PENELITIAN TANAMAN OBAT DI BEBERAPA PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA

IV
PENYUNTING
Sri Sugati Sjamsuhidajat B. Dzulkarnain B.Watyoedi Nurendah P. Subanu Lucie Widowati Martuti Budiharto

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN FARMASI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN DEPARTEMEN KESEHATAN RI. JAKARTA 1992

LEMBAR DATA BIBLIOGRAFI TERBITAN

Judul: Penelitian Tana man Obat di Beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia IV

Klasifikasi: DDC : 615.32389 UDC : 633.88 NLM : QV766

Penyunting: Sri Sugati Sjamsuhidajat B. Dzulkarnain B. Wahjoedi Nurendah P. Subanu Lucie Widowati Martuti Budiharto'

Jenis Terbitan:

Nomor Terbitan: BPPK-F-91/Bibl.l2

Kama dan alamat badan yang memperbanyak dan menyebarluaskan terbitan: Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan RI. Jalan Percetakan Negara No. 29, Jakarta 10560; Kotak Pos 1226, Jakarta 10002; Telpon No. 413122,414146

Edisi/Cetakan: Pertama

Tanggal terbit: 10 Maret 1992

Jumlah halaman: 66

Jumlah terbitan: 1000

Sponsor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI.

Sari (abstrak)/Kata Kunci (Key Words) PLANTS, MEDICINAL - bibliography PLANTS, MEDICINAL - Indonesia

Kolom Catalan penerima terbitan:

Penyebaran terbitan: Bebas Izin mengutip: Bebas dengan menyebut sumber

DAFTARISI
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Hal.
DAFTARISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . i
KATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ii DAFTAR SINGKATAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . iii

DAFTAR TANAMAN DAN PENELITIAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
ABSTRAK PENELITIAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 19

INDEKS PENULIS

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 61

INDEKS TANAMAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 65

seperti buku-buku sebelumnya. terutama di perguruan tinggi. Sri NIP. alamat dimana penelitian dilakukan dan yang terpenting adalah penelitian tanaman apa dan siapa yang melakukannya. Maksud penerbitan ini. adalah untuk mengkomunikasikan hasil penelitian tumbuhan obat yang dilakukan di berbagai institusi di Indonesia. para pembaca yang memerlukan informasi tentang hasil penelitian tanaman obat. Naskah dari makalah lerigkap laporan penelitian dapat diminta langsung kepada institusi tempat penelitian tersebut dilakukan. baik oleh para peneliti. dapat berkomunikasi langsung dengan para peneliti yang berada di berbagai institusi yang dicantumkan dalam Buku ini. Semoga Buku ini dapat dimanfaatkan secara lebih luas. Volume II (1989) dan Volume III (1991). para pembaca dapat memperoleh informasi tentang jenis penelitian. serta semua pihak yang telah membantu dalam pengumpulan informasi dan penyusunan buku ini.KATAPENGANTAR Buku Penelitian Tanaman Obat di Beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia Volume IV (1992) adalah lanjutan dari Buku Volume I (1988). Pusat Penelitian dap Pengembangan Farmasi Dra. 14001175 . maupun oleh pengguna dan pengusaha tanaman obat. Diharapkan dengan diterbitkannya Buku ini. Terimakasih diucapkan kepada semua Perguruan Tinggi dan Institusi penelitian. Buku Volume IV ini dilengkapi dengan ABSTRAK HASIL PENELITIAN beberapa tanaman yang terpilih. Dengan Buku ini.

FTP UGM Jurusan Farmasi. Universitas Andalas. Universitas Padjadjaran. Yogyakarta Fakultas Kedokteran Hewan.FK UGM 13. Medan Fakultas Farmasi. Universitas Hasanuddin. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Padjadjaran. FKH IPB 19. Bandung Program Pendidikan Pasca Sarjana Institut Teknologi Bandung. Universitas Brawijaya. Institut Teknologi Bandung. FB UGM Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta Jurusan Farmasi. Institut Teknologi. Padang Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi. FF UGM 10. Yogyakarta 11. FKH UGM 12. Universitas Padjadjaran. Bandung. Purwokerto Jurusan Kimia. Bandung 4. Bandung Jurusan Biologi. Universitas Brawijaya. Ujung Pandang Fakultas Kedokteran. FB UNSOED 5. FP UNBRA 18. Universitas Indonesia. JF FMIPA USU 9. JK FMIPA ITB Jurusan Kimia. Universitas Gadjah Mada. Universitas Jenderal Soedirman. Fakultas Matematika dan Hmu Pengetahuan Alam. Bogor 14. Bogor 17. Universitas Gadjah Mada. Universitas Gadjah Mada. Malang Fakultas Kedokteran Hewan. Yogyakarta Fakultas Biologi. P3 Biol 16. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.JKFMIPAUNPAD 6. Fakultas Matematikadan Ilmu Pengetahuan Alam. FP UNHAS 20. PPPS ITB Jurusan Farmasi. Jakarta 111 . JF FMIPA ITB 3. Institut Pertanian Bogor. Malang Fakultas Pertanian. Bandung Fakultas Kedokteran.FKUNBRA Fakultas Kedokteran. JF FMIPA UNAND 15. 2. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. LIPI.FKUI Fakultas Pertanian. Bandung Fakultas Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. JB FMIPA UNPAD 7. Universitas Sumatera Utara.DAFTAR SINGKATAN 1.FKUNPAD 8.

yang tumbuh di Sukabumi.) terhadap mencit Indrawati JK FMIPA UNPAD JK FMIPA ITB 86 7. Anacardium Uji efek analgetik dari perasan umbi bawang putih (Allium sativum L. Antidesma tetrandrum Bl. 8. martnelos (L. terhadap kesuburan pada mencit 3.* 2.) terhadap Ascaris lumbricoides var. 2. terhadap ekstrak Ageratum conyzoides L.) Tutuk Budiati Diah Sugiartini 90 Telaah kandungan kimia kulit buah jambu mete (Anacardium ocddentale L. Martoni JB FMIPA ITB JF FMIPA UNAND JB FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB 81 12. Suroso dkk. ^4/mo/wz squatnosa L.NO.) dan rimpang temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb. . Studi isolasi senyawa glikosida dari daun saga (Abrus precatorius L. Antidesma Suroso dkk. di laboratorium 88 5. Uji efek antiradang daun bandotan Hisran H. identifikasi dan konservasi asam anakardiat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium ocddentale L. ^rtfl/ww cotnosus L. Pengaruh penggunaan infusa Aneilema Nur Asiah vaginatum R. Srikaya. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 1.) Corr. Kemlegi. ^4&/«j PENULIS Harlia Djubardi Sulisti INSTANSI JK FMIPA ITB JF FMIPA ITB TH 87 87 precatorius L.) Achras zapota L. ylegfe Pemeriksaan kandungan senyawa kimia buah sawo masak (Achras zapota L. terhadap kadar gula darah kelinci dan perbandingannya dengan tolbutamid Pengaruh ekstrak: 1. 90 herba Artemisia annua L. Cianjur dan Garut Isnaini . Kemlegi.) pada tikus putlh galur Wistar 6. Srikaya. Ageratum conyzoides L.(4recfl cafcc/w L. JF FMIPA ITB 90 86 Kehamilan mencit (Mus musculus) yang diberi ekstrak nanas (Ananas comosus) muda Mulyoto FB UNSOED JF FMIPA 10. o* Isolasi. terhadap kesuburan pada mencit usu 85 11. Jeruk maja. Allium sativum L. 88 79 13. Artemisia annua L. Pengaruh pinang (Areca catechu L. 86 (Ageratum conyzoides L. suum in vitro Pemeriksaan kandungan artemisin Erwin Afandi NurlaJli 14.) Pengaruh ekstrak: 1. FMIPA ITB Sunoto FB UNSOED JF FMIPA ITB 81 4. 2. 3. 3.* Isolasi alkaloida peptida dari kulit batang tetrandrum Bl. Br.Br. Jeruk maja. Uji kepekaan larvaAedes aegypti L. Aneilema vaginatum R.* ocddentale L.

Interaksi antara vitamin E dan infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. kulit batang dan buah tumbuhan mimba (Azadirachta indica A.) untuk bahan makanan Efek infus akar papaya terhadap kerutan kalsium dan magnesium batu saluran kemih secara in vitro Soewedo Hadiwiyato FTP UGM 80 dkk. JK FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD 88 sinensis L. kristalisasi serta Yetty JF FMIPA Supatmijati. Studi fitokimia ekstrak etanol dan metanol daun.' 24. klasifikasi. Bambusa Pemeriksaan kandungan kimia dan usaha isolasi triterpenoida dari daun jungrahab. Baeckea frutescens L. Imono Argo FFUGM 81 Donatus AzizGenisa JK FMIPA UNPAD 22. zat yang terkandung dalamAverrhoa bilimbi L.) dengan cara kromatografi lapis tipis Irfandi JF FMIPA 90 ITB 19.' Isolasi dan analisis minyak biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L. Camellia Isolasi dan analisis alkaloida pada daun Bntgmansia suaveolens Ujung Pandang 75 23. Takbir Siregar FFUGM 86 . NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 15./4/temM/fl vulgaris L.NO. 17. Nurhidayat JF FMIPA ITB 88 danylrtemts/a annua L.* Usaha pemeriksaan golongan kimia zat- Machmoed FMIPA 79 bilimbi L. Juss.' 26. yang tumbuh di Indonesia 16. 21. terhadap nekrosis sel-sel hepar tikus putih jantan Mulyono .* Baeckea frutescens L. Berg.* Isolasi. Artemisia vulgaris L. Juss. UNPAD Sidik Wahyono FF UGM 81 81 vulgaris Schrad. Pemanfaatan biji pepaya (Caricapapaya L.' klon teh (Camellia sinensis L.Br. Efek ekstrak etanol daunAverrhoa bilimbi dan herba Catharanthus roseus terhadap kadar glukosa darah mencit diabet permanen Azhar dkk. Bmgtnansia suaveolens B.* karakterisasi kandungan utama akar aris Schrad. Prita Kresna JK FMIPA ITB 87 Carica papaya L. Azadirachta indica A. 25.) Analisis kandungan kofeina dari empat Johansyah Eva Sarifah H. 20. 27. Calophyllum inophyllum L. Pemeriksaan dan percobaan isolasi artemisin dari.) Studi perbandingan kapsaisin dari buah cabe merah dan cabe gendot Capsicum annum L. Andy Zul UI JK FMIPA 86 Izwar ITB 18.

) — Uji daya antimikroba sediaan salep yang mengandung sari ketepeng (Cassia alata JF FMIPA UNPAD JF FMIPA 86 29. Catharanthus roseus (L. Pemeriksaan flavonoida dan triterpenoida antanan Centella asiatica (L.* 36.* Isolasi alkaloida dari tumbuhan 87 87 Cephaelis stipulacea Bl.J. jeruk besar dan dari kulit Citrus nobilis Lour. Suwarji Heryana JF FMIPA UNPAD 87 .) G. 86 bilimbi dan herba Catharanthus roseus terhadap kadar glukosa darah mencit diabet permanen Studi perbandingan kadar vinblastin dan vinkristin daun Catharanthus roseus (L. PENULIS Mindarwati INSTANSI TH Cassia alata L.* Coleus atropurpureus Benth. Cocos nucifera L. Evelyn JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB 90 31. varietas Tinnevelley Yolanda P.) Osbeck.. Cassia angustifolia Vahl. jeruk keprok Studi pemanfaatan sari bungkil kelapa pada fermentasi produksi penisilin menggunakan jamur Penicillium chrysogeum ATCC 28089 Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia daun iler (Coleus atropurpureus Benth. Isolasi alkaloida dari daun johar (Cassia siamea Lamk. Budi Utama 39.) Urban JF FMIPA ITB JF FMIPA UNAND JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB 87 35. I. Don.) G. Cassia siamea Lamk. Don. Centella asiatica (L. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 28.* Sri Harjati 86 Setiodihardjo UNPAD 30. Citrus nobilis Lour.) Urban Cephaelis stipulacea Bl.) Efek ekstrak etanol daunAverrhoa Efi Darliana T. Uji daya antimikroba sediaan krim yang mengandung sari daun ketepeng (Cassia alata L. (jeruk keprok) 86 38.) Osbeck (jeruk besar) dan dari kulit Citrus nobilis Lour. JF FMIPA ITB 90 40. Penetapan kadar sennosida B daun dan buah Cassia angustifolia Vahl.) 86 Purba A.) Osbeck Isolasi dan karakterisasi pektin dari kulit buah (jeruk besar) Citrus grandis (L) Osbeck Dian Muryani Sri Ulina Purba Sri Ulina 37.NO. Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis (L. Gunawan Yohanda Tubagus Agus N. Andy Zul Izwar 90 32. Citrus grandis (L. dari Tangerang dan Bandung 33.* Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis (L. Yulianti JF FMIPA ITB 86 34.

H. & Zyp.) 45. J. JF FMIPA UNPAD 88 kolesterol darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia . Efek ekstrak etanol rimpang jCucurma.NO." pang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Badjongga HTS. dengan GC-MS Perbandingan beberapa cara ekstraksi untuk mengisolasi kurkuminoid dari rim- JK FMIPA ITB 86 44.* Roxb.) dan minyak rimpang Curcuma domestica Val. & Zyp.Hamzah JF FMIPA UNPAD 87 49. Beberapa aspek farmakognosi temu • mangga (Curcuma mangga Val. 50.) M. Curcuma xanthorrhiza Roxb. zedoaria (Berg. domestica Val. trigliserida.) Sangat Roemantyo. Curcuma domestica Val.) Penentuan komponen utama minyak atsiri temulawak (Curcuma xanthorrhiza Teti Suryeti Semangat Kataren JF FMIPA UNPAD JK FMIPA ITB 48.) dan rimpang kunyit (Curcuma domestica Val. pada tikus putih jantan galur Wistar JFFMIPA ITB 86 43. Fitri Yunita 81 Uji efek koleretik ekstrak seluruh tanaman Elephantopus scaber (L.) terhadap kolesterol total. *. Curcuma heyneana Val.) Perbandingan beberapa cara ekstraksi Amir untuk mengisolasi kurkuminoid dari rim. 42.W. dan HDL- Pramadhia B. Pengaruh kurkuminoid dari temulawak (Curcumaxanthorrhiza Roxb. P3 Biol 89 46.* Curcuma Pengaruh perasan temu ireng terhadap deruginosa Roxb. yang bebas minyak atsiri terhadap toksisitas karbon tetraklorida pada mencit putih Swiss Webster jantan 47.* Curcuma mangga Val.) dan rimpang kunyit (Curcuma M." Penentuan komponen utama minyak atsiri Curcuma domestica Val.) Roscoe dan rimpang Adriansyah Azhari JF FMIPA ITB 87 Curcuma heyneana Val. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 41." Amir Hamzah JF FMIPA UNPAD 87 pang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. pertumbuhan kambing Sudjiman FKH UGM ' Djojosengodjo dkk. Etnobotani kunyit (Curcuma domestica Val.

) terhadap penyerapan glukosa di usus halus tikus Pengaruh campuran kurkuminoid dan minyak atsiri temulawak terhadap penyerapan glukosa di usus halus tikus Pengaruh kurkuminoid temulawak Endah Primawati JF FMIPA UNPAD 87 58.) terhadap kadar SCOT.) terhadap kadar SGOT. SGPT dan uji kualitatif HbsAg darah kelinci pada keadaan terinfeksi hepatitis B Sumiati Yuningsih JF FMIPA UNPAD 87 57. Pengaruh ekstrak air temulawak Rochyadi JFFMIPA UNPAD 87 (Curcuma xanthorrhiza Roxb. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik 54. Eli Halimah JF FMIPA UNPAD 87 59. kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia Abdul Naser JF FMIPA UNPAD 87 Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb." Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. SOFT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik 52. Pengaruh minyak atsiri temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.' Tavip Budiawan JFFMIPA UNPAD 88 Pembuatan sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dan uji beberapa sifat fisikokimianya secara KLT Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap HDL-kolesterol.NO.' Isolasi dan identifikasi senyawa kurkuminoid rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Karta JFFMIPA UNPAD 87 (Curcuma xanthorrhiza Roxb. kloroform dan metanol .) menggunakan Yani Sutiyani JF FMIPA UNPAD 87 pelarut eter minyak tanah.) terhadap pe-nyerapan glukosa di usus halus tikus 60.' Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap kadar SGOT.) terhadap fungsi empedu darah kelinci Budi Herawan JF FMIPA UNPAD 87 Robert Edward JF FMIPA UNPAD 88' 56. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 51.

) Rahman dari berbagai daerah JF FMIPA ITB 86 / 63 Curcuma javanica Curcuma Penelitian pendahuluan tentang khasiat rhizoma temulawak (Curcuma javanica} Agus Djamhuri FK UNBRA 79 terhadap kadar kolesterol darah 64. Pengaruh fraksi eter minyak bumi. Pengaruh konsentrasi dan interval pemberian pupuk melalui daun terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman wortel Siti JB FMIPA Kardinah P. 67. 70. yang bebas minyak atsiri terhadap toksi. Deiist. Daucus carota L.) Roscoe zedoaria (Berg. UNPAD 88 (Daucus carota L.sitas karbon tetraklorida pada mencit putih Swiss Webster jantan Azhari ITB 65. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 61. Salmonella typhi dan Bacillus subtilis Penetapan kadar minyak atsiri rimpang Taufik temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Roscoe bebas minyak atsiri terhadap toksisitas karbon tetraklorida Bogo Suntoro Murti JF FMIPA ITB 86 66. Datura stramonium L. JF FMIPA ITB Telaah kandungan hiosiamin dan skopolamin dalam berbagai organ tanam- JF FMIPA ITB 90 an kecubung (Datura stramonium L.* Uji daya antibakteri ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) hasil fraksinasi dengan eter minyak tanah. Sondang Komariah S.) Roscoe Askadi Reeky Charles P.* Dioscorea hispida Isolasi dan identifikasi steroida saparin dalam umbi gadung Dioscorea hispida Denst.) Roscoe dan rimpang Curcuma heyneana Val. Pemenksaan minyak atsiri rimpang temu putih Curcuma zedoaria (Berg. FF 79 UGM JK FMIPA ITB 88 .NO. Penelitian pendahuluan komponen kimia minyak atsiri Durio zibethinus Murr. Efek ekstrak etano! rimpang Curcuma Adriansyah JF FMIPA 87 zedoaria (Berg.) 69.) yang diperoleh dari daerah Pangalengan (Jawa Barat) 68.* Durio zibethinus Murr. fraksi eter dan fraksi metanol rimpang temu putih Curcuma zedoaria (Berg. kloroform dan metanol terhadap Metti Siti Hastuti JF FMIPA UNPAD 86 Staphylococcus aureus. Escherichia coli. dengan GC-MS Achmad Mustafa Fatah dkk.

Gelidiwn sp. yang diperoleh dari pantai Cilanteureum. 76.* 90 87 atsiri Gardenia augusta Merr.* T. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS J. dan Gracilaria sp.) Stend. Karakterisasi komponen kimia minyak 78. Yudono Hermansyah Amir Halim UNPAD JK FMIPA ITB FK UGM JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB 86 diperoleh secara ekstraksi Euphoria Penelitian pendahuluan senyawa saponin longan (Lour. kaca piring) dengan metode Zaini kromatografi gas cairan dan GC-MS 81. Badjongga HTS. pada tikus putih jantan galur Wistar Pemeriksaan kandungan kimia tumbuhan Elephantopus scaber (tapak liman) 72.* 80.* Euchema cottonti Euphorbia Isolasi karagenan dari Eucheuma cottonii Penelitian kandungan kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia Jack. Graptophyl Pengeringan daun handeuleum lumpictum (L. mangostana L.) Griff. ITB dkk. Aris Gumilar JF FMIPA ITB 90 75. di Malesia Pemeriksaan senyawa golongan flavonoida dari daun handeuleum (GraptophyUum pictum (L. H.* 84.* Elephantopus scaber L.) (GraptophyUum pictum (L. Uji antibakteri ekstrak akar rumput belulang (Eleusine indica Gaertn. FMIPA 81 prunifolia Jack. Eka Susanti H. Gardenia augusta Merr. Keaneka ragaman jenis GraptophyUum 86 87 pictum (L. Eleusine indica Gaertn. yang RukmiatiK. INSTANSI JFMIPA ITB TH 86 71.) dan cangkring (Erythrina fasca Lour. C. Uji efek koleretik ekstrak seluruh tanaman Elephantopus scaber L.* 79 79. dengan cara pengisian Udju Sugondho Wiwiek Herawati Ariyono FK UNPAD FB UNSOED JF FMIPA 90 83.) Garcinia Isolasi xanthone dari kulit buah Garcinia mangostana L. JF FMIPA ITB 89 87 80 73. Penelitian "anabolic effect"dan "androEwycoma longifolia Jacq.) Aty Widya Warayanti N. (Gardenia florida L. Isolasi agar dari Gelidium sp.) dalam kulit buah lengkeng Euphoria Stend. longan (Lour.NO. dan minyak rimpang Curcuma dornestica Val. genic effect" dari infus akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jacq. 77.* 74.) Griff.W.) Uji efek dari simplisia nusa indah (Musaenda erythrophylla Schum.) Griff.) Griff.) WahyuArdi ITB . Garut Trisnasari JF FMIPA ITB 88 82. Retno Damayanti Ngatijan & R. dkk.. Sugiarso JF FMIPA UNPAD JF FMIPA Erythrina fusca Lour.

) Beauv. Arg. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 85. Penelitian pendahuluan senyawa alelopati pada rhizoma Imperata cylindrica (L.) pa-da tikus putih galur Wistar Uji pengaruh ekstrak air daun katimaha Hisran H. Kaempferia pandurata Roxb.). 88.) 86. Uji efek anti radang daun bandotan (Ageratum conyzoides L.) Merr. galanga L. Hyptis pectinata (L.* Kleinhovia Susi Lahtiani hospita L.) terhadap penurunan kadar SGOT dan SGPT darah tikus putih pada keadaan hepatotoksik Formulasi salep dengan ekstrak laos dan JF FMIPA UNPAD 89 95.NO. Udju Sugondho dkk.) Merr. Isolasi dan penentuan komponen fitosterol dari lateks Hevea brasilliensis 73 Bakti Uji pendahuluan efek farmakologi isolat hiptolida dari tanaman Hyptis pectinata (L. Salmonella typhosa dan jamur Microsporum gypseum 81 . obat tradisional terhadap Candida albicans dari 87 Yuaningsih Microsporum gypseum 93.) Beauv. (Kleinhovia hospita L. 91.) Merr. 90.* Imperata cylindrica (L. Takaran terendah (MIC) sebagai antibiotik dari infusa Kaempferia galanga dibandingkan dengan ampisilin Udju Sugon dho dkk.) 88 Raehani Husein Hemandi 87. Sri Ardani penentuan daya hambatnya terhadap bakteri dan jamur Soelarto dkk. Pemeriksaan senyawa kimia golongan flavonoida dari daun dewa (Gynura procumbens ( Lour. Kaempferia 89 Efek antimikroba dari infusa Kaempferia galanga L. Mohamad Eksan Sjafiudin JF FMIPA UNPAD FMIPA UNPAD 79 96.* Languas galanga (L.) dan rimpang temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb. PENULIS Ganthina Sugihartin Murti INSTANSI JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB JK FMIPA ITB FK TH 87 Gynura procumbens (Lour.) Foil Moriana Hutabarat Sutjipto Hamim 87 89. Penelitiaij daya antijamur air kencur (Kaempferia galanga L. Hevea brasiliensis Muell.* Penelitian efek bakteriologik dan mikrobiologik dari laos merah dan putih yang segar dan yang dikeringkan terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Pemeriksaan pendahuluan senyawa kimia daun dewa (Gynura procumbens (Lour. JF FMIPA ITB 86 94.) Poit.) Stuntz. Nining 86 UNPAD FK UNPAD JB FMIPA UNPAD "90 92.

malabathricum terhadap ileum marmut jantan terpisah Linda R.* 107. Yuniarti Siregar INSTANSI JF FMIPA ITB JF FMIPA USU TH 88 85 97.) Benth. B.an mindi (Melia azedarach L.G. Pemeriksaan efek antelmintik dari biji Leucacena glauca (L.) Pers.) C. kulit batang dan buah tumbuh. diversifolia Bl.) Benth. 98. 103. Melastoma malabathri cum 109. B. Alkaloida dari Litsea glutinosa (Lour. littoralis Blume. Hesti accedentoides K.* Litsea 89 Holisotan Hakim Vita • 101.* 102. Nandini JF FMIPA ITB 87 .) C. Manihot utilissima Pohl. Alkaloida dari Litsea diversifolia Bl.) dengan cara kromatografi lapis tipis Arsyadi 90 110. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN Pemeriksaan senyawa kimia rimpang laos PENULIS lie Trisada S. 90 90 108.) I. Senyawa alkaloida dan non-alkaloida Litsea monopetala (Roxb. Budiati Euis JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JF FMIPA ITB JF FMIPA USU JF FMIPA ITB 89 100. P. terhadap Ascaris suum dibandingkan dengan Piperazin sitrat secara in vitro Isolasi alkaloida aporfin dari Litsea 99.) muda. B.) Pers. Melia azedarach L.* 90 89 Sophiata Adel Zamri Alkaloida dari fraksi fenolik Litsea glutinosa var. Leucacena glauca (L.) C. & V.* 104. Httoralis Blume Helmi Asep Adi 89 89 Suprihatna Feri 105. littoralis Blume Isolasi senyawa aporfin fraksi fenolik dari tanaman Litsea glutinosa (Lour. Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia daun mindi (Melia azedarach L. Alkaloida dari Litsea monopetala (Roxb.)Pers.* Litsea accedentoides K.* Litsea monopetala (Roxb. Tambunan 86 Studi fitokimia ekstrak etanol dan metanol daun. var. Alkaloida dari kulit akar Litsea diversifolia Bl. Rob.&V. var.* Litsea glutinosa (Lour.NO. Rob. A." Pemeriksaan kadar rutin pada daun singkong (Manihot utilissima Pohl. tua dan kuning Pengaruh infus daun Melastoma 89 Herlina Anwar Sri Widarti Bahruddin 106.

* Handayani Sudarsini Uji antibakteri zat larut dalam fraksi eter minyak tanah kulit akar kelor (Moringa oleifera Lamk. dengan GC-MS Athena Anwar JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB FF UGM JK FMIPA ITB 87 87 81 javanica DC. C. 115. 123.)Horan) dari beberapa daerah tumbuh di Singaraja (Bali) dan sekitarnya Sangat P3 Biol Roemantyo.) Horan 120. Musaenda Schum.) 89 84 oleifera Lamk.) Horan sebagai bahan kosmetik tradisional Pemeriksaan stigmasterol rimpang honje (Nicolaia speciosa (Bl.* Myristica fragrans Houtt. Buah honje Nicolaia speciosa (Bl.) pada tikus putih jantan galur Wistar 86 114. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 111. Uji efek dari simplisia nusa indah (Musaenda erythrophylla Schum..* Moringa Anaiisis beberapa unsur dan senyawa dari biji kelor (Moringa oleifera Lamk.) etythrophylla 116.) harja N.* Morinda citrifoiia L. Binsar Johanes Yun Media Uji efek hipotensif dari dekok daun pace (Morinda citrifoiia L. Momordica charantia L. klasifikasi serta kristaltsasi kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. Saifulah JK FMIPA Penentuan komponen utama minyak atsiri dari pala (Myristica fragrans Houtt. 80 Sugiarso dkk.* PPPS ITB 89 dengan GC-MS 119.* Pachyrrhizus erosus Spreng.* Oenanthe Penelitian komponen kimia minyak atsiri Ocimum sanctum L.) N.) PENULIS Miza Nemara Titi Wira- INSTANSI JFFMIPA ITB FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JFFMIPA ITB TH 90 79 112.* Oldenlandia corymbosa L.) Enny Ratnanlngsih 87 . Daya racun pachyrrhizin dan fraksi lain pada ekstrak biji bengkuang (Pachyrrhizus erosus Spreng. Gede Swasta JF FMIPA ITB 83 87 121. Telaah kandungan kimia ekstrak metanol buah paria (Momordica charantia L. 113. 122.NO. Isolasi dan anaiisis fraksi alkaloida dari daun tumbuhan mengkudu (Morinda citrifoiia L.* Ocimum sanctum L.) 89 ITB Aryetti 118.) Anaiisis komponen kimia minyak atsiri fuli pala (Myristica fragrans Houtt. dengan GC-MS Penelitian komponen kimia minyak atsiri Oenanthe javanica DC. 117.) dan cangkrtng (Erythrina jusca Lour. 124. 10 Titin Suprihatin Sudarsono Isolasi. H. Nicolaia speciosa (Bl.

133. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 125. Pemeriksaan kimia pendahuluan biji Malidin kedawung (Parkia biglobosa Auct.* Physalis angulata L. terhadap kadar glukosa darah tikus Isolasi dan penetapan karakteristik fisik senyawa alkaloida dari buncis (Phaseolus vulgaris L.* A. Benth.) Beberapa aspek farmakognosi dari buncis (Phaseolus vulgaris L. Tunggul Manullang Herman Puspita JK FMIPA UNPAD 78 JK FMIPA ITB 89 11 .' 129. Pachyrrhisus Penelitian mengenai pengaruh biji Tjioe Thio JB FMIPA 65 erosus Urban bangkuang (Pachyrrhisus erosus Urban) terhadap tikus putih kecil serta kelainan histologis yang ditimbulkannya dalam organ Bwee UNPAD 126.* Pithecellobium lobatum Benth. Rahayu Nurohman 86 131. Pengaruh jaraktanam dan pemupukan Yusi JB FMIPA 88 fosfat terhadap pertumbuhan dan hasil kacang jogo (Phaseolus vulgaris L. Uji ketahanan beberapa varietas buncis (Phaseolus vulgaris L.) Isolasi zat pahit dari akar Picrasma javanica Blume Tidak dicantum kan Evi Noviarsyah FB UNSOED 86 132. Isolasi dan identifikasi sabinen dan terpinon 4-0 dari minyak kemukus (Piper cubeba L.) Haojahan.) Bei & Cav.) Uji efek ekstrak kental buah Phaseolus vulgaris L. 130. Pemeriksaan kualitatif kandungan kimia ekstrak etanol dan ekstrak air buah ciplukan (Physalis angulata L. Phaseolus vulgaris L. Penjajagan awal senyawa saponin dalam kulit buah jengkol (Pithecellobium lobatum Benth. Piper belle L.Np.) Fudiesta Dedi -Sofyan Muchtadi UNPAD JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD 86 87 128.) terhadap Colleototrichum lindemuthianum (Sacc. & Magn. Benth.) segar dan yang telah dikeringkan JF FMIPA ITB 87 135. JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNAND 86 Zuharina 89 Pemeriksaan minyak atsiri daun sirih Sumarno (Piper betle L.) Maibaho JF FMIPA ITB 90 127.* Picrasma javanica Blume 134. Piper cubeba L.) 136. Parkia biglobosa Auct.

Rhodomyrtus tomentosa W. Euis JFFMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JFFMIPA UNAND JF FMIPA UNPAD 87 146. di Kabupaten Gowa Sunaryo dkk. E. 143. PENULIS Neneng Mupidah INSTANSI JFFMIPA UNPAD TH 87 Pembuatan sari daun suji (Pleomele angustifolia N. Ridley Penetapan kadar solasodin dari dua varietas Solanum khasianum CB.* Pleomele angustifolia N.) Pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium gpajava) terhadap otot polos usus dan pupil kelinci dan tikus putih Adam Alamsyah Agus 81 Djamhuri dkk. Usaha isolasi dan identifikasi triterpen- Gloria S.* Polypodium feei Mett.NO.) Morr.* Pluchea indica L.* Solatium Isolasi terpenoida dari daun Sapium baccatum Roxb. Clarke 12 87 Nining . Zuariah Yusuf dkk. 78 148. Ridley 149. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 137. E. 140. 139. 87 Samanca saman (Jacq. FPUNHAS 81 145. Clarke secara densHometri 88 khasianum CB. Ait. Adaptasi empat varietas tanaman kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC. Christ Natanel Zulfadly N.) terhadap bobot badan. Wananda Setiawati Yusuf Dadang FKH IPB PPPS ITB JF FMIPA UNPAD FP UNBRA FTPUGM 80 89 87 oida dari akar pakis tangkur (Polypodium feei Mett.* Psidium guajava L.* Sapium baccatttm Roxb. Pemeriksaan flavonoida dan minyak atsiri Snelly daun karamunting (Rhodomyrtus Faurhesia tomentosa W.* Penelitian daya antipiretika dari Pluchea indica (beluntas) Kajian kandungan kimia tanaman Polygonium perfoliatum L. Brown) dan peng- gunaannya dalam obat kumur 138.* Ricinus communis L. komposisi darah dan limpa pada ayam broiler 144.* Polygonium perfoliatum L. Mohamad Istari Lianuta. Ait.) Perubahan komposisi beberapa komponen lipida selama perkecambahan Ricinus coinmunis L. Sri Anggrahini& Usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan Pengaruh penggantian sebagian ransum 86 Suhardi Sumiyati FKHUGM 81 dengan biji kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC.* Psophocarpus tetragonolobus DC.) Morr. Brown. 141. 147. 142. Alkaloida dari kulit batang pohon Samanca saman (Jacq.

Jeruk maja. Kemlegi.* Membandingkan dua metode ekstraksi solasodin dari Solanum khasianum CB. Andy JK FMIPA Soelistyanto UNPAD 75 13 . terhadap ovarium tikus.* Solanum melongena L. Uji efek infusa daun Symphytum officinale L.* Alkaloida dari Stephania corymbosa Bl. Solanum tuberosum L. Clarke Lala Nurlaela Suhandra 87 151. terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan Isolasi senyawa triterpenoida dari kulit Tectona grandis L. suatu penelitian kuantitatif pada perkembangan ovum Oentoeng Soeradi 78 dkk. 2. Harmaini MJD. si macan terhadap pertumbuhan dan hasil Solanum tuberosum L. Samekto Wibowo dkk. var. 162. 3. Tectona grandis L. 154. granola pada berbagai waktu dan pola tanam 88 155. PPPS FMIPA 89 ITB JK FMIPA ITB 86 Zat pemanis Stevia rebaudiana Bertonii Infus daun Stevia rebaudiana Bertonii sebagai pemanis air teh dan uji kualitas mikrobiologinya Utari Dewi Ika Iskandar JK FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD 86 88 159.* 81 rebaudiana dan penentuan spektra inframerahnya UGM JF FMIPA UNAND 88 161.* Stevia rebaudiana Bertonii 157. Analisis kualitatif pendahuluan asam amino bebas dari buah Solanum khasianum Clarke dengan cara ke I 81 152. Srikaya.* Stephania corymbosa Bl. var. 156. dan pembuatan beberapa senyawa turunannya Amrizal M. Ine Srikandi FK UGM JB FMIPA UNPAD 78 153. Pengaruh pencekokan ekstrak daun Solanum laciniatum Ait. Pengaruh infus akar terong (Solanum melongena L.* 158.) pada kontraksi otot rahim Pengaruh tumpangsari Phaseolus vulgans L. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD FKUI TH 150.* Pengaruh ekstrak: 1.* Symphytum officinale L. Efek hipoglikemia zat pemanis dari Stevia rebaudiana Bertonii pada kelinci Gustini Sy.* Solanum laciniatum Ait.NO. FMIPA ITB Chairil Anwar FMIPA 81 160. terhadap kesuburan pada mencit Isolasi bahan pemanis dari daun Stevia Suroso dkk.

Schum.* Isolasi alkaloida dari buah Voacanga foetida (B.* Uncaria gambir (Hunter) Isolasi tanin dari Uncaria gambir (Hunter) Roxb. & Thems. Thevetia neriifolia Juss. Rusjdi Djamal dkk.* Voacanga foetida (Bl. Pemeriksaan fitokimia ekstrak etanol biji halba (Trigonella foenitmgraecum L.* Tinospora crispa (L. pada mencit putih jantan dengan metode tail flick Uji efek antiinflamasi (antiradang) infusa batang brotowali.) in vitro Z. pada tikus jantan putih Yuda Teruna UNAND Yutiardy Rival JF FMIPA UNAND 87 167. 172. 79 UNAND JK FMIPA ITB 171. Schum. Tati Hurustiati Achyar Koesnadi JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD FMIPA UNPAD FMIPA 86 168. & Thems. 170. pada mencit putih dengan metode rotating rod & sand filter Rida Ernola Akmal JF FMIPA UNAND JF FMIPA UNAND 87 88 174.NO.K Isolasi alkaloida dari daun Voacanga foetida (Bl. 86 169. Schum.) terhadap daur estrus Yarnelly Gani 80 mencit (Mus musculus) Penelitian fitokimia kulit kayu kasai yang dipergunakan sebagai obat antihamil di Sumatera Barat dkk.) Miers ex Hook f.' Stuktur dan komposisi tumbuhan yang Eming biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Notog. Uji efek penenang rebusan buah Voacanga foetida (Bl.* brotowali.) Miers ex Hook f. Tinospora crispa (L.* Tristania swnatrana Miq. Tinospora crispa (L.) K.) Uji spermisida saponin isolat dari biji Halba (Trigonella foenitmgraecum L. dan penentuan kadar Imtihanah 89 dalam ekstrak Roxb.I) K.* Trigonella foenumgraecum L. 166. Uji efek analgesik dari infusa batang Elly Panglepu- JFFMIPA ITB JF FMIPA 88 ringtiyas Hilwan 87 165. Schum. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 163. Azihar JF FMIPA UNAND 87 14 . Pemeriksaan kandungan senyawa kimia daun dan biji Tlievetia neriifolia Juss. 173. BKPH Kebasen KPH Banyumas Timur Jawa Tengah Sudiana FB UNSOED 85 164.) Miers ex Hook f. & Thems.* Pengaruh sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq.) K.) K.

* PENULIS INSTANSI JFMIPA TH Isolasi alkaloida dari akar Voacanga foetida (Bl. Bastiam Rahmanudin Veronica Bajang 88 89 UNAND JFFMIPA UNAND JF FMIPA UNPAD 177.* FK UI JK FMIPA ITB 78 78 187. Henny Setiatin JK FMIPA ITB JFFMIPA ITB 86 89 Zingiber zerwnbet Sm. 183. 178.* Zingiber ottensii Val.) K. JFFMIPA ITB 87 N. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 175.* Zingiber officinale Roxb. dan pemeriksaan daya antibakteri sari metanol Zea mays L.) 182.) Khasiat paliduri terhadap spermato genesis pada tikus putih Penelitian mengenai ada tidaknya sifat hipoglikemia pada jamu yang dikenal sebagai obat antidiabetes Survai penggunaan jamu sebagai kontrasepsi (Tahap I) Azalia Sinto dkk. 181. 180. Schum. Pengaruh tumpang sari Phaseolus viilgaris L.* Woodfordia floribunda Salisb.NO.* Zingiber aromaticum Val. 81 Woodfordia floribunda Salisb. Suherman 185. Uji efek hipotensif ekstrak akar Voacanga foetida (Bl.* Lain-lain 186. Schum. pada tikus putih jantan Analisis fitokimia simplisia sidawayah. Soekeni Soedigdo Suharti K. Pemeriksaan flavonoida dan minyak atsiri Hendra Yuliansyah dari rimpang lempuyang gajah (Zingiber zerumbet Sm. 15 . 184.) pada Latifah JF FMIPA UNPAD 87 mencit Konstituen kimia minyak atsiri dari Zingiber ottensii Val. 179.) K. Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia rimpang lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val.* FK UI 78 dkk. Pengaruh sinar cobalt 60 gamma terhadap struktur morfologi dan anatomi derivat epidemis daun tanaman jagung Sri Woelaningsih FB 80 UGM (Zea mays). dengan berbagai periode penyiangan terhadap pertumbuhan dan Marliyani JFFMJPA UNPAD 88 hasil Zea mays L. Uji efek analgesik perasan rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb. Pengkajian kimiawi ekstrak n-heksan Ida Hariati Agus Iman JK FMIPA ITB 87 dari Zingiber aromaticum Val.* 176.

Deteksi obat sintetik yang mungkin ditam. Inventarisasi tanaman obat di kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas Struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat di hutan lereng selatan gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur Riche Hariyati Eming Sudiana Sulistyani dkk. at present and in the future Sangat P3 Biol Roemantyo. JF FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD FB UNSOED FB UNSOED FB UNSOED FB UNSOED 87 194. 196. Ambar Supeni Hilda JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JB FMIPA UNPAD 189. 197. Eti Kurniati Tri Saptini Gratiana Ekaningsih dkk. 84 85 201. Jawa Barat Lain-lain 87 190. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 84 188. Traditional herbal medicines in Javanies families Sangat P3 Biol Roemantyo. Tumbuh-tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional untuk menurunkan tekanan darah tinggi Sri Herliani 79 193.* 198. Pengaraatan etnobotani serta keaslian jamu gendong di Bogor. H. Sangat P3 Biol Roemantyo. Beberapa parameter darah setelah pemberian berulang jamu antirematlk pada tikus Wistar Mencart metode identiflkasi obat sintetik yang mungkin ditambahkan dalam jamu secara cepat dan sederhana 86 191. 89 87 87 Pengaruh kurkuminoid terhadap transpor glukosa pada eritrosit manusia Penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia Khasiat tanaman obat yang didapatkan di sebagian daerah Umbul Sanga Kopeng dan BBI Ngrajeg 85 199.* 88 16 .Ella bahkan ke dalam obat tradisional secara Noorlaela kromatografi lapis tipis Tumbuhan dan produknya yang berkhasiat sebagai hepatoprotektor Sidik dkk.* 200. 88 192. 86 195. H. H. Jamu in the past.NO.

H. Sangat 205. H. P3Bioi Sangat Roemantyo. H. Timor Sangat P3 Biol Roemantyo. Indonesia Efek hipotensif beberapa tanaman di 89 210. their distribution and uses Some ethnobotanical aspects of several Sangat P3Biol 90 Roemantyo. Skrining aktivitas antifungi beberapa jenis tanaman suku Leguminosae Tumbuhan dan produknya yang 86 89 din Gumay Soetijoso Soemitro berkhasiat sebagai antidiabetes 215. Wulangi dkk. Riswan S. 79 90 ' 202. Kartolo S.NO. Sangat 89 207. Sutanti BRN dkk. Javanese medicinal plants. Indonesia 211. Sangat P3Biol Roemantyo. H. H. Sri Hertati Burhanud- 208. H. Jenis-jenis Zingiberaceae di hutan Kaliurang S. Jenis-jenis benalu yang tumbuh pada FTP IPB FB UGM JKFMIPA UNPAD JF FMIPA ITB FMIPA UNPAD 80 81 81 pohon teh Daya inhibisi berbagai ekstrak tanaman suku Leguminosae terhadap kerja enzim tripsin 213. obat dan cara pengobatan tradisional di daerafa Kupang.* 212. Utilization of wild medicinal plants and its conservation P3 Biol 90 Roemantyo. H. Pemanfaatan beberapa jenis tumbuhan dkk. Sutanti BRN dkk. P3Biol Sangat Roemantyo. 90 17 . Some ethnobotanical aspects and conservation strategy of several medicinal plants 87 209. Indonesia" Lain-lain 204. Kontribusi TOGA (Taman Obat Keluarga) bagi rumah tangga pedesaan Roemantyo. Ethnopharmacology of several medicinal plants in Manusela Ceram. Central Kalimantan. P3 Biol 90 ruminant medicinal plants 206.* 203. S . 214. Ethnobotany of several medicinal plants in Harowu village. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI FB UGM P3Bioi TH .

*. Inventarisasi tumbuh-tumbuhan obat di PENULIS Rusjdi INSTANSI FMIPA TH 81 Sumatera Barat 217. sember dan tawar Djamal Alimin Harahap UNAND JF FMIPA USU 86 18 . NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 216. Skrining fitokimia dari beberapa tumbuhan yang digunakan dalam ramuan obat tradisional Karo. yang terdapat dalam kuning (param).NO.

ABSTRAK PENELITIAN .

Kematian larval. terhadap ekstrak Ageratum conyzoides L. Dengan menggunakan spektrum ultraviolet dan spektrum kromatografl gas-spektroskopi massa (GC-MS) ditunjukkan bahwa kristal adalah flavonoida. sedangkan pengaruh garis tingkat kuadraternya sebesar 0.78). 1990. Besar pengaruh liniernya ditentukan oleh koefisien sebesar 0. Dalam penelitian ini hasil pengeluaran isi sel (ekstrak) akan diuji toksisitasnya terhadap A aegypti. Salah satu upaya penanggulangan DHF ini. (No.85%) dengan jarak lebur 84-85°C. Hidrogenasi terhadap asam anakardat hasil isolasi menggunakan katalis Raney-nickel dilakukan dengan dua metode.(No 1*) ABRUS PRECATORIUS L. 7*) ANACARDIUM OCCIDENTALE L. eter dan etilasetat. telah dila kukan isolasi asam anakardat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium occidentale L. 30 mL. 20 mL.50 mL dalam 100 mL air selama 3 x 24 jam. conyzoides. aegypti lebih dari 50% populasi terjadi pada pemberian dosis 20 mL. menunjukkan adanya tiga komponen utama. 40 mL dan 50 mL dalam 100 mL air merupakan faktor B. aegypti instar II. sedangkan analisis secara kromatografi cair tekanan tinggi (HPLC) dengan kolom ODS-Cis dan eluen MeOH:HOAc 4% = 85:15. instar HI dan instar IV merupakan faktor A. 1988. (A. aegypti) dan abate yang digunakan untuk membunuh stadia larvanya. Setelah diuapkan. conyzoides 0 mL. Diperoleh cairan kental kekuningan.6528 atau 65. JK FMIPA ITB NTUK mendayagunakan hasil sisa dari proses pengolahan biji jambu mete di Indonesia. 50 mL dengan LCso sebesar 19. Penelitian ini mencoba untuk mengungkapkan kandungan kimia dari daun. Ekstraksi secara kontinyu dilakukan terhadap daun saga untuk mengjsolasi senyawa glikosida.69%. 40 mL. dilakukan dengan cara pengasapan (fogging) dengan malation untuk membunuh vektor Aedes aegypti L.) TUTUK BUDIATI. yaitu dengan dan tanpa pengaliran gas hidrogen. Beberapa senyawa kimia berasal dari tumbuhan dapat juga digunakan untuk mengendalikan populasi serangga. Analisis secara HPLC menunjukkan adanya dua puncak dengan waktu retensi yang berbeda dari komponen dalam senyawa U 19 . Penelitian kandungan kimia tanaman ini banyak dilakukan terhadap bijinya.) HARLIA DJUHARDI. aegypti yang mati dengan pemberian dosis ekstrak A. conyzoides dalam 100 mL air menunjukkan hubungan garis linier dan kuadrater yang sangat nyata. conyzoides) mengandung senyawa kumarin. Pada hidrogenasi tanpa pengaliran gas hidrogen terbentuk kristal putih (98. Dari pencucian dihasilkan kristal berwarna kuning keputihan dan setelah rekristalisasi dalam metanol panas dihasilkan kristal putih agak kekuning-kuningan. 4*) AGERATUM CONYZOIDES L. Isi sel tumbuhan yang berupa racun tersebut dapat dikeluarkan dengan cara eksudasi maupun ekstraksi. Isolasi. 1987.28%. bahwa larva A. eugenol 5% dan sianida (HCN).0669 atau 6. Tingkat larva A. Pemberian suspensi ekstrak A. Hasil percobaan menunjukan. di laboratorium SUNOTO. asam anakardat hasil isolasi memberikan satu bercak (Rf=0. Banyaknya larval. 30 mL. Uji kepekaan larva Aedes oegypti L. residu dicuci berturut-turut dengan kloroform. P (No. Studi isolasi senyawa glikosida dari daun saga (Abrusprecatorius L. Sianida diketahui bersifat racun dan dapat membunuh mamalia dan serangga. FB UNSOED ENANGGULANGAN penyakit demam berdarah (DHF) di Indonesia masih mengalami kesulitan. identifikasi dan konversi asam anakardat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium occidentale L. aegypti instar II paling peka terhadap ekstrak A.) dengan metode kromatografl kolom. Ageratum conyzoides L^ (A. menggunakan eluen petroleumeter(40-60):dietUeter:asam format = 70:30:2. Pada uji kromatografl lapis tipis dengan eluen yang sama.33 mL dan LC95 sebesar 47. Percobaan dengan menggunakan pola faktorial dengan rancangan acak kelompok. JK FMIPAITB D AUN saga secara tradisional digunakan terhadap berbagai kelainan. JO mL.

Seandainya mencit hamil yang diberi ekstrak nanas muda ternyata melahirkan anak. dengan perlaku- an ekstrak nanas muda sebanyak 0. MACHMOED AZHAR dkk. antara induk yang diperlakukan dengan kontrol. Untuk ini akan diperiksa adanya kandungan golongan saponin. Pemeriksaan pendahuluan terhadap kulit batang dan daun menunjukkan adanya kandungan alkaloida. hasilnya tidak berbeda nyata. 1979. FB UNSOED T UJUAN penelitian ini ialah untuk mengetahui sampai umur kehamilan berapakah ekstrak nanas muda sebanyak 0. berupa kristal putih. Kehamilan mencit yang diberi ekstrak nanas (Ananas comosus L. Tumbuhan ini digunakan sebagai ramuan obat panas dalam dan sakit kepala. Untuk memastikannya perlu dilakukan analisis spektrum massa. bentuk jarum. yaitu: alkaloida T. Sebagai tolok ukur ada tidaknya pengaruh ekstrak nanas muda tersebut ialah ada tidaknya anak mencit yang lahir setelah kehamilan mencapai umur 21 hari. Isolasi dilakukan pada kulit batang segar yang dicincang halus dengan metode maserasi menggunakan metanol. JF FMIPA UNAND ntidesma tetrandum BL (bonai tanduk. FMIPA UI B 20 ELUM diketahui apakah pemakaian daun Averrhoa bilimbi L. secara tradisional ada hubungannya dengan kandungan kimia dalam daun tersebut. berupa pohon atau semak.5°C. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). jarak lebur 271-271. alkaloida T2 berupa kristal putih bentuk jarum halus sebanyak 0.2 mL per mencit berpengaruh mematikan embrio mencit (menggagalkan kehamilan) jika diberikan pada umur kehamilan 2 (dua) dan 4 (empat) hari. . Ini menunjukkan bahwa ekstrak nanas muda sebanyak 0. dimana tidak terlihat adanya ikatan olefinik. Ingin diketahui kandungan kimia pada kulit batang. Kedua alkaloida mengandung gugus amida memberikan indikasi bahwa keduanya adalah alkaloida peptida.2 mL tidak mempengaruhi perkembangan embrio mencit jika diberikan pada kehamilan umur 6 (enam) hari dan sesudahnya. sterol. 1988. Isolasi alkaloida peptida dari kulit batang Antidesma tetrandum BL A MARTONI. berupa kristal putih bentuk jarum halus sebanyak 0. yang diberikan sekali pada umur kehamilan 2 (dua). pemisahan berdasarkan pengendapan pada pH tertentu. maka sebagai tolok ukur ada tidaknya pengaruh ekstrak nanas muda tersebut adalah panjang tubuh anak mencit yang baru lahir.2 mL pada umur kehamilan 6 (enam) hari. Usaha pemeriksaan golongan kimia zat yang terkandung dalam Averrhoa bilimbi L.2 mL dapat berpengaruh terhadap perkembangan embrio mencit. Komponen utama (95%) pada hasil hidrogenasi diduga sebagai asam anakardat jenuh (15:0). jarak lebur 258-259°C.001%. sekitar 5%. Setelah dilakukan analisis dengan uji t terhadap panjang tubuh anak mencit yang baru lahir. (No. kromatografi kolom dan pemurnian dengan rekristalisasi. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Induk-induk mencit yang diberi ekstrak nanas muda sebanyak 0. 1986. suhu lebur 225°C. kemungkinan asam anakardat jenuh (13:0). dan senyawa peptida bukan alkaloida. 4 (empat). Diperoleh dua senyawa alkaloida dan satu senyawa peptida bukan alkaloida. sedangkan komponen tambahan. Dari hasil penelitian ini ternyata bahwa ekstrak nanas muda sebanyak 0. terutama jenis alkaloidanya. Hal ini didukung oleh data spektrum 1H-NMR senyawa hasil hidrogenasi. Sebagai kontrol ialah induk mencit yang hamil tanpa diberi perlakuan.. sebanyak 0. 16*) AVERRHOA BILIMBI L.01%. 9*) ANANAS COMOSUS L. (No. flavonoida.2 mL. fraksinasi dengan etilasetat dan asam tartrat. glikosida.asal. (No.) muda MULYOTO.0038%. 6 (enam) hari. Dari daun telah berhasil diisolasi dua senyawa alkaloida. alkaloida. kehamilannya dapat berlangsung dengan ditandai oleh terjadinya kelahiran yang normal. 12*) ANTIDESMA TETRANDUM BL. bantun) suku Euphorbiaceae tumbuh di daerah Sumatera Barat.

klasifikasi. WAHYONO. 20*) BAMBUSA VULGARIS SCHRAD.Contoh dari Jakarta Barat. SIDIK. 1981. Interaksi antara vitamin E dan infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. kristalisasi serta karakterisasi kandungan utama akar rebung Bambusa vulgaris Schrad. Dari fraksi ini dapat dikristalkan suatu senyawa steroida. Dari Fraksi B (dalam kloroform) dapat dipisahkan 3 bercak yang Rf-nya berbeda serta karakternya berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. dibiarkan 24 jam (kelompok I). Dari fraksi ini didapatkan kristal amorf dalam jumlah sedikit dan belum murni. terhadap nekrosis sel-sel hepar tikus putih jantan MULYONO . alkaloida. (No. (No. Isolasi. Pemeriksaan kandungan kimia dan usaha isolasi triterpenoida dari daun jungrahab (Baeckeafrutescens L. 72 jam (kelompok III). FF UGM dilakukan penelitian terhadap kemungkinan adanya interaksi antara E dan TELAH Bambusa vulgaris Schrad. Jakarta Selatan. terhadap nekrosis hepar tikus putih jantan. tanin. jarak lebur 264-270°C dan mempunyai bobot molekul 456. 2. setidak-tidaknya terdapat dalam simplisia mengenai golongan senyawa kimia. berwarna putih.) YETTY SUPATMIJATI. kristalisasi serta karakterisasi kandungan utama akar rebung Bambusa vulgaris Schrad. flavonoida maupun glikosida. kromatografi lapis preparatif. dapat dipakai dalam melakukan penilaian mutu simplisia. IMONO ARGO DONATUS. senyawa triterpenoida asam dan tanin. Tikus kelompok VI-X. Dalam daun Averrhoa bilimbi ini terdapat senyawa sterol di samping senyawa lain yang belum dapat diidentifikasi. berwarna kuning. 19*) BAECKEA FRUTESCENS L. 48 jam (kelompok II). secara oral diberi air suling sebanyak 10 mL/kg bb. Akar muda rebung Bambusa vulgaris Schrad. vitamin sepuluhinfus rebung Seratus ekor tikus secara acak dibagi menjadi 22 kelompok. kloroform dan metanol.). Triterpenoida asam yang terisolasi berupa kristal amorf. Kepada tikus kelompok I-V. yaitu sitosterin. klasifikasi. lelah dilakukan penelitian analisis fitokimia dari simplisia jungrahab (Baeckea frutescens L.. FF UGM T UJUAN penelitian adalah melakukan isolasi. (No. yaitu sitosterin. fenol. 21 . tidak berasa.25 mL/kg bb. Komponen tersebut kemungkinan adalah baeckeol. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: 1. 1981. 96 jam (kelompok IV) dan 120 jam (kelompok V). 21*) BAMBUSA VULGARIS SCHRAD. Dari Fraksi C (dalam metanol) dapat dipisahkan 3 bercak dengan Rf-nya yang berbeda serta karakternya berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. Teridentifikasi adanya minyak atsiri. Dalam minyak atsiri terisolasi komponen yang berupa kristal jarum. Soksletasi dengan pelarut yang berbeda dapat diisolasi kandungan utamanya. masing-masing kelompok terdiri 5 ekor tikus. secara oral diberi karbon tetraklorida (CCLj) sebanyak 1. berbau khas. kromatografi lapis tipis. tidak mengandung senyawa saponin. Jakarta Timur. Jakarta Utara dan Jakarta Pusat setelah diidentifikasi di Herbarium Bogoriensis diperiksa dengan cara kromatografi lapis tipis. Dari Fraksi A (dalam petroleum eter) dengan kromatografi lapis tipis dapat dipisahkan 7 bercak yang Rf-nya berbeda dan mempunyai karakter yang berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. penentuan jarak lebur dan spektrofotometri ultraviolet dan inframerah. JF FMIPA UNPAD adalah mencoba melakukan analisis susunan kandungan kimia yang MAKSUD dari penelitian ini jungrahab. Informasi tentang kandungan kimia. 1981. tidak berbau.. Dari fraksi ini dapat dikristalkan suatu senyawa steroida. Metode yang digunakan adalah soksletasi dengan petroleum eter.

1988. yaitu: (1) klon TRI 2024. diperlambat oleh vitamin E. Isolasi dan analisis minyak biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L. tumbuh dan tersebar dari Afrika Timur sampai India. Bahan penelitian yang digunakan ialah daun pucuk peko. bilangan asam 0.47%. (2) klon TRI2025.62. Sedang kepada tikus kelompok XIX-XXII diperlakukan sama seperti pada kelompok XV-XVIII. FiHphia dan daerah sekitarnya. Penelitian meliputi isolasi dan penetapan kadar kofeina secara gravimetri. Dari analisis data aktivitas SGPT dan gambaran histologis sel-sel hepar tikus putih jantan.56. JK FMIPAITB 'YAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L. Minyak mengandung resin yang menyebabkan berwarna hijau dan rasa pahit. (3) klon PS 1 dan (4) klon Kiara 8. daun pertama.) EVA SARIFAH HAYATI. antara lain klon.. bilangan penyabunan 200. fcemudian secara oral diberi infus rebung Bambusa vutgaris Schrad. 72. natrium.25 mL/kg bb. Analisis kandungan kofeina dari empat klon teh (Camellia sinensis L. karotenoida dan sitosterol.94.selanjutnya berturut-turut dibiarkan 24 sampai 120 jam seperti pada kelompok I-V.Akan diteliti sifat kimia dan fisika minyak nyamplung. Analisis kualitatif terhadap senyawa tak tersabunkan. kemudian secara subkutan diberi vitamin E 220 mg/kg bb. Di beberapa tempat minyak digunakan untuk berbagai keperluan. nm25=66.) adalah tumbuhan yang besar batangnya. kadar 40% b/v sebanyak 10 mL/kg bb. kadar 40% b/v. daun ketiga. (No. atau untuk penerangan. JF FMIPA UNPAD menjadi teh TEH sebagai komoditi ekspor diolahdari kebunbeberapa macam produk.006%. Data kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas menunjukkan bahwa asam lemak utama adalah palmitat. biarkan lagi berturut-turut: 24.. Kemungkinan karena terjadinya interaksi farmafcokinetik atau farmakodinamik antara vitamin E dan zat berkhasiat dalam infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. bersama-sama dengan pemberian vitamin E. 1988. daun indung dan daun tua. dan membandingkannya dengan minyak nabati lain yang biasa dikonsumsi manusia. serta pemeriksaan histologjs sel-sel hepar setelah dicat dengan hematoksilin-eosin. viskositas dan bqbot jenis. bilangan penyabunan. Jenis asam lemak diperiksa dengan metode kromatografi kertas. stearat. Sifat kimia yang ditentukan adalah bilangan yodium. daun pemeliharaan.71. bilangan ester 199. Proses penyembuhan nekrosis hepar tikus putih jantan (karena CCU) oleh infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. kalsium dan besi. (No. ternyata mengandung tanin. Isolasi minyak dari biji nyamplung menggunakan sokslet dan pelarut n-heksan. Kelompok XI XIV. kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas. 48. selanjutnya dibiarkan lagi seperti pada kelompok XI-XIV. tangkai muda. senyawa tak tersabunkan 1. agar minyak nyamplung dapat dimanfaatkan lebih luas. tokoferol. dapat disimpulkan bahwa proses penyembuhan nekrosis hepar tikus putih jantan (karena CCLj) tidak dapat dipercepat oleh vitamin E. yaitu: bilangan yodium 99. Dari penelitian ini diperoleh sifat kimia dan fisikanya. biarkan 24 jam. 23*) CALOPHYLLUM INOPHYLLUM L. seperti untuk pengobatan sakit kulit dan kusta. kemudian diukur aktivitas SOFT secara spektrofotometri dengan metode Reitman Frankel. bilangan asam dan senyawa tak tersabunkan. kadar abu 4. 24*) CAMELLIA SINENSIS L. dan 96 jam untuk kelompok XI.9265. XIII dan XIV Semua tikus kelompok XV-XVIII secara oral diberi CCU seperti kelompok XI-XIV. XII.83 cP. selalu berdaun hijau. kecuali bahwa pemberian infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. biarkan selama 24 jam.). Produk teh tersebut berasal yang terdiri dari bermacam-macam Telah dilakukan analisis kandungan kofeina dari empat macam klon teh (Camellia sinensis L..hijau dan teh hitam. Setelah masing-masing kelompok mendapat perlakuan.4762. membuat sabun. 22 . oleat dan linoleat. Sifat fisika yang ditentukan adalah indeks bias. Analisis abu menunjukkan adanya logam kalium. Indonesia Timur. daun kedua. serta analisis statistik dari data yang diperoleh. Mekanisme penghambatannya belum diketahui dengan pasti. d30 = 0.) JOHANSYAH. n<j 25 = 1. semua tikus diberi CCLj 1. Bijinya mengandung minyak sekitar 42%.

67%. daun tua: 1. daun pertama: 4.).81%. FTP UGM UJUAN penelitian adalah Tbahan makanan manusia. tangkai muda: 2. t>) Serapan ultraviolet kapsaisin cabe merah menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 235. daun indung: 1.06% dan 24. 1980. 247. longum S. 247. b) daun pertama: 4.35. daun pemeliharaan: 1. 25*) CAPSICUM ANNUUM L. Dari spektrum inframerah dan spektrum massa tersebut dapat dikatakan bahwa kapsaisin dart cabe merah maupun dari cabe gendot. Hasil penetapan kadar kofeina dalam semua daun teh dari empat macam klon teh (Camellia sinensis.88%. • klon TRI 2025: daun pucuk peko: 1.0 nm. Pemanfaatan biji pepaya Carica papaya L.5 nm.. yaitu dengan bobot molekul 293. daun pemeliharaan: 1. daun kedua: 3. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biji pepaya kering mengandung protein dan lemak dalam jumlah besar. 321. daun tua: 1. tangkai muda: 1. daun tua: 1.50%. daun kedua: 3. dalam larutan basa serapan maksimum bergeser menjadi 220. memiliki gugus fungsi yang sama serta komponen kapsaisinoid yang sama pula. daun pemeliharaan: 1. sedang dari cabe gendot berkisar antara 0. daun kedua: 2. Kemudian direfluks selama 2 jam. dibandingkan dengan hasil analisis yang sama pada kapsaisin dari buah cabe gendot (Capsicum annuum var. kofeina yang terbentuk dimurnikan dengan jalan menarik dengan kloroform.49%. jauh di bawah batas yang diizinkan dalam bahan makanan. daun indung: 1. abbreviatum F. di sampmg kapsaisin dengan bobot molekul 305.92%. untuk mengetahui sejauh mana biji pepaya dapat dimanfaatkan sebagai Contoh yang diteliti adalah biji pepaya dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).0 nm. c) Pengamatan spektrum inframerah ekstrak cabe merah maupun ekstrak cabe gendot menu jukkan pita-pita serapan yang sama.9748 bagian per juta. daun ketiga: 2.16%.50%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapsaisin dari buah cabe merah (Capsicum annuum var. daun pemelihara: 1.95%. Analisis dilakukan dengan kromatografi lapis tipis.49%.30 sampai 0.5 nm. untuk bahan makanan SOEWEDO HADIWTYATO dkk. Serapan ultraviolet kapsaisin cabe gendot menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 229 nm dan 279 nm.57%. Cara ini dilakukan dengan menambahkan magnesium okslda sebanyak 50% b/v untuk membantu membebaskan alkaloida kofeina dari ikatan garamnya.61%. b) daun pertama: 3.30 sampai 0.86%.20%.73%. Studi perbandingan kapsaisin dari buah cabe merah dan cabe gendot (Capsicum annuum L.18%. yaitu masing-masing adalah 23. JK FMIPAITB "APSAISIN dikenal sebagai penyebab rasa pedas pada buah cabe (berbagai spesies tanaman dengan us Capsicum). spektrofotometri ultraviolet dan inframerah.0 nm dan 280. daun indung: 1. tidak mengandung tanin dan enzim papain.74%. tangkai muda: 2. tangkai muda: 2. ' klon PS 1: daun pucuk peko: 4.48%. 23 . daun pertama: 4.) PRITA KRESNA.5 nm dan 295. daun kedua: 4. dalam larutan basa serapan maksimum bergeser menjadi 220.31%.) yang ditetapkan secara gravimetri menunjukkan.Isolasi kofeina dilakukan dengan menggunakan metode Bailey-Andrew yang dimodifikasi (AOAC 1975). daun indung: 1. (3) klon PS 1 dan (4) klon Kiara 8. L. Zat racun asam sianida (HCN) terdapat dalam jumlah 0. 1987. bahwa kadar kofeina dalam: (1) klon TRI2024 lebih besar daripada dalam(2) klon TRI2025. daun ketiga: 2.84%.23%. daun ketiga: 2.33%. (No. ° klon Kiara 8: daun pucuk peko: 4.0 nm.91%.13%. daun tua: 1. Kadar kofeina yang diperoleh adalah sebagai berikut.37.38%.0 nm dan 290.22%.307. Juga d) spektrum massa kapsaisin dari cabe merah maupun dari cabe gendot menunjukkan adanya 3 senyawa yang mirip kapsaisin.48%}.63%.51%. 26*) CARICA PAPAYA L. (No.). Analisis berdasarkan: a) kromatografi lapis tipis menunjukkan harga Rf kapsaisin dari cabe merah berkisar antara 0.02%. daun ketiga: 2. • klon TRI 2024: daun pucuk peko: 86%.68%.70%.

memberikan reaksi positif alkaloida. Citrus grandis (L. salep scrap. resonansi magnet nuklir (NMR) dan GC-MS. Minyak biji pepaya berwarna kuning dan mempunyai peluang baik sebagai minyak makan.26%. Karakterisasi senyawa dilaku- kan dengan menentukan jarak lebur dan pemeriksaan spektroskopi ultraviolet. Tpemanfaatan buah jeruk tersebut timbul banyak buangannya. 1986.Untuk bahan makanan. (No. Tujuan ini adalah mana sari daun ketepeng dapat ditambahkan ke dalam sediaan salep menjadi sediaan yang baik dan mapan tanpa mengurangi khasiat pengobatan. (jeruk besar) adalah salah satu jenis dari suku Rutaceae.8904 cP. Kandungan metosil dalam pektin ditetapkan dengan dua cara. Secara spektroskopis diperoleh informasi adanya 5 proton aromatik. dengan viskositas 0. Uji daya antimikroba salep yang mengandung sari daun ketepeng Cassia alata L. SRI HERJATI SETIODIHARDJO. biji pepaya kurang baik jika dibuat tahu karena warna coklat hitam tidak menarik.70%. Penelitian ini dimaksudkan hasil Setelah maserasi. inframerah. Kadar minyak yang dapat diekstraksi dari biji pepaya dengan cara pengepresan adalah: 11. dan kadar protein rendah. Diperoleh kristal jarum.) Osbeck. 1 gugus metilen. bahan diduga gramina.06 pada konsentrasi larutan pektin 2 g/L dan pada suhu 25°C. sediaan salep yang mengandung sari daun ketepeng memberikan efek bakterisid terhadap Staphylococcus aureus. JF FMIPA UNAND Cephaelis stipulacea Bl. Pengujian terhadap daya antimikroba dari kandungan sari sediaan salep tersebut dilakukan dengan metode perforasi dan kontak dengan mikroba uji Staphylococcus aureus. salep tercuci dan salep yang dapat larut dalam air. 1987. karena sifat-sifat yang sama dengan sifat-sifat minyak makan nabati lain. JK FMIPA ITB ANAMAN Citrus grandis (L. suhu 25°C) dari larutan pektin adalah: 1.41%. Hasil analisis dengan reaksi kimia dan spektrum inframerah menunjukkan bahwa senyawa yang berhasil diisolasi dari kulit buah jeruk besar adalah senyawa pektin. 1987. pemurnian dilakukan dengan cara rekristalisasi. segar diperoleh pektin sebesar 0. Dosis sari ditentukan berdasarkan kenaikan MIC yang masih dapat ditampung oleh dasar salep. rasa pedas getar. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi pektin dari kulit buah jeruk besar menggunakan pelarut pengendap etanol dan pemurnian secara pengendapan ulang. pemeriksaan alkaloida dilakukan secara kromatografi lapis tipis dan pemisahan kromatografi kolom. serta bobot molekul 174. DlAN NURYANl. 1 gugus N-dimetil dan 1 N-H.82% berat basah. 36*) CITRUS GRANDIS (L. Penentuan viskositas dengan metode viskosimetri Oswald menghasilkan viskositas relatif terhadap pelarut (air suling. dengan menggunakan pelarut minyak dietileter adalah: 24. 29*) CASSIA ALATA L. yaitu terutama kulitnya.) Osbeck. Isolasi alkaloida dari tumbuhan Cephaelis sdpulacea BL YULIANTI. (No.) Osbeck. dengan metode 24 . Biji pepaya baik untnk bahan sumber minyak nabati. Dari kulit buah Citrus grandis (L. yaitu 2. tidak berwarna dengan jarak lebur 122-128°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 2 sampai 4 x MIC. 35*) CEPHAELIS STIPULACEA BL. DARI penelitian fitokimiauntuk mengisolasi alkaloida dan memeriksa senyawauntuk isolasi. (No. Isolasi dan karakterisasi pektin dari kulit buah jeruk besar.) OSBECK. JF FMIPA UNPAD dikenal tradisional untuk pengoSARI daun ketepeng (Cassia alata L.) sudah lama penelitiansebagai obatuntuk mengetahui sejauh batan penyakit kulit dan sebagai pencahar. Pseudomonas aeruginosa dan Microsponim gypseum. sedang terhadap Pseudomonas aeruginosa bersifat bakteriostatik. Bentuk sediaan salep yang digunakan adalah salep lemak.

luka-luka kecil. Temu ireng yang sudah tua dibuat perasan dengan konsentrasi 50% dan 25%. (No. sebagai obat pcmbanding digunakan obat cacing Panacur 0. Hesperidin dari Citrus grandis Osbeck.15 kg. SUWARJlHERYANA. dengan metode pektase: 2.5%. saponm dan minyak atsiri.. Setelah isolasi dtlakukan pemurnian dan uji kualitatif. Dari hasil pemisahan ini dilakukan pemeriksaan kandungan senyawa kimia secara kromatografi lapis tipis. Data spektrum ultraviolet. Pemisahan kandungan kimia dilakukan dengan isolasi secara soksletasi bertingkat. Pengamatan dilakukan seminggu sekali selama 8 minggu. Pemberian obat dilakukan secara oral dan selama peneiitian domba diberi makan dan minum ad libitum.917 kg.1 kg. tiap minggu sekali. kelompok III diberi temu ireng dengan konsentrasi 50% dan dosis 2.. JF FMIPA UNPAD ELAH banyak diketahui bahwa daun iler (Coleus atropurpureus Benth. tiap-tiap kelompok terdiri 3 ekor domba. bahwa kadar air dalam daun iler segar adalah sekitar 83.7%.72 ± 0. kelompok II diberi temu ireng dengan konsentrasi 25% dan dosis 2.5 mL/kg bb. Ekstrak yang diperoleh kemudian digunakan untuk pemisahan lebih lanjut melalui kromatografi cepat. Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis Osbeck. jeruk besar dan dari kulit Citrus nobilis Lour.1987. wasir. di samping sebagai pencuci mata.penyabunan diper.829 kg. 37*) CITRUS NOBILIS LOUR. menggunakan berbagai pelarut dengan polaritas meningkat mulai dari pelarut yang non-polar sampai ke pelarut yang polar. kelompok IV = 2. bahwa pertambahan bobot badan kelompok I rata-rata= 0. Kelompok I dan kelompok III ada perbedaan. adalah hesperidin flavonon.5 mL/kg bb.4 ± 0. Dua belas ekor domba betina. kelompok II = 1. 1981. menggunakan berbagai pelarut dengan polaritas yang berbeda. JK FMIPAITB ILAKUKAN isolasi senyawa hesperidin dari 2 macam kulit jeruk.5% dan dosis 5 mg/kg bb. fiavonoida. ialah Citrus grandis Osbeck: dan Citrus nobilis Lour. inframerah dan NMR menunjukkan bahwa hespiridin yang dihasilkan oleh kedua macam jeruk tersebut berbeda. lujuan peneiitian ini adalah untuk mengetahui kandungan kimia dan spesifikasi farmakognosi dari daun iler. terhadap pertumbuhan kambing SUDJIMANDJOJOSENGODJO dkk. Hasil pengamatan selama 8 minggu menunjukkan. Pemeriksaaan pendahuluan kandungan kimia daun iler (Coleus atropurpureus Benth. Temu ireng merupakan obat tradisional pernah diteliti terhadap askaris babi in vitro dan cacing askaris pada anak ayam in vivo yang hasilnya dapat memberikan harapan. Ke25 . FKH UGM P ENELITIAN ini dilakukan untuk memperoleh data penggunaan obat tradisional terhadap pertumbuhan domba. (jeruk besar) diduga hesperidin calkon dan hesperidin dari Citrus nobilis Lour. cacingan.05% dan kadar minyak atsiri dalam serbuk daun iler sekitar 0.. jeruk keprok D SRI ULINA PURBA. Kelompok I sebagai kontrol.32 ± 0. umur kira-kira 6 bulan. diambil secara random.2%.05).. 41)* CURCUMA AERUGINOSA ROXB.) Tyang digunakan untuk pengobatan sakit tetinga. Jika dibandingkan kelompok I dengan kolompok II ada perbedaan yang nyata (P< 0.. Telah diteliti pengaruh perasan temu ireng terhadap pertumbuhan domba. kelompok HI = 1.) adalah salah satu tanaman Pengaruh perasan temu ireng Curcuma aeruginosa Roxb.1).047%. penentuan macam gugus fungsi ditentukan secara spektrometri NMR. tiap 4 minggu sekali. (No. sedang kelompok IV diberi obat cacing Panacur 0. (No. mematangkan bisul dan perawatan setelah haid serta pemeliharaan pusar bayi. Senyawa kimia yang teramati adalah alkaloida. namun perbedaan ini tidak nyata (P<0. Dari hasil peneiitian diperoleh informasi. dibagi menjadi 4 kelompok. 1986. 40*) COLEUS ATROPURPUREUS BENTH.1 ± 0.oleh 4.

6%. CH2. Dihasilkan ekstrak kentaf kurkuminoid dan minyak atsiri 0.38%. Dari pemeriksaan kromatografi lapis tipis. Hal ini ditunjang oleh data spektroskopi inframerah yang diungkapkan seperti di atas. Penelitian meliputi pemeriksaan pendahuluan. 1988. Penentuan komponen utama minyak atsiri temulawak Curcuma xanthorrhiza Roxb. terlihat 9 komponen minyak atsiri dan 2 komponen kurkuminoid. 26 . yang menganalisis komponen minyak kromatografi tipis dan Lunaw (1959). Gunster Honvad dan Rao (1964). jumlah komponen dalam minyak atsiri ini ditentukan dengan kromatografi gas-cairan. Minyak diperoleh dengan cara destilasi uap dari rhizoma kunyit segar. CH3. 1986.) P TETI SURYETi. (No. tetapi pertambahan tersebut hanya ±16. PENELITIANoleh Dieterle dandengan caraatsiri temulawaktapis(1943). Spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus C = O. tetapi juga tidak nyata (P < 0. namun menunjukkan hasil yang berbeda dalam hal jenis dan jumlah komponen utama yang terdapat dalam minyak. Rendemen minyak atsiri yang diperoleh dari rhizoma kunyit tua lebih besar dibandingkan rendemen minyak atsiri dari rhizoma kunyit muda. menimbulkan pertambahan bobot badan domba. Isolasi kurkuminoid dilakukan dengan cara soksletasi dengan pelarut metanol. Hasil analisis dengan kromatografi gas-cairan dan GC-MS menunjukkan bahwa minyak atsiri kunyit mengandung dua komponen utama. dan kromatografi gas. C = C . Terhadap minyak atsiri rhizoma kunyit dilakukan analisis gugus fungsi dengan spektrofotometer inframerah. Analisis kualitatif dilakukan dengan kromatografi lapis tipis. Berdasarkan kromatogram minyak atsiri kunyit tua dan kunyit muda ternyata kadar turmeron dalam kunyit tua lebih besar dibandingkan dalam kunyit muda. isotasi zat berkhasiat. (No. 48*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Penetapan bobot molekul masing-masing komponen dilakukan dengan spektrometer massa. Dari fragmentasi massa dapat disimpulkan bahwa kedua komponen utama minyak atsiri rhizoma kunyit adalah turmeron dan ar-turmeron. Wmkler antara lain Kaiser (1932. JK FMIPA ITB tentang komponen minyak telah dilakukan oleh beberapa orang ahli. Hal ini dapat diperlihatkan dari hasil perbandingan luas puncak masing-masing komponen dalam kunyit tua dan muda. jika dibandingkan dengan pertambahan bobot badan menurut Dove. Dalam penelitian ini akan diperiksa komponen utama minyak atsiri dari rhizoma Curcuma domestica Val.lompok I dan kelompok IV ada perbedaan. Penenetuan komponen utama minyak atsiri kunyit _ (Curcuma domestica Val. isolasi minyak atsiri dengan destilasi cara Stahl seperti tercantum dalam Farmakope Indonesia Edisi III dan Materia Medika Indonesia. & Zyp. JK FMIPAITB ENELITIAN komponen minyak atsiri beberapa jenis Curcuma yang lain sudah dilakukan. serta gugus aromatik.005%). Malingre (1971) dan Purseglove (1981) juga telah mengidentifikasi komponen dalam minyak atsiri temulawak. 43*) CURCUMA DOMESTICA VAL. dilanjutkan dengan analisis kualitatif.1933).) dengan GC-MS P FlTRl YUNITA. 1988. Kesimpulan: pemberian perasan temu ireng dengan konsentrasi 25% dan 50% dan dosis 2. & ZYR Beberapa aspek farmakognosi temu mangga (Curcuma mangga Val. (No. Oleh karena itu diadakan penelitian untuk mengetahui golongan senyawa kimia dan jumlah komponen utama yang terdapat dalam minyak temulawak. JF FMIPA UNPAD ENELITIAN ini dimaksudkan untuk menentukan beberapa spesifikasi simplisia dan mengisolasi minyak atsiri dan kurkuminoid yang terkandung di dalam rimpang temu mangga. yang salah satu komponennya mempunyai HRf yang mendekati HRf desmetoksikurkumin. 47*) CURCUMA MANGGA VAL. Minyak atsiri hasil destilasi uap berwarna kuning agak jingga dan berbau seperti bau tanaman penghasilnya. SEMANGAT KATAREN.5 mL/kg bb.

20 mg kurkuminoid + tween + air. 27 . eter minyak tanah-etanol. (No. eter minyak tanah-aseton. 15 mg dan 20 mg dalam tween 80 dan air menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah. Basil menunjukkan bahwa. JF FMIPA UNPAD P ENELITIAN ini bertujuan untuk mencari khasiat yang lebih spesifik tentang pengaruh kurkuminoid terhadap HDL-kolesterol. JF FMIPA UNPAD ini akan berbagai pelarut untuk mengisolasi kurkuminoid. kromatografi gas dan kolom. heksan. Setiap kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut. Cara isolasi ialah: a) soksletasi dengan aseton. 1987. 3% kolesterol. monoterpen-0. Perbandingan beberapa cara ekstrasi untuk mengisolasi kurkuminoid dari rimpang temulawak Curcuma xanthorrhiza'Roxb. ternyata dalam fraksi terpen terdapat 6 komponen utama. seskuiterpen dan seskuiterpen-0. Ternyata soksletasi dengan aseton merupakan cara yang paling efisien. masing-masing: tween 80. tetapi menurunkan kadar kurkuminoid isolat. AMIR HAMZAH MAUZY. PENELITIAN rendemenmembandingkan efektifitasserta pengaruh minyak atsiri terhadap rendemen ditinjau dari dan kadar kurkuminoid. Ternyata pemberian kurkuminoid 10 mg. Pengaruh kurkuminoid dari temu lawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Rendemen ditentukan secara gravimetris dan kadar isolat ditentukan secara spektrofotometri dengan menggunakan suiar tampak. Penetapan kadar tersebut dilakukan pada kelinci normal setelah pemberian kolesterol dan setiap minggu selama 6 minggu setelah pemberian kurkuminoid. ternyata minyak temulawak terdiri dari 30 senyawa yang merupakan campuran senyawa monoterpen. dan rimpang kunyit Curcuma domestica Val. c) maserasi dengan etanol dan ekstraksi air. Pemisahan minyak atsiri dengan cara destilasi uap tidak berpengaruh terhadap rendemen isolat. Dalam percobaan ini digunakan kelinci jantan yang dibagi menjadi 7 kelompok.kolesterol. Dalam fraksi terpen-0 terdapat 4 komponen utama dan 2 komponen terpen-0 lainnya dengan kadar yang relatif kecil. sedang dosis 20 mg kurkuminoid menaikkan HDL. sedang kadar trigliserida dengan metode GPO-PAP. Kurkuminoid diisolasi dengan cara ekstraksi menggunakan berbagai 5 pelarut organik dan air. berdasarkan analisis kromatografi lapis tipis.Minyak atsiri rimpang temulawak diisolasi dengan cara penyulingan dengan air selama 5 jam. Penetapan kadar kolesterol total dan HDL-kolesterol dalam serum dilakukan dengan metode CHOD-PAP. trigliserida dan HDL-kolesterol darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia PRAMADHIA BUDHIDJAYA.) terhadap kolesterol total. eter minyak tanah-heksan-aseton. kelompok II sampai dengan kelompok IV diberi per oral. masing-masing terdiri dari 3 ekor kelinci. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol). dan kadar kurkuminoid isolat. 50*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. (No. kelompok V sampai dengan VII masing-masing diberi per oral 3% kolesterol selama 10 hari dan diikuti masing-masing dengan 10 mg. kemudian dianalsis jumlah komponen terpen dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas dan terakhir dilakukan pemisahan komponen terpen dan terpen-0 dengan kromatografi kolom.. etanol. 15 mg dan 20 mg kurkuminoid + tween + air. kolesterol total dan trigliserida darah dari kelinci dalam keadaan hiperlipidemia. Berdasarkan analisis terhadap fraksi terpen dan terpen-0 dengan kromatografi gas. b) refluks dengan aseton. 49*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. 1988.

VI dan VII masing-masing diberi per oral karbon tetraklorida 0. 1988. JF FMIPA UNPAD ekstrak air temulawak (Curcuma DALAM penelitian ini ingin diketahui pengaruh dan trigliserida darah kelinci xanthorriza Roxb. 15 mg dan 20 mg. 10 mL ekstrak air temulawak. N. yang 28 . Ingin diketahui apakah dalam sediaan tersebut selama penyimpanan terjadi degradasi pada fraksi-fraksi zat berkhasiat yang terdapat dalam sari rimpang temulawak. Pengaruh kurkuminoid dari temulawak terhadap kadar SGOT. Kelompok III diberi 1 mL Tween 80 dalam 7 mL air. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol). Masing-masing kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut..) dan uji beberapa sifat fisikokimia secara kromatografi lapis tipis BUDI HERAWAN. 15mg/hari dan 20 mg/hari dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT. 54*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. kelompok V sampai dengan VII masing-masing diberi per oral 3% kolesterol selama 10 hari dan diikuti masingmasing dengan 6 mL. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik. Pembuatan sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air temulawak dapat menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia. masing-masing kelompok terdiri dari 3 ekor kelinci. sedangkan penetapan kadar ChE dilakukan dengan metode Knedel M dan R. JF FMIPA UNPAD distandarkan TABLET dan kapsul dari sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Setiap kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut. walaupun jenis penyakit hati tersebut belum jelas. diproduksi oleh beberapa pabrik farmasi di diresepkan oleh dokter. temulawak dapat menycmbuhkan penyakit karena kelainan hati. sedang kadar trigliserida dengan hidrolisis enzimatis (Boehringer Mannheim).. Bottger.05 mL/kg bb. setelah pcmbcrian karbon tetraklorida dan setiap satu minggu pada proses pemberian kurkuminoid temulawak.( o 5 * CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB.) telahIndonesia dan menjadi obat golongan fitoEerapi. masing-masing terdiri dari 3 ekor kelinci. dan pada hari berikutnya masing-masing diberi kurkuminoid temulawak 10 mg. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik S TAVIP BUDIAWAN. tetapi hal ini belum terlihat jelas pengaruhnya terhadap HDL-kolesterol. JF FMIPA UNPAD EBAGAI obat tradisional. kelompok II diberi karbon tetraklorida 0. Kelompok V. Penetapan kadar kolesterol total dan HDL-kolesterol dalam serum dilakukan dengan metode CHOD-PAP. 1987. 8 mL dan 10 mL ekstrak air temulawak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kurkuminoid temulawak terhadap kadar SGOT. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol). ( o 53*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. N.05 mL/kg bb. (No. Pengambitan sampel darah dilakukan pada saat kelinci dalam keadaan normal.) terhadap HDL-kolesterol. 2) Pengaruh ekstrak air temulawak terhadap HDL-kolesterol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurkuminoid temulawak dengan dosis 10 mg/hari. Penetapan kadar SGOT dan SGPT dilakukan dengan metode standar yang dioptimasi dari Deutsche Gesellschaft fur Klinischc Chemie. Percobaan dilakukan menggunakan 18 ekor kelinci jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok. dan menaikkan kadar ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik. kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia ABDUL NASER. masing-masing: 3% kolesterol. Dalam percobaan ini digunakan kelinci yang dibagi menjadi 7 kelompok. Kelompok IV diberi per oral 20 mg kurkuminoid temulawak dalam 7 mL air dan 1 mL Tween 80. yang masing-masing dilarutkan dalam 7 mL air dan 1 mL Tween 80. kelompok II sampai dengan kelompok IV diberi per oral. kolesterol total dalam keadaan hiperlipidemia. 1987.

Secara organoleptis sari cair yang terbentuk berwarna kuning jingga. Akan diteliti pengaruh temulawak terhadap kadar bilirubin total. SGPT dan uji kualitatif darah kelinci pada keadaan terinfeksi Hepatitis B SUMIATI YUNINGSIH.) terhadap fungsi empedu darah kelinci ROBERT EDWARD ARJTONANG. 1987.) terhadap kadar SGOT. 20 mg dan 25 mg secara oral tiap hari selama 42 hari dan darah untuk pemeriksaan diambil sekali seminggu sebanyak 6 kali. Kelompok IV. berbau khas. sedangkan uji HBsAg dilakukan dengan metode Reverse Passive Hemagglutination. Kelompok I adalah kelompok kontrol. Kelompok III diberi serum hepatitis B 1 mL/kg bb. Dibuat sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. 2. Penetapan kadar SGOT dan SGPT dilakukan dengan metode standar yang dioptimasi dari Deutsche Gesellschaft fur Klinische Chemie.) terhadap kadar SGOT. (No. Kelompok II diberi ekstrak air temulawak 10 mL. Kurkuminoid diberikan pada 5 kelompok dengan dosis masing-masing: 5 mg. 55*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. c) terhadap sinar matahari tldak langsung. perlu dilakukan. 1988. Penelitian lebih lanjut tentang mekanisrhe kerja serta penggunaan hewan percobaan dari lain spesies. Percobaan dilakukan menggunakan 7 kelompok kelinci. magnesium stearat). masing-masing kelompok terdiri dari 2 ekor kelinci. mg 20 mg dan 25 mg secara oral menurunkan kadar kolesterol total dan bilirubin total serta menaikkan kadar asam empedu darah kelinci. Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. JF FMIPA UNPAD pengaruh (Curcuma xanthorrhiza PENELITIAN ini ingin mengungkapkan dan HBsAgekstrak air temulawakkeadaan terinfeksi virus Roxb. (No. 15 mg. setelah pemberian serum hepatitis B dan tiap satu minggu pada proses pemberian ekstrak air temulawak. Setelah terinfeksi oleh virus hepatitis B. SGPT darah kelinci pada hepatitis B. Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Dalam percobaan digunakan kelinci yang dibagi menjadi 6 kelompok. tetapi tidak berpengaruh terhadap virus hepatitis B. 10 mg. Dengan menentukan kadar bilirubin total. Pengambilan sampel darah dilakukan pada saat kelinci dalam keadaan normal. asam empedu dan kolesterol total dalam darah kelinci akan diketahui pengaruh kurkuminoid temulawak. dan d) terhadap penambahan zat pengisi (laktosa. asam empedu serum kelinci dan kolesterol total dalam darah kelinci. 10 mg. 29 . asam stearat. 56*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. b) pada suhu sampai 60°C. Hasil uji beberapa sifat fisikokimia secara kromatografi lapis tipis menunjukkan bahwa sari rimpang temulawak cukup stabil: a) pada proses pembuatan. amilum. 8 mL/hari dan 10 mL/hari dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT darah kelinci yang ada pada keadaan terinfeksi virus hepatitis B. Ternyata kurkuminoid dengan takaran 5 mg. JF FMIPA UNPAD URKUMINOID dari temulawak yang dapat Kmenambah pengeluaran kolesterolmerupakan suatu kolagoga. 8 mL dan 10 mL secara oral. V dan VI masing-masing diberi 1 mL serum hepatitis B secara intravena. setiap kelompok terdiri dari 3 ekor.disebabkan oleh pengaruh zat atau bahan yang sengaja ditambahkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air temulawak 10% b/v dengan dosis 6 mL/hari. yaitu suatu bahan kurkuminoid hati dan empedu.) dengan cara perkolasi menggunakan penyari alkohol 70% dan ditentukan beberapa sifat fisikokimianya. masing-masing 6 mL. Hasil dari penelitian ini adalah: 1. berasa pahit pedas. satu kelompok digunakan sebagai kontrol dan pada satu kelompok diberikan pelarut. pada hari berikutnya diberikan ekstrak air temulawak. sari kental berwarna coklat dan sari kering berwarna kuning. 15.

Penelitian ini akan mengungkapkan perbedaan secara kualitatif dan kuantitatif minyak atsiri rimpang temulawak yang berasal dari berbagai daerah. Pengujian 'daya antibakteri dilakukan dengan tiga metode. Hasil uji sentivitas terhadap bakteri Staphylococcus aurues. yaitu: a) metode cakram kertas. Salmonella typhi dari kelompok bakteri gram negatif. metode c) kontak memberikan hasil paling memadai. 10) Wonogiri dan 11) Purwodadi. 2) Surakarta. yaitu: ekstrak kloroform terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dan terhadap ekstrak metanol terhadap Bacillus subtilis. Dalam daya antibakteri dengan cara ekstraksi bertingkat dengan menggunakan eter minyak tanah. Dari intensitas warna basil dinamolisis dan kromatografi lapis tipis. 1987. 7) Tasikmalaya. Uji daya antibakteri ekstrak temulawak hasil fraksinasi dengan eter minyak tanah.84 ± 0. 1986. Pemeriksaan kurkuminoid dilakukan dengan dinamolisis. Kadar minyak atsiri terbesar terdapat dalam rimpang temulawak yang berasal dari daerah Surakarta. Pada saat yang sama dilakukan uji zat murni kurkumin dan monodesmetoksikurkumin hasil isolasi dari ekstrak kloroform. menggunakan pelarut eter minyak tanah. kloroform dan metanol terhadap Staphylococcus aureus. Rimpang temulawak diekstraksi secara fraksinasi menggunakan pelarut eter minyak tanah. 1986. Ada zat antibakteri yang tidak dapat berdifusi ke dalam medium yang mengandung air. b) metode perforasi dan c) metode kontak. Bacillus subtilis dari kelompok bakteri gram positif dan Escherichia coli. kloroform dan metanol. 62*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. yaitu: 31. 3) Tawangmangu. 61*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Jumlah komponen kimia yang dapat dipisahkan sebanyak 11 sampai 14. kloroform dan metanol. atsiri dan komponennya serta kadar 30 . Salmonella typhi dan Bacillus subtilis METTI SITI HASTUTI. dan terkectl dari daerah Purwodadi. waktu panen dan pengolahan. 60*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Daya antibakteri dari temulawak cukup kuat dan dapat mencapai derajat sensitif pada konsentrasi 8% ekstrak.JF FMIPA UNPAD UJUAN penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa kurkuminoid melalui beberapa pelarut berpolaritas meningkat.80%. Kadar minyak atsiri dtperiksa menggunakan alat destilasi Stahl. Rimpang temulawak segar diperoleh dari daerah: 1) Lembang. kloroform dan metanol. JF FMIPA UNPAD dilakukan penelitian tentang efek kurkuminoid sebagai antiTELAH banyak penelitian ini ingin diketahui potensiminyak atsiri danminyak atsiri yang diperoleh bakteri. 8) Garut. Isolasi dilakukan dengan alat sokslet menggunakan pelarut petroleum eter. Kurkuminoid tersebut diidentifikasi sebagai kurkumin dan desmetoksikurkumin.12%. 9) Sragen. reaksi warna dan kromatografi lapis tipis.44 ± 1.(No. Isolasi dan identifikasi senyawa kurkuminoid rimpang Curcuma xanthorrhiza Roxb. 5) Bumiayu. diketahui bahwa dalani ekstrak kloroform dan metanol diperoleh banyak kurkuminoid. komponen kimia terbanyak (14 bercak) terdapat pada minyak atsiri rimpang temulawak dari Cirebon dan Tawangmangu dan paling sedikit (11 bercak) terdapat dalam rimpang dari Lembang dan Surakarta. (No. Di antara ketiga metode pengujian. 6) Cirebon. untuk mencari metode isolasi yang paling efektif. Penetapan kadar minyak atsiri rimpang temulawak dari berbagai daerah TAUFIK RACHMAN. (No. kloroform dan metanol T YANI SUTIYANI. yaitu: 5. JF FMIPA UNPAD Mkurkuminoid yang sangat tergantung pada tempat tumbuh. 4) Yogyakarta. UTU rimpang temulawak ditentukan oleh kadar minyak. pemisahan komponen kimia minyak atsiri dilakukan secara kromatografi lapis tipis. menunjukkan bahwa tiap pelarut secara sendiri-sendiri tidak dapat menarik sempurna zat antibakteri yang terdapat dalani temulawak.

Mekanisme kerja yang pasti tidak dapat diungkapkan dalam penelitian ini. dilakukan isotasi dengan metode destilasi uap dan dihasilkan minyak berwarna kuning muda. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang cara isolasi diosgenin yang paling tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman Dioscorea hispida Denst. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rhizoma Curcuma javanica (temulawak) ternyata mampu menurunkan kolesterol darah pada anjing. 70*) DURIO ZIBETHINUS MURR. JK FMIPA ITB Sberasal dari suku Bombacaceae. FK UNBRA T UJUAN penelitian ini ialah untuk raengetahui khasiat rhizoma Curcuma javanica (temulawak) terhadap kadar kolesterol darah. Terdapat 2 varietas Dioscorea hispida Denst. kulit dan akar durian dapat digunakan sebagai obat tradisional. C-H dari metil dan metan serta C — O dari asam karboksilat. Analisis dengan spektrofotometri ultraviolet darJ minyak atsiri memberikan minimal satu puncak pada panjang gelombang maksimum 251 nm.(No. yang menurut penelitian ini. sedang dari jenis yang berumbi putih diosgenin baru berhasil diidentifikasi. Kapsul temulawak dan Atromid diberikan bersama pada waktu makan pagi. 63*) CURCUMA JAVANICA Penelitian pendahuluan tentang khasiat rhizoma temulawak (Curcuma javanica) terhadap kadar kolesterol darah AGUS DJAMHURI. 69*) DIOSCOREA HISPIDA DENST. Untuk mendapatkan minyak atsiri dari durian. anjing dipuasakan terlebih dahulu dari jam 18. 1988. Yogyakarta dan 2) umbi gadung yang berwarna putih dari Bantul. sedangkan data inframerah memberikan informasi adanya gugus fungsi OH dari suatu hidroksi. Percobaan dilakukan menggunakan 6 ekor anjing dewasa yang diperkirakan sehat. ACHMAD MUSTAFA FATAH.00 sampai jam 8. Selain itu juga buah. 1979. terbukti mengandung senyawa diosgenin. Setiap akan diperiksa kadar kolesterol dalam darah. tanpa memandang spesies.gian sampai 1000 m di atas permukaan laut. 31 . yang konstruksi ringan dan buahnya sebagai makanan segar.) dengan GC-MS SONDANG KOMAR1AH SlMATUPANG. (No. agar diperoleh hasil kristal diosgenin secara maksimum. bobot badan antara 10-12 kg. khususnya pada tahap akhir pengerjaan. Tanaman ini ditanam untuk diambil kayunya sebagai bahan ALAH satu tanaman yang mengandung minyak atsiri adalah durian (Durio zibethinus Murr. FF UGM UJUAN penelitian mengetahui TDenst. Tujuan penelitian pendahuluan ini adalah menyelidiki komponen kimia minyak atsiri dari buah ter. Penelitian lebih lanjut yang berkaitan dengan dosis dan hepatotoksisitas perlu dilakukan. 1979. Penelitian pendahuluan komponen kimia minyak atsiri durian (Durio zibethinus Murr.30 atau sekitar 14 jam. senyawa diosgenin dalam tanaman Dioscorea hispida terdapat di Contoh yang diteliti adalah: 1) umbi gadung yang berwarna kuning dari daerah Sleman. yang banyakadalah untuk Indonesia. siang dan sore. Isolasi dan identifikasi steroida saponin dalam umbi gadung Dioscorea hispida Denst.sebut yang salah satu negara asalnya adalah Indonesia (terutama Kalimantan dan Sumatera). (No. Dari jenis tanaman yang berumbi kuning berhasil diisolasi kristal diosgenin. semua mengandung senyawa diosgenin. Analisis melalui kromatografi gas dengan kolom OV-I 5% memperlihatkan adanya minimal 26 komponen. Dengan GC-MS diduga bahwa minyak atsiri durian mengandung suatu senyawa karboksilat yang mempunyai bobot molekul 104 dengan rumus molekul C4H803. jenis kelamin tidak dibedakan dan kisaran kadar kolesterol darah sekitar 250 mg/100 mL. Turn.buhan ini tumbuh di tanah daratan kering atau tanah berbatu-batu yang beriklim tropis pada keting. daun.).

Ternyata ekstrak etanol dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhosa dengan MIC pada konsentrasi 37. kloroform dan metanol. 32 . tetapi tidak " diketemukan bercak yang bereaksi positif terhadap pereaksi Dragendorff yang biasa dipakai untuk Penelitian pendahuluan senyawa saponin dalam kulit buah lengkeng RETNO DAMAYANTI. Senyawa tersebut tersebar di seluruh bagian tanaman tersebut. (No. dilanjutkan dengan analisis fitokimia dari ekstrak tanaman tersebut berturut-turut dalam eter minyak tanah.18 mg. maka dapat diketahui metode yang paling baik yang dapat dipakai.) ATY WiDYAWARUYANTI.4 mg. Uji antibakteri ekstrak akar rumput belulang (Eleusine indica Gaertn.cara infundasi.5% dan Sarcina lutea dengan MIC pada konsentrasi 12. (No. Dengan melakukan ini. Pemisahan komponen kimia dilakukan dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif dan kromatografi kolom. Sedangkan pada Sarcina lutea sensitif pada dosis 11.6 mg ekstrak. JF FMIPA UNPAD Rkan sebagai obat tradisional antara lain untuk kejang-kejang.) Stend. alkaloida dan golongan sterol atau terpen. demam. yang diperoleh secara ekstraksi RUKMIATI K. sensitif sedang pada dosis 3. Hasil uji sensitifitas dengan cara perforasi menunjukkkan bahwa ekstrak etanol sensitif terhadap Salmonella typhosa pada konsentrasi 4 kali MIC.6 rag dan 3.(No.4 mg dan 5. dan sensitif sedang pada dosis 5. Dari pemeriksaan pendahuluan diketahui Uji daya antibakteri dilakukan terhadap: 1) ekstrak etanol yang diperoleh dengan cara perkolasi dan 2) ekstrak air yang diperoleh dengan. Ambarawa. 1986. sistempelarut yang cocok dan lain-lain.) suku Graminae. Penelitian kandungan kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia Jacq. Temanggung. suku Sapindaceae banyak ditemukan di daerah sekitar Semarang. 1987. Dari hasil uji dengan cara cakram kertas. Bacillus subtilis. Dengan cara penentuan seperti di atas.) STEND.5%. maka diduga tanaman ini juga mengandung saponin dan tanin. tetapi tidak menghambat pertumbuhan bakteri Klebsiella pnemoniae.18 mg. sedangkan analisis dilakukan secara kromatografi lapis tipis. tumbuh liar sebagai gulma. sehingga sangat memudahkan penelitian lebih lanjut. khususnya terhadap senyawa alkaloida dan triterpenoida. JK FMIPA ITB LENGKENG atau Euphorbia longan (Lour. COKRONEGORO 1981. 76*) EUPHORBIA PRUNIFOUA JACQ . Wonosobo. UMPUT belulang (Eleusine indica Gaertn. tanin. FMIPA UNPAD T UJUAN penelitian ini adalah untuk mencari senyawa kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia secara kasar. Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. spektroskopi ultraviolet dan inframerah. 73*) ELEUSINEINDICA GAERTN. Magelang dan Malang (dataran tinggi yang beriklim agak dingin). Seperti halnya golongan Sapindaceae lainnya. Penentuan dilakukan dengan cara morfologi dan mikroskopi. Penelitian pendahuluan telah dilakukan untuk menentuan senyawa kimia dalam pucuk daun dari tanaman Euphorbia prunifolia Jacq. terhadap pereaksi Liebermann-Burchard pada analisis dengan kromatografi lapis tipis. Terhadap Sarcina lutea sensitif sedang pada konsentrasi 3 sampai 4 kali MIC dan resisten pada konsentrasi 1 sampai 2 kali MIC. ekstrak etanol sensitif terhadap Salmonella typhosa pada dosis 11. Untuk melengkapi informasi penelitian akan diperiksa efek ekstrak akar rumput belulang sebagai antibahwa akar rumput belulang mengandung senyawa golongan saponin. cacingan dan diare. dan sensitif sedang pada konsentrasi 1 sampai 3 kali MIC. diguna- bakteri dalam kaitan kegunaannya sebagai obat diare. Sedang ekstrak air tidak menghambat semua bakteri uji. diketemukan dua senyawa tunggal yang bereaksi positif penentuan adanya senyawa alkaloida.. 77*) EUPHORBIA LONGAN (LOUR.

2) Infus 10% menyebabkan kenaikan berat prostat tidak cukup berarti serta kenaikan berat musculus-Ievator ani tidak bermakna. 3) Infus akar pasak bumi 20% menyebabkan kenaikan berat prostat tidak bermakna serta kenaikan berat musculus-Ievator ani tidak berarti. lalu dilakukan pemisahan dan pemurnian dengan cara kromatografi lapis tipis menggunakan eluen CHCb :C6H6 (7:3). hasil ekstraksi yang ada dalam n-butanol. dengan Spektrum pe33 . Hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1) Infus pasak bumi 5% ternyata memberikan kenaikan berat prostat yang tidak berarti dan tidak memberikan kenaikan berat musculus-Ievator ani secara signifikan. Penelitian pendahuluan ini dimaksudkan untuk raengetahui jenis saponin. 3) Infus 20% memberikan kenaikan relatif berat prostat tidak cukup bermakna dan penurunan yang tidak cukup signifikan dari vesikula seminalis. HERMANSYAH AMIR. 79*) GARCINIA MANGOSTANA L. Isolasi xanthone dari kulit buah Garcinia mangostana L. Contoh yang diteliti adalah infus akar pasak bumi (dibuat oleh Bagian Resep Fakultas Farmasi UGM) menggunakan tikus galur Lembaga Makanan Rakyat (LMR) berumur 21-23 hari dengan bobot badan 48 -55 gram. Penelitian terhadap androgenic effect memberikan hasil sebagai berikut: 1) infus akar pasak bu- mi 5% memberikan kenaikan berat prostat tidak berarti dan penurunan berat vesikula seminalis yang tidak berarti. (manggis. Pelarut yang digunakan adalah aseton 80%. Spektrum inframerah senyawa ini menunjukkan adanya puncak yang kuat dari gugus -OH pada daerah sekitar 3500-3250 cm" . 1979. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa saponin yang ada ialah dari jenis terpenoida. Turner dan Andrew Wilson. CHC13 dan CeHe. memiliki getah berwarna kuning Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui adanya xanthone yang terdapat pada kulit buah tanaman tersebut.Akan diteliti kulit buah terhadap adanya senyawa kimia saponin. Dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif berhasil dipisahkan lima macam senyawa. C = C.dapat dimakan. Ekstraksi dilakukan dengan memakai tiga macam pelarut dengan polaritas berbeda-beda. Hidrolisis terhadap hasil ekstraksi dengan n-butanol diharapkan dapat menghasilkan sapogenin. (No. kadar dan gugus fungsi yang ada. keluarga Guttiferae. CHC13:etilasetat (1:1).. YUDONO. Gugus fungsi dengan spektrofotometri inframerah. Kadar saponin ditetapkan dengan cara spektrofotometri. H. 2) Infus 10% memberikan kenaikan berat prostat yang tidak bermakna dan penurunan tidak berarti dari berat vesicula seminalis. 1990. Spektrum inframerah terhadap hasil reaksi asetilisasi menunjukkan bahwa puncak -OH yang ada menjadi hilang. pohonnya tinggi dan berdaun lebat. etilasetat dan n-butanol.) pada "rat" NGATIJAN. C = O. ( No. Penelitian anabolic effect dan androgenic effect infus akar pasak bumi pada tikus jantan dilakukan dengan metode yang dianjurkan oleh Robert A. banyak tumbuh dan pada seluruh bagian tumbuhan. dan b) dari hasil pengukuran dengan spektrofotometer inframerah yang menunjukkan adanya gugus-gugus O-H. 78*) EURICOMA LONGIFOLIA JACQ. FK UGM apakah di bumi yang TUJUAN penelitian ini adalah untuk mencari jawaban merangsangdalam infus akar pasakmempunyai dikatakan mempunyai khasiat menggemukkan dan gairah kelakian itu efek androgenik ataupun anabolik. JK FMIPAITB manggu) termasuk G arcinia mangostana L. Senyawa hasi! ekstraksi ini kemudian dipisahkan dan dimurnikan dengan cara kromatografi kolom dan kromatografi lapis tipis. R. Puncak ini akan hilang jika senyawa tersebut diasetilisasi. ditunjukkan dari: a) hasil pengukuran dengan spektrofotometer ultraviolet yang menunjukkan adanya 3 serapan maksimum pada daerah panjang gelombang 230 nm-400 nm. benzen dan metanol. Penelitian "anabolic effect" dan "androgenic effect" dari infus akar pasak bumi (Euricoma longifolia Jacq. dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut petroleum eter. Senyawa ketiga dan keempat masih dalam bentuk campuran. Dugaan adanya xanthone pada kulit buah Garcinia mangostana L. Selanjutnya ditetapkan suhu lebur senyawa yang didapat. buah tersebar di daerah tropis. C-H.

(No. kromatografi gas. N. Miquel (1850). juga karena tumbuhan ini dalam interaksi dengan tumbuhan lain mengeluarkan zat alelopati atau zat pengatur tumbuh tanaman yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman lain di sekitarnya. (Gardenia florida L. linalol. var. Griffith (1854). yaitu pada: 1750-1650. Purwodadi dan Bogor menunjukkan bahwa di kawasan Malesia (meliputi Malaya. Indonesia.) GRIFF. SUTJIPTO HALIM. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti adanya senyawa inhibitor pertumbuhan yang mungkin terdapat dalam rhizoma alang-alang. pictum.. JK FMIPAITB UNGA Gardenia augusta Merr. lurido-sanguineum. rubrum dan var. Keanekaragaman jenis Graptophyllumpictum (L. viride. var. selain oleh kemampuan bersaing yang tinggi. 1987. Filipina dan Papua Nugini) terdapat 6 varitas Graptophyllum pictum. Dua di antaranya belum pernah dipertelakan orang.) Griff. dan diduga adalah mangostin.) BEAUV. Dengan cara di atas terungkap adanya terpineol. terutama akan diteliti kemungkinan adanya senyawa kumarin. album. album dan lurido-sanguinem. yang dikenal dengan nama alang-alang. Backer & Bakhuizen van den Brink Jr. Dari banyaknya penambahan koleksi dan hasil pengamatan di lapangan ternyata variasi dan warna daun Graptophyllum pictum sangat besar. dan BIndonesia.d Brink Jr. tidak dapat dipakai lagi. pembuatan diskripsi. 89*) IMPERATA CYLINDRICA (L. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan terhadap 140 spesimen yang merupakan koleksi Herbarium Bogoriensis LBN Bogor serta tanaman yang tumbuh di daerah Purwokerto.) Griff.1400-1200. 0) Karakterisasi komponen kimia minyak atsiri Gardenia angusta Merr. FB UNSOED P ENELITIAN Linnaeus (1762). dan 750-60 cm'T. Penelitian pendahuluan senyawa alelopati pada rhizoma Imperata cylindrica (L. penentuan nama sementara dan pembuatan kunci determinasi. beta-mangostin dan gamma-mangostin. Hooker (1885) dan Merril (1918) mengenai Graptophyllwn pictum (L. (1965) membuat kunci determinasi untuk membedakan 3 varitas yang dikenal dan diakuinya ada di Jawa dan diberi nama viride. 83*) GRAPTOPHYLLUM PICTUM (L. tetapi penelitian tentang menghasilkan aroma untuk parfumaugustabanyak didapat di komposisi kimia minyak Gardenia di Indonesia belum mendapat perhatian. Isolasi minyak atsiri dari bunga gardenia dilakukan dengan soksletasi terus menerus dengan eter pada 40°C dan ekstraksi langsung dengan alkohol pada suhu kamar.1650-1450.) Beauv. etil benzoat. belum dapat menggambarkan keanekaragaman varitas atau takson yang ada dalam jenis tersebut. GC-MS serta spektroskopi inframerah. (No. hingga saat ini masih lebih banyak dipandang sebagai salah satu tumbuhan rumput pengganggu bagi tanaman yang dibudidayakan di atas lahan kering. Hal ini disebabkan. Dari hasil tersebut diduga terdapat xanthone pada kulit buah Garcinia mangostana L. kaca piring) dengan metode kromatografi gas-cairan dan GC-MS HALIM ZAINI. Penelitian yang dilakukan ialah pengamatan spesimen segar. yaitu var. GC-MS. ( o 8 * GARDENIA AUGUSTA MERR. Isolasi dilakukan dengan ekstrakst dan analisis dengan kromatografi lapis tipis. Kristal yang diperoleh adalah beta-terpineol. benzil asetat. di Malesia WIWIK HERAWATI. 1986. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk lebih memperjelas konsep varitas Graptophyllum pictum di Malesia. flavo-rubrum. JK FMIPA ITB I mperata cylindrica (L. seperti pada xanthone standar. var. linalil asetat dan stirolil asetat.nyerapan maksimum pada panjang gelombang dan intensitas yang sama. Dalam tulisan disajikan pertelaan lengkap dan kunci determinasi semua varitas tersebut. pemeriksaan spesimen herbarium. 34 . sehingga kunci yang dibuat oleh Backer & Bakhuizen v. var.) Beauv. 1989. Analisis kualitatif dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas cairan.

(No. FMIPA UNPAD U NTUK mengetahui kebenaran efek bakteriologik dan mikologik dari laos. efektif? Tujuan adalah mencari Ekstrak laos berkadar: 15%. 1979. JF FMIPA UNPAD PAKAH masih mempunyai daya antibakteri dan antifungi yang Apenelitiansalep ekstrak laosformulasi sediaan salep yang cocok bag! ekstrak laos. Microspomm canis dan Trychophyton violaceum.. kelompok II sebagai kelompok normal diberi ekstrak 400 mg/kg bb. Phyllanthus niruri L. Salmonella typhi dan jamur Microsporum gypseum MOHAMAD EKSAN SJAFIUDIN. antara lain: Curcuma domestica Val. asam vanilat dan vamlin. berpengaruh terhadap penurunan kadar SGOT pada dosis 200 mg. 30%. parutan dan air perasan. emulsi minyak dalam air (M/A) dan dasar salep larut dalam air.) adalah salah satu tumbuhan yang tumbuh di Sulawesi Selatan yang digunakan sebagai obat tradisional untuk pengobatan penyakit hati. 1989. Uji pengaruh ekstrak air daun katimaha (Kleinhovia hospita L. terhadap penurunan kadar SGOT dan SGPT pada tikus putih yang telah diinduksi dengan karbon tetraklor (CCI4). dan tiap kelompok terdiri dari 4 ekor..dalam minyak (A/M). ( o 96*) LANGUAS GALANGA ( ) STUNTZ. sedangkan sebagai jamur uji digunakan 35 . STUNTZ. JF FMIPA UNPAD banyak dijumpai terutama di Asia. 1981.Katimaha (Kleinhovia hospita L. N.. Daya hambat salep terhadap jamur tidak dapat diperoleh hasil yang meyakinkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air daun Kleinhovia hospita L.. N. Penelitian ini meliputi uji pengaruh ekstrak air daun Kleinhovia hospita L. Dari 8 komponen tersebut 4 komponen di antaranya diduga adalah asam o-kumarat. Akhir-akhir imi PENYAKIT hati masih hasil penelitian tentang tumbuh-tumbuhan dandiproduknya yang mempunyai banyak dikemukakan aktivitas untuk perlindungan hati.Hasil analisis dengan kromatografi gas diperoleh data yang menunjukkan adanya minimal 8 komponen dalam ekstrak eter dari rhizoma. Laos yang diteliti dibuat dalam bentuk irisan.. Kelompok VI diberi CCLj dan ekstrak 600 mg/kg bb. asam benzoat. tetapi tidak memberikan hasil yang signifikan terhadap penurunan kadar SGPT. L) Formulas! salep dengan ekstrak laos dan penentuan daya hambatnya terhadap bakteri dan jamur SRI ARDANI SOELARTO.. Curcuma xanthorrhiza Roxb. L Penelitian efek bakteriologik dan mikologik dari laos merah dan laos putih yang segar dan yang dikeringkan terhadap bakteri Staphylococcus aureus. jamur Microsporum gypseum. Kelompok V diberi CCLf dan ekstrak 400 mg/kg bb. Kelompok HI sebagai kelompok kontrol. dengan dan tanpa penambahan asam cuka.) terhadap penurunan kadar SCOT dan SGPT darah tikus putih pada keadaan hepatotoksik Susi LAHTIANI. Kelompok IV diberi CCU dan ekstrak 200 mg/kg bb. penyakit kumng dan hepatitis. 60% dalam dasar salep hidrokarbon. telah dilakukan penelitian in vitro terhadap laos merah dan putih yang segar dan yang dikeringkan. ( o 95*) LANGUAS GALANGA ( . Silybiwn marianum L. Jumlah ekstrak yang dapat diserap oleh keempat dasar salep tersebut maksimum 20% dan salep ekstrak laos yang memberikan daya hambat terhadap bakteri adalah salep dengan kadar 30% untuk dasar salep hidrokarbon dan dengan kadar 15% dan 30% bagi dasar salep emulsi air dalam minyak. emulsi ah. Kumarin tidak ditemukan. diberi CCLi dan air suling 2 mL. Sebagai bakteri uji digunakan Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi. 400 mg dan 600 mg/kg bb. 94*) KLEINHOVIA HOSPITA L. Eclipta alba Haask. Tikus putih dikelompokkan menjadi 7 kelompok. Kelompok I sebagai kontrol normal (tanpa diberi CCU dan ekstrak). termasuk Indonesia. 1\imbuh-tumbuhan itu. diuji terhadap bakteri Staphylococcus aitreus.

Sedangkan dari 478 spesies tanaman yang termasuk genus Litsea sampai saat ini baru 34 spesies yang telah diselidiki kandungan alkaloidanya. dan prosesnya mencakup beberapa tahap. bahwa alkaloida yang berhasil diisolasi adalah suatu aporfin yang bersifat fenolik dan mengandung substituen pada posisi 1. Jika dibandingkan hasil pengukuran daerah hambat terhadap kedua bakteri uji dari laos segar dan yang dikeringkan dengan jumlah berat yang sama pula. No. HESTI BUDIATI. yang pada umumnya jenis apomorfin.O diasetil aktinodafnin. 100*) LITSEA DIVERSIFOLIA BL. Alkaloida dari kulit akar Litsea diversifolia BL Euis HOLISOTAN HAKIM. 2. obat kanker dan sebagainya. Salah satu genus Dalam percobaan ini. Analisis kemurnian dari produk yang berhasil diisolasi dilakukan dengan kromatografi lapis tipis. Ternyata Litsea accedentoides juga mengandung alkaloida dari jenis aporfin. fraksi basa melalui pemisahan dengan cara yang sama menghasilkan pula suatu senyawa berbentuk kristal jarum yang berwarna kuning. 1989. dilakukan dengan mengisolasi bahan tanaman yang kering dan menghasilkan basa alkaloida yang mudah rusak karena pengaruh udara dan penyinaran. Pemisahan senyawa dari fraksi yang tidak larut dalam asam menggunakan kromatografi kolom. Data spektroskopi dari kedua senyawa kristal tersebut identik dengan yang 36 .Microsporum gypseum. Data spektroskopi ultraviolet. baik jenis merah dan putih. Isolasi alkaloida aporfin dari Litsea accedentoides K. dilakukan dengan cara spektroskopi yang lazim. Litsea diversifolia adalah salah satu spesies yang terdapat di Indonesia dan belum pernah diungkapkan kandungan kimianya. isolasi alkaloida. 1989. 9 dan 10. pemisahan konstituen fenolik dan non-fenolik. 99*) LITSEA ACCEDENTOIDES K. Penetapan struktur ketiga senyawa tersebut di atas. inframerah dan NMR menunjukkan. Melalui kedua turunan senyawa tersebut dapat disimpulkan. efek daya hambat laos merah lebih nyata dibandingkan dengan yang putih. Ldari suku Lauraceae yang mengandung alkaloida adalah Litsea dan alkaloida yang biasanya ditemukan dalam genus ini adalah jenis aporfin. (No. & V. maupun bentuk pengolahan parutan dan irisan. JK FMIPA ITB L itsea merupakan salah satu dari 18 genus suku Lauraceae yang memiliki kandungan alkaloida. sedangkan reaksi asetilasi menggunakan Ac2O dan piridin menghasilkan N. JK FMIPAITB AURACEAE merupakan suku tumbuhan yang biasanya mengandung alkaloida. Selanjutnya. Penambahan asani cuka memperlihatkan perbedaan daya hambat yang besar daripada jika tidak ditambahkan. yaitu penghilangan lemak dari materi tumbuhan. Hasil yang didapat ini sesuai dengan penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya terhadap Litsea. & V. Isolasi alkaloida dilakukan berdasarkan sifat basa dari alkaloida. Reaksi N-metilasi dengan HCOH dan NaBH4 terhadap basa alkaloida tersebut menghasilkan kasitisin. Terutama terhadap Staphylococcus mtreus. tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dalam daya menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur uji. Beberapa senyawa apomorfin dilaporkan mempunyai aktivitas fisiologis yang penting seperti obat jantung. Pengkajian kimia kulit akar Litsea diversifolia dalam penelitian ini. Laos yang dikeringkan. menghasilkan suatu senyawa berupa kristal jarum yang tidak berwarna sebagai komponen utama. menggunakan pereaksi pendeteksi yang spesifik untuk alkaloida. telah diteliti kandungan alkaloida dari spesies Litsea accendentoides. diikuti dengan pemisahan menggunakan kromatografi kolom. bahwa basa alkaloida yang merupakan komponen utama Litsea diversifolia adalah aktinodafnin. maka akan terlihat nyata bahwa laos segar menunjukkan daerah hambat yang lebih besar dari laos yang dikeringkan. Dari hasil penelitian dengari laos yang segar dapat dilihat bahwa daya menghambat pertumbuhan bakteri uji dan jamur uji dari laos ini cukup besar dan terlihat pula adanya perbedaan efek antara laos merah dan laos putih.

JK FMIPA ITB (Lour. menggunakan gel sebagai fase diam dam pelarut organik kloroform. 0.35. ADEL ZAMRI. inframerah dan GC-MS. 1989. (No.19. Bercak kedua dengan Rp 0. VITA SOPHIATA. Dari kelima bercak tersebut. B. belum diteliti lebih lanjut.74. littoralis Blume. pemisahan fraksi fenolik dan non-fenolik. littoralis-Blume Lditemukan di Indonesia. Alkaloida dari Litsea diversifolia Bl. JK FMIPA ITB itsea glutinosa (Lour. 0. Analisis dilakukan dengan cara kromatografi lapis tipis. NMR dan GC-MS. bahwa alkaloida 1-N. HELMI. 0. littoralis Blume.) C.) C. Untuk mengetahui jenis alkaloida lain yang terkandung dalam kulit akar Litsea diversifolia. ROB. Rob. Dengan spektroskopi NMR dan GC-MS diperoleh dugaan.) C. dilakukan pengujian pada alkaloida fenolik dengan perkolasi menggunakan metanol yang diikuti dengan pemisahan alkaloida fenolik dari alkaloida total. var. Hasil kromatografi lapis tipis menunjukkan adanya empat bercak. diperoleh 5 bercak dengan Rf: 0.51.dan Rob. Dari kulit akar fraksi non-fenolik diperoleh kristal dengan jarak lebur 207-209°C. merupakan salah satu Litsea glutinosaIndonesia. Isolasi dilakukan dengan pengaruh udara dan cahaya. Ketiga senyawa yang lain belum diperiksa. 102*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR. B. Rob. salah satu dari empat senyawa diduga sebagai benzil-isokuinolin.tumbuhan yang ditemukan di belum pernah dilaporkan Penelitian ini Pemisahan dilakukan dengan perkolasi menggunakan heksan dan metanol. Penelitian ini dilakukan terhadap kulit akarnya. B. JK FMIPAITB ENELTTIAN terdahulu menyatakan bahwa Litsea diversifolia BI. Data spektroskopi senyawa hasil isolasi tersebut. 37 . Analisis dilakukan dengan spektroskopi ultraviolet. benzen dan metanol sebagai fase gerak. tiga di antaranya menunjukkan uji alkaloida positif terhadap pereaksi Dragendorff. N dimetilamin-N-oksida-7-hidroksi-3. kemudian dilakukan bertujuan untuk meneliti kandungan alkaloida fraksi non-fenolik dari kulit akar dan kulit ranting Litsea glutinosa. (No.kandungan alkaloidanya. yang menghasilkan senyawa alkaloida yang mudah rusak karena Pemeriksaan dengan kromatografi lapis tipis. maka zat ini merupakan alkaloida baru dan untuk ini perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan. B. B.3-metilendioksi-6-metoksi fenantren. penentuan jarak lebur dan pemeriksaan spektroskopi ultraviolet. merupakan salah satu tumbuhan yang cara ekstraksi secara maserasi. Dengan spektroskopi. Untuk memisahkan masing-masing komponen dilakukan kromatografi kolom. littoralis Blume. Alkaloida dari Litsea glutinosa (Lour. Spektroskopi inframerah menunjukkan alkaloida aporfin yang mengandung gugus hidroksi pada C-9. Jika zat ini benar. menghasilkan senyawa berupa kristal yang mengkilat dengan jarak lebur 164-166°C. var.) C. inframerah. var.69 dan 0. 101*) LITSEA DIVERSIFOLIA BL. 1989. Dari kulit ranting fraksi non-fenolik dihasilkan kristal dengan jarak lebur 189-191°C dan dengan spektroskopi ultra- violet diperoleh alkaloida fenantren. var.) C. Rob. ROB. 1990.C. Alkaloida dari fraksi fenolik Litsea glutinosa (Lour. Sedangkan tiga koraponen lain dari kedua fraksi tersebut.) B. 103*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR. Isolasi dilakukan secara kromatografi lapis tipis. (No. sedangkan 2 komponen lainnya belum diteliti lebih lanjut.82. mengandung actinodafnin jenis > aporfin sebagai alkaloida utama.diperoleh dari aktinodafnin. identik dengan senyawa boldin yang telah diketahui sebelumnya.

setelah dilakukan kromatografi kolom dan rekristalisasi.32.34.75. ROB Isolasi senyawa aporfin fraksi fenolik dari tanaman Litsea glutinosa (Lour. 0. Ddafnin.wa ini dikenal sebagai senyawa aktinodafnin. (No. 0. Salah satu spesies Litsea yang banyak ditemukan di Indonesia adalah Litsea monopetala (Roxb. kromatografi kolom. Berdasarkan jarak lebur dan harga Rf yang sama.01%. JK FMIPAITB EPERTI penelitian sebelumnya. aporfin dan morfinandienon.53.57 dan 0. bahwa tanaman ini mengandung antara lain senyawa aktino- 38 . Pemisahan. 9 dan 10. 1989. isolasi dan analisis dilakukan dengan kromatografi kolom menggunakan silika gel sebagai fase diam. fraksi 1 dan 2 merupakan alkaloida yang sama. 0. littoralis Blume Saporfin dari kulit kayu tanaman Litsea glutinosa. isolasi dan analisis dilakukan dengan cara yang sama. asam lemak dan arabinoksilan. Satu komponen lain dari fraksi fenolik yang diisolasi belum dilakukan identifikasi dan ditentukan strukturnya. JK FMIPA ITB ARI penelitian terdahulu diketahui. Alkaloida dari Litsea monopetala (Roxb. Senyawa alkaloida dan non-alkaloida Litsea monopetala (Roxb. pada penelitian ini dilakukan isolasi alkaloida fraksi fenolik yaitu cara yang sama. JK FMIPA ITB EMUA alkaloida yang pernah dilsolasi dari spesies Litsea termasuk ke dalam kelompok benzil tetrahidroisokuinolin. pemisahan konstituen alkaloida murni dengan kromatografi lapis tipis. 2. 1989. Dari analisis didapatkan kristal tidak berwarna dengan jarak lebur 174I5-177°C.28. Dari dua bercak pada kromatografi lapis tipis fraksi fenolik. ASEP ADI SUPRIHATNA. inframerah. Dari pemeriksaan spektroskopi yang dibandingkan dengan senyawa standar dapat disimpulkan. S FERI HERLINA ANWAR. 0. kristalisasi serta analisis dengan penentuan jarak lebur dan dengan spektroskopi ultraviolet.) C. var. 104*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR. dan pelarut organik kloroform dan metanol sebagai fase gerak. 0. Kajian terhadap kandungan kimia terutama kandungan alkaloida belum banyak dilakukan. isolasi alkaloida. Pemeriksaan dengan kromatografi lapis tipis menghasilkan tujuh bercak dengan Rf = 0. Pemisahan alkaloida melalui beberapa tahap.) PERS. gugus metilen dioksi pada posisi C-l dan C-2 serta gugus metoksi pada C-10. Penelitian ini bertujuan mengisolasi senyawa alkaloida fraksi non-fenolik dan senyawa non-alkaloida dari kulit batang Litsea monopetala. Analisis spektroskopi menunjukkan bahwa alkaloida ini mempunyai kerangka aporfin yang tersubstitusi pada posisi 1.5-177°C. tetapi umumnya kandungan alkaloida Litsea didominasi oleh kelompok aporfin. pemisahan fraksi alkaloida fenolik dan non-fenolik.) PERS. B. Pemisahan.) C. Isolasi dan penentuan struktur alkaloida dilakukan terhadap fraksi fenolik dari kulit kayu tanaman Litsea monopetala. Untuk memisahkan masing-masing komponen dilakukan (No. Sedangkan senyawa non-alkaloida yang ditemukan diidentifikasi sebagai senyawa atranorin yang mempunyai jarak lebur 174. semuanya menunjukkan uji alkaloida positif terhadap pereaksi Dragendorff. 10 dengan gugus fungsi hidroksi pada posisi C-9. Dari sini didapatkan tiga fraksi. Senya. Rob. bahwa senyawa yang berhasil diisolasi adalah alkaloida kelompok noraporfin yang tersubstitusi pada 1. SRI WlDARTI.) Pers. kadar 0. 2. 1990. yaitu penghilangan lemak. Diduga alkaloida ini termasuk dalam kelompok alkaloida proaporfin.41. 105*) LITSEA MONOPETALA (ROXB. B.) Pers. 9.(No. berhasil diperoleh kristal putih dengan jarak lebur 142-143°C. kadar 2x10 % yang merupakan alkaloida non-fenolik.) Pers. Dari ketujuh bercak tersebut. NMR dan GC-MS. 106*) LITSEA MONOPETALA (ROXB.

112*) MORINDA CITRIFOLIA L. b) dalam HC1 2N: 217 nm.571). Pada kromatografi lapis tipis diperoleh tujuh macam komponen. b) dalam HC12N: 213 nm dan 290 nm. karena kandungannya dalam biji kelor relatif sedikit. natrium. Pada penelitian ini ditentukan kadar kalsium. 3250.1408. 1235. Spektrum penyerapan inframerah menunjukkan maksimum pada panjang gelombang (cm" ): Fraksi I: 3700. YUN MEDIA HANDAYANI. seperti penentuan struktur kimia dan efek farmakologi. FMIPA UNPAD T UJUAN penelitian adalah untuk memperoleh data farmakologi dari daun mengkudu. 1366.1689-1639. 2857. 3250. minyak (35. 1497.1031. 1163-1149. asam oleat (10. 1548-1515. 235 nm dan 315 nm.) Trn WIRAHARJA NIKODEMUS. 235 nm dan 315 nm. Mayer dan Bouchardat.623). 2778.950. 1362. Fraksi II: 3750. Data yang diperoleh dapat dipergunakan untuk membantu dalam penelitian selanjutnya. 1250. magnesium (0. kalium. Spektrum penyerapan ultraviolet menunjukkan maksimum pada panjanggelombang: Fraksi I: a) 210 nm dan 292 nm. 1706.021-42. Saponin ditentukan hanya secara kualitatif. kalium (0. Sari kasar daun mengkudu menberikan reaksi positif terhadap pereaksi pengendap alkaloida seperti Dragendorff.0810.1449.1389. Semua komponen memberi warna jingga dengan pereaksi Dragendorff. c) dalam NaOH 2N: 236 nm. Untuk menjelaskan mekanisme koagulasi dan penurunan populasi mikro-organisme pada air yang telah diperlakukan dengan biji kelor.1053. dengan karakteristik fisik sebagai berikut. c) pada NaOH2N: 240 nm.1550-1515.430). Isolasi dan analisis fraksi alkaloida dari daun tumbuhan mengkudu (Morinda dtrifolia L. yang telah tua ternyata dapat digunakan untuk membersihkan air untuk keperluan sehari-hari.1303.1497.251-0. sesuai dengan hasil penelitian yang sejenis. Dilakukan penelitian mikroskopis daun mengkudu serta reaksi kimia dan kromatografi lapis tipis dua dimensi terhadap sari kasar daun mengkudu. magnesium. 1445.611-3. fosfor (0. 1323.112). kadar komponen yang dikandung dalam biji kelor akan berbeda. Hasil kromatografi kolom diperoleh 2 fraksi yang diharapkan murni.714). bahwa dari pohon dan tempat tumbuh yang berbeda. protein. 114*) MORINGA OLEIFERA LAMK. (No. protein (7. 3125.1020. enam macam komponen berfluoresensi biru di bawah sinar ultraviolet dan satu macam komponen berfluoresensi merah. 1608. Dari hasil penelitian ini diperoleh kadar (% berat): kalsium (0.2778. Pada penelitian ini diharapkan dapat diperoleh atkaloida murni yang karakteristik tlsiknya dapat ditentukan. 1979. 39 . Fraksi II: a) 216 nm.1253-1117. nitrogen. JK FMIPA ITB B IJI kelor Moringa oleifera Lamk.806-10. Terlihat bahwa dalam suasana basa terjadi pergeseran batokromik atau terjadi perubahan struktur molekul.314-0. mulut daun tipe parasitik dan kristal oksalat berbentuk jarum (raphides). nitrogen (2. Ciri-ciri mikroskopi daun mengkudu adalah terdapatnya berkas pembuluh kolateral. dengan menggunakan prosedur dan metode yang sudah diketahui.76136. Uji saponin yang dilakukan secara kromatografi lapis tipis menunjukkan hasil yang positif untuk tiap cuplikan.1053. 1989. Dari hasil penelitian ini antara lain dapat disimpulkan.006).1101.(No.327).014).081-0.1724. natrium (0. 1212. minyak dan asam oleat yang dikandung dalam biji kelor. terlebih dahulu harus ditentukan komponen apa saja yang terdapat dalam biji kelor. Analisis beberapa unsur dan senyawa dari biji kelor Moringa oleifera Lamk. 1689-1639. fosfor.000-0. 2850.257). 2300.

Analisis komponen kimia minyak atsiri fuli pala dengan GC-MS ARYETTI. Spektrum penyerapan ultraviolet menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 236 nm dan 263 nm. Escherichia coli dan Staphylococcus aiireus. Bacillus subtilis. kamfen. Spektrum massa dari minyak atsiri fuli menunjukkan bahwa minyak atsiri fuli mengandung konstituen alpha-pinen. Tetapan fisik minyak atsiri adalah: bobot jenis 0.64. linalol safrol dan konstituen lain yang belum dapat ditetapkan. putaran optik: + 10.) sebagai bahan obat tradisional yang khasiatnya. Selanjutnya hasil isolasi ini dianalisis secara fisikakimia. Pada penelitian ini telah dilakukan analisis komponen kimia salah satu minyak pala (Myristica pagans Houtt.4572. Ada dua jenis minyak yang dihasilkan oleh buah pala yaitu minyak pala. indeks bias pada 20°C.6. bilangan asam dan bilangan penyabunan. putaran optik. bilangan penyabunan 31. PPPS ITB yang banyak TANAMAN pala (Myristica fragransiniHoutt. Minyak hasil isolasi ini merupakan cairan bening dan berbau harum seperti fuli penghasilnya.) merupakan sa!ah satu suku Myristicaceae menghasilkan terdapat di Indonesia. kelarutan dalam alkohol 20%. 40 . indeks bias (20°C): 1. Uji antibakteri zat larut dalam fraksi eter minyak tanah kulit akar kelor (Moringa oleifera Lamk. sisa penguapan 2.5379.(No. betafelandren. di antaranya safrol dari minyak atsiri pala dengan kromatografi kolom dihasilkan senyawa dengan indeks bias (20°C): 1. bahwa ekstrak eter minyak tanah kulit akar kelor yang diteliti menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji Salmonella typhosa. beta-pinen. p-simen. SUDARSINI. 1989. bahwa berbagai bagian tumbuhan kelor dapat digunakan Penentuan komponen utama minyak atsiri dari pala SAIFULLAR 1989. 117*) MYRISTICA FRAGRANS HOUTT. JK FMIPA ITB aroma BJJI dan fuli pala mempunyaidalamnyakhas. Percobaan yang dilakukan didahului dengan isolasi minyak fuli menggunakan pelarut heksan dan dilanjutkan dengan destiiasi uap. Tetapi selain dalam bentuk biji. Berdasarkan hal tersebut di atas telah dilakukan penelitian fraksi eter minyak tanah dari kulit akar kelor sebagai antibakteri. Minyak atsiri diperoleh dengan penyulingan uap dan tetapan fisik yang ditentukan ialah: bobot jenis. diekspor juga dalam bentuk minyak. Ingin diketahui komponen utama minyak atsiri dari biji maupun fuli (komponen di sama). menghasilkan minyak atsiri dengan rendemen 18.844. putaran optik (27°C): +35 dan bobot jenis (27°C): 0. ayan. 115*) MORINGA OLEIFERA LAMK. JF FMIPA UNPAD ( AR1 penelusuran pustaka diketahui. (No. 118*) MYRISTICA FRAGRANS HOUTT. Hasil uji dapat disimpulkan. rematik dan diperkuat oleh hasil penelitian terdahulu adanya senyawa yang aktif sebagai antibakteri. Analisis secara fisika menunjukkan minyak fuli ini mempunyai indeks bias (27°C): 1. antara lain untuk mengobati penyakit kulit. Analisis dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas serta isolasi minyak atsiri dilakukan dengan kromatografi kolom. bilangan asam 5.3%. Metode yang digunakan adalafa soksletasi dengan pelarut eter minyak tanah dan pemeriksaan golongan senyawa dari ekstrak tersebut dan uji daya antibakteri dengan metode cakram kertas.4255. Hasil isolasi ditetapkan tetapan fisiknya. (No. Analisis komponen kimia didahului dengan destiiasi vakum dan dilanjutkan dengan analisis GC-MS.8254. Dari analisis diketahui ada 7 komponen utama dalam minyak atsiri. Buah pala sebagai rempah terutama diekspor dalam bentuk biji. sisa penguapan. larut dalam 2. 1984. dihasilkan oleh biji kering buah pala yang telah masak dan minyak fuli yaitu minyak yang dihasilkan arillode kering biji pala yang telah masak.24.).5 volume alkohol 90%.24%. Tanaman di Indonesia dibudidayakan terutama untuk rempah-rempah.

2.FF UGM ldenlandia corymbosa L.2. dari suatu alkohol. CH dari metil dan metan. sering tumbuh secara liar. Komponen utama minyak kemangi basil isolasi diduga merupakan senyawa seskuiterpen dengan bobot molekul 224. 123*) OLDENLANDIA CORYMBOSA L. 122*) OENANTHE JAVANICA DC. termasuk di daerah tropis O yang oleh masyarakat dikenal dengansuku Rubiaceae. dan GC-MS. C-O. dengan GC-MS ATHENA ANWAR. klasifikasi serta kristalisasi kandungan utamanya.2 dengan jarak lembur 41 . kromatografi gas dan kolom. yang larut dalam etanol 96% adalah senyawa golongan alkaloida dan atau golongan iridoid yang mempunyai efek terapetik. Minyak didapat dengan mengekstraksi destilat dengan eter. 1987. OL. JK FMIPAITB UMBUHAN Ocimum sanctum L. (No.015%) dengan jarak lebur 115-118°C dan glukosa sebagai gugus gulanya. Tanaman ini mengandung minyak atsiri yang berbau sangat harum. dimana ditemukan 3 macam senyawa yaitu OLi. Sampai saat ini belum kandungan kimia tanaman ini. dengan GC-MS B TITINSUPRIHATIN. sedrol. Kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. mengandung 3 buah senyawa golongan iridoid.(No. Analisis minyak basil isolasi dengan spektrofotometri inframerah menunjukkan adanya gugus O-H. banyak tumbuh di daerah-daerah di Indonesia dan juga di negara-negara Asia dan Amerika. termasuk Labiatae yang dikenal dengan nama daerah sebagai kemangi. Dengan GC-MS juga diperoleh informasi tentang kandungan felandren. Diduga kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. C-H alkana dan senyawa aroma I ik. C = C. serta C = O dari karboksilat. Senyawa OL. 121*) OCIMUM SANCTUM L. OLs. merupakan tumbuhan liar diteliti mengenai nama wijen hutan. banyak baik Tsebagai obat tradisional maupun merupakan salah satu tumbuhan yangsanctum kegunaannya. Dengan kromatografi gas dan kolom memperlihatkan adanya 21 komponen. geranial dan karyofilen. yang larut dalam etanol 96% adalah senyawa golongan iridoid. daun dan bunga kemangi segar dengan pelarut metanol dan dilanjutkan dengan n-heksan. 3. JK FMIPA ITB ELUM dijumpai informasi kandungan kimia dari batang dan daun tespong (Oenanthe javanica DC. inframerah. C = O. Tanaman Oldenlandia corymbosa L. Analisis menggunakan spektrofotometer ultraviolet. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1. Ocimum L.Pada penelitian ini telah dapat diisolasi dalam bentuk kristal murni senyawa OL2 (0. Minyak diperoleh dengan cara distilasi uap. Isolasi. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kandungan kimia minyak atsiri tanaman kemangi. Unalol. SUDARSONO. Tujuan penelitian adalah menyelidiki beberapa komponen kimia dari minyak atsiri tespong yang banyak terdapat di Indonesia. Penelitian komponen-komponen kimia minyak atsiri Oenanthe javanica DC. Dengan spektrofotometer inframerah terungkap adanya gugus fungsi OH. 1987. C = C. Hasil analisis dengan GC-MS menunjukkan adanya senyawa Unalol. kemudian dilakukan destilasi uap terhadap ekstrak yang telah dihilangkan pelarutnya. Minyak atsiri dengan spektrofotometer ultraviolet mempunyai serapan maksimum pada panjang gelombang 258 nm. (No. Dalam penelitian ini isolasi minyak dilakukan dengan cara merebus batang.). Penelitian komponen kimia minyak atsiri Ocimum sanctum L. klasifikasi dan kristalisasi kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. suku bahan campuran makanan. 1981. Dilakukan percobaan isolasi.

Stfat-sifat fisik.84). ENNY RATNANINGSIH.). pemisahan dan isolasi komponen dan penetapan sifat fisik komponen yang diisolasi dengan spektrofotometri ultraviolet. Uji keracunan dilakukan terhadap telur udang air asin yang baru menetas. Penelitian ini dilakukan untuk konfirmasi sifat racun dari pachyrrhizin. Percobaan yang dilakukan telah berhasil memisahkan pachyrrhizin murni dari biji bengkuang dengan cara ekstraksi sokslet. setelah diisolasi dan dilakukan kromatografi lapis tipis dua dimensi. (No. Bouchardat dan Mayer menunjukkan reaksi positif alkaloida. flavonoida dan glikosida. Beberapa pustaka menyatakan bahwa buncis mengandung senyawa alkaloida. 4. (No. kloroform: metanol (95:5) v/v sebagai pelarut dan larutan Liebermann-Burchard sebagai penampak bercak. warna kristal dan fluorosensi di bawah sinar ultraviolet. besi. Para peneliti Beberapa aspek farmakognosi dari buncis (Phaseolus vulgaris L. menunjukkan lima bercak. flavonoida. 128*) PHASEOLUS VULGARIS L. yang diduga mengandung saponin atau rotenon. termasuk senyawa golongan iridoidglikosida dengan glukosa sebagai gugus gula. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui senyawa yang terdapat di dalamnya. di samping itu mengandung pula golongan alkaloida. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya alkaloida.) P DEDISOFYAN. Beberapa pustaka menunjukkan. 1986. 1987. Data spektroskopi ultraviolet.) mempunyai khasiat menurunkan kadar glukosa dalam dan glikosida. skrining fitokimia. Hasil pemeriksaan kromatografi lapis tipis dengan larutan pengembang aseton-air (1:1) v/v dan penampak bercak Dragendorff modifikasi Thies menunjukkan dua bercak berwarna jingga dengan I . dapat menunjukkan bahwa zat yang diperoleh itu adalah benar pachyrrhizin.07%. JF FMIPA UNPAD OLONG buncis (Phaseolus vulgaris L. RAHAYU NUROCHMAN. 130*) PHASEOLUS VULGARIS L. (No. JK FMIPA ITB Pdarah. triterpenoida dan steroida. Daya racun pachyrrhizin dan fraksi lain pada ekstrak biji bengkuang (Pachirrhyzuz erosus Urban. Salah satu bercak (Rf = 0. 124*) PACHYRRHIZUZ EROSUS URBAN. nikel. Isolasi dan penetapan karakteristik fisik senyawa alkaloida dari buncis Phaseolus vulgaris L. NMR dan GC-MS juga sangat mendukung hal ini. tanin. flavonoida OLONG buncis (Phaseolus vulgaris L.) mempunyai khasiat menurunkan kadar glukosa dalam darah. 1986. inframerah. Metode pemeriksaan terdiri dari karakterisasi simplisia. Penelitian dilakukan terhadap ekstrak dengan cara kromatografi lapis tipis. bahwa buncis mengandung vitamin dan mineral yang sangat diperlukan oleh tubuh. yakni suhu lebur. ekstraksi. ekstraksi pelarut-pelarut. bentuk kristal. A. JK FMIPAITB terdahulu telah menyebutkan bahwa pachyrrhizin ini tidak mempunyai kerja insektisida.115-118°C. saponin. Pemeriksaan pendahuluan terhadap ekstrak buncis dengan menggunakan pereaksi Dragendorff. sedang yang beracun adalah fraksi lain. Kadar yang diperoleh adalah 0. >ACHYRRHIZIN merupakan salah satu senyawa yang terdapat dalam biji bengkuang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat-sifat tanaman ini. Terdapat juga mineral: kalsium. Namun akhir-akhir ini timbul keragu-raguan tentang sifat racun pachyrrhizin. Pemisahan kromatografi lapis tipis dari ekstrak kloroform. spektrofotometri ultraviolet dan inframerah. menggunakan adsorben silika gel 60 GF 254. aluminium dan silikon dalam abu total. kromatografi kolom dan rekristah'sasi. menunjukkan satu bercak dengan serapan maksimum pada panjang gelombang 210 nm. tidak mengandung senyawa golongan alkaloida. Percobaan menunjukkan bahwa pachyrrhizin sama sekali tidak bersifat racun. Sari etanol 96% tanaman Oldenlandia corymbosa L.

1250 cm"1 (regang C = C-O). 1989.83% b/b. buah berbentuk lonceng bercangkap lima dan berkelopak besar. JK FMIPA ITB J ENGKOL (Pithecellobium lobatum Benth. kemudian difakukan fraksinasi dan analisis dengan kromatografi.1400. Departemen Kesehatan tentang obat tradisional yang dibuat bentuk tablet atau kapsul harus berisi ekstrak air atau etanol bahan tanaman. Kedua ekstrak tersebut mengandung senyawa alkaloida dan saponin. 132*) PHYSALIS ANGULATA L.) Tmempunyai daun tunggal berlekuk. senyawa golongan tanin didapat dalam ekstrak etanol panas. Penjajagan awal senyawa saponin dalam kulit buah jengkol (Pithecellobium lobatum Benth. sedangkan senyawa kimia yang akan diperiksa adalah saponinnya. 1540. Penelitian ini dilakukan dalam rangka menanggapi surat edaran Evi NoviARSYAH LATIF.) termasuk suku Mimosaceae. Pemeriksaan spektrofotometri ultraviolet memberikan serapan maksimum pada panjang gelombang 195nm dan 230 nm. Penelitian ini akan melanjutkan penelitian kandungan kimia dengan menggunakan akar segar. 136*) PITHECELLOBIUM LOBATUM BENTH.07 dan Rf2 = 0. T\ijuan penelitian ini adalah untuk mengetaui apakah ada perbedaan kandungan kimia dalam akstrak air dan ekstrak etanol dari buah ceplukan.) HERMAN PUSPITA. 1100. Fraksi dari n-butanol memberikan hasil positif terhadap uji kimia saponin. Pada pemeriksaan kromatografi lapis tipis dua dimensi dengan Rf = 0. Data ini menunjukkan bahwa senyawa ini berbeda dari kuasinoid yang telah dilaporkan dari kulit batang Picrasma javanica BL. Dalam penelitian ini. Hasil isolasi dengan metode ekstraksi dan pengendapan dengan timbal asetat memberikan dugaan kuat adanya fraksi yang merupakan bagian senyawa saponin (crude saponin).57. (No. 1986. dan spektrum inframerah menunjukkan absorbsi pada 3600 cm" (regang -O-H). Penelitian dilakukan secara mikroskopis. kadar sari yang larut dalam air: 34. kalium. Pada pemeriksaan spektrofotometri inframerah menunjukkan adanya puncak pada panjang gelombang 2700. Pemeriksaan kualitatif kandungan kimia ekstrak etanol dan ekstrak air buah ceplukan (Physalis angulata L. 1988.1680. Senyawa golongan sterol didapat dalam ekstrak etanol. magnesium dan besi. kalsium. kimia kualitatif dan skrining fitokimia pada ekstrak air dan etanol serbuk buah ceplukan. Abu total serbuk buah ceplukan mengandung unsur natrium. yaitu ordo Leguminosae. JF FMIPA UNPAD UMBUHAN ceplukan (Physalis angulata L. Ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan metanol.harga Rn = 0. masih satu ordo dengan tanaman ginseng. serapan maksimum sinar ultraviolet pada panjang gelombang 202 nm dan 254 nm. 2340. JK FMIPA UNAND ARI kulit batang Picrasma javanica Bl. Ditemukan satu senyawa pahit Zi berupa kristal jarum putih kekuningan dengan jarak lebur 216-219°C. lebih besar dari pada kadar sari yang larut dalam etanol: 15.780 dan 610 cm'1.) adalah tumbuhan perdu yang banyak tumbuh di kebun. di samping mengandung senyawa tanin. 133*) PICRASMA JAVANICA BL. (No. 2920 cm'1 (C-C-H).63% b/b. 3050 cm"1 (C = C-H aromatik). 1760 cm'1 (regang -C = O lakton). telah diisolasi beberapa kandungan alkaloida. bagian tanaman jengkol yang akan diteliti adalah kulit buahnya. 1770. Secara tradisional seduhan herba ceplukan digunakan sebagai obat penurun tekanan darah tinggi dan obat antidiabetes. 1700 cm"1 (regang -C = O karbonil konjugasi). 1050 cm"1 (regang C-O-C). Jengkol diduga mengandung senyawa bahan alam saponin.57 menunjukkan satu bercak jingga. (No. Hasil kromatografi lapis tipis preparatif terhadap fraksi ini dengan eluen 43 . D ZUHARINA. Isolasi zat pahit dari akar Picrasma javanica Bl.

alkaloida. WANANDA. yaitu sekitar 13.91 meragukan. Penentuan kadar saponin dengan metode spektrofotometri menunjukkan bahwa kadar saponin yang terdapat pada fraksi dari kulit buah jengkol cukup besar. 3..apakah dapat disimpan lama sebagai dan tetapi belum diketahui tanpa mengalami perubahan. 138*) PLUCHEA INDICA L.anaman ini mengandungtermasuk dalam jenis tanamanantara lain antrakuinon. Di Eropa. 137*) PLEOMELE ANGUSTIFOLIA N. 1987. 1989. Warna obat kumur dengan penambahan sari daun suji sebagai pewarna kurang stabil dibandingkan dengan warna obat kumur dengan penambahan pewarna sintetik FD & C Green No. dengan dosis: 25 g/kg bb. (No. Hasil penelitian menunjukkan: sari daun suji dapat dibuat dengan cara perkolasi dengan etanol 70% sebagai cairan penyari. (No. dan 75 g/kg bb. jumlah dan warna bercak.83 dan 0. Kajian kandungan kimia tanaman Polygoniutn perfoliatum L. Dari uji biokimia (uji hemolisis darah) untuk bercak dengan Rf: 0.18%. satu kelompok tidak diberi obat. Data ultraviolet menunjukkan panjang gelombang maksimum yang sama dengan panjang gelombang maksimum dari saponin standar. E. Sedangkan penentuan strukturnya masih belum dapat dilakukan karena kesulitan instrumentasi dan biaya. khususnya dalam suatu formula obat kumur dapat disimpan. Dari percobaan diketahui bahwa saponin dalam kulit buah jengkol tersebut adalah jenis saponin triterpenoida. Untuk konfirmasi hal ini dilakukan uji antipiretik. pH. 44 . sedangkan bau tetap. Tiga kelompok diberi Pluchea indica L. juga terjadi endapan. secara empirik digunakan sebagai antipiretik. 139*) POLYGONIUM PERFOLIATUM L. Uji dengan larutan besi(IH) klorida 10% terhadap masing-masing bercak. BROWN Pembuatan sari daun suji dan penggunaannya dalam obat kumur NENENG MUPIDAH. Pada penyimpanan. (luntas/behmtas) GLORIA S. Penelitian daya antipiretika dari Pluchea indica L. jenis tanaman Polygonium digunakan sebagai obat kanker. PPPSITB lygonum perfoliatum L. 50 g/kg bb. 2. (Pleomele angustifolia N.. perubahan serapan. Pengamatan pelbagai konsentrasi sari daun suji terhadap warna. Dari data spektroskopi ultraviolet dan inframerah yang dibandingkan dengan data yang sama untuk saponin Merck terlihat bahwa fraksi dengan Rf: 0. Sejauh mana sari daun suji sebagai pewarna. flavonoida dan steroida atau senyawa turunannya. SETIAWATI YUSUF. (No. diare alau diminum sebagai leh. jumlah dan warna bercak dalam kromatografi lapis tipis. ada tidaknya endapan.Polygonaceae. FKHIPB Inched indica L. Untuk percobaan digunakan 20 ekor kelinci yang didemamkan dengan vaksm kotipa dalam 5 kelompok. JK FMIPA UNPAD ELAH diketahui daun suji E Brown) dapat digunakan Tpewarna makananbahwa minuman.83 memang positif saponin. serapan.83 menunjukkan hasil yang positif.CHCl3:MeOH:H2O = 65:35:10 memberikan 2 bercak dengan Rf 0. Percobaan asetilasi yang dilakukan terhadap fraksi hasilnya dibandingkan dengan data inframerah dari senyawa asli.. Pada dosis yang dicoba. Metode yang digunakan: pembuatan sari memakai cara perkolasi. Polygonum dari suku K. bau. diabetes. stilben. sari yang diperoleh mengalami perubahan warna. Sedangkan percobaan hidrolisis saponin cukup sulit untuk dilakukan. pH. tanaman ini tidak berkhasiat antipiretik. Adakah perbedaan kestabilan antara sari daun suji dan pewarna sintetik sebagai pewarna dalam suatu formula obat kumur. yaitu 237 nm. 1980. Suhu diamati tiap jam selama 8 jam. Masalah yang ingin diteliti adalah: 1. hanya terhadap bercak yang tidak naik menunjukkan positif adanya senyawa tanin. sedangkan bercak dengan Rf: 0. Jenis bermacam-macam senyawa.91 serta satu bercak yang lidak naik.

lalu diperiksa karakteristik fisik dan kimianya dengan spektrofotometri inframerah. Potypodium Mett. Penelitian fitokimia untuk mengetahui kandungan kimianya sudah banyak dilakukan dan terdapat senyawa flavonoida dan triterpenoida dalam beberapa fraksi pelarutnya. bahwa padatan jingga adalah senyawa cis-monohidroksistilben. etilasetat dan metanol-kloroform-air. JF FMIPA UNPAD KAR pakis tangkur. eter minyak tanah. kecipir (Psophocarpus tempe 45 . analgetik dan antasid.) sebagai untuk dengan cara pembuatan seperti kedele. (No. FP UNBRA ini mengetahui PENELITIAN ototbertujuan untuk pupil kelinci pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium guajava L. dengan metode perkolasi menggunakan etanol 70%.) terhadap otot polos usus dan pupil kelinci dan tikus putih AGUS DJAMHURI dkk. Kemungkinan cara kerja larutan daun jambu klutuk berdasarkan pada penyamakan mukosa usus khususnya kolon. Ekstraksi dilakukan pada serbuk akar dan batang Polygonium perfoliatum L. Akar pakis tangkur segar diambil dari hutan sekitar kawah gunung Tangkubanperahu pada ketinggian 1300-3000 m dari permukaan laut. (2). Daun yang dipetik adalah daun muda pertama dan kedua yang telah mencapai pertumbuhan penuh dari pucuk daun. tidak berbau dan berasa pahit.. kloroform. Usaha isolasi dan identifikasi triterpenoida dari akar pakis tangkur DADANG ADAM ALAMSYAH.) terhadap polos usus dan dan tikus putih. Isolasi dengan cara ekstraksi bertingkat. 1986. Sekalipun ada bermacam jambu klutuk. Bahan penelitian diambil dari satu pohon kebun jambu klutuk di desa Mulyo Agung. Di samping itu masih ada khasiat tanin latnnya yang antara lain menjadi adsorben toksin. (No. Hasil identifikasi menunjukkan adanya dua jenis senyawa triterpenoida dalam fraksi fase metanol-air. kemudian kromatografi kolom menghasilkan padatan berwarna jingga sebanyak 0. antihipertensi. Usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan SRI ANGGRAHINI. antihepatotoksik.. (No. 1987.Penelitian ini bertujuan untuk memisahkan senyawa yang dikandung di dalam akar dan batang tanaman Polygonium perfoUatwn L. 1981. 142*) PSOPHOCARPUS TETRAGONOLOBUS DC. 141*) PSIDIUM GUAJAVA L. Efek farmakodinami larutan daun jambu klutuk tidak didasarkan pada khasiat antikolinergik atau langsung pada otot polos usus. (3). Hasil ekstraksi dimurnikan secara kromatografi kolom. Triterpen tetrasiklik ini diduga 3-hidroksi-ll-on kolestana. NMR dan GC-MS. hipoglikemik. tetapi untuk penelitian ini tidak diadakan identifikasi spesies. Ingin diperiksa apakah fraksi fase metanol-air mengandung senyawa triterpenoida dan karakteristik fisik dan kimianya. menggunakan metanol:air (8:2). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1). Daun jambu klutuk merupakan sumber tanin yang dapat dimanfaatkan sebagai obat antidiare. dikenal sebagai obat tradisional untuk mengobati Apenyakit rematik. Pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium guajava L. presipitasi protein. Berdasarkan hasil pemisahan dan data pengamatan spektrum ultraviolet. FTP UGM ENELITIAN ini bertujuan mengetahui tentang pemanfaatan biji Ptetragonolobus DC. Triterpenoida yang dimurnikan berupa kristal coklat. kecamatan Dau Malang. 140*) POLYPODIUM FEEI METT.31%. yang mungkin dapat dipergunakan sebagai bahan dasar atau bahan baku dalam pengembangan sintesa senyawa yang berkhasiat sebagai obat kanker pada manusia. kemudian dikeringkan. SUHARDI. tekanan darahfeeitinggi.. inframerah dan hasil analisis GC-MS dapat disimpulkan. sakit pinggang bahanlain-lain. karena besarnya kandungan kadar tanin di dalamnya. Penelitian farmakologi dan ekstrak metanol-air akar pakis tangkur aktif sebagai depresan terhadap susunan saraf pusat.

yang masih dapat menunjukkan tidak adanya perbedaan antara perlakuan dan kontrol. (No. Setelah berumur 2 minggu percobaan dimulai. Telah diketahui bahwa bijinya uretan dan lain-Iain. Tahap pertama. IV dan V digunakan sebagai ayam perlakuan. Perubahan komposisi beberapa komponen lipida selama perkecambahan Ricinus communis L. kosmetik. Usar ini dibeli dari pasar Beringhardjo. Kelompok II.. Biji kecipir dan tempe yang telah dibuat. perbedaan signifikan untuk jumlah limfosit dalam darah. 10%. Yogyakarta. Ke dalam ransum dicampurkan tepung biji kecipir berturut-turut. nitrogen terlarut dan kadar air. FKH UGM D ALAM penelitian ini ingin dilihat pengaruh penggantian sebagian ransum dengan biji kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC. yang sebagian besar terdiri dari komponen asam lemak risinoleat. dikenal di Indonesia dengan nama pohon jarak. Dalam percobaan ini. Bersifat positif karena mengandung gizi yang tinggi. ransum yang diberikan tanpa campuran. waxes. (No. jika dibandingkan dengan kontrol.885%. bersifat negatif karena diduga mengandung zat fitohemaglutinin yang bersifat mitogenik terhadap T-limfosit. Percobaan dihentikan pada waktu ayam berumur 8 minggu.075% . nilai formal. JK FMIPA ITB Rmengandung 60% lipida. 146*) RICINUS COMMUNIS L. komposisi darah dan limpa pada ayam broiler SUMIYATI SUNARYO dkk. Kemurnian makanan dan daya konversi makanan menunjukkan korelasi negatif yang sangat signifikan. tetapi belum dapat menyamai nilai cerna tempe kedele. Akan dilihat pula berat dan struktur histologik lien sebagai organ pembentuk limfosit. Kelemahan tempe kecipir sebagai bahan makanan adalah tekstur yang masih keras dan agak berbau langu. khususnya untuk kenaikan bobot badan. jumlah limfosit dalam darah. bahan untuk polimer icinus communis L. Sebagai pembanding dibuat pula tempe kedele. berat lien dan struktur lien.Penelitian dikerjakan dalam dua tahap. Penetapan komposisi 46 . Pada pembuatan tempe digunakan usar dalam daun seba- gai sumber jamurnya. bahan dapat larut: 26.468%. dan 20%. kadar HCN: 0%. Analisis statistik dengan RCB/CRD menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan untuk kenaikan bobot badan. Tahap kedua. 1987. dianalisis kadar HCN total bahan padat tersebut. yang dititikberatkan pada tekstur atau kekerasan dan flavor dikerjakan dengan uji organoleptik. 1981. bahan pelapis pelindung. ingin diketahui sampai batas berapa persen pencampuran tepung biji kecipir dalam ransum. nitrogen terlarut: 5. Untuk maksud tersebut diteliti 25 ekor ayam pedaging jenis Hubard umur 1 hari. Perhitungan dengan LSD menunjukkan bahwa sampai batas 10% masih tidak ada perbedaan kenaikan bobot badan. sedang untuk berat dan struktur histologik lien tidak ada perbedaan di antara berbagai perlakuan. berat dan gambaran histologik lien. dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut: Tempe kecipir yang dibuat mempunyai sifat-sifat nilai formal: 3. Kelompok I adalah kelompok kontrol.) terhadap bobot badan dan perubahan jumlah limfosit dalam darah. sebanyak 5%. jumlah limfosit dalam darah.264%. yaitu membandingkan akseptabilitas. maka diharapkan dapat memberikan informasi baru tentang kandungan lipida dan pemanfaatannya. Berdasarkan hasil penelitian usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan. semir. MOHAMAD ISTARI. Nilai cerna tempe kecipir lebih baik daripada biji kecipir. III. 143*) PSOPHOCARPUS TETRAGONOLOBUS DC. Ayam dibagi dalam 5 kelompok secara acak. 15%. kadar air: 60. Akseptabilitas tempe kecipir dapat disejajarkan dengan tempe koro-benguk. merupakan pembuatan tempe kecipir yang dilakukan berdasarkan tempe kedele. Dengan mengamati perubahan komposisi lipida selama perkecambahan. Biji kecipir sebagai sumber bahan makanan mempunyai sifat positif dan negatif. Lipida yang sifatnya khusus ini dikenal sebagai castor oil dan banyak digunakan untuk bahan industri seperti pelumas pesawat terbang. Pengaruh penggantian sebagian ransum dengan biji kecipir terhadap bobot badan.

Untuk mengidentifikasi solasodin. 149*) SOLANUM KHASIANUM CB. 1120 cm"1 (C-O). dan tidak menyerap sinar ultraviolet pada panjang gelombang di atas 200 nm. Penetapan kadar solasodin dilakukan secara densitometri dengan mengggunakan pelat pralapis silika gel GF254 (ukuran 20 x 20 cm. ketebalan 250 um). 1987. daur glioksilat dan glikolisis.77 %. diukur langsung dengan menggunakan densitometer 47 . 3010 cm"1 (C-H olefinik). Dari hasil yang diperoleh. 875 cm"1 (C-H). yang dikembangkan bersama sama pada pelat kromatografi lapis tipis. JF FMIPA UNPAD ELAH buah dua Solatium Tvarietasdilakukan penelitian terhadapbanyak. Data spektroskopi inframerah memberikan serapan maksimum yang karakteristik pada panjang gelombang 3400 cm'Vo-H). fraksinasi dilakukan dalam kloroform dan asam sulfat 5% dan pemisahan komponen fraksi netral dengan kromatografi. tetapi ada beberapa komponen lipida yang mengalami kenaikan.79%. ekstraksi.. Pada periode setelah awal perkecambahan.lipida dilakukan dengan kromatografi lapis-tipis. Senyawa terpenoida Zi mempunyai jarak lebur 78-79°C. Data spektroskopi inframerah memberikan puncak serapan yang karakteristik pada panjang gelombang 3350 cm"1 (OH).dari ekstrak kloroform ini dilakukan kromatografi lapis tipis dengan menggunakan pelat pralapis silika gel GF254 (ukuran 20 x 20 cm. varietas duri banyak: 36. 1640 cm"1 (C = C). Clarke bahan segar: varietas duri jarang: 37. ternyata selama perkecambahan secara keseluruhan terjadi penurun- an lipida total. Sapium baccatum (Roxb.) Ridley. 1460 cm"1 (lehtur C-H). 2860 cm"1 (C-H).masak bahanvarietasdan bahan khasianum CB. dan spektrum ultraviolet dalam pelarut etanol memberikan puncak serapan maksimum pada panjang gelombang 209 nm. sapogenin yang terbentuk diekstraksi dengan kloroform. sistem pengembang kloroform:metanol (9:1) v/v dan penampak bercak pereaksi larutan antimon(III) klorida jenuh dalam kloroform. 148*) SAPIUM BACCATUM (ROXB. CLARKE Penetapan kadar solasodin dari dua varietas Solarium khasianum CB. Hasil penetapan kadar air dari buah masak kedua varietas Solatium khasianum CB. Isolasi dilakukan dengan cara perkolasi daun segar menggunakan pelarut metanol.) Ridley ZULFADLY N. identifikasi dan penetapan kadar solasodin secara densitometri. Penelitian dimaksud untuk mengidentiflkasi kandungan terpenoida yang ada dalam daun tumbuhan ini. Bercak yang identik dengan solasodin pembanding (yang dikembangkan bersama-sama pada pelat kromatografi lapis tipis) dan bercak solasodin pembanding. 2960 cm"1. Ekstraksi solasodin dilakukan dengan cara menghidrolisis saponin dalam buah masak dengan asam klorida 2 N. Selama perioda awal perkecambahanm enzim lipase memperlihatkan aktifitas yang tinggi dan pada periode ini juga terjadi konversi lipida menjadi karbohidrat. Salah satu bercak hasil pemisahan dari ekstrak kloroform memberikan harga Rf dan pereaksi warna yang identik dengan solasodin pembanding. 2860 cm"1 (C-H).) RIDLEY Isolasi terpenoida dari daun Sapium baccatum (Roxb. Clarke secara densitometri EUIS NiNING. JF FMIPA UNAND DAUN nyatua batu.04%. varietas duri banyak: 10. Dari daun telah diisolasi alkaloida utama ialah bukittinggina dan mempunyai efek hipotensif dan analgetik. (No. Dragendorff dan asam sulfat 50% dalam metanol. 1370 cm"1 (lentur C-H). bereaksi positif terhadap alkaloida.93%. terpenoida dan fenol. Liebermann-Burchard. Konversi tersebut melalui jalur metabolisme B-oksidasi. Clarke. sistem pengembang kloroform:metanol (9:1) v/v dan penampak bercak pereaksi Carr-Price. ketebalan 250 urn). 1988. (No. 1030 cm"1 (C-O). 1450 cm . Senyawa terpenoida Za mempunyai jarak lebur 193-195°C. 2950 cm". yang meliputi penetapan kadar air. bahan yang dikeringkan (di udara terbuka selama 35 hari): varietas duri jarang 10. setelah dinetralkan dengan natrium karbonat 20% b/v. terjadi sintesis fosfolipida dan sedikit sintesis trigliserida. duri jarang dan varietas duri dari segar yang dikeringkan.

59 ± 0. Pencekokan dilakukan setiap hari pada jam 9. menunjukkan penurunan yang cukup bermakna dibandingkan dengan kontrol (P<0.01). 152*) SOLANUM LACINIATUM AIT. bahan kering = 0.33.00 pagi sebelum diberi makan. Ekstraksi solasodin dilakukan dengan dua metode. Clarke LALA NURLAELA. Clarke varietas duri jarang dan varietas duri banyak adalah sebagai berikut: Solanum khasianum CB. sehingga fungsi ovarium lambat laun menurun.10 ~3%). 150*) SOLANUM KHASIANUM CB. masing-masing diberi akuades 2 mL per hari selama 8 minggu. Untuk mengetahui lebih jelas pengaruh solasodin. Diperkirakan sifat kerja solasodin yang terdapat dalam ekstrak 20% tersebut sama dengan progesteron. pada tikus betina berumur 5 bulan dengan bobot badan 160-170 gram.panjang gelombang 400 nm. yaitu.01).010%. suatu penelitian kuantitatif terhadap perkembangan ovum OENTOENG SOERADI. 1978. Departemen Kesehatan RI. maka kepekatan ekstrak atau dosis pencekokan perlu ditingkatkan.05). 1987. Solanum khasianum CB. CLARKE Membandingkan dua metode ekstraksi solasodin dari Solanum khasianum CB. Clarke varietas duri banyak: kadar solasodin bahan segar = 0. Identifikasi dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dengan silika gel GF254. penampak bercak Carr-Price.011%. Hasil penetapan kadar menunjukkan bahwa metode penarikan glikosida dengan air dan asam asetat 3% (0. Clarke varietas duri jarang: kadar solasodin bahan segar = 0.542 ± 0. Percobaaan dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan mengggunakan 20 ulangan. Digunakan dua macam kelompok kontrol. yaitu menghambat pembentukan LH oleh hipofisa. Pencekokan diberikan sebanyak 2 mL per hari selama 8 minggu.009%.59 ± 3. bahwa jumlah folikel primer dan sekunder pada tikus yang diberi ekstrak tidak menunjukkkan perbedaan yang bermakna.468 ± 0. untuk mendapatkan kadar solasodin paling tinggi.07. Sebaliknya jumlah folikel graaf dan korpus luteum.01%. dibandingkan dengan kontrol (P<0.402 ± 0.76 ± 1. Telah dilakukan penelitian metode ekstraksi buah segar Solatium khasianum CB. dan kontrol lainnya tidak mendapat apapun. (No.Burchard. suatu senyawa yang mempunyai inti sama dengan diosgenin. Terjadinya hambatan ini dibuktikan pula dengan makin meningkatnya pembentukan folikel atresia pada kelompok tersebut. walaupun tidak terjadi seluruhnya. Pencekokan yang dilakukan tidak mempengaruhi berat ovarium. Hal ini berarti bahwa pencekokan ekstrak Solanum laciniatum tidak berpengaruh terhadap perkembangan folikel primer menjadi folikel sekunder. terhadap ovarium tikus. Uji kadar asam sitrat dalam 48 . Tetapi pada perkembangannya menjadi folikel graaf mulai memperHhatkan adanya hambatan. lebih baik daripada metode hidrolisis asam: (0.. JF FMIPA UNPAD U NTUK mengisi kekurangan bahan baku diosgenin sebagai bahan baku pada pembuatan kontrasepsi oral. dibandingkan dengan kedua kelompok kontrol (P < 0. varietas duri jarang yang sudah masak. Hasil penetapan kadar solasodin dari kedua varietas Solanum khasinum CB. terhadap perkembangan folikel dalam ovarium Contoh yang diteliti adalah ekstrak (dekok 20%) daun Solanum lachiatum Ait. Clarke. FK UI UJUAN pengaruh Tlaciniatumpenelitian adalah untuk menentukan bagaimana tikus dewasa. pengembang klorofornrmetanol (9:1). yaitu mekanik glikosida dengan air dan asam asetat dibandingkan dengan hidrolisis asam. maka dikembangkan penggunaan solasodin. Gambaran histologik menunjukkan. Dragendorff dan asam sulfat 50% dalam metanol. Pengaruh pencekokan ekstrak daun Solanum laciniatum Ait. Setiap ulangan terdiri dari 3 ekor tikus yang mewakili kelompoknya. Penetapan kadar solasodin dilakukan dengan cara densitometri pada panjang gelombang 400 nm. No. bahan kering = 0. Liebermann.10 *3%) terbukti dari kadar solasodin yang lebih tinggi.ekstrak daun Solanum Ait. berasal dari Balai Penelitian Gizi.

bahwa infus kulit akar terong menaikkan kontraksi otot rahim pada binatang percobaan. baik secara langsung maupun tidak langsung (dengan memacu usus binatang percobaan). Penemuan ini merupakan penemuan kedua dari protostefanin dari tanaman genus Stephania..plasma semen perlu dilakukan pada kasus-kasus dengan motilitas spermatozoa kurang (lambat). dari hasil penelitian Takeda (1950). Alkaloida dari Stephania corymbosa Bl. NMR dan GC-MS menunjukkan bahwa salah satu senyawa yang berhasil diisolasi adalah suatu alkaloida jenis dibenzazonin. diteliti kandungan alkaloida. baik secara terpisah (pada uterus marmot) maupun secara in situ (pada kelinci). pada kontraksi otot rahim SAMEKTO WIBOWO dkk. Penyelidikan efek hipoglikemik zat pemanis Stevia dilakukan dengan glukosa toleransi. 1989. Hasil yang diperoleh dari perlakuan stevia pada hewan percobaan bahwa ternyata pernafasan detak jantung tidak dipengaruhi. Kemurnian dari senyawa yang berhasil diisolasi ditentukan dengan kromatografi lapis tipis. 1978. orang kegemukan dan penderita gigi berlubang. menggunakan pereaksi dan pendeteksi yang spesifik untuk alkaloida. Baru-baru ini protostefanin telah diisolasi pula dari species Hyberbaena columbica dari suku Menispermaceae yang belum pernah diisolasi dari tanaman lain. Dari sekitar 28 spesies Stephania yang telah GUSTINISY. yang sebelumnya telah ditemukan pada species Stephania japonica Miers. (No. yang biasanya digunakan sebagai obat demam. bahkan berkhasiat hipoglikemik. yaitu penghilangan lemak dari materi tumbuhan. serta pemisahan komponen dengan kromatrografi kolom.. ternyata bahwa sebagian besar alkaloida ini secara teoritis berasal dari prekursor benzil-isokuinolin. (No. Pengaruh infus akar terong Solarium melongena L. isolasi alkaloida. Data spektroskopi ultraviolet. PPPSITB ELAH diketahui bahwa tumbuhan Stephania adalah salah satu genus dari suku Menispermaceae. 1986.. Tyang mengandung senyawa kimia golongan alkaloida. untuk mengidentifikasi status patologik kelenjar prostat. Dapat disimpulkan pula bahwa alkaloida ini ialah protest efanin. 155*) STEPHANIA CORYMBOSA BL. menggunakan hewan percobaan marmot betina dengan bobot badan 350 g dan kelinci albino betina dengan bobot badan 800 g. Metode yang dilakukan adalah menggunakan kelinci sehat dengan bobot badan sekitar 2 kg yang dipuasakan selama 14 jam. Isolasi dilakukan berdasarkan sifat basa dari alkaloida dan mencakup beberapa tahapan. JK FMIPA ITB penelitian dari TUJUAN mempunyaiini adalah untuk mempelajari apakah zat pemanis dapat Stevia rebaudiana Bertonii sifat hipoglikemik dibandingkan tolbutamida untuk digunakan sebagai antidiabetik. Stevia rebaudiana Bertonii dapat digunakan sebagai makanan berkalori rendah bag! penderita diabetes. Hasil penelitian menunjukkan. Penentuan kadar gula darah dilakukan dengan cara Nelson-Somogyi. (No. FK UGM Tobat tradisional dan khasiatnya untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. Dalam penelitian ini dilakukan isolasi alkaloida dari batang tumbuhan Stephania corymbosa Bl.. Kemungkinan pacuan terhadap kontraksi otot rahim pada binatang percobaan tersebut terjadi. Pada pemberian zat pemanis stevia 49 . inframerah. 153*) SOLANUM MELONGENA L. pemisahan alkaloida fenolik dan non-fenolik. 156*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Efek hipoglikemia zat pemanis dari Stevia rebaudiana Bertonii pada kelinci HARMAINI M J D. Infus akar terong dalam dosis yang lebih besar dapat menaikkan tonus kontraksi Ueum marmot terpisah. UJUAN penelitian adalah untuk memberikan keterangan ilmiah pemakaian akar terong sebagai Contoh yang diteliti adalah infus kulit akar terong.

.dan gugus metij pada 10-C. dari keempat spektranya dapat disimpulkan bahwa salah satu komponen tersebut adalah isosteviol dengan bobot molekul 318 dan gugus fungsi C = O. sebagai pemanis minuman ringan berupa teh manis dan uji kualitas mikrobiologi. Penelitian dilakukan secara eksperimen laboratorium terhadap berbagai konsentrasi infus Stevia dan campuran infus Stevia dengan teh.CH2-CH2.39% dan 10. serta tidak bersifat racun terhadap ikan mujair. 157*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Zat pemanis Stevia rebaudiana Bertonii UTARI DEWI. serta O-H dalam strukturnya. hasil hidrolisis pemanis stevia dengan HBr 48%. perlu diteliti lebih lanjut efek samping yang negatif. maka kadar gula darah turun 53. Hasil analisis dengan kromatografi lapis tipis. NMR. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa zat pemanis Stevia rebaitdiana Bertonii dapat dipakai sebagai zat pemanis pada penderita diabetes. 18-COH. makin tinggi konsentrasi infus stevia. 13-C. (No. Dari hasil penelitian diketahui bahwa daun Stevia rebaudiana Bertonii tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan bukan pula media yang baik bagi pertumbuhan bakteri.28%. sebagai pengganti gula tebu atau sukrosa. yaitu: cara mikrobiologi terhadap jamur Aspergillus niger dan bakteri Escherichia coll dan metode kontak terhadap ikan mujair (Eratherodon mossambica). 1986. C-O. kemudian berkurang sesuai dengan lamanya penyimpanan. Terhadap pemanis stevia dilakukan analisis gugus fungsi dengan spektrofotometri inframerah. JF FMIPAUNPAD P ENEUTIAN ini bertujuan sebagai usaha penggunaan cairan infus Stevia rebaudiana Bertonii.04 g/L. inframerah. HPLC dan spektrofotometri ultraviolet. Selain itu dilakukan pula penghitungan bilangan bakteri tanpa inokulasi bakteri. (No. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sifat racun dari pemanis stevia dan menetapkan karakterisasi isosteviol. 50 . karena di samping berkalori rendah mempunyai sifat hipoglikemik yang berarti. 158*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Infus daun Stevia rebaudiana Bertonii sebagai pemanis air teh dan uji mikrobiologi IKA ISKANDAR. dengan penyimpanan selama 0 sampai 192 jam. -CH3. JK FMIPAITB D AUN tanaman Stevia reubadiana Bertonii dapat digunakan sebagai bafaan pemanis untuk makanan dan minuman.tanpa pemberian glukosa dibandingkan dengan pemberian tolbutamida. makin kecil bilangan bakteri yang dihitung. memungkinkan bakteri dapat tumbuh pada awalnya. Dengan respirometer warburg diperoleh persen hambatan: 8. Hasil penelitian dari infus stevia. dan GC-MS menunjukkan bahwa hasil hidrolisis merupakan satu komponen. Penentuan sifat racun dilakukan dengan beberapa cara. Tentu saja. Dari kedua percobaan tersebut diketahui bahwa pemanis stevia tidak mempunyai sifat antibiotik terhadap jamur Aspergillus niger dan bakteri Escherichia coli.6%. infus teh dan campurannya terhadap bakteri uji Escherichia coli dengan metode perhitungan bilangan bakteri menunjukkan bahwa. Adanya gugus glukosa pada steviosida yang merupakan kandungan kimia utama dari daun stevia. C = O. Hasil spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus C = O. makin banyak bilangan bakteri yang dihitung dan makin lama waktu penyimpanan.02 g/L dan 8. jika konsentrasi pemanis stevia adalah: 4.

Isolasi bahan pemanis dari daun Stevia rebaudiana Bertonii dan penentuan spektra inframerah CHAIRJL ANWAR. BKPH Kebasen KPH Banyumas Timur. Metode yang dilakukan adalah dengan pemeriksaan kadar glukosa darah tikus yang telah diinduksi dengan aloksan. dan 3.) suku Rutaceae.16. Jawa Tengah EMING SUDIANA. yaitu 6.. menggunakan pelarut campuran metanol:dioksana = (l:l) (v/v) yang diikuti proses pendinginan pada suhu -15°G selama 24-48 jam. BKPH (Bagian Kesatuan Pamangku Hutan) Kebasen.) suku Compositae. Diperoleh hasil berupa padatan putih dengan jarak lebur 196-198°C. sudut putar optik spesifik: -32° dan rumus molekul CsgHeoOis. telah digunakan oleh masyarakat sebagai obat antidiabetes. Saat ini usaha perkebunan Stevia sedang dikembangkan di daerah Tawangmangu dan Banyumas. Sebagai pembanding digunakan akuades. 161*) SYMPHYTUM OFFICINALE L. suku Anonaceae.0%. Jeruk maja. Tanaman Symphytum officinale L. Penurunan kadar glukosa darah dibandmgkan antara pemberian infus 20% daun Symphytum officinale (dosis: 10. JF FMIPA UNAND ymphytum officinale L. dan 3. Srikaya. suatu bahan pemanis alam yang terdapat di dalam daun Stevia rebaudiana memiliki rasa manis 300 kali rasa manis gula atau sukrosa. terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan S pada tahap permulaan dilakukan penelitian pendahuluan untuk melihat efek pemberian infus daun Symphytum. maupun obat-obatan. Pengaruh ekstrak: 1.) dengan pemberian klorpropamida. 2 dan 5% dari bahan no. FB UNSOED P ENELITIAN struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional telah dilakukan di hutan jati Notog. (No. KPH (Kesatuan Pamangku Hutan) Banyumas Timur. terhadap kesuburan pada mencit TJeruk maja (Aegle mannetos Corr. Karena itu. pada mencit betina dalam bentuk ekstrak air (10% dari bahan no.M. 1981. ester dan = CH2. AEGLE MARMELOS CORK.. Kemlegi. Srikaya (Anona squamosa L. 1988. malah masing-masing dari ketiga bahan itu menunjukkan respons bersih negatif. 159*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII. FMIPA ITB IGA bahan nabati telah dicobakan. FMIPA UGM B AHAN pemanis nirkalori termasuk aditif makanan yang pemakaiannya sangat luas.. AMRISAL. (No.5 mg/kg bb.. 163*) Struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Notog. Steviosida diisolasi dari daun kering dengan pengekstrak sokslet selama 8-10 jam menggunakan pelarut metanol.(No. Hasil eksperimen ini menunjukkan bahwa ketiganya tidak berbeda efeknya dengan air. Kemlegi (Stevia rebaudiana Bert. Metode isolasi di atas cukup sederhana serta memberikan rendemen hasil yang cukup tinggi. 2. Ekstrak kasar dimurnikan dengan cara rekristalisasi. sebanding dengan suspensi klorpropamida 22. yaitu: 1. 2. Stevlosida. (No. ANONA SQUAMOSA L. officinale terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan. Dari data spektra inframerah dapat diamati adanya gugus alkohol. ternyata dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus. dari bulan September sampai 51 . 1985. dimana dosis 25 dan 40 mL/kg bb. baik dalam industri makanan dan minuman.). 160*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII SUROSO dkk. 1981.25 dan 40 mL/kg bb. Uji efek infusadaun Symphytum officinale L. 1 dan no. Infus 20% mempunyai efek menurunkan kadar glukosa darah tikus diabetes melitus. 3 tersebut di atas).

Deseraber 1984. Pengambilan sampel menggunakan metode garis berpetak pada ketinggian 50 m sampai 550 m di atas permukaan air laut.

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa di hutan jati Notog terdapat 24 jenis tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional, termasuk dalam 22 marga dan 17 suku, sedangkan tumbuhan yang dominan adalah Stachytarpeta jamaicensis (L.) Vahl. Berdasarkan analisis indeks kesamaan menunjukkan bahwa antar stasion penelitian mempunyai kesamaan komunitas yang cukup besar, yaitu antara stasion IV dan stasion V dengan nilai 94,59%. Dari hasil penelitian dapatlah disimpulkan bahwa masyarakat desa sekitar hutan Jati Notog masih banyak menggunakan tumbuhan untuk mengobati beberapa penyakit yang dideritanya. Hal ini ditunjukkkan dengan banyaknya jenis tumbuhan yang mereka gunakan. Ketinggian tempat dengan interval 100 m dan persentase rata-rata penutupan kanopi pohon, berpengaruh pada indeks nilai penting dan SDK ( Summed Dominant Ratio) tumbuhan.
Jenis tumbuhan obat yang oleh LBN (Lembaga Biologi Nasional) dianggap langka, di antaranya

adalah: Curcuma aemginosa, Curcuma xanthorriza dan Gastrochilus panduratum, ternyata masih
sering dijumpai di bawah tegakan hutan jati Notog, dengan nilai penting, yaitu masing-masing 10,59% di stasion I; 15,92% di stasion II dan 18,49% di stasion III.

(No. 165*) TINOSPORA CRISPA (L.) MIERS

Uji efek analgesik dari infusa batang brotowali Tmospora crispa (L.) Miers ex Hook f. & Thems. pada mencit putih jantan dengan meto.de tail flick

T

HILWAN YUDA TERUNA, 1987; JF FMIPA UNAND inospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. yang dikenal dengan nama brotowali, adalah salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai obat, karena mempunyai berbagai khasiat.
khasiat sebagai

Berdasarkan sifat antipjretik dan antirematik, diduga tanaman ini mempunyai analgetik. Penelitian ini akan menguji efek analgetik tersebut.

Percobaan dilakukan dengan metode tail flick yang dioperasikan secara manual. Waktu respon nyeri dibandingkan antara: a) infus brotowali dosis: 3,33; 6,66; 13,33; 26,66 mL/kg bb., b) pembanding asetosal 52 mg/kg bb. dan c) akuades 26,66 mL/kg bb. Efek infus brotowali dosis: 6,66 dan 13,33 mL/kg bb. sama dengan efek asetosal.
(No. 166*) TINOSPORA CRISPA (L.) MIERS

Uji efek antiinflamasi (antiradang) infus batang brotowali, Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. pada tikus jantan putih

T

YUTIARDY R1VAI, 1987; JF FMIPA UNAND ELAH diuji efek antiinflamasi (antiradang) infus batang brotowali, Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. pada tikus putih jantan dengan menggunakan alat Pletismometer. Uji efek antiinflamasi ditelaah berdasarkan kemampuan infus batang Tinospora crispa 20% dalam mengurangi inflamasi yang disebabkan oleh karagen. Infus batang Tinospora crispa 20% pada dosis 8 mL/200 g bb. memberikan efek yang hampir sama dengan asam asetilsalisilat dengan dosis 30 mg/200 g bb.
(No. 167*) TRIGONELLA FOENUMGRAECUM L

Pemeriksaan fitokimia ekstrak etanol biji halba (Trigonellafoenumgraecum L.)

B

Z.TATI HURUSTIATI, 1986; JF FMIPA UNPAD UI halba (kelabet) dari tanaman Trigonellafoenumgraecum L., Leguminosae, merupakan tanaman obat tradisional dan telah dikenal sejak beberapa abad yang lalu. Digunakan sebagai

rempah-rempah, sebagai obat penyakit kulit, diabetes, penyakit kerongkongan, asma, sembelit, wasir,

batuk menahun dan lain-lain. Kandungan senyawa kimia biji halba belum banyak diungkapkan, Dalam penelitian ini akan dilakukan pemeriksaan kandungan kimia dan isolasi serta pemeriksaan kualitatif
senyawa yang terisolasi dari ekstrak etanol.
52

Metode penelitian adalah: analisis fitokimia terhadap simplisia, meltputi pemeriksaan makroskopik, mikroskopik, pemeriksaan spesifikasi simplisia, analisis pendahuluan fitokimia serta isolasi dan analisis kualitatif senyawa alkaloida. Pemeriksaan makroskopik, mikroskopik dan spesifikasi simplisia mendapatkan beberapa karakteristik spesifik simplisia. Analisis fitokimia menunjukkan adanya senyawa alkaloida, flavonoida, steroida, saponin dan tanin. Isolasi alkaloida memberikan isolat berupa kristal benvarna kunlng, sangat pahit dan positif terhadap pereaksi alkaloida dan jarak lebur 201-203°C, serapan maksimum sinar ultraviolet pada panjang gelombang 218 nm dan 262 nm; sedangkan puncak serapan inframerah pada 3300, 2850,2350,1740,1650,1420,1300,1100 dan 810 cm'1. (No. 169*) TRISTANIA SUMATRANA MIQ.

Pengaruh sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq.)
terhadap daur estrus mencit (Mus musculus)
YARNELLY GANI dkk., 1980; FMIPA UNAND

T

UJUAN penelitian adalah untuk mengetahui sampai dimana pengaruh dari pemakaian sari tumbuhan (kayu kasai) terhadap daur estrus mencit. Contoh yang diteliti adalah kayu kasai menggunakan tikus putih (mencit). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq.) yang berasal dari: a) kulit kayu yang mengelupas, b) kulit yang masih basah, c) kayu dan d) daun yang masih segar, berpengaruh yang sama terhadap daur estrus mencit, dilihat melalui apusan vagina. Pengaruh sari kayu kasai yang berasal dari bagian tumbuhan di atas, terlihat pada pengunduran dari daur vagina selama 9 hari yang kemudian kembali normal. Diduga steroida yang terkandung dalam sari kayu kasai tidak mempunyai fungsi yang sama dengan steroida yang terdapat dalam estrogen. Untuk ini diperlukan penelitian lebih lanjut.
(No. 170*) TRISTANIA SUMATRANA MIQ.

Penelitian fitokimia kulit kayu kasai (Tristania sumatrana Miq.) yang dipergunakan sebagai obat antihamil di Sumatera Barat
RUSJDI DJAMAL dkk., 1979; FMIPA UNAND
AYU kasai dikenal digunakan oleh dukun di Sumatera mencegah atau Rmembatasi kelahiran.umum danpenelitian ialah untuk menentukan Barat untukyang terkandung Tujuan komponen
dalam kayu kasai. Kulit batang yang telah mengelupas dan kulit batang masih segar yang kemudian dikuliti, merupakan bahan penelitian. Secara kualitatif, kulit kayu kasai mengandung karbohidrat, tanin dan steroida. Dari campuran dapat diketahui 6 jenis steroida yang mungkin terikat berupa glikosida. (No. 171*) UNCARIA GAMBIR (HUNTER) ROXB.

Isolasi tanin dari Uncaria gambir (Hunter) Roxb. dan penentuan kadarnya dalam ekstrak

T

IMTIHANAH,1989; JK FMIPA ITB ANIN meliputi sekelompok besar senyawa kimia bahan alam yang tersebar luas dalam dunia tumbuhan Hampir tiap suku tumbuhan menunjukkan adanya spesies yang mengandung tanin. Tanin mempunyai banyak manfaat, antara lain sebagai obat, penyamak kulit dan sebagai zat warna. Uncaria gambir (Hunter) Roxb. atau dikenal sebagai gambir, juga mengandung tanin, terutama pada daun dan ranting. Ekstraksi awal dilakukan dengan memakai aseton sebagai pelarut. Uji kualitatif menunjukkan bahwa tanin terdapat dalam ekstrak fraksi aseton dan fraksi air. .Uji kuantitatif dilakukan terhadap kedua ekstrak. Dengan cara kolorimetri diperoleh hasil sebagai berikut: datam ekstrak fraksi aseton: 27%, dan dalam ekstrak fraksi air: 12,5%. Dengan cara volumetri diperoleh kadar tanin sebagai berikut: dalam ekstrak fraksi aseton: 12,1%, dalam ekstrak fraksi air: 4,8% dan dalam gambir pasar 7,6%. Spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus -OH yang menyatakan bahwa tanin adalah

53

senyawa polar. Dari dua cara uji kuantitatif diketahui bahwa ekstrak tidak hanya mengandung tanin, tetapi juga senyawa fenolik lainnya.
(No. 172*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K. SCHUM.

Isolasi alkaloida dari buah Voacangafoetida (Bl.) K. Schum.

V

. RIDA ERNOLA, 1987; JF FMIPA UNAND oacangafoetida (Bl.) K. Schum. secara tradisional di daerah Maninjau Sumatera Barat, digunakan sebagai ramuan untuk orang gila, Hasil penelitian terdahulu terhadap daunnya, menunjukkan adanya alkaloida yang diidentifikasi sebagai vobtusina lakton. Pada penelitian ini dicoba mengisolasi alkaloida yang terdapat dalam buah segar yang cukup tua tetapi belum masak. Metode yang digunakan adalah penyarian secara maserasi, pemeriksaan alkaloida kasar secara kromatografl lapis tipis, pemisahan dengan kromatografi kolom dan kromatografi radial, pemurnian
dengan cara rekristalisasi serta karakterisasi senyawa terpisah dilakukan dengan penentuan jarak

lebur, pemeriksaan dengan spektrofotometer ultraviolet, inframerah, NMR dan GC-MS. Didapatkan lima jenis alkaloida yang dengan uji warna dengan besi(III) amonium sulfat dan spektrum ultraviolet menunjukkan adanya kerangka indol dalam strukturnya. Alkaloida RI berupa serbuk yang berwarna putih kekuningan dengan jarak lebur 114-116°C (sebagai garam pikrat), spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi karbonil dari ester; alkaloida R2 berupa senyawa vobtusina lakton; alkaloida Rs berdasarkan data spektroskopi yang dilaporkan dalam pustaka telah dapat diidentifikasi sebagai senyawa vobtusina; alkaloida R4 berupa serbuk tidak berwarna, tidak melebur pada suhu 360°C (terurai), spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi
karbonil dari ester; alkaloida RS berupa senyawa seperti gom, spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi lakton dan ester.
(No. 173*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K.SCHUM.

Uji efek penenang rebusan buah Voacangafoetida (BL.) K. Schum. pada mencit putih dengan metode rotating rod dan sand filter

AKMAL 1988; JF FMIPA UNAND

jacanga foetida (Bl.) K. Schum Apocynaceae merupakan salah V yang digunakan oleh masyarakat dari sukuramuan untuk mengobati penyakitsatu jenis tumbuhan sebagai jiwa atau gila. Di
daerah Kongo, tumbuhan ini digunakan oleh penduduk sebagai obat tradisional untuk mengatasi stress yang memperlihatkan gejala hiperaktif (Manske & Holmes, 1965). Selain itu tanaman ini diketahui dari penelitian terdahulu mengandung alkaloida cukup besar, antara lain vobtusina lakton (daun), vobtusina (kulit batang), voacangina (akar) dan vobtusina dan vobtusina lakton (buah). Mengingat hal-hal di atas, telah dilakukan penelitian efek penenang rebusan buah Voacanga foetida (Bl.) K. Schum. pada mencit putih dengan metode rotating rod dan sand filter. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa ditemukan efek penenang dari rebusan buah Voacangafoetida yang diteliti pada kadar 80% dengan dosis 10,85 mL/kg bb., setara dengan larutan klorpromazina hidroklorida 0,03% dengan dosis 3,41 mg/kg bb. (No. 174*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K. SCHUM.

Isolasi alkaloida dari daun Voacangafoetida (Bl.) K. Schum.

D

AziNAR, 1987; JF FMIPA UNAND ARI daun Voacanga foetida (Bi.) K. Schum. telah diisolasi alkaioida utama dan diidentifikasi sebagai vobtusina lakton, Penelitian ini mencoba memisahkan komponen alkaloida lainnya dari daun segar. Setelah penyarian secara maserasi daun segar, pemeriksaan alkaloida kasar dilakukan dengan kromatografi lapis tipis, pemisahan dengan ekstraksi pada pH bertingkat, kromatografi kolom, kromatografi radial, pemurnian dengan rekristalisasi. Karakterisasi senyawa dilakukan dengan penentuan jarak lebur, pemeriksaan dengan spektrofotometri ultraviolet, inframerah, NMR dan GC-MS. 54

Simplisia tersebut sering digunakan dalam ramuan obat tradisional. Alkaloida utama BJ. 177*) WOODFORDIA FLORIBUNDA SALISB. Dragendorff dan Liebermann-Burchard pada kromatografi lapis tipis. dan pembanding isoprenalin 2 mg/kg bb. sedang dari Metode yang digunakan ialah soksletasi dengan pelarut metanol. Schum. karakterisasi senyawa terpisah dilakukan dengan penentuan jarak lebur.67 mL per kg bb.56.) K.Spektroskopi ultraviolet dan reaksi warna dengan besi(III) amonium sulfat menunjukkan bahwa alkaloida ini mempunyai kerangka struktur indol.72% dengan variasi dosis: 0. 1. NMR. pada tikus putih jantan RAHMANUDIN.33. inframerah. (No.) K.94. dan 2. Ekstrak menurunkan tekanan darah normal tikus secara nyata dan meningkat dengan naiknya dosis pemberian. suku Lythraceae. Woodfordia floribunda Salisb.) K. 1. (No. sari kloroform dan sari metanol memberikan reaksi negatif terhadap pere- aksi VaniIin-H2SO4 dan pereaksi Dragendorff. yaitu vobtusina (II) dan vobtusina lakton. 1988.) K. JF FMIPA UNAND dilakukan terhadap tumbuhan Voacangafoetida (Bl. Schum. kloroform dan metanol. Dari akar Voacangafoetida (Bl. karena data Spektroskopi belum lengkap. sedangkan alkaloida A2 dan AS dalam molekulnya menunjukkan adanya gugus fungsi ester. SCHUM.94. . kolom. adalah efek nya efek penenang dan penenang dan hipotensif.Schum. pemisahan dengan kromatografi kulit batang ditemukan senyawa dengan struktur menyerupai vobtusina.) K. Pada tiap-tiap sari dilakukan uji terhadap pereaksi VaniIin-H2SO4. diinhibisi oleh pemberian ekstrak akar Voacangafoetida dosis: 0. 175*) VOACANGA FOETIDA (BL. adaPENELITIAN yang telah analgesia. dengan sistem pelarut kloroform: etanol 55 . JF FMIPA UNPAD T ELAH dilakukan studi fitokimia dari simplisia sidawayah. 1989. maka dilakukan uji efek hipotensif ekstrak akar Voacanga foetida (Bl. Spektroskopi inframerah alkaloida AI menunjukkan adanya gugus fungsi lakton dan boleh jadi ester. mengandung alkaloida vobtusina lakton (I). dari buah ditemukan 2 alkaloida. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan alkaloida dari bagian akar.) K. Kenaikan tekanan darah yang disebabkan pemberian adrenalin. berdasarkan data Spektroskopi diidentifikasi sebagai alkaloida voakangtna. BASTIAM. Basil spektrum ultraviolet dan reaksi warna dengan besi(III) amonium sulfat menunjukkan bahwa senyawa tersebut mempunyai kerangka struktur indol. pemurnian secara rekristalisasi. dan pemeriksaan daya antibakteri sari metanol VERONICA BAJANG. Schum. dan 2. Percobaan dilakukan dengan penyarian berturut-turut mempergunakan pelarut eter minyak tanah. maka struktur belum dapat ditentukan. Uji efek hipotensif ekstrak akar Voacangafoetida (Bl. Isolasi alkaloida dari akar Voacangafoetida (Bl. Sari kloroform dan metanol memberikan reaksi positif terhadap pereaksi Liebermann-Burchard. 176*) VOACANGA FOETIDA (BL. pemeriksaan dengan alat spektrofotometer ultraviolet. Analisis fitokimia simplisia sidawayah Woodfordia floribunda Salisb. JF FMIPA UNAND T ELAH diketahui bahwa daun Voacanga foetida (Bl. Dari sari metanol terisolasi satu komponen dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif pada lempeng silika gel G. dapat diisolasi 3jenis alkaloida.. Alkaloida 62 dan 63. Kandungan kimia maupun aktivitas biologik belum banyak terungkap . Dengan asumsi adanya hubungan antara efek Schum. 0. SCHUM.58. 0.67 mL per kg bb. Digunakan ekstrak 4. Schum.) K. Percobaan dilakukan pada tikus putih jantan secara in situ dengan menggunakan alat Manometer Condon dan Kimograf yang dimodifikasi. (No. Sari eter minyak tanah.58.) K. GC-MS dan reaksi kimia dengan pereaksi besi(III) amonium sulfat.

Untuk itu telahmaka perlu dikembangkan obat dilakukan penelitian efek analgetik rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb. HENNY SETIATIN. Penentuan struktur dari senyawa tersebut telah dilakukan berdasarkan data spektroskopi ultraviolet dan GC-MS. MENGINGAT luasnyatradisional yang mempunyai khasiat analgetik. 180*) ZINGIBER AROMATICUM VAL.0185 X. Komponen tersebut bereaksi positif dengan pereaksi Liebermann-Burchard dan Carr-Price. pada pemisahan secara kfomatografi memberikan beberapa fraksi Salah satu di antaranya adalah senyawa seskuiterpen yang disarankan sebagai zingiberen. cacingan dan influenza. alpinetin. Pengkajian kimiawi ekstrak n-heksan dari Zingiber aromaticum Val. 1987. minyak atsiri dan oleoresin. yaitu metode Rat tail flick yang dimodifikasi. Perasan rimpang jahe memberikan efek yang nyata terhadap perpanjangan waktu reaksi. 181. yaitu: 145. seperti Alpinia speciosa mengandung senyawa flavonoida dengan kerangka calkon. JF FMIPA UNPAD pemakaian obat analgetik non-narkotik dikalangan masyarakat. dan adanya senyawa yang menunjukkan sifat sitotoksik di antaranya adalah diferuloid-metan. Makin besar dosis yang diberikan. khususnya tanaman yang tanaman ini. (No. yaitu flavokawin B.0 mg/kg bb. 163. Salah satu jenis suku Zingiberaceae yang sampai saat ini belum diteliti adalah tanaman Zingiber aromaticum Val. Uji efek analgesik perasan rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb. Metode penefitian yang digunakan adalah metode eksperimental laboratoria menurut Jerome M Glassman. JK FMIPA ITB ottensii suku Zingiberaceae yang sering digunakan Z ingibermembuatVal.) pada mencit LATIFAH. yang cenderung mengikuti persamaan garis regresi Y = 0. 199.35+0.(9:1). (lempuyang wangi). mengandung golongan senyawa sterol atau terpen. 6'dihidroksi-4'-metoksicalkon. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa perasan rimpang jahe merah. misalnya: Alpinia katsumadai Hayata. dimana rangsangan sakit yang diberikan adalah panas. Pemberian perasan rimpang jahe merah antara 199. Ekstrak n-heksan dari umbi Zingiber aromaticum Val.7 mg. kurang nafsu makan.8 mg dan 218. pinosimbrin. Alpinia 56 . Misalnya. Juga telah ditemukan senyawa calkon yang disebut Boesenbergen A dari umbi tanaman Boesenbergia panduratum dan senyawa pinostrobin.0 mg/kg bb.) dibandingkan dengan standar asam asetilsahsilat pada mencit. (No. 1987. IDA HARIATI. di dalam buah Alpinia oxyphylla ditemukan adanya senyawa-senyawa monoterpen dan turunan diarilheptanoida. cardamonin dan 2'. Konstituen kimia minyak atsiri dari Zingiber ottensii Val. Telah pula dilakukan pengukuran spektrum peresapan ultraviolet dan inframerah dari komponen yang terisolasi serta aktifitas mikrobiologi dari sari metanol dan kadar tanin dari simplisia.3 mg. (No. merupakan salah satu tanaman tanaman ini digunakan sebagai pengharum dalam ramuan obat tradisional. JK FMIPAITB Dtermasuk suku Zingiberaceae. telah dilaporkan kandungan kimia beberapa jenis dari suku ALAM usaha meneliti senyawa kimia yang dikandung oleh tumbuhan. 1986.5 mg. yaitu etil-p-metoksi-sinamat. Beberapa jenis yang lain. Tanaman yang termasuk suku Zingiberaceae. Tanaman ini banyak digunakan sebagai obat masuk angin. Umbi akar tubuh dan meredakan demam serta menyembuhkan penyakit kejang gagau pada anak-anak di bawah umur.8 mg/kg dan 218. semakin besar efek perpanjangan waktu reaksi (efek pengurangan sensitifitas rasa sakit). 182*) ZINGIBER OFFICINALE ROXB. mempunyai daya analgesik yang setara dengan daya analgesik asam asetilsalisilat 10 mg/kg bb. Penelitian dicoba dengan 5 macam dosis. umbi tanaman Curcuma zedoaria mengandung senyawa karbonaromatik yang mempunyai aktivitas -antijamur. 183*) ZINGIBER OTTENSII VAL.

Beberapa jenis yang lain. Ternyata 70% dari seluruh responden ber-Keluarga Berencana (ber-KB). Contoh yang diteliti adalah: (l)Jamu Suiker Ziekten Cap Dua Keris. tidak bersuami lagi. Umur responden antara 20-35 tahun (usia 57 . dan yang digunakan sebagai obat di kampung adalah kulit batangnya. bahwa paliduri tidak menghambat perkembangan proses spermatogenesis melalui penghambatan sekresi gonadotropin oleh hipofisa. sisanya karena menyusui..225 kuesioner. 13. 4'-dimetoksi calkon dari ekstrak total n-heksan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 8 merek jamu yang dikenal sebagai antidiabetes. Jamu Air Mancur dan tikus galur Lembaga Makanan Rakyat (LMR) dari Lembaga Gizi-SEAMEO. (7) Jamu Kemanis A Nyonya Gouw. (No. Dari 1. maka perlu adanya pengawasan dalam penggunaan jamu-jamu ini sebagai obat. isoflavon dan flavanon dari fraksi etil-aseta/. 185*) Khasiat paliduri terhadap spermatogenesis pada tikus putih T AZALIA SlNTO dkk.30. (4) Jamu Suirine Pil Kencing Manis. sisanya 30 % tidak ber-KB. (No. FK UI UJUAN penelitian adalah untuk mempelajari efek atau pengaruh tanaman paliduri terhadap proses perkembangan spermatogenesis pada testis tikus putih..3% sedang hamil.7% ingin anak lagi. seperti Boesenbergia panduratum mengandung senyawa flavonoida.. Contoh yang diteliti adalah ibu-ibu rumah tangga di Jakarta yang sosio-ekonomi berbeda. dan (10) Clinacanthus nutans (dandang gendis di Jawa Tengah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa paliduri dengan dosis 2 g dan 1 g tidak mempengaruhi proses spermatogenesis pada pemberian selama 15. Untuk sementara dapat dikatakan. sedangkan Zingiber cassumunar mengandung senyawa karbonaromatik. mengandung turunan flavonoida dengan nama 2'. FKUI UJUAN penelitian adalah untuk mengetahui berapa banyak para ibu yang menggunakan jamu sebagai kontrasepsi di daerah yang berbeda sosio-ekonominya. (2) Jamu Sakit Kencing Manis No. dan 45 hari. serta flavonol. Mengingat hal tersebut. dan 37% dari daerah II (sosio-ekonomi rendah). (3) Jamu Sakit Kencing Manis Cap Dua Burung Perkutut". hematokrit. yang jumlah SOEKENISOEDIGDO. 187*) Survai penggunaan jamu sebagai kontrasepsi (Tahap I) T SUHARTIK. Skrining ini dimaksudkan untuk dapat menjawab apakah jamu antidiabetes yang diperdagangkan itu memang mempunyai khasiat menurunkan kadar gula darah. sebab di antara jamu-jamu tersebut bahkan ada yang menunjukkan efek menaikkan kadar gula darah. Di samping jamu juga akan diteliti tanaman obat Indonesia yang di kalangan rakyat lazim digunakan untuk pengobatan penyakit gula. dan terkumpul 1. 1978. SUHERMAN dkk. JK FMIPA ITB UJUAN penelitian adalah untuk melakukan skrining jamu yang diperdagangkan di Indonesia ragamnya kian hari kian bertambah.9% menopause. 1978.officinantm Ham.30 dan 45 hari. mengandung senyawa monoterpen dan seskuiterpen sebagai hasil penyulingan uap. dan Zingiber officinale. (No. sedang sakit. T. (5) Jamu Kencing Manis "Ibu" Cap Dua Nyonya. 1978.(9) Alstonia spatulata (basung di Sumatra Barat) berupa pohon yang mencapai 20 m tingginya. Survai berlangsung 10 bulan. Jakarta. 63% berasal dari daerah I (sosio-ekonomi baik). Zingiber ottensii Val. klinik KB jauh. Alasan "mengapa tidak ber-KB adalah: 56. hanya dua yang menunjukkan efek hipoglikemik. 46 Cap Potret Nyonya Meneer. Hasil pemeriksaan darah terhadap jumlah leukosit. Contoh yang diteliti adalah serbuk tanaman paliduri yang diperoleh dari P. 186*) Penelitian mengenai ada tidaknya sifat hipoglikemia pada jamu yang dikenal sebagai jamu antidiabetes Tsebagai obat antidiabetes. (8) Jamu Kencing Manis Sido Waras. masih dalam batas harga normal. hitung jenis dan total protein pada tikus-tikus yang mendapat paliduri selama: 15. (6) Jamu Kemanis Nyonya Gouw. menggunakan kelinci sebagai hewan percobaan. 8.225 responden.

Data diperoleh dengan cara pengamatan secara langsung dan dengan wawancara terhadap 10 responden di tiap-tiap desa. 197*) Penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia TRISAPTINI. SMA atau perguruan tinggi. Persentase yang ber-KB dengan yang tidak ber-KB dari masing-masing suku tidak berbeda. dengan menggunakan metode transpor eritrosit yang dikembangkan oleh Laboratorium Biokimia FK UNPAD dan penentuan kadar kurkuminoid yang ditetapkan dengan cara spektrofotometri pada panjang gelombang 520 nm. desa Grendeng. Cap Air Mancur. (No. 15 dan 20 menit. tergantung dari waktu inkubasi sampai 15 menit.46%. yaitu: desa Bancar kembar. fraksi kurkuminoid dan fraksi pati. Sebagian responden yang tidak ber-KB belum mempunyai anak. Kira-kira 80% responden beragama Islam. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui daya penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia sebagai data farmakokinetik kurkuminoid dalam rangka peningkatan manfaat temulawak. jamu gendong dan ramuan sendiri.). 10.62%. FB UNSOED EWASA ini penggunaan tanaman obat tradisional telah semakin Dkarena semakin meluasnya pemakaian obat-obatan atau jamu oleh meningkat. SMP dan beberapa tidak pernah duduk di bangku sekolah. Jamu yang digunakan antara lain adalah Jamu Peluntur Cap Nyonya Meneer. Semuanya menyatakan berhasil (tidak hamil) selama penggunaan jamu (1-3 tahun). Dari hasil penelitian diperoleh 49 jenis tanaman obat dengan 29 suku. 29. tidak mengganggu kesehatan. Lebih dari 50% responden adalah suku Jawa.) dan jenis yang paling sedikit adalah tempuyung (Sonchus arvensis L. Kadar kurkuminoid yang diserap oleh eritrosit bertambah. kemudian kunyit (Curcuma domestica Val. JF FMIPA UNPAD T EMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb. 199*) Inventarisasi tanaman obat di kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas RlCHEHARIYATI. desa Karang bangkal. antibakteri.56%. desa Purwanegara. Ternyata. kedua adalah IUD. Hanya 4.subur baik). Kurkuminoid diisolasi dari rimpang temulawak. Sehubungan dengan hal tersebut di atas.8% dari yang ber-KB menggunakan jamu sebagai kontrasepsi. 30. Salah satu cara terjadinya efek biologis pada jaringan hidup adalah dengan jalan menempel pada membran sel dan penetrasi untuk selanjutnya dapat mempengaruhi proses biokimia di dalam sel. (No. 1984. Responden yang ber-KB umumnya sudah mempunyai 1 sampai lebih dari 3 anak. desa Sumampir. Cara atau alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan ialah pil oral.). jenis yang paling dominan adalah pepaya (Catica papaya L. Penggunaannya secara oral. dimana bahannya berasal dari tanaman obat-obatan atau simplisia nabati. sedangkan yang berasal dari daerah II: SD. menurunkan kadar kolesterol. adalah: 18. atau hanya dengan 1-2 anak saja. 1987.) sebagai tanaman obat mempunyai prospek untuk dikembangkan lebih lanjut. Hal ini disebabkan masyarakat. Cap Jago. desa Bobosan dan desa Pabuwaran. setelah itu penyerapan berkurang yang mungkin disebabkan oleh terjadinya hemolisis.21% dan 28. Pantang berkala adalah cara yang paling sedikit dianut. Pendidikan responden dari daerah I umumnya SMP. Setelah diinkubasi selama berturut-turut: 5. telah dilakukan penelitian mengenai jenis-jenis tanaman obat yang ditanam oleh penduduk di daerah kecamatan Purwokerto Utara yang terdiri dari 7 desa. Alasan memilih jamu adalah karena relatif murah. 58 . Beberapa penelitian terdahulu menyebutkan adanya 3 kelompok kandungan kimia yang berguna bagi bidang farmasi. waktu sebelum atau sesudah tiba masa haid atau senggama. 21% suku Sunda dan sisanya terdiri dari berbagai suku. makanan minuman dan kosmetik. darah manusia diperoleh dari Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Bandung dengan antikoagulan Na2EDTA 1 mg/mL darah. mudah didapat. 20% beragama bukan Islam. Dari ke 49 jenis tanaman obat tersebut. maka diperoleh hasil kadar kurkuminoid yang diserap eritrosit berturut-turut. kolagogum dan antihepatotoksik. Fraksi kurkuminoid mempunyai aktivitas farmakologi antara lain sebagai antiinflamasi. yaitu fraksi minyak atsiri.

201*) Penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat di hutan lereng selatan Gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur H SULISTYANI dkk. F. maka semakin banyak usaha-usaha untuk menggali kekayaan hutan sebagai sumber plasma nuftah. mungkin karena jenis tersebut bersifat biennial. FPIPB D ALAM penelitian ini telah dilakukan percobaan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah belimbing buluh (Averrhoa bilimbi} dan buah mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap tekanan darah kelinci jantan berwarna putih. Pola penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat bersifat mengelompok. yang 59 . b) Costus spedosus (Koen) J. Untuk itu telah dilakukan penelitian mengenai tumbuhan bawah yang berpotensi seebagai tanaman obat dan pola penyebarannya di hutan lereng selatan Gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur. sumber plasma nuftah. c) Globba marantina L. baik secara langsung manpun tidak langsung. olah raga dan lain-lain. terutama jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai tanaman obat. Oplismemts burmani. Di antara 14 jenis yang berpotensi sebagai tanaman obat. (No. Penggunaan manometer elektronik ini memungkinkan pengukuran. yaitu: a) Catimbiutn malaccensis (Burm. Dichroa febrifuga serta Symplocos fasciculata. Alpinia malaccencis.) Holt. WULANGI dkk. sedang yang berpotensi sebagai tanaman obat hanya 14 jenis (13. baik tekanan sistol maupun tekanan diastol dengan sangat teliti. Pola penyebaran ini sangat berkaitan dengan adanya kompetisi interspesifik. pada ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut. Contoh tumbuhan darimengetahui jenis Zingiberaceae yang terdapat di dalamdideterjenis Zingiberaceae di Kaliurang dibuat herbarium dan minasi dengan menggunakan buku Flora of Java dan Mountain Flora of Java. karena daerah tersebut mungkin bukan merupakan area distribusinya. (No. dkk . Peranan lain yang tidak dapat diabalkan adalah sumbangannya yang berharga dalam bidang kesehatan. FB UGM UJUAN penelitian adalah untuk hutan TKaliurang. E.21%).. FB UNSOED UTAN sebagai salah satu bagian dari ekosistem burnt sangat penting peranannya bagi kesejahteraan dan kemakmuran manusia. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan tanaman obat. Jenis Zingiberaceae lain tidak terdapat di tempat tersebut. yaitu dengan menggunakan kateter polietilen yang disisipkan ke dalam arteria karotis dan menghubungkan kateter ini ke transduser tekanan dari manometer elektronik. 1988. Smith. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hutan Kaliurang hanya didapatkan 3 jenis tumbuhan yang termasuk Zingiberaceae. maka secara keseluruhan tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat pada lokasi penelitian (ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut) sangat rendah. Selama percobaan. Adanya tumbuhan yang belum atau tidak berbunga. Tekanan darah kelinci diukur dengan cara langsung. tetapi tempat rekreasi sehingga jenis Zingiberaceae lain tidak dapat berkembang dengan wajar. yaitu pada tahun pertama dihasilkan daun dan pada tahun berikutnya dihasilkan bunga. yaitu antara lain sebagai perlindungan tanah dari bahaya erosi. 202*) Jenis-jenis Zingiberaceae di hutan Kaliurang S. 1979. kelinci dibius dengan larutan urethan 26% sebanyak 5 mL/kg bb. (No. rekreasi. SUTANTIBRN. pengaturan tata air. 210*) Efek hipotensif beberapa tanaman di Indonesia KARTOLO S. Semua kelinci yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelinci jantan berwarna putih yang dibeli dari peternakan kelinci di daerah Utara. tergantung dari jenis tanaman itu sendiri. Hal ini dapat diketahui dari fungsi hutan. Dari hasil penelitian didapatkan 106 jenis tumbuhan bawah. pendidikan..penggunaan atau pemakaian anlara jenis yang satu dengan yang lain berbeda atau berlainan. Pfygonum chinense. "Apabila dikaitkan dengan jumlah individu yang sedikit untuk masing-masing jenis. merupakan jenis-jenis yang sering dijumpai. 1980.

SUTANTI BRN dkk. (No. 1981.40 mmHg. FB UGM J ENI'S benalu yang tumbuh pada pohon teh diteliti dalam rangka memperoleh kepastian jenis-jenis Kegiatan lapangan dilakukan tiga kali. 216*) Inventarisasi tumbuh-tumbuhan obat di Sumatera Barat RUSJDI DJAMAL. digunakan untuk penyembuhan penyakit yang berbeda. Scurrula phitippensis (Cham. Obat yang merupakan ramuan. yaitu berupa jumlah daun. sedangkan buah mengkudu dapat menurunkan tekanan sistol rata-rata: 19. Dari penelitian ini didapat empat jenis benalu. Daun merupakan bahagian yang terbanyak dari tumbuhan yang digunakan sebagai obat. Dendrophthoe pentandra (L. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut. satu kali ke perkebunan teh P. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa baik buah belimbing buluh maupun buah mengkudu dapat menurunkan tekanan sistol maupun diastol.38 mmHg. Pemakaian atau penyediaan obat selalu disertai mantera atau doa untuk mcnyempurnakan pengobatan.tumbuhan yang banyak digunakan oleh obat di Sumatera Barat. Tumbuhan yang sama pada beberapa daerah lain. Don. Jenis benalu yang tumbuh pada pohon teh dikumpulkan. dibuat gambar atau foto dan herbarium kering untuk disimpan sebagai koleksi spesimen. jumlah tangkai serta ukuran lainnya. FMIPA UNAND menilai penggunaan bahan dari tumbuhan PENELITIAN ini bertujuan untuk menemukan. Baik ekstrak buah belimbing buluh maupun buah mengkudu disuntikkan ke dalam vena aurikularis.) Miq. Lepeostegeres gemmiflorus Bl. Belimbing buluh dapat menurunkan tekanan sistol rata-rata 14. secara-tradisional masih banyak digunakan oleh masyarakat. 1981. yaitu rebusan atau seduhan. T. & Schlecht.) G.. T. genggam. 2. 3.disuntikkan ke dalam tubuh kelinci secara intraperitoneal. Takaran yang digunakan masih bersifat tradisional (kurang tepat).20 mmHg. mungktn disebabkan karena lokasi di dalam perkebunan tersebut bukan merupakan area distribusinya dan kalau terdapat benalu tersebut pada daerah yang diusahakan. sudah tentu akan diberantas. (No. Pagilarang.25 mmHg dan tekanan diastol rata-rata 16. Pada umumnya cara pengolahan adalah dengan cara sederhana. Bahan dikumpulkan dari masyarakat dan diolah secara tradisional.. dan tekanan diastol rata-rata: 23. Tumbuhan sebagai obat. yaitu: dua kali ke perkebunan teh P. Gunung Mas dan apa yang menurut informasi dari masyarakat dapat dipakai sebagai obat. yaitu: 1. terutama di pedesaan. baik secara mekanis maupun kimiawi. Tidak didapatkannya jenis benalu yang lain. Adanya beberapa cara yang menggambarkan penyediaan obat yang tidak ilmiah atau bersifat magik atau tenaga gaib.) Tiegh. 60 . 4. 211*) Jenis-jenis benalu yang tumbuh pada pohon teh S. meneliti. Macrosolen cochinchinensis (Lour. Dari koleksi yang diperoleh. terutama obat penyakit tumor dan kanker dan lever (hati). yang lebih dipentingkan adalah lengkapnya jenis tumbuhan. Tumbuhan yang sama mempunyai nama daerah yang berbeda-beda.

Wananda. 11. 14. 15.42 Diah Sugiartini.38 Ganthina Sugihartin. 5 Enny Ratnaningsih. 8 Gede Swasta. 15. 14. 6.43 Feri Herlina Anwar. G. 50 61 . J.36 Euis Nining. 24 Husein Hemandi Bakti.. 7. 9 Ida Hariati. 12.44 Gratiana Ekaningsih dkk. 16 Agus Djamhurl. 8 I. 57 Aziz Genisa. 9. 3 Eka Susanti H. 16 Amir Hamzah Mauzy.49 Askadi. 13 Andy Zul Izwar. 5. 1 Dian Nuryani. 9 Ika Iskandar. 9. 11. P.22 Andy Soelistyanto. 2.. 1. 10. 4. 3. 9.41 Aty Widya Warayanti..8 Budi Herawan. 1 Eti KurniatJ..54 Bahruddin.28 Efi Darliana X.40 Asep Adi Suprihatna. 13. 5 Achmad Mustafa Fatah dkk.52 Hisran H. 13. 16 Gunawan Yohanda.36 Hilwan Yuda Teruna.42 Erwin Afandi. 15.51 Dadang Adam Alamsyah. 1.45 Dedi Sofyan.37 Adriansyah Azhari. 12. 3 AbdulNaser. 15 Henny Setiatin.42 Aris Gumilar. 10 Gloria S. 7 Arsyadi. 11. 15.49 Helmi.33 Hesti Budiati.47 Eva Sarifah Hayati.56 lie THsada S.56 Herman Puspita.43 Hermansyah Amir. 6 Halim Zaini. 3 Gustini Sy. 5. 9 Aryetti.55 Binsar Johanes. 4. 9.54 Alimin Harahap. 12. 17 Chairil Anwar. 7 Eli Halimah. 11. 13. 13. 6. 18 Ambar Supeni.34 Haojahan Tfcnggul Manullang.32 Azalia Sinto dkk.31 Achyar Koesnadi. 14.INDEKS NAMA PENULIS A..45 Akmal. 16 Elly Panglepuringtiyas..38 Fitri Yunita. 10. 14.31 Agus Djamhuri dkk. 10 Bogo Suntoro Murti. Budi Utama.16.. 28 Burhanuddin Gumay. 9.19 Harmaini M J D.27 Amrizal M.6 Agus Iman N. 10. 7 Evi Noviarsyah Latif.26 Ariyono Wahyu Ardi. Nandini.3 A. 6 Athena Anwar. 4. A. 9.51 Endah Primawati. 11 Harlia Djuhardi. 9 Bastiam. 15 Ella Noorlaela.51 Euis Holisotan Hakim... 13. 2. 2 Azinar.37 Hendra Yuliansyah. 14 Adel Zamri. 7. 12. 14 Eming Sudiana. Rahayu Nurohman.. 7.

17 Sri Ulina Purba. 15.40 Samekto Wibowo dkk. 9.59 Lala Nurlaela.23 Sondang Komariah S.15. 9 Mohamad Eksan Sjafiudin.19 Suroso dkk.35 Sri Herjati Setiodihardjo. Nur Asiah... 6 Retno Damayanti. 12.29 Rochyadi. 2 J. 4. 8 Muchtadi.48 Pramadhia Budhidjaya. 8.10..57 Soetijoso Soemitro.53 Saifulah. 7. 1..20 Malidin Maibaho.. 4. dkk. 15. Sutanti BRN dkk.24 Sri Herliani... 14. 3. 12.46 Robert Edward Aritonang. 53 Indrawati.13.60 Sudarsini. 1 Nurhidayat.. 10. 13 Irfandi. 13.16. 8. 17. 13. 11 Mulyoto. 8 . C.32 Rusjdt Djamal. 2. 10. 11 Soekeni Soedigdo. 2 Nurlaili Isnaini.17 Semangat Kataren. 14. 10.Imtihanah.45 Sri Ardani Soelarto dkk.40 Sudarsono.46 Sunoto.. Badjongga HTS.29 Sumiyati Sunaryo dkk. Yudono. 4..57 Sulisti.. 2. 11. 8 Soewedo Hadiwiyato dkk. 4.. Sugiarso dkk.. 18. 16... 16 Sri Hertati.56 Lianuta Christ Natanel.. 13.10 Neneng Mupidah..21 N.22 Karta. 5.44 Sidik dkk. 16. 5 Rukmiati K.Tambunan. Suherman dkk. W. 23 Rahmanudin. 14. 3. 3. 11 Reeky Charles P. 2 .38 Sri Woelaningsih.. 17 Moriana Hutabarat. 16 Siti Kardinah P.25 Suhandra.30 Mindarwati.31 Sri Anggrahini & Suhardi. T.. 1. I Ine Srikandi. 4.25 Sri VWdarti. 27 Prita Kresna. 8. 13 Suharti K.20 Metti Siti Hastuti. 1 S..44 Ngatijan & R. 1. H. 6. 1 Oentoeng Soeradi dkk. 25 Takbir Siregar. 12.34 Suwarji Heryana. 59 Sumarno.58 Rida Ernola.54 Riswan S. 6 Snelly Faurhesia. 11 Marliyani.49 Sangat Roemantyo H. 16 62 Sumiati Yuningsih. 15 Martoni. 7. 5 Kartolo S.35 Machmoed Azhar dkk. 15 Mulyono. 3 Miza Nemara.32 Riche Hariyati. 8.. 16.51 Susi Lahtiani. Imono Argo Donatus. 2.60 Rusjdi Djamal dkk.33 Nining Yuaningsih.55 Sulistyani dkk.. 14.35 Sutjipto Halim. 10 Mohamad Istari. 15. 20 Murti Raehani.48 Latifah.41 Sudjiman Djojosengodjo dkk. 2.17. 7. Wulangidkk. 12 Linda R. 2.( 6.26 Setiawati Yusuf. 12.7 Johansyah. 7. 5. 1.

7 Yam Sutiyani.. Sidik.52 Z. 5.12. 13. 12 Zuharina.43 Vita Sophiata. Tati Hurustiati. I. 5. 6. 3 Tutuk Budiati. 7 Udju Sugondho dkk. 1.Tavip Budiawan.55 Yutiardy Rivai.39 Titin Suprihatin. 9 Yusi Fudiesta.37 ZulfadIyN. 14. 10. 4. 7..52 ZuariahYusufdkk. 9. 59 Trisnasari.19 Udju Sugondho.30 Yarnelly Gani dkk. 2. 24 Yun Media Handayani. 3 Yulianti.39 Yuniarti Siregar. 3..34 Teti Suryeti. 2. 50 Veronica Bajang. Evelyn. 11. 10.53 Yetty Supatmijati.28 Taufik Rahman. 15.41 Tjioe Thio Bwee.26 Titi Wiraharja N.30 Wahyono.47 63 . 14. 10. 21 Wiwiek Herawati.16. 14. 11 Tri Saptini..21 Yolanda P.. 8 Utari Dewi.. 11 Tubagus Agus N.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful