PENELITIAN TANAMAN OBAT DI BEBERAPA PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA

IV
PENYUNTING
Sri Sugati Sjamsuhidajat B. Dzulkarnain B.Watyoedi Nurendah P. Subanu Lucie Widowati Martuti Budiharto

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN FARMASI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN DEPARTEMEN KESEHATAN RI. JAKARTA 1992

LEMBAR DATA BIBLIOGRAFI TERBITAN

Judul: Penelitian Tana man Obat di Beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia IV

Klasifikasi: DDC : 615.32389 UDC : 633.88 NLM : QV766

Penyunting: Sri Sugati Sjamsuhidajat B. Dzulkarnain B. Wahjoedi Nurendah P. Subanu Lucie Widowati Martuti Budiharto'

Jenis Terbitan:

Nomor Terbitan: BPPK-F-91/Bibl.l2

Kama dan alamat badan yang memperbanyak dan menyebarluaskan terbitan: Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan RI. Jalan Percetakan Negara No. 29, Jakarta 10560; Kotak Pos 1226, Jakarta 10002; Telpon No. 413122,414146

Edisi/Cetakan: Pertama

Tanggal terbit: 10 Maret 1992

Jumlah halaman: 66

Jumlah terbitan: 1000

Sponsor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI.

Sari (abstrak)/Kata Kunci (Key Words) PLANTS, MEDICINAL - bibliography PLANTS, MEDICINAL - Indonesia

Kolom Catalan penerima terbitan:

Penyebaran terbitan: Bebas Izin mengutip: Bebas dengan menyebut sumber

DAFTARISI
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Hal.
DAFTARISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . i
KATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ii DAFTAR SINGKATAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . iii

DAFTAR TANAMAN DAN PENELITIAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
ABSTRAK PENELITIAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 19

INDEKS PENULIS

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 61

INDEKS TANAMAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 65

Maksud penerbitan ini. adalah untuk mengkomunikasikan hasil penelitian tumbuhan obat yang dilakukan di berbagai institusi di Indonesia. Sri NIP. Semoga Buku ini dapat dimanfaatkan secara lebih luas. serta semua pihak yang telah membantu dalam pengumpulan informasi dan penyusunan buku ini. para pembaca dapat memperoleh informasi tentang jenis penelitian. para pembaca yang memerlukan informasi tentang hasil penelitian tanaman obat. Volume II (1989) dan Volume III (1991). 14001175 . Terimakasih diucapkan kepada semua Perguruan Tinggi dan Institusi penelitian. maupun oleh pengguna dan pengusaha tanaman obat. dapat berkomunikasi langsung dengan para peneliti yang berada di berbagai institusi yang dicantumkan dalam Buku ini. Diharapkan dengan diterbitkannya Buku ini. seperti buku-buku sebelumnya. Pusat Penelitian dap Pengembangan Farmasi Dra. alamat dimana penelitian dilakukan dan yang terpenting adalah penelitian tanaman apa dan siapa yang melakukannya. Dengan Buku ini. Naskah dari makalah lerigkap laporan penelitian dapat diminta langsung kepada institusi tempat penelitian tersebut dilakukan. Buku Volume IV ini dilengkapi dengan ABSTRAK HASIL PENELITIAN beberapa tanaman yang terpilih.KATAPENGANTAR Buku Penelitian Tanaman Obat di Beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia Volume IV (1992) adalah lanjutan dari Buku Volume I (1988). terutama di perguruan tinggi. baik oleh para peneliti.

FP UNHAS 20. 2. Medan Fakultas Farmasi. JK FMIPA ITB Jurusan Kimia. JB FMIPA UNPAD 7. Bandung 4.FKUNPAD 8. Purwokerto Jurusan Kimia.JKFMIPAUNPAD 6. Universitas Gadjah Mada. FP UNBRA 18. Malang Fakultas Kedokteran Hewan. Yogyakarta Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada. JF FMIPA UNAND 15. P3 Biol 16. Yogyakarta 11. Yogyakarta Fakultas Biologi. Institut Pertanian Bogor. Fakultas Matematikadan Ilmu Pengetahuan Alam. Malang Fakultas Pertanian. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Ujung Pandang Fakultas Kedokteran. Universitas Gadjah Mada. Universitas Padjadjaran.FKUNBRA Fakultas Kedokteran. Universitas Indonesia. Bandung. FKH UGM 12. Universitas Sumatera Utara.DAFTAR SINGKATAN 1. FTP UGM Jurusan Farmasi. FF UGM 10.FK UGM 13. FB UNSOED 5. Bogor 17. Yogyakarta Fakultas Kedokteran Hewan. Bandung Fakultas Kedokteran. Yogyakarta Jurusan Farmasi. FB UGM Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Universitas Hasanuddin. Jakarta 111 . FKH IPB 19. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Fakultas Matematika dan Hmu Pengetahuan Alam. Institut Teknologi. JF FMIPA USU 9. Bandung Program Pendidikan Pasca Sarjana Institut Teknologi Bandung. LIPI. Universitas Brawijaya. Universitas Jenderal Soedirman. Universitas Brawijaya. Institut Teknologi Bandung. Universitas Padjadjaran. JF FMIPA ITB 3. Bogor 14. Bandung Fakultas Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Bandung Jurusan Biologi. Padang Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi.FKUI Fakultas Pertanian. Universitas Gadjah Mada. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. PPPS ITB Jurusan Farmasi. Universitas Padjadjaran. Universitas Andalas.

o* Isolasi. Pengaruh penggunaan infusa Aneilema Nur Asiah vaginatum R. Suroso dkk. di laboratorium 88 5.) Tutuk Budiati Diah Sugiartini 90 Telaah kandungan kimia kulit buah jambu mete (Anacardium ocddentale L. terhadap kesuburan pada mencit usu 85 11.NO.Br. Artemisia annua L. FMIPA ITB Sunoto FB UNSOED JF FMIPA ITB 81 4. Uji kepekaan larvaAedes aegypti L. Jeruk maja. Anacardium Uji efek analgetik dari perasan umbi bawang putih (Allium sativum L. Kemlegi. Br. Cianjur dan Garut Isnaini . Uji efek antiradang daun bandotan Hisran H. Antidesma tetrandrum Bl. Antidesma Suroso dkk. ylegfe Pemeriksaan kandungan senyawa kimia buah sawo masak (Achras zapota L. suum in vitro Pemeriksaan kandungan artemisin Erwin Afandi NurlaJli 14. identifikasi dan konservasi asam anakardiat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium ocddentale L. terhadap kadar gula darah kelinci dan perbandingannya dengan tolbutamid Pengaruh ekstrak: 1. Kemlegi. 3. 2. 86 (Ageratum conyzoides L.) dan rimpang temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb.* Isolasi alkaloida peptida dari kulit batang tetrandrum Bl. Ageratum conyzoides L. Srikaya. Allium sativum L. Jeruk maja. Pengaruh pinang (Areca catechu L. Martoni JB FMIPA ITB JF FMIPA UNAND JB FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB 81 12. terhadap ekstrak Ageratum conyzoides L.) terhadap Ascaris lumbricoides var.) terhadap mencit Indrawati JK FMIPA UNPAD JK FMIPA ITB 86 7. Srikaya. terhadap kesuburan pada mencit 3. JF FMIPA ITB 90 86 Kehamilan mencit (Mus musculus) yang diberi ekstrak nanas (Ananas comosus) muda Mulyoto FB UNSOED JF FMIPA 10.* ocddentale L. 90 herba Artemisia annua L. yang tumbuh di Sukabumi. 88 79 13.) pada tikus putlh galur Wistar 6. 8.) Pengaruh ekstrak: 1.) Corr. ^rtfl/ww cotnosus L. .) Achras zapota L. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 1. 2.(4recfl cafcc/w L. 3. Aneilema vaginatum R. ^4/mo/wz squatnosa L. ^4&/«j PENULIS Harlia Djubardi Sulisti INSTANSI JK FMIPA ITB JF FMIPA ITB TH 87 87 precatorius L.* 2. martnelos (L. Studi isolasi senyawa glikosida dari daun saga (Abrus precatorius L.

Juss. Prita Kresna JK FMIPA ITB 87 Carica papaya L. 21. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 15. kristalisasi serta Yetty JF FMIPA Supatmijati. 17. Calophyllum inophyllum L. Imono Argo FFUGM 81 Donatus AzizGenisa JK FMIPA UNPAD 22.' Isolasi dan analisis minyak biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L. Juss. Pemanfaatan biji pepaya (Caricapapaya L.* Baeckea frutescens L. 20. terhadap nekrosis sel-sel hepar tikus putih jantan Mulyono . Efek ekstrak etanol daunAverrhoa bilimbi dan herba Catharanthus roseus terhadap kadar glukosa darah mencit diabet permanen Azhar dkk. Artemisia vulgaris L. zat yang terkandung dalamAverrhoa bilimbi L. Pemeriksaan dan percobaan isolasi artemisin dari. Azadirachta indica A.) untuk bahan makanan Efek infus akar papaya terhadap kerutan kalsium dan magnesium batu saluran kemih secara in vitro Soewedo Hadiwiyato FTP UGM 80 dkk.* Usaha pemeriksaan golongan kimia zat- Machmoed FMIPA 79 bilimbi L. Takbir Siregar FFUGM 86 .' 26. Baeckea frutescens L. Nurhidayat JF FMIPA ITB 88 danylrtemts/a annua L. 25. Camellia Isolasi dan analisis alkaloida pada daun Bntgmansia suaveolens Ujung Pandang 75 23./4/temM/fl vulgaris L.Br. JK FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD 88 sinensis L.' 24.) dengan cara kromatografi lapis tipis Irfandi JF FMIPA 90 ITB 19.) Studi perbandingan kapsaisin dari buah cabe merah dan cabe gendot Capsicum annum L.' klon teh (Camellia sinensis L.* Isolasi. Berg. Bambusa Pemeriksaan kandungan kimia dan usaha isolasi triterpenoida dari daun jungrahab. 27.NO. Bmgtnansia suaveolens B. Studi fitokimia ekstrak etanol dan metanol daun. UNPAD Sidik Wahyono FF UGM 81 81 vulgaris Schrad. Interaksi antara vitamin E dan infus rebung Bambusa vulgaris Schrad.) Analisis kandungan kofeina dari empat Johansyah Eva Sarifah H. klasifikasi. yang tumbuh di Indonesia 16. kulit batang dan buah tumbuhan mimba (Azadirachta indica A.* karakterisasi kandungan utama akar aris Schrad. Andy Zul UI JK FMIPA 86 Izwar ITB 18.

Citrus grandis (L.) — Uji daya antimikroba sediaan salep yang mengandung sari ketepeng (Cassia alata JF FMIPA UNPAD JF FMIPA 86 29. Citrus nobilis Lour. Don.) Osbeck. dari Tangerang dan Bandung 33.) Urban Cephaelis stipulacea Bl. Penetapan kadar sennosida B daun dan buah Cassia angustifolia Vahl. Andy Zul Izwar 90 32. jeruk besar dan dari kulit Citrus nobilis Lour. Cassia angustifolia Vahl.J. Don.* Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis (L. Centella asiatica (L. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 28.) Efek ekstrak etanol daunAverrhoa Efi Darliana T.* 36. (jeruk keprok) 86 38. Evelyn JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB 90 31.* Sri Harjati 86 Setiodihardjo UNPAD 30. Gunawan Yohanda Tubagus Agus N.NO. Isolasi alkaloida dari daun johar (Cassia siamea Lamk. jeruk keprok Studi pemanfaatan sari bungkil kelapa pada fermentasi produksi penisilin menggunakan jamur Penicillium chrysogeum ATCC 28089 Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia daun iler (Coleus atropurpureus Benth. JF FMIPA ITB 90 40. Pemeriksaan flavonoida dan triterpenoida antanan Centella asiatica (L.) Osbeck (jeruk besar) dan dari kulit Citrus nobilis Lour.) Osbeck Isolasi dan karakterisasi pektin dari kulit buah (jeruk besar) Citrus grandis (L) Osbeck Dian Muryani Sri Ulina Purba Sri Ulina 37.) G. Yulianti JF FMIPA ITB 86 34. Cocos nucifera L.* Coleus atropurpureus Benth.) G. Cassia siamea Lamk. Catharanthus roseus (L. Uji daya antimikroba sediaan krim yang mengandung sari daun ketepeng (Cassia alata L. varietas Tinnevelley Yolanda P.. Suwarji Heryana JF FMIPA UNPAD 87 .* Isolasi alkaloida dari tumbuhan 87 87 Cephaelis stipulacea Bl. 86 bilimbi dan herba Catharanthus roseus terhadap kadar glukosa darah mencit diabet permanen Studi perbandingan kadar vinblastin dan vinkristin daun Catharanthus roseus (L. Budi Utama 39. Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis (L. PENULIS Mindarwati INSTANSI TH Cassia alata L. I.) 86 Purba A.) Urban JF FMIPA ITB JF FMIPA UNAND JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB 87 35.

Curcuma heyneana Val.Hamzah JF FMIPA UNPAD 87 49. JF FMIPA UNPAD 88 kolesterol darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia . H. dan HDL- Pramadhia B.) dan rimpang kunyit (Curcuma domestica Val. pertumbuhan kambing Sudjiman FKH UGM ' Djojosengodjo dkk.NO. trigliserida.* Curcuma mangga Val. yang bebas minyak atsiri terhadap toksisitas karbon tetraklorida pada mencit putih Swiss Webster jantan 47. Beberapa aspek farmakognosi temu • mangga (Curcuma mangga Val.* Roxb. Badjongga HTS. Curcuma domestica Val.) Perbandingan beberapa cara ekstraksi Amir untuk mengisolasi kurkuminoid dari rim.) 45. zedoaria (Berg.) Penentuan komponen utama minyak atsiri temulawak (Curcuma xanthorrhiza Teti Suryeti Semangat Kataren JF FMIPA UNPAD JK FMIPA ITB 48." Amir Hamzah JF FMIPA UNPAD 87 pang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap kolesterol total.) Sangat Roemantyo. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 41. Etnobotani kunyit (Curcuma domestica Val. 42. domestica Val. Curcuma xanthorrhiza Roxb. pada tikus putih jantan galur Wistar JFFMIPA ITB 86 43.) Roscoe dan rimpang Adriansyah Azhari JF FMIPA ITB 87 Curcuma heyneana Val. & Zyp. *. 50. P3 Biol 89 46. & Zyp.) dan rimpang kunyit (Curcuma M. dengan GC-MS Perbandingan beberapa cara ekstraksi untuk mengisolasi kurkuminoid dari rim- JK FMIPA ITB 86 44. Pengaruh kurkuminoid dari temulawak (Curcumaxanthorrhiza Roxb. Efek ekstrak etanol rimpang jCucurma." pang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.* Curcuma Pengaruh perasan temu ireng terhadap deruginosa Roxb.W." Penentuan komponen utama minyak atsiri Curcuma domestica Val.) dan minyak rimpang Curcuma domestica Val. J. Fitri Yunita 81 Uji efek koleretik ekstrak seluruh tanaman Elephantopus scaber (L.) M.

SGPT dan uji kualitatif HbsAg darah kelinci pada keadaan terinfeksi hepatitis B Sumiati Yuningsih JF FMIPA UNPAD 87 57.NO. Karta JFFMIPA UNPAD 87 (Curcuma xanthorrhiza Roxb. kloroform dan metanol . SOFT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik 52.) terhadap fungsi empedu darah kelinci Budi Herawan JF FMIPA UNPAD 87 Robert Edward JF FMIPA UNPAD 88' 56.) menggunakan Yani Sutiyani JF FMIPA UNPAD 87 pelarut eter minyak tanah.) terhadap HDL-kolesterol." Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dan uji beberapa sifat fisikokimianya secara KLT Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap kadar SCOT.' Tavip Budiawan JFFMIPA UNPAD 88 Pembuatan sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Pengaruh ekstrak air temulawak Rochyadi JFFMIPA UNPAD 87 (Curcuma xanthorrhiza Roxb. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 51. Eli Halimah JF FMIPA UNPAD 87 59. kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia Abdul Naser JF FMIPA UNPAD 87 Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap pe-nyerapan glukosa di usus halus tikus 60.' Isolasi dan identifikasi senyawa kurkuminoid rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Pengaruh minyak atsiri temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.' Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik 54.) terhadap kadar SGOT.) terhadap kadar SGOT.) terhadap penyerapan glukosa di usus halus tikus Pengaruh campuran kurkuminoid dan minyak atsiri temulawak terhadap penyerapan glukosa di usus halus tikus Pengaruh kurkuminoid temulawak Endah Primawati JF FMIPA UNPAD 87 58.

yang bebas minyak atsiri terhadap toksi.) hasil fraksinasi dengan eter minyak tanah. Salmonella typhi dan Bacillus subtilis Penetapan kadar minyak atsiri rimpang Taufik temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. JF FMIPA ITB Telaah kandungan hiosiamin dan skopolamin dalam berbagai organ tanam- JF FMIPA ITB 90 an kecubung (Datura stramonium L.) 69. Daucus carota L. UNPAD 88 (Daucus carota L.) Roscoe Askadi Reeky Charles P.* Uji daya antibakteri ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. 67. Datura stramonium L. dengan GC-MS Achmad Mustafa Fatah dkk. Penelitian pendahuluan komponen kimia minyak atsiri Durio zibethinus Murr. Deiist. Escherichia coli. Pengaruh fraksi eter minyak bumi.* Dioscorea hispida Isolasi dan identifikasi steroida saparin dalam umbi gadung Dioscorea hispida Denst. Pengaruh konsentrasi dan interval pemberian pupuk melalui daun terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman wortel Siti JB FMIPA Kardinah P.) Roscoe zedoaria (Berg. 70. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 61.) Roscoe bebas minyak atsiri terhadap toksisitas karbon tetraklorida Bogo Suntoro Murti JF FMIPA ITB 86 66. Pemenksaan minyak atsiri rimpang temu putih Curcuma zedoaria (Berg. kloroform dan metanol terhadap Metti Siti Hastuti JF FMIPA UNPAD 86 Staphylococcus aureus.) yang diperoleh dari daerah Pangalengan (Jawa Barat) 68. Efek ekstrak etano! rimpang Curcuma Adriansyah JF FMIPA 87 zedoaria (Berg.NO. FF 79 UGM JK FMIPA ITB 88 .sitas karbon tetraklorida pada mencit putih Swiss Webster jantan Azhari ITB 65. Sondang Komariah S.) Rahman dari berbagai daerah JF FMIPA ITB 86 / 63 Curcuma javanica Curcuma Penelitian pendahuluan tentang khasiat rhizoma temulawak (Curcuma javanica} Agus Djamhuri FK UNBRA 79 terhadap kadar kolesterol darah 64.) Roscoe dan rimpang Curcuma heyneana Val. fraksi eter dan fraksi metanol rimpang temu putih Curcuma zedoaria (Berg.* Durio zibethinus Murr.

H.W. mangostana L.) Aty Widya Warayanti N.. Gardenia augusta Merr.) Uji efek dari simplisia nusa indah (Musaenda erythrophylla Schum. dengan cara pengisian Udju Sugondho Wiwiek Herawati Ariyono FK UNPAD FB UNSOED JF FMIPA 90 83. Isolasi agar dari Gelidium sp.) dan cangkring (Erythrina fasca Lour.* 79 79.) (GraptophyUum pictum (L.) Griff. dan minyak rimpang Curcuma dornestica Val.) Griff. Karakterisasi komponen kimia minyak 78. INSTANSI JFMIPA ITB TH 86 71. FMIPA 81 prunifolia Jack. Garut Trisnasari JF FMIPA ITB 88 82.) Griff. C. Retno Damayanti Ngatijan & R.* Elephantopus scaber L.) Stend. 77. JF FMIPA ITB 89 87 80 73. 76. Badjongga HTS. dkk. Keaneka ragaman jenis GraptophyUum 86 87 pictum (L. Penelitian "anabolic effect"dan "androEwycoma longifolia Jacq. dan Gracilaria sp. genic effect" dari infus akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jacq. Eka Susanti H. yang RukmiatiK. Eleusine indica Gaertn.* Euchema cottonti Euphorbia Isolasi karagenan dari Eucheuma cottonii Penelitian kandungan kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia Jack. Aris Gumilar JF FMIPA ITB 90 75. Uji antibakteri ekstrak akar rumput belulang (Eleusine indica Gaertn. Gelidiwn sp. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS J.) Garcinia Isolasi xanthone dari kulit buah Garcinia mangostana L. Graptophyl Pengeringan daun handeuleum lumpictum (L.* 74. kaca piring) dengan metode Zaini kromatografi gas cairan dan GC-MS 81. Uji efek koleretik ekstrak seluruh tanaman Elephantopus scaber L. Yudono Hermansyah Amir Halim UNPAD JK FMIPA ITB FK UGM JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB 86 diperoleh secara ekstraksi Euphoria Penelitian pendahuluan senyawa saponin longan (Lour.* 80.* 84.* T. (Gardenia florida L.NO. di Malesia Pemeriksaan senyawa golongan flavonoida dari daun handeuleum (GraptophyUum pictum (L. longan (Lour.) WahyuArdi ITB . ITB dkk.) Griff.) dalam kulit buah lengkeng Euphoria Stend. yang diperoleh dari pantai Cilanteureum.* 90 87 atsiri Gardenia augusta Merr. pada tikus putih jantan galur Wistar Pemeriksaan kandungan kimia tumbuhan Elephantopus scaber (tapak liman) 72. Sugiarso JF FMIPA UNPAD JF FMIPA Erythrina fusca Lour.

) Beauv.NO.) pa-da tikus putih galur Wistar Uji pengaruh ekstrak air daun katimaha Hisran H.* Penelitian efek bakteriologik dan mikrobiologik dari laos merah dan putih yang segar dan yang dikeringkan terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Udju Sugondho dkk. Sri Ardani penentuan daya hambatnya terhadap bakteri dan jamur Soelarto dkk. Salmonella typhosa dan jamur Microsporum gypseum 81 .) Merr.) 86.) Merr. Hevea brasiliensis Muell. Uji efek anti radang daun bandotan (Ageratum conyzoides L.) dan rimpang temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb. Hyptis pectinata (L. JF FMIPA ITB 86 94. 88.* Languas galanga (L. 90. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 85.). (Kleinhovia hospita L.) Stuntz. Arg. Kaempferia 89 Efek antimikroba dari infusa Kaempferia galanga L.* Imperata cylindrica (L. PENULIS Ganthina Sugihartin Murti INSTANSI JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB JK FMIPA ITB FK TH 87 Gynura procumbens (Lour. Kaempferia pandurata Roxb.) Poit. Nining 86 UNPAD FK UNPAD JB FMIPA UNPAD "90 92.* Kleinhovia Susi Lahtiani hospita L. Penelitian pendahuluan senyawa alelopati pada rhizoma Imperata cylindrica (L.) Foil Moriana Hutabarat Sutjipto Hamim 87 89.) terhadap penurunan kadar SGOT dan SGPT darah tikus putih pada keadaan hepatotoksik Formulasi salep dengan ekstrak laos dan JF FMIPA UNPAD 89 95. Pemeriksaan senyawa kimia golongan flavonoida dari daun dewa (Gynura procumbens ( Lour. Penelitiaij daya antijamur air kencur (Kaempferia galanga L. galanga L. Isolasi dan penentuan komponen fitosterol dari lateks Hevea brasilliensis 73 Bakti Uji pendahuluan efek farmakologi isolat hiptolida dari tanaman Hyptis pectinata (L.) Beauv. 91. Mohamad Eksan Sjafiudin JF FMIPA UNPAD FMIPA UNPAD 79 96. Takaran terendah (MIC) sebagai antibiotik dari infusa Kaempferia galanga dibandingkan dengan ampisilin Udju Sugon dho dkk. Pemeriksaan pendahuluan senyawa kimia daun dewa (Gynura procumbens (Lour.) 88 Raehani Husein Hemandi 87.) Merr. obat tradisional terhadap Candida albicans dari 87 Yuaningsih Microsporum gypseum 93.

littoralis Blume Isolasi senyawa aporfin fraksi fenolik dari tanaman Litsea glutinosa (Lour.) muda.* Litsea accedentoides K. Melia azedarach L.) Benth. Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia daun mindi (Melia azedarach L. Httoralis Blume Helmi Asep Adi 89 89 Suprihatna Feri 105. Manihot utilissima Pohl.) C. 98." Pemeriksaan kadar rutin pada daun singkong (Manihot utilissima Pohl. Senyawa alkaloida dan non-alkaloida Litsea monopetala (Roxb.) C.) I. tua dan kuning Pengaruh infus daun Melastoma 89 Herlina Anwar Sri Widarti Bahruddin 106. B. Rob. Alkaloida dari Litsea glutinosa (Lour.* Litsea monopetala (Roxb. & V. Melastoma malabathri cum 109. Alkaloida dari Litsea diversifolia Bl.NO. A.G. Leucacena glauca (L.) C.* Litsea glutinosa (Lour. Hesti accedentoides K. kulit batang dan buah tumbuh. var.&V. terhadap Ascaris suum dibandingkan dengan Piperazin sitrat secara in vitro Isolasi alkaloida aporfin dari Litsea 99.) Benth. B. littoralis Blume. diversifolia Bl. Alkaloida dari Litsea monopetala (Roxb.* 90 89 Sophiata Adel Zamri Alkaloida dari fraksi fenolik Litsea glutinosa var.)Pers.) Pers.* 104. 90 90 108. Yuniarti Siregar INSTANSI JF FMIPA ITB JF FMIPA USU TH 88 85 97. Alkaloida dari kulit akar Litsea diversifolia Bl.) Pers.* 107. Nandini JF FMIPA ITB 87 . Budiati Euis JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JF FMIPA ITB JF FMIPA USU JF FMIPA ITB 89 100. Tambunan 86 Studi fitokimia ekstrak etanol dan metanol daun. 103. Pemeriksaan efek antelmintik dari biji Leucacena glauca (L. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN Pemeriksaan senyawa kimia rimpang laos PENULIS lie Trisada S.* 102.* Litsea 89 Holisotan Hakim Vita • 101. var.an mindi (Melia azedarach L. P. B. Rob. malabathricum terhadap ileum marmut jantan terpisah Linda R.) dengan cara kromatografi lapis tipis Arsyadi 90 110.

* Handayani Sudarsini Uji antibakteri zat larut dalam fraksi eter minyak tanah kulit akar kelor (Moringa oleifera Lamk. Momordica charantia L. 80 Sugiarso dkk. Daya racun pachyrrhizin dan fraksi lain pada ekstrak biji bengkuang (Pachyrrhizus erosus Spreng.)Horan) dari beberapa daerah tumbuh di Singaraja (Bali) dan sekitarnya Sangat P3 Biol Roemantyo.) pada tikus putih jantan galur Wistar 86 114.* Morinda citrifoiia L.) Horan sebagai bahan kosmetik tradisional Pemeriksaan stigmasterol rimpang honje (Nicolaia speciosa (Bl.NO. Binsar Johanes Yun Media Uji efek hipotensif dari dekok daun pace (Morinda citrifoiia L.) 89 ITB Aryetti 118. klasifikasi serta kristaltsasi kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L.) Horan 120. dengan GC-MS Penelitian komponen kimia minyak atsiri Oenanthe javanica DC. 10 Titin Suprihatin Sudarsono Isolasi. Telaah kandungan kimia ekstrak metanol buah paria (Momordica charantia L.. dengan GC-MS Athena Anwar JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB FF UGM JK FMIPA ITB 87 87 81 javanica DC.* Oldenlandia corymbosa L. Musaenda Schum. Uji efek dari simplisia nusa indah (Musaenda erythrophylla Schum. Buah honje Nicolaia speciosa (Bl.* Moringa Anaiisis beberapa unsur dan senyawa dari biji kelor (Moringa oleifera Lamk. 115. 122.) Enny Ratnanlngsih 87 .) 89 84 oleifera Lamk.) etythrophylla 116. 124. 123. Isolasi dan anaiisis fraksi alkaloida dari daun tumbuhan mengkudu (Morinda citrifoiia L. Nicolaia speciosa (Bl. H. Gede Swasta JF FMIPA ITB 83 87 121. 113. Saifulah JK FMIPA Penentuan komponen utama minyak atsiri dari pala (Myristica fragrans Houtt.) N.* Myristica fragrans Houtt. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 111.* Oenanthe Penelitian komponen kimia minyak atsiri Ocimum sanctum L.) PENULIS Miza Nemara Titi Wira- INSTANSI JFFMIPA ITB FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JFFMIPA ITB TH 90 79 112.* Pachyrrhizus erosus Spreng.* PPPS ITB 89 dengan GC-MS 119.) dan cangkrtng (Erythrina jusca Lour.* Ocimum sanctum L.) harja N.) Anaiisis komponen kimia minyak atsiri fuli pala (Myristica fragrans Houtt. C. 117.

Parkia biglobosa Auct.* A. & Magn. 130. 133.) Uji efek ekstrak kental buah Phaseolus vulgaris L.* Picrasma javanica Blume 134. Rahayu Nurohman 86 131. Benth. Tunggul Manullang Herman Puspita JK FMIPA UNPAD 78 JK FMIPA ITB 89 11 . terhadap kadar glukosa darah tikus Isolasi dan penetapan karakteristik fisik senyawa alkaloida dari buncis (Phaseolus vulgaris L.' 129. Pachyrrhisus Penelitian mengenai pengaruh biji Tjioe Thio JB FMIPA 65 erosus Urban bangkuang (Pachyrrhisus erosus Urban) terhadap tikus putih kecil serta kelainan histologis yang ditimbulkannya dalam organ Bwee UNPAD 126.) Beberapa aspek farmakognosi dari buncis (Phaseolus vulgaris L. Phaseolus vulgaris L. Uji ketahanan beberapa varietas buncis (Phaseolus vulgaris L. Pemeriksaan kimia pendahuluan biji Malidin kedawung (Parkia biglobosa Auct.) segar dan yang telah dikeringkan JF FMIPA ITB 87 135.Np.) Fudiesta Dedi -Sofyan Muchtadi UNPAD JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD 86 87 128.) 136.) Maibaho JF FMIPA ITB 90 127. Pemeriksaan kualitatif kandungan kimia ekstrak etanol dan ekstrak air buah ciplukan (Physalis angulata L. Pengaruh jaraktanam dan pemupukan Yusi JB FMIPA 88 fosfat terhadap pertumbuhan dan hasil kacang jogo (Phaseolus vulgaris L. Isolasi dan identifikasi sabinen dan terpinon 4-0 dari minyak kemukus (Piper cubeba L.) Isolasi zat pahit dari akar Picrasma javanica Blume Tidak dicantum kan Evi Noviarsyah FB UNSOED 86 132. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 125. Piper cubeba L.* Pithecellobium lobatum Benth. Benth.) Bei & Cav. JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNAND 86 Zuharina 89 Pemeriksaan minyak atsiri daun sirih Sumarno (Piper betle L.* Physalis angulata L.) terhadap Colleototrichum lindemuthianum (Sacc. Piper belle L.) Haojahan. Penjajagan awal senyawa saponin dalam kulit buah jengkol (Pithecellobium lobatum Benth.

Mohamad Istari Lianuta. Usaha isolasi dan identifikasi triterpen- Gloria S.) Morr. 147. E. Rhodomyrtus tomentosa W.) terhadap bobot badan. Alkaloida dari kulit batang pohon Samanca saman (Jacq.) Pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium gpajava) terhadap otot polos usus dan pupil kelinci dan tikus putih Adam Alamsyah Agus 81 Djamhuri dkk. 142.* Psidium guajava L. Brown) dan peng- gunaannya dalam obat kumur 138.) Perubahan komposisi beberapa komponen lipida selama perkecambahan Ricinus coinmunis L. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 137. 140. Ait. Sri Anggrahini& Usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan Pengaruh penggantian sebagian ransum 86 Suhardi Sumiyati FKHUGM 81 dengan biji kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC. Euis JFFMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JFFMIPA UNAND JF FMIPA UNPAD 87 146. 87 Samanca saman (Jacq. Christ Natanel Zulfadly N.* Penelitian daya antipiretika dari Pluchea indica (beluntas) Kajian kandungan kimia tanaman Polygonium perfoliatum L. 139. 143. Ridley Penetapan kadar solasodin dari dua varietas Solanum khasianum CB. Pemeriksaan flavonoida dan minyak atsiri Snelly daun karamunting (Rhodomyrtus Faurhesia tomentosa W.) Morr.* Polypodium feei Mett.* Pluchea indica L.* Solatium Isolasi terpenoida dari daun Sapium baccatum Roxb. E. Clarke 12 87 Nining . Clarke secara densHometri 88 khasianum CB. Adaptasi empat varietas tanaman kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC. Zuariah Yusuf dkk. 78 148.* Sapium baccatttm Roxb. FPUNHAS 81 145.* Polygonium perfoliatum L. komposisi darah dan limpa pada ayam broiler 144.NO. PENULIS Neneng Mupidah INSTANSI JFFMIPA UNPAD TH 87 Pembuatan sari daun suji (Pleomele angustifolia N.* Psophocarpus tetragonolobus DC. Ait.* Ricinus communis L. di Kabupaten Gowa Sunaryo dkk. Ridley 149. Wananda Setiawati Yusuf Dadang FKH IPB PPPS ITB JF FMIPA UNPAD FP UNBRA FTPUGM 80 89 87 oida dari akar pakis tangkur (Polypodium feei Mett. Brown.* Pleomele angustifolia N. 141.

* Stephania corymbosa Bl. Harmaini MJD. terhadap kesuburan pada mencit Isolasi bahan pemanis dari daun Stevia Suroso dkk. Clarke Lala Nurlaela Suhandra 87 151.* Symphytum officinale L. suatu penelitian kuantitatif pada perkembangan ovum Oentoeng Soeradi 78 dkk. var. 154. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD FKUI TH 150. 162.* Pengaruh ekstrak: 1. granola pada berbagai waktu dan pola tanam 88 155. terhadap ovarium tikus. terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan Isolasi senyawa triterpenoida dari kulit Tectona grandis L. Srikaya. Andy JK FMIPA Soelistyanto UNPAD 75 13 . Ine Srikandi FK UGM JB FMIPA UNPAD 78 153.) pada kontraksi otot rahim Pengaruh tumpangsari Phaseolus vulgans L. si macan terhadap pertumbuhan dan hasil Solanum tuberosum L. Jeruk maja. Pengaruh infus akar terong (Solanum melongena L.* Membandingkan dua metode ekstraksi solasodin dari Solanum khasianum CB. var.* 158.* Solanum laciniatum Ait. Efek hipoglikemia zat pemanis dari Stevia rebaudiana Bertonii pada kelinci Gustini Sy. 156.* Stevia rebaudiana Bertonii 157.* Solanum melongena L. Tectona grandis L.* 81 rebaudiana dan penentuan spektra inframerahnya UGM JF FMIPA UNAND 88 161. FMIPA ITB Chairil Anwar FMIPA 81 160. 2.NO. Uji efek infusa daun Symphytum officinale L. dan pembuatan beberapa senyawa turunannya Amrizal M. 3. PPPS FMIPA 89 ITB JK FMIPA ITB 86 Zat pemanis Stevia rebaudiana Bertonii Infus daun Stevia rebaudiana Bertonii sebagai pemanis air teh dan uji kualitas mikrobiologinya Utari Dewi Ika Iskandar JK FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD 86 88 159. Analisis kualitatif pendahuluan asam amino bebas dari buah Solanum khasianum Clarke dengan cara ke I 81 152.* Alkaloida dari Stephania corymbosa Bl. Pengaruh pencekokan ekstrak daun Solanum laciniatum Ait. Samekto Wibowo dkk. Kemlegi. Solanum tuberosum L.

Azihar JF FMIPA UNAND 87 14 .' Stuktur dan komposisi tumbuhan yang Eming biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Notog. Pemeriksaan kandungan senyawa kimia daun dan biji Tlievetia neriifolia Juss. pada tikus jantan putih Yuda Teruna UNAND Yutiardy Rival JF FMIPA UNAND 87 167. Thevetia neriifolia Juss.* Trigonella foenumgraecum L. pada mencit putih jantan dengan metode tail flick Uji efek antiinflamasi (antiradang) infusa batang brotowali. 86 169.) Miers ex Hook f.) terhadap daur estrus Yarnelly Gani 80 mencit (Mus musculus) Penelitian fitokimia kulit kayu kasai yang dipergunakan sebagai obat antihamil di Sumatera Barat dkk. 170. Uji efek penenang rebusan buah Voacanga foetida (Bl.) Uji spermisida saponin isolat dari biji Halba (Trigonella foenitmgraecum L. pada mencit putih dengan metode rotating rod & sand filter Rida Ernola Akmal JF FMIPA UNAND JF FMIPA UNAND 87 88 174. 166.* Voacanga foetida (Bl.* Uncaria gambir (Hunter) Isolasi tanin dari Uncaria gambir (Hunter) Roxb.) in vitro Z.) K. Schum.) K.I) K.) K. & Thems.) Miers ex Hook f. & Thems.* Isolasi alkaloida dari buah Voacanga foetida (B.* Tristania swnatrana Miq. Schum. Uji efek analgesik dari infusa batang Elly Panglepu- JFFMIPA ITB JF FMIPA 88 ringtiyas Hilwan 87 165.) Miers ex Hook f. Tinospora crispa (L. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 163. dan penentuan kadar Imtihanah 89 dalam ekstrak Roxb. 173. BKPH Kebasen KPH Banyumas Timur Jawa Tengah Sudiana FB UNSOED 85 164. Rusjdi Djamal dkk.* brotowali.NO.* Pengaruh sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq. & Thems. Schum. Pemeriksaan fitokimia ekstrak etanol biji halba (Trigonella foenitmgraecum L. Tinospora crispa (L. 79 UNAND JK FMIPA ITB 171. Tati Hurustiati Achyar Koesnadi JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD FMIPA UNPAD FMIPA 86 168.K Isolasi alkaloida dari daun Voacanga foetida (Bl.* Tinospora crispa (L. 172. Schum.

) Khasiat paliduri terhadap spermato genesis pada tikus putih Penelitian mengenai ada tidaknya sifat hipoglikemia pada jamu yang dikenal sebagai obat antidiabetes Survai penggunaan jamu sebagai kontrasepsi (Tahap I) Azalia Sinto dkk. pada tikus putih jantan Analisis fitokimia simplisia sidawayah. Soekeni Soedigdo Suharti K.) K.NO.* FK UI JK FMIPA ITB 78 78 187.* PENULIS INSTANSI JFMIPA TH Isolasi alkaloida dari akar Voacanga foetida (Bl. dan pemeriksaan daya antibakteri sari metanol Zea mays L.) pada Latifah JF FMIPA UNPAD 87 mencit Konstituen kimia minyak atsiri dari Zingiber ottensii Val. Pengkajian kimiawi ekstrak n-heksan Ida Hariati Agus Iman JK FMIPA ITB 87 dari Zingiber aromaticum Val.) K.* FK UI 78 dkk. Uji efek hipotensif ekstrak akar Voacanga foetida (Bl. 81 Woodfordia floribunda Salisb. 180. Pengaruh sinar cobalt 60 gamma terhadap struktur morfologi dan anatomi derivat epidemis daun tanaman jagung Sri Woelaningsih FB 80 UGM (Zea mays). 179. JFFMIPA ITB 87 N. Henny Setiatin JK FMIPA ITB JFFMIPA ITB 86 89 Zingiber zerwnbet Sm. 178. Suherman 185. Bastiam Rahmanudin Veronica Bajang 88 89 UNAND JFFMIPA UNAND JF FMIPA UNPAD 177. Pengaruh tumpang sari Phaseolus viilgaris L.* 176. Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia rimpang lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val. dengan berbagai periode penyiangan terhadap pertumbuhan dan Marliyani JFFMJPA UNPAD 88 hasil Zea mays L. Uji efek analgesik perasan rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb. Pemeriksaan flavonoida dan minyak atsiri Hendra Yuliansyah dari rimpang lempuyang gajah (Zingiber zerumbet Sm. 15 . Schum. 181.* Zingiber aromaticum Val.) 182. Schum.* Lain-lain 186. 183.* Zingiber ottensii Val.* Zingiber officinale Roxb. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 175. 184.* Woodfordia floribunda Salisb.

JF FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD FB UNSOED FB UNSOED FB UNSOED FB UNSOED 87 194. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 84 188. Jamu in the past. Pengaraatan etnobotani serta keaslian jamu gendong di Bogor. H.* 200. 197. 196. Sangat P3 Biol Roemantyo. Beberapa parameter darah setelah pemberian berulang jamu antirematlk pada tikus Wistar Mencart metode identiflkasi obat sintetik yang mungkin ditambahkan dalam jamu secara cepat dan sederhana 86 191. 86 195.* 88 16 . H. Traditional herbal medicines in Javanies families Sangat P3 Biol Roemantyo. Ambar Supeni Hilda JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JB FMIPA UNPAD 189. 89 87 87 Pengaruh kurkuminoid terhadap transpor glukosa pada eritrosit manusia Penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia Khasiat tanaman obat yang didapatkan di sebagian daerah Umbul Sanga Kopeng dan BBI Ngrajeg 85 199. Tumbuh-tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional untuk menurunkan tekanan darah tinggi Sri Herliani 79 193. 88 192.* 198. Eti Kurniati Tri Saptini Gratiana Ekaningsih dkk. 84 85 201. H. Jawa Barat Lain-lain 87 190.Ella bahkan ke dalam obat tradisional secara Noorlaela kromatografi lapis tipis Tumbuhan dan produknya yang berkhasiat sebagai hepatoprotektor Sidik dkk. Inventarisasi tanaman obat di kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas Struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat di hutan lereng selatan gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur Riche Hariyati Eming Sudiana Sulistyani dkk. at present and in the future Sangat P3 Biol Roemantyo.NO. Deteksi obat sintetik yang mungkin ditam.

Indonesia Efek hipotensif beberapa tanaman di 89 210. Kontribusi TOGA (Taman Obat Keluarga) bagi rumah tangga pedesaan Roemantyo. Wulangi dkk. Sangat 89 207. H. H. H. Timor Sangat P3 Biol Roemantyo. Utilization of wild medicinal plants and its conservation P3 Biol 90 Roemantyo. Indonesia 211. Sri Hertati Burhanud- 208. Riswan S. Central Kalimantan. Sangat 205. P3Bioi Sangat Roemantyo. 90 17 . S . Jenis-jenis Zingiberaceae di hutan Kaliurang S. H. Sutanti BRN dkk. Sutanti BRN dkk. Pemanfaatan beberapa jenis tumbuhan dkk. 214. Sangat P3Biol Roemantyo.NO. obat dan cara pengobatan tradisional di daerafa Kupang. Ethnopharmacology of several medicinal plants in Manusela Ceram. H. Ethnobotany of several medicinal plants in Harowu village. Some ethnobotanical aspects and conservation strategy of several medicinal plants 87 209. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI FB UGM P3Bioi TH . Jenis-jenis benalu yang tumbuh pada FTP IPB FB UGM JKFMIPA UNPAD JF FMIPA ITB FMIPA UNPAD 80 81 81 pohon teh Daya inhibisi berbagai ekstrak tanaman suku Leguminosae terhadap kerja enzim tripsin 213. Javanese medicinal plants. H. Skrining aktivitas antifungi beberapa jenis tanaman suku Leguminosae Tumbuhan dan produknya yang 86 89 din Gumay Soetijoso Soemitro berkhasiat sebagai antidiabetes 215.* 212. P3 Biol 90 ruminant medicinal plants 206. P3Biol Sangat Roemantyo. 79 90 ' 202. their distribution and uses Some ethnobotanical aspects of several Sangat P3Biol 90 Roemantyo.* 203. Indonesia" Lain-lain 204. H. Kartolo S.

sember dan tawar Djamal Alimin Harahap UNAND JF FMIPA USU 86 18 .NO. yang terdapat dalam kuning (param). NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 216. Skrining fitokimia dari beberapa tumbuhan yang digunakan dalam ramuan obat tradisional Karo.*. Inventarisasi tumbuh-tumbuhan obat di PENULIS Rusjdi INSTANSI FMIPA TH 81 Sumatera Barat 217.

ABSTRAK PENELITIAN .

Besar pengaruh liniernya ditentukan oleh koefisien sebesar 0. asam anakardat hasil isolasi memberikan satu bercak (Rf=0. Pada hidrogenasi tanpa pengaliran gas hidrogen terbentuk kristal putih (98. Hasil percobaan menunjukan. aegypti lebih dari 50% populasi terjadi pada pemberian dosis 20 mL. 50 mL dengan LCso sebesar 19. 30 mL. menggunakan eluen petroleumeter(40-60):dietUeter:asam format = 70:30:2. terhadap ekstrak Ageratum conyzoides L. Dengan menggunakan spektrum ultraviolet dan spektrum kromatografl gas-spektroskopi massa (GC-MS) ditunjukkan bahwa kristal adalah flavonoida. Dari pencucian dihasilkan kristal berwarna kuning keputihan dan setelah rekristalisasi dalam metanol panas dihasilkan kristal putih agak kekuning-kuningan. (No. Setelah diuapkan. Sianida diketahui bersifat racun dan dapat membunuh mamalia dan serangga.78). Pemberian suspensi ekstrak A. 7*) ANACARDIUM OCCIDENTALE L. Hidrogenasi terhadap asam anakardat hasil isolasi menggunakan katalis Raney-nickel dilakukan dengan dua metode.69%.) TUTUK BUDIATI. instar HI dan instar IV merupakan faktor A.) dengan metode kromatografl kolom. Dalam penelitian ini hasil pengeluaran isi sel (ekstrak) akan diuji toksisitasnya terhadap A aegypti. residu dicuci berturut-turut dengan kloroform. Kematian larval. Uji kepekaan larva Aedes oegypti L. Beberapa senyawa kimia berasal dari tumbuhan dapat juga digunakan untuk mengendalikan populasi serangga. aegypti yang mati dengan pemberian dosis ekstrak A. conyzoides 0 mL. Penelitian kandungan kimia tanaman ini banyak dilakukan terhadap bijinya. telah dila kukan isolasi asam anakardat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium occidentale L. JK FMIPAITB D AUN saga secara tradisional digunakan terhadap berbagai kelainan. bahwa larva A. (A.28%.6528 atau 65. 1987. Tingkat larva A. 20 mL. di laboratorium SUNOTO. conyzoides. 1988. Percobaan dengan menggunakan pola faktorial dengan rancangan acak kelompok. conyzoides) mengandung senyawa kumarin. dilakukan dengan cara pengasapan (fogging) dengan malation untuk membunuh vektor Aedes aegypti L. Pada uji kromatografl lapis tipis dengan eluen yang sama. conyzoides dalam 100 mL air menunjukkan hubungan garis linier dan kuadrater yang sangat nyata. aegypti instar II. sedangkan pengaruh garis tingkat kuadraternya sebesar 0.50 mL dalam 100 mL air selama 3 x 24 jam. eter dan etilasetat. aegypti) dan abate yang digunakan untuk membunuh stadia larvanya. aegypti instar II paling peka terhadap ekstrak A. Penelitian ini mencoba untuk mengungkapkan kandungan kimia dari daun. Ageratum conyzoides L^ (A.33 mL dan LC95 sebesar 47. Isi sel tumbuhan yang berupa racun tersebut dapat dikeluarkan dengan cara eksudasi maupun ekstraksi. menunjukkan adanya tiga komponen utama. 4*) AGERATUM CONYZOIDES L. Salah satu upaya penanggulangan DHF ini.0669 atau 6. 1990. yaitu dengan dan tanpa pengaliran gas hidrogen. P (No. FB UNSOED ENANGGULANGAN penyakit demam berdarah (DHF) di Indonesia masih mengalami kesulitan.) HARLIA DJUHARDI. identifikasi dan konversi asam anakardat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium occidentale L. Studi isolasi senyawa glikosida dari daun saga (Abrusprecatorius L.85%) dengan jarak lebur 84-85°C. Analisis secara HPLC menunjukkan adanya dua puncak dengan waktu retensi yang berbeda dari komponen dalam senyawa U 19 . Isolasi. Ekstraksi secara kontinyu dilakukan terhadap daun saga untuk mengjsolasi senyawa glikosida. 40 mL dan 50 mL dalam 100 mL air merupakan faktor B. JO mL. 40 mL. eugenol 5% dan sianida (HCN). sedangkan analisis secara kromatografi cair tekanan tinggi (HPLC) dengan kolom ODS-Cis dan eluen MeOH:HOAc 4% = 85:15. Diperoleh cairan kental kekuningan. 30 mL. JK FMIPA ITB NTUK mendayagunakan hasil sisa dari proses pengolahan biji jambu mete di Indonesia.(No 1*) ABRUS PRECATORIUS L. Banyaknya larval.

Diperoleh dua senyawa alkaloida dan satu senyawa peptida bukan alkaloida.2 mL per mencit berpengaruh mematikan embrio mencit (menggagalkan kehamilan) jika diberikan pada umur kehamilan 2 (dua) dan 4 (empat) hari. Ini menunjukkan bahwa ekstrak nanas muda sebanyak 0. berupa kristal putih bentuk jarum halus sebanyak 0. dimana tidak terlihat adanya ikatan olefinik. Untuk memastikannya perlu dilakukan analisis spektrum massa. antara induk yang diperlakukan dengan kontrol. Tumbuhan ini digunakan sebagai ramuan obat panas dalam dan sakit kepala. berupa pohon atau semak. jarak lebur 271-271. FB UNSOED T UJUAN penelitian ini ialah untuk mengetahui sampai umur kehamilan berapakah ekstrak nanas muda sebanyak 0. FMIPA UI B 20 ELUM diketahui apakah pemakaian daun Averrhoa bilimbi L.0038%. Sebagai kontrol ialah induk mencit yang hamil tanpa diberi perlakuan. Sebagai tolok ukur ada tidaknya pengaruh ekstrak nanas muda tersebut ialah ada tidaknya anak mencit yang lahir setelah kehamilan mencapai umur 21 hari.01%. fraksinasi dengan etilasetat dan asam tartrat. bentuk jarum. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). MACHMOED AZHAR dkk.001%. 1979. sedangkan komponen tambahan.asal. maka sebagai tolok ukur ada tidaknya pengaruh ekstrak nanas muda tersebut adalah panjang tubuh anak mencit yang baru lahir. pemisahan berdasarkan pengendapan pada pH tertentu. 4 (empat). jarak lebur 258-259°C.2 mL. sekitar 5%. glikosida.2 mL tidak mempengaruhi perkembangan embrio mencit jika diberikan pada kehamilan umur 6 (enam) hari dan sesudahnya. Setelah dilakukan analisis dengan uji t terhadap panjang tubuh anak mencit yang baru lahir. suhu lebur 225°C. alkaloida T2 berupa kristal putih bentuk jarum halus sebanyak 0. flavonoida.2 mL pada umur kehamilan 6 (enam) hari. 16*) AVERRHOA BILIMBI L. Isolasi alkaloida peptida dari kulit batang Antidesma tetrandum BL A MARTONI. dan senyawa peptida bukan alkaloida. kehamilannya dapat berlangsung dengan ditandai oleh terjadinya kelahiran yang normal.2 mL dapat berpengaruh terhadap perkembangan embrio mencit. Isolasi dilakukan pada kulit batang segar yang dicincang halus dengan metode maserasi menggunakan metanol. 1988. Kehamilan mencit yang diberi ekstrak nanas (Ananas comosus L. Pemeriksaan pendahuluan terhadap kulit batang dan daun menunjukkan adanya kandungan alkaloida. JF FMIPA UNAND ntidesma tetrandum BL (bonai tanduk. Dari hasil penelitian ini ternyata bahwa ekstrak nanas muda sebanyak 0. yang diberikan sekali pada umur kehamilan 2 (dua). yaitu: alkaloida T.5°C. alkaloida. 9*) ANANAS COMOSUS L. (No. . Kedua alkaloida mengandung gugus amida memberikan indikasi bahwa keduanya adalah alkaloida peptida. Untuk ini akan diperiksa adanya kandungan golongan saponin. Komponen utama (95%) pada hasil hidrogenasi diduga sebagai asam anakardat jenuh (15:0). dengan perlaku- an ekstrak nanas muda sebanyak 0. Induk-induk mencit yang diberi ekstrak nanas muda sebanyak 0. (No. hasilnya tidak berbeda nyata. 1986. 6 (enam) hari. bantun) suku Euphorbiaceae tumbuh di daerah Sumatera Barat.) muda MULYOTO. kemungkinan asam anakardat jenuh (13:0). secara tradisional ada hubungannya dengan kandungan kimia dalam daun tersebut. terutama jenis alkaloidanya. sterol.. Seandainya mencit hamil yang diberi ekstrak nanas muda ternyata melahirkan anak. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Hal ini didukung oleh data spektrum 1H-NMR senyawa hasil hidrogenasi. (No. sebanyak 0. kromatografi kolom dan pemurnian dengan rekristalisasi. Usaha pemeriksaan golongan kimia zat yang terkandung dalam Averrhoa bilimbi L. Dari daun telah berhasil diisolasi dua senyawa alkaloida. Ingin diketahui kandungan kimia pada kulit batang. 12*) ANTIDESMA TETRANDUM BL. berupa kristal putih.

secara oral diberi karbon tetraklorida (CCLj) sebanyak 1. tidak berbau. Pemeriksaan kandungan kimia dan usaha isolasi triterpenoida dari daun jungrahab (Baeckeafrutescens L. kromatografi lapis tipis. IMONO ARGO DONATUS. vitamin sepuluhinfus rebung Seratus ekor tikus secara acak dibagi menjadi 22 kelompok. Jakarta Timur. senyawa triterpenoida asam dan tanin. dibiarkan 24 jam (kelompok I). 96 jam (kelompok IV) dan 120 jam (kelompok V). klasifikasi. Dalam daun Averrhoa bilimbi ini terdapat senyawa sterol di samping senyawa lain yang belum dapat diidentifikasi. FF UGM T UJUAN penelitian adalah melakukan isolasi. kristalisasi serta karakterisasi kandungan utama akar rebung Bambusa vulgaris Schrad.. FF UGM dilakukan penelitian terhadap kemungkinan adanya interaksi antara E dan TELAH Bambusa vulgaris Schrad.25 mL/kg bb. Jakarta Selatan. 1981. Dari fraksi ini didapatkan kristal amorf dalam jumlah sedikit dan belum murni. 2. SIDIK. Dari Fraksi B (dalam kloroform) dapat dipisahkan 3 bercak yang Rf-nya berbeda serta karakternya berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. klasifikasi. Akar muda rebung Bambusa vulgaris Schrad. Interaksi antara vitamin E dan infus rebung Bambusa vulgaris Schrad.) YETTY SUPATMIJATI.). Triterpenoida asam yang terisolasi berupa kristal amorf. Dari Fraksi C (dalam metanol) dapat dipisahkan 3 bercak dengan Rf-nya yang berbeda serta karakternya berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. kristalisasi serta karakterisasi kandungan utama akar rebung Bambusa vulgaris Schrad. lelah dilakukan penelitian analisis fitokimia dari simplisia jungrahab (Baeckea frutescens L. kromatografi lapis preparatif. 21 . Jakarta Utara dan Jakarta Pusat setelah diidentifikasi di Herbarium Bogoriensis diperiksa dengan cara kromatografi lapis tipis. 1981. kloroform dan metanol.. 48 jam (kelompok II). Informasi tentang kandungan kimia. tidak berasa. Teridentifikasi adanya minyak atsiri. (No. 19*) BAECKEA FRUTESCENS L. WAHYONO. terhadap nekrosis hepar tikus putih jantan. 21*) BAMBUSA VULGARIS SCHRAD. 72 jam (kelompok III). Komponen tersebut kemungkinan adalah baeckeol. (No. secara oral diberi air suling sebanyak 10 mL/kg bb. Dari fraksi ini dapat dikristalkan suatu senyawa steroida.Contoh dari Jakarta Barat. tanin. Soksletasi dengan pelarut yang berbeda dapat diisolasi kandungan utamanya. 1981. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: 1. tidak mengandung senyawa saponin. flavonoida maupun glikosida. yaitu sitosterin. berwarna kuning. Metode yang digunakan adalah soksletasi dengan petroleum eter. Dalam minyak atsiri terisolasi komponen yang berupa kristal jarum. masing-masing kelompok terdiri 5 ekor tikus. Dari Fraksi A (dalam petroleum eter) dengan kromatografi lapis tipis dapat dipisahkan 7 bercak yang Rf-nya berbeda dan mempunyai karakter yang berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. JF FMIPA UNPAD adalah mencoba melakukan analisis susunan kandungan kimia yang MAKSUD dari penelitian ini jungrahab. penentuan jarak lebur dan spektrofotometri ultraviolet dan inframerah. Isolasi. Tikus kelompok VI-X. alkaloida. (No. dapat dipakai dalam melakukan penilaian mutu simplisia. berwarna putih. setidak-tidaknya terdapat dalam simplisia mengenai golongan senyawa kimia. jarak lebur 264-270°C dan mempunyai bobot molekul 456. terhadap nekrosis sel-sel hepar tikus putih jantan MULYONO . Kepada tikus kelompok I-V. Dari fraksi ini dapat dikristalkan suatu senyawa steroida. 20*) BAMBUSA VULGARIS SCHRAD. yaitu sitosterin. berbau khas. fenol.

membuat sabun. nm25=66. diperlambat oleh vitamin E. FiHphia dan daerah sekitarnya. JK FMIPAITB 'YAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L. Dari analisis data aktivitas SGPT dan gambaran histologis sel-sel hepar tikus putih jantan. semua tikus diberi CCLj 1. Proses penyembuhan nekrosis hepar tikus putih jantan (karena CCU) oleh infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. dapat disimpulkan bahwa proses penyembuhan nekrosis hepar tikus putih jantan (karena CCLj) tidak dapat dipercepat oleh vitamin E.selanjutnya berturut-turut dibiarkan 24 sampai 120 jam seperti pada kelompok I-V. antara lain klon.94.Akan diteliti sifat kimia dan fisika minyak nyamplung. Analisis kualitatif terhadap senyawa tak tersabunkan. fcemudian secara oral diberi infus rebung Bambusa vutgaris Schrad.83 cP. kemudian secara subkutan diberi vitamin E 220 mg/kg bb.. Data kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas menunjukkan bahwa asam lemak utama adalah palmitat. agar minyak nyamplung dapat dimanfaatkan lebih luas. Isolasi dan analisis minyak biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L.47%. dan 96 jam untuk kelompok XI. Sedang kepada tikus kelompok XIX-XXII diperlakukan sama seperti pada kelompok XV-XVIII. kadar 40% b/v sebanyak 10 mL/kg bb.) JOHANSYAH. selanjutnya dibiarkan lagi seperti pada kelompok XI-XIV.62. atau untuk penerangan. bilangan penyabunan. Produk teh tersebut berasal yang terdiri dari bermacam-macam Telah dilakukan analisis kandungan kofeina dari empat macam klon teh (Camellia sinensis L. natrium.) adalah tumbuhan yang besar batangnya.4762. Jenis asam lemak diperiksa dengan metode kromatografi kertas. Sifat kimia yang ditentukan adalah bilangan yodium. biarkan selama 24 jam. JF FMIPA UNPAD menjadi teh TEH sebagai komoditi ekspor diolahdari kebunbeberapa macam produk. tumbuh dan tersebar dari Afrika Timur sampai India. kadar 40% b/v. daun ketiga. kalsium dan besi. yaitu: (1) klon TRI 2024. kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas. Di beberapa tempat minyak digunakan untuk berbagai keperluan. 1988.006%. bilangan asam 0. dan membandingkannya dengan minyak nabati lain yang biasa dikonsumsi manusia.. (No. biarkan 24 jam. stearat. 22 . bilangan ester 199. senyawa tak tersabunkan 1. Minyak mengandung resin yang menyebabkan berwarna hijau dan rasa pahit. serta analisis statistik dari data yang diperoleh. karotenoida dan sitosterol. oleat dan linoleat. Analisis abu menunjukkan adanya logam kalium. Indonesia Timur. XIII dan XIV Semua tikus kelompok XV-XVIII secara oral diberi CCU seperti kelompok XI-XIV. daun kedua. bilangan penyabunan 200. Bijinya mengandung minyak sekitar 42%. viskositas dan bqbot jenis.25 mL/kg bb. Kemungkinan karena terjadinya interaksi farmafcokinetik atau farmakodinamik antara vitamin E dan zat berkhasiat dalam infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. daun indung dan daun tua. Setelah masing-masing kelompok mendapat perlakuan. n<j 25 = 1. 24*) CAMELLIA SINENSIS L. bilangan asam dan senyawa tak tersabunkan.hijau dan teh hitam. tangkai muda. selalu berdaun hijau. XII. 72. d30 = 0. biarkan lagi berturut-turut: 24. serta pemeriksaan histologjs sel-sel hepar setelah dicat dengan hematoksilin-eosin. (3) klon PS 1 dan (4) klon Kiara 8.). kadar abu 4. tokoferol.56. bersama-sama dengan pemberian vitamin E. Mekanisme penghambatannya belum diketahui dengan pasti. 48. Analisis kandungan kofeina dari empat klon teh (Camellia sinensis L. 1988. 23*) CALOPHYLLUM INOPHYLLUM L. Bahan penelitian yang digunakan ialah daun pucuk peko.71. yaitu: bilangan yodium 99. kecuali bahwa pemberian infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. daun pemeliharaan. Kelompok XI XIV. (No. (2) klon TRI2025..9265. kemudian diukur aktivitas SOFT secara spektrofotometri dengan metode Reitman Frankel. seperti untuk pengobatan sakit kulit dan kusta. Dari penelitian ini diperoleh sifat kimia dan fisikanya.) EVA SARIFAH HAYATI. Sifat fisika yang ditentukan adalah indeks bias. ternyata mengandung tanin. Isolasi minyak dari biji nyamplung menggunakan sokslet dan pelarut n-heksan. Penelitian meliputi isolasi dan penetapan kadar kofeina secara gravimetri. daun pertama.

daun kedua: 3.61%. (3) klon PS 1 dan (4) klon Kiara 8. daun pemeliharaan: 1. untuk bahan makanan SOEWEDO HADIWTYATO dkk.30 sampai 0. 1980.67%. 26*) CARICA PAPAYA L.20%. sedang dari cabe gendot berkisar antara 0. 25*) CAPSICUM ANNUUM L. daun kedua: 4.0 nm.50%.49%. • klon TRI 2024: daun pucuk peko: 86%. kofeina yang terbentuk dimurnikan dengan jalan menarik dengan kloroform. daun pemelihara: 1. Kadar kofeina yang diperoleh adalah sebagai berikut. daun tua: 1.33%. tangkai muda: 2.) PRITA KRESNA. 321. daun indung: 1.63%. daun pertama: 4.9748 bagian per juta.86%.70%. (No. tidak mengandung tanin dan enzim papain. yaitu dengan bobot molekul 293. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapsaisin dari buah cabe merah (Capsicum annuum var.31%. bahwa kadar kofeina dalam: (1) klon TRI2024 lebih besar daripada dalam(2) klon TRI2025. L. dalam larutan basa serapan maksimum bergeser menjadi 220. Juga d) spektrum massa kapsaisin dari cabe merah maupun dari cabe gendot menunjukkan adanya 3 senyawa yang mirip kapsaisin.91%. t>) Serapan ultraviolet kapsaisin cabe merah menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 235.74%.23%. untuk mengetahui sejauh mana biji pepaya dapat dimanfaatkan sebagai Contoh yang diteliti adalah biji pepaya dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).5 nm.38%. spektrofotometri ultraviolet dan inframerah. daun tua: 1. b) daun pertama: 3. daun tua: 1.51%.68%.307.0 nm. daun ketiga: 2. b) daun pertama: 4. Zat racun asam sianida (HCN) terdapat dalam jumlah 0. memiliki gugus fungsi yang sama serta komponen kapsaisinoid yang sama pula. daun ketiga: 2. Serapan ultraviolet kapsaisin cabe gendot menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 229 nm dan 279 nm. daun indung: 1. Hasil penetapan kadar kofeina dalam semua daun teh dari empat macam klon teh (Camellia sinensis. abbreviatum F. daun indung: 1. c) Pengamatan spektrum inframerah ekstrak cabe merah maupun ekstrak cabe gendot menu jukkan pita-pita serapan yang sama.0 nm. • klon TRI 2025: daun pucuk peko: 1.35. daun indung: 1.13%. yaitu masing-masing adalah 23.0 nm dan 280. Dari spektrum inframerah dan spektrum massa tersebut dapat dikatakan bahwa kapsaisin dart cabe merah maupun dari cabe gendot.). tangkai muda: 2. Studi perbandingan kapsaisin dari buah cabe merah dan cabe gendot (Capsicum annuum L.48%}. daun kedua: 3.84%.95%.Isolasi kofeina dilakukan dengan menggunakan metode Bailey-Andrew yang dimodifikasi (AOAC 1975). daun pemeliharaan: 1.02%.5 nm dan 295.06% dan 24. 247. daun tua: 1. 247.48%. di sampmg kapsaisin dengan bobot molekul 305. tangkai muda: 1.16%. ° klon Kiara 8: daun pucuk peko: 4.92%. daun kedua: 2. 23 .. Analisis berdasarkan: a) kromatografi lapis tipis menunjukkan harga Rf kapsaisin dari cabe merah berkisar antara 0. dalam larutan basa serapan maksimum bergeser menjadi 220.5 nm.). daun pertama: 4. daun ketiga: 2.37.88%.50%. Analisis dilakukan dengan kromatografi lapis tipis. tangkai muda: 2.57%. Pemanfaatan biji pepaya Carica papaya L.49%.81%. JK FMIPAITB "APSAISIN dikenal sebagai penyebab rasa pedas pada buah cabe (berbagai spesies tanaman dengan us Capsicum). daun pemeliharaan: 1.73%. FTP UGM UJUAN penelitian adalah Tbahan makanan manusia.22%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biji pepaya kering mengandung protein dan lemak dalam jumlah besar. (No. ' klon PS 1: daun pucuk peko: 4. jauh di bawah batas yang diizinkan dalam bahan makanan.18%. Kemudian direfluks selama 2 jam.30 sampai 0. dibandingkan dengan hasil analisis yang sama pada kapsaisin dari buah cabe gendot (Capsicum annuum var. 1987.0 nm dan 290.) yang ditetapkan secara gravimetri menunjukkan. daun ketiga: 2. longum S. Cara ini dilakukan dengan menambahkan magnesium okslda sebanyak 50% b/v untuk membantu membebaskan alkaloida kofeina dari ikatan garamnya.

Diperoleh kristal jarum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 2 sampai 4 x MIC. 1987. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi pektin dari kulit buah jeruk besar menggunakan pelarut pengendap etanol dan pemurnian secara pengendapan ulang. Kadar minyak yang dapat diekstraksi dari biji pepaya dengan cara pengepresan adalah: 11. Dari kulit buah Citrus grandis (L. serta bobot molekul 174. dengan viskositas 0.) OSBECK. salep scrap. biji pepaya kurang baik jika dibuat tahu karena warna coklat hitam tidak menarik. dengan menggunakan pelarut minyak dietileter adalah: 24.26%. (No. 35*) CEPHAELIS STIPULACEA BL. sediaan salep yang mengandung sari daun ketepeng memberikan efek bakterisid terhadap Staphylococcus aureus. (No.82% berat basah. pemeriksaan alkaloida dilakukan secara kromatografi lapis tipis dan pemisahan kromatografi kolom. yaitu 2. 36*) CITRUS GRANDIS (L. (No. Secara spektroskopis diperoleh informasi adanya 5 proton aromatik. karena sifat-sifat yang sama dengan sifat-sifat minyak makan nabati lain. Penentuan viskositas dengan metode viskosimetri Oswald menghasilkan viskositas relatif terhadap pelarut (air suling. (jeruk besar) adalah salah satu jenis dari suku Rutaceae. inframerah. bahan diduga gramina.8904 cP. Penelitian ini dimaksudkan hasil Setelah maserasi. yaitu terutama kulitnya. sedang terhadap Pseudomonas aeruginosa bersifat bakteriostatik. JK FMIPA ITB ANAMAN Citrus grandis (L. 1 gugus metilen. Minyak biji pepaya berwarna kuning dan mempunyai peluang baik sebagai minyak makan. Uji daya antimikroba salep yang mengandung sari daun ketepeng Cassia alata L.) Osbeck. DARI penelitian fitokimiauntuk mengisolasi alkaloida dan memeriksa senyawauntuk isolasi.) Osbeck. Citrus grandis (L. Biji pepaya baik untnk bahan sumber minyak nabati. Isolasi dan karakterisasi pektin dari kulit buah jeruk besar. Hasil analisis dengan reaksi kimia dan spektrum inframerah menunjukkan bahwa senyawa yang berhasil diisolasi dari kulit buah jeruk besar adalah senyawa pektin. resonansi magnet nuklir (NMR) dan GC-MS. dengan metode 24 . pemurnian dilakukan dengan cara rekristalisasi.41%. Tujuan ini adalah mana sari daun ketepeng dapat ditambahkan ke dalam sediaan salep menjadi sediaan yang baik dan mapan tanpa mengurangi khasiat pengobatan. 1987. salep tercuci dan salep yang dapat larut dalam air. tidak berwarna dengan jarak lebur 122-128°C. Pengujian terhadap daya antimikroba dari kandungan sari sediaan salep tersebut dilakukan dengan metode perforasi dan kontak dengan mikroba uji Staphylococcus aureus. segar diperoleh pektin sebesar 0. 1 gugus N-dimetil dan 1 N-H. 1986. Dosis sari ditentukan berdasarkan kenaikan MIC yang masih dapat ditampung oleh dasar salep. 29*) CASSIA ALATA L.70%. Karakterisasi senyawa dilaku- kan dengan menentukan jarak lebur dan pemeriksaan spektroskopi ultraviolet.Untuk bahan makanan. Kandungan metosil dalam pektin ditetapkan dengan dua cara. suhu 25°C) dari larutan pektin adalah: 1. DlAN NURYANl. Bentuk sediaan salep yang digunakan adalah salep lemak. Pseudomonas aeruginosa dan Microsponim gypseum. Tpemanfaatan buah jeruk tersebut timbul banyak buangannya. Isolasi alkaloida dari tumbuhan Cephaelis sdpulacea BL YULIANTI.) Osbeck. JF FMIPA UNAND Cephaelis stipulacea Bl.06 pada konsentrasi larutan pektin 2 g/L dan pada suhu 25°C. SRI HERJATI SETIODIHARDJO. JF FMIPA UNPAD dikenal tradisional untuk pengoSARI daun ketepeng (Cassia alata L. rasa pedas getar.) sudah lama penelitiansebagai obatuntuk mengetahui sejauh batan penyakit kulit dan sebagai pencahar. dan kadar protein rendah. memberikan reaksi positif alkaloida.

namun perbedaan ini tidak nyata (P<0. (jeruk besar) diduga hesperidin calkon dan hesperidin dari Citrus nobilis Lour.15 kg. bahwa kadar air dalam daun iler segar adalah sekitar 83.05). kelompok II = 1. di samping sebagai pencuci mata. Dua belas ekor domba betina. JK FMIPAITB ILAKUKAN isolasi senyawa hesperidin dari 2 macam kulit jeruk.72 ± 0. inframerah dan NMR menunjukkan bahwa hespiridin yang dihasilkan oleh kedua macam jeruk tersebut berbeda. tiap 4 minggu sekali. mematangkan bisul dan perawatan setelah haid serta pemeliharaan pusar bayi.2%. wasir. Telah diteliti pengaruh perasan temu ireng terhadap pertumbuhan domba.5 mL/kg bb. Temu ireng merupakan obat tradisional pernah diteliti terhadap askaris babi in vitro dan cacing askaris pada anak ayam in vivo yang hasilnya dapat memberikan harapan. sebagai obat pcmbanding digunakan obat cacing Panacur 0. 40*) COLEUS ATROPURPUREUS BENTH. menggunakan berbagai pelarut dengan polaritas meningkat mulai dari pelarut yang non-polar sampai ke pelarut yang polar. 1981..05% dan kadar minyak atsiri dalam serbuk daun iler sekitar 0.5 mL/kg bb. luka-luka kecil. adalah hesperidin flavonon.5% dan dosis 5 mg/kg bb. tiap minggu sekali. cacingan. kelompok IV = 2. Hesperidin dari Citrus grandis Osbeck. dibagi menjadi 4 kelompok. SUWARJlHERYANA.5%. JF FMIPA UNPAD ELAH banyak diketahui bahwa daun iler (Coleus atropurpureus Benth. (No. (No. Dari hasil peneiitian diperoleh informasi.1 ± 0.047%. Pengamatan dilakukan seminggu sekali selama 8 minggu. kelompok HI = 1. jeruk besar dan dari kulit Citrus nobilis Lour. kelompok III diberi temu ireng dengan konsentrasi 50% dan dosis 2.1). ialah Citrus grandis Osbeck: dan Citrus nobilis Lour..) adalah salah satu tanaman Pengaruh perasan temu ireng Curcuma aeruginosa Roxb. fiavonoida.1987. sedang kelompok IV diberi obat cacing Panacur 0. FKH UGM P ENELITIAN ini dilakukan untuk memperoleh data penggunaan obat tradisional terhadap pertumbuhan domba. Pemisahan kandungan kimia dilakukan dengan isolasi secara soksletasi bertingkat. Dari hasil pemisahan ini dilakukan pemeriksaan kandungan senyawa kimia secara kromatografi lapis tipis. bahwa pertambahan bobot badan kelompok I rata-rata= 0.917 kg.4 ± 0. jeruk keprok D SRI ULINA PURBA. kelompok II diberi temu ireng dengan konsentrasi 25% dan dosis 2. Jika dibandingkan kelompok I dengan kolompok II ada perbedaan yang nyata (P< 0.) Tyang digunakan untuk pengobatan sakit tetinga. Senyawa kimia yang teramati adalah alkaloida.829 kg. Ekstrak yang diperoleh kemudian digunakan untuk pemisahan lebih lanjut melalui kromatografi cepat. 1986. tiap-tiap kelompok terdiri 3 ekor domba. Kelompok I dan kelompok III ada perbedaan. (No. penentuan macam gugus fungsi ditentukan secara spektrometri NMR. saponm dan minyak atsiri.1 kg. Pemberian obat dilakukan secara oral dan selama peneiitian domba diberi makan dan minum ad libitum. Temu ireng yang sudah tua dibuat perasan dengan konsentrasi 50% dan 25%.penyabunan diper. lujuan peneiitian ini adalah untuk mengetahui kandungan kimia dan spesifikasi farmakognosi dari daun iler. umur kira-kira 6 bulan.. dengan metode pektase: 2. 37*) CITRUS NOBILIS LOUR..oleh 4. Kelompok I sebagai kontrol. Hasil pengamatan selama 8 minggu menunjukkan. Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis Osbeck. diambil secara random. Setelah isolasi dtlakukan pemurnian dan uji kualitatif. menggunakan berbagai pelarut dengan polaritas yang berbeda. Data spektrum ultraviolet. Pemeriksaaan pendahuluan kandungan kimia daun iler (Coleus atropurpureus Benth. Ke25 . terhadap pertumbuhan kambing SUDJIMANDJOJOSENGODJO dkk..32 ± 0. 41)* CURCUMA AERUGINOSA ROXB.7%.

5 mL/kg bb. Hal ini ditunjang oleh data spektroskopi inframerah yang diungkapkan seperti di atas. 26 . 47*) CURCUMA MANGGA VAL. Spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus C = O. Analisis kualitatif dilakukan dengan kromatografi lapis tipis. Minyak diperoleh dengan cara destilasi uap dari rhizoma kunyit segar. (No. yang salah satu komponennya mempunyai HRf yang mendekati HRf desmetoksikurkumin. Penelitian meliputi pemeriksaan pendahuluan. (No. Malingre (1971) dan Purseglove (1981) juga telah mengidentifikasi komponen dalam minyak atsiri temulawak. isotasi zat berkhasiat. Minyak atsiri hasil destilasi uap berwarna kuning agak jingga dan berbau seperti bau tanaman penghasilnya. & ZYR Beberapa aspek farmakognosi temu mangga (Curcuma mangga Val. CH2. dilanjutkan dengan analisis kualitatif. Dari fragmentasi massa dapat disimpulkan bahwa kedua komponen utama minyak atsiri rhizoma kunyit adalah turmeron dan ar-turmeron. 1988. JK FMIPA ITB tentang komponen minyak telah dilakukan oleh beberapa orang ahli. 48*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Penenetuan komponen utama minyak atsiri kunyit _ (Curcuma domestica Val. tetapi juga tidak nyata (P < 0. JK FMIPAITB ENELITIAN komponen minyak atsiri beberapa jenis Curcuma yang lain sudah dilakukan. Hasil analisis dengan kromatografi gas-cairan dan GC-MS menunjukkan bahwa minyak atsiri kunyit mengandung dua komponen utama.005%). serta gugus aromatik. Dihasilkan ekstrak kentaf kurkuminoid dan minyak atsiri 0.6%. Terhadap minyak atsiri rhizoma kunyit dilakukan analisis gugus fungsi dengan spektrofotometer inframerah. 43*) CURCUMA DOMESTICA VAL. JF FMIPA UNPAD ENELITIAN ini dimaksudkan untuk menentukan beberapa spesifikasi simplisia dan mengisolasi minyak atsiri dan kurkuminoid yang terkandung di dalam rimpang temu mangga. terlihat 9 komponen minyak atsiri dan 2 komponen kurkuminoid. PENELITIANoleh Dieterle dandengan caraatsiri temulawaktapis(1943). Kesimpulan: pemberian perasan temu ireng dengan konsentrasi 25% dan 50% dan dosis 2. Penentuan komponen utama minyak atsiri temulawak Curcuma xanthorrhiza Roxb. CH3. dan kromatografi gas. Dalam penelitian ini akan diperiksa komponen utama minyak atsiri dari rhizoma Curcuma domestica Val. C = C . Wmkler antara lain Kaiser (1932. SEMANGAT KATAREN. Isolasi kurkuminoid dilakukan dengan cara soksletasi dengan pelarut metanol. Rendemen minyak atsiri yang diperoleh dari rhizoma kunyit tua lebih besar dibandingkan rendemen minyak atsiri dari rhizoma kunyit muda. Hal ini dapat diperlihatkan dari hasil perbandingan luas puncak masing-masing komponen dalam kunyit tua dan muda. Penetapan bobot molekul masing-masing komponen dilakukan dengan spektrometer massa. Berdasarkan kromatogram minyak atsiri kunyit tua dan kunyit muda ternyata kadar turmeron dalam kunyit tua lebih besar dibandingkan dalam kunyit muda. & Zyp. 1986. jika dibandingkan dengan pertambahan bobot badan menurut Dove.) P TETI SURYETi. isolasi minyak atsiri dengan destilasi cara Stahl seperti tercantum dalam Farmakope Indonesia Edisi III dan Materia Medika Indonesia. 1988. Gunster Honvad dan Rao (1964).1933). tetapi pertambahan tersebut hanya ±16. jumlah komponen dalam minyak atsiri ini ditentukan dengan kromatografi gas-cairan.lompok I dan kelompok IV ada perbedaan. yang menganalisis komponen minyak kromatografi tipis dan Lunaw (1959). Dari pemeriksaan kromatografi lapis tipis. (No.) dengan GC-MS P FlTRl YUNITA. Oleh karena itu diadakan penelitian untuk mengetahui golongan senyawa kimia dan jumlah komponen utama yang terdapat dalam minyak temulawak.38%. menimbulkan pertambahan bobot badan domba. namun menunjukkan hasil yang berbeda dalam hal jenis dan jumlah komponen utama yang terdapat dalam minyak.

kelompok II sampai dengan kelompok IV diberi per oral. eter minyak tanah-etanol. Rendemen ditentukan secara gravimetris dan kadar isolat ditentukan secara spektrofotometri dengan menggunakan suiar tampak. c) maserasi dengan etanol dan ekstraksi air. ternyata minyak temulawak terdiri dari 30 senyawa yang merupakan campuran senyawa monoterpen. Penetapan kadar tersebut dilakukan pada kelinci normal setelah pemberian kolesterol dan setiap minggu selama 6 minggu setelah pemberian kurkuminoid. dan kadar kurkuminoid isolat. JF FMIPA UNPAD ini akan berbagai pelarut untuk mengisolasi kurkuminoid. Penetapan kadar kolesterol total dan HDL-kolesterol dalam serum dilakukan dengan metode CHOD-PAP. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol). 27 . Ternyata soksletasi dengan aseton merupakan cara yang paling efisien. Dalam fraksi terpen-0 terdapat 4 komponen utama dan 2 komponen terpen-0 lainnya dengan kadar yang relatif kecil. Ternyata pemberian kurkuminoid 10 mg. seskuiterpen dan seskuiterpen-0. AMIR HAMZAH MAUZY. Setiap kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut.Minyak atsiri rimpang temulawak diisolasi dengan cara penyulingan dengan air selama 5 jam. Basil menunjukkan bahwa. berdasarkan analisis kromatografi lapis tipis. 1987. 15 mg dan 20 mg dalam tween 80 dan air menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah. Pemisahan minyak atsiri dengan cara destilasi uap tidak berpengaruh terhadap rendemen isolat. monoterpen-0. (No. kolesterol total dan trigliserida darah dari kelinci dalam keadaan hiperlipidemia. kemudian dianalsis jumlah komponen terpen dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas dan terakhir dilakukan pemisahan komponen terpen dan terpen-0 dengan kromatografi kolom. eter minyak tanah-aseton. tetapi menurunkan kadar kurkuminoid isolat. etanol. Kurkuminoid diisolasi dengan cara ekstraksi menggunakan berbagai 5 pelarut organik dan air. Perbandingan beberapa cara ekstrasi untuk mengisolasi kurkuminoid dari rimpang temulawak Curcuma xanthorrhiza'Roxb..) terhadap kolesterol total. 20 mg kurkuminoid + tween + air. 15 mg dan 20 mg kurkuminoid + tween + air. dan rimpang kunyit Curcuma domestica Val. Dalam percobaan ini digunakan kelinci jantan yang dibagi menjadi 7 kelompok. 3% kolesterol. masing-masing: tween 80. (No. sedang kadar trigliserida dengan metode GPO-PAP. b) refluks dengan aseton. 49*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. sedang dosis 20 mg kurkuminoid menaikkan HDL. kromatografi gas dan kolom. Cara isolasi ialah: a) soksletasi dengan aseton. 1988. masing-masing terdiri dari 3 ekor kelinci. Berdasarkan analisis terhadap fraksi terpen dan terpen-0 dengan kromatografi gas. heksan. trigliserida dan HDL-kolesterol darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia PRAMADHIA BUDHIDJAYA. 50*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB.kolesterol. eter minyak tanah-heksan-aseton. JF FMIPA UNPAD P ENELITIAN ini bertujuan untuk mencari khasiat yang lebih spesifik tentang pengaruh kurkuminoid terhadap HDL-kolesterol. PENELITIAN rendemenmembandingkan efektifitasserta pengaruh minyak atsiri terhadap rendemen ditinjau dari dan kadar kurkuminoid. kelompok V sampai dengan VII masing-masing diberi per oral 3% kolesterol selama 10 hari dan diikuti masing-masing dengan 10 mg. ternyata dalam fraksi terpen terdapat 6 komponen utama. Pengaruh kurkuminoid dari temu lawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.

yang 28 . 8 mL dan 10 mL ekstrak air temulawak.) telahIndonesia dan menjadi obat golongan fitoEerapi. 15mg/hari dan 20 mg/hari dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT. kelompok II sampai dengan kelompok IV diberi per oral. Pengambitan sampel darah dilakukan pada saat kelinci dalam keadaan normal.05 mL/kg bb. yang masing-masing dilarutkan dalam 7 mL air dan 1 mL Tween 80. Kelompok III diberi 1 mL Tween 80 dalam 7 mL air.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air temulawak dapat menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia.05 mL/kg bb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurkuminoid temulawak dengan dosis 10 mg/hari. VI dan VII masing-masing diberi per oral karbon tetraklorida 0.) dan uji beberapa sifat fisikokimia secara kromatografi lapis tipis BUDI HERAWAN. JF FMIPA UNPAD distandarkan TABLET dan kapsul dari sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. JF FMIPA UNPAD EBAGAI obat tradisional. ( o 53*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. masing-masing terdiri dari 3 ekor kelinci. masing-masing: 3% kolesterol. kolesterol total dalam keadaan hiperlipidemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kurkuminoid temulawak terhadap kadar SGOT. N. 54*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. tetapi hal ini belum terlihat jelas pengaruhnya terhadap HDL-kolesterol. N. JF FMIPA UNPAD ekstrak air temulawak (Curcuma DALAM penelitian ini ingin diketahui pengaruh dan trigliserida darah kelinci xanthorriza Roxb. Penetapan kadar kolesterol total dan HDL-kolesterol dalam serum dilakukan dengan metode CHOD-PAP.. 10 mL ekstrak air temulawak. 1988. Dalam percobaan ini digunakan kelinci yang dibagi menjadi 7 kelompok. walaupun jenis penyakit hati tersebut belum jelas. setelah pcmbcrian karbon tetraklorida dan setiap satu minggu pada proses pemberian kurkuminoid temulawak. sedang kadar trigliserida dengan hidrolisis enzimatis (Boehringer Mannheim). kelompok II diberi karbon tetraklorida 0. Pembuatan sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Kelompok V. masing-masing kelompok terdiri dari 3 ekor kelinci. sedangkan penetapan kadar ChE dilakukan dengan metode Knedel M dan R. kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia ABDUL NASER.) terhadap HDL-kolesterol. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik. (No. 1987. Bottger. temulawak dapat menycmbuhkan penyakit karena kelainan hati.( o 5 * CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. 1987. Kelompok IV diberi per oral 20 mg kurkuminoid temulawak dalam 7 mL air dan 1 mL Tween 80. 2) Pengaruh ekstrak air temulawak terhadap HDL-kolesterol. 15 mg dan 20 mg. Ingin diketahui apakah dalam sediaan tersebut selama penyimpanan terjadi degradasi pada fraksi-fraksi zat berkhasiat yang terdapat dalam sari rimpang temulawak. Setiap kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut. kelompok V sampai dengan VII masing-masing diberi per oral 3% kolesterol selama 10 hari dan diikuti masingmasing dengan 6 mL. Penetapan kadar SGOT dan SGPT dilakukan dengan metode standar yang dioptimasi dari Deutsche Gesellschaft fur Klinischc Chemie. dan menaikkan kadar ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik. Masing-masing kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut. dan pada hari berikutnya masing-masing diberi kurkuminoid temulawak 10 mg. Percobaan dilakukan menggunakan 18 ekor kelinci jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol). SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik S TAVIP BUDIAWAN. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol). diproduksi oleh beberapa pabrik farmasi di diresepkan oleh dokter. Pengaruh kurkuminoid dari temulawak terhadap kadar SGOT.

SGPT dan uji kualitatif darah kelinci pada keadaan terinfeksi Hepatitis B SUMIATI YUNINGSIH. Kelompok III diberi serum hepatitis B 1 mL/kg bb. Dibuat sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. sari kental berwarna coklat dan sari kering berwarna kuning. yaitu suatu bahan kurkuminoid hati dan empedu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air temulawak 10% b/v dengan dosis 6 mL/hari. pada hari berikutnya diberikan ekstrak air temulawak. Dengan menentukan kadar bilirubin total. Kurkuminoid diberikan pada 5 kelompok dengan dosis masing-masing: 5 mg. berasa pahit pedas. Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. masing-masing 6 mL. 56*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Kelompok IV. b) pada suhu sampai 60°C. 15 mg. asam empedu serum kelinci dan kolesterol total dalam darah kelinci. masing-masing kelompok terdiri dari 2 ekor kelinci. Akan diteliti pengaruh temulawak terhadap kadar bilirubin total. Kelompok I adalah kelompok kontrol.) dengan cara perkolasi menggunakan penyari alkohol 70% dan ditentukan beberapa sifat fisikokimianya.) terhadap kadar SGOT. dan d) terhadap penambahan zat pengisi (laktosa.) terhadap fungsi empedu darah kelinci ROBERT EDWARD ARJTONANG.disebabkan oleh pengaruh zat atau bahan yang sengaja ditambahkan. magnesium stearat). 8 mL/hari dan 10 mL/hari dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT darah kelinci yang ada pada keadaan terinfeksi virus hepatitis B. 15. Dalam percobaan digunakan kelinci yang dibagi menjadi 6 kelompok. berbau khas. amilum. perlu dilakukan. Pengambilan sampel darah dilakukan pada saat kelinci dalam keadaan normal. asam empedu dan kolesterol total dalam darah kelinci akan diketahui pengaruh kurkuminoid temulawak. Setelah terinfeksi oleh virus hepatitis B. 55*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. 10 mg. satu kelompok digunakan sebagai kontrol dan pada satu kelompok diberikan pelarut. 29 . setelah pemberian serum hepatitis B dan tiap satu minggu pada proses pemberian ekstrak air temulawak. V dan VI masing-masing diberi 1 mL serum hepatitis B secara intravena. Penetapan kadar SGOT dan SGPT dilakukan dengan metode standar yang dioptimasi dari Deutsche Gesellschaft fur Klinische Chemie. 10 mg. Penelitian lebih lanjut tentang mekanisrhe kerja serta penggunaan hewan percobaan dari lain spesies. 1988. Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. JF FMIPA UNPAD pengaruh (Curcuma xanthorrhiza PENELITIAN ini ingin mengungkapkan dan HBsAgekstrak air temulawakkeadaan terinfeksi virus Roxb. c) terhadap sinar matahari tldak langsung. 20 mg dan 25 mg secara oral tiap hari selama 42 hari dan darah untuk pemeriksaan diambil sekali seminggu sebanyak 6 kali. asam stearat. Kelompok II diberi ekstrak air temulawak 10 mL. 2. Secara organoleptis sari cair yang terbentuk berwarna kuning jingga. 1987. Hasil dari penelitian ini adalah: 1. tetapi tidak berpengaruh terhadap virus hepatitis B. Ternyata kurkuminoid dengan takaran 5 mg. (No. Hasil uji beberapa sifat fisikokimia secara kromatografi lapis tipis menunjukkan bahwa sari rimpang temulawak cukup stabil: a) pada proses pembuatan. 8 mL dan 10 mL secara oral. setiap kelompok terdiri dari 3 ekor. sedangkan uji HBsAg dilakukan dengan metode Reverse Passive Hemagglutination. (No. Percobaan dilakukan menggunakan 7 kelompok kelinci. mg 20 mg dan 25 mg secara oral menurunkan kadar kolesterol total dan bilirubin total serta menaikkan kadar asam empedu darah kelinci. JF FMIPA UNPAD URKUMINOID dari temulawak yang dapat Kmenambah pengeluaran kolesterolmerupakan suatu kolagoga.) terhadap kadar SGOT. SGPT darah kelinci pada hepatitis B.

Dari intensitas warna basil dinamolisis dan kromatografi lapis tipis. 1986. metode c) kontak memberikan hasil paling memadai. Rimpang temulawak diekstraksi secara fraksinasi menggunakan pelarut eter minyak tanah. 60*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. kloroform dan metanol. Penetapan kadar minyak atsiri rimpang temulawak dari berbagai daerah TAUFIK RACHMAN. dan terkectl dari daerah Purwodadi. Hasil uji sentivitas terhadap bakteri Staphylococcus aurues. Pemeriksaan kurkuminoid dilakukan dengan dinamolisis. Isolasi dan identifikasi senyawa kurkuminoid rimpang Curcuma xanthorrhiza Roxb. Daya antibakteri dari temulawak cukup kuat dan dapat mencapai derajat sensitif pada konsentrasi 8% ekstrak. Di antara ketiga metode pengujian. 7) Tasikmalaya. 6) Cirebon. Kadar minyak atsiri terbesar terdapat dalam rimpang temulawak yang berasal dari daerah Surakarta. komponen kimia terbanyak (14 bercak) terdapat pada minyak atsiri rimpang temulawak dari Cirebon dan Tawangmangu dan paling sedikit (11 bercak) terdapat dalam rimpang dari Lembang dan Surakarta. 9) Sragen. UTU rimpang temulawak ditentukan oleh kadar minyak. Kurkuminoid tersebut diidentifikasi sebagai kurkumin dan desmetoksikurkumin. 1986. Salmonella typhi dan Bacillus subtilis METTI SITI HASTUTI. 4) Yogyakarta. Pada saat yang sama dilakukan uji zat murni kurkumin dan monodesmetoksikurkumin hasil isolasi dari ekstrak kloroform. menggunakan pelarut eter minyak tanah. 10) Wonogiri dan 11) Purwodadi. Bacillus subtilis dari kelompok bakteri gram positif dan Escherichia coli. menunjukkan bahwa tiap pelarut secara sendiri-sendiri tidak dapat menarik sempurna zat antibakteri yang terdapat dalani temulawak. kloroform dan metanol. (No. 62*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Salmonella typhi dari kelompok bakteri gram negatif. (No.80%. 61*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. 1987. diketahui bahwa dalani ekstrak kloroform dan metanol diperoleh banyak kurkuminoid. 3) Tawangmangu.44 ± 1. Jumlah komponen kimia yang dapat dipisahkan sebanyak 11 sampai 14. yaitu: 31. kloroform dan metanol. Dalam daya antibakteri dengan cara ekstraksi bertingkat dengan menggunakan eter minyak tanah. 2) Surakarta. JF FMIPA UNPAD dilakukan penelitian tentang efek kurkuminoid sebagai antiTELAH banyak penelitian ini ingin diketahui potensiminyak atsiri danminyak atsiri yang diperoleh bakteri. yaitu: 5. Rimpang temulawak segar diperoleh dari daerah: 1) Lembang. Penelitian ini akan mengungkapkan perbedaan secara kualitatif dan kuantitatif minyak atsiri rimpang temulawak yang berasal dari berbagai daerah. Uji daya antibakteri ekstrak temulawak hasil fraksinasi dengan eter minyak tanah. kloroform dan metanol T YANI SUTIYANI. untuk mencari metode isolasi yang paling efektif.12%. Pengujian 'daya antibakteri dilakukan dengan tiga metode. atsiri dan komponennya serta kadar 30 . waktu panen dan pengolahan. reaksi warna dan kromatografi lapis tipis. b) metode perforasi dan c) metode kontak. Isolasi dilakukan dengan alat sokslet menggunakan pelarut petroleum eter. Kadar minyak atsiri dtperiksa menggunakan alat destilasi Stahl.JF FMIPA UNPAD UJUAN penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa kurkuminoid melalui beberapa pelarut berpolaritas meningkat. yaitu: a) metode cakram kertas. 5) Bumiayu. kloroform dan metanol terhadap Staphylococcus aureus. 8) Garut. pemisahan komponen kimia minyak atsiri dilakukan secara kromatografi lapis tipis.(No. yaitu: ekstrak kloroform terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dan terhadap ekstrak metanol terhadap Bacillus subtilis.84 ± 0. JF FMIPA UNPAD Mkurkuminoid yang sangat tergantung pada tempat tumbuh. Ada zat antibakteri yang tidak dapat berdifusi ke dalam medium yang mengandung air.

gian sampai 1000 m di atas permukaan laut. Tanaman ini ditanam untuk diambil kayunya sebagai bahan ALAH satu tanaman yang mengandung minyak atsiri adalah durian (Durio zibethinus Murr. Penelitian lebih lanjut yang berkaitan dengan dosis dan hepatotoksisitas perlu dilakukan. C-H dari metil dan metan serta C — O dari asam karboksilat. agar diperoleh hasil kristal diosgenin secara maksimum. yang menurut penelitian ini.sebut yang salah satu negara asalnya adalah Indonesia (terutama Kalimantan dan Sumatera). senyawa diosgenin dalam tanaman Dioscorea hispida terdapat di Contoh yang diteliti adalah: 1) umbi gadung yang berwarna kuning dari daerah Sleman. bobot badan antara 10-12 kg. Kapsul temulawak dan Atromid diberikan bersama pada waktu makan pagi. Dengan GC-MS diduga bahwa minyak atsiri durian mengandung suatu senyawa karboksilat yang mempunyai bobot molekul 104 dengan rumus molekul C4H803. (No. Percobaan dilakukan menggunakan 6 ekor anjing dewasa yang diperkirakan sehat. 63*) CURCUMA JAVANICA Penelitian pendahuluan tentang khasiat rhizoma temulawak (Curcuma javanica) terhadap kadar kolesterol darah AGUS DJAMHURI. 1979. dilakukan isotasi dengan metode destilasi uap dan dihasilkan minyak berwarna kuning muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman Dioscorea hispida Denst. terbukti mengandung senyawa diosgenin. Untuk mendapatkan minyak atsiri dari durian. yang banyakadalah untuk Indonesia.) dengan GC-MS SONDANG KOMAR1AH SlMATUPANG. FK UNBRA T UJUAN penelitian ini ialah untuk raengetahui khasiat rhizoma Curcuma javanica (temulawak) terhadap kadar kolesterol darah. Analisis melalui kromatografi gas dengan kolom OV-I 5% memperlihatkan adanya minimal 26 komponen. (No. Turn. khususnya pada tahap akhir pengerjaan. Terdapat 2 varietas Dioscorea hispida Denst.30 atau sekitar 14 jam.00 sampai jam 8.buhan ini tumbuh di tanah daratan kering atau tanah berbatu-batu yang beriklim tropis pada keting. jenis kelamin tidak dibedakan dan kisaran kadar kolesterol darah sekitar 250 mg/100 mL. Selain itu juga buah. FF UGM UJUAN penelitian mengetahui TDenst. anjing dipuasakan terlebih dahulu dari jam 18. sedang dari jenis yang berumbi putih diosgenin baru berhasil diidentifikasi. 1979. JK FMIPA ITB Sberasal dari suku Bombacaceae. Mekanisme kerja yang pasti tidak dapat diungkapkan dalam penelitian ini. tanpa memandang spesies. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang cara isolasi diosgenin yang paling tepat. daun. Setiap akan diperiksa kadar kolesterol dalam darah. 31 . semua mengandung senyawa diosgenin. Tujuan penelitian pendahuluan ini adalah menyelidiki komponen kimia minyak atsiri dari buah ter. kulit dan akar durian dapat digunakan sebagai obat tradisional. ACHMAD MUSTAFA FATAH. 70*) DURIO ZIBETHINUS MURR. sedangkan data inframerah memberikan informasi adanya gugus fungsi OH dari suatu hidroksi. Dari jenis tanaman yang berumbi kuning berhasil diisolasi kristal diosgenin. Isolasi dan identifikasi steroida saponin dalam umbi gadung Dioscorea hispida Denst. Penelitian pendahuluan komponen kimia minyak atsiri durian (Durio zibethinus Murr. 69*) DIOSCOREA HISPIDA DENST. siang dan sore.(No. Analisis dengan spektrofotometri ultraviolet darJ minyak atsiri memberikan minimal satu puncak pada panjang gelombang maksimum 251 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rhizoma Curcuma javanica (temulawak) ternyata mampu menurunkan kolesterol darah pada anjing.). 1988. Yogyakarta dan 2) umbi gadung yang berwarna putih dari Bantul. yang konstruksi ringan dan buahnya sebagai makanan segar.

Temanggung. ekstrak etanol sensitif terhadap Salmonella typhosa pada dosis 11. 32 . Wonosobo.) Stend. 77*) EUPHORBIA LONGAN (LOUR. maka diduga tanaman ini juga mengandung saponin dan tanin. terhadap pereaksi Liebermann-Burchard pada analisis dengan kromatografi lapis tipis.5% dan Sarcina lutea dengan MIC pada konsentrasi 12. tumbuh liar sebagai gulma. Hasil uji sensitifitas dengan cara perforasi menunjukkkan bahwa ekstrak etanol sensitif terhadap Salmonella typhosa pada konsentrasi 4 kali MIC. sistempelarut yang cocok dan lain-lain.(No.) ATY WiDYAWARUYANTI. Uji antibakteri ekstrak akar rumput belulang (Eleusine indica Gaertn. Terhadap Sarcina lutea sensitif sedang pada konsentrasi 3 sampai 4 kali MIC dan resisten pada konsentrasi 1 sampai 2 kali MIC. Pemisahan komponen kimia dilakukan dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif dan kromatografi kolom. suku Sapindaceae banyak ditemukan di daerah sekitar Semarang. 1987.18 mg. demam. sehingga sangat memudahkan penelitian lebih lanjut. COKRONEGORO 1981. Sedang ekstrak air tidak menghambat semua bakteri uji. dilanjutkan dengan analisis fitokimia dari ekstrak tanaman tersebut berturut-turut dalam eter minyak tanah.. Bacillus subtilis. Penentuan dilakukan dengan cara morfologi dan mikroskopi.6 mg ekstrak. Penelitian pendahuluan telah dilakukan untuk menentuan senyawa kimia dalam pucuk daun dari tanaman Euphorbia prunifolia Jacq.18 mg. spektroskopi ultraviolet dan inframerah. Seperti halnya golongan Sapindaceae lainnya.) STEND. alkaloida dan golongan sterol atau terpen. Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. tanin. (No.cara infundasi.6 rag dan 3. sensitif sedang pada dosis 3. tetapi tidak menghambat pertumbuhan bakteri Klebsiella pnemoniae. Penelitian kandungan kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia Jacq. Dari pemeriksaan pendahuluan diketahui Uji daya antibakteri dilakukan terhadap: 1) ekstrak etanol yang diperoleh dengan cara perkolasi dan 2) ekstrak air yang diperoleh dengan. cacingan dan diare. FMIPA UNPAD T UJUAN penelitian ini adalah untuk mencari senyawa kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia secara kasar. tetapi tidak " diketemukan bercak yang bereaksi positif terhadap pereaksi Dragendorff yang biasa dipakai untuk Penelitian pendahuluan senyawa saponin dalam kulit buah lengkeng RETNO DAMAYANTI. Dari hasil uji dengan cara cakram kertas. Sedangkan pada Sarcina lutea sensitif pada dosis 11. 73*) ELEUSINEINDICA GAERTN. yang diperoleh secara ekstraksi RUKMIATI K. Ternyata ekstrak etanol dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhosa dengan MIC pada konsentrasi 37. Dengan melakukan ini. diketemukan dua senyawa tunggal yang bereaksi positif penentuan adanya senyawa alkaloida. sedangkan analisis dilakukan secara kromatografi lapis tipis. JK FMIPA ITB LENGKENG atau Euphorbia longan (Lour. 76*) EUPHORBIA PRUNIFOUA JACQ . Magelang dan Malang (dataran tinggi yang beriklim agak dingin). Dengan cara penentuan seperti di atas. khususnya terhadap senyawa alkaloida dan triterpenoida. (No. Ambarawa.4 mg dan 5.5%. dan sensitif sedang pada dosis 5. UMPUT belulang (Eleusine indica Gaertn.4 mg. JF FMIPA UNPAD Rkan sebagai obat tradisional antara lain untuk kejang-kejang. diguna- bakteri dalam kaitan kegunaannya sebagai obat diare. kloroform dan metanol. 1986. dan sensitif sedang pada konsentrasi 1 sampai 3 kali MIC. Untuk melengkapi informasi penelitian akan diperiksa efek ekstrak akar rumput belulang sebagai antibahwa akar rumput belulang mengandung senyawa golongan saponin. maka dapat diketahui metode yang paling baik yang dapat dipakai.) suku Graminae. Senyawa tersebut tersebar di seluruh bagian tanaman tersebut.

dengan Spektrum pe33 . ( No. Isolasi xanthone dari kulit buah Garcinia mangostana L. Senyawa hasi! ekstraksi ini kemudian dipisahkan dan dimurnikan dengan cara kromatografi kolom dan kromatografi lapis tipis. R. H. hasil ekstraksi yang ada dalam n-butanol. JK FMIPAITB manggu) termasuk G arcinia mangostana L. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa saponin yang ada ialah dari jenis terpenoida. keluarga Guttiferae.Akan diteliti kulit buah terhadap adanya senyawa kimia saponin. CHC13 dan CeHe. Selanjutnya ditetapkan suhu lebur senyawa yang didapat. HERMANSYAH AMIR. pohonnya tinggi dan berdaun lebat. kadar dan gugus fungsi yang ada. Dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif berhasil dipisahkan lima macam senyawa. ditunjukkan dari: a) hasil pengukuran dengan spektrofotometer ultraviolet yang menunjukkan adanya 3 serapan maksimum pada daerah panjang gelombang 230 nm-400 nm. Penelitian "anabolic effect" dan "androgenic effect" dari infus akar pasak bumi (Euricoma longifolia Jacq. lalu dilakukan pemisahan dan pemurnian dengan cara kromatografi lapis tipis menggunakan eluen CHCb :C6H6 (7:3). FK UGM apakah di bumi yang TUJUAN penelitian ini adalah untuk mencari jawaban merangsangdalam infus akar pasakmempunyai dikatakan mempunyai khasiat menggemukkan dan gairah kelakian itu efek androgenik ataupun anabolik. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1) Infus pasak bumi 5% ternyata memberikan kenaikan berat prostat yang tidak berarti dan tidak memberikan kenaikan berat musculus-Ievator ani secara signifikan. Spektrum inframerah terhadap hasil reaksi asetilisasi menunjukkan bahwa puncak -OH yang ada menjadi hilang. 1979. C = O. 3) Infus akar pasak bumi 20% menyebabkan kenaikan berat prostat tidak bermakna serta kenaikan berat musculus-Ievator ani tidak berarti. C = C. 78*) EURICOMA LONGIFOLIA JACQ. 3) Infus 20% memberikan kenaikan relatif berat prostat tidak cukup bermakna dan penurunan yang tidak cukup signifikan dari vesikula seminalis. benzen dan metanol. buah tersebar di daerah tropis. (manggis. Turner dan Andrew Wilson.) pada "rat" NGATIJAN. Kadar saponin ditetapkan dengan cara spektrofotometri. 1990. 2) Infus 10% menyebabkan kenaikan berat prostat tidak cukup berarti serta kenaikan berat musculus-Ievator ani tidak bermakna.dapat dimakan. Penelitian terhadap androgenic effect memberikan hasil sebagai berikut: 1) infus akar pasak bu- mi 5% memberikan kenaikan berat prostat tidak berarti dan penurunan berat vesikula seminalis yang tidak berarti. 79*) GARCINIA MANGOSTANA L. Penelitian anabolic effect dan androgenic effect infus akar pasak bumi pada tikus jantan dilakukan dengan metode yang dianjurkan oleh Robert A. Pelarut yang digunakan adalah aseton 80%. Spektrum inframerah senyawa ini menunjukkan adanya puncak yang kuat dari gugus -OH pada daerah sekitar 3500-3250 cm" . etilasetat dan n-butanol. CHC13:etilasetat (1:1). Puncak ini akan hilang jika senyawa tersebut diasetilisasi. Senyawa ketiga dan keempat masih dalam bentuk campuran. Penelitian pendahuluan ini dimaksudkan untuk raengetahui jenis saponin. Contoh yang diteliti adalah infus akar pasak bumi (dibuat oleh Bagian Resep Fakultas Farmasi UGM) menggunakan tikus galur Lembaga Makanan Rakyat (LMR) berumur 21-23 hari dengan bobot badan 48 -55 gram. 2) Infus 10% memberikan kenaikan berat prostat yang tidak bermakna dan penurunan tidak berarti dari berat vesicula seminalis. dan b) dari hasil pengukuran dengan spektrofotometer inframerah yang menunjukkan adanya gugus-gugus O-H. Dugaan adanya xanthone pada kulit buah Garcinia mangostana L. dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut petroleum eter. (No. banyak tumbuh dan pada seluruh bagian tumbuhan. memiliki getah berwarna kuning Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui adanya xanthone yang terdapat pada kulit buah tanaman tersebut. Ekstraksi dilakukan dengan memakai tiga macam pelarut dengan polaritas berbeda-beda. Gugus fungsi dengan spektrofotometri inframerah. C-H. YUDONO. Hidrolisis terhadap hasil ekstraksi dengan n-butanol diharapkan dapat menghasilkan sapogenin..

Keanekaragaman jenis Graptophyllumpictum (L. Analisis kualitatif dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas cairan. Griffith (1854). juga karena tumbuhan ini dalam interaksi dengan tumbuhan lain mengeluarkan zat alelopati atau zat pengatur tumbuh tanaman yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman lain di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti adanya senyawa inhibitor pertumbuhan yang mungkin terdapat dalam rhizoma alang-alang. var. etil benzoat.. linalol. Dari banyaknya penambahan koleksi dan hasil pengamatan di lapangan ternyata variasi dan warna daun Graptophyllum pictum sangat besar. yaitu var. 83*) GRAPTOPHYLLUM PICTUM (L. (Gardenia florida L. rubrum dan var. album dan lurido-sanguinem. viride. Dalam tulisan disajikan pertelaan lengkap dan kunci determinasi semua varitas tersebut. Purwodadi dan Bogor menunjukkan bahwa di kawasan Malesia (meliputi Malaya. Kristal yang diperoleh adalah beta-terpineol. tetapi penelitian tentang menghasilkan aroma untuk parfumaugustabanyak didapat di komposisi kimia minyak Gardenia di Indonesia belum mendapat perhatian. JK FMIPAITB UNGA Gardenia augusta Merr. Hooker (1885) dan Merril (1918) mengenai Graptophyllwn pictum (L. Dua di antaranya belum pernah dipertelakan orang. beta-mangostin dan gamma-mangostin. dan 750-60 cm'T. pemeriksaan spesimen herbarium. Indonesia. terutama akan diteliti kemungkinan adanya senyawa kumarin. pembuatan diskripsi. benzil asetat. pictum. var. Penelitian pendahuluan senyawa alelopati pada rhizoma Imperata cylindrica (L. 1987. selain oleh kemampuan bersaing yang tinggi. album. 34 . Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan terhadap 140 spesimen yang merupakan koleksi Herbarium Bogoriensis LBN Bogor serta tanaman yang tumbuh di daerah Purwokerto. (1965) membuat kunci determinasi untuk membedakan 3 varitas yang dikenal dan diakuinya ada di Jawa dan diberi nama viride. kaca piring) dengan metode kromatografi gas-cairan dan GC-MS HALIM ZAINI.) Beauv.) Griff. linalil asetat dan stirolil asetat. SUTJIPTO HALIM. Filipina dan Papua Nugini) terdapat 6 varitas Graptophyllum pictum. Penelitian yang dilakukan ialah pengamatan spesimen segar.nyerapan maksimum pada panjang gelombang dan intensitas yang sama. 0) Karakterisasi komponen kimia minyak atsiri Gardenia angusta Merr. belum dapat menggambarkan keanekaragaman varitas atau takson yang ada dalam jenis tersebut. dan BIndonesia. Isolasi minyak atsiri dari bunga gardenia dilakukan dengan soksletasi terus menerus dengan eter pada 40°C dan ekstraksi langsung dengan alkohol pada suhu kamar. N.) BEAUV. JK FMIPA ITB I mperata cylindrica (L.) GRIFF. Miquel (1850). GC-MS. hingga saat ini masih lebih banyak dipandang sebagai salah satu tumbuhan rumput pengganggu bagi tanaman yang dibudidayakan di atas lahan kering. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk lebih memperjelas konsep varitas Graptophyllum pictum di Malesia. yaitu pada: 1750-1650. var. di Malesia WIWIK HERAWATI. lurido-sanguineum. Dari hasil tersebut diduga terdapat xanthone pada kulit buah Garcinia mangostana L.d Brink Jr. sehingga kunci yang dibuat oleh Backer & Bakhuizen v. flavo-rubrum. seperti pada xanthone standar. (No. Dengan cara di atas terungkap adanya terpineol.) Beauv.) Griff. Isolasi dilakukan dengan ekstrakst dan analisis dengan kromatografi lapis tipis. penentuan nama sementara dan pembuatan kunci determinasi. ( o 8 * GARDENIA AUGUSTA MERR.1400-1200. Backer & Bakhuizen van den Brink Jr. GC-MS serta spektroskopi inframerah. var. Hal ini disebabkan. kromatografi gas. 1986.1650-1450. (No. yang dikenal dengan nama alang-alang. FB UNSOED P ENELITIAN Linnaeus (1762). dan diduga adalah mangostin. tidak dapat dipakai lagi. 89*) IMPERATA CYLINDRICA (L. 1989.

Phyllanthus niruri L. N. Kelompok I sebagai kontrol normal (tanpa diberi CCU dan ekstrak). JF FMIPA UNPAD banyak dijumpai terutama di Asia. 400 mg dan 600 mg/kg bb. Laos yang diteliti dibuat dalam bentuk irisan. 1979. tetapi tidak memberikan hasil yang signifikan terhadap penurunan kadar SGPT. kelompok II sebagai kelompok normal diberi ekstrak 400 mg/kg bb. 1989.. Uji pengaruh ekstrak air daun katimaha (Kleinhovia hospita L. FMIPA UNPAD U NTUK mengetahui kebenaran efek bakteriologik dan mikologik dari laos. Salmonella typhi dan jamur Microsporum gypseum MOHAMAD EKSAN SJAFIUDIN. Penelitian ini meliputi uji pengaruh ekstrak air daun Kleinhovia hospita L. Kelompok V diberi CCLf dan ekstrak 400 mg/kg bb. berpengaruh terhadap penurunan kadar SGOT pada dosis 200 mg. Dari 8 komponen tersebut 4 komponen di antaranya diduga adalah asam o-kumarat. Kumarin tidak ditemukan. Jumlah ekstrak yang dapat diserap oleh keempat dasar salep tersebut maksimum 20% dan salep ekstrak laos yang memberikan daya hambat terhadap bakteri adalah salep dengan kadar 30% untuk dasar salep hidrokarbon dan dengan kadar 15% dan 30% bagi dasar salep emulsi air dalam minyak.Hasil analisis dengan kromatografi gas diperoleh data yang menunjukkan adanya minimal 8 komponen dalam ekstrak eter dari rhizoma.Katimaha (Kleinhovia hospita L. (No. N. Eclipta alba Haask. Microspomm canis dan Trychophyton violaceum.dalam minyak (A/M). efektif? Tujuan adalah mencari Ekstrak laos berkadar: 15%. diuji terhadap bakteri Staphylococcus aitreus. L) Formulas! salep dengan ekstrak laos dan penentuan daya hambatnya terhadap bakteri dan jamur SRI ARDANI SOELARTO. telah dilakukan penelitian in vitro terhadap laos merah dan putih yang segar dan yang dikeringkan. Curcuma xanthorrhiza Roxb... emulsi minyak dalam air (M/A) dan dasar salep larut dalam air. sedangkan sebagai jamur uji digunakan 35 . dan tiap kelompok terdiri dari 4 ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air daun Kleinhovia hospita L. Daya hambat salep terhadap jamur tidak dapat diperoleh hasil yang meyakinkan. 60% dalam dasar salep hidrokarbon.) terhadap penurunan kadar SCOT dan SGPT darah tikus putih pada keadaan hepatotoksik Susi LAHTIANI. Tikus putih dikelompokkan menjadi 7 kelompok. Akhir-akhir imi PENYAKIT hati masih hasil penelitian tentang tumbuh-tumbuhan dandiproduknya yang mempunyai banyak dikemukakan aktivitas untuk perlindungan hati. 94*) KLEINHOVIA HOSPITA L. Kelompok VI diberi CCLj dan ekstrak 600 mg/kg bb. diberi CCLi dan air suling 2 mL. Sebagai bakteri uji digunakan Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi. L Penelitian efek bakteriologik dan mikologik dari laos merah dan laos putih yang segar dan yang dikeringkan terhadap bakteri Staphylococcus aureus. JF FMIPA UNPAD PAKAH masih mempunyai daya antibakteri dan antifungi yang Apenelitiansalep ekstrak laosformulasi sediaan salep yang cocok bag! ekstrak laos.. STUNTZ. Kelompok IV diberi CCU dan ekstrak 200 mg/kg bb. ( o 95*) LANGUAS GALANGA ( . asam vanilat dan vamlin. jamur Microsporum gypseum. dengan dan tanpa penambahan asam cuka.. emulsi ah. antara lain: Curcuma domestica Val. asam benzoat. terhadap penurunan kadar SGOT dan SGPT pada tikus putih yang telah diinduksi dengan karbon tetraklor (CCI4). 1981. 30%. Kelompok HI sebagai kelompok kontrol.) adalah salah satu tumbuhan yang tumbuh di Sulawesi Selatan yang digunakan sebagai obat tradisional untuk pengobatan penyakit hati.. Silybiwn marianum L. ( o 96*) LANGUAS GALANGA ( ) STUNTZ. termasuk Indonesia. 1\imbuh-tumbuhan itu. parutan dan air perasan. penyakit kumng dan hepatitis.

Hasil yang didapat ini sesuai dengan penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya terhadap Litsea. & V. Penetapan struktur ketiga senyawa tersebut di atas. JK FMIPA ITB L itsea merupakan salah satu dari 18 genus suku Lauraceae yang memiliki kandungan alkaloida. isolasi alkaloida. Pemisahan senyawa dari fraksi yang tidak larut dalam asam menggunakan kromatografi kolom. yaitu penghilangan lemak dari materi tumbuhan. Isolasi alkaloida aporfin dari Litsea accedentoides K. baik jenis merah dan putih. tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dalam daya menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur uji. telah diteliti kandungan alkaloida dari spesies Litsea accendentoides. Salah satu genus Dalam percobaan ini. & V. bahwa alkaloida yang berhasil diisolasi adalah suatu aporfin yang bersifat fenolik dan mengandung substituen pada posisi 1. 99*) LITSEA ACCEDENTOIDES K. diikuti dengan pemisahan menggunakan kromatografi kolom. Analisis kemurnian dari produk yang berhasil diisolasi dilakukan dengan kromatografi lapis tipis. 100*) LITSEA DIVERSIFOLIA BL. Pengkajian kimia kulit akar Litsea diversifolia dalam penelitian ini. maka akan terlihat nyata bahwa laos segar menunjukkan daerah hambat yang lebih besar dari laos yang dikeringkan. fraksi basa melalui pemisahan dengan cara yang sama menghasilkan pula suatu senyawa berbentuk kristal jarum yang berwarna kuning. HESTI BUDIATI. (No. JK FMIPAITB AURACEAE merupakan suku tumbuhan yang biasanya mengandung alkaloida. dan prosesnya mencakup beberapa tahap. sedangkan reaksi asetilasi menggunakan Ac2O dan piridin menghasilkan N. Beberapa senyawa apomorfin dilaporkan mempunyai aktivitas fisiologis yang penting seperti obat jantung. Data spektroskopi ultraviolet. dilakukan dengan cara spektroskopi yang lazim. Ldari suku Lauraceae yang mengandung alkaloida adalah Litsea dan alkaloida yang biasanya ditemukan dalam genus ini adalah jenis aporfin. Ternyata Litsea accedentoides juga mengandung alkaloida dari jenis aporfin. Data spektroskopi dari kedua senyawa kristal tersebut identik dengan yang 36 . Jika dibandingkan hasil pengukuran daerah hambat terhadap kedua bakteri uji dari laos segar dan yang dikeringkan dengan jumlah berat yang sama pula. inframerah dan NMR menunjukkan. Litsea diversifolia adalah salah satu spesies yang terdapat di Indonesia dan belum pernah diungkapkan kandungan kimianya. pemisahan konstituen fenolik dan non-fenolik. Selanjutnya. 9 dan 10. maupun bentuk pengolahan parutan dan irisan. efek daya hambat laos merah lebih nyata dibandingkan dengan yang putih. obat kanker dan sebagainya.O diasetil aktinodafnin. Laos yang dikeringkan. 2.Microsporum gypseum. yang pada umumnya jenis apomorfin. Isolasi alkaloida dilakukan berdasarkan sifat basa dari alkaloida. bahwa basa alkaloida yang merupakan komponen utama Litsea diversifolia adalah aktinodafnin. Penambahan asani cuka memperlihatkan perbedaan daya hambat yang besar daripada jika tidak ditambahkan. Dari hasil penelitian dengari laos yang segar dapat dilihat bahwa daya menghambat pertumbuhan bakteri uji dan jamur uji dari laos ini cukup besar dan terlihat pula adanya perbedaan efek antara laos merah dan laos putih. No. Reaksi N-metilasi dengan HCOH dan NaBH4 terhadap basa alkaloida tersebut menghasilkan kasitisin. Melalui kedua turunan senyawa tersebut dapat disimpulkan. menggunakan pereaksi pendeteksi yang spesifik untuk alkaloida. Alkaloida dari kulit akar Litsea diversifolia BL Euis HOLISOTAN HAKIM. Sedangkan dari 478 spesies tanaman yang termasuk genus Litsea sampai saat ini baru 34 spesies yang telah diselidiki kandungan alkaloidanya. Terutama terhadap Staphylococcus mtreus. 1989. dilakukan dengan mengisolasi bahan tanaman yang kering dan menghasilkan basa alkaloida yang mudah rusak karena pengaruh udara dan penyinaran. menghasilkan suatu senyawa berupa kristal jarum yang tidak berwarna sebagai komponen utama. 1989.

1989.) C. menghasilkan senyawa berupa kristal yang mengkilat dengan jarak lebur 164-166°C.kandungan alkaloidanya. 0. Dari kulit ranting fraksi non-fenolik dihasilkan kristal dengan jarak lebur 189-191°C dan dengan spektroskopi ultra- violet diperoleh alkaloida fenantren. var.) B.69 dan 0. pemisahan fraksi fenolik dan non-fenolik. Dari kulit akar fraksi non-fenolik diperoleh kristal dengan jarak lebur 207-209°C. Spektroskopi inframerah menunjukkan alkaloida aporfin yang mengandung gugus hidroksi pada C-9. Dengan spektroskopi NMR dan GC-MS diperoleh dugaan.) C. B. Penelitian ini dilakukan terhadap kulit akarnya. Untuk mengetahui jenis alkaloida lain yang terkandung dalam kulit akar Litsea diversifolia.C.82. Rob. HELMI. 1989. B.) C. littoralis Blume. 1990. tiga di antaranya menunjukkan uji alkaloida positif terhadap pereaksi Dragendorff.51. B. inframerah. Rob.tumbuhan yang ditemukan di belum pernah dilaporkan Penelitian ini Pemisahan dilakukan dengan perkolasi menggunakan heksan dan metanol. JK FMIPAITB ENELTTIAN terdahulu menyatakan bahwa Litsea diversifolia BI. merupakan salah satu tumbuhan yang cara ekstraksi secara maserasi. (No. maka zat ini merupakan alkaloida baru dan untuk ini perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan. Rob.19. Alkaloida dari Litsea diversifolia Bl. var. B. bahwa alkaloida 1-N. Hasil kromatografi lapis tipis menunjukkan adanya empat bercak. Analisis dilakukan dengan cara kromatografi lapis tipis. mengandung actinodafnin jenis > aporfin sebagai alkaloida utama. Bercak kedua dengan Rp 0. 102*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR. yang menghasilkan senyawa alkaloida yang mudah rusak karena Pemeriksaan dengan kromatografi lapis tipis. NMR dan GC-MS. Alkaloida dari fraksi fenolik Litsea glutinosa (Lour. JK FMIPA ITB itsea glutinosa (Lour. Alkaloida dari Litsea glutinosa (Lour. Ketiga senyawa yang lain belum diperiksa. 0. Jika zat ini benar. Dari kelima bercak tersebut.dan Rob.) C. littoralis Blume. ROB. 0.35. Sedangkan tiga koraponen lain dari kedua fraksi tersebut. belum diteliti lebih lanjut.3-metilendioksi-6-metoksi fenantren. kemudian dilakukan bertujuan untuk meneliti kandungan alkaloida fraksi non-fenolik dari kulit akar dan kulit ranting Litsea glutinosa. diperoleh 5 bercak dengan Rf: 0.diperoleh dari aktinodafnin. menggunakan gel sebagai fase diam dam pelarut organik kloroform. (No. JK FMIPA ITB (Lour. inframerah dan GC-MS.74. (No. ROB. Isolasi dilakukan secara kromatografi lapis tipis. sedangkan 2 komponen lainnya belum diteliti lebih lanjut. Analisis dilakukan dengan spektroskopi ultraviolet. var. salah satu dari empat senyawa diduga sebagai benzil-isokuinolin. ADEL ZAMRI. Untuk memisahkan masing-masing komponen dilakukan kromatografi kolom. littoralis-Blume Lditemukan di Indonesia. Data spektroskopi senyawa hasil isolasi tersebut. VITA SOPHIATA. penentuan jarak lebur dan pemeriksaan spektroskopi ultraviolet. identik dengan senyawa boldin yang telah diketahui sebelumnya. var. Dengan spektroskopi. merupakan salah satu Litsea glutinosaIndonesia. Isolasi dilakukan dengan pengaruh udara dan cahaya. 37 . benzen dan metanol sebagai fase gerak. littoralis Blume. 101*) LITSEA DIVERSIFOLIA BL. B. 103*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR. N dimetilamin-N-oksida-7-hidroksi-3. dilakukan pengujian pada alkaloida fenolik dengan perkolasi menggunakan metanol yang diikuti dengan pemisahan alkaloida fenolik dari alkaloida total.) C.

Diduga alkaloida ini termasuk dalam kelompok alkaloida proaporfin. berhasil diperoleh kristal putih dengan jarak lebur 142-143°C. JK FMIPAITB EPERTI penelitian sebelumnya. Berdasarkan jarak lebur dan harga Rf yang sama. SRI WlDARTI. gugus metilen dioksi pada posisi C-l dan C-2 serta gugus metoksi pada C-10. Dari pemeriksaan spektroskopi yang dibandingkan dengan senyawa standar dapat disimpulkan. Dari analisis didapatkan kristal tidak berwarna dengan jarak lebur 174I5-177°C. Kajian terhadap kandungan kimia terutama kandungan alkaloida belum banyak dilakukan. 0. yaitu penghilangan lemak. (No. Isolasi dan penentuan struktur alkaloida dilakukan terhadap fraksi fenolik dari kulit kayu tanaman Litsea monopetala. Alkaloida dari Litsea monopetala (Roxb. littoralis Blume Saporfin dari kulit kayu tanaman Litsea glutinosa. asam lemak dan arabinoksilan. 9 dan 10. var. Untuk memisahkan masing-masing komponen dilakukan (No. Rob. 2. ASEP ADI SUPRIHATNA.) Pers.01%.) Pers.(No. JK FMIPA ITB ARI penelitian terdahulu diketahui. isolasi dan analisis dilakukan dengan kromatografi kolom menggunakan silika gel sebagai fase diam. Ddafnin.53.) PERS.5-177°C. pemisahan fraksi alkaloida fenolik dan non-fenolik.) C.wa ini dikenal sebagai senyawa aktinodafnin. Senya. 0.75. Dari sini didapatkan tiga fraksi. bahwa senyawa yang berhasil diisolasi adalah alkaloida kelompok noraporfin yang tersubstitusi pada 1. isolasi dan analisis dilakukan dengan cara yang sama. setelah dilakukan kromatografi kolom dan rekristalisasi. 0. 105*) LITSEA MONOPETALA (ROXB. Salah satu spesies Litsea yang banyak ditemukan di Indonesia adalah Litsea monopetala (Roxb. Analisis spektroskopi menunjukkan bahwa alkaloida ini mempunyai kerangka aporfin yang tersubstitusi pada posisi 1. ROB Isolasi senyawa aporfin fraksi fenolik dari tanaman Litsea glutinosa (Lour. 0. S FERI HERLINA ANWAR. JK FMIPA ITB EMUA alkaloida yang pernah dilsolasi dari spesies Litsea termasuk ke dalam kelompok benzil tetrahidroisokuinolin. fraksi 1 dan 2 merupakan alkaloida yang sama. Senyawa alkaloida dan non-alkaloida Litsea monopetala (Roxb.41. pada penelitian ini dilakukan isolasi alkaloida fraksi fenolik yaitu cara yang sama.) Pers. Pemisahan alkaloida melalui beberapa tahap. Dari dua bercak pada kromatografi lapis tipis fraksi fenolik. semuanya menunjukkan uji alkaloida positif terhadap pereaksi Dragendorff. 0. kadar 2x10 % yang merupakan alkaloida non-fenolik. Pemisahan. isolasi alkaloida.32. NMR dan GC-MS. 10 dengan gugus fungsi hidroksi pada posisi C-9. dan pelarut organik kloroform dan metanol sebagai fase gerak. B. 1989.57 dan 0. 1989. Dari ketujuh bercak tersebut. 2. inframerah. 106*) LITSEA MONOPETALA (ROXB. kromatografi kolom. aporfin dan morfinandienon. Pemeriksaan dengan kromatografi lapis tipis menghasilkan tujuh bercak dengan Rf = 0.) PERS.28. B. Penelitian ini bertujuan mengisolasi senyawa alkaloida fraksi non-fenolik dan senyawa non-alkaloida dari kulit batang Litsea monopetala. Sedangkan senyawa non-alkaloida yang ditemukan diidentifikasi sebagai senyawa atranorin yang mempunyai jarak lebur 174. kadar 0.) C.34. 9. 1990. pemisahan konstituen alkaloida murni dengan kromatografi lapis tipis. kristalisasi serta analisis dengan penentuan jarak lebur dan dengan spektroskopi ultraviolet. tetapi umumnya kandungan alkaloida Litsea didominasi oleh kelompok aporfin. Pemisahan. Satu komponen lain dari fraksi fenolik yang diisolasi belum dilakukan identifikasi dan ditentukan strukturnya. 104*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR. bahwa tanaman ini mengandung antara lain senyawa aktino- 38 .

Ciri-ciri mikroskopi daun mengkudu adalah terdapatnya berkas pembuluh kolateral.0810. 1989. Pada penelitian ini ditentukan kadar kalsium. Hasil kromatografi kolom diperoleh 2 fraksi yang diharapkan murni.251-0. magnesium (0.1253-1117. 1548-1515. Untuk menjelaskan mekanisme koagulasi dan penurunan populasi mikro-organisme pada air yang telah diperlakukan dengan biji kelor. Analisis beberapa unsur dan senyawa dari biji kelor Moringa oleifera Lamk. natrium (0. 2850. nitrogen (2.806-10. 1445. 235 nm dan 315 nm. 1362. karena kandungannya dalam biji kelor relatif sedikit. minyak (35. 3125.014). mulut daun tipe parasitik dan kristal oksalat berbentuk jarum (raphides). 1689-1639. 3250. 1235. 1608. Fraksi II: a) 216 nm. 1497.571).76136. 3250. dengan karakteristik fisik sebagai berikut. c) dalam NaOH 2N: 236 nm. kadar komponen yang dikandung dalam biji kelor akan berbeda. Spektrum penyerapan inframerah menunjukkan maksimum pada panjang gelombang (cm" ): Fraksi I: 3700. enam macam komponen berfluoresensi biru di bawah sinar ultraviolet dan satu macam komponen berfluoresensi merah. 2857. Dari hasil penelitian ini diperoleh kadar (% berat): kalsium (0. dengan menggunakan prosedur dan metode yang sudah diketahui. Pada kromatografi lapis tipis diperoleh tujuh macam komponen. Data yang diperoleh dapat dipergunakan untuk membantu dalam penelitian selanjutnya. c) pada NaOH2N: 240 nm. 1212.1449. 1366. Fraksi II: 3750.(No. Dilakukan penelitian mikroskopis daun mengkudu serta reaksi kimia dan kromatografi lapis tipis dua dimensi terhadap sari kasar daun mengkudu. yang telah tua ternyata dapat digunakan untuk membersihkan air untuk keperluan sehari-hari. 2300. sesuai dengan hasil penelitian yang sejenis.1497. minyak dan asam oleat yang dikandung dalam biji kelor.112). 112*) MORINDA CITRIFOLIA L. natrium. 2778. b) dalam HC1 2N: 217 nm. Pada penelitian ini diharapkan dapat diperoleh atkaloida murni yang karakteristik tlsiknya dapat ditentukan.1550-1515. 1250. (No.314-0. Mayer dan Bouchardat. 1979.611-3. Terlihat bahwa dalam suasana basa terjadi pergeseran batokromik atau terjadi perubahan struktur molekul. asam oleat (10. seperti penentuan struktur kimia dan efek farmakologi.1408.1101.1031.714). FMIPA UNPAD T UJUAN penelitian adalah untuk memperoleh data farmakologi dari daun mengkudu. JK FMIPA ITB B IJI kelor Moringa oleifera Lamk. protein (7. terlebih dahulu harus ditentukan komponen apa saja yang terdapat dalam biji kelor. kalium.) Trn WIRAHARJA NIKODEMUS.081-0. 39 . 1706.1303.1689-1639.021-42.257).1053. b) dalam HC12N: 213 nm dan 290 nm. YUN MEDIA HANDAYANI.006). kalium (0. nitrogen. bahwa dari pohon dan tempat tumbuh yang berbeda.1389. Saponin ditentukan hanya secara kualitatif.1053.430). fosfor (0.1724. fosfor. Dari hasil penelitian ini antara lain dapat disimpulkan.623). Spektrum penyerapan ultraviolet menunjukkan maksimum pada panjanggelombang: Fraksi I: a) 210 nm dan 292 nm. 114*) MORINGA OLEIFERA LAMK. Uji saponin yang dilakukan secara kromatografi lapis tipis menunjukkan hasil yang positif untuk tiap cuplikan. Isolasi dan analisis fraksi alkaloida dari daun tumbuhan mengkudu (Morinda dtrifolia L. 235 nm dan 315 nm.2778. 1323. Sari kasar daun mengkudu menberikan reaksi positif terhadap pereaksi pengendap alkaloida seperti Dragendorff.1020.327).000-0. protein. Semua komponen memberi warna jingga dengan pereaksi Dragendorff. magnesium. 1163-1149.950.

1984. (No. di antaranya safrol dari minyak atsiri pala dengan kromatografi kolom dihasilkan senyawa dengan indeks bias (20°C): 1. larut dalam 2. Analisis komponen kimia minyak atsiri fuli pala dengan GC-MS ARYETTI. Selanjutnya hasil isolasi ini dianalisis secara fisikakimia. 1989. bilangan asam 5. putaran optik. rematik dan diperkuat oleh hasil penelitian terdahulu adanya senyawa yang aktif sebagai antibakteri. Dari analisis diketahui ada 7 komponen utama dalam minyak atsiri. PPPS ITB yang banyak TANAMAN pala (Myristica fragransiniHoutt.5 volume alkohol 90%. diekspor juga dalam bentuk minyak. bilangan penyabunan 31. Escherichia coli dan Staphylococcus aiireus. Minyak hasil isolasi ini merupakan cairan bening dan berbau harum seperti fuli penghasilnya. bahwa ekstrak eter minyak tanah kulit akar kelor yang diteliti menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji Salmonella typhosa. Buah pala sebagai rempah terutama diekspor dalam bentuk biji. beta-pinen. bahwa berbagai bagian tumbuhan kelor dapat digunakan Penentuan komponen utama minyak atsiri dari pala SAIFULLAR 1989. Hasil isolasi ditetapkan tetapan fisiknya. antara lain untuk mengobati penyakit kulit. Percobaan yang dilakukan didahului dengan isolasi minyak fuli menggunakan pelarut heksan dan dilanjutkan dengan destiiasi uap. menghasilkan minyak atsiri dengan rendemen 18. putaran optik: + 10. Uji antibakteri zat larut dalam fraksi eter minyak tanah kulit akar kelor (Moringa oleifera Lamk.24%.64.5379. 117*) MYRISTICA FRAGRANS HOUTT. betafelandren. Berdasarkan hal tersebut di atas telah dilakukan penelitian fraksi eter minyak tanah dari kulit akar kelor sebagai antibakteri. kamfen. Hasil uji dapat disimpulkan. Analisis secara fisika menunjukkan minyak fuli ini mempunyai indeks bias (27°C): 1. Tetapi selain dalam bentuk biji.) sebagai bahan obat tradisional yang khasiatnya. p-simen. (No. 40 . SUDARSINI. Ada dua jenis minyak yang dihasilkan oleh buah pala yaitu minyak pala. Analisis komponen kimia didahului dengan destiiasi vakum dan dilanjutkan dengan analisis GC-MS. dihasilkan oleh biji kering buah pala yang telah masak dan minyak fuli yaitu minyak yang dihasilkan arillode kering biji pala yang telah masak. sisa penguapan. Analisis dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas serta isolasi minyak atsiri dilakukan dengan kromatografi kolom. Pada penelitian ini telah dilakukan analisis komponen kimia salah satu minyak pala (Myristica pagans Houtt.4572. putaran optik (27°C): +35 dan bobot jenis (27°C): 0. Spektrum penyerapan ultraviolet menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 236 nm dan 263 nm.6. indeks bias (20°C): 1. Tetapan fisik minyak atsiri adalah: bobot jenis 0. JF FMIPA UNPAD ( AR1 penelusuran pustaka diketahui.) merupakan sa!ah satu suku Myristicaceae menghasilkan terdapat di Indonesia.(No. Metode yang digunakan adalafa soksletasi dengan pelarut eter minyak tanah dan pemeriksaan golongan senyawa dari ekstrak tersebut dan uji daya antibakteri dengan metode cakram kertas.24. 115*) MORINGA OLEIFERA LAMK. Minyak atsiri diperoleh dengan penyulingan uap dan tetapan fisik yang ditentukan ialah: bobot jenis.4255. bilangan asam dan bilangan penyabunan.3%. Tanaman di Indonesia dibudidayakan terutama untuk rempah-rempah. Ingin diketahui komponen utama minyak atsiri dari biji maupun fuli (komponen di sama). 118*) MYRISTICA FRAGRANS HOUTT. sisa penguapan 2. linalol safrol dan konstituen lain yang belum dapat ditetapkan.). Bacillus subtilis. JK FMIPA ITB aroma BJJI dan fuli pala mempunyaidalamnyakhas. Spektrum massa dari minyak atsiri fuli menunjukkan bahwa minyak atsiri fuli mengandung konstituen alpha-pinen. ayan.8254. kelarutan dalam alkohol 20%. indeks bias pada 20°C.844.

Tanaman Oldenlandia corymbosa L. SUDARSONO. mengandung 3 buah senyawa golongan iridoid. OL. JK FMIPAITB UMBUHAN Ocimum sanctum L. Minyak atsiri dengan spektrofotometer ultraviolet mempunyai serapan maksimum pada panjang gelombang 258 nm. termasuk di daerah tropis O yang oleh masyarakat dikenal dengansuku Rubiaceae. 1987. klasifikasi serta kristalisasi kandungan utamanya. Tanaman ini mengandung minyak atsiri yang berbau sangat harum. daun dan bunga kemangi segar dengan pelarut metanol dan dilanjutkan dengan n-heksan. dimana ditemukan 3 macam senyawa yaitu OLi. C = C. Unalol. 3. Analisis minyak basil isolasi dengan spektrofotometri inframerah menunjukkan adanya gugus O-H. Komponen utama minyak kemangi basil isolasi diduga merupakan senyawa seskuiterpen dengan bobot molekul 224. Penelitian komponen kimia minyak atsiri Ocimum sanctum L. banyak tumbuh di daerah-daerah di Indonesia dan juga di negara-negara Asia dan Amerika. klasifikasi dan kristalisasi kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. Senyawa OL. suku bahan campuran makanan. kemudian dilakukan destilasi uap terhadap ekstrak yang telah dihilangkan pelarutnya.015%) dengan jarak lebur 115-118°C dan glukosa sebagai gugus gulanya. sedrol.Pada penelitian ini telah dapat diisolasi dalam bentuk kristal murni senyawa OL2 (0. Dengan spektrofotometer inframerah terungkap adanya gugus fungsi OH. Analisis menggunakan spektrofotometer ultraviolet. JK FMIPA ITB ELUM dijumpai informasi kandungan kimia dari batang dan daun tespong (Oenanthe javanica DC. merupakan tumbuhan liar diteliti mengenai nama wijen hutan. sering tumbuh secara liar. 121*) OCIMUM SANCTUM L. banyak baik Tsebagai obat tradisional maupun merupakan salah satu tumbuhan yangsanctum kegunaannya. 123*) OLDENLANDIA CORYMBOSA L. CH dari metil dan metan. Tujuan penelitian adalah menyelidiki beberapa komponen kimia dari minyak atsiri tespong yang banyak terdapat di Indonesia. Dalam penelitian ini isolasi minyak dilakukan dengan cara merebus batang. termasuk Labiatae yang dikenal dengan nama daerah sebagai kemangi. C-O. 122*) OENANTHE JAVANICA DC. C = O. dengan GC-MS B TITINSUPRIHATIN. Ocimum L. 1987. Dengan GC-MS juga diperoleh informasi tentang kandungan felandren. Hasil analisis dengan GC-MS menunjukkan adanya senyawa Unalol. (No. Diduga kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L.FF UGM ldenlandia corymbosa L. OLs. serta C = O dari karboksilat. 1981. inframerah. Minyak didapat dengan mengekstraksi destilat dengan eter. 2. dengan GC-MS ATHENA ANWAR. yang larut dalam etanol 96% adalah senyawa golongan alkaloida dan atau golongan iridoid yang mempunyai efek terapetik. geranial dan karyofilen. C-H alkana dan senyawa aroma I ik. dan GC-MS.). Minyak diperoleh dengan cara distilasi uap. (No. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kandungan kimia minyak atsiri tanaman kemangi. Kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L.2 dengan jarak lembur 41 . Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1. Isolasi. C = C. yang larut dalam etanol 96% adalah senyawa golongan iridoid.2. Sampai saat ini belum kandungan kimia tanaman ini. Dilakukan percobaan isolasi.(No. dari suatu alkohol. kromatografi gas dan kolom. Dengan kromatografi gas dan kolom memperlihatkan adanya 21 komponen. Penelitian komponen-komponen kimia minyak atsiri Oenanthe javanica DC.

128*) PHASEOLUS VULGARIS L. Uji keracunan dilakukan terhadap telur udang air asin yang baru menetas. Percobaan yang dilakukan telah berhasil memisahkan pachyrrhizin murni dari biji bengkuang dengan cara ekstraksi sokslet. pemisahan dan isolasi komponen dan penetapan sifat fisik komponen yang diisolasi dengan spektrofotometri ultraviolet. Stfat-sifat fisik. 124*) PACHYRRHIZUZ EROSUS URBAN. ekstraksi. A. triterpenoida dan steroida. inframerah. Pemisahan kromatografi lapis tipis dari ekstrak kloroform.). 130*) PHASEOLUS VULGARIS L.) mempunyai khasiat menurunkan kadar glukosa dalam dan glikosida. Bouchardat dan Mayer menunjukkan reaksi positif alkaloida. dapat menunjukkan bahwa zat yang diperoleh itu adalah benar pachyrrhizin.) P DEDISOFYAN. Penelitian ini dilakukan untuk konfirmasi sifat racun dari pachyrrhizin. di samping itu mengandung pula golongan alkaloida. Daya racun pachyrrhizin dan fraksi lain pada ekstrak biji bengkuang (Pachirrhyzuz erosus Urban. warna kristal dan fluorosensi di bawah sinar ultraviolet. (No. tanin. kromatografi kolom dan rekristah'sasi. flavonoida dan glikosida. menunjukkan satu bercak dengan serapan maksimum pada panjang gelombang 210 nm. Salah satu bercak (Rf = 0.) mempunyai khasiat menurunkan kadar glukosa dalam darah. flavonoida OLONG buncis (Phaseolus vulgaris L. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui senyawa yang terdapat di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat-sifat tanaman ini. Hasil pemeriksaan kromatografi lapis tipis dengan larutan pengembang aseton-air (1:1) v/v dan penampak bercak Dragendorff modifikasi Thies menunjukkan dua bercak berwarna jingga dengan I . bahwa buncis mengandung vitamin dan mineral yang sangat diperlukan oleh tubuh. JF FMIPA UNPAD OLONG buncis (Phaseolus vulgaris L. ekstraksi pelarut-pelarut. kloroform: metanol (95:5) v/v sebagai pelarut dan larutan Liebermann-Burchard sebagai penampak bercak. Sari etanol 96% tanaman Oldenlandia corymbosa L. RAHAYU NUROCHMAN. 4. (No. flavonoida. Metode pemeriksaan terdiri dari karakterisasi simplisia. Penelitian dilakukan terhadap ekstrak dengan cara kromatografi lapis tipis. nikel. 1986. Beberapa pustaka menyatakan bahwa buncis mengandung senyawa alkaloida.84). ENNY RATNANINGSIH. sedang yang beracun adalah fraksi lain. tidak mengandung senyawa golongan alkaloida. Kadar yang diperoleh adalah 0. JK FMIPA ITB Pdarah. Namun akhir-akhir ini timbul keragu-raguan tentang sifat racun pachyrrhizin. (No. 1987.07%. Terdapat juga mineral: kalsium. yang diduga mengandung saponin atau rotenon. Percobaan menunjukkan bahwa pachyrrhizin sama sekali tidak bersifat racun. JK FMIPAITB terdahulu telah menyebutkan bahwa pachyrrhizin ini tidak mempunyai kerja insektisida. Isolasi dan penetapan karakteristik fisik senyawa alkaloida dari buncis Phaseolus vulgaris L. bentuk kristal. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya alkaloida. 1986. Data spektroskopi ultraviolet. spektrofotometri ultraviolet dan inframerah.115-118°C. menunjukkan lima bercak. menggunakan adsorben silika gel 60 GF 254. NMR dan GC-MS juga sangat mendukung hal ini. Pemeriksaan pendahuluan terhadap ekstrak buncis dengan menggunakan pereaksi Dragendorff. besi. >ACHYRRHIZIN merupakan salah satu senyawa yang terdapat dalam biji bengkuang. termasuk senyawa golongan iridoidglikosida dengan glukosa sebagai gugus gula. skrining fitokimia. yakni suhu lebur. Para peneliti Beberapa aspek farmakognosi dari buncis (Phaseolus vulgaris L. saponin. aluminium dan silikon dalam abu total. setelah diisolasi dan dilakukan kromatografi lapis tipis dua dimensi. Beberapa pustaka menunjukkan.

63% b/b.) termasuk suku Mimosaceae. (No.) Tmempunyai daun tunggal berlekuk. kimia kualitatif dan skrining fitokimia pada ekstrak air dan etanol serbuk buah ceplukan. kadar sari yang larut dalam air: 34. Penelitian ini akan melanjutkan penelitian kandungan kimia dengan menggunakan akar segar. telah diisolasi beberapa kandungan alkaloida.) HERMAN PUSPITA. Hasil kromatografi lapis tipis preparatif terhadap fraksi ini dengan eluen 43 . masih satu ordo dengan tanaman ginseng. Pemeriksaan spektrofotometri ultraviolet memberikan serapan maksimum pada panjang gelombang 195nm dan 230 nm. Data ini menunjukkan bahwa senyawa ini berbeda dari kuasinoid yang telah dilaporkan dari kulit batang Picrasma javanica BL. 2920 cm'1 (C-C-H). Isolasi zat pahit dari akar Picrasma javanica Bl. 1700 cm"1 (regang -C = O karbonil konjugasi). yaitu ordo Leguminosae. senyawa golongan tanin didapat dalam ekstrak etanol panas. bagian tanaman jengkol yang akan diteliti adalah kulit buahnya. 1986. JK FMIPA ITB J ENGKOL (Pithecellobium lobatum Benth. Fraksi dari n-butanol memberikan hasil positif terhadap uji kimia saponin. lebih besar dari pada kadar sari yang larut dalam etanol: 15. Pada pemeriksaan kromatografi lapis tipis dua dimensi dengan Rf = 0. 1988. Penelitian dilakukan secara mikroskopis. 133*) PICRASMA JAVANICA BL. 1770. 1100. 1540. Ditemukan satu senyawa pahit Zi berupa kristal jarum putih kekuningan dengan jarak lebur 216-219°C. Hasil isolasi dengan metode ekstraksi dan pengendapan dengan timbal asetat memberikan dugaan kuat adanya fraksi yang merupakan bagian senyawa saponin (crude saponin). kalium. 1250 cm"1 (regang C = C-O). JK FMIPA UNAND ARI kulit batang Picrasma javanica Bl. Departemen Kesehatan tentang obat tradisional yang dibuat bentuk tablet atau kapsul harus berisi ekstrak air atau etanol bahan tanaman. magnesium dan besi.780 dan 610 cm'1. 132*) PHYSALIS ANGULATA L. buah berbentuk lonceng bercangkap lima dan berkelopak besar. JF FMIPA UNPAD UMBUHAN ceplukan (Physalis angulata L. sedangkan senyawa kimia yang akan diperiksa adalah saponinnya.83% b/b. Ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan metanol. Penelitian ini dilakukan dalam rangka menanggapi surat edaran Evi NoviARSYAH LATIF. (No.57 menunjukkan satu bercak jingga. Jengkol diduga mengandung senyawa bahan alam saponin. Pada pemeriksaan spektrofotometri inframerah menunjukkan adanya puncak pada panjang gelombang 2700. kemudian difakukan fraksinasi dan analisis dengan kromatografi. Abu total serbuk buah ceplukan mengandung unsur natrium. Dalam penelitian ini.07 dan Rf2 = 0. 1050 cm"1 (regang C-O-C).57. 1760 cm'1 (regang -C = O lakton). T\ijuan penelitian ini adalah untuk mengetaui apakah ada perbedaan kandungan kimia dalam akstrak air dan ekstrak etanol dari buah ceplukan.1400.harga Rn = 0. Kedua ekstrak tersebut mengandung senyawa alkaloida dan saponin. 136*) PITHECELLOBIUM LOBATUM BENTH.1680. Senyawa golongan sterol didapat dalam ekstrak etanol. Pemeriksaan kualitatif kandungan kimia ekstrak etanol dan ekstrak air buah ceplukan (Physalis angulata L. 1989. Penjajagan awal senyawa saponin dalam kulit buah jengkol (Pithecellobium lobatum Benth. kalsium. Secara tradisional seduhan herba ceplukan digunakan sebagai obat penurun tekanan darah tinggi dan obat antidiabetes. dan spektrum inframerah menunjukkan absorbsi pada 3600 cm" (regang -O-H). 3050 cm"1 (C = C-H aromatik). 2340. D ZUHARINA.) adalah tumbuhan perdu yang banyak tumbuh di kebun. (No. serapan maksimum sinar ultraviolet pada panjang gelombang 202 nm dan 254 nm. di samping mengandung senyawa tanin.

Polygonaceae. dan 75 g/kg bb. (No. WANANDA. Suhu diamati tiap jam selama 8 jam. Sedangkan penentuan strukturnya masih belum dapat dilakukan karena kesulitan instrumentasi dan biaya. tanaman ini tidak berkhasiat antipiretik. Masalah yang ingin diteliti adalah: 1. (No. serapan. PPPSITB lygonum perfoliatum L. Penelitian daya antipiretika dari Pluchea indica L. yaitu sekitar 13. Dari data spektroskopi ultraviolet dan inframerah yang dibandingkan dengan data yang sama untuk saponin Merck terlihat bahwa fraksi dengan Rf: 0. diare alau diminum sebagai leh. sedangkan bau tetap. stilben.83 menunjukkan hasil yang positif. sari yang diperoleh mengalami perubahan warna.91 serta satu bercak yang lidak naik. Hasil penelitian menunjukkan: sari daun suji dapat dibuat dengan cara perkolasi dengan etanol 70% sebagai cairan penyari. Di Eropa. perubahan serapan. (luntas/behmtas) GLORIA S. Data ultraviolet menunjukkan panjang gelombang maksimum yang sama dengan panjang gelombang maksimum dari saponin standar. 1987. (Pleomele angustifolia N. Pengamatan pelbagai konsentrasi sari daun suji terhadap warna.18%. SETIAWATI YUSUF.CHCl3:MeOH:H2O = 65:35:10 memberikan 2 bercak dengan Rf 0. diabetes. bau. Adakah perbedaan kestabilan antara sari daun suji dan pewarna sintetik sebagai pewarna dalam suatu formula obat kumur. JK FMIPA UNPAD ELAH diketahui daun suji E Brown) dapat digunakan Tpewarna makananbahwa minuman. 1989. hanya terhadap bercak yang tidak naik menunjukkan positif adanya senyawa tanin. Percobaan asetilasi yang dilakukan terhadap fraksi hasilnya dibandingkan dengan data inframerah dari senyawa asli. (No. Metode yang digunakan: pembuatan sari memakai cara perkolasi. dengan dosis: 25 g/kg bb. Untuk percobaan digunakan 20 ekor kelinci yang didemamkan dengan vaksm kotipa dalam 5 kelompok.83 dan 0. jenis tanaman Polygonium digunakan sebagai obat kanker. satu kelompok tidak diberi obat. 1980. Pada penyimpanan. Dari percobaan diketahui bahwa saponin dalam kulit buah jengkol tersebut adalah jenis saponin triterpenoida. Sejauh mana sari daun suji sebagai pewarna. 50 g/kg bb. Warna obat kumur dengan penambahan sari daun suji sebagai pewarna kurang stabil dibandingkan dengan warna obat kumur dengan penambahan pewarna sintetik FD & C Green No. FKHIPB Inched indica L. khususnya dalam suatu formula obat kumur dapat disimpan. yaitu 237 nm. 44 .. 139*) POLYGONIUM PERFOLIATUM L. Jenis bermacam-macam senyawa. pH. ada tidaknya endapan.. Pada dosis yang dicoba.91 meragukan. Sedangkan percobaan hidrolisis saponin cukup sulit untuk dilakukan. 2. pH.. 137*) PLEOMELE ANGUSTIFOLIA N. juga terjadi endapan. BROWN Pembuatan sari daun suji dan penggunaannya dalam obat kumur NENENG MUPIDAH. Untuk konfirmasi hal ini dilakukan uji antipiretik. E. Uji dengan larutan besi(IH) klorida 10% terhadap masing-masing bercak. Polygonum dari suku K. alkaloida. Penentuan kadar saponin dengan metode spektrofotometri menunjukkan bahwa kadar saponin yang terdapat pada fraksi dari kulit buah jengkol cukup besar. Dari uji biokimia (uji hemolisis darah) untuk bercak dengan Rf: 0.apakah dapat disimpan lama sebagai dan tetapi belum diketahui tanpa mengalami perubahan. Tiga kelompok diberi Pluchea indica L. flavonoida dan steroida atau senyawa turunannya. secara empirik digunakan sebagai antipiretik. sedangkan bercak dengan Rf: 0. 138*) PLUCHEA INDICA L.anaman ini mengandungtermasuk dalam jenis tanamanantara lain antrakuinon. jumlah dan warna bercak. jumlah dan warna bercak dalam kromatografi lapis tipis. 3.83 memang positif saponin. Kajian kandungan kimia tanaman Polygoniutn perfoliatum L.

tidak berbau dan berasa pahit. kemudian kromatografi kolom menghasilkan padatan berwarna jingga sebanyak 0. Penelitian farmakologi dan ekstrak metanol-air akar pakis tangkur aktif sebagai depresan terhadap susunan saraf pusat. bahwa padatan jingga adalah senyawa cis-monohidroksistilben. Berdasarkan hasil pemisahan dan data pengamatan spektrum ultraviolet. dengan metode perkolasi menggunakan etanol 70%. (2). antihepatotoksik. Penelitian fitokimia untuk mengetahui kandungan kimianya sudah banyak dilakukan dan terdapat senyawa flavonoida dan triterpenoida dalam beberapa fraksi pelarutnya. yang mungkin dapat dipergunakan sebagai bahan dasar atau bahan baku dalam pengembangan sintesa senyawa yang berkhasiat sebagai obat kanker pada manusia. lalu diperiksa karakteristik fisik dan kimianya dengan spektrofotometri inframerah.) terhadap polos usus dan dan tikus putih. Ingin diperiksa apakah fraksi fase metanol-air mengandung senyawa triterpenoida dan karakteristik fisik dan kimianya. Usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan SRI ANGGRAHINI. kemudian dikeringkan. Pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium guajava L. Akar pakis tangkur segar diambil dari hutan sekitar kawah gunung Tangkubanperahu pada ketinggian 1300-3000 m dari permukaan laut. Hasil identifikasi menunjukkan adanya dua jenis senyawa triterpenoida dalam fraksi fase metanol-air. antihipertensi. NMR dan GC-MS. 1981. menggunakan metanol:air (8:2). tekanan darahfeeitinggi.. analgetik dan antasid. Sekalipun ada bermacam jambu klutuk. (No. 141*) PSIDIUM GUAJAVA L. Potypodium Mett. (No. karena besarnya kandungan kadar tanin di dalamnya. Daun yang dipetik adalah daun muda pertama dan kedua yang telah mencapai pertumbuhan penuh dari pucuk daun. hipoglikemik. Efek farmakodinami larutan daun jambu klutuk tidak didasarkan pada khasiat antikolinergik atau langsung pada otot polos usus. etilasetat dan metanol-kloroform-air. presipitasi protein. Bahan penelitian diambil dari satu pohon kebun jambu klutuk di desa Mulyo Agung. Triterpen tetrasiklik ini diduga 3-hidroksi-ll-on kolestana. inframerah dan hasil analisis GC-MS dapat disimpulkan.) terhadap otot polos usus dan pupil kelinci dan tikus putih AGUS DJAMHURI dkk. Daun jambu klutuk merupakan sumber tanin yang dapat dimanfaatkan sebagai obat antidiare. 1987. 1986.Penelitian ini bertujuan untuk memisahkan senyawa yang dikandung di dalam akar dan batang tanaman Polygonium perfoUatwn L. 140*) POLYPODIUM FEEI METT. 142*) PSOPHOCARPUS TETRAGONOLOBUS DC. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1). Triterpenoida yang dimurnikan berupa kristal coklat. eter minyak tanah. sakit pinggang bahanlain-lain. tetapi untuk penelitian ini tidak diadakan identifikasi spesies. (3). kecipir (Psophocarpus tempe 45 . kecamatan Dau Malang. SUHARDI.) sebagai untuk dengan cara pembuatan seperti kedele. Kemungkinan cara kerja larutan daun jambu klutuk berdasarkan pada penyamakan mukosa usus khususnya kolon. Di samping itu masih ada khasiat tanin latnnya yang antara lain menjadi adsorben toksin. Hasil ekstraksi dimurnikan secara kromatografi kolom. kloroform. Isolasi dengan cara ekstraksi bertingkat. JF FMIPA UNPAD KAR pakis tangkur. Ekstraksi dilakukan pada serbuk akar dan batang Polygonium perfoliatum L. dikenal sebagai obat tradisional untuk mengobati Apenyakit rematik. (No... Usaha isolasi dan identifikasi triterpenoida dari akar pakis tangkur DADANG ADAM ALAMSYAH. FP UNBRA ini mengetahui PENELITIAN ototbertujuan untuk pupil kelinci pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium guajava L.31%. FTP UGM ENELITIAN ini bertujuan mengetahui tentang pemanfaatan biji Ptetragonolobus DC.

(No.264%. yang masih dapat menunjukkan tidak adanya perbedaan antara perlakuan dan kontrol. Pengaruh penggantian sebagian ransum dengan biji kecipir terhadap bobot badan. Bersifat positif karena mengandung gizi yang tinggi. Percobaan dihentikan pada waktu ayam berumur 8 minggu. sebanyak 5%.. khususnya untuk kenaikan bobot badan. ransum yang diberikan tanpa campuran. yang dititikberatkan pada tekstur atau kekerasan dan flavor dikerjakan dengan uji organoleptik. bersifat negatif karena diduga mengandung zat fitohemaglutinin yang bersifat mitogenik terhadap T-limfosit. Biji kecipir sebagai sumber bahan makanan mempunyai sifat positif dan negatif. yang sebagian besar terdiri dari komponen asam lemak risinoleat. bahan pelapis pelindung. perbedaan signifikan untuk jumlah limfosit dalam darah. jika dibandingkan dengan kontrol. Sebagai pembanding dibuat pula tempe kedele. Untuk maksud tersebut diteliti 25 ekor ayam pedaging jenis Hubard umur 1 hari. Nilai cerna tempe kecipir lebih baik daripada biji kecipir. berat lien dan struktur lien. merupakan pembuatan tempe kecipir yang dilakukan berdasarkan tempe kedele. FKH UGM D ALAM penelitian ini ingin dilihat pengaruh penggantian sebagian ransum dengan biji kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC. maka diharapkan dapat memberikan informasi baru tentang kandungan lipida dan pemanfaatannya. berat dan gambaran histologik lien. yaitu membandingkan akseptabilitas. Kelemahan tempe kecipir sebagai bahan makanan adalah tekstur yang masih keras dan agak berbau langu. semir. jumlah limfosit dalam darah. nitrogen terlarut: 5. IV dan V digunakan sebagai ayam perlakuan. Yogyakarta. Kelompok I adalah kelompok kontrol. kosmetik. III. Penetapan komposisi 46 . Tahap kedua. Berdasarkan hasil penelitian usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan. Lipida yang sifatnya khusus ini dikenal sebagai castor oil dan banyak digunakan untuk bahan industri seperti pelumas pesawat terbang. dikenal di Indonesia dengan nama pohon jarak. 146*) RICINUS COMMUNIS L. ingin diketahui sampai batas berapa persen pencampuran tepung biji kecipir dalam ransum. Dengan mengamati perubahan komposisi lipida selama perkecambahan. 143*) PSOPHOCARPUS TETRAGONOLOBUS DC. kadar HCN: 0%. Setelah berumur 2 minggu percobaan dimulai. Tahap pertama. Kelompok II. 10%.468%. 1987. dianalisis kadar HCN total bahan padat tersebut. dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut: Tempe kecipir yang dibuat mempunyai sifat-sifat nilai formal: 3. Kemurnian makanan dan daya konversi makanan menunjukkan korelasi negatif yang sangat signifikan.Penelitian dikerjakan dalam dua tahap. MOHAMAD ISTARI. 1981. Perhitungan dengan LSD menunjukkan bahwa sampai batas 10% masih tidak ada perbedaan kenaikan bobot badan. 15%. nilai formal.885%. (No. Biji kecipir dan tempe yang telah dibuat.) terhadap bobot badan dan perubahan jumlah limfosit dalam darah. Dalam percobaan ini. Analisis statistik dengan RCB/CRD menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan untuk kenaikan bobot badan. jumlah limfosit dalam darah. Pada pembuatan tempe digunakan usar dalam daun seba- gai sumber jamurnya. nitrogen terlarut dan kadar air. Akseptabilitas tempe kecipir dapat disejajarkan dengan tempe koro-benguk.075% . kadar air: 60. tetapi belum dapat menyamai nilai cerna tempe kedele. Telah diketahui bahwa bijinya uretan dan lain-Iain. JK FMIPA ITB Rmengandung 60% lipida. komposisi darah dan limpa pada ayam broiler SUMIYATI SUNARYO dkk. waxes. Ke dalam ransum dicampurkan tepung biji kecipir berturut-turut. dan 20%. bahan dapat larut: 26. Akan dilihat pula berat dan struktur histologik lien sebagai organ pembentuk limfosit. Usar ini dibeli dari pasar Beringhardjo. Perubahan komposisi beberapa komponen lipida selama perkecambahan Ricinus communis L. bahan untuk polimer icinus communis L. sedang untuk berat dan struktur histologik lien tidak ada perbedaan di antara berbagai perlakuan. Ayam dibagi dalam 5 kelompok secara acak.

149*) SOLANUM KHASIANUM CB. Sapium baccatum (Roxb. terpenoida dan fenol. Penetapan kadar solasodin dilakukan secara densitometri dengan mengggunakan pelat pralapis silika gel GF254 (ukuran 20 x 20 cm. Pada periode setelah awal perkecambahan.. Senyawa terpenoida Zi mempunyai jarak lebur 78-79°C.masak bahanvarietasdan bahan khasianum CB.) RIDLEY Isolasi terpenoida dari daun Sapium baccatum (Roxb. ekstraksi. terjadi sintesis fosfolipida dan sedikit sintesis trigliserida.04%. sistem pengembang kloroform:metanol (9:1) v/v dan penampak bercak pereaksi larutan antimon(III) klorida jenuh dalam kloroform. varietas duri banyak: 36. 1988. diukur langsung dengan menggunakan densitometer 47 . 1987.) Ridley ZULFADLY N. Bercak yang identik dengan solasodin pembanding (yang dikembangkan bersama-sama pada pelat kromatografi lapis tipis) dan bercak solasodin pembanding. 2860 cm"1 (C-H). bahan yang dikeringkan (di udara terbuka selama 35 hari): varietas duri jarang 10. Untuk mengidentifikasi solasodin. bereaksi positif terhadap alkaloida. tetapi ada beberapa komponen lipida yang mengalami kenaikan.79%. Salah satu bercak hasil pemisahan dari ekstrak kloroform memberikan harga Rf dan pereaksi warna yang identik dengan solasodin pembanding. Ekstraksi solasodin dilakukan dengan cara menghidrolisis saponin dalam buah masak dengan asam klorida 2 N. ketebalan 250 um). sistem pengembang kloroform:metanol (9:1) v/v dan penampak bercak pereaksi Carr-Price. (No. duri jarang dan varietas duri dari segar yang dikeringkan. ternyata selama perkecambahan secara keseluruhan terjadi penurun- an lipida total. Penelitian dimaksud untuk mengidentiflkasi kandungan terpenoida yang ada dalam daun tumbuhan ini. 2860 cm"1 (C-H). ketebalan 250 urn).77 %. Dragendorff dan asam sulfat 50% dalam metanol.dari ekstrak kloroform ini dilakukan kromatografi lapis tipis dengan menggunakan pelat pralapis silika gel GF254 (ukuran 20 x 20 cm. JF FMIPA UNAND DAUN nyatua batu.lipida dilakukan dengan kromatografi lapis-tipis. Konversi tersebut melalui jalur metabolisme B-oksidasi. 1450 cm . (No. Dari hasil yang diperoleh. sapogenin yang terbentuk diekstraksi dengan kloroform. CLARKE Penetapan kadar solasodin dari dua varietas Solarium khasianum CB.93%. 3010 cm"1 (C-H olefinik). Liebermann-Burchard. Data spektroskopi inframerah memberikan puncak serapan yang karakteristik pada panjang gelombang 3350 cm"1 (OH). Dari daun telah diisolasi alkaloida utama ialah bukittinggina dan mempunyai efek hipotensif dan analgetik. Clarke. 1640 cm"1 (C = C). yang meliputi penetapan kadar air. 148*) SAPIUM BACCATUM (ROXB. fraksinasi dilakukan dalam kloroform dan asam sulfat 5% dan pemisahan komponen fraksi netral dengan kromatografi. varietas duri banyak: 10. 875 cm"1 (C-H). 1370 cm"1 (lentur C-H). Hasil penetapan kadar air dari buah masak kedua varietas Solatium khasianum CB. 1460 cm"1 (lehtur C-H). yang dikembangkan bersama sama pada pelat kromatografi lapis tipis. Clarke bahan segar: varietas duri jarang: 37. Data spektroskopi inframerah memberikan serapan maksimum yang karakteristik pada panjang gelombang 3400 cm'Vo-H). dan spektrum ultraviolet dalam pelarut etanol memberikan puncak serapan maksimum pada panjang gelombang 209 nm. dan tidak menyerap sinar ultraviolet pada panjang gelombang di atas 200 nm. daur glioksilat dan glikolisis. Clarke secara densitometri EUIS NiNING. Isolasi dilakukan dengan cara perkolasi daun segar menggunakan pelarut metanol.) Ridley. JF FMIPA UNPAD ELAH buah dua Solatium Tvarietasdilakukan penelitian terhadapbanyak. 1120 cm"1 (C-O). 2950 cm". 2960 cm"1. Selama perioda awal perkecambahanm enzim lipase memperlihatkan aktifitas yang tinggi dan pada periode ini juga terjadi konversi lipida menjadi karbohidrat. identifikasi dan penetapan kadar solasodin secara densitometri. setelah dinetralkan dengan natrium karbonat 20% b/v. 1030 cm"1 (C-O). Senyawa terpenoida Za mempunyai jarak lebur 193-195°C.

01). Pencekokan yang dilakukan tidak mempengaruhi berat ovarium. maka dikembangkan penggunaan solasodin. pada tikus betina berumur 5 bulan dengan bobot badan 160-170 gram. lebih baik daripada metode hidrolisis asam: (0. Hal ini berarti bahwa pencekokan ekstrak Solanum laciniatum tidak berpengaruh terhadap perkembangan folikel primer menjadi folikel sekunder. Digunakan dua macam kelompok kontrol. Percobaaan dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan mengggunakan 20 ulangan. bahwa jumlah folikel primer dan sekunder pada tikus yang diberi ekstrak tidak menunjukkkan perbedaan yang bermakna. sehingga fungsi ovarium lambat laun menurun. Identifikasi dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dengan silika gel GF254. Tetapi pada perkembangannya menjadi folikel graaf mulai memperHhatkan adanya hambatan. Gambaran histologik menunjukkan. Setiap ulangan terdiri dari 3 ekor tikus yang mewakili kelompoknya.59 ± 3. Penetapan kadar solasodin dilakukan dengan cara densitometri pada panjang gelombang 400 nm. yaitu mekanik glikosida dengan air dan asam asetat dibandingkan dengan hidrolisis asam.011%. 1978. Clarke varietas duri jarang dan varietas duri banyak adalah sebagai berikut: Solanum khasianum CB.. penampak bercak Carr-Price.76 ± 1.Burchard. CLARKE Membandingkan dua metode ekstraksi solasodin dari Solanum khasianum CB.ekstrak daun Solanum Ait.10 *3%) terbukti dari kadar solasodin yang lebih tinggi. Telah dilakukan penelitian metode ekstraksi buah segar Solatium khasianum CB.468 ± 0. yaitu. Pencekokan dilakukan setiap hari pada jam 9. suatu senyawa yang mempunyai inti sama dengan diosgenin. masing-masing diberi akuades 2 mL per hari selama 8 minggu. terhadap ovarium tikus. untuk mendapatkan kadar solasodin paling tinggi.402 ± 0.33. Pencekokan diberikan sebanyak 2 mL per hari selama 8 minggu. Pengaruh pencekokan ekstrak daun Solanum laciniatum Ait. dan kontrol lainnya tidak mendapat apapun.05). Uji kadar asam sitrat dalam 48 .009%. Hasil penetapan kadar menunjukkan bahwa metode penarikan glikosida dengan air dan asam asetat 3% (0.01%. JF FMIPA UNPAD U NTUK mengisi kekurangan bahan baku diosgenin sebagai bahan baku pada pembuatan kontrasepsi oral. varietas duri jarang yang sudah masak. FK UI UJUAN pengaruh Tlaciniatumpenelitian adalah untuk menentukan bagaimana tikus dewasa. suatu penelitian kuantitatif terhadap perkembangan ovum OENTOENG SOERADI. Sebaliknya jumlah folikel graaf dan korpus luteum. Terjadinya hambatan ini dibuktikan pula dengan makin meningkatnya pembentukan folikel atresia pada kelompok tersebut. bahan kering = 0. Clarke varietas duri jarang: kadar solasodin bahan segar = 0. Dragendorff dan asam sulfat 50% dalam metanol. 152*) SOLANUM LACINIATUM AIT. menunjukkan penurunan yang cukup bermakna dibandingkan dengan kontrol (P<0. Liebermann. walaupun tidak terjadi seluruhnya. Diperkirakan sifat kerja solasodin yang terdapat dalam ekstrak 20% tersebut sama dengan progesteron. No. Clarke varietas duri banyak: kadar solasodin bahan segar = 0.59 ± 0. 1987. Untuk mengetahui lebih jelas pengaruh solasodin. Departemen Kesehatan RI.panjang gelombang 400 nm. Clarke LALA NURLAELA.10 ~3%). (No. Hasil penetapan kadar solasodin dari kedua varietas Solanum khasinum CB. Clarke. bahan kering = 0.010%.542 ± 0.00 pagi sebelum diberi makan.01). terhadap perkembangan folikel dalam ovarium Contoh yang diteliti adalah ekstrak (dekok 20%) daun Solanum lachiatum Ait. Solanum khasianum CB. maka kepekatan ekstrak atau dosis pencekokan perlu ditingkatkan. dibandingkan dengan kedua kelompok kontrol (P < 0. pengembang klorofornrmetanol (9:1). dibandingkan dengan kontrol (P<0. yaitu menghambat pembentukan LH oleh hipofisa.07. Ekstraksi solasodin dilakukan dengan dua metode. 150*) SOLANUM KHASIANUM CB. berasal dari Balai Penelitian Gizi.

untuk mengidentifikasi status patologik kelenjar prostat. Penentuan kadar gula darah dilakukan dengan cara Nelson-Somogyi. bahkan berkhasiat hipoglikemik.. ternyata bahwa sebagian besar alkaloida ini secara teoritis berasal dari prekursor benzil-isokuinolin. Dalam penelitian ini dilakukan isolasi alkaloida dari batang tumbuhan Stephania corymbosa Bl. Kemungkinan pacuan terhadap kontraksi otot rahim pada binatang percobaan tersebut terjadi. Isolasi dilakukan berdasarkan sifat basa dari alkaloida dan mencakup beberapa tahapan. (No. NMR dan GC-MS menunjukkan bahwa salah satu senyawa yang berhasil diisolasi adalah suatu alkaloida jenis dibenzazonin. Hasil yang diperoleh dari perlakuan stevia pada hewan percobaan bahwa ternyata pernafasan detak jantung tidak dipengaruhi. Pada pemberian zat pemanis stevia 49 . Infus akar terong dalam dosis yang lebih besar dapat menaikkan tonus kontraksi Ueum marmot terpisah. baik secara langsung maupun tidak langsung (dengan memacu usus binatang percobaan). 155*) STEPHANIA CORYMBOSA BL. FK UGM Tobat tradisional dan khasiatnya untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. 156*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Efek hipoglikemia zat pemanis dari Stevia rebaudiana Bertonii pada kelinci HARMAINI M J D. (No. bahwa infus kulit akar terong menaikkan kontraksi otot rahim pada binatang percobaan. Alkaloida dari Stephania corymbosa Bl. yang biasanya digunakan sebagai obat demam. Kemurnian dari senyawa yang berhasil diisolasi ditentukan dengan kromatografi lapis tipis. yang sebelumnya telah ditemukan pada species Stephania japonica Miers. 1978. 153*) SOLANUM MELONGENA L. Stevia rebaudiana Bertonii dapat digunakan sebagai makanan berkalori rendah bag! penderita diabetes. Dari sekitar 28 spesies Stephania yang telah GUSTINISY. Dapat disimpulkan pula bahwa alkaloida ini ialah protest efanin. pada kontraksi otot rahim SAMEKTO WIBOWO dkk. pemisahan alkaloida fenolik dan non-fenolik. Penemuan ini merupakan penemuan kedua dari protostefanin dari tanaman genus Stephania. orang kegemukan dan penderita gigi berlubang. PPPSITB ELAH diketahui bahwa tumbuhan Stephania adalah salah satu genus dari suku Menispermaceae. baik secara terpisah (pada uterus marmot) maupun secara in situ (pada kelinci).. UJUAN penelitian adalah untuk memberikan keterangan ilmiah pemakaian akar terong sebagai Contoh yang diteliti adalah infus kulit akar terong. JK FMIPA ITB penelitian dari TUJUAN mempunyaiini adalah untuk mempelajari apakah zat pemanis dapat Stevia rebaudiana Bertonii sifat hipoglikemik dibandingkan tolbutamida untuk digunakan sebagai antidiabetik. 1989. 1986. dari hasil penelitian Takeda (1950). (No. menggunakan hewan percobaan marmot betina dengan bobot badan 350 g dan kelinci albino betina dengan bobot badan 800 g. menggunakan pereaksi dan pendeteksi yang spesifik untuk alkaloida. Data spektroskopi ultraviolet. Pengaruh infus akar terong Solarium melongena L. isolasi alkaloida. serta pemisahan komponen dengan kromatrografi kolom. Hasil penelitian menunjukkan. Baru-baru ini protostefanin telah diisolasi pula dari species Hyberbaena columbica dari suku Menispermaceae yang belum pernah diisolasi dari tanaman lain. Metode yang dilakukan adalah menggunakan kelinci sehat dengan bobot badan sekitar 2 kg yang dipuasakan selama 14 jam.plasma semen perlu dilakukan pada kasus-kasus dengan motilitas spermatozoa kurang (lambat). Tyang mengandung senyawa kimia golongan alkaloida. diteliti kandungan alkaloida.. inframerah. Penyelidikan efek hipoglikemik zat pemanis Stevia dilakukan dengan glukosa toleransi. yaitu penghilangan lemak dari materi tumbuhan..

memungkinkan bakteri dapat tumbuh pada awalnya. dan GC-MS menunjukkan bahwa hasil hidrolisis merupakan satu komponen. Selain itu dilakukan pula penghitungan bilangan bakteri tanpa inokulasi bakteri. 50 . Terhadap pemanis stevia dilakukan analisis gugus fungsi dengan spektrofotometri inframerah. Tentu saja.CH2-CH2. JK FMIPAITB D AUN tanaman Stevia reubadiana Bertonii dapat digunakan sebagai bafaan pemanis untuk makanan dan minuman.tanpa pemberian glukosa dibandingkan dengan pemberian tolbutamida. jika konsentrasi pemanis stevia adalah: 4. perlu diteliti lebih lanjut efek samping yang negatif. Penentuan sifat racun dilakukan dengan beberapa cara. serta tidak bersifat racun terhadap ikan mujair. maka kadar gula darah turun 53.39% dan 10. -CH3. hasil hidrolisis pemanis stevia dengan HBr 48%. Hasil spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus C = O. serta O-H dalam strukturnya. 157*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Zat pemanis Stevia rebaudiana Bertonii UTARI DEWI. NMR. (No. 18-COH. 13-C. 158*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Infus daun Stevia rebaudiana Bertonii sebagai pemanis air teh dan uji mikrobiologi IKA ISKANDAR.02 g/L dan 8. infus teh dan campurannya terhadap bakteri uji Escherichia coli dengan metode perhitungan bilangan bakteri menunjukkan bahwa.04 g/L. Hasil analisis dengan kromatografi lapis tipis. dari keempat spektranya dapat disimpulkan bahwa salah satu komponen tersebut adalah isosteviol dengan bobot molekul 318 dan gugus fungsi C = O. . JF FMIPAUNPAD P ENEUTIAN ini bertujuan sebagai usaha penggunaan cairan infus Stevia rebaudiana Bertonii. Hasil penelitian dari infus stevia. dengan penyimpanan selama 0 sampai 192 jam. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa zat pemanis Stevia rebaitdiana Bertonii dapat dipakai sebagai zat pemanis pada penderita diabetes. Dari hasil penelitian diketahui bahwa daun Stevia rebaudiana Bertonii tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan bukan pula media yang baik bagi pertumbuhan bakteri. inframerah.6%. C = O. 1986. Dari kedua percobaan tersebut diketahui bahwa pemanis stevia tidak mempunyai sifat antibiotik terhadap jamur Aspergillus niger dan bakteri Escherichia coli. karena di samping berkalori rendah mempunyai sifat hipoglikemik yang berarti. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sifat racun dari pemanis stevia dan menetapkan karakterisasi isosteviol. sebagai pengganti gula tebu atau sukrosa.28%. C-O.dan gugus metij pada 10-C. kemudian berkurang sesuai dengan lamanya penyimpanan. Dengan respirometer warburg diperoleh persen hambatan: 8. makin tinggi konsentrasi infus stevia. makin banyak bilangan bakteri yang dihitung dan makin lama waktu penyimpanan. yaitu: cara mikrobiologi terhadap jamur Aspergillus niger dan bakteri Escherichia coll dan metode kontak terhadap ikan mujair (Eratherodon mossambica). HPLC dan spektrofotometri ultraviolet. (No. Penelitian dilakukan secara eksperimen laboratorium terhadap berbagai konsentrasi infus Stevia dan campuran infus Stevia dengan teh. makin kecil bilangan bakteri yang dihitung. sebagai pemanis minuman ringan berupa teh manis dan uji kualitas mikrobiologi. Adanya gugus glukosa pada steviosida yang merupakan kandungan kimia utama dari daun stevia.

Jawa Tengah EMING SUDIANA.0%.M. Jeruk maja. Metode isolasi di atas cukup sederhana serta memberikan rendemen hasil yang cukup tinggi. Kemlegi. Saat ini usaha perkebunan Stevia sedang dikembangkan di daerah Tawangmangu dan Banyumas. pada mencit betina dalam bentuk ekstrak air (10% dari bahan no.. Tanaman Symphytum officinale L. Infus 20% mempunyai efek menurunkan kadar glukosa darah tikus diabetes melitus. Sebagai pembanding digunakan akuades. BKPH (Bagian Kesatuan Pamangku Hutan) Kebasen.16. ternyata dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus. 159*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII. Hasil eksperimen ini menunjukkan bahwa ketiganya tidak berbeda efeknya dengan air. 2 dan 5% dari bahan no. sebanding dengan suspensi klorpropamida 22. AEGLE MARMELOS CORK. ester dan = CH2. Metode yang dilakukan adalah dengan pemeriksaan kadar glukosa darah tikus yang telah diinduksi dengan aloksan. Kemlegi (Stevia rebaudiana Bert. dan 3. suku Anonaceae.5 mg/kg bb. 160*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII SUROSO dkk. yaitu 6. Pengaruh ekstrak: 1.) suku Compositae. Dari data spektra inframerah dapat diamati adanya gugus alkohol.25 dan 40 mL/kg bb. (No. Diperoleh hasil berupa padatan putih dengan jarak lebur 196-198°C. dan 3. sudut putar optik spesifik: -32° dan rumus molekul CsgHeoOis.) dengan pemberian klorpropamida.. officinale terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan. ANONA SQUAMOSA L. 163*) Struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Notog. FMIPA UGM B AHAN pemanis nirkalori termasuk aditif makanan yang pemakaiannya sangat luas. (No. 1988. dari bulan September sampai 51 . terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan S pada tahap permulaan dilakukan penelitian pendahuluan untuk melihat efek pemberian infus daun Symphytum.. 2. baik dalam industri makanan dan minuman. Srikaya (Anona squamosa L. Ekstrak kasar dimurnikan dengan cara rekristalisasi.(No. 1981. 161*) SYMPHYTUM OFFICINALE L.. terhadap kesuburan pada mencit TJeruk maja (Aegle mannetos Corr. dimana dosis 25 dan 40 mL/kg bb. KPH (Kesatuan Pamangku Hutan) Banyumas Timur.). Srikaya. yaitu: 1. BKPH Kebasen KPH Banyumas Timur. suatu bahan pemanis alam yang terdapat di dalam daun Stevia rebaudiana memiliki rasa manis 300 kali rasa manis gula atau sukrosa. 1 dan no. Isolasi bahan pemanis dari daun Stevia rebaudiana Bertonii dan penentuan spektra inframerah CHAIRJL ANWAR. menggunakan pelarut campuran metanol:dioksana = (l:l) (v/v) yang diikuti proses pendinginan pada suhu -15°G selama 24-48 jam. maupun obat-obatan. 1981. Steviosida diisolasi dari daun kering dengan pengekstrak sokslet selama 8-10 jam menggunakan pelarut metanol. 2. Uji efek infusadaun Symphytum officinale L. telah digunakan oleh masyarakat sebagai obat antidiabetes. (No. JF FMIPA UNAND ymphytum officinale L. 3 tersebut di atas). malah masing-masing dari ketiga bahan itu menunjukkan respons bersih negatif.) suku Rutaceae. Penurunan kadar glukosa darah dibandmgkan antara pemberian infus 20% daun Symphytum officinale (dosis: 10. AMRISAL. 1985. FMIPA ITB IGA bahan nabati telah dicobakan. Stevlosida. Karena itu. FB UNSOED P ENELITIAN struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional telah dilakukan di hutan jati Notog.

Deseraber 1984. Pengambilan sampel menggunakan metode garis berpetak pada ketinggian 50 m sampai 550 m di atas permukaan air laut.

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa di hutan jati Notog terdapat 24 jenis tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional, termasuk dalam 22 marga dan 17 suku, sedangkan tumbuhan yang dominan adalah Stachytarpeta jamaicensis (L.) Vahl. Berdasarkan analisis indeks kesamaan menunjukkan bahwa antar stasion penelitian mempunyai kesamaan komunitas yang cukup besar, yaitu antara stasion IV dan stasion V dengan nilai 94,59%. Dari hasil penelitian dapatlah disimpulkan bahwa masyarakat desa sekitar hutan Jati Notog masih banyak menggunakan tumbuhan untuk mengobati beberapa penyakit yang dideritanya. Hal ini ditunjukkkan dengan banyaknya jenis tumbuhan yang mereka gunakan. Ketinggian tempat dengan interval 100 m dan persentase rata-rata penutupan kanopi pohon, berpengaruh pada indeks nilai penting dan SDK ( Summed Dominant Ratio) tumbuhan.
Jenis tumbuhan obat yang oleh LBN (Lembaga Biologi Nasional) dianggap langka, di antaranya

adalah: Curcuma aemginosa, Curcuma xanthorriza dan Gastrochilus panduratum, ternyata masih
sering dijumpai di bawah tegakan hutan jati Notog, dengan nilai penting, yaitu masing-masing 10,59% di stasion I; 15,92% di stasion II dan 18,49% di stasion III.

(No. 165*) TINOSPORA CRISPA (L.) MIERS

Uji efek analgesik dari infusa batang brotowali Tmospora crispa (L.) Miers ex Hook f. & Thems. pada mencit putih jantan dengan meto.de tail flick

T

HILWAN YUDA TERUNA, 1987; JF FMIPA UNAND inospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. yang dikenal dengan nama brotowali, adalah salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai obat, karena mempunyai berbagai khasiat.
khasiat sebagai

Berdasarkan sifat antipjretik dan antirematik, diduga tanaman ini mempunyai analgetik. Penelitian ini akan menguji efek analgetik tersebut.

Percobaan dilakukan dengan metode tail flick yang dioperasikan secara manual. Waktu respon nyeri dibandingkan antara: a) infus brotowali dosis: 3,33; 6,66; 13,33; 26,66 mL/kg bb., b) pembanding asetosal 52 mg/kg bb. dan c) akuades 26,66 mL/kg bb. Efek infus brotowali dosis: 6,66 dan 13,33 mL/kg bb. sama dengan efek asetosal.
(No. 166*) TINOSPORA CRISPA (L.) MIERS

Uji efek antiinflamasi (antiradang) infus batang brotowali, Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. pada tikus jantan putih

T

YUTIARDY R1VAI, 1987; JF FMIPA UNAND ELAH diuji efek antiinflamasi (antiradang) infus batang brotowali, Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. pada tikus putih jantan dengan menggunakan alat Pletismometer. Uji efek antiinflamasi ditelaah berdasarkan kemampuan infus batang Tinospora crispa 20% dalam mengurangi inflamasi yang disebabkan oleh karagen. Infus batang Tinospora crispa 20% pada dosis 8 mL/200 g bb. memberikan efek yang hampir sama dengan asam asetilsalisilat dengan dosis 30 mg/200 g bb.
(No. 167*) TRIGONELLA FOENUMGRAECUM L

Pemeriksaan fitokimia ekstrak etanol biji halba (Trigonellafoenumgraecum L.)

B

Z.TATI HURUSTIATI, 1986; JF FMIPA UNPAD UI halba (kelabet) dari tanaman Trigonellafoenumgraecum L., Leguminosae, merupakan tanaman obat tradisional dan telah dikenal sejak beberapa abad yang lalu. Digunakan sebagai

rempah-rempah, sebagai obat penyakit kulit, diabetes, penyakit kerongkongan, asma, sembelit, wasir,

batuk menahun dan lain-lain. Kandungan senyawa kimia biji halba belum banyak diungkapkan, Dalam penelitian ini akan dilakukan pemeriksaan kandungan kimia dan isolasi serta pemeriksaan kualitatif
senyawa yang terisolasi dari ekstrak etanol.
52

Metode penelitian adalah: analisis fitokimia terhadap simplisia, meltputi pemeriksaan makroskopik, mikroskopik, pemeriksaan spesifikasi simplisia, analisis pendahuluan fitokimia serta isolasi dan analisis kualitatif senyawa alkaloida. Pemeriksaan makroskopik, mikroskopik dan spesifikasi simplisia mendapatkan beberapa karakteristik spesifik simplisia. Analisis fitokimia menunjukkan adanya senyawa alkaloida, flavonoida, steroida, saponin dan tanin. Isolasi alkaloida memberikan isolat berupa kristal benvarna kunlng, sangat pahit dan positif terhadap pereaksi alkaloida dan jarak lebur 201-203°C, serapan maksimum sinar ultraviolet pada panjang gelombang 218 nm dan 262 nm; sedangkan puncak serapan inframerah pada 3300, 2850,2350,1740,1650,1420,1300,1100 dan 810 cm'1. (No. 169*) TRISTANIA SUMATRANA MIQ.

Pengaruh sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq.)
terhadap daur estrus mencit (Mus musculus)
YARNELLY GANI dkk., 1980; FMIPA UNAND

T

UJUAN penelitian adalah untuk mengetahui sampai dimana pengaruh dari pemakaian sari tumbuhan (kayu kasai) terhadap daur estrus mencit. Contoh yang diteliti adalah kayu kasai menggunakan tikus putih (mencit). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq.) yang berasal dari: a) kulit kayu yang mengelupas, b) kulit yang masih basah, c) kayu dan d) daun yang masih segar, berpengaruh yang sama terhadap daur estrus mencit, dilihat melalui apusan vagina. Pengaruh sari kayu kasai yang berasal dari bagian tumbuhan di atas, terlihat pada pengunduran dari daur vagina selama 9 hari yang kemudian kembali normal. Diduga steroida yang terkandung dalam sari kayu kasai tidak mempunyai fungsi yang sama dengan steroida yang terdapat dalam estrogen. Untuk ini diperlukan penelitian lebih lanjut.
(No. 170*) TRISTANIA SUMATRANA MIQ.

Penelitian fitokimia kulit kayu kasai (Tristania sumatrana Miq.) yang dipergunakan sebagai obat antihamil di Sumatera Barat
RUSJDI DJAMAL dkk., 1979; FMIPA UNAND
AYU kasai dikenal digunakan oleh dukun di Sumatera mencegah atau Rmembatasi kelahiran.umum danpenelitian ialah untuk menentukan Barat untukyang terkandung Tujuan komponen
dalam kayu kasai. Kulit batang yang telah mengelupas dan kulit batang masih segar yang kemudian dikuliti, merupakan bahan penelitian. Secara kualitatif, kulit kayu kasai mengandung karbohidrat, tanin dan steroida. Dari campuran dapat diketahui 6 jenis steroida yang mungkin terikat berupa glikosida. (No. 171*) UNCARIA GAMBIR (HUNTER) ROXB.

Isolasi tanin dari Uncaria gambir (Hunter) Roxb. dan penentuan kadarnya dalam ekstrak

T

IMTIHANAH,1989; JK FMIPA ITB ANIN meliputi sekelompok besar senyawa kimia bahan alam yang tersebar luas dalam dunia tumbuhan Hampir tiap suku tumbuhan menunjukkan adanya spesies yang mengandung tanin. Tanin mempunyai banyak manfaat, antara lain sebagai obat, penyamak kulit dan sebagai zat warna. Uncaria gambir (Hunter) Roxb. atau dikenal sebagai gambir, juga mengandung tanin, terutama pada daun dan ranting. Ekstraksi awal dilakukan dengan memakai aseton sebagai pelarut. Uji kualitatif menunjukkan bahwa tanin terdapat dalam ekstrak fraksi aseton dan fraksi air. .Uji kuantitatif dilakukan terhadap kedua ekstrak. Dengan cara kolorimetri diperoleh hasil sebagai berikut: datam ekstrak fraksi aseton: 27%, dan dalam ekstrak fraksi air: 12,5%. Dengan cara volumetri diperoleh kadar tanin sebagai berikut: dalam ekstrak fraksi aseton: 12,1%, dalam ekstrak fraksi air: 4,8% dan dalam gambir pasar 7,6%. Spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus -OH yang menyatakan bahwa tanin adalah

53

senyawa polar. Dari dua cara uji kuantitatif diketahui bahwa ekstrak tidak hanya mengandung tanin, tetapi juga senyawa fenolik lainnya.
(No. 172*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K. SCHUM.

Isolasi alkaloida dari buah Voacangafoetida (Bl.) K. Schum.

V

. RIDA ERNOLA, 1987; JF FMIPA UNAND oacangafoetida (Bl.) K. Schum. secara tradisional di daerah Maninjau Sumatera Barat, digunakan sebagai ramuan untuk orang gila, Hasil penelitian terdahulu terhadap daunnya, menunjukkan adanya alkaloida yang diidentifikasi sebagai vobtusina lakton. Pada penelitian ini dicoba mengisolasi alkaloida yang terdapat dalam buah segar yang cukup tua tetapi belum masak. Metode yang digunakan adalah penyarian secara maserasi, pemeriksaan alkaloida kasar secara kromatografl lapis tipis, pemisahan dengan kromatografi kolom dan kromatografi radial, pemurnian
dengan cara rekristalisasi serta karakterisasi senyawa terpisah dilakukan dengan penentuan jarak

lebur, pemeriksaan dengan spektrofotometer ultraviolet, inframerah, NMR dan GC-MS. Didapatkan lima jenis alkaloida yang dengan uji warna dengan besi(III) amonium sulfat dan spektrum ultraviolet menunjukkan adanya kerangka indol dalam strukturnya. Alkaloida RI berupa serbuk yang berwarna putih kekuningan dengan jarak lebur 114-116°C (sebagai garam pikrat), spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi karbonil dari ester; alkaloida R2 berupa senyawa vobtusina lakton; alkaloida Rs berdasarkan data spektroskopi yang dilaporkan dalam pustaka telah dapat diidentifikasi sebagai senyawa vobtusina; alkaloida R4 berupa serbuk tidak berwarna, tidak melebur pada suhu 360°C (terurai), spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi
karbonil dari ester; alkaloida RS berupa senyawa seperti gom, spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi lakton dan ester.
(No. 173*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K.SCHUM.

Uji efek penenang rebusan buah Voacangafoetida (BL.) K. Schum. pada mencit putih dengan metode rotating rod dan sand filter

AKMAL 1988; JF FMIPA UNAND

jacanga foetida (Bl.) K. Schum Apocynaceae merupakan salah V yang digunakan oleh masyarakat dari sukuramuan untuk mengobati penyakitsatu jenis tumbuhan sebagai jiwa atau gila. Di
daerah Kongo, tumbuhan ini digunakan oleh penduduk sebagai obat tradisional untuk mengatasi stress yang memperlihatkan gejala hiperaktif (Manske & Holmes, 1965). Selain itu tanaman ini diketahui dari penelitian terdahulu mengandung alkaloida cukup besar, antara lain vobtusina lakton (daun), vobtusina (kulit batang), voacangina (akar) dan vobtusina dan vobtusina lakton (buah). Mengingat hal-hal di atas, telah dilakukan penelitian efek penenang rebusan buah Voacanga foetida (Bl.) K. Schum. pada mencit putih dengan metode rotating rod dan sand filter. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa ditemukan efek penenang dari rebusan buah Voacangafoetida yang diteliti pada kadar 80% dengan dosis 10,85 mL/kg bb., setara dengan larutan klorpromazina hidroklorida 0,03% dengan dosis 3,41 mg/kg bb. (No. 174*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K. SCHUM.

Isolasi alkaloida dari daun Voacangafoetida (Bl.) K. Schum.

D

AziNAR, 1987; JF FMIPA UNAND ARI daun Voacanga foetida (Bi.) K. Schum. telah diisolasi alkaioida utama dan diidentifikasi sebagai vobtusina lakton, Penelitian ini mencoba memisahkan komponen alkaloida lainnya dari daun segar. Setelah penyarian secara maserasi daun segar, pemeriksaan alkaloida kasar dilakukan dengan kromatografi lapis tipis, pemisahan dengan ekstraksi pada pH bertingkat, kromatografi kolom, kromatografi radial, pemurnian dengan rekristalisasi. Karakterisasi senyawa dilakukan dengan penentuan jarak lebur, pemeriksaan dengan spektrofotometri ultraviolet, inframerah, NMR dan GC-MS. 54

Percobaan dilakukan pada tikus putih jantan secara in situ dengan menggunakan alat Manometer Condon dan Kimograf yang dimodifikasi. (No. Alkaloida 62 dan 63. Dari sari metanol terisolasi satu komponen dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif pada lempeng silika gel G. Schum.56. SCHUM. Simplisia tersebut sering digunakan dalam ramuan obat tradisional.Schum. Alkaloida utama BJ. Analisis fitokimia simplisia sidawayah Woodfordia floribunda Salisb. . Ekstrak menurunkan tekanan darah normal tikus secara nyata dan meningkat dengan naiknya dosis pemberian.) K. berdasarkan data Spektroskopi diidentifikasi sebagai alkaloida voakangtna. pemurnian secara rekristalisasi.94. JF FMIPA UNPAD T ELAH dilakukan studi fitokimia dari simplisia sidawayah.) K.58. suku Lythraceae.94. Spektroskopi inframerah alkaloida AI menunjukkan adanya gugus fungsi lakton dan boleh jadi ester. (No. dan 2.) K.) K. karakterisasi senyawa terpisah dilakukan dengan penentuan jarak lebur. Digunakan ekstrak 4. dari buah ditemukan 2 alkaloida. Woodfordia floribunda Salisb. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan alkaloida dari bagian akar. Isolasi alkaloida dari akar Voacangafoetida (Bl. dengan sistem pelarut kloroform: etanol 55 . Dragendorff dan Liebermann-Burchard pada kromatografi lapis tipis. 176*) VOACANGA FOETIDA (BL. Basil spektrum ultraviolet dan reaksi warna dengan besi(III) amonium sulfat menunjukkan bahwa senyawa tersebut mempunyai kerangka struktur indol. sari kloroform dan sari metanol memberikan reaksi negatif terhadap pere- aksi VaniIin-H2SO4 dan pereaksi Dragendorff. sedang dari Metode yang digunakan ialah soksletasi dengan pelarut metanol. JF FMIPA UNAND T ELAH diketahui bahwa daun Voacanga foetida (Bl. sedangkan alkaloida A2 dan AS dalam molekulnya menunjukkan adanya gugus fungsi ester. Dari akar Voacangafoetida (Bl. Sari kloroform dan metanol memberikan reaksi positif terhadap pereaksi Liebermann-Burchard. diinhibisi oleh pemberian ekstrak akar Voacangafoetida dosis: 0. Schum. maka struktur belum dapat ditentukan. Percobaan dilakukan dengan penyarian berturut-turut mempergunakan pelarut eter minyak tanah. Kandungan kimia maupun aktivitas biologik belum banyak terungkap . maka dilakukan uji efek hipotensif ekstrak akar Voacanga foetida (Bl. mengandung alkaloida vobtusina lakton (I). karena data Spektroskopi belum lengkap. Uji efek hipotensif ekstrak akar Voacangafoetida (Bl. (No. 1989.) K. dan 2. SCHUM. inframerah.58. Pada tiap-tiap sari dilakukan uji terhadap pereaksi VaniIin-H2SO4. JF FMIPA UNAND dilakukan terhadap tumbuhan Voacangafoetida (Bl. 1. adaPENELITIAN yang telah analgesia. dan pembanding isoprenalin 2 mg/kg bb.67 mL per kg bb. 0.) K. kloroform dan metanol.) K. 177*) WOODFORDIA FLORIBUNDA SALISB. pada tikus putih jantan RAHMANUDIN.72% dengan variasi dosis: 0. dan pemeriksaan daya antibakteri sari metanol VERONICA BAJANG.33.67 mL per kg bb. adalah efek nya efek penenang dan penenang dan hipotensif. NMR. 1. Sari eter minyak tanah. pemisahan dengan kromatografi kulit batang ditemukan senyawa dengan struktur menyerupai vobtusina. Schum. 0. 1988.Spektroskopi ultraviolet dan reaksi warna dengan besi(III) amonium sulfat menunjukkan bahwa alkaloida ini mempunyai kerangka struktur indol. Dengan asumsi adanya hubungan antara efek Schum. Kenaikan tekanan darah yang disebabkan pemberian adrenalin. Schum.. yaitu vobtusina (II) dan vobtusina lakton. pemeriksaan dengan alat spektrofotometer ultraviolet. kolom.) K. dapat diisolasi 3jenis alkaloida. 175*) VOACANGA FOETIDA (BL. GC-MS dan reaksi kimia dengan pereaksi besi(III) amonium sulfat. BASTIAM.

yang cenderung mengikuti persamaan garis regresi Y = 0. cardamonin dan 2'.) pada mencit LATIFAH. HENNY SETIATIN.) dibandingkan dengan standar asam asetilsahsilat pada mencit. 181. Untuk itu telahmaka perlu dikembangkan obat dilakukan penelitian efek analgetik rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb. misalnya: Alpinia katsumadai Hayata.0 mg/kg bb. Metode penefitian yang digunakan adalah metode eksperimental laboratoria menurut Jerome M Glassman. 180*) ZINGIBER AROMATICUM VAL. 1987. telah dilaporkan kandungan kimia beberapa jenis dari suku ALAM usaha meneliti senyawa kimia yang dikandung oleh tumbuhan. mempunyai daya analgesik yang setara dengan daya analgesik asam asetilsalisilat 10 mg/kg bb. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa perasan rimpang jahe merah. 1987. yaitu flavokawin B. Penentuan struktur dari senyawa tersebut telah dilakukan berdasarkan data spektroskopi ultraviolet dan GC-MS. JF FMIPA UNPAD pemakaian obat analgetik non-narkotik dikalangan masyarakat. Uji efek analgesik perasan rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb. IDA HARIATI. 183*) ZINGIBER OTTENSII VAL. khususnya tanaman yang tanaman ini. Telah pula dilakukan pengukuran spektrum peresapan ultraviolet dan inframerah dari komponen yang terisolasi serta aktifitas mikrobiologi dari sari metanol dan kadar tanin dari simplisia. Ekstrak n-heksan dari umbi Zingiber aromaticum Val.(9:1). merupakan salah satu tanaman tanaman ini digunakan sebagai pengharum dalam ramuan obat tradisional. semakin besar efek perpanjangan waktu reaksi (efek pengurangan sensitifitas rasa sakit). yaitu metode Rat tail flick yang dimodifikasi.5 mg.7 mg. yaitu etil-p-metoksi-sinamat. mengandung golongan senyawa sterol atau terpen. minyak atsiri dan oleoresin. Umbi akar tubuh dan meredakan demam serta menyembuhkan penyakit kejang gagau pada anak-anak di bawah umur. dan adanya senyawa yang menunjukkan sifat sitotoksik di antaranya adalah diferuloid-metan. cacingan dan influenza. umbi tanaman Curcuma zedoaria mengandung senyawa karbonaromatik yang mempunyai aktivitas -antijamur. Perasan rimpang jahe memberikan efek yang nyata terhadap perpanjangan waktu reaksi. pinosimbrin. Makin besar dosis yang diberikan. 1986. seperti Alpinia speciosa mengandung senyawa flavonoida dengan kerangka calkon. dimana rangsangan sakit yang diberikan adalah panas. 182*) ZINGIBER OFFICINALE ROXB. JK FMIPA ITB ottensii suku Zingiberaceae yang sering digunakan Z ingibermembuatVal. (lempuyang wangi). Komponen tersebut bereaksi positif dengan pereaksi Liebermann-Burchard dan Carr-Price.8 mg/kg dan 218. Juga telah ditemukan senyawa calkon yang disebut Boesenbergen A dari umbi tanaman Boesenbergia panduratum dan senyawa pinostrobin. (No. yaitu: 145. Alpinia 56 . MENGINGAT luasnyatradisional yang mempunyai khasiat analgetik. pada pemisahan secara kfomatografi memberikan beberapa fraksi Salah satu di antaranya adalah senyawa seskuiterpen yang disarankan sebagai zingiberen.8 mg dan 218. Penelitian dicoba dengan 5 macam dosis.0185 X. alpinetin. 163. kurang nafsu makan.3 mg.35+0. Misalnya. 199.0 mg/kg bb. Beberapa jenis yang lain. Konstituen kimia minyak atsiri dari Zingiber ottensii Val. Pengkajian kimiawi ekstrak n-heksan dari Zingiber aromaticum Val. di dalam buah Alpinia oxyphylla ditemukan adanya senyawa-senyawa monoterpen dan turunan diarilheptanoida. Tanaman ini banyak digunakan sebagai obat masuk angin. JK FMIPAITB Dtermasuk suku Zingiberaceae. Tanaman yang termasuk suku Zingiberaceae. (No. 6'dihidroksi-4'-metoksicalkon. Salah satu jenis suku Zingiberaceae yang sampai saat ini belum diteliti adalah tanaman Zingiber aromaticum Val. Pemberian perasan rimpang jahe merah antara 199. (No.

maka perlu adanya pengawasan dalam penggunaan jamu-jamu ini sebagai obat. dan yang digunakan sebagai obat di kampung adalah kulit batangnya. sisanya karena menyusui. FK UI UJUAN penelitian adalah untuk mempelajari efek atau pengaruh tanaman paliduri terhadap proses perkembangan spermatogenesis pada testis tikus putih. dan (10) Clinacanthus nutans (dandang gendis di Jawa Tengah). Skrining ini dimaksudkan untuk dapat menjawab apakah jamu antidiabetes yang diperdagangkan itu memang mempunyai khasiat menurunkan kadar gula darah. tidak bersuami lagi. 63% berasal dari daerah I (sosio-ekonomi baik).. (5) Jamu Kencing Manis "Ibu" Cap Dua Nyonya. mengandung senyawa monoterpen dan seskuiterpen sebagai hasil penyulingan uap. (2) Jamu Sakit Kencing Manis No.officinantm Ham. dan Zingiber officinale. serta flavonol. masih dalam batas harga normal. mengandung turunan flavonoida dengan nama 2'. Di samping jamu juga akan diteliti tanaman obat Indonesia yang di kalangan rakyat lazim digunakan untuk pengobatan penyakit gula. SUHERMAN dkk. Alasan "mengapa tidak ber-KB adalah: 56. FKUI UJUAN penelitian adalah untuk mengetahui berapa banyak para ibu yang menggunakan jamu sebagai kontrasepsi di daerah yang berbeda sosio-ekonominya. (No. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paliduri dengan dosis 2 g dan 1 g tidak mempengaruhi proses spermatogenesis pada pemberian selama 15. Beberapa jenis yang lain.(9) Alstonia spatulata (basung di Sumatra Barat) berupa pohon yang mencapai 20 m tingginya. (No. seperti Boesenbergia panduratum mengandung senyawa flavonoida. isoflavon dan flavanon dari fraksi etil-aseta/. Mengingat hal tersebut.30. sedang sakit. JK FMIPA ITB UJUAN penelitian adalah untuk melakukan skrining jamu yang diperdagangkan di Indonesia ragamnya kian hari kian bertambah. Untuk sementara dapat dikatakan.30 dan 45 hari. 186*) Penelitian mengenai ada tidaknya sifat hipoglikemia pada jamu yang dikenal sebagai jamu antidiabetes Tsebagai obat antidiabetes. (4) Jamu Suirine Pil Kencing Manis. sebab di antara jamu-jamu tersebut bahkan ada yang menunjukkan efek menaikkan kadar gula darah. 187*) Survai penggunaan jamu sebagai kontrasepsi (Tahap I) T SUHARTIK. Jakarta.225 kuesioner. sedangkan Zingiber cassumunar mengandung senyawa karbonaromatik. dan 37% dari daerah II (sosio-ekonomi rendah).9% menopause. 1978. 46 Cap Potret Nyonya Meneer.. bahwa paliduri tidak menghambat perkembangan proses spermatogenesis melalui penghambatan sekresi gonadotropin oleh hipofisa. 1978. (6) Jamu Kemanis Nyonya Gouw. hematokrit. (7) Jamu Kemanis A Nyonya Gouw. Dari 1. Zingiber ottensii Val. T. menggunakan kelinci sebagai hewan percobaan. hanya dua yang menunjukkan efek hipoglikemik. Jamu Air Mancur dan tikus galur Lembaga Makanan Rakyat (LMR) dari Lembaga Gizi-SEAMEO. Contoh yang diteliti adalah ibu-ibu rumah tangga di Jakarta yang sosio-ekonomi berbeda. Hasil pemeriksaan darah terhadap jumlah leukosit. (8) Jamu Kencing Manis Sido Waras.225 responden. Umur responden antara 20-35 tahun (usia 57 . 8. dan 45 hari. 1978. 4'-dimetoksi calkon dari ekstrak total n-heksan. sisanya 30 % tidak ber-KB. Ternyata 70% dari seluruh responden ber-Keluarga Berencana (ber-KB).7% ingin anak lagi. (No.3% sedang hamil. 185*) Khasiat paliduri terhadap spermatogenesis pada tikus putih T AZALIA SlNTO dkk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 8 merek jamu yang dikenal sebagai antidiabetes. yang jumlah SOEKENISOEDIGDO. klinik KB jauh. Survai berlangsung 10 bulan. hitung jenis dan total protein pada tikus-tikus yang mendapat paliduri selama: 15. Contoh yang diteliti adalah: (l)Jamu Suiker Ziekten Cap Dua Keris.. (3) Jamu Sakit Kencing Manis Cap Dua Burung Perkutut". 13. Contoh yang diteliti adalah serbuk tanaman paliduri yang diperoleh dari P. dan terkumpul 1.

waktu sebelum atau sesudah tiba masa haid atau senggama. Ternyata. Data diperoleh dengan cara pengamatan secara langsung dan dengan wawancara terhadap 10 responden di tiap-tiap desa. yaitu: desa Bancar kembar. Salah satu cara terjadinya efek biologis pada jaringan hidup adalah dengan jalan menempel pada membran sel dan penetrasi untuk selanjutnya dapat mempengaruhi proses biokimia di dalam sel. Penggunaannya secara oral. sedangkan yang berasal dari daerah II: SD. Persentase yang ber-KB dengan yang tidak ber-KB dari masing-masing suku tidak berbeda. tidak mengganggu kesehatan. desa Karang bangkal. desa Bobosan dan desa Pabuwaran. 20% beragama bukan Islam. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. Kira-kira 80% responden beragama Islam. adalah: 18. Cap Air Mancur. 21% suku Sunda dan sisanya terdiri dari berbagai suku. Pantang berkala adalah cara yang paling sedikit dianut. desa Grendeng. Semuanya menyatakan berhasil (tidak hamil) selama penggunaan jamu (1-3 tahun). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui daya penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia sebagai data farmakokinetik kurkuminoid dalam rangka peningkatan manfaat temulawak. antibakteri. 1984. 29. Fraksi kurkuminoid mempunyai aktivitas farmakologi antara lain sebagai antiinflamasi. setelah itu penyerapan berkurang yang mungkin disebabkan oleh terjadinya hemolisis. SMP dan beberapa tidak pernah duduk di bangku sekolah. tergantung dari waktu inkubasi sampai 15 menit.subur baik). maka diperoleh hasil kadar kurkuminoid yang diserap eritrosit berturut-turut. yaitu fraksi minyak atsiri. jamu gendong dan ramuan sendiri. 30. menurunkan kadar kolesterol. 199*) Inventarisasi tanaman obat di kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas RlCHEHARIYATI. desa Purwanegara. kemudian kunyit (Curcuma domestica Val. Jamu yang digunakan antara lain adalah Jamu Peluntur Cap Nyonya Meneer. dengan menggunakan metode transpor eritrosit yang dikembangkan oleh Laboratorium Biokimia FK UNPAD dan penentuan kadar kurkuminoid yang ditetapkan dengan cara spektrofotometri pada panjang gelombang 520 nm.21% dan 28. telah dilakukan penelitian mengenai jenis-jenis tanaman obat yang ditanam oleh penduduk di daerah kecamatan Purwokerto Utara yang terdiri dari 7 desa.8% dari yang ber-KB menggunakan jamu sebagai kontrasepsi.). 10.62%. 197*) Penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia TRISAPTINI. Cara atau alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan ialah pil oral. Lebih dari 50% responden adalah suku Jawa. Dari hasil penelitian diperoleh 49 jenis tanaman obat dengan 29 suku. mudah didapat. fraksi kurkuminoid dan fraksi pati. 58 . Pendidikan responden dari daerah I umumnya SMP.). dimana bahannya berasal dari tanaman obat-obatan atau simplisia nabati. kolagogum dan antihepatotoksik. FB UNSOED EWASA ini penggunaan tanaman obat tradisional telah semakin Dkarena semakin meluasnya pemakaian obat-obatan atau jamu oleh meningkat. Kadar kurkuminoid yang diserap oleh eritrosit bertambah. (No. Kurkuminoid diisolasi dari rimpang temulawak. 1987. JF FMIPA UNPAD T EMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Sebagian responden yang tidak ber-KB belum mempunyai anak. Responden yang ber-KB umumnya sudah mempunyai 1 sampai lebih dari 3 anak.46%. atau hanya dengan 1-2 anak saja. jenis yang paling dominan adalah pepaya (Catica papaya L. Alasan memilih jamu adalah karena relatif murah. Dari ke 49 jenis tanaman obat tersebut. 15 dan 20 menit. Cap Jago. (No.) dan jenis yang paling sedikit adalah tempuyung (Sonchus arvensis L. SMA atau perguruan tinggi. Beberapa penelitian terdahulu menyebutkan adanya 3 kelompok kandungan kimia yang berguna bagi bidang farmasi.) sebagai tanaman obat mempunyai prospek untuk dikembangkan lebih lanjut. makanan minuman dan kosmetik. kedua adalah IUD. darah manusia diperoleh dari Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Bandung dengan antikoagulan Na2EDTA 1 mg/mL darah. Setelah diinkubasi selama berturut-turut: 5. desa Sumampir. Hal ini disebabkan masyarakat. Hanya 4.56%.

201*) Penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat di hutan lereng selatan Gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur H SULISTYANI dkk. kelinci dibius dengan larutan urethan 26% sebanyak 5 mL/kg bb. merupakan jenis-jenis yang sering dijumpai. Alpinia malaccencis. Smith. maka secara keseluruhan tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat pada lokasi penelitian (ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut) sangat rendah. Tekanan darah kelinci diukur dengan cara langsung. mungkin karena jenis tersebut bersifat biennial. yaitu antara lain sebagai perlindungan tanah dari bahaya erosi. Pola penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat bersifat mengelompok. Pfygonum chinense. yaitu dengan menggunakan kateter polietilen yang disisipkan ke dalam arteria karotis dan menghubungkan kateter ini ke transduser tekanan dari manometer elektronik. yaitu pada tahun pertama dihasilkan daun dan pada tahun berikutnya dihasilkan bunga. c) Globba marantina L.21%). Jenis Zingiberaceae lain tidak terdapat di tempat tersebut. Selama percobaan.penggunaan atau pemakaian anlara jenis yang satu dengan yang lain berbeda atau berlainan. E. maka semakin banyak usaha-usaha untuk menggali kekayaan hutan sebagai sumber plasma nuftah. Hal ini dapat diketahui dari fungsi hutan.. Semua kelinci yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelinci jantan berwarna putih yang dibeli dari peternakan kelinci di daerah Utara. Untuk itu telah dilakukan penelitian mengenai tumbuhan bawah yang berpotensi seebagai tanaman obat dan pola penyebarannya di hutan lereng selatan Gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur. Di antara 14 jenis yang berpotensi sebagai tanaman obat. Peranan lain yang tidak dapat diabalkan adalah sumbangannya yang berharga dalam bidang kesehatan. pada ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut. SUTANTIBRN. olah raga dan lain-lain. Pola penyebaran ini sangat berkaitan dengan adanya kompetisi interspesifik. Adanya tumbuhan yang belum atau tidak berbunga. pendidikan. WULANGI dkk. baik secara langsung manpun tidak langsung. Dari hasil penelitian didapatkan 106 jenis tumbuhan bawah. Contoh tumbuhan darimengetahui jenis Zingiberaceae yang terdapat di dalamdideterjenis Zingiberaceae di Kaliurang dibuat herbarium dan minasi dengan menggunakan buku Flora of Java dan Mountain Flora of Java. Penggunaan manometer elektronik ini memungkinkan pengukuran. 210*) Efek hipotensif beberapa tanaman di Indonesia KARTOLO S. sumber plasma nuftah. dkk . rekreasi. baik tekanan sistol maupun tekanan diastol dengan sangat teliti. (No. Dichroa febrifuga serta Symplocos fasciculata. tergantung dari jenis tanaman itu sendiri. Oplismemts burmani. FB UGM UJUAN penelitian adalah untuk hutan TKaliurang. pengaturan tata air. 1980. FPIPB D ALAM penelitian ini telah dilakukan percobaan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah belimbing buluh (Averrhoa bilimbi} dan buah mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap tekanan darah kelinci jantan berwarna putih. tetapi tempat rekreasi sehingga jenis Zingiberaceae lain tidak dapat berkembang dengan wajar.. sedang yang berpotensi sebagai tanaman obat hanya 14 jenis (13. karena daerah tersebut mungkin bukan merupakan area distribusinya. b) Costus spedosus (Koen) J. 1988. (No. (No. yaitu: a) Catimbiutn malaccensis (Burm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hutan Kaliurang hanya didapatkan 3 jenis tumbuhan yang termasuk Zingiberaceae. yang 59 .) Holt. FB UNSOED UTAN sebagai salah satu bagian dari ekosistem burnt sangat penting peranannya bagi kesejahteraan dan kemakmuran manusia. terutama jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai tanaman obat. "Apabila dikaitkan dengan jumlah individu yang sedikit untuk masing-masing jenis. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan tanaman obat. 1979. F. 202*) Jenis-jenis Zingiberaceae di hutan Kaliurang S.

dibuat gambar atau foto dan herbarium kering untuk disimpan sebagai koleksi spesimen.) Tiegh. Belimbing buluh dapat menurunkan tekanan sistol rata-rata 14. 3. sedangkan buah mengkudu dapat menurunkan tekanan sistol rata-rata: 19. Dari koleksi yang diperoleh.38 mmHg. sudah tentu akan diberantas. T. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa baik buah belimbing buluh maupun buah mengkudu dapat menurunkan tekanan sistol maupun diastol. jumlah tangkai serta ukuran lainnya. Pemakaian atau penyediaan obat selalu disertai mantera atau doa untuk mcnyempurnakan pengobatan.) Miq.) G. terutama obat penyakit tumor dan kanker dan lever (hati). digunakan untuk penyembuhan penyakit yang berbeda. 211*) Jenis-jenis benalu yang tumbuh pada pohon teh S.20 mmHg. Tumbuhan yang sama mempunyai nama daerah yang berbeda-beda. meneliti. dan tekanan diastol rata-rata: 23. Baik ekstrak buah belimbing buluh maupun buah mengkudu disuntikkan ke dalam vena aurikularis. yaitu rebusan atau seduhan. Pada umumnya cara pengolahan adalah dengan cara sederhana. genggam. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut. SUTANTI BRN dkk. yaitu: dua kali ke perkebunan teh P. mungktn disebabkan karena lokasi di dalam perkebunan tersebut bukan merupakan area distribusinya dan kalau terdapat benalu tersebut pada daerah yang diusahakan. terutama di pedesaan. satu kali ke perkebunan teh P. T.40 mmHg. Daun merupakan bahagian yang terbanyak dari tumbuhan yang digunakan sebagai obat. & Schlecht. Macrosolen cochinchinensis (Lour. 1981. baik secara mekanis maupun kimiawi.. 1981. 216*) Inventarisasi tumbuh-tumbuhan obat di Sumatera Barat RUSJDI DJAMAL. Tumbuhan yang sama pada beberapa daerah lain. FB UGM J ENI'S benalu yang tumbuh pada pohon teh diteliti dalam rangka memperoleh kepastian jenis-jenis Kegiatan lapangan dilakukan tiga kali. (No. Dendrophthoe pentandra (L. yaitu berupa jumlah daun. Tumbuhan sebagai obat.disuntikkan ke dalam tubuh kelinci secara intraperitoneal. yang lebih dipentingkan adalah lengkapnya jenis tumbuhan. Adanya beberapa cara yang menggambarkan penyediaan obat yang tidak ilmiah atau bersifat magik atau tenaga gaib. yaitu: 1.. Lepeostegeres gemmiflorus Bl. Takaran yang digunakan masih bersifat tradisional (kurang tepat). Don.25 mmHg dan tekanan diastol rata-rata 16. Bahan dikumpulkan dari masyarakat dan diolah secara tradisional. 4. Gunung Mas dan apa yang menurut informasi dari masyarakat dapat dipakai sebagai obat. Dari penelitian ini didapat empat jenis benalu. Tidak didapatkannya jenis benalu yang lain. 2. secara-tradisional masih banyak digunakan oleh masyarakat. FMIPA UNAND menilai penggunaan bahan dari tumbuhan PENELITIAN ini bertujuan untuk menemukan. 60 . Obat yang merupakan ramuan. Pagilarang.tumbuhan yang banyak digunakan oleh obat di Sumatera Barat. (No. Scurrula phitippensis (Cham. Jenis benalu yang tumbuh pada pohon teh dikumpulkan.

16 Agus Djamhurl. 9. Rahayu Nurohman. 15. 7. 12.51 Dadang Adam Alamsyah.. 15.31 Achyar Koesnadi. Budi Utama. 9.45 Akmal. G. 9.47 Eva Sarifah Hayati. 16 Elly Panglepuringtiyas. 57 Aziz Genisa. 2. 4.16. 9.36 Euis Nining.26 Ariyono Wahyu Ardi. 3 AbdulNaser.43 Hermansyah Amir. 6 Athena Anwar. 1. 11. 13. 7 Eli Halimah. 13. P. 50 61 . 14. 14 Eming Sudiana. 6..8 Budi Herawan. 13.42 Erwin Afandi.. A.. 15 Henny Setiatin. 9 Ida Hariati.44 Gratiana Ekaningsih dkk.. 12.45 Dedi Sofyan. 15. 17 Chairil Anwar. 10.54 Alimin Harahap. 14. 5.INDEKS NAMA PENULIS A. 5 Enny Ratnaningsih. 4. J. 9. 9 Ika Iskandar. 14.28 Efi Darliana X. 13 Andy Zul Izwar. 8 I. 16 Amir Hamzah Mauzy. 10 Gloria S.. 2. 15 Ella Noorlaela..55 Binsar Johanes.38 Ganthina Sugihartin. 7.. 11. 24 Husein Hemandi Bakti.27 Amrizal M. 9 Aryetti.49 Helmi.3 A.41 Aty Widya Warayanti.42 Aris Gumilar.56 Herman Puspita.42 Diah Sugiartini. 15.6 Agus Iman N.54 Bahruddin. 3 Eka Susanti H. 11 Harlia Djuhardi.38 Fitri Yunita.51 Endah Primawati. 12. 28 Burhanuddin Gumay.37 Hendra Yuliansyah. 4. 11. 8 Gede Swasta.19 Harmaini M J D. 13. 3. 1 Eti KurniatJ. 7. 14 Adel Zamri. 5..52 Hisran H.56 lie THsada S. 13. Nandini. 9 Bastiam. 1 Dian Nuryani. 2 Azinar. 3 Gustini Sy. 16 Gunawan Yohanda.43 Feri Herlina Anwar.36 Hilwan Yuda Teruna. 1.40 Asep Adi Suprihatna. 11. 10 Bogo Suntoro Murti.51 Euis Holisotan Hakim. 9. 7 Arsyadi. 18 Ambar Supeni.37 Adriansyah Azhari. Wananda. 6 Halim Zaini.22 Andy Soelistyanto. 10.49 Askadi. 12.31 Agus Djamhuri dkk.34 Haojahan Tfcnggul Manullang. 14.32 Azalia Sinto dkk. 5 Achmad Mustafa Fatah dkk. 6. 7 Evi Noviarsyah Latif.. 10.33 Hesti Budiati.

Nur Asiah.17.44 Sidik dkk. 15 Mulyono.. W.10 Neneng Mupidah. 1. 17 Sri Ulina Purba. 13..54 Riswan S. 16. 11 Mulyoto.7 Johansyah.56 Lianuta Christ Natanel. 11 Marliyani.25 Suhandra. 7. 5. 2 J.35 Sutjipto Halim. Sugiarso dkk.. 18. 2 . 16 Siti Kardinah P.46 Robert Edward Aritonang. 4. 53 Indrawati. 12 Linda R.40 Sudarsono. 8 Soewedo Hadiwiyato dkk. 12.. 4. 8.. 16. 5.32 Rusjdt Djamal.46 Sunoto.. 12.16.34 Suwarji Heryana.. 3 Miza Nemara.21 N.13. 2. 12. 13.25 Sri VWdarti.58 Rida Ernola. 5 Rukmiati K.45 Sri Ardani Soelarto dkk. H. 8. 15. 11 Soekeni Soedigdo. 10. 20 Murti Raehani. Yudono.31 Sri Anggrahini & Suhardi. 3. 7. 1 Oentoeng Soeradi dkk. 8 .10.15. 10.30 Mindarwati. 1 S.20 Malidin Maibaho. 5 Kartolo S. 15.60 Rusjdi Djamal dkk. T..51 Susi Lahtiani. 1. 1.40 Samekto Wibowo dkk. 7. 2.32 Riche Hariyati. 17 Moriana Hutabarat. 16 Sri Hertati.23 Sondang Komariah S. 10 Mohamad Istari. 23 Rahmanudin.. 11 Reeky Charles P.33 Nining Yuaningsih.. 8. 6 Retno Damayanti. Imono Argo Donatus. 13 Irfandi.. 9 Mohamad Eksan Sjafiudin. 13 Suharti K. 14. 9.20 Metti Siti Hastuti. dkk. 2 Nurlaili Isnaini.24 Sri Herliani.59 Lala Nurlaela.29 Rochyadi.48 Pramadhia Budhidjaya.44 Ngatijan & R. 59 Sumarno. Badjongga HTS. 7. 10.Imtihanah.22 Karta. Suherman dkk. Wulangidkk.. 4.38 Sri Woelaningsih..17 Semangat Kataren. 12. C.57 Soetijoso Soemitro. 6. 27 Prita Kresna. 25 Takbir Siregar.( 6. 16. 3.60 Sudarsini.19 Suroso dkk. 6 Snelly Faurhesia. 11.35 Sri Herjati Setiodihardjo. 8 Muchtadi. 3..26 Setiawati Yusuf.55 Sulistyani dkk.57 Sulisti. 4.35 Machmoed Azhar dkk. 8. I Ine Srikandi..Tambunan.. 2. 4.49 Sangat Roemantyo H.. 1.48 Latifah. 14.. 14. 14..53 Saifulah. Sutanti BRN dkk.. 1 Nurhidayat. 13. 17. 2.41 Sudjiman Djojosengodjo dkk. 15 Martoni..29 Sumiyati Sunaryo dkk. 16 62 Sumiati Yuningsih. 2.. 15.

37 ZulfadIyN. 2..52 ZuariahYusufdkk. 9. 11 Tubagus Agus N. 11.43 Vita Sophiata. 15. 5.41 Tjioe Thio Bwee. Evelyn. Sidik. I.21 Yolanda P.12. 14.47 63 ..26 Titi Wiraharja N. 59 Trisnasari. 7.16.53 Yetty Supatmijati. 3. 12 Zuharina. 24 Yun Media Handayani.52 Z.30 Wahyono.39 Titin Suprihatin. 4.. 3 Yulianti. 7 Yam Sutiyani. 2..34 Teti Suryeti. 10.. 50 Veronica Bajang.Tavip Budiawan.39 Yuniarti Siregar. 10. 7 Udju Sugondho dkk.19 Udju Sugondho. 14. 1. 13. 9 Yusi Fudiesta. 10. 3 Tutuk Budiati. 21 Wiwiek Herawati.30 Yarnelly Gani dkk. 8 Utari Dewi. 5..28 Taufik Rahman. Tati Hurustiati.55 Yutiardy Rivai. 6. 11 Tri Saptini. 14.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful