P. 1
buku04

buku04

|Views: 463|Likes:
Dipublikasikan oleh Aditya Rayaldi Aray

More info:

Published by: Aditya Rayaldi Aray on Nov 14, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/27/2013

pdf

text

original

PENELITIAN TANAMAN OBAT DI BEBERAPA PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA

IV
PENYUNTING
Sri Sugati Sjamsuhidajat B. Dzulkarnain B.Watyoedi Nurendah P. Subanu Lucie Widowati Martuti Budiharto

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN FARMASI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN DEPARTEMEN KESEHATAN RI. JAKARTA 1992

LEMBAR DATA BIBLIOGRAFI TERBITAN

Judul: Penelitian Tana man Obat di Beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia IV

Klasifikasi: DDC : 615.32389 UDC : 633.88 NLM : QV766

Penyunting: Sri Sugati Sjamsuhidajat B. Dzulkarnain B. Wahjoedi Nurendah P. Subanu Lucie Widowati Martuti Budiharto'

Jenis Terbitan:

Nomor Terbitan: BPPK-F-91/Bibl.l2

Kama dan alamat badan yang memperbanyak dan menyebarluaskan terbitan: Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan RI. Jalan Percetakan Negara No. 29, Jakarta 10560; Kotak Pos 1226, Jakarta 10002; Telpon No. 413122,414146

Edisi/Cetakan: Pertama

Tanggal terbit: 10 Maret 1992

Jumlah halaman: 66

Jumlah terbitan: 1000

Sponsor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI.

Sari (abstrak)/Kata Kunci (Key Words) PLANTS, MEDICINAL - bibliography PLANTS, MEDICINAL - Indonesia

Kolom Catalan penerima terbitan:

Penyebaran terbitan: Bebas Izin mengutip: Bebas dengan menyebut sumber

DAFTARISI
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Hal.
DAFTARISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . i
KATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ii DAFTAR SINGKATAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . iii

DAFTAR TANAMAN DAN PENELITIAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
ABSTRAK PENELITIAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 19

INDEKS PENULIS

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 61

INDEKS TANAMAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 65

alamat dimana penelitian dilakukan dan yang terpenting adalah penelitian tanaman apa dan siapa yang melakukannya. para pembaca yang memerlukan informasi tentang hasil penelitian tanaman obat. seperti buku-buku sebelumnya. Dengan Buku ini. Naskah dari makalah lerigkap laporan penelitian dapat diminta langsung kepada institusi tempat penelitian tersebut dilakukan. dapat berkomunikasi langsung dengan para peneliti yang berada di berbagai institusi yang dicantumkan dalam Buku ini. Terimakasih diucapkan kepada semua Perguruan Tinggi dan Institusi penelitian. 14001175 . maupun oleh pengguna dan pengusaha tanaman obat. adalah untuk mengkomunikasikan hasil penelitian tumbuhan obat yang dilakukan di berbagai institusi di Indonesia. baik oleh para peneliti. para pembaca dapat memperoleh informasi tentang jenis penelitian. Semoga Buku ini dapat dimanfaatkan secara lebih luas. Buku Volume IV ini dilengkapi dengan ABSTRAK HASIL PENELITIAN beberapa tanaman yang terpilih. Diharapkan dengan diterbitkannya Buku ini. Maksud penerbitan ini. terutama di perguruan tinggi. Pusat Penelitian dap Pengembangan Farmasi Dra. Sri NIP. Volume II (1989) dan Volume III (1991). serta semua pihak yang telah membantu dalam pengumpulan informasi dan penyusunan buku ini.KATAPENGANTAR Buku Penelitian Tanaman Obat di Beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia Volume IV (1992) adalah lanjutan dari Buku Volume I (1988).

Jakarta 111 . Universitas Padjadjaran. Bogor 14. Yogyakarta Fakultas Biologi. Fakultas Matematika dan Hmu Pengetahuan Alam. JF FMIPA UNAND 15. Universitas Andalas. JF FMIPA ITB 3. Universitas Indonesia. Universitas Jenderal Soedirman. P3 Biol 16. Universitas Gadjah Mada. Medan Fakultas Farmasi.FKUNPAD 8. Malang Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas Gadjah Mada. FP UNBRA 18. Yogyakarta Jurusan Farmasi. Yogyakarta Fakultas Kedokteran Hewan.JKFMIPAUNPAD 6. Bandung Program Pendidikan Pasca Sarjana Institut Teknologi Bandung. FF UGM 10. FB UGM Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. 2. Bandung 4. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Padang Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi.FKUNBRA Fakultas Kedokteran. FP UNHAS 20. Universitas Brawijaya. Universitas Padjadjaran. FKH IPB 19. FB UNSOED 5. LIPI. FTP UGM Jurusan Farmasi. Fakultas Matematikadan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Hasanuddin. Institut Pertanian Bogor. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Institut Teknologi. JK FMIPA ITB Jurusan Kimia. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Yogyakarta 11. Universitas Gadjah Mada. FKH UGM 12. Purwokerto Jurusan Kimia. Bandung Fakultas Kedokteran. Universitas Padjadjaran. Institut Teknologi Bandung. Bandung. Universitas Brawijaya.FKUI Fakultas Pertanian. Bandung Jurusan Biologi. PPPS ITB Jurusan Farmasi. JF FMIPA USU 9. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.DAFTAR SINGKATAN 1. Bandung Fakultas Biologi.FK UGM 13. Bogor 17. Universitas Sumatera Utara. JB FMIPA UNPAD 7. Malang Fakultas Pertanian. Ujung Pandang Fakultas Kedokteran. Yogyakarta Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada.

* ocddentale L. Allium sativum L. di laboratorium 88 5. FMIPA ITB Sunoto FB UNSOED JF FMIPA ITB 81 4. Srikaya.) dan rimpang temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb. 86 (Ageratum conyzoides L. Jeruk maja. 3. ylegfe Pemeriksaan kandungan senyawa kimia buah sawo masak (Achras zapota L.* 2. 88 79 13. 2. 8.) Achras zapota L. Artemisia annua L. Kemlegi.) Pengaruh ekstrak: 1. Pengaruh pinang (Areca catechu L. ^4/mo/wz squatnosa L.) Tutuk Budiati Diah Sugiartini 90 Telaah kandungan kimia kulit buah jambu mete (Anacardium ocddentale L. JF FMIPA ITB 90 86 Kehamilan mencit (Mus musculus) yang diberi ekstrak nanas (Ananas comosus) muda Mulyoto FB UNSOED JF FMIPA 10. o* Isolasi. suum in vitro Pemeriksaan kandungan artemisin Erwin Afandi NurlaJli 14. Pengaruh penggunaan infusa Aneilema Nur Asiah vaginatum R. terhadap kadar gula darah kelinci dan perbandingannya dengan tolbutamid Pengaruh ekstrak: 1. ^4&/«j PENULIS Harlia Djubardi Sulisti INSTANSI JK FMIPA ITB JF FMIPA ITB TH 87 87 precatorius L. identifikasi dan konservasi asam anakardiat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium ocddentale L. yang tumbuh di Sukabumi. ^rtfl/ww cotnosus L. Kemlegi. Antidesma tetrandrum Bl. Aneilema vaginatum R.) terhadap mencit Indrawati JK FMIPA UNPAD JK FMIPA ITB 86 7.) Corr. Martoni JB FMIPA ITB JF FMIPA UNAND JB FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB 81 12. Studi isolasi senyawa glikosida dari daun saga (Abrus precatorius L.NO. . terhadap kesuburan pada mencit usu 85 11. Jeruk maja.(4recfl cafcc/w L.* Isolasi alkaloida peptida dari kulit batang tetrandrum Bl. Suroso dkk. martnelos (L.) terhadap Ascaris lumbricoides var. Br. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 1. Antidesma Suroso dkk. Anacardium Uji efek analgetik dari perasan umbi bawang putih (Allium sativum L. terhadap kesuburan pada mencit 3.) pada tikus putlh galur Wistar 6. terhadap ekstrak Ageratum conyzoides L. Cianjur dan Garut Isnaini . 90 herba Artemisia annua L. Uji efek antiradang daun bandotan Hisran H. 2. Ageratum conyzoides L. Uji kepekaan larvaAedes aegypti L.Br. Srikaya. 3.

20.) dengan cara kromatografi lapis tipis Irfandi JF FMIPA 90 ITB 19. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 15.NO.' Isolasi dan analisis minyak biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L./4/temM/fl vulgaris L. Andy Zul UI JK FMIPA 86 Izwar ITB 18. Nurhidayat JF FMIPA ITB 88 danylrtemts/a annua L. Calophyllum inophyllum L. Studi fitokimia ekstrak etanol dan metanol daun. Pemanfaatan biji pepaya (Caricapapaya L. kristalisasi serta Yetty JF FMIPA Supatmijati. Bmgtnansia suaveolens B.) Analisis kandungan kofeina dari empat Johansyah Eva Sarifah H. UNPAD Sidik Wahyono FF UGM 81 81 vulgaris Schrad. zat yang terkandung dalamAverrhoa bilimbi L.Br. JK FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD 88 sinensis L.* Baeckea frutescens L.) Studi perbandingan kapsaisin dari buah cabe merah dan cabe gendot Capsicum annum L.' klon teh (Camellia sinensis L.) untuk bahan makanan Efek infus akar papaya terhadap kerutan kalsium dan magnesium batu saluran kemih secara in vitro Soewedo Hadiwiyato FTP UGM 80 dkk. kulit batang dan buah tumbuhan mimba (Azadirachta indica A. Efek ekstrak etanol daunAverrhoa bilimbi dan herba Catharanthus roseus terhadap kadar glukosa darah mencit diabet permanen Azhar dkk. 27. Baeckea frutescens L. Juss. Interaksi antara vitamin E dan infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. terhadap nekrosis sel-sel hepar tikus putih jantan Mulyono .* Usaha pemeriksaan golongan kimia zat- Machmoed FMIPA 79 bilimbi L. Bambusa Pemeriksaan kandungan kimia dan usaha isolasi triterpenoida dari daun jungrahab.* Isolasi.' 26. Azadirachta indica A. klasifikasi. 17. Pemeriksaan dan percobaan isolasi artemisin dari.* karakterisasi kandungan utama akar aris Schrad. Prita Kresna JK FMIPA ITB 87 Carica papaya L. 25. Camellia Isolasi dan analisis alkaloida pada daun Bntgmansia suaveolens Ujung Pandang 75 23. Juss. Takbir Siregar FFUGM 86 . yang tumbuh di Indonesia 16. Berg. Artemisia vulgaris L. 21. Imono Argo FFUGM 81 Donatus AzizGenisa JK FMIPA UNPAD 22.' 24.

) Osbeck. JF FMIPA ITB 90 40. Cassia siamea Lamk.* Coleus atropurpureus Benth.* Sri Harjati 86 Setiodihardjo UNPAD 30. Isolasi alkaloida dari daun johar (Cassia siamea Lamk. dari Tangerang dan Bandung 33.) 86 Purba A. Don. PENULIS Mindarwati INSTANSI TH Cassia alata L. 86 bilimbi dan herba Catharanthus roseus terhadap kadar glukosa darah mencit diabet permanen Studi perbandingan kadar vinblastin dan vinkristin daun Catharanthus roseus (L.) Osbeck (jeruk besar) dan dari kulit Citrus nobilis Lour. Catharanthus roseus (L. Uji daya antimikroba sediaan krim yang mengandung sari daun ketepeng (Cassia alata L. Pemeriksaan flavonoida dan triterpenoida antanan Centella asiatica (L. Penetapan kadar sennosida B daun dan buah Cassia angustifolia Vahl.J.NO. jeruk keprok Studi pemanfaatan sari bungkil kelapa pada fermentasi produksi penisilin menggunakan jamur Penicillium chrysogeum ATCC 28089 Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia daun iler (Coleus atropurpureus Benth. Budi Utama 39. Cassia angustifolia Vahl.* Isolasi alkaloida dari tumbuhan 87 87 Cephaelis stipulacea Bl. varietas Tinnevelley Yolanda P.) — Uji daya antimikroba sediaan salep yang mengandung sari ketepeng (Cassia alata JF FMIPA UNPAD JF FMIPA 86 29.) Osbeck Isolasi dan karakterisasi pektin dari kulit buah (jeruk besar) Citrus grandis (L) Osbeck Dian Muryani Sri Ulina Purba Sri Ulina 37.* Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis (L.) G.. Yulianti JF FMIPA ITB 86 34.) Urban JF FMIPA ITB JF FMIPA UNAND JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB 87 35. I.) Efek ekstrak etanol daunAverrhoa Efi Darliana T. (jeruk keprok) 86 38. Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis (L.* 36.) G.) Urban Cephaelis stipulacea Bl. Andy Zul Izwar 90 32. Gunawan Yohanda Tubagus Agus N. Don. Centella asiatica (L. Suwarji Heryana JF FMIPA UNPAD 87 . Citrus grandis (L. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 28. Evelyn JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB 90 31. jeruk besar dan dari kulit Citrus nobilis Lour. Citrus nobilis Lour. Cocos nucifera L.

) Roscoe dan rimpang Adriansyah Azhari JF FMIPA ITB 87 Curcuma heyneana Val.* Curcuma mangga Val." Amir Hamzah JF FMIPA UNPAD 87 pang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb." pang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. dengan GC-MS Perbandingan beberapa cara ekstraksi untuk mengisolasi kurkuminoid dari rim- JK FMIPA ITB 86 44. H." Penentuan komponen utama minyak atsiri Curcuma domestica Val.) dan rimpang kunyit (Curcuma domestica Val. Curcuma heyneana Val. Efek ekstrak etanol rimpang jCucurma.NO.* Roxb. pertumbuhan kambing Sudjiman FKH UGM ' Djojosengodjo dkk. dan HDL- Pramadhia B. 42. P3 Biol 89 46. & Zyp.) Sangat Roemantyo. J. Curcuma domestica Val. trigliserida. JF FMIPA UNPAD 88 kolesterol darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia . pada tikus putih jantan galur Wistar JFFMIPA ITB 86 43.) terhadap kolesterol total. & Zyp. Beberapa aspek farmakognosi temu • mangga (Curcuma mangga Val. zedoaria (Berg. Badjongga HTS.* Curcuma Pengaruh perasan temu ireng terhadap deruginosa Roxb. *. Etnobotani kunyit (Curcuma domestica Val.) Perbandingan beberapa cara ekstraksi Amir untuk mengisolasi kurkuminoid dari rim. Pengaruh kurkuminoid dari temulawak (Curcumaxanthorrhiza Roxb.) M. yang bebas minyak atsiri terhadap toksisitas karbon tetraklorida pada mencit putih Swiss Webster jantan 47. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 41. domestica Val.) Penentuan komponen utama minyak atsiri temulawak (Curcuma xanthorrhiza Teti Suryeti Semangat Kataren JF FMIPA UNPAD JK FMIPA ITB 48.) 45. Fitri Yunita 81 Uji efek koleretik ekstrak seluruh tanaman Elephantopus scaber (L.) dan rimpang kunyit (Curcuma M. 50.Hamzah JF FMIPA UNPAD 87 49.) dan minyak rimpang Curcuma domestica Val.W. Curcuma xanthorrhiza Roxb.

SOFT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik 52.) terhadap fungsi empedu darah kelinci Budi Herawan JF FMIPA UNPAD 87 Robert Edward JF FMIPA UNPAD 88' 56. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik 54.) terhadap kadar SGOT.NO.) dan uji beberapa sifat fisikokimianya secara KLT Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Pengaruh ekstrak air temulawak Rochyadi JFFMIPA UNPAD 87 (Curcuma xanthorrhiza Roxb. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 51.) terhadap kadar SCOT.' Isolasi dan identifikasi senyawa kurkuminoid rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb." Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap pe-nyerapan glukosa di usus halus tikus 60. Pengaruh minyak atsiri temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.' Tavip Budiawan JFFMIPA UNPAD 88 Pembuatan sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap penyerapan glukosa di usus halus tikus Pengaruh campuran kurkuminoid dan minyak atsiri temulawak terhadap penyerapan glukosa di usus halus tikus Pengaruh kurkuminoid temulawak Endah Primawati JF FMIPA UNPAD 87 58.) terhadap HDL-kolesterol. kloroform dan metanol . Eli Halimah JF FMIPA UNPAD 87 59. kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia Abdul Naser JF FMIPA UNPAD 87 Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. SGPT dan uji kualitatif HbsAg darah kelinci pada keadaan terinfeksi hepatitis B Sumiati Yuningsih JF FMIPA UNPAD 87 57.' Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) menggunakan Yani Sutiyani JF FMIPA UNPAD 87 pelarut eter minyak tanah. Karta JFFMIPA UNPAD 87 (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap kadar SGOT.

dengan GC-MS Achmad Mustafa Fatah dkk. Efek ekstrak etano! rimpang Curcuma Adriansyah JF FMIPA 87 zedoaria (Berg. Sondang Komariah S.) Roscoe zedoaria (Berg. fraksi eter dan fraksi metanol rimpang temu putih Curcuma zedoaria (Berg.) Rahman dari berbagai daerah JF FMIPA ITB 86 / 63 Curcuma javanica Curcuma Penelitian pendahuluan tentang khasiat rhizoma temulawak (Curcuma javanica} Agus Djamhuri FK UNBRA 79 terhadap kadar kolesterol darah 64. Deiist.) Roscoe dan rimpang Curcuma heyneana Val. Datura stramonium L.) 69. Daucus carota L. Pengaruh fraksi eter minyak bumi.) Roscoe bebas minyak atsiri terhadap toksisitas karbon tetraklorida Bogo Suntoro Murti JF FMIPA ITB 86 66. 70. FF 79 UGM JK FMIPA ITB 88 .* Uji daya antibakteri ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Salmonella typhi dan Bacillus subtilis Penetapan kadar minyak atsiri rimpang Taufik temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.NO.) yang diperoleh dari daerah Pangalengan (Jawa Barat) 68.) hasil fraksinasi dengan eter minyak tanah. 67. UNPAD 88 (Daucus carota L. Escherichia coli.* Dioscorea hispida Isolasi dan identifikasi steroida saparin dalam umbi gadung Dioscorea hispida Denst. yang bebas minyak atsiri terhadap toksi. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 61. kloroform dan metanol terhadap Metti Siti Hastuti JF FMIPA UNPAD 86 Staphylococcus aureus. Penelitian pendahuluan komponen kimia minyak atsiri Durio zibethinus Murr.* Durio zibethinus Murr.sitas karbon tetraklorida pada mencit putih Swiss Webster jantan Azhari ITB 65. Pemenksaan minyak atsiri rimpang temu putih Curcuma zedoaria (Berg. JF FMIPA ITB Telaah kandungan hiosiamin dan skopolamin dalam berbagai organ tanam- JF FMIPA ITB 90 an kecubung (Datura stramonium L.) Roscoe Askadi Reeky Charles P. Pengaruh konsentrasi dan interval pemberian pupuk melalui daun terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman wortel Siti JB FMIPA Kardinah P.

Eka Susanti H.) Stend. Garut Trisnasari JF FMIPA ITB 88 82.) Uji efek dari simplisia nusa indah (Musaenda erythrophylla Schum.) Griff. pada tikus putih jantan galur Wistar Pemeriksaan kandungan kimia tumbuhan Elephantopus scaber (tapak liman) 72. yang RukmiatiK.) WahyuArdi ITB .) (GraptophyUum pictum (L.) Griff. longan (Lour. Penelitian "anabolic effect"dan "androEwycoma longifolia Jacq. Uji antibakteri ekstrak akar rumput belulang (Eleusine indica Gaertn. Yudono Hermansyah Amir Halim UNPAD JK FMIPA ITB FK UGM JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB 86 diperoleh secara ekstraksi Euphoria Penelitian pendahuluan senyawa saponin longan (Lour. 77.* 90 87 atsiri Gardenia augusta Merr.* 80.) Garcinia Isolasi xanthone dari kulit buah Garcinia mangostana L.* Euchema cottonti Euphorbia Isolasi karagenan dari Eucheuma cottonii Penelitian kandungan kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia Jack. Eleusine indica Gaertn. Sugiarso JF FMIPA UNPAD JF FMIPA Erythrina fusca Lour. (Gardenia florida L. INSTANSI JFMIPA ITB TH 86 71.NO.* T. Badjongga HTS. Retno Damayanti Ngatijan & R.. Uji efek koleretik ekstrak seluruh tanaman Elephantopus scaber L. genic effect" dari infus akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jacq. Gelidiwn sp.) Griff. yang diperoleh dari pantai Cilanteureum.* 79 79. dengan cara pengisian Udju Sugondho Wiwiek Herawati Ariyono FK UNPAD FB UNSOED JF FMIPA 90 83.W.) Aty Widya Warayanti N.) dan cangkring (Erythrina fasca Lour. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS J. Karakterisasi komponen kimia minyak 78. dan minyak rimpang Curcuma dornestica Val. dan Gracilaria sp.) dalam kulit buah lengkeng Euphoria Stend. dkk. di Malesia Pemeriksaan senyawa golongan flavonoida dari daun handeuleum (GraptophyUum pictum (L. 76. ITB dkk. JF FMIPA ITB 89 87 80 73. C.) Griff.* Elephantopus scaber L. mangostana L. kaca piring) dengan metode Zaini kromatografi gas cairan dan GC-MS 81. Aris Gumilar JF FMIPA ITB 90 75. Graptophyl Pengeringan daun handeuleum lumpictum (L. Gardenia augusta Merr.* 74. Isolasi agar dari Gelidium sp. H.* 84. Keaneka ragaman jenis GraptophyUum 86 87 pictum (L. FMIPA 81 prunifolia Jack.

PENULIS Ganthina Sugihartin Murti INSTANSI JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB JK FMIPA ITB FK TH 87 Gynura procumbens (Lour. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 85. Pemeriksaan pendahuluan senyawa kimia daun dewa (Gynura procumbens (Lour. obat tradisional terhadap Candida albicans dari 87 Yuaningsih Microsporum gypseum 93.) Poit. JF FMIPA ITB 86 94.) 86.). (Kleinhovia hospita L. Arg. Isolasi dan penentuan komponen fitosterol dari lateks Hevea brasilliensis 73 Bakti Uji pendahuluan efek farmakologi isolat hiptolida dari tanaman Hyptis pectinata (L.) dan rimpang temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb.) Foil Moriana Hutabarat Sutjipto Hamim 87 89. Penelitian pendahuluan senyawa alelopati pada rhizoma Imperata cylindrica (L. Pemeriksaan senyawa kimia golongan flavonoida dari daun dewa (Gynura procumbens ( Lour. Takaran terendah (MIC) sebagai antibiotik dari infusa Kaempferia galanga dibandingkan dengan ampisilin Udju Sugon dho dkk.) Beauv.) pa-da tikus putih galur Wistar Uji pengaruh ekstrak air daun katimaha Hisran H.) 88 Raehani Husein Hemandi 87. Uji efek anti radang daun bandotan (Ageratum conyzoides L.* Kleinhovia Susi Lahtiani hospita L.) Beauv. 88. galanga L. Udju Sugondho dkk.) Merr.* Languas galanga (L. Nining 86 UNPAD FK UNPAD JB FMIPA UNPAD "90 92. Salmonella typhosa dan jamur Microsporum gypseum 81 .NO. 91. Hyptis pectinata (L. Hevea brasiliensis Muell.) Stuntz.* Imperata cylindrica (L.* Penelitian efek bakteriologik dan mikrobiologik dari laos merah dan putih yang segar dan yang dikeringkan terhadap bakteri Staphylococcus aureus.) Merr. Sri Ardani penentuan daya hambatnya terhadap bakteri dan jamur Soelarto dkk. Kaempferia pandurata Roxb. 90.) Merr. Mohamad Eksan Sjafiudin JF FMIPA UNPAD FMIPA UNPAD 79 96.) terhadap penurunan kadar SGOT dan SGPT darah tikus putih pada keadaan hepatotoksik Formulasi salep dengan ekstrak laos dan JF FMIPA UNPAD 89 95. Penelitiaij daya antijamur air kencur (Kaempferia galanga L. Kaempferia 89 Efek antimikroba dari infusa Kaempferia galanga L.

NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN Pemeriksaan senyawa kimia rimpang laos PENULIS lie Trisada S.* Litsea monopetala (Roxb. terhadap Ascaris suum dibandingkan dengan Piperazin sitrat secara in vitro Isolasi alkaloida aporfin dari Litsea 99. var.* 107.) C. Melia azedarach L.) Pers. Yuniarti Siregar INSTANSI JF FMIPA ITB JF FMIPA USU TH 88 85 97. Rob. littoralis Blume. kulit batang dan buah tumbuh. littoralis Blume Isolasi senyawa aporfin fraksi fenolik dari tanaman Litsea glutinosa (Lour.an mindi (Melia azedarach L. tua dan kuning Pengaruh infus daun Melastoma 89 Herlina Anwar Sri Widarti Bahruddin 106. diversifolia Bl. Alkaloida dari Litsea diversifolia Bl.G.) C.NO. Alkaloida dari kulit akar Litsea diversifolia Bl. B. B. Alkaloida dari Litsea monopetala (Roxb. Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia daun mindi (Melia azedarach L. Leucacena glauca (L.* Litsea 89 Holisotan Hakim Vita • 101. B.) Pers.* Litsea accedentoides K." Pemeriksaan kadar rutin pada daun singkong (Manihot utilissima Pohl. Rob. 98.* Litsea glutinosa (Lour. A. & V. malabathricum terhadap ileum marmut jantan terpisah Linda R. Tambunan 86 Studi fitokimia ekstrak etanol dan metanol daun. P.) Benth.) Benth.* 104.) muda. Melastoma malabathri cum 109. 103.) I.)Pers.* 102. Alkaloida dari Litsea glutinosa (Lour. Manihot utilissima Pohl. Hesti accedentoides K. Pemeriksaan efek antelmintik dari biji Leucacena glauca (L.&V. Budiati Euis JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JF FMIPA ITB JF FMIPA USU JF FMIPA ITB 89 100. 90 90 108.) C. var. Httoralis Blume Helmi Asep Adi 89 89 Suprihatna Feri 105.) dengan cara kromatografi lapis tipis Arsyadi 90 110. Senyawa alkaloida dan non-alkaloida Litsea monopetala (Roxb.* 90 89 Sophiata Adel Zamri Alkaloida dari fraksi fenolik Litsea glutinosa var. Nandini JF FMIPA ITB 87 .

* Oldenlandia corymbosa L. Binsar Johanes Yun Media Uji efek hipotensif dari dekok daun pace (Morinda citrifoiia L.) 89 ITB Aryetti 118.) harja N.)Horan) dari beberapa daerah tumbuh di Singaraja (Bali) dan sekitarnya Sangat P3 Biol Roemantyo.* Handayani Sudarsini Uji antibakteri zat larut dalam fraksi eter minyak tanah kulit akar kelor (Moringa oleifera Lamk.* Ocimum sanctum L.) etythrophylla 116.* Moringa Anaiisis beberapa unsur dan senyawa dari biji kelor (Moringa oleifera Lamk. Isolasi dan anaiisis fraksi alkaloida dari daun tumbuhan mengkudu (Morinda citrifoiia L. Momordica charantia L. klasifikasi serta kristaltsasi kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L.. Daya racun pachyrrhizin dan fraksi lain pada ekstrak biji bengkuang (Pachyrrhizus erosus Spreng. 123. H.) 89 84 oleifera Lamk. 124.NO. 122. Saifulah JK FMIPA Penentuan komponen utama minyak atsiri dari pala (Myristica fragrans Houtt. C. 80 Sugiarso dkk.) Enny Ratnanlngsih 87 . dengan GC-MS Penelitian komponen kimia minyak atsiri Oenanthe javanica DC.* Morinda citrifoiia L.* Pachyrrhizus erosus Spreng. dengan GC-MS Athena Anwar JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB FF UGM JK FMIPA ITB 87 87 81 javanica DC. Musaenda Schum.) pada tikus putih jantan galur Wistar 86 114. 113.) N.* PPPS ITB 89 dengan GC-MS 119.) dan cangkrtng (Erythrina jusca Lour. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 111.) Anaiisis komponen kimia minyak atsiri fuli pala (Myristica fragrans Houtt. Gede Swasta JF FMIPA ITB 83 87 121. 10 Titin Suprihatin Sudarsono Isolasi.* Myristica fragrans Houtt.) PENULIS Miza Nemara Titi Wira- INSTANSI JFFMIPA ITB FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JFFMIPA ITB TH 90 79 112.) Horan sebagai bahan kosmetik tradisional Pemeriksaan stigmasterol rimpang honje (Nicolaia speciosa (Bl. 117. Telaah kandungan kimia ekstrak metanol buah paria (Momordica charantia L. Nicolaia speciosa (Bl. Buah honje Nicolaia speciosa (Bl.* Oenanthe Penelitian komponen kimia minyak atsiri Ocimum sanctum L. 115. Uji efek dari simplisia nusa indah (Musaenda erythrophylla Schum.) Horan 120.

Parkia biglobosa Auct.* Physalis angulata L. Benth. 133. terhadap kadar glukosa darah tikus Isolasi dan penetapan karakteristik fisik senyawa alkaloida dari buncis (Phaseolus vulgaris L. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 125. Benth.) Fudiesta Dedi -Sofyan Muchtadi UNPAD JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD 86 87 128. & Magn.* Pithecellobium lobatum Benth. Penjajagan awal senyawa saponin dalam kulit buah jengkol (Pithecellobium lobatum Benth. 130.) Isolasi zat pahit dari akar Picrasma javanica Blume Tidak dicantum kan Evi Noviarsyah FB UNSOED 86 132. Tunggul Manullang Herman Puspita JK FMIPA UNPAD 78 JK FMIPA ITB 89 11 .) segar dan yang telah dikeringkan JF FMIPA ITB 87 135.) Maibaho JF FMIPA ITB 90 127. Phaseolus vulgaris L. Rahayu Nurohman 86 131. Piper belle L.* A. Isolasi dan identifikasi sabinen dan terpinon 4-0 dari minyak kemukus (Piper cubeba L. Pemeriksaan kualitatif kandungan kimia ekstrak etanol dan ekstrak air buah ciplukan (Physalis angulata L.* Picrasma javanica Blume 134. Pengaruh jaraktanam dan pemupukan Yusi JB FMIPA 88 fosfat terhadap pertumbuhan dan hasil kacang jogo (Phaseolus vulgaris L.Np.) Uji efek ekstrak kental buah Phaseolus vulgaris L.) terhadap Colleototrichum lindemuthianum (Sacc. Piper cubeba L.' 129. Pemeriksaan kimia pendahuluan biji Malidin kedawung (Parkia biglobosa Auct.) Bei & Cav.) Beberapa aspek farmakognosi dari buncis (Phaseolus vulgaris L. Uji ketahanan beberapa varietas buncis (Phaseolus vulgaris L.) Haojahan.) 136. JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNAND 86 Zuharina 89 Pemeriksaan minyak atsiri daun sirih Sumarno (Piper betle L. Pachyrrhisus Penelitian mengenai pengaruh biji Tjioe Thio JB FMIPA 65 erosus Urban bangkuang (Pachyrrhisus erosus Urban) terhadap tikus putih kecil serta kelainan histologis yang ditimbulkannya dalam organ Bwee UNPAD 126.

Pemeriksaan flavonoida dan minyak atsiri Snelly daun karamunting (Rhodomyrtus Faurhesia tomentosa W.* Psidium guajava L. di Kabupaten Gowa Sunaryo dkk. 142.* Pleomele angustifolia N. Wananda Setiawati Yusuf Dadang FKH IPB PPPS ITB JF FMIPA UNPAD FP UNBRA FTPUGM 80 89 87 oida dari akar pakis tangkur (Polypodium feei Mett. 141.) Pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium gpajava) terhadap otot polos usus dan pupil kelinci dan tikus putih Adam Alamsyah Agus 81 Djamhuri dkk. 140. Clarke secara densHometri 88 khasianum CB.* Polygonium perfoliatum L. Ait. Zuariah Yusuf dkk. Clarke 12 87 Nining . 139.* Polypodium feei Mett. 78 148. Ridley Penetapan kadar solasodin dari dua varietas Solanum khasianum CB.) terhadap bobot badan. 143. Christ Natanel Zulfadly N.) Morr. Ridley 149. Alkaloida dari kulit batang pohon Samanca saman (Jacq.* Pluchea indica L. Rhodomyrtus tomentosa W.* Ricinus communis L. Usaha isolasi dan identifikasi triterpen- Gloria S.* Penelitian daya antipiretika dari Pluchea indica (beluntas) Kajian kandungan kimia tanaman Polygonium perfoliatum L.* Psophocarpus tetragonolobus DC. komposisi darah dan limpa pada ayam broiler 144. 147.* Sapium baccatttm Roxb. PENULIS Neneng Mupidah INSTANSI JFFMIPA UNPAD TH 87 Pembuatan sari daun suji (Pleomele angustifolia N. Euis JFFMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JFFMIPA UNAND JF FMIPA UNPAD 87 146.) Perubahan komposisi beberapa komponen lipida selama perkecambahan Ricinus coinmunis L.) Morr.NO. Mohamad Istari Lianuta. Brown) dan peng- gunaannya dalam obat kumur 138. E.* Solatium Isolasi terpenoida dari daun Sapium baccatum Roxb. E. FPUNHAS 81 145. Ait. 87 Samanca saman (Jacq. Adaptasi empat varietas tanaman kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC. Brown. Sri Anggrahini& Usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan Pengaruh penggantian sebagian ransum 86 Suhardi Sumiyati FKHUGM 81 dengan biji kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 137.

* 81 rebaudiana dan penentuan spektra inframerahnya UGM JF FMIPA UNAND 88 161.* Solanum laciniatum Ait. Tectona grandis L.* Symphytum officinale L. Samekto Wibowo dkk. PPPS FMIPA 89 ITB JK FMIPA ITB 86 Zat pemanis Stevia rebaudiana Bertonii Infus daun Stevia rebaudiana Bertonii sebagai pemanis air teh dan uji kualitas mikrobiologinya Utari Dewi Ika Iskandar JK FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD 86 88 159. Kemlegi. var.* Pengaruh ekstrak: 1. Andy JK FMIPA Soelistyanto UNPAD 75 13 . Srikaya. Uji efek infusa daun Symphytum officinale L. terhadap kesuburan pada mencit Isolasi bahan pemanis dari daun Stevia Suroso dkk. suatu penelitian kuantitatif pada perkembangan ovum Oentoeng Soeradi 78 dkk. Ine Srikandi FK UGM JB FMIPA UNPAD 78 153. dan pembuatan beberapa senyawa turunannya Amrizal M. Clarke Lala Nurlaela Suhandra 87 151.* 158. Pengaruh pencekokan ekstrak daun Solanum laciniatum Ait.NO. Jeruk maja.* Alkaloida dari Stephania corymbosa Bl. 156. 162.* Membandingkan dua metode ekstraksi solasodin dari Solanum khasianum CB. FMIPA ITB Chairil Anwar FMIPA 81 160. Harmaini MJD. 154.) pada kontraksi otot rahim Pengaruh tumpangsari Phaseolus vulgans L.* Solanum melongena L. Efek hipoglikemia zat pemanis dari Stevia rebaudiana Bertonii pada kelinci Gustini Sy. var. terhadap ovarium tikus. Analisis kualitatif pendahuluan asam amino bebas dari buah Solanum khasianum Clarke dengan cara ke I 81 152. si macan terhadap pertumbuhan dan hasil Solanum tuberosum L. terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan Isolasi senyawa triterpenoida dari kulit Tectona grandis L. granola pada berbagai waktu dan pola tanam 88 155.* Stephania corymbosa Bl. 3. Solanum tuberosum L. Pengaruh infus akar terong (Solanum melongena L.* Stevia rebaudiana Bertonii 157. 2. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD FKUI TH 150.

166. dan penentuan kadar Imtihanah 89 dalam ekstrak Roxb.* Pengaruh sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq. pada tikus jantan putih Yuda Teruna UNAND Yutiardy Rival JF FMIPA UNAND 87 167.* Uncaria gambir (Hunter) Isolasi tanin dari Uncaria gambir (Hunter) Roxb.' Stuktur dan komposisi tumbuhan yang Eming biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Notog. Thevetia neriifolia Juss. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 163.) K.) Uji spermisida saponin isolat dari biji Halba (Trigonella foenitmgraecum L. 172.* Voacanga foetida (Bl.* Tristania swnatrana Miq.) K. 173. Tinospora crispa (L.NO. Schum. pada mencit putih jantan dengan metode tail flick Uji efek antiinflamasi (antiradang) infusa batang brotowali. & Thems. Azihar JF FMIPA UNAND 87 14 . BKPH Kebasen KPH Banyumas Timur Jawa Tengah Sudiana FB UNSOED 85 164. 170.) in vitro Z. pada mencit putih dengan metode rotating rod & sand filter Rida Ernola Akmal JF FMIPA UNAND JF FMIPA UNAND 87 88 174. Schum. Schum. Schum.I) K.* Trigonella foenumgraecum L.* Isolasi alkaloida dari buah Voacanga foetida (B.) Miers ex Hook f. Tati Hurustiati Achyar Koesnadi JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD FMIPA UNPAD FMIPA 86 168.) terhadap daur estrus Yarnelly Gani 80 mencit (Mus musculus) Penelitian fitokimia kulit kayu kasai yang dipergunakan sebagai obat antihamil di Sumatera Barat dkk. Uji efek analgesik dari infusa batang Elly Panglepu- JFFMIPA ITB JF FMIPA 88 ringtiyas Hilwan 87 165.* Tinospora crispa (L. & Thems. 86 169.) Miers ex Hook f. Uji efek penenang rebusan buah Voacanga foetida (Bl. 79 UNAND JK FMIPA ITB 171.) K. Pemeriksaan fitokimia ekstrak etanol biji halba (Trigonella foenitmgraecum L.* brotowali. Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook f.K Isolasi alkaloida dari daun Voacanga foetida (Bl. & Thems. Pemeriksaan kandungan senyawa kimia daun dan biji Tlievetia neriifolia Juss. Rusjdi Djamal dkk.

* Zingiber officinale Roxb. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 175.* 176. Pengaruh tumpang sari Phaseolus viilgaris L.) Khasiat paliduri terhadap spermato genesis pada tikus putih Penelitian mengenai ada tidaknya sifat hipoglikemia pada jamu yang dikenal sebagai obat antidiabetes Survai penggunaan jamu sebagai kontrasepsi (Tahap I) Azalia Sinto dkk. Pemeriksaan flavonoida dan minyak atsiri Hendra Yuliansyah dari rimpang lempuyang gajah (Zingiber zerumbet Sm. Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia rimpang lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val. JFFMIPA ITB 87 N. pada tikus putih jantan Analisis fitokimia simplisia sidawayah. Soekeni Soedigdo Suharti K. Henny Setiatin JK FMIPA ITB JFFMIPA ITB 86 89 Zingiber zerwnbet Sm. Suherman 185.) pada Latifah JF FMIPA UNPAD 87 mencit Konstituen kimia minyak atsiri dari Zingiber ottensii Val.* Lain-lain 186. Pengkajian kimiawi ekstrak n-heksan Ida Hariati Agus Iman JK FMIPA ITB 87 dari Zingiber aromaticum Val. Bastiam Rahmanudin Veronica Bajang 88 89 UNAND JFFMIPA UNAND JF FMIPA UNPAD 177. 179. 178.* PENULIS INSTANSI JFMIPA TH Isolasi alkaloida dari akar Voacanga foetida (Bl.* Woodfordia floribunda Salisb. Schum. Uji efek hipotensif ekstrak akar Voacanga foetida (Bl. 184.* Zingiber ottensii Val. 181. Schum. dan pemeriksaan daya antibakteri sari metanol Zea mays L. dengan berbagai periode penyiangan terhadap pertumbuhan dan Marliyani JFFMJPA UNPAD 88 hasil Zea mays L. Uji efek analgesik perasan rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb.* FK UI 78 dkk.) K. Pengaruh sinar cobalt 60 gamma terhadap struktur morfologi dan anatomi derivat epidemis daun tanaman jagung Sri Woelaningsih FB 80 UGM (Zea mays). 81 Woodfordia floribunda Salisb. 15 .) 182.NO.* FK UI JK FMIPA ITB 78 78 187. 183.) K. 180.* Zingiber aromaticum Val.

Pengaraatan etnobotani serta keaslian jamu gendong di Bogor.* 198. Ambar Supeni Hilda JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JB FMIPA UNPAD 189.* 88 16 . 196. H. 197. Tumbuh-tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional untuk menurunkan tekanan darah tinggi Sri Herliani 79 193. Traditional herbal medicines in Javanies families Sangat P3 Biol Roemantyo. H. 88 192. Sangat P3 Biol Roemantyo. JF FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD FB UNSOED FB UNSOED FB UNSOED FB UNSOED 87 194.* 200. Inventarisasi tanaman obat di kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas Struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat di hutan lereng selatan gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur Riche Hariyati Eming Sudiana Sulistyani dkk.NO. Jawa Barat Lain-lain 87 190. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 84 188. H. Eti Kurniati Tri Saptini Gratiana Ekaningsih dkk. Deteksi obat sintetik yang mungkin ditam.Ella bahkan ke dalam obat tradisional secara Noorlaela kromatografi lapis tipis Tumbuhan dan produknya yang berkhasiat sebagai hepatoprotektor Sidik dkk. Beberapa parameter darah setelah pemberian berulang jamu antirematlk pada tikus Wistar Mencart metode identiflkasi obat sintetik yang mungkin ditambahkan dalam jamu secara cepat dan sederhana 86 191. at present and in the future Sangat P3 Biol Roemantyo. 89 87 87 Pengaruh kurkuminoid terhadap transpor glukosa pada eritrosit manusia Penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia Khasiat tanaman obat yang didapatkan di sebagian daerah Umbul Sanga Kopeng dan BBI Ngrajeg 85 199. 84 85 201. Jamu in the past. 86 195.

Indonesia" Lain-lain 204.NO. H. Sangat 205. Kartolo S. Central Kalimantan. Sangat P3Biol Roemantyo. Sri Hertati Burhanud- 208. Ethnobotany of several medicinal plants in Harowu village.* 203. Jenis-jenis benalu yang tumbuh pada FTP IPB FB UGM JKFMIPA UNPAD JF FMIPA ITB FMIPA UNPAD 80 81 81 pohon teh Daya inhibisi berbagai ekstrak tanaman suku Leguminosae terhadap kerja enzim tripsin 213. Indonesia Efek hipotensif beberapa tanaman di 89 210. Jenis-jenis Zingiberaceae di hutan Kaliurang S. H. Sutanti BRN dkk. H. P3Bioi Sangat Roemantyo.* 212. their distribution and uses Some ethnobotanical aspects of several Sangat P3Biol 90 Roemantyo. H. Wulangi dkk. S . Indonesia 211. 214. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI FB UGM P3Bioi TH . Kontribusi TOGA (Taman Obat Keluarga) bagi rumah tangga pedesaan Roemantyo. Pemanfaatan beberapa jenis tumbuhan dkk. Sutanti BRN dkk. P3 Biol 90 ruminant medicinal plants 206. Javanese medicinal plants. Sangat 89 207. Ethnopharmacology of several medicinal plants in Manusela Ceram. H. Riswan S. Some ethnobotanical aspects and conservation strategy of several medicinal plants 87 209. H. Utilization of wild medicinal plants and its conservation P3 Biol 90 Roemantyo. 79 90 ' 202. P3Biol Sangat Roemantyo. Timor Sangat P3 Biol Roemantyo. 90 17 . Skrining aktivitas antifungi beberapa jenis tanaman suku Leguminosae Tumbuhan dan produknya yang 86 89 din Gumay Soetijoso Soemitro berkhasiat sebagai antidiabetes 215. obat dan cara pengobatan tradisional di daerafa Kupang. H.

NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 216. sember dan tawar Djamal Alimin Harahap UNAND JF FMIPA USU 86 18 . Inventarisasi tumbuh-tumbuhan obat di PENULIS Rusjdi INSTANSI FMIPA TH 81 Sumatera Barat 217.NO. yang terdapat dalam kuning (param). Skrining fitokimia dari beberapa tumbuhan yang digunakan dalam ramuan obat tradisional Karo.*.

ABSTRAK PENELITIAN .

Dari pencucian dihasilkan kristal berwarna kuning keputihan dan setelah rekristalisasi dalam metanol panas dihasilkan kristal putih agak kekuning-kuningan. telah dila kukan isolasi asam anakardat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium occidentale L. Ekstraksi secara kontinyu dilakukan terhadap daun saga untuk mengjsolasi senyawa glikosida. di laboratorium SUNOTO. Salah satu upaya penanggulangan DHF ini. conyzoides 0 mL. Penelitian kandungan kimia tanaman ini banyak dilakukan terhadap bijinya. residu dicuci berturut-turut dengan kloroform. 50 mL dengan LCso sebesar 19.0669 atau 6.6528 atau 65. sedangkan analisis secara kromatografi cair tekanan tinggi (HPLC) dengan kolom ODS-Cis dan eluen MeOH:HOAc 4% = 85:15. aegypti) dan abate yang digunakan untuk membunuh stadia larvanya. Isi sel tumbuhan yang berupa racun tersebut dapat dikeluarkan dengan cara eksudasi maupun ekstraksi. identifikasi dan konversi asam anakardat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium occidentale L. FB UNSOED ENANGGULANGAN penyakit demam berdarah (DHF) di Indonesia masih mengalami kesulitan. instar HI dan instar IV merupakan faktor A. Sianida diketahui bersifat racun dan dapat membunuh mamalia dan serangga. Percobaan dengan menggunakan pola faktorial dengan rancangan acak kelompok. Dengan menggunakan spektrum ultraviolet dan spektrum kromatografl gas-spektroskopi massa (GC-MS) ditunjukkan bahwa kristal adalah flavonoida.33 mL dan LC95 sebesar 47. Kematian larval. 7*) ANACARDIUM OCCIDENTALE L. Setelah diuapkan.28%. Pada hidrogenasi tanpa pengaliran gas hidrogen terbentuk kristal putih (98. aegypti instar II paling peka terhadap ekstrak A.) TUTUK BUDIATI. menggunakan eluen petroleumeter(40-60):dietUeter:asam format = 70:30:2.) HARLIA DJUHARDI. conyzoides dalam 100 mL air menunjukkan hubungan garis linier dan kuadrater yang sangat nyata. eter dan etilasetat. Beberapa senyawa kimia berasal dari tumbuhan dapat juga digunakan untuk mengendalikan populasi serangga.78). Besar pengaruh liniernya ditentukan oleh koefisien sebesar 0. (No. Studi isolasi senyawa glikosida dari daun saga (Abrusprecatorius L. Diperoleh cairan kental kekuningan. terhadap ekstrak Ageratum conyzoides L. 40 mL. Analisis secara HPLC menunjukkan adanya dua puncak dengan waktu retensi yang berbeda dari komponen dalam senyawa U 19 . Tingkat larva A. Hidrogenasi terhadap asam anakardat hasil isolasi menggunakan katalis Raney-nickel dilakukan dengan dua metode. eugenol 5% dan sianida (HCN).50 mL dalam 100 mL air selama 3 x 24 jam. Ageratum conyzoides L^ (A. menunjukkan adanya tiga komponen utama. Banyaknya larval. P (No. asam anakardat hasil isolasi memberikan satu bercak (Rf=0.) dengan metode kromatografl kolom. (A. JK FMIPA ITB NTUK mendayagunakan hasil sisa dari proses pengolahan biji jambu mete di Indonesia. dilakukan dengan cara pengasapan (fogging) dengan malation untuk membunuh vektor Aedes aegypti L.(No 1*) ABRUS PRECATORIUS L. 1987. Dalam penelitian ini hasil pengeluaran isi sel (ekstrak) akan diuji toksisitasnya terhadap A aegypti. 30 mL. aegypti lebih dari 50% populasi terjadi pada pemberian dosis 20 mL. aegypti yang mati dengan pemberian dosis ekstrak A. 40 mL dan 50 mL dalam 100 mL air merupakan faktor B. JK FMIPAITB D AUN saga secara tradisional digunakan terhadap berbagai kelainan. sedangkan pengaruh garis tingkat kuadraternya sebesar 0. 30 mL. yaitu dengan dan tanpa pengaliran gas hidrogen. 1990. 20 mL. conyzoides.69%. JO mL. 1988. aegypti instar II. bahwa larva A. Hasil percobaan menunjukan. Pemberian suspensi ekstrak A. conyzoides) mengandung senyawa kumarin.85%) dengan jarak lebur 84-85°C. Uji kepekaan larva Aedes oegypti L. Penelitian ini mencoba untuk mengungkapkan kandungan kimia dari daun. Pada uji kromatografl lapis tipis dengan eluen yang sama. 4*) AGERATUM CONYZOIDES L. Isolasi.

1988. jarak lebur 271-271. (No.. Induk-induk mencit yang diberi ekstrak nanas muda sebanyak 0. Hal ini didukung oleh data spektrum 1H-NMR senyawa hasil hidrogenasi.0038%. Tumbuhan ini digunakan sebagai ramuan obat panas dalam dan sakit kepala. alkaloida. . MACHMOED AZHAR dkk. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Usaha pemeriksaan golongan kimia zat yang terkandung dalam Averrhoa bilimbi L. dengan perlaku- an ekstrak nanas muda sebanyak 0. Ingin diketahui kandungan kimia pada kulit batang. Pemeriksaan pendahuluan terhadap kulit batang dan daun menunjukkan adanya kandungan alkaloida. 4 (empat).5°C. yaitu: alkaloida T. flavonoida. Isolasi alkaloida peptida dari kulit batang Antidesma tetrandum BL A MARTONI.2 mL.2 mL per mencit berpengaruh mematikan embrio mencit (menggagalkan kehamilan) jika diberikan pada umur kehamilan 2 (dua) dan 4 (empat) hari. Diperoleh dua senyawa alkaloida dan satu senyawa peptida bukan alkaloida.2 mL pada umur kehamilan 6 (enam) hari.2 mL dapat berpengaruh terhadap perkembangan embrio mencit. maka sebagai tolok ukur ada tidaknya pengaruh ekstrak nanas muda tersebut adalah panjang tubuh anak mencit yang baru lahir. berupa kristal putih bentuk jarum halus sebanyak 0. antara induk yang diperlakukan dengan kontrol. kehamilannya dapat berlangsung dengan ditandai oleh terjadinya kelahiran yang normal. Dari daun telah berhasil diisolasi dua senyawa alkaloida. 6 (enam) hari. (No. secara tradisional ada hubungannya dengan kandungan kimia dalam daun tersebut. Untuk memastikannya perlu dilakukan analisis spektrum massa. kromatografi kolom dan pemurnian dengan rekristalisasi. Komponen utama (95%) pada hasil hidrogenasi diduga sebagai asam anakardat jenuh (15:0). Untuk ini akan diperiksa adanya kandungan golongan saponin. berupa kristal putih. pemisahan berdasarkan pengendapan pada pH tertentu. kemungkinan asam anakardat jenuh (13:0). sekitar 5%. 1979. glikosida. 1986. Sebagai tolok ukur ada tidaknya pengaruh ekstrak nanas muda tersebut ialah ada tidaknya anak mencit yang lahir setelah kehamilan mencapai umur 21 hari. hasilnya tidak berbeda nyata. dan senyawa peptida bukan alkaloida. 12*) ANTIDESMA TETRANDUM BL. yang diberikan sekali pada umur kehamilan 2 (dua). Dari hasil penelitian ini ternyata bahwa ekstrak nanas muda sebanyak 0. Ini menunjukkan bahwa ekstrak nanas muda sebanyak 0. Kehamilan mencit yang diberi ekstrak nanas (Ananas comosus L. bentuk jarum.) muda MULYOTO. Isolasi dilakukan pada kulit batang segar yang dicincang halus dengan metode maserasi menggunakan metanol. dimana tidak terlihat adanya ikatan olefinik. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Sebagai kontrol ialah induk mencit yang hamil tanpa diberi perlakuan. FMIPA UI B 20 ELUM diketahui apakah pemakaian daun Averrhoa bilimbi L. bantun) suku Euphorbiaceae tumbuh di daerah Sumatera Barat. sterol. sebanyak 0.asal.001%. FB UNSOED T UJUAN penelitian ini ialah untuk mengetahui sampai umur kehamilan berapakah ekstrak nanas muda sebanyak 0. 16*) AVERRHOA BILIMBI L. suhu lebur 225°C. Kedua alkaloida mengandung gugus amida memberikan indikasi bahwa keduanya adalah alkaloida peptida. (No.01%. berupa pohon atau semak. fraksinasi dengan etilasetat dan asam tartrat. jarak lebur 258-259°C. alkaloida T2 berupa kristal putih bentuk jarum halus sebanyak 0. 9*) ANANAS COMOSUS L. Setelah dilakukan analisis dengan uji t terhadap panjang tubuh anak mencit yang baru lahir. JF FMIPA UNAND ntidesma tetrandum BL (bonai tanduk. terutama jenis alkaloidanya. Seandainya mencit hamil yang diberi ekstrak nanas muda ternyata melahirkan anak.2 mL tidak mempengaruhi perkembangan embrio mencit jika diberikan pada kehamilan umur 6 (enam) hari dan sesudahnya. sedangkan komponen tambahan.

1981. tidak berasa. kromatografi lapis preparatif. Akar muda rebung Bambusa vulgaris Schrad. 1981. kristalisasi serta karakterisasi kandungan utama akar rebung Bambusa vulgaris Schrad. senyawa triterpenoida asam dan tanin. Informasi tentang kandungan kimia. Jakarta Timur. 48 jam (kelompok II). kristalisasi serta karakterisasi kandungan utama akar rebung Bambusa vulgaris Schrad.). 20*) BAMBUSA VULGARIS SCHRAD. tidak mengandung senyawa saponin. yaitu sitosterin. flavonoida maupun glikosida. yaitu sitosterin.25 mL/kg bb. masing-masing kelompok terdiri 5 ekor tikus. secara oral diberi karbon tetraklorida (CCLj) sebanyak 1. Dari Fraksi B (dalam kloroform) dapat dipisahkan 3 bercak yang Rf-nya berbeda serta karakternya berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. 96 jam (kelompok IV) dan 120 jam (kelompok V). Dari Fraksi A (dalam petroleum eter) dengan kromatografi lapis tipis dapat dipisahkan 7 bercak yang Rf-nya berbeda dan mempunyai karakter yang berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. jarak lebur 264-270°C dan mempunyai bobot molekul 456. berwarna kuning. IMONO ARGO DONATUS. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: 1. lelah dilakukan penelitian analisis fitokimia dari simplisia jungrahab (Baeckea frutescens L. 2. alkaloida. (No. 1981. Interaksi antara vitamin E dan infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. SIDIK. Soksletasi dengan pelarut yang berbeda dapat diisolasi kandungan utamanya. Pemeriksaan kandungan kimia dan usaha isolasi triterpenoida dari daun jungrahab (Baeckeafrutescens L. WAHYONO. terhadap nekrosis sel-sel hepar tikus putih jantan MULYONO .. dapat dipakai dalam melakukan penilaian mutu simplisia. Metode yang digunakan adalah soksletasi dengan petroleum eter. Jakarta Utara dan Jakarta Pusat setelah diidentifikasi di Herbarium Bogoriensis diperiksa dengan cara kromatografi lapis tipis. Dari fraksi ini dapat dikristalkan suatu senyawa steroida.) YETTY SUPATMIJATI.. kromatografi lapis tipis. Triterpenoida asam yang terisolasi berupa kristal amorf. (No. 21*) BAMBUSA VULGARIS SCHRAD. klasifikasi. tanin. vitamin sepuluhinfus rebung Seratus ekor tikus secara acak dibagi menjadi 22 kelompok. Dari fraksi ini didapatkan kristal amorf dalam jumlah sedikit dan belum murni. Tikus kelompok VI-X. setidak-tidaknya terdapat dalam simplisia mengenai golongan senyawa kimia. 21 . dibiarkan 24 jam (kelompok I). Dalam daun Averrhoa bilimbi ini terdapat senyawa sterol di samping senyawa lain yang belum dapat diidentifikasi. Dalam minyak atsiri terisolasi komponen yang berupa kristal jarum. terhadap nekrosis hepar tikus putih jantan. penentuan jarak lebur dan spektrofotometri ultraviolet dan inframerah. berwarna putih. berbau khas. fenol. Dari Fraksi C (dalam metanol) dapat dipisahkan 3 bercak dengan Rf-nya yang berbeda serta karakternya berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. (No. Kepada tikus kelompok I-V. Komponen tersebut kemungkinan adalah baeckeol. FF UGM T UJUAN penelitian adalah melakukan isolasi.Contoh dari Jakarta Barat. kloroform dan metanol. secara oral diberi air suling sebanyak 10 mL/kg bb. Teridentifikasi adanya minyak atsiri. 72 jam (kelompok III). Isolasi. klasifikasi. JF FMIPA UNPAD adalah mencoba melakukan analisis susunan kandungan kimia yang MAKSUD dari penelitian ini jungrahab. Dari fraksi ini dapat dikristalkan suatu senyawa steroida. Jakarta Selatan. tidak berbau. FF UGM dilakukan penelitian terhadap kemungkinan adanya interaksi antara E dan TELAH Bambusa vulgaris Schrad. 19*) BAECKEA FRUTESCENS L.

karotenoida dan sitosterol. Di beberapa tempat minyak digunakan untuk berbagai keperluan. nm25=66. Proses penyembuhan nekrosis hepar tikus putih jantan (karena CCU) oleh infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. 24*) CAMELLIA SINENSIS L. bilangan asam dan senyawa tak tersabunkan. natrium. kecuali bahwa pemberian infus rebung Bambusa vulgaris Schrad.25 mL/kg bb. seperti untuk pengobatan sakit kulit dan kusta. serta analisis statistik dari data yang diperoleh. XIII dan XIV Semua tikus kelompok XV-XVIII secara oral diberi CCU seperti kelompok XI-XIV. viskositas dan bqbot jenis. yaitu: bilangan yodium 99.83 cP. (No. serta pemeriksaan histologjs sel-sel hepar setelah dicat dengan hematoksilin-eosin. 72. senyawa tak tersabunkan 1.94. 1988. bilangan asam 0. agar minyak nyamplung dapat dimanfaatkan lebih luas.hijau dan teh hitam. Sedang kepada tikus kelompok XIX-XXII diperlakukan sama seperti pada kelompok XV-XVIII. kadar 40% b/v sebanyak 10 mL/kg bb. Mekanisme penghambatannya belum diketahui dengan pasti. selalu berdaun hijau.62. bersama-sama dengan pemberian vitamin E. Produk teh tersebut berasal yang terdiri dari bermacam-macam Telah dilakukan analisis kandungan kofeina dari empat macam klon teh (Camellia sinensis L. Isolasi minyak dari biji nyamplung menggunakan sokslet dan pelarut n-heksan. kemudian secara subkutan diberi vitamin E 220 mg/kg bb. tangkai muda. kadar 40% b/v. daun ketiga. Analisis abu menunjukkan adanya logam kalium.) adalah tumbuhan yang besar batangnya. Bahan penelitian yang digunakan ialah daun pucuk peko.) JOHANSYAH. 22 . Dari penelitian ini diperoleh sifat kimia dan fisikanya. (No. Jenis asam lemak diperiksa dengan metode kromatografi kertas. daun pemeliharaan.71.47%. Dari analisis data aktivitas SGPT dan gambaran histologis sel-sel hepar tikus putih jantan. Data kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas menunjukkan bahwa asam lemak utama adalah palmitat. Minyak mengandung resin yang menyebabkan berwarna hijau dan rasa pahit. biarkan selama 24 jam. atau untuk penerangan. Kemungkinan karena terjadinya interaksi farmafcokinetik atau farmakodinamik antara vitamin E dan zat berkhasiat dalam infus rebung Bambusa vulgaris Schrad.). Penelitian meliputi isolasi dan penetapan kadar kofeina secara gravimetri. dan membandingkannya dengan minyak nabati lain yang biasa dikonsumsi manusia. kadar abu 4.4762. kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas.006%.. daun kedua. n<j 25 = 1. d30 = 0. biarkan lagi berturut-turut: 24. stearat. Sifat fisika yang ditentukan adalah indeks bias. Sifat kimia yang ditentukan adalah bilangan yodium. 1988. daun pertama. (3) klon PS 1 dan (4) klon Kiara 8. daun indung dan daun tua. selanjutnya dibiarkan lagi seperti pada kelompok XI-XIV. Bijinya mengandung minyak sekitar 42%. yaitu: (1) klon TRI 2024.56.9265. ternyata mengandung tanin. FiHphia dan daerah sekitarnya. JF FMIPA UNPAD menjadi teh TEH sebagai komoditi ekspor diolahdari kebunbeberapa macam produk. Indonesia Timur. semua tikus diberi CCLj 1. 48. Analisis kandungan kofeina dari empat klon teh (Camellia sinensis L. bilangan ester 199. bilangan penyabunan. fcemudian secara oral diberi infus rebung Bambusa vutgaris Schrad. (2) klon TRI2025. bilangan penyabunan 200. diperlambat oleh vitamin E. tumbuh dan tersebar dari Afrika Timur sampai India. antara lain klon. oleat dan linoleat. JK FMIPAITB 'YAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L.Akan diteliti sifat kimia dan fisika minyak nyamplung. XII.) EVA SARIFAH HAYATI.. Setelah masing-masing kelompok mendapat perlakuan. kalsium dan besi. biarkan 24 jam. tokoferol. dapat disimpulkan bahwa proses penyembuhan nekrosis hepar tikus putih jantan (karena CCLj) tidak dapat dipercepat oleh vitamin E.. kemudian diukur aktivitas SOFT secara spektrofotometri dengan metode Reitman Frankel. membuat sabun.selanjutnya berturut-turut dibiarkan 24 sampai 120 jam seperti pada kelompok I-V. Kelompok XI XIV. dan 96 jam untuk kelompok XI. 23*) CALOPHYLLUM INOPHYLLUM L. Isolasi dan analisis minyak biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L. Analisis kualitatif terhadap senyawa tak tersabunkan.

51%. daun pemeliharaan: 1. daun ketiga: 2.70%. (No. • klon TRI 2025: daun pucuk peko: 1.67%.57%. daun pertama: 4. jauh di bawah batas yang diizinkan dalam bahan makanan.0 nm. b) daun pertama: 4. abbreviatum F. yaitu masing-masing adalah 23. L.06% dan 24. ' klon PS 1: daun pucuk peko: 4.68%. bahwa kadar kofeina dalam: (1) klon TRI2024 lebih besar daripada dalam(2) klon TRI2025.20%. Dari spektrum inframerah dan spektrum massa tersebut dapat dikatakan bahwa kapsaisin dart cabe merah maupun dari cabe gendot.5 nm.02%.) PRITA KRESNA.0 nm dan 280. di sampmg kapsaisin dengan bobot molekul 305.73%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapsaisin dari buah cabe merah (Capsicum annuum var. daun pertama: 4. FTP UGM UJUAN penelitian adalah Tbahan makanan manusia. daun kedua: 3. daun ketiga: 2.88%. daun indung: 1.18%. daun kedua: 3.49%. 321. tidak mengandung tanin dan enzim papain.33%.0 nm.48%}.50%.48%.).49%. Pemanfaatan biji pepaya Carica papaya L. untuk mengetahui sejauh mana biji pepaya dapat dimanfaatkan sebagai Contoh yang diteliti adalah biji pepaya dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).5 nm. daun pemelihara: 1. tangkai muda: 2. daun ketiga: 2.31%.307. 26*) CARICA PAPAYA L.) yang ditetapkan secara gravimetri menunjukkan. daun kedua: 4.Isolasi kofeina dilakukan dengan menggunakan metode Bailey-Andrew yang dimodifikasi (AOAC 1975). daun ketiga: 2. c) Pengamatan spektrum inframerah ekstrak cabe merah maupun ekstrak cabe gendot menu jukkan pita-pita serapan yang sama.16%. tangkai muda: 2. tangkai muda: 2.74%. (3) klon PS 1 dan (4) klon Kiara 8.86%. spektrofotometri ultraviolet dan inframerah.30 sampai 0. b) daun pertama: 3. tangkai muda: 1. dalam larutan basa serapan maksimum bergeser menjadi 220.30 sampai 0.22%.38%. untuk bahan makanan SOEWEDO HADIWTYATO dkk.61%. longum S. 23 .9748 bagian per juta. Zat racun asam sianida (HCN) terdapat dalam jumlah 0. daun indung: 1. 1987. • klon TRI 2024: daun pucuk peko: 86%. dibandingkan dengan hasil analisis yang sama pada kapsaisin dari buah cabe gendot (Capsicum annuum var.50%. t>) Serapan ultraviolet kapsaisin cabe merah menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 235. memiliki gugus fungsi yang sama serta komponen kapsaisinoid yang sama pula. daun kedua: 2. JK FMIPAITB "APSAISIN dikenal sebagai penyebab rasa pedas pada buah cabe (berbagai spesies tanaman dengan us Capsicum). Hasil penetapan kadar kofeina dalam semua daun teh dari empat macam klon teh (Camellia sinensis.0 nm.. dalam larutan basa serapan maksimum bergeser menjadi 220. sedang dari cabe gendot berkisar antara 0.37. daun tua: 1. yaitu dengan bobot molekul 293. daun indung: 1. daun tua: 1. Cara ini dilakukan dengan menambahkan magnesium okslda sebanyak 50% b/v untuk membantu membebaskan alkaloida kofeina dari ikatan garamnya.13%. Kadar kofeina yang diperoleh adalah sebagai berikut. 247.23%.35.81%. daun pemeliharaan: 1.84%. daun tua: 1. 1980. Serapan ultraviolet kapsaisin cabe gendot menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 229 nm dan 279 nm.91%. 247. (No. kofeina yang terbentuk dimurnikan dengan jalan menarik dengan kloroform.63%. Juga d) spektrum massa kapsaisin dari cabe merah maupun dari cabe gendot menunjukkan adanya 3 senyawa yang mirip kapsaisin.95%. ° klon Kiara 8: daun pucuk peko: 4.0 nm dan 290. Kemudian direfluks selama 2 jam.92%.5 nm dan 295. Analisis berdasarkan: a) kromatografi lapis tipis menunjukkan harga Rf kapsaisin dari cabe merah berkisar antara 0. 25*) CAPSICUM ANNUUM L.). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biji pepaya kering mengandung protein dan lemak dalam jumlah besar. daun indung: 1. Studi perbandingan kapsaisin dari buah cabe merah dan cabe gendot (Capsicum annuum L. daun tua: 1. daun pemeliharaan: 1. Analisis dilakukan dengan kromatografi lapis tipis.

inframerah. tidak berwarna dengan jarak lebur 122-128°C. (jeruk besar) adalah salah satu jenis dari suku Rutaceae. yaitu 2. Dosis sari ditentukan berdasarkan kenaikan MIC yang masih dapat ditampung oleh dasar salep. segar diperoleh pektin sebesar 0. karena sifat-sifat yang sama dengan sifat-sifat minyak makan nabati lain. Diperoleh kristal jarum. DARI penelitian fitokimiauntuk mengisolasi alkaloida dan memeriksa senyawauntuk isolasi.41%. Minyak biji pepaya berwarna kuning dan mempunyai peluang baik sebagai minyak makan. Kadar minyak yang dapat diekstraksi dari biji pepaya dengan cara pengepresan adalah: 11. dan kadar protein rendah.) Osbeck. 1986. 1987. JF FMIPA UNPAD dikenal tradisional untuk pengoSARI daun ketepeng (Cassia alata L. dengan viskositas 0. JK FMIPA ITB ANAMAN Citrus grandis (L. bahan diduga gramina. SRI HERJATI SETIODIHARDJO. (No. Isolasi dan karakterisasi pektin dari kulit buah jeruk besar. Biji pepaya baik untnk bahan sumber minyak nabati. dengan metode 24 . suhu 25°C) dari larutan pektin adalah: 1.Untuk bahan makanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 2 sampai 4 x MIC.) OSBECK. 1 gugus metilen. Bentuk sediaan salep yang digunakan adalah salep lemak. biji pepaya kurang baik jika dibuat tahu karena warna coklat hitam tidak menarik. Penelitian ini dimaksudkan hasil Setelah maserasi. JF FMIPA UNAND Cephaelis stipulacea Bl. resonansi magnet nuklir (NMR) dan GC-MS. serta bobot molekul 174. Tujuan ini adalah mana sari daun ketepeng dapat ditambahkan ke dalam sediaan salep menjadi sediaan yang baik dan mapan tanpa mengurangi khasiat pengobatan. sediaan salep yang mengandung sari daun ketepeng memberikan efek bakterisid terhadap Staphylococcus aureus. Uji daya antimikroba salep yang mengandung sari daun ketepeng Cassia alata L. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi pektin dari kulit buah jeruk besar menggunakan pelarut pengendap etanol dan pemurnian secara pengendapan ulang. pemurnian dilakukan dengan cara rekristalisasi.) Osbeck. Kandungan metosil dalam pektin ditetapkan dengan dua cara. Secara spektroskopis diperoleh informasi adanya 5 proton aromatik. memberikan reaksi positif alkaloida. DlAN NURYANl. Pengujian terhadap daya antimikroba dari kandungan sari sediaan salep tersebut dilakukan dengan metode perforasi dan kontak dengan mikroba uji Staphylococcus aureus. 1 gugus N-dimetil dan 1 N-H. yaitu terutama kulitnya. 35*) CEPHAELIS STIPULACEA BL. Citrus grandis (L. Pseudomonas aeruginosa dan Microsponim gypseum. pemeriksaan alkaloida dilakukan secara kromatografi lapis tipis dan pemisahan kromatografi kolom. dengan menggunakan pelarut minyak dietileter adalah: 24. Tpemanfaatan buah jeruk tersebut timbul banyak buangannya. (No. Karakterisasi senyawa dilaku- kan dengan menentukan jarak lebur dan pemeriksaan spektroskopi ultraviolet. (No. 29*) CASSIA ALATA L. Hasil analisis dengan reaksi kimia dan spektrum inframerah menunjukkan bahwa senyawa yang berhasil diisolasi dari kulit buah jeruk besar adalah senyawa pektin.) Osbeck.70%. Isolasi alkaloida dari tumbuhan Cephaelis sdpulacea BL YULIANTI.06 pada konsentrasi larutan pektin 2 g/L dan pada suhu 25°C.) sudah lama penelitiansebagai obatuntuk mengetahui sejauh batan penyakit kulit dan sebagai pencahar.26%.8904 cP. rasa pedas getar.82% berat basah. 1987. salep tercuci dan salep yang dapat larut dalam air. 36*) CITRUS GRANDIS (L. salep scrap. Penentuan viskositas dengan metode viskosimetri Oswald menghasilkan viskositas relatif terhadap pelarut (air suling. sedang terhadap Pseudomonas aeruginosa bersifat bakteriostatik. Dari kulit buah Citrus grandis (L.

(No. tiap-tiap kelompok terdiri 3 ekor domba..829 kg. Senyawa kimia yang teramati adalah alkaloida. ialah Citrus grandis Osbeck: dan Citrus nobilis Lour.7%. di samping sebagai pencuci mata. lujuan peneiitian ini adalah untuk mengetahui kandungan kimia dan spesifikasi farmakognosi dari daun iler. terhadap pertumbuhan kambing SUDJIMANDJOJOSENGODJO dkk. jeruk keprok D SRI ULINA PURBA. Jika dibandingkan kelompok I dengan kolompok II ada perbedaan yang nyata (P< 0. namun perbedaan ini tidak nyata (P<0. dibagi menjadi 4 kelompok. Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis Osbeck. kelompok III diberi temu ireng dengan konsentrasi 50% dan dosis 2. Telah diteliti pengaruh perasan temu ireng terhadap pertumbuhan domba. sebagai obat pcmbanding digunakan obat cacing Panacur 0. saponm dan minyak atsiri. Dari hasil pemisahan ini dilakukan pemeriksaan kandungan senyawa kimia secara kromatografi lapis tipis.5 mL/kg bb.) adalah salah satu tanaman Pengaruh perasan temu ireng Curcuma aeruginosa Roxb..1987.917 kg.32 ± 0. (No.penyabunan diper. SUWARJlHERYANA.oleh 4. kelompok II = 1. kelompok II diberi temu ireng dengan konsentrasi 25% dan dosis 2.047%. dengan metode pektase: 2. penentuan macam gugus fungsi ditentukan secara spektrometri NMR.5 mL/kg bb. JF FMIPA UNPAD ELAH banyak diketahui bahwa daun iler (Coleus atropurpureus Benth. FKH UGM P ENELITIAN ini dilakukan untuk memperoleh data penggunaan obat tradisional terhadap pertumbuhan domba.1 kg...05). Ke25 .4 ± 0. 40*) COLEUS ATROPURPUREUS BENTH.15 kg. kelompok IV = 2. tiap minggu sekali.1 ± 0. Dua belas ekor domba betina. mematangkan bisul dan perawatan setelah haid serta pemeliharaan pusar bayi. Pengamatan dilakukan seminggu sekali selama 8 minggu. Setelah isolasi dtlakukan pemurnian dan uji kualitatif. (No. 1981.5%. bahwa pertambahan bobot badan kelompok I rata-rata= 0. Pemisahan kandungan kimia dilakukan dengan isolasi secara soksletasi bertingkat. jeruk besar dan dari kulit Citrus nobilis Lour. kelompok HI = 1. inframerah dan NMR menunjukkan bahwa hespiridin yang dihasilkan oleh kedua macam jeruk tersebut berbeda. Ekstrak yang diperoleh kemudian digunakan untuk pemisahan lebih lanjut melalui kromatografi cepat. menggunakan berbagai pelarut dengan polaritas yang berbeda. diambil secara random. Temu ireng merupakan obat tradisional pernah diteliti terhadap askaris babi in vitro dan cacing askaris pada anak ayam in vivo yang hasilnya dapat memberikan harapan. bahwa kadar air dalam daun iler segar adalah sekitar 83. 37*) CITRUS NOBILIS LOUR. 1986.2%.5% dan dosis 5 mg/kg bb.72 ± 0.. Hasil pengamatan selama 8 minggu menunjukkan. Dari hasil peneiitian diperoleh informasi. Pemeriksaaan pendahuluan kandungan kimia daun iler (Coleus atropurpureus Benth. Kelompok I dan kelompok III ada perbedaan. Hesperidin dari Citrus grandis Osbeck. adalah hesperidin flavonon. tiap 4 minggu sekali. luka-luka kecil. Data spektrum ultraviolet.) Tyang digunakan untuk pengobatan sakit tetinga. umur kira-kira 6 bulan. wasir. fiavonoida. Kelompok I sebagai kontrol.05% dan kadar minyak atsiri dalam serbuk daun iler sekitar 0. Temu ireng yang sudah tua dibuat perasan dengan konsentrasi 50% dan 25%.1). JK FMIPAITB ILAKUKAN isolasi senyawa hesperidin dari 2 macam kulit jeruk. Pemberian obat dilakukan secara oral dan selama peneiitian domba diberi makan dan minum ad libitum. sedang kelompok IV diberi obat cacing Panacur 0. 41)* CURCUMA AERUGINOSA ROXB. cacingan. (jeruk besar) diduga hesperidin calkon dan hesperidin dari Citrus nobilis Lour. menggunakan berbagai pelarut dengan polaritas meningkat mulai dari pelarut yang non-polar sampai ke pelarut yang polar.

47*) CURCUMA MANGGA VAL. Hasil analisis dengan kromatografi gas-cairan dan GC-MS menunjukkan bahwa minyak atsiri kunyit mengandung dua komponen utama. CH2. yang salah satu komponennya mempunyai HRf yang mendekati HRf desmetoksikurkumin. jumlah komponen dalam minyak atsiri ini ditentukan dengan kromatografi gas-cairan. (No. Dihasilkan ekstrak kentaf kurkuminoid dan minyak atsiri 0. Terhadap minyak atsiri rhizoma kunyit dilakukan analisis gugus fungsi dengan spektrofotometer inframerah. Hal ini dapat diperlihatkan dari hasil perbandingan luas puncak masing-masing komponen dalam kunyit tua dan muda. Wmkler antara lain Kaiser (1932. JK FMIPAITB ENELITIAN komponen minyak atsiri beberapa jenis Curcuma yang lain sudah dilakukan. Minyak diperoleh dengan cara destilasi uap dari rhizoma kunyit segar. Penetapan bobot molekul masing-masing komponen dilakukan dengan spektrometer massa. Minyak atsiri hasil destilasi uap berwarna kuning agak jingga dan berbau seperti bau tanaman penghasilnya. dilanjutkan dengan analisis kualitatif.6%. Spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus C = O. Hal ini ditunjang oleh data spektroskopi inframerah yang diungkapkan seperti di atas. & ZYR Beberapa aspek farmakognosi temu mangga (Curcuma mangga Val. 43*) CURCUMA DOMESTICA VAL. 1988. Kesimpulan: pemberian perasan temu ireng dengan konsentrasi 25% dan 50% dan dosis 2.5 mL/kg bb. (No. namun menunjukkan hasil yang berbeda dalam hal jenis dan jumlah komponen utama yang terdapat dalam minyak. terlihat 9 komponen minyak atsiri dan 2 komponen kurkuminoid.) dengan GC-MS P FlTRl YUNITA. Isolasi kurkuminoid dilakukan dengan cara soksletasi dengan pelarut metanol. tetapi pertambahan tersebut hanya ±16. Penenetuan komponen utama minyak atsiri kunyit _ (Curcuma domestica Val.1933). 1986. 48*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. C = C . JF FMIPA UNPAD ENELITIAN ini dimaksudkan untuk menentukan beberapa spesifikasi simplisia dan mengisolasi minyak atsiri dan kurkuminoid yang terkandung di dalam rimpang temu mangga. SEMANGAT KATAREN. dan kromatografi gas. Penelitian meliputi pemeriksaan pendahuluan. Analisis kualitatif dilakukan dengan kromatografi lapis tipis. serta gugus aromatik. isolasi minyak atsiri dengan destilasi cara Stahl seperti tercantum dalam Farmakope Indonesia Edisi III dan Materia Medika Indonesia. Malingre (1971) dan Purseglove (1981) juga telah mengidentifikasi komponen dalam minyak atsiri temulawak.lompok I dan kelompok IV ada perbedaan. PENELITIANoleh Dieterle dandengan caraatsiri temulawaktapis(1943). 26 . Penentuan komponen utama minyak atsiri temulawak Curcuma xanthorrhiza Roxb. isotasi zat berkhasiat. 1988. Berdasarkan kromatogram minyak atsiri kunyit tua dan kunyit muda ternyata kadar turmeron dalam kunyit tua lebih besar dibandingkan dalam kunyit muda. Oleh karena itu diadakan penelitian untuk mengetahui golongan senyawa kimia dan jumlah komponen utama yang terdapat dalam minyak temulawak. JK FMIPA ITB tentang komponen minyak telah dilakukan oleh beberapa orang ahli. (No. tetapi juga tidak nyata (P < 0.38%. yang menganalisis komponen minyak kromatografi tipis dan Lunaw (1959). CH3. & Zyp.) P TETI SURYETi. jika dibandingkan dengan pertambahan bobot badan menurut Dove. Gunster Honvad dan Rao (1964). Dari fragmentasi massa dapat disimpulkan bahwa kedua komponen utama minyak atsiri rhizoma kunyit adalah turmeron dan ar-turmeron. Rendemen minyak atsiri yang diperoleh dari rhizoma kunyit tua lebih besar dibandingkan rendemen minyak atsiri dari rhizoma kunyit muda. Dalam penelitian ini akan diperiksa komponen utama minyak atsiri dari rhizoma Curcuma domestica Val.005%). menimbulkan pertambahan bobot badan domba. Dari pemeriksaan kromatografi lapis tipis.

Ternyata soksletasi dengan aseton merupakan cara yang paling efisien. PENELITIAN rendemenmembandingkan efektifitasserta pengaruh minyak atsiri terhadap rendemen ditinjau dari dan kadar kurkuminoid. Pengaruh kurkuminoid dari temu lawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. JF FMIPA UNPAD P ENELITIAN ini bertujuan untuk mencari khasiat yang lebih spesifik tentang pengaruh kurkuminoid terhadap HDL-kolesterol. Berdasarkan analisis terhadap fraksi terpen dan terpen-0 dengan kromatografi gas. c) maserasi dengan etanol dan ekstraksi air. dan rimpang kunyit Curcuma domestica Val. (No. seskuiterpen dan seskuiterpen-0. 49*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. JF FMIPA UNPAD ini akan berbagai pelarut untuk mengisolasi kurkuminoid. Cara isolasi ialah: a) soksletasi dengan aseton. Kurkuminoid diisolasi dengan cara ekstraksi menggunakan berbagai 5 pelarut organik dan air.Minyak atsiri rimpang temulawak diisolasi dengan cara penyulingan dengan air selama 5 jam. Penetapan kadar tersebut dilakukan pada kelinci normal setelah pemberian kolesterol dan setiap minggu selama 6 minggu setelah pemberian kurkuminoid. 27 . dan kadar kurkuminoid isolat. tetapi menurunkan kadar kurkuminoid isolat. Setiap kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol).) terhadap kolesterol total. b) refluks dengan aseton. 50*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. 1988. masing-masing: tween 80. eter minyak tanah-aseton. 1987. Ternyata pemberian kurkuminoid 10 mg.. kolesterol total dan trigliserida darah dari kelinci dalam keadaan hiperlipidemia. kromatografi gas dan kolom. ternyata minyak temulawak terdiri dari 30 senyawa yang merupakan campuran senyawa monoterpen. Rendemen ditentukan secara gravimetris dan kadar isolat ditentukan secara spektrofotometri dengan menggunakan suiar tampak. 15 mg dan 20 mg kurkuminoid + tween + air. kelompok II sampai dengan kelompok IV diberi per oral. eter minyak tanah-etanol. AMIR HAMZAH MAUZY.kolesterol. kelompok V sampai dengan VII masing-masing diberi per oral 3% kolesterol selama 10 hari dan diikuti masing-masing dengan 10 mg. ternyata dalam fraksi terpen terdapat 6 komponen utama. sedang dosis 20 mg kurkuminoid menaikkan HDL. 20 mg kurkuminoid + tween + air. Perbandingan beberapa cara ekstrasi untuk mengisolasi kurkuminoid dari rimpang temulawak Curcuma xanthorrhiza'Roxb. Dalam percobaan ini digunakan kelinci jantan yang dibagi menjadi 7 kelompok. Pemisahan minyak atsiri dengan cara destilasi uap tidak berpengaruh terhadap rendemen isolat. eter minyak tanah-heksan-aseton. sedang kadar trigliserida dengan metode GPO-PAP. heksan. berdasarkan analisis kromatografi lapis tipis. Penetapan kadar kolesterol total dan HDL-kolesterol dalam serum dilakukan dengan metode CHOD-PAP. masing-masing terdiri dari 3 ekor kelinci. 15 mg dan 20 mg dalam tween 80 dan air menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah. (No. 3% kolesterol. Basil menunjukkan bahwa. etanol. kemudian dianalsis jumlah komponen terpen dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas dan terakhir dilakukan pemisahan komponen terpen dan terpen-0 dengan kromatografi kolom. monoterpen-0. Dalam fraksi terpen-0 terdapat 4 komponen utama dan 2 komponen terpen-0 lainnya dengan kadar yang relatif kecil. trigliserida dan HDL-kolesterol darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia PRAMADHIA BUDHIDJAYA.

1988. masing-masing: 3% kolesterol. sedangkan penetapan kadar ChE dilakukan dengan metode Knedel M dan R. VI dan VII masing-masing diberi per oral karbon tetraklorida 0. Percobaan dilakukan menggunakan 18 ekor kelinci jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok. temulawak dapat menycmbuhkan penyakit karena kelainan hati. 2) Pengaruh ekstrak air temulawak terhadap HDL-kolesterol. kolesterol total dalam keadaan hiperlipidemia. 10 mL ekstrak air temulawak. JF FMIPA UNPAD distandarkan TABLET dan kapsul dari sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air temulawak dapat menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia. masing-masing kelompok terdiri dari 3 ekor kelinci.) dan uji beberapa sifat fisikokimia secara kromatografi lapis tipis BUDI HERAWAN. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol). Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol). Pengaruh kurkuminoid dari temulawak terhadap kadar SGOT.. Penetapan kadar SGOT dan SGPT dilakukan dengan metode standar yang dioptimasi dari Deutsche Gesellschaft fur Klinischc Chemie. walaupun jenis penyakit hati tersebut belum jelas. Ingin diketahui apakah dalam sediaan tersebut selama penyimpanan terjadi degradasi pada fraksi-fraksi zat berkhasiat yang terdapat dalam sari rimpang temulawak. masing-masing terdiri dari 3 ekor kelinci. kelompok II diberi karbon tetraklorida 0.) telahIndonesia dan menjadi obat golongan fitoEerapi. diproduksi oleh beberapa pabrik farmasi di diresepkan oleh dokter. 15mg/hari dan 20 mg/hari dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT. sedang kadar trigliserida dengan hidrolisis enzimatis (Boehringer Mannheim). kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia ABDUL NASER. JF FMIPA UNPAD ekstrak air temulawak (Curcuma DALAM penelitian ini ingin diketahui pengaruh dan trigliserida darah kelinci xanthorriza Roxb. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kurkuminoid temulawak terhadap kadar SGOT. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik S TAVIP BUDIAWAN. kelompok V sampai dengan VII masing-masing diberi per oral 3% kolesterol selama 10 hari dan diikuti masingmasing dengan 6 mL.05 mL/kg bb. Setiap kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut. kelompok II sampai dengan kelompok IV diberi per oral. dan menaikkan kadar ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik. yang masing-masing dilarutkan dalam 7 mL air dan 1 mL Tween 80. JF FMIPA UNPAD EBAGAI obat tradisional. yang 28 . Masing-masing kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut.. dan pada hari berikutnya masing-masing diberi kurkuminoid temulawak 10 mg. Pengambitan sampel darah dilakukan pada saat kelinci dalam keadaan normal. tetapi hal ini belum terlihat jelas pengaruhnya terhadap HDL-kolesterol. 1987. 1987. (No. Dalam percobaan ini digunakan kelinci yang dibagi menjadi 7 kelompok. 8 mL dan 10 mL ekstrak air temulawak. N. Bottger. Kelompok V.) terhadap HDL-kolesterol. Pembuatan sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. ( o 53*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurkuminoid temulawak dengan dosis 10 mg/hari. setelah pcmbcrian karbon tetraklorida dan setiap satu minggu pada proses pemberian kurkuminoid temulawak. N. Kelompok III diberi 1 mL Tween 80 dalam 7 mL air. Kelompok IV diberi per oral 20 mg kurkuminoid temulawak dalam 7 mL air dan 1 mL Tween 80.05 mL/kg bb. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik. 15 mg dan 20 mg. 54*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Penetapan kadar kolesterol total dan HDL-kolesterol dalam serum dilakukan dengan metode CHOD-PAP.( o 5 * CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB.

10 mg. setiap kelompok terdiri dari 3 ekor. Dengan menentukan kadar bilirubin total. 15 mg. JF FMIPA UNPAD pengaruh (Curcuma xanthorrhiza PENELITIAN ini ingin mengungkapkan dan HBsAgekstrak air temulawakkeadaan terinfeksi virus Roxb. Secara organoleptis sari cair yang terbentuk berwarna kuning jingga. mg 20 mg dan 25 mg secara oral menurunkan kadar kolesterol total dan bilirubin total serta menaikkan kadar asam empedu darah kelinci. satu kelompok digunakan sebagai kontrol dan pada satu kelompok diberikan pelarut. 8 mL/hari dan 10 mL/hari dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT darah kelinci yang ada pada keadaan terinfeksi virus hepatitis B. sedangkan uji HBsAg dilakukan dengan metode Reverse Passive Hemagglutination. Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. c) terhadap sinar matahari tldak langsung. Hasil dari penelitian ini adalah: 1. amilum. 8 mL dan 10 mL secara oral. Dalam percobaan digunakan kelinci yang dibagi menjadi 6 kelompok. Setelah terinfeksi oleh virus hepatitis B. b) pada suhu sampai 60°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air temulawak 10% b/v dengan dosis 6 mL/hari. Kelompok IV. (No. 55*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. 56*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. 1988. berasa pahit pedas. V dan VI masing-masing diberi 1 mL serum hepatitis B secara intravena. SGPT dan uji kualitatif darah kelinci pada keadaan terinfeksi Hepatitis B SUMIATI YUNINGSIH. Pengambilan sampel darah dilakukan pada saat kelinci dalam keadaan normal. asam empedu serum kelinci dan kolesterol total dalam darah kelinci. (No. masing-masing 6 mL. asam stearat. Kelompok III diberi serum hepatitis B 1 mL/kg bb. Percobaan dilakukan menggunakan 7 kelompok kelinci. 1987.) terhadap fungsi empedu darah kelinci ROBERT EDWARD ARJTONANG. Kelompok II diberi ekstrak air temulawak 10 mL. Dibuat sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Hasil uji beberapa sifat fisikokimia secara kromatografi lapis tipis menunjukkan bahwa sari rimpang temulawak cukup stabil: a) pada proses pembuatan. tetapi tidak berpengaruh terhadap virus hepatitis B. Akan diteliti pengaruh temulawak terhadap kadar bilirubin total. 15. 20 mg dan 25 mg secara oral tiap hari selama 42 hari dan darah untuk pemeriksaan diambil sekali seminggu sebanyak 6 kali. yaitu suatu bahan kurkuminoid hati dan empedu. perlu dilakukan. berbau khas. Kurkuminoid diberikan pada 5 kelompok dengan dosis masing-masing: 5 mg. Penelitian lebih lanjut tentang mekanisrhe kerja serta penggunaan hewan percobaan dari lain spesies. Penetapan kadar SGOT dan SGPT dilakukan dengan metode standar yang dioptimasi dari Deutsche Gesellschaft fur Klinische Chemie. Kelompok I adalah kelompok kontrol. magnesium stearat). 29 . sari kental berwarna coklat dan sari kering berwarna kuning. 2.) terhadap kadar SGOT. Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap kadar SGOT. dan d) terhadap penambahan zat pengisi (laktosa. asam empedu dan kolesterol total dalam darah kelinci akan diketahui pengaruh kurkuminoid temulawak. masing-masing kelompok terdiri dari 2 ekor kelinci. JF FMIPA UNPAD URKUMINOID dari temulawak yang dapat Kmenambah pengeluaran kolesterolmerupakan suatu kolagoga. SGPT darah kelinci pada hepatitis B. Ternyata kurkuminoid dengan takaran 5 mg. setelah pemberian serum hepatitis B dan tiap satu minggu pada proses pemberian ekstrak air temulawak. pada hari berikutnya diberikan ekstrak air temulawak.) dengan cara perkolasi menggunakan penyari alkohol 70% dan ditentukan beberapa sifat fisikokimianya. 10 mg.disebabkan oleh pengaruh zat atau bahan yang sengaja ditambahkan.

7) Tasikmalaya. JF FMIPA UNPAD dilakukan penelitian tentang efek kurkuminoid sebagai antiTELAH banyak penelitian ini ingin diketahui potensiminyak atsiri danminyak atsiri yang diperoleh bakteri. 6) Cirebon. kloroform dan metanol. Dalam daya antibakteri dengan cara ekstraksi bertingkat dengan menggunakan eter minyak tanah. Kurkuminoid tersebut diidentifikasi sebagai kurkumin dan desmetoksikurkumin. 1986. untuk mencari metode isolasi yang paling efektif. 3) Tawangmangu. 8) Garut.12%. 2) Surakarta. kloroform dan metanol T YANI SUTIYANI.44 ± 1. Penelitian ini akan mengungkapkan perbedaan secara kualitatif dan kuantitatif minyak atsiri rimpang temulawak yang berasal dari berbagai daerah. 9) Sragen. Kadar minyak atsiri dtperiksa menggunakan alat destilasi Stahl. Salmonella typhi dari kelompok bakteri gram negatif. UTU rimpang temulawak ditentukan oleh kadar minyak. Uji daya antibakteri ekstrak temulawak hasil fraksinasi dengan eter minyak tanah. Kadar minyak atsiri terbesar terdapat dalam rimpang temulawak yang berasal dari daerah Surakarta. b) metode perforasi dan c) metode kontak. yaitu: 31. waktu panen dan pengolahan. Dari intensitas warna basil dinamolisis dan kromatografi lapis tipis. Di antara ketiga metode pengujian. Penetapan kadar minyak atsiri rimpang temulawak dari berbagai daerah TAUFIK RACHMAN. Jumlah komponen kimia yang dapat dipisahkan sebanyak 11 sampai 14. kloroform dan metanol. reaksi warna dan kromatografi lapis tipis. 10) Wonogiri dan 11) Purwodadi. metode c) kontak memberikan hasil paling memadai. 61*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. (No. yaitu: 5.JF FMIPA UNPAD UJUAN penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa kurkuminoid melalui beberapa pelarut berpolaritas meningkat. Hasil uji sentivitas terhadap bakteri Staphylococcus aurues.80%. kloroform dan metanol. 1986. kloroform dan metanol terhadap Staphylococcus aureus. JF FMIPA UNPAD Mkurkuminoid yang sangat tergantung pada tempat tumbuh. pemisahan komponen kimia minyak atsiri dilakukan secara kromatografi lapis tipis. Salmonella typhi dan Bacillus subtilis METTI SITI HASTUTI. (No. 60*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Ada zat antibakteri yang tidak dapat berdifusi ke dalam medium yang mengandung air. 4) Yogyakarta. Pada saat yang sama dilakukan uji zat murni kurkumin dan monodesmetoksikurkumin hasil isolasi dari ekstrak kloroform. menunjukkan bahwa tiap pelarut secara sendiri-sendiri tidak dapat menarik sempurna zat antibakteri yang terdapat dalani temulawak. Pemeriksaan kurkuminoid dilakukan dengan dinamolisis. atsiri dan komponennya serta kadar 30 . 5) Bumiayu. menggunakan pelarut eter minyak tanah. diketahui bahwa dalani ekstrak kloroform dan metanol diperoleh banyak kurkuminoid. yaitu: a) metode cakram kertas.(No.84 ± 0. 1987. Daya antibakteri dari temulawak cukup kuat dan dapat mencapai derajat sensitif pada konsentrasi 8% ekstrak. dan terkectl dari daerah Purwodadi. Rimpang temulawak segar diperoleh dari daerah: 1) Lembang. yaitu: ekstrak kloroform terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dan terhadap ekstrak metanol terhadap Bacillus subtilis. Rimpang temulawak diekstraksi secara fraksinasi menggunakan pelarut eter minyak tanah. Isolasi dilakukan dengan alat sokslet menggunakan pelarut petroleum eter. Pengujian 'daya antibakteri dilakukan dengan tiga metode. komponen kimia terbanyak (14 bercak) terdapat pada minyak atsiri rimpang temulawak dari Cirebon dan Tawangmangu dan paling sedikit (11 bercak) terdapat dalam rimpang dari Lembang dan Surakarta. 62*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Isolasi dan identifikasi senyawa kurkuminoid rimpang Curcuma xanthorrhiza Roxb. Bacillus subtilis dari kelompok bakteri gram positif dan Escherichia coli.

yang menurut penelitian ini. Percobaan dilakukan menggunakan 6 ekor anjing dewasa yang diperkirakan sehat. Turn. (No. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rhizoma Curcuma javanica (temulawak) ternyata mampu menurunkan kolesterol darah pada anjing. Tujuan penelitian pendahuluan ini adalah menyelidiki komponen kimia minyak atsiri dari buah ter. (No. 1979.00 sampai jam 8. Dengan GC-MS diduga bahwa minyak atsiri durian mengandung suatu senyawa karboksilat yang mempunyai bobot molekul 104 dengan rumus molekul C4H803. 63*) CURCUMA JAVANICA Penelitian pendahuluan tentang khasiat rhizoma temulawak (Curcuma javanica) terhadap kadar kolesterol darah AGUS DJAMHURI. daun. 69*) DIOSCOREA HISPIDA DENST. Setiap akan diperiksa kadar kolesterol dalam darah.30 atau sekitar 14 jam. sedang dari jenis yang berumbi putih diosgenin baru berhasil diidentifikasi. Penelitian pendahuluan komponen kimia minyak atsiri durian (Durio zibethinus Murr. Mekanisme kerja yang pasti tidak dapat diungkapkan dalam penelitian ini. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang cara isolasi diosgenin yang paling tepat. Yogyakarta dan 2) umbi gadung yang berwarna putih dari Bantul. tanpa memandang spesies. yang konstruksi ringan dan buahnya sebagai makanan segar. Isolasi dan identifikasi steroida saponin dalam umbi gadung Dioscorea hispida Denst. semua mengandung senyawa diosgenin.sebut yang salah satu negara asalnya adalah Indonesia (terutama Kalimantan dan Sumatera). 70*) DURIO ZIBETHINUS MURR. FK UNBRA T UJUAN penelitian ini ialah untuk raengetahui khasiat rhizoma Curcuma javanica (temulawak) terhadap kadar kolesterol darah. khususnya pada tahap akhir pengerjaan. ACHMAD MUSTAFA FATAH.) dengan GC-MS SONDANG KOMAR1AH SlMATUPANG.(No. Untuk mendapatkan minyak atsiri dari durian.buhan ini tumbuh di tanah daratan kering atau tanah berbatu-batu yang beriklim tropis pada keting. jenis kelamin tidak dibedakan dan kisaran kadar kolesterol darah sekitar 250 mg/100 mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman Dioscorea hispida Denst.). yang banyakadalah untuk Indonesia. senyawa diosgenin dalam tanaman Dioscorea hispida terdapat di Contoh yang diteliti adalah: 1) umbi gadung yang berwarna kuning dari daerah Sleman. Analisis melalui kromatografi gas dengan kolom OV-I 5% memperlihatkan adanya minimal 26 komponen. Dari jenis tanaman yang berumbi kuning berhasil diisolasi kristal diosgenin. 1988. Selain itu juga buah. dilakukan isotasi dengan metode destilasi uap dan dihasilkan minyak berwarna kuning muda. Kapsul temulawak dan Atromid diberikan bersama pada waktu makan pagi. FF UGM UJUAN penelitian mengetahui TDenst. JK FMIPA ITB Sberasal dari suku Bombacaceae. bobot badan antara 10-12 kg. terbukti mengandung senyawa diosgenin. kulit dan akar durian dapat digunakan sebagai obat tradisional. sedangkan data inframerah memberikan informasi adanya gugus fungsi OH dari suatu hidroksi. 1979. C-H dari metil dan metan serta C — O dari asam karboksilat. Penelitian lebih lanjut yang berkaitan dengan dosis dan hepatotoksisitas perlu dilakukan. Terdapat 2 varietas Dioscorea hispida Denst.gian sampai 1000 m di atas permukaan laut. anjing dipuasakan terlebih dahulu dari jam 18. agar diperoleh hasil kristal diosgenin secara maksimum. Analisis dengan spektrofotometri ultraviolet darJ minyak atsiri memberikan minimal satu puncak pada panjang gelombang maksimum 251 nm. siang dan sore. 31 . Tanaman ini ditanam untuk diambil kayunya sebagai bahan ALAH satu tanaman yang mengandung minyak atsiri adalah durian (Durio zibethinus Murr.

Untuk melengkapi informasi penelitian akan diperiksa efek ekstrak akar rumput belulang sebagai antibahwa akar rumput belulang mengandung senyawa golongan saponin. kloroform dan metanol.4 mg. sensitif sedang pada dosis 3.6 mg ekstrak. Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. sehingga sangat memudahkan penelitian lebih lanjut. Penentuan dilakukan dengan cara morfologi dan mikroskopi.18 mg. Bacillus subtilis. 76*) EUPHORBIA PRUNIFOUA JACQ .) Stend. dan sensitif sedang pada dosis 5. FMIPA UNPAD T UJUAN penelitian ini adalah untuk mencari senyawa kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia secara kasar. sedangkan analisis dilakukan secara kromatografi lapis tipis. diketemukan dua senyawa tunggal yang bereaksi positif penentuan adanya senyawa alkaloida. khususnya terhadap senyawa alkaloida dan triterpenoida. spektroskopi ultraviolet dan inframerah. Dari hasil uji dengan cara cakram kertas.6 rag dan 3. Pemisahan komponen kimia dilakukan dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif dan kromatografi kolom.) suku Graminae. demam.4 mg dan 5. maka diduga tanaman ini juga mengandung saponin dan tanin. Sedangkan pada Sarcina lutea sensitif pada dosis 11. Dari pemeriksaan pendahuluan diketahui Uji daya antibakteri dilakukan terhadap: 1) ekstrak etanol yang diperoleh dengan cara perkolasi dan 2) ekstrak air yang diperoleh dengan. Penelitian kandungan kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia Jacq. dan sensitif sedang pada konsentrasi 1 sampai 3 kali MIC.) ATY WiDYAWARUYANTI. alkaloida dan golongan sterol atau terpen. 1986. yang diperoleh secara ekstraksi RUKMIATI K. Dengan cara penentuan seperti di atas. Senyawa tersebut tersebar di seluruh bagian tanaman tersebut. 77*) EUPHORBIA LONGAN (LOUR. ekstrak etanol sensitif terhadap Salmonella typhosa pada dosis 11. cacingan dan diare. diguna- bakteri dalam kaitan kegunaannya sebagai obat diare. Dengan melakukan ini. Ambarawa. 1987. Uji antibakteri ekstrak akar rumput belulang (Eleusine indica Gaertn. tumbuh liar sebagai gulma. Terhadap Sarcina lutea sensitif sedang pada konsentrasi 3 sampai 4 kali MIC dan resisten pada konsentrasi 1 sampai 2 kali MIC. Wonosobo. JF FMIPA UNPAD Rkan sebagai obat tradisional antara lain untuk kejang-kejang. tetapi tidak " diketemukan bercak yang bereaksi positif terhadap pereaksi Dragendorff yang biasa dipakai untuk Penelitian pendahuluan senyawa saponin dalam kulit buah lengkeng RETNO DAMAYANTI.5%. dilanjutkan dengan analisis fitokimia dari ekstrak tanaman tersebut berturut-turut dalam eter minyak tanah. sistempelarut yang cocok dan lain-lain. Magelang dan Malang (dataran tinggi yang beriklim agak dingin). (No.) STEND. terhadap pereaksi Liebermann-Burchard pada analisis dengan kromatografi lapis tipis. Seperti halnya golongan Sapindaceae lainnya. tetapi tidak menghambat pertumbuhan bakteri Klebsiella pnemoniae. (No. COKRONEGORO 1981.cara infundasi.18 mg.5% dan Sarcina lutea dengan MIC pada konsentrasi 12. UMPUT belulang (Eleusine indica Gaertn. 73*) ELEUSINEINDICA GAERTN. Temanggung. 32 . Hasil uji sensitifitas dengan cara perforasi menunjukkkan bahwa ekstrak etanol sensitif terhadap Salmonella typhosa pada konsentrasi 4 kali MIC. Sedang ekstrak air tidak menghambat semua bakteri uji.. tanin. JK FMIPA ITB LENGKENG atau Euphorbia longan (Lour.(No. suku Sapindaceae banyak ditemukan di daerah sekitar Semarang. Penelitian pendahuluan telah dilakukan untuk menentuan senyawa kimia dalam pucuk daun dari tanaman Euphorbia prunifolia Jacq. maka dapat diketahui metode yang paling baik yang dapat dipakai. Ternyata ekstrak etanol dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhosa dengan MIC pada konsentrasi 37.

pohonnya tinggi dan berdaun lebat.) pada "rat" NGATIJAN. Isolasi xanthone dari kulit buah Garcinia mangostana L. (No. Penelitian "anabolic effect" dan "androgenic effect" dari infus akar pasak bumi (Euricoma longifolia Jacq. 78*) EURICOMA LONGIFOLIA JACQ. C = O. banyak tumbuh dan pada seluruh bagian tumbuhan. Spektrum inframerah terhadap hasil reaksi asetilisasi menunjukkan bahwa puncak -OH yang ada menjadi hilang. Pelarut yang digunakan adalah aseton 80%. keluarga Guttiferae. Dugaan adanya xanthone pada kulit buah Garcinia mangostana L. YUDONO. R. C-H. Dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif berhasil dipisahkan lima macam senyawa. etilasetat dan n-butanol. hasil ekstraksi yang ada dalam n-butanol. (manggis. kadar dan gugus fungsi yang ada. benzen dan metanol. Senyawa hasi! ekstraksi ini kemudian dipisahkan dan dimurnikan dengan cara kromatografi kolom dan kromatografi lapis tipis. Ekstraksi dilakukan dengan memakai tiga macam pelarut dengan polaritas berbeda-beda. Kadar saponin ditetapkan dengan cara spektrofotometri. lalu dilakukan pemisahan dan pemurnian dengan cara kromatografi lapis tipis menggunakan eluen CHCb :C6H6 (7:3). ditunjukkan dari: a) hasil pengukuran dengan spektrofotometer ultraviolet yang menunjukkan adanya 3 serapan maksimum pada daerah panjang gelombang 230 nm-400 nm. Puncak ini akan hilang jika senyawa tersebut diasetilisasi. 1979. Senyawa ketiga dan keempat masih dalam bentuk campuran. CHC13 dan CeHe. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa saponin yang ada ialah dari jenis terpenoida. 2) Infus 10% menyebabkan kenaikan berat prostat tidak cukup berarti serta kenaikan berat musculus-Ievator ani tidak bermakna. Penelitian anabolic effect dan androgenic effect infus akar pasak bumi pada tikus jantan dilakukan dengan metode yang dianjurkan oleh Robert A. 2) Infus 10% memberikan kenaikan berat prostat yang tidak bermakna dan penurunan tidak berarti dari berat vesicula seminalis. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1) Infus pasak bumi 5% ternyata memberikan kenaikan berat prostat yang tidak berarti dan tidak memberikan kenaikan berat musculus-Ievator ani secara signifikan.Akan diteliti kulit buah terhadap adanya senyawa kimia saponin. 1990. Penelitian terhadap androgenic effect memberikan hasil sebagai berikut: 1) infus akar pasak bu- mi 5% memberikan kenaikan berat prostat tidak berarti dan penurunan berat vesikula seminalis yang tidak berarti. ( No.. JK FMIPAITB manggu) termasuk G arcinia mangostana L. Turner dan Andrew Wilson. Gugus fungsi dengan spektrofotometri inframerah. Penelitian pendahuluan ini dimaksudkan untuk raengetahui jenis saponin. dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut petroleum eter. buah tersebar di daerah tropis.dapat dimakan. Selanjutnya ditetapkan suhu lebur senyawa yang didapat. C = C. dengan Spektrum pe33 . Contoh yang diteliti adalah infus akar pasak bumi (dibuat oleh Bagian Resep Fakultas Farmasi UGM) menggunakan tikus galur Lembaga Makanan Rakyat (LMR) berumur 21-23 hari dengan bobot badan 48 -55 gram. FK UGM apakah di bumi yang TUJUAN penelitian ini adalah untuk mencari jawaban merangsangdalam infus akar pasakmempunyai dikatakan mempunyai khasiat menggemukkan dan gairah kelakian itu efek androgenik ataupun anabolik. CHC13:etilasetat (1:1). 3) Infus akar pasak bumi 20% menyebabkan kenaikan berat prostat tidak bermakna serta kenaikan berat musculus-Ievator ani tidak berarti. HERMANSYAH AMIR. dan b) dari hasil pengukuran dengan spektrofotometer inframerah yang menunjukkan adanya gugus-gugus O-H. Spektrum inframerah senyawa ini menunjukkan adanya puncak yang kuat dari gugus -OH pada daerah sekitar 3500-3250 cm" . Hidrolisis terhadap hasil ekstraksi dengan n-butanol diharapkan dapat menghasilkan sapogenin. 79*) GARCINIA MANGOSTANA L. H. memiliki getah berwarna kuning Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui adanya xanthone yang terdapat pada kulit buah tanaman tersebut. 3) Infus 20% memberikan kenaikan relatif berat prostat tidak cukup bermakna dan penurunan yang tidak cukup signifikan dari vesikula seminalis.

(1965) membuat kunci determinasi untuk membedakan 3 varitas yang dikenal dan diakuinya ada di Jawa dan diberi nama viride.. terutama akan diteliti kemungkinan adanya senyawa kumarin. sehingga kunci yang dibuat oleh Backer & Bakhuizen v. Kristal yang diperoleh adalah beta-terpineol. GC-MS. seperti pada xanthone standar. flavo-rubrum. pictum. Hal ini disebabkan. rubrum dan var. FB UNSOED P ENELITIAN Linnaeus (1762). Isolasi dilakukan dengan ekstrakst dan analisis dengan kromatografi lapis tipis. yaitu var. 1986. Dalam tulisan disajikan pertelaan lengkap dan kunci determinasi semua varitas tersebut. JK FMIPA ITB I mperata cylindrica (L. 89*) IMPERATA CYLINDRICA (L. (No. pembuatan diskripsi. dan 750-60 cm'T. 1989. ( o 8 * GARDENIA AUGUSTA MERR. belum dapat menggambarkan keanekaragaman varitas atau takson yang ada dalam jenis tersebut. selain oleh kemampuan bersaing yang tinggi. linalil asetat dan stirolil asetat.) Griff. Dari hasil tersebut diduga terdapat xanthone pada kulit buah Garcinia mangostana L. Isolasi minyak atsiri dari bunga gardenia dilakukan dengan soksletasi terus menerus dengan eter pada 40°C dan ekstraksi langsung dengan alkohol pada suhu kamar. var. album dan lurido-sanguinem. (Gardenia florida L. Dengan cara di atas terungkap adanya terpineol. Dua di antaranya belum pernah dipertelakan orang. 34 . yang dikenal dengan nama alang-alang.) Beauv. hingga saat ini masih lebih banyak dipandang sebagai salah satu tumbuhan rumput pengganggu bagi tanaman yang dibudidayakan di atas lahan kering. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti adanya senyawa inhibitor pertumbuhan yang mungkin terdapat dalam rhizoma alang-alang. beta-mangostin dan gamma-mangostin. N. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk lebih memperjelas konsep varitas Graptophyllum pictum di Malesia. viride. pemeriksaan spesimen herbarium. kromatografi gas. Keanekaragaman jenis Graptophyllumpictum (L. 0) Karakterisasi komponen kimia minyak atsiri Gardenia angusta Merr. Indonesia. di Malesia WIWIK HERAWATI. var. var.) GRIFF. Purwodadi dan Bogor menunjukkan bahwa di kawasan Malesia (meliputi Malaya. juga karena tumbuhan ini dalam interaksi dengan tumbuhan lain mengeluarkan zat alelopati atau zat pengatur tumbuh tanaman yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman lain di sekitarnya. lurido-sanguineum. SUTJIPTO HALIM.d Brink Jr.) BEAUV. benzil asetat. GC-MS serta spektroskopi inframerah. var. Griffith (1854). Miquel (1850). dan diduga adalah mangostin. dan BIndonesia. Dari banyaknya penambahan koleksi dan hasil pengamatan di lapangan ternyata variasi dan warna daun Graptophyllum pictum sangat besar. etil benzoat. 1987. 83*) GRAPTOPHYLLUM PICTUM (L. kaca piring) dengan metode kromatografi gas-cairan dan GC-MS HALIM ZAINI. yaitu pada: 1750-1650. Filipina dan Papua Nugini) terdapat 6 varitas Graptophyllum pictum.) Beauv. tetapi penelitian tentang menghasilkan aroma untuk parfumaugustabanyak didapat di komposisi kimia minyak Gardenia di Indonesia belum mendapat perhatian.1400-1200. Backer & Bakhuizen van den Brink Jr. Penelitian pendahuluan senyawa alelopati pada rhizoma Imperata cylindrica (L. Analisis kualitatif dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas cairan. Penelitian yang dilakukan ialah pengamatan spesimen segar.nyerapan maksimum pada panjang gelombang dan intensitas yang sama. Hooker (1885) dan Merril (1918) mengenai Graptophyllwn pictum (L. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan terhadap 140 spesimen yang merupakan koleksi Herbarium Bogoriensis LBN Bogor serta tanaman yang tumbuh di daerah Purwokerto. penentuan nama sementara dan pembuatan kunci determinasi. tidak dapat dipakai lagi. (No.1650-1450. JK FMIPAITB UNGA Gardenia augusta Merr.) Griff. album. linalol.

parutan dan air perasan. terhadap penurunan kadar SGOT dan SGPT pada tikus putih yang telah diinduksi dengan karbon tetraklor (CCI4). berpengaruh terhadap penurunan kadar SGOT pada dosis 200 mg. diuji terhadap bakteri Staphylococcus aitreus. kelompok II sebagai kelompok normal diberi ekstrak 400 mg/kg bb. termasuk Indonesia. Kelompok V diberi CCLf dan ekstrak 400 mg/kg bb. asam benzoat. emulsi minyak dalam air (M/A) dan dasar salep larut dalam air. Microspomm canis dan Trychophyton violaceum. diberi CCLi dan air suling 2 mL.. jamur Microsporum gypseum. Kumarin tidak ditemukan. 1\imbuh-tumbuhan itu. L) Formulas! salep dengan ekstrak laos dan penentuan daya hambatnya terhadap bakteri dan jamur SRI ARDANI SOELARTO. Penelitian ini meliputi uji pengaruh ekstrak air daun Kleinhovia hospita L. JF FMIPA UNPAD banyak dijumpai terutama di Asia. Salmonella typhi dan jamur Microsporum gypseum MOHAMAD EKSAN SJAFIUDIN.. asam vanilat dan vamlin. ( o 96*) LANGUAS GALANGA ( ) STUNTZ. tetapi tidak memberikan hasil yang signifikan terhadap penurunan kadar SGPT.) adalah salah satu tumbuhan yang tumbuh di Sulawesi Selatan yang digunakan sebagai obat tradisional untuk pengobatan penyakit hati. 1981. Kelompok IV diberi CCU dan ekstrak 200 mg/kg bb. dan tiap kelompok terdiri dari 4 ekor. Laos yang diteliti dibuat dalam bentuk irisan. (No. JF FMIPA UNPAD PAKAH masih mempunyai daya antibakteri dan antifungi yang Apenelitiansalep ekstrak laosformulasi sediaan salep yang cocok bag! ekstrak laos. Jumlah ekstrak yang dapat diserap oleh keempat dasar salep tersebut maksimum 20% dan salep ekstrak laos yang memberikan daya hambat terhadap bakteri adalah salep dengan kadar 30% untuk dasar salep hidrokarbon dan dengan kadar 15% dan 30% bagi dasar salep emulsi air dalam minyak. Sebagai bakteri uji digunakan Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi. 1989. telah dilakukan penelitian in vitro terhadap laos merah dan putih yang segar dan yang dikeringkan. FMIPA UNPAD U NTUK mengetahui kebenaran efek bakteriologik dan mikologik dari laos. 94*) KLEINHOVIA HOSPITA L. N. Daya hambat salep terhadap jamur tidak dapat diperoleh hasil yang meyakinkan.. Kelompok VI diberi CCLj dan ekstrak 600 mg/kg bb. STUNTZ. Uji pengaruh ekstrak air daun katimaha (Kleinhovia hospita L. N.Hasil analisis dengan kromatografi gas diperoleh data yang menunjukkan adanya minimal 8 komponen dalam ekstrak eter dari rhizoma. Curcuma xanthorrhiza Roxb.Katimaha (Kleinhovia hospita L. sedangkan sebagai jamur uji digunakan 35 . Tikus putih dikelompokkan menjadi 7 kelompok. Kelompok HI sebagai kelompok kontrol. emulsi ah. efektif? Tujuan adalah mencari Ekstrak laos berkadar: 15%.. 1979. Dari 8 komponen tersebut 4 komponen di antaranya diduga adalah asam o-kumarat. 30%.dalam minyak (A/M). Eclipta alba Haask. ( o 95*) LANGUAS GALANGA ( . antara lain: Curcuma domestica Val.) terhadap penurunan kadar SCOT dan SGPT darah tikus putih pada keadaan hepatotoksik Susi LAHTIANI. dengan dan tanpa penambahan asam cuka.. Kelompok I sebagai kontrol normal (tanpa diberi CCU dan ekstrak). penyakit kumng dan hepatitis. L Penelitian efek bakteriologik dan mikologik dari laos merah dan laos putih yang segar dan yang dikeringkan terhadap bakteri Staphylococcus aureus.. Akhir-akhir imi PENYAKIT hati masih hasil penelitian tentang tumbuh-tumbuhan dandiproduknya yang mempunyai banyak dikemukakan aktivitas untuk perlindungan hati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air daun Kleinhovia hospita L. 400 mg dan 600 mg/kg bb. Silybiwn marianum L. Phyllanthus niruri L. 60% dalam dasar salep hidrokarbon.

HESTI BUDIATI. 100*) LITSEA DIVERSIFOLIA BL. & V. Isolasi alkaloida aporfin dari Litsea accedentoides K. Melalui kedua turunan senyawa tersebut dapat disimpulkan. Penetapan struktur ketiga senyawa tersebut di atas. telah diteliti kandungan alkaloida dari spesies Litsea accendentoides. Ternyata Litsea accedentoides juga mengandung alkaloida dari jenis aporfin. Laos yang dikeringkan. JK FMIPA ITB L itsea merupakan salah satu dari 18 genus suku Lauraceae yang memiliki kandungan alkaloida. menggunakan pereaksi pendeteksi yang spesifik untuk alkaloida. dilakukan dengan mengisolasi bahan tanaman yang kering dan menghasilkan basa alkaloida yang mudah rusak karena pengaruh udara dan penyinaran. yaitu penghilangan lemak dari materi tumbuhan. Penambahan asani cuka memperlihatkan perbedaan daya hambat yang besar daripada jika tidak ditambahkan. diikuti dengan pemisahan menggunakan kromatografi kolom. Salah satu genus Dalam percobaan ini. Sedangkan dari 478 spesies tanaman yang termasuk genus Litsea sampai saat ini baru 34 spesies yang telah diselidiki kandungan alkaloidanya. dan prosesnya mencakup beberapa tahap. sedangkan reaksi asetilasi menggunakan Ac2O dan piridin menghasilkan N. baik jenis merah dan putih. Pengkajian kimia kulit akar Litsea diversifolia dalam penelitian ini. Litsea diversifolia adalah salah satu spesies yang terdapat di Indonesia dan belum pernah diungkapkan kandungan kimianya. 99*) LITSEA ACCEDENTOIDES K. 1989. maupun bentuk pengolahan parutan dan irisan. Data spektroskopi ultraviolet. (No. Data spektroskopi dari kedua senyawa kristal tersebut identik dengan yang 36 . pemisahan konstituen fenolik dan non-fenolik. obat kanker dan sebagainya. bahwa alkaloida yang berhasil diisolasi adalah suatu aporfin yang bersifat fenolik dan mengandung substituen pada posisi 1. Analisis kemurnian dari produk yang berhasil diisolasi dilakukan dengan kromatografi lapis tipis. menghasilkan suatu senyawa berupa kristal jarum yang tidak berwarna sebagai komponen utama. Pemisahan senyawa dari fraksi yang tidak larut dalam asam menggunakan kromatografi kolom. dilakukan dengan cara spektroskopi yang lazim. Reaksi N-metilasi dengan HCOH dan NaBH4 terhadap basa alkaloida tersebut menghasilkan kasitisin. 9 dan 10. tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dalam daya menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur uji. efek daya hambat laos merah lebih nyata dibandingkan dengan yang putih. inframerah dan NMR menunjukkan. Jika dibandingkan hasil pengukuran daerah hambat terhadap kedua bakteri uji dari laos segar dan yang dikeringkan dengan jumlah berat yang sama pula. JK FMIPAITB AURACEAE merupakan suku tumbuhan yang biasanya mengandung alkaloida. maka akan terlihat nyata bahwa laos segar menunjukkan daerah hambat yang lebih besar dari laos yang dikeringkan. & V. 2. Dari hasil penelitian dengari laos yang segar dapat dilihat bahwa daya menghambat pertumbuhan bakteri uji dan jamur uji dari laos ini cukup besar dan terlihat pula adanya perbedaan efek antara laos merah dan laos putih. Alkaloida dari kulit akar Litsea diversifolia BL Euis HOLISOTAN HAKIM. Terutama terhadap Staphylococcus mtreus. Beberapa senyawa apomorfin dilaporkan mempunyai aktivitas fisiologis yang penting seperti obat jantung. isolasi alkaloida. Isolasi alkaloida dilakukan berdasarkan sifat basa dari alkaloida. fraksi basa melalui pemisahan dengan cara yang sama menghasilkan pula suatu senyawa berbentuk kristal jarum yang berwarna kuning. Ldari suku Lauraceae yang mengandung alkaloida adalah Litsea dan alkaloida yang biasanya ditemukan dalam genus ini adalah jenis aporfin. No.O diasetil aktinodafnin.Microsporum gypseum. bahwa basa alkaloida yang merupakan komponen utama Litsea diversifolia adalah aktinodafnin. Hasil yang didapat ini sesuai dengan penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya terhadap Litsea. 1989. yang pada umumnya jenis apomorfin. Selanjutnya.

ROB.tumbuhan yang ditemukan di belum pernah dilaporkan Penelitian ini Pemisahan dilakukan dengan perkolasi menggunakan heksan dan metanol. var. var. kemudian dilakukan bertujuan untuk meneliti kandungan alkaloida fraksi non-fenolik dari kulit akar dan kulit ranting Litsea glutinosa. 37 . inframerah dan GC-MS. inframerah. ROB.74.) B. penentuan jarak lebur dan pemeriksaan spektroskopi ultraviolet. mengandung actinodafnin jenis > aporfin sebagai alkaloida utama. maka zat ini merupakan alkaloida baru dan untuk ini perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan.35.diperoleh dari aktinodafnin. tiga di antaranya menunjukkan uji alkaloida positif terhadap pereaksi Dragendorff. B.dan Rob. littoralis Blume. (No. Isolasi dilakukan secara kromatografi lapis tipis. benzen dan metanol sebagai fase gerak. menghasilkan senyawa berupa kristal yang mengkilat dengan jarak lebur 164-166°C. Dengan spektroskopi NMR dan GC-MS diperoleh dugaan. menggunakan gel sebagai fase diam dam pelarut organik kloroform. belum diteliti lebih lanjut. 1989. B. JK FMIPA ITB (Lour. JK FMIPAITB ENELTTIAN terdahulu menyatakan bahwa Litsea diversifolia BI. Dari kulit akar fraksi non-fenolik diperoleh kristal dengan jarak lebur 207-209°C. B. Untuk mengetahui jenis alkaloida lain yang terkandung dalam kulit akar Litsea diversifolia.3-metilendioksi-6-metoksi fenantren. N dimetilamin-N-oksida-7-hidroksi-3. diperoleh 5 bercak dengan Rf: 0. Hasil kromatografi lapis tipis menunjukkan adanya empat bercak. 103*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR. Analisis dilakukan dengan cara kromatografi lapis tipis. bahwa alkaloida 1-N. Data spektroskopi senyawa hasil isolasi tersebut. Ketiga senyawa yang lain belum diperiksa. Analisis dilakukan dengan spektroskopi ultraviolet. (No. B.51. 0. merupakan salah satu Litsea glutinosaIndonesia. littoralis Blume. Dari kulit ranting fraksi non-fenolik dihasilkan kristal dengan jarak lebur 189-191°C dan dengan spektroskopi ultra- violet diperoleh alkaloida fenantren.) C. sedangkan 2 komponen lainnya belum diteliti lebih lanjut. yang menghasilkan senyawa alkaloida yang mudah rusak karena Pemeriksaan dengan kromatografi lapis tipis. ADEL ZAMRI. Alkaloida dari Litsea glutinosa (Lour. 1989.C. Rob. littoralis-Blume Lditemukan di Indonesia. B. HELMI. 0. JK FMIPA ITB itsea glutinosa (Lour. 101*) LITSEA DIVERSIFOLIA BL. Penelitian ini dilakukan terhadap kulit akarnya.) C. Isolasi dilakukan dengan pengaruh udara dan cahaya. Untuk memisahkan masing-masing komponen dilakukan kromatografi kolom. VITA SOPHIATA. Sedangkan tiga koraponen lain dari kedua fraksi tersebut. Dari kelima bercak tersebut. 0.) C. Rob. pemisahan fraksi fenolik dan non-fenolik.19. salah satu dari empat senyawa diduga sebagai benzil-isokuinolin. Alkaloida dari fraksi fenolik Litsea glutinosa (Lour.69 dan 0.82. (No. Rob. Alkaloida dari Litsea diversifolia Bl. identik dengan senyawa boldin yang telah diketahui sebelumnya. NMR dan GC-MS.kandungan alkaloidanya.) C.) C. var. Spektroskopi inframerah menunjukkan alkaloida aporfin yang mengandung gugus hidroksi pada C-9. 1990. littoralis Blume. dilakukan pengujian pada alkaloida fenolik dengan perkolasi menggunakan metanol yang diikuti dengan pemisahan alkaloida fenolik dari alkaloida total. Bercak kedua dengan Rp 0. merupakan salah satu tumbuhan yang cara ekstraksi secara maserasi. Jika zat ini benar. 102*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR. var. Dengan spektroskopi.

Dari pemeriksaan spektroskopi yang dibandingkan dengan senyawa standar dapat disimpulkan. kromatografi kolom. Analisis spektroskopi menunjukkan bahwa alkaloida ini mempunyai kerangka aporfin yang tersubstitusi pada posisi 1. Dari dua bercak pada kromatografi lapis tipis fraksi fenolik.(No. ASEP ADI SUPRIHATNA. Dari ketujuh bercak tersebut. isolasi dan analisis dilakukan dengan kromatografi kolom menggunakan silika gel sebagai fase diam.28. littoralis Blume Saporfin dari kulit kayu tanaman Litsea glutinosa. 106*) LITSEA MONOPETALA (ROXB. Alkaloida dari Litsea monopetala (Roxb. 104*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR. Senya. isolasi dan analisis dilakukan dengan cara yang sama.5-177°C. Salah satu spesies Litsea yang banyak ditemukan di Indonesia adalah Litsea monopetala (Roxb.41. S FERI HERLINA ANWAR. tetapi umumnya kandungan alkaloida Litsea didominasi oleh kelompok aporfin. JK FMIPA ITB EMUA alkaloida yang pernah dilsolasi dari spesies Litsea termasuk ke dalam kelompok benzil tetrahidroisokuinolin. isolasi alkaloida.32. berhasil diperoleh kristal putih dengan jarak lebur 142-143°C. gugus metilen dioksi pada posisi C-l dan C-2 serta gugus metoksi pada C-10.) Pers. SRI WlDARTI. 0. JK FMIPA ITB ARI penelitian terdahulu diketahui.53.75.) Pers. Diduga alkaloida ini termasuk dalam kelompok alkaloida proaporfin. Dari sini didapatkan tiga fraksi.) C. Senyawa alkaloida dan non-alkaloida Litsea monopetala (Roxb. Ddafnin. Untuk memisahkan masing-masing komponen dilakukan (No. 0. asam lemak dan arabinoksilan. Rob. B. Pemisahan alkaloida melalui beberapa tahap. Isolasi dan penentuan struktur alkaloida dilakukan terhadap fraksi fenolik dari kulit kayu tanaman Litsea monopetala. bahwa tanaman ini mengandung antara lain senyawa aktino- 38 . NMR dan GC-MS. Satu komponen lain dari fraksi fenolik yang diisolasi belum dilakukan identifikasi dan ditentukan strukturnya. yaitu penghilangan lemak. 0.57 dan 0. 1990.wa ini dikenal sebagai senyawa aktinodafnin.01%. setelah dilakukan kromatografi kolom dan rekristalisasi.) Pers. Sedangkan senyawa non-alkaloida yang ditemukan diidentifikasi sebagai senyawa atranorin yang mempunyai jarak lebur 174. 9 dan 10. Penelitian ini bertujuan mengisolasi senyawa alkaloida fraksi non-fenolik dan senyawa non-alkaloida dari kulit batang Litsea monopetala. pemisahan konstituen alkaloida murni dengan kromatografi lapis tipis. dan pelarut organik kloroform dan metanol sebagai fase gerak. inframerah. fraksi 1 dan 2 merupakan alkaloida yang sama. 2. JK FMIPAITB EPERTI penelitian sebelumnya. Dari analisis didapatkan kristal tidak berwarna dengan jarak lebur 174I5-177°C. var. Pemisahan. 9. 105*) LITSEA MONOPETALA (ROXB. kristalisasi serta analisis dengan penentuan jarak lebur dan dengan spektroskopi ultraviolet. kadar 2x10 % yang merupakan alkaloida non-fenolik. 1989. 2. Berdasarkan jarak lebur dan harga Rf yang sama. bahwa senyawa yang berhasil diisolasi adalah alkaloida kelompok noraporfin yang tersubstitusi pada 1. Kajian terhadap kandungan kimia terutama kandungan alkaloida belum banyak dilakukan. (No. semuanya menunjukkan uji alkaloida positif terhadap pereaksi Dragendorff. pada penelitian ini dilakukan isolasi alkaloida fraksi fenolik yaitu cara yang sama. kadar 0. 1989. Pemeriksaan dengan kromatografi lapis tipis menghasilkan tujuh bercak dengan Rf = 0. ROB Isolasi senyawa aporfin fraksi fenolik dari tanaman Litsea glutinosa (Lour. 0. B. 10 dengan gugus fungsi hidroksi pada posisi C-9. pemisahan fraksi alkaloida fenolik dan non-fenolik.34.) PERS. aporfin dan morfinandienon.) C. 0.) PERS. Pemisahan.

1389. c) dalam NaOH 2N: 236 nm.1497. kadar komponen yang dikandung dalam biji kelor akan berbeda.0810.806-10. Pada penelitian ini diharapkan dapat diperoleh atkaloida murni yang karakteristik tlsiknya dapat ditentukan. protein (7. 39 .1031.257). Mayer dan Bouchardat. 112*) MORINDA CITRIFOLIA L. Dilakukan penelitian mikroskopis daun mengkudu serta reaksi kimia dan kromatografi lapis tipis dua dimensi terhadap sari kasar daun mengkudu. Semua komponen memberi warna jingga dengan pereaksi Dragendorff. 3250. Pada penelitian ini ditentukan kadar kalsium. magnesium. Data yang diperoleh dapat dipergunakan untuk membantu dalam penelitian selanjutnya.251-0. yang telah tua ternyata dapat digunakan untuk membersihkan air untuk keperluan sehari-hari. Hasil kromatografi kolom diperoleh 2 fraksi yang diharapkan murni.(No. terlebih dahulu harus ditentukan komponen apa saja yang terdapat dalam biji kelor.021-42. fosfor (0.1449. 1989. Sari kasar daun mengkudu menberikan reaksi positif terhadap pereaksi pengendap alkaloida seperti Dragendorff. Untuk menjelaskan mekanisme koagulasi dan penurunan populasi mikro-organisme pada air yang telah diperlakukan dengan biji kelor. Fraksi II: a) 216 nm. 1235.112). Terlihat bahwa dalam suasana basa terjadi pergeseran batokromik atau terjadi perubahan struktur molekul.1689-1639. mulut daun tipe parasitik dan kristal oksalat berbentuk jarum (raphides). Analisis beberapa unsur dan senyawa dari biji kelor Moringa oleifera Lamk. Dari hasil penelitian ini diperoleh kadar (% berat): kalsium (0. 235 nm dan 315 nm. 2850. 1445. 1548-1515. 114*) MORINGA OLEIFERA LAMK. 1366. Spektrum penyerapan inframerah menunjukkan maksimum pada panjang gelombang (cm" ): Fraksi I: 3700. Fraksi II: 3750. 3250. Pada kromatografi lapis tipis diperoleh tujuh macam komponen.1020.314-0. 2857. protein. YUN MEDIA HANDAYANI. dengan menggunakan prosedur dan metode yang sudah diketahui.000-0.571).2778.1408.1550-1515. magnesium (0. Spektrum penyerapan ultraviolet menunjukkan maksimum pada panjanggelombang: Fraksi I: a) 210 nm dan 292 nm.76136.) Trn WIRAHARJA NIKODEMUS. kalium (0. 1323.014). 3125. 1497. 1706.430). 1163-1149. minyak (35. 1979. seperti penentuan struktur kimia dan efek farmakologi. Uji saponin yang dilakukan secara kromatografi lapis tipis menunjukkan hasil yang positif untuk tiap cuplikan. 2778. 1689-1639. natrium. Saponin ditentukan hanya secara kualitatif. natrium (0. fosfor. enam macam komponen berfluoresensi biru di bawah sinar ultraviolet dan satu macam komponen berfluoresensi merah.006). FMIPA UNPAD T UJUAN penelitian adalah untuk memperoleh data farmakologi dari daun mengkudu.1053. sesuai dengan hasil penelitian yang sejenis. nitrogen. JK FMIPA ITB B IJI kelor Moringa oleifera Lamk.327). Ciri-ciri mikroskopi daun mengkudu adalah terdapatnya berkas pembuluh kolateral. Dari hasil penelitian ini antara lain dapat disimpulkan. asam oleat (10.714). 1250.623). bahwa dari pohon dan tempat tumbuh yang berbeda. kalium. 1212. (No.1303.1724. b) dalam HC1 2N: 217 nm.1253-1117. 2300. karena kandungannya dalam biji kelor relatif sedikit. nitrogen (2.611-3.1101. 1608.081-0. dengan karakteristik fisik sebagai berikut. Isolasi dan analisis fraksi alkaloida dari daun tumbuhan mengkudu (Morinda dtrifolia L. b) dalam HC12N: 213 nm dan 290 nm.950.1053. 235 nm dan 315 nm. c) pada NaOH2N: 240 nm. 1362. minyak dan asam oleat yang dikandung dalam biji kelor.

Hasil isolasi ditetapkan tetapan fisiknya.24. Spektrum massa dari minyak atsiri fuli menunjukkan bahwa minyak atsiri fuli mengandung konstituen alpha-pinen. Metode yang digunakan adalafa soksletasi dengan pelarut eter minyak tanah dan pemeriksaan golongan senyawa dari ekstrak tersebut dan uji daya antibakteri dengan metode cakram kertas. ayan. Escherichia coli dan Staphylococcus aiireus. Analisis dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas serta isolasi minyak atsiri dilakukan dengan kromatografi kolom. Dari analisis diketahui ada 7 komponen utama dalam minyak atsiri. antara lain untuk mengobati penyakit kulit. putaran optik (27°C): +35 dan bobot jenis (27°C): 0.4255. 118*) MYRISTICA FRAGRANS HOUTT. putaran optik: + 10. 40 .) sebagai bahan obat tradisional yang khasiatnya. rematik dan diperkuat oleh hasil penelitian terdahulu adanya senyawa yang aktif sebagai antibakteri. Spektrum penyerapan ultraviolet menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 236 nm dan 263 nm. Analisis secara fisika menunjukkan minyak fuli ini mempunyai indeks bias (27°C): 1. (No. Pada penelitian ini telah dilakukan analisis komponen kimia salah satu minyak pala (Myristica pagans Houtt. Analisis komponen kimia minyak atsiri fuli pala dengan GC-MS ARYETTI. larut dalam 2. Percobaan yang dilakukan didahului dengan isolasi minyak fuli menggunakan pelarut heksan dan dilanjutkan dengan destiiasi uap. JF FMIPA UNPAD ( AR1 penelusuran pustaka diketahui. Analisis komponen kimia didahului dengan destiiasi vakum dan dilanjutkan dengan analisis GC-MS. Ingin diketahui komponen utama minyak atsiri dari biji maupun fuli (komponen di sama).24%.4572. SUDARSINI.) merupakan sa!ah satu suku Myristicaceae menghasilkan terdapat di Indonesia. kelarutan dalam alkohol 20%. indeks bias (20°C): 1.8254.6. Bacillus subtilis. Uji antibakteri zat larut dalam fraksi eter minyak tanah kulit akar kelor (Moringa oleifera Lamk. Selanjutnya hasil isolasi ini dianalisis secara fisikakimia. di antaranya safrol dari minyak atsiri pala dengan kromatografi kolom dihasilkan senyawa dengan indeks bias (20°C): 1. 117*) MYRISTICA FRAGRANS HOUTT.64. (No. Ada dua jenis minyak yang dihasilkan oleh buah pala yaitu minyak pala. menghasilkan minyak atsiri dengan rendemen 18. Tanaman di Indonesia dibudidayakan terutama untuk rempah-rempah. sisa penguapan. kamfen. Minyak hasil isolasi ini merupakan cairan bening dan berbau harum seperti fuli penghasilnya. 1984. Tetapan fisik minyak atsiri adalah: bobot jenis 0. Tetapi selain dalam bentuk biji.).5 volume alkohol 90%. bilangan asam 5. 1989.5379.(No. beta-pinen. 115*) MORINGA OLEIFERA LAMK.3%. bahwa ekstrak eter minyak tanah kulit akar kelor yang diteliti menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji Salmonella typhosa. diekspor juga dalam bentuk minyak. sisa penguapan 2. PPPS ITB yang banyak TANAMAN pala (Myristica fragransiniHoutt. JK FMIPA ITB aroma BJJI dan fuli pala mempunyaidalamnyakhas. bahwa berbagai bagian tumbuhan kelor dapat digunakan Penentuan komponen utama minyak atsiri dari pala SAIFULLAR 1989. putaran optik.844. indeks bias pada 20°C. bilangan penyabunan 31. linalol safrol dan konstituen lain yang belum dapat ditetapkan. betafelandren. bilangan asam dan bilangan penyabunan. Buah pala sebagai rempah terutama diekspor dalam bentuk biji. p-simen. Hasil uji dapat disimpulkan. dihasilkan oleh biji kering buah pala yang telah masak dan minyak fuli yaitu minyak yang dihasilkan arillode kering biji pala yang telah masak. Berdasarkan hal tersebut di atas telah dilakukan penelitian fraksi eter minyak tanah dari kulit akar kelor sebagai antibakteri. Minyak atsiri diperoleh dengan penyulingan uap dan tetapan fisik yang ditentukan ialah: bobot jenis.

CH dari metil dan metan. Dengan GC-MS juga diperoleh informasi tentang kandungan felandren. yang larut dalam etanol 96% adalah senyawa golongan iridoid. C = C. dari suatu alkohol. 1981. dimana ditemukan 3 macam senyawa yaitu OLi. JK FMIPAITB UMBUHAN Ocimum sanctum L. Penelitian komponen-komponen kimia minyak atsiri Oenanthe javanica DC. Unalol. Minyak atsiri dengan spektrofotometer ultraviolet mempunyai serapan maksimum pada panjang gelombang 258 nm. 122*) OENANTHE JAVANICA DC. OLs. termasuk Labiatae yang dikenal dengan nama daerah sebagai kemangi. mengandung 3 buah senyawa golongan iridoid.(No. C = C. Kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. suku bahan campuran makanan. OL. inframerah. Sampai saat ini belum kandungan kimia tanaman ini. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kandungan kimia minyak atsiri tanaman kemangi. Analisis menggunakan spektrofotometer ultraviolet. klasifikasi dan kristalisasi kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1.Pada penelitian ini telah dapat diisolasi dalam bentuk kristal murni senyawa OL2 (0. banyak tumbuh di daerah-daerah di Indonesia dan juga di negara-negara Asia dan Amerika. geranial dan karyofilen. Hasil analisis dengan GC-MS menunjukkan adanya senyawa Unalol. banyak baik Tsebagai obat tradisional maupun merupakan salah satu tumbuhan yangsanctum kegunaannya.2 dengan jarak lembur 41 . daun dan bunga kemangi segar dengan pelarut metanol dan dilanjutkan dengan n-heksan.015%) dengan jarak lebur 115-118°C dan glukosa sebagai gugus gulanya. Penelitian komponen kimia minyak atsiri Ocimum sanctum L. SUDARSONO.). 1987. serta C = O dari karboksilat. C-H alkana dan senyawa aroma I ik. Dalam penelitian ini isolasi minyak dilakukan dengan cara merebus batang. 121*) OCIMUM SANCTUM L. Diduga kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. Isolasi. kromatografi gas dan kolom. Komponen utama minyak kemangi basil isolasi diduga merupakan senyawa seskuiterpen dengan bobot molekul 224. sedrol. JK FMIPA ITB ELUM dijumpai informasi kandungan kimia dari batang dan daun tespong (Oenanthe javanica DC. termasuk di daerah tropis O yang oleh masyarakat dikenal dengansuku Rubiaceae. Ocimum L. dengan GC-MS B TITINSUPRIHATIN. klasifikasi serta kristalisasi kandungan utamanya. C-O. Tanaman ini mengandung minyak atsiri yang berbau sangat harum. Minyak didapat dengan mengekstraksi destilat dengan eter. Dengan kromatografi gas dan kolom memperlihatkan adanya 21 komponen. 1987. 3. Tanaman Oldenlandia corymbosa L. 2. kemudian dilakukan destilasi uap terhadap ekstrak yang telah dihilangkan pelarutnya. Senyawa OL. (No.FF UGM ldenlandia corymbosa L. (No. dan GC-MS. Tujuan penelitian adalah menyelidiki beberapa komponen kimia dari minyak atsiri tespong yang banyak terdapat di Indonesia. C = O.2. sering tumbuh secara liar. 123*) OLDENLANDIA CORYMBOSA L. dengan GC-MS ATHENA ANWAR. Dengan spektrofotometer inframerah terungkap adanya gugus fungsi OH. yang larut dalam etanol 96% adalah senyawa golongan alkaloida dan atau golongan iridoid yang mempunyai efek terapetik. Analisis minyak basil isolasi dengan spektrofotometri inframerah menunjukkan adanya gugus O-H. Dilakukan percobaan isolasi. merupakan tumbuhan liar diteliti mengenai nama wijen hutan. Minyak diperoleh dengan cara distilasi uap.

warna kristal dan fluorosensi di bawah sinar ultraviolet. skrining fitokimia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat-sifat tanaman ini. nikel. menggunakan adsorben silika gel 60 GF 254. >ACHYRRHIZIN merupakan salah satu senyawa yang terdapat dalam biji bengkuang. Stfat-sifat fisik. Penelitian dilakukan terhadap ekstrak dengan cara kromatografi lapis tipis. NMR dan GC-MS juga sangat mendukung hal ini. Terdapat juga mineral: kalsium. Hasil pemeriksaan kromatografi lapis tipis dengan larutan pengembang aseton-air (1:1) v/v dan penampak bercak Dragendorff modifikasi Thies menunjukkan dua bercak berwarna jingga dengan I . Para peneliti Beberapa aspek farmakognosi dari buncis (Phaseolus vulgaris L. ENNY RATNANINGSIH. Namun akhir-akhir ini timbul keragu-raguan tentang sifat racun pachyrrhizin. tidak mengandung senyawa golongan alkaloida.) P DEDISOFYAN. Percobaan menunjukkan bahwa pachyrrhizin sama sekali tidak bersifat racun. Percobaan yang dilakukan telah berhasil memisahkan pachyrrhizin murni dari biji bengkuang dengan cara ekstraksi sokslet. A. inframerah. Salah satu bercak (Rf = 0. (No. Data spektroskopi ultraviolet. menunjukkan satu bercak dengan serapan maksimum pada panjang gelombang 210 nm. Daya racun pachyrrhizin dan fraksi lain pada ekstrak biji bengkuang (Pachirrhyzuz erosus Urban. JF FMIPA UNPAD OLONG buncis (Phaseolus vulgaris L. 4. Kadar yang diperoleh adalah 0. bahwa buncis mengandung vitamin dan mineral yang sangat diperlukan oleh tubuh. 1986. Pemisahan kromatografi lapis tipis dari ekstrak kloroform. triterpenoida dan steroida. yakni suhu lebur. dapat menunjukkan bahwa zat yang diperoleh itu adalah benar pachyrrhizin. Pemeriksaan pendahuluan terhadap ekstrak buncis dengan menggunakan pereaksi Dragendorff. 1986.) mempunyai khasiat menurunkan kadar glukosa dalam darah. kloroform: metanol (95:5) v/v sebagai pelarut dan larutan Liebermann-Burchard sebagai penampak bercak. Penelitian ini dilakukan untuk konfirmasi sifat racun dari pachyrrhizin.). bentuk kristal. (No. termasuk senyawa golongan iridoidglikosida dengan glukosa sebagai gugus gula. Beberapa pustaka menyatakan bahwa buncis mengandung senyawa alkaloida. flavonoida dan glikosida. Isolasi dan penetapan karakteristik fisik senyawa alkaloida dari buncis Phaseolus vulgaris L. 130*) PHASEOLUS VULGARIS L. JK FMIPA ITB Pdarah. Beberapa pustaka menunjukkan. 1987. di samping itu mengandung pula golongan alkaloida. 124*) PACHYRRHIZUZ EROSUS URBAN. Sari etanol 96% tanaman Oldenlandia corymbosa L. ekstraksi. Bouchardat dan Mayer menunjukkan reaksi positif alkaloida. Metode pemeriksaan terdiri dari karakterisasi simplisia. flavonoida.07%. kromatografi kolom dan rekristah'sasi. RAHAYU NUROCHMAN.84). menunjukkan lima bercak. JK FMIPAITB terdahulu telah menyebutkan bahwa pachyrrhizin ini tidak mempunyai kerja insektisida. spektrofotometri ultraviolet dan inframerah.) mempunyai khasiat menurunkan kadar glukosa dalam dan glikosida. yang diduga mengandung saponin atau rotenon. ekstraksi pelarut-pelarut.115-118°C. aluminium dan silikon dalam abu total. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui senyawa yang terdapat di dalamnya. sedang yang beracun adalah fraksi lain. besi. pemisahan dan isolasi komponen dan penetapan sifat fisik komponen yang diisolasi dengan spektrofotometri ultraviolet. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya alkaloida. (No. setelah diisolasi dan dilakukan kromatografi lapis tipis dua dimensi. Uji keracunan dilakukan terhadap telur udang air asin yang baru menetas. saponin. flavonoida OLONG buncis (Phaseolus vulgaris L. 128*) PHASEOLUS VULGARIS L. tanin.

63% b/b. telah diisolasi beberapa kandungan alkaloida.) termasuk suku Mimosaceae. JF FMIPA UNPAD UMBUHAN ceplukan (Physalis angulata L. masih satu ordo dengan tanaman ginseng. 1050 cm"1 (regang C-O-C). 1988. 132*) PHYSALIS ANGULATA L. magnesium dan besi. Senyawa golongan sterol didapat dalam ekstrak etanol. sedangkan senyawa kimia yang akan diperiksa adalah saponinnya. dan spektrum inframerah menunjukkan absorbsi pada 3600 cm" (regang -O-H). (No. serapan maksimum sinar ultraviolet pada panjang gelombang 202 nm dan 254 nm. Jengkol diduga mengandung senyawa bahan alam saponin. Penelitian ini dilakukan dalam rangka menanggapi surat edaran Evi NoviARSYAH LATIF. Ditemukan satu senyawa pahit Zi berupa kristal jarum putih kekuningan dengan jarak lebur 216-219°C. Hasil isolasi dengan metode ekstraksi dan pengendapan dengan timbal asetat memberikan dugaan kuat adanya fraksi yang merupakan bagian senyawa saponin (crude saponin). di samping mengandung senyawa tanin. Pemeriksaan kualitatif kandungan kimia ekstrak etanol dan ekstrak air buah ceplukan (Physalis angulata L. lebih besar dari pada kadar sari yang larut dalam etanol: 15. JK FMIPA ITB J ENGKOL (Pithecellobium lobatum Benth. kemudian difakukan fraksinasi dan analisis dengan kromatografi. kalium.57. Fraksi dari n-butanol memberikan hasil positif terhadap uji kimia saponin. 1986. bagian tanaman jengkol yang akan diteliti adalah kulit buahnya. 2920 cm'1 (C-C-H). kalsium. 1250 cm"1 (regang C = C-O).harga Rn = 0. kadar sari yang larut dalam air: 34. 1100. JK FMIPA UNAND ARI kulit batang Picrasma javanica Bl. 1989. Ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan metanol.) Tmempunyai daun tunggal berlekuk. Hasil kromatografi lapis tipis preparatif terhadap fraksi ini dengan eluen 43 .57 menunjukkan satu bercak jingga. Departemen Kesehatan tentang obat tradisional yang dibuat bentuk tablet atau kapsul harus berisi ekstrak air atau etanol bahan tanaman. (No.1400. 2340. 1700 cm"1 (regang -C = O karbonil konjugasi). D ZUHARINA. Abu total serbuk buah ceplukan mengandung unsur natrium. Dalam penelitian ini.83% b/b. Penelitian ini akan melanjutkan penelitian kandungan kimia dengan menggunakan akar segar. 136*) PITHECELLOBIUM LOBATUM BENTH. Data ini menunjukkan bahwa senyawa ini berbeda dari kuasinoid yang telah dilaporkan dari kulit batang Picrasma javanica BL. 1540. buah berbentuk lonceng bercangkap lima dan berkelopak besar.) adalah tumbuhan perdu yang banyak tumbuh di kebun. kimia kualitatif dan skrining fitokimia pada ekstrak air dan etanol serbuk buah ceplukan. Penelitian dilakukan secara mikroskopis. Kedua ekstrak tersebut mengandung senyawa alkaloida dan saponin. 3050 cm"1 (C = C-H aromatik). yaitu ordo Leguminosae. 1770. senyawa golongan tanin didapat dalam ekstrak etanol panas. Isolasi zat pahit dari akar Picrasma javanica Bl. 133*) PICRASMA JAVANICA BL. 1760 cm'1 (regang -C = O lakton). Pada pemeriksaan kromatografi lapis tipis dua dimensi dengan Rf = 0.07 dan Rf2 = 0. (No.780 dan 610 cm'1. Pada pemeriksaan spektrofotometri inframerah menunjukkan adanya puncak pada panjang gelombang 2700. Secara tradisional seduhan herba ceplukan digunakan sebagai obat penurun tekanan darah tinggi dan obat antidiabetes. Pemeriksaan spektrofotometri ultraviolet memberikan serapan maksimum pada panjang gelombang 195nm dan 230 nm.) HERMAN PUSPITA. Penjajagan awal senyawa saponin dalam kulit buah jengkol (Pithecellobium lobatum Benth. T\ijuan penelitian ini adalah untuk mengetaui apakah ada perbedaan kandungan kimia dalam akstrak air dan ekstrak etanol dari buah ceplukan.1680.

jenis tanaman Polygonium digunakan sebagai obat kanker. Di Eropa. diare alau diminum sebagai leh. Pengamatan pelbagai konsentrasi sari daun suji terhadap warna. 1987. Untuk konfirmasi hal ini dilakukan uji antipiretik. stilben. khususnya dalam suatu formula obat kumur dapat disimpan. yaitu sekitar 13.91 meragukan. Polygonum dari suku K. perubahan serapan. Dari data spektroskopi ultraviolet dan inframerah yang dibandingkan dengan data yang sama untuk saponin Merck terlihat bahwa fraksi dengan Rf: 0. 139*) POLYGONIUM PERFOLIATUM L. satu kelompok tidak diberi obat. Uji dengan larutan besi(IH) klorida 10% terhadap masing-masing bercak. pH. sedangkan bercak dengan Rf: 0. jumlah dan warna bercak. alkaloida. (No. diabetes.18%. 44 . tanaman ini tidak berkhasiat antipiretik. serapan. SETIAWATI YUSUF. Penelitian daya antipiretika dari Pluchea indica L. Untuk percobaan digunakan 20 ekor kelinci yang didemamkan dengan vaksm kotipa dalam 5 kelompok. 50 g/kg bb. Masalah yang ingin diteliti adalah: 1. juga terjadi endapan.Polygonaceae. yaitu 237 nm. dengan dosis: 25 g/kg bb. E.91 serta satu bercak yang lidak naik. Suhu diamati tiap jam selama 8 jam. 3. Sedangkan percobaan hidrolisis saponin cukup sulit untuk dilakukan. (No.. Percobaan asetilasi yang dilakukan terhadap fraksi hasilnya dibandingkan dengan data inframerah dari senyawa asli. Dari percobaan diketahui bahwa saponin dalam kulit buah jengkol tersebut adalah jenis saponin triterpenoida.apakah dapat disimpan lama sebagai dan tetapi belum diketahui tanpa mengalami perubahan. Data ultraviolet menunjukkan panjang gelombang maksimum yang sama dengan panjang gelombang maksimum dari saponin standar.83 dan 0. ada tidaknya endapan. pH. jumlah dan warna bercak dalam kromatografi lapis tipis. (No. (Pleomele angustifolia N. Pada penyimpanan. Penentuan kadar saponin dengan metode spektrofotometri menunjukkan bahwa kadar saponin yang terdapat pada fraksi dari kulit buah jengkol cukup besar. WANANDA. Tiga kelompok diberi Pluchea indica L. Dari uji biokimia (uji hemolisis darah) untuk bercak dengan Rf: 0. JK FMIPA UNPAD ELAH diketahui daun suji E Brown) dapat digunakan Tpewarna makananbahwa minuman. (luntas/behmtas) GLORIA S. dan 75 g/kg bb..83 memang positif saponin. 1989. flavonoida dan steroida atau senyawa turunannya. Hasil penelitian menunjukkan: sari daun suji dapat dibuat dengan cara perkolasi dengan etanol 70% sebagai cairan penyari. Sejauh mana sari daun suji sebagai pewarna. sari yang diperoleh mengalami perubahan warna. Metode yang digunakan: pembuatan sari memakai cara perkolasi. Warna obat kumur dengan penambahan sari daun suji sebagai pewarna kurang stabil dibandingkan dengan warna obat kumur dengan penambahan pewarna sintetik FD & C Green No. 138*) PLUCHEA INDICA L. 2. Kajian kandungan kimia tanaman Polygoniutn perfoliatum L..anaman ini mengandungtermasuk dalam jenis tanamanantara lain antrakuinon.CHCl3:MeOH:H2O = 65:35:10 memberikan 2 bercak dengan Rf 0. BROWN Pembuatan sari daun suji dan penggunaannya dalam obat kumur NENENG MUPIDAH. Pada dosis yang dicoba. FKHIPB Inched indica L. 1980. bau. 137*) PLEOMELE ANGUSTIFOLIA N. Jenis bermacam-macam senyawa. Sedangkan penentuan strukturnya masih belum dapat dilakukan karena kesulitan instrumentasi dan biaya.83 menunjukkan hasil yang positif. PPPSITB lygonum perfoliatum L. secara empirik digunakan sebagai antipiretik. Adakah perbedaan kestabilan antara sari daun suji dan pewarna sintetik sebagai pewarna dalam suatu formula obat kumur. hanya terhadap bercak yang tidak naik menunjukkan positif adanya senyawa tanin. sedangkan bau tetap.

kemudian dikeringkan. Di samping itu masih ada khasiat tanin latnnya yang antara lain menjadi adsorben toksin. (2). Kemungkinan cara kerja larutan daun jambu klutuk berdasarkan pada penyamakan mukosa usus khususnya kolon.. Bahan penelitian diambil dari satu pohon kebun jambu klutuk di desa Mulyo Agung. Usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan SRI ANGGRAHINI. yang mungkin dapat dipergunakan sebagai bahan dasar atau bahan baku dalam pengembangan sintesa senyawa yang berkhasiat sebagai obat kanker pada manusia. etilasetat dan metanol-kloroform-air. (No. Potypodium Mett. dikenal sebagai obat tradisional untuk mengobati Apenyakit rematik. dengan metode perkolasi menggunakan etanol 70%. (No. inframerah dan hasil analisis GC-MS dapat disimpulkan. FP UNBRA ini mengetahui PENELITIAN ototbertujuan untuk pupil kelinci pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium guajava L. Triterpenoida yang dimurnikan berupa kristal coklat. Akar pakis tangkur segar diambil dari hutan sekitar kawah gunung Tangkubanperahu pada ketinggian 1300-3000 m dari permukaan laut. FTP UGM ENELITIAN ini bertujuan mengetahui tentang pemanfaatan biji Ptetragonolobus DC. 141*) PSIDIUM GUAJAVA L. tetapi untuk penelitian ini tidak diadakan identifikasi spesies. Berdasarkan hasil pemisahan dan data pengamatan spektrum ultraviolet. Daun yang dipetik adalah daun muda pertama dan kedua yang telah mencapai pertumbuhan penuh dari pucuk daun. Hasil identifikasi menunjukkan adanya dua jenis senyawa triterpenoida dalam fraksi fase metanol-air. antihipertensi. SUHARDI. 1981. kemudian kromatografi kolom menghasilkan padatan berwarna jingga sebanyak 0.. eter minyak tanah. sakit pinggang bahanlain-lain. presipitasi protein. 1986.31%.) terhadap otot polos usus dan pupil kelinci dan tikus putih AGUS DJAMHURI dkk. hipoglikemik.) sebagai untuk dengan cara pembuatan seperti kedele. (3). Ingin diperiksa apakah fraksi fase metanol-air mengandung senyawa triterpenoida dan karakteristik fisik dan kimianya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1). menggunakan metanol:air (8:2). 140*) POLYPODIUM FEEI METT. tekanan darahfeeitinggi. Penelitian farmakologi dan ekstrak metanol-air akar pakis tangkur aktif sebagai depresan terhadap susunan saraf pusat. Efek farmakodinami larutan daun jambu klutuk tidak didasarkan pada khasiat antikolinergik atau langsung pada otot polos usus. Hasil ekstraksi dimurnikan secara kromatografi kolom. Daun jambu klutuk merupakan sumber tanin yang dapat dimanfaatkan sebagai obat antidiare. Sekalipun ada bermacam jambu klutuk. bahwa padatan jingga adalah senyawa cis-monohidroksistilben. NMR dan GC-MS. Ekstraksi dilakukan pada serbuk akar dan batang Polygonium perfoliatum L. tidak berbau dan berasa pahit. JF FMIPA UNPAD KAR pakis tangkur. Pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium guajava L. Penelitian fitokimia untuk mengetahui kandungan kimianya sudah banyak dilakukan dan terdapat senyawa flavonoida dan triterpenoida dalam beberapa fraksi pelarutnya.) terhadap polos usus dan dan tikus putih. analgetik dan antasid. (No. lalu diperiksa karakteristik fisik dan kimianya dengan spektrofotometri inframerah.Penelitian ini bertujuan untuk memisahkan senyawa yang dikandung di dalam akar dan batang tanaman Polygonium perfoUatwn L. kecipir (Psophocarpus tempe 45 . 1987. kecamatan Dau Malang.. karena besarnya kandungan kadar tanin di dalamnya. kloroform. Isolasi dengan cara ekstraksi bertingkat. 142*) PSOPHOCARPUS TETRAGONOLOBUS DC. antihepatotoksik. Usaha isolasi dan identifikasi triterpenoida dari akar pakis tangkur DADANG ADAM ALAMSYAH. Triterpen tetrasiklik ini diduga 3-hidroksi-ll-on kolestana.

Lipida yang sifatnya khusus ini dikenal sebagai castor oil dan banyak digunakan untuk bahan industri seperti pelumas pesawat terbang. 1981. Dengan mengamati perubahan komposisi lipida selama perkecambahan. Analisis statistik dengan RCB/CRD menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan untuk kenaikan bobot badan. dikenal di Indonesia dengan nama pohon jarak. kosmetik. Usar ini dibeli dari pasar Beringhardjo.885%. berat dan gambaran histologik lien. Sebagai pembanding dibuat pula tempe kedele. IV dan V digunakan sebagai ayam perlakuan. Tahap kedua. bahan untuk polimer icinus communis L. Akseptabilitas tempe kecipir dapat disejajarkan dengan tempe koro-benguk. komposisi darah dan limpa pada ayam broiler SUMIYATI SUNARYO dkk. Yogyakarta. sedang untuk berat dan struktur histologik lien tidak ada perbedaan di antara berbagai perlakuan. kadar air: 60. kadar HCN: 0%.075% . bahan dapat larut: 26. Ayam dibagi dalam 5 kelompok secara acak. yang dititikberatkan pada tekstur atau kekerasan dan flavor dikerjakan dengan uji organoleptik. yang sebagian besar terdiri dari komponen asam lemak risinoleat. 1987. 10%. Kelemahan tempe kecipir sebagai bahan makanan adalah tekstur yang masih keras dan agak berbau langu. 146*) RICINUS COMMUNIS L. Biji kecipir dan tempe yang telah dibuat. Kelompok I adalah kelompok kontrol. ingin diketahui sampai batas berapa persen pencampuran tepung biji kecipir dalam ransum.264%.) terhadap bobot badan dan perubahan jumlah limfosit dalam darah. (No. sebanyak 5%. Akan dilihat pula berat dan struktur histologik lien sebagai organ pembentuk limfosit. Perubahan komposisi beberapa komponen lipida selama perkecambahan Ricinus communis L. maka diharapkan dapat memberikan informasi baru tentang kandungan lipida dan pemanfaatannya. MOHAMAD ISTARI. III. JK FMIPA ITB Rmengandung 60% lipida. Dalam percobaan ini. nitrogen terlarut: 5. dianalisis kadar HCN total bahan padat tersebut. Percobaan dihentikan pada waktu ayam berumur 8 minggu.468%. Setelah berumur 2 minggu percobaan dimulai. semir. Ke dalam ransum dicampurkan tepung biji kecipir berturut-turut. khususnya untuk kenaikan bobot badan. merupakan pembuatan tempe kecipir yang dilakukan berdasarkan tempe kedele. Kemurnian makanan dan daya konversi makanan menunjukkan korelasi negatif yang sangat signifikan. berat lien dan struktur lien. jumlah limfosit dalam darah. Nilai cerna tempe kecipir lebih baik daripada biji kecipir. jika dibandingkan dengan kontrol. Berdasarkan hasil penelitian usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan.Penelitian dikerjakan dalam dua tahap. Penetapan komposisi 46 . Telah diketahui bahwa bijinya uretan dan lain-Iain. 143*) PSOPHOCARPUS TETRAGONOLOBUS DC. jumlah limfosit dalam darah. (No. perbedaan signifikan untuk jumlah limfosit dalam darah. Kelompok II. yaitu membandingkan akseptabilitas.. Tahap pertama. nilai formal. nitrogen terlarut dan kadar air. bahan pelapis pelindung. dan 20%. bersifat negatif karena diduga mengandung zat fitohemaglutinin yang bersifat mitogenik terhadap T-limfosit. Bersifat positif karena mengandung gizi yang tinggi. dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut: Tempe kecipir yang dibuat mempunyai sifat-sifat nilai formal: 3. tetapi belum dapat menyamai nilai cerna tempe kedele. Biji kecipir sebagai sumber bahan makanan mempunyai sifat positif dan negatif. FKH UGM D ALAM penelitian ini ingin dilihat pengaruh penggantian sebagian ransum dengan biji kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC. Pengaruh penggantian sebagian ransum dengan biji kecipir terhadap bobot badan. yang masih dapat menunjukkan tidak adanya perbedaan antara perlakuan dan kontrol. Untuk maksud tersebut diteliti 25 ekor ayam pedaging jenis Hubard umur 1 hari. 15%. ransum yang diberikan tanpa campuran. Pada pembuatan tempe digunakan usar dalam daun seba- gai sumber jamurnya. Perhitungan dengan LSD menunjukkan bahwa sampai batas 10% masih tidak ada perbedaan kenaikan bobot badan. waxes.

149*) SOLANUM KHASIANUM CB. Senyawa terpenoida Za mempunyai jarak lebur 193-195°C.) RIDLEY Isolasi terpenoida dari daun Sapium baccatum (Roxb. Selama perioda awal perkecambahanm enzim lipase memperlihatkan aktifitas yang tinggi dan pada periode ini juga terjadi konversi lipida menjadi karbohidrat. sistem pengembang kloroform:metanol (9:1) v/v dan penampak bercak pereaksi larutan antimon(III) klorida jenuh dalam kloroform. tetapi ada beberapa komponen lipida yang mengalami kenaikan. Sapium baccatum (Roxb. diukur langsung dengan menggunakan densitometer 47 . dan tidak menyerap sinar ultraviolet pada panjang gelombang di atas 200 nm. setelah dinetralkan dengan natrium karbonat 20% b/v. Bercak yang identik dengan solasodin pembanding (yang dikembangkan bersama-sama pada pelat kromatografi lapis tipis) dan bercak solasodin pembanding. Liebermann-Burchard. 1370 cm"1 (lentur C-H). 2960 cm"1. Penetapan kadar solasodin dilakukan secara densitometri dengan mengggunakan pelat pralapis silika gel GF254 (ukuran 20 x 20 cm. Salah satu bercak hasil pemisahan dari ekstrak kloroform memberikan harga Rf dan pereaksi warna yang identik dengan solasodin pembanding.79%. sapogenin yang terbentuk diekstraksi dengan kloroform.. Untuk mengidentifikasi solasodin. 1460 cm"1 (lehtur C-H). varietas duri banyak: 10. bahan yang dikeringkan (di udara terbuka selama 35 hari): varietas duri jarang 10. Konversi tersebut melalui jalur metabolisme B-oksidasi. JF FMIPA UNAND DAUN nyatua batu.77 %.93%. dan spektrum ultraviolet dalam pelarut etanol memberikan puncak serapan maksimum pada panjang gelombang 209 nm. ketebalan 250 um). 3010 cm"1 (C-H olefinik). sistem pengembang kloroform:metanol (9:1) v/v dan penampak bercak pereaksi Carr-Price. ternyata selama perkecambahan secara keseluruhan terjadi penurun- an lipida total. Clarke. bereaksi positif terhadap alkaloida.) Ridley. 148*) SAPIUM BACCATUM (ROXB. 1987. identifikasi dan penetapan kadar solasodin secara densitometri. 1450 cm .lipida dilakukan dengan kromatografi lapis-tipis. Ekstraksi solasodin dilakukan dengan cara menghidrolisis saponin dalam buah masak dengan asam klorida 2 N. duri jarang dan varietas duri dari segar yang dikeringkan. 1030 cm"1 (C-O). fraksinasi dilakukan dalam kloroform dan asam sulfat 5% dan pemisahan komponen fraksi netral dengan kromatografi. 2950 cm". 2860 cm"1 (C-H). terjadi sintesis fosfolipida dan sedikit sintesis trigliserida. yang dikembangkan bersama sama pada pelat kromatografi lapis tipis. Clarke secara densitometri EUIS NiNING. 875 cm"1 (C-H). Hasil penetapan kadar air dari buah masak kedua varietas Solatium khasianum CB. Clarke bahan segar: varietas duri jarang: 37. 2860 cm"1 (C-H).masak bahanvarietasdan bahan khasianum CB. yang meliputi penetapan kadar air. Senyawa terpenoida Zi mempunyai jarak lebur 78-79°C. Data spektroskopi inframerah memberikan puncak serapan yang karakteristik pada panjang gelombang 3350 cm"1 (OH). Isolasi dilakukan dengan cara perkolasi daun segar menggunakan pelarut metanol. 1120 cm"1 (C-O). daur glioksilat dan glikolisis.dari ekstrak kloroform ini dilakukan kromatografi lapis tipis dengan menggunakan pelat pralapis silika gel GF254 (ukuran 20 x 20 cm. Dari hasil yang diperoleh. CLARKE Penetapan kadar solasodin dari dua varietas Solarium khasianum CB. Dragendorff dan asam sulfat 50% dalam metanol. 1640 cm"1 (C = C). (No. (No.04%. JF FMIPA UNPAD ELAH buah dua Solatium Tvarietasdilakukan penelitian terhadapbanyak. terpenoida dan fenol. Dari daun telah diisolasi alkaloida utama ialah bukittinggina dan mempunyai efek hipotensif dan analgetik. Pada periode setelah awal perkecambahan. Data spektroskopi inframerah memberikan serapan maksimum yang karakteristik pada panjang gelombang 3400 cm'Vo-H). ekstraksi. ketebalan 250 urn). 1988.) Ridley ZULFADLY N. Penelitian dimaksud untuk mengidentiflkasi kandungan terpenoida yang ada dalam daun tumbuhan ini. varietas duri banyak: 36.

pengembang klorofornrmetanol (9:1). Clarke varietas duri jarang: kadar solasodin bahan segar = 0. Hal ini berarti bahwa pencekokan ekstrak Solanum laciniatum tidak berpengaruh terhadap perkembangan folikel primer menjadi folikel sekunder. terhadap ovarium tikus. Hasil penetapan kadar solasodin dari kedua varietas Solanum khasinum CB.009%. Clarke. dibandingkan dengan kontrol (P<0. walaupun tidak terjadi seluruhnya.01).468 ± 0. bahan kering = 0. Uji kadar asam sitrat dalam 48 . Sebaliknya jumlah folikel graaf dan korpus luteum.011%. Clarke varietas duri banyak: kadar solasodin bahan segar = 0. Telah dilakukan penelitian metode ekstraksi buah segar Solatium khasianum CB. Solanum khasianum CB.59 ± 3. Dragendorff dan asam sulfat 50% dalam metanol. penampak bercak Carr-Price.010%. Gambaran histologik menunjukkan.ekstrak daun Solanum Ait. dibandingkan dengan kedua kelompok kontrol (P < 0. suatu penelitian kuantitatif terhadap perkembangan ovum OENTOENG SOERADI. Terjadinya hambatan ini dibuktikan pula dengan makin meningkatnya pembentukan folikel atresia pada kelompok tersebut. bahwa jumlah folikel primer dan sekunder pada tikus yang diberi ekstrak tidak menunjukkkan perbedaan yang bermakna. menunjukkan penurunan yang cukup bermakna dibandingkan dengan kontrol (P<0. JF FMIPA UNPAD U NTUK mengisi kekurangan bahan baku diosgenin sebagai bahan baku pada pembuatan kontrasepsi oral. Diperkirakan sifat kerja solasodin yang terdapat dalam ekstrak 20% tersebut sama dengan progesteron. Digunakan dua macam kelompok kontrol. 1987. suatu senyawa yang mempunyai inti sama dengan diosgenin. Ekstraksi solasodin dilakukan dengan dua metode. yaitu. masing-masing diberi akuades 2 mL per hari selama 8 minggu. bahan kering = 0.10 ~3%). Clarke varietas duri jarang dan varietas duri banyak adalah sebagai berikut: Solanum khasianum CB. Liebermann. yaitu mekanik glikosida dengan air dan asam asetat dibandingkan dengan hidrolisis asam. No. Setiap ulangan terdiri dari 3 ekor tikus yang mewakili kelompoknya. 152*) SOLANUM LACINIATUM AIT. maka dikembangkan penggunaan solasodin. (No.. Pengaruh pencekokan ekstrak daun Solanum laciniatum Ait. Pencekokan diberikan sebanyak 2 mL per hari selama 8 minggu. pada tikus betina berumur 5 bulan dengan bobot badan 160-170 gram. FK UI UJUAN pengaruh Tlaciniatumpenelitian adalah untuk menentukan bagaimana tikus dewasa. berasal dari Balai Penelitian Gizi.33. dan kontrol lainnya tidak mendapat apapun. Penetapan kadar solasodin dilakukan dengan cara densitometri pada panjang gelombang 400 nm. Pencekokan yang dilakukan tidak mempengaruhi berat ovarium.76 ± 1. Identifikasi dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dengan silika gel GF254.59 ± 0. untuk mendapatkan kadar solasodin paling tinggi. Pencekokan dilakukan setiap hari pada jam 9. sehingga fungsi ovarium lambat laun menurun. Hasil penetapan kadar menunjukkan bahwa metode penarikan glikosida dengan air dan asam asetat 3% (0. Untuk mengetahui lebih jelas pengaruh solasodin. maka kepekatan ekstrak atau dosis pencekokan perlu ditingkatkan. Clarke LALA NURLAELA.00 pagi sebelum diberi makan. yaitu menghambat pembentukan LH oleh hipofisa.07.panjang gelombang 400 nm.542 ± 0.05). 150*) SOLANUM KHASIANUM CB. Tetapi pada perkembangannya menjadi folikel graaf mulai memperHhatkan adanya hambatan.402 ± 0. Percobaaan dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan mengggunakan 20 ulangan. lebih baik daripada metode hidrolisis asam: (0. 1978. Departemen Kesehatan RI. terhadap perkembangan folikel dalam ovarium Contoh yang diteliti adalah ekstrak (dekok 20%) daun Solanum lachiatum Ait.01%.Burchard. varietas duri jarang yang sudah masak.01).10 *3%) terbukti dari kadar solasodin yang lebih tinggi. CLARKE Membandingkan dua metode ekstraksi solasodin dari Solanum khasianum CB.

Pengaruh infus akar terong Solarium melongena L.. FK UGM Tobat tradisional dan khasiatnya untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. 1989. Data spektroskopi ultraviolet. pemisahan alkaloida fenolik dan non-fenolik. menggunakan pereaksi dan pendeteksi yang spesifik untuk alkaloida. untuk mengidentifikasi status patologik kelenjar prostat. ternyata bahwa sebagian besar alkaloida ini secara teoritis berasal dari prekursor benzil-isokuinolin. Metode yang dilakukan adalah menggunakan kelinci sehat dengan bobot badan sekitar 2 kg yang dipuasakan selama 14 jam. Tyang mengandung senyawa kimia golongan alkaloida. Kemungkinan pacuan terhadap kontraksi otot rahim pada binatang percobaan tersebut terjadi. yang sebelumnya telah ditemukan pada species Stephania japonica Miers. Hasil penelitian menunjukkan. yaitu penghilangan lemak dari materi tumbuhan. yang biasanya digunakan sebagai obat demam. 156*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Efek hipoglikemia zat pemanis dari Stevia rebaudiana Bertonii pada kelinci HARMAINI M J D. orang kegemukan dan penderita gigi berlubang. Dapat disimpulkan pula bahwa alkaloida ini ialah protest efanin. dari hasil penelitian Takeda (1950). bahwa infus kulit akar terong menaikkan kontraksi otot rahim pada binatang percobaan. Pada pemberian zat pemanis stevia 49 . Dari sekitar 28 spesies Stephania yang telah GUSTINISY. 1986. Penentuan kadar gula darah dilakukan dengan cara Nelson-Somogyi. bahkan berkhasiat hipoglikemik. NMR dan GC-MS menunjukkan bahwa salah satu senyawa yang berhasil diisolasi adalah suatu alkaloida jenis dibenzazonin. diteliti kandungan alkaloida. Dalam penelitian ini dilakukan isolasi alkaloida dari batang tumbuhan Stephania corymbosa Bl. Kemurnian dari senyawa yang berhasil diisolasi ditentukan dengan kromatografi lapis tipis. (No. UJUAN penelitian adalah untuk memberikan keterangan ilmiah pemakaian akar terong sebagai Contoh yang diteliti adalah infus kulit akar terong. Isolasi dilakukan berdasarkan sifat basa dari alkaloida dan mencakup beberapa tahapan. JK FMIPA ITB penelitian dari TUJUAN mempunyaiini adalah untuk mempelajari apakah zat pemanis dapat Stevia rebaudiana Bertonii sifat hipoglikemik dibandingkan tolbutamida untuk digunakan sebagai antidiabetik. Baru-baru ini protostefanin telah diisolasi pula dari species Hyberbaena columbica dari suku Menispermaceae yang belum pernah diisolasi dari tanaman lain. (No. Stevia rebaudiana Bertonii dapat digunakan sebagai makanan berkalori rendah bag! penderita diabetes. 153*) SOLANUM MELONGENA L. Alkaloida dari Stephania corymbosa Bl. baik secara langsung maupun tidak langsung (dengan memacu usus binatang percobaan). baik secara terpisah (pada uterus marmot) maupun secara in situ (pada kelinci).plasma semen perlu dilakukan pada kasus-kasus dengan motilitas spermatozoa kurang (lambat). inframerah. pada kontraksi otot rahim SAMEKTO WIBOWO dkk.. Penemuan ini merupakan penemuan kedua dari protostefanin dari tanaman genus Stephania. Penyelidikan efek hipoglikemik zat pemanis Stevia dilakukan dengan glukosa toleransi.. (No. Infus akar terong dalam dosis yang lebih besar dapat menaikkan tonus kontraksi Ueum marmot terpisah. 155*) STEPHANIA CORYMBOSA BL. PPPSITB ELAH diketahui bahwa tumbuhan Stephania adalah salah satu genus dari suku Menispermaceae. serta pemisahan komponen dengan kromatrografi kolom. 1978. menggunakan hewan percobaan marmot betina dengan bobot badan 350 g dan kelinci albino betina dengan bobot badan 800 g. isolasi alkaloida.. Hasil yang diperoleh dari perlakuan stevia pada hewan percobaan bahwa ternyata pernafasan detak jantung tidak dipengaruhi.

memungkinkan bakteri dapat tumbuh pada awalnya. 13-C. Penentuan sifat racun dilakukan dengan beberapa cara. dari keempat spektranya dapat disimpulkan bahwa salah satu komponen tersebut adalah isosteviol dengan bobot molekul 318 dan gugus fungsi C = O. C-O. Selain itu dilakukan pula penghitungan bilangan bakteri tanpa inokulasi bakteri. dan GC-MS menunjukkan bahwa hasil hidrolisis merupakan satu komponen. maka kadar gula darah turun 53. . Adanya gugus glukosa pada steviosida yang merupakan kandungan kimia utama dari daun stevia.6%.39% dan 10. serta O-H dalam strukturnya. Tentu saja. sebagai pemanis minuman ringan berupa teh manis dan uji kualitas mikrobiologi. yaitu: cara mikrobiologi terhadap jamur Aspergillus niger dan bakteri Escherichia coll dan metode kontak terhadap ikan mujair (Eratherodon mossambica). C = O. Hasil analisis dengan kromatografi lapis tipis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sifat racun dari pemanis stevia dan menetapkan karakterisasi isosteviol. -CH3. JK FMIPAITB D AUN tanaman Stevia reubadiana Bertonii dapat digunakan sebagai bafaan pemanis untuk makanan dan minuman. makin kecil bilangan bakteri yang dihitung. infus teh dan campurannya terhadap bakteri uji Escherichia coli dengan metode perhitungan bilangan bakteri menunjukkan bahwa. (No. karena di samping berkalori rendah mempunyai sifat hipoglikemik yang berarti. hasil hidrolisis pemanis stevia dengan HBr 48%. 50 . perlu diteliti lebih lanjut efek samping yang negatif. dengan penyimpanan selama 0 sampai 192 jam. 157*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Zat pemanis Stevia rebaudiana Bertonii UTARI DEWI. JF FMIPAUNPAD P ENEUTIAN ini bertujuan sebagai usaha penggunaan cairan infus Stevia rebaudiana Bertonii. makin banyak bilangan bakteri yang dihitung dan makin lama waktu penyimpanan.tanpa pemberian glukosa dibandingkan dengan pemberian tolbutamida. NMR.28%. Penelitian dilakukan secara eksperimen laboratorium terhadap berbagai konsentrasi infus Stevia dan campuran infus Stevia dengan teh. Hasil spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus C = O.04 g/L. Dari kedua percobaan tersebut diketahui bahwa pemanis stevia tidak mempunyai sifat antibiotik terhadap jamur Aspergillus niger dan bakteri Escherichia coli. jika konsentrasi pemanis stevia adalah: 4. (No. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa zat pemanis Stevia rebaitdiana Bertonii dapat dipakai sebagai zat pemanis pada penderita diabetes. 158*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Infus daun Stevia rebaudiana Bertonii sebagai pemanis air teh dan uji mikrobiologi IKA ISKANDAR.02 g/L dan 8. serta tidak bersifat racun terhadap ikan mujair. inframerah. sebagai pengganti gula tebu atau sukrosa. kemudian berkurang sesuai dengan lamanya penyimpanan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa daun Stevia rebaudiana Bertonii tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan bukan pula media yang baik bagi pertumbuhan bakteri. Dengan respirometer warburg diperoleh persen hambatan: 8. 18-COH. HPLC dan spektrofotometri ultraviolet. makin tinggi konsentrasi infus stevia. Terhadap pemanis stevia dilakukan analisis gugus fungsi dengan spektrofotometri inframerah. Hasil penelitian dari infus stevia.dan gugus metij pada 10-C. 1986.CH2-CH2.

suatu bahan pemanis alam yang terdapat di dalam daun Stevia rebaudiana memiliki rasa manis 300 kali rasa manis gula atau sukrosa. Kemlegi. KPH (Kesatuan Pamangku Hutan) Banyumas Timur. menggunakan pelarut campuran metanol:dioksana = (l:l) (v/v) yang diikuti proses pendinginan pada suhu -15°G selama 24-48 jam.) dengan pemberian klorpropamida.5 mg/kg bb. Karena itu. Penurunan kadar glukosa darah dibandmgkan antara pemberian infus 20% daun Symphytum officinale (dosis: 10. FB UNSOED P ENELITIAN struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional telah dilakukan di hutan jati Notog. (No. baik dalam industri makanan dan minuman. suku Anonaceae. Metode isolasi di atas cukup sederhana serta memberikan rendemen hasil yang cukup tinggi. Hasil eksperimen ini menunjukkan bahwa ketiganya tidak berbeda efeknya dengan air. Sebagai pembanding digunakan akuades. maupun obat-obatan. 161*) SYMPHYTUM OFFICINALE L. AEGLE MARMELOS CORK. 3 tersebut di atas).M. Pengaruh ekstrak: 1. Srikaya (Anona squamosa L. 2 dan 5% dari bahan no. 1981. 1981. 1 dan no. dimana dosis 25 dan 40 mL/kg bb. 1988. ANONA SQUAMOSA L. 160*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII SUROSO dkk. FMIPA UGM B AHAN pemanis nirkalori termasuk aditif makanan yang pemakaiannya sangat luas..) suku Compositae. Srikaya. 2. Saat ini usaha perkebunan Stevia sedang dikembangkan di daerah Tawangmangu dan Banyumas. Uji efek infusadaun Symphytum officinale L. Steviosida diisolasi dari daun kering dengan pengekstrak sokslet selama 8-10 jam menggunakan pelarut metanol. dari bulan September sampai 51 . pada mencit betina dalam bentuk ekstrak air (10% dari bahan no.. FMIPA ITB IGA bahan nabati telah dicobakan. Dari data spektra inframerah dapat diamati adanya gugus alkohol. Stevlosida. sudut putar optik spesifik: -32° dan rumus molekul CsgHeoOis. dan 3. (No. telah digunakan oleh masyarakat sebagai obat antidiabetes.). 163*) Struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Notog. Jawa Tengah EMING SUDIANA. Isolasi bahan pemanis dari daun Stevia rebaudiana Bertonii dan penentuan spektra inframerah CHAIRJL ANWAR.25 dan 40 mL/kg bb. sebanding dengan suspensi klorpropamida 22. 2. BKPH (Bagian Kesatuan Pamangku Hutan) Kebasen. terhadap kesuburan pada mencit TJeruk maja (Aegle mannetos Corr. yaitu: 1... dan 3. 1985. terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan S pada tahap permulaan dilakukan penelitian pendahuluan untuk melihat efek pemberian infus daun Symphytum. Kemlegi (Stevia rebaudiana Bert. yaitu 6. (No. ternyata dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus.) suku Rutaceae. BKPH Kebasen KPH Banyumas Timur. ester dan = CH2. 159*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII. Jeruk maja. Metode yang dilakukan adalah dengan pemeriksaan kadar glukosa darah tikus yang telah diinduksi dengan aloksan. AMRISAL. officinale terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan.16. Tanaman Symphytum officinale L. Infus 20% mempunyai efek menurunkan kadar glukosa darah tikus diabetes melitus.(No. Ekstrak kasar dimurnikan dengan cara rekristalisasi. Diperoleh hasil berupa padatan putih dengan jarak lebur 196-198°C. malah masing-masing dari ketiga bahan itu menunjukkan respons bersih negatif.0%. JF FMIPA UNAND ymphytum officinale L.

Deseraber 1984. Pengambilan sampel menggunakan metode garis berpetak pada ketinggian 50 m sampai 550 m di atas permukaan air laut.

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa di hutan jati Notog terdapat 24 jenis tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional, termasuk dalam 22 marga dan 17 suku, sedangkan tumbuhan yang dominan adalah Stachytarpeta jamaicensis (L.) Vahl. Berdasarkan analisis indeks kesamaan menunjukkan bahwa antar stasion penelitian mempunyai kesamaan komunitas yang cukup besar, yaitu antara stasion IV dan stasion V dengan nilai 94,59%. Dari hasil penelitian dapatlah disimpulkan bahwa masyarakat desa sekitar hutan Jati Notog masih banyak menggunakan tumbuhan untuk mengobati beberapa penyakit yang dideritanya. Hal ini ditunjukkkan dengan banyaknya jenis tumbuhan yang mereka gunakan. Ketinggian tempat dengan interval 100 m dan persentase rata-rata penutupan kanopi pohon, berpengaruh pada indeks nilai penting dan SDK ( Summed Dominant Ratio) tumbuhan.
Jenis tumbuhan obat yang oleh LBN (Lembaga Biologi Nasional) dianggap langka, di antaranya

adalah: Curcuma aemginosa, Curcuma xanthorriza dan Gastrochilus panduratum, ternyata masih
sering dijumpai di bawah tegakan hutan jati Notog, dengan nilai penting, yaitu masing-masing 10,59% di stasion I; 15,92% di stasion II dan 18,49% di stasion III.

(No. 165*) TINOSPORA CRISPA (L.) MIERS

Uji efek analgesik dari infusa batang brotowali Tmospora crispa (L.) Miers ex Hook f. & Thems. pada mencit putih jantan dengan meto.de tail flick

T

HILWAN YUDA TERUNA, 1987; JF FMIPA UNAND inospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. yang dikenal dengan nama brotowali, adalah salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai obat, karena mempunyai berbagai khasiat.
khasiat sebagai

Berdasarkan sifat antipjretik dan antirematik, diduga tanaman ini mempunyai analgetik. Penelitian ini akan menguji efek analgetik tersebut.

Percobaan dilakukan dengan metode tail flick yang dioperasikan secara manual. Waktu respon nyeri dibandingkan antara: a) infus brotowali dosis: 3,33; 6,66; 13,33; 26,66 mL/kg bb., b) pembanding asetosal 52 mg/kg bb. dan c) akuades 26,66 mL/kg bb. Efek infus brotowali dosis: 6,66 dan 13,33 mL/kg bb. sama dengan efek asetosal.
(No. 166*) TINOSPORA CRISPA (L.) MIERS

Uji efek antiinflamasi (antiradang) infus batang brotowali, Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. pada tikus jantan putih

T

YUTIARDY R1VAI, 1987; JF FMIPA UNAND ELAH diuji efek antiinflamasi (antiradang) infus batang brotowali, Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. pada tikus putih jantan dengan menggunakan alat Pletismometer. Uji efek antiinflamasi ditelaah berdasarkan kemampuan infus batang Tinospora crispa 20% dalam mengurangi inflamasi yang disebabkan oleh karagen. Infus batang Tinospora crispa 20% pada dosis 8 mL/200 g bb. memberikan efek yang hampir sama dengan asam asetilsalisilat dengan dosis 30 mg/200 g bb.
(No. 167*) TRIGONELLA FOENUMGRAECUM L

Pemeriksaan fitokimia ekstrak etanol biji halba (Trigonellafoenumgraecum L.)

B

Z.TATI HURUSTIATI, 1986; JF FMIPA UNPAD UI halba (kelabet) dari tanaman Trigonellafoenumgraecum L., Leguminosae, merupakan tanaman obat tradisional dan telah dikenal sejak beberapa abad yang lalu. Digunakan sebagai

rempah-rempah, sebagai obat penyakit kulit, diabetes, penyakit kerongkongan, asma, sembelit, wasir,

batuk menahun dan lain-lain. Kandungan senyawa kimia biji halba belum banyak diungkapkan, Dalam penelitian ini akan dilakukan pemeriksaan kandungan kimia dan isolasi serta pemeriksaan kualitatif
senyawa yang terisolasi dari ekstrak etanol.
52

Metode penelitian adalah: analisis fitokimia terhadap simplisia, meltputi pemeriksaan makroskopik, mikroskopik, pemeriksaan spesifikasi simplisia, analisis pendahuluan fitokimia serta isolasi dan analisis kualitatif senyawa alkaloida. Pemeriksaan makroskopik, mikroskopik dan spesifikasi simplisia mendapatkan beberapa karakteristik spesifik simplisia. Analisis fitokimia menunjukkan adanya senyawa alkaloida, flavonoida, steroida, saponin dan tanin. Isolasi alkaloida memberikan isolat berupa kristal benvarna kunlng, sangat pahit dan positif terhadap pereaksi alkaloida dan jarak lebur 201-203°C, serapan maksimum sinar ultraviolet pada panjang gelombang 218 nm dan 262 nm; sedangkan puncak serapan inframerah pada 3300, 2850,2350,1740,1650,1420,1300,1100 dan 810 cm'1. (No. 169*) TRISTANIA SUMATRANA MIQ.

Pengaruh sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq.)
terhadap daur estrus mencit (Mus musculus)
YARNELLY GANI dkk., 1980; FMIPA UNAND

T

UJUAN penelitian adalah untuk mengetahui sampai dimana pengaruh dari pemakaian sari tumbuhan (kayu kasai) terhadap daur estrus mencit. Contoh yang diteliti adalah kayu kasai menggunakan tikus putih (mencit). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq.) yang berasal dari: a) kulit kayu yang mengelupas, b) kulit yang masih basah, c) kayu dan d) daun yang masih segar, berpengaruh yang sama terhadap daur estrus mencit, dilihat melalui apusan vagina. Pengaruh sari kayu kasai yang berasal dari bagian tumbuhan di atas, terlihat pada pengunduran dari daur vagina selama 9 hari yang kemudian kembali normal. Diduga steroida yang terkandung dalam sari kayu kasai tidak mempunyai fungsi yang sama dengan steroida yang terdapat dalam estrogen. Untuk ini diperlukan penelitian lebih lanjut.
(No. 170*) TRISTANIA SUMATRANA MIQ.

Penelitian fitokimia kulit kayu kasai (Tristania sumatrana Miq.) yang dipergunakan sebagai obat antihamil di Sumatera Barat
RUSJDI DJAMAL dkk., 1979; FMIPA UNAND
AYU kasai dikenal digunakan oleh dukun di Sumatera mencegah atau Rmembatasi kelahiran.umum danpenelitian ialah untuk menentukan Barat untukyang terkandung Tujuan komponen
dalam kayu kasai. Kulit batang yang telah mengelupas dan kulit batang masih segar yang kemudian dikuliti, merupakan bahan penelitian. Secara kualitatif, kulit kayu kasai mengandung karbohidrat, tanin dan steroida. Dari campuran dapat diketahui 6 jenis steroida yang mungkin terikat berupa glikosida. (No. 171*) UNCARIA GAMBIR (HUNTER) ROXB.

Isolasi tanin dari Uncaria gambir (Hunter) Roxb. dan penentuan kadarnya dalam ekstrak

T

IMTIHANAH,1989; JK FMIPA ITB ANIN meliputi sekelompok besar senyawa kimia bahan alam yang tersebar luas dalam dunia tumbuhan Hampir tiap suku tumbuhan menunjukkan adanya spesies yang mengandung tanin. Tanin mempunyai banyak manfaat, antara lain sebagai obat, penyamak kulit dan sebagai zat warna. Uncaria gambir (Hunter) Roxb. atau dikenal sebagai gambir, juga mengandung tanin, terutama pada daun dan ranting. Ekstraksi awal dilakukan dengan memakai aseton sebagai pelarut. Uji kualitatif menunjukkan bahwa tanin terdapat dalam ekstrak fraksi aseton dan fraksi air. .Uji kuantitatif dilakukan terhadap kedua ekstrak. Dengan cara kolorimetri diperoleh hasil sebagai berikut: datam ekstrak fraksi aseton: 27%, dan dalam ekstrak fraksi air: 12,5%. Dengan cara volumetri diperoleh kadar tanin sebagai berikut: dalam ekstrak fraksi aseton: 12,1%, dalam ekstrak fraksi air: 4,8% dan dalam gambir pasar 7,6%. Spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus -OH yang menyatakan bahwa tanin adalah

53

senyawa polar. Dari dua cara uji kuantitatif diketahui bahwa ekstrak tidak hanya mengandung tanin, tetapi juga senyawa fenolik lainnya.
(No. 172*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K. SCHUM.

Isolasi alkaloida dari buah Voacangafoetida (Bl.) K. Schum.

V

. RIDA ERNOLA, 1987; JF FMIPA UNAND oacangafoetida (Bl.) K. Schum. secara tradisional di daerah Maninjau Sumatera Barat, digunakan sebagai ramuan untuk orang gila, Hasil penelitian terdahulu terhadap daunnya, menunjukkan adanya alkaloida yang diidentifikasi sebagai vobtusina lakton. Pada penelitian ini dicoba mengisolasi alkaloida yang terdapat dalam buah segar yang cukup tua tetapi belum masak. Metode yang digunakan adalah penyarian secara maserasi, pemeriksaan alkaloida kasar secara kromatografl lapis tipis, pemisahan dengan kromatografi kolom dan kromatografi radial, pemurnian
dengan cara rekristalisasi serta karakterisasi senyawa terpisah dilakukan dengan penentuan jarak

lebur, pemeriksaan dengan spektrofotometer ultraviolet, inframerah, NMR dan GC-MS. Didapatkan lima jenis alkaloida yang dengan uji warna dengan besi(III) amonium sulfat dan spektrum ultraviolet menunjukkan adanya kerangka indol dalam strukturnya. Alkaloida RI berupa serbuk yang berwarna putih kekuningan dengan jarak lebur 114-116°C (sebagai garam pikrat), spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi karbonil dari ester; alkaloida R2 berupa senyawa vobtusina lakton; alkaloida Rs berdasarkan data spektroskopi yang dilaporkan dalam pustaka telah dapat diidentifikasi sebagai senyawa vobtusina; alkaloida R4 berupa serbuk tidak berwarna, tidak melebur pada suhu 360°C (terurai), spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi
karbonil dari ester; alkaloida RS berupa senyawa seperti gom, spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi lakton dan ester.
(No. 173*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K.SCHUM.

Uji efek penenang rebusan buah Voacangafoetida (BL.) K. Schum. pada mencit putih dengan metode rotating rod dan sand filter

AKMAL 1988; JF FMIPA UNAND

jacanga foetida (Bl.) K. Schum Apocynaceae merupakan salah V yang digunakan oleh masyarakat dari sukuramuan untuk mengobati penyakitsatu jenis tumbuhan sebagai jiwa atau gila. Di
daerah Kongo, tumbuhan ini digunakan oleh penduduk sebagai obat tradisional untuk mengatasi stress yang memperlihatkan gejala hiperaktif (Manske & Holmes, 1965). Selain itu tanaman ini diketahui dari penelitian terdahulu mengandung alkaloida cukup besar, antara lain vobtusina lakton (daun), vobtusina (kulit batang), voacangina (akar) dan vobtusina dan vobtusina lakton (buah). Mengingat hal-hal di atas, telah dilakukan penelitian efek penenang rebusan buah Voacanga foetida (Bl.) K. Schum. pada mencit putih dengan metode rotating rod dan sand filter. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa ditemukan efek penenang dari rebusan buah Voacangafoetida yang diteliti pada kadar 80% dengan dosis 10,85 mL/kg bb., setara dengan larutan klorpromazina hidroklorida 0,03% dengan dosis 3,41 mg/kg bb. (No. 174*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K. SCHUM.

Isolasi alkaloida dari daun Voacangafoetida (Bl.) K. Schum.

D

AziNAR, 1987; JF FMIPA UNAND ARI daun Voacanga foetida (Bi.) K. Schum. telah diisolasi alkaioida utama dan diidentifikasi sebagai vobtusina lakton, Penelitian ini mencoba memisahkan komponen alkaloida lainnya dari daun segar. Setelah penyarian secara maserasi daun segar, pemeriksaan alkaloida kasar dilakukan dengan kromatografi lapis tipis, pemisahan dengan ekstraksi pada pH bertingkat, kromatografi kolom, kromatografi radial, pemurnian dengan rekristalisasi. Karakterisasi senyawa dilakukan dengan penentuan jarak lebur, pemeriksaan dengan spektrofotometri ultraviolet, inframerah, NMR dan GC-MS. 54

SCHUM.) K. Percobaan dilakukan dengan penyarian berturut-turut mempergunakan pelarut eter minyak tanah. kloroform dan metanol. inframerah. Basil spektrum ultraviolet dan reaksi warna dengan besi(III) amonium sulfat menunjukkan bahwa senyawa tersebut mempunyai kerangka struktur indol.94. NMR. karena data Spektroskopi belum lengkap. Pada tiap-tiap sari dilakukan uji terhadap pereaksi VaniIin-H2SO4. Sari kloroform dan metanol memberikan reaksi positif terhadap pereaksi Liebermann-Burchard.) K.Schum. Schum. pemurnian secara rekristalisasi.67 mL per kg bb. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan alkaloida dari bagian akar.. Schum.Spektroskopi ultraviolet dan reaksi warna dengan besi(III) amonium sulfat menunjukkan bahwa alkaloida ini mempunyai kerangka struktur indol. dengan sistem pelarut kloroform: etanol 55 . pemeriksaan dengan alat spektrofotometer ultraviolet. BASTIAM. Dengan asumsi adanya hubungan antara efek Schum.33. adaPENELITIAN yang telah analgesia. adalah efek nya efek penenang dan penenang dan hipotensif. (No. 1989. dan 2. dan pemeriksaan daya antibakteri sari metanol VERONICA BAJANG. Alkaloida utama BJ. SCHUM. dan pembanding isoprenalin 2 mg/kg bb. pemisahan dengan kromatografi kulit batang ditemukan senyawa dengan struktur menyerupai vobtusina. GC-MS dan reaksi kimia dengan pereaksi besi(III) amonium sulfat. Percobaan dilakukan pada tikus putih jantan secara in situ dengan menggunakan alat Manometer Condon dan Kimograf yang dimodifikasi. berdasarkan data Spektroskopi diidentifikasi sebagai alkaloida voakangtna. Schum. 177*) WOODFORDIA FLORIBUNDA SALISB. 1. 1988. JF FMIPA UNAND dilakukan terhadap tumbuhan Voacangafoetida (Bl. 1.56. (No. Woodfordia floribunda Salisb. sedangkan alkaloida A2 dan AS dalam molekulnya menunjukkan adanya gugus fungsi ester. karakterisasi senyawa terpisah dilakukan dengan penentuan jarak lebur. kolom. 176*) VOACANGA FOETIDA (BL. mengandung alkaloida vobtusina lakton (I).) K. suku Lythraceae. dari buah ditemukan 2 alkaloida. maka struktur belum dapat ditentukan. Alkaloida 62 dan 63. dan 2. . 0.) K.) K. pada tikus putih jantan RAHMANUDIN.) K. Kenaikan tekanan darah yang disebabkan pemberian adrenalin. Sari eter minyak tanah. (No. sari kloroform dan sari metanol memberikan reaksi negatif terhadap pere- aksi VaniIin-H2SO4 dan pereaksi Dragendorff.67 mL per kg bb. JF FMIPA UNPAD T ELAH dilakukan studi fitokimia dari simplisia sidawayah. Ekstrak menurunkan tekanan darah normal tikus secara nyata dan meningkat dengan naiknya dosis pemberian. 0. Simplisia tersebut sering digunakan dalam ramuan obat tradisional.58. dapat diisolasi 3jenis alkaloida. maka dilakukan uji efek hipotensif ekstrak akar Voacanga foetida (Bl. Spektroskopi inframerah alkaloida AI menunjukkan adanya gugus fungsi lakton dan boleh jadi ester. sedang dari Metode yang digunakan ialah soksletasi dengan pelarut metanol.58. Analisis fitokimia simplisia sidawayah Woodfordia floribunda Salisb. Dari akar Voacangafoetida (Bl. Dragendorff dan Liebermann-Burchard pada kromatografi lapis tipis. Digunakan ekstrak 4.) K.72% dengan variasi dosis: 0. diinhibisi oleh pemberian ekstrak akar Voacangafoetida dosis: 0. Schum. Uji efek hipotensif ekstrak akar Voacangafoetida (Bl.94. Isolasi alkaloida dari akar Voacangafoetida (Bl.) K. Dari sari metanol terisolasi satu komponen dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif pada lempeng silika gel G. Kandungan kimia maupun aktivitas biologik belum banyak terungkap . JF FMIPA UNAND T ELAH diketahui bahwa daun Voacanga foetida (Bl. 175*) VOACANGA FOETIDA (BL. yaitu vobtusina (II) dan vobtusina lakton.

Umbi akar tubuh dan meredakan demam serta menyembuhkan penyakit kejang gagau pada anak-anak di bawah umur. Tanaman yang termasuk suku Zingiberaceae. minyak atsiri dan oleoresin. 1986. Uji efek analgesik perasan rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb. Tanaman ini banyak digunakan sebagai obat masuk angin. cardamonin dan 2'. 183*) ZINGIBER OTTENSII VAL. yaitu: 145. Untuk itu telahmaka perlu dikembangkan obat dilakukan penelitian efek analgetik rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb. 1987.8 mg/kg dan 218. JK FMIPAITB Dtermasuk suku Zingiberaceae.0 mg/kg bb. misalnya: Alpinia katsumadai Hayata.5 mg. Ekstrak n-heksan dari umbi Zingiber aromaticum Val. pinosimbrin. 182*) ZINGIBER OFFICINALE ROXB. (No. dimana rangsangan sakit yang diberikan adalah panas.3 mg. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa perasan rimpang jahe merah. mempunyai daya analgesik yang setara dengan daya analgesik asam asetilsalisilat 10 mg/kg bb. (No. 181. Pemberian perasan rimpang jahe merah antara 199. Konstituen kimia minyak atsiri dari Zingiber ottensii Val. cacingan dan influenza.) pada mencit LATIFAH. mengandung golongan senyawa sterol atau terpen. HENNY SETIATIN. yang cenderung mengikuti persamaan garis regresi Y = 0. seperti Alpinia speciosa mengandung senyawa flavonoida dengan kerangka calkon. Misalnya. Salah satu jenis suku Zingiberaceae yang sampai saat ini belum diteliti adalah tanaman Zingiber aromaticum Val. umbi tanaman Curcuma zedoaria mengandung senyawa karbonaromatik yang mempunyai aktivitas -antijamur. 180*) ZINGIBER AROMATICUM VAL. 6'dihidroksi-4'-metoksicalkon.) dibandingkan dengan standar asam asetilsahsilat pada mencit. telah dilaporkan kandungan kimia beberapa jenis dari suku ALAM usaha meneliti senyawa kimia yang dikandung oleh tumbuhan. dan adanya senyawa yang menunjukkan sifat sitotoksik di antaranya adalah diferuloid-metan.0 mg/kg bb.(9:1). (lempuyang wangi). JF FMIPA UNPAD pemakaian obat analgetik non-narkotik dikalangan masyarakat. khususnya tanaman yang tanaman ini.8 mg dan 218. IDA HARIATI. Penentuan struktur dari senyawa tersebut telah dilakukan berdasarkan data spektroskopi ultraviolet dan GC-MS. di dalam buah Alpinia oxyphylla ditemukan adanya senyawa-senyawa monoterpen dan turunan diarilheptanoida. 199. yaitu metode Rat tail flick yang dimodifikasi. Alpinia 56 . kurang nafsu makan. Komponen tersebut bereaksi positif dengan pereaksi Liebermann-Burchard dan Carr-Price. merupakan salah satu tanaman tanaman ini digunakan sebagai pengharum dalam ramuan obat tradisional. semakin besar efek perpanjangan waktu reaksi (efek pengurangan sensitifitas rasa sakit). yaitu flavokawin B. 163. Perasan rimpang jahe memberikan efek yang nyata terhadap perpanjangan waktu reaksi. pada pemisahan secara kfomatografi memberikan beberapa fraksi Salah satu di antaranya adalah senyawa seskuiterpen yang disarankan sebagai zingiberen. 1987.35+0. (No. Penelitian dicoba dengan 5 macam dosis. Makin besar dosis yang diberikan. yaitu etil-p-metoksi-sinamat. Metode penefitian yang digunakan adalah metode eksperimental laboratoria menurut Jerome M Glassman. Beberapa jenis yang lain. Telah pula dilakukan pengukuran spektrum peresapan ultraviolet dan inframerah dari komponen yang terisolasi serta aktifitas mikrobiologi dari sari metanol dan kadar tanin dari simplisia.7 mg. alpinetin.0185 X. JK FMIPA ITB ottensii suku Zingiberaceae yang sering digunakan Z ingibermembuatVal. Juga telah ditemukan senyawa calkon yang disebut Boesenbergen A dari umbi tanaman Boesenbergia panduratum dan senyawa pinostrobin. Pengkajian kimiawi ekstrak n-heksan dari Zingiber aromaticum Val. MENGINGAT luasnyatradisional yang mempunyai khasiat analgetik.

1978. klinik KB jauh. Di samping jamu juga akan diteliti tanaman obat Indonesia yang di kalangan rakyat lazim digunakan untuk pengobatan penyakit gula. Zingiber ottensii Val. masih dalam batas harga normal. isoflavon dan flavanon dari fraksi etil-aseta/. bahwa paliduri tidak menghambat perkembangan proses spermatogenesis melalui penghambatan sekresi gonadotropin oleh hipofisa. 8.225 kuesioner. sisanya 30 % tidak ber-KB. SUHERMAN dkk. Jamu Air Mancur dan tikus galur Lembaga Makanan Rakyat (LMR) dari Lembaga Gizi-SEAMEO. dan yang digunakan sebagai obat di kampung adalah kulit batangnya. Ternyata 70% dari seluruh responden ber-Keluarga Berencana (ber-KB). (No. sedangkan Zingiber cassumunar mengandung senyawa karbonaromatik. Mengingat hal tersebut. dan 37% dari daerah II (sosio-ekonomi rendah). FK UI UJUAN penelitian adalah untuk mempelajari efek atau pengaruh tanaman paliduri terhadap proses perkembangan spermatogenesis pada testis tikus putih. (2) Jamu Sakit Kencing Manis No. 1978. 185*) Khasiat paliduri terhadap spermatogenesis pada tikus putih T AZALIA SlNTO dkk. (4) Jamu Suirine Pil Kencing Manis. T. (8) Jamu Kencing Manis Sido Waras.3% sedang hamil. 46 Cap Potret Nyonya Meneer. 4'-dimetoksi calkon dari ekstrak total n-heksan. seperti Boesenbergia panduratum mengandung senyawa flavonoida. Hasil pemeriksaan darah terhadap jumlah leukosit. (5) Jamu Kencing Manis "Ibu" Cap Dua Nyonya. mengandung turunan flavonoida dengan nama 2'. sebab di antara jamu-jamu tersebut bahkan ada yang menunjukkan efek menaikkan kadar gula darah.225 responden. Jakarta.. Contoh yang diteliti adalah: (l)Jamu Suiker Ziekten Cap Dua Keris. maka perlu adanya pengawasan dalam penggunaan jamu-jamu ini sebagai obat. dan 45 hari.7% ingin anak lagi. yang jumlah SOEKENISOEDIGDO. Contoh yang diteliti adalah serbuk tanaman paliduri yang diperoleh dari P. 1978. Dari 1. hanya dua yang menunjukkan efek hipoglikemik. (No. sisanya karena menyusui.(9) Alstonia spatulata (basung di Sumatra Barat) berupa pohon yang mencapai 20 m tingginya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paliduri dengan dosis 2 g dan 1 g tidak mempengaruhi proses spermatogenesis pada pemberian selama 15. JK FMIPA ITB UJUAN penelitian adalah untuk melakukan skrining jamu yang diperdagangkan di Indonesia ragamnya kian hari kian bertambah.officinantm Ham. Contoh yang diteliti adalah ibu-ibu rumah tangga di Jakarta yang sosio-ekonomi berbeda. Untuk sementara dapat dikatakan.9% menopause. tidak bersuami lagi. (7) Jamu Kemanis A Nyonya Gouw. mengandung senyawa monoterpen dan seskuiterpen sebagai hasil penyulingan uap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 8 merek jamu yang dikenal sebagai antidiabetes. (6) Jamu Kemanis Nyonya Gouw. 186*) Penelitian mengenai ada tidaknya sifat hipoglikemia pada jamu yang dikenal sebagai jamu antidiabetes Tsebagai obat antidiabetes.. sedang sakit. serta flavonol.30. (No. dan terkumpul 1. Survai berlangsung 10 bulan. dan (10) Clinacanthus nutans (dandang gendis di Jawa Tengah). Umur responden antara 20-35 tahun (usia 57 . hematokrit.. 187*) Survai penggunaan jamu sebagai kontrasepsi (Tahap I) T SUHARTIK. menggunakan kelinci sebagai hewan percobaan. hitung jenis dan total protein pada tikus-tikus yang mendapat paliduri selama: 15. Beberapa jenis yang lain. Alasan "mengapa tidak ber-KB adalah: 56. FKUI UJUAN penelitian adalah untuk mengetahui berapa banyak para ibu yang menggunakan jamu sebagai kontrasepsi di daerah yang berbeda sosio-ekonominya. 63% berasal dari daerah I (sosio-ekonomi baik). Skrining ini dimaksudkan untuk dapat menjawab apakah jamu antidiabetes yang diperdagangkan itu memang mempunyai khasiat menurunkan kadar gula darah. dan Zingiber officinale.30 dan 45 hari. (3) Jamu Sakit Kencing Manis Cap Dua Burung Perkutut". 13.

tidak mengganggu kesehatan. 29. (No. desa Sumampir. Cap Air Mancur. SMP dan beberapa tidak pernah duduk di bangku sekolah. atau hanya dengan 1-2 anak saja. jenis yang paling dominan adalah pepaya (Catica papaya L. Responden yang ber-KB umumnya sudah mempunyai 1 sampai lebih dari 3 anak.46%. dimana bahannya berasal dari tanaman obat-obatan atau simplisia nabati.62%. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. adalah: 18. 1984. 21% suku Sunda dan sisanya terdiri dari berbagai suku. SMA atau perguruan tinggi. 199*) Inventarisasi tanaman obat di kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas RlCHEHARIYATI.). fraksi kurkuminoid dan fraksi pati. Persentase yang ber-KB dengan yang tidak ber-KB dari masing-masing suku tidak berbeda. dengan menggunakan metode transpor eritrosit yang dikembangkan oleh Laboratorium Biokimia FK UNPAD dan penentuan kadar kurkuminoid yang ditetapkan dengan cara spektrofotometri pada panjang gelombang 520 nm. Cap Jago. tergantung dari waktu inkubasi sampai 15 menit. kedua adalah IUD. 58 . setelah itu penyerapan berkurang yang mungkin disebabkan oleh terjadinya hemolisis.subur baik).8% dari yang ber-KB menggunakan jamu sebagai kontrasepsi. FB UNSOED EWASA ini penggunaan tanaman obat tradisional telah semakin Dkarena semakin meluasnya pemakaian obat-obatan atau jamu oleh meningkat. yaitu: desa Bancar kembar. Salah satu cara terjadinya efek biologis pada jaringan hidup adalah dengan jalan menempel pada membran sel dan penetrasi untuk selanjutnya dapat mempengaruhi proses biokimia di dalam sel. Beberapa penelitian terdahulu menyebutkan adanya 3 kelompok kandungan kimia yang berguna bagi bidang farmasi. Kurkuminoid diisolasi dari rimpang temulawak. Dari hasil penelitian diperoleh 49 jenis tanaman obat dengan 29 suku. Data diperoleh dengan cara pengamatan secara langsung dan dengan wawancara terhadap 10 responden di tiap-tiap desa. desa Grendeng.). desa Purwanegara. Pendidikan responden dari daerah I umumnya SMP.21% dan 28. Cara atau alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan ialah pil oral. kemudian kunyit (Curcuma domestica Val. 20% beragama bukan Islam. menurunkan kadar kolesterol. desa Bobosan dan desa Pabuwaran. Setelah diinkubasi selama berturut-turut: 5. makanan minuman dan kosmetik.56%.) dan jenis yang paling sedikit adalah tempuyung (Sonchus arvensis L. Pantang berkala adalah cara yang paling sedikit dianut. Alasan memilih jamu adalah karena relatif murah. Kira-kira 80% responden beragama Islam. 197*) Penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia TRISAPTINI. waktu sebelum atau sesudah tiba masa haid atau senggama. Jamu yang digunakan antara lain adalah Jamu Peluntur Cap Nyonya Meneer. Lebih dari 50% responden adalah suku Jawa. jamu gendong dan ramuan sendiri. desa Karang bangkal. (No. yaitu fraksi minyak atsiri. Kadar kurkuminoid yang diserap oleh eritrosit bertambah. Fraksi kurkuminoid mempunyai aktivitas farmakologi antara lain sebagai antiinflamasi. kolagogum dan antihepatotoksik. Hal ini disebabkan masyarakat. sedangkan yang berasal dari daerah II: SD. mudah didapat. 10. Penggunaannya secara oral.) sebagai tanaman obat mempunyai prospek untuk dikembangkan lebih lanjut. JF FMIPA UNPAD T EMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb. darah manusia diperoleh dari Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Bandung dengan antikoagulan Na2EDTA 1 mg/mL darah. Sebagian responden yang tidak ber-KB belum mempunyai anak. Dari ke 49 jenis tanaman obat tersebut. Ternyata. 30. Hanya 4. maka diperoleh hasil kadar kurkuminoid yang diserap eritrosit berturut-turut. 1987. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui daya penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia sebagai data farmakokinetik kurkuminoid dalam rangka peningkatan manfaat temulawak. 15 dan 20 menit. Semuanya menyatakan berhasil (tidak hamil) selama penggunaan jamu (1-3 tahun). antibakteri. telah dilakukan penelitian mengenai jenis-jenis tanaman obat yang ditanam oleh penduduk di daerah kecamatan Purwokerto Utara yang terdiri dari 7 desa.

Oplismemts burmani. Dichroa febrifuga serta Symplocos fasciculata. Peranan lain yang tidak dapat diabalkan adalah sumbangannya yang berharga dalam bidang kesehatan. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan tanaman obat. yaitu pada tahun pertama dihasilkan daun dan pada tahun berikutnya dihasilkan bunga. "Apabila dikaitkan dengan jumlah individu yang sedikit untuk masing-masing jenis. (No. Selama percobaan. (No. terutama jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai tanaman obat. sumber plasma nuftah. rekreasi. Alpinia malaccencis.) Holt. Pola penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat bersifat mengelompok. tetapi tempat rekreasi sehingga jenis Zingiberaceae lain tidak dapat berkembang dengan wajar. yaitu dengan menggunakan kateter polietilen yang disisipkan ke dalam arteria karotis dan menghubungkan kateter ini ke transduser tekanan dari manometer elektronik. FPIPB D ALAM penelitian ini telah dilakukan percobaan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah belimbing buluh (Averrhoa bilimbi} dan buah mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap tekanan darah kelinci jantan berwarna putih. b) Costus spedosus (Koen) J. 1988. pengaturan tata air. E. 1979. 210*) Efek hipotensif beberapa tanaman di Indonesia KARTOLO S.. Adanya tumbuhan yang belum atau tidak berbunga. yaitu: a) Catimbiutn malaccensis (Burm. Tekanan darah kelinci diukur dengan cara langsung. FB UNSOED UTAN sebagai salah satu bagian dari ekosistem burnt sangat penting peranannya bagi kesejahteraan dan kemakmuran manusia. Smith.. olah raga dan lain-lain. baik tekanan sistol maupun tekanan diastol dengan sangat teliti. tergantung dari jenis tanaman itu sendiri. maka secara keseluruhan tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat pada lokasi penelitian (ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut) sangat rendah. merupakan jenis-jenis yang sering dijumpai. SUTANTIBRN. WULANGI dkk. Hal ini dapat diketahui dari fungsi hutan. Pola penyebaran ini sangat berkaitan dengan adanya kompetisi interspesifik. mungkin karena jenis tersebut bersifat biennial. FB UGM UJUAN penelitian adalah untuk hutan TKaliurang. Penggunaan manometer elektronik ini memungkinkan pengukuran. F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hutan Kaliurang hanya didapatkan 3 jenis tumbuhan yang termasuk Zingiberaceae. Jenis Zingiberaceae lain tidak terdapat di tempat tersebut. Di antara 14 jenis yang berpotensi sebagai tanaman obat. pendidikan. (No. baik secara langsung manpun tidak langsung. Pfygonum chinense.21%). yaitu antara lain sebagai perlindungan tanah dari bahaya erosi. 1980. Semua kelinci yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelinci jantan berwarna putih yang dibeli dari peternakan kelinci di daerah Utara. kelinci dibius dengan larutan urethan 26% sebanyak 5 mL/kg bb. pada ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut. yang 59 . 202*) Jenis-jenis Zingiberaceae di hutan Kaliurang S. c) Globba marantina L. dkk . Dari hasil penelitian didapatkan 106 jenis tumbuhan bawah. Untuk itu telah dilakukan penelitian mengenai tumbuhan bawah yang berpotensi seebagai tanaman obat dan pola penyebarannya di hutan lereng selatan Gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur. Contoh tumbuhan darimengetahui jenis Zingiberaceae yang terdapat di dalamdideterjenis Zingiberaceae di Kaliurang dibuat herbarium dan minasi dengan menggunakan buku Flora of Java dan Mountain Flora of Java. sedang yang berpotensi sebagai tanaman obat hanya 14 jenis (13. karena daerah tersebut mungkin bukan merupakan area distribusinya. maka semakin banyak usaha-usaha untuk menggali kekayaan hutan sebagai sumber plasma nuftah.penggunaan atau pemakaian anlara jenis yang satu dengan yang lain berbeda atau berlainan. 201*) Penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat di hutan lereng selatan Gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur H SULISTYANI dkk.

secara-tradisional masih banyak digunakan oleh masyarakat. baik secara mekanis maupun kimiawi. Dendrophthoe pentandra (L. 211*) Jenis-jenis benalu yang tumbuh pada pohon teh S. Pemakaian atau penyediaan obat selalu disertai mantera atau doa untuk mcnyempurnakan pengobatan.38 mmHg. dan tekanan diastol rata-rata: 23. Dari koleksi yang diperoleh. FB UGM J ENI'S benalu yang tumbuh pada pohon teh diteliti dalam rangka memperoleh kepastian jenis-jenis Kegiatan lapangan dilakukan tiga kali.) Tiegh. yaitu: 1. 3. satu kali ke perkebunan teh P. Don.) G. SUTANTI BRN dkk. 4. Obat yang merupakan ramuan. Tumbuhan sebagai obat. terutama obat penyakit tumor dan kanker dan lever (hati). sudah tentu akan diberantas. T. Dari penelitian ini didapat empat jenis benalu. Bahan dikumpulkan dari masyarakat dan diolah secara tradisional. Takaran yang digunakan masih bersifat tradisional (kurang tepat). jumlah tangkai serta ukuran lainnya. FMIPA UNAND menilai penggunaan bahan dari tumbuhan PENELITIAN ini bertujuan untuk menemukan. yaitu rebusan atau seduhan. Jenis benalu yang tumbuh pada pohon teh dikumpulkan. 216*) Inventarisasi tumbuh-tumbuhan obat di Sumatera Barat RUSJDI DJAMAL. Tumbuhan yang sama mempunyai nama daerah yang berbeda-beda. meneliti. Adanya beberapa cara yang menggambarkan penyediaan obat yang tidak ilmiah atau bersifat magik atau tenaga gaib. Daun merupakan bahagian yang terbanyak dari tumbuhan yang digunakan sebagai obat.tumbuhan yang banyak digunakan oleh obat di Sumatera Barat. T. dibuat gambar atau foto dan herbarium kering untuk disimpan sebagai koleksi spesimen.) Miq. Baik ekstrak buah belimbing buluh maupun buah mengkudu disuntikkan ke dalam vena aurikularis. Pagilarang. Lepeostegeres gemmiflorus Bl. Tidak didapatkannya jenis benalu yang lain. Gunung Mas dan apa yang menurut informasi dari masyarakat dapat dipakai sebagai obat.40 mmHg. genggam.. yang lebih dipentingkan adalah lengkapnya jenis tumbuhan. Tumbuhan yang sama pada beberapa daerah lain. Macrosolen cochinchinensis (Lour. mungktn disebabkan karena lokasi di dalam perkebunan tersebut bukan merupakan area distribusinya dan kalau terdapat benalu tersebut pada daerah yang diusahakan. terutama di pedesaan. (No. yaitu berupa jumlah daun. Scurrula phitippensis (Cham. 1981.disuntikkan ke dalam tubuh kelinci secara intraperitoneal. 60 .25 mmHg dan tekanan diastol rata-rata 16. Belimbing buluh dapat menurunkan tekanan sistol rata-rata 14. yaitu: dua kali ke perkebunan teh P. 1981.. Pada umumnya cara pengolahan adalah dengan cara sederhana. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa baik buah belimbing buluh maupun buah mengkudu dapat menurunkan tekanan sistol maupun diastol.20 mmHg. digunakan untuk penyembuhan penyakit yang berbeda. (No. 2. sedangkan buah mengkudu dapat menurunkan tekanan sistol rata-rata: 19. & Schlecht. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut.

J. 9 Ida Hariati. 9.49 Askadi. P. 24 Husein Hemandi Bakti. 7. 13. 14.16. 2.. 14 Eming Sudiana. 4..45 Akmal. 7 Eli Halimah. 8 Gede Swasta. 11.51 Endah Primawati.54 Alimin Harahap.. 12. 13.47 Eva Sarifah Hayati.3 A...43 Hermansyah Amir. 10. 9 Bastiam. 12.40 Asep Adi Suprihatna. 11. 14. 15. 17 Chairil Anwar.31 Achyar Koesnadi. 16 Gunawan Yohanda.22 Andy Soelistyanto.27 Amrizal M. 6. 16 Agus Djamhurl. 2 Azinar.49 Helmi. 6 Athena Anwar. 6 Halim Zaini. 10.42 Aris Gumilar. Budi Utama.51 Dadang Adam Alamsyah..32 Azalia Sinto dkk. 7. 16 Elly Panglepuringtiyas. 14 Adel Zamri.26 Ariyono Wahyu Ardi.41 Aty Widya Warayanti.56 lie THsada S.INDEKS NAMA PENULIS A.19 Harmaini M J D. 3 Gustini Sy. G. 3 AbdulNaser. 7.31 Agus Djamhuri dkk. 10. 50 61 .38 Fitri Yunita. 11. 57 Aziz Genisa.28 Efi Darliana X.54 Bahruddin. 3. 13. 13 Andy Zul Izwar. 11 Harlia Djuhardi.52 Hisran H.. 13.6 Agus Iman N. 9 Aryetti.42 Diah Sugiartini. 13.38 Ganthina Sugihartin. 1. 16 Amir Hamzah Mauzy. 14. 15 Henny Setiatin. A. 7 Evi Noviarsyah Latif.36 Hilwan Yuda Teruna.8 Budi Herawan. 15.44 Gratiana Ekaningsih dkk.37 Hendra Yuliansyah. 15. 10 Gloria S. 10 Bogo Suntoro Murti. 9 Ika Iskandar. 6. 15 Ella Noorlaela. Nandini. 7 Arsyadi. 1 Dian Nuryani. 9.45 Dedi Sofyan. 18 Ambar Supeni.42 Erwin Afandi. 11.43 Feri Herlina Anwar. 2. 1.56 Herman Puspita. 9.. 9. 14. 8 I. 15. 1 Eti KurniatJ. 3 Eka Susanti H..37 Adriansyah Azhari. 5. 5 Enny Ratnaningsih.34 Haojahan Tfcnggul Manullang. 4. 4. 12. 12.55 Binsar Johanes.51 Euis Holisotan Hakim. 9. 9. 5 Achmad Mustafa Fatah dkk.. 5. Rahayu Nurohman. 28 Burhanuddin Gumay. Wananda.33 Hesti Budiati.36 Euis Nining.

dkk.38 Sri Woelaningsih..31 Sri Anggrahini & Suhardi. 7. 4. 13.33 Nining Yuaningsih. 5. 17. 16 62 Sumiati Yuningsih. 4. 4. 7. Badjongga HTS..51 Susi Lahtiani. 12 Linda R.44 Ngatijan & R.17. 1. Sugiarso dkk. 7.56 Lianuta Christ Natanel.57 Sulisti.15. 23 Rahmanudin. 14. 3. 10. 3 Miza Nemara. 17 Moriana Hutabarat.46 Sunoto. 14. 16 Siti Kardinah P..53 Saifulah. 15.. 8. 11 Marliyani.. 11 Mulyoto. 1 S.49 Sangat Roemantyo H.. 2.41 Sudjiman Djojosengodjo dkk..40 Samekto Wibowo dkk.23 Sondang Komariah S. 13. 15. 27 Prita Kresna. 16. 15. 2. 7. 1 Nurhidayat.. Suherman dkk.48 Pramadhia Budhidjaya...13. 5 Rukmiati K.60 Sudarsini.( 6.. 17 Sri Ulina Purba.20 Metti Siti Hastuti. 2.46 Robert Edward Aritonang. 5. Wulangidkk..55 Sulistyani dkk. 8 .35 Sutjipto Halim. 2 . 12. 12. 11 Soekeni Soedigdo. 8 Soewedo Hadiwiyato dkk.17 Semangat Kataren. 8.34 Suwarji Heryana. 1. 15 Mulyono.24 Sri Herliani.25 Suhandra.48 Latifah. 13. Yudono.35 Machmoed Azhar dkk. 3. 59 Sumarno.. Nur Asiah.32 Rusjdt Djamal.. 11 Reeky Charles P.. 13 Irfandi. 16. 10.59 Lala Nurlaela.40 Sudarsono. 8. 25 Takbir Siregar. 11.57 Soetijoso Soemitro.26 Setiawati Yusuf. 3. 53 Indrawati. 1 Oentoeng Soeradi dkk.54 Riswan S. 9. 2. 10.22 Karta.Imtihanah. 6 Retno Damayanti. 9 Mohamad Eksan Sjafiudin.20 Malidin Maibaho...44 Sidik dkk. Sutanti BRN dkk.30 Mindarwati.32 Riche Hariyati. C. 6.7 Johansyah. 12.. 2.. 2 Nurlaili Isnaini.45 Sri Ardani Soelarto dkk. 8 Muchtadi.16. 18..58 Rida Ernola. I Ine Srikandi.21 N. 4. 6 Snelly Faurhesia. T. 12. 16 Sri Hertati. 14.25 Sri VWdarti.10 Neneng Mupidah. H. 2 J.60 Rusjdi Djamal dkk.29 Sumiyati Sunaryo dkk.29 Rochyadi.35 Sri Herjati Setiodihardjo. 13 Suharti K. 1. 16.Tambunan.. 1. 4. Imono Argo Donatus.10. 8. W.19 Suroso dkk. 5 Kartolo S. 15 Martoni. 20 Murti Raehani. 14.. 10 Mohamad Istari.

52 Z. 3 Tutuk Budiati.34 Teti Suryeti.55 Yutiardy Rivai.. 11.39 Titin Suprihatin. 59 Trisnasari. 13. 14. 14..30 Wahyono. 10. 5.39 Yuniarti Siregar. I.30 Yarnelly Gani dkk. 15.47 63 . 7. Evelyn. 3.37 ZulfadIyN. 5. 8 Utari Dewi.41 Tjioe Thio Bwee. 10.53 Yetty Supatmijati.52 ZuariahYusufdkk.21 Yolanda P. 3 Yulianti. 7 Yam Sutiyani. 14.16..26 Titi Wiraharja N. 9 Yusi Fudiesta...19 Udju Sugondho. 10. 11 Tri Saptini. 9.12. 7 Udju Sugondho dkk. Sidik.28 Taufik Rahman. 4. 2.Tavip Budiawan. 6. 11 Tubagus Agus N. 12 Zuharina. 21 Wiwiek Herawati.. 24 Yun Media Handayani. 2. 50 Veronica Bajang. 1.43 Vita Sophiata. Tati Hurustiati.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->