruh yang sama terhadap daur estrus mencit, dilihat melalui apusan vagina. Pengaruh sari kayu kasai yang berasal dari bagian tumbuhan di atas, terlihat pada pengunduran dari daur vagina selama 9 hari yang kemudian kembali normal. Diduga steroida yang terkandung dalam sari kayu kasai tidak mempunyai fungsi yang sama dengan steroida yang terdapat dalam estrogen. Untuk ini diperlukan penelitian lebih lanjut.
(No. 170*) TRISTANIA SUMATRANA MIQ.

Penelitian fitokimia kulit kayu kasai (Tristania sumatrana Miq.) yang dipergunakan sebagai obat antihamil di Sumatera Barat
RUSJDI DJAMAL dkk., 1979; FMIPA UNAND
AYU kasai dikenal digunakan oleh dukun di Sumatera mencegah atau Rmembatasi kelahiran.umum danpenelitian ialah untuk menentukan Barat untukyang terkandung Tujuan komponen
dalam kayu kasai. Kulit batang yang telah mengelupas dan kulit batang masih segar yang kemudian dikuliti, merupakan bahan penelitian. Secara kualitatif, kulit kayu kasai mengandung karbohidrat, tanin dan steroida. Dari campuran dapat diketahui 6 jenis steroida yang mungkin terikat berupa glikosida. (No. 171*) UNCARIA GAMBIR (HUNTER) ROXB.

Isolasi tanin dari Uncaria gambir (Hunter) Roxb. dan penentuan kadarnya dalam ekstrak

T

IMTIHANAH,1989; JK FMIPA ITB ANIN meliputi sekelompok besar senyawa kimia bahan alam yang tersebar luas dalam dunia tumbuhan Hampir tiap suku tumbuhan menunjukkan adanya spesies yang mengandung tanin. Tanin mempunyai banyak manfaat, antara lain sebagai obat, penyamak kulit dan sebagai zat warna. Uncaria gambir (Hunter) Roxb. atau dikenal sebagai gambir, juga mengandung tanin, terutama pada daun dan ranting. Ekstraksi awal dilakukan dengan memakai aseton sebagai pelarut. Uji kualitatif menunjukkan bahwa tanin terdapat dalam ekstrak fraksi aseton dan fraksi air. .Uji kuantitatif dilakukan terhadap kedua ekstrak. Dengan cara kolorimetri diperoleh hasil sebagai berikut: datam ekstrak fraksi aseton: 27%, dan dalam ekstrak fraksi air: 12,5%. Dengan cara volumetri diperoleh kadar tanin sebagai berikut: dalam ekstrak fraksi aseton: 12,1%, dalam ekstrak fraksi air: 4,8% dan dalam gambir pasar 7,6%. Spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus -OH yang menyatakan bahwa tanin adalah

53

senyawa polar. Dari dua cara uji kuantitatif diketahui bahwa ekstrak tidak hanya mengandung tanin, tetapi juga senyawa fenolik lainnya.
(No. 172*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K. SCHUM.

Isolasi alkaloida dari buah Voacangafoetida (Bl.) K. Schum.

V

. RIDA ERNOLA, 1987; JF FMIPA UNAND oacangafoetida (Bl.) K. Schum. secara tradisional di daerah Maninjau Sumatera Barat, digunakan sebagai ramuan untuk orang gila, Hasil penelitian terdahulu terhadap daunnya, menunjukkan adanya alkaloida yang diidentifikasi sebagai vobtusina lakton. Pada penelitian ini dicoba mengisolasi alkaloida yang terdapat dalam buah segar yang cukup tua tetapi belum masak. Metode yang digunakan adalah penyarian secara maserasi, pemeriksaan alkaloida kasar secara kromatografl lapis tipis, pemisahan dengan kromatografi kolom dan kromatografi radial, pemurnian
dengan cara rekristalisasi serta karakterisasi senyawa terpisah dilakukan dengan penentuan jarak

lebur, pemeriksaan dengan spektrofotometer ultraviolet, inframerah, NMR dan GC-MS. Didapatkan lima jenis alkaloida yang dengan uji warna dengan besi(III) amonium sulfat dan spektrum ultraviolet menunjukkan adanya kerangka indol dalam strukturnya. Alkaloida RI berupa serbuk yang berwarna putih kekuningan dengan jarak lebur 114-116°C (sebagai garam pikrat), spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi karbonil dari ester; alkaloida R2 berupa senyawa vobtusina lakton; alkaloida Rs berdasarkan data spektroskopi yang dilaporkan dalam pustaka telah dapat diidentifikasi sebagai senyawa vobtusina; alkaloida R4 berupa serbuk tidak berwarna, tidak melebur pada suhu 360°C (terurai), spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi
karbonil dari ester; alkaloida RS berupa senyawa seperti gom, spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi lakton dan ester.
(No. 173*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K.SCHUM.

Uji efek penenang rebusan buah Voacangafoetida (BL.) K. Schum. pada mencit putih dengan metode rotating rod dan sand filter

AKMAL 1988; JF FMIPA UNAND

jacanga foetida (Bl.) K. Schum Apocynaceae merupakan salah V yang digunakan oleh masyarakat dari sukuramuan untuk mengobati penyakitsatu jenis tumbuhan sebagai jiwa atau gila. Di
daerah Kongo, tumbuhan ini digunakan oleh penduduk sebagai obat tradisional untuk mengatasi stress yang memperlihatkan gejala hiperaktif (Manske & Holmes, 1965). Selain itu tanaman ini diketahui dari penelitian terdahulu mengandung alkaloida cukup besar, antara lain vobtusina lakton (daun), vobtusina (kulit batang), voacangina (akar) dan vobtusina dan vobtusina lakton (buah). Mengingat hal-hal di atas, telah dilakukan penelitian efek penenang rebusan buah Voacanga foetida (Bl.) K. Schum. pada mencit putih dengan metode rotating rod dan sand filter. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa ditemukan efek penenang dari rebusan buah Voacangafoetida yang diteliti pada kadar 80% dengan dosis 10,85 mL/kg bb., setara dengan larutan klorpromazina hidroklorida 0,03% dengan dosis 3,41 mg/kg bb. (No. 174*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K. SCHUM.

Isolasi alkaloida dari daun Voacangafoetida (Bl.) K. Schum.

D

AziNAR, 1987; JF FMIPA UNAND ARI daun Voacanga foetida (Bi.) K. Schum. telah diisolasi alkaioida utama dan diidentifikasi sebagai vobtusina lakton, Penelitian ini mencoba memisahkan komponen alkaloida lainnya dari daun segar. Setelah penyarian secara maserasi daun segar, pemeriksaan alkaloida kasar dilakukan dengan kromatografi lapis tipis, pemisahan dengan ekstraksi pada pH bertingkat, kromatografi kolom, kromatografi radial, pemurnian dengan rekristalisasi. Karakterisasi senyawa dilakukan dengan penentuan jarak lebur, pemeriksaan dengan spektrofotometri ultraviolet, inframerah, NMR dan GC-MS. 54

) K. dan pembanding isoprenalin 2 mg/kg bb. SCHUM. 1989. pemurnian secara rekristalisasi. pemisahan dengan kromatografi kulit batang ditemukan senyawa dengan struktur menyerupai vobtusina. karakterisasi senyawa terpisah dilakukan dengan penentuan jarak lebur. Digunakan ekstrak 4. Percobaan dilakukan pada tikus putih jantan secara in situ dengan menggunakan alat Manometer Condon dan Kimograf yang dimodifikasi. (No. 1.) K. Spektroskopi inframerah alkaloida AI menunjukkan adanya gugus fungsi lakton dan boleh jadi ester. Sari eter minyak tanah. suku Lythraceae. maka struktur belum dapat ditentukan. Alkaloida utama BJ.Spektroskopi ultraviolet dan reaksi warna dengan besi(III) amonium sulfat menunjukkan bahwa alkaloida ini mempunyai kerangka struktur indol.67 mL per kg bb.58. maka dilakukan uji efek hipotensif ekstrak akar Voacanga foetida (Bl. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan alkaloida dari bagian akar.72% dengan variasi dosis: 0. Basil spektrum ultraviolet dan reaksi warna dengan besi(III) amonium sulfat menunjukkan bahwa senyawa tersebut mempunyai kerangka struktur indol. Alkaloida 62 dan 63. sedangkan alkaloida A2 dan AS dalam molekulnya menunjukkan adanya gugus fungsi ester. Woodfordia floribunda Salisb. JF FMIPA UNAND dilakukan terhadap tumbuhan Voacangafoetida (Bl. Analisis fitokimia simplisia sidawayah Woodfordia floribunda Salisb. Ekstrak menurunkan tekanan darah normal tikus secara nyata dan meningkat dengan naiknya dosis pemberian. kloroform dan metanol. Schum. Percobaan dilakukan dengan penyarian berturut-turut mempergunakan pelarut eter minyak tanah.) K. mengandung alkaloida vobtusina lakton (I). GC-MS dan reaksi kimia dengan pereaksi besi(III) amonium sulfat.94. Pada tiap-tiap sari dilakukan uji terhadap pereaksi VaniIin-H2SO4. Kenaikan tekanan darah yang disebabkan pemberian adrenalin. BASTIAM. kolom. Simplisia tersebut sering digunakan dalam ramuan obat tradisional. Schum. (No. 0. Dragendorff dan Liebermann-Burchard pada kromatografi lapis tipis. 177*) WOODFORDIA FLORIBUNDA SALISB. (No. adalah efek nya efek penenang dan penenang dan hipotensif. adaPENELITIAN yang telah analgesia. Schum.) K. NMR. Schum.) K. SCHUM. 1. Uji efek hipotensif ekstrak akar Voacangafoetida (Bl.67 mL per kg bb. dengan sistem pelarut kloroform: etanol 55 . karena data Spektroskopi belum lengkap.56.) K. diinhibisi oleh pemberian ekstrak akar Voacangafoetida dosis: 0. Isolasi alkaloida dari akar Voacangafoetida (Bl.Schum. pada tikus putih jantan RAHMANUDIN.) K. 1988. Dari akar Voacangafoetida (Bl. dapat diisolasi 3jenis alkaloida. yaitu vobtusina (II) dan vobtusina lakton.58.. Kandungan kimia maupun aktivitas biologik belum banyak terungkap . berdasarkan data Spektroskopi diidentifikasi sebagai alkaloida voakangtna. 175*) VOACANGA FOETIDA (BL. Sari kloroform dan metanol memberikan reaksi positif terhadap pereaksi Liebermann-Burchard. sedang dari Metode yang digunakan ialah soksletasi dengan pelarut metanol. inframerah. sari kloroform dan sari metanol memberikan reaksi negatif terhadap pere- aksi VaniIin-H2SO4 dan pereaksi Dragendorff.) K. Dengan asumsi adanya hubungan antara efek Schum. dan 2.94. 176*) VOACANGA FOETIDA (BL. JF FMIPA UNAND T ELAH diketahui bahwa daun Voacanga foetida (Bl. pemeriksaan dengan alat spektrofotometer ultraviolet. dari buah ditemukan 2 alkaloida. 0. Dari sari metanol terisolasi satu komponen dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif pada lempeng silika gel G. dan 2. dan pemeriksaan daya antibakteri sari metanol VERONICA BAJANG. . JF FMIPA UNPAD T ELAH dilakukan studi fitokimia dari simplisia sidawayah.33.

cacingan dan influenza. 199. Alpinia 56 . Beberapa jenis yang lain.0 mg/kg bb. Tanaman yang termasuk suku Zingiberaceae. Pemberian perasan rimpang jahe merah antara 199. alpinetin. Komponen tersebut bereaksi positif dengan pereaksi Liebermann-Burchard dan Carr-Price.) dibandingkan dengan standar asam asetilsahsilat pada mencit.35+0.) pada mencit LATIFAH. pada pemisahan secara kfomatografi memberikan beberapa fraksi Salah satu di antaranya adalah senyawa seskuiterpen yang disarankan sebagai zingiberen. (lempuyang wangi). Telah pula dilakukan pengukuran spektrum peresapan ultraviolet dan inframerah dari komponen yang terisolasi serta aktifitas mikrobiologi dari sari metanol dan kadar tanin dari simplisia. MENGINGAT luasnyatradisional yang mempunyai khasiat analgetik. 6'dihidroksi-4'-metoksicalkon. mengandung golongan senyawa sterol atau terpen. JF FMIPA UNPAD pemakaian obat analgetik non-narkotik dikalangan masyarakat. 1987. (No.(9:1). Juga telah ditemukan senyawa calkon yang disebut Boesenbergen A dari umbi tanaman Boesenbergia panduratum dan senyawa pinostrobin. IDA HARIATI. Konstituen kimia minyak atsiri dari Zingiber ottensii Val. umbi tanaman Curcuma zedoaria mengandung senyawa karbonaromatik yang mempunyai aktivitas -antijamur. Penelitian dicoba dengan 5 macam dosis. pinosimbrin. Perasan rimpang jahe memberikan efek yang nyata terhadap perpanjangan waktu reaksi. Uji efek analgesik perasan rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb. (No. cardamonin dan 2'. yaitu flavokawin B. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa perasan rimpang jahe merah. Metode penefitian yang digunakan adalah metode eksperimental laboratoria menurut Jerome M Glassman.0185 X. misalnya: Alpinia katsumadai Hayata. Makin besar dosis yang diberikan. merupakan salah satu tanaman tanaman ini digunakan sebagai pengharum dalam ramuan obat tradisional. 181. JK FMIPAITB Dtermasuk suku Zingiberaceae.8 mg/kg dan 218. Misalnya.3 mg.5 mg. kurang nafsu makan. yang cenderung mengikuti persamaan garis regresi Y = 0. yaitu etil-p-metoksi-sinamat. 1986. telah dilaporkan kandungan kimia beberapa jenis dari suku ALAM usaha meneliti senyawa kimia yang dikandung oleh tumbuhan. JK FMIPA ITB ottensii suku Zingiberaceae yang sering digunakan Z ingibermembuatVal. Tanaman ini banyak digunakan sebagai obat masuk angin. Ekstrak n-heksan dari umbi Zingiber aromaticum Val.0 mg/kg bb. Untuk itu telahmaka perlu dikembangkan obat dilakukan penelitian efek analgetik rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb. khususnya tanaman yang tanaman ini. 182*) ZINGIBER OFFICINALE ROXB. yaitu metode Rat tail flick yang dimodifikasi. 163. 183*) ZINGIBER OTTENSII VAL. 180*) ZINGIBER AROMATICUM VAL. Penentuan struktur dari senyawa tersebut telah dilakukan berdasarkan data spektroskopi ultraviolet dan GC-MS. Salah satu jenis suku Zingiberaceae yang sampai saat ini belum diteliti adalah tanaman Zingiber aromaticum Val. HENNY SETIATIN.7 mg. (No. Umbi akar tubuh dan meredakan demam serta menyembuhkan penyakit kejang gagau pada anak-anak di bawah umur. di dalam buah Alpinia oxyphylla ditemukan adanya senyawa-senyawa monoterpen dan turunan diarilheptanoida. mempunyai daya analgesik yang setara dengan daya analgesik asam asetilsalisilat 10 mg/kg bb. dan adanya senyawa yang menunjukkan sifat sitotoksik di antaranya adalah diferuloid-metan. seperti Alpinia speciosa mengandung senyawa flavonoida dengan kerangka calkon. minyak atsiri dan oleoresin. yaitu: 145. dimana rangsangan sakit yang diberikan adalah panas. Pengkajian kimiawi ekstrak n-heksan dari Zingiber aromaticum Val. semakin besar efek perpanjangan waktu reaksi (efek pengurangan sensitifitas rasa sakit).8 mg dan 218. 1987.

30. Jamu Air Mancur dan tikus galur Lembaga Makanan Rakyat (LMR) dari Lembaga Gizi-SEAMEO. Contoh yang diteliti adalah: (l)Jamu Suiker Ziekten Cap Dua Keris. 1978.30 dan 45 hari. Mengingat hal tersebut. (3) Jamu Sakit Kencing Manis Cap Dua Burung Perkutut". sedangkan Zingiber cassumunar mengandung senyawa karbonaromatik. dan Zingiber officinale. hitung jenis dan total protein pada tikus-tikus yang mendapat paliduri selama: 15. T. sisanya karena menyusui. sebab di antara jamu-jamu tersebut bahkan ada yang menunjukkan efek menaikkan kadar gula darah. sedang sakit. 185*) Khasiat paliduri terhadap spermatogenesis pada tikus putih T AZALIA SlNTO dkk.. (No.225 responden. dan (10) Clinacanthus nutans (dandang gendis di Jawa Tengah). Alasan "mengapa tidak ber-KB adalah: 56. dan yang digunakan sebagai obat di kampung adalah kulit batangnya. FK UI UJUAN penelitian adalah untuk mempelajari efek atau pengaruh tanaman paliduri terhadap proses perkembangan spermatogenesis pada testis tikus putih. Umur responden antara 20-35 tahun (usia 57 .3% sedang hamil. isoflavon dan flavanon dari fraksi etil-aseta/. Beberapa jenis yang lain.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 8 merek jamu yang dikenal sebagai antidiabetes. Zingiber ottensii Val. 63% berasal dari daerah I (sosio-ekonomi baik). Dari 1. 4'-dimetoksi calkon dari ekstrak total n-heksan. 8. (4) Jamu Suirine Pil Kencing Manis. (5) Jamu Kencing Manis "Ibu" Cap Dua Nyonya. 46 Cap Potret Nyonya Meneer. Contoh yang diteliti adalah ibu-ibu rumah tangga di Jakarta yang sosio-ekonomi berbeda. JK FMIPA ITB UJUAN penelitian adalah untuk melakukan skrining jamu yang diperdagangkan di Indonesia ragamnya kian hari kian bertambah. klinik KB jauh. (7) Jamu Kemanis A Nyonya Gouw. bahwa paliduri tidak menghambat perkembangan proses spermatogenesis melalui penghambatan sekresi gonadotropin oleh hipofisa. Ternyata 70% dari seluruh responden ber-Keluarga Berencana (ber-KB). yang jumlah SOEKENISOEDIGDO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paliduri dengan dosis 2 g dan 1 g tidak mempengaruhi proses spermatogenesis pada pemberian selama 15. mengandung turunan flavonoida dengan nama 2'. sisanya 30 % tidak ber-KB. dan terkumpul 1. (2) Jamu Sakit Kencing Manis No. mengandung senyawa monoterpen dan seskuiterpen sebagai hasil penyulingan uap. 1978.. SUHERMAN dkk. hanya dua yang menunjukkan efek hipoglikemik.(9) Alstonia spatulata (basung di Sumatra Barat) berupa pohon yang mencapai 20 m tingginya. (No. 1978. 186*) Penelitian mengenai ada tidaknya sifat hipoglikemia pada jamu yang dikenal sebagai jamu antidiabetes Tsebagai obat antidiabetes.officinantm Ham. dan 37% dari daerah II (sosio-ekonomi rendah). seperti Boesenbergia panduratum mengandung senyawa flavonoida. Hasil pemeriksaan darah terhadap jumlah leukosit. dan 45 hari. Jakarta. serta flavonol. (6) Jamu Kemanis Nyonya Gouw.7% ingin anak lagi. hematokrit. 187*) Survai penggunaan jamu sebagai kontrasepsi (Tahap I) T SUHARTIK. Skrining ini dimaksudkan untuk dapat menjawab apakah jamu antidiabetes yang diperdagangkan itu memang mempunyai khasiat menurunkan kadar gula darah. Di samping jamu juga akan diteliti tanaman obat Indonesia yang di kalangan rakyat lazim digunakan untuk pengobatan penyakit gula. Contoh yang diteliti adalah serbuk tanaman paliduri yang diperoleh dari P. 13. maka perlu adanya pengawasan dalam penggunaan jamu-jamu ini sebagai obat. Survai berlangsung 10 bulan. Untuk sementara dapat dikatakan. menggunakan kelinci sebagai hewan percobaan. FKUI UJUAN penelitian adalah untuk mengetahui berapa banyak para ibu yang menggunakan jamu sebagai kontrasepsi di daerah yang berbeda sosio-ekonominya.9% menopause. (8) Jamu Kencing Manis Sido Waras. (No. masih dalam batas harga normal. tidak bersuami lagi.225 kuesioner.

Pantang berkala adalah cara yang paling sedikit dianut.).subur baik). 29. 15 dan 20 menit. maka diperoleh hasil kadar kurkuminoid yang diserap eritrosit berturut-turut. kedua adalah IUD. dengan menggunakan metode transpor eritrosit yang dikembangkan oleh Laboratorium Biokimia FK UNPAD dan penentuan kadar kurkuminoid yang ditetapkan dengan cara spektrofotometri pada panjang gelombang 520 nm. Cap Air Mancur. 58 . yaitu: desa Bancar kembar. Lebih dari 50% responden adalah suku Jawa. tidak mengganggu kesehatan. sedangkan yang berasal dari daerah II: SD. jamu gendong dan ramuan sendiri. Cara atau alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan ialah pil oral. Kadar kurkuminoid yang diserap oleh eritrosit bertambah. 1984. desa Purwanegara. atau hanya dengan 1-2 anak saja. menurunkan kadar kolesterol. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. desa Karang bangkal. mudah didapat. 10. kolagogum dan antihepatotoksik. Pendidikan responden dari daerah I umumnya SMP. yaitu fraksi minyak atsiri. Setelah diinkubasi selama berturut-turut: 5. desa Sumampir. Hanya 4.). jenis yang paling dominan adalah pepaya (Catica papaya L.56%. fraksi kurkuminoid dan fraksi pati. waktu sebelum atau sesudah tiba masa haid atau senggama.) dan jenis yang paling sedikit adalah tempuyung (Sonchus arvensis L. Dari ke 49 jenis tanaman obat tersebut. Persentase yang ber-KB dengan yang tidak ber-KB dari masing-masing suku tidak berbeda. Cap Jago. desa Bobosan dan desa Pabuwaran. desa Grendeng.) sebagai tanaman obat mempunyai prospek untuk dikembangkan lebih lanjut. dimana bahannya berasal dari tanaman obat-obatan atau simplisia nabati. Jamu yang digunakan antara lain adalah Jamu Peluntur Cap Nyonya Meneer. 1987. Responden yang ber-KB umumnya sudah mempunyai 1 sampai lebih dari 3 anak. antibakteri. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui daya penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia sebagai data farmakokinetik kurkuminoid dalam rangka peningkatan manfaat temulawak. 30. Fraksi kurkuminoid mempunyai aktivitas farmakologi antara lain sebagai antiinflamasi. telah dilakukan penelitian mengenai jenis-jenis tanaman obat yang ditanam oleh penduduk di daerah kecamatan Purwokerto Utara yang terdiri dari 7 desa. Sebagian responden yang tidak ber-KB belum mempunyai anak.62%. darah manusia diperoleh dari Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Bandung dengan antikoagulan Na2EDTA 1 mg/mL darah. Ternyata. Penggunaannya secara oral. Salah satu cara terjadinya efek biologis pada jaringan hidup adalah dengan jalan menempel pada membran sel dan penetrasi untuk selanjutnya dapat mempengaruhi proses biokimia di dalam sel. Alasan memilih jamu adalah karena relatif murah. JF FMIPA UNPAD T EMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb. makanan minuman dan kosmetik. Beberapa penelitian terdahulu menyebutkan adanya 3 kelompok kandungan kimia yang berguna bagi bidang farmasi. FB UNSOED EWASA ini penggunaan tanaman obat tradisional telah semakin Dkarena semakin meluasnya pemakaian obat-obatan atau jamu oleh meningkat. setelah itu penyerapan berkurang yang mungkin disebabkan oleh terjadinya hemolisis.46%. Dari hasil penelitian diperoleh 49 jenis tanaman obat dengan 29 suku. kemudian kunyit (Curcuma domestica Val. Data diperoleh dengan cara pengamatan secara langsung dan dengan wawancara terhadap 10 responden di tiap-tiap desa.8% dari yang ber-KB menggunakan jamu sebagai kontrasepsi. 199*) Inventarisasi tanaman obat di kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas RlCHEHARIYATI. adalah: 18. tergantung dari waktu inkubasi sampai 15 menit. 197*) Penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia TRISAPTINI. SMA atau perguruan tinggi. Kurkuminoid diisolasi dari rimpang temulawak. Hal ini disebabkan masyarakat. SMP dan beberapa tidak pernah duduk di bangku sekolah. (No. (No. 20% beragama bukan Islam. Semuanya menyatakan berhasil (tidak hamil) selama penggunaan jamu (1-3 tahun). 21% suku Sunda dan sisanya terdiri dari berbagai suku. Kira-kira 80% responden beragama Islam.21% dan 28.

pada ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut. Pola penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat bersifat mengelompok. (No.21%). Penggunaan manometer elektronik ini memungkinkan pengukuran. Tekanan darah kelinci diukur dengan cara langsung. yaitu: a) Catimbiutn malaccensis (Burm. Dari hasil penelitian didapatkan 106 jenis tumbuhan bawah. 1988. Smith. baik secara langsung manpun tidak langsung. dkk . tergantung dari jenis tanaman itu sendiri. merupakan jenis-jenis yang sering dijumpai. Peranan lain yang tidak dapat diabalkan adalah sumbangannya yang berharga dalam bidang kesehatan. Oplismemts burmani.) Holt. Jenis Zingiberaceae lain tidak terdapat di tempat tersebut. FPIPB D ALAM penelitian ini telah dilakukan percobaan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah belimbing buluh (Averrhoa bilimbi} dan buah mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap tekanan darah kelinci jantan berwarna putih. olah raga dan lain-lain. maka semakin banyak usaha-usaha untuk menggali kekayaan hutan sebagai sumber plasma nuftah. yaitu pada tahun pertama dihasilkan daun dan pada tahun berikutnya dihasilkan bunga. F. sedang yang berpotensi sebagai tanaman obat hanya 14 jenis (13. karena daerah tersebut mungkin bukan merupakan area distribusinya. 1979. pendidikan. FB UGM UJUAN penelitian adalah untuk hutan TKaliurang. Pfygonum chinense. Untuk itu telah dilakukan penelitian mengenai tumbuhan bawah yang berpotensi seebagai tanaman obat dan pola penyebarannya di hutan lereng selatan Gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur. FB UNSOED UTAN sebagai salah satu bagian dari ekosistem burnt sangat penting peranannya bagi kesejahteraan dan kemakmuran manusia. (No. b) Costus spedosus (Koen) J. WULANGI dkk. 201*) Penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat di hutan lereng selatan Gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur H SULISTYANI dkk. 210*) Efek hipotensif beberapa tanaman di Indonesia KARTOLO S. mungkin karena jenis tersebut bersifat biennial. pengaturan tata air. c) Globba marantina L. terutama jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai tanaman obat. "Apabila dikaitkan dengan jumlah individu yang sedikit untuk masing-masing jenis. rekreasi.penggunaan atau pemakaian anlara jenis yang satu dengan yang lain berbeda atau berlainan. Alpinia malaccencis. yaitu dengan menggunakan kateter polietilen yang disisipkan ke dalam arteria karotis dan menghubungkan kateter ini ke transduser tekanan dari manometer elektronik. 202*) Jenis-jenis Zingiberaceae di hutan Kaliurang S. yang 59 . kelinci dibius dengan larutan urethan 26% sebanyak 5 mL/kg bb.. Contoh tumbuhan darimengetahui jenis Zingiberaceae yang terdapat di dalamdideterjenis Zingiberaceae di Kaliurang dibuat herbarium dan minasi dengan menggunakan buku Flora of Java dan Mountain Flora of Java. maka secara keseluruhan tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat pada lokasi penelitian (ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut) sangat rendah. sumber plasma nuftah. tetapi tempat rekreasi sehingga jenis Zingiberaceae lain tidak dapat berkembang dengan wajar. SUTANTIBRN. Selama percobaan.. Hal ini dapat diketahui dari fungsi hutan. Di antara 14 jenis yang berpotensi sebagai tanaman obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hutan Kaliurang hanya didapatkan 3 jenis tumbuhan yang termasuk Zingiberaceae. (No. baik tekanan sistol maupun tekanan diastol dengan sangat teliti. Dichroa febrifuga serta Symplocos fasciculata. Adanya tumbuhan yang belum atau tidak berbunga. E. 1980. yaitu antara lain sebagai perlindungan tanah dari bahaya erosi. Semua kelinci yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelinci jantan berwarna putih yang dibeli dari peternakan kelinci di daerah Utara. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan tanaman obat. Pola penyebaran ini sangat berkaitan dengan adanya kompetisi interspesifik.

Pada umumnya cara pengolahan adalah dengan cara sederhana. jumlah tangkai serta ukuran lainnya. 3. dan tekanan diastol rata-rata: 23.disuntikkan ke dalam tubuh kelinci secara intraperitoneal. yaitu berupa jumlah daun.40 mmHg. Macrosolen cochinchinensis (Lour. Dari penelitian ini didapat empat jenis benalu. terutama di pedesaan. Dendrophthoe pentandra (L. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut. terutama obat penyakit tumor dan kanker dan lever (hati). 60 . mungktn disebabkan karena lokasi di dalam perkebunan tersebut bukan merupakan area distribusinya dan kalau terdapat benalu tersebut pada daerah yang diusahakan.20 mmHg. Daun merupakan bahagian yang terbanyak dari tumbuhan yang digunakan sebagai obat.. Takaran yang digunakan masih bersifat tradisional (kurang tepat).) G. digunakan untuk penyembuhan penyakit yang berbeda. FB UGM J ENI'S benalu yang tumbuh pada pohon teh diteliti dalam rangka memperoleh kepastian jenis-jenis Kegiatan lapangan dilakukan tiga kali. secara-tradisional masih banyak digunakan oleh masyarakat.. (No. yaitu: dua kali ke perkebunan teh P. 216*) Inventarisasi tumbuh-tumbuhan obat di Sumatera Barat RUSJDI DJAMAL. sudah tentu akan diberantas. satu kali ke perkebunan teh P. Adanya beberapa cara yang menggambarkan penyediaan obat yang tidak ilmiah atau bersifat magik atau tenaga gaib. Tidak didapatkannya jenis benalu yang lain. T. Bahan dikumpulkan dari masyarakat dan diolah secara tradisional. Pagilarang. T. Dari koleksi yang diperoleh. genggam. baik secara mekanis maupun kimiawi. FMIPA UNAND menilai penggunaan bahan dari tumbuhan PENELITIAN ini bertujuan untuk menemukan. yang lebih dipentingkan adalah lengkapnya jenis tumbuhan. Jenis benalu yang tumbuh pada pohon teh dikumpulkan. 1981.) Tiegh. 4. Scurrula phitippensis (Cham. Don. sedangkan buah mengkudu dapat menurunkan tekanan sistol rata-rata: 19.38 mmHg. Pemakaian atau penyediaan obat selalu disertai mantera atau doa untuk mcnyempurnakan pengobatan. Belimbing buluh dapat menurunkan tekanan sistol rata-rata 14.) Miq. Tumbuhan sebagai obat. & Schlecht. Baik ekstrak buah belimbing buluh maupun buah mengkudu disuntikkan ke dalam vena aurikularis. Obat yang merupakan ramuan.25 mmHg dan tekanan diastol rata-rata 16. Tumbuhan yang sama mempunyai nama daerah yang berbeda-beda. yaitu rebusan atau seduhan. 2. yaitu: 1.tumbuhan yang banyak digunakan oleh obat di Sumatera Barat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa baik buah belimbing buluh maupun buah mengkudu dapat menurunkan tekanan sistol maupun diastol. meneliti. SUTANTI BRN dkk. 211*) Jenis-jenis benalu yang tumbuh pada pohon teh S. 1981. Gunung Mas dan apa yang menurut informasi dari masyarakat dapat dipakai sebagai obat. dibuat gambar atau foto dan herbarium kering untuk disimpan sebagai koleksi spesimen. Tumbuhan yang sama pada beberapa daerah lain. (No. Lepeostegeres gemmiflorus Bl.

12.52 Hisran H.16.22 Andy Soelistyanto. 4.28 Efi Darliana X. 2. 12. 11.47 Eva Sarifah Hayati. 5 Enny Ratnaningsih. Budi Utama. 50 61 . 1 Dian Nuryani.31 Achyar Koesnadi.34 Haojahan Tfcnggul Manullang.37 Hendra Yuliansyah.54 Alimin Harahap. 7 Evi Noviarsyah Latif. 9 Aryetti. 9.51 Euis Holisotan Hakim.... 1. 9. 28 Burhanuddin Gumay. 3 AbdulNaser. 15. 6 Halim Zaini. 14 Eming Sudiana. 18 Ambar Supeni. J.36 Euis Nining.. 13..6 Agus Iman N..26 Ariyono Wahyu Ardi. 5. 11.55 Binsar Johanes. Rahayu Nurohman. 4. 7 Eli Halimah.45 Akmal. 5 Achmad Mustafa Fatah dkk. 10.40 Asep Adi Suprihatna.42 Diah Sugiartini. 12.37 Adriansyah Azhari. 16 Elly Panglepuringtiyas. 9. 13.32 Azalia Sinto dkk.51 Dadang Adam Alamsyah. 1 Eti KurniatJ. 10. 13 Andy Zul Izwar. 57 Aziz Genisa.56 lie THsada S. 7 Arsyadi.44 Gratiana Ekaningsih dkk. 9 Bastiam. Wananda..INDEKS NAMA PENULIS A. 15. 16 Gunawan Yohanda.45 Dedi Sofyan. 7. 15. 2. P.51 Endah Primawati. 6 Athena Anwar. G. 12. 24 Husein Hemandi Bakti.42 Erwin Afandi. 14.3 A.56 Herman Puspita. 17 Chairil Anwar. 1. 11. 15 Henny Setiatin. 9 Ida Hariati.41 Aty Widya Warayanti. 3 Eka Susanti H. 15 Ella Noorlaela.. 6. 13. 10 Bogo Suntoro Murti. 14. 11 Harlia Djuhardi.. 5. 9.43 Hermansyah Amir.54 Bahruddin.49 Askadi. 2 Azinar. Nandini. 16 Amir Hamzah Mauzy. 14. 4. 9. 3 Gustini Sy. 9 Ika Iskandar. 16 Agus Djamhurl. 13. 10. 6. 8 Gede Swasta.42 Aris Gumilar. 8 I. 14 Adel Zamri. 13.19 Harmaini M J D. 11. 14.38 Fitri Yunita.8 Budi Herawan.31 Agus Djamhuri dkk.38 Ganthina Sugihartin.36 Hilwan Yuda Teruna. 7. 15.43 Feri Herlina Anwar. 3. A.27 Amrizal M.. 7. 9.49 Helmi.33 Hesti Budiati. 10 Gloria S.

57 Soetijoso Soemitro. 1 Nurhidayat. 8. Yudono.49 Sangat Roemantyo H. C.16.. 10. Wulangidkk...56 Lianuta Christ Natanel. 1 S. 16 62 Sumiati Yuningsih. 23 Rahmanudin. 1 Oentoeng Soeradi dkk. 15 Mulyono..10 Neneng Mupidah. 14. 1. 1. 6 Snelly Faurhesia. 8. 12 Linda R.15. 14. 12.25 Suhandra. 4.31 Sri Anggrahini & Suhardi. 5 Rukmiati K.17. 9. 12. 1. T.13. 11 Reeky Charles P. 7. 4. Badjongga HTS.24 Sri Herliani.10.. Sugiarso dkk..Tambunan. 3. Imono Argo Donatus. 2 J. 20 Murti Raehani. 2. 18. 11 Marliyani.17 Semangat Kataren.20 Malidin Maibaho. 5 Kartolo S. 8 Soewedo Hadiwiyato dkk. 12.40 Sudarsono.59 Lala Nurlaela. 5.44 Ngatijan & R. 53 Indrawati. 13.53 Saifulah. 16.57 Sulisti.46 Robert Edward Aritonang.25 Sri VWdarti. 16 Siti Kardinah P.48 Latifah. 10. 7. 25 Takbir Siregar.54 Riswan S.35 Sutjipto Halim. 6.41 Sudjiman Djojosengodjo dkk. 2 Nurlaili Isnaini. 3.32 Riche Hariyati.60 Sudarsini.55 Sulistyani dkk. 5.44 Sidik dkk. 15.... 11.23 Sondang Komariah S. 16 Sri Hertati. 10..35 Sri Herjati Setiodihardjo.Imtihanah.48 Pramadhia Budhidjaya... 8.45 Sri Ardani Soelarto dkk.7 Johansyah. 15 Martoni.19 Suroso dkk. 9 Mohamad Eksan Sjafiudin. 8 Muchtadi. 4. 17..46 Sunoto. 1.( 6. dkk. 6 Retno Damayanti. 14. I Ine Srikandi.. Suherman dkk.51 Susi Lahtiani..29 Rochyadi.. Nur Asiah. 3. 4.26 Setiawati Yusuf.29 Sumiyati Sunaryo dkk.32 Rusjdt Djamal. 2.. 59 Sumarno.58 Rida Ernola....33 Nining Yuaningsih. 8. 7. 13 Suharti K. 4.21 N. 17 Sri Ulina Purba. Sutanti BRN dkk. 7.38 Sri Woelaningsih. 2. 11 Soekeni Soedigdo. 12.. 15. 2 . W.40 Samekto Wibowo dkk. 8 . 3 Miza Nemara.20 Metti Siti Hastuti. 13 Irfandi. 16. 27 Prita Kresna. 15.. 2. 16. 13.34 Suwarji Heryana. 14. H. 11 Mulyoto. 13. 10 Mohamad Istari. 2.35 Machmoed Azhar dkk.60 Rusjdi Djamal dkk.22 Karta.30 Mindarwati. 17 Moriana Hutabarat.

26 Titi Wiraharja N. 10. Tati Hurustiati. 11 Tri Saptini.. 13. 14.12. 7. 11 Tubagus Agus N. 24 Yun Media Handayani.39 Titin Suprihatin. 6.30 Wahyono.53 Yetty Supatmijati.39 Yuniarti Siregar. 5.37 ZulfadIyN. 1.Tavip Budiawan. 2.41 Tjioe Thio Bwee. 5. 59 Trisnasari. 4. 14... 2. Evelyn. 3 Tutuk Budiati.16.. I. 15.52 Z. 11. 10. 3 Yulianti..30 Yarnelly Gani dkk. 14.19 Udju Sugondho. 9 Yusi Fudiesta.55 Yutiardy Rivai. 12 Zuharina. 50 Veronica Bajang. Sidik.34 Teti Suryeti. 9. 7 Udju Sugondho dkk. 21 Wiwiek Herawati.28 Taufik Rahman.52 ZuariahYusufdkk.47 63 .43 Vita Sophiata. 7 Yam Sutiyani. 3.. 8 Utari Dewi.21 Yolanda P. 10.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful