PENELITIAN TANAMAN OBAT DI BEBERAPA PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA

IV
PENYUNTING
Sri Sugati Sjamsuhidajat B. Dzulkarnain B.Watyoedi Nurendah P. Subanu Lucie Widowati Martuti Budiharto

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN FARMASI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN DEPARTEMEN KESEHATAN RI. JAKARTA 1992

LEMBAR DATA BIBLIOGRAFI TERBITAN

Judul: Penelitian Tana man Obat di Beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia IV

Klasifikasi: DDC : 615.32389 UDC : 633.88 NLM : QV766

Penyunting: Sri Sugati Sjamsuhidajat B. Dzulkarnain B. Wahjoedi Nurendah P. Subanu Lucie Widowati Martuti Budiharto'

Jenis Terbitan:

Nomor Terbitan: BPPK-F-91/Bibl.l2

Kama dan alamat badan yang memperbanyak dan menyebarluaskan terbitan: Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan RI. Jalan Percetakan Negara No. 29, Jakarta 10560; Kotak Pos 1226, Jakarta 10002; Telpon No. 413122,414146

Edisi/Cetakan: Pertama

Tanggal terbit: 10 Maret 1992

Jumlah halaman: 66

Jumlah terbitan: 1000

Sponsor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI.

Sari (abstrak)/Kata Kunci (Key Words) PLANTS, MEDICINAL - bibliography PLANTS, MEDICINAL - Indonesia

Kolom Catalan penerima terbitan:

Penyebaran terbitan: Bebas Izin mengutip: Bebas dengan menyebut sumber

DAFTARISI
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Hal.
DAFTARISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . i
KATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ii DAFTAR SINGKATAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . iii

DAFTAR TANAMAN DAN PENELITIAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
ABSTRAK PENELITIAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 19

INDEKS PENULIS

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 61

INDEKS TANAMAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 65

terutama di perguruan tinggi. Maksud penerbitan ini. Sri NIP. maupun oleh pengguna dan pengusaha tanaman obat. 14001175 . Buku Volume IV ini dilengkapi dengan ABSTRAK HASIL PENELITIAN beberapa tanaman yang terpilih. dapat berkomunikasi langsung dengan para peneliti yang berada di berbagai institusi yang dicantumkan dalam Buku ini. Terimakasih diucapkan kepada semua Perguruan Tinggi dan Institusi penelitian. baik oleh para peneliti. para pembaca yang memerlukan informasi tentang hasil penelitian tanaman obat. Dengan Buku ini. serta semua pihak yang telah membantu dalam pengumpulan informasi dan penyusunan buku ini. Pusat Penelitian dap Pengembangan Farmasi Dra.KATAPENGANTAR Buku Penelitian Tanaman Obat di Beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia Volume IV (1992) adalah lanjutan dari Buku Volume I (1988). adalah untuk mengkomunikasikan hasil penelitian tumbuhan obat yang dilakukan di berbagai institusi di Indonesia. Naskah dari makalah lerigkap laporan penelitian dapat diminta langsung kepada institusi tempat penelitian tersebut dilakukan. Volume II (1989) dan Volume III (1991). para pembaca dapat memperoleh informasi tentang jenis penelitian. seperti buku-buku sebelumnya. Semoga Buku ini dapat dimanfaatkan secara lebih luas. alamat dimana penelitian dilakukan dan yang terpenting adalah penelitian tanaman apa dan siapa yang melakukannya. Diharapkan dengan diterbitkannya Buku ini.

LIPI. Bandung. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Brawijaya. Institut Teknologi Bandung. Universitas Hasanuddin. JF FMIPA USU 9. Yogyakarta Jurusan Farmasi. Universitas Andalas. JB FMIPA UNPAD 7. Universitas Padjadjaran. FKH IPB 19. Bandung Fakultas Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. PPPS ITB Jurusan Farmasi. FP UNHAS 20. Jakarta 111 . JF FMIPA UNAND 15. Ujung Pandang Fakultas Kedokteran. Fakultas Matematika dan Hmu Pengetahuan Alam. Universitas Gadjah Mada. Universitas Indonesia. JK FMIPA ITB Jurusan Kimia. Purwokerto Jurusan Kimia. Malang Fakultas Pertanian. FB UGM Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Universitas Jenderal Soedirman. Medan Fakultas Farmasi. Yogyakarta Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta Fakultas Biologi. P3 Biol 16. Institut Teknologi. Universitas Gadjah Mada. Universitas Padjadjaran. Yogyakarta 11. JF FMIPA ITB 3. Bandung Jurusan Biologi.DAFTAR SINGKATAN 1. Bandung 4.FK UGM 13. FB UNSOED 5. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.FKUNPAD 8. Universitas Sumatera Utara. FKH UGM 12. Universitas Padjadjaran. FP UNBRA 18. Yogyakarta Fakultas Kedokteran Hewan.FKUNBRA Fakultas Kedokteran. Bandung Fakultas Kedokteran. Padang Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi. Malang Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas Brawijaya.FKUI Fakultas Pertanian. Fakultas Matematikadan Ilmu Pengetahuan Alam. Bogor 14. Universitas Gadjah Mada. Bogor 17. Bandung Program Pendidikan Pasca Sarjana Institut Teknologi Bandung. Institut Pertanian Bogor. 2.JKFMIPAUNPAD 6. FF UGM 10. FTP UGM Jurusan Farmasi.

) terhadap Ascaris lumbricoides var. Ageratum conyzoides L. Antidesma Suroso dkk. Anacardium Uji efek analgetik dari perasan umbi bawang putih (Allium sativum L. FMIPA ITB Sunoto FB UNSOED JF FMIPA ITB 81 4. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 1. di laboratorium 88 5.NO. Br. yang tumbuh di Sukabumi. Studi isolasi senyawa glikosida dari daun saga (Abrus precatorius L. 86 (Ageratum conyzoides L.) Pengaruh ekstrak: 1. 2. ^rtfl/ww cotnosus L. Aneilema vaginatum R. . identifikasi dan konservasi asam anakardiat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium ocddentale L.) Tutuk Budiati Diah Sugiartini 90 Telaah kandungan kimia kulit buah jambu mete (Anacardium ocddentale L. terhadap kesuburan pada mencit 3.) pada tikus putlh galur Wistar 6.* 2. martnelos (L. 2. Uji kepekaan larvaAedes aegypti L. terhadap kadar gula darah kelinci dan perbandingannya dengan tolbutamid Pengaruh ekstrak: 1.) terhadap mencit Indrawati JK FMIPA UNPAD JK FMIPA ITB 86 7. ^4/mo/wz squatnosa L. ^4&/«j PENULIS Harlia Djubardi Sulisti INSTANSI JK FMIPA ITB JF FMIPA ITB TH 87 87 precatorius L. suum in vitro Pemeriksaan kandungan artemisin Erwin Afandi NurlaJli 14.* ocddentale L. Kemlegi. terhadap kesuburan pada mencit usu 85 11. 90 herba Artemisia annua L. 3.Br. 88 79 13. Cianjur dan Garut Isnaini .) dan rimpang temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb. Suroso dkk. Uji efek antiradang daun bandotan Hisran H. Jeruk maja. Jeruk maja. Srikaya. o* Isolasi.(4recfl cafcc/w L.) Achras zapota L. 3. 8. Pengaruh pinang (Areca catechu L. JF FMIPA ITB 90 86 Kehamilan mencit (Mus musculus) yang diberi ekstrak nanas (Ananas comosus) muda Mulyoto FB UNSOED JF FMIPA 10. Antidesma tetrandrum Bl. Srikaya. terhadap ekstrak Ageratum conyzoides L. Kemlegi.* Isolasi alkaloida peptida dari kulit batang tetrandrum Bl.) Corr. Artemisia annua L. Allium sativum L. Pengaruh penggunaan infusa Aneilema Nur Asiah vaginatum R. ylegfe Pemeriksaan kandungan senyawa kimia buah sawo masak (Achras zapota L. Martoni JB FMIPA ITB JF FMIPA UNAND JB FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB 81 12.

* Baeckea frutescens L.' 24. Camellia Isolasi dan analisis alkaloida pada daun Bntgmansia suaveolens Ujung Pandang 75 23. Efek ekstrak etanol daunAverrhoa bilimbi dan herba Catharanthus roseus terhadap kadar glukosa darah mencit diabet permanen Azhar dkk. zat yang terkandung dalamAverrhoa bilimbi L. Juss. 27. kristalisasi serta Yetty JF FMIPA Supatmijati. yang tumbuh di Indonesia 16. Interaksi antara vitamin E dan infus rebung Bambusa vulgaris Schrad.) untuk bahan makanan Efek infus akar papaya terhadap kerutan kalsium dan magnesium batu saluran kemih secara in vitro Soewedo Hadiwiyato FTP UGM 80 dkk.) Studi perbandingan kapsaisin dari buah cabe merah dan cabe gendot Capsicum annum L.) Analisis kandungan kofeina dari empat Johansyah Eva Sarifah H. Pemanfaatan biji pepaya (Caricapapaya L.' Isolasi dan analisis minyak biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L. Imono Argo FFUGM 81 Donatus AzizGenisa JK FMIPA UNPAD 22. 25.' klon teh (Camellia sinensis L. Artemisia vulgaris L. UNPAD Sidik Wahyono FF UGM 81 81 vulgaris Schrad. klasifikasi./4/temM/fl vulgaris L. 17. kulit batang dan buah tumbuhan mimba (Azadirachta indica A. Baeckea frutescens L. Bambusa Pemeriksaan kandungan kimia dan usaha isolasi triterpenoida dari daun jungrahab.* Isolasi. 20. Azadirachta indica A. Nurhidayat JF FMIPA ITB 88 danylrtemts/a annua L. Studi fitokimia ekstrak etanol dan metanol daun.' 26. Pemeriksaan dan percobaan isolasi artemisin dari.Br. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 15.) dengan cara kromatografi lapis tipis Irfandi JF FMIPA 90 ITB 19. Calophyllum inophyllum L. JK FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD 88 sinensis L. Prita Kresna JK FMIPA ITB 87 Carica papaya L. Bmgtnansia suaveolens B.* Usaha pemeriksaan golongan kimia zat- Machmoed FMIPA 79 bilimbi L. Berg.NO. 21. Juss. Andy Zul UI JK FMIPA 86 Izwar ITB 18. Takbir Siregar FFUGM 86 .* karakterisasi kandungan utama akar aris Schrad. terhadap nekrosis sel-sel hepar tikus putih jantan Mulyono .

PENULIS Mindarwati INSTANSI TH Cassia alata L. Evelyn JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB 90 31. Isolasi alkaloida dari daun johar (Cassia siamea Lamk.) Osbeck.) Efek ekstrak etanol daunAverrhoa Efi Darliana T. Uji daya antimikroba sediaan krim yang mengandung sari daun ketepeng (Cassia alata L. varietas Tinnevelley Yolanda P.) Osbeck (jeruk besar) dan dari kulit Citrus nobilis Lour.) G. dari Tangerang dan Bandung 33.) Osbeck Isolasi dan karakterisasi pektin dari kulit buah (jeruk besar) Citrus grandis (L) Osbeck Dian Muryani Sri Ulina Purba Sri Ulina 37. Catharanthus roseus (L. Andy Zul Izwar 90 32.) Urban Cephaelis stipulacea Bl. Centella asiatica (L. Pemeriksaan flavonoida dan triterpenoida antanan Centella asiatica (L. Budi Utama 39. Cassia angustifolia Vahl.* Isolasi alkaloida dari tumbuhan 87 87 Cephaelis stipulacea Bl.. (jeruk keprok) 86 38.J. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 28. Don. Don. Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis (L. Gunawan Yohanda Tubagus Agus N.) 86 Purba A. Yulianti JF FMIPA ITB 86 34.) — Uji daya antimikroba sediaan salep yang mengandung sari ketepeng (Cassia alata JF FMIPA UNPAD JF FMIPA 86 29. jeruk keprok Studi pemanfaatan sari bungkil kelapa pada fermentasi produksi penisilin menggunakan jamur Penicillium chrysogeum ATCC 28089 Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia daun iler (Coleus atropurpureus Benth.) Urban JF FMIPA ITB JF FMIPA UNAND JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB 87 35. jeruk besar dan dari kulit Citrus nobilis Lour.NO.* Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis (L.) G.* Sri Harjati 86 Setiodihardjo UNPAD 30.* Coleus atropurpureus Benth. I. Cassia siamea Lamk. Suwarji Heryana JF FMIPA UNPAD 87 .* 36. JF FMIPA ITB 90 40. Citrus grandis (L. Penetapan kadar sennosida B daun dan buah Cassia angustifolia Vahl. Cocos nucifera L. Citrus nobilis Lour. 86 bilimbi dan herba Catharanthus roseus terhadap kadar glukosa darah mencit diabet permanen Studi perbandingan kadar vinblastin dan vinkristin daun Catharanthus roseus (L.

NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 41. 42. P3 Biol 89 46. Badjongga HTS. trigliserida. pertumbuhan kambing Sudjiman FKH UGM ' Djojosengodjo dkk.) dan rimpang kunyit (Curcuma M. dengan GC-MS Perbandingan beberapa cara ekstraksi untuk mengisolasi kurkuminoid dari rim- JK FMIPA ITB 86 44.Hamzah JF FMIPA UNPAD 87 49. Etnobotani kunyit (Curcuma domestica Val.) Perbandingan beberapa cara ekstraksi Amir untuk mengisolasi kurkuminoid dari rim." Penentuan komponen utama minyak atsiri Curcuma domestica Val. yang bebas minyak atsiri terhadap toksisitas karbon tetraklorida pada mencit putih Swiss Webster jantan 47.W. 50.NO." pang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. dan HDL- Pramadhia B. Curcuma heyneana Val. Fitri Yunita 81 Uji efek koleretik ekstrak seluruh tanaman Elephantopus scaber (L. *. Efek ekstrak etanol rimpang jCucurma.* Curcuma mangga Val.) dan rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.* Curcuma Pengaruh perasan temu ireng terhadap deruginosa Roxb. Curcuma domestica Val.) Penentuan komponen utama minyak atsiri temulawak (Curcuma xanthorrhiza Teti Suryeti Semangat Kataren JF FMIPA UNPAD JK FMIPA ITB 48. Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Sangat Roemantyo.) terhadap kolesterol total. pada tikus putih jantan galur Wistar JFFMIPA ITB 86 43.) dan minyak rimpang Curcuma domestica Val. & Zyp." Amir Hamzah JF FMIPA UNPAD 87 pang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Beberapa aspek farmakognosi temu • mangga (Curcuma mangga Val. zedoaria (Berg.) M.) Roscoe dan rimpang Adriansyah Azhari JF FMIPA ITB 87 Curcuma heyneana Val. H. & Zyp. JF FMIPA UNPAD 88 kolesterol darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia .) 45. domestica Val. J. Pengaruh kurkuminoid dari temulawak (Curcumaxanthorrhiza Roxb.* Roxb.

SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik 54. Pengaruh ekstrak air temulawak Rochyadi JFFMIPA UNPAD 87 (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dan uji beberapa sifat fisikokimianya secara KLT Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.' Tavip Budiawan JFFMIPA UNPAD 88 Pembuatan sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia Abdul Naser JF FMIPA UNPAD 87 Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap HDL-kolesterol. Eli Halimah JF FMIPA UNPAD 87 59.) terhadap kadar SGOT.' Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.NO.) terhadap pe-nyerapan glukosa di usus halus tikus 60. SGPT dan uji kualitatif HbsAg darah kelinci pada keadaan terinfeksi hepatitis B Sumiati Yuningsih JF FMIPA UNPAD 87 57.) terhadap fungsi empedu darah kelinci Budi Herawan JF FMIPA UNPAD 87 Robert Edward JF FMIPA UNPAD 88' 56.) menggunakan Yani Sutiyani JF FMIPA UNPAD 87 pelarut eter minyak tanah. Karta JFFMIPA UNPAD 87 (Curcuma xanthorrhiza Roxb. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 51." Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. kloroform dan metanol .) terhadap kadar SGOT. SOFT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik 52.) terhadap kadar SCOT.) terhadap penyerapan glukosa di usus halus tikus Pengaruh campuran kurkuminoid dan minyak atsiri temulawak terhadap penyerapan glukosa di usus halus tikus Pengaruh kurkuminoid temulawak Endah Primawati JF FMIPA UNPAD 87 58. Pengaruh minyak atsiri temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.' Isolasi dan identifikasi senyawa kurkuminoid rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.

Datura stramonium L. Pengaruh konsentrasi dan interval pemberian pupuk melalui daun terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman wortel Siti JB FMIPA Kardinah P. JF FMIPA ITB Telaah kandungan hiosiamin dan skopolamin dalam berbagai organ tanam- JF FMIPA ITB 90 an kecubung (Datura stramonium L.) hasil fraksinasi dengan eter minyak tanah. Deiist. UNPAD 88 (Daucus carota L.) Roscoe bebas minyak atsiri terhadap toksisitas karbon tetraklorida Bogo Suntoro Murti JF FMIPA ITB 86 66.) yang diperoleh dari daerah Pangalengan (Jawa Barat) 68.* Dioscorea hispida Isolasi dan identifikasi steroida saparin dalam umbi gadung Dioscorea hispida Denst.) Roscoe dan rimpang Curcuma heyneana Val. FF 79 UGM JK FMIPA ITB 88 . 67.) Roscoe zedoaria (Berg.NO. Escherichia coli. Pemenksaan minyak atsiri rimpang temu putih Curcuma zedoaria (Berg. yang bebas minyak atsiri terhadap toksi. Salmonella typhi dan Bacillus subtilis Penetapan kadar minyak atsiri rimpang Taufik temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.sitas karbon tetraklorida pada mencit putih Swiss Webster jantan Azhari ITB 65. Penelitian pendahuluan komponen kimia minyak atsiri Durio zibethinus Murr. fraksi eter dan fraksi metanol rimpang temu putih Curcuma zedoaria (Berg. Efek ekstrak etano! rimpang Curcuma Adriansyah JF FMIPA 87 zedoaria (Berg.* Durio zibethinus Murr.* Uji daya antibakteri ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Sondang Komariah S. kloroform dan metanol terhadap Metti Siti Hastuti JF FMIPA UNPAD 86 Staphylococcus aureus.) Rahman dari berbagai daerah JF FMIPA ITB 86 / 63 Curcuma javanica Curcuma Penelitian pendahuluan tentang khasiat rhizoma temulawak (Curcuma javanica} Agus Djamhuri FK UNBRA 79 terhadap kadar kolesterol darah 64. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 61. dengan GC-MS Achmad Mustafa Fatah dkk.) 69. 70.) Roscoe Askadi Reeky Charles P. Daucus carota L. Pengaruh fraksi eter minyak bumi.

* 74. yang RukmiatiK. 76. Isolasi agar dari Gelidium sp.) dan cangkring (Erythrina fasca Lour. 77.W.* T.) Griff.* 80. Aris Gumilar JF FMIPA ITB 90 75.) dalam kulit buah lengkeng Euphoria Stend. dan Gracilaria sp. Uji efek koleretik ekstrak seluruh tanaman Elephantopus scaber L. kaca piring) dengan metode Zaini kromatografi gas cairan dan GC-MS 81. yang diperoleh dari pantai Cilanteureum. Keaneka ragaman jenis GraptophyUum 86 87 pictum (L. mangostana L.* Elephantopus scaber L. Eleusine indica Gaertn. Gelidiwn sp.) Uji efek dari simplisia nusa indah (Musaenda erythrophylla Schum. dkk. Retno Damayanti Ngatijan & R.* Euchema cottonti Euphorbia Isolasi karagenan dari Eucheuma cottonii Penelitian kandungan kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia Jack. longan (Lour.) Griff. Gardenia augusta Merr. Eka Susanti H. Penelitian "anabolic effect"dan "androEwycoma longifolia Jacq. dan minyak rimpang Curcuma dornestica Val.) Griff. Sugiarso JF FMIPA UNPAD JF FMIPA Erythrina fusca Lour.) Griff.) Aty Widya Warayanti N. Garut Trisnasari JF FMIPA ITB 88 82.) (GraptophyUum pictum (L..* 84. C.) WahyuArdi ITB . ITB dkk.) Stend. Karakterisasi komponen kimia minyak 78. (Gardenia florida L. INSTANSI JFMIPA ITB TH 86 71. Graptophyl Pengeringan daun handeuleum lumpictum (L. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS J. FMIPA 81 prunifolia Jack.* 90 87 atsiri Gardenia augusta Merr. dengan cara pengisian Udju Sugondho Wiwiek Herawati Ariyono FK UNPAD FB UNSOED JF FMIPA 90 83. genic effect" dari infus akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jacq. Yudono Hermansyah Amir Halim UNPAD JK FMIPA ITB FK UGM JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB 86 diperoleh secara ekstraksi Euphoria Penelitian pendahuluan senyawa saponin longan (Lour. Uji antibakteri ekstrak akar rumput belulang (Eleusine indica Gaertn. H.NO.) Garcinia Isolasi xanthone dari kulit buah Garcinia mangostana L.* 79 79. pada tikus putih jantan galur Wistar Pemeriksaan kandungan kimia tumbuhan Elephantopus scaber (tapak liman) 72. JF FMIPA ITB 89 87 80 73. Badjongga HTS. di Malesia Pemeriksaan senyawa golongan flavonoida dari daun handeuleum (GraptophyUum pictum (L.

) Foil Moriana Hutabarat Sutjipto Hamim 87 89. Pemeriksaan pendahuluan senyawa kimia daun dewa (Gynura procumbens (Lour. Salmonella typhosa dan jamur Microsporum gypseum 81 .) dan rimpang temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb.) pa-da tikus putih galur Wistar Uji pengaruh ekstrak air daun katimaha Hisran H. Hyptis pectinata (L.) Merr. Nining 86 UNPAD FK UNPAD JB FMIPA UNPAD "90 92. Uji efek anti radang daun bandotan (Ageratum conyzoides L.) Beauv.* Imperata cylindrica (L.) Beauv. galanga L. Pemeriksaan senyawa kimia golongan flavonoida dari daun dewa (Gynura procumbens ( Lour.).) terhadap penurunan kadar SGOT dan SGPT darah tikus putih pada keadaan hepatotoksik Formulasi salep dengan ekstrak laos dan JF FMIPA UNPAD 89 95. 88. Isolasi dan penentuan komponen fitosterol dari lateks Hevea brasilliensis 73 Bakti Uji pendahuluan efek farmakologi isolat hiptolida dari tanaman Hyptis pectinata (L. Arg. Takaran terendah (MIC) sebagai antibiotik dari infusa Kaempferia galanga dibandingkan dengan ampisilin Udju Sugon dho dkk. PENULIS Ganthina Sugihartin Murti INSTANSI JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB JK FMIPA ITB FK TH 87 Gynura procumbens (Lour.) 86. Penelitian pendahuluan senyawa alelopati pada rhizoma Imperata cylindrica (L. Kaempferia 89 Efek antimikroba dari infusa Kaempferia galanga L.NO. obat tradisional terhadap Candida albicans dari 87 Yuaningsih Microsporum gypseum 93.* Penelitian efek bakteriologik dan mikrobiologik dari laos merah dan putih yang segar dan yang dikeringkan terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitiaij daya antijamur air kencur (Kaempferia galanga L.) 88 Raehani Husein Hemandi 87. Udju Sugondho dkk. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 85. 91. Mohamad Eksan Sjafiudin JF FMIPA UNPAD FMIPA UNPAD 79 96. Kaempferia pandurata Roxb. (Kleinhovia hospita L.* Languas galanga (L.) Merr. 90.) Merr. Sri Ardani penentuan daya hambatnya terhadap bakteri dan jamur Soelarto dkk.) Poit. Hevea brasiliensis Muell. JF FMIPA ITB 86 94.* Kleinhovia Susi Lahtiani hospita L.) Stuntz.

) Benth.) Pers. Alkaloida dari Litsea diversifolia Bl. tua dan kuning Pengaruh infus daun Melastoma 89 Herlina Anwar Sri Widarti Bahruddin 106.* Litsea glutinosa (Lour.G. Pemeriksaan efek antelmintik dari biji Leucacena glauca (L. & V.) C. Senyawa alkaloida dan non-alkaloida Litsea monopetala (Roxb.* 107. diversifolia Bl. kulit batang dan buah tumbuh.) I. Alkaloida dari kulit akar Litsea diversifolia Bl.) dengan cara kromatografi lapis tipis Arsyadi 90 110.) C.* 104. Alkaloida dari Litsea monopetala (Roxb.* 90 89 Sophiata Adel Zamri Alkaloida dari fraksi fenolik Litsea glutinosa var. Melia azedarach L.) muda. P. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN Pemeriksaan senyawa kimia rimpang laos PENULIS lie Trisada S. 98.) Benth. A. 90 90 108. littoralis Blume.* Litsea monopetala (Roxb. Leucacena glauca (L.) C.&V.NO. Alkaloida dari Litsea glutinosa (Lour. B.)Pers. Rob.) Pers. terhadap Ascaris suum dibandingkan dengan Piperazin sitrat secara in vitro Isolasi alkaloida aporfin dari Litsea 99. Httoralis Blume Helmi Asep Adi 89 89 Suprihatna Feri 105. Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia daun mindi (Melia azedarach L. var. Nandini JF FMIPA ITB 87 .* 102. var. malabathricum terhadap ileum marmut jantan terpisah Linda R." Pemeriksaan kadar rutin pada daun singkong (Manihot utilissima Pohl. littoralis Blume Isolasi senyawa aporfin fraksi fenolik dari tanaman Litsea glutinosa (Lour. B. Yuniarti Siregar INSTANSI JF FMIPA ITB JF FMIPA USU TH 88 85 97.an mindi (Melia azedarach L. Manihot utilissima Pohl. Rob. Budiati Euis JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JF FMIPA ITB JF FMIPA USU JF FMIPA ITB 89 100. Melastoma malabathri cum 109.* Litsea 89 Holisotan Hakim Vita • 101. Tambunan 86 Studi fitokimia ekstrak etanol dan metanol daun. B.* Litsea accedentoides K. Hesti accedentoides K. 103.

* Oldenlandia corymbosa L.. 10 Titin Suprihatin Sudarsono Isolasi. Musaenda Schum.) Horan 120.) PENULIS Miza Nemara Titi Wira- INSTANSI JFFMIPA ITB FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JFFMIPA ITB TH 90 79 112.) etythrophylla 116. Daya racun pachyrrhizin dan fraksi lain pada ekstrak biji bengkuang (Pachyrrhizus erosus Spreng. Isolasi dan anaiisis fraksi alkaloida dari daun tumbuhan mengkudu (Morinda citrifoiia L.) Anaiisis komponen kimia minyak atsiri fuli pala (Myristica fragrans Houtt. Saifulah JK FMIPA Penentuan komponen utama minyak atsiri dari pala (Myristica fragrans Houtt. 115.* Morinda citrifoiia L. 124. Uji efek dari simplisia nusa indah (Musaenda erythrophylla Schum. 123. dengan GC-MS Athena Anwar JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB FF UGM JK FMIPA ITB 87 87 81 javanica DC.) Enny Ratnanlngsih 87 .* Moringa Anaiisis beberapa unsur dan senyawa dari biji kelor (Moringa oleifera Lamk.) Horan sebagai bahan kosmetik tradisional Pemeriksaan stigmasterol rimpang honje (Nicolaia speciosa (Bl. Momordica charantia L.) pada tikus putih jantan galur Wistar 86 114.) dan cangkrtng (Erythrina jusca Lour.* Ocimum sanctum L. 122.* Myristica fragrans Houtt. C. 80 Sugiarso dkk. 117. Telaah kandungan kimia ekstrak metanol buah paria (Momordica charantia L. klasifikasi serta kristaltsasi kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. 113. dengan GC-MS Penelitian komponen kimia minyak atsiri Oenanthe javanica DC.* Pachyrrhizus erosus Spreng.) 89 84 oleifera Lamk. H.NO. Binsar Johanes Yun Media Uji efek hipotensif dari dekok daun pace (Morinda citrifoiia L. Nicolaia speciosa (Bl. Buah honje Nicolaia speciosa (Bl.* PPPS ITB 89 dengan GC-MS 119. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 111.) harja N.* Handayani Sudarsini Uji antibakteri zat larut dalam fraksi eter minyak tanah kulit akar kelor (Moringa oleifera Lamk.) N. Gede Swasta JF FMIPA ITB 83 87 121.)Horan) dari beberapa daerah tumbuh di Singaraja (Bali) dan sekitarnya Sangat P3 Biol Roemantyo.) 89 ITB Aryetti 118.* Oenanthe Penelitian komponen kimia minyak atsiri Ocimum sanctum L.

Pemeriksaan kimia pendahuluan biji Malidin kedawung (Parkia biglobosa Auct. Penjajagan awal senyawa saponin dalam kulit buah jengkol (Pithecellobium lobatum Benth. Pachyrrhisus Penelitian mengenai pengaruh biji Tjioe Thio JB FMIPA 65 erosus Urban bangkuang (Pachyrrhisus erosus Urban) terhadap tikus putih kecil serta kelainan histologis yang ditimbulkannya dalam organ Bwee UNPAD 126. 133.* A. JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNAND 86 Zuharina 89 Pemeriksaan minyak atsiri daun sirih Sumarno (Piper betle L.) Uji efek ekstrak kental buah Phaseolus vulgaris L. Benth. Parkia biglobosa Auct.) Maibaho JF FMIPA ITB 90 127. Pemeriksaan kualitatif kandungan kimia ekstrak etanol dan ekstrak air buah ciplukan (Physalis angulata L. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 125.* Picrasma javanica Blume 134.) Bei & Cav. Benth. & Magn.* Physalis angulata L.) Fudiesta Dedi -Sofyan Muchtadi UNPAD JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD 86 87 128. Isolasi dan identifikasi sabinen dan terpinon 4-0 dari minyak kemukus (Piper cubeba L. Rahayu Nurohman 86 131.) Beberapa aspek farmakognosi dari buncis (Phaseolus vulgaris L. terhadap kadar glukosa darah tikus Isolasi dan penetapan karakteristik fisik senyawa alkaloida dari buncis (Phaseolus vulgaris L.* Pithecellobium lobatum Benth.) terhadap Colleototrichum lindemuthianum (Sacc. Tunggul Manullang Herman Puspita JK FMIPA UNPAD 78 JK FMIPA ITB 89 11 .) Isolasi zat pahit dari akar Picrasma javanica Blume Tidak dicantum kan Evi Noviarsyah FB UNSOED 86 132.) Haojahan.) 136. Piper belle L.Np. Phaseolus vulgaris L.) segar dan yang telah dikeringkan JF FMIPA ITB 87 135. Uji ketahanan beberapa varietas buncis (Phaseolus vulgaris L.' 129. 130. Pengaruh jaraktanam dan pemupukan Yusi JB FMIPA 88 fosfat terhadap pertumbuhan dan hasil kacang jogo (Phaseolus vulgaris L. Piper cubeba L.

di Kabupaten Gowa Sunaryo dkk.* Psidium guajava L. FPUNHAS 81 145.* Pluchea indica L.* Solatium Isolasi terpenoida dari daun Sapium baccatum Roxb. Brown. Clarke secara densHometri 88 khasianum CB. E.* Pleomele angustifolia N. E. 142.NO. 143. 141. Brown) dan peng- gunaannya dalam obat kumur 138.* Sapium baccatttm Roxb. 140. 78 148.) Perubahan komposisi beberapa komponen lipida selama perkecambahan Ricinus coinmunis L.* Psophocarpus tetragonolobus DC. Mohamad Istari Lianuta. komposisi darah dan limpa pada ayam broiler 144.) terhadap bobot badan. Pemeriksaan flavonoida dan minyak atsiri Snelly daun karamunting (Rhodomyrtus Faurhesia tomentosa W. Sri Anggrahini& Usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan Pengaruh penggantian sebagian ransum 86 Suhardi Sumiyati FKHUGM 81 dengan biji kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC.* Ricinus communis L. 147.* Polypodium feei Mett. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 137.) Pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium gpajava) terhadap otot polos usus dan pupil kelinci dan tikus putih Adam Alamsyah Agus 81 Djamhuri dkk. Ridley Penetapan kadar solasodin dari dua varietas Solanum khasianum CB.) Morr. Adaptasi empat varietas tanaman kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC. Rhodomyrtus tomentosa W. Christ Natanel Zulfadly N.* Penelitian daya antipiretika dari Pluchea indica (beluntas) Kajian kandungan kimia tanaman Polygonium perfoliatum L. Euis JFFMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JFFMIPA UNAND JF FMIPA UNPAD 87 146. PENULIS Neneng Mupidah INSTANSI JFFMIPA UNPAD TH 87 Pembuatan sari daun suji (Pleomele angustifolia N. Clarke 12 87 Nining .* Polygonium perfoliatum L. Ridley 149. Ait. 87 Samanca saman (Jacq. Ait.) Morr. Wananda Setiawati Yusuf Dadang FKH IPB PPPS ITB JF FMIPA UNPAD FP UNBRA FTPUGM 80 89 87 oida dari akar pakis tangkur (Polypodium feei Mett. 139. Zuariah Yusuf dkk. Alkaloida dari kulit batang pohon Samanca saman (Jacq. Usaha isolasi dan identifikasi triterpen- Gloria S.

Uji efek infusa daun Symphytum officinale L. 162.* Solanum melongena L. terhadap kesuburan pada mencit Isolasi bahan pemanis dari daun Stevia Suroso dkk.) pada kontraksi otot rahim Pengaruh tumpangsari Phaseolus vulgans L. 3.* Stevia rebaudiana Bertonii 157. Analisis kualitatif pendahuluan asam amino bebas dari buah Solanum khasianum Clarke dengan cara ke I 81 152. 2. terhadap ovarium tikus.* Solanum laciniatum Ait. Pengaruh pencekokan ekstrak daun Solanum laciniatum Ait. Kemlegi. Solanum tuberosum L. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD FKUI TH 150. Tectona grandis L. Ine Srikandi FK UGM JB FMIPA UNPAD 78 153.* Alkaloida dari Stephania corymbosa Bl. var. Efek hipoglikemia zat pemanis dari Stevia rebaudiana Bertonii pada kelinci Gustini Sy. Pengaruh infus akar terong (Solanum melongena L.* 158. 154.* Pengaruh ekstrak: 1. granola pada berbagai waktu dan pola tanam 88 155. 156. Clarke Lala Nurlaela Suhandra 87 151. suatu penelitian kuantitatif pada perkembangan ovum Oentoeng Soeradi 78 dkk. dan pembuatan beberapa senyawa turunannya Amrizal M.NO. Jeruk maja. Andy JK FMIPA Soelistyanto UNPAD 75 13 . si macan terhadap pertumbuhan dan hasil Solanum tuberosum L. var.* Stephania corymbosa Bl. Samekto Wibowo dkk.* Membandingkan dua metode ekstraksi solasodin dari Solanum khasianum CB.* 81 rebaudiana dan penentuan spektra inframerahnya UGM JF FMIPA UNAND 88 161. FMIPA ITB Chairil Anwar FMIPA 81 160. PPPS FMIPA 89 ITB JK FMIPA ITB 86 Zat pemanis Stevia rebaudiana Bertonii Infus daun Stevia rebaudiana Bertonii sebagai pemanis air teh dan uji kualitas mikrobiologinya Utari Dewi Ika Iskandar JK FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD 86 88 159. terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan Isolasi senyawa triterpenoida dari kulit Tectona grandis L. Srikaya.* Symphytum officinale L. Harmaini MJD.

Schum. Schum.* brotowali.' Stuktur dan komposisi tumbuhan yang Eming biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Notog.) K. 86 169. & Thems. Schum. Tati Hurustiati Achyar Koesnadi JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD FMIPA UNPAD FMIPA 86 168.) Miers ex Hook f.) K. 79 UNAND JK FMIPA ITB 171.) Miers ex Hook f. pada mencit putih jantan dengan metode tail flick Uji efek antiinflamasi (antiradang) infusa batang brotowali.* Trigonella foenumgraecum L. Pemeriksaan kandungan senyawa kimia daun dan biji Tlievetia neriifolia Juss. Tinospora crispa (L. 173. pada mencit putih dengan metode rotating rod & sand filter Rida Ernola Akmal JF FMIPA UNAND JF FMIPA UNAND 87 88 174.) Miers ex Hook f. 172. 166. Thevetia neriifolia Juss.I) K. Azihar JF FMIPA UNAND 87 14 . Uji efek penenang rebusan buah Voacanga foetida (Bl.* Voacanga foetida (Bl. BKPH Kebasen KPH Banyumas Timur Jawa Tengah Sudiana FB UNSOED 85 164.) K.) terhadap daur estrus Yarnelly Gani 80 mencit (Mus musculus) Penelitian fitokimia kulit kayu kasai yang dipergunakan sebagai obat antihamil di Sumatera Barat dkk. Schum. Rusjdi Djamal dkk. Tinospora crispa (L.) Uji spermisida saponin isolat dari biji Halba (Trigonella foenitmgraecum L.* Isolasi alkaloida dari buah Voacanga foetida (B. pada tikus jantan putih Yuda Teruna UNAND Yutiardy Rival JF FMIPA UNAND 87 167.* Tinospora crispa (L.NO. Pemeriksaan fitokimia ekstrak etanol biji halba (Trigonella foenitmgraecum L.* Pengaruh sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq. dan penentuan kadar Imtihanah 89 dalam ekstrak Roxb.) in vitro Z. & Thems. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 163. Uji efek analgesik dari infusa batang Elly Panglepu- JFFMIPA ITB JF FMIPA 88 ringtiyas Hilwan 87 165. 170.* Uncaria gambir (Hunter) Isolasi tanin dari Uncaria gambir (Hunter) Roxb. & Thems.* Tristania swnatrana Miq.K Isolasi alkaloida dari daun Voacanga foetida (Bl.

) K.* FK UI 78 dkk. Henny Setiatin JK FMIPA ITB JFFMIPA ITB 86 89 Zingiber zerwnbet Sm. 81 Woodfordia floribunda Salisb. 15 . Suherman 185. Uji efek hipotensif ekstrak akar Voacanga foetida (Bl.) 182. dengan berbagai periode penyiangan terhadap pertumbuhan dan Marliyani JFFMJPA UNPAD 88 hasil Zea mays L. Pengaruh sinar cobalt 60 gamma terhadap struktur morfologi dan anatomi derivat epidemis daun tanaman jagung Sri Woelaningsih FB 80 UGM (Zea mays).) Khasiat paliduri terhadap spermato genesis pada tikus putih Penelitian mengenai ada tidaknya sifat hipoglikemia pada jamu yang dikenal sebagai obat antidiabetes Survai penggunaan jamu sebagai kontrasepsi (Tahap I) Azalia Sinto dkk. JFFMIPA ITB 87 N.* Lain-lain 186.) K.* FK UI JK FMIPA ITB 78 78 187. Schum.* PENULIS INSTANSI JFMIPA TH Isolasi alkaloida dari akar Voacanga foetida (Bl.* 176.) pada Latifah JF FMIPA UNPAD 87 mencit Konstituen kimia minyak atsiri dari Zingiber ottensii Val. 183.* Zingiber ottensii Val. Soekeni Soedigdo Suharti K. 178. Schum. Uji efek analgesik perasan rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 175. dan pemeriksaan daya antibakteri sari metanol Zea mays L. 179. Pengkajian kimiawi ekstrak n-heksan Ida Hariati Agus Iman JK FMIPA ITB 87 dari Zingiber aromaticum Val. Bastiam Rahmanudin Veronica Bajang 88 89 UNAND JFFMIPA UNAND JF FMIPA UNPAD 177. Pemeriksaan flavonoida dan minyak atsiri Hendra Yuliansyah dari rimpang lempuyang gajah (Zingiber zerumbet Sm.NO. 181.* Zingiber aromaticum Val. Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia rimpang lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val. 184.* Zingiber officinale Roxb. 180. Pengaruh tumpang sari Phaseolus viilgaris L.* Woodfordia floribunda Salisb. pada tikus putih jantan Analisis fitokimia simplisia sidawayah.

Eti Kurniati Tri Saptini Gratiana Ekaningsih dkk. Deteksi obat sintetik yang mungkin ditam. 197. 84 85 201. Pengaraatan etnobotani serta keaslian jamu gendong di Bogor. Beberapa parameter darah setelah pemberian berulang jamu antirematlk pada tikus Wistar Mencart metode identiflkasi obat sintetik yang mungkin ditambahkan dalam jamu secara cepat dan sederhana 86 191. Jamu in the past.* 198. at present and in the future Sangat P3 Biol Roemantyo. Traditional herbal medicines in Javanies families Sangat P3 Biol Roemantyo. H. 196.* 88 16 . Sangat P3 Biol Roemantyo. 88 192. JF FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD FB UNSOED FB UNSOED FB UNSOED FB UNSOED 87 194.Ella bahkan ke dalam obat tradisional secara Noorlaela kromatografi lapis tipis Tumbuhan dan produknya yang berkhasiat sebagai hepatoprotektor Sidik dkk. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 84 188. 89 87 87 Pengaruh kurkuminoid terhadap transpor glukosa pada eritrosit manusia Penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia Khasiat tanaman obat yang didapatkan di sebagian daerah Umbul Sanga Kopeng dan BBI Ngrajeg 85 199. Tumbuh-tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional untuk menurunkan tekanan darah tinggi Sri Herliani 79 193. H. H.NO. Jawa Barat Lain-lain 87 190. 86 195. Ambar Supeni Hilda JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JB FMIPA UNPAD 189.* 200. Inventarisasi tanaman obat di kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas Struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat di hutan lereng selatan gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur Riche Hariyati Eming Sudiana Sulistyani dkk.

Riswan S.* 203. Indonesia Efek hipotensif beberapa tanaman di 89 210. Indonesia 211. 79 90 ' 202. S . P3 Biol 90 ruminant medicinal plants 206. H. Some ethnobotanical aspects and conservation strategy of several medicinal plants 87 209. their distribution and uses Some ethnobotanical aspects of several Sangat P3Biol 90 Roemantyo. Jenis-jenis Zingiberaceae di hutan Kaliurang S. Indonesia" Lain-lain 204. Sutanti BRN dkk. Wulangi dkk. P3Biol Sangat Roemantyo.NO. Javanese medicinal plants. P3Bioi Sangat Roemantyo. Timor Sangat P3 Biol Roemantyo. H. obat dan cara pengobatan tradisional di daerafa Kupang. 214. Pemanfaatan beberapa jenis tumbuhan dkk. Utilization of wild medicinal plants and its conservation P3 Biol 90 Roemantyo. 90 17 . Kartolo S. Sangat P3Biol Roemantyo. H. Sangat 205. Sri Hertati Burhanud- 208. Ethnobotany of several medicinal plants in Harowu village. Kontribusi TOGA (Taman Obat Keluarga) bagi rumah tangga pedesaan Roemantyo. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI FB UGM P3Bioi TH . H. Jenis-jenis benalu yang tumbuh pada FTP IPB FB UGM JKFMIPA UNPAD JF FMIPA ITB FMIPA UNPAD 80 81 81 pohon teh Daya inhibisi berbagai ekstrak tanaman suku Leguminosae terhadap kerja enzim tripsin 213. H. Sangat 89 207. Sutanti BRN dkk. H. Skrining aktivitas antifungi beberapa jenis tanaman suku Leguminosae Tumbuhan dan produknya yang 86 89 din Gumay Soetijoso Soemitro berkhasiat sebagai antidiabetes 215. Central Kalimantan. Ethnopharmacology of several medicinal plants in Manusela Ceram.* 212. H.

Inventarisasi tumbuh-tumbuhan obat di PENULIS Rusjdi INSTANSI FMIPA TH 81 Sumatera Barat 217.NO. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 216. Skrining fitokimia dari beberapa tumbuhan yang digunakan dalam ramuan obat tradisional Karo. yang terdapat dalam kuning (param). sember dan tawar Djamal Alimin Harahap UNAND JF FMIPA USU 86 18 .*.

ABSTRAK PENELITIAN .

JO mL. 40 mL. aegypti lebih dari 50% populasi terjadi pada pemberian dosis 20 mL. eter dan etilasetat.33 mL dan LC95 sebesar 47. aegypti yang mati dengan pemberian dosis ekstrak A. (A. Percobaan dengan menggunakan pola faktorial dengan rancangan acak kelompok. instar HI dan instar IV merupakan faktor A. conyzoides) mengandung senyawa kumarin. Diperoleh cairan kental kekuningan. 7*) ANACARDIUM OCCIDENTALE L. Isi sel tumbuhan yang berupa racun tersebut dapat dikeluarkan dengan cara eksudasi maupun ekstraksi. 1987.) TUTUK BUDIATI. Penelitian ini mencoba untuk mengungkapkan kandungan kimia dari daun. Hidrogenasi terhadap asam anakardat hasil isolasi menggunakan katalis Raney-nickel dilakukan dengan dua metode. Analisis secara HPLC menunjukkan adanya dua puncak dengan waktu retensi yang berbeda dari komponen dalam senyawa U 19 . sedangkan analisis secara kromatografi cair tekanan tinggi (HPLC) dengan kolom ODS-Cis dan eluen MeOH:HOAc 4% = 85:15.6528 atau 65. aegypti instar II. Ageratum conyzoides L^ (A.78).(No 1*) ABRUS PRECATORIUS L. conyzoides 0 mL. 50 mL dengan LCso sebesar 19. Pemberian suspensi ekstrak A. Dari pencucian dihasilkan kristal berwarna kuning keputihan dan setelah rekristalisasi dalam metanol panas dihasilkan kristal putih agak kekuning-kuningan. Pada uji kromatografl lapis tipis dengan eluen yang sama. (No. Isolasi. Uji kepekaan larva Aedes oegypti L. 4*) AGERATUM CONYZOIDES L. terhadap ekstrak Ageratum conyzoides L. JK FMIPAITB D AUN saga secara tradisional digunakan terhadap berbagai kelainan. Dengan menggunakan spektrum ultraviolet dan spektrum kromatografl gas-spektroskopi massa (GC-MS) ditunjukkan bahwa kristal adalah flavonoida. P (No.) HARLIA DJUHARDI.) dengan metode kromatografl kolom. Kematian larval. conyzoides. Penelitian kandungan kimia tanaman ini banyak dilakukan terhadap bijinya. menunjukkan adanya tiga komponen utama. Studi isolasi senyawa glikosida dari daun saga (Abrusprecatorius L. Hasil percobaan menunjukan. JK FMIPA ITB NTUK mendayagunakan hasil sisa dari proses pengolahan biji jambu mete di Indonesia.0669 atau 6.69%. asam anakardat hasil isolasi memberikan satu bercak (Rf=0. dilakukan dengan cara pengasapan (fogging) dengan malation untuk membunuh vektor Aedes aegypti L. Setelah diuapkan. Banyaknya larval. menggunakan eluen petroleumeter(40-60):dietUeter:asam format = 70:30:2. di laboratorium SUNOTO. sedangkan pengaruh garis tingkat kuadraternya sebesar 0. 30 mL. FB UNSOED ENANGGULANGAN penyakit demam berdarah (DHF) di Indonesia masih mengalami kesulitan. 1988. 20 mL. Salah satu upaya penanggulangan DHF ini. aegypti instar II paling peka terhadap ekstrak A. Tingkat larva A. yaitu dengan dan tanpa pengaliran gas hidrogen. 30 mL. bahwa larva A. Ekstraksi secara kontinyu dilakukan terhadap daun saga untuk mengjsolasi senyawa glikosida. residu dicuci berturut-turut dengan kloroform. Besar pengaruh liniernya ditentukan oleh koefisien sebesar 0. identifikasi dan konversi asam anakardat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium occidentale L.50 mL dalam 100 mL air selama 3 x 24 jam. conyzoides dalam 100 mL air menunjukkan hubungan garis linier dan kuadrater yang sangat nyata. eugenol 5% dan sianida (HCN). 40 mL dan 50 mL dalam 100 mL air merupakan faktor B. aegypti) dan abate yang digunakan untuk membunuh stadia larvanya.28%. telah dila kukan isolasi asam anakardat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium occidentale L. Dalam penelitian ini hasil pengeluaran isi sel (ekstrak) akan diuji toksisitasnya terhadap A aegypti. Beberapa senyawa kimia berasal dari tumbuhan dapat juga digunakan untuk mengendalikan populasi serangga.85%) dengan jarak lebur 84-85°C. Pada hidrogenasi tanpa pengaliran gas hidrogen terbentuk kristal putih (98. Sianida diketahui bersifat racun dan dapat membunuh mamalia dan serangga. 1990.

maka sebagai tolok ukur ada tidaknya pengaruh ekstrak nanas muda tersebut adalah panjang tubuh anak mencit yang baru lahir. Dari hasil penelitian ini ternyata bahwa ekstrak nanas muda sebanyak 0. Setelah dilakukan analisis dengan uji t terhadap panjang tubuh anak mencit yang baru lahir.2 mL pada umur kehamilan 6 (enam) hari. 12*) ANTIDESMA TETRANDUM BL. MACHMOED AZHAR dkk. Induk-induk mencit yang diberi ekstrak nanas muda sebanyak 0. bantun) suku Euphorbiaceae tumbuh di daerah Sumatera Barat. fraksinasi dengan etilasetat dan asam tartrat. alkaloida T2 berupa kristal putih bentuk jarum halus sebanyak 0. Kedua alkaloida mengandung gugus amida memberikan indikasi bahwa keduanya adalah alkaloida peptida. Isolasi dilakukan pada kulit batang segar yang dicincang halus dengan metode maserasi menggunakan metanol. 16*) AVERRHOA BILIMBI L. (No.5°C. flavonoida. Sebagai kontrol ialah induk mencit yang hamil tanpa diberi perlakuan. Tumbuhan ini digunakan sebagai ramuan obat panas dalam dan sakit kepala. Komponen utama (95%) pada hasil hidrogenasi diduga sebagai asam anakardat jenuh (15:0). sekitar 5%. jarak lebur 258-259°C.asal.2 mL per mencit berpengaruh mematikan embrio mencit (menggagalkan kehamilan) jika diberikan pada umur kehamilan 2 (dua) dan 4 (empat) hari. secara tradisional ada hubungannya dengan kandungan kimia dalam daun tersebut. FB UNSOED T UJUAN penelitian ini ialah untuk mengetahui sampai umur kehamilan berapakah ekstrak nanas muda sebanyak 0. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). dan senyawa peptida bukan alkaloida. kromatografi kolom dan pemurnian dengan rekristalisasi. (No.01%. pemisahan berdasarkan pengendapan pada pH tertentu.2 mL tidak mempengaruhi perkembangan embrio mencit jika diberikan pada kehamilan umur 6 (enam) hari dan sesudahnya. Diperoleh dua senyawa alkaloida dan satu senyawa peptida bukan alkaloida. sedangkan komponen tambahan. Isolasi alkaloida peptida dari kulit batang Antidesma tetrandum BL A MARTONI. FMIPA UI B 20 ELUM diketahui apakah pemakaian daun Averrhoa bilimbi L. Pemeriksaan pendahuluan terhadap kulit batang dan daun menunjukkan adanya kandungan alkaloida. dengan perlaku- an ekstrak nanas muda sebanyak 0. antara induk yang diperlakukan dengan kontrol.. yang diberikan sekali pada umur kehamilan 2 (dua). 1988. jarak lebur 271-271. Ini menunjukkan bahwa ekstrak nanas muda sebanyak 0.001%.) muda MULYOTO. 4 (empat). Untuk ini akan diperiksa adanya kandungan golongan saponin.2 mL dapat berpengaruh terhadap perkembangan embrio mencit. yaitu: alkaloida T. terutama jenis alkaloidanya. sebanyak 0. Hal ini didukung oleh data spektrum 1H-NMR senyawa hasil hidrogenasi. berupa pohon atau semak. dimana tidak terlihat adanya ikatan olefinik. berupa kristal putih. kehamilannya dapat berlangsung dengan ditandai oleh terjadinya kelahiran yang normal. Ingin diketahui kandungan kimia pada kulit batang. Seandainya mencit hamil yang diberi ekstrak nanas muda ternyata melahirkan anak.0038%. Sebagai tolok ukur ada tidaknya pengaruh ekstrak nanas muda tersebut ialah ada tidaknya anak mencit yang lahir setelah kehamilan mencapai umur 21 hari. suhu lebur 225°C. (No. 6 (enam) hari. Usaha pemeriksaan golongan kimia zat yang terkandung dalam Averrhoa bilimbi L. Untuk memastikannya perlu dilakukan analisis spektrum massa. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali.2 mL. . Kehamilan mencit yang diberi ekstrak nanas (Ananas comosus L. kemungkinan asam anakardat jenuh (13:0). berupa kristal putih bentuk jarum halus sebanyak 0. Dari daun telah berhasil diisolasi dua senyawa alkaloida. sterol. 9*) ANANAS COMOSUS L. glikosida. JF FMIPA UNAND ntidesma tetrandum BL (bonai tanduk. bentuk jarum. hasilnya tidak berbeda nyata. alkaloida. 1979. 1986.

setidak-tidaknya terdapat dalam simplisia mengenai golongan senyawa kimia. Soksletasi dengan pelarut yang berbeda dapat diisolasi kandungan utamanya. senyawa triterpenoida asam dan tanin. dibiarkan 24 jam (kelompok I). tidak mengandung senyawa saponin. Triterpenoida asam yang terisolasi berupa kristal amorf. 48 jam (kelompok II).. lelah dilakukan penelitian analisis fitokimia dari simplisia jungrahab (Baeckea frutescens L. FF UGM dilakukan penelitian terhadap kemungkinan adanya interaksi antara E dan TELAH Bambusa vulgaris Schrad. Dari fraksi ini dapat dikristalkan suatu senyawa steroida. klasifikasi. 1981. berbau khas. flavonoida maupun glikosida. jarak lebur 264-270°C dan mempunyai bobot molekul 456. Dari Fraksi C (dalam metanol) dapat dipisahkan 3 bercak dengan Rf-nya yang berbeda serta karakternya berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. tidak berbau.. terhadap nekrosis sel-sel hepar tikus putih jantan MULYONO . dapat dipakai dalam melakukan penilaian mutu simplisia. vitamin sepuluhinfus rebung Seratus ekor tikus secara acak dibagi menjadi 22 kelompok. (No. Jakarta Selatan. berwarna kuning. klasifikasi. 20*) BAMBUSA VULGARIS SCHRAD. masing-masing kelompok terdiri 5 ekor tikus. alkaloida.) YETTY SUPATMIJATI. 19*) BAECKEA FRUTESCENS L. Informasi tentang kandungan kimia. kristalisasi serta karakterisasi kandungan utama akar rebung Bambusa vulgaris Schrad. Dari fraksi ini didapatkan kristal amorf dalam jumlah sedikit dan belum murni. 21 . kromatografi lapis tipis. (No. secara oral diberi karbon tetraklorida (CCLj) sebanyak 1. Jakarta Timur. FF UGM T UJUAN penelitian adalah melakukan isolasi. Interaksi antara vitamin E dan infus rebung Bambusa vulgaris Schrad.). tanin. yaitu sitosterin. Dalam daun Averrhoa bilimbi ini terdapat senyawa sterol di samping senyawa lain yang belum dapat diidentifikasi. 96 jam (kelompok IV) dan 120 jam (kelompok V). kromatografi lapis preparatif. Metode yang digunakan adalah soksletasi dengan petroleum eter. Teridentifikasi adanya minyak atsiri. Dalam minyak atsiri terisolasi komponen yang berupa kristal jarum. 1981. IMONO ARGO DONATUS. 1981. Dari fraksi ini dapat dikristalkan suatu senyawa steroida. Kepada tikus kelompok I-V. penentuan jarak lebur dan spektrofotometri ultraviolet dan inframerah. Akar muda rebung Bambusa vulgaris Schrad.25 mL/kg bb. Komponen tersebut kemungkinan adalah baeckeol. kloroform dan metanol. kristalisasi serta karakterisasi kandungan utama akar rebung Bambusa vulgaris Schrad. (No. yaitu sitosterin. Tikus kelompok VI-X. Isolasi. terhadap nekrosis hepar tikus putih jantan. tidak berasa. Dari Fraksi A (dalam petroleum eter) dengan kromatografi lapis tipis dapat dipisahkan 7 bercak yang Rf-nya berbeda dan mempunyai karakter yang berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. secara oral diberi air suling sebanyak 10 mL/kg bb. Dari Fraksi B (dalam kloroform) dapat dipisahkan 3 bercak yang Rf-nya berbeda serta karakternya berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. SIDIK. WAHYONO. JF FMIPA UNPAD adalah mencoba melakukan analisis susunan kandungan kimia yang MAKSUD dari penelitian ini jungrahab. 21*) BAMBUSA VULGARIS SCHRAD. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: 1.Contoh dari Jakarta Barat. 72 jam (kelompok III). 2. fenol. Jakarta Utara dan Jakarta Pusat setelah diidentifikasi di Herbarium Bogoriensis diperiksa dengan cara kromatografi lapis tipis. Pemeriksaan kandungan kimia dan usaha isolasi triterpenoida dari daun jungrahab (Baeckeafrutescens L. berwarna putih.

71. JF FMIPA UNPAD menjadi teh TEH sebagai komoditi ekspor diolahdari kebunbeberapa macam produk. stearat. tokoferol. daun indung dan daun tua. Analisis abu menunjukkan adanya logam kalium. Penelitian meliputi isolasi dan penetapan kadar kofeina secara gravimetri. kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas. seperti untuk pengobatan sakit kulit dan kusta.4762.006%. (2) klon TRI2025. Isolasi dan analisis minyak biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L. dan 96 jam untuk kelompok XI.25 mL/kg bb. Dari penelitian ini diperoleh sifat kimia dan fisikanya. dan membandingkannya dengan minyak nabati lain yang biasa dikonsumsi manusia.. kecuali bahwa pemberian infus rebung Bambusa vulgaris Schrad.56. nm25=66. biarkan lagi berturut-turut: 24.62. (No. Sedang kepada tikus kelompok XIX-XXII diperlakukan sama seperti pada kelompok XV-XVIII. Proses penyembuhan nekrosis hepar tikus putih jantan (karena CCU) oleh infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. bersama-sama dengan pemberian vitamin E. (3) klon PS 1 dan (4) klon Kiara 8. natrium. (No. 24*) CAMELLIA SINENSIS L. fcemudian secara oral diberi infus rebung Bambusa vutgaris Schrad. senyawa tak tersabunkan 1. kadar abu 4. daun pemeliharaan.selanjutnya berturut-turut dibiarkan 24 sampai 120 jam seperti pada kelompok I-V. Analisis kualitatif terhadap senyawa tak tersabunkan. Jenis asam lemak diperiksa dengan metode kromatografi kertas.94. atau untuk penerangan. yaitu: bilangan yodium 99. Di beberapa tempat minyak digunakan untuk berbagai keperluan. Bijinya mengandung minyak sekitar 42%. viskositas dan bqbot jenis. 22 . membuat sabun. tangkai muda. XII. Setelah masing-masing kelompok mendapat perlakuan. serta pemeriksaan histologjs sel-sel hepar setelah dicat dengan hematoksilin-eosin. diperlambat oleh vitamin E. daun kedua. Sifat kimia yang ditentukan adalah bilangan yodium. karotenoida dan sitosterol. biarkan selama 24 jam.) EVA SARIFAH HAYATI. bilangan penyabunan. Sifat fisika yang ditentukan adalah indeks bias. 1988. biarkan 24 jam. JK FMIPAITB 'YAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L. n<j 25 = 1. kadar 40% b/v sebanyak 10 mL/kg bb. daun pertama. tumbuh dan tersebar dari Afrika Timur sampai India. kemudian diukur aktivitas SOFT secara spektrofotometri dengan metode Reitman Frankel.) JOHANSYAH. FiHphia dan daerah sekitarnya. bilangan asam 0. Analisis kandungan kofeina dari empat klon teh (Camellia sinensis L. bilangan penyabunan 200. kalsium dan besi. kemudian secara subkutan diberi vitamin E 220 mg/kg bb. Data kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas menunjukkan bahwa asam lemak utama adalah palmitat.Akan diteliti sifat kimia dan fisika minyak nyamplung. Indonesia Timur. dapat disimpulkan bahwa proses penyembuhan nekrosis hepar tikus putih jantan (karena CCLj) tidak dapat dipercepat oleh vitamin E. 23*) CALOPHYLLUM INOPHYLLUM L. Kelompok XI XIV.47%. oleat dan linoleat. agar minyak nyamplung dapat dimanfaatkan lebih luas. bilangan ester 199. Bahan penelitian yang digunakan ialah daun pucuk peko..) adalah tumbuhan yang besar batangnya. bilangan asam dan senyawa tak tersabunkan. kadar 40% b/v. ternyata mengandung tanin. d30 = 0. Kemungkinan karena terjadinya interaksi farmafcokinetik atau farmakodinamik antara vitamin E dan zat berkhasiat dalam infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. 1988. Isolasi minyak dari biji nyamplung menggunakan sokslet dan pelarut n-heksan.9265. selalu berdaun hijau. Produk teh tersebut berasal yang terdiri dari bermacam-macam Telah dilakukan analisis kandungan kofeina dari empat macam klon teh (Camellia sinensis L. selanjutnya dibiarkan lagi seperti pada kelompok XI-XIV. 48. Mekanisme penghambatannya belum diketahui dengan pasti. yaitu: (1) klon TRI 2024. serta analisis statistik dari data yang diperoleh. Dari analisis data aktivitas SGPT dan gambaran histologis sel-sel hepar tikus putih jantan. Minyak mengandung resin yang menyebabkan berwarna hijau dan rasa pahit. XIII dan XIV Semua tikus kelompok XV-XVIII secara oral diberi CCU seperti kelompok XI-XIV. antara lain klon.83 cP. semua tikus diberi CCLj 1. 72. daun ketiga..).hijau dan teh hitam.

' klon PS 1: daun pucuk peko: 4.) yang ditetapkan secara gravimetri menunjukkan.307.49%. Analisis dilakukan dengan kromatografi lapis tipis. daun kedua: 4. (3) klon PS 1 dan (4) klon Kiara 8. Juga d) spektrum massa kapsaisin dari cabe merah maupun dari cabe gendot menunjukkan adanya 3 senyawa yang mirip kapsaisin.31%.16%.5 nm. daun ketiga: 2. Dari spektrum inframerah dan spektrum massa tersebut dapat dikatakan bahwa kapsaisin dart cabe merah maupun dari cabe gendot.86%. Serapan ultraviolet kapsaisin cabe gendot menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 229 nm dan 279 nm.88%. 247. 1980. daun kedua: 3.81%. (No. dalam larutan basa serapan maksimum bergeser menjadi 220.92%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biji pepaya kering mengandung protein dan lemak dalam jumlah besar.74%.38%. 1987. 247. daun ketiga: 2.0 nm. 26*) CARICA PAPAYA L.33%.37.30 sampai 0.84%. tangkai muda: 2. daun pemeliharaan: 1. L. daun indung: 1. t>) Serapan ultraviolet kapsaisin cabe merah menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 235. daun tua: 1. yaitu dengan bobot molekul 293.63%. daun indung: 1..0 nm. memiliki gugus fungsi yang sama serta komponen kapsaisinoid yang sama pula. yaitu masing-masing adalah 23. sedang dari cabe gendot berkisar antara 0.91%.9748 bagian per juta. di sampmg kapsaisin dengan bobot molekul 305.61%. jauh di bawah batas yang diizinkan dalam bahan makanan.06% dan 24.57%. daun tua: 1. abbreviatum F.) PRITA KRESNA. daun pertama: 4. daun indung: 1. JK FMIPAITB "APSAISIN dikenal sebagai penyebab rasa pedas pada buah cabe (berbagai spesies tanaman dengan us Capsicum). • klon TRI 2025: daun pucuk peko: 1. kofeina yang terbentuk dimurnikan dengan jalan menarik dengan kloroform.5 nm dan 295. daun pertama: 4. daun tua: 1. daun kedua: 3. untuk mengetahui sejauh mana biji pepaya dapat dimanfaatkan sebagai Contoh yang diteliti adalah biji pepaya dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).20%. Pemanfaatan biji pepaya Carica papaya L. 321. Cara ini dilakukan dengan menambahkan magnesium okslda sebanyak 50% b/v untuk membantu membebaskan alkaloida kofeina dari ikatan garamnya.73%.68%. daun pemeliharaan: 1.0 nm dan 280. Kadar kofeina yang diperoleh adalah sebagai berikut. c) Pengamatan spektrum inframerah ekstrak cabe merah maupun ekstrak cabe gendot menu jukkan pita-pita serapan yang sama.18%.).50%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapsaisin dari buah cabe merah (Capsicum annuum var.95%. 23 .5 nm.).67%. b) daun pertama: 3. daun pemelihara: 1. FTP UGM UJUAN penelitian adalah Tbahan makanan manusia.02%.48%}. tidak mengandung tanin dan enzim papain.49%.48%.23%.51%. dibandingkan dengan hasil analisis yang sama pada kapsaisin dari buah cabe gendot (Capsicum annuum var. • klon TRI 2024: daun pucuk peko: 86%. daun ketiga: 2. Analisis berdasarkan: a) kromatografi lapis tipis menunjukkan harga Rf kapsaisin dari cabe merah berkisar antara 0. Zat racun asam sianida (HCN) terdapat dalam jumlah 0. dalam larutan basa serapan maksimum bergeser menjadi 220.35. daun indung: 1.70%.Isolasi kofeina dilakukan dengan menggunakan metode Bailey-Andrew yang dimodifikasi (AOAC 1975). daun pemeliharaan: 1. tangkai muda: 2.0 nm dan 290. b) daun pertama: 4. bahwa kadar kofeina dalam: (1) klon TRI2024 lebih besar daripada dalam(2) klon TRI2025.22%.50%. Kemudian direfluks selama 2 jam. (No. Hasil penetapan kadar kofeina dalam semua daun teh dari empat macam klon teh (Camellia sinensis. ° klon Kiara 8: daun pucuk peko: 4. longum S. 25*) CAPSICUM ANNUUM L.0 nm. daun ketiga: 2. Studi perbandingan kapsaisin dari buah cabe merah dan cabe gendot (Capsicum annuum L.30 sampai 0.13%. spektrofotometri ultraviolet dan inframerah. untuk bahan makanan SOEWEDO HADIWTYATO dkk. tangkai muda: 1. tangkai muda: 2. daun tua: 1. daun kedua: 2.

29*) CASSIA ALATA L. dengan viskositas 0. Penelitian ini dimaksudkan hasil Setelah maserasi. karena sifat-sifat yang sama dengan sifat-sifat minyak makan nabati lain. Pseudomonas aeruginosa dan Microsponim gypseum. tidak berwarna dengan jarak lebur 122-128°C. 36*) CITRUS GRANDIS (L. Citrus grandis (L. yaitu 2. (No. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 2 sampai 4 x MIC.) Osbeck. 1987. rasa pedas getar. 1986. Hasil analisis dengan reaksi kimia dan spektrum inframerah menunjukkan bahwa senyawa yang berhasil diisolasi dari kulit buah jeruk besar adalah senyawa pektin.8904 cP.26%. Secara spektroskopis diperoleh informasi adanya 5 proton aromatik. salep scrap. Isolasi dan karakterisasi pektin dari kulit buah jeruk besar. (jeruk besar) adalah salah satu jenis dari suku Rutaceae. dengan menggunakan pelarut minyak dietileter adalah: 24. Biji pepaya baik untnk bahan sumber minyak nabati. Tujuan ini adalah mana sari daun ketepeng dapat ditambahkan ke dalam sediaan salep menjadi sediaan yang baik dan mapan tanpa mengurangi khasiat pengobatan. Diperoleh kristal jarum. 1987.41%.82% berat basah.) Osbeck. salep tercuci dan salep yang dapat larut dalam air. inframerah. 1 gugus metilen. Uji daya antimikroba salep yang mengandung sari daun ketepeng Cassia alata L.Untuk bahan makanan. 1 gugus N-dimetil dan 1 N-H. JF FMIPA UNAND Cephaelis stipulacea Bl. Dosis sari ditentukan berdasarkan kenaikan MIC yang masih dapat ditampung oleh dasar salep. (No. Bentuk sediaan salep yang digunakan adalah salep lemak. DARI penelitian fitokimiauntuk mengisolasi alkaloida dan memeriksa senyawauntuk isolasi. dan kadar protein rendah. DlAN NURYANl. memberikan reaksi positif alkaloida. bahan diduga gramina. pemeriksaan alkaloida dilakukan secara kromatografi lapis tipis dan pemisahan kromatografi kolom. pemurnian dilakukan dengan cara rekristalisasi. suhu 25°C) dari larutan pektin adalah: 1. Karakterisasi senyawa dilaku- kan dengan menentukan jarak lebur dan pemeriksaan spektroskopi ultraviolet.70%. serta bobot molekul 174. SRI HERJATI SETIODIHARDJO. JF FMIPA UNPAD dikenal tradisional untuk pengoSARI daun ketepeng (Cassia alata L. biji pepaya kurang baik jika dibuat tahu karena warna coklat hitam tidak menarik. Isolasi alkaloida dari tumbuhan Cephaelis sdpulacea BL YULIANTI. Dari kulit buah Citrus grandis (L. Tpemanfaatan buah jeruk tersebut timbul banyak buangannya. sedang terhadap Pseudomonas aeruginosa bersifat bakteriostatik. JK FMIPA ITB ANAMAN Citrus grandis (L. Pengujian terhadap daya antimikroba dari kandungan sari sediaan salep tersebut dilakukan dengan metode perforasi dan kontak dengan mikroba uji Staphylococcus aureus. Penentuan viskositas dengan metode viskosimetri Oswald menghasilkan viskositas relatif terhadap pelarut (air suling.) Osbeck.06 pada konsentrasi larutan pektin 2 g/L dan pada suhu 25°C. sediaan salep yang mengandung sari daun ketepeng memberikan efek bakterisid terhadap Staphylococcus aureus.) sudah lama penelitiansebagai obatuntuk mengetahui sejauh batan penyakit kulit dan sebagai pencahar. 35*) CEPHAELIS STIPULACEA BL. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi pektin dari kulit buah jeruk besar menggunakan pelarut pengendap etanol dan pemurnian secara pengendapan ulang. Kandungan metosil dalam pektin ditetapkan dengan dua cara. yaitu terutama kulitnya. resonansi magnet nuklir (NMR) dan GC-MS. (No. Minyak biji pepaya berwarna kuning dan mempunyai peluang baik sebagai minyak makan.) OSBECK. dengan metode 24 . segar diperoleh pektin sebesar 0. Kadar minyak yang dapat diekstraksi dari biji pepaya dengan cara pengepresan adalah: 11.

dengan metode pektase: 2. cacingan.1 ± 0. kelompok II = 1. tiap minggu sekali.. Temu ireng yang sudah tua dibuat perasan dengan konsentrasi 50% dan 25%. Dua belas ekor domba betina. 41)* CURCUMA AERUGINOSA ROXB. Pemeriksaaan pendahuluan kandungan kimia daun iler (Coleus atropurpureus Benth. 37*) CITRUS NOBILIS LOUR. Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis Osbeck.829 kg.4 ± 0. di samping sebagai pencuci mata. sebagai obat pcmbanding digunakan obat cacing Panacur 0. ialah Citrus grandis Osbeck: dan Citrus nobilis Lour.. inframerah dan NMR menunjukkan bahwa hespiridin yang dihasilkan oleh kedua macam jeruk tersebut berbeda. adalah hesperidin flavonon.72 ± 0. sedang kelompok IV diberi obat cacing Panacur 0. mematangkan bisul dan perawatan setelah haid serta pemeliharaan pusar bayi. menggunakan berbagai pelarut dengan polaritas meningkat mulai dari pelarut yang non-polar sampai ke pelarut yang polar. JF FMIPA UNPAD ELAH banyak diketahui bahwa daun iler (Coleus atropurpureus Benth.5 mL/kg bb.1). wasir. Hesperidin dari Citrus grandis Osbeck.32 ± 0. terhadap pertumbuhan kambing SUDJIMANDJOJOSENGODJO dkk. (No..917 kg.047%. dibagi menjadi 4 kelompok. (No. diambil secara random.7%. luka-luka kecil. Kelompok I sebagai kontrol. umur kira-kira 6 bulan. lujuan peneiitian ini adalah untuk mengetahui kandungan kimia dan spesifikasi farmakognosi dari daun iler. 1986.5%.) adalah salah satu tanaman Pengaruh perasan temu ireng Curcuma aeruginosa Roxb.5% dan dosis 5 mg/kg bb. Hasil pengamatan selama 8 minggu menunjukkan. Dari hasil pemisahan ini dilakukan pemeriksaan kandungan senyawa kimia secara kromatografi lapis tipis. tiap 4 minggu sekali. menggunakan berbagai pelarut dengan polaritas yang berbeda. 40*) COLEUS ATROPURPUREUS BENTH. kelompok IV = 2.) Tyang digunakan untuk pengobatan sakit tetinga. Pengamatan dilakukan seminggu sekali selama 8 minggu. Telah diteliti pengaruh perasan temu ireng terhadap pertumbuhan domba. FKH UGM P ENELITIAN ini dilakukan untuk memperoleh data penggunaan obat tradisional terhadap pertumbuhan domba.2%.1987. Dari hasil peneiitian diperoleh informasi. Kelompok I dan kelompok III ada perbedaan. jeruk keprok D SRI ULINA PURBA. Jika dibandingkan kelompok I dengan kolompok II ada perbedaan yang nyata (P< 0. bahwa pertambahan bobot badan kelompok I rata-rata= 0.05% dan kadar minyak atsiri dalam serbuk daun iler sekitar 0.. Temu ireng merupakan obat tradisional pernah diteliti terhadap askaris babi in vitro dan cacing askaris pada anak ayam in vivo yang hasilnya dapat memberikan harapan. penentuan macam gugus fungsi ditentukan secara spektrometri NMR. bahwa kadar air dalam daun iler segar adalah sekitar 83. 1981. Pemberian obat dilakukan secara oral dan selama peneiitian domba diberi makan dan minum ad libitum. (No. (jeruk besar) diduga hesperidin calkon dan hesperidin dari Citrus nobilis Lour. kelompok III diberi temu ireng dengan konsentrasi 50% dan dosis 2.penyabunan diper. namun perbedaan ini tidak nyata (P<0. fiavonoida. saponm dan minyak atsiri. kelompok II diberi temu ireng dengan konsentrasi 25% dan dosis 2. SUWARJlHERYANA. kelompok HI = 1. Ke25 . Data spektrum ultraviolet. jeruk besar dan dari kulit Citrus nobilis Lour. Pemisahan kandungan kimia dilakukan dengan isolasi secara soksletasi bertingkat.05). JK FMIPAITB ILAKUKAN isolasi senyawa hesperidin dari 2 macam kulit jeruk.1 kg. Senyawa kimia yang teramati adalah alkaloida. tiap-tiap kelompok terdiri 3 ekor domba. Ekstrak yang diperoleh kemudian digunakan untuk pemisahan lebih lanjut melalui kromatografi cepat.oleh 4.5 mL/kg bb..15 kg. Setelah isolasi dtlakukan pemurnian dan uji kualitatif.

38%. 47*) CURCUMA MANGGA VAL. & ZYR Beberapa aspek farmakognosi temu mangga (Curcuma mangga Val. Dari pemeriksaan kromatografi lapis tipis. Isolasi kurkuminoid dilakukan dengan cara soksletasi dengan pelarut metanol. Dalam penelitian ini akan diperiksa komponen utama minyak atsiri dari rhizoma Curcuma domestica Val. (No. Rendemen minyak atsiri yang diperoleh dari rhizoma kunyit tua lebih besar dibandingkan rendemen minyak atsiri dari rhizoma kunyit muda. Minyak diperoleh dengan cara destilasi uap dari rhizoma kunyit segar. Penelitian meliputi pemeriksaan pendahuluan. CH3. PENELITIANoleh Dieterle dandengan caraatsiri temulawaktapis(1943). jumlah komponen dalam minyak atsiri ini ditentukan dengan kromatografi gas-cairan. Penentuan komponen utama minyak atsiri temulawak Curcuma xanthorrhiza Roxb. 1988. Hal ini dapat diperlihatkan dari hasil perbandingan luas puncak masing-masing komponen dalam kunyit tua dan muda. C = C .1933). Spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus C = O. Kesimpulan: pemberian perasan temu ireng dengan konsentrasi 25% dan 50% dan dosis 2. JF FMIPA UNPAD ENELITIAN ini dimaksudkan untuk menentukan beberapa spesifikasi simplisia dan mengisolasi minyak atsiri dan kurkuminoid yang terkandung di dalam rimpang temu mangga. tetapi pertambahan tersebut hanya ±16. Penetapan bobot molekul masing-masing komponen dilakukan dengan spektrometer massa. JK FMIPA ITB tentang komponen minyak telah dilakukan oleh beberapa orang ahli. terlihat 9 komponen minyak atsiri dan 2 komponen kurkuminoid. yang menganalisis komponen minyak kromatografi tipis dan Lunaw (1959). jika dibandingkan dengan pertambahan bobot badan menurut Dove. JK FMIPAITB ENELITIAN komponen minyak atsiri beberapa jenis Curcuma yang lain sudah dilakukan. 26 . CH2. 48*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Gunster Honvad dan Rao (1964). (No.) P TETI SURYETi.5 mL/kg bb. namun menunjukkan hasil yang berbeda dalam hal jenis dan jumlah komponen utama yang terdapat dalam minyak. isolasi minyak atsiri dengan destilasi cara Stahl seperti tercantum dalam Farmakope Indonesia Edisi III dan Materia Medika Indonesia. & Zyp. Hal ini ditunjang oleh data spektroskopi inframerah yang diungkapkan seperti di atas. Terhadap minyak atsiri rhizoma kunyit dilakukan analisis gugus fungsi dengan spektrofotometer inframerah.) dengan GC-MS P FlTRl YUNITA. dan kromatografi gas. Oleh karena itu diadakan penelitian untuk mengetahui golongan senyawa kimia dan jumlah komponen utama yang terdapat dalam minyak temulawak. isotasi zat berkhasiat. Penenetuan komponen utama minyak atsiri kunyit _ (Curcuma domestica Val. Dari fragmentasi massa dapat disimpulkan bahwa kedua komponen utama minyak atsiri rhizoma kunyit adalah turmeron dan ar-turmeron. dilanjutkan dengan analisis kualitatif. 43*) CURCUMA DOMESTICA VAL. tetapi juga tidak nyata (P < 0. Analisis kualitatif dilakukan dengan kromatografi lapis tipis. serta gugus aromatik. SEMANGAT KATAREN. Dihasilkan ekstrak kentaf kurkuminoid dan minyak atsiri 0. Malingre (1971) dan Purseglove (1981) juga telah mengidentifikasi komponen dalam minyak atsiri temulawak. (No. 1988. menimbulkan pertambahan bobot badan domba.6%.005%). yang salah satu komponennya mempunyai HRf yang mendekati HRf desmetoksikurkumin. Berdasarkan kromatogram minyak atsiri kunyit tua dan kunyit muda ternyata kadar turmeron dalam kunyit tua lebih besar dibandingkan dalam kunyit muda. Wmkler antara lain Kaiser (1932. Minyak atsiri hasil destilasi uap berwarna kuning agak jingga dan berbau seperti bau tanaman penghasilnya. 1986.lompok I dan kelompok IV ada perbedaan. Hasil analisis dengan kromatografi gas-cairan dan GC-MS menunjukkan bahwa minyak atsiri kunyit mengandung dua komponen utama.

JF FMIPA UNPAD ini akan berbagai pelarut untuk mengisolasi kurkuminoid. kemudian dianalsis jumlah komponen terpen dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas dan terakhir dilakukan pemisahan komponen terpen dan terpen-0 dengan kromatografi kolom. eter minyak tanah-aseton. Ternyata soksletasi dengan aseton merupakan cara yang paling efisien. Cara isolasi ialah: a) soksletasi dengan aseton. 50*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Penetapan kadar tersebut dilakukan pada kelinci normal setelah pemberian kolesterol dan setiap minggu selama 6 minggu setelah pemberian kurkuminoid. seskuiterpen dan seskuiterpen-0. masing-masing terdiri dari 3 ekor kelinci. masing-masing: tween 80. Pemisahan minyak atsiri dengan cara destilasi uap tidak berpengaruh terhadap rendemen isolat. c) maserasi dengan etanol dan ekstraksi air. ternyata dalam fraksi terpen terdapat 6 komponen utama. sedang dosis 20 mg kurkuminoid menaikkan HDL. monoterpen-0. kelompok V sampai dengan VII masing-masing diberi per oral 3% kolesterol selama 10 hari dan diikuti masing-masing dengan 10 mg. AMIR HAMZAH MAUZY. kromatografi gas dan kolom. JF FMIPA UNPAD P ENELITIAN ini bertujuan untuk mencari khasiat yang lebih spesifik tentang pengaruh kurkuminoid terhadap HDL-kolesterol. Berdasarkan analisis terhadap fraksi terpen dan terpen-0 dengan kromatografi gas. Penetapan kadar kolesterol total dan HDL-kolesterol dalam serum dilakukan dengan metode CHOD-PAP. 3% kolesterol. 27 . tetapi menurunkan kadar kurkuminoid isolat. Kurkuminoid diisolasi dengan cara ekstraksi menggunakan berbagai 5 pelarut organik dan air. PENELITIAN rendemenmembandingkan efektifitasserta pengaruh minyak atsiri terhadap rendemen ditinjau dari dan kadar kurkuminoid. Dalam percobaan ini digunakan kelinci jantan yang dibagi menjadi 7 kelompok. berdasarkan analisis kromatografi lapis tipis. Rendemen ditentukan secara gravimetris dan kadar isolat ditentukan secara spektrofotometri dengan menggunakan suiar tampak. sedang kadar trigliserida dengan metode GPO-PAP.kolesterol. trigliserida dan HDL-kolesterol darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia PRAMADHIA BUDHIDJAYA. 49*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Dalam fraksi terpen-0 terdapat 4 komponen utama dan 2 komponen terpen-0 lainnya dengan kadar yang relatif kecil. 15 mg dan 20 mg dalam tween 80 dan air menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah. etanol. kolesterol total dan trigliserida darah dari kelinci dalam keadaan hiperlipidemia. 20 mg kurkuminoid + tween + air. 1988.) terhadap kolesterol total.Minyak atsiri rimpang temulawak diisolasi dengan cara penyulingan dengan air selama 5 jam. 15 mg dan 20 mg kurkuminoid + tween + air. Ternyata pemberian kurkuminoid 10 mg. dan kadar kurkuminoid isolat.. Pengaruh kurkuminoid dari temu lawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. eter minyak tanah-heksan-aseton. Setiap kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut. dan rimpang kunyit Curcuma domestica Val. (No. Perbandingan beberapa cara ekstrasi untuk mengisolasi kurkuminoid dari rimpang temulawak Curcuma xanthorrhiza'Roxb. heksan. Basil menunjukkan bahwa. b) refluks dengan aseton. 1987. (No. ternyata minyak temulawak terdiri dari 30 senyawa yang merupakan campuran senyawa monoterpen. kelompok II sampai dengan kelompok IV diberi per oral. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol). eter minyak tanah-etanol.

) terhadap HDL-kolesterol. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik. Pengaruh kurkuminoid dari temulawak terhadap kadar SGOT. 1987. masing-masing kelompok terdiri dari 3 ekor kelinci. Dalam percobaan ini digunakan kelinci yang dibagi menjadi 7 kelompok.( o 5 * CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. kelompok II sampai dengan kelompok IV diberi per oral. Percobaan dilakukan menggunakan 18 ekor kelinci jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok.. Masing-masing kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut. 54*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB.05 mL/kg bb. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik S TAVIP BUDIAWAN. Pembuatan sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) telahIndonesia dan menjadi obat golongan fitoEerapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air temulawak dapat menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia. walaupun jenis penyakit hati tersebut belum jelas. kelompok V sampai dengan VII masing-masing diberi per oral 3% kolesterol selama 10 hari dan diikuti masingmasing dengan 6 mL. Ingin diketahui apakah dalam sediaan tersebut selama penyimpanan terjadi degradasi pada fraksi-fraksi zat berkhasiat yang terdapat dalam sari rimpang temulawak. 15 mg dan 20 mg. setelah pcmbcrian karbon tetraklorida dan setiap satu minggu pada proses pemberian kurkuminoid temulawak. kolesterol total dalam keadaan hiperlipidemia.05 mL/kg bb. JF FMIPA UNPAD distandarkan TABLET dan kapsul dari sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. sedangkan penetapan kadar ChE dilakukan dengan metode Knedel M dan R. yang 28 . VI dan VII masing-masing diberi per oral karbon tetraklorida 0. temulawak dapat menycmbuhkan penyakit karena kelainan hati. Penetapan kadar SGOT dan SGPT dilakukan dengan metode standar yang dioptimasi dari Deutsche Gesellschaft fur Klinischc Chemie. Kelompok IV diberi per oral 20 mg kurkuminoid temulawak dalam 7 mL air dan 1 mL Tween 80. 1987. Bottger. dan menaikkan kadar ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik. JF FMIPA UNPAD EBAGAI obat tradisional. 2) Pengaruh ekstrak air temulawak terhadap HDL-kolesterol. dan pada hari berikutnya masing-masing diberi kurkuminoid temulawak 10 mg. sedang kadar trigliserida dengan hidrolisis enzimatis (Boehringer Mannheim). Setiap kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut. masing-masing: 3% kolesterol. kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia ABDUL NASER. kelompok II diberi karbon tetraklorida 0. 15mg/hari dan 20 mg/hari dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT.) dan uji beberapa sifat fisikokimia secara kromatografi lapis tipis BUDI HERAWAN. Kelompok III diberi 1 mL Tween 80 dalam 7 mL air. masing-masing terdiri dari 3 ekor kelinci. tetapi hal ini belum terlihat jelas pengaruhnya terhadap HDL-kolesterol. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol). diproduksi oleh beberapa pabrik farmasi di diresepkan oleh dokter. yang masing-masing dilarutkan dalam 7 mL air dan 1 mL Tween 80. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurkuminoid temulawak dengan dosis 10 mg/hari. Pengambitan sampel darah dilakukan pada saat kelinci dalam keadaan normal. 1988. ( o 53*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol). (No. N. 10 mL ekstrak air temulawak.. JF FMIPA UNPAD ekstrak air temulawak (Curcuma DALAM penelitian ini ingin diketahui pengaruh dan trigliserida darah kelinci xanthorriza Roxb. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kurkuminoid temulawak terhadap kadar SGOT. N. 8 mL dan 10 mL ekstrak air temulawak. Penetapan kadar kolesterol total dan HDL-kolesterol dalam serum dilakukan dengan metode CHOD-PAP. Kelompok V.

) dengan cara perkolasi menggunakan penyari alkohol 70% dan ditentukan beberapa sifat fisikokimianya. 15 mg. Kelompok IV. satu kelompok digunakan sebagai kontrol dan pada satu kelompok diberikan pelarut. Penelitian lebih lanjut tentang mekanisrhe kerja serta penggunaan hewan percobaan dari lain spesies. Setelah terinfeksi oleh virus hepatitis B. 1988.) terhadap kadar SGOT. berasa pahit pedas. Dibuat sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap kadar SGOT. yaitu suatu bahan kurkuminoid hati dan empedu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air temulawak 10% b/v dengan dosis 6 mL/hari. V dan VI masing-masing diberi 1 mL serum hepatitis B secara intravena. Secara organoleptis sari cair yang terbentuk berwarna kuning jingga. Akan diteliti pengaruh temulawak terhadap kadar bilirubin total. Kelompok II diberi ekstrak air temulawak 10 mL. 2. (No. tetapi tidak berpengaruh terhadap virus hepatitis B. Kurkuminoid diberikan pada 5 kelompok dengan dosis masing-masing: 5 mg. JF FMIPA UNPAD URKUMINOID dari temulawak yang dapat Kmenambah pengeluaran kolesterolmerupakan suatu kolagoga. 56*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Dalam percobaan digunakan kelinci yang dibagi menjadi 6 kelompok. 29 . b) pada suhu sampai 60°C. 1987. asam stearat. Dengan menentukan kadar bilirubin total. Kelompok III diberi serum hepatitis B 1 mL/kg bb. Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. dan d) terhadap penambahan zat pengisi (laktosa. c) terhadap sinar matahari tldak langsung. Hasil dari penelitian ini adalah: 1. setiap kelompok terdiri dari 3 ekor. 55*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. sari kental berwarna coklat dan sari kering berwarna kuning. asam empedu dan kolesterol total dalam darah kelinci akan diketahui pengaruh kurkuminoid temulawak. JF FMIPA UNPAD pengaruh (Curcuma xanthorrhiza PENELITIAN ini ingin mengungkapkan dan HBsAgekstrak air temulawakkeadaan terinfeksi virus Roxb. asam empedu serum kelinci dan kolesterol total dalam darah kelinci. perlu dilakukan. Ternyata kurkuminoid dengan takaran 5 mg. Penetapan kadar SGOT dan SGPT dilakukan dengan metode standar yang dioptimasi dari Deutsche Gesellschaft fur Klinische Chemie. Percobaan dilakukan menggunakan 7 kelompok kelinci. 8 mL dan 10 mL secara oral. 10 mg. sedangkan uji HBsAg dilakukan dengan metode Reverse Passive Hemagglutination.) terhadap fungsi empedu darah kelinci ROBERT EDWARD ARJTONANG. Kelompok I adalah kelompok kontrol. Pengambilan sampel darah dilakukan pada saat kelinci dalam keadaan normal. 10 mg. berbau khas. Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. masing-masing kelompok terdiri dari 2 ekor kelinci. 20 mg dan 25 mg secara oral tiap hari selama 42 hari dan darah untuk pemeriksaan diambil sekali seminggu sebanyak 6 kali. mg 20 mg dan 25 mg secara oral menurunkan kadar kolesterol total dan bilirubin total serta menaikkan kadar asam empedu darah kelinci.disebabkan oleh pengaruh zat atau bahan yang sengaja ditambahkan. amilum. 8 mL/hari dan 10 mL/hari dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT darah kelinci yang ada pada keadaan terinfeksi virus hepatitis B. (No. SGPT dan uji kualitatif darah kelinci pada keadaan terinfeksi Hepatitis B SUMIATI YUNINGSIH. SGPT darah kelinci pada hepatitis B. Hasil uji beberapa sifat fisikokimia secara kromatografi lapis tipis menunjukkan bahwa sari rimpang temulawak cukup stabil: a) pada proses pembuatan. pada hari berikutnya diberikan ekstrak air temulawak. magnesium stearat). masing-masing 6 mL. setelah pemberian serum hepatitis B dan tiap satu minggu pada proses pemberian ekstrak air temulawak. 15.

Salmonella typhi dari kelompok bakteri gram negatif. diketahui bahwa dalani ekstrak kloroform dan metanol diperoleh banyak kurkuminoid. yaitu: 5. Uji daya antibakteri ekstrak temulawak hasil fraksinasi dengan eter minyak tanah.12%. pemisahan komponen kimia minyak atsiri dilakukan secara kromatografi lapis tipis. Penelitian ini akan mengungkapkan perbedaan secara kualitatif dan kuantitatif minyak atsiri rimpang temulawak yang berasal dari berbagai daerah. Kadar minyak atsiri dtperiksa menggunakan alat destilasi Stahl. 1987. Dalam daya antibakteri dengan cara ekstraksi bertingkat dengan menggunakan eter minyak tanah. Salmonella typhi dan Bacillus subtilis METTI SITI HASTUTI. menunjukkan bahwa tiap pelarut secara sendiri-sendiri tidak dapat menarik sempurna zat antibakteri yang terdapat dalani temulawak. JF FMIPA UNPAD Mkurkuminoid yang sangat tergantung pada tempat tumbuh. Rimpang temulawak segar diperoleh dari daerah: 1) Lembang. Dari intensitas warna basil dinamolisis dan kromatografi lapis tipis. kloroform dan metanol. kloroform dan metanol. Isolasi dan identifikasi senyawa kurkuminoid rimpang Curcuma xanthorrhiza Roxb. Hasil uji sentivitas terhadap bakteri Staphylococcus aurues. metode c) kontak memberikan hasil paling memadai. untuk mencari metode isolasi yang paling efektif. 8) Garut.(No. kloroform dan metanol terhadap Staphylococcus aureus.84 ± 0. 10) Wonogiri dan 11) Purwodadi. (No. waktu panen dan pengolahan. 62*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Pada saat yang sama dilakukan uji zat murni kurkumin dan monodesmetoksikurkumin hasil isolasi dari ekstrak kloroform. 6) Cirebon.JF FMIPA UNPAD UJUAN penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa kurkuminoid melalui beberapa pelarut berpolaritas meningkat. Isolasi dilakukan dengan alat sokslet menggunakan pelarut petroleum eter. 1986. kloroform dan metanol T YANI SUTIYANI. Daya antibakteri dari temulawak cukup kuat dan dapat mencapai derajat sensitif pada konsentrasi 8% ekstrak. Jumlah komponen kimia yang dapat dipisahkan sebanyak 11 sampai 14. 4) Yogyakarta.44 ± 1. menggunakan pelarut eter minyak tanah. Ada zat antibakteri yang tidak dapat berdifusi ke dalam medium yang mengandung air.80%. yaitu: ekstrak kloroform terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dan terhadap ekstrak metanol terhadap Bacillus subtilis. 5) Bumiayu. kloroform dan metanol. JF FMIPA UNPAD dilakukan penelitian tentang efek kurkuminoid sebagai antiTELAH banyak penelitian ini ingin diketahui potensiminyak atsiri danminyak atsiri yang diperoleh bakteri. Rimpang temulawak diekstraksi secara fraksinasi menggunakan pelarut eter minyak tanah. 7) Tasikmalaya. Pemeriksaan kurkuminoid dilakukan dengan dinamolisis. reaksi warna dan kromatografi lapis tipis. Kurkuminoid tersebut diidentifikasi sebagai kurkumin dan desmetoksikurkumin. 2) Surakarta. 61*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. 60*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. UTU rimpang temulawak ditentukan oleh kadar minyak. Kadar minyak atsiri terbesar terdapat dalam rimpang temulawak yang berasal dari daerah Surakarta. 9) Sragen. (No. 1986. yaitu: a) metode cakram kertas. b) metode perforasi dan c) metode kontak. dan terkectl dari daerah Purwodadi. komponen kimia terbanyak (14 bercak) terdapat pada minyak atsiri rimpang temulawak dari Cirebon dan Tawangmangu dan paling sedikit (11 bercak) terdapat dalam rimpang dari Lembang dan Surakarta. Pengujian 'daya antibakteri dilakukan dengan tiga metode. yaitu: 31. atsiri dan komponennya serta kadar 30 . Penetapan kadar minyak atsiri rimpang temulawak dari berbagai daerah TAUFIK RACHMAN. Di antara ketiga metode pengujian. Bacillus subtilis dari kelompok bakteri gram positif dan Escherichia coli. 3) Tawangmangu.

) dengan GC-MS SONDANG KOMAR1AH SlMATUPANG. terbukti mengandung senyawa diosgenin. bobot badan antara 10-12 kg. yang konstruksi ringan dan buahnya sebagai makanan segar. Dengan GC-MS diduga bahwa minyak atsiri durian mengandung suatu senyawa karboksilat yang mempunyai bobot molekul 104 dengan rumus molekul C4H803. (No. JK FMIPA ITB Sberasal dari suku Bombacaceae.buhan ini tumbuh di tanah daratan kering atau tanah berbatu-batu yang beriklim tropis pada keting. Mekanisme kerja yang pasti tidak dapat diungkapkan dalam penelitian ini. Tujuan penelitian pendahuluan ini adalah menyelidiki komponen kimia minyak atsiri dari buah ter. yang banyakadalah untuk Indonesia. (No. ACHMAD MUSTAFA FATAH. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang cara isolasi diosgenin yang paling tepat. Selain itu juga buah. siang dan sore.sebut yang salah satu negara asalnya adalah Indonesia (terutama Kalimantan dan Sumatera). Dari jenis tanaman yang berumbi kuning berhasil diisolasi kristal diosgenin. FK UNBRA T UJUAN penelitian ini ialah untuk raengetahui khasiat rhizoma Curcuma javanica (temulawak) terhadap kadar kolesterol darah. dilakukan isotasi dengan metode destilasi uap dan dihasilkan minyak berwarna kuning muda.00 sampai jam 8. Setiap akan diperiksa kadar kolesterol dalam darah. kulit dan akar durian dapat digunakan sebagai obat tradisional. 1988.30 atau sekitar 14 jam. Penelitian pendahuluan komponen kimia minyak atsiri durian (Durio zibethinus Murr.).gian sampai 1000 m di atas permukaan laut. Tanaman ini ditanam untuk diambil kayunya sebagai bahan ALAH satu tanaman yang mengandung minyak atsiri adalah durian (Durio zibethinus Murr. sedang dari jenis yang berumbi putih diosgenin baru berhasil diidentifikasi. 1979. senyawa diosgenin dalam tanaman Dioscorea hispida terdapat di Contoh yang diteliti adalah: 1) umbi gadung yang berwarna kuning dari daerah Sleman. Analisis melalui kromatografi gas dengan kolom OV-I 5% memperlihatkan adanya minimal 26 komponen. semua mengandung senyawa diosgenin. 31 . Untuk mendapatkan minyak atsiri dari durian. anjing dipuasakan terlebih dahulu dari jam 18. khususnya pada tahap akhir pengerjaan. daun. agar diperoleh hasil kristal diosgenin secara maksimum. 63*) CURCUMA JAVANICA Penelitian pendahuluan tentang khasiat rhizoma temulawak (Curcuma javanica) terhadap kadar kolesterol darah AGUS DJAMHURI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman Dioscorea hispida Denst. Turn. Isolasi dan identifikasi steroida saponin dalam umbi gadung Dioscorea hispida Denst. C-H dari metil dan metan serta C — O dari asam karboksilat. jenis kelamin tidak dibedakan dan kisaran kadar kolesterol darah sekitar 250 mg/100 mL. 1979. tanpa memandang spesies. Kapsul temulawak dan Atromid diberikan bersama pada waktu makan pagi. sedangkan data inframerah memberikan informasi adanya gugus fungsi OH dari suatu hidroksi. yang menurut penelitian ini. 69*) DIOSCOREA HISPIDA DENST. Penelitian lebih lanjut yang berkaitan dengan dosis dan hepatotoksisitas perlu dilakukan.(No. Analisis dengan spektrofotometri ultraviolet darJ minyak atsiri memberikan minimal satu puncak pada panjang gelombang maksimum 251 nm. Terdapat 2 varietas Dioscorea hispida Denst. FF UGM UJUAN penelitian mengetahui TDenst. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rhizoma Curcuma javanica (temulawak) ternyata mampu menurunkan kolesterol darah pada anjing. Percobaan dilakukan menggunakan 6 ekor anjing dewasa yang diperkirakan sehat. Yogyakarta dan 2) umbi gadung yang berwarna putih dari Bantul. 70*) DURIO ZIBETHINUS MURR.

tumbuh liar sebagai gulma. Wonosobo. Dari hasil uji dengan cara cakram kertas.(No. suku Sapindaceae banyak ditemukan di daerah sekitar Semarang. Senyawa tersebut tersebar di seluruh bagian tanaman tersebut.6 rag dan 3. JK FMIPA ITB LENGKENG atau Euphorbia longan (Lour. JF FMIPA UNPAD Rkan sebagai obat tradisional antara lain untuk kejang-kejang. kloroform dan metanol. Ambarawa. Hasil uji sensitifitas dengan cara perforasi menunjukkkan bahwa ekstrak etanol sensitif terhadap Salmonella typhosa pada konsentrasi 4 kali MIC. terhadap pereaksi Liebermann-Burchard pada analisis dengan kromatografi lapis tipis.18 mg. dan sensitif sedang pada konsentrasi 1 sampai 3 kali MIC.cara infundasi. maka diduga tanaman ini juga mengandung saponin dan tanin. Seperti halnya golongan Sapindaceae lainnya.) Stend. Dari pemeriksaan pendahuluan diketahui Uji daya antibakteri dilakukan terhadap: 1) ekstrak etanol yang diperoleh dengan cara perkolasi dan 2) ekstrak air yang diperoleh dengan.) suku Graminae. demam. 76*) EUPHORBIA PRUNIFOUA JACQ . COKRONEGORO 1981. (No. diketemukan dua senyawa tunggal yang bereaksi positif penentuan adanya senyawa alkaloida. maka dapat diketahui metode yang paling baik yang dapat dipakai.) STEND. sistempelarut yang cocok dan lain-lain. ekstrak etanol sensitif terhadap Salmonella typhosa pada dosis 11.4 mg.5% dan Sarcina lutea dengan MIC pada konsentrasi 12. Untuk melengkapi informasi penelitian akan diperiksa efek ekstrak akar rumput belulang sebagai antibahwa akar rumput belulang mengandung senyawa golongan saponin. khususnya terhadap senyawa alkaloida dan triterpenoida.18 mg. Pemisahan komponen kimia dilakukan dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif dan kromatografi kolom. Penentuan dilakukan dengan cara morfologi dan mikroskopi. Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.4 mg dan 5. 73*) ELEUSINEINDICA GAERTN. tetapi tidak menghambat pertumbuhan bakteri Klebsiella pnemoniae. 77*) EUPHORBIA LONGAN (LOUR. 1986. spektroskopi ultraviolet dan inframerah. 1987. 32 . Temanggung. Ternyata ekstrak etanol dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhosa dengan MIC pada konsentrasi 37. dan sensitif sedang pada dosis 5. FMIPA UNPAD T UJUAN penelitian ini adalah untuk mencari senyawa kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia secara kasar. Dengan melakukan ini. Bacillus subtilis. Magelang dan Malang (dataran tinggi yang beriklim agak dingin).6 mg ekstrak. yang diperoleh secara ekstraksi RUKMIATI K. Penelitian pendahuluan telah dilakukan untuk menentuan senyawa kimia dalam pucuk daun dari tanaman Euphorbia prunifolia Jacq. sedangkan analisis dilakukan secara kromatografi lapis tipis.5%. diguna- bakteri dalam kaitan kegunaannya sebagai obat diare. Sedang ekstrak air tidak menghambat semua bakteri uji. tanin. dilanjutkan dengan analisis fitokimia dari ekstrak tanaman tersebut berturut-turut dalam eter minyak tanah. Terhadap Sarcina lutea sensitif sedang pada konsentrasi 3 sampai 4 kali MIC dan resisten pada konsentrasi 1 sampai 2 kali MIC. Uji antibakteri ekstrak akar rumput belulang (Eleusine indica Gaertn. UMPUT belulang (Eleusine indica Gaertn. cacingan dan diare.. Penelitian kandungan kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia Jacq. sensitif sedang pada dosis 3. (No. alkaloida dan golongan sterol atau terpen. Sedangkan pada Sarcina lutea sensitif pada dosis 11. sehingga sangat memudahkan penelitian lebih lanjut. Dengan cara penentuan seperti di atas.) ATY WiDYAWARUYANTI. tetapi tidak " diketemukan bercak yang bereaksi positif terhadap pereaksi Dragendorff yang biasa dipakai untuk Penelitian pendahuluan senyawa saponin dalam kulit buah lengkeng RETNO DAMAYANTI.

Isolasi xanthone dari kulit buah Garcinia mangostana L. Dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif berhasil dipisahkan lima macam senyawa. etilasetat dan n-butanol. Pelarut yang digunakan adalah aseton 80%. 3) Infus akar pasak bumi 20% menyebabkan kenaikan berat prostat tidak bermakna serta kenaikan berat musculus-Ievator ani tidak berarti. hasil ekstraksi yang ada dalam n-butanol. keluarga Guttiferae. 79*) GARCINIA MANGOSTANA L. Hidrolisis terhadap hasil ekstraksi dengan n-butanol diharapkan dapat menghasilkan sapogenin. Spektrum inframerah senyawa ini menunjukkan adanya puncak yang kuat dari gugus -OH pada daerah sekitar 3500-3250 cm" . HERMANSYAH AMIR. pohonnya tinggi dan berdaun lebat. Penelitian anabolic effect dan androgenic effect infus akar pasak bumi pada tikus jantan dilakukan dengan metode yang dianjurkan oleh Robert A. dan b) dari hasil pengukuran dengan spektrofotometer inframerah yang menunjukkan adanya gugus-gugus O-H. benzen dan metanol. dengan Spektrum pe33 . memiliki getah berwarna kuning Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui adanya xanthone yang terdapat pada kulit buah tanaman tersebut. ( No. Contoh yang diteliti adalah infus akar pasak bumi (dibuat oleh Bagian Resep Fakultas Farmasi UGM) menggunakan tikus galur Lembaga Makanan Rakyat (LMR) berumur 21-23 hari dengan bobot badan 48 -55 gram. CHC13:etilasetat (1:1). Gugus fungsi dengan spektrofotometri inframerah.dapat dimakan. H. Spektrum inframerah terhadap hasil reaksi asetilisasi menunjukkan bahwa puncak -OH yang ada menjadi hilang. R. Dugaan adanya xanthone pada kulit buah Garcinia mangostana L. 2) Infus 10% memberikan kenaikan berat prostat yang tidak bermakna dan penurunan tidak berarti dari berat vesicula seminalis. YUDONO. Senyawa hasi! ekstraksi ini kemudian dipisahkan dan dimurnikan dengan cara kromatografi kolom dan kromatografi lapis tipis. FK UGM apakah di bumi yang TUJUAN penelitian ini adalah untuk mencari jawaban merangsangdalam infus akar pasakmempunyai dikatakan mempunyai khasiat menggemukkan dan gairah kelakian itu efek androgenik ataupun anabolik. (manggis. (No. Senyawa ketiga dan keempat masih dalam bentuk campuran. lalu dilakukan pemisahan dan pemurnian dengan cara kromatografi lapis tipis menggunakan eluen CHCb :C6H6 (7:3). 3) Infus 20% memberikan kenaikan relatif berat prostat tidak cukup bermakna dan penurunan yang tidak cukup signifikan dari vesikula seminalis. Ekstraksi dilakukan dengan memakai tiga macam pelarut dengan polaritas berbeda-beda. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1) Infus pasak bumi 5% ternyata memberikan kenaikan berat prostat yang tidak berarti dan tidak memberikan kenaikan berat musculus-Ievator ani secara signifikan.) pada "rat" NGATIJAN. CHC13 dan CeHe. banyak tumbuh dan pada seluruh bagian tumbuhan. C = C. 78*) EURICOMA LONGIFOLIA JACQ. Turner dan Andrew Wilson. Penelitian terhadap androgenic effect memberikan hasil sebagai berikut: 1) infus akar pasak bu- mi 5% memberikan kenaikan berat prostat tidak berarti dan penurunan berat vesikula seminalis yang tidak berarti. C-H..Akan diteliti kulit buah terhadap adanya senyawa kimia saponin. Penelitian "anabolic effect" dan "androgenic effect" dari infus akar pasak bumi (Euricoma longifolia Jacq. JK FMIPAITB manggu) termasuk G arcinia mangostana L. Puncak ini akan hilang jika senyawa tersebut diasetilisasi. ditunjukkan dari: a) hasil pengukuran dengan spektrofotometer ultraviolet yang menunjukkan adanya 3 serapan maksimum pada daerah panjang gelombang 230 nm-400 nm. buah tersebar di daerah tropis. 2) Infus 10% menyebabkan kenaikan berat prostat tidak cukup berarti serta kenaikan berat musculus-Ievator ani tidak bermakna. dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut petroleum eter. Kadar saponin ditetapkan dengan cara spektrofotometri. Selanjutnya ditetapkan suhu lebur senyawa yang didapat. kadar dan gugus fungsi yang ada. 1979. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa saponin yang ada ialah dari jenis terpenoida. 1990. C = O. Penelitian pendahuluan ini dimaksudkan untuk raengetahui jenis saponin.

penentuan nama sementara dan pembuatan kunci determinasi. var. Isolasi dilakukan dengan ekstrakst dan analisis dengan kromatografi lapis tipis. beta-mangostin dan gamma-mangostin. linalil asetat dan stirolil asetat. 83*) GRAPTOPHYLLUM PICTUM (L. di Malesia WIWIK HERAWATI. Indonesia. dan BIndonesia. album dan lurido-sanguinem. Dalam tulisan disajikan pertelaan lengkap dan kunci determinasi semua varitas tersebut. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk lebih memperjelas konsep varitas Graptophyllum pictum di Malesia. tidak dapat dipakai lagi. linalol. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan terhadap 140 spesimen yang merupakan koleksi Herbarium Bogoriensis LBN Bogor serta tanaman yang tumbuh di daerah Purwokerto. Hal ini disebabkan. Griffith (1854). JK FMIPA ITB I mperata cylindrica (L. (No. hingga saat ini masih lebih banyak dipandang sebagai salah satu tumbuhan rumput pengganggu bagi tanaman yang dibudidayakan di atas lahan kering.) Griff. SUTJIPTO HALIM. viride.) GRIFF. lurido-sanguineum. Dari hasil tersebut diduga terdapat xanthone pada kulit buah Garcinia mangostana L. pemeriksaan spesimen herbarium. terutama akan diteliti kemungkinan adanya senyawa kumarin.) BEAUV.) Beauv. (1965) membuat kunci determinasi untuk membedakan 3 varitas yang dikenal dan diakuinya ada di Jawa dan diberi nama viride. yaitu var. kromatografi gas. Filipina dan Papua Nugini) terdapat 6 varitas Graptophyllum pictum. album. 1987. seperti pada xanthone standar. yang dikenal dengan nama alang-alang. kaca piring) dengan metode kromatografi gas-cairan dan GC-MS HALIM ZAINI.1400-1200. var. sehingga kunci yang dibuat oleh Backer & Bakhuizen v. pictum. Miquel (1850). Isolasi minyak atsiri dari bunga gardenia dilakukan dengan soksletasi terus menerus dengan eter pada 40°C dan ekstraksi langsung dengan alkohol pada suhu kamar. 89*) IMPERATA CYLINDRICA (L. selain oleh kemampuan bersaing yang tinggi. (No. etil benzoat. var. rubrum dan var. Analisis kualitatif dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas cairan. Hooker (1885) dan Merril (1918) mengenai Graptophyllwn pictum (L. FB UNSOED P ENELITIAN Linnaeus (1762). var.d Brink Jr. dan diduga adalah mangostin. GC-MS. 0) Karakterisasi komponen kimia minyak atsiri Gardenia angusta Merr. Purwodadi dan Bogor menunjukkan bahwa di kawasan Malesia (meliputi Malaya. 1989.1650-1450. Keanekaragaman jenis Graptophyllumpictum (L..nyerapan maksimum pada panjang gelombang dan intensitas yang sama. (Gardenia florida L. 34 . GC-MS serta spektroskopi inframerah. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti adanya senyawa inhibitor pertumbuhan yang mungkin terdapat dalam rhizoma alang-alang. Dengan cara di atas terungkap adanya terpineol. tetapi penelitian tentang menghasilkan aroma untuk parfumaugustabanyak didapat di komposisi kimia minyak Gardenia di Indonesia belum mendapat perhatian. 1986. yaitu pada: 1750-1650. juga karena tumbuhan ini dalam interaksi dengan tumbuhan lain mengeluarkan zat alelopati atau zat pengatur tumbuh tanaman yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman lain di sekitarnya. Kristal yang diperoleh adalah beta-terpineol. Penelitian yang dilakukan ialah pengamatan spesimen segar. dan 750-60 cm'T. JK FMIPAITB UNGA Gardenia augusta Merr. Penelitian pendahuluan senyawa alelopati pada rhizoma Imperata cylindrica (L. flavo-rubrum. Dua di antaranya belum pernah dipertelakan orang. Dari banyaknya penambahan koleksi dan hasil pengamatan di lapangan ternyata variasi dan warna daun Graptophyllum pictum sangat besar.) Griff. Backer & Bakhuizen van den Brink Jr. ( o 8 * GARDENIA AUGUSTA MERR. pembuatan diskripsi. benzil asetat. belum dapat menggambarkan keanekaragaman varitas atau takson yang ada dalam jenis tersebut. N.) Beauv.

efektif? Tujuan adalah mencari Ekstrak laos berkadar: 15%.dalam minyak (A/M). emulsi ah. 60% dalam dasar salep hidrokarbon.) adalah salah satu tumbuhan yang tumbuh di Sulawesi Selatan yang digunakan sebagai obat tradisional untuk pengobatan penyakit hati. termasuk Indonesia. Dari 8 komponen tersebut 4 komponen di antaranya diduga adalah asam o-kumarat. asam vanilat dan vamlin. Laos yang diteliti dibuat dalam bentuk irisan. Daya hambat salep terhadap jamur tidak dapat diperoleh hasil yang meyakinkan. Kelompok IV diberi CCU dan ekstrak 200 mg/kg bb. Jumlah ekstrak yang dapat diserap oleh keempat dasar salep tersebut maksimum 20% dan salep ekstrak laos yang memberikan daya hambat terhadap bakteri adalah salep dengan kadar 30% untuk dasar salep hidrokarbon dan dengan kadar 15% dan 30% bagi dasar salep emulsi air dalam minyak. 1981. Eclipta alba Haask. asam benzoat. penyakit kumng dan hepatitis. Microspomm canis dan Trychophyton violaceum.) terhadap penurunan kadar SCOT dan SGPT darah tikus putih pada keadaan hepatotoksik Susi LAHTIANI. Kelompok HI sebagai kelompok kontrol. dan tiap kelompok terdiri dari 4 ekor. diberi CCLi dan air suling 2 mL. Phyllanthus niruri L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air daun Kleinhovia hospita L. JF FMIPA UNPAD PAKAH masih mempunyai daya antibakteri dan antifungi yang Apenelitiansalep ekstrak laosformulasi sediaan salep yang cocok bag! ekstrak laos. dengan dan tanpa penambahan asam cuka. 94*) KLEINHOVIA HOSPITA L. 400 mg dan 600 mg/kg bb.. antara lain: Curcuma domestica Val. Penelitian ini meliputi uji pengaruh ekstrak air daun Kleinhovia hospita L. terhadap penurunan kadar SGOT dan SGPT pada tikus putih yang telah diinduksi dengan karbon tetraklor (CCI4). berpengaruh terhadap penurunan kadar SGOT pada dosis 200 mg.. sedangkan sebagai jamur uji digunakan 35 . jamur Microsporum gypseum. Salmonella typhi dan jamur Microsporum gypseum MOHAMAD EKSAN SJAFIUDIN. STUNTZ. Curcuma xanthorrhiza Roxb. JF FMIPA UNPAD banyak dijumpai terutama di Asia. N. 1979. Sebagai bakteri uji digunakan Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi. FMIPA UNPAD U NTUK mengetahui kebenaran efek bakteriologik dan mikologik dari laos. ( o 96*) LANGUAS GALANGA ( ) STUNTZ... Kelompok VI diberi CCLj dan ekstrak 600 mg/kg bb. parutan dan air perasan.Hasil analisis dengan kromatografi gas diperoleh data yang menunjukkan adanya minimal 8 komponen dalam ekstrak eter dari rhizoma. emulsi minyak dalam air (M/A) dan dasar salep larut dalam air. 30%. Kelompok I sebagai kontrol normal (tanpa diberi CCU dan ekstrak). diuji terhadap bakteri Staphylococcus aitreus. (No. Silybiwn marianum L. N.. Uji pengaruh ekstrak air daun katimaha (Kleinhovia hospita L.. L) Formulas! salep dengan ekstrak laos dan penentuan daya hambatnya terhadap bakteri dan jamur SRI ARDANI SOELARTO. 1\imbuh-tumbuhan itu. 1989. Akhir-akhir imi PENYAKIT hati masih hasil penelitian tentang tumbuh-tumbuhan dandiproduknya yang mempunyai banyak dikemukakan aktivitas untuk perlindungan hati. telah dilakukan penelitian in vitro terhadap laos merah dan putih yang segar dan yang dikeringkan.Katimaha (Kleinhovia hospita L. Kelompok V diberi CCLf dan ekstrak 400 mg/kg bb. kelompok II sebagai kelompok normal diberi ekstrak 400 mg/kg bb. tetapi tidak memberikan hasil yang signifikan terhadap penurunan kadar SGPT. Kumarin tidak ditemukan. L Penelitian efek bakteriologik dan mikologik dari laos merah dan laos putih yang segar dan yang dikeringkan terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Tikus putih dikelompokkan menjadi 7 kelompok. ( o 95*) LANGUAS GALANGA ( .

Ternyata Litsea accedentoides juga mengandung alkaloida dari jenis aporfin. diikuti dengan pemisahan menggunakan kromatografi kolom.Microsporum gypseum. Isolasi alkaloida dilakukan berdasarkan sifat basa dari alkaloida. & V. bahwa alkaloida yang berhasil diisolasi adalah suatu aporfin yang bersifat fenolik dan mengandung substituen pada posisi 1. No. Analisis kemurnian dari produk yang berhasil diisolasi dilakukan dengan kromatografi lapis tipis. Laos yang dikeringkan. Beberapa senyawa apomorfin dilaporkan mempunyai aktivitas fisiologis yang penting seperti obat jantung. Reaksi N-metilasi dengan HCOH dan NaBH4 terhadap basa alkaloida tersebut menghasilkan kasitisin. bahwa basa alkaloida yang merupakan komponen utama Litsea diversifolia adalah aktinodafnin. Litsea diversifolia adalah salah satu spesies yang terdapat di Indonesia dan belum pernah diungkapkan kandungan kimianya. baik jenis merah dan putih. Hasil yang didapat ini sesuai dengan penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya terhadap Litsea. isolasi alkaloida. 1989. Melalui kedua turunan senyawa tersebut dapat disimpulkan. Data spektroskopi dari kedua senyawa kristal tersebut identik dengan yang 36 . Dari hasil penelitian dengari laos yang segar dapat dilihat bahwa daya menghambat pertumbuhan bakteri uji dan jamur uji dari laos ini cukup besar dan terlihat pula adanya perbedaan efek antara laos merah dan laos putih. Terutama terhadap Staphylococcus mtreus. Penambahan asani cuka memperlihatkan perbedaan daya hambat yang besar daripada jika tidak ditambahkan. 9 dan 10. fraksi basa melalui pemisahan dengan cara yang sama menghasilkan pula suatu senyawa berbentuk kristal jarum yang berwarna kuning. JK FMIPAITB AURACEAE merupakan suku tumbuhan yang biasanya mengandung alkaloida. Salah satu genus Dalam percobaan ini. 2. maupun bentuk pengolahan parutan dan irisan. & V. 99*) LITSEA ACCEDENTOIDES K. Jika dibandingkan hasil pengukuran daerah hambat terhadap kedua bakteri uji dari laos segar dan yang dikeringkan dengan jumlah berat yang sama pula. sedangkan reaksi asetilasi menggunakan Ac2O dan piridin menghasilkan N. 1989. Pengkajian kimia kulit akar Litsea diversifolia dalam penelitian ini. (No. obat kanker dan sebagainya. maka akan terlihat nyata bahwa laos segar menunjukkan daerah hambat yang lebih besar dari laos yang dikeringkan. 100*) LITSEA DIVERSIFOLIA BL. JK FMIPA ITB L itsea merupakan salah satu dari 18 genus suku Lauraceae yang memiliki kandungan alkaloida. Alkaloida dari kulit akar Litsea diversifolia BL Euis HOLISOTAN HAKIM. dilakukan dengan cara spektroskopi yang lazim. tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dalam daya menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur uji. pemisahan konstituen fenolik dan non-fenolik. telah diteliti kandungan alkaloida dari spesies Litsea accendentoides.O diasetil aktinodafnin. inframerah dan NMR menunjukkan. yaitu penghilangan lemak dari materi tumbuhan. Isolasi alkaloida aporfin dari Litsea accedentoides K. Selanjutnya. menggunakan pereaksi pendeteksi yang spesifik untuk alkaloida. Penetapan struktur ketiga senyawa tersebut di atas. Ldari suku Lauraceae yang mengandung alkaloida adalah Litsea dan alkaloida yang biasanya ditemukan dalam genus ini adalah jenis aporfin. Data spektroskopi ultraviolet. efek daya hambat laos merah lebih nyata dibandingkan dengan yang putih. dilakukan dengan mengisolasi bahan tanaman yang kering dan menghasilkan basa alkaloida yang mudah rusak karena pengaruh udara dan penyinaran. menghasilkan suatu senyawa berupa kristal jarum yang tidak berwarna sebagai komponen utama. yang pada umumnya jenis apomorfin. Sedangkan dari 478 spesies tanaman yang termasuk genus Litsea sampai saat ini baru 34 spesies yang telah diselidiki kandungan alkaloidanya. HESTI BUDIATI. Pemisahan senyawa dari fraksi yang tidak larut dalam asam menggunakan kromatografi kolom. dan prosesnya mencakup beberapa tahap.

C. benzen dan metanol sebagai fase gerak. Isolasi dilakukan secara kromatografi lapis tipis. Penelitian ini dilakukan terhadap kulit akarnya. dilakukan pengujian pada alkaloida fenolik dengan perkolasi menggunakan metanol yang diikuti dengan pemisahan alkaloida fenolik dari alkaloida total.dan Rob. B. Untuk memisahkan masing-masing komponen dilakukan kromatografi kolom. 1989. menggunakan gel sebagai fase diam dam pelarut organik kloroform. (No.) C. Hasil kromatografi lapis tipis menunjukkan adanya empat bercak.kandungan alkaloidanya. merupakan salah satu tumbuhan yang cara ekstraksi secara maserasi. (No. var. Dengan spektroskopi NMR dan GC-MS diperoleh dugaan.tumbuhan yang ditemukan di belum pernah dilaporkan Penelitian ini Pemisahan dilakukan dengan perkolasi menggunakan heksan dan metanol. VITA SOPHIATA. Analisis dilakukan dengan spektroskopi ultraviolet. 1990.3-metilendioksi-6-metoksi fenantren. Dengan spektroskopi. 0. ROB. sedangkan 2 komponen lainnya belum diteliti lebih lanjut. var. Alkaloida dari fraksi fenolik Litsea glutinosa (Lour. Dari kulit ranting fraksi non-fenolik dihasilkan kristal dengan jarak lebur 189-191°C dan dengan spektroskopi ultra- violet diperoleh alkaloida fenantren. Ketiga senyawa yang lain belum diperiksa. menghasilkan senyawa berupa kristal yang mengkilat dengan jarak lebur 164-166°C. identik dengan senyawa boldin yang telah diketahui sebelumnya. diperoleh 5 bercak dengan Rf: 0. ROB. kemudian dilakukan bertujuan untuk meneliti kandungan alkaloida fraksi non-fenolik dari kulit akar dan kulit ranting Litsea glutinosa. Rob.82. pemisahan fraksi fenolik dan non-fenolik. var.) B. Bercak kedua dengan Rp 0.) C. JK FMIPA ITB (Lour. Untuk mengetahui jenis alkaloida lain yang terkandung dalam kulit akar Litsea diversifolia. Analisis dilakukan dengan cara kromatografi lapis tipis. Sedangkan tiga koraponen lain dari kedua fraksi tersebut. littoralis Blume. N dimetilamin-N-oksida-7-hidroksi-3. 102*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR.51. ADEL ZAMRI. inframerah dan GC-MS. 1989. B. Alkaloida dari Litsea glutinosa (Lour. littoralis-Blume Lditemukan di Indonesia. 0. Alkaloida dari Litsea diversifolia Bl.diperoleh dari aktinodafnin. B. mengandung actinodafnin jenis > aporfin sebagai alkaloida utama. NMR dan GC-MS.) C.69 dan 0. 37 . JK FMIPA ITB itsea glutinosa (Lour.35. merupakan salah satu Litsea glutinosaIndonesia. JK FMIPAITB ENELTTIAN terdahulu menyatakan bahwa Litsea diversifolia BI. 101*) LITSEA DIVERSIFOLIA BL. bahwa alkaloida 1-N. inframerah. salah satu dari empat senyawa diduga sebagai benzil-isokuinolin.74. B.19. 103*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR. penentuan jarak lebur dan pemeriksaan spektroskopi ultraviolet. Rob. 0.) C.) C. B. Jika zat ini benar. Spektroskopi inframerah menunjukkan alkaloida aporfin yang mengandung gugus hidroksi pada C-9. HELMI. (No. Data spektroskopi senyawa hasil isolasi tersebut. Dari kulit akar fraksi non-fenolik diperoleh kristal dengan jarak lebur 207-209°C. belum diteliti lebih lanjut. yang menghasilkan senyawa alkaloida yang mudah rusak karena Pemeriksaan dengan kromatografi lapis tipis. var. Dari kelima bercak tersebut. Rob. Isolasi dilakukan dengan pengaruh udara dan cahaya. littoralis Blume. littoralis Blume. maka zat ini merupakan alkaloida baru dan untuk ini perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan. tiga di antaranya menunjukkan uji alkaloida positif terhadap pereaksi Dragendorff.

0. kadar 0. JK FMIPA ITB EMUA alkaloida yang pernah dilsolasi dari spesies Litsea termasuk ke dalam kelompok benzil tetrahidroisokuinolin. Satu komponen lain dari fraksi fenolik yang diisolasi belum dilakukan identifikasi dan ditentukan strukturnya.01%. 106*) LITSEA MONOPETALA (ROXB. 1990. Ddafnin. Pemeriksaan dengan kromatografi lapis tipis menghasilkan tujuh bercak dengan Rf = 0. JK FMIPA ITB ARI penelitian terdahulu diketahui. Sedangkan senyawa non-alkaloida yang ditemukan diidentifikasi sebagai senyawa atranorin yang mempunyai jarak lebur 174. semuanya menunjukkan uji alkaloida positif terhadap pereaksi Dragendorff. Dari analisis didapatkan kristal tidak berwarna dengan jarak lebur 174I5-177°C. NMR dan GC-MS.53. (No. 10 dengan gugus fungsi hidroksi pada posisi C-9. Alkaloida dari Litsea monopetala (Roxb. 0.wa ini dikenal sebagai senyawa aktinodafnin. setelah dilakukan kromatografi kolom dan rekristalisasi. Penelitian ini bertujuan mengisolasi senyawa alkaloida fraksi non-fenolik dan senyawa non-alkaloida dari kulit batang Litsea monopetala. kromatografi kolom.32.) C. Berdasarkan jarak lebur dan harga Rf yang sama. fraksi 1 dan 2 merupakan alkaloida yang sama. 2. asam lemak dan arabinoksilan. 0.28. bahwa senyawa yang berhasil diisolasi adalah alkaloida kelompok noraporfin yang tersubstitusi pada 1. B. pada penelitian ini dilakukan isolasi alkaloida fraksi fenolik yaitu cara yang sama. Dari sini didapatkan tiga fraksi.) C. yaitu penghilangan lemak. aporfin dan morfinandienon.) Pers.5-177°C. 1989. Pemisahan. 2. tetapi umumnya kandungan alkaloida Litsea didominasi oleh kelompok aporfin. Pemisahan. Kajian terhadap kandungan kimia terutama kandungan alkaloida belum banyak dilakukan. SRI WlDARTI.) Pers. Rob. Analisis spektroskopi menunjukkan bahwa alkaloida ini mempunyai kerangka aporfin yang tersubstitusi pada posisi 1. kristalisasi serta analisis dengan penentuan jarak lebur dan dengan spektroskopi ultraviolet. Untuk memisahkan masing-masing komponen dilakukan (No. ASEP ADI SUPRIHATNA. dan pelarut organik kloroform dan metanol sebagai fase gerak.) PERS. isolasi dan analisis dilakukan dengan cara yang sama. var. 9.) PERS. Senya. 0.41. 0. bahwa tanaman ini mengandung antara lain senyawa aktino- 38 .34. pemisahan konstituen alkaloida murni dengan kromatografi lapis tipis. kadar 2x10 % yang merupakan alkaloida non-fenolik. Dari ketujuh bercak tersebut.75. Senyawa alkaloida dan non-alkaloida Litsea monopetala (Roxb. inframerah. 104*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR. Isolasi dan penentuan struktur alkaloida dilakukan terhadap fraksi fenolik dari kulit kayu tanaman Litsea monopetala. B. Salah satu spesies Litsea yang banyak ditemukan di Indonesia adalah Litsea monopetala (Roxb. JK FMIPAITB EPERTI penelitian sebelumnya. isolasi dan analisis dilakukan dengan kromatografi kolom menggunakan silika gel sebagai fase diam. Diduga alkaloida ini termasuk dalam kelompok alkaloida proaporfin. berhasil diperoleh kristal putih dengan jarak lebur 142-143°C.(No. S FERI HERLINA ANWAR.) Pers. isolasi alkaloida. Dari dua bercak pada kromatografi lapis tipis fraksi fenolik. Dari pemeriksaan spektroskopi yang dibandingkan dengan senyawa standar dapat disimpulkan. 9 dan 10. pemisahan fraksi alkaloida fenolik dan non-fenolik.57 dan 0. ROB Isolasi senyawa aporfin fraksi fenolik dari tanaman Litsea glutinosa (Lour. 105*) LITSEA MONOPETALA (ROXB. Pemisahan alkaloida melalui beberapa tahap. 1989. gugus metilen dioksi pada posisi C-l dan C-2 serta gugus metoksi pada C-10. littoralis Blume Saporfin dari kulit kayu tanaman Litsea glutinosa.

(No. natrium (0. 1706. Ciri-ciri mikroskopi daun mengkudu adalah terdapatnya berkas pembuluh kolateral. 1235. Untuk menjelaskan mekanisme koagulasi dan penurunan populasi mikro-organisme pada air yang telah diperlakukan dengan biji kelor. 1250.571). 2300.1053. FMIPA UNPAD T UJUAN penelitian adalah untuk memperoleh data farmakologi dari daun mengkudu.611-3. Semua komponen memberi warna jingga dengan pereaksi Dragendorff. 1608.806-10. b) dalam HC1 2N: 217 nm. Spektrum penyerapan ultraviolet menunjukkan maksimum pada panjanggelombang: Fraksi I: a) 210 nm dan 292 nm. Spektrum penyerapan inframerah menunjukkan maksimum pada panjang gelombang (cm" ): Fraksi I: 3700. Uji saponin yang dilakukan secara kromatografi lapis tipis menunjukkan hasil yang positif untuk tiap cuplikan. enam macam komponen berfluoresensi biru di bawah sinar ultraviolet dan satu macam komponen berfluoresensi merah.1020. dengan menggunakan prosedur dan metode yang sudah diketahui. 1989.112). 1163-1149. Fraksi II: a) 216 nm.0810.1389. karena kandungannya dalam biji kelor relatif sedikit. fosfor. protein. Dari hasil penelitian ini diperoleh kadar (% berat): kalsium (0.251-0.1303. 1366.000-0. Pada penelitian ini ditentukan kadar kalsium. c) dalam NaOH 2N: 236 nm. Dilakukan penelitian mikroskopis daun mengkudu serta reaksi kimia dan kromatografi lapis tipis dua dimensi terhadap sari kasar daun mengkudu.1550-1515. Hasil kromatografi kolom diperoleh 2 fraksi yang diharapkan murni.) Trn WIRAHARJA NIKODEMUS. kadar komponen yang dikandung dalam biji kelor akan berbeda. natrium.1031. 3250. YUN MEDIA HANDAYANI.950. 1445. 1212. 1979. Dari hasil penelitian ini antara lain dapat disimpulkan. kalium. nitrogen (2.006). 235 nm dan 315 nm. 112*) MORINDA CITRIFOLIA L.327). 2850.021-42. terlebih dahulu harus ditentukan komponen apa saja yang terdapat dalam biji kelor. 1323. asam oleat (10. JK FMIPA ITB B IJI kelor Moringa oleifera Lamk. 39 .014). Pada kromatografi lapis tipis diperoleh tujuh macam komponen.081-0.1449. 3250. Data yang diperoleh dapat dipergunakan untuk membantu dalam penelitian selanjutnya. minyak dan asam oleat yang dikandung dalam biji kelor. protein (7. magnesium (0.(No.1497. minyak (35. 114*) MORINGA OLEIFERA LAMK. c) pada NaOH2N: 240 nm.314-0. bahwa dari pohon dan tempat tumbuh yang berbeda. fosfor (0. Pada penelitian ini diharapkan dapat diperoleh atkaloida murni yang karakteristik tlsiknya dapat ditentukan.714). mulut daun tipe parasitik dan kristal oksalat berbentuk jarum (raphides). Saponin ditentukan hanya secara kualitatif. 3125.1253-1117.1724. Sari kasar daun mengkudu menberikan reaksi positif terhadap pereaksi pengendap alkaloida seperti Dragendorff. Terlihat bahwa dalam suasana basa terjadi pergeseran batokromik atau terjadi perubahan struktur molekul.1101. 2857.1689-1639. kalium (0. magnesium.1053. 1689-1639.623). b) dalam HC12N: 213 nm dan 290 nm.1408. 1362.257).76136. nitrogen. sesuai dengan hasil penelitian yang sejenis. Fraksi II: 3750. 1548-1515. 235 nm dan 315 nm. Mayer dan Bouchardat. yang telah tua ternyata dapat digunakan untuk membersihkan air untuk keperluan sehari-hari. seperti penentuan struktur kimia dan efek farmakologi. Analisis beberapa unsur dan senyawa dari biji kelor Moringa oleifera Lamk. dengan karakteristik fisik sebagai berikut.430).2778. 2778. 1497. Isolasi dan analisis fraksi alkaloida dari daun tumbuhan mengkudu (Morinda dtrifolia L.

Metode yang digunakan adalafa soksletasi dengan pelarut eter minyak tanah dan pemeriksaan golongan senyawa dari ekstrak tersebut dan uji daya antibakteri dengan metode cakram kertas. 118*) MYRISTICA FRAGRANS HOUTT. di antaranya safrol dari minyak atsiri pala dengan kromatografi kolom dihasilkan senyawa dengan indeks bias (20°C): 1. JF FMIPA UNPAD ( AR1 penelusuran pustaka diketahui. Dari analisis diketahui ada 7 komponen utama dalam minyak atsiri.3%. beta-pinen. Tetapi selain dalam bentuk biji. sisa penguapan 2. Escherichia coli dan Staphylococcus aiireus. rematik dan diperkuat oleh hasil penelitian terdahulu adanya senyawa yang aktif sebagai antibakteri. Selanjutnya hasil isolasi ini dianalisis secara fisikakimia. menghasilkan minyak atsiri dengan rendemen 18. JK FMIPA ITB aroma BJJI dan fuli pala mempunyaidalamnyakhas. Spektrum massa dari minyak atsiri fuli menunjukkan bahwa minyak atsiri fuli mengandung konstituen alpha-pinen.) merupakan sa!ah satu suku Myristicaceae menghasilkan terdapat di Indonesia. SUDARSINI.5379. Tetapan fisik minyak atsiri adalah: bobot jenis 0. (No. Uji antibakteri zat larut dalam fraksi eter minyak tanah kulit akar kelor (Moringa oleifera Lamk. antara lain untuk mengobati penyakit kulit. bahwa berbagai bagian tumbuhan kelor dapat digunakan Penentuan komponen utama minyak atsiri dari pala SAIFULLAR 1989. dihasilkan oleh biji kering buah pala yang telah masak dan minyak fuli yaitu minyak yang dihasilkan arillode kering biji pala yang telah masak. Bacillus subtilis. Analisis komponen kimia minyak atsiri fuli pala dengan GC-MS ARYETTI. Hasil isolasi ditetapkan tetapan fisiknya.844. Hasil uji dapat disimpulkan. ayan. sisa penguapan. p-simen. bilangan asam 5.(No. Analisis dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas serta isolasi minyak atsiri dilakukan dengan kromatografi kolom.4255.5 volume alkohol 90%. Percobaan yang dilakukan didahului dengan isolasi minyak fuli menggunakan pelarut heksan dan dilanjutkan dengan destiiasi uap.8254. 1984. larut dalam 2.4572.24. putaran optik. Ada dua jenis minyak yang dihasilkan oleh buah pala yaitu minyak pala. indeks bias (20°C): 1. (No. putaran optik (27°C): +35 dan bobot jenis (27°C): 0. kamfen.6. Pada penelitian ini telah dilakukan analisis komponen kimia salah satu minyak pala (Myristica pagans Houtt.64. diekspor juga dalam bentuk minyak. Analisis secara fisika menunjukkan minyak fuli ini mempunyai indeks bias (27°C): 1. 115*) MORINGA OLEIFERA LAMK. Minyak atsiri diperoleh dengan penyulingan uap dan tetapan fisik yang ditentukan ialah: bobot jenis. Minyak hasil isolasi ini merupakan cairan bening dan berbau harum seperti fuli penghasilnya. bilangan penyabunan 31. kelarutan dalam alkohol 20%. Ingin diketahui komponen utama minyak atsiri dari biji maupun fuli (komponen di sama).24%.) sebagai bahan obat tradisional yang khasiatnya. Spektrum penyerapan ultraviolet menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 236 nm dan 263 nm. Berdasarkan hal tersebut di atas telah dilakukan penelitian fraksi eter minyak tanah dari kulit akar kelor sebagai antibakteri. bilangan asam dan bilangan penyabunan. betafelandren. PPPS ITB yang banyak TANAMAN pala (Myristica fragransiniHoutt. linalol safrol dan konstituen lain yang belum dapat ditetapkan. bahwa ekstrak eter minyak tanah kulit akar kelor yang diteliti menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji Salmonella typhosa. putaran optik: + 10. 1989. 40 . Buah pala sebagai rempah terutama diekspor dalam bentuk biji. Analisis komponen kimia didahului dengan destiiasi vakum dan dilanjutkan dengan analisis GC-MS.). indeks bias pada 20°C. 117*) MYRISTICA FRAGRANS HOUTT. Tanaman di Indonesia dibudidayakan terutama untuk rempah-rempah.

OL. serta C = O dari karboksilat. Sampai saat ini belum kandungan kimia tanaman ini. yang larut dalam etanol 96% adalah senyawa golongan iridoid. sedrol. C-O. Analisis minyak basil isolasi dengan spektrofotometri inframerah menunjukkan adanya gugus O-H. 3. 123*) OLDENLANDIA CORYMBOSA L. suku bahan campuran makanan. dengan GC-MS ATHENA ANWAR. Kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. Unalol. 1981. dari suatu alkohol. 121*) OCIMUM SANCTUM L. klasifikasi dan kristalisasi kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L.Pada penelitian ini telah dapat diisolasi dalam bentuk kristal murni senyawa OL2 (0. Dilakukan percobaan isolasi. Tujuan penelitian adalah menyelidiki beberapa komponen kimia dari minyak atsiri tespong yang banyak terdapat di Indonesia. JK FMIPA ITB ELUM dijumpai informasi kandungan kimia dari batang dan daun tespong (Oenanthe javanica DC. Dengan spektrofotometer inframerah terungkap adanya gugus fungsi OH. Komponen utama minyak kemangi basil isolasi diduga merupakan senyawa seskuiterpen dengan bobot molekul 224. C-H alkana dan senyawa aroma I ik. Minyak diperoleh dengan cara distilasi uap. dimana ditemukan 3 macam senyawa yaitu OLi. mengandung 3 buah senyawa golongan iridoid. inframerah. C = C. Minyak didapat dengan mengekstraksi destilat dengan eter. termasuk di daerah tropis O yang oleh masyarakat dikenal dengansuku Rubiaceae.FF UGM ldenlandia corymbosa L. 122*) OENANTHE JAVANICA DC. termasuk Labiatae yang dikenal dengan nama daerah sebagai kemangi. 1987. dan GC-MS. C = C. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kandungan kimia minyak atsiri tanaman kemangi. geranial dan karyofilen. (No. Dengan kromatografi gas dan kolom memperlihatkan adanya 21 komponen.2 dengan jarak lembur 41 . CH dari metil dan metan. banyak baik Tsebagai obat tradisional maupun merupakan salah satu tumbuhan yangsanctum kegunaannya. sering tumbuh secara liar. Penelitian komponen kimia minyak atsiri Ocimum sanctum L. kromatografi gas dan kolom. Penelitian komponen-komponen kimia minyak atsiri Oenanthe javanica DC. dengan GC-MS B TITINSUPRIHATIN. C = O. Diduga kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L.(No. merupakan tumbuhan liar diteliti mengenai nama wijen hutan. JK FMIPAITB UMBUHAN Ocimum sanctum L. 1987.). Dengan GC-MS juga diperoleh informasi tentang kandungan felandren. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1. yang larut dalam etanol 96% adalah senyawa golongan alkaloida dan atau golongan iridoid yang mempunyai efek terapetik. Analisis menggunakan spektrofotometer ultraviolet. (No. Minyak atsiri dengan spektrofotometer ultraviolet mempunyai serapan maksimum pada panjang gelombang 258 nm. 2. Senyawa OL.2.015%) dengan jarak lebur 115-118°C dan glukosa sebagai gugus gulanya. Tanaman Oldenlandia corymbosa L. Isolasi. SUDARSONO. klasifikasi serta kristalisasi kandungan utamanya. banyak tumbuh di daerah-daerah di Indonesia dan juga di negara-negara Asia dan Amerika. kemudian dilakukan destilasi uap terhadap ekstrak yang telah dihilangkan pelarutnya. Hasil analisis dengan GC-MS menunjukkan adanya senyawa Unalol. daun dan bunga kemangi segar dengan pelarut metanol dan dilanjutkan dengan n-heksan. Tanaman ini mengandung minyak atsiri yang berbau sangat harum. Dalam penelitian ini isolasi minyak dilakukan dengan cara merebus batang. OLs. Ocimum L.

menunjukkan satu bercak dengan serapan maksimum pada panjang gelombang 210 nm.115-118°C. di samping itu mengandung pula golongan alkaloida. nikel. JK FMIPA ITB Pdarah. 1986. Penelitian dilakukan terhadap ekstrak dengan cara kromatografi lapis tipis. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui senyawa yang terdapat di dalamnya. Data spektroskopi ultraviolet. Pemisahan kromatografi lapis tipis dari ekstrak kloroform. menunjukkan lima bercak. tanin. Metode pemeriksaan terdiri dari karakterisasi simplisia. yakni suhu lebur. triterpenoida dan steroida. dapat menunjukkan bahwa zat yang diperoleh itu adalah benar pachyrrhizin. >ACHYRRHIZIN merupakan salah satu senyawa yang terdapat dalam biji bengkuang. Penelitian ini dilakukan untuk konfirmasi sifat racun dari pachyrrhizin.07%. Percobaan yang dilakukan telah berhasil memisahkan pachyrrhizin murni dari biji bengkuang dengan cara ekstraksi sokslet. skrining fitokimia. aluminium dan silikon dalam abu total. Hasil pemeriksaan kromatografi lapis tipis dengan larutan pengembang aseton-air (1:1) v/v dan penampak bercak Dragendorff modifikasi Thies menunjukkan dua bercak berwarna jingga dengan I . bahwa buncis mengandung vitamin dan mineral yang sangat diperlukan oleh tubuh. Beberapa pustaka menunjukkan. A. kloroform: metanol (95:5) v/v sebagai pelarut dan larutan Liebermann-Burchard sebagai penampak bercak. RAHAYU NUROCHMAN. bentuk kristal. Namun akhir-akhir ini timbul keragu-raguan tentang sifat racun pachyrrhizin.). 124*) PACHYRRHIZUZ EROSUS URBAN. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat-sifat tanaman ini. kromatografi kolom dan rekristah'sasi. NMR dan GC-MS juga sangat mendukung hal ini. tidak mengandung senyawa golongan alkaloida. Pemeriksaan pendahuluan terhadap ekstrak buncis dengan menggunakan pereaksi Dragendorff. yang diduga mengandung saponin atau rotenon. saponin. besi. Salah satu bercak (Rf = 0. pemisahan dan isolasi komponen dan penetapan sifat fisik komponen yang diisolasi dengan spektrofotometri ultraviolet. setelah diisolasi dan dilakukan kromatografi lapis tipis dua dimensi. menggunakan adsorben silika gel 60 GF 254. Beberapa pustaka menyatakan bahwa buncis mengandung senyawa alkaloida. ekstraksi. flavonoida. Para peneliti Beberapa aspek farmakognosi dari buncis (Phaseolus vulgaris L. warna kristal dan fluorosensi di bawah sinar ultraviolet. termasuk senyawa golongan iridoidglikosida dengan glukosa sebagai gugus gula. Bouchardat dan Mayer menunjukkan reaksi positif alkaloida. Kadar yang diperoleh adalah 0. Daya racun pachyrrhizin dan fraksi lain pada ekstrak biji bengkuang (Pachirrhyzuz erosus Urban. (No. (No. 128*) PHASEOLUS VULGARIS L. Terdapat juga mineral: kalsium. JK FMIPAITB terdahulu telah menyebutkan bahwa pachyrrhizin ini tidak mempunyai kerja insektisida. 130*) PHASEOLUS VULGARIS L. 1987. JF FMIPA UNPAD OLONG buncis (Phaseolus vulgaris L. Stfat-sifat fisik. 1986. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya alkaloida.) P DEDISOFYAN. 4.) mempunyai khasiat menurunkan kadar glukosa dalam dan glikosida. sedang yang beracun adalah fraksi lain. Uji keracunan dilakukan terhadap telur udang air asin yang baru menetas. spektrofotometri ultraviolet dan inframerah. inframerah. Percobaan menunjukkan bahwa pachyrrhizin sama sekali tidak bersifat racun. Isolasi dan penetapan karakteristik fisik senyawa alkaloida dari buncis Phaseolus vulgaris L.) mempunyai khasiat menurunkan kadar glukosa dalam darah. ekstraksi pelarut-pelarut. (No. flavonoida dan glikosida. ENNY RATNANINGSIH. Sari etanol 96% tanaman Oldenlandia corymbosa L. flavonoida OLONG buncis (Phaseolus vulgaris L.84).

kadar sari yang larut dalam air: 34. Fraksi dari n-butanol memberikan hasil positif terhadap uji kimia saponin. telah diisolasi beberapa kandungan alkaloida. kimia kualitatif dan skrining fitokimia pada ekstrak air dan etanol serbuk buah ceplukan. 1760 cm'1 (regang -C = O lakton).) Tmempunyai daun tunggal berlekuk. 1700 cm"1 (regang -C = O karbonil konjugasi). 136*) PITHECELLOBIUM LOBATUM BENTH. kemudian difakukan fraksinasi dan analisis dengan kromatografi. lebih besar dari pada kadar sari yang larut dalam etanol: 15. Penjajagan awal senyawa saponin dalam kulit buah jengkol (Pithecellobium lobatum Benth. Jengkol diduga mengandung senyawa bahan alam saponin. 1540. 3050 cm"1 (C = C-H aromatik). kalsium.harga Rn = 0. (No. serapan maksimum sinar ultraviolet pada panjang gelombang 202 nm dan 254 nm. 1050 cm"1 (regang C-O-C). kalium. Penelitian dilakukan secara mikroskopis. bagian tanaman jengkol yang akan diteliti adalah kulit buahnya. JK FMIPA UNAND ARI kulit batang Picrasma javanica Bl.1400.07 dan Rf2 = 0. (No. Ditemukan satu senyawa pahit Zi berupa kristal jarum putih kekuningan dengan jarak lebur 216-219°C.) adalah tumbuhan perdu yang banyak tumbuh di kebun. Isolasi zat pahit dari akar Picrasma javanica Bl.83% b/b. Ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan metanol. 133*) PICRASMA JAVANICA BL. JF FMIPA UNPAD UMBUHAN ceplukan (Physalis angulata L. di samping mengandung senyawa tanin. dan spektrum inframerah menunjukkan absorbsi pada 3600 cm" (regang -O-H).63% b/b. JK FMIPA ITB J ENGKOL (Pithecellobium lobatum Benth. 1986. Secara tradisional seduhan herba ceplukan digunakan sebagai obat penurun tekanan darah tinggi dan obat antidiabetes. Departemen Kesehatan tentang obat tradisional yang dibuat bentuk tablet atau kapsul harus berisi ekstrak air atau etanol bahan tanaman. Kedua ekstrak tersebut mengandung senyawa alkaloida dan saponin. Senyawa golongan sterol didapat dalam ekstrak etanol. Penelitian ini akan melanjutkan penelitian kandungan kimia dengan menggunakan akar segar. buah berbentuk lonceng bercangkap lima dan berkelopak besar. yaitu ordo Leguminosae. Pemeriksaan spektrofotometri ultraviolet memberikan serapan maksimum pada panjang gelombang 195nm dan 230 nm. Dalam penelitian ini.) termasuk suku Mimosaceae. D ZUHARINA. magnesium dan besi.) HERMAN PUSPITA. masih satu ordo dengan tanaman ginseng. senyawa golongan tanin didapat dalam ekstrak etanol panas. Pada pemeriksaan spektrofotometri inframerah menunjukkan adanya puncak pada panjang gelombang 2700. Hasil isolasi dengan metode ekstraksi dan pengendapan dengan timbal asetat memberikan dugaan kuat adanya fraksi yang merupakan bagian senyawa saponin (crude saponin). 1988. 1770. 1989.1680.57 menunjukkan satu bercak jingga.780 dan 610 cm'1. Hasil kromatografi lapis tipis preparatif terhadap fraksi ini dengan eluen 43 . T\ijuan penelitian ini adalah untuk mengetaui apakah ada perbedaan kandungan kimia dalam akstrak air dan ekstrak etanol dari buah ceplukan. (No. Pada pemeriksaan kromatografi lapis tipis dua dimensi dengan Rf = 0. Pemeriksaan kualitatif kandungan kimia ekstrak etanol dan ekstrak air buah ceplukan (Physalis angulata L. 2340. 2920 cm'1 (C-C-H). Data ini menunjukkan bahwa senyawa ini berbeda dari kuasinoid yang telah dilaporkan dari kulit batang Picrasma javanica BL. Penelitian ini dilakukan dalam rangka menanggapi surat edaran Evi NoviARSYAH LATIF.57. 132*) PHYSALIS ANGULATA L. 1100. sedangkan senyawa kimia yang akan diperiksa adalah saponinnya. 1250 cm"1 (regang C = C-O). Abu total serbuk buah ceplukan mengandung unsur natrium.

Masalah yang ingin diteliti adalah: 1. Di Eropa. ada tidaknya endapan. Pada dosis yang dicoba. 3.. secara empirik digunakan sebagai antipiretik. alkaloida. Kajian kandungan kimia tanaman Polygoniutn perfoliatum L. Dari percobaan diketahui bahwa saponin dalam kulit buah jengkol tersebut adalah jenis saponin triterpenoida. 50 g/kg bb. juga terjadi endapan. Dari data spektroskopi ultraviolet dan inframerah yang dibandingkan dengan data yang sama untuk saponin Merck terlihat bahwa fraksi dengan Rf: 0. Metode yang digunakan: pembuatan sari memakai cara perkolasi. perubahan serapan. pH. (No. JK FMIPA UNPAD ELAH diketahui daun suji E Brown) dapat digunakan Tpewarna makananbahwa minuman. 139*) POLYGONIUM PERFOLIATUM L. Pengamatan pelbagai konsentrasi sari daun suji terhadap warna. flavonoida dan steroida atau senyawa turunannya. Untuk konfirmasi hal ini dilakukan uji antipiretik. Sejauh mana sari daun suji sebagai pewarna.anaman ini mengandungtermasuk dalam jenis tanamanantara lain antrakuinon. FKHIPB Inched indica L. Sedangkan penentuan strukturnya masih belum dapat dilakukan karena kesulitan instrumentasi dan biaya. 1980. diare alau diminum sebagai leh.apakah dapat disimpan lama sebagai dan tetapi belum diketahui tanpa mengalami perubahan. (No. 2. Data ultraviolet menunjukkan panjang gelombang maksimum yang sama dengan panjang gelombang maksimum dari saponin standar. Percobaan asetilasi yang dilakukan terhadap fraksi hasilnya dibandingkan dengan data inframerah dari senyawa asli. 137*) PLEOMELE ANGUSTIFOLIA N.Polygonaceae.83 memang positif saponin. (luntas/behmtas) GLORIA S.83 dan 0. Suhu diamati tiap jam selama 8 jam.. dengan dosis: 25 g/kg bb. khususnya dalam suatu formula obat kumur dapat disimpan.18%. (Pleomele angustifolia N. hanya terhadap bercak yang tidak naik menunjukkan positif adanya senyawa tanin. jumlah dan warna bercak. serapan. dan 75 g/kg bb. Hasil penelitian menunjukkan: sari daun suji dapat dibuat dengan cara perkolasi dengan etanol 70% sebagai cairan penyari. 44 . Uji dengan larutan besi(IH) klorida 10% terhadap masing-masing bercak. PPPSITB lygonum perfoliatum L. stilben. 1989. Polygonum dari suku K. sedangkan bercak dengan Rf: 0. bau. jumlah dan warna bercak dalam kromatografi lapis tipis. tanaman ini tidak berkhasiat antipiretik. Penelitian daya antipiretika dari Pluchea indica L. Jenis bermacam-macam senyawa. sedangkan bau tetap. jenis tanaman Polygonium digunakan sebagai obat kanker.83 menunjukkan hasil yang positif. BROWN Pembuatan sari daun suji dan penggunaannya dalam obat kumur NENENG MUPIDAH. satu kelompok tidak diberi obat.CHCl3:MeOH:H2O = 65:35:10 memberikan 2 bercak dengan Rf 0. Penentuan kadar saponin dengan metode spektrofotometri menunjukkan bahwa kadar saponin yang terdapat pada fraksi dari kulit buah jengkol cukup besar. yaitu sekitar 13. (No. Tiga kelompok diberi Pluchea indica L.. WANANDA. pH. Dari uji biokimia (uji hemolisis darah) untuk bercak dengan Rf: 0.91 meragukan. E. Warna obat kumur dengan penambahan sari daun suji sebagai pewarna kurang stabil dibandingkan dengan warna obat kumur dengan penambahan pewarna sintetik FD & C Green No. SETIAWATI YUSUF. Adakah perbedaan kestabilan antara sari daun suji dan pewarna sintetik sebagai pewarna dalam suatu formula obat kumur. 1987.91 serta satu bercak yang lidak naik. Sedangkan percobaan hidrolisis saponin cukup sulit untuk dilakukan. 138*) PLUCHEA INDICA L. yaitu 237 nm. Pada penyimpanan. diabetes. Untuk percobaan digunakan 20 ekor kelinci yang didemamkan dengan vaksm kotipa dalam 5 kelompok. sari yang diperoleh mengalami perubahan warna.

etilasetat dan metanol-kloroform-air. kecamatan Dau Malang. presipitasi protein. kemudian dikeringkan. 1986. dikenal sebagai obat tradisional untuk mengobati Apenyakit rematik. tidak berbau dan berasa pahit. 1981. inframerah dan hasil analisis GC-MS dapat disimpulkan. Sekalipun ada bermacam jambu klutuk. antihipertensi. Potypodium Mett. yang mungkin dapat dipergunakan sebagai bahan dasar atau bahan baku dalam pengembangan sintesa senyawa yang berkhasiat sebagai obat kanker pada manusia. kecipir (Psophocarpus tempe 45 .) terhadap otot polos usus dan pupil kelinci dan tikus putih AGUS DJAMHURI dkk. lalu diperiksa karakteristik fisik dan kimianya dengan spektrofotometri inframerah. tetapi untuk penelitian ini tidak diadakan identifikasi spesies. Usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan SRI ANGGRAHINI. analgetik dan antasid. JF FMIPA UNPAD KAR pakis tangkur. FTP UGM ENELITIAN ini bertujuan mengetahui tentang pemanfaatan biji Ptetragonolobus DC. eter minyak tanah. Hasil identifikasi menunjukkan adanya dua jenis senyawa triterpenoida dalam fraksi fase metanol-air. Triterpen tetrasiklik ini diduga 3-hidroksi-ll-on kolestana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1). 1987. bahwa padatan jingga adalah senyawa cis-monohidroksistilben. Usaha isolasi dan identifikasi triterpenoida dari akar pakis tangkur DADANG ADAM ALAMSYAH. karena besarnya kandungan kadar tanin di dalamnya. Penelitian farmakologi dan ekstrak metanol-air akar pakis tangkur aktif sebagai depresan terhadap susunan saraf pusat. Ekstraksi dilakukan pada serbuk akar dan batang Polygonium perfoliatum L. FP UNBRA ini mengetahui PENELITIAN ototbertujuan untuk pupil kelinci pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium guajava L.Penelitian ini bertujuan untuk memisahkan senyawa yang dikandung di dalam akar dan batang tanaman Polygonium perfoUatwn L. 142*) PSOPHOCARPUS TETRAGONOLOBUS DC. Triterpenoida yang dimurnikan berupa kristal coklat. Bahan penelitian diambil dari satu pohon kebun jambu klutuk di desa Mulyo Agung. Akar pakis tangkur segar diambil dari hutan sekitar kawah gunung Tangkubanperahu pada ketinggian 1300-3000 m dari permukaan laut. sakit pinggang bahanlain-lain. antihepatotoksik. kloroform. Efek farmakodinami larutan daun jambu klutuk tidak didasarkan pada khasiat antikolinergik atau langsung pada otot polos usus. NMR dan GC-MS.) sebagai untuk dengan cara pembuatan seperti kedele. Ingin diperiksa apakah fraksi fase metanol-air mengandung senyawa triterpenoida dan karakteristik fisik dan kimianya. (No. (No. Isolasi dengan cara ekstraksi bertingkat. Pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium guajava L. kemudian kromatografi kolom menghasilkan padatan berwarna jingga sebanyak 0. Penelitian fitokimia untuk mengetahui kandungan kimianya sudah banyak dilakukan dan terdapat senyawa flavonoida dan triterpenoida dalam beberapa fraksi pelarutnya. (2). tekanan darahfeeitinggi. menggunakan metanol:air (8:2). (No. Daun jambu klutuk merupakan sumber tanin yang dapat dimanfaatkan sebagai obat antidiare. 140*) POLYPODIUM FEEI METT.. Hasil ekstraksi dimurnikan secara kromatografi kolom. dengan metode perkolasi menggunakan etanol 70%.) terhadap polos usus dan dan tikus putih.. (3). Daun yang dipetik adalah daun muda pertama dan kedua yang telah mencapai pertumbuhan penuh dari pucuk daun. Di samping itu masih ada khasiat tanin latnnya yang antara lain menjadi adsorben toksin. hipoglikemik.31%. SUHARDI. Kemungkinan cara kerja larutan daun jambu klutuk berdasarkan pada penyamakan mukosa usus khususnya kolon. 141*) PSIDIUM GUAJAVA L. Berdasarkan hasil pemisahan dan data pengamatan spektrum ultraviolet..

Penetapan komposisi 46 . perbedaan signifikan untuk jumlah limfosit dalam darah. Biji kecipir dan tempe yang telah dibuat. jumlah limfosit dalam darah. bahan pelapis pelindung. 1987. jumlah limfosit dalam darah. dikenal di Indonesia dengan nama pohon jarak. yang sebagian besar terdiri dari komponen asam lemak risinoleat. maka diharapkan dapat memberikan informasi baru tentang kandungan lipida dan pemanfaatannya. Percobaan dihentikan pada waktu ayam berumur 8 minggu. waxes. Telah diketahui bahwa bijinya uretan dan lain-Iain. merupakan pembuatan tempe kecipir yang dilakukan berdasarkan tempe kedele. 1981. Perubahan komposisi beberapa komponen lipida selama perkecambahan Ricinus communis L.075% . FKH UGM D ALAM penelitian ini ingin dilihat pengaruh penggantian sebagian ransum dengan biji kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC. kadar air: 60. dan 20%.264%. dianalisis kadar HCN total bahan padat tersebut. jika dibandingkan dengan kontrol. Ke dalam ransum dicampurkan tepung biji kecipir berturut-turut. Lipida yang sifatnya khusus ini dikenal sebagai castor oil dan banyak digunakan untuk bahan industri seperti pelumas pesawat terbang. Dalam percobaan ini. yang dititikberatkan pada tekstur atau kekerasan dan flavor dikerjakan dengan uji organoleptik. bersifat negatif karena diduga mengandung zat fitohemaglutinin yang bersifat mitogenik terhadap T-limfosit. 10%. MOHAMAD ISTARI. sebanyak 5%. ransum yang diberikan tanpa campuran. tetapi belum dapat menyamai nilai cerna tempe kedele. bahan untuk polimer icinus communis L. Sebagai pembanding dibuat pula tempe kedele. 15%.Penelitian dikerjakan dalam dua tahap. komposisi darah dan limpa pada ayam broiler SUMIYATI SUNARYO dkk. kosmetik. yaitu membandingkan akseptabilitas. khususnya untuk kenaikan bobot badan. Kelompok II. (No. Nilai cerna tempe kecipir lebih baik daripada biji kecipir. Setelah berumur 2 minggu percobaan dimulai. semir. Usar ini dibeli dari pasar Beringhardjo. Kemurnian makanan dan daya konversi makanan menunjukkan korelasi negatif yang sangat signifikan. kadar HCN: 0%. Analisis statistik dengan RCB/CRD menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan untuk kenaikan bobot badan.. 143*) PSOPHOCARPUS TETRAGONOLOBUS DC. Pengaruh penggantian sebagian ransum dengan biji kecipir terhadap bobot badan. Untuk maksud tersebut diteliti 25 ekor ayam pedaging jenis Hubard umur 1 hari.) terhadap bobot badan dan perubahan jumlah limfosit dalam darah.885%. III. Kelemahan tempe kecipir sebagai bahan makanan adalah tekstur yang masih keras dan agak berbau langu. IV dan V digunakan sebagai ayam perlakuan. Pada pembuatan tempe digunakan usar dalam daun seba- gai sumber jamurnya. ingin diketahui sampai batas berapa persen pencampuran tepung biji kecipir dalam ransum. dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut: Tempe kecipir yang dibuat mempunyai sifat-sifat nilai formal: 3. Kelompok I adalah kelompok kontrol. Berdasarkan hasil penelitian usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan. nilai formal. berat lien dan struktur lien. Dengan mengamati perubahan komposisi lipida selama perkecambahan. Perhitungan dengan LSD menunjukkan bahwa sampai batas 10% masih tidak ada perbedaan kenaikan bobot badan. nitrogen terlarut dan kadar air. JK FMIPA ITB Rmengandung 60% lipida. Biji kecipir sebagai sumber bahan makanan mempunyai sifat positif dan negatif. sedang untuk berat dan struktur histologik lien tidak ada perbedaan di antara berbagai perlakuan. nitrogen terlarut: 5. Ayam dibagi dalam 5 kelompok secara acak. Tahap pertama. Akseptabilitas tempe kecipir dapat disejajarkan dengan tempe koro-benguk. Yogyakarta. yang masih dapat menunjukkan tidak adanya perbedaan antara perlakuan dan kontrol. Akan dilihat pula berat dan struktur histologik lien sebagai organ pembentuk limfosit. Tahap kedua. (No. berat dan gambaran histologik lien.468%. 146*) RICINUS COMMUNIS L. Bersifat positif karena mengandung gizi yang tinggi. bahan dapat larut: 26.

Clarke. Untuk mengidentifikasi solasodin. CLARKE Penetapan kadar solasodin dari dua varietas Solarium khasianum CB. dan spektrum ultraviolet dalam pelarut etanol memberikan puncak serapan maksimum pada panjang gelombang 209 nm. sapogenin yang terbentuk diekstraksi dengan kloroform. 2860 cm"1 (C-H). 2950 cm".masak bahanvarietasdan bahan khasianum CB.. Senyawa terpenoida Za mempunyai jarak lebur 193-195°C. setelah dinetralkan dengan natrium karbonat 20% b/v. 149*) SOLANUM KHASIANUM CB. Dari daun telah diisolasi alkaloida utama ialah bukittinggina dan mempunyai efek hipotensif dan analgetik. ketebalan 250 um). Dari hasil yang diperoleh. dan tidak menyerap sinar ultraviolet pada panjang gelombang di atas 200 nm. Clarke secara densitometri EUIS NiNING. (No. Isolasi dilakukan dengan cara perkolasi daun segar menggunakan pelarut metanol. 1987. varietas duri banyak: 10. ekstraksi.) RIDLEY Isolasi terpenoida dari daun Sapium baccatum (Roxb. ternyata selama perkecambahan secara keseluruhan terjadi penurun- an lipida total. 2960 cm"1. Bercak yang identik dengan solasodin pembanding (yang dikembangkan bersama-sama pada pelat kromatografi lapis tipis) dan bercak solasodin pembanding. 1640 cm"1 (C = C). 1370 cm"1 (lentur C-H). 1450 cm . (No. yang dikembangkan bersama sama pada pelat kromatografi lapis tipis.dari ekstrak kloroform ini dilakukan kromatografi lapis tipis dengan menggunakan pelat pralapis silika gel GF254 (ukuran 20 x 20 cm. fraksinasi dilakukan dalam kloroform dan asam sulfat 5% dan pemisahan komponen fraksi netral dengan kromatografi. ketebalan 250 urn).) Ridley. Clarke bahan segar: varietas duri jarang: 37. sistem pengembang kloroform:metanol (9:1) v/v dan penampak bercak pereaksi larutan antimon(III) klorida jenuh dalam kloroform. sistem pengembang kloroform:metanol (9:1) v/v dan penampak bercak pereaksi Carr-Price. JF FMIPA UNAND DAUN nyatua batu. 3010 cm"1 (C-H olefinik). daur glioksilat dan glikolisis. Sapium baccatum (Roxb. JF FMIPA UNPAD ELAH buah dua Solatium Tvarietasdilakukan penelitian terhadapbanyak.93%. 2860 cm"1 (C-H).lipida dilakukan dengan kromatografi lapis-tipis. 875 cm"1 (C-H). diukur langsung dengan menggunakan densitometer 47 . bahan yang dikeringkan (di udara terbuka selama 35 hari): varietas duri jarang 10. Penetapan kadar solasodin dilakukan secara densitometri dengan mengggunakan pelat pralapis silika gel GF254 (ukuran 20 x 20 cm. Selama perioda awal perkecambahanm enzim lipase memperlihatkan aktifitas yang tinggi dan pada periode ini juga terjadi konversi lipida menjadi karbohidrat. identifikasi dan penetapan kadar solasodin secara densitometri. 148*) SAPIUM BACCATUM (ROXB. Senyawa terpenoida Zi mempunyai jarak lebur 78-79°C. terpenoida dan fenol. Konversi tersebut melalui jalur metabolisme B-oksidasi. duri jarang dan varietas duri dari segar yang dikeringkan. Data spektroskopi inframerah memberikan serapan maksimum yang karakteristik pada panjang gelombang 3400 cm'Vo-H). Dragendorff dan asam sulfat 50% dalam metanol. 1988.) Ridley ZULFADLY N. 1120 cm"1 (C-O). Penelitian dimaksud untuk mengidentiflkasi kandungan terpenoida yang ada dalam daun tumbuhan ini. tetapi ada beberapa komponen lipida yang mengalami kenaikan. bereaksi positif terhadap alkaloida. terjadi sintesis fosfolipida dan sedikit sintesis trigliserida.79%. Liebermann-Burchard.04%. yang meliputi penetapan kadar air. 1030 cm"1 (C-O). Hasil penetapan kadar air dari buah masak kedua varietas Solatium khasianum CB. Pada periode setelah awal perkecambahan.77 %. Salah satu bercak hasil pemisahan dari ekstrak kloroform memberikan harga Rf dan pereaksi warna yang identik dengan solasodin pembanding. varietas duri banyak: 36. Ekstraksi solasodin dilakukan dengan cara menghidrolisis saponin dalam buah masak dengan asam klorida 2 N. 1460 cm"1 (lehtur C-H). Data spektroskopi inframerah memberikan puncak serapan yang karakteristik pada panjang gelombang 3350 cm"1 (OH).

Setiap ulangan terdiri dari 3 ekor tikus yang mewakili kelompoknya. dan kontrol lainnya tidak mendapat apapun. pada tikus betina berumur 5 bulan dengan bobot badan 160-170 gram. Digunakan dua macam kelompok kontrol. bahan kering = 0. FK UI UJUAN pengaruh Tlaciniatumpenelitian adalah untuk menentukan bagaimana tikus dewasa. bahan kering = 0. Percobaaan dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan mengggunakan 20 ulangan. 152*) SOLANUM LACINIATUM AIT.33. untuk mendapatkan kadar solasodin paling tinggi. Clarke varietas duri banyak: kadar solasodin bahan segar = 0. Departemen Kesehatan RI.59 ± 3.009%. sehingga fungsi ovarium lambat laun menurun. 150*) SOLANUM KHASIANUM CB. Diperkirakan sifat kerja solasodin yang terdapat dalam ekstrak 20% tersebut sama dengan progesteron. (No.542 ± 0. Clarke varietas duri jarang dan varietas duri banyak adalah sebagai berikut: Solanum khasianum CB.. maka dikembangkan penggunaan solasodin. terhadap perkembangan folikel dalam ovarium Contoh yang diteliti adalah ekstrak (dekok 20%) daun Solanum lachiatum Ait. CLARKE Membandingkan dua metode ekstraksi solasodin dari Solanum khasianum CB. Tetapi pada perkembangannya menjadi folikel graaf mulai memperHhatkan adanya hambatan.panjang gelombang 400 nm. varietas duri jarang yang sudah masak.ekstrak daun Solanum Ait.01).468 ± 0. Telah dilakukan penelitian metode ekstraksi buah segar Solatium khasianum CB. Pencekokan yang dilakukan tidak mempengaruhi berat ovarium. walaupun tidak terjadi seluruhnya. dibandingkan dengan kontrol (P<0. lebih baik daripada metode hidrolisis asam: (0. Untuk mengetahui lebih jelas pengaruh solasodin. No.01). 1987. yaitu mekanik glikosida dengan air dan asam asetat dibandingkan dengan hidrolisis asam.07. suatu senyawa yang mempunyai inti sama dengan diosgenin.10 *3%) terbukti dari kadar solasodin yang lebih tinggi.Burchard. berasal dari Balai Penelitian Gizi. Clarke. Ekstraksi solasodin dilakukan dengan dua metode. dibandingkan dengan kedua kelompok kontrol (P < 0. Hasil penetapan kadar solasodin dari kedua varietas Solanum khasinum CB.59 ± 0. suatu penelitian kuantitatif terhadap perkembangan ovum OENTOENG SOERADI. Solanum khasianum CB. bahwa jumlah folikel primer dan sekunder pada tikus yang diberi ekstrak tidak menunjukkkan perbedaan yang bermakna. Terjadinya hambatan ini dibuktikan pula dengan makin meningkatnya pembentukan folikel atresia pada kelompok tersebut. Penetapan kadar solasodin dilakukan dengan cara densitometri pada panjang gelombang 400 nm. Clarke varietas duri jarang: kadar solasodin bahan segar = 0. maka kepekatan ekstrak atau dosis pencekokan perlu ditingkatkan.76 ± 1. Sebaliknya jumlah folikel graaf dan korpus luteum. terhadap ovarium tikus. menunjukkan penurunan yang cukup bermakna dibandingkan dengan kontrol (P<0. yaitu. pengembang klorofornrmetanol (9:1). JF FMIPA UNPAD U NTUK mengisi kekurangan bahan baku diosgenin sebagai bahan baku pada pembuatan kontrasepsi oral. Uji kadar asam sitrat dalam 48 . Clarke LALA NURLAELA. Liebermann. Gambaran histologik menunjukkan.01%. yaitu menghambat pembentukan LH oleh hipofisa.00 pagi sebelum diberi makan.402 ± 0. Identifikasi dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dengan silika gel GF254.05). Hal ini berarti bahwa pencekokan ekstrak Solanum laciniatum tidak berpengaruh terhadap perkembangan folikel primer menjadi folikel sekunder. 1978.10 ~3%). Pencekokan dilakukan setiap hari pada jam 9. penampak bercak Carr-Price. masing-masing diberi akuades 2 mL per hari selama 8 minggu.010%. Hasil penetapan kadar menunjukkan bahwa metode penarikan glikosida dengan air dan asam asetat 3% (0. Pencekokan diberikan sebanyak 2 mL per hari selama 8 minggu. Pengaruh pencekokan ekstrak daun Solanum laciniatum Ait.011%. Dragendorff dan asam sulfat 50% dalam metanol.

. diteliti kandungan alkaloida. Kemurnian dari senyawa yang berhasil diisolasi ditentukan dengan kromatografi lapis tipis. orang kegemukan dan penderita gigi berlubang. 156*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Efek hipoglikemia zat pemanis dari Stevia rebaudiana Bertonii pada kelinci HARMAINI M J D. yaitu penghilangan lemak dari materi tumbuhan.. serta pemisahan komponen dengan kromatrografi kolom. bahkan berkhasiat hipoglikemik. 1986. Penentuan kadar gula darah dilakukan dengan cara Nelson-Somogyi. 153*) SOLANUM MELONGENA L.. Infus akar terong dalam dosis yang lebih besar dapat menaikkan tonus kontraksi Ueum marmot terpisah. 1978. Pengaruh infus akar terong Solarium melongena L. bahwa infus kulit akar terong menaikkan kontraksi otot rahim pada binatang percobaan. Tyang mengandung senyawa kimia golongan alkaloida. 155*) STEPHANIA CORYMBOSA BL. Kemungkinan pacuan terhadap kontraksi otot rahim pada binatang percobaan tersebut terjadi. JK FMIPA ITB penelitian dari TUJUAN mempunyaiini adalah untuk mempelajari apakah zat pemanis dapat Stevia rebaudiana Bertonii sifat hipoglikemik dibandingkan tolbutamida untuk digunakan sebagai antidiabetik. menggunakan pereaksi dan pendeteksi yang spesifik untuk alkaloida. baik secara langsung maupun tidak langsung (dengan memacu usus binatang percobaan). pemisahan alkaloida fenolik dan non-fenolik. menggunakan hewan percobaan marmot betina dengan bobot badan 350 g dan kelinci albino betina dengan bobot badan 800 g. Alkaloida dari Stephania corymbosa Bl. Metode yang dilakukan adalah menggunakan kelinci sehat dengan bobot badan sekitar 2 kg yang dipuasakan selama 14 jam. Pada pemberian zat pemanis stevia 49 .. NMR dan GC-MS menunjukkan bahwa salah satu senyawa yang berhasil diisolasi adalah suatu alkaloida jenis dibenzazonin. Data spektroskopi ultraviolet. ternyata bahwa sebagian besar alkaloida ini secara teoritis berasal dari prekursor benzil-isokuinolin. Stevia rebaudiana Bertonii dapat digunakan sebagai makanan berkalori rendah bag! penderita diabetes. Dapat disimpulkan pula bahwa alkaloida ini ialah protest efanin. PPPSITB ELAH diketahui bahwa tumbuhan Stephania adalah salah satu genus dari suku Menispermaceae. FK UGM Tobat tradisional dan khasiatnya untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. Penemuan ini merupakan penemuan kedua dari protostefanin dari tanaman genus Stephania. Hasil yang diperoleh dari perlakuan stevia pada hewan percobaan bahwa ternyata pernafasan detak jantung tidak dipengaruhi. (No. Isolasi dilakukan berdasarkan sifat basa dari alkaloida dan mencakup beberapa tahapan. Penyelidikan efek hipoglikemik zat pemanis Stevia dilakukan dengan glukosa toleransi. Dari sekitar 28 spesies Stephania yang telah GUSTINISY. pada kontraksi otot rahim SAMEKTO WIBOWO dkk. dari hasil penelitian Takeda (1950). untuk mengidentifikasi status patologik kelenjar prostat. (No. yang biasanya digunakan sebagai obat demam. Dalam penelitian ini dilakukan isolasi alkaloida dari batang tumbuhan Stephania corymbosa Bl. (No. yang sebelumnya telah ditemukan pada species Stephania japonica Miers. 1989. baik secara terpisah (pada uterus marmot) maupun secara in situ (pada kelinci).plasma semen perlu dilakukan pada kasus-kasus dengan motilitas spermatozoa kurang (lambat). UJUAN penelitian adalah untuk memberikan keterangan ilmiah pemakaian akar terong sebagai Contoh yang diteliti adalah infus kulit akar terong. inframerah. isolasi alkaloida. Baru-baru ini protostefanin telah diisolasi pula dari species Hyberbaena columbica dari suku Menispermaceae yang belum pernah diisolasi dari tanaman lain. Hasil penelitian menunjukkan.

tanpa pemberian glukosa dibandingkan dengan pemberian tolbutamida. Adanya gugus glukosa pada steviosida yang merupakan kandungan kimia utama dari daun stevia. -CH3. makin tinggi konsentrasi infus stevia. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa zat pemanis Stevia rebaitdiana Bertonii dapat dipakai sebagai zat pemanis pada penderita diabetes. hasil hidrolisis pemanis stevia dengan HBr 48%. Selain itu dilakukan pula penghitungan bilangan bakteri tanpa inokulasi bakteri. Hasil penelitian dari infus stevia.02 g/L dan 8. (No. infus teh dan campurannya terhadap bakteri uji Escherichia coli dengan metode perhitungan bilangan bakteri menunjukkan bahwa. JK FMIPAITB D AUN tanaman Stevia reubadiana Bertonii dapat digunakan sebagai bafaan pemanis untuk makanan dan minuman. memungkinkan bakteri dapat tumbuh pada awalnya. jika konsentrasi pemanis stevia adalah: 4. Dari kedua percobaan tersebut diketahui bahwa pemanis stevia tidak mempunyai sifat antibiotik terhadap jamur Aspergillus niger dan bakteri Escherichia coli. dari keempat spektranya dapat disimpulkan bahwa salah satu komponen tersebut adalah isosteviol dengan bobot molekul 318 dan gugus fungsi C = O. Penelitian dilakukan secara eksperimen laboratorium terhadap berbagai konsentrasi infus Stevia dan campuran infus Stevia dengan teh. 13-C. 18-COH.28%. Hasil spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus C = O. 158*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Infus daun Stevia rebaudiana Bertonii sebagai pemanis air teh dan uji mikrobiologi IKA ISKANDAR. serta tidak bersifat racun terhadap ikan mujair. sebagai pemanis minuman ringan berupa teh manis dan uji kualitas mikrobiologi. sebagai pengganti gula tebu atau sukrosa. 157*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Zat pemanis Stevia rebaudiana Bertonii UTARI DEWI. 50 . dengan penyimpanan selama 0 sampai 192 jam. C = O. karena di samping berkalori rendah mempunyai sifat hipoglikemik yang berarti. Dari hasil penelitian diketahui bahwa daun Stevia rebaudiana Bertonii tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan bukan pula media yang baik bagi pertumbuhan bakteri. Tentu saja. makin banyak bilangan bakteri yang dihitung dan makin lama waktu penyimpanan. NMR. C-O.04 g/L. perlu diteliti lebih lanjut efek samping yang negatif. makin kecil bilangan bakteri yang dihitung. inframerah. maka kadar gula darah turun 53. Penentuan sifat racun dilakukan dengan beberapa cara. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sifat racun dari pemanis stevia dan menetapkan karakterisasi isosteviol. Dengan respirometer warburg diperoleh persen hambatan: 8. JF FMIPAUNPAD P ENEUTIAN ini bertujuan sebagai usaha penggunaan cairan infus Stevia rebaudiana Bertonii.39% dan 10.6%.CH2-CH2. dan GC-MS menunjukkan bahwa hasil hidrolisis merupakan satu komponen. yaitu: cara mikrobiologi terhadap jamur Aspergillus niger dan bakteri Escherichia coll dan metode kontak terhadap ikan mujair (Eratherodon mossambica). kemudian berkurang sesuai dengan lamanya penyimpanan. HPLC dan spektrofotometri ultraviolet. (No. . Hasil analisis dengan kromatografi lapis tipis. serta O-H dalam strukturnya. Terhadap pemanis stevia dilakukan analisis gugus fungsi dengan spektrofotometri inframerah.dan gugus metij pada 10-C. 1986.

159*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII. Metode yang dilakukan adalah dengan pemeriksaan kadar glukosa darah tikus yang telah diinduksi dengan aloksan. pada mencit betina dalam bentuk ekstrak air (10% dari bahan no. ternyata dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus. telah digunakan oleh masyarakat sebagai obat antidiabetes. KPH (Kesatuan Pamangku Hutan) Banyumas Timur. terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan S pada tahap permulaan dilakukan penelitian pendahuluan untuk melihat efek pemberian infus daun Symphytum. maupun obat-obatan. JF FMIPA UNAND ymphytum officinale L. 2 dan 5% dari bahan no.) suku Compositae.. 1985.(No. Tanaman Symphytum officinale L.. ANONA SQUAMOSA L. Karena itu. Jawa Tengah EMING SUDIANA. dan 3. Srikaya. 1 dan no. FMIPA UGM B AHAN pemanis nirkalori termasuk aditif makanan yang pemakaiannya sangat luas. BKPH Kebasen KPH Banyumas Timur. 163*) Struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Notog.). yaitu: 1. Metode isolasi di atas cukup sederhana serta memberikan rendemen hasil yang cukup tinggi.25 dan 40 mL/kg bb. Kemlegi. Hasil eksperimen ini menunjukkan bahwa ketiganya tidak berbeda efeknya dengan air. FB UNSOED P ENELITIAN struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional telah dilakukan di hutan jati Notog. AEGLE MARMELOS CORK. Steviosida diisolasi dari daun kering dengan pengekstrak sokslet selama 8-10 jam menggunakan pelarut metanol. Saat ini usaha perkebunan Stevia sedang dikembangkan di daerah Tawangmangu dan Banyumas. dimana dosis 25 dan 40 mL/kg bb. 1981. suku Anonaceae. Penurunan kadar glukosa darah dibandmgkan antara pemberian infus 20% daun Symphytum officinale (dosis: 10.0%. Diperoleh hasil berupa padatan putih dengan jarak lebur 196-198°C. 160*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII SUROSO dkk. 161*) SYMPHYTUM OFFICINALE L. Dari data spektra inframerah dapat diamati adanya gugus alkohol. 1988. Uji efek infusadaun Symphytum officinale L. Sebagai pembanding digunakan akuades.M. Isolasi bahan pemanis dari daun Stevia rebaudiana Bertonii dan penentuan spektra inframerah CHAIRJL ANWAR.. suatu bahan pemanis alam yang terdapat di dalam daun Stevia rebaudiana memiliki rasa manis 300 kali rasa manis gula atau sukrosa. malah masing-masing dari ketiga bahan itu menunjukkan respons bersih negatif. Jeruk maja.. Pengaruh ekstrak: 1. (No. AMRISAL.) suku Rutaceae. Kemlegi (Stevia rebaudiana Bert.16. ester dan = CH2. 1981. Infus 20% mempunyai efek menurunkan kadar glukosa darah tikus diabetes melitus. BKPH (Bagian Kesatuan Pamangku Hutan) Kebasen. yaitu 6.5 mg/kg bb. (No.) dengan pemberian klorpropamida. 2. officinale terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan. menggunakan pelarut campuran metanol:dioksana = (l:l) (v/v) yang diikuti proses pendinginan pada suhu -15°G selama 24-48 jam. terhadap kesuburan pada mencit TJeruk maja (Aegle mannetos Corr. baik dalam industri makanan dan minuman. (No. Srikaya (Anona squamosa L. Ekstrak kasar dimurnikan dengan cara rekristalisasi. sudut putar optik spesifik: -32° dan rumus molekul CsgHeoOis. 3 tersebut di atas). dan 3. sebanding dengan suspensi klorpropamida 22. dari bulan September sampai 51 . 2. FMIPA ITB IGA bahan nabati telah dicobakan. Stevlosida.

Deseraber 1984. Pengambilan sampel menggunakan metode garis berpetak pada ketinggian 50 m sampai 550 m di atas permukaan air laut.

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa di hutan jati Notog terdapat 24 jenis tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional, termasuk dalam 22 marga dan 17 suku, sedangkan tumbuhan yang dominan adalah Stachytarpeta jamaicensis (L.) Vahl. Berdasarkan analisis indeks kesamaan menunjukkan bahwa antar stasion penelitian mempunyai kesamaan komunitas yang cukup besar, yaitu antara stasion IV dan stasion V dengan nilai 94,59%. Dari hasil penelitian dapatlah disimpulkan bahwa masyarakat desa sekitar hutan Jati Notog masih banyak menggunakan tumbuhan untuk mengobati beberapa penyakit yang dideritanya. Hal ini ditunjukkkan dengan banyaknya jenis tumbuhan yang mereka gunakan. Ketinggian tempat dengan interval 100 m dan persentase rata-rata penutupan kanopi pohon, berpengaruh pada indeks nilai penting dan SDK ( Summed Dominant Ratio) tumbuhan.
Jenis tumbuhan obat yang oleh LBN (Lembaga Biologi Nasional) dianggap langka, di antaranya

adalah: Curcuma aemginosa, Curcuma xanthorriza dan Gastrochilus panduratum, ternyata masih
sering dijumpai di bawah tegakan hutan jati Notog, dengan nilai penting, yaitu masing-masing 10,59% di stasion I; 15,92% di stasion II dan 18,49% di stasion III.

(No. 165*) TINOSPORA CRISPA (L.) MIERS

Uji efek analgesik dari infusa batang brotowali Tmospora crispa (L.) Miers ex Hook f. & Thems. pada mencit putih jantan dengan meto.de tail flick

T

HILWAN YUDA TERUNA, 1987; JF FMIPA UNAND inospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. yang dikenal dengan nama brotowali, adalah salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai obat, karena mempunyai berbagai khasiat.
khasiat sebagai

Berdasarkan sifat antipjretik dan antirematik, diduga tanaman ini mempunyai analgetik. Penelitian ini akan menguji efek analgetik tersebut.

Percobaan dilakukan dengan metode tail flick yang dioperasikan secara manual. Waktu respon nyeri dibandingkan antara: a) infus brotowali dosis: 3,33; 6,66; 13,33; 26,66 mL/kg bb., b) pembanding asetosal 52 mg/kg bb. dan c) akuades 26,66 mL/kg bb. Efek infus brotowali dosis: 6,66 dan 13,33 mL/kg bb. sama dengan efek asetosal.
(No. 166*) TINOSPORA CRISPA (L.) MIERS

Uji efek antiinflamasi (antiradang) infus batang brotowali, Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. pada tikus jantan putih

T

YUTIARDY R1VAI, 1987; JF FMIPA UNAND ELAH diuji efek antiinflamasi (antiradang) infus batang brotowali, Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. pada tikus putih jantan dengan menggunakan alat Pletismometer. Uji efek antiinflamasi ditelaah berdasarkan kemampuan infus batang Tinospora crispa 20% dalam mengurangi inflamasi yang disebabkan oleh karagen. Infus batang Tinospora crispa 20% pada dosis 8 mL/200 g bb. memberikan efek yang hampir sama dengan asam asetilsalisilat dengan dosis 30 mg/200 g bb.
(No. 167*) TRIGONELLA FOENUMGRAECUM L

Pemeriksaan fitokimia ekstrak etanol biji halba (Trigonellafoenumgraecum L.)

B

Z.TATI HURUSTIATI, 1986; JF FMIPA UNPAD UI halba (kelabet) dari tanaman Trigonellafoenumgraecum L., Leguminosae, merupakan tanaman obat tradisional dan telah dikenal sejak beberapa abad yang lalu. Digunakan sebagai

rempah-rempah, sebagai obat penyakit kulit, diabetes, penyakit kerongkongan, asma, sembelit, wasir,

batuk menahun dan lain-lain. Kandungan senyawa kimia biji halba belum banyak diungkapkan, Dalam penelitian ini akan dilakukan pemeriksaan kandungan kimia dan isolasi serta pemeriksaan kualitatif
senyawa yang terisolasi dari ekstrak etanol.
52

Metode penelitian adalah: analisis fitokimia terhadap simplisia, meltputi pemeriksaan makroskopik, mikroskopik, pemeriksaan spesifikasi simplisia, analisis pendahuluan fitokimia serta isolasi dan analisis kualitatif senyawa alkaloida. Pemeriksaan makroskopik, mikroskopik dan spesifikasi simplisia mendapatkan beberapa karakteristik spesifik simplisia. Analisis fitokimia menunjukkan adanya senyawa alkaloida, flavonoida, steroida, saponin dan tanin. Isolasi alkaloida memberikan isolat berupa kristal benvarna kunlng, sangat pahit dan positif terhadap pereaksi alkaloida dan jarak lebur 201-203°C, serapan maksimum sinar ultraviolet pada panjang gelombang 218 nm dan 262 nm; sedangkan puncak serapan inframerah pada 3300, 2850,2350,1740,1650,1420,1300,1100 dan 810 cm'1. (No. 169*) TRISTANIA SUMATRANA MIQ.

Pengaruh sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq.)
terhadap daur estrus mencit (Mus musculus)
YARNELLY GANI dkk., 1980; FMIPA UNAND

T

UJUAN penelitian adalah untuk mengetahui sampai dimana pengaruh dari pemakaian sari tumbuhan (kayu kasai) terhadap daur estrus mencit. Contoh yang diteliti adalah kayu kasai menggunakan tikus putih (mencit). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq.) yang berasal dari: a) kulit kayu yang mengelupas, b) kulit yang masih basah, c) kayu dan d) daun yang masih segar, berpengaruh yang sama terhadap daur estrus mencit, dilihat melalui apusan vagina. Pengaruh sari kayu kasai yang berasal dari bagian tumbuhan di atas, terlihat pada pengunduran dari daur vagina selama 9 hari yang kemudian kembali normal. Diduga steroida yang terkandung dalam sari kayu kasai tidak mempunyai fungsi yang sama dengan steroida yang terdapat dalam estrogen. Untuk ini diperlukan penelitian lebih lanjut.
(No. 170*) TRISTANIA SUMATRANA MIQ.

Penelitian fitokimia kulit kayu kasai (Tristania sumatrana Miq.) yang dipergunakan sebagai obat antihamil di Sumatera Barat
RUSJDI DJAMAL dkk., 1979; FMIPA UNAND
AYU kasai dikenal digunakan oleh dukun di Sumatera mencegah atau Rmembatasi kelahiran.umum danpenelitian ialah untuk menentukan Barat untukyang terkandung Tujuan komponen
dalam kayu kasai. Kulit batang yang telah mengelupas dan kulit batang masih segar yang kemudian dikuliti, merupakan bahan penelitian. Secara kualitatif, kulit kayu kasai mengandung karbohidrat, tanin dan steroida. Dari campuran dapat diketahui 6 jenis steroida yang mungkin terikat berupa glikosida. (No. 171*) UNCARIA GAMBIR (HUNTER) ROXB.

Isolasi tanin dari Uncaria gambir (Hunter) Roxb. dan penentuan kadarnya dalam ekstrak

T

IMTIHANAH,1989; JK FMIPA ITB ANIN meliputi sekelompok besar senyawa kimia bahan alam yang tersebar luas dalam dunia tumbuhan Hampir tiap suku tumbuhan menunjukkan adanya spesies yang mengandung tanin. Tanin mempunyai banyak manfaat, antara lain sebagai obat, penyamak kulit dan sebagai zat warna. Uncaria gambir (Hunter) Roxb. atau dikenal sebagai gambir, juga mengandung tanin, terutama pada daun dan ranting. Ekstraksi awal dilakukan dengan memakai aseton sebagai pelarut. Uji kualitatif menunjukkan bahwa tanin terdapat dalam ekstrak fraksi aseton dan fraksi air. .Uji kuantitatif dilakukan terhadap kedua ekstrak. Dengan cara kolorimetri diperoleh hasil sebagai berikut: datam ekstrak fraksi aseton: 27%, dan dalam ekstrak fraksi air: 12,5%. Dengan cara volumetri diperoleh kadar tanin sebagai berikut: dalam ekstrak fraksi aseton: 12,1%, dalam ekstrak fraksi air: 4,8% dan dalam gambir pasar 7,6%. Spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus -OH yang menyatakan bahwa tanin adalah

53

senyawa polar. Dari dua cara uji kuantitatif diketahui bahwa ekstrak tidak hanya mengandung tanin, tetapi juga senyawa fenolik lainnya.
(No. 172*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K. SCHUM.

Isolasi alkaloida dari buah Voacangafoetida (Bl.) K. Schum.

V

. RIDA ERNOLA, 1987; JF FMIPA UNAND oacangafoetida (Bl.) K. Schum. secara tradisional di daerah Maninjau Sumatera Barat, digunakan sebagai ramuan untuk orang gila, Hasil penelitian terdahulu terhadap daunnya, menunjukkan adanya alkaloida yang diidentifikasi sebagai vobtusina lakton. Pada penelitian ini dicoba mengisolasi alkaloida yang terdapat dalam buah segar yang cukup tua tetapi belum masak. Metode yang digunakan adalah penyarian secara maserasi, pemeriksaan alkaloida kasar secara kromatografl lapis tipis, pemisahan dengan kromatografi kolom dan kromatografi radial, pemurnian
dengan cara rekristalisasi serta karakterisasi senyawa terpisah dilakukan dengan penentuan jarak

lebur, pemeriksaan dengan spektrofotometer ultraviolet, inframerah, NMR dan GC-MS. Didapatkan lima jenis alkaloida yang dengan uji warna dengan besi(III) amonium sulfat dan spektrum ultraviolet menunjukkan adanya kerangka indol dalam strukturnya. Alkaloida RI berupa serbuk yang berwarna putih kekuningan dengan jarak lebur 114-116°C (sebagai garam pikrat), spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi karbonil dari ester; alkaloida R2 berupa senyawa vobtusina lakton; alkaloida Rs berdasarkan data spektroskopi yang dilaporkan dalam pustaka telah dapat diidentifikasi sebagai senyawa vobtusina; alkaloida R4 berupa serbuk tidak berwarna, tidak melebur pada suhu 360°C (terurai), spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi
karbonil dari ester; alkaloida RS berupa senyawa seperti gom, spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi lakton dan ester.
(No. 173*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K.SCHUM.

Uji efek penenang rebusan buah Voacangafoetida (BL.) K. Schum. pada mencit putih dengan metode rotating rod dan sand filter

AKMAL 1988; JF FMIPA UNAND

jacanga foetida (Bl.) K. Schum Apocynaceae merupakan salah V yang digunakan oleh masyarakat dari sukuramuan untuk mengobati penyakitsatu jenis tumbuhan sebagai jiwa atau gila. Di
daerah Kongo, tumbuhan ini digunakan oleh penduduk sebagai obat tradisional untuk mengatasi stress yang memperlihatkan gejala hiperaktif (Manske & Holmes, 1965). Selain itu tanaman ini diketahui dari penelitian terdahulu mengandung alkaloida cukup besar, antara lain vobtusina lakton (daun), vobtusina (kulit batang), voacangina (akar) dan vobtusina dan vobtusina lakton (buah). Mengingat hal-hal di atas, telah dilakukan penelitian efek penenang rebusan buah Voacanga foetida (Bl.) K. Schum. pada mencit putih dengan metode rotating rod dan sand filter. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa ditemukan efek penenang dari rebusan buah Voacangafoetida yang diteliti pada kadar 80% dengan dosis 10,85 mL/kg bb., setara dengan larutan klorpromazina hidroklorida 0,03% dengan dosis 3,41 mg/kg bb. (No. 174*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K. SCHUM.

Isolasi alkaloida dari daun Voacangafoetida (Bl.) K. Schum.

D

AziNAR, 1987; JF FMIPA UNAND ARI daun Voacanga foetida (Bi.) K. Schum. telah diisolasi alkaioida utama dan diidentifikasi sebagai vobtusina lakton, Penelitian ini mencoba memisahkan komponen alkaloida lainnya dari daun segar. Setelah penyarian secara maserasi daun segar, pemeriksaan alkaloida kasar dilakukan dengan kromatografi lapis tipis, pemisahan dengan ekstraksi pada pH bertingkat, kromatografi kolom, kromatografi radial, pemurnian dengan rekristalisasi. Karakterisasi senyawa dilakukan dengan penentuan jarak lebur, pemeriksaan dengan spektrofotometri ultraviolet, inframerah, NMR dan GC-MS. 54

Sari eter minyak tanah. Alkaloida 62 dan 63.58. maka struktur belum dapat ditentukan.) K. suku Lythraceae. NMR. Dengan asumsi adanya hubungan antara efek Schum. Sari kloroform dan metanol memberikan reaksi positif terhadap pereaksi Liebermann-Burchard. 176*) VOACANGA FOETIDA (BL. Analisis fitokimia simplisia sidawayah Woodfordia floribunda Salisb. Schum. JF FMIPA UNPAD T ELAH dilakukan studi fitokimia dari simplisia sidawayah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan alkaloida dari bagian akar.67 mL per kg bb. kolom. karena data Spektroskopi belum lengkap. .Schum.) K. Simplisia tersebut sering digunakan dalam ramuan obat tradisional. Digunakan ekstrak 4. JF FMIPA UNAND dilakukan terhadap tumbuhan Voacangafoetida (Bl.56. 175*) VOACANGA FOETIDA (BL. Schum.) K. dan 2. Spektroskopi inframerah alkaloida AI menunjukkan adanya gugus fungsi lakton dan boleh jadi ester. Woodfordia floribunda Salisb. Basil spektrum ultraviolet dan reaksi warna dengan besi(III) amonium sulfat menunjukkan bahwa senyawa tersebut mempunyai kerangka struktur indol. Percobaan dilakukan dengan penyarian berturut-turut mempergunakan pelarut eter minyak tanah. pemeriksaan dengan alat spektrofotometer ultraviolet. dan pemeriksaan daya antibakteri sari metanol VERONICA BAJANG. Kenaikan tekanan darah yang disebabkan pemberian adrenalin. dan pembanding isoprenalin 2 mg/kg bb. Dari sari metanol terisolasi satu komponen dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif pada lempeng silika gel G. Uji efek hipotensif ekstrak akar Voacangafoetida (Bl.94. sedangkan alkaloida A2 dan AS dalam molekulnya menunjukkan adanya gugus fungsi ester. Dari akar Voacangafoetida (Bl. sedang dari Metode yang digunakan ialah soksletasi dengan pelarut metanol.72% dengan variasi dosis: 0. GC-MS dan reaksi kimia dengan pereaksi besi(III) amonium sulfat. pemisahan dengan kromatografi kulit batang ditemukan senyawa dengan struktur menyerupai vobtusina.) K. Schum. Dragendorff dan Liebermann-Burchard pada kromatografi lapis tipis. 1988. JF FMIPA UNAND T ELAH diketahui bahwa daun Voacanga foetida (Bl. diinhibisi oleh pemberian ekstrak akar Voacangafoetida dosis: 0. adalah efek nya efek penenang dan penenang dan hipotensif. berdasarkan data Spektroskopi diidentifikasi sebagai alkaloida voakangtna. dan 2. (No.) K. Percobaan dilakukan pada tikus putih jantan secara in situ dengan menggunakan alat Manometer Condon dan Kimograf yang dimodifikasi. dari buah ditemukan 2 alkaloida. (No. 1. SCHUM. dengan sistem pelarut kloroform: etanol 55 . SCHUM. BASTIAM. 0. Ekstrak menurunkan tekanan darah normal tikus secara nyata dan meningkat dengan naiknya dosis pemberian. 0.) K. adaPENELITIAN yang telah analgesia. pada tikus putih jantan RAHMANUDIN. sari kloroform dan sari metanol memberikan reaksi negatif terhadap pere- aksi VaniIin-H2SO4 dan pereaksi Dragendorff. kloroform dan metanol. 177*) WOODFORDIA FLORIBUNDA SALISB. (No. 1.94. yaitu vobtusina (II) dan vobtusina lakton..33. Schum.) K. dapat diisolasi 3jenis alkaloida. Isolasi alkaloida dari akar Voacangafoetida (Bl. inframerah. pemurnian secara rekristalisasi. Alkaloida utama BJ. mengandung alkaloida vobtusina lakton (I). Kandungan kimia maupun aktivitas biologik belum banyak terungkap .67 mL per kg bb. Pada tiap-tiap sari dilakukan uji terhadap pereaksi VaniIin-H2SO4.) K. maka dilakukan uji efek hipotensif ekstrak akar Voacanga foetida (Bl. karakterisasi senyawa terpisah dilakukan dengan penentuan jarak lebur.Spektroskopi ultraviolet dan reaksi warna dengan besi(III) amonium sulfat menunjukkan bahwa alkaloida ini mempunyai kerangka struktur indol. 1989.58.

JF FMIPA UNPAD pemakaian obat analgetik non-narkotik dikalangan masyarakat. kurang nafsu makan. Metode penefitian yang digunakan adalah metode eksperimental laboratoria menurut Jerome M Glassman. (No. 182*) ZINGIBER OFFICINALE ROXB. JK FMIPAITB Dtermasuk suku Zingiberaceae.3 mg. Perasan rimpang jahe memberikan efek yang nyata terhadap perpanjangan waktu reaksi. merupakan salah satu tanaman tanaman ini digunakan sebagai pengharum dalam ramuan obat tradisional. (No. 6'dihidroksi-4'-metoksicalkon. Tanaman ini banyak digunakan sebagai obat masuk angin.0 mg/kg bb.0 mg/kg bb.5 mg. Penentuan struktur dari senyawa tersebut telah dilakukan berdasarkan data spektroskopi ultraviolet dan GC-MS. pada pemisahan secara kfomatografi memberikan beberapa fraksi Salah satu di antaranya adalah senyawa seskuiterpen yang disarankan sebagai zingiberen. Umbi akar tubuh dan meredakan demam serta menyembuhkan penyakit kejang gagau pada anak-anak di bawah umur. pinosimbrin. Salah satu jenis suku Zingiberaceae yang sampai saat ini belum diteliti adalah tanaman Zingiber aromaticum Val. 183*) ZINGIBER OTTENSII VAL. Pengkajian kimiawi ekstrak n-heksan dari Zingiber aromaticum Val. minyak atsiri dan oleoresin.) dibandingkan dengan standar asam asetilsahsilat pada mencit. 1986. (lempuyang wangi).(9:1). MENGINGAT luasnyatradisional yang mempunyai khasiat analgetik. Ekstrak n-heksan dari umbi Zingiber aromaticum Val. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa perasan rimpang jahe merah. yaitu: 145. 1987. 181. yaitu flavokawin B. dimana rangsangan sakit yang diberikan adalah panas. cacingan dan influenza. umbi tanaman Curcuma zedoaria mengandung senyawa karbonaromatik yang mempunyai aktivitas -antijamur. JK FMIPA ITB ottensii suku Zingiberaceae yang sering digunakan Z ingibermembuatVal.35+0. Misalnya. khususnya tanaman yang tanaman ini. Konstituen kimia minyak atsiri dari Zingiber ottensii Val. HENNY SETIATIN.8 mg dan 218. Telah pula dilakukan pengukuran spektrum peresapan ultraviolet dan inframerah dari komponen yang terisolasi serta aktifitas mikrobiologi dari sari metanol dan kadar tanin dari simplisia. seperti Alpinia speciosa mengandung senyawa flavonoida dengan kerangka calkon. dan adanya senyawa yang menunjukkan sifat sitotoksik di antaranya adalah diferuloid-metan. Alpinia 56 . alpinetin. Untuk itu telahmaka perlu dikembangkan obat dilakukan penelitian efek analgetik rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb. 163. mempunyai daya analgesik yang setara dengan daya analgesik asam asetilsalisilat 10 mg/kg bb. yaitu metode Rat tail flick yang dimodifikasi. Pemberian perasan rimpang jahe merah antara 199. mengandung golongan senyawa sterol atau terpen.7 mg. IDA HARIATI. Uji efek analgesik perasan rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb. Beberapa jenis yang lain.) pada mencit LATIFAH. 199. di dalam buah Alpinia oxyphylla ditemukan adanya senyawa-senyawa monoterpen dan turunan diarilheptanoida. 180*) ZINGIBER AROMATICUM VAL. Komponen tersebut bereaksi positif dengan pereaksi Liebermann-Burchard dan Carr-Price.0185 X. yang cenderung mengikuti persamaan garis regresi Y = 0. 1987. yaitu etil-p-metoksi-sinamat. Penelitian dicoba dengan 5 macam dosis. Juga telah ditemukan senyawa calkon yang disebut Boesenbergen A dari umbi tanaman Boesenbergia panduratum dan senyawa pinostrobin.8 mg/kg dan 218. Tanaman yang termasuk suku Zingiberaceae. cardamonin dan 2'. telah dilaporkan kandungan kimia beberapa jenis dari suku ALAM usaha meneliti senyawa kimia yang dikandung oleh tumbuhan. Makin besar dosis yang diberikan. (No. misalnya: Alpinia katsumadai Hayata. semakin besar efek perpanjangan waktu reaksi (efek pengurangan sensitifitas rasa sakit).

mengandung turunan flavonoida dengan nama 2'. (5) Jamu Kencing Manis "Ibu" Cap Dua Nyonya. sebab di antara jamu-jamu tersebut bahkan ada yang menunjukkan efek menaikkan kadar gula darah.. seperti Boesenbergia panduratum mengandung senyawa flavonoida. (8) Jamu Kencing Manis Sido Waras. dan terkumpul 1. maka perlu adanya pengawasan dalam penggunaan jamu-jamu ini sebagai obat. FK UI UJUAN penelitian adalah untuk mempelajari efek atau pengaruh tanaman paliduri terhadap proses perkembangan spermatogenesis pada testis tikus putih. 187*) Survai penggunaan jamu sebagai kontrasepsi (Tahap I) T SUHARTIK.3% sedang hamil. 1978. sisanya karena menyusui. Beberapa jenis yang lain.225 kuesioner. Survai berlangsung 10 bulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 8 merek jamu yang dikenal sebagai antidiabetes. sisanya 30 % tidak ber-KB. yang jumlah SOEKENISOEDIGDO. dan Zingiber officinale.officinantm Ham. Contoh yang diteliti adalah ibu-ibu rumah tangga di Jakarta yang sosio-ekonomi berbeda. (4) Jamu Suirine Pil Kencing Manis. JK FMIPA ITB UJUAN penelitian adalah untuk melakukan skrining jamu yang diperdagangkan di Indonesia ragamnya kian hari kian bertambah.. 1978. Contoh yang diteliti adalah: (l)Jamu Suiker Ziekten Cap Dua Keris. mengandung senyawa monoterpen dan seskuiterpen sebagai hasil penyulingan uap. klinik KB jauh. FKUI UJUAN penelitian adalah untuk mengetahui berapa banyak para ibu yang menggunakan jamu sebagai kontrasepsi di daerah yang berbeda sosio-ekonominya. Hasil pemeriksaan darah terhadap jumlah leukosit.30. SUHERMAN dkk. 1978. sedang sakit. 63% berasal dari daerah I (sosio-ekonomi baik). dan 45 hari.9% menopause. Dari 1. (No. dan yang digunakan sebagai obat di kampung adalah kulit batangnya. Untuk sementara dapat dikatakan.(9) Alstonia spatulata (basung di Sumatra Barat) berupa pohon yang mencapai 20 m tingginya. serta flavonol. hematokrit. Ternyata 70% dari seluruh responden ber-Keluarga Berencana (ber-KB).7% ingin anak lagi. (7) Jamu Kemanis A Nyonya Gouw.225 responden. 46 Cap Potret Nyonya Meneer. Zingiber ottensii Val. (No. Di samping jamu juga akan diteliti tanaman obat Indonesia yang di kalangan rakyat lazim digunakan untuk pengobatan penyakit gula. menggunakan kelinci sebagai hewan percobaan. Alasan "mengapa tidak ber-KB adalah: 56. Mengingat hal tersebut. masih dalam batas harga normal. bahwa paliduri tidak menghambat perkembangan proses spermatogenesis melalui penghambatan sekresi gonadotropin oleh hipofisa. Contoh yang diteliti adalah serbuk tanaman paliduri yang diperoleh dari P. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paliduri dengan dosis 2 g dan 1 g tidak mempengaruhi proses spermatogenesis pada pemberian selama 15. 8. 4'-dimetoksi calkon dari ekstrak total n-heksan. 185*) Khasiat paliduri terhadap spermatogenesis pada tikus putih T AZALIA SlNTO dkk. 13. (2) Jamu Sakit Kencing Manis No. T. Umur responden antara 20-35 tahun (usia 57 . isoflavon dan flavanon dari fraksi etil-aseta/.30 dan 45 hari. hanya dua yang menunjukkan efek hipoglikemik. (6) Jamu Kemanis Nyonya Gouw. (No.. tidak bersuami lagi. Skrining ini dimaksudkan untuk dapat menjawab apakah jamu antidiabetes yang diperdagangkan itu memang mempunyai khasiat menurunkan kadar gula darah. (3) Jamu Sakit Kencing Manis Cap Dua Burung Perkutut". dan (10) Clinacanthus nutans (dandang gendis di Jawa Tengah). 186*) Penelitian mengenai ada tidaknya sifat hipoglikemia pada jamu yang dikenal sebagai jamu antidiabetes Tsebagai obat antidiabetes. dan 37% dari daerah II (sosio-ekonomi rendah). hitung jenis dan total protein pada tikus-tikus yang mendapat paliduri selama: 15. Jamu Air Mancur dan tikus galur Lembaga Makanan Rakyat (LMR) dari Lembaga Gizi-SEAMEO. sedangkan Zingiber cassumunar mengandung senyawa karbonaromatik. Jakarta.

Sebagian responden yang tidak ber-KB belum mempunyai anak. desa Bobosan dan desa Pabuwaran. 1984.). Kurkuminoid diisolasi dari rimpang temulawak.8% dari yang ber-KB menggunakan jamu sebagai kontrasepsi. yaitu: desa Bancar kembar. dengan menggunakan metode transpor eritrosit yang dikembangkan oleh Laboratorium Biokimia FK UNPAD dan penentuan kadar kurkuminoid yang ditetapkan dengan cara spektrofotometri pada panjang gelombang 520 nm. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui daya penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia sebagai data farmakokinetik kurkuminoid dalam rangka peningkatan manfaat temulawak. Responden yang ber-KB umumnya sudah mempunyai 1 sampai lebih dari 3 anak. 197*) Penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia TRISAPTINI. dimana bahannya berasal dari tanaman obat-obatan atau simplisia nabati. Beberapa penelitian terdahulu menyebutkan adanya 3 kelompok kandungan kimia yang berguna bagi bidang farmasi. Persentase yang ber-KB dengan yang tidak ber-KB dari masing-masing suku tidak berbeda. kemudian kunyit (Curcuma domestica Val. Cap Jago. jamu gendong dan ramuan sendiri. Cara atau alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan ialah pil oral. Jamu yang digunakan antara lain adalah Jamu Peluntur Cap Nyonya Meneer. fraksi kurkuminoid dan fraksi pati. Penggunaannya secara oral. SMA atau perguruan tinggi. kedua adalah IUD. Dari ke 49 jenis tanaman obat tersebut. atau hanya dengan 1-2 anak saja.21% dan 28. Data diperoleh dengan cara pengamatan secara langsung dan dengan wawancara terhadap 10 responden di tiap-tiap desa. Pendidikan responden dari daerah I umumnya SMP. yaitu fraksi minyak atsiri. Hanya 4. SMP dan beberapa tidak pernah duduk di bangku sekolah. 30. tidak mengganggu kesehatan. antibakteri. Kira-kira 80% responden beragama Islam. (No. Salah satu cara terjadinya efek biologis pada jaringan hidup adalah dengan jalan menempel pada membran sel dan penetrasi untuk selanjutnya dapat mempengaruhi proses biokimia di dalam sel. tergantung dari waktu inkubasi sampai 15 menit. jenis yang paling dominan adalah pepaya (Catica papaya L. 15 dan 20 menit. Fraksi kurkuminoid mempunyai aktivitas farmakologi antara lain sebagai antiinflamasi. 58 . setelah itu penyerapan berkurang yang mungkin disebabkan oleh terjadinya hemolisis. 29. Lebih dari 50% responden adalah suku Jawa.) sebagai tanaman obat mempunyai prospek untuk dikembangkan lebih lanjut. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. FB UNSOED EWASA ini penggunaan tanaman obat tradisional telah semakin Dkarena semakin meluasnya pemakaian obat-obatan atau jamu oleh meningkat. makanan minuman dan kosmetik. Kadar kurkuminoid yang diserap oleh eritrosit bertambah. 10. JF FMIPA UNPAD T EMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dan jenis yang paling sedikit adalah tempuyung (Sonchus arvensis L.subur baik).46%. adalah: 18. desa Grendeng. kolagogum dan antihepatotoksik.56%. Ternyata. waktu sebelum atau sesudah tiba masa haid atau senggama. maka diperoleh hasil kadar kurkuminoid yang diserap eritrosit berturut-turut. desa Purwanegara. telah dilakukan penelitian mengenai jenis-jenis tanaman obat yang ditanam oleh penduduk di daerah kecamatan Purwokerto Utara yang terdiri dari 7 desa.). 20% beragama bukan Islam. 1987. 199*) Inventarisasi tanaman obat di kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas RlCHEHARIYATI. desa Karang bangkal. Pantang berkala adalah cara yang paling sedikit dianut. Semuanya menyatakan berhasil (tidak hamil) selama penggunaan jamu (1-3 tahun). darah manusia diperoleh dari Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Bandung dengan antikoagulan Na2EDTA 1 mg/mL darah. desa Sumampir. Cap Air Mancur. Setelah diinkubasi selama berturut-turut: 5. menurunkan kadar kolesterol. Alasan memilih jamu adalah karena relatif murah.62%. mudah didapat. sedangkan yang berasal dari daerah II: SD. (No. Dari hasil penelitian diperoleh 49 jenis tanaman obat dengan 29 suku. 21% suku Sunda dan sisanya terdiri dari berbagai suku. Hal ini disebabkan masyarakat.

Pola penyebaran ini sangat berkaitan dengan adanya kompetisi interspesifik. tetapi tempat rekreasi sehingga jenis Zingiberaceae lain tidak dapat berkembang dengan wajar. karena daerah tersebut mungkin bukan merupakan area distribusinya. SUTANTIBRN. pengaturan tata air. pendidikan. yang 59 . pada ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hutan Kaliurang hanya didapatkan 3 jenis tumbuhan yang termasuk Zingiberaceae.) Holt. 1980. sumber plasma nuftah. 210*) Efek hipotensif beberapa tanaman di Indonesia KARTOLO S. Smith. WULANGI dkk. Peranan lain yang tidak dapat diabalkan adalah sumbangannya yang berharga dalam bidang kesehatan. Jenis Zingiberaceae lain tidak terdapat di tempat tersebut. Selama percobaan. (No. terutama jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai tanaman obat. Alpinia malaccencis. Contoh tumbuhan darimengetahui jenis Zingiberaceae yang terdapat di dalamdideterjenis Zingiberaceae di Kaliurang dibuat herbarium dan minasi dengan menggunakan buku Flora of Java dan Mountain Flora of Java. 201*) Penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat di hutan lereng selatan Gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur H SULISTYANI dkk. dkk . kelinci dibius dengan larutan urethan 26% sebanyak 5 mL/kg bb. Dari hasil penelitian didapatkan 106 jenis tumbuhan bawah. Penggunaan manometer elektronik ini memungkinkan pengukuran. c) Globba marantina L. merupakan jenis-jenis yang sering dijumpai. maka secara keseluruhan tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat pada lokasi penelitian (ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut) sangat rendah. (No. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan tanaman obat. "Apabila dikaitkan dengan jumlah individu yang sedikit untuk masing-masing jenis. Pfygonum chinense. sedang yang berpotensi sebagai tanaman obat hanya 14 jenis (13. FB UGM UJUAN penelitian adalah untuk hutan TKaliurang. olah raga dan lain-lain. maka semakin banyak usaha-usaha untuk menggali kekayaan hutan sebagai sumber plasma nuftah. rekreasi. Hal ini dapat diketahui dari fungsi hutan. baik secara langsung manpun tidak langsung. yaitu: a) Catimbiutn malaccensis (Burm. baik tekanan sistol maupun tekanan diastol dengan sangat teliti. Di antara 14 jenis yang berpotensi sebagai tanaman obat. Semua kelinci yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelinci jantan berwarna putih yang dibeli dari peternakan kelinci di daerah Utara. Tekanan darah kelinci diukur dengan cara langsung. FB UNSOED UTAN sebagai salah satu bagian dari ekosistem burnt sangat penting peranannya bagi kesejahteraan dan kemakmuran manusia.21%). b) Costus spedosus (Koen) J. Adanya tumbuhan yang belum atau tidak berbunga. tergantung dari jenis tanaman itu sendiri. 1979. Dichroa febrifuga serta Symplocos fasciculata.penggunaan atau pemakaian anlara jenis yang satu dengan yang lain berbeda atau berlainan. FPIPB D ALAM penelitian ini telah dilakukan percobaan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah belimbing buluh (Averrhoa bilimbi} dan buah mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap tekanan darah kelinci jantan berwarna putih. E. 202*) Jenis-jenis Zingiberaceae di hutan Kaliurang S.. F.. yaitu antara lain sebagai perlindungan tanah dari bahaya erosi. mungkin karena jenis tersebut bersifat biennial. Untuk itu telah dilakukan penelitian mengenai tumbuhan bawah yang berpotensi seebagai tanaman obat dan pola penyebarannya di hutan lereng selatan Gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur. Oplismemts burmani. 1988. yaitu pada tahun pertama dihasilkan daun dan pada tahun berikutnya dihasilkan bunga. yaitu dengan menggunakan kateter polietilen yang disisipkan ke dalam arteria karotis dan menghubungkan kateter ini ke transduser tekanan dari manometer elektronik. Pola penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat bersifat mengelompok. (No.

1981. Belimbing buluh dapat menurunkan tekanan sistol rata-rata 14. Takaran yang digunakan masih bersifat tradisional (kurang tepat). Baik ekstrak buah belimbing buluh maupun buah mengkudu disuntikkan ke dalam vena aurikularis.tumbuhan yang banyak digunakan oleh obat di Sumatera Barat. 2. baik secara mekanis maupun kimiawi. Pagilarang. Gunung Mas dan apa yang menurut informasi dari masyarakat dapat dipakai sebagai obat.20 mmHg. SUTANTI BRN dkk. Dari penelitian ini didapat empat jenis benalu. Lepeostegeres gemmiflorus Bl. 60 . Jenis benalu yang tumbuh pada pohon teh dikumpulkan.) G. (No. Don. FMIPA UNAND menilai penggunaan bahan dari tumbuhan PENELITIAN ini bertujuan untuk menemukan. Obat yang merupakan ramuan. Scurrula phitippensis (Cham.. yaitu: 1. Tidak didapatkannya jenis benalu yang lain. secara-tradisional masih banyak digunakan oleh masyarakat. terutama di pedesaan. mungktn disebabkan karena lokasi di dalam perkebunan tersebut bukan merupakan area distribusinya dan kalau terdapat benalu tersebut pada daerah yang diusahakan. 1981. Pemakaian atau penyediaan obat selalu disertai mantera atau doa untuk mcnyempurnakan pengobatan. Bahan dikumpulkan dari masyarakat dan diolah secara tradisional. dan tekanan diastol rata-rata: 23.25 mmHg dan tekanan diastol rata-rata 16. T. jumlah tangkai serta ukuran lainnya. 211*) Jenis-jenis benalu yang tumbuh pada pohon teh S. Tumbuhan yang sama mempunyai nama daerah yang berbeda-beda. sudah tentu akan diberantas. 3. T. yaitu rebusan atau seduhan. Daun merupakan bahagian yang terbanyak dari tumbuhan yang digunakan sebagai obat. Macrosolen cochinchinensis (Lour. (No. Adanya beberapa cara yang menggambarkan penyediaan obat yang tidak ilmiah atau bersifat magik atau tenaga gaib. Dendrophthoe pentandra (L. satu kali ke perkebunan teh P. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut. Pada umumnya cara pengolahan adalah dengan cara sederhana. yang lebih dipentingkan adalah lengkapnya jenis tumbuhan. & Schlecht.40 mmHg. terutama obat penyakit tumor dan kanker dan lever (hati). 216*) Inventarisasi tumbuh-tumbuhan obat di Sumatera Barat RUSJDI DJAMAL. Dari koleksi yang diperoleh.disuntikkan ke dalam tubuh kelinci secara intraperitoneal.) Miq. digunakan untuk penyembuhan penyakit yang berbeda. meneliti. Tumbuhan yang sama pada beberapa daerah lain. yaitu: dua kali ke perkebunan teh P. sedangkan buah mengkudu dapat menurunkan tekanan sistol rata-rata: 19.38 mmHg. Tumbuhan sebagai obat. yaitu berupa jumlah daun. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa baik buah belimbing buluh maupun buah mengkudu dapat menurunkan tekanan sistol maupun diastol. genggam. dibuat gambar atau foto dan herbarium kering untuk disimpan sebagai koleksi spesimen. FB UGM J ENI'S benalu yang tumbuh pada pohon teh diteliti dalam rangka memperoleh kepastian jenis-jenis Kegiatan lapangan dilakukan tiga kali.) Tiegh.. 4.

26 Ariyono Wahyu Ardi.43 Hermansyah Amir.22 Andy Soelistyanto. 7 Evi Noviarsyah Latif. 14. 6.43 Feri Herlina Anwar. 14.36 Hilwan Yuda Teruna. G.8 Budi Herawan.27 Amrizal M. 6. 9. 10. 8 Gede Swasta. 12. 15. 1.42 Aris Gumilar. 9. 8 I. 17 Chairil Anwar. 9 Bastiam.34 Haojahan Tfcnggul Manullang. 16 Elly Panglepuringtiyas..52 Hisran H.. 11. 57 Aziz Genisa.51 Dadang Adam Alamsyah.40 Asep Adi Suprihatna.. 11.33 Hesti Budiati. 13.45 Dedi Sofyan.31 Agus Djamhuri dkk.38 Ganthina Sugihartin.56 lie THsada S. 5. 2 Azinar.41 Aty Widya Warayanti..28 Efi Darliana X.51 Euis Holisotan Hakim.. 13. Budi Utama. 13 Andy Zul Izwar. Rahayu Nurohman. 5 Achmad Mustafa Fatah dkk.16. 5. 9 Ika Iskandar.19 Harmaini M J D. 3 AbdulNaser.. P. 16 Gunawan Yohanda. 4. 10. 9. 1 Eti KurniatJ. 12.38 Fitri Yunita. 9. 9 Ida Hariati. 14. 50 61 . 11 Harlia Djuhardi. 7 Arsyadi. 14 Eming Sudiana.37 Adriansyah Azhari. 3. 9.32 Azalia Sinto dkk. 13.6 Agus Iman N.47 Eva Sarifah Hayati.36 Euis Nining. 24 Husein Hemandi Bakti. 13.45 Akmal. 15. 2.51 Endah Primawati. 10 Bogo Suntoro Murti. 9 Aryetti. 16 Amir Hamzah Mauzy. 10. J. 4. 4. 7.42 Erwin Afandi.44 Gratiana Ekaningsih dkk. 28 Burhanuddin Gumay. 7.55 Binsar Johanes. 14 Adel Zamri. 5 Enny Ratnaningsih.56 Herman Puspita. 2. 15 Henny Setiatin. 10 Gloria S. 6 Halim Zaini.49 Askadi.42 Diah Sugiartini.INDEKS NAMA PENULIS A. 7. 12. 9..31 Achyar Koesnadi. 1 Dian Nuryani.54 Alimin Harahap. 15 Ella Noorlaela. 6 Athena Anwar.. 15.3 A.49 Helmi.54 Bahruddin. 12.37 Hendra Yuliansyah. 3 Eka Susanti H.. 1. Nandini. Wananda. 18 Ambar Supeni. 16 Agus Djamhurl. 15. 7 Eli Halimah. 13. 3 Gustini Sy.. 14. 11. A. 11.

.Tambunan. 4.57 Soetijoso Soemitro.Imtihanah. 8 .. T. 9.30 Mindarwati.46 Robert Edward Aritonang.26 Setiawati Yusuf.29 Rochyadi.. Sutanti BRN dkk. 6 Snelly Faurhesia. 2. 1. 2 J.17 Semangat Kataren.54 Riswan S. 11.13. 13 Suharti K. 15.. 12. 11 Reeky Charles P. 5 Rukmiati K.53 Saifulah.35 Sri Herjati Setiodihardjo.25 Sri VWdarti. C. 16 Siti Kardinah P. 8. 17. 7.10.34 Suwarji Heryana. 7. 15 Mulyono. 8 Soewedo Hadiwiyato dkk.49 Sangat Roemantyo H. 3 Miza Nemara.. 16. W. 1 Oentoeng Soeradi dkk..59 Lala Nurlaela.60 Rusjdi Djamal dkk. Wulangidkk.20 Malidin Maibaho.. 11 Mulyoto.48 Latifah.48 Pramadhia Budhidjaya.38 Sri Woelaningsih. 13. 18. 6 Retno Damayanti.55 Sulistyani dkk. 2.21 N. Badjongga HTS.29 Sumiyati Sunaryo dkk. 17 Moriana Hutabarat.35 Sutjipto Halim. 20 Murti Raehani.. 7. 15. 4.60 Sudarsini. 14.. 12. 13 Irfandi.. 14.20 Metti Siti Hastuti. 13.31 Sri Anggrahini & Suhardi.15. 16 62 Sumiati Yuningsih. 2 Nurlaili Isnaini.25 Suhandra. 12 Linda R. 2 . 7. 5 Kartolo S...32 Rusjdt Djamal.45 Sri Ardani Soelarto dkk. 5... 53 Indrawati. 16.17. 3. dkk..40 Sudarsono.16. 27 Prita Kresna. 8..( 6. 8.33 Nining Yuaningsih.41 Sudjiman Djojosengodjo dkk. 1. 1..22 Karta. 13. I Ine Srikandi.44 Sidik dkk. 4.51 Susi Lahtiani.57 Sulisti. 11 Soekeni Soedigdo. 4.19 Suroso dkk.24 Sri Herliani. 1. Nur Asiah. 8 Muchtadi. 6.23 Sondang Komariah S.44 Ngatijan & R.40 Samekto Wibowo dkk. 11 Marliyani. 16 Sri Hertati. 17 Sri Ulina Purba. 5.32 Riche Hariyati. 16. 10. 3. 25 Takbir Siregar. Yudono. 14.. 15 Martoni.7 Johansyah. 23 Rahmanudin.46 Sunoto.35 Machmoed Azhar dkk. Suherman dkk.. 4.. 3.. 10 Mohamad Istari.10 Neneng Mupidah. 59 Sumarno. 2. 10. 14. 1 Nurhidayat. 12. H. 15.58 Rida Ernola. 2.56 Lianuta Christ Natanel. Imono Argo Donatus. 1 S. 8. 10. 12. Sugiarso dkk. 2. 9 Mohamad Eksan Sjafiudin..

39 Titin Suprihatin.34 Teti Suryeti. 14. 59 Trisnasari. 3 Yulianti. Evelyn. 1. Sidik. 5.43 Vita Sophiata. 14.19 Udju Sugondho. 2.26 Titi Wiraharja N.53 Yetty Supatmijati. 3 Tutuk Budiati. 15. 11 Tubagus Agus N. 3. 14. 21 Wiwiek Herawati. 13..16.28 Taufik Rahman. 10. 6. 9 Yusi Fudiesta. 5. 4.52 ZuariahYusufdkk.52 Z. 9...Tavip Budiawan.37 ZulfadIyN. 7 Udju Sugondho dkk. 50 Veronica Bajang. Tati Hurustiati. 10. 11 Tri Saptini. 10... 24 Yun Media Handayani. 2.47 63 .55 Yutiardy Rivai. 8 Utari Dewi.21 Yolanda P.30 Yarnelly Gani dkk.30 Wahyono. I.41 Tjioe Thio Bwee. 12 Zuharina.12.39 Yuniarti Siregar.. 11. 7. 7 Yam Sutiyani.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful