PENELITIAN TANAMAN OBAT DI BEBERAPA PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA

IV
PENYUNTING
Sri Sugati Sjamsuhidajat B. Dzulkarnain B.Watyoedi Nurendah P. Subanu Lucie Widowati Martuti Budiharto

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN FARMASI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN DEPARTEMEN KESEHATAN RI. JAKARTA 1992

LEMBAR DATA BIBLIOGRAFI TERBITAN

Judul: Penelitian Tana man Obat di Beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia IV

Klasifikasi: DDC : 615.32389 UDC : 633.88 NLM : QV766

Penyunting: Sri Sugati Sjamsuhidajat B. Dzulkarnain B. Wahjoedi Nurendah P. Subanu Lucie Widowati Martuti Budiharto'

Jenis Terbitan:

Nomor Terbitan: BPPK-F-91/Bibl.l2

Kama dan alamat badan yang memperbanyak dan menyebarluaskan terbitan: Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan RI. Jalan Percetakan Negara No. 29, Jakarta 10560; Kotak Pos 1226, Jakarta 10002; Telpon No. 413122,414146

Edisi/Cetakan: Pertama

Tanggal terbit: 10 Maret 1992

Jumlah halaman: 66

Jumlah terbitan: 1000

Sponsor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI.

Sari (abstrak)/Kata Kunci (Key Words) PLANTS, MEDICINAL - bibliography PLANTS, MEDICINAL - Indonesia

Kolom Catalan penerima terbitan:

Penyebaran terbitan: Bebas Izin mengutip: Bebas dengan menyebut sumber

DAFTARISI
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Hal.
DAFTARISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . i
KATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ii DAFTAR SINGKATAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . iii

DAFTAR TANAMAN DAN PENELITIAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
ABSTRAK PENELITIAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 19

INDEKS PENULIS

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 61

INDEKS TANAMAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 65

14001175 . Pusat Penelitian dap Pengembangan Farmasi Dra. Volume II (1989) dan Volume III (1991). dapat berkomunikasi langsung dengan para peneliti yang berada di berbagai institusi yang dicantumkan dalam Buku ini. terutama di perguruan tinggi. para pembaca yang memerlukan informasi tentang hasil penelitian tanaman obat. baik oleh para peneliti. Terimakasih diucapkan kepada semua Perguruan Tinggi dan Institusi penelitian. seperti buku-buku sebelumnya.KATAPENGANTAR Buku Penelitian Tanaman Obat di Beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia Volume IV (1992) adalah lanjutan dari Buku Volume I (1988). Dengan Buku ini. serta semua pihak yang telah membantu dalam pengumpulan informasi dan penyusunan buku ini. Semoga Buku ini dapat dimanfaatkan secara lebih luas. Sri NIP. maupun oleh pengguna dan pengusaha tanaman obat. Naskah dari makalah lerigkap laporan penelitian dapat diminta langsung kepada institusi tempat penelitian tersebut dilakukan. Buku Volume IV ini dilengkapi dengan ABSTRAK HASIL PENELITIAN beberapa tanaman yang terpilih. alamat dimana penelitian dilakukan dan yang terpenting adalah penelitian tanaman apa dan siapa yang melakukannya. para pembaca dapat memperoleh informasi tentang jenis penelitian. adalah untuk mengkomunikasikan hasil penelitian tumbuhan obat yang dilakukan di berbagai institusi di Indonesia. Diharapkan dengan diterbitkannya Buku ini. Maksud penerbitan ini.

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. JF FMIPA UNAND 15. Bandung Fakultas Kedokteran. Malang Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas Brawijaya. Bogor 17. Universitas Gadjah Mada.DAFTAR SINGKATAN 1. FKH IPB 19. Universitas Brawijaya. Institut Teknologi Bandung. Ujung Pandang Fakultas Kedokteran. Yogyakarta Fakultas Kedokteran Hewan. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.JKFMIPAUNPAD 6. Bandung. Yogyakarta Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. FP UNHAS 20. LIPI. Universitas Indonesia. Institut Teknologi. JF FMIPA USU 9. Institut Pertanian Bogor. FB UNSOED 5. Yogyakarta 11. Fakultas Matematika dan Hmu Pengetahuan Alam. Malang Fakultas Pertanian. Bandung Program Pendidikan Pasca Sarjana Institut Teknologi Bandung. Fakultas Matematikadan Ilmu Pengetahuan Alam. FKH UGM 12. JB FMIPA UNPAD 7. Universitas Padjadjaran. FP UNBRA 18. Universitas Andalas. Universitas Hasanuddin. Universitas Padjadjaran. Bandung Jurusan Biologi.FK UGM 13. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Medan Fakultas Farmasi. Bandung Fakultas Biologi. Bogor 14. P3 Biol 16. FB UGM Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta Fakultas Biologi. Jakarta 111 . Purwokerto Jurusan Kimia. JF FMIPA ITB 3. Bandung 4. Padang Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi. Universitas Padjadjaran.FKUNPAD 8. Universitas Jenderal Soedirman.FKUNBRA Fakultas Kedokteran. JK FMIPA ITB Jurusan Kimia.FKUI Fakultas Pertanian. Universitas Gadjah Mada. PPPS ITB Jurusan Farmasi. FTP UGM Jurusan Farmasi. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta Jurusan Farmasi. FF UGM 10. Universitas Sumatera Utara. 2.

Uji kepekaan larvaAedes aegypti L. Srikaya. Srikaya.) Pengaruh ekstrak: 1. JF FMIPA ITB 90 86 Kehamilan mencit (Mus musculus) yang diberi ekstrak nanas (Ananas comosus) muda Mulyoto FB UNSOED JF FMIPA 10. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 1.(4recfl cafcc/w L. Uji efek antiradang daun bandotan Hisran H. Pengaruh penggunaan infusa Aneilema Nur Asiah vaginatum R.NO. di laboratorium 88 5. Martoni JB FMIPA ITB JF FMIPA UNAND JB FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB 81 12. 2.* ocddentale L. Kemlegi. martnelos (L. suum in vitro Pemeriksaan kandungan artemisin Erwin Afandi NurlaJli 14. Pengaruh pinang (Areca catechu L. ylegfe Pemeriksaan kandungan senyawa kimia buah sawo masak (Achras zapota L. Antidesma Suroso dkk. ^rtfl/ww cotnosus L. Antidesma tetrandrum Bl. ^4&/«j PENULIS Harlia Djubardi Sulisti INSTANSI JK FMIPA ITB JF FMIPA ITB TH 87 87 precatorius L. o* Isolasi. 86 (Ageratum conyzoides L. FMIPA ITB Sunoto FB UNSOED JF FMIPA ITB 81 4. Allium sativum L. . Aneilema vaginatum R.) Achras zapota L. Br. terhadap ekstrak Ageratum conyzoides L. 88 79 13.) terhadap mencit Indrawati JK FMIPA UNPAD JK FMIPA ITB 86 7. ^4/mo/wz squatnosa L. terhadap kesuburan pada mencit usu 85 11. 90 herba Artemisia annua L. Suroso dkk. Artemisia annua L. Anacardium Uji efek analgetik dari perasan umbi bawang putih (Allium sativum L. 3. Cianjur dan Garut Isnaini . 3. Studi isolasi senyawa glikosida dari daun saga (Abrus precatorius L.) Tutuk Budiati Diah Sugiartini 90 Telaah kandungan kimia kulit buah jambu mete (Anacardium ocddentale L. Kemlegi.) terhadap Ascaris lumbricoides var. Ageratum conyzoides L.* Isolasi alkaloida peptida dari kulit batang tetrandrum Bl.) Corr. 8. identifikasi dan konservasi asam anakardiat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium ocddentale L. yang tumbuh di Sukabumi. terhadap kadar gula darah kelinci dan perbandingannya dengan tolbutamid Pengaruh ekstrak: 1.Br.) dan rimpang temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb. terhadap kesuburan pada mencit 3. Jeruk maja.* 2. 2. Jeruk maja.) pada tikus putlh galur Wistar 6.

Calophyllum inophyllum L. UNPAD Sidik Wahyono FF UGM 81 81 vulgaris Schrad.' 24. Takbir Siregar FFUGM 86 . Camellia Isolasi dan analisis alkaloida pada daun Bntgmansia suaveolens Ujung Pandang 75 23. kulit batang dan buah tumbuhan mimba (Azadirachta indica A. Studi fitokimia ekstrak etanol dan metanol daun.* Isolasi. zat yang terkandung dalamAverrhoa bilimbi L. Artemisia vulgaris L. Bmgtnansia suaveolens B. Pemeriksaan dan percobaan isolasi artemisin dari. Pemanfaatan biji pepaya (Caricapapaya L.' Isolasi dan analisis minyak biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 15. Juss.Br.) Studi perbandingan kapsaisin dari buah cabe merah dan cabe gendot Capsicum annum L. Baeckea frutescens L./4/temM/fl vulgaris L. Bambusa Pemeriksaan kandungan kimia dan usaha isolasi triterpenoida dari daun jungrahab. Prita Kresna JK FMIPA ITB 87 Carica papaya L. 20. 21.* Usaha pemeriksaan golongan kimia zat- Machmoed FMIPA 79 bilimbi L. JK FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD 88 sinensis L. Nurhidayat JF FMIPA ITB 88 danylrtemts/a annua L. klasifikasi. Imono Argo FFUGM 81 Donatus AzizGenisa JK FMIPA UNPAD 22. 27. Interaksi antara vitamin E dan infus rebung Bambusa vulgaris Schrad.' klon teh (Camellia sinensis L.) dengan cara kromatografi lapis tipis Irfandi JF FMIPA 90 ITB 19. kristalisasi serta Yetty JF FMIPA Supatmijati. terhadap nekrosis sel-sel hepar tikus putih jantan Mulyono . 25. Juss.* Baeckea frutescens L.' 26. Berg.) untuk bahan makanan Efek infus akar papaya terhadap kerutan kalsium dan magnesium batu saluran kemih secara in vitro Soewedo Hadiwiyato FTP UGM 80 dkk.NO. Azadirachta indica A. Andy Zul UI JK FMIPA 86 Izwar ITB 18. Efek ekstrak etanol daunAverrhoa bilimbi dan herba Catharanthus roseus terhadap kadar glukosa darah mencit diabet permanen Azhar dkk. 17.) Analisis kandungan kofeina dari empat Johansyah Eva Sarifah H.* karakterisasi kandungan utama akar aris Schrad. yang tumbuh di Indonesia 16.

) — Uji daya antimikroba sediaan salep yang mengandung sari ketepeng (Cassia alata JF FMIPA UNPAD JF FMIPA 86 29.* Isolasi alkaloida dari tumbuhan 87 87 Cephaelis stipulacea Bl. Centella asiatica (L. Uji daya antimikroba sediaan krim yang mengandung sari daun ketepeng (Cassia alata L. Don. Isolasi alkaloida dari daun johar (Cassia siamea Lamk. (jeruk keprok) 86 38. I.* Coleus atropurpureus Benth.* Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis (L. Evelyn JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB 90 31.) G..) Osbeck (jeruk besar) dan dari kulit Citrus nobilis Lour. Cassia siamea Lamk.NO. jeruk keprok Studi pemanfaatan sari bungkil kelapa pada fermentasi produksi penisilin menggunakan jamur Penicillium chrysogeum ATCC 28089 Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia daun iler (Coleus atropurpureus Benth.) Urban Cephaelis stipulacea Bl. dari Tangerang dan Bandung 33.) Osbeck Isolasi dan karakterisasi pektin dari kulit buah (jeruk besar) Citrus grandis (L) Osbeck Dian Muryani Sri Ulina Purba Sri Ulina 37.) Efek ekstrak etanol daunAverrhoa Efi Darliana T. Cassia angustifolia Vahl. Suwarji Heryana JF FMIPA UNPAD 87 .* Sri Harjati 86 Setiodihardjo UNPAD 30. Catharanthus roseus (L. PENULIS Mindarwati INSTANSI TH Cassia alata L. JF FMIPA ITB 90 40.) G.J. Don. Citrus grandis (L.) 86 Purba A. Citrus nobilis Lour. Penetapan kadar sennosida B daun dan buah Cassia angustifolia Vahl.) Osbeck. Gunawan Yohanda Tubagus Agus N. Pemeriksaan flavonoida dan triterpenoida antanan Centella asiatica (L.* 36. Andy Zul Izwar 90 32. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 28. Budi Utama 39. Cocos nucifera L.) Urban JF FMIPA ITB JF FMIPA UNAND JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB 87 35. varietas Tinnevelley Yolanda P. 86 bilimbi dan herba Catharanthus roseus terhadap kadar glukosa darah mencit diabet permanen Studi perbandingan kadar vinblastin dan vinkristin daun Catharanthus roseus (L. Yulianti JF FMIPA ITB 86 34. Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis (L. jeruk besar dan dari kulit Citrus nobilis Lour.

NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 41.W. Pengaruh kurkuminoid dari temulawak (Curcumaxanthorrhiza Roxb. Beberapa aspek farmakognosi temu • mangga (Curcuma mangga Val. Badjongga HTS. 42.) dan rimpang kunyit (Curcuma M.NO. pada tikus putih jantan galur Wistar JFFMIPA ITB 86 43.) terhadap kolesterol total. JF FMIPA UNPAD 88 kolesterol darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia .) Penentuan komponen utama minyak atsiri temulawak (Curcuma xanthorrhiza Teti Suryeti Semangat Kataren JF FMIPA UNPAD JK FMIPA ITB 48. yang bebas minyak atsiri terhadap toksisitas karbon tetraklorida pada mencit putih Swiss Webster jantan 47. trigliserida." Amir Hamzah JF FMIPA UNPAD 87 pang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb." pang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.* Curcuma mangga Val.* Curcuma Pengaruh perasan temu ireng terhadap deruginosa Roxb. Curcuma heyneana Val. 50.) Roscoe dan rimpang Adriansyah Azhari JF FMIPA ITB 87 Curcuma heyneana Val. dan HDL- Pramadhia B. zedoaria (Berg.* Roxb. Curcuma xanthorrhiza Roxb. & Zyp.) dan rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.) 45. pertumbuhan kambing Sudjiman FKH UGM ' Djojosengodjo dkk.Hamzah JF FMIPA UNPAD 87 49. *. P3 Biol 89 46. & Zyp.) M. Efek ekstrak etanol rimpang jCucurma. Curcuma domestica Val." Penentuan komponen utama minyak atsiri Curcuma domestica Val.) Perbandingan beberapa cara ekstraksi Amir untuk mengisolasi kurkuminoid dari rim. domestica Val. J. dengan GC-MS Perbandingan beberapa cara ekstraksi untuk mengisolasi kurkuminoid dari rim- JK FMIPA ITB 86 44. Fitri Yunita 81 Uji efek koleretik ekstrak seluruh tanaman Elephantopus scaber (L.) Sangat Roemantyo. Etnobotani kunyit (Curcuma domestica Val. H.) dan minyak rimpang Curcuma domestica Val.

' Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. SOFT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik 52. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik 54.) terhadap pe-nyerapan glukosa di usus halus tikus 60. Pengaruh minyak atsiri temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Karta JFFMIPA UNPAD 87 (Curcuma xanthorrhiza Roxb. kloroform dan metanol ." Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap HDL-kolesterol.) dan uji beberapa sifat fisikokimianya secara KLT Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap penyerapan glukosa di usus halus tikus Pengaruh campuran kurkuminoid dan minyak atsiri temulawak terhadap penyerapan glukosa di usus halus tikus Pengaruh kurkuminoid temulawak Endah Primawati JF FMIPA UNPAD 87 58. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 51.) terhadap kadar SGOT. SGPT dan uji kualitatif HbsAg darah kelinci pada keadaan terinfeksi hepatitis B Sumiati Yuningsih JF FMIPA UNPAD 87 57.' Isolasi dan identifikasi senyawa kurkuminoid rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.' Tavip Budiawan JFFMIPA UNPAD 88 Pembuatan sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Eli Halimah JF FMIPA UNPAD 87 59. kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia Abdul Naser JF FMIPA UNPAD 87 Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap kadar SCOT. Pengaruh ekstrak air temulawak Rochyadi JFFMIPA UNPAD 87 (Curcuma xanthorrhiza Roxb.NO.) terhadap fungsi empedu darah kelinci Budi Herawan JF FMIPA UNPAD 87 Robert Edward JF FMIPA UNPAD 88' 56.) terhadap kadar SGOT.) menggunakan Yani Sutiyani JF FMIPA UNPAD 87 pelarut eter minyak tanah.

) 69.* Durio zibethinus Murr. FF 79 UGM JK FMIPA ITB 88 . 70.) Roscoe dan rimpang Curcuma heyneana Val. Salmonella typhi dan Bacillus subtilis Penetapan kadar minyak atsiri rimpang Taufik temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Rahman dari berbagai daerah JF FMIPA ITB 86 / 63 Curcuma javanica Curcuma Penelitian pendahuluan tentang khasiat rhizoma temulawak (Curcuma javanica} Agus Djamhuri FK UNBRA 79 terhadap kadar kolesterol darah 64. yang bebas minyak atsiri terhadap toksi. Penelitian pendahuluan komponen kimia minyak atsiri Durio zibethinus Murr.NO.sitas karbon tetraklorida pada mencit putih Swiss Webster jantan Azhari ITB 65. fraksi eter dan fraksi metanol rimpang temu putih Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe Askadi Reeky Charles P. Pemenksaan minyak atsiri rimpang temu putih Curcuma zedoaria (Berg. Datura stramonium L. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 61. dengan GC-MS Achmad Mustafa Fatah dkk. JF FMIPA ITB Telaah kandungan hiosiamin dan skopolamin dalam berbagai organ tanam- JF FMIPA ITB 90 an kecubung (Datura stramonium L. kloroform dan metanol terhadap Metti Siti Hastuti JF FMIPA UNPAD 86 Staphylococcus aureus.) Roscoe bebas minyak atsiri terhadap toksisitas karbon tetraklorida Bogo Suntoro Murti JF FMIPA ITB 86 66. Daucus carota L.* Dioscorea hispida Isolasi dan identifikasi steroida saparin dalam umbi gadung Dioscorea hispida Denst. Sondang Komariah S. Escherichia coli.) yang diperoleh dari daerah Pangalengan (Jawa Barat) 68.) hasil fraksinasi dengan eter minyak tanah. Pengaruh fraksi eter minyak bumi.* Uji daya antibakteri ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. UNPAD 88 (Daucus carota L. Efek ekstrak etano! rimpang Curcuma Adriansyah JF FMIPA 87 zedoaria (Berg. Pengaruh konsentrasi dan interval pemberian pupuk melalui daun terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman wortel Siti JB FMIPA Kardinah P. 67. Deiist.) Roscoe zedoaria (Berg.

C.) Griff.) dalam kulit buah lengkeng Euphoria Stend.NO. yang diperoleh dari pantai Cilanteureum.) Griff.) (GraptophyUum pictum (L.* T.W.* 79 79. di Malesia Pemeriksaan senyawa golongan flavonoida dari daun handeuleum (GraptophyUum pictum (L. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS J. 76. Aris Gumilar JF FMIPA ITB 90 75. 77. Garut Trisnasari JF FMIPA ITB 88 82. yang RukmiatiK.) Griff. JF FMIPA ITB 89 87 80 73.* 80.* 84.. dan minyak rimpang Curcuma dornestica Val. Penelitian "anabolic effect"dan "androEwycoma longifolia Jacq.) WahyuArdi ITB . Badjongga HTS.) Stend.) Griff. Sugiarso JF FMIPA UNPAD JF FMIPA Erythrina fusca Lour.) Garcinia Isolasi xanthone dari kulit buah Garcinia mangostana L. Yudono Hermansyah Amir Halim UNPAD JK FMIPA ITB FK UGM JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB 86 diperoleh secara ekstraksi Euphoria Penelitian pendahuluan senyawa saponin longan (Lour.* 74. H. Retno Damayanti Ngatijan & R. (Gardenia florida L. Eleusine indica Gaertn. genic effect" dari infus akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jacq. Uji antibakteri ekstrak akar rumput belulang (Eleusine indica Gaertn. Keaneka ragaman jenis GraptophyUum 86 87 pictum (L. Gelidiwn sp. Gardenia augusta Merr. ITB dkk.) dan cangkring (Erythrina fasca Lour.* 90 87 atsiri Gardenia augusta Merr. Eka Susanti H. dengan cara pengisian Udju Sugondho Wiwiek Herawati Ariyono FK UNPAD FB UNSOED JF FMIPA 90 83.* Euchema cottonti Euphorbia Isolasi karagenan dari Eucheuma cottonii Penelitian kandungan kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia Jack. pada tikus putih jantan galur Wistar Pemeriksaan kandungan kimia tumbuhan Elephantopus scaber (tapak liman) 72. FMIPA 81 prunifolia Jack. Isolasi agar dari Gelidium sp. longan (Lour. Karakterisasi komponen kimia minyak 78. dkk.) Uji efek dari simplisia nusa indah (Musaenda erythrophylla Schum. mangostana L.* Elephantopus scaber L. INSTANSI JFMIPA ITB TH 86 71. kaca piring) dengan metode Zaini kromatografi gas cairan dan GC-MS 81.) Aty Widya Warayanti N. dan Gracilaria sp. Uji efek koleretik ekstrak seluruh tanaman Elephantopus scaber L. Graptophyl Pengeringan daun handeuleum lumpictum (L.

PENULIS Ganthina Sugihartin Murti INSTANSI JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB JK FMIPA ITB FK TH 87 Gynura procumbens (Lour. 91. Nining 86 UNPAD FK UNPAD JB FMIPA UNPAD "90 92. Pemeriksaan pendahuluan senyawa kimia daun dewa (Gynura procumbens (Lour.) Beauv. Takaran terendah (MIC) sebagai antibiotik dari infusa Kaempferia galanga dibandingkan dengan ampisilin Udju Sugon dho dkk.) Merr.) Poit. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 85.* Languas galanga (L. (Kleinhovia hospita L.* Kleinhovia Susi Lahtiani hospita L. Hyptis pectinata (L.) terhadap penurunan kadar SGOT dan SGPT darah tikus putih pada keadaan hepatotoksik Formulasi salep dengan ekstrak laos dan JF FMIPA UNPAD 89 95. Arg. obat tradisional terhadap Candida albicans dari 87 Yuaningsih Microsporum gypseum 93.) Merr.) Beauv.) dan rimpang temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb. 90.* Penelitian efek bakteriologik dan mikrobiologik dari laos merah dan putih yang segar dan yang dikeringkan terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Kaempferia 89 Efek antimikroba dari infusa Kaempferia galanga L.) Foil Moriana Hutabarat Sutjipto Hamim 87 89. Penelitian pendahuluan senyawa alelopati pada rhizoma Imperata cylindrica (L.* Imperata cylindrica (L.) 88 Raehani Husein Hemandi 87. Pemeriksaan senyawa kimia golongan flavonoida dari daun dewa (Gynura procumbens ( Lour. galanga L.NO.) 86.) pa-da tikus putih galur Wistar Uji pengaruh ekstrak air daun katimaha Hisran H. Uji efek anti radang daun bandotan (Ageratum conyzoides L. Salmonella typhosa dan jamur Microsporum gypseum 81 . Kaempferia pandurata Roxb. Penelitiaij daya antijamur air kencur (Kaempferia galanga L. Mohamad Eksan Sjafiudin JF FMIPA UNPAD FMIPA UNPAD 79 96. JF FMIPA ITB 86 94. Sri Ardani penentuan daya hambatnya terhadap bakteri dan jamur Soelarto dkk.).) Stuntz. Hevea brasiliensis Muell. 88. Udju Sugondho dkk. Isolasi dan penentuan komponen fitosterol dari lateks Hevea brasilliensis 73 Bakti Uji pendahuluan efek farmakologi isolat hiptolida dari tanaman Hyptis pectinata (L.) Merr.

* 107. Httoralis Blume Helmi Asep Adi 89 89 Suprihatna Feri 105. Rob.NO. malabathricum terhadap ileum marmut jantan terpisah Linda R. Budiati Euis JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JF FMIPA ITB JF FMIPA USU JF FMIPA ITB 89 100.) Pers.G. B. Alkaloida dari Litsea glutinosa (Lour.* Litsea monopetala (Roxb. Leucacena glauca (L. var. B. var. littoralis Blume." Pemeriksaan kadar rutin pada daun singkong (Manihot utilissima Pohl. Manihot utilissima Pohl. terhadap Ascaris suum dibandingkan dengan Piperazin sitrat secara in vitro Isolasi alkaloida aporfin dari Litsea 99. 103.) C. Senyawa alkaloida dan non-alkaloida Litsea monopetala (Roxb.) Pers.* 104. diversifolia Bl. Melastoma malabathri cum 109. Alkaloida dari Litsea monopetala (Roxb. P.* 90 89 Sophiata Adel Zamri Alkaloida dari fraksi fenolik Litsea glutinosa var. 90 90 108. Tambunan 86 Studi fitokimia ekstrak etanol dan metanol daun.) Benth. littoralis Blume Isolasi senyawa aporfin fraksi fenolik dari tanaman Litsea glutinosa (Lour.) Benth.* Litsea glutinosa (Lour.) C.* Litsea 89 Holisotan Hakim Vita • 101. Yuniarti Siregar INSTANSI JF FMIPA ITB JF FMIPA USU TH 88 85 97. 98. Alkaloida dari Litsea diversifolia Bl. tua dan kuning Pengaruh infus daun Melastoma 89 Herlina Anwar Sri Widarti Bahruddin 106.* 102.&V. Rob. Hesti accedentoides K.) muda. Melia azedarach L. Pemeriksaan efek antelmintik dari biji Leucacena glauca (L. B. Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia daun mindi (Melia azedarach L. Nandini JF FMIPA ITB 87 . & V.) I. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN Pemeriksaan senyawa kimia rimpang laos PENULIS lie Trisada S.)Pers. A.) C.* Litsea accedentoides K. Alkaloida dari kulit akar Litsea diversifolia Bl.) dengan cara kromatografi lapis tipis Arsyadi 90 110. kulit batang dan buah tumbuh.an mindi (Melia azedarach L.

124. 122. Momordica charantia L.* Ocimum sanctum L.) etythrophylla 116. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 111. Musaenda Schum.) 89 84 oleifera Lamk. 123.) dan cangkrtng (Erythrina jusca Lour. Isolasi dan anaiisis fraksi alkaloida dari daun tumbuhan mengkudu (Morinda citrifoiia L. Telaah kandungan kimia ekstrak metanol buah paria (Momordica charantia L.) Anaiisis komponen kimia minyak atsiri fuli pala (Myristica fragrans Houtt.)Horan) dari beberapa daerah tumbuh di Singaraja (Bali) dan sekitarnya Sangat P3 Biol Roemantyo. Buah honje Nicolaia speciosa (Bl. 10 Titin Suprihatin Sudarsono Isolasi. dengan GC-MS Penelitian komponen kimia minyak atsiri Oenanthe javanica DC.* Moringa Anaiisis beberapa unsur dan senyawa dari biji kelor (Moringa oleifera Lamk. C.) harja N. 117. Nicolaia speciosa (Bl. 115. Uji efek dari simplisia nusa indah (Musaenda erythrophylla Schum.* Myristica fragrans Houtt.NO. Gede Swasta JF FMIPA ITB 83 87 121. H. Daya racun pachyrrhizin dan fraksi lain pada ekstrak biji bengkuang (Pachyrrhizus erosus Spreng.) N.* Oenanthe Penelitian komponen kimia minyak atsiri Ocimum sanctum L. Binsar Johanes Yun Media Uji efek hipotensif dari dekok daun pace (Morinda citrifoiia L. Saifulah JK FMIPA Penentuan komponen utama minyak atsiri dari pala (Myristica fragrans Houtt.) Enny Ratnanlngsih 87 .) Horan 120. klasifikasi serta kristaltsasi kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L.* Oldenlandia corymbosa L.) pada tikus putih jantan galur Wistar 86 114.* Pachyrrhizus erosus Spreng..) Horan sebagai bahan kosmetik tradisional Pemeriksaan stigmasterol rimpang honje (Nicolaia speciosa (Bl.* Morinda citrifoiia L. 113.* PPPS ITB 89 dengan GC-MS 119. dengan GC-MS Athena Anwar JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB FF UGM JK FMIPA ITB 87 87 81 javanica DC.) 89 ITB Aryetti 118.* Handayani Sudarsini Uji antibakteri zat larut dalam fraksi eter minyak tanah kulit akar kelor (Moringa oleifera Lamk.) PENULIS Miza Nemara Titi Wira- INSTANSI JFFMIPA ITB FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JFFMIPA ITB TH 90 79 112. 80 Sugiarso dkk.

Benth.) Haojahan. Parkia biglobosa Auct. Benth. Uji ketahanan beberapa varietas buncis (Phaseolus vulgaris L. JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNAND 86 Zuharina 89 Pemeriksaan minyak atsiri daun sirih Sumarno (Piper betle L. & Magn.) 136.* Picrasma javanica Blume 134. Tunggul Manullang Herman Puspita JK FMIPA UNPAD 78 JK FMIPA ITB 89 11 .) Beberapa aspek farmakognosi dari buncis (Phaseolus vulgaris L.) segar dan yang telah dikeringkan JF FMIPA ITB 87 135. Rahayu Nurohman 86 131.' 129. Phaseolus vulgaris L. Piper cubeba L.* Pithecellobium lobatum Benth.) Isolasi zat pahit dari akar Picrasma javanica Blume Tidak dicantum kan Evi Noviarsyah FB UNSOED 86 132. Pemeriksaan kualitatif kandungan kimia ekstrak etanol dan ekstrak air buah ciplukan (Physalis angulata L. Penjajagan awal senyawa saponin dalam kulit buah jengkol (Pithecellobium lobatum Benth.* Physalis angulata L.) Bei & Cav. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 125.) Maibaho JF FMIPA ITB 90 127. 130.Np.) Fudiesta Dedi -Sofyan Muchtadi UNPAD JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD 86 87 128. Pemeriksaan kimia pendahuluan biji Malidin kedawung (Parkia biglobosa Auct. Pachyrrhisus Penelitian mengenai pengaruh biji Tjioe Thio JB FMIPA 65 erosus Urban bangkuang (Pachyrrhisus erosus Urban) terhadap tikus putih kecil serta kelainan histologis yang ditimbulkannya dalam organ Bwee UNPAD 126.* A. Piper belle L.) Uji efek ekstrak kental buah Phaseolus vulgaris L. Pengaruh jaraktanam dan pemupukan Yusi JB FMIPA 88 fosfat terhadap pertumbuhan dan hasil kacang jogo (Phaseolus vulgaris L. 133. terhadap kadar glukosa darah tikus Isolasi dan penetapan karakteristik fisik senyawa alkaloida dari buncis (Phaseolus vulgaris L. Isolasi dan identifikasi sabinen dan terpinon 4-0 dari minyak kemukus (Piper cubeba L.) terhadap Colleototrichum lindemuthianum (Sacc.

) Perubahan komposisi beberapa komponen lipida selama perkecambahan Ricinus coinmunis L. 140. Ridley Penetapan kadar solasodin dari dua varietas Solanum khasianum CB. 141. Brown.* Sapium baccatttm Roxb. E.* Pleomele angustifolia N. Brown) dan peng- gunaannya dalam obat kumur 138. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 137. 143. Rhodomyrtus tomentosa W. Ridley 149.) terhadap bobot badan.* Ricinus communis L. E. Usaha isolasi dan identifikasi triterpen- Gloria S. PENULIS Neneng Mupidah INSTANSI JFFMIPA UNPAD TH 87 Pembuatan sari daun suji (Pleomele angustifolia N. 139. 87 Samanca saman (Jacq. 147. Adaptasi empat varietas tanaman kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC. Sri Anggrahini& Usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan Pengaruh penggantian sebagian ransum 86 Suhardi Sumiyati FKHUGM 81 dengan biji kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC.) Morr. Clarke 12 87 Nining . Euis JFFMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JFFMIPA UNAND JF FMIPA UNPAD 87 146.* Psidium guajava L. Pemeriksaan flavonoida dan minyak atsiri Snelly daun karamunting (Rhodomyrtus Faurhesia tomentosa W. 78 148.* Pluchea indica L.NO. komposisi darah dan limpa pada ayam broiler 144. Alkaloida dari kulit batang pohon Samanca saman (Jacq.) Pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium gpajava) terhadap otot polos usus dan pupil kelinci dan tikus putih Adam Alamsyah Agus 81 Djamhuri dkk. Zuariah Yusuf dkk.) Morr. FPUNHAS 81 145. 142. Ait. Clarke secara densHometri 88 khasianum CB.* Polygonium perfoliatum L. Christ Natanel Zulfadly N. Ait.* Polypodium feei Mett.* Psophocarpus tetragonolobus DC.* Penelitian daya antipiretika dari Pluchea indica (beluntas) Kajian kandungan kimia tanaman Polygonium perfoliatum L. Mohamad Istari Lianuta.* Solatium Isolasi terpenoida dari daun Sapium baccatum Roxb. di Kabupaten Gowa Sunaryo dkk. Wananda Setiawati Yusuf Dadang FKH IPB PPPS ITB JF FMIPA UNPAD FP UNBRA FTPUGM 80 89 87 oida dari akar pakis tangkur (Polypodium feei Mett.

terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan Isolasi senyawa triterpenoida dari kulit Tectona grandis L. 154. Tectona grandis L.* Alkaloida dari Stephania corymbosa Bl. dan pembuatan beberapa senyawa turunannya Amrizal M. FMIPA ITB Chairil Anwar FMIPA 81 160. Samekto Wibowo dkk. Pengaruh pencekokan ekstrak daun Solanum laciniatum Ait. Kemlegi.* 81 rebaudiana dan penentuan spektra inframerahnya UGM JF FMIPA UNAND 88 161. granola pada berbagai waktu dan pola tanam 88 155. Pengaruh infus akar terong (Solanum melongena L. Analisis kualitatif pendahuluan asam amino bebas dari buah Solanum khasianum Clarke dengan cara ke I 81 152.* Symphytum officinale L. 162.* Stevia rebaudiana Bertonii 157. suatu penelitian kuantitatif pada perkembangan ovum Oentoeng Soeradi 78 dkk. 3.* 158.* Stephania corymbosa Bl.* Solanum laciniatum Ait. si macan terhadap pertumbuhan dan hasil Solanum tuberosum L. Efek hipoglikemia zat pemanis dari Stevia rebaudiana Bertonii pada kelinci Gustini Sy. Srikaya. Andy JK FMIPA Soelistyanto UNPAD 75 13 .* Solanum melongena L.* Pengaruh ekstrak: 1. Clarke Lala Nurlaela Suhandra 87 151. Harmaini MJD. 156. Solanum tuberosum L.* Membandingkan dua metode ekstraksi solasodin dari Solanum khasianum CB. terhadap kesuburan pada mencit Isolasi bahan pemanis dari daun Stevia Suroso dkk.NO. var. var.) pada kontraksi otot rahim Pengaruh tumpangsari Phaseolus vulgans L. 2. Ine Srikandi FK UGM JB FMIPA UNPAD 78 153. terhadap ovarium tikus. Uji efek infusa daun Symphytum officinale L. PPPS FMIPA 89 ITB JK FMIPA ITB 86 Zat pemanis Stevia rebaudiana Bertonii Infus daun Stevia rebaudiana Bertonii sebagai pemanis air teh dan uji kualitas mikrobiologinya Utari Dewi Ika Iskandar JK FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD 86 88 159. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD FKUI TH 150. Jeruk maja.

* Tinospora crispa (L.) Uji spermisida saponin isolat dari biji Halba (Trigonella foenitmgraecum L. Uji efek analgesik dari infusa batang Elly Panglepu- JFFMIPA ITB JF FMIPA 88 ringtiyas Hilwan 87 165. & Thems.) K. 166. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 163.) terhadap daur estrus Yarnelly Gani 80 mencit (Mus musculus) Penelitian fitokimia kulit kayu kasai yang dipergunakan sebagai obat antihamil di Sumatera Barat dkk. dan penentuan kadar Imtihanah 89 dalam ekstrak Roxb.* Trigonella foenumgraecum L. Tati Hurustiati Achyar Koesnadi JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD FMIPA UNPAD FMIPA 86 168. pada mencit putih dengan metode rotating rod & sand filter Rida Ernola Akmal JF FMIPA UNAND JF FMIPA UNAND 87 88 174.* Voacanga foetida (Bl.) Miers ex Hook f.' Stuktur dan komposisi tumbuhan yang Eming biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Notog.) Miers ex Hook f. Thevetia neriifolia Juss.* brotowali. Pemeriksaan kandungan senyawa kimia daun dan biji Tlievetia neriifolia Juss. & Thems. pada mencit putih jantan dengan metode tail flick Uji efek antiinflamasi (antiradang) infusa batang brotowali. pada tikus jantan putih Yuda Teruna UNAND Yutiardy Rival JF FMIPA UNAND 87 167. Pemeriksaan fitokimia ekstrak etanol biji halba (Trigonella foenitmgraecum L. 172. Schum.K Isolasi alkaloida dari daun Voacanga foetida (Bl.* Isolasi alkaloida dari buah Voacanga foetida (B.* Tristania swnatrana Miq. 79 UNAND JK FMIPA ITB 171. Rusjdi Djamal dkk. BKPH Kebasen KPH Banyumas Timur Jawa Tengah Sudiana FB UNSOED 85 164. 170. Tinospora crispa (L.) K. Tinospora crispa (L.* Pengaruh sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq. & Thems.) Miers ex Hook f.NO. Schum.) in vitro Z. 173.) K. Schum. Azihar JF FMIPA UNAND 87 14 .* Uncaria gambir (Hunter) Isolasi tanin dari Uncaria gambir (Hunter) Roxb. Schum. 86 169.I) K. Uji efek penenang rebusan buah Voacanga foetida (Bl.

Uji efek analgesik perasan rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb. 178.* FK UI 78 dkk. Schum. pada tikus putih jantan Analisis fitokimia simplisia sidawayah. Pengkajian kimiawi ekstrak n-heksan Ida Hariati Agus Iman JK FMIPA ITB 87 dari Zingiber aromaticum Val.* FK UI JK FMIPA ITB 78 78 187.* Zingiber officinale Roxb. 181.) pada Latifah JF FMIPA UNPAD 87 mencit Konstituen kimia minyak atsiri dari Zingiber ottensii Val.* Woodfordia floribunda Salisb. dan pemeriksaan daya antibakteri sari metanol Zea mays L. Pengaruh sinar cobalt 60 gamma terhadap struktur morfologi dan anatomi derivat epidemis daun tanaman jagung Sri Woelaningsih FB 80 UGM (Zea mays).* Lain-lain 186. Bastiam Rahmanudin Veronica Bajang 88 89 UNAND JFFMIPA UNAND JF FMIPA UNPAD 177. Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia rimpang lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val.) Khasiat paliduri terhadap spermato genesis pada tikus putih Penelitian mengenai ada tidaknya sifat hipoglikemia pada jamu yang dikenal sebagai obat antidiabetes Survai penggunaan jamu sebagai kontrasepsi (Tahap I) Azalia Sinto dkk. 179. Soekeni Soedigdo Suharti K. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 175. JFFMIPA ITB 87 N. Henny Setiatin JK FMIPA ITB JFFMIPA ITB 86 89 Zingiber zerwnbet Sm.* Zingiber aromaticum Val. 180.) 182.) K. dengan berbagai periode penyiangan terhadap pertumbuhan dan Marliyani JFFMJPA UNPAD 88 hasil Zea mays L.* PENULIS INSTANSI JFMIPA TH Isolasi alkaloida dari akar Voacanga foetida (Bl.NO.) K. Uji efek hipotensif ekstrak akar Voacanga foetida (Bl. 184. Schum. 15 . 81 Woodfordia floribunda Salisb. 183.* 176. Suherman 185. Pemeriksaan flavonoida dan minyak atsiri Hendra Yuliansyah dari rimpang lempuyang gajah (Zingiber zerumbet Sm. Pengaruh tumpang sari Phaseolus viilgaris L.* Zingiber ottensii Val.

H. 84 85 201. Traditional herbal medicines in Javanies families Sangat P3 Biol Roemantyo.* 198. Inventarisasi tanaman obat di kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas Struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat di hutan lereng selatan gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur Riche Hariyati Eming Sudiana Sulistyani dkk. JF FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD FB UNSOED FB UNSOED FB UNSOED FB UNSOED 87 194. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 84 188. 197. Pengaraatan etnobotani serta keaslian jamu gendong di Bogor. at present and in the future Sangat P3 Biol Roemantyo. Beberapa parameter darah setelah pemberian berulang jamu antirematlk pada tikus Wistar Mencart metode identiflkasi obat sintetik yang mungkin ditambahkan dalam jamu secara cepat dan sederhana 86 191. Sangat P3 Biol Roemantyo. Deteksi obat sintetik yang mungkin ditam.* 88 16 .Ella bahkan ke dalam obat tradisional secara Noorlaela kromatografi lapis tipis Tumbuhan dan produknya yang berkhasiat sebagai hepatoprotektor Sidik dkk.NO. 88 192. 196. 89 87 87 Pengaruh kurkuminoid terhadap transpor glukosa pada eritrosit manusia Penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia Khasiat tanaman obat yang didapatkan di sebagian daerah Umbul Sanga Kopeng dan BBI Ngrajeg 85 199. 86 195. H. Tumbuh-tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional untuk menurunkan tekanan darah tinggi Sri Herliani 79 193.* 200. Jawa Barat Lain-lain 87 190. Ambar Supeni Hilda JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JB FMIPA UNPAD 189. Jamu in the past. H. Eti Kurniati Tri Saptini Gratiana Ekaningsih dkk.

Wulangi dkk. Jenis-jenis benalu yang tumbuh pada FTP IPB FB UGM JKFMIPA UNPAD JF FMIPA ITB FMIPA UNPAD 80 81 81 pohon teh Daya inhibisi berbagai ekstrak tanaman suku Leguminosae terhadap kerja enzim tripsin 213. Utilization of wild medicinal plants and its conservation P3 Biol 90 Roemantyo. Sutanti BRN dkk. Indonesia" Lain-lain 204. Ethnopharmacology of several medicinal plants in Manusela Ceram. Pemanfaatan beberapa jenis tumbuhan dkk. Ethnobotany of several medicinal plants in Harowu village. H. H. Sangat 205. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI FB UGM P3Bioi TH . H. H. Skrining aktivitas antifungi beberapa jenis tanaman suku Leguminosae Tumbuhan dan produknya yang 86 89 din Gumay Soetijoso Soemitro berkhasiat sebagai antidiabetes 215. Kartolo S.* 212. Indonesia Efek hipotensif beberapa tanaman di 89 210.NO. Sri Hertati Burhanud- 208. P3Biol Sangat Roemantyo. Kontribusi TOGA (Taman Obat Keluarga) bagi rumah tangga pedesaan Roemantyo. Sangat P3Biol Roemantyo.* 203. S . Timor Sangat P3 Biol Roemantyo. Some ethnobotanical aspects and conservation strategy of several medicinal plants 87 209. P3Bioi Sangat Roemantyo. Indonesia 211. 79 90 ' 202. their distribution and uses Some ethnobotanical aspects of several Sangat P3Biol 90 Roemantyo. Sutanti BRN dkk. 214. H. H. Sangat 89 207. obat dan cara pengobatan tradisional di daerafa Kupang. Jenis-jenis Zingiberaceae di hutan Kaliurang S. Central Kalimantan. Riswan S. 90 17 . Javanese medicinal plants. H. P3 Biol 90 ruminant medicinal plants 206.

NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 216. Skrining fitokimia dari beberapa tumbuhan yang digunakan dalam ramuan obat tradisional Karo. yang terdapat dalam kuning (param). sember dan tawar Djamal Alimin Harahap UNAND JF FMIPA USU 86 18 . Inventarisasi tumbuh-tumbuhan obat di PENULIS Rusjdi INSTANSI FMIPA TH 81 Sumatera Barat 217.NO.*.

ABSTRAK PENELITIAN .

28%. Diperoleh cairan kental kekuningan. Hasil percobaan menunjukan.50 mL dalam 100 mL air selama 3 x 24 jam. Penelitian kandungan kimia tanaman ini banyak dilakukan terhadap bijinya. 1990.85%) dengan jarak lebur 84-85°C. conyzoides) mengandung senyawa kumarin. Studi isolasi senyawa glikosida dari daun saga (Abrusprecatorius L. instar HI dan instar IV merupakan faktor A. P (No. 1988. aegypti instar II paling peka terhadap ekstrak A. Dalam penelitian ini hasil pengeluaran isi sel (ekstrak) akan diuji toksisitasnya terhadap A aegypti. 7*) ANACARDIUM OCCIDENTALE L.0669 atau 6. JO mL. bahwa larva A. Banyaknya larval. identifikasi dan konversi asam anakardat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium occidentale L. Isolasi.(No 1*) ABRUS PRECATORIUS L. telah dila kukan isolasi asam anakardat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium occidentale L. Analisis secara HPLC menunjukkan adanya dua puncak dengan waktu retensi yang berbeda dari komponen dalam senyawa U 19 . di laboratorium SUNOTO. Hidrogenasi terhadap asam anakardat hasil isolasi menggunakan katalis Raney-nickel dilakukan dengan dua metode.69%. terhadap ekstrak Ageratum conyzoides L. 40 mL. Pemberian suspensi ekstrak A. aegypti lebih dari 50% populasi terjadi pada pemberian dosis 20 mL. JK FMIPA ITB NTUK mendayagunakan hasil sisa dari proses pengolahan biji jambu mete di Indonesia. sedangkan analisis secara kromatografi cair tekanan tinggi (HPLC) dengan kolom ODS-Cis dan eluen MeOH:HOAc 4% = 85:15. aegypti yang mati dengan pemberian dosis ekstrak A.33 mL dan LC95 sebesar 47. Dari pencucian dihasilkan kristal berwarna kuning keputihan dan setelah rekristalisasi dalam metanol panas dihasilkan kristal putih agak kekuning-kuningan. Sianida diketahui bersifat racun dan dapat membunuh mamalia dan serangga. Dengan menggunakan spektrum ultraviolet dan spektrum kromatografl gas-spektroskopi massa (GC-MS) ditunjukkan bahwa kristal adalah flavonoida. JK FMIPAITB D AUN saga secara tradisional digunakan terhadap berbagai kelainan. Penelitian ini mencoba untuk mengungkapkan kandungan kimia dari daun. yaitu dengan dan tanpa pengaliran gas hidrogen. Ageratum conyzoides L^ (A. Pada hidrogenasi tanpa pengaliran gas hidrogen terbentuk kristal putih (98. Kematian larval.6528 atau 65. Pada uji kromatografl lapis tipis dengan eluen yang sama.) dengan metode kromatografl kolom.) HARLIA DJUHARDI. FB UNSOED ENANGGULANGAN penyakit demam berdarah (DHF) di Indonesia masih mengalami kesulitan. 30 mL. asam anakardat hasil isolasi memberikan satu bercak (Rf=0. Beberapa senyawa kimia berasal dari tumbuhan dapat juga digunakan untuk mengendalikan populasi serangga. (No. Setelah diuapkan. aegypti) dan abate yang digunakan untuk membunuh stadia larvanya. 4*) AGERATUM CONYZOIDES L. sedangkan pengaruh garis tingkat kuadraternya sebesar 0. Salah satu upaya penanggulangan DHF ini.) TUTUK BUDIATI. 20 mL. Ekstraksi secara kontinyu dilakukan terhadap daun saga untuk mengjsolasi senyawa glikosida. 30 mL. eter dan etilasetat. Tingkat larva A.78). conyzoides dalam 100 mL air menunjukkan hubungan garis linier dan kuadrater yang sangat nyata. residu dicuci berturut-turut dengan kloroform. menunjukkan adanya tiga komponen utama. Uji kepekaan larva Aedes oegypti L. 40 mL dan 50 mL dalam 100 mL air merupakan faktor B. aegypti instar II. 50 mL dengan LCso sebesar 19. menggunakan eluen petroleumeter(40-60):dietUeter:asam format = 70:30:2. Besar pengaruh liniernya ditentukan oleh koefisien sebesar 0. eugenol 5% dan sianida (HCN). conyzoides 0 mL. Isi sel tumbuhan yang berupa racun tersebut dapat dikeluarkan dengan cara eksudasi maupun ekstraksi. (A. conyzoides. Percobaan dengan menggunakan pola faktorial dengan rancangan acak kelompok. 1987. dilakukan dengan cara pengasapan (fogging) dengan malation untuk membunuh vektor Aedes aegypti L.

1988. (No. maka sebagai tolok ukur ada tidaknya pengaruh ekstrak nanas muda tersebut adalah panjang tubuh anak mencit yang baru lahir. Dari daun telah berhasil diisolasi dua senyawa alkaloida. FB UNSOED T UJUAN penelitian ini ialah untuk mengetahui sampai umur kehamilan berapakah ekstrak nanas muda sebanyak 0.0038%. yaitu: alkaloida T. Tumbuhan ini digunakan sebagai ramuan obat panas dalam dan sakit kepala. 6 (enam) hari. berupa kristal putih. 12*) ANTIDESMA TETRANDUM BL. hasilnya tidak berbeda nyata. flavonoida. jarak lebur 271-271. berupa kristal putih bentuk jarum halus sebanyak 0. Sebagai kontrol ialah induk mencit yang hamil tanpa diberi perlakuan. Kedua alkaloida mengandung gugus amida memberikan indikasi bahwa keduanya adalah alkaloida peptida. berupa pohon atau semak. Untuk ini akan diperiksa adanya kandungan golongan saponin. secara tradisional ada hubungannya dengan kandungan kimia dalam daun tersebut. 1986. (No. dimana tidak terlihat adanya ikatan olefinik. Untuk memastikannya perlu dilakukan analisis spektrum massa. (No. antara induk yang diperlakukan dengan kontrol. Ingin diketahui kandungan kimia pada kulit batang. Seandainya mencit hamil yang diberi ekstrak nanas muda ternyata melahirkan anak. dan senyawa peptida bukan alkaloida.01%. Isolasi alkaloida peptida dari kulit batang Antidesma tetrandum BL A MARTONI.) muda MULYOTO. Hal ini didukung oleh data spektrum 1H-NMR senyawa hasil hidrogenasi. bentuk jarum. sterol. suhu lebur 225°C. bantun) suku Euphorbiaceae tumbuh di daerah Sumatera Barat. 1979. Pemeriksaan pendahuluan terhadap kulit batang dan daun menunjukkan adanya kandungan alkaloida. dengan perlaku- an ekstrak nanas muda sebanyak 0. sedangkan komponen tambahan. Usaha pemeriksaan golongan kimia zat yang terkandung dalam Averrhoa bilimbi L. MACHMOED AZHAR dkk. glikosida. fraksinasi dengan etilasetat dan asam tartrat..2 mL dapat berpengaruh terhadap perkembangan embrio mencit. pemisahan berdasarkan pengendapan pada pH tertentu. Isolasi dilakukan pada kulit batang segar yang dicincang halus dengan metode maserasi menggunakan metanol.2 mL. Komponen utama (95%) pada hasil hidrogenasi diduga sebagai asam anakardat jenuh (15:0). 9*) ANANAS COMOSUS L. yang diberikan sekali pada umur kehamilan 2 (dua). Setelah dilakukan analisis dengan uji t terhadap panjang tubuh anak mencit yang baru lahir. sebanyak 0. kromatografi kolom dan pemurnian dengan rekristalisasi.5°C. . FMIPA UI B 20 ELUM diketahui apakah pemakaian daun Averrhoa bilimbi L. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). 4 (empat).2 mL pada umur kehamilan 6 (enam) hari.asal. Diperoleh dua senyawa alkaloida dan satu senyawa peptida bukan alkaloida. 16*) AVERRHOA BILIMBI L. Dari hasil penelitian ini ternyata bahwa ekstrak nanas muda sebanyak 0. alkaloida. jarak lebur 258-259°C. sekitar 5%. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. alkaloida T2 berupa kristal putih bentuk jarum halus sebanyak 0. Sebagai tolok ukur ada tidaknya pengaruh ekstrak nanas muda tersebut ialah ada tidaknya anak mencit yang lahir setelah kehamilan mencapai umur 21 hari. Kehamilan mencit yang diberi ekstrak nanas (Ananas comosus L. JF FMIPA UNAND ntidesma tetrandum BL (bonai tanduk. kehamilannya dapat berlangsung dengan ditandai oleh terjadinya kelahiran yang normal.2 mL tidak mempengaruhi perkembangan embrio mencit jika diberikan pada kehamilan umur 6 (enam) hari dan sesudahnya. Induk-induk mencit yang diberi ekstrak nanas muda sebanyak 0. kemungkinan asam anakardat jenuh (13:0).2 mL per mencit berpengaruh mematikan embrio mencit (menggagalkan kehamilan) jika diberikan pada umur kehamilan 2 (dua) dan 4 (empat) hari. Ini menunjukkan bahwa ekstrak nanas muda sebanyak 0. terutama jenis alkaloidanya.001%.

berwarna putih.. FF UGM T UJUAN penelitian adalah melakukan isolasi. 2. senyawa triterpenoida asam dan tanin. Tikus kelompok VI-X. yaitu sitosterin. Soksletasi dengan pelarut yang berbeda dapat diisolasi kandungan utamanya. 1981. tidak mengandung senyawa saponin. fenol. tidak berasa. SIDIK.25 mL/kg bb. dapat dipakai dalam melakukan penilaian mutu simplisia. kromatografi lapis tipis. terhadap nekrosis hepar tikus putih jantan. Triterpenoida asam yang terisolasi berupa kristal amorf. Dari Fraksi C (dalam metanol) dapat dipisahkan 3 bercak dengan Rf-nya yang berbeda serta karakternya berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. secara oral diberi air suling sebanyak 10 mL/kg bb. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: 1. 21 . Dari fraksi ini dapat dikristalkan suatu senyawa steroida. 1981. penentuan jarak lebur dan spektrofotometri ultraviolet dan inframerah. Teridentifikasi adanya minyak atsiri. 20*) BAMBUSA VULGARIS SCHRAD. Dalam daun Averrhoa bilimbi ini terdapat senyawa sterol di samping senyawa lain yang belum dapat diidentifikasi. Dari fraksi ini dapat dikristalkan suatu senyawa steroida. yaitu sitosterin. masing-masing kelompok terdiri 5 ekor tikus. IMONO ARGO DONATUS. tidak berbau. Jakarta Timur. JF FMIPA UNPAD adalah mencoba melakukan analisis susunan kandungan kimia yang MAKSUD dari penelitian ini jungrahab. flavonoida maupun glikosida. kristalisasi serta karakterisasi kandungan utama akar rebung Bambusa vulgaris Schrad. kromatografi lapis preparatif. kloroform dan metanol. berwarna kuning. lelah dilakukan penelitian analisis fitokimia dari simplisia jungrahab (Baeckea frutescens L. Akar muda rebung Bambusa vulgaris Schrad. vitamin sepuluhinfus rebung Seratus ekor tikus secara acak dibagi menjadi 22 kelompok. terhadap nekrosis sel-sel hepar tikus putih jantan MULYONO . Interaksi antara vitamin E dan infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. Isolasi. 48 jam (kelompok II). 19*) BAECKEA FRUTESCENS L. Komponen tersebut kemungkinan adalah baeckeol. tanin. dibiarkan 24 jam (kelompok I). setidak-tidaknya terdapat dalam simplisia mengenai golongan senyawa kimia.) YETTY SUPATMIJATI. Metode yang digunakan adalah soksletasi dengan petroleum eter. 72 jam (kelompok III). FF UGM dilakukan penelitian terhadap kemungkinan adanya interaksi antara E dan TELAH Bambusa vulgaris Schrad.Contoh dari Jakarta Barat. klasifikasi. (No. secara oral diberi karbon tetraklorida (CCLj) sebanyak 1. 21*) BAMBUSA VULGARIS SCHRAD. jarak lebur 264-270°C dan mempunyai bobot molekul 456. 96 jam (kelompok IV) dan 120 jam (kelompok V). Dari fraksi ini didapatkan kristal amorf dalam jumlah sedikit dan belum murni. 1981.. WAHYONO. Kepada tikus kelompok I-V.). Pemeriksaan kandungan kimia dan usaha isolasi triterpenoida dari daun jungrahab (Baeckeafrutescens L. Dalam minyak atsiri terisolasi komponen yang berupa kristal jarum. Jakarta Selatan. (No. berbau khas. Dari Fraksi A (dalam petroleum eter) dengan kromatografi lapis tipis dapat dipisahkan 7 bercak yang Rf-nya berbeda dan mempunyai karakter yang berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. klasifikasi. alkaloida. Jakarta Utara dan Jakarta Pusat setelah diidentifikasi di Herbarium Bogoriensis diperiksa dengan cara kromatografi lapis tipis. kristalisasi serta karakterisasi kandungan utama akar rebung Bambusa vulgaris Schrad. Informasi tentang kandungan kimia. Dari Fraksi B (dalam kloroform) dapat dipisahkan 3 bercak yang Rf-nya berbeda serta karakternya berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. (No.

(No.56.9265.. daun ketiga. oleat dan linoleat. bilangan penyabunan 200. atau untuk penerangan. 22 . kemudian diukur aktivitas SOFT secara spektrofotometri dengan metode Reitman Frankel. diperlambat oleh vitamin E. Setelah masing-masing kelompok mendapat perlakuan. Analisis kualitatif terhadap senyawa tak tersabunkan. dan 96 jam untuk kelompok XI. 1988. daun indung dan daun tua.47%. Sedang kepada tikus kelompok XIX-XXII diperlakukan sama seperti pada kelompok XV-XVIII. 72.Akan diteliti sifat kimia dan fisika minyak nyamplung. Isolasi dan analisis minyak biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L. bilangan asam 0. dapat disimpulkan bahwa proses penyembuhan nekrosis hepar tikus putih jantan (karena CCLj) tidak dapat dipercepat oleh vitamin E. Dari penelitian ini diperoleh sifat kimia dan fisikanya. semua tikus diberi CCLj 1. kemudian secara subkutan diberi vitamin E 220 mg/kg bb. stearat. (3) klon PS 1 dan (4) klon Kiara 8. Mekanisme penghambatannya belum diketahui dengan pasti. daun kedua. XIII dan XIV Semua tikus kelompok XV-XVIII secara oral diberi CCU seperti kelompok XI-XIV. n<j 25 = 1. biarkan lagi berturut-turut: 24. Isolasi minyak dari biji nyamplung menggunakan sokslet dan pelarut n-heksan. antara lain klon.). JF FMIPA UNPAD menjadi teh TEH sebagai komoditi ekspor diolahdari kebunbeberapa macam produk. Minyak mengandung resin yang menyebabkan berwarna hijau dan rasa pahit.94. bilangan ester 199. bilangan penyabunan. karotenoida dan sitosterol. Kelompok XI XIV. Bahan penelitian yang digunakan ialah daun pucuk peko.006%. JK FMIPAITB 'YAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L. XII. kalsium dan besi.hijau dan teh hitam.) EVA SARIFAH HAYATI. fcemudian secara oral diberi infus rebung Bambusa vutgaris Schrad. seperti untuk pengobatan sakit kulit dan kusta.83 cP. Indonesia Timur.. 24*) CAMELLIA SINENSIS L. 48. FiHphia dan daerah sekitarnya.selanjutnya berturut-turut dibiarkan 24 sampai 120 jam seperti pada kelompok I-V. Sifat fisika yang ditentukan adalah indeks bias. kecuali bahwa pemberian infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. Jenis asam lemak diperiksa dengan metode kromatografi kertas.) adalah tumbuhan yang besar batangnya. daun pertama.62. senyawa tak tersabunkan 1. kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas. kadar 40% b/v sebanyak 10 mL/kg bb.) JOHANSYAH. serta pemeriksaan histologjs sel-sel hepar setelah dicat dengan hematoksilin-eosin. viskositas dan bqbot jenis. Dari analisis data aktivitas SGPT dan gambaran histologis sel-sel hepar tikus putih jantan.. Proses penyembuhan nekrosis hepar tikus putih jantan (karena CCU) oleh infus rebung Bambusa vulgaris Schrad.71. tumbuh dan tersebar dari Afrika Timur sampai India. yaitu: bilangan yodium 99. Data kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas menunjukkan bahwa asam lemak utama adalah palmitat.4762. bilangan asam dan senyawa tak tersabunkan. daun pemeliharaan. 1988. tokoferol. kadar abu 4. selalu berdaun hijau. yaitu: (1) klon TRI 2024. Produk teh tersebut berasal yang terdiri dari bermacam-macam Telah dilakukan analisis kandungan kofeina dari empat macam klon teh (Camellia sinensis L. biarkan selama 24 jam. Bijinya mengandung minyak sekitar 42%. bersama-sama dengan pemberian vitamin E. Penelitian meliputi isolasi dan penetapan kadar kofeina secara gravimetri. (No. Analisis abu menunjukkan adanya logam kalium. d30 = 0. kadar 40% b/v.25 mL/kg bb. nm25=66. serta analisis statistik dari data yang diperoleh. Di beberapa tempat minyak digunakan untuk berbagai keperluan. natrium. Analisis kandungan kofeina dari empat klon teh (Camellia sinensis L. selanjutnya dibiarkan lagi seperti pada kelompok XI-XIV. dan membandingkannya dengan minyak nabati lain yang biasa dikonsumsi manusia. Kemungkinan karena terjadinya interaksi farmafcokinetik atau farmakodinamik antara vitamin E dan zat berkhasiat dalam infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. ternyata mengandung tanin. tangkai muda. agar minyak nyamplung dapat dimanfaatkan lebih luas. 23*) CALOPHYLLUM INOPHYLLUM L. Sifat kimia yang ditentukan adalah bilangan yodium. (2) klon TRI2025. membuat sabun. biarkan 24 jam.

81%. tangkai muda: 2. daun tua: 1.49%.9748 bagian per juta. daun pemelihara: 1.37. (3) klon PS 1 dan (4) klon Kiara 8. tangkai muda: 1.35. jauh di bawah batas yang diizinkan dalam bahan makanan.20%. JK FMIPAITB "APSAISIN dikenal sebagai penyebab rasa pedas pada buah cabe (berbagai spesies tanaman dengan us Capsicum). di sampmg kapsaisin dengan bobot molekul 305. Serapan ultraviolet kapsaisin cabe gendot menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 229 nm dan 279 nm. tangkai muda: 2.02%. daun pemeliharaan: 1.30 sampai 0.23%.0 nm dan 280.50%.33%. tidak mengandung tanin dan enzim papain. Dari spektrum inframerah dan spektrum massa tersebut dapat dikatakan bahwa kapsaisin dart cabe merah maupun dari cabe gendot. daun indung: 1. longum S. b) daun pertama: 3. daun kedua: 3. (No. Zat racun asam sianida (HCN) terdapat dalam jumlah 0. daun indung: 1. daun pemeliharaan: 1. • klon TRI 2025: daun pucuk peko: 1.5 nm. • klon TRI 2024: daun pucuk peko: 86%.0 nm.22%.0 nm. daun pertama: 4. b) daun pertama: 4. daun indung: 1. Juga d) spektrum massa kapsaisin dari cabe merah maupun dari cabe gendot menunjukkan adanya 3 senyawa yang mirip kapsaisin.67%.70%.) PRITA KRESNA. spektrofotometri ultraviolet dan inframerah. untuk bahan makanan SOEWEDO HADIWTYATO dkk.307. sedang dari cabe gendot berkisar antara 0. daun tua: 1. daun indung: 1. Analisis berdasarkan: a) kromatografi lapis tipis menunjukkan harga Rf kapsaisin dari cabe merah berkisar antara 0.86%. tangkai muda: 2.) yang ditetapkan secara gravimetri menunjukkan. dalam larutan basa serapan maksimum bergeser menjadi 220. (No.50%. 247. kofeina yang terbentuk dimurnikan dengan jalan menarik dengan kloroform.06% dan 24.30 sampai 0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biji pepaya kering mengandung protein dan lemak dalam jumlah besar. dibandingkan dengan hasil analisis yang sama pada kapsaisin dari buah cabe gendot (Capsicum annuum var. 26*) CARICA PAPAYA L. Pemanfaatan biji pepaya Carica papaya L. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapsaisin dari buah cabe merah (Capsicum annuum var. FTP UGM UJUAN penelitian adalah Tbahan makanan manusia.). daun tua: 1.5 nm. daun pemeliharaan: 1.74%. daun kedua: 4.31%.48%}. memiliki gugus fungsi yang sama serta komponen kapsaisinoid yang sama pula.5 nm dan 295.Isolasi kofeina dilakukan dengan menggunakan metode Bailey-Andrew yang dimodifikasi (AOAC 1975).18%. untuk mengetahui sejauh mana biji pepaya dapat dimanfaatkan sebagai Contoh yang diteliti adalah biji pepaya dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kadar kofeina yang diperoleh adalah sebagai berikut. 1980.61%.73%.). yaitu masing-masing adalah 23.48%.49%. daun pertama: 4. daun tua: 1. yaitu dengan bobot molekul 293. daun ketiga: 2.38%. Hasil penetapan kadar kofeina dalam semua daun teh dari empat macam klon teh (Camellia sinensis.0 nm. ' klon PS 1: daun pucuk peko: 4. 247. dalam larutan basa serapan maksimum bergeser menjadi 220.95%. bahwa kadar kofeina dalam: (1) klon TRI2024 lebih besar daripada dalam(2) klon TRI2025. abbreviatum F. Cara ini dilakukan dengan menambahkan magnesium okslda sebanyak 50% b/v untuk membantu membebaskan alkaloida kofeina dari ikatan garamnya. daun ketiga: 2. Analisis dilakukan dengan kromatografi lapis tipis.91%. t>) Serapan ultraviolet kapsaisin cabe merah menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 235.13%. daun kedua: 3.88%. daun ketiga: 2.16%. 1987.63%. Studi perbandingan kapsaisin dari buah cabe merah dan cabe gendot (Capsicum annuum L. 25*) CAPSICUM ANNUUM L. daun ketiga: 2. 23 .92%.84%. L.57%.51%. ° klon Kiara 8: daun pucuk peko: 4.68%. c) Pengamatan spektrum inframerah ekstrak cabe merah maupun ekstrak cabe gendot menu jukkan pita-pita serapan yang sama. daun kedua: 2. 321.0 nm dan 290. Kemudian direfluks selama 2 jam..

1986. Citrus grandis (L. DARI penelitian fitokimiauntuk mengisolasi alkaloida dan memeriksa senyawauntuk isolasi. 1 gugus metilen. Kadar minyak yang dapat diekstraksi dari biji pepaya dengan cara pengepresan adalah: 11.Untuk bahan makanan. Dosis sari ditentukan berdasarkan kenaikan MIC yang masih dapat ditampung oleh dasar salep. Karakterisasi senyawa dilaku- kan dengan menentukan jarak lebur dan pemeriksaan spektroskopi ultraviolet. biji pepaya kurang baik jika dibuat tahu karena warna coklat hitam tidak menarik. inframerah. yaitu 2. Pseudomonas aeruginosa dan Microsponim gypseum. Minyak biji pepaya berwarna kuning dan mempunyai peluang baik sebagai minyak makan. (jeruk besar) adalah salah satu jenis dari suku Rutaceae. 36*) CITRUS GRANDIS (L. Biji pepaya baik untnk bahan sumber minyak nabati. 1987. dengan metode 24 . resonansi magnet nuklir (NMR) dan GC-MS. Isolasi alkaloida dari tumbuhan Cephaelis sdpulacea BL YULIANTI. Kandungan metosil dalam pektin ditetapkan dengan dua cara. JF FMIPA UNPAD dikenal tradisional untuk pengoSARI daun ketepeng (Cassia alata L.06 pada konsentrasi larutan pektin 2 g/L dan pada suhu 25°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 2 sampai 4 x MIC.8904 cP. JF FMIPA UNAND Cephaelis stipulacea Bl.) sudah lama penelitiansebagai obatuntuk mengetahui sejauh batan penyakit kulit dan sebagai pencahar. Bentuk sediaan salep yang digunakan adalah salep lemak. 1 gugus N-dimetil dan 1 N-H. SRI HERJATI SETIODIHARDJO. Secara spektroskopis diperoleh informasi adanya 5 proton aromatik.) OSBECK. 1987. Dari kulit buah Citrus grandis (L. Tpemanfaatan buah jeruk tersebut timbul banyak buangannya. Diperoleh kristal jarum. Penentuan viskositas dengan metode viskosimetri Oswald menghasilkan viskositas relatif terhadap pelarut (air suling. rasa pedas getar.) Osbeck. dengan menggunakan pelarut minyak dietileter adalah: 24.41%. salep scrap.) Osbeck. 35*) CEPHAELIS STIPULACEA BL. suhu 25°C) dari larutan pektin adalah: 1. memberikan reaksi positif alkaloida. 29*) CASSIA ALATA L.70%. sedang terhadap Pseudomonas aeruginosa bersifat bakteriostatik.82% berat basah. (No. DlAN NURYANl.26%. JK FMIPA ITB ANAMAN Citrus grandis (L. karena sifat-sifat yang sama dengan sifat-sifat minyak makan nabati lain. tidak berwarna dengan jarak lebur 122-128°C. Hasil analisis dengan reaksi kimia dan spektrum inframerah menunjukkan bahwa senyawa yang berhasil diisolasi dari kulit buah jeruk besar adalah senyawa pektin. pemurnian dilakukan dengan cara rekristalisasi. dan kadar protein rendah. (No. dengan viskositas 0. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi pektin dari kulit buah jeruk besar menggunakan pelarut pengendap etanol dan pemurnian secara pengendapan ulang. Pengujian terhadap daya antimikroba dari kandungan sari sediaan salep tersebut dilakukan dengan metode perforasi dan kontak dengan mikroba uji Staphylococcus aureus. Tujuan ini adalah mana sari daun ketepeng dapat ditambahkan ke dalam sediaan salep menjadi sediaan yang baik dan mapan tanpa mengurangi khasiat pengobatan. yaitu terutama kulitnya. segar diperoleh pektin sebesar 0. pemeriksaan alkaloida dilakukan secara kromatografi lapis tipis dan pemisahan kromatografi kolom. salep tercuci dan salep yang dapat larut dalam air. (No. serta bobot molekul 174. Penelitian ini dimaksudkan hasil Setelah maserasi. Isolasi dan karakterisasi pektin dari kulit buah jeruk besar.) Osbeck. bahan diduga gramina. Uji daya antimikroba salep yang mengandung sari daun ketepeng Cassia alata L. sediaan salep yang mengandung sari daun ketepeng memberikan efek bakterisid terhadap Staphylococcus aureus.

lujuan peneiitian ini adalah untuk mengetahui kandungan kimia dan spesifikasi farmakognosi dari daun iler. wasir. Kelompok I dan kelompok III ada perbedaan. (No. jeruk besar dan dari kulit Citrus nobilis Lour. Hesperidin dari Citrus grandis Osbeck. tiap minggu sekali. Jika dibandingkan kelompok I dengan kolompok II ada perbedaan yang nyata (P< 0..2%. Hasil pengamatan selama 8 minggu menunjukkan.5 mL/kg bb. Pemberian obat dilakukan secara oral dan selama peneiitian domba diberi makan dan minum ad libitum.5%.5% dan dosis 5 mg/kg bb. (No. umur kira-kira 6 bulan..917 kg. sedang kelompok IV diberi obat cacing Panacur 0. luka-luka kecil. menggunakan berbagai pelarut dengan polaritas yang berbeda. saponm dan minyak atsiri.72 ± 0. mematangkan bisul dan perawatan setelah haid serta pemeliharaan pusar bayi. inframerah dan NMR menunjukkan bahwa hespiridin yang dihasilkan oleh kedua macam jeruk tersebut berbeda. adalah hesperidin flavonon. Setelah isolasi dtlakukan pemurnian dan uji kualitatif. penentuan macam gugus fungsi ditentukan secara spektrometri NMR. Ke25 .1 ± 0. (jeruk besar) diduga hesperidin calkon dan hesperidin dari Citrus nobilis Lour. ialah Citrus grandis Osbeck: dan Citrus nobilis Lour.1). Senyawa kimia yang teramati adalah alkaloida. Dari hasil pemisahan ini dilakukan pemeriksaan kandungan senyawa kimia secara kromatografi lapis tipis.32 ± 0.oleh 4. tiap-tiap kelompok terdiri 3 ekor domba. 1986.. Data spektrum ultraviolet.05). kelompok HI = 1.1987. Temu ireng yang sudah tua dibuat perasan dengan konsentrasi 50% dan 25%. namun perbedaan ini tidak nyata (P<0. bahwa pertambahan bobot badan kelompok I rata-rata= 0. Ekstrak yang diperoleh kemudian digunakan untuk pemisahan lebih lanjut melalui kromatografi cepat.penyabunan diper.5 mL/kg bb..05% dan kadar minyak atsiri dalam serbuk daun iler sekitar 0.1 kg. terhadap pertumbuhan kambing SUDJIMANDJOJOSENGODJO dkk. dengan metode pektase: 2. kelompok II = 1.15 kg. (No.7%. kelompok III diberi temu ireng dengan konsentrasi 50% dan dosis 2. Dari hasil peneiitian diperoleh informasi.) adalah salah satu tanaman Pengaruh perasan temu ireng Curcuma aeruginosa Roxb. Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis Osbeck. Telah diteliti pengaruh perasan temu ireng terhadap pertumbuhan domba. Kelompok I sebagai kontrol. 41)* CURCUMA AERUGINOSA ROXB.829 kg. kelompok IV = 2.. 40*) COLEUS ATROPURPUREUS BENTH. kelompok II diberi temu ireng dengan konsentrasi 25% dan dosis 2. menggunakan berbagai pelarut dengan polaritas meningkat mulai dari pelarut yang non-polar sampai ke pelarut yang polar. SUWARJlHERYANA. cacingan. bahwa kadar air dalam daun iler segar adalah sekitar 83. Pemisahan kandungan kimia dilakukan dengan isolasi secara soksletasi bertingkat. fiavonoida. 37*) CITRUS NOBILIS LOUR. Pemeriksaaan pendahuluan kandungan kimia daun iler (Coleus atropurpureus Benth. diambil secara random.) Tyang digunakan untuk pengobatan sakit tetinga. Pengamatan dilakukan seminggu sekali selama 8 minggu. jeruk keprok D SRI ULINA PURBA. JF FMIPA UNPAD ELAH banyak diketahui bahwa daun iler (Coleus atropurpureus Benth. dibagi menjadi 4 kelompok.4 ± 0. FKH UGM P ENELITIAN ini dilakukan untuk memperoleh data penggunaan obat tradisional terhadap pertumbuhan domba. tiap 4 minggu sekali. di samping sebagai pencuci mata. Temu ireng merupakan obat tradisional pernah diteliti terhadap askaris babi in vitro dan cacing askaris pada anak ayam in vivo yang hasilnya dapat memberikan harapan. 1981. JK FMIPAITB ILAKUKAN isolasi senyawa hesperidin dari 2 macam kulit jeruk. Dua belas ekor domba betina. sebagai obat pcmbanding digunakan obat cacing Panacur 0.047%.

CH2.6%. Oleh karena itu diadakan penelitian untuk mengetahui golongan senyawa kimia dan jumlah komponen utama yang terdapat dalam minyak temulawak. Dihasilkan ekstrak kentaf kurkuminoid dan minyak atsiri 0.) P TETI SURYETi. jika dibandingkan dengan pertambahan bobot badan menurut Dove. 1988. yang menganalisis komponen minyak kromatografi tipis dan Lunaw (1959).5 mL/kg bb. Penenetuan komponen utama minyak atsiri kunyit _ (Curcuma domestica Val. Minyak diperoleh dengan cara destilasi uap dari rhizoma kunyit segar. yang salah satu komponennya mempunyai HRf yang mendekati HRf desmetoksikurkumin. tetapi juga tidak nyata (P < 0. Kesimpulan: pemberian perasan temu ireng dengan konsentrasi 25% dan 50% dan dosis 2. menimbulkan pertambahan bobot badan domba. Terhadap minyak atsiri rhizoma kunyit dilakukan analisis gugus fungsi dengan spektrofotometer inframerah. tetapi pertambahan tersebut hanya ±16. Rendemen minyak atsiri yang diperoleh dari rhizoma kunyit tua lebih besar dibandingkan rendemen minyak atsiri dari rhizoma kunyit muda. Penelitian meliputi pemeriksaan pendahuluan. & Zyp. Minyak atsiri hasil destilasi uap berwarna kuning agak jingga dan berbau seperti bau tanaman penghasilnya. 43*) CURCUMA DOMESTICA VAL.005%). 47*) CURCUMA MANGGA VAL. Hal ini ditunjang oleh data spektroskopi inframerah yang diungkapkan seperti di atas. (No. isotasi zat berkhasiat. 26 . & ZYR Beberapa aspek farmakognosi temu mangga (Curcuma mangga Val. Wmkler antara lain Kaiser (1932. dilanjutkan dengan analisis kualitatif. Gunster Honvad dan Rao (1964). Hal ini dapat diperlihatkan dari hasil perbandingan luas puncak masing-masing komponen dalam kunyit tua dan muda. terlihat 9 komponen minyak atsiri dan 2 komponen kurkuminoid. dan kromatografi gas. JF FMIPA UNPAD ENELITIAN ini dimaksudkan untuk menentukan beberapa spesifikasi simplisia dan mengisolasi minyak atsiri dan kurkuminoid yang terkandung di dalam rimpang temu mangga. isolasi minyak atsiri dengan destilasi cara Stahl seperti tercantum dalam Farmakope Indonesia Edisi III dan Materia Medika Indonesia. 48*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Hasil analisis dengan kromatografi gas-cairan dan GC-MS menunjukkan bahwa minyak atsiri kunyit mengandung dua komponen utama. JK FMIPA ITB tentang komponen minyak telah dilakukan oleh beberapa orang ahli.38%.lompok I dan kelompok IV ada perbedaan. Penentuan komponen utama minyak atsiri temulawak Curcuma xanthorrhiza Roxb. Isolasi kurkuminoid dilakukan dengan cara soksletasi dengan pelarut metanol. Penetapan bobot molekul masing-masing komponen dilakukan dengan spektrometer massa.1933). CH3. PENELITIANoleh Dieterle dandengan caraatsiri temulawaktapis(1943). Spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus C = O. C = C . Berdasarkan kromatogram minyak atsiri kunyit tua dan kunyit muda ternyata kadar turmeron dalam kunyit tua lebih besar dibandingkan dalam kunyit muda. namun menunjukkan hasil yang berbeda dalam hal jenis dan jumlah komponen utama yang terdapat dalam minyak.) dengan GC-MS P FlTRl YUNITA. JK FMIPAITB ENELITIAN komponen minyak atsiri beberapa jenis Curcuma yang lain sudah dilakukan. (No. serta gugus aromatik. Malingre (1971) dan Purseglove (1981) juga telah mengidentifikasi komponen dalam minyak atsiri temulawak. jumlah komponen dalam minyak atsiri ini ditentukan dengan kromatografi gas-cairan. Dalam penelitian ini akan diperiksa komponen utama minyak atsiri dari rhizoma Curcuma domestica Val. 1986. (No. Dari fragmentasi massa dapat disimpulkan bahwa kedua komponen utama minyak atsiri rhizoma kunyit adalah turmeron dan ar-turmeron. SEMANGAT KATAREN. 1988. Analisis kualitatif dilakukan dengan kromatografi lapis tipis. Dari pemeriksaan kromatografi lapis tipis.

trigliserida dan HDL-kolesterol darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia PRAMADHIA BUDHIDJAYA. Pengaruh kurkuminoid dari temu lawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. kelompok V sampai dengan VII masing-masing diberi per oral 3% kolesterol selama 10 hari dan diikuti masing-masing dengan 10 mg. masing-masing terdiri dari 3 ekor kelinci. kromatografi gas dan kolom. JF FMIPA UNPAD P ENELITIAN ini bertujuan untuk mencari khasiat yang lebih spesifik tentang pengaruh kurkuminoid terhadap HDL-kolesterol. 3% kolesterol. masing-masing: tween 80.) terhadap kolesterol total. kemudian dianalsis jumlah komponen terpen dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas dan terakhir dilakukan pemisahan komponen terpen dan terpen-0 dengan kromatografi kolom. (No. Kurkuminoid diisolasi dengan cara ekstraksi menggunakan berbagai 5 pelarut organik dan air. Perbandingan beberapa cara ekstrasi untuk mengisolasi kurkuminoid dari rimpang temulawak Curcuma xanthorrhiza'Roxb. Pemisahan minyak atsiri dengan cara destilasi uap tidak berpengaruh terhadap rendemen isolat.. sedang kadar trigliserida dengan metode GPO-PAP. 1987. eter minyak tanah-aseton. eter minyak tanah-etanol. 15 mg dan 20 mg dalam tween 80 dan air menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah. dan kadar kurkuminoid isolat. Dalam fraksi terpen-0 terdapat 4 komponen utama dan 2 komponen terpen-0 lainnya dengan kadar yang relatif kecil. b) refluks dengan aseton. eter minyak tanah-heksan-aseton. Ternyata pemberian kurkuminoid 10 mg. berdasarkan analisis kromatografi lapis tipis. kolesterol total dan trigliserida darah dari kelinci dalam keadaan hiperlipidemia. 1988. 50*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. AMIR HAMZAH MAUZY. Setiap kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut. seskuiterpen dan seskuiterpen-0. heksan. Berdasarkan analisis terhadap fraksi terpen dan terpen-0 dengan kromatografi gas. Rendemen ditentukan secara gravimetris dan kadar isolat ditentukan secara spektrofotometri dengan menggunakan suiar tampak. ternyata minyak temulawak terdiri dari 30 senyawa yang merupakan campuran senyawa monoterpen. kelompok II sampai dengan kelompok IV diberi per oral. 15 mg dan 20 mg kurkuminoid + tween + air. etanol. Penetapan kadar kolesterol total dan HDL-kolesterol dalam serum dilakukan dengan metode CHOD-PAP. Cara isolasi ialah: a) soksletasi dengan aseton. ternyata dalam fraksi terpen terdapat 6 komponen utama. c) maserasi dengan etanol dan ekstraksi air. JF FMIPA UNPAD ini akan berbagai pelarut untuk mengisolasi kurkuminoid. 20 mg kurkuminoid + tween + air. sedang dosis 20 mg kurkuminoid menaikkan HDL. monoterpen-0. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol). Dalam percobaan ini digunakan kelinci jantan yang dibagi menjadi 7 kelompok. (No. 27 . PENELITIAN rendemenmembandingkan efektifitasserta pengaruh minyak atsiri terhadap rendemen ditinjau dari dan kadar kurkuminoid. Basil menunjukkan bahwa. dan rimpang kunyit Curcuma domestica Val.kolesterol. 49*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Penetapan kadar tersebut dilakukan pada kelinci normal setelah pemberian kolesterol dan setiap minggu selama 6 minggu setelah pemberian kurkuminoid. Ternyata soksletasi dengan aseton merupakan cara yang paling efisien. tetapi menurunkan kadar kurkuminoid isolat.Minyak atsiri rimpang temulawak diisolasi dengan cara penyulingan dengan air selama 5 jam.

2) Pengaruh ekstrak air temulawak terhadap HDL-kolesterol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air temulawak dapat menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia.05 mL/kg bb. Pembuatan sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kurkuminoid temulawak terhadap kadar SGOT. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik S TAVIP BUDIAWAN. Kelompok IV diberi per oral 20 mg kurkuminoid temulawak dalam 7 mL air dan 1 mL Tween 80. kelompok V sampai dengan VII masing-masing diberi per oral 3% kolesterol selama 10 hari dan diikuti masingmasing dengan 6 mL. N. N. Masing-masing kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut. yang 28 . JF FMIPA UNPAD distandarkan TABLET dan kapsul dari sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. tetapi hal ini belum terlihat jelas pengaruhnya terhadap HDL-kolesterol. walaupun jenis penyakit hati tersebut belum jelas. JF FMIPA UNPAD ekstrak air temulawak (Curcuma DALAM penelitian ini ingin diketahui pengaruh dan trigliserida darah kelinci xanthorriza Roxb. 54*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol).( o 5 * CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. masing-masing: 3% kolesterol. JF FMIPA UNPAD EBAGAI obat tradisional.. ( o 53*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. sedangkan penetapan kadar ChE dilakukan dengan metode Knedel M dan R. kelompok II diberi karbon tetraklorida 0.) telahIndonesia dan menjadi obat golongan fitoEerapi. Penetapan kadar kolesterol total dan HDL-kolesterol dalam serum dilakukan dengan metode CHOD-PAP. Pengambitan sampel darah dilakukan pada saat kelinci dalam keadaan normal. diproduksi oleh beberapa pabrik farmasi di diresepkan oleh dokter. masing-masing terdiri dari 3 ekor kelinci. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol). Dalam percobaan ini digunakan kelinci yang dibagi menjadi 7 kelompok. Setiap kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut. 1987. (No. Bottger. 1988. setelah pcmbcrian karbon tetraklorida dan setiap satu minggu pada proses pemberian kurkuminoid temulawak. Kelompok III diberi 1 mL Tween 80 dalam 7 mL air.05 mL/kg bb. kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia ABDUL NASER.. VI dan VII masing-masing diberi per oral karbon tetraklorida 0. dan menaikkan kadar ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurkuminoid temulawak dengan dosis 10 mg/hari. kolesterol total dalam keadaan hiperlipidemia. temulawak dapat menycmbuhkan penyakit karena kelainan hati. Kelompok V. 15mg/hari dan 20 mg/hari dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT. Penetapan kadar SGOT dan SGPT dilakukan dengan metode standar yang dioptimasi dari Deutsche Gesellschaft fur Klinischc Chemie.) terhadap HDL-kolesterol. Ingin diketahui apakah dalam sediaan tersebut selama penyimpanan terjadi degradasi pada fraksi-fraksi zat berkhasiat yang terdapat dalam sari rimpang temulawak. 1987. Pengaruh kurkuminoid dari temulawak terhadap kadar SGOT. yang masing-masing dilarutkan dalam 7 mL air dan 1 mL Tween 80. 15 mg dan 20 mg. sedang kadar trigliserida dengan hidrolisis enzimatis (Boehringer Mannheim). 8 mL dan 10 mL ekstrak air temulawak.) dan uji beberapa sifat fisikokimia secara kromatografi lapis tipis BUDI HERAWAN. Percobaan dilakukan menggunakan 18 ekor kelinci jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok. kelompok II sampai dengan kelompok IV diberi per oral. dan pada hari berikutnya masing-masing diberi kurkuminoid temulawak 10 mg. 10 mL ekstrak air temulawak. masing-masing kelompok terdiri dari 3 ekor kelinci.

10 mg. Hasil dari penelitian ini adalah: 1. Kelompok I adalah kelompok kontrol. amilum. perlu dilakukan. 8 mL/hari dan 10 mL/hari dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT darah kelinci yang ada pada keadaan terinfeksi virus hepatitis B. 20 mg dan 25 mg secara oral tiap hari selama 42 hari dan darah untuk pemeriksaan diambil sekali seminggu sebanyak 6 kali.disebabkan oleh pengaruh zat atau bahan yang sengaja ditambahkan. Penelitian lebih lanjut tentang mekanisrhe kerja serta penggunaan hewan percobaan dari lain spesies. yaitu suatu bahan kurkuminoid hati dan empedu.) dengan cara perkolasi menggunakan penyari alkohol 70% dan ditentukan beberapa sifat fisikokimianya. setelah pemberian serum hepatitis B dan tiap satu minggu pada proses pemberian ekstrak air temulawak. sedangkan uji HBsAg dilakukan dengan metode Reverse Passive Hemagglutination. b) pada suhu sampai 60°C. (No. Dengan menentukan kadar bilirubin total. dan d) terhadap penambahan zat pengisi (laktosa. 1987. 55*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. berbau khas. 1988. JF FMIPA UNPAD pengaruh (Curcuma xanthorrhiza PENELITIAN ini ingin mengungkapkan dan HBsAgekstrak air temulawakkeadaan terinfeksi virus Roxb. berasa pahit pedas. magnesium stearat).) terhadap fungsi empedu darah kelinci ROBERT EDWARD ARJTONANG. Secara organoleptis sari cair yang terbentuk berwarna kuning jingga. V dan VI masing-masing diberi 1 mL serum hepatitis B secara intravena. c) terhadap sinar matahari tldak langsung. Kurkuminoid diberikan pada 5 kelompok dengan dosis masing-masing: 5 mg. Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. 56*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Ternyata kurkuminoid dengan takaran 5 mg. Kelompok IV. Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. JF FMIPA UNPAD URKUMINOID dari temulawak yang dapat Kmenambah pengeluaran kolesterolmerupakan suatu kolagoga. Dalam percobaan digunakan kelinci yang dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok III diberi serum hepatitis B 1 mL/kg bb. asam empedu dan kolesterol total dalam darah kelinci akan diketahui pengaruh kurkuminoid temulawak. 15 mg. Penetapan kadar SGOT dan SGPT dilakukan dengan metode standar yang dioptimasi dari Deutsche Gesellschaft fur Klinische Chemie. 15. 8 mL dan 10 mL secara oral. satu kelompok digunakan sebagai kontrol dan pada satu kelompok diberikan pelarut. asam empedu serum kelinci dan kolesterol total dalam darah kelinci.) terhadap kadar SGOT. tetapi tidak berpengaruh terhadap virus hepatitis B. masing-masing 6 mL. SGPT dan uji kualitatif darah kelinci pada keadaan terinfeksi Hepatitis B SUMIATI YUNINGSIH. (No. Akan diteliti pengaruh temulawak terhadap kadar bilirubin total. 2. pada hari berikutnya diberikan ekstrak air temulawak. mg 20 mg dan 25 mg secara oral menurunkan kadar kolesterol total dan bilirubin total serta menaikkan kadar asam empedu darah kelinci. 29 . setiap kelompok terdiri dari 3 ekor. SGPT darah kelinci pada hepatitis B. 10 mg. Pengambilan sampel darah dilakukan pada saat kelinci dalam keadaan normal.) terhadap kadar SGOT. Hasil uji beberapa sifat fisikokimia secara kromatografi lapis tipis menunjukkan bahwa sari rimpang temulawak cukup stabil: a) pada proses pembuatan. Setelah terinfeksi oleh virus hepatitis B. Percobaan dilakukan menggunakan 7 kelompok kelinci. Dibuat sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. sari kental berwarna coklat dan sari kering berwarna kuning. asam stearat. masing-masing kelompok terdiri dari 2 ekor kelinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air temulawak 10% b/v dengan dosis 6 mL/hari. Kelompok II diberi ekstrak air temulawak 10 mL.

Pengujian 'daya antibakteri dilakukan dengan tiga metode. 1986. pemisahan komponen kimia minyak atsiri dilakukan secara kromatografi lapis tipis. yaitu: a) metode cakram kertas. metode c) kontak memberikan hasil paling memadai. JF FMIPA UNPAD Mkurkuminoid yang sangat tergantung pada tempat tumbuh. untuk mencari metode isolasi yang paling efektif. kloroform dan metanol T YANI SUTIYANI. Isolasi dan identifikasi senyawa kurkuminoid rimpang Curcuma xanthorrhiza Roxb. kloroform dan metanol. Kurkuminoid tersebut diidentifikasi sebagai kurkumin dan desmetoksikurkumin. Uji daya antibakteri ekstrak temulawak hasil fraksinasi dengan eter minyak tanah. 7) Tasikmalaya. Bacillus subtilis dari kelompok bakteri gram positif dan Escherichia coli.80%. Dalam daya antibakteri dengan cara ekstraksi bertingkat dengan menggunakan eter minyak tanah. 61*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB.JF FMIPA UNPAD UJUAN penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa kurkuminoid melalui beberapa pelarut berpolaritas meningkat. yaitu: 31. Kadar minyak atsiri dtperiksa menggunakan alat destilasi Stahl. Di antara ketiga metode pengujian. atsiri dan komponennya serta kadar 30 . 2) Surakarta. 62*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. waktu panen dan pengolahan. 5) Bumiayu. komponen kimia terbanyak (14 bercak) terdapat pada minyak atsiri rimpang temulawak dari Cirebon dan Tawangmangu dan paling sedikit (11 bercak) terdapat dalam rimpang dari Lembang dan Surakarta. yaitu: 5. Penelitian ini akan mengungkapkan perbedaan secara kualitatif dan kuantitatif minyak atsiri rimpang temulawak yang berasal dari berbagai daerah. 60*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Dari intensitas warna basil dinamolisis dan kromatografi lapis tipis.84 ± 0. yaitu: ekstrak kloroform terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dan terhadap ekstrak metanol terhadap Bacillus subtilis. 4) Yogyakarta. kloroform dan metanol. Kadar minyak atsiri terbesar terdapat dalam rimpang temulawak yang berasal dari daerah Surakarta. Penetapan kadar minyak atsiri rimpang temulawak dari berbagai daerah TAUFIK RACHMAN. Pada saat yang sama dilakukan uji zat murni kurkumin dan monodesmetoksikurkumin hasil isolasi dari ekstrak kloroform. 3) Tawangmangu. reaksi warna dan kromatografi lapis tipis. Salmonella typhi dari kelompok bakteri gram negatif. 9) Sragen. Jumlah komponen kimia yang dapat dipisahkan sebanyak 11 sampai 14. (No.(No. Ada zat antibakteri yang tidak dapat berdifusi ke dalam medium yang mengandung air. 1987. menunjukkan bahwa tiap pelarut secara sendiri-sendiri tidak dapat menarik sempurna zat antibakteri yang terdapat dalani temulawak.44 ± 1. kloroform dan metanol terhadap Staphylococcus aureus. b) metode perforasi dan c) metode kontak. Rimpang temulawak segar diperoleh dari daerah: 1) Lembang. (No. UTU rimpang temulawak ditentukan oleh kadar minyak. menggunakan pelarut eter minyak tanah. JF FMIPA UNPAD dilakukan penelitian tentang efek kurkuminoid sebagai antiTELAH banyak penelitian ini ingin diketahui potensiminyak atsiri danminyak atsiri yang diperoleh bakteri.12%. 1986. Salmonella typhi dan Bacillus subtilis METTI SITI HASTUTI. Hasil uji sentivitas terhadap bakteri Staphylococcus aurues. Pemeriksaan kurkuminoid dilakukan dengan dinamolisis. 6) Cirebon. dan terkectl dari daerah Purwodadi. diketahui bahwa dalani ekstrak kloroform dan metanol diperoleh banyak kurkuminoid. Rimpang temulawak diekstraksi secara fraksinasi menggunakan pelarut eter minyak tanah. kloroform dan metanol. Daya antibakteri dari temulawak cukup kuat dan dapat mencapai derajat sensitif pada konsentrasi 8% ekstrak. 10) Wonogiri dan 11) Purwodadi. Isolasi dilakukan dengan alat sokslet menggunakan pelarut petroleum eter. 8) Garut.

Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang cara isolasi diosgenin yang paling tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman Dioscorea hispida Denst.30 atau sekitar 14 jam. Analisis melalui kromatografi gas dengan kolom OV-I 5% memperlihatkan adanya minimal 26 komponen.sebut yang salah satu negara asalnya adalah Indonesia (terutama Kalimantan dan Sumatera). tanpa memandang spesies. anjing dipuasakan terlebih dahulu dari jam 18. semua mengandung senyawa diosgenin. FK UNBRA T UJUAN penelitian ini ialah untuk raengetahui khasiat rhizoma Curcuma javanica (temulawak) terhadap kadar kolesterol darah. Selain itu juga buah. yang konstruksi ringan dan buahnya sebagai makanan segar.). Tujuan penelitian pendahuluan ini adalah menyelidiki komponen kimia minyak atsiri dari buah ter. sedangkan data inframerah memberikan informasi adanya gugus fungsi OH dari suatu hidroksi.gian sampai 1000 m di atas permukaan laut. FF UGM UJUAN penelitian mengetahui TDenst.) dengan GC-MS SONDANG KOMAR1AH SlMATUPANG. daun. Tanaman ini ditanam untuk diambil kayunya sebagai bahan ALAH satu tanaman yang mengandung minyak atsiri adalah durian (Durio zibethinus Murr. 1988. kulit dan akar durian dapat digunakan sebagai obat tradisional. Isolasi dan identifikasi steroida saponin dalam umbi gadung Dioscorea hispida Denst. sedang dari jenis yang berumbi putih diosgenin baru berhasil diidentifikasi. Yogyakarta dan 2) umbi gadung yang berwarna putih dari Bantul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rhizoma Curcuma javanica (temulawak) ternyata mampu menurunkan kolesterol darah pada anjing. ACHMAD MUSTAFA FATAH. khususnya pada tahap akhir pengerjaan. Analisis dengan spektrofotometri ultraviolet darJ minyak atsiri memberikan minimal satu puncak pada panjang gelombang maksimum 251 nm. agar diperoleh hasil kristal diosgenin secara maksimum. Setiap akan diperiksa kadar kolesterol dalam darah. Turn.00 sampai jam 8. Dari jenis tanaman yang berumbi kuning berhasil diisolasi kristal diosgenin. siang dan sore.buhan ini tumbuh di tanah daratan kering atau tanah berbatu-batu yang beriklim tropis pada keting. C-H dari metil dan metan serta C — O dari asam karboksilat. Mekanisme kerja yang pasti tidak dapat diungkapkan dalam penelitian ini. Kapsul temulawak dan Atromid diberikan bersama pada waktu makan pagi. Percobaan dilakukan menggunakan 6 ekor anjing dewasa yang diperkirakan sehat. Penelitian lebih lanjut yang berkaitan dengan dosis dan hepatotoksisitas perlu dilakukan. 63*) CURCUMA JAVANICA Penelitian pendahuluan tentang khasiat rhizoma temulawak (Curcuma javanica) terhadap kadar kolesterol darah AGUS DJAMHURI. (No. yang banyakadalah untuk Indonesia. yang menurut penelitian ini. jenis kelamin tidak dibedakan dan kisaran kadar kolesterol darah sekitar 250 mg/100 mL. Penelitian pendahuluan komponen kimia minyak atsiri durian (Durio zibethinus Murr. 69*) DIOSCOREA HISPIDA DENST. terbukti mengandung senyawa diosgenin. JK FMIPA ITB Sberasal dari suku Bombacaceae. Terdapat 2 varietas Dioscorea hispida Denst. 70*) DURIO ZIBETHINUS MURR. Dengan GC-MS diduga bahwa minyak atsiri durian mengandung suatu senyawa karboksilat yang mempunyai bobot molekul 104 dengan rumus molekul C4H803. (No. 31 .(No. dilakukan isotasi dengan metode destilasi uap dan dihasilkan minyak berwarna kuning muda. 1979. Untuk mendapatkan minyak atsiri dari durian. 1979. bobot badan antara 10-12 kg. senyawa diosgenin dalam tanaman Dioscorea hispida terdapat di Contoh yang diteliti adalah: 1) umbi gadung yang berwarna kuning dari daerah Sleman.

dilanjutkan dengan analisis fitokimia dari ekstrak tanaman tersebut berturut-turut dalam eter minyak tanah. 73*) ELEUSINEINDICA GAERTN.5% dan Sarcina lutea dengan MIC pada konsentrasi 12. Temanggung. sistempelarut yang cocok dan lain-lain.4 mg. JK FMIPA ITB LENGKENG atau Euphorbia longan (Lour. yang diperoleh secara ekstraksi RUKMIATI K. Sedangkan pada Sarcina lutea sensitif pada dosis 11. Uji antibakteri ekstrak akar rumput belulang (Eleusine indica Gaertn. Untuk melengkapi informasi penelitian akan diperiksa efek ekstrak akar rumput belulang sebagai antibahwa akar rumput belulang mengandung senyawa golongan saponin. tumbuh liar sebagai gulma..) STEND.18 mg.) suku Graminae. Penelitian kandungan kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia Jacq. sehingga sangat memudahkan penelitian lebih lanjut. diketemukan dua senyawa tunggal yang bereaksi positif penentuan adanya senyawa alkaloida. Magelang dan Malang (dataran tinggi yang beriklim agak dingin). 1986. Sedang ekstrak air tidak menghambat semua bakteri uji. Dari pemeriksaan pendahuluan diketahui Uji daya antibakteri dilakukan terhadap: 1) ekstrak etanol yang diperoleh dengan cara perkolasi dan 2) ekstrak air yang diperoleh dengan. demam.) Stend.(No. Hasil uji sensitifitas dengan cara perforasi menunjukkkan bahwa ekstrak etanol sensitif terhadap Salmonella typhosa pada konsentrasi 4 kali MIC. sensitif sedang pada dosis 3. Pemisahan komponen kimia dilakukan dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif dan kromatografi kolom. Penentuan dilakukan dengan cara morfologi dan mikroskopi. tanin.5%. UMPUT belulang (Eleusine indica Gaertn. FMIPA UNPAD T UJUAN penelitian ini adalah untuk mencari senyawa kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia secara kasar. Ambarawa.6 mg ekstrak. Bacillus subtilis. tetapi tidak " diketemukan bercak yang bereaksi positif terhadap pereaksi Dragendorff yang biasa dipakai untuk Penelitian pendahuluan senyawa saponin dalam kulit buah lengkeng RETNO DAMAYANTI. diguna- bakteri dalam kaitan kegunaannya sebagai obat diare. alkaloida dan golongan sterol atau terpen. cacingan dan diare. 76*) EUPHORBIA PRUNIFOUA JACQ . ekstrak etanol sensitif terhadap Salmonella typhosa pada dosis 11. Dengan melakukan ini. 1987. Seperti halnya golongan Sapindaceae lainnya. terhadap pereaksi Liebermann-Burchard pada analisis dengan kromatografi lapis tipis. 32 . JF FMIPA UNPAD Rkan sebagai obat tradisional antara lain untuk kejang-kejang. Dari hasil uji dengan cara cakram kertas. Senyawa tersebut tersebar di seluruh bagian tanaman tersebut. Terhadap Sarcina lutea sensitif sedang pada konsentrasi 3 sampai 4 kali MIC dan resisten pada konsentrasi 1 sampai 2 kali MIC.cara infundasi. 77*) EUPHORBIA LONGAN (LOUR. spektroskopi ultraviolet dan inframerah.18 mg. Ternyata ekstrak etanol dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhosa dengan MIC pada konsentrasi 37.) ATY WiDYAWARUYANTI. Dengan cara penentuan seperti di atas. khususnya terhadap senyawa alkaloida dan triterpenoida.6 rag dan 3. Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. dan sensitif sedang pada konsentrasi 1 sampai 3 kali MIC. Wonosobo. tetapi tidak menghambat pertumbuhan bakteri Klebsiella pnemoniae.4 mg dan 5. COKRONEGORO 1981. (No. maka diduga tanaman ini juga mengandung saponin dan tanin. suku Sapindaceae banyak ditemukan di daerah sekitar Semarang. dan sensitif sedang pada dosis 5. kloroform dan metanol. (No. Penelitian pendahuluan telah dilakukan untuk menentuan senyawa kimia dalam pucuk daun dari tanaman Euphorbia prunifolia Jacq. maka dapat diketahui metode yang paling baik yang dapat dipakai. sedangkan analisis dilakukan secara kromatografi lapis tipis.

etilasetat dan n-butanol. Senyawa ketiga dan keempat masih dalam bentuk campuran. ( No. keluarga Guttiferae.. 1979. Pelarut yang digunakan adalah aseton 80%. ditunjukkan dari: a) hasil pengukuran dengan spektrofotometer ultraviolet yang menunjukkan adanya 3 serapan maksimum pada daerah panjang gelombang 230 nm-400 nm. Ekstraksi dilakukan dengan memakai tiga macam pelarut dengan polaritas berbeda-beda. Contoh yang diteliti adalah infus akar pasak bumi (dibuat oleh Bagian Resep Fakultas Farmasi UGM) menggunakan tikus galur Lembaga Makanan Rakyat (LMR) berumur 21-23 hari dengan bobot badan 48 -55 gram. R. 1990.) pada "rat" NGATIJAN. 3) Infus 20% memberikan kenaikan relatif berat prostat tidak cukup bermakna dan penurunan yang tidak cukup signifikan dari vesikula seminalis. Dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif berhasil dipisahkan lima macam senyawa. dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut petroleum eter. benzen dan metanol. banyak tumbuh dan pada seluruh bagian tumbuhan. Dugaan adanya xanthone pada kulit buah Garcinia mangostana L. C = C. hasil ekstraksi yang ada dalam n-butanol. 78*) EURICOMA LONGIFOLIA JACQ. dan b) dari hasil pengukuran dengan spektrofotometer inframerah yang menunjukkan adanya gugus-gugus O-H.Akan diteliti kulit buah terhadap adanya senyawa kimia saponin. Penelitian terhadap androgenic effect memberikan hasil sebagai berikut: 1) infus akar pasak bu- mi 5% memberikan kenaikan berat prostat tidak berarti dan penurunan berat vesikula seminalis yang tidak berarti. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa saponin yang ada ialah dari jenis terpenoida. C = O. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1) Infus pasak bumi 5% ternyata memberikan kenaikan berat prostat yang tidak berarti dan tidak memberikan kenaikan berat musculus-Ievator ani secara signifikan. YUDONO. CHC13:etilasetat (1:1). Penelitian "anabolic effect" dan "androgenic effect" dari infus akar pasak bumi (Euricoma longifolia Jacq. Spektrum inframerah terhadap hasil reaksi asetilisasi menunjukkan bahwa puncak -OH yang ada menjadi hilang. Hidrolisis terhadap hasil ekstraksi dengan n-butanol diharapkan dapat menghasilkan sapogenin. Penelitian pendahuluan ini dimaksudkan untuk raengetahui jenis saponin. Penelitian anabolic effect dan androgenic effect infus akar pasak bumi pada tikus jantan dilakukan dengan metode yang dianjurkan oleh Robert A. 2) Infus 10% memberikan kenaikan berat prostat yang tidak bermakna dan penurunan tidak berarti dari berat vesicula seminalis. Turner dan Andrew Wilson. H. pohonnya tinggi dan berdaun lebat. HERMANSYAH AMIR. 2) Infus 10% menyebabkan kenaikan berat prostat tidak cukup berarti serta kenaikan berat musculus-Ievator ani tidak bermakna. lalu dilakukan pemisahan dan pemurnian dengan cara kromatografi lapis tipis menggunakan eluen CHCb :C6H6 (7:3). Puncak ini akan hilang jika senyawa tersebut diasetilisasi. (manggis. 3) Infus akar pasak bumi 20% menyebabkan kenaikan berat prostat tidak bermakna serta kenaikan berat musculus-Ievator ani tidak berarti. Spektrum inframerah senyawa ini menunjukkan adanya puncak yang kuat dari gugus -OH pada daerah sekitar 3500-3250 cm" . Gugus fungsi dengan spektrofotometri inframerah. 79*) GARCINIA MANGOSTANA L. buah tersebar di daerah tropis. (No. Isolasi xanthone dari kulit buah Garcinia mangostana L. JK FMIPAITB manggu) termasuk G arcinia mangostana L. Kadar saponin ditetapkan dengan cara spektrofotometri. C-H. dengan Spektrum pe33 . memiliki getah berwarna kuning Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui adanya xanthone yang terdapat pada kulit buah tanaman tersebut.dapat dimakan. FK UGM apakah di bumi yang TUJUAN penelitian ini adalah untuk mencari jawaban merangsangdalam infus akar pasakmempunyai dikatakan mempunyai khasiat menggemukkan dan gairah kelakian itu efek androgenik ataupun anabolik. CHC13 dan CeHe. Selanjutnya ditetapkan suhu lebur senyawa yang didapat. Senyawa hasi! ekstraksi ini kemudian dipisahkan dan dimurnikan dengan cara kromatografi kolom dan kromatografi lapis tipis. kadar dan gugus fungsi yang ada.

1400-1200. dan BIndonesia.) BEAUV. var. dan diduga adalah mangostin. benzil asetat. 1987. var. seperti pada xanthone standar. Indonesia. Dalam tulisan disajikan pertelaan lengkap dan kunci determinasi semua varitas tersebut. ( o 8 * GARDENIA AUGUSTA MERR. 1989. 83*) GRAPTOPHYLLUM PICTUM (L. beta-mangostin dan gamma-mangostin. Purwodadi dan Bogor menunjukkan bahwa di kawasan Malesia (meliputi Malaya. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan terhadap 140 spesimen yang merupakan koleksi Herbarium Bogoriensis LBN Bogor serta tanaman yang tumbuh di daerah Purwokerto. FB UNSOED P ENELITIAN Linnaeus (1762). Dengan cara di atas terungkap adanya terpineol. rubrum dan var. Hooker (1885) dan Merril (1918) mengenai Graptophyllwn pictum (L. belum dapat menggambarkan keanekaragaman varitas atau takson yang ada dalam jenis tersebut. 89*) IMPERATA CYLINDRICA (L.nyerapan maksimum pada panjang gelombang dan intensitas yang sama. 1986.1650-1450. var. Miquel (1850). Penelitian pendahuluan senyawa alelopati pada rhizoma Imperata cylindrica (L.. GC-MS. Dari banyaknya penambahan koleksi dan hasil pengamatan di lapangan ternyata variasi dan warna daun Graptophyllum pictum sangat besar. pembuatan diskripsi. etil benzoat. Isolasi minyak atsiri dari bunga gardenia dilakukan dengan soksletasi terus menerus dengan eter pada 40°C dan ekstraksi langsung dengan alkohol pada suhu kamar.d Brink Jr. Penelitian yang dilakukan ialah pengamatan spesimen segar. kromatografi gas. (Gardenia florida L. yang dikenal dengan nama alang-alang. linalol. Filipina dan Papua Nugini) terdapat 6 varitas Graptophyllum pictum.) Beauv. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti adanya senyawa inhibitor pertumbuhan yang mungkin terdapat dalam rhizoma alang-alang. Analisis kualitatif dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas cairan.) Beauv. lurido-sanguineum. tidak dapat dipakai lagi. Kristal yang diperoleh adalah beta-terpineol. album. album dan lurido-sanguinem. viride. linalil asetat dan stirolil asetat. dan 750-60 cm'T. N. (No. Backer & Bakhuizen van den Brink Jr. (1965) membuat kunci determinasi untuk membedakan 3 varitas yang dikenal dan diakuinya ada di Jawa dan diberi nama viride. Hal ini disebabkan. Griffith (1854). GC-MS serta spektroskopi inframerah. Dari hasil tersebut diduga terdapat xanthone pada kulit buah Garcinia mangostana L. flavo-rubrum. 34 . pemeriksaan spesimen herbarium. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk lebih memperjelas konsep varitas Graptophyllum pictum di Malesia.) GRIFF. JK FMIPAITB UNGA Gardenia augusta Merr. di Malesia WIWIK HERAWATI. Isolasi dilakukan dengan ekstrakst dan analisis dengan kromatografi lapis tipis. sehingga kunci yang dibuat oleh Backer & Bakhuizen v.) Griff. terutama akan diteliti kemungkinan adanya senyawa kumarin. yaitu var. selain oleh kemampuan bersaing yang tinggi.) Griff. yaitu pada: 1750-1650. kaca piring) dengan metode kromatografi gas-cairan dan GC-MS HALIM ZAINI. JK FMIPA ITB I mperata cylindrica (L. var. SUTJIPTO HALIM. Keanekaragaman jenis Graptophyllumpictum (L. tetapi penelitian tentang menghasilkan aroma untuk parfumaugustabanyak didapat di komposisi kimia minyak Gardenia di Indonesia belum mendapat perhatian. pictum. hingga saat ini masih lebih banyak dipandang sebagai salah satu tumbuhan rumput pengganggu bagi tanaman yang dibudidayakan di atas lahan kering. 0) Karakterisasi komponen kimia minyak atsiri Gardenia angusta Merr. penentuan nama sementara dan pembuatan kunci determinasi. (No. Dua di antaranya belum pernah dipertelakan orang. juga karena tumbuhan ini dalam interaksi dengan tumbuhan lain mengeluarkan zat alelopati atau zat pengatur tumbuh tanaman yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman lain di sekitarnya.

JF FMIPA UNPAD banyak dijumpai terutama di Asia. Uji pengaruh ekstrak air daun katimaha (Kleinhovia hospita L. Phyllanthus niruri L. Jumlah ekstrak yang dapat diserap oleh keempat dasar salep tersebut maksimum 20% dan salep ekstrak laos yang memberikan daya hambat terhadap bakteri adalah salep dengan kadar 30% untuk dasar salep hidrokarbon dan dengan kadar 15% dan 30% bagi dasar salep emulsi air dalam minyak. 1981. asam vanilat dan vamlin.Katimaha (Kleinhovia hospita L. Curcuma xanthorrhiza Roxb. Tikus putih dikelompokkan menjadi 7 kelompok. Eclipta alba Haask. Dari 8 komponen tersebut 4 komponen di antaranya diduga adalah asam o-kumarat. ( o 95*) LANGUAS GALANGA ( . tetapi tidak memberikan hasil yang signifikan terhadap penurunan kadar SGPT. STUNTZ. antara lain: Curcuma domestica Val. 1\imbuh-tumbuhan itu. termasuk Indonesia.. N. 60% dalam dasar salep hidrokarbon.Hasil analisis dengan kromatografi gas diperoleh data yang menunjukkan adanya minimal 8 komponen dalam ekstrak eter dari rhizoma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air daun Kleinhovia hospita L. 94*) KLEINHOVIA HOSPITA L. Salmonella typhi dan jamur Microsporum gypseum MOHAMAD EKSAN SJAFIUDIN.) terhadap penurunan kadar SCOT dan SGPT darah tikus putih pada keadaan hepatotoksik Susi LAHTIANI.dalam minyak (A/M). Kelompok IV diberi CCU dan ekstrak 200 mg/kg bb. Kelompok V diberi CCLf dan ekstrak 400 mg/kg bb. 1979. parutan dan air perasan. (No.. kelompok II sebagai kelompok normal diberi ekstrak 400 mg/kg bb. penyakit kumng dan hepatitis. Kelompok VI diberi CCLj dan ekstrak 600 mg/kg bb. jamur Microsporum gypseum. Laos yang diteliti dibuat dalam bentuk irisan. terhadap penurunan kadar SGOT dan SGPT pada tikus putih yang telah diinduksi dengan karbon tetraklor (CCI4).. L) Formulas! salep dengan ekstrak laos dan penentuan daya hambatnya terhadap bakteri dan jamur SRI ARDANI SOELARTO.. telah dilakukan penelitian in vitro terhadap laos merah dan putih yang segar dan yang dikeringkan. dan tiap kelompok terdiri dari 4 ekor. Kumarin tidak ditemukan. L Penelitian efek bakteriologik dan mikologik dari laos merah dan laos putih yang segar dan yang dikeringkan terhadap bakteri Staphylococcus aureus. diberi CCLi dan air suling 2 mL. Kelompok HI sebagai kelompok kontrol. asam benzoat. diuji terhadap bakteri Staphylococcus aitreus. FMIPA UNPAD U NTUK mengetahui kebenaran efek bakteriologik dan mikologik dari laos. 1989. ( o 96*) LANGUAS GALANGA ( ) STUNTZ. Kelompok I sebagai kontrol normal (tanpa diberi CCU dan ekstrak). dengan dan tanpa penambahan asam cuka. Microspomm canis dan Trychophyton violaceum.) adalah salah satu tumbuhan yang tumbuh di Sulawesi Selatan yang digunakan sebagai obat tradisional untuk pengobatan penyakit hati. Penelitian ini meliputi uji pengaruh ekstrak air daun Kleinhovia hospita L. emulsi ah. Daya hambat salep terhadap jamur tidak dapat diperoleh hasil yang meyakinkan.. efektif? Tujuan adalah mencari Ekstrak laos berkadar: 15%. berpengaruh terhadap penurunan kadar SGOT pada dosis 200 mg. 400 mg dan 600 mg/kg bb. Sebagai bakteri uji digunakan Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi. emulsi minyak dalam air (M/A) dan dasar salep larut dalam air.. N. sedangkan sebagai jamur uji digunakan 35 . Akhir-akhir imi PENYAKIT hati masih hasil penelitian tentang tumbuh-tumbuhan dandiproduknya yang mempunyai banyak dikemukakan aktivitas untuk perlindungan hati. Silybiwn marianum L. 30%. JF FMIPA UNPAD PAKAH masih mempunyai daya antibakteri dan antifungi yang Apenelitiansalep ekstrak laosformulasi sediaan salep yang cocok bag! ekstrak laos.

(No. menggunakan pereaksi pendeteksi yang spesifik untuk alkaloida. Isolasi alkaloida aporfin dari Litsea accedentoides K. Laos yang dikeringkan. JK FMIPA ITB L itsea merupakan salah satu dari 18 genus suku Lauraceae yang memiliki kandungan alkaloida. 1989. No. 99*) LITSEA ACCEDENTOIDES K. dilakukan dengan cara spektroskopi yang lazim. Selanjutnya. pemisahan konstituen fenolik dan non-fenolik. Reaksi N-metilasi dengan HCOH dan NaBH4 terhadap basa alkaloida tersebut menghasilkan kasitisin. baik jenis merah dan putih.O diasetil aktinodafnin. Salah satu genus Dalam percobaan ini. isolasi alkaloida. dan prosesnya mencakup beberapa tahap. Jika dibandingkan hasil pengukuran daerah hambat terhadap kedua bakteri uji dari laos segar dan yang dikeringkan dengan jumlah berat yang sama pula. obat kanker dan sebagainya. Ternyata Litsea accedentoides juga mengandung alkaloida dari jenis aporfin. Melalui kedua turunan senyawa tersebut dapat disimpulkan. inframerah dan NMR menunjukkan. JK FMIPAITB AURACEAE merupakan suku tumbuhan yang biasanya mengandung alkaloida. menghasilkan suatu senyawa berupa kristal jarum yang tidak berwarna sebagai komponen utama. fraksi basa melalui pemisahan dengan cara yang sama menghasilkan pula suatu senyawa berbentuk kristal jarum yang berwarna kuning. efek daya hambat laos merah lebih nyata dibandingkan dengan yang putih. Dari hasil penelitian dengari laos yang segar dapat dilihat bahwa daya menghambat pertumbuhan bakteri uji dan jamur uji dari laos ini cukup besar dan terlihat pula adanya perbedaan efek antara laos merah dan laos putih. Penambahan asani cuka memperlihatkan perbedaan daya hambat yang besar daripada jika tidak ditambahkan. yang pada umumnya jenis apomorfin. & V. dilakukan dengan mengisolasi bahan tanaman yang kering dan menghasilkan basa alkaloida yang mudah rusak karena pengaruh udara dan penyinaran. Penetapan struktur ketiga senyawa tersebut di atas. & V. Pengkajian kimia kulit akar Litsea diversifolia dalam penelitian ini. 9 dan 10. Data spektroskopi ultraviolet. telah diteliti kandungan alkaloida dari spesies Litsea accendentoides. Pemisahan senyawa dari fraksi yang tidak larut dalam asam menggunakan kromatografi kolom. bahwa alkaloida yang berhasil diisolasi adalah suatu aporfin yang bersifat fenolik dan mengandung substituen pada posisi 1. Isolasi alkaloida dilakukan berdasarkan sifat basa dari alkaloida. Terutama terhadap Staphylococcus mtreus. Alkaloida dari kulit akar Litsea diversifolia BL Euis HOLISOTAN HAKIM. Litsea diversifolia adalah salah satu spesies yang terdapat di Indonesia dan belum pernah diungkapkan kandungan kimianya. maka akan terlihat nyata bahwa laos segar menunjukkan daerah hambat yang lebih besar dari laos yang dikeringkan. diikuti dengan pemisahan menggunakan kromatografi kolom. Data spektroskopi dari kedua senyawa kristal tersebut identik dengan yang 36 . yaitu penghilangan lemak dari materi tumbuhan. Hasil yang didapat ini sesuai dengan penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya terhadap Litsea.Microsporum gypseum. Analisis kemurnian dari produk yang berhasil diisolasi dilakukan dengan kromatografi lapis tipis. Sedangkan dari 478 spesies tanaman yang termasuk genus Litsea sampai saat ini baru 34 spesies yang telah diselidiki kandungan alkaloidanya. 100*) LITSEA DIVERSIFOLIA BL. Beberapa senyawa apomorfin dilaporkan mempunyai aktivitas fisiologis yang penting seperti obat jantung. tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dalam daya menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur uji. HESTI BUDIATI. 2. sedangkan reaksi asetilasi menggunakan Ac2O dan piridin menghasilkan N. Ldari suku Lauraceae yang mengandung alkaloida adalah Litsea dan alkaloida yang biasanya ditemukan dalam genus ini adalah jenis aporfin. bahwa basa alkaloida yang merupakan komponen utama Litsea diversifolia adalah aktinodafnin. 1989. maupun bentuk pengolahan parutan dan irisan.

103*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR. ADEL ZAMRI. identik dengan senyawa boldin yang telah diketahui sebelumnya. ROB. kemudian dilakukan bertujuan untuk meneliti kandungan alkaloida fraksi non-fenolik dari kulit akar dan kulit ranting Litsea glutinosa. littoralis Blume. belum diteliti lebih lanjut. Isolasi dilakukan dengan pengaruh udara dan cahaya. Alkaloida dari fraksi fenolik Litsea glutinosa (Lour. Bercak kedua dengan Rp 0. 102*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR. 1989. Penelitian ini dilakukan terhadap kulit akarnya. Alkaloida dari Litsea glutinosa (Lour. diperoleh 5 bercak dengan Rf: 0. littoralis Blume. Dari kelima bercak tersebut. yang menghasilkan senyawa alkaloida yang mudah rusak karena Pemeriksaan dengan kromatografi lapis tipis. penentuan jarak lebur dan pemeriksaan spektroskopi ultraviolet.) C. dilakukan pengujian pada alkaloida fenolik dengan perkolasi menggunakan metanol yang diikuti dengan pemisahan alkaloida fenolik dari alkaloida total. 1990. B.C. VITA SOPHIATA. Analisis dilakukan dengan spektroskopi ultraviolet. Untuk mengetahui jenis alkaloida lain yang terkandung dalam kulit akar Litsea diversifolia. JK FMIPA ITB itsea glutinosa (Lour.) C. Dengan spektroskopi.) B.) C.74. Jika zat ini benar. B. maka zat ini merupakan alkaloida baru dan untuk ini perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan.dan Rob. 1989.3-metilendioksi-6-metoksi fenantren. var. ROB. Rob.kandungan alkaloidanya. B.51. (No.69 dan 0. 0. littoralis Blume. benzen dan metanol sebagai fase gerak. N dimetilamin-N-oksida-7-hidroksi-3. JK FMIPAITB ENELTTIAN terdahulu menyatakan bahwa Litsea diversifolia BI.82. (No. inframerah.tumbuhan yang ditemukan di belum pernah dilaporkan Penelitian ini Pemisahan dilakukan dengan perkolasi menggunakan heksan dan metanol. 0. B. var.) C. Alkaloida dari Litsea diversifolia Bl. Isolasi dilakukan secara kromatografi lapis tipis. 37 . Dari kulit ranting fraksi non-fenolik dihasilkan kristal dengan jarak lebur 189-191°C dan dengan spektroskopi ultra- violet diperoleh alkaloida fenantren. 101*) LITSEA DIVERSIFOLIA BL. Hasil kromatografi lapis tipis menunjukkan adanya empat bercak. inframerah dan GC-MS. Ketiga senyawa yang lain belum diperiksa. Rob. littoralis-Blume Lditemukan di Indonesia. merupakan salah satu tumbuhan yang cara ekstraksi secara maserasi. Data spektroskopi senyawa hasil isolasi tersebut. merupakan salah satu Litsea glutinosaIndonesia. menggunakan gel sebagai fase diam dam pelarut organik kloroform. mengandung actinodafnin jenis > aporfin sebagai alkaloida utama. pemisahan fraksi fenolik dan non-fenolik. B. JK FMIPA ITB (Lour. var. Spektroskopi inframerah menunjukkan alkaloida aporfin yang mengandung gugus hidroksi pada C-9. Rob. sedangkan 2 komponen lainnya belum diteliti lebih lanjut. Analisis dilakukan dengan cara kromatografi lapis tipis. Untuk memisahkan masing-masing komponen dilakukan kromatografi kolom. Dari kulit akar fraksi non-fenolik diperoleh kristal dengan jarak lebur 207-209°C.35.19.diperoleh dari aktinodafnin. menghasilkan senyawa berupa kristal yang mengkilat dengan jarak lebur 164-166°C.) C. HELMI. tiga di antaranya menunjukkan uji alkaloida positif terhadap pereaksi Dragendorff. salah satu dari empat senyawa diduga sebagai benzil-isokuinolin. Sedangkan tiga koraponen lain dari kedua fraksi tersebut. 0. (No. bahwa alkaloida 1-N. Dengan spektroskopi NMR dan GC-MS diperoleh dugaan. var. NMR dan GC-MS.

Salah satu spesies Litsea yang banyak ditemukan di Indonesia adalah Litsea monopetala (Roxb.34.) Pers. pemisahan fraksi alkaloida fenolik dan non-fenolik.) Pers. Alkaloida dari Litsea monopetala (Roxb.wa ini dikenal sebagai senyawa aktinodafnin. pada penelitian ini dilakukan isolasi alkaloida fraksi fenolik yaitu cara yang sama. Dari analisis didapatkan kristal tidak berwarna dengan jarak lebur 174I5-177°C. tetapi umumnya kandungan alkaloida Litsea didominasi oleh kelompok aporfin. berhasil diperoleh kristal putih dengan jarak lebur 142-143°C. ASEP ADI SUPRIHATNA. Senya. dan pelarut organik kloroform dan metanol sebagai fase gerak. 0.75. Senyawa alkaloida dan non-alkaloida Litsea monopetala (Roxb. gugus metilen dioksi pada posisi C-l dan C-2 serta gugus metoksi pada C-10. (No. Dari pemeriksaan spektroskopi yang dibandingkan dengan senyawa standar dapat disimpulkan. Pemisahan alkaloida melalui beberapa tahap. JK FMIPAITB EPERTI penelitian sebelumnya. JK FMIPA ITB EMUA alkaloida yang pernah dilsolasi dari spesies Litsea termasuk ke dalam kelompok benzil tetrahidroisokuinolin.) PERS. 104*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR.) C. S FERI HERLINA ANWAR.(No. 1989. isolasi dan analisis dilakukan dengan cara yang sama. 0. Pemisahan. ROB Isolasi senyawa aporfin fraksi fenolik dari tanaman Litsea glutinosa (Lour.53. Diduga alkaloida ini termasuk dalam kelompok alkaloida proaporfin. yaitu penghilangan lemak. 9. 2. kromatografi kolom. 1989. kristalisasi serta analisis dengan penentuan jarak lebur dan dengan spektroskopi ultraviolet. 2. inframerah. setelah dilakukan kromatografi kolom dan rekristalisasi. Satu komponen lain dari fraksi fenolik yang diisolasi belum dilakukan identifikasi dan ditentukan strukturnya. 10 dengan gugus fungsi hidroksi pada posisi C-9. littoralis Blume Saporfin dari kulit kayu tanaman Litsea glutinosa. bahwa tanaman ini mengandung antara lain senyawa aktino- 38 . Dari sini didapatkan tiga fraksi. SRI WlDARTI.32. Pemeriksaan dengan kromatografi lapis tipis menghasilkan tujuh bercak dengan Rf = 0. Dari ketujuh bercak tersebut. 105*) LITSEA MONOPETALA (ROXB. Sedangkan senyawa non-alkaloida yang ditemukan diidentifikasi sebagai senyawa atranorin yang mempunyai jarak lebur 174. aporfin dan morfinandienon. var. Pemisahan. 106*) LITSEA MONOPETALA (ROXB. B. Kajian terhadap kandungan kimia terutama kandungan alkaloida belum banyak dilakukan. isolasi dan analisis dilakukan dengan kromatografi kolom menggunakan silika gel sebagai fase diam. isolasi alkaloida.) C. 9 dan 10.41.01%. NMR dan GC-MS.28. kadar 2x10 % yang merupakan alkaloida non-fenolik. Untuk memisahkan masing-masing komponen dilakukan (No. 0. semuanya menunjukkan uji alkaloida positif terhadap pereaksi Dragendorff. JK FMIPA ITB ARI penelitian terdahulu diketahui. bahwa senyawa yang berhasil diisolasi adalah alkaloida kelompok noraporfin yang tersubstitusi pada 1.) PERS. fraksi 1 dan 2 merupakan alkaloida yang sama. 0. Isolasi dan penentuan struktur alkaloida dilakukan terhadap fraksi fenolik dari kulit kayu tanaman Litsea monopetala. kadar 0. Penelitian ini bertujuan mengisolasi senyawa alkaloida fraksi non-fenolik dan senyawa non-alkaloida dari kulit batang Litsea monopetala. 0. B. asam lemak dan arabinoksilan. Rob.5-177°C.57 dan 0. Dari dua bercak pada kromatografi lapis tipis fraksi fenolik. Analisis spektroskopi menunjukkan bahwa alkaloida ini mempunyai kerangka aporfin yang tersubstitusi pada posisi 1. Berdasarkan jarak lebur dan harga Rf yang sama. 1990. Ddafnin.) Pers. pemisahan konstituen alkaloida murni dengan kromatografi lapis tipis.

1408.1031.1303. c) pada NaOH2N: 240 nm. 112*) MORINDA CITRIFOLIA L.1449. magnesium (0. nitrogen (2.081-0. seperti penentuan struktur kimia dan efek farmakologi. yang telah tua ternyata dapat digunakan untuk membersihkan air untuk keperluan sehari-hari. Data yang diperoleh dapat dipergunakan untuk membantu dalam penelitian selanjutnya.006). Ciri-ciri mikroskopi daun mengkudu adalah terdapatnya berkas pembuluh kolateral. 2778. natrium (0. b) dalam HC1 2N: 217 nm. sesuai dengan hasil penelitian yang sejenis. 235 nm dan 315 nm. Sari kasar daun mengkudu menberikan reaksi positif terhadap pereaksi pengendap alkaloida seperti Dragendorff. dengan karakteristik fisik sebagai berikut. Analisis beberapa unsur dan senyawa dari biji kelor Moringa oleifera Lamk. 2850. 235 nm dan 315 nm. 1250. Fraksi II: a) 216 nm. 3250. (No. natrium. Dari hasil penelitian ini diperoleh kadar (% berat): kalsium (0. Terlihat bahwa dalam suasana basa terjadi pergeseran batokromik atau terjadi perubahan struktur molekul. 1706. b) dalam HC12N: 213 nm dan 290 nm. YUN MEDIA HANDAYANI. 1989. 1689-1639. 1445. fosfor. 114*) MORINGA OLEIFERA LAMK. 1323. Untuk menjelaskan mekanisme koagulasi dan penurunan populasi mikro-organisme pada air yang telah diperlakukan dengan biji kelor.430). Isolasi dan analisis fraksi alkaloida dari daun tumbuhan mengkudu (Morinda dtrifolia L.000-0. Dari hasil penelitian ini antara lain dapat disimpulkan. 2300.1053. minyak (35. protein. minyak dan asam oleat yang dikandung dalam biji kelor. c) dalam NaOH 2N: 236 nm. karena kandungannya dalam biji kelor relatif sedikit. terlebih dahulu harus ditentukan komponen apa saja yang terdapat dalam biji kelor.1020.1724.314-0. bahwa dari pohon dan tempat tumbuh yang berbeda.623). kalium.257). Spektrum penyerapan ultraviolet menunjukkan maksimum pada panjanggelombang: Fraksi I: a) 210 nm dan 292 nm. Dilakukan penelitian mikroskopis daun mengkudu serta reaksi kimia dan kromatografi lapis tipis dua dimensi terhadap sari kasar daun mengkudu. Saponin ditentukan hanya secara kualitatif. mulut daun tipe parasitik dan kristal oksalat berbentuk jarum (raphides). magnesium.0810. Mayer dan Bouchardat.1497.950.) Trn WIRAHARJA NIKODEMUS.1053.014).(No. kalium (0. Fraksi II: 3750.112).251-0. Uji saponin yang dilakukan secara kromatografi lapis tipis menunjukkan hasil yang positif untuk tiap cuplikan. JK FMIPA ITB B IJI kelor Moringa oleifera Lamk.611-3.1550-1515. 39 . 2857.327). 1608. Semua komponen memberi warna jingga dengan pereaksi Dragendorff. 3250.714). 1548-1515. Pada kromatografi lapis tipis diperoleh tujuh macam komponen.571). enam macam komponen berfluoresensi biru di bawah sinar ultraviolet dan satu macam komponen berfluoresensi merah. Spektrum penyerapan inframerah menunjukkan maksimum pada panjang gelombang (cm" ): Fraksi I: 3700. asam oleat (10. Pada penelitian ini diharapkan dapat diperoleh atkaloida murni yang karakteristik tlsiknya dapat ditentukan. FMIPA UNPAD T UJUAN penelitian adalah untuk memperoleh data farmakologi dari daun mengkudu. dengan menggunakan prosedur dan metode yang sudah diketahui. 1497. 1362.1253-1117. protein (7.806-10.2778. nitrogen. 1235. Pada penelitian ini ditentukan kadar kalsium. 3125.76136.1689-1639. kadar komponen yang dikandung dalam biji kelor akan berbeda.021-42. 1366. 1212. 1163-1149. 1979. fosfor (0. Hasil kromatografi kolom diperoleh 2 fraksi yang diharapkan murni.1389.1101.

larut dalam 2. di antaranya safrol dari minyak atsiri pala dengan kromatografi kolom dihasilkan senyawa dengan indeks bias (20°C): 1. Minyak hasil isolasi ini merupakan cairan bening dan berbau harum seperti fuli penghasilnya. Tetapi selain dalam bentuk biji. kelarutan dalam alkohol 20%. bilangan asam 5. Spektrum penyerapan ultraviolet menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 236 nm dan 263 nm. putaran optik: + 10. dihasilkan oleh biji kering buah pala yang telah masak dan minyak fuli yaitu minyak yang dihasilkan arillode kering biji pala yang telah masak. Buah pala sebagai rempah terutama diekspor dalam bentuk biji. 115*) MORINGA OLEIFERA LAMK. Analisis dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas serta isolasi minyak atsiri dilakukan dengan kromatografi kolom.3%.).24%.(No.8254. sisa penguapan. putaran optik. Analisis komponen kimia didahului dengan destiiasi vakum dan dilanjutkan dengan analisis GC-MS. p-simen. Tanaman di Indonesia dibudidayakan terutama untuk rempah-rempah. sisa penguapan 2. bilangan penyabunan 31. Hasil isolasi ditetapkan tetapan fisiknya. Analisis secara fisika menunjukkan minyak fuli ini mempunyai indeks bias (27°C): 1. ayan. Bacillus subtilis. Hasil uji dapat disimpulkan. putaran optik (27°C): +35 dan bobot jenis (27°C): 0. bahwa ekstrak eter minyak tanah kulit akar kelor yang diteliti menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji Salmonella typhosa. Analisis komponen kimia minyak atsiri fuli pala dengan GC-MS ARYETTI. linalol safrol dan konstituen lain yang belum dapat ditetapkan. kamfen. JF FMIPA UNPAD ( AR1 penelusuran pustaka diketahui. rematik dan diperkuat oleh hasil penelitian terdahulu adanya senyawa yang aktif sebagai antibakteri. Spektrum massa dari minyak atsiri fuli menunjukkan bahwa minyak atsiri fuli mengandung konstituen alpha-pinen. beta-pinen. Berdasarkan hal tersebut di atas telah dilakukan penelitian fraksi eter minyak tanah dari kulit akar kelor sebagai antibakteri.24. Percobaan yang dilakukan didahului dengan isolasi minyak fuli menggunakan pelarut heksan dan dilanjutkan dengan destiiasi uap. 117*) MYRISTICA FRAGRANS HOUTT. 1984. betafelandren. Minyak atsiri diperoleh dengan penyulingan uap dan tetapan fisik yang ditentukan ialah: bobot jenis. Ingin diketahui komponen utama minyak atsiri dari biji maupun fuli (komponen di sama). (No. SUDARSINI. Selanjutnya hasil isolasi ini dianalisis secara fisikakimia. indeks bias pada 20°C. indeks bias (20°C): 1.4255.4572. menghasilkan minyak atsiri dengan rendemen 18. bilangan asam dan bilangan penyabunan. Dari analisis diketahui ada 7 komponen utama dalam minyak atsiri. antara lain untuk mengobati penyakit kulit.) sebagai bahan obat tradisional yang khasiatnya. diekspor juga dalam bentuk minyak. PPPS ITB yang banyak TANAMAN pala (Myristica fragransiniHoutt. Metode yang digunakan adalafa soksletasi dengan pelarut eter minyak tanah dan pemeriksaan golongan senyawa dari ekstrak tersebut dan uji daya antibakteri dengan metode cakram kertas. JK FMIPA ITB aroma BJJI dan fuli pala mempunyaidalamnyakhas.5 volume alkohol 90%. (No. Pada penelitian ini telah dilakukan analisis komponen kimia salah satu minyak pala (Myristica pagans Houtt.) merupakan sa!ah satu suku Myristicaceae menghasilkan terdapat di Indonesia. 118*) MYRISTICA FRAGRANS HOUTT. Ada dua jenis minyak yang dihasilkan oleh buah pala yaitu minyak pala.6. Tetapan fisik minyak atsiri adalah: bobot jenis 0.5379. Escherichia coli dan Staphylococcus aiireus. bahwa berbagai bagian tumbuhan kelor dapat digunakan Penentuan komponen utama minyak atsiri dari pala SAIFULLAR 1989. 40 .844. 1989.64. Uji antibakteri zat larut dalam fraksi eter minyak tanah kulit akar kelor (Moringa oleifera Lamk.

). C = C. 3. geranial dan karyofilen. Ocimum L. Hasil analisis dengan GC-MS menunjukkan adanya senyawa Unalol. dengan GC-MS ATHENA ANWAR. Analisis menggunakan spektrofotometer ultraviolet. 1987. Unalol.(No.015%) dengan jarak lebur 115-118°C dan glukosa sebagai gugus gulanya. klasifikasi dan kristalisasi kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. JK FMIPA ITB ELUM dijumpai informasi kandungan kimia dari batang dan daun tespong (Oenanthe javanica DC. Penelitian komponen-komponen kimia minyak atsiri Oenanthe javanica DC. SUDARSONO. klasifikasi serta kristalisasi kandungan utamanya. banyak tumbuh di daerah-daerah di Indonesia dan juga di negara-negara Asia dan Amerika. termasuk Labiatae yang dikenal dengan nama daerah sebagai kemangi. Sampai saat ini belum kandungan kimia tanaman ini. C = O. sering tumbuh secara liar. sedrol. Penelitian komponen kimia minyak atsiri Ocimum sanctum L. Isolasi. kemudian dilakukan destilasi uap terhadap ekstrak yang telah dihilangkan pelarutnya. dan GC-MS. serta C = O dari karboksilat. merupakan tumbuhan liar diteliti mengenai nama wijen hutan. Dilakukan percobaan isolasi.Pada penelitian ini telah dapat diisolasi dalam bentuk kristal murni senyawa OL2 (0. 123*) OLDENLANDIA CORYMBOSA L. Minyak didapat dengan mengekstraksi destilat dengan eter.2. Komponen utama minyak kemangi basil isolasi diduga merupakan senyawa seskuiterpen dengan bobot molekul 224. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1. Senyawa OL.2 dengan jarak lembur 41 . termasuk di daerah tropis O yang oleh masyarakat dikenal dengansuku Rubiaceae. Dengan GC-MS juga diperoleh informasi tentang kandungan felandren. Analisis minyak basil isolasi dengan spektrofotometri inframerah menunjukkan adanya gugus O-H. 1987. C = C. Tanaman ini mengandung minyak atsiri yang berbau sangat harum. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kandungan kimia minyak atsiri tanaman kemangi. yang larut dalam etanol 96% adalah senyawa golongan iridoid. Tanaman Oldenlandia corymbosa L. Minyak diperoleh dengan cara distilasi uap. yang larut dalam etanol 96% adalah senyawa golongan alkaloida dan atau golongan iridoid yang mempunyai efek terapetik. kromatografi gas dan kolom. 122*) OENANTHE JAVANICA DC. C-H alkana dan senyawa aroma I ik. OL. Dalam penelitian ini isolasi minyak dilakukan dengan cara merebus batang. Dengan spektrofotometer inframerah terungkap adanya gugus fungsi OH. banyak baik Tsebagai obat tradisional maupun merupakan salah satu tumbuhan yangsanctum kegunaannya. inframerah. C-O. mengandung 3 buah senyawa golongan iridoid. Kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. Tujuan penelitian adalah menyelidiki beberapa komponen kimia dari minyak atsiri tespong yang banyak terdapat di Indonesia. dengan GC-MS B TITINSUPRIHATIN. (No. dari suatu alkohol. JK FMIPAITB UMBUHAN Ocimum sanctum L. dimana ditemukan 3 macam senyawa yaitu OLi. daun dan bunga kemangi segar dengan pelarut metanol dan dilanjutkan dengan n-heksan. suku bahan campuran makanan. Dengan kromatografi gas dan kolom memperlihatkan adanya 21 komponen. 121*) OCIMUM SANCTUM L. Minyak atsiri dengan spektrofotometer ultraviolet mempunyai serapan maksimum pada panjang gelombang 258 nm. OLs.FF UGM ldenlandia corymbosa L. 2. CH dari metil dan metan. (No. 1981. Diduga kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L.

1987. flavonoida. yang diduga mengandung saponin atau rotenon. Stfat-sifat fisik. triterpenoida dan steroida. ekstraksi pelarut-pelarut. setelah diisolasi dan dilakukan kromatografi lapis tipis dua dimensi.) mempunyai khasiat menurunkan kadar glukosa dalam darah. 124*) PACHYRRHIZUZ EROSUS URBAN. saponin. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya alkaloida. tanin. kloroform: metanol (95:5) v/v sebagai pelarut dan larutan Liebermann-Burchard sebagai penampak bercak. nikel. A. JF FMIPA UNPAD OLONG buncis (Phaseolus vulgaris L. menggunakan adsorben silika gel 60 GF 254. NMR dan GC-MS juga sangat mendukung hal ini. Penelitian dilakukan terhadap ekstrak dengan cara kromatografi lapis tipis. skrining fitokimia. tidak mengandung senyawa golongan alkaloida. bahwa buncis mengandung vitamin dan mineral yang sangat diperlukan oleh tubuh. Kadar yang diperoleh adalah 0. JK FMIPAITB terdahulu telah menyebutkan bahwa pachyrrhizin ini tidak mempunyai kerja insektisida. Para peneliti Beberapa aspek farmakognosi dari buncis (Phaseolus vulgaris L.) mempunyai khasiat menurunkan kadar glukosa dalam dan glikosida. Uji keracunan dilakukan terhadap telur udang air asin yang baru menetas. pemisahan dan isolasi komponen dan penetapan sifat fisik komponen yang diisolasi dengan spektrofotometri ultraviolet. (No. ekstraksi. bentuk kristal. 1986. Salah satu bercak (Rf = 0. Beberapa pustaka menunjukkan. kromatografi kolom dan rekristah'sasi.84). RAHAYU NUROCHMAN. Namun akhir-akhir ini timbul keragu-raguan tentang sifat racun pachyrrhizin. Pemisahan kromatografi lapis tipis dari ekstrak kloroform. ENNY RATNANINGSIH. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui senyawa yang terdapat di dalamnya. 128*) PHASEOLUS VULGARIS L.) P DEDISOFYAN. warna kristal dan fluorosensi di bawah sinar ultraviolet. yakni suhu lebur.115-118°C. Pemeriksaan pendahuluan terhadap ekstrak buncis dengan menggunakan pereaksi Dragendorff. Data spektroskopi ultraviolet. sedang yang beracun adalah fraksi lain. besi. 130*) PHASEOLUS VULGARIS L. inframerah. aluminium dan silikon dalam abu total. termasuk senyawa golongan iridoidglikosida dengan glukosa sebagai gugus gula. Metode pemeriksaan terdiri dari karakterisasi simplisia. menunjukkan lima bercak. Isolasi dan penetapan karakteristik fisik senyawa alkaloida dari buncis Phaseolus vulgaris L. flavonoida OLONG buncis (Phaseolus vulgaris L. Daya racun pachyrrhizin dan fraksi lain pada ekstrak biji bengkuang (Pachirrhyzuz erosus Urban. di samping itu mengandung pula golongan alkaloida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat-sifat tanaman ini. JK FMIPA ITB Pdarah. (No. 4. Hasil pemeriksaan kromatografi lapis tipis dengan larutan pengembang aseton-air (1:1) v/v dan penampak bercak Dragendorff modifikasi Thies menunjukkan dua bercak berwarna jingga dengan I . 1986. Beberapa pustaka menyatakan bahwa buncis mengandung senyawa alkaloida. menunjukkan satu bercak dengan serapan maksimum pada panjang gelombang 210 nm. Terdapat juga mineral: kalsium. dapat menunjukkan bahwa zat yang diperoleh itu adalah benar pachyrrhizin.07%. Percobaan yang dilakukan telah berhasil memisahkan pachyrrhizin murni dari biji bengkuang dengan cara ekstraksi sokslet. Sari etanol 96% tanaman Oldenlandia corymbosa L. Bouchardat dan Mayer menunjukkan reaksi positif alkaloida. spektrofotometri ultraviolet dan inframerah. Penelitian ini dilakukan untuk konfirmasi sifat racun dari pachyrrhizin. flavonoida dan glikosida.). (No. Percobaan menunjukkan bahwa pachyrrhizin sama sekali tidak bersifat racun. >ACHYRRHIZIN merupakan salah satu senyawa yang terdapat dalam biji bengkuang.

83% b/b. Abu total serbuk buah ceplukan mengandung unsur natrium. di samping mengandung senyawa tanin. Secara tradisional seduhan herba ceplukan digunakan sebagai obat penurun tekanan darah tinggi dan obat antidiabetes. D ZUHARINA. Pada pemeriksaan kromatografi lapis tipis dua dimensi dengan Rf = 0. telah diisolasi beberapa kandungan alkaloida. 1986. serapan maksimum sinar ultraviolet pada panjang gelombang 202 nm dan 254 nm. 133*) PICRASMA JAVANICA BL. masih satu ordo dengan tanaman ginseng. (No. Dalam penelitian ini. Departemen Kesehatan tentang obat tradisional yang dibuat bentuk tablet atau kapsul harus berisi ekstrak air atau etanol bahan tanaman. 1250 cm"1 (regang C = C-O).07 dan Rf2 = 0. (No.57.1400. sedangkan senyawa kimia yang akan diperiksa adalah saponinnya.) termasuk suku Mimosaceae. kalsium. T\ijuan penelitian ini adalah untuk mengetaui apakah ada perbedaan kandungan kimia dalam akstrak air dan ekstrak etanol dari buah ceplukan. kemudian difakukan fraksinasi dan analisis dengan kromatografi. 132*) PHYSALIS ANGULATA L. 136*) PITHECELLOBIUM LOBATUM BENTH. Hasil kromatografi lapis tipis preparatif terhadap fraksi ini dengan eluen 43 . dan spektrum inframerah menunjukkan absorbsi pada 3600 cm" (regang -O-H). Penelitian ini dilakukan dalam rangka menanggapi surat edaran Evi NoviARSYAH LATIF. lebih besar dari pada kadar sari yang larut dalam etanol: 15. (No. kimia kualitatif dan skrining fitokimia pada ekstrak air dan etanol serbuk buah ceplukan. Ditemukan satu senyawa pahit Zi berupa kristal jarum putih kekuningan dengan jarak lebur 216-219°C. 1760 cm'1 (regang -C = O lakton). Penelitian ini akan melanjutkan penelitian kandungan kimia dengan menggunakan akar segar. yaitu ordo Leguminosae. magnesium dan besi.57 menunjukkan satu bercak jingga. Data ini menunjukkan bahwa senyawa ini berbeda dari kuasinoid yang telah dilaporkan dari kulit batang Picrasma javanica BL. 1989. JK FMIPA UNAND ARI kulit batang Picrasma javanica Bl. Fraksi dari n-butanol memberikan hasil positif terhadap uji kimia saponin. 1100. Isolasi zat pahit dari akar Picrasma javanica Bl. 3050 cm"1 (C = C-H aromatik). kadar sari yang larut dalam air: 34.) HERMAN PUSPITA. 1700 cm"1 (regang -C = O karbonil konjugasi). JK FMIPA ITB J ENGKOL (Pithecellobium lobatum Benth. Penelitian dilakukan secara mikroskopis. senyawa golongan tanin didapat dalam ekstrak etanol panas. 1770. Penjajagan awal senyawa saponin dalam kulit buah jengkol (Pithecellobium lobatum Benth. 2340.63% b/b. 2920 cm'1 (C-C-H).harga Rn = 0.1680. Ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan metanol. Kedua ekstrak tersebut mengandung senyawa alkaloida dan saponin. 1540. bagian tanaman jengkol yang akan diteliti adalah kulit buahnya. Pada pemeriksaan spektrofotometri inframerah menunjukkan adanya puncak pada panjang gelombang 2700. buah berbentuk lonceng bercangkap lima dan berkelopak besar. kalium. Pemeriksaan kualitatif kandungan kimia ekstrak etanol dan ekstrak air buah ceplukan (Physalis angulata L. 1988.780 dan 610 cm'1. JF FMIPA UNPAD UMBUHAN ceplukan (Physalis angulata L. Hasil isolasi dengan metode ekstraksi dan pengendapan dengan timbal asetat memberikan dugaan kuat adanya fraksi yang merupakan bagian senyawa saponin (crude saponin). Pemeriksaan spektrofotometri ultraviolet memberikan serapan maksimum pada panjang gelombang 195nm dan 230 nm. Senyawa golongan sterol didapat dalam ekstrak etanol.) adalah tumbuhan perdu yang banyak tumbuh di kebun. 1050 cm"1 (regang C-O-C). Jengkol diduga mengandung senyawa bahan alam saponin.) Tmempunyai daun tunggal berlekuk.

Pada dosis yang dicoba. Percobaan asetilasi yang dilakukan terhadap fraksi hasilnya dibandingkan dengan data inframerah dari senyawa asli. jumlah dan warna bercak. sedangkan bau tetap. Penentuan kadar saponin dengan metode spektrofotometri menunjukkan bahwa kadar saponin yang terdapat pada fraksi dari kulit buah jengkol cukup besar. ada tidaknya endapan. PPPSITB lygonum perfoliatum L. Sejauh mana sari daun suji sebagai pewarna. alkaloida. Untuk percobaan digunakan 20 ekor kelinci yang didemamkan dengan vaksm kotipa dalam 5 kelompok. (luntas/behmtas) GLORIA S. jenis tanaman Polygonium digunakan sebagai obat kanker. pH. stilben. tanaman ini tidak berkhasiat antipiretik. Metode yang digunakan: pembuatan sari memakai cara perkolasi. (Pleomele angustifolia N. diare alau diminum sebagai leh. 1987. Jenis bermacam-macam senyawa.83 memang positif saponin. Hasil penelitian menunjukkan: sari daun suji dapat dibuat dengan cara perkolasi dengan etanol 70% sebagai cairan penyari. Polygonum dari suku K. JK FMIPA UNPAD ELAH diketahui daun suji E Brown) dapat digunakan Tpewarna makananbahwa minuman. 138*) PLUCHEA INDICA L. WANANDA. jumlah dan warna bercak dalam kromatografi lapis tipis. perubahan serapan.. Untuk konfirmasi hal ini dilakukan uji antipiretik. bau.CHCl3:MeOH:H2O = 65:35:10 memberikan 2 bercak dengan Rf 0..anaman ini mengandungtermasuk dalam jenis tanamanantara lain antrakuinon. Uji dengan larutan besi(IH) klorida 10% terhadap masing-masing bercak. (No. 2. SETIAWATI YUSUF.apakah dapat disimpan lama sebagai dan tetapi belum diketahui tanpa mengalami perubahan.91 serta satu bercak yang lidak naik. Kajian kandungan kimia tanaman Polygoniutn perfoliatum L. yaitu 237 nm. khususnya dalam suatu formula obat kumur dapat disimpan. secara empirik digunakan sebagai antipiretik. Di Eropa. Dari percobaan diketahui bahwa saponin dalam kulit buah jengkol tersebut adalah jenis saponin triterpenoida. dan 75 g/kg bb. (No. 50 g/kg bb. diabetes. Adakah perbedaan kestabilan antara sari daun suji dan pewarna sintetik sebagai pewarna dalam suatu formula obat kumur.. 3. flavonoida dan steroida atau senyawa turunannya. Suhu diamati tiap jam selama 8 jam. (No.83 menunjukkan hasil yang positif. Sedangkan penentuan strukturnya masih belum dapat dilakukan karena kesulitan instrumentasi dan biaya. 137*) PLEOMELE ANGUSTIFOLIA N. Pada penyimpanan. dengan dosis: 25 g/kg bb. Data ultraviolet menunjukkan panjang gelombang maksimum yang sama dengan panjang gelombang maksimum dari saponin standar. Dari uji biokimia (uji hemolisis darah) untuk bercak dengan Rf: 0. hanya terhadap bercak yang tidak naik menunjukkan positif adanya senyawa tanin. yaitu sekitar 13.83 dan 0.18%. sari yang diperoleh mengalami perubahan warna. 139*) POLYGONIUM PERFOLIATUM L. 44 . Dari data spektroskopi ultraviolet dan inframerah yang dibandingkan dengan data yang sama untuk saponin Merck terlihat bahwa fraksi dengan Rf: 0. E. Warna obat kumur dengan penambahan sari daun suji sebagai pewarna kurang stabil dibandingkan dengan warna obat kumur dengan penambahan pewarna sintetik FD & C Green No. Sedangkan percobaan hidrolisis saponin cukup sulit untuk dilakukan. FKHIPB Inched indica L. serapan. BROWN Pembuatan sari daun suji dan penggunaannya dalam obat kumur NENENG MUPIDAH. sedangkan bercak dengan Rf: 0. Masalah yang ingin diteliti adalah: 1. 1980.Polygonaceae. Pengamatan pelbagai konsentrasi sari daun suji terhadap warna. satu kelompok tidak diberi obat. juga terjadi endapan. 1989. Tiga kelompok diberi Pluchea indica L. Penelitian daya antipiretika dari Pluchea indica L.91 meragukan. pH.

Sekalipun ada bermacam jambu klutuk. 142*) PSOPHOCARPUS TETRAGONOLOBUS DC. Penelitian farmakologi dan ekstrak metanol-air akar pakis tangkur aktif sebagai depresan terhadap susunan saraf pusat. kecamatan Dau Malang. kemudian dikeringkan. Triterpen tetrasiklik ini diduga 3-hidroksi-ll-on kolestana. eter minyak tanah. Ekstraksi dilakukan pada serbuk akar dan batang Polygonium perfoliatum L. JF FMIPA UNPAD KAR pakis tangkur.. kecipir (Psophocarpus tempe 45 . dengan metode perkolasi menggunakan etanol 70%. Kemungkinan cara kerja larutan daun jambu klutuk berdasarkan pada penyamakan mukosa usus khususnya kolon. Isolasi dengan cara ekstraksi bertingkat. Efek farmakodinami larutan daun jambu klutuk tidak didasarkan pada khasiat antikolinergik atau langsung pada otot polos usus. inframerah dan hasil analisis GC-MS dapat disimpulkan. tidak berbau dan berasa pahit.. Potypodium Mett. sakit pinggang bahanlain-lain. antihipertensi. 141*) PSIDIUM GUAJAVA L. hipoglikemik. tekanan darahfeeitinggi. karena besarnya kandungan kadar tanin di dalamnya. (2). FP UNBRA ini mengetahui PENELITIAN ototbertujuan untuk pupil kelinci pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium guajava L. Berdasarkan hasil pemisahan dan data pengamatan spektrum ultraviolet. Hasil identifikasi menunjukkan adanya dua jenis senyawa triterpenoida dalam fraksi fase metanol-air. antihepatotoksik. 1987. kloroform.Penelitian ini bertujuan untuk memisahkan senyawa yang dikandung di dalam akar dan batang tanaman Polygonium perfoUatwn L.) sebagai untuk dengan cara pembuatan seperti kedele.. Hasil ekstraksi dimurnikan secara kromatografi kolom. yang mungkin dapat dipergunakan sebagai bahan dasar atau bahan baku dalam pengembangan sintesa senyawa yang berkhasiat sebagai obat kanker pada manusia. kemudian kromatografi kolom menghasilkan padatan berwarna jingga sebanyak 0. etilasetat dan metanol-kloroform-air.) terhadap polos usus dan dan tikus putih. SUHARDI. menggunakan metanol:air (8:2). FTP UGM ENELITIAN ini bertujuan mengetahui tentang pemanfaatan biji Ptetragonolobus DC. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1). tetapi untuk penelitian ini tidak diadakan identifikasi spesies. dikenal sebagai obat tradisional untuk mengobati Apenyakit rematik. bahwa padatan jingga adalah senyawa cis-monohidroksistilben. 140*) POLYPODIUM FEEI METT. Daun jambu klutuk merupakan sumber tanin yang dapat dimanfaatkan sebagai obat antidiare. Triterpenoida yang dimurnikan berupa kristal coklat. (No. 1981.31%. presipitasi protein. (No. Usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan SRI ANGGRAHINI. Pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium guajava L. Di samping itu masih ada khasiat tanin latnnya yang antara lain menjadi adsorben toksin.) terhadap otot polos usus dan pupil kelinci dan tikus putih AGUS DJAMHURI dkk. Penelitian fitokimia untuk mengetahui kandungan kimianya sudah banyak dilakukan dan terdapat senyawa flavonoida dan triterpenoida dalam beberapa fraksi pelarutnya. Usaha isolasi dan identifikasi triterpenoida dari akar pakis tangkur DADANG ADAM ALAMSYAH. Akar pakis tangkur segar diambil dari hutan sekitar kawah gunung Tangkubanperahu pada ketinggian 1300-3000 m dari permukaan laut. Ingin diperiksa apakah fraksi fase metanol-air mengandung senyawa triterpenoida dan karakteristik fisik dan kimianya. (No. NMR dan GC-MS. (3). 1986. Daun yang dipetik adalah daun muda pertama dan kedua yang telah mencapai pertumbuhan penuh dari pucuk daun. analgetik dan antasid. Bahan penelitian diambil dari satu pohon kebun jambu klutuk di desa Mulyo Agung. lalu diperiksa karakteristik fisik dan kimianya dengan spektrofotometri inframerah.

IV dan V digunakan sebagai ayam perlakuan. Dengan mengamati perubahan komposisi lipida selama perkecambahan. tetapi belum dapat menyamai nilai cerna tempe kedele. 143*) PSOPHOCARPUS TETRAGONOLOBUS DC. Sebagai pembanding dibuat pula tempe kedele. Tahap pertama. merupakan pembuatan tempe kecipir yang dilakukan berdasarkan tempe kedele. berat lien dan struktur lien. Akan dilihat pula berat dan struktur histologik lien sebagai organ pembentuk limfosit. Untuk maksud tersebut diteliti 25 ekor ayam pedaging jenis Hubard umur 1 hari. Dalam percobaan ini. ingin diketahui sampai batas berapa persen pencampuran tepung biji kecipir dalam ransum. Pengaruh penggantian sebagian ransum dengan biji kecipir terhadap bobot badan.. FKH UGM D ALAM penelitian ini ingin dilihat pengaruh penggantian sebagian ransum dengan biji kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC. yaitu membandingkan akseptabilitas.885%. nitrogen terlarut: 5. Ke dalam ransum dicampurkan tepung biji kecipir berturut-turut. 15%. nilai formal. sedang untuk berat dan struktur histologik lien tidak ada perbedaan di antara berbagai perlakuan. Nilai cerna tempe kecipir lebih baik daripada biji kecipir. JK FMIPA ITB Rmengandung 60% lipida.) terhadap bobot badan dan perubahan jumlah limfosit dalam darah. Akseptabilitas tempe kecipir dapat disejajarkan dengan tempe koro-benguk.264%. Yogyakarta. 10%. Lipida yang sifatnya khusus ini dikenal sebagai castor oil dan banyak digunakan untuk bahan industri seperti pelumas pesawat terbang. Setelah berumur 2 minggu percobaan dimulai. berat dan gambaran histologik lien. 1987.468%. komposisi darah dan limpa pada ayam broiler SUMIYATI SUNARYO dkk. kosmetik. khususnya untuk kenaikan bobot badan. dikenal di Indonesia dengan nama pohon jarak. Telah diketahui bahwa bijinya uretan dan lain-Iain. yang sebagian besar terdiri dari komponen asam lemak risinoleat. Bersifat positif karena mengandung gizi yang tinggi. yang dititikberatkan pada tekstur atau kekerasan dan flavor dikerjakan dengan uji organoleptik. (No. (No. nitrogen terlarut dan kadar air. kadar HCN: 0%. 1981. perbedaan signifikan untuk jumlah limfosit dalam darah. Perhitungan dengan LSD menunjukkan bahwa sampai batas 10% masih tidak ada perbedaan kenaikan bobot badan. yang masih dapat menunjukkan tidak adanya perbedaan antara perlakuan dan kontrol.075% . Analisis statistik dengan RCB/CRD menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan untuk kenaikan bobot badan. bahan untuk polimer icinus communis L. jumlah limfosit dalam darah. Ayam dibagi dalam 5 kelompok secara acak. Penetapan komposisi 46 . dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut: Tempe kecipir yang dibuat mempunyai sifat-sifat nilai formal: 3. dianalisis kadar HCN total bahan padat tersebut. maka diharapkan dapat memberikan informasi baru tentang kandungan lipida dan pemanfaatannya. Kelompok I adalah kelompok kontrol. dan 20%. waxes. jumlah limfosit dalam darah. bahan pelapis pelindung. III. Kelemahan tempe kecipir sebagai bahan makanan adalah tekstur yang masih keras dan agak berbau langu. sebanyak 5%. ransum yang diberikan tanpa campuran. Kemurnian makanan dan daya konversi makanan menunjukkan korelasi negatif yang sangat signifikan. Berdasarkan hasil penelitian usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan. Percobaan dihentikan pada waktu ayam berumur 8 minggu. Kelompok II. bahan dapat larut: 26. kadar air: 60. Biji kecipir sebagai sumber bahan makanan mempunyai sifat positif dan negatif. Tahap kedua. Biji kecipir dan tempe yang telah dibuat. Perubahan komposisi beberapa komponen lipida selama perkecambahan Ricinus communis L. Usar ini dibeli dari pasar Beringhardjo. 146*) RICINUS COMMUNIS L. Pada pembuatan tempe digunakan usar dalam daun seba- gai sumber jamurnya.Penelitian dikerjakan dalam dua tahap. MOHAMAD ISTARI. bersifat negatif karena diduga mengandung zat fitohemaglutinin yang bersifat mitogenik terhadap T-limfosit. semir. jika dibandingkan dengan kontrol.

Penelitian dimaksud untuk mengidentiflkasi kandungan terpenoida yang ada dalam daun tumbuhan ini. bereaksi positif terhadap alkaloida. 148*) SAPIUM BACCATUM (ROXB. 1120 cm"1 (C-O).lipida dilakukan dengan kromatografi lapis-tipis. yang dikembangkan bersama sama pada pelat kromatografi lapis tipis. varietas duri banyak: 36. 2860 cm"1 (C-H). setelah dinetralkan dengan natrium karbonat 20% b/v. Ekstraksi solasodin dilakukan dengan cara menghidrolisis saponin dalam buah masak dengan asam klorida 2 N. Penetapan kadar solasodin dilakukan secara densitometri dengan mengggunakan pelat pralapis silika gel GF254 (ukuran 20 x 20 cm. Senyawa terpenoida Za mempunyai jarak lebur 193-195°C. terpenoida dan fenol. 875 cm"1 (C-H). sapogenin yang terbentuk diekstraksi dengan kloroform. terjadi sintesis fosfolipida dan sedikit sintesis trigliserida. Salah satu bercak hasil pemisahan dari ekstrak kloroform memberikan harga Rf dan pereaksi warna yang identik dengan solasodin pembanding. 1450 cm . yang meliputi penetapan kadar air. sistem pengembang kloroform:metanol (9:1) v/v dan penampak bercak pereaksi larutan antimon(III) klorida jenuh dalam kloroform. 2950 cm". fraksinasi dilakukan dalam kloroform dan asam sulfat 5% dan pemisahan komponen fraksi netral dengan kromatografi. (No. CLARKE Penetapan kadar solasodin dari dua varietas Solarium khasianum CB. ekstraksi.masak bahanvarietasdan bahan khasianum CB. ternyata selama perkecambahan secara keseluruhan terjadi penurun- an lipida total. Dari daun telah diisolasi alkaloida utama ialah bukittinggina dan mempunyai efek hipotensif dan analgetik. bahan yang dikeringkan (di udara terbuka selama 35 hari): varietas duri jarang 10. 1030 cm"1 (C-O). 1460 cm"1 (lehtur C-H). identifikasi dan penetapan kadar solasodin secara densitometri. dan tidak menyerap sinar ultraviolet pada panjang gelombang di atas 200 nm.) Ridley ZULFADLY N. Dari hasil yang diperoleh.dari ekstrak kloroform ini dilakukan kromatografi lapis tipis dengan menggunakan pelat pralapis silika gel GF254 (ukuran 20 x 20 cm. Clarke bahan segar: varietas duri jarang: 37. daur glioksilat dan glikolisis. ketebalan 250 urn).77 %. Untuk mengidentifikasi solasodin. Konversi tersebut melalui jalur metabolisme B-oksidasi.79%. Clarke. 3010 cm"1 (C-H olefinik).04%. 149*) SOLANUM KHASIANUM CB. tetapi ada beberapa komponen lipida yang mengalami kenaikan. Sapium baccatum (Roxb. duri jarang dan varietas duri dari segar yang dikeringkan. Data spektroskopi inframerah memberikan puncak serapan yang karakteristik pada panjang gelombang 3350 cm"1 (OH). (No. Selama perioda awal perkecambahanm enzim lipase memperlihatkan aktifitas yang tinggi dan pada periode ini juga terjadi konversi lipida menjadi karbohidrat. 1987. dan spektrum ultraviolet dalam pelarut etanol memberikan puncak serapan maksimum pada panjang gelombang 209 nm.) RIDLEY Isolasi terpenoida dari daun Sapium baccatum (Roxb. varietas duri banyak: 10. sistem pengembang kloroform:metanol (9:1) v/v dan penampak bercak pereaksi Carr-Price. Clarke secara densitometri EUIS NiNING. 1370 cm"1 (lentur C-H). JF FMIPA UNAND DAUN nyatua batu. Isolasi dilakukan dengan cara perkolasi daun segar menggunakan pelarut metanol.. Liebermann-Burchard.) Ridley. Bercak yang identik dengan solasodin pembanding (yang dikembangkan bersama-sama pada pelat kromatografi lapis tipis) dan bercak solasodin pembanding. Dragendorff dan asam sulfat 50% dalam metanol. JF FMIPA UNPAD ELAH buah dua Solatium Tvarietasdilakukan penelitian terhadapbanyak. Senyawa terpenoida Zi mempunyai jarak lebur 78-79°C. diukur langsung dengan menggunakan densitometer 47 . 2860 cm"1 (C-H). 1640 cm"1 (C = C). Pada periode setelah awal perkecambahan. Hasil penetapan kadar air dari buah masak kedua varietas Solatium khasianum CB.93%. ketebalan 250 um). Data spektroskopi inframerah memberikan serapan maksimum yang karakteristik pada panjang gelombang 3400 cm'Vo-H). 2960 cm"1. 1988.

pada tikus betina berumur 5 bulan dengan bobot badan 160-170 gram. Liebermann.33. yaitu menghambat pembentukan LH oleh hipofisa. Clarke LALA NURLAELA.009%. Pencekokan diberikan sebanyak 2 mL per hari selama 8 minggu. walaupun tidak terjadi seluruhnya. Untuk mengetahui lebih jelas pengaruh solasodin. 152*) SOLANUM LACINIATUM AIT.05). yaitu mekanik glikosida dengan air dan asam asetat dibandingkan dengan hidrolisis asam. Departemen Kesehatan RI. dibandingkan dengan kedua kelompok kontrol (P < 0. Clarke varietas duri banyak: kadar solasodin bahan segar = 0. untuk mendapatkan kadar solasodin paling tinggi. Solanum khasianum CB. 1978. bahan kering = 0.76 ± 1. yaitu. sehingga fungsi ovarium lambat laun menurun.01).542 ± 0. Ekstraksi solasodin dilakukan dengan dua metode. pengembang klorofornrmetanol (9:1). Sebaliknya jumlah folikel graaf dan korpus luteum. dan kontrol lainnya tidak mendapat apapun.07.10 *3%) terbukti dari kadar solasodin yang lebih tinggi. CLARKE Membandingkan dua metode ekstraksi solasodin dari Solanum khasianum CB. Pengaruh pencekokan ekstrak daun Solanum laciniatum Ait. Hal ini berarti bahwa pencekokan ekstrak Solanum laciniatum tidak berpengaruh terhadap perkembangan folikel primer menjadi folikel sekunder. suatu senyawa yang mempunyai inti sama dengan diosgenin.468 ± 0. Digunakan dua macam kelompok kontrol.Burchard.402 ± 0.10 ~3%). menunjukkan penurunan yang cukup bermakna dibandingkan dengan kontrol (P<0. berasal dari Balai Penelitian Gizi. masing-masing diberi akuades 2 mL per hari selama 8 minggu. 150*) SOLANUM KHASIANUM CB.59 ± 3. Hasil penetapan kadar solasodin dari kedua varietas Solanum khasinum CB. Pencekokan yang dilakukan tidak mempengaruhi berat ovarium. Telah dilakukan penelitian metode ekstraksi buah segar Solatium khasianum CB. bahwa jumlah folikel primer dan sekunder pada tikus yang diberi ekstrak tidak menunjukkkan perbedaan yang bermakna. JF FMIPA UNPAD U NTUK mengisi kekurangan bahan baku diosgenin sebagai bahan baku pada pembuatan kontrasepsi oral. (No. Terjadinya hambatan ini dibuktikan pula dengan makin meningkatnya pembentukan folikel atresia pada kelompok tersebut. Clarke. 1987. suatu penelitian kuantitatif terhadap perkembangan ovum OENTOENG SOERADI.59 ± 0. terhadap perkembangan folikel dalam ovarium Contoh yang diteliti adalah ekstrak (dekok 20%) daun Solanum lachiatum Ait.. Dragendorff dan asam sulfat 50% dalam metanol.ekstrak daun Solanum Ait. maka kepekatan ekstrak atau dosis pencekokan perlu ditingkatkan. dibandingkan dengan kontrol (P<0. Clarke varietas duri jarang: kadar solasodin bahan segar = 0. bahan kering = 0. Identifikasi dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dengan silika gel GF254. Gambaran histologik menunjukkan. Hasil penetapan kadar menunjukkan bahwa metode penarikan glikosida dengan air dan asam asetat 3% (0.01%. Setiap ulangan terdiri dari 3 ekor tikus yang mewakili kelompoknya. Clarke varietas duri jarang dan varietas duri banyak adalah sebagai berikut: Solanum khasianum CB. varietas duri jarang yang sudah masak.panjang gelombang 400 nm. Percobaaan dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan mengggunakan 20 ulangan. FK UI UJUAN pengaruh Tlaciniatumpenelitian adalah untuk menentukan bagaimana tikus dewasa.010%. Penetapan kadar solasodin dilakukan dengan cara densitometri pada panjang gelombang 400 nm. terhadap ovarium tikus. Uji kadar asam sitrat dalam 48 . Diperkirakan sifat kerja solasodin yang terdapat dalam ekstrak 20% tersebut sama dengan progesteron. penampak bercak Carr-Price.011%.00 pagi sebelum diberi makan. Pencekokan dilakukan setiap hari pada jam 9. lebih baik daripada metode hidrolisis asam: (0. No. Tetapi pada perkembangannya menjadi folikel graaf mulai memperHhatkan adanya hambatan. maka dikembangkan penggunaan solasodin.01).

(No. Isolasi dilakukan berdasarkan sifat basa dari alkaloida dan mencakup beberapa tahapan. serta pemisahan komponen dengan kromatrografi kolom. 1989. PPPSITB ELAH diketahui bahwa tumbuhan Stephania adalah salah satu genus dari suku Menispermaceae. Tyang mengandung senyawa kimia golongan alkaloida. bahkan berkhasiat hipoglikemik. isolasi alkaloida. FK UGM Tobat tradisional dan khasiatnya untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. Penemuan ini merupakan penemuan kedua dari protostefanin dari tanaman genus Stephania. baik secara terpisah (pada uterus marmot) maupun secara in situ (pada kelinci). Metode yang dilakukan adalah menggunakan kelinci sehat dengan bobot badan sekitar 2 kg yang dipuasakan selama 14 jam. JK FMIPA ITB penelitian dari TUJUAN mempunyaiini adalah untuk mempelajari apakah zat pemanis dapat Stevia rebaudiana Bertonii sifat hipoglikemik dibandingkan tolbutamida untuk digunakan sebagai antidiabetik. Baru-baru ini protostefanin telah diisolasi pula dari species Hyberbaena columbica dari suku Menispermaceae yang belum pernah diisolasi dari tanaman lain. inframerah. Hasil penelitian menunjukkan. pemisahan alkaloida fenolik dan non-fenolik. menggunakan hewan percobaan marmot betina dengan bobot badan 350 g dan kelinci albino betina dengan bobot badan 800 g. yaitu penghilangan lemak dari materi tumbuhan. 156*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Efek hipoglikemia zat pemanis dari Stevia rebaudiana Bertonii pada kelinci HARMAINI M J D. NMR dan GC-MS menunjukkan bahwa salah satu senyawa yang berhasil diisolasi adalah suatu alkaloida jenis dibenzazonin. Data spektroskopi ultraviolet. Dapat disimpulkan pula bahwa alkaloida ini ialah protest efanin.. diteliti kandungan alkaloida. 1978. dari hasil penelitian Takeda (1950). Pada pemberian zat pemanis stevia 49 . (No. Kemurnian dari senyawa yang berhasil diisolasi ditentukan dengan kromatografi lapis tipis. Dalam penelitian ini dilakukan isolasi alkaloida dari batang tumbuhan Stephania corymbosa Bl. untuk mengidentifikasi status patologik kelenjar prostat. Hasil yang diperoleh dari perlakuan stevia pada hewan percobaan bahwa ternyata pernafasan detak jantung tidak dipengaruhi.. UJUAN penelitian adalah untuk memberikan keterangan ilmiah pemakaian akar terong sebagai Contoh yang diteliti adalah infus kulit akar terong. baik secara langsung maupun tidak langsung (dengan memacu usus binatang percobaan). yang biasanya digunakan sebagai obat demam. Stevia rebaudiana Bertonii dapat digunakan sebagai makanan berkalori rendah bag! penderita diabetes..plasma semen perlu dilakukan pada kasus-kasus dengan motilitas spermatozoa kurang (lambat). menggunakan pereaksi dan pendeteksi yang spesifik untuk alkaloida. 155*) STEPHANIA CORYMBOSA BL. bahwa infus kulit akar terong menaikkan kontraksi otot rahim pada binatang percobaan. Penentuan kadar gula darah dilakukan dengan cara Nelson-Somogyi. (No. yang sebelumnya telah ditemukan pada species Stephania japonica Miers. orang kegemukan dan penderita gigi berlubang. Alkaloida dari Stephania corymbosa Bl. Infus akar terong dalam dosis yang lebih besar dapat menaikkan tonus kontraksi Ueum marmot terpisah. Pengaruh infus akar terong Solarium melongena L. Kemungkinan pacuan terhadap kontraksi otot rahim pada binatang percobaan tersebut terjadi. Penyelidikan efek hipoglikemik zat pemanis Stevia dilakukan dengan glukosa toleransi. 1986. pada kontraksi otot rahim SAMEKTO WIBOWO dkk.. ternyata bahwa sebagian besar alkaloida ini secara teoritis berasal dari prekursor benzil-isokuinolin. Dari sekitar 28 spesies Stephania yang telah GUSTINISY. 153*) SOLANUM MELONGENA L.

Penelitian dilakukan secara eksperimen laboratorium terhadap berbagai konsentrasi infus Stevia dan campuran infus Stevia dengan teh. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa zat pemanis Stevia rebaitdiana Bertonii dapat dipakai sebagai zat pemanis pada penderita diabetes. Dari kedua percobaan tersebut diketahui bahwa pemanis stevia tidak mempunyai sifat antibiotik terhadap jamur Aspergillus niger dan bakteri Escherichia coli. 157*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Zat pemanis Stevia rebaudiana Bertonii UTARI DEWI. JF FMIPAUNPAD P ENEUTIAN ini bertujuan sebagai usaha penggunaan cairan infus Stevia rebaudiana Bertonii. inframerah. serta O-H dalam strukturnya.CH2-CH2.04 g/L. infus teh dan campurannya terhadap bakteri uji Escherichia coli dengan metode perhitungan bilangan bakteri menunjukkan bahwa. 1986. Hasil analisis dengan kromatografi lapis tipis.28%. maka kadar gula darah turun 53.tanpa pemberian glukosa dibandingkan dengan pemberian tolbutamida. jika konsentrasi pemanis stevia adalah: 4. 158*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Infus daun Stevia rebaudiana Bertonii sebagai pemanis air teh dan uji mikrobiologi IKA ISKANDAR. sebagai pengganti gula tebu atau sukrosa. Hasil spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus C = O. . Terhadap pemanis stevia dilakukan analisis gugus fungsi dengan spektrofotometri inframerah. dan GC-MS menunjukkan bahwa hasil hidrolisis merupakan satu komponen. Dari hasil penelitian diketahui bahwa daun Stevia rebaudiana Bertonii tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan bukan pula media yang baik bagi pertumbuhan bakteri. NMR. -CH3. sebagai pemanis minuman ringan berupa teh manis dan uji kualitas mikrobiologi. kemudian berkurang sesuai dengan lamanya penyimpanan. Selain itu dilakukan pula penghitungan bilangan bakteri tanpa inokulasi bakteri. 18-COH. (No. JK FMIPAITB D AUN tanaman Stevia reubadiana Bertonii dapat digunakan sebagai bafaan pemanis untuk makanan dan minuman.39% dan 10. C-O. dengan penyimpanan selama 0 sampai 192 jam. makin banyak bilangan bakteri yang dihitung dan makin lama waktu penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sifat racun dari pemanis stevia dan menetapkan karakterisasi isosteviol. Hasil penelitian dari infus stevia. dari keempat spektranya dapat disimpulkan bahwa salah satu komponen tersebut adalah isosteviol dengan bobot molekul 318 dan gugus fungsi C = O. makin kecil bilangan bakteri yang dihitung.6%. hasil hidrolisis pemanis stevia dengan HBr 48%. yaitu: cara mikrobiologi terhadap jamur Aspergillus niger dan bakteri Escherichia coll dan metode kontak terhadap ikan mujair (Eratherodon mossambica). HPLC dan spektrofotometri ultraviolet. 50 . perlu diteliti lebih lanjut efek samping yang negatif. karena di samping berkalori rendah mempunyai sifat hipoglikemik yang berarti. C = O. Adanya gugus glukosa pada steviosida yang merupakan kandungan kimia utama dari daun stevia. 13-C. makin tinggi konsentrasi infus stevia.dan gugus metij pada 10-C. Dengan respirometer warburg diperoleh persen hambatan: 8. Tentu saja. (No. Penentuan sifat racun dilakukan dengan beberapa cara. memungkinkan bakteri dapat tumbuh pada awalnya. serta tidak bersifat racun terhadap ikan mujair.02 g/L dan 8.

dan 3. BKPH Kebasen KPH Banyumas Timur. Kemlegi. terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan S pada tahap permulaan dilakukan penelitian pendahuluan untuk melihat efek pemberian infus daun Symphytum. dari bulan September sampai 51 .25 dan 40 mL/kg bb.5 mg/kg bb.M. (No. 2. ANONA SQUAMOSA L. 160*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII SUROSO dkk. pada mencit betina dalam bentuk ekstrak air (10% dari bahan no. Karena itu. sudut putar optik spesifik: -32° dan rumus molekul CsgHeoOis. Penurunan kadar glukosa darah dibandmgkan antara pemberian infus 20% daun Symphytum officinale (dosis: 10. Jeruk maja.. Infus 20% mempunyai efek menurunkan kadar glukosa darah tikus diabetes melitus. menggunakan pelarut campuran metanol:dioksana = (l:l) (v/v) yang diikuti proses pendinginan pada suhu -15°G selama 24-48 jam. Sebagai pembanding digunakan akuades.) suku Compositae. 2.) suku Rutaceae. 1988. 159*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII. ester dan = CH2. officinale terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan.16. 2 dan 5% dari bahan no. Ekstrak kasar dimurnikan dengan cara rekristalisasi. baik dalam industri makanan dan minuman. Stevlosida. KPH (Kesatuan Pamangku Hutan) Banyumas Timur. telah digunakan oleh masyarakat sebagai obat antidiabetes. Diperoleh hasil berupa padatan putih dengan jarak lebur 196-198°C.. Metode yang dilakukan adalah dengan pemeriksaan kadar glukosa darah tikus yang telah diinduksi dengan aloksan. sebanding dengan suspensi klorpropamida 22... JF FMIPA UNAND ymphytum officinale L. 161*) SYMPHYTUM OFFICINALE L.0%. Saat ini usaha perkebunan Stevia sedang dikembangkan di daerah Tawangmangu dan Banyumas. 163*) Struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Notog. 1 dan no. Dari data spektra inframerah dapat diamati adanya gugus alkohol. FMIPA ITB IGA bahan nabati telah dicobakan. Metode isolasi di atas cukup sederhana serta memberikan rendemen hasil yang cukup tinggi. (No. Kemlegi (Stevia rebaudiana Bert. suatu bahan pemanis alam yang terdapat di dalam daun Stevia rebaudiana memiliki rasa manis 300 kali rasa manis gula atau sukrosa. Steviosida diisolasi dari daun kering dengan pengekstrak sokslet selama 8-10 jam menggunakan pelarut metanol. Jawa Tengah EMING SUDIANA. BKPH (Bagian Kesatuan Pamangku Hutan) Kebasen. AMRISAL. 1981.). Tanaman Symphytum officinale L. dan 3. ternyata dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus. Srikaya (Anona squamosa L. Uji efek infusadaun Symphytum officinale L. terhadap kesuburan pada mencit TJeruk maja (Aegle mannetos Corr. 1985. FB UNSOED P ENELITIAN struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional telah dilakukan di hutan jati Notog. dimana dosis 25 dan 40 mL/kg bb. malah masing-masing dari ketiga bahan itu menunjukkan respons bersih negatif. (No. Pengaruh ekstrak: 1. FMIPA UGM B AHAN pemanis nirkalori termasuk aditif makanan yang pemakaiannya sangat luas. 1981.) dengan pemberian klorpropamida. yaitu: 1. maupun obat-obatan. AEGLE MARMELOS CORK. Hasil eksperimen ini menunjukkan bahwa ketiganya tidak berbeda efeknya dengan air. Isolasi bahan pemanis dari daun Stevia rebaudiana Bertonii dan penentuan spektra inframerah CHAIRJL ANWAR. 3 tersebut di atas). yaitu 6. Srikaya. suku Anonaceae.(No.

Deseraber 1984. Pengambilan sampel menggunakan metode garis berpetak pada ketinggian 50 m sampai 550 m di atas permukaan air laut.

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa di hutan jati Notog terdapat 24 jenis tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional, termasuk dalam 22 marga dan 17 suku, sedangkan tumbuhan yang dominan adalah Stachytarpeta jamaicensis (L.) Vahl. Berdasarkan analisis indeks kesamaan menunjukkan bahwa antar stasion penelitian mempunyai kesamaan komunitas yang cukup besar, yaitu antara stasion IV dan stasion V dengan nilai 94,59%. Dari hasil penelitian dapatlah disimpulkan bahwa masyarakat desa sekitar hutan Jati Notog masih banyak menggunakan tumbuhan untuk mengobati beberapa penyakit yang dideritanya. Hal ini ditunjukkkan dengan banyaknya jenis tumbuhan yang mereka gunakan. Ketinggian tempat dengan interval 100 m dan persentase rata-rata penutupan kanopi pohon, berpengaruh pada indeks nilai penting dan SDK ( Summed Dominant Ratio) tumbuhan.
Jenis tumbuhan obat yang oleh LBN (Lembaga Biologi Nasional) dianggap langka, di antaranya

adalah: Curcuma aemginosa, Curcuma xanthorriza dan Gastrochilus panduratum, ternyata masih
sering dijumpai di bawah tegakan hutan jati Notog, dengan nilai penting, yaitu masing-masing 10,59% di stasion I; 15,92% di stasion II dan 18,49% di stasion III.

(No. 165*) TINOSPORA CRISPA (L.) MIERS

Uji efek analgesik dari infusa batang brotowali Tmospora crispa (L.) Miers ex Hook f. & Thems. pada mencit putih jantan dengan meto.de tail flick

T

HILWAN YUDA TERUNA, 1987; JF FMIPA UNAND inospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. yang dikenal dengan nama brotowali, adalah salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai obat, karena mempunyai berbagai khasiat.
khasiat sebagai

Berdasarkan sifat antipjretik dan antirematik, diduga tanaman ini mempunyai analgetik. Penelitian ini akan menguji efek analgetik tersebut.

Percobaan dilakukan dengan metode tail flick yang dioperasikan secara manual. Waktu respon nyeri dibandingkan antara: a) infus brotowali dosis: 3,33; 6,66; 13,33; 26,66 mL/kg bb., b) pembanding asetosal 52 mg/kg bb. dan c) akuades 26,66 mL/kg bb. Efek infus brotowali dosis: 6,66 dan 13,33 mL/kg bb. sama dengan efek asetosal.
(No. 166*) TINOSPORA CRISPA (L.) MIERS

Uji efek antiinflamasi (antiradang) infus batang brotowali, Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. pada tikus jantan putih

T

YUTIARDY R1VAI, 1987; JF FMIPA UNAND ELAH diuji efek antiinflamasi (antiradang) infus batang brotowali, Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. pada tikus putih jantan dengan menggunakan alat Pletismometer. Uji efek antiinflamasi ditelaah berdasarkan kemampuan infus batang Tinospora crispa 20% dalam mengurangi inflamasi yang disebabkan oleh karagen. Infus batang Tinospora crispa 20% pada dosis 8 mL/200 g bb. memberikan efek yang hampir sama dengan asam asetilsalisilat dengan dosis 30 mg/200 g bb.
(No. 167*) TRIGONELLA FOENUMGRAECUM L

Pemeriksaan fitokimia ekstrak etanol biji halba (Trigonellafoenumgraecum L.)

B

Z.TATI HURUSTIATI, 1986; JF FMIPA UNPAD UI halba (kelabet) dari tanaman Trigonellafoenumgraecum L., Leguminosae, merupakan tanaman obat tradisional dan telah dikenal sejak beberapa abad yang lalu. Digunakan sebagai

rempah-rempah, sebagai obat penyakit kulit, diabetes, penyakit kerongkongan, asma, sembelit, wasir,

batuk menahun dan lain-lain. Kandungan senyawa kimia biji halba belum banyak diungkapkan, Dalam penelitian ini akan dilakukan pemeriksaan kandungan kimia dan isolasi serta pemeriksaan kualitatif
senyawa yang terisolasi dari ekstrak etanol.
52

Metode penelitian adalah: analisis fitokimia terhadap simplisia, meltputi pemeriksaan makroskopik, mikroskopik, pemeriksaan spesifikasi simplisia, analisis pendahuluan fitokimia serta isolasi dan analisis kualitatif senyawa alkaloida. Pemeriksaan makroskopik, mikroskopik dan spesifikasi simplisia mendapatkan beberapa karakteristik spesifik simplisia. Analisis fitokimia menunjukkan adanya senyawa alkaloida, flavonoida, steroida, saponin dan tanin. Isolasi alkaloida memberikan isolat berupa kristal benvarna kunlng, sangat pahit dan positif terhadap pereaksi alkaloida dan jarak lebur 201-203°C, serapan maksimum sinar ultraviolet pada panjang gelombang 218 nm dan 262 nm; sedangkan puncak serapan inframerah pada 3300, 2850,2350,1740,1650,1420,1300,1100 dan 810 cm'1. (No. 169*) TRISTANIA SUMATRANA MIQ.

Pengaruh sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq.)
terhadap daur estrus mencit (Mus musculus)
YARNELLY GANI dkk., 1980; FMIPA UNAND

T

UJUAN penelitian adalah untuk mengetahui sampai dimana pengaruh dari pemakaian sari tumbuhan (kayu kasai) terhadap daur estrus mencit. Contoh yang diteliti adalah kayu kasai menggunakan tikus putih (mencit). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq.) yang berasal dari: a) kulit kayu yang mengelupas, b) kulit yang masih basah, c) kayu dan d) daun yang masih segar, berpengaruh yang sama terhadap daur estrus mencit, dilihat melalui apusan vagina. Pengaruh sari kayu kasai yang berasal dari bagian tumbuhan di atas, terlihat pada pengunduran dari daur vagina selama 9 hari yang kemudian kembali normal. Diduga steroida yang terkandung dalam sari kayu kasai tidak mempunyai fungsi yang sama dengan steroida yang terdapat dalam estrogen. Untuk ini diperlukan penelitian lebih lanjut.
(No. 170*) TRISTANIA SUMATRANA MIQ.

Penelitian fitokimia kulit kayu kasai (Tristania sumatrana Miq.) yang dipergunakan sebagai obat antihamil di Sumatera Barat
RUSJDI DJAMAL dkk., 1979; FMIPA UNAND
AYU kasai dikenal digunakan oleh dukun di Sumatera mencegah atau Rmembatasi kelahiran.umum danpenelitian ialah untuk menentukan Barat untukyang terkandung Tujuan komponen
dalam kayu kasai. Kulit batang yang telah mengelupas dan kulit batang masih segar yang kemudian dikuliti, merupakan bahan penelitian. Secara kualitatif, kulit kayu kasai mengandung karbohidrat, tanin dan steroida. Dari campuran dapat diketahui 6 jenis steroida yang mungkin terikat berupa glikosida. (No. 171*) UNCARIA GAMBIR (HUNTER) ROXB.

Isolasi tanin dari Uncaria gambir (Hunter) Roxb. dan penentuan kadarnya dalam ekstrak

T

IMTIHANAH,1989; JK FMIPA ITB ANIN meliputi sekelompok besar senyawa kimia bahan alam yang tersebar luas dalam dunia tumbuhan Hampir tiap suku tumbuhan menunjukkan adanya spesies yang mengandung tanin. Tanin mempunyai banyak manfaat, antara lain sebagai obat, penyamak kulit dan sebagai zat warna. Uncaria gambir (Hunter) Roxb. atau dikenal sebagai gambir, juga mengandung tanin, terutama pada daun dan ranting. Ekstraksi awal dilakukan dengan memakai aseton sebagai pelarut. Uji kualitatif menunjukkan bahwa tanin terdapat dalam ekstrak fraksi aseton dan fraksi air. .Uji kuantitatif dilakukan terhadap kedua ekstrak. Dengan cara kolorimetri diperoleh hasil sebagai berikut: datam ekstrak fraksi aseton: 27%, dan dalam ekstrak fraksi air: 12,5%. Dengan cara volumetri diperoleh kadar tanin sebagai berikut: dalam ekstrak fraksi aseton: 12,1%, dalam ekstrak fraksi air: 4,8% dan dalam gambir pasar 7,6%. Spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus -OH yang menyatakan bahwa tanin adalah

53

senyawa polar. Dari dua cara uji kuantitatif diketahui bahwa ekstrak tidak hanya mengandung tanin, tetapi juga senyawa fenolik lainnya.
(No. 172*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K. SCHUM.

Isolasi alkaloida dari buah Voacangafoetida (Bl.) K. Schum.

V

. RIDA ERNOLA, 1987; JF FMIPA UNAND oacangafoetida (Bl.) K. Schum. secara tradisional di daerah Maninjau Sumatera Barat, digunakan sebagai ramuan untuk orang gila, Hasil penelitian terdahulu terhadap daunnya, menunjukkan adanya alkaloida yang diidentifikasi sebagai vobtusina lakton. Pada penelitian ini dicoba mengisolasi alkaloida yang terdapat dalam buah segar yang cukup tua tetapi belum masak. Metode yang digunakan adalah penyarian secara maserasi, pemeriksaan alkaloida kasar secara kromatografl lapis tipis, pemisahan dengan kromatografi kolom dan kromatografi radial, pemurnian
dengan cara rekristalisasi serta karakterisasi senyawa terpisah dilakukan dengan penentuan jarak

lebur, pemeriksaan dengan spektrofotometer ultraviolet, inframerah, NMR dan GC-MS. Didapatkan lima jenis alkaloida yang dengan uji warna dengan besi(III) amonium sulfat dan spektrum ultraviolet menunjukkan adanya kerangka indol dalam strukturnya. Alkaloida RI berupa serbuk yang berwarna putih kekuningan dengan jarak lebur 114-116°C (sebagai garam pikrat), spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi karbonil dari ester; alkaloida R2 berupa senyawa vobtusina lakton; alkaloida Rs berdasarkan data spektroskopi yang dilaporkan dalam pustaka telah dapat diidentifikasi sebagai senyawa vobtusina; alkaloida R4 berupa serbuk tidak berwarna, tidak melebur pada suhu 360°C (terurai), spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi
karbonil dari ester; alkaloida RS berupa senyawa seperti gom, spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi lakton dan ester.
(No. 173*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K.SCHUM.

Uji efek penenang rebusan buah Voacangafoetida (BL.) K. Schum. pada mencit putih dengan metode rotating rod dan sand filter

AKMAL 1988; JF FMIPA UNAND

jacanga foetida (Bl.) K. Schum Apocynaceae merupakan salah V yang digunakan oleh masyarakat dari sukuramuan untuk mengobati penyakitsatu jenis tumbuhan sebagai jiwa atau gila. Di
daerah Kongo, tumbuhan ini digunakan oleh penduduk sebagai obat tradisional untuk mengatasi stress yang memperlihatkan gejala hiperaktif (Manske & Holmes, 1965). Selain itu tanaman ini diketahui dari penelitian terdahulu mengandung alkaloida cukup besar, antara lain vobtusina lakton (daun), vobtusina (kulit batang), voacangina (akar) dan vobtusina dan vobtusina lakton (buah). Mengingat hal-hal di atas, telah dilakukan penelitian efek penenang rebusan buah Voacanga foetida (Bl.) K. Schum. pada mencit putih dengan metode rotating rod dan sand filter. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa ditemukan efek penenang dari rebusan buah Voacangafoetida yang diteliti pada kadar 80% dengan dosis 10,85 mL/kg bb., setara dengan larutan klorpromazina hidroklorida 0,03% dengan dosis 3,41 mg/kg bb. (No. 174*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K. SCHUM.

Isolasi alkaloida dari daun Voacangafoetida (Bl.) K. Schum.

D

AziNAR, 1987; JF FMIPA UNAND ARI daun Voacanga foetida (Bi.) K. Schum. telah diisolasi alkaioida utama dan diidentifikasi sebagai vobtusina lakton, Penelitian ini mencoba memisahkan komponen alkaloida lainnya dari daun segar. Setelah penyarian secara maserasi daun segar, pemeriksaan alkaloida kasar dilakukan dengan kromatografi lapis tipis, pemisahan dengan ekstraksi pada pH bertingkat, kromatografi kolom, kromatografi radial, pemurnian dengan rekristalisasi. Karakterisasi senyawa dilakukan dengan penentuan jarak lebur, pemeriksaan dengan spektrofotometri ultraviolet, inframerah, NMR dan GC-MS. 54

58.67 mL per kg bb.72% dengan variasi dosis: 0. mengandung alkaloida vobtusina lakton (I).58. Uji efek hipotensif ekstrak akar Voacangafoetida (Bl. GC-MS dan reaksi kimia dengan pereaksi besi(III) amonium sulfat. berdasarkan data Spektroskopi diidentifikasi sebagai alkaloida voakangtna. dan 2. JF FMIPA UNAND T ELAH diketahui bahwa daun Voacanga foetida (Bl. (No. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan alkaloida dari bagian akar. Dari akar Voacangafoetida (Bl. Dari sari metanol terisolasi satu komponen dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif pada lempeng silika gel G. Schum. 0. Alkaloida utama BJ. adaPENELITIAN yang telah analgesia. Schum.) K. Sari eter minyak tanah. pemeriksaan dengan alat spektrofotometer ultraviolet. Percobaan dilakukan dengan penyarian berturut-turut mempergunakan pelarut eter minyak tanah. pada tikus putih jantan RAHMANUDIN. Dragendorff dan Liebermann-Burchard pada kromatografi lapis tipis. JF FMIPA UNPAD T ELAH dilakukan studi fitokimia dari simplisia sidawayah. Schum. suku Lythraceae. dan 2.) K. Dengan asumsi adanya hubungan antara efek Schum. inframerah. dan pemeriksaan daya antibakteri sari metanol VERONICA BAJANG. sedang dari Metode yang digunakan ialah soksletasi dengan pelarut metanol. SCHUM. kloroform dan metanol. Kandungan kimia maupun aktivitas biologik belum banyak terungkap .) K. 176*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K. (No. Isolasi alkaloida dari akar Voacangafoetida (Bl. dari buah ditemukan 2 alkaloida. Digunakan ekstrak 4. diinhibisi oleh pemberian ekstrak akar Voacangafoetida dosis: 0. adalah efek nya efek penenang dan penenang dan hipotensif. 177*) WOODFORDIA FLORIBUNDA SALISB. dengan sistem pelarut kloroform: etanol 55 . 1. dapat diisolasi 3jenis alkaloida. kolom. maka struktur belum dapat ditentukan. Simplisia tersebut sering digunakan dalam ramuan obat tradisional. Schum. Ekstrak menurunkan tekanan darah normal tikus secara nyata dan meningkat dengan naiknya dosis pemberian.) K. Sari kloroform dan metanol memberikan reaksi positif terhadap pereaksi Liebermann-Burchard. maka dilakukan uji efek hipotensif ekstrak akar Voacanga foetida (Bl. (No. Alkaloida 62 dan 63. pemurnian secara rekristalisasi.) K.94. karena data Spektroskopi belum lengkap. Spektroskopi inframerah alkaloida AI menunjukkan adanya gugus fungsi lakton dan boleh jadi ester. .Schum.67 mL per kg bb. karakterisasi senyawa terpisah dilakukan dengan penentuan jarak lebur. sari kloroform dan sari metanol memberikan reaksi negatif terhadap pere- aksi VaniIin-H2SO4 dan pereaksi Dragendorff. NMR. Analisis fitokimia simplisia sidawayah Woodfordia floribunda Salisb. 175*) VOACANGA FOETIDA (BL. 1989. SCHUM.Spektroskopi ultraviolet dan reaksi warna dengan besi(III) amonium sulfat menunjukkan bahwa alkaloida ini mempunyai kerangka struktur indol. Percobaan dilakukan pada tikus putih jantan secara in situ dengan menggunakan alat Manometer Condon dan Kimograf yang dimodifikasi.) K.. 1988. Pada tiap-tiap sari dilakukan uji terhadap pereaksi VaniIin-H2SO4. dan pembanding isoprenalin 2 mg/kg bb. sedangkan alkaloida A2 dan AS dalam molekulnya menunjukkan adanya gugus fungsi ester. BASTIAM. Basil spektrum ultraviolet dan reaksi warna dengan besi(III) amonium sulfat menunjukkan bahwa senyawa tersebut mempunyai kerangka struktur indol.56. JF FMIPA UNAND dilakukan terhadap tumbuhan Voacangafoetida (Bl. Woodfordia floribunda Salisb. pemisahan dengan kromatografi kulit batang ditemukan senyawa dengan struktur menyerupai vobtusina.) K. yaitu vobtusina (II) dan vobtusina lakton.94.33. Kenaikan tekanan darah yang disebabkan pemberian adrenalin. 0. 1.

IDA HARIATI. pada pemisahan secara kfomatografi memberikan beberapa fraksi Salah satu di antaranya adalah senyawa seskuiterpen yang disarankan sebagai zingiberen. JK FMIPAITB Dtermasuk suku Zingiberaceae. HENNY SETIATIN. pinosimbrin. yaitu flavokawin B. 1987. 180*) ZINGIBER AROMATICUM VAL. Beberapa jenis yang lain. Komponen tersebut bereaksi positif dengan pereaksi Liebermann-Burchard dan Carr-Price. Tanaman yang termasuk suku Zingiberaceae. Penelitian dicoba dengan 5 macam dosis.3 mg. (No. Makin besar dosis yang diberikan. minyak atsiri dan oleoresin. Metode penefitian yang digunakan adalah metode eksperimental laboratoria menurut Jerome M Glassman. (lempuyang wangi). mempunyai daya analgesik yang setara dengan daya analgesik asam asetilsalisilat 10 mg/kg bb.0185 X.(9:1). di dalam buah Alpinia oxyphylla ditemukan adanya senyawa-senyawa monoterpen dan turunan diarilheptanoida. Salah satu jenis suku Zingiberaceae yang sampai saat ini belum diteliti adalah tanaman Zingiber aromaticum Val. Perasan rimpang jahe memberikan efek yang nyata terhadap perpanjangan waktu reaksi. misalnya: Alpinia katsumadai Hayata. Ekstrak n-heksan dari umbi Zingiber aromaticum Val. seperti Alpinia speciosa mengandung senyawa flavonoida dengan kerangka calkon.) dibandingkan dengan standar asam asetilsahsilat pada mencit. Misalnya. (No. Uji efek analgesik perasan rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb. 181. JK FMIPA ITB ottensii suku Zingiberaceae yang sering digunakan Z ingibermembuatVal. Alpinia 56 . yaitu: 145. mengandung golongan senyawa sterol atau terpen. Penentuan struktur dari senyawa tersebut telah dilakukan berdasarkan data spektroskopi ultraviolet dan GC-MS. JF FMIPA UNPAD pemakaian obat analgetik non-narkotik dikalangan masyarakat. 183*) ZINGIBER OTTENSII VAL. cardamonin dan 2'. dan adanya senyawa yang menunjukkan sifat sitotoksik di antaranya adalah diferuloid-metan. khususnya tanaman yang tanaman ini. Konstituen kimia minyak atsiri dari Zingiber ottensii Val. kurang nafsu makan.5 mg. umbi tanaman Curcuma zedoaria mengandung senyawa karbonaromatik yang mempunyai aktivitas -antijamur. Pemberian perasan rimpang jahe merah antara 199.7 mg. Pengkajian kimiawi ekstrak n-heksan dari Zingiber aromaticum Val.) pada mencit LATIFAH. alpinetin. dimana rangsangan sakit yang diberikan adalah panas. 163. yaitu metode Rat tail flick yang dimodifikasi.8 mg dan 218. 6'dihidroksi-4'-metoksicalkon. yaitu etil-p-metoksi-sinamat. 199.0 mg/kg bb. Juga telah ditemukan senyawa calkon yang disebut Boesenbergen A dari umbi tanaman Boesenbergia panduratum dan senyawa pinostrobin. telah dilaporkan kandungan kimia beberapa jenis dari suku ALAM usaha meneliti senyawa kimia yang dikandung oleh tumbuhan.0 mg/kg bb. Tanaman ini banyak digunakan sebagai obat masuk angin.35+0. MENGINGAT luasnyatradisional yang mempunyai khasiat analgetik. semakin besar efek perpanjangan waktu reaksi (efek pengurangan sensitifitas rasa sakit). Untuk itu telahmaka perlu dikembangkan obat dilakukan penelitian efek analgetik rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb. (No. cacingan dan influenza. Telah pula dilakukan pengukuran spektrum peresapan ultraviolet dan inframerah dari komponen yang terisolasi serta aktifitas mikrobiologi dari sari metanol dan kadar tanin dari simplisia. 1987. yang cenderung mengikuti persamaan garis regresi Y = 0. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa perasan rimpang jahe merah. Umbi akar tubuh dan meredakan demam serta menyembuhkan penyakit kejang gagau pada anak-anak di bawah umur. merupakan salah satu tanaman tanaman ini digunakan sebagai pengharum dalam ramuan obat tradisional.8 mg/kg dan 218. 182*) ZINGIBER OFFICINALE ROXB. 1986.

T. seperti Boesenbergia panduratum mengandung senyawa flavonoida. sebab di antara jamu-jamu tersebut bahkan ada yang menunjukkan efek menaikkan kadar gula darah. Zingiber ottensii Val. menggunakan kelinci sebagai hewan percobaan. (3) Jamu Sakit Kencing Manis Cap Dua Burung Perkutut". Hasil pemeriksaan darah terhadap jumlah leukosit. 46 Cap Potret Nyonya Meneer. 187*) Survai penggunaan jamu sebagai kontrasepsi (Tahap I) T SUHARTIK. sisanya 30 % tidak ber-KB. SUHERMAN dkk. dan terkumpul 1. (2) Jamu Sakit Kencing Manis No. klinik KB jauh. Contoh yang diteliti adalah serbuk tanaman paliduri yang diperoleh dari P. Mengingat hal tersebut. Ternyata 70% dari seluruh responden ber-Keluarga Berencana (ber-KB). mengandung turunan flavonoida dengan nama 2'. 185*) Khasiat paliduri terhadap spermatogenesis pada tikus putih T AZALIA SlNTO dkk.9% menopause.225 kuesioner. dan (10) Clinacanthus nutans (dandang gendis di Jawa Tengah). 1978. Di samping jamu juga akan diteliti tanaman obat Indonesia yang di kalangan rakyat lazim digunakan untuk pengobatan penyakit gula. Contoh yang diteliti adalah: (l)Jamu Suiker Ziekten Cap Dua Keris. 1978..7% ingin anak lagi. serta flavonol. dan 37% dari daerah II (sosio-ekonomi rendah). (8) Jamu Kencing Manis Sido Waras.30 dan 45 hari. bahwa paliduri tidak menghambat perkembangan proses spermatogenesis melalui penghambatan sekresi gonadotropin oleh hipofisa. sedangkan Zingiber cassumunar mengandung senyawa karbonaromatik.225 responden. 63% berasal dari daerah I (sosio-ekonomi baik). 1978. hematokrit. (No. hanya dua yang menunjukkan efek hipoglikemik. masih dalam batas harga normal. 186*) Penelitian mengenai ada tidaknya sifat hipoglikemia pada jamu yang dikenal sebagai jamu antidiabetes Tsebagai obat antidiabetes. isoflavon dan flavanon dari fraksi etil-aseta/. tidak bersuami lagi. Skrining ini dimaksudkan untuk dapat menjawab apakah jamu antidiabetes yang diperdagangkan itu memang mempunyai khasiat menurunkan kadar gula darah. dan yang digunakan sebagai obat di kampung adalah kulit batangnya. hitung jenis dan total protein pada tikus-tikus yang mendapat paliduri selama: 15. dan Zingiber officinale. yang jumlah SOEKENISOEDIGDO. FK UI UJUAN penelitian adalah untuk mempelajari efek atau pengaruh tanaman paliduri terhadap proses perkembangan spermatogenesis pada testis tikus putih. Jamu Air Mancur dan tikus galur Lembaga Makanan Rakyat (LMR) dari Lembaga Gizi-SEAMEO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paliduri dengan dosis 2 g dan 1 g tidak mempengaruhi proses spermatogenesis pada pemberian selama 15. Alasan "mengapa tidak ber-KB adalah: 56.(9) Alstonia spatulata (basung di Sumatra Barat) berupa pohon yang mencapai 20 m tingginya.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 8 merek jamu yang dikenal sebagai antidiabetes. JK FMIPA ITB UJUAN penelitian adalah untuk melakukan skrining jamu yang diperdagangkan di Indonesia ragamnya kian hari kian bertambah. (No. FKUI UJUAN penelitian adalah untuk mengetahui berapa banyak para ibu yang menggunakan jamu sebagai kontrasepsi di daerah yang berbeda sosio-ekonominya. (4) Jamu Suirine Pil Kencing Manis. Survai berlangsung 10 bulan.officinantm Ham. (5) Jamu Kencing Manis "Ibu" Cap Dua Nyonya.30. Contoh yang diteliti adalah ibu-ibu rumah tangga di Jakarta yang sosio-ekonomi berbeda.3% sedang hamil. Umur responden antara 20-35 tahun (usia 57 . (No. 13. dan 45 hari. (7) Jamu Kemanis A Nyonya Gouw. Untuk sementara dapat dikatakan. 8. Jakarta.. mengandung senyawa monoterpen dan seskuiterpen sebagai hasil penyulingan uap. 4'-dimetoksi calkon dari ekstrak total n-heksan. sisanya karena menyusui. (6) Jamu Kemanis Nyonya Gouw. maka perlu adanya pengawasan dalam penggunaan jamu-jamu ini sebagai obat. Beberapa jenis yang lain. sedang sakit. Dari 1.

Beberapa penelitian terdahulu menyebutkan adanya 3 kelompok kandungan kimia yang berguna bagi bidang farmasi. JF FMIPA UNPAD T EMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui daya penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia sebagai data farmakokinetik kurkuminoid dalam rangka peningkatan manfaat temulawak. kemudian kunyit (Curcuma domestica Val. Setelah diinkubasi selama berturut-turut: 5. desa Karang bangkal. Cap Air Mancur.8% dari yang ber-KB menggunakan jamu sebagai kontrasepsi.). Alasan memilih jamu adalah karena relatif murah. (No.62%. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. telah dilakukan penelitian mengenai jenis-jenis tanaman obat yang ditanam oleh penduduk di daerah kecamatan Purwokerto Utara yang terdiri dari 7 desa.56%.21% dan 28. 15 dan 20 menit. 1984.subur baik). 197*) Penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia TRISAPTINI. 30. adalah: 18. atau hanya dengan 1-2 anak saja. Cap Jago. SMP dan beberapa tidak pernah duduk di bangku sekolah. Pantang berkala adalah cara yang paling sedikit dianut. dengan menggunakan metode transpor eritrosit yang dikembangkan oleh Laboratorium Biokimia FK UNPAD dan penentuan kadar kurkuminoid yang ditetapkan dengan cara spektrofotometri pada panjang gelombang 520 nm. darah manusia diperoleh dari Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Bandung dengan antikoagulan Na2EDTA 1 mg/mL darah. makanan minuman dan kosmetik.46%. waktu sebelum atau sesudah tiba masa haid atau senggama. jamu gendong dan ramuan sendiri. desa Purwanegara.) sebagai tanaman obat mempunyai prospek untuk dikembangkan lebih lanjut. Sebagian responden yang tidak ber-KB belum mempunyai anak. 29. FB UNSOED EWASA ini penggunaan tanaman obat tradisional telah semakin Dkarena semakin meluasnya pemakaian obat-obatan atau jamu oleh meningkat. Responden yang ber-KB umumnya sudah mempunyai 1 sampai lebih dari 3 anak. Semuanya menyatakan berhasil (tidak hamil) selama penggunaan jamu (1-3 tahun). Persentase yang ber-KB dengan yang tidak ber-KB dari masing-masing suku tidak berbeda. Lebih dari 50% responden adalah suku Jawa. Hal ini disebabkan masyarakat. Kurkuminoid diisolasi dari rimpang temulawak. SMA atau perguruan tinggi. Cara atau alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan ialah pil oral. Salah satu cara terjadinya efek biologis pada jaringan hidup adalah dengan jalan menempel pada membran sel dan penetrasi untuk selanjutnya dapat mempengaruhi proses biokimia di dalam sel. kolagogum dan antihepatotoksik. Ternyata.) dan jenis yang paling sedikit adalah tempuyung (Sonchus arvensis L. menurunkan kadar kolesterol. 20% beragama bukan Islam. yaitu fraksi minyak atsiri. 58 . Dari ke 49 jenis tanaman obat tersebut. (No. mudah didapat. Dari hasil penelitian diperoleh 49 jenis tanaman obat dengan 29 suku. Kadar kurkuminoid yang diserap oleh eritrosit bertambah. 1987.). jenis yang paling dominan adalah pepaya (Catica papaya L. desa Sumampir. Fraksi kurkuminoid mempunyai aktivitas farmakologi antara lain sebagai antiinflamasi. Pendidikan responden dari daerah I umumnya SMP. Kira-kira 80% responden beragama Islam. desa Bobosan dan desa Pabuwaran. tergantung dari waktu inkubasi sampai 15 menit. maka diperoleh hasil kadar kurkuminoid yang diserap eritrosit berturut-turut. Penggunaannya secara oral. setelah itu penyerapan berkurang yang mungkin disebabkan oleh terjadinya hemolisis. fraksi kurkuminoid dan fraksi pati. dimana bahannya berasal dari tanaman obat-obatan atau simplisia nabati. Data diperoleh dengan cara pengamatan secara langsung dan dengan wawancara terhadap 10 responden di tiap-tiap desa. Jamu yang digunakan antara lain adalah Jamu Peluntur Cap Nyonya Meneer. desa Grendeng. sedangkan yang berasal dari daerah II: SD. 21% suku Sunda dan sisanya terdiri dari berbagai suku. tidak mengganggu kesehatan. Hanya 4. 10. 199*) Inventarisasi tanaman obat di kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas RlCHEHARIYATI. kedua adalah IUD. yaitu: desa Bancar kembar. antibakteri.

yang 59 . Peranan lain yang tidak dapat diabalkan adalah sumbangannya yang berharga dalam bidang kesehatan. baik tekanan sistol maupun tekanan diastol dengan sangat teliti. terutama jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai tanaman obat. E. Smith. Di antara 14 jenis yang berpotensi sebagai tanaman obat. Pfygonum chinense. pada ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut. rekreasi.. tergantung dari jenis tanaman itu sendiri. Alpinia malaccencis. 201*) Penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat di hutan lereng selatan Gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur H SULISTYANI dkk. yaitu pada tahun pertama dihasilkan daun dan pada tahun berikutnya dihasilkan bunga. F. Penggunaan manometer elektronik ini memungkinkan pengukuran. maka semakin banyak usaha-usaha untuk menggali kekayaan hutan sebagai sumber plasma nuftah. c) Globba marantina L. Contoh tumbuhan darimengetahui jenis Zingiberaceae yang terdapat di dalamdideterjenis Zingiberaceae di Kaliurang dibuat herbarium dan minasi dengan menggunakan buku Flora of Java dan Mountain Flora of Java. yaitu dengan menggunakan kateter polietilen yang disisipkan ke dalam arteria karotis dan menghubungkan kateter ini ke transduser tekanan dari manometer elektronik. Untuk itu telah dilakukan penelitian mengenai tumbuhan bawah yang berpotensi seebagai tanaman obat dan pola penyebarannya di hutan lereng selatan Gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur. Dari hasil penelitian didapatkan 106 jenis tumbuhan bawah. maka secara keseluruhan tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat pada lokasi penelitian (ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut) sangat rendah. tetapi tempat rekreasi sehingga jenis Zingiberaceae lain tidak dapat berkembang dengan wajar. Hal ini dapat diketahui dari fungsi hutan. kelinci dibius dengan larutan urethan 26% sebanyak 5 mL/kg bb. "Apabila dikaitkan dengan jumlah individu yang sedikit untuk masing-masing jenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hutan Kaliurang hanya didapatkan 3 jenis tumbuhan yang termasuk Zingiberaceae. SUTANTIBRN. (No. merupakan jenis-jenis yang sering dijumpai. Semua kelinci yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelinci jantan berwarna putih yang dibeli dari peternakan kelinci di daerah Utara. FPIPB D ALAM penelitian ini telah dilakukan percobaan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah belimbing buluh (Averrhoa bilimbi} dan buah mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap tekanan darah kelinci jantan berwarna putih. b) Costus spedosus (Koen) J. pengaturan tata air. 1979. pendidikan. 210*) Efek hipotensif beberapa tanaman di Indonesia KARTOLO S. sumber plasma nuftah. 1980. Pola penyebaran ini sangat berkaitan dengan adanya kompetisi interspesifik.) Holt. karena daerah tersebut mungkin bukan merupakan area distribusinya. yaitu: a) Catimbiutn malaccensis (Burm.penggunaan atau pemakaian anlara jenis yang satu dengan yang lain berbeda atau berlainan. Pola penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat bersifat mengelompok. (No. olah raga dan lain-lain. FB UGM UJUAN penelitian adalah untuk hutan TKaliurang. baik secara langsung manpun tidak langsung. Dichroa febrifuga serta Symplocos fasciculata. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan tanaman obat. Oplismemts burmani. sedang yang berpotensi sebagai tanaman obat hanya 14 jenis (13.21%). Adanya tumbuhan yang belum atau tidak berbunga. yaitu antara lain sebagai perlindungan tanah dari bahaya erosi. mungkin karena jenis tersebut bersifat biennial. Jenis Zingiberaceae lain tidak terdapat di tempat tersebut. FB UNSOED UTAN sebagai salah satu bagian dari ekosistem burnt sangat penting peranannya bagi kesejahteraan dan kemakmuran manusia. Selama percobaan. Tekanan darah kelinci diukur dengan cara langsung. (No. 1988. 202*) Jenis-jenis Zingiberaceae di hutan Kaliurang S. dkk . WULANGI dkk..

meneliti. Bahan dikumpulkan dari masyarakat dan diolah secara tradisional. yang lebih dipentingkan adalah lengkapnya jenis tumbuhan. 211*) Jenis-jenis benalu yang tumbuh pada pohon teh S. baik secara mekanis maupun kimiawi. Takaran yang digunakan masih bersifat tradisional (kurang tepat). Dari penelitian ini didapat empat jenis benalu. 60 . 2. FB UGM J ENI'S benalu yang tumbuh pada pohon teh diteliti dalam rangka memperoleh kepastian jenis-jenis Kegiatan lapangan dilakukan tiga kali. Tumbuhan sebagai obat. dan tekanan diastol rata-rata: 23. 4. secara-tradisional masih banyak digunakan oleh masyarakat. Dendrophthoe pentandra (L. Dari koleksi yang diperoleh.. yaitu rebusan atau seduhan. sudah tentu akan diberantas. Obat yang merupakan ramuan.disuntikkan ke dalam tubuh kelinci secara intraperitoneal. Macrosolen cochinchinensis (Lour.tumbuhan yang banyak digunakan oleh obat di Sumatera Barat. Don. Lepeostegeres gemmiflorus Bl. Tumbuhan yang sama pada beberapa daerah lain. Pada umumnya cara pengolahan adalah dengan cara sederhana. Tumbuhan yang sama mempunyai nama daerah yang berbeda-beda. jumlah tangkai serta ukuran lainnya.. Adanya beberapa cara yang menggambarkan penyediaan obat yang tidak ilmiah atau bersifat magik atau tenaga gaib. yaitu: 1. (No. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa baik buah belimbing buluh maupun buah mengkudu dapat menurunkan tekanan sistol maupun diastol. Gunung Mas dan apa yang menurut informasi dari masyarakat dapat dipakai sebagai obat. terutama obat penyakit tumor dan kanker dan lever (hati). Belimbing buluh dapat menurunkan tekanan sistol rata-rata 14.) Tiegh. genggam. FMIPA UNAND menilai penggunaan bahan dari tumbuhan PENELITIAN ini bertujuan untuk menemukan. yaitu berupa jumlah daun. Jenis benalu yang tumbuh pada pohon teh dikumpulkan.25 mmHg dan tekanan diastol rata-rata 16.) G.40 mmHg. T. satu kali ke perkebunan teh P. sedangkan buah mengkudu dapat menurunkan tekanan sistol rata-rata: 19. digunakan untuk penyembuhan penyakit yang berbeda. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut. 1981. SUTANTI BRN dkk. Baik ekstrak buah belimbing buluh maupun buah mengkudu disuntikkan ke dalam vena aurikularis. Daun merupakan bahagian yang terbanyak dari tumbuhan yang digunakan sebagai obat.20 mmHg.) Miq. mungktn disebabkan karena lokasi di dalam perkebunan tersebut bukan merupakan area distribusinya dan kalau terdapat benalu tersebut pada daerah yang diusahakan. (No. 3. Pemakaian atau penyediaan obat selalu disertai mantera atau doa untuk mcnyempurnakan pengobatan.38 mmHg. 1981. Scurrula phitippensis (Cham. & Schlecht. Tidak didapatkannya jenis benalu yang lain. Pagilarang. 216*) Inventarisasi tumbuh-tumbuhan obat di Sumatera Barat RUSJDI DJAMAL. T. terutama di pedesaan. dibuat gambar atau foto dan herbarium kering untuk disimpan sebagai koleksi spesimen. yaitu: dua kali ke perkebunan teh P.

.28 Efi Darliana X. 9. 2.54 Bahruddin.43 Hermansyah Amir.27 Amrizal M.. 1 Eti KurniatJ. 3 Gustini Sy. 13.22 Andy Soelistyanto. 14.44 Gratiana Ekaningsih dkk. 12. 16 Amir Hamzah Mauzy.3 A. 4. 3 AbdulNaser. 12. 5.8 Budi Herawan.42 Aris Gumilar.42 Diah Sugiartini.19 Harmaini M J D. Rahayu Nurohman. 14 Adel Zamri.. 13 Andy Zul Izwar. 2. 10 Bogo Suntoro Murti. 16 Gunawan Yohanda. 9. Wananda.49 Askadi.49 Helmi.37 Adriansyah Azhari. 11. 24 Husein Hemandi Bakti. 3. 1 Dian Nuryani. 8 Gede Swasta. 6. 11. 5 Achmad Mustafa Fatah dkk. Nandini. 15. 13.6 Agus Iman N. 7. 9 Ida Hariati.43 Feri Herlina Anwar. 8 I. 10.INDEKS NAMA PENULIS A. 9. 57 Aziz Genisa. 11. 17 Chairil Anwar. Budi Utama.47 Eva Sarifah Hayati.. 13.38 Ganthina Sugihartin. 1.45 Akmal.55 Binsar Johanes. 4.33 Hesti Budiati. 9 Ika Iskandar. G. 16 Agus Djamhurl. 13. 7.. 9 Aryetti.34 Haojahan Tfcnggul Manullang. 2 Azinar.38 Fitri Yunita. 5 Enny Ratnaningsih.31 Achyar Koesnadi.52 Hisran H. J. 50 61 . 9 Bastiam. 15 Henny Setiatin. 4. 12.37 Hendra Yuliansyah. 14 Eming Sudiana. A. 18 Ambar Supeni. 14.56 lie THsada S. 9. 9..40 Asep Adi Suprihatna. 12. 13. 15..26 Ariyono Wahyu Ardi. 7.54 Alimin Harahap. 7 Eli Halimah..16. P. 15 Ella Noorlaela. 10. 6 Athena Anwar.. 15.51 Dadang Adam Alamsyah. 16 Elly Panglepuringtiyas.41 Aty Widya Warayanti.45 Dedi Sofyan. 3 Eka Susanti H.51 Euis Holisotan Hakim.36 Euis Nining. 7 Evi Noviarsyah Latif.31 Agus Djamhuri dkk.56 Herman Puspita. 28 Burhanuddin Gumay.32 Azalia Sinto dkk. 10.42 Erwin Afandi.51 Endah Primawati. 6 Halim Zaini. 14. 7 Arsyadi. 11 Harlia Djuhardi. 9. 15. 1. 14. 5.. 6.36 Hilwan Yuda Teruna. 10 Gloria S. 11.

20 Malidin Maibaho. 18. 8.. 10. 15. C.53 Saifulah. 12 Linda R.44 Sidik dkk. 8 Soewedo Hadiwiyato dkk. 3 Miza Nemara. 17 Sri Ulina Purba.31 Sri Anggrahini & Suhardi.. Suherman dkk. 14. 13. 8. 2 . 5.60 Sudarsini.20 Metti Siti Hastuti..32 Riche Hariyati. 27 Prita Kresna.17 Semangat Kataren. 1 S. 17. 2. 20 Murti Raehani.38 Sri Woelaningsih. 10.48 Latifah... 15 Mulyono.35 Machmoed Azhar dkk..34 Suwarji Heryana.48 Pramadhia Budhidjaya. 11 Mulyoto.57 Sulisti. 15. 14. T.35 Sri Herjati Setiodihardjo.33 Nining Yuaningsih.25 Sri VWdarti. 11.21 N. 10 Mohamad Istari.41 Sudjiman Djojosengodjo dkk.7 Johansyah. 3. 7.22 Karta.46 Robert Edward Aritonang. 13. Badjongga HTS. 14. 2.. 14.. 12. 6. Yudono.29 Sumiyati Sunaryo dkk. 25 Takbir Siregar. 7... 5 Rukmiati K. 11 Soekeni Soedigdo.40 Sudarsono. 5 Kartolo S.19 Suroso dkk..15. 3. 13 Suharti K. 16. 11 Marliyani. Wulangidkk. Nur Asiah.49 Sangat Roemantyo H.29 Rochyadi.. 4. 7.30 Mindarwati. 8 Muchtadi. 59 Sumarno.Tambunan.. 7. Sugiarso dkk. 1. 17 Moriana Hutabarat. 16 62 Sumiati Yuningsih.. 2.( 6. 6 Retno Damayanti.54 Riswan S. Sutanti BRN dkk. 2 Nurlaili Isnaini. 53 Indrawati.. Imono Argo Donatus.. 16. 4. 8.25 Suhandra.57 Soetijoso Soemitro. 4.40 Samekto Wibowo dkk. 3. 5. 1 Nurhidayat.58 Rida Ernola. 11 Reeky Charles P. 2... 4. 16 Sri Hertati.Imtihanah. 12. 15. 12. 1. 9. 1. 16.60 Rusjdi Djamal dkk.10 Neneng Mupidah.17. 8.. 15 Martoni.32 Rusjdt Djamal. 2. 2 J.44 Ngatijan & R. 9 Mohamad Eksan Sjafiudin.. 6 Snelly Faurhesia.56 Lianuta Christ Natanel. 1 Oentoeng Soeradi dkk.26 Setiawati Yusuf. dkk. 23 Rahmanudin. 12.45 Sri Ardani Soelarto dkk.35 Sutjipto Halim. I Ine Srikandi. 13 Irfandi.55 Sulistyani dkk..16. 4.23 Sondang Komariah S. 13. W..59 Lala Nurlaela.13.10. 10. 1.46 Sunoto.24 Sri Herliani. 8 .51 Susi Lahtiani. H. 16 Siti Kardinah P.

2. 10. Evelyn.26 Titi Wiraharja N.30 Wahyono.12. 59 Trisnasari..39 Yuniarti Siregar.39 Titin Suprihatin.47 63 . 7. 9 Yusi Fudiesta.16. 11 Tri Saptini. 7 Yam Sutiyani..41 Tjioe Thio Bwee. Tati Hurustiati. 10. 11.Tavip Budiawan. 9. 3 Yulianti. 14. 3 Tutuk Budiati. 14.43 Vita Sophiata.30 Yarnelly Gani dkk. 5. Sidik.37 ZulfadIyN.34 Teti Suryeti. 4. 1.. 12 Zuharina.. 6..21 Yolanda P.55 Yutiardy Rivai. 50 Veronica Bajang. 8 Utari Dewi. 11 Tubagus Agus N.19 Udju Sugondho. 14. 7 Udju Sugondho dkk.52 ZuariahYusufdkk. 10. 13. 21 Wiwiek Herawati. 3.52 Z. 15.. 24 Yun Media Handayani.53 Yetty Supatmijati. 5. I. 2.28 Taufik Rahman.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful