PENELITIAN TANAMAN OBAT DI BEBERAPA PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA

IV
PENYUNTING
Sri Sugati Sjamsuhidajat B. Dzulkarnain B.Watyoedi Nurendah P. Subanu Lucie Widowati Martuti Budiharto

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN FARMASI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN DEPARTEMEN KESEHATAN RI. JAKARTA 1992

LEMBAR DATA BIBLIOGRAFI TERBITAN

Judul: Penelitian Tana man Obat di Beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia IV

Klasifikasi: DDC : 615.32389 UDC : 633.88 NLM : QV766

Penyunting: Sri Sugati Sjamsuhidajat B. Dzulkarnain B. Wahjoedi Nurendah P. Subanu Lucie Widowati Martuti Budiharto'

Jenis Terbitan:

Nomor Terbitan: BPPK-F-91/Bibl.l2

Kama dan alamat badan yang memperbanyak dan menyebarluaskan terbitan: Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan RI. Jalan Percetakan Negara No. 29, Jakarta 10560; Kotak Pos 1226, Jakarta 10002; Telpon No. 413122,414146

Edisi/Cetakan: Pertama

Tanggal terbit: 10 Maret 1992

Jumlah halaman: 66

Jumlah terbitan: 1000

Sponsor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI.

Sari (abstrak)/Kata Kunci (Key Words) PLANTS, MEDICINAL - bibliography PLANTS, MEDICINAL - Indonesia

Kolom Catalan penerima terbitan:

Penyebaran terbitan: Bebas Izin mengutip: Bebas dengan menyebut sumber

DAFTARISI
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Hal.
DAFTARISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . i
KATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ii DAFTAR SINGKATAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . iii

DAFTAR TANAMAN DAN PENELITIAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
ABSTRAK PENELITIAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 19

INDEKS PENULIS

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 61

INDEKS TANAMAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 65

alamat dimana penelitian dilakukan dan yang terpenting adalah penelitian tanaman apa dan siapa yang melakukannya. para pembaca dapat memperoleh informasi tentang jenis penelitian. Maksud penerbitan ini. Pusat Penelitian dap Pengembangan Farmasi Dra. Diharapkan dengan diterbitkannya Buku ini. Sri NIP.KATAPENGANTAR Buku Penelitian Tanaman Obat di Beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia Volume IV (1992) adalah lanjutan dari Buku Volume I (1988). serta semua pihak yang telah membantu dalam pengumpulan informasi dan penyusunan buku ini. baik oleh para peneliti. Volume II (1989) dan Volume III (1991). para pembaca yang memerlukan informasi tentang hasil penelitian tanaman obat. Terimakasih diucapkan kepada semua Perguruan Tinggi dan Institusi penelitian. dapat berkomunikasi langsung dengan para peneliti yang berada di berbagai institusi yang dicantumkan dalam Buku ini. adalah untuk mengkomunikasikan hasil penelitian tumbuhan obat yang dilakukan di berbagai institusi di Indonesia. Buku Volume IV ini dilengkapi dengan ABSTRAK HASIL PENELITIAN beberapa tanaman yang terpilih. Semoga Buku ini dapat dimanfaatkan secara lebih luas. seperti buku-buku sebelumnya. 14001175 . Naskah dari makalah lerigkap laporan penelitian dapat diminta langsung kepada institusi tempat penelitian tersebut dilakukan. terutama di perguruan tinggi. Dengan Buku ini. maupun oleh pengguna dan pengusaha tanaman obat.

Fakultas Matematikadan Ilmu Pengetahuan Alam. P3 Biol 16. Yogyakarta Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada. FTP UGM Jurusan Farmasi. Yogyakarta Fakultas Kedokteran Hewan. FKH UGM 12. FP UNHAS 20. FP UNBRA 18. JF FMIPA ITB 3. FF UGM 10. Yogyakarta Jurusan Farmasi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Brawijaya. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Gadjah Mada. Padang Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi. Purwokerto Jurusan Kimia.FKUI Fakultas Pertanian. Bandung Fakultas Biologi. Malang Fakultas Kedokteran Hewan. Jakarta 111 . Yogyakarta Fakultas Biologi.FK UGM 13. Institut Teknologi. Universitas Padjadjaran. JF FMIPA UNAND 15. 2. Universitas Jenderal Soedirman. Bandung Program Pendidikan Pasca Sarjana Institut Teknologi Bandung.JKFMIPAUNPAD 6. LIPI. JF FMIPA USU 9. Bogor 17. Bandung 4. Malang Fakultas Pertanian. Universitas Padjadjaran. Universitas Hasanuddin. Medan Fakultas Farmasi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.FKUNPAD 8. Fakultas Matematika dan Hmu Pengetahuan Alam. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Bogor 14. Yogyakarta 11. FB UNSOED 5. JB FMIPA UNPAD 7. Universitas Indonesia. PPPS ITB Jurusan Farmasi. Institut Pertanian Bogor. Universitas Gadjah Mada. Ujung Pandang Fakultas Kedokteran. Universitas Sumatera Utara. JK FMIPA ITB Jurusan Kimia. FB UGM Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Institut Teknologi Bandung. Bandung. Universitas Gadjah Mada. Universitas Andalas.DAFTAR SINGKATAN 1. Universitas Padjadjaran. Bandung Jurusan Biologi.FKUNBRA Fakultas Kedokteran. Bandung Fakultas Kedokteran. FKH IPB 19. Universitas Brawijaya.

) Pengaruh ekstrak: 1. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 1. 3. Pengaruh penggunaan infusa Aneilema Nur Asiah vaginatum R. 8. 2. 3.* Isolasi alkaloida peptida dari kulit batang tetrandrum Bl.(4recfl cafcc/w L. ylegfe Pemeriksaan kandungan senyawa kimia buah sawo masak (Achras zapota L. Jeruk maja. 90 herba Artemisia annua L. Br. Allium sativum L. ^4/mo/wz squatnosa L. terhadap kadar gula darah kelinci dan perbandingannya dengan tolbutamid Pengaruh ekstrak: 1. Ageratum conyzoides L. terhadap kesuburan pada mencit 3.) pada tikus putlh galur Wistar 6.) terhadap mencit Indrawati JK FMIPA UNPAD JK FMIPA ITB 86 7. terhadap kesuburan pada mencit usu 85 11. 86 (Ageratum conyzoides L. Suroso dkk. Kemlegi. Uji kepekaan larvaAedes aegypti L.NO.* ocddentale L.) dan rimpang temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb. 88 79 13. Artemisia annua L. martnelos (L. o* Isolasi. 2. Srikaya. di laboratorium 88 5.Br.) terhadap Ascaris lumbricoides var. Martoni JB FMIPA ITB JF FMIPA UNAND JB FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB 81 12. Studi isolasi senyawa glikosida dari daun saga (Abrus precatorius L. Uji efek antiradang daun bandotan Hisran H. Antidesma tetrandrum Bl. JF FMIPA ITB 90 86 Kehamilan mencit (Mus musculus) yang diberi ekstrak nanas (Ananas comosus) muda Mulyoto FB UNSOED JF FMIPA 10. terhadap ekstrak Ageratum conyzoides L. Aneilema vaginatum R.) Tutuk Budiati Diah Sugiartini 90 Telaah kandungan kimia kulit buah jambu mete (Anacardium ocddentale L. identifikasi dan konservasi asam anakardiat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium ocddentale L. Kemlegi. Jeruk maja.* 2. Cianjur dan Garut Isnaini . Pengaruh pinang (Areca catechu L. ^4&/«j PENULIS Harlia Djubardi Sulisti INSTANSI JK FMIPA ITB JF FMIPA ITB TH 87 87 precatorius L.) Corr. ^rtfl/ww cotnosus L. Anacardium Uji efek analgetik dari perasan umbi bawang putih (Allium sativum L. FMIPA ITB Sunoto FB UNSOED JF FMIPA ITB 81 4. Antidesma Suroso dkk. Srikaya. yang tumbuh di Sukabumi. suum in vitro Pemeriksaan kandungan artemisin Erwin Afandi NurlaJli 14. .) Achras zapota L.

kristalisasi serta Yetty JF FMIPA Supatmijati. 20. klasifikasi. yang tumbuh di Indonesia 16. kulit batang dan buah tumbuhan mimba (Azadirachta indica A. JK FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD 88 sinensis L./4/temM/fl vulgaris L. Bambusa Pemeriksaan kandungan kimia dan usaha isolasi triterpenoida dari daun jungrahab. Interaksi antara vitamin E dan infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. Artemisia vulgaris L.Br.' klon teh (Camellia sinensis L. Takbir Siregar FFUGM 86 .) dengan cara kromatografi lapis tipis Irfandi JF FMIPA 90 ITB 19.NO.) Analisis kandungan kofeina dari empat Johansyah Eva Sarifah H. Studi fitokimia ekstrak etanol dan metanol daun.* Usaha pemeriksaan golongan kimia zat- Machmoed FMIPA 79 bilimbi L. 17. Pemeriksaan dan percobaan isolasi artemisin dari.' 24. Prita Kresna JK FMIPA ITB 87 Carica papaya L. 25. Imono Argo FFUGM 81 Donatus AzizGenisa JK FMIPA UNPAD 22. Nurhidayat JF FMIPA ITB 88 danylrtemts/a annua L.* Baeckea frutescens L. 27. Pemanfaatan biji pepaya (Caricapapaya L.* karakterisasi kandungan utama akar aris Schrad. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 15. Berg.' 26. Baeckea frutescens L. terhadap nekrosis sel-sel hepar tikus putih jantan Mulyono . Andy Zul UI JK FMIPA 86 Izwar ITB 18.' Isolasi dan analisis minyak biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L. zat yang terkandung dalamAverrhoa bilimbi L.) Studi perbandingan kapsaisin dari buah cabe merah dan cabe gendot Capsicum annum L.* Isolasi. Juss. Efek ekstrak etanol daunAverrhoa bilimbi dan herba Catharanthus roseus terhadap kadar glukosa darah mencit diabet permanen Azhar dkk. Juss. Azadirachta indica A. Bmgtnansia suaveolens B.) untuk bahan makanan Efek infus akar papaya terhadap kerutan kalsium dan magnesium batu saluran kemih secara in vitro Soewedo Hadiwiyato FTP UGM 80 dkk. Calophyllum inophyllum L. Camellia Isolasi dan analisis alkaloida pada daun Bntgmansia suaveolens Ujung Pandang 75 23. UNPAD Sidik Wahyono FF UGM 81 81 vulgaris Schrad. 21.

dari Tangerang dan Bandung 33.) G. Evelyn JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB 90 31.* Isolasi alkaloida dari tumbuhan 87 87 Cephaelis stipulacea Bl. PENULIS Mindarwati INSTANSI TH Cassia alata L. Don. Pemeriksaan flavonoida dan triterpenoida antanan Centella asiatica (L. Yulianti JF FMIPA ITB 86 34. JF FMIPA ITB 90 40. Andy Zul Izwar 90 32. Budi Utama 39.* Sri Harjati 86 Setiodihardjo UNPAD 30.NO. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 28. Penetapan kadar sennosida B daun dan buah Cassia angustifolia Vahl. jeruk keprok Studi pemanfaatan sari bungkil kelapa pada fermentasi produksi penisilin menggunakan jamur Penicillium chrysogeum ATCC 28089 Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia daun iler (Coleus atropurpureus Benth. Isolasi alkaloida dari daun johar (Cassia siamea Lamk. 86 bilimbi dan herba Catharanthus roseus terhadap kadar glukosa darah mencit diabet permanen Studi perbandingan kadar vinblastin dan vinkristin daun Catharanthus roseus (L. Gunawan Yohanda Tubagus Agus N.* Coleus atropurpureus Benth.) Efek ekstrak etanol daunAverrhoa Efi Darliana T.* Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis (L. Don.) Urban Cephaelis stipulacea Bl.) 86 Purba A.) Osbeck (jeruk besar) dan dari kulit Citrus nobilis Lour. Cassia angustifolia Vahl.J. Cocos nucifera L.* 36. I.) Osbeck. Citrus grandis (L. Suwarji Heryana JF FMIPA UNPAD 87 . Centella asiatica (L.) Osbeck Isolasi dan karakterisasi pektin dari kulit buah (jeruk besar) Citrus grandis (L) Osbeck Dian Muryani Sri Ulina Purba Sri Ulina 37. varietas Tinnevelley Yolanda P. jeruk besar dan dari kulit Citrus nobilis Lour.. Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis (L.) Urban JF FMIPA ITB JF FMIPA UNAND JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB 87 35. Uji daya antimikroba sediaan krim yang mengandung sari daun ketepeng (Cassia alata L. Cassia siamea Lamk.) G.) — Uji daya antimikroba sediaan salep yang mengandung sari ketepeng (Cassia alata JF FMIPA UNPAD JF FMIPA 86 29. Citrus nobilis Lour. (jeruk keprok) 86 38. Catharanthus roseus (L.

Badjongga HTS.) dan rimpang kunyit (Curcuma M. H. dan HDL- Pramadhia B. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 41.NO. JF FMIPA UNPAD 88 kolesterol darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia . Curcuma domestica Val.) dan rimpang kunyit (Curcuma domestica Val." pang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) M. Efek ekstrak etanol rimpang jCucurma. trigliserida.) 45.Hamzah JF FMIPA UNPAD 87 49. P3 Biol 89 46. J. Beberapa aspek farmakognosi temu • mangga (Curcuma mangga Val.* Curcuma Pengaruh perasan temu ireng terhadap deruginosa Roxb.) Sangat Roemantyo.) dan minyak rimpang Curcuma domestica Val. Curcuma heyneana Val.) Penentuan komponen utama minyak atsiri temulawak (Curcuma xanthorrhiza Teti Suryeti Semangat Kataren JF FMIPA UNPAD JK FMIPA ITB 48. Fitri Yunita 81 Uji efek koleretik ekstrak seluruh tanaman Elephantopus scaber (L. 42.) Roscoe dan rimpang Adriansyah Azhari JF FMIPA ITB 87 Curcuma heyneana Val.) Perbandingan beberapa cara ekstraksi Amir untuk mengisolasi kurkuminoid dari rim. yang bebas minyak atsiri terhadap toksisitas karbon tetraklorida pada mencit putih Swiss Webster jantan 47. Etnobotani kunyit (Curcuma domestica Val. dengan GC-MS Perbandingan beberapa cara ekstraksi untuk mengisolasi kurkuminoid dari rim- JK FMIPA ITB 86 44.W. zedoaria (Berg. Pengaruh kurkuminoid dari temulawak (Curcumaxanthorrhiza Roxb. & Zyp. 50. pada tikus putih jantan galur Wistar JFFMIPA ITB 86 43. & Zyp. Curcuma xanthorrhiza Roxb. domestica Val.* Roxb. *. pertumbuhan kambing Sudjiman FKH UGM ' Djojosengodjo dkk.) terhadap kolesterol total.* Curcuma mangga Val." Penentuan komponen utama minyak atsiri Curcuma domestica Val." Amir Hamzah JF FMIPA UNPAD 87 pang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.

kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia Abdul Naser JF FMIPA UNPAD 87 Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap HDL-kolesterol.) terhadap kadar SCOT.) menggunakan Yani Sutiyani JF FMIPA UNPAD 87 pelarut eter minyak tanah. SOFT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik 52.NO.) terhadap fungsi empedu darah kelinci Budi Herawan JF FMIPA UNPAD 87 Robert Edward JF FMIPA UNPAD 88' 56. Pengaruh ekstrak air temulawak Rochyadi JFFMIPA UNPAD 87 (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap penyerapan glukosa di usus halus tikus Pengaruh campuran kurkuminoid dan minyak atsiri temulawak terhadap penyerapan glukosa di usus halus tikus Pengaruh kurkuminoid temulawak Endah Primawati JF FMIPA UNPAD 87 58.) terhadap kadar SGOT. kloroform dan metanol ." Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap pe-nyerapan glukosa di usus halus tikus 60. SGPT dan uji kualitatif HbsAg darah kelinci pada keadaan terinfeksi hepatitis B Sumiati Yuningsih JF FMIPA UNPAD 87 57.' Tavip Budiawan JFFMIPA UNPAD 88 Pembuatan sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik 54. Karta JFFMIPA UNPAD 87 (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap kadar SGOT. Eli Halimah JF FMIPA UNPAD 87 59.' Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Pengaruh minyak atsiri temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dan uji beberapa sifat fisikokimianya secara KLT Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 51.' Isolasi dan identifikasi senyawa kurkuminoid rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.

* Uji daya antibakteri ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 61.) Roscoe zedoaria (Berg. Sondang Komariah S.* Dioscorea hispida Isolasi dan identifikasi steroida saparin dalam umbi gadung Dioscorea hispida Denst. FF 79 UGM JK FMIPA ITB 88 .* Durio zibethinus Murr. Salmonella typhi dan Bacillus subtilis Penetapan kadar minyak atsiri rimpang Taufik temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. JF FMIPA ITB Telaah kandungan hiosiamin dan skopolamin dalam berbagai organ tanam- JF FMIPA ITB 90 an kecubung (Datura stramonium L. 67.) Roscoe bebas minyak atsiri terhadap toksisitas karbon tetraklorida Bogo Suntoro Murti JF FMIPA ITB 86 66.) hasil fraksinasi dengan eter minyak tanah. fraksi eter dan fraksi metanol rimpang temu putih Curcuma zedoaria (Berg.) Rahman dari berbagai daerah JF FMIPA ITB 86 / 63 Curcuma javanica Curcuma Penelitian pendahuluan tentang khasiat rhizoma temulawak (Curcuma javanica} Agus Djamhuri FK UNBRA 79 terhadap kadar kolesterol darah 64. dengan GC-MS Achmad Mustafa Fatah dkk. Pengaruh konsentrasi dan interval pemberian pupuk melalui daun terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman wortel Siti JB FMIPA Kardinah P. kloroform dan metanol terhadap Metti Siti Hastuti JF FMIPA UNPAD 86 Staphylococcus aureus. Daucus carota L. Deiist. Efek ekstrak etano! rimpang Curcuma Adriansyah JF FMIPA 87 zedoaria (Berg.) Roscoe dan rimpang Curcuma heyneana Val. Penelitian pendahuluan komponen kimia minyak atsiri Durio zibethinus Murr.) Roscoe Askadi Reeky Charles P.) 69. yang bebas minyak atsiri terhadap toksi. Pengaruh fraksi eter minyak bumi. Datura stramonium L. Escherichia coli.sitas karbon tetraklorida pada mencit putih Swiss Webster jantan Azhari ITB 65. UNPAD 88 (Daucus carota L. 70. Pemenksaan minyak atsiri rimpang temu putih Curcuma zedoaria (Berg.) yang diperoleh dari daerah Pangalengan (Jawa Barat) 68.NO.

Badjongga HTS.* 79 79. Gardenia augusta Merr.) dalam kulit buah lengkeng Euphoria Stend. di Malesia Pemeriksaan senyawa golongan flavonoida dari daun handeuleum (GraptophyUum pictum (L. pada tikus putih jantan galur Wistar Pemeriksaan kandungan kimia tumbuhan Elephantopus scaber (tapak liman) 72. Graptophyl Pengeringan daun handeuleum lumpictum (L. yang diperoleh dari pantai Cilanteureum. (Gardenia florida L. Uji efek koleretik ekstrak seluruh tanaman Elephantopus scaber L. INSTANSI JFMIPA ITB TH 86 71.* Elephantopus scaber L. 77. mangostana L.) Griff.) Garcinia Isolasi xanthone dari kulit buah Garcinia mangostana L.) WahyuArdi ITB . Sugiarso JF FMIPA UNPAD JF FMIPA Erythrina fusca Lour. Karakterisasi komponen kimia minyak 78.) Griff.) Uji efek dari simplisia nusa indah (Musaenda erythrophylla Schum. dan minyak rimpang Curcuma dornestica Val. Retno Damayanti Ngatijan & R. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS J. ITB dkk. Keaneka ragaman jenis GraptophyUum 86 87 pictum (L. FMIPA 81 prunifolia Jack. Garut Trisnasari JF FMIPA ITB 88 82.* 80. longan (Lour. H. Uji antibakteri ekstrak akar rumput belulang (Eleusine indica Gaertn.* 84. dan Gracilaria sp. C. Yudono Hermansyah Amir Halim UNPAD JK FMIPA ITB FK UGM JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB 86 diperoleh secara ekstraksi Euphoria Penelitian pendahuluan senyawa saponin longan (Lour. JF FMIPA ITB 89 87 80 73. dengan cara pengisian Udju Sugondho Wiwiek Herawati Ariyono FK UNPAD FB UNSOED JF FMIPA 90 83.) (GraptophyUum pictum (L. Isolasi agar dari Gelidium sp.) Griff. Penelitian "anabolic effect"dan "androEwycoma longifolia Jacq. dkk.) Stend.* T. Eleusine indica Gaertn. kaca piring) dengan metode Zaini kromatografi gas cairan dan GC-MS 81.* 90 87 atsiri Gardenia augusta Merr. Gelidiwn sp.) Griff.* 74. yang RukmiatiK. 76. genic effect" dari infus akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jacq.) Aty Widya Warayanti N.NO.* Euchema cottonti Euphorbia Isolasi karagenan dari Eucheuma cottonii Penelitian kandungan kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia Jack. Eka Susanti H..W. Aris Gumilar JF FMIPA ITB 90 75.) dan cangkring (Erythrina fasca Lour.

91. Udju Sugondho dkk.) terhadap penurunan kadar SGOT dan SGPT darah tikus putih pada keadaan hepatotoksik Formulasi salep dengan ekstrak laos dan JF FMIPA UNPAD 89 95.* Imperata cylindrica (L. Penelitian pendahuluan senyawa alelopati pada rhizoma Imperata cylindrica (L. Sri Ardani penentuan daya hambatnya terhadap bakteri dan jamur Soelarto dkk.) Merr.) Foil Moriana Hutabarat Sutjipto Hamim 87 89. (Kleinhovia hospita L. Salmonella typhosa dan jamur Microsporum gypseum 81 .) Merr. Uji efek anti radang daun bandotan (Ageratum conyzoides L.) Beauv. Kaempferia 89 Efek antimikroba dari infusa Kaempferia galanga L. PENULIS Ganthina Sugihartin Murti INSTANSI JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB JK FMIPA ITB FK TH 87 Gynura procumbens (Lour.* Penelitian efek bakteriologik dan mikrobiologik dari laos merah dan putih yang segar dan yang dikeringkan terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Kaempferia pandurata Roxb. JF FMIPA ITB 86 94.) Merr.) pa-da tikus putih galur Wistar Uji pengaruh ekstrak air daun katimaha Hisran H.* Languas galanga (L. obat tradisional terhadap Candida albicans dari 87 Yuaningsih Microsporum gypseum 93. Arg.) dan rimpang temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb. Nining 86 UNPAD FK UNPAD JB FMIPA UNPAD "90 92. Takaran terendah (MIC) sebagai antibiotik dari infusa Kaempferia galanga dibandingkan dengan ampisilin Udju Sugon dho dkk. Mohamad Eksan Sjafiudin JF FMIPA UNPAD FMIPA UNPAD 79 96. Penelitiaij daya antijamur air kencur (Kaempferia galanga L.). 90. Hevea brasiliensis Muell.) Stuntz.* Kleinhovia Susi Lahtiani hospita L. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 85. galanga L.) Beauv. Hyptis pectinata (L.NO. Pemeriksaan pendahuluan senyawa kimia daun dewa (Gynura procumbens (Lour. Isolasi dan penentuan komponen fitosterol dari lateks Hevea brasilliensis 73 Bakti Uji pendahuluan efek farmakologi isolat hiptolida dari tanaman Hyptis pectinata (L. Pemeriksaan senyawa kimia golongan flavonoida dari daun dewa (Gynura procumbens ( Lour.) 88 Raehani Husein Hemandi 87.) Poit. 88.) 86.

Hesti accedentoides K. Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia daun mindi (Melia azedarach L.) Benth.* 104. Senyawa alkaloida dan non-alkaloida Litsea monopetala (Roxb.)Pers.* 90 89 Sophiata Adel Zamri Alkaloida dari fraksi fenolik Litsea glutinosa var.* 107.) I. P. Leucacena glauca (L. Pemeriksaan efek antelmintik dari biji Leucacena glauca (L.) C. kulit batang dan buah tumbuh.) Benth. Httoralis Blume Helmi Asep Adi 89 89 Suprihatna Feri 105. 103. A. var. Alkaloida dari Litsea diversifolia Bl.) Pers. tua dan kuning Pengaruh infus daun Melastoma 89 Herlina Anwar Sri Widarti Bahruddin 106.) C. Alkaloida dari kulit akar Litsea diversifolia Bl.) dengan cara kromatografi lapis tipis Arsyadi 90 110." Pemeriksaan kadar rutin pada daun singkong (Manihot utilissima Pohl.* Litsea 89 Holisotan Hakim Vita • 101. malabathricum terhadap ileum marmut jantan terpisah Linda R.) Pers. Alkaloida dari Litsea glutinosa (Lour.NO. Manihot utilissima Pohl. B.an mindi (Melia azedarach L. 90 90 108. terhadap Ascaris suum dibandingkan dengan Piperazin sitrat secara in vitro Isolasi alkaloida aporfin dari Litsea 99. Tambunan 86 Studi fitokimia ekstrak etanol dan metanol daun.* Litsea monopetala (Roxb. & V.) muda. Melia azedarach L. littoralis Blume. 98. littoralis Blume Isolasi senyawa aporfin fraksi fenolik dari tanaman Litsea glutinosa (Lour. Rob.* Litsea accedentoides K. diversifolia Bl. var. Melastoma malabathri cum 109.* 102. Budiati Euis JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB JF FMIPA ITB JF FMIPA USU JF FMIPA ITB 89 100.&V. Yuniarti Siregar INSTANSI JF FMIPA ITB JF FMIPA USU TH 88 85 97. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN Pemeriksaan senyawa kimia rimpang laos PENULIS lie Trisada S.G. Alkaloida dari Litsea monopetala (Roxb. B.) C.* Litsea glutinosa (Lour. Nandini JF FMIPA ITB 87 . Rob. B.

* Morinda citrifoiia L. Momordica charantia L. 123.) harja N. 124.)Horan) dari beberapa daerah tumbuh di Singaraja (Bali) dan sekitarnya Sangat P3 Biol Roemantyo. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 111.* PPPS ITB 89 dengan GC-MS 119.* Oldenlandia corymbosa L.) Horan sebagai bahan kosmetik tradisional Pemeriksaan stigmasterol rimpang honje (Nicolaia speciosa (Bl. Binsar Johanes Yun Media Uji efek hipotensif dari dekok daun pace (Morinda citrifoiia L. Telaah kandungan kimia ekstrak metanol buah paria (Momordica charantia L. Isolasi dan anaiisis fraksi alkaloida dari daun tumbuhan mengkudu (Morinda citrifoiia L.NO.) PENULIS Miza Nemara Titi Wira- INSTANSI JFFMIPA ITB FMIPA UNPAD JF FMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JFFMIPA ITB TH 90 79 112. 117.* Ocimum sanctum L. dengan GC-MS Athena Anwar JK FMIPA ITB JK FMIPA ITB FF UGM JK FMIPA ITB 87 87 81 javanica DC. Musaenda Schum. 115.) etythrophylla 116. Nicolaia speciosa (Bl. 80 Sugiarso dkk.* Handayani Sudarsini Uji antibakteri zat larut dalam fraksi eter minyak tanah kulit akar kelor (Moringa oleifera Lamk. Uji efek dari simplisia nusa indah (Musaenda erythrophylla Schum.) N. 10 Titin Suprihatin Sudarsono Isolasi.* Pachyrrhizus erosus Spreng. klasifikasi serta kristaltsasi kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. Gede Swasta JF FMIPA ITB 83 87 121. H. Daya racun pachyrrhizin dan fraksi lain pada ekstrak biji bengkuang (Pachyrrhizus erosus Spreng.) Anaiisis komponen kimia minyak atsiri fuli pala (Myristica fragrans Houtt. C.* Moringa Anaiisis beberapa unsur dan senyawa dari biji kelor (Moringa oleifera Lamk. 113.) dan cangkrtng (Erythrina jusca Lour.) pada tikus putih jantan galur Wistar 86 114. Saifulah JK FMIPA Penentuan komponen utama minyak atsiri dari pala (Myristica fragrans Houtt.* Oenanthe Penelitian komponen kimia minyak atsiri Ocimum sanctum L.) 89 ITB Aryetti 118.) Enny Ratnanlngsih 87 . dengan GC-MS Penelitian komponen kimia minyak atsiri Oenanthe javanica DC..) 89 84 oleifera Lamk. Buah honje Nicolaia speciosa (Bl. 122.) Horan 120.* Myristica fragrans Houtt.

) Uji efek ekstrak kental buah Phaseolus vulgaris L.) Maibaho JF FMIPA ITB 90 127.* Physalis angulata L.' 129. Tunggul Manullang Herman Puspita JK FMIPA UNPAD 78 JK FMIPA ITB 89 11 .) segar dan yang telah dikeringkan JF FMIPA ITB 87 135.) Isolasi zat pahit dari akar Picrasma javanica Blume Tidak dicantum kan Evi Noviarsyah FB UNSOED 86 132. Phaseolus vulgaris L. Uji ketahanan beberapa varietas buncis (Phaseolus vulgaris L.) Haojahan. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 125. Piper belle L. Penjajagan awal senyawa saponin dalam kulit buah jengkol (Pithecellobium lobatum Benth.* A. Benth. JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNAND 86 Zuharina 89 Pemeriksaan minyak atsiri daun sirih Sumarno (Piper betle L. Pemeriksaan kualitatif kandungan kimia ekstrak etanol dan ekstrak air buah ciplukan (Physalis angulata L. Pachyrrhisus Penelitian mengenai pengaruh biji Tjioe Thio JB FMIPA 65 erosus Urban bangkuang (Pachyrrhisus erosus Urban) terhadap tikus putih kecil serta kelainan histologis yang ditimbulkannya dalam organ Bwee UNPAD 126. 130.) 136. Parkia biglobosa Auct.* Picrasma javanica Blume 134. terhadap kadar glukosa darah tikus Isolasi dan penetapan karakteristik fisik senyawa alkaloida dari buncis (Phaseolus vulgaris L.) Beberapa aspek farmakognosi dari buncis (Phaseolus vulgaris L. Piper cubeba L. 133. Isolasi dan identifikasi sabinen dan terpinon 4-0 dari minyak kemukus (Piper cubeba L. Pengaruh jaraktanam dan pemupukan Yusi JB FMIPA 88 fosfat terhadap pertumbuhan dan hasil kacang jogo (Phaseolus vulgaris L. Rahayu Nurohman 86 131. & Magn.) terhadap Colleototrichum lindemuthianum (Sacc.) Fudiesta Dedi -Sofyan Muchtadi UNPAD JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD 86 87 128.) Bei & Cav. Benth. Pemeriksaan kimia pendahuluan biji Malidin kedawung (Parkia biglobosa Auct.* Pithecellobium lobatum Benth.Np.

) Perubahan komposisi beberapa komponen lipida selama perkecambahan Ricinus coinmunis L.* Pleomele angustifolia N. E.* Solatium Isolasi terpenoida dari daun Sapium baccatum Roxb. Alkaloida dari kulit batang pohon Samanca saman (Jacq.) Morr. di Kabupaten Gowa Sunaryo dkk.) Morr. 142. Usaha isolasi dan identifikasi triterpen- Gloria S. 147.* Psidium guajava L. Wananda Setiawati Yusuf Dadang FKH IPB PPPS ITB JF FMIPA UNPAD FP UNBRA FTPUGM 80 89 87 oida dari akar pakis tangkur (Polypodium feei Mett. Euis JFFMIPA ITB JK FMIPA ITB JK FMIPA UNPAD JFFMIPA UNAND JF FMIPA UNPAD 87 146.* Polypodium feei Mett. Clarke 12 87 Nining . Pemeriksaan flavonoida dan minyak atsiri Snelly daun karamunting (Rhodomyrtus Faurhesia tomentosa W. PENULIS Neneng Mupidah INSTANSI JFFMIPA UNPAD TH 87 Pembuatan sari daun suji (Pleomele angustifolia N. Rhodomyrtus tomentosa W. Mohamad Istari Lianuta. Ridley 149.NO.* Pluchea indica L. 139. Sri Anggrahini& Usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan Pengaruh penggantian sebagian ransum 86 Suhardi Sumiyati FKHUGM 81 dengan biji kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC. Ridley Penetapan kadar solasodin dari dua varietas Solanum khasianum CB. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 137. Adaptasi empat varietas tanaman kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC. Ait. 143.* Sapium baccatttm Roxb.) Pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium gpajava) terhadap otot polos usus dan pupil kelinci dan tikus putih Adam Alamsyah Agus 81 Djamhuri dkk. 87 Samanca saman (Jacq. Christ Natanel Zulfadly N.* Penelitian daya antipiretika dari Pluchea indica (beluntas) Kajian kandungan kimia tanaman Polygonium perfoliatum L. Clarke secara densHometri 88 khasianum CB.) terhadap bobot badan. 140.* Psophocarpus tetragonolobus DC. komposisi darah dan limpa pada ayam broiler 144. 141. 78 148. Ait.* Polygonium perfoliatum L. Brown. Brown) dan peng- gunaannya dalam obat kumur 138. FPUNHAS 81 145. E. Zuariah Yusuf dkk.* Ricinus communis L.

Efek hipoglikemia zat pemanis dari Stevia rebaudiana Bertonii pada kelinci Gustini Sy.* Alkaloida dari Stephania corymbosa Bl. Clarke Lala Nurlaela Suhandra 87 151. Pengaruh infus akar terong (Solanum melongena L.* Stephania corymbosa Bl.NO. 2. Ine Srikandi FK UGM JB FMIPA UNPAD 78 153. terhadap kesuburan pada mencit Isolasi bahan pemanis dari daun Stevia Suroso dkk. var. Tectona grandis L. Kemlegi. suatu penelitian kuantitatif pada perkembangan ovum Oentoeng Soeradi 78 dkk.* Membandingkan dua metode ekstraksi solasodin dari Solanum khasianum CB. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD FKUI TH 150.* Solanum laciniatum Ait.* 158. dan pembuatan beberapa senyawa turunannya Amrizal M. Harmaini MJD. Srikaya. Jeruk maja. Pengaruh pencekokan ekstrak daun Solanum laciniatum Ait.* 81 rebaudiana dan penentuan spektra inframerahnya UGM JF FMIPA UNAND 88 161. Uji efek infusa daun Symphytum officinale L. Analisis kualitatif pendahuluan asam amino bebas dari buah Solanum khasianum Clarke dengan cara ke I 81 152. 154.* Pengaruh ekstrak: 1. var. Andy JK FMIPA Soelistyanto UNPAD 75 13 . si macan terhadap pertumbuhan dan hasil Solanum tuberosum L. Samekto Wibowo dkk.) pada kontraksi otot rahim Pengaruh tumpangsari Phaseolus vulgans L. granola pada berbagai waktu dan pola tanam 88 155. terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan Isolasi senyawa triterpenoida dari kulit Tectona grandis L.* Symphytum officinale L. Solanum tuberosum L.* Solanum melongena L.* Stevia rebaudiana Bertonii 157. terhadap ovarium tikus. 3. PPPS FMIPA 89 ITB JK FMIPA ITB 86 Zat pemanis Stevia rebaudiana Bertonii Infus daun Stevia rebaudiana Bertonii sebagai pemanis air teh dan uji kualitas mikrobiologinya Utari Dewi Ika Iskandar JK FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD 86 88 159. 162. FMIPA ITB Chairil Anwar FMIPA 81 160. 156.

* Tristania swnatrana Miq.* Pengaruh sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq. Pemeriksaan kandungan senyawa kimia daun dan biji Tlievetia neriifolia Juss.' Stuktur dan komposisi tumbuhan yang Eming biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Notog.) Miers ex Hook f. Schum. pada mencit putih dengan metode rotating rod & sand filter Rida Ernola Akmal JF FMIPA UNAND JF FMIPA UNAND 87 88 174.) Uji spermisida saponin isolat dari biji Halba (Trigonella foenitmgraecum L.) K.* Trigonella foenumgraecum L. 166. Schum. pada mencit putih jantan dengan metode tail flick Uji efek antiinflamasi (antiradang) infusa batang brotowali. Schum.K Isolasi alkaloida dari daun Voacanga foetida (Bl.I) K.) K. Pemeriksaan fitokimia ekstrak etanol biji halba (Trigonella foenitmgraecum L.* Voacanga foetida (Bl. Uji efek analgesik dari infusa batang Elly Panglepu- JFFMIPA ITB JF FMIPA 88 ringtiyas Hilwan 87 165.NO. Tinospora crispa (L. BKPH Kebasen KPH Banyumas Timur Jawa Tengah Sudiana FB UNSOED 85 164.* brotowali. & Thems.) Miers ex Hook f.) in vitro Z. 172. 79 UNAND JK FMIPA ITB 171. Thevetia neriifolia Juss. Rusjdi Djamal dkk. 173.* Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook f. 170.* Uncaria gambir (Hunter) Isolasi tanin dari Uncaria gambir (Hunter) Roxb.) terhadap daur estrus Yarnelly Gani 80 mencit (Mus musculus) Penelitian fitokimia kulit kayu kasai yang dipergunakan sebagai obat antihamil di Sumatera Barat dkk. & Thems. Azihar JF FMIPA UNAND 87 14 . Uji efek penenang rebusan buah Voacanga foetida (Bl. Schum. Tati Hurustiati Achyar Koesnadi JF FMIPA UNPAD JK FMIPA UNPAD FMIPA UNPAD FMIPA 86 168. 86 169. dan penentuan kadar Imtihanah 89 dalam ekstrak Roxb. pada tikus jantan putih Yuda Teruna UNAND Yutiardy Rival JF FMIPA UNAND 87 167. & Thems.) K. Tinospora crispa (L.* Isolasi alkaloida dari buah Voacanga foetida (B. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 163.

) Khasiat paliduri terhadap spermato genesis pada tikus putih Penelitian mengenai ada tidaknya sifat hipoglikemia pada jamu yang dikenal sebagai obat antidiabetes Survai penggunaan jamu sebagai kontrasepsi (Tahap I) Azalia Sinto dkk. 183.NO.) 182. pada tikus putih jantan Analisis fitokimia simplisia sidawayah. Pemeriksaan flavonoida dan minyak atsiri Hendra Yuliansyah dari rimpang lempuyang gajah (Zingiber zerumbet Sm. 181. Soekeni Soedigdo Suharti K.* PENULIS INSTANSI JFMIPA TH Isolasi alkaloida dari akar Voacanga foetida (Bl. Schum. 179.) pada Latifah JF FMIPA UNPAD 87 mencit Konstituen kimia minyak atsiri dari Zingiber ottensii Val. Uji efek hipotensif ekstrak akar Voacanga foetida (Bl. JFFMIPA ITB 87 N. Schum. 178. 15 . dengan berbagai periode penyiangan terhadap pertumbuhan dan Marliyani JFFMJPA UNPAD 88 hasil Zea mays L. dan pemeriksaan daya antibakteri sari metanol Zea mays L. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 175.) K. Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia rimpang lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val.* FK UI JK FMIPA ITB 78 78 187.* FK UI 78 dkk.* Woodfordia floribunda Salisb. Pengaruh tumpang sari Phaseolus viilgaris L. 81 Woodfordia floribunda Salisb.) K. Henny Setiatin JK FMIPA ITB JFFMIPA ITB 86 89 Zingiber zerwnbet Sm. Uji efek analgesik perasan rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb.* Lain-lain 186. 180. Pengkajian kimiawi ekstrak n-heksan Ida Hariati Agus Iman JK FMIPA ITB 87 dari Zingiber aromaticum Val. Suherman 185. 184. Bastiam Rahmanudin Veronica Bajang 88 89 UNAND JFFMIPA UNAND JF FMIPA UNPAD 177. Pengaruh sinar cobalt 60 gamma terhadap struktur morfologi dan anatomi derivat epidemis daun tanaman jagung Sri Woelaningsih FB 80 UGM (Zea mays).* Zingiber ottensii Val.* Zingiber aromaticum Val.* 176.* Zingiber officinale Roxb.

Sangat P3 Biol Roemantyo. Eti Kurniati Tri Saptini Gratiana Ekaningsih dkk. Pengaraatan etnobotani serta keaslian jamu gendong di Bogor. Traditional herbal medicines in Javanies families Sangat P3 Biol Roemantyo. Jamu in the past. Tumbuh-tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional untuk menurunkan tekanan darah tinggi Sri Herliani 79 193.NO. JF FMIPA ITB JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD JF FMIPA UNPAD FB UNSOED FB UNSOED FB UNSOED FB UNSOED 87 194.* 198. 84 85 201. Jawa Barat Lain-lain 87 190. Beberapa parameter darah setelah pemberian berulang jamu antirematlk pada tikus Wistar Mencart metode identiflkasi obat sintetik yang mungkin ditambahkan dalam jamu secara cepat dan sederhana 86 191. H. at present and in the future Sangat P3 Biol Roemantyo. 88 192. H. 196. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI TH 84 188.Ella bahkan ke dalam obat tradisional secara Noorlaela kromatografi lapis tipis Tumbuhan dan produknya yang berkhasiat sebagai hepatoprotektor Sidik dkk. 197. H. 86 195. Inventarisasi tanaman obat di kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas Struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat di hutan lereng selatan gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur Riche Hariyati Eming Sudiana Sulistyani dkk.* 200.* 88 16 . 89 87 87 Pengaruh kurkuminoid terhadap transpor glukosa pada eritrosit manusia Penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia Khasiat tanaman obat yang didapatkan di sebagian daerah Umbul Sanga Kopeng dan BBI Ngrajeg 85 199. Deteksi obat sintetik yang mungkin ditam. Ambar Supeni Hilda JF FMIPA ITB JF FMIPA ITB JB FMIPA UNPAD 189.

79 90 ' 202. H. Indonesia 211. Sangat P3Biol Roemantyo. Central Kalimantan. Utilization of wild medicinal plants and its conservation P3 Biol 90 Roemantyo. Sri Hertati Burhanud- 208. S . Sangat 89 207. obat dan cara pengobatan tradisional di daerafa Kupang. Jenis-jenis Zingiberaceae di hutan Kaliurang S. 214. Some ethnobotanical aspects and conservation strategy of several medicinal plants 87 209. Javanese medicinal plants. Indonesia" Lain-lain 204.* 212. H. P3Bioi Sangat Roemantyo. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN PENULIS INSTANSI FB UGM P3Bioi TH . Wulangi dkk. 90 17 . H. H. Ethnopharmacology of several medicinal plants in Manusela Ceram.* 203. Ethnobotany of several medicinal plants in Harowu village. H. Skrining aktivitas antifungi beberapa jenis tanaman suku Leguminosae Tumbuhan dan produknya yang 86 89 din Gumay Soetijoso Soemitro berkhasiat sebagai antidiabetes 215. Sutanti BRN dkk.NO. Kartolo S. P3 Biol 90 ruminant medicinal plants 206. Timor Sangat P3 Biol Roemantyo. Sangat 205. P3Biol Sangat Roemantyo. Riswan S. Pemanfaatan beberapa jenis tumbuhan dkk. Kontribusi TOGA (Taman Obat Keluarga) bagi rumah tangga pedesaan Roemantyo. Jenis-jenis benalu yang tumbuh pada FTP IPB FB UGM JKFMIPA UNPAD JF FMIPA ITB FMIPA UNPAD 80 81 81 pohon teh Daya inhibisi berbagai ekstrak tanaman suku Leguminosae terhadap kerja enzim tripsin 213. Indonesia Efek hipotensif beberapa tanaman di 89 210. H. Sutanti BRN dkk. H. their distribution and uses Some ethnobotanical aspects of several Sangat P3Biol 90 Roemantyo.

Skrining fitokimia dari beberapa tumbuhan yang digunakan dalam ramuan obat tradisional Karo.NO. NAMA LATIN JUDUL PENELITIAN 216.*. Inventarisasi tumbuh-tumbuhan obat di PENULIS Rusjdi INSTANSI FMIPA TH 81 Sumatera Barat 217. sember dan tawar Djamal Alimin Harahap UNAND JF FMIPA USU 86 18 . yang terdapat dalam kuning (param).

ABSTRAK PENELITIAN .

yaitu dengan dan tanpa pengaliran gas hidrogen.78). 4*) AGERATUM CONYZOIDES L. aegypti) dan abate yang digunakan untuk membunuh stadia larvanya. menunjukkan adanya tiga komponen utama. Isolasi. Pada uji kromatografl lapis tipis dengan eluen yang sama. FB UNSOED ENANGGULANGAN penyakit demam berdarah (DHF) di Indonesia masih mengalami kesulitan.28%. 1990. JK FMIPA ITB NTUK mendayagunakan hasil sisa dari proses pengolahan biji jambu mete di Indonesia. Salah satu upaya penanggulangan DHF ini. Penelitian kandungan kimia tanaman ini banyak dilakukan terhadap bijinya. P (No. Tingkat larva A.85%) dengan jarak lebur 84-85°C. Banyaknya larval. 20 mL. Diperoleh cairan kental kekuningan. Penelitian ini mencoba untuk mengungkapkan kandungan kimia dari daun. eugenol 5% dan sianida (HCN). (A.) HARLIA DJUHARDI. Hasil percobaan menunjukan. 50 mL dengan LCso sebesar 19. aegypti instar II paling peka terhadap ekstrak A. Ekstraksi secara kontinyu dilakukan terhadap daun saga untuk mengjsolasi senyawa glikosida. conyzoides. aegypti instar II. Ageratum conyzoides L^ (A. terhadap ekstrak Ageratum conyzoides L. 7*) ANACARDIUM OCCIDENTALE L. Besar pengaruh liniernya ditentukan oleh koefisien sebesar 0. dilakukan dengan cara pengasapan (fogging) dengan malation untuk membunuh vektor Aedes aegypti L. aegypti yang mati dengan pemberian dosis ekstrak A. Kematian larval. aegypti lebih dari 50% populasi terjadi pada pemberian dosis 20 mL. conyzoides) mengandung senyawa kumarin. JK FMIPAITB D AUN saga secara tradisional digunakan terhadap berbagai kelainan. Beberapa senyawa kimia berasal dari tumbuhan dapat juga digunakan untuk mengendalikan populasi serangga. (No. JO mL.(No 1*) ABRUS PRECATORIUS L. telah dila kukan isolasi asam anakardat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium occidentale L. di laboratorium SUNOTO. Sianida diketahui bersifat racun dan dapat membunuh mamalia dan serangga. Hidrogenasi terhadap asam anakardat hasil isolasi menggunakan katalis Raney-nickel dilakukan dengan dua metode. menggunakan eluen petroleumeter(40-60):dietUeter:asam format = 70:30:2. Percobaan dengan menggunakan pola faktorial dengan rancangan acak kelompok. asam anakardat hasil isolasi memberikan satu bercak (Rf=0.) TUTUK BUDIATI.33 mL dan LC95 sebesar 47. Dengan menggunakan spektrum ultraviolet dan spektrum kromatografl gas-spektroskopi massa (GC-MS) ditunjukkan bahwa kristal adalah flavonoida. Studi isolasi senyawa glikosida dari daun saga (Abrusprecatorius L. bahwa larva A.6528 atau 65. 40 mL dan 50 mL dalam 100 mL air merupakan faktor B. Pemberian suspensi ekstrak A. sedangkan analisis secara kromatografi cair tekanan tinggi (HPLC) dengan kolom ODS-Cis dan eluen MeOH:HOAc 4% = 85:15.) dengan metode kromatografl kolom. residu dicuci berturut-turut dengan kloroform.50 mL dalam 100 mL air selama 3 x 24 jam. Uji kepekaan larva Aedes oegypti L. instar HI dan instar IV merupakan faktor A. Pada hidrogenasi tanpa pengaliran gas hidrogen terbentuk kristal putih (98. Dari pencucian dihasilkan kristal berwarna kuning keputihan dan setelah rekristalisasi dalam metanol panas dihasilkan kristal putih agak kekuning-kuningan. 30 mL. 30 mL. Analisis secara HPLC menunjukkan adanya dua puncak dengan waktu retensi yang berbeda dari komponen dalam senyawa U 19 . identifikasi dan konversi asam anakardat dari minyak kulit biji jambu mete (Anacardium occidentale L. 1987. 1988. Isi sel tumbuhan yang berupa racun tersebut dapat dikeluarkan dengan cara eksudasi maupun ekstraksi. 40 mL. conyzoides 0 mL. sedangkan pengaruh garis tingkat kuadraternya sebesar 0.69%. eter dan etilasetat.0669 atau 6. Dalam penelitian ini hasil pengeluaran isi sel (ekstrak) akan diuji toksisitasnya terhadap A aegypti. conyzoides dalam 100 mL air menunjukkan hubungan garis linier dan kuadrater yang sangat nyata. Setelah diuapkan.

Pemeriksaan pendahuluan terhadap kulit batang dan daun menunjukkan adanya kandungan alkaloida. Kehamilan mencit yang diberi ekstrak nanas (Ananas comosus L. Induk-induk mencit yang diberi ekstrak nanas muda sebanyak 0. sebanyak 0.5°C.2 mL. Komponen utama (95%) pada hasil hidrogenasi diduga sebagai asam anakardat jenuh (15:0). bentuk jarum.2 mL per mencit berpengaruh mematikan embrio mencit (menggagalkan kehamilan) jika diberikan pada umur kehamilan 2 (dua) dan 4 (empat) hari. sterol. 6 (enam) hari. MACHMOED AZHAR dkk. 1988. dan senyawa peptida bukan alkaloida. yaitu: alkaloida T. kehamilannya dapat berlangsung dengan ditandai oleh terjadinya kelahiran yang normal. 9*) ANANAS COMOSUS L. bantun) suku Euphorbiaceae tumbuh di daerah Sumatera Barat. flavonoida.01%. FMIPA UI B 20 ELUM diketahui apakah pemakaian daun Averrhoa bilimbi L. sedangkan komponen tambahan. Hal ini didukung oleh data spektrum 1H-NMR senyawa hasil hidrogenasi. terutama jenis alkaloidanya. alkaloida. Usaha pemeriksaan golongan kimia zat yang terkandung dalam Averrhoa bilimbi L. Tumbuhan ini digunakan sebagai ramuan obat panas dalam dan sakit kepala. kemungkinan asam anakardat jenuh (13:0). (No. secara tradisional ada hubungannya dengan kandungan kimia dalam daun tersebut.001%. Ingin diketahui kandungan kimia pada kulit batang. fraksinasi dengan etilasetat dan asam tartrat. Isolasi alkaloida peptida dari kulit batang Antidesma tetrandum BL A MARTONI.asal.2 mL dapat berpengaruh terhadap perkembangan embrio mencit. jarak lebur 258-259°C. Dari daun telah berhasil diisolasi dua senyawa alkaloida. Dari hasil penelitian ini ternyata bahwa ekstrak nanas muda sebanyak 0. 1979. Sebagai tolok ukur ada tidaknya pengaruh ekstrak nanas muda tersebut ialah ada tidaknya anak mencit yang lahir setelah kehamilan mencapai umur 21 hari. pemisahan berdasarkan pengendapan pada pH tertentu. jarak lebur 271-271. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. berupa pohon atau semak. hasilnya tidak berbeda nyata. Isolasi dilakukan pada kulit batang segar yang dicincang halus dengan metode maserasi menggunakan metanol. alkaloida T2 berupa kristal putih bentuk jarum halus sebanyak 0. FB UNSOED T UJUAN penelitian ini ialah untuk mengetahui sampai umur kehamilan berapakah ekstrak nanas muda sebanyak 0. antara induk yang diperlakukan dengan kontrol. dengan perlaku- an ekstrak nanas muda sebanyak 0. Diperoleh dua senyawa alkaloida dan satu senyawa peptida bukan alkaloida. suhu lebur 225°C. dimana tidak terlihat adanya ikatan olefinik. yang diberikan sekali pada umur kehamilan 2 (dua). (No. kromatografi kolom dan pemurnian dengan rekristalisasi. Kedua alkaloida mengandung gugus amida memberikan indikasi bahwa keduanya adalah alkaloida peptida. glikosida. 4 (empat).2 mL pada umur kehamilan 6 (enam) hari. (No. berupa kristal putih. sekitar 5%. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)..0038%. 16*) AVERRHOA BILIMBI L. Untuk ini akan diperiksa adanya kandungan golongan saponin. .) muda MULYOTO.2 mL tidak mempengaruhi perkembangan embrio mencit jika diberikan pada kehamilan umur 6 (enam) hari dan sesudahnya. Seandainya mencit hamil yang diberi ekstrak nanas muda ternyata melahirkan anak. Sebagai kontrol ialah induk mencit yang hamil tanpa diberi perlakuan. berupa kristal putih bentuk jarum halus sebanyak 0. Setelah dilakukan analisis dengan uji t terhadap panjang tubuh anak mencit yang baru lahir. Ini menunjukkan bahwa ekstrak nanas muda sebanyak 0. 12*) ANTIDESMA TETRANDUM BL. 1986. JF FMIPA UNAND ntidesma tetrandum BL (bonai tanduk. maka sebagai tolok ukur ada tidaknya pengaruh ekstrak nanas muda tersebut adalah panjang tubuh anak mencit yang baru lahir. Untuk memastikannya perlu dilakukan analisis spektrum massa.

jarak lebur 264-270°C dan mempunyai bobot molekul 456. FF UGM T UJUAN penelitian adalah melakukan isolasi. klasifikasi. Informasi tentang kandungan kimia. senyawa triterpenoida asam dan tanin. Dalam daun Averrhoa bilimbi ini terdapat senyawa sterol di samping senyawa lain yang belum dapat diidentifikasi. Teridentifikasi adanya minyak atsiri. Isolasi. Soksletasi dengan pelarut yang berbeda dapat diisolasi kandungan utamanya. berwarna kuning. 48 jam (kelompok II). berbau khas. 2. Dari Fraksi B (dalam kloroform) dapat dipisahkan 3 bercak yang Rf-nya berbeda serta karakternya berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. 21*) BAMBUSA VULGARIS SCHRAD. secara oral diberi air suling sebanyak 10 mL/kg bb. Dari fraksi ini dapat dikristalkan suatu senyawa steroida. Jakarta Timur. alkaloida. Akar muda rebung Bambusa vulgaris Schrad. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: 1. Kepada tikus kelompok I-V. kromatografi lapis preparatif. masing-masing kelompok terdiri 5 ekor tikus. penentuan jarak lebur dan spektrofotometri ultraviolet dan inframerah. kromatografi lapis tipis.. flavonoida maupun glikosida. dibiarkan 24 jam (kelompok I). dapat dipakai dalam melakukan penilaian mutu simplisia. berwarna putih. secara oral diberi karbon tetraklorida (CCLj) sebanyak 1. Triterpenoida asam yang terisolasi berupa kristal amorf. 72 jam (kelompok III). setidak-tidaknya terdapat dalam simplisia mengenai golongan senyawa kimia. Komponen tersebut kemungkinan adalah baeckeol. Pemeriksaan kandungan kimia dan usaha isolasi triterpenoida dari daun jungrahab (Baeckeafrutescens L. tidak berbau. terhadap nekrosis sel-sel hepar tikus putih jantan MULYONO . WAHYONO. 20*) BAMBUSA VULGARIS SCHRAD. Tikus kelompok VI-X. (No. kristalisasi serta karakterisasi kandungan utama akar rebung Bambusa vulgaris Schrad. (No. Dari Fraksi C (dalam metanol) dapat dipisahkan 3 bercak dengan Rf-nya yang berbeda serta karakternya berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. Dalam minyak atsiri terisolasi komponen yang berupa kristal jarum. kloroform dan metanol. Interaksi antara vitamin E dan infus rebung Bambusa vulgaris Schrad.). Jakarta Selatan. Dari fraksi ini didapatkan kristal amorf dalam jumlah sedikit dan belum murni.. IMONO ARGO DONATUS. Metode yang digunakan adalah soksletasi dengan petroleum eter. terhadap nekrosis hepar tikus putih jantan. tanin. FF UGM dilakukan penelitian terhadap kemungkinan adanya interaksi antara E dan TELAH Bambusa vulgaris Schrad. lelah dilakukan penelitian analisis fitokimia dari simplisia jungrahab (Baeckea frutescens L. (No. yaitu sitosterin. Jakarta Utara dan Jakarta Pusat setelah diidentifikasi di Herbarium Bogoriensis diperiksa dengan cara kromatografi lapis tipis. 96 jam (kelompok IV) dan 120 jam (kelompok V). tidak berasa. 1981. fenol. kristalisasi serta karakterisasi kandungan utama akar rebung Bambusa vulgaris Schrad.25 mL/kg bb. Dari Fraksi A (dalam petroleum eter) dengan kromatografi lapis tipis dapat dipisahkan 7 bercak yang Rf-nya berbeda dan mempunyai karakter yang berbeda jika disemprot dengan penampak bercak. Dari fraksi ini dapat dikristalkan suatu senyawa steroida. vitamin sepuluhinfus rebung Seratus ekor tikus secara acak dibagi menjadi 22 kelompok. 1981. 19*) BAECKEA FRUTESCENS L.) YETTY SUPATMIJATI. 21 . yaitu sitosterin.Contoh dari Jakarta Barat. JF FMIPA UNPAD adalah mencoba melakukan analisis susunan kandungan kimia yang MAKSUD dari penelitian ini jungrahab. tidak mengandung senyawa saponin. 1981. SIDIK. klasifikasi.

kemudian secara subkutan diberi vitamin E 220 mg/kg bb. 23*) CALOPHYLLUM INOPHYLLUM L. diperlambat oleh vitamin E. kalsium dan besi. kadar 40% b/v. (3) klon PS 1 dan (4) klon Kiara 8. Proses penyembuhan nekrosis hepar tikus putih jantan (karena CCU) oleh infus rebung Bambusa vulgaris Schrad.. natrium.47%. daun pemeliharaan. 1988. Kelompok XI XIV.56. bilangan ester 199.9265. daun ketiga.94. viskositas dan bqbot jenis. kemudian diukur aktivitas SOFT secara spektrofotometri dengan metode Reitman Frankel. bilangan penyabunan 200. Isolasi minyak dari biji nyamplung menggunakan sokslet dan pelarut n-heksan. bersama-sama dengan pemberian vitamin E. Di beberapa tempat minyak digunakan untuk berbagai keperluan.83 cP. Dari analisis data aktivitas SGPT dan gambaran histologis sel-sel hepar tikus putih jantan.) adalah tumbuhan yang besar batangnya. 72.4762. kadar abu 4. 22 . Bijinya mengandung minyak sekitar 42%. Analisis kualitatif terhadap senyawa tak tersabunkan.) JOHANSYAH. Sifat fisika yang ditentukan adalah indeks bias. selalu berdaun hijau.25 mL/kg bb. stearat. biarkan selama 24 jam. Sedang kepada tikus kelompok XIX-XXII diperlakukan sama seperti pada kelompok XV-XVIII. kecuali bahwa pemberian infus rebung Bambusa vulgaris Schrad.71. 48. biarkan 24 jam. serta analisis statistik dari data yang diperoleh. Isolasi dan analisis minyak biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L.62. agar minyak nyamplung dapat dimanfaatkan lebih luas. nm25=66.) EVA SARIFAH HAYATI.selanjutnya berturut-turut dibiarkan 24 sampai 120 jam seperti pada kelompok I-V. (No. JK FMIPAITB 'YAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L. bilangan penyabunan. Penelitian meliputi isolasi dan penetapan kadar kofeina secara gravimetri. dapat disimpulkan bahwa proses penyembuhan nekrosis hepar tikus putih jantan (karena CCLj) tidak dapat dipercepat oleh vitamin E. Data kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas menunjukkan bahwa asam lemak utama adalah palmitat. daun pertama. Setelah masing-masing kelompok mendapat perlakuan. Analisis kandungan kofeina dari empat klon teh (Camellia sinensis L. XIII dan XIV Semua tikus kelompok XV-XVIII secara oral diberi CCU seperti kelompok XI-XIV. yaitu: (1) klon TRI 2024. serta pemeriksaan histologjs sel-sel hepar setelah dicat dengan hematoksilin-eosin. daun indung dan daun tua. Minyak mengandung resin yang menyebabkan berwarna hijau dan rasa pahit.Akan diteliti sifat kimia dan fisika minyak nyamplung.. Dari penelitian ini diperoleh sifat kimia dan fisikanya. ternyata mengandung tanin. kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas. biarkan lagi berturut-turut: 24. fcemudian secara oral diberi infus rebung Bambusa vutgaris Schrad. daun kedua. oleat dan linoleat. Analisis abu menunjukkan adanya logam kalium. Mekanisme penghambatannya belum diketahui dengan pasti. d30 = 0. Bahan penelitian yang digunakan ialah daun pucuk peko. karotenoida dan sitosterol.006%. Sifat kimia yang ditentukan adalah bilangan yodium. bilangan asam 0. n<j 25 = 1. Indonesia Timur. Produk teh tersebut berasal yang terdiri dari bermacam-macam Telah dilakukan analisis kandungan kofeina dari empat macam klon teh (Camellia sinensis L. selanjutnya dibiarkan lagi seperti pada kelompok XI-XIV. Jenis asam lemak diperiksa dengan metode kromatografi kertas. tokoferol. kadar 40% b/v sebanyak 10 mL/kg bb. seperti untuk pengobatan sakit kulit dan kusta. (No. 24*) CAMELLIA SINENSIS L.).hijau dan teh hitam.. yaitu: bilangan yodium 99. 1988. semua tikus diberi CCLj 1. membuat sabun. dan membandingkannya dengan minyak nabati lain yang biasa dikonsumsi manusia. (2) klon TRI2025. bilangan asam dan senyawa tak tersabunkan. FiHphia dan daerah sekitarnya. tumbuh dan tersebar dari Afrika Timur sampai India. dan 96 jam untuk kelompok XI. tangkai muda. senyawa tak tersabunkan 1. Kemungkinan karena terjadinya interaksi farmafcokinetik atau farmakodinamik antara vitamin E dan zat berkhasiat dalam infus rebung Bambusa vulgaris Schrad. atau untuk penerangan. XII. antara lain klon. JF FMIPA UNPAD menjadi teh TEH sebagai komoditi ekspor diolahdari kebunbeberapa macam produk.

bahwa kadar kofeina dalam: (1) klon TRI2024 lebih besar daripada dalam(2) klon TRI2025.0 nm. Juga d) spektrum massa kapsaisin dari cabe merah maupun dari cabe gendot menunjukkan adanya 3 senyawa yang mirip kapsaisin. 321. (No.16%.86%. Analisis berdasarkan: a) kromatografi lapis tipis menunjukkan harga Rf kapsaisin dari cabe merah berkisar antara 0. jauh di bawah batas yang diizinkan dalam bahan makanan.73%. longum S..13%.0 nm dan 280. • klon TRI 2024: daun pucuk peko: 86%. • klon TRI 2025: daun pucuk peko: 1. Kadar kofeina yang diperoleh adalah sebagai berikut.92%. 247.20%.95%. ' klon PS 1: daun pucuk peko: 4.307. daun kedua: 4. ° klon Kiara 8: daun pucuk peko: 4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biji pepaya kering mengandung protein dan lemak dalam jumlah besar. dalam larutan basa serapan maksimum bergeser menjadi 220.35. daun pemeliharaan: 1. daun indung: 1. daun indung: 1. di sampmg kapsaisin dengan bobot molekul 305.84%. daun pemelihara: 1. Pemanfaatan biji pepaya Carica papaya L. L. c) Pengamatan spektrum inframerah ekstrak cabe merah maupun ekstrak cabe gendot menu jukkan pita-pita serapan yang sama.88%.91%. daun pertama: 4. dibandingkan dengan hasil analisis yang sama pada kapsaisin dari buah cabe gendot (Capsicum annuum var. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapsaisin dari buah cabe merah (Capsicum annuum var.48%}.Isolasi kofeina dilakukan dengan menggunakan metode Bailey-Andrew yang dimodifikasi (AOAC 1975).9748 bagian per juta. (No.0 nm dan 290. JK FMIPAITB "APSAISIN dikenal sebagai penyebab rasa pedas pada buah cabe (berbagai spesies tanaman dengan us Capsicum). daun kedua: 3. 247. yaitu dengan bobot molekul 293. daun indung: 1. b) daun pertama: 4. 1987. tidak mengandung tanin dan enzim papain.51%.33%.). tangkai muda: 2.5 nm. Zat racun asam sianida (HCN) terdapat dalam jumlah 0. t>) Serapan ultraviolet kapsaisin cabe merah menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 235. 25*) CAPSICUM ANNUUM L. daun indung: 1.30 sampai 0.5 nm dan 295.30 sampai 0.02%. sedang dari cabe gendot berkisar antara 0.37.81%. Serapan ultraviolet kapsaisin cabe gendot menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 229 nm dan 279 nm. daun tua: 1.0 nm.0 nm.31%. yaitu masing-masing adalah 23.74%. daun tua: 1.22%.48%. Cara ini dilakukan dengan menambahkan magnesium okslda sebanyak 50% b/v untuk membantu membebaskan alkaloida kofeina dari ikatan garamnya. daun pertama: 4.18%.49%.) yang ditetapkan secara gravimetri menunjukkan. daun tua: 1.57%. abbreviatum F. daun kedua: 3.38%. 23 .23%. Kemudian direfluks selama 2 jam.63%. 26*) CARICA PAPAYA L. 1980. daun ketiga: 2. daun pemeliharaan: 1. tangkai muda: 2. Dari spektrum inframerah dan spektrum massa tersebut dapat dikatakan bahwa kapsaisin dart cabe merah maupun dari cabe gendot. untuk mengetahui sejauh mana biji pepaya dapat dimanfaatkan sebagai Contoh yang diteliti adalah biji pepaya dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). memiliki gugus fungsi yang sama serta komponen kapsaisinoid yang sama pula. Hasil penetapan kadar kofeina dalam semua daun teh dari empat macam klon teh (Camellia sinensis. tangkai muda: 1. Analisis dilakukan dengan kromatografi lapis tipis.68%. daun pemeliharaan: 1.).61%. daun ketiga: 2. b) daun pertama: 3. (3) klon PS 1 dan (4) klon Kiara 8.50%.49%. daun ketiga: 2. tangkai muda: 2. daun kedua: 2. kofeina yang terbentuk dimurnikan dengan jalan menarik dengan kloroform. dalam larutan basa serapan maksimum bergeser menjadi 220.5 nm. daun tua: 1. daun ketiga: 2. Studi perbandingan kapsaisin dari buah cabe merah dan cabe gendot (Capsicum annuum L.06% dan 24. FTP UGM UJUAN penelitian adalah Tbahan makanan manusia. untuk bahan makanan SOEWEDO HADIWTYATO dkk.67%.) PRITA KRESNA.50%.70%. spektrofotometri ultraviolet dan inframerah.

Dari kulit buah Citrus grandis (L.Untuk bahan makanan. Tpemanfaatan buah jeruk tersebut timbul banyak buangannya.82% berat basah. Diperoleh kristal jarum. Kadar minyak yang dapat diekstraksi dari biji pepaya dengan cara pengepresan adalah: 11. serta bobot molekul 174. Isolasi dan karakterisasi pektin dari kulit buah jeruk besar. (No. 1987. (No. suhu 25°C) dari larutan pektin adalah: 1. Bentuk sediaan salep yang digunakan adalah salep lemak. JK FMIPA ITB ANAMAN Citrus grandis (L. Tujuan ini adalah mana sari daun ketepeng dapat ditambahkan ke dalam sediaan salep menjadi sediaan yang baik dan mapan tanpa mengurangi khasiat pengobatan. rasa pedas getar. Citrus grandis (L. dengan menggunakan pelarut minyak dietileter adalah: 24. 1987. (jeruk besar) adalah salah satu jenis dari suku Rutaceae. yaitu terutama kulitnya. Minyak biji pepaya berwarna kuning dan mempunyai peluang baik sebagai minyak makan. Biji pepaya baik untnk bahan sumber minyak nabati. memberikan reaksi positif alkaloida. salep scrap. 1 gugus N-dimetil dan 1 N-H. Pengujian terhadap daya antimikroba dari kandungan sari sediaan salep tersebut dilakukan dengan metode perforasi dan kontak dengan mikroba uji Staphylococcus aureus. salep tercuci dan salep yang dapat larut dalam air. dan kadar protein rendah.) Osbeck.06 pada konsentrasi larutan pektin 2 g/L dan pada suhu 25°C. (No.41%.) sudah lama penelitiansebagai obatuntuk mengetahui sejauh batan penyakit kulit dan sebagai pencahar. 36*) CITRUS GRANDIS (L. Penelitian ini dimaksudkan hasil Setelah maserasi. Pseudomonas aeruginosa dan Microsponim gypseum. segar diperoleh pektin sebesar 0. Karakterisasi senyawa dilaku- kan dengan menentukan jarak lebur dan pemeriksaan spektroskopi ultraviolet. sediaan salep yang mengandung sari daun ketepeng memberikan efek bakterisid terhadap Staphylococcus aureus.70%. Dosis sari ditentukan berdasarkan kenaikan MIC yang masih dapat ditampung oleh dasar salep. SRI HERJATI SETIODIHARDJO. 35*) CEPHAELIS STIPULACEA BL. dengan metode 24 . bahan diduga gramina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 2 sampai 4 x MIC. pemeriksaan alkaloida dilakukan secara kromatografi lapis tipis dan pemisahan kromatografi kolom. Penentuan viskositas dengan metode viskosimetri Oswald menghasilkan viskositas relatif terhadap pelarut (air suling. dengan viskositas 0. 29*) CASSIA ALATA L. karena sifat-sifat yang sama dengan sifat-sifat minyak makan nabati lain.8904 cP. Uji daya antimikroba salep yang mengandung sari daun ketepeng Cassia alata L. DlAN NURYANl. Isolasi alkaloida dari tumbuhan Cephaelis sdpulacea BL YULIANTI. 1 gugus metilen. yaitu 2. inframerah. Kandungan metosil dalam pektin ditetapkan dengan dua cara. Hasil analisis dengan reaksi kimia dan spektrum inframerah menunjukkan bahwa senyawa yang berhasil diisolasi dari kulit buah jeruk besar adalah senyawa pektin. sedang terhadap Pseudomonas aeruginosa bersifat bakteriostatik.) OSBECK. pemurnian dilakukan dengan cara rekristalisasi. JF FMIPA UNPAD dikenal tradisional untuk pengoSARI daun ketepeng (Cassia alata L. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi pektin dari kulit buah jeruk besar menggunakan pelarut pengendap etanol dan pemurnian secara pengendapan ulang. DARI penelitian fitokimiauntuk mengisolasi alkaloida dan memeriksa senyawauntuk isolasi.) Osbeck. JF FMIPA UNAND Cephaelis stipulacea Bl.26%. biji pepaya kurang baik jika dibuat tahu karena warna coklat hitam tidak menarik. 1986.) Osbeck. resonansi magnet nuklir (NMR) dan GC-MS. tidak berwarna dengan jarak lebur 122-128°C. Secara spektroskopis diperoleh informasi adanya 5 proton aromatik.

4 ± 0. luka-luka kecil. 1986. lujuan peneiitian ini adalah untuk mengetahui kandungan kimia dan spesifikasi farmakognosi dari daun iler. menggunakan berbagai pelarut dengan polaritas yang berbeda. terhadap pertumbuhan kambing SUDJIMANDJOJOSENGODJO dkk. Pengamatan dilakukan seminggu sekali selama 8 minggu.917 kg. 37*) CITRUS NOBILIS LOUR. Dari hasil peneiitian diperoleh informasi.32 ± 0.2%. Temu ireng yang sudah tua dibuat perasan dengan konsentrasi 50% dan 25%. Ke25 . kelompok II diberi temu ireng dengan konsentrasi 25% dan dosis 2. Kelompok I dan kelompok III ada perbedaan. tiap minggu sekali. kelompok III diberi temu ireng dengan konsentrasi 50% dan dosis 2. 41)* CURCUMA AERUGINOSA ROXB. kelompok HI = 1. JF FMIPA UNPAD ELAH banyak diketahui bahwa daun iler (Coleus atropurpureus Benth. Jika dibandingkan kelompok I dengan kolompok II ada perbedaan yang nyata (P< 0. Telah diteliti pengaruh perasan temu ireng terhadap pertumbuhan domba.72 ± 0.) Tyang digunakan untuk pengobatan sakit tetinga. inframerah dan NMR menunjukkan bahwa hespiridin yang dihasilkan oleh kedua macam jeruk tersebut berbeda.5% dan dosis 5 mg/kg bb. Isolasi hesperidin dari kulit Citrus grandis Osbeck. (No. tiap-tiap kelompok terdiri 3 ekor domba..829 kg. penentuan macam gugus fungsi ditentukan secara spektrometri NMR..) adalah salah satu tanaman Pengaruh perasan temu ireng Curcuma aeruginosa Roxb.7%. bahwa pertambahan bobot badan kelompok I rata-rata= 0. JK FMIPAITB ILAKUKAN isolasi senyawa hesperidin dari 2 macam kulit jeruk. Senyawa kimia yang teramati adalah alkaloida. Dari hasil pemisahan ini dilakukan pemeriksaan kandungan senyawa kimia secara kromatografi lapis tipis.5 mL/kg bb. Kelompok I sebagai kontrol. diambil secara random.05% dan kadar minyak atsiri dalam serbuk daun iler sekitar 0.1987. umur kira-kira 6 bulan. sebagai obat pcmbanding digunakan obat cacing Panacur 0. jeruk besar dan dari kulit Citrus nobilis Lour. (jeruk besar) diduga hesperidin calkon dan hesperidin dari Citrus nobilis Lour.047%. Pemberian obat dilakukan secara oral dan selama peneiitian domba diberi makan dan minum ad libitum. jeruk keprok D SRI ULINA PURBA.5%. 40*) COLEUS ATROPURPUREUS BENTH.oleh 4. sedang kelompok IV diberi obat cacing Panacur 0. saponm dan minyak atsiri. 1981.1 ± 0. menggunakan berbagai pelarut dengan polaritas meningkat mulai dari pelarut yang non-polar sampai ke pelarut yang polar. kelompok IV = 2. (No. dengan metode pektase: 2.. kelompok II = 1..15 kg. FKH UGM P ENELITIAN ini dilakukan untuk memperoleh data penggunaan obat tradisional terhadap pertumbuhan domba. cacingan.1 kg. (No. wasir. Data spektrum ultraviolet. dibagi menjadi 4 kelompok. tiap 4 minggu sekali. ialah Citrus grandis Osbeck: dan Citrus nobilis Lour. bahwa kadar air dalam daun iler segar adalah sekitar 83.1). Dua belas ekor domba betina. adalah hesperidin flavonon.05).. Hesperidin dari Citrus grandis Osbeck. mematangkan bisul dan perawatan setelah haid serta pemeliharaan pusar bayi. fiavonoida. Pemisahan kandungan kimia dilakukan dengan isolasi secara soksletasi bertingkat. namun perbedaan ini tidak nyata (P<0. Temu ireng merupakan obat tradisional pernah diteliti terhadap askaris babi in vitro dan cacing askaris pada anak ayam in vivo yang hasilnya dapat memberikan harapan.penyabunan diper. Setelah isolasi dtlakukan pemurnian dan uji kualitatif. Hasil pengamatan selama 8 minggu menunjukkan. Ekstrak yang diperoleh kemudian digunakan untuk pemisahan lebih lanjut melalui kromatografi cepat. di samping sebagai pencuci mata.5 mL/kg bb. Pemeriksaaan pendahuluan kandungan kimia daun iler (Coleus atropurpureus Benth. SUWARJlHERYANA.

isotasi zat berkhasiat. namun menunjukkan hasil yang berbeda dalam hal jenis dan jumlah komponen utama yang terdapat dalam minyak. Gunster Honvad dan Rao (1964). Hasil analisis dengan kromatografi gas-cairan dan GC-MS menunjukkan bahwa minyak atsiri kunyit mengandung dua komponen utama. Kesimpulan: pemberian perasan temu ireng dengan konsentrasi 25% dan 50% dan dosis 2. Penentuan komponen utama minyak atsiri temulawak Curcuma xanthorrhiza Roxb. JK FMIPA ITB tentang komponen minyak telah dilakukan oleh beberapa orang ahli. Dalam penelitian ini akan diperiksa komponen utama minyak atsiri dari rhizoma Curcuma domestica Val. jumlah komponen dalam minyak atsiri ini ditentukan dengan kromatografi gas-cairan. terlihat 9 komponen minyak atsiri dan 2 komponen kurkuminoid. PENELITIANoleh Dieterle dandengan caraatsiri temulawaktapis(1943). isolasi minyak atsiri dengan destilasi cara Stahl seperti tercantum dalam Farmakope Indonesia Edisi III dan Materia Medika Indonesia. dan kromatografi gas. Isolasi kurkuminoid dilakukan dengan cara soksletasi dengan pelarut metanol. 26 .38%. dilanjutkan dengan analisis kualitatif. Penelitian meliputi pemeriksaan pendahuluan.) P TETI SURYETi. Wmkler antara lain Kaiser (1932. Penetapan bobot molekul masing-masing komponen dilakukan dengan spektrometer massa. Berdasarkan kromatogram minyak atsiri kunyit tua dan kunyit muda ternyata kadar turmeron dalam kunyit tua lebih besar dibandingkan dalam kunyit muda. (No.6%. & ZYR Beberapa aspek farmakognosi temu mangga (Curcuma mangga Val. tetapi juga tidak nyata (P < 0. Minyak atsiri hasil destilasi uap berwarna kuning agak jingga dan berbau seperti bau tanaman penghasilnya. (No.) dengan GC-MS P FlTRl YUNITA. menimbulkan pertambahan bobot badan domba.005%). serta gugus aromatik. 43*) CURCUMA DOMESTICA VAL. 1986.1933). CH3. jika dibandingkan dengan pertambahan bobot badan menurut Dove. 47*) CURCUMA MANGGA VAL. Analisis kualitatif dilakukan dengan kromatografi lapis tipis. Malingre (1971) dan Purseglove (1981) juga telah mengidentifikasi komponen dalam minyak atsiri temulawak. yang salah satu komponennya mempunyai HRf yang mendekati HRf desmetoksikurkumin. tetapi pertambahan tersebut hanya ±16. & Zyp. SEMANGAT KATAREN. Spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus C = O. (No. Oleh karena itu diadakan penelitian untuk mengetahui golongan senyawa kimia dan jumlah komponen utama yang terdapat dalam minyak temulawak. yang menganalisis komponen minyak kromatografi tipis dan Lunaw (1959). C = C . Terhadap minyak atsiri rhizoma kunyit dilakukan analisis gugus fungsi dengan spektrofotometer inframerah. 48*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. 1988. Minyak diperoleh dengan cara destilasi uap dari rhizoma kunyit segar. Dari pemeriksaan kromatografi lapis tipis. JF FMIPA UNPAD ENELITIAN ini dimaksudkan untuk menentukan beberapa spesifikasi simplisia dan mengisolasi minyak atsiri dan kurkuminoid yang terkandung di dalam rimpang temu mangga. JK FMIPAITB ENELITIAN komponen minyak atsiri beberapa jenis Curcuma yang lain sudah dilakukan.5 mL/kg bb. Dari fragmentasi massa dapat disimpulkan bahwa kedua komponen utama minyak atsiri rhizoma kunyit adalah turmeron dan ar-turmeron. Penenetuan komponen utama minyak atsiri kunyit _ (Curcuma domestica Val. Dihasilkan ekstrak kentaf kurkuminoid dan minyak atsiri 0. 1988. Hal ini dapat diperlihatkan dari hasil perbandingan luas puncak masing-masing komponen dalam kunyit tua dan muda. CH2. Rendemen minyak atsiri yang diperoleh dari rhizoma kunyit tua lebih besar dibandingkan rendemen minyak atsiri dari rhizoma kunyit muda. Hal ini ditunjang oleh data spektroskopi inframerah yang diungkapkan seperti di atas.lompok I dan kelompok IV ada perbedaan.

eter minyak tanah-etanol. masing-masing terdiri dari 3 ekor kelinci. dan kadar kurkuminoid isolat. Kurkuminoid diisolasi dengan cara ekstraksi menggunakan berbagai 5 pelarut organik dan air. Ternyata soksletasi dengan aseton merupakan cara yang paling efisien. ternyata minyak temulawak terdiri dari 30 senyawa yang merupakan campuran senyawa monoterpen. Rendemen ditentukan secara gravimetris dan kadar isolat ditentukan secara spektrofotometri dengan menggunakan suiar tampak. 1988. b) refluks dengan aseton. JF FMIPA UNPAD P ENELITIAN ini bertujuan untuk mencari khasiat yang lebih spesifik tentang pengaruh kurkuminoid terhadap HDL-kolesterol. 27 . Penetapan kadar kolesterol total dan HDL-kolesterol dalam serum dilakukan dengan metode CHOD-PAP. 50*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. kromatografi gas dan kolom.Minyak atsiri rimpang temulawak diisolasi dengan cara penyulingan dengan air selama 5 jam. dan rimpang kunyit Curcuma domestica Val. berdasarkan analisis kromatografi lapis tipis. eter minyak tanah-aseton. c) maserasi dengan etanol dan ekstraksi air. 3% kolesterol. (No. heksan. etanol. tetapi menurunkan kadar kurkuminoid isolat. (No. sedang kadar trigliserida dengan metode GPO-PAP. eter minyak tanah-heksan-aseton. Penetapan kadar tersebut dilakukan pada kelinci normal setelah pemberian kolesterol dan setiap minggu selama 6 minggu setelah pemberian kurkuminoid.) terhadap kolesterol total. 15 mg dan 20 mg kurkuminoid + tween + air. Basil menunjukkan bahwa.. kelompok II sampai dengan kelompok IV diberi per oral. Pengaruh kurkuminoid dari temu lawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. 1987. Cara isolasi ialah: a) soksletasi dengan aseton. monoterpen-0. Ternyata pemberian kurkuminoid 10 mg.kolesterol. Dalam fraksi terpen-0 terdapat 4 komponen utama dan 2 komponen terpen-0 lainnya dengan kadar yang relatif kecil. trigliserida dan HDL-kolesterol darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia PRAMADHIA BUDHIDJAYA. JF FMIPA UNPAD ini akan berbagai pelarut untuk mengisolasi kurkuminoid. Perbandingan beberapa cara ekstrasi untuk mengisolasi kurkuminoid dari rimpang temulawak Curcuma xanthorrhiza'Roxb. masing-masing: tween 80. Dalam percobaan ini digunakan kelinci jantan yang dibagi menjadi 7 kelompok. 20 mg kurkuminoid + tween + air. ternyata dalam fraksi terpen terdapat 6 komponen utama. Setiap kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut. 15 mg dan 20 mg dalam tween 80 dan air menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah. PENELITIAN rendemenmembandingkan efektifitasserta pengaruh minyak atsiri terhadap rendemen ditinjau dari dan kadar kurkuminoid. kelompok V sampai dengan VII masing-masing diberi per oral 3% kolesterol selama 10 hari dan diikuti masing-masing dengan 10 mg. kolesterol total dan trigliserida darah dari kelinci dalam keadaan hiperlipidemia. AMIR HAMZAH MAUZY. sedang dosis 20 mg kurkuminoid menaikkan HDL. kemudian dianalsis jumlah komponen terpen dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas dan terakhir dilakukan pemisahan komponen terpen dan terpen-0 dengan kromatografi kolom. seskuiterpen dan seskuiterpen-0. Pemisahan minyak atsiri dengan cara destilasi uap tidak berpengaruh terhadap rendemen isolat. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol). 49*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Berdasarkan analisis terhadap fraksi terpen dan terpen-0 dengan kromatografi gas.

2) Pengaruh ekstrak air temulawak terhadap HDL-kolesterol. (No. kelompok V sampai dengan VII masing-masing diberi per oral 3% kolesterol selama 10 hari dan diikuti masingmasing dengan 6 mL. temulawak dapat menycmbuhkan penyakit karena kelainan hati.) telahIndonesia dan menjadi obat golongan fitoEerapi. masing-masing terdiri dari 3 ekor kelinci. Ingin diketahui apakah dalam sediaan tersebut selama penyimpanan terjadi degradasi pada fraksi-fraksi zat berkhasiat yang terdapat dalam sari rimpang temulawak. Dalam percobaan ini digunakan kelinci yang dibagi menjadi 7 kelompok. masing-masing kelompok terdiri dari 3 ekor kelinci. N. Percobaan dilakukan menggunakan 18 ekor kelinci jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurkuminoid temulawak dengan dosis 10 mg/hari. 1987. 10 mL ekstrak air temulawak. Kelompok III diberi 1 mL Tween 80 dalam 7 mL air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air temulawak dapat menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia. setelah pcmbcrian karbon tetraklorida dan setiap satu minggu pada proses pemberian kurkuminoid temulawak. sedangkan penetapan kadar ChE dilakukan dengan metode Knedel M dan R. 54*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB.05 mL/kg bb. kelompok II sampai dengan kelompok IV diberi per oral. Penetapan kadar kolesterol total dan HDL-kolesterol dalam serum dilakukan dengan metode CHOD-PAP. tetapi hal ini belum terlihat jelas pengaruhnya terhadap HDL-kolesterol. yang masing-masing dilarutkan dalam 7 mL air dan 1 mL Tween 80. masing-masing: 3% kolesterol. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik S TAVIP BUDIAWAN. 15mg/hari dan 20 mg/hari dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT.. sedang kadar trigliserida dengan hidrolisis enzimatis (Boehringer Mannheim). JF FMIPA UNPAD ekstrak air temulawak (Curcuma DALAM penelitian ini ingin diketahui pengaruh dan trigliserida darah kelinci xanthorriza Roxb. JF FMIPA UNPAD EBAGAI obat tradisional. Setiap kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut. JF FMIPA UNPAD distandarkan TABLET dan kapsul dari sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. dan menaikkan kadar ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik. N. walaupun jenis penyakit hati tersebut belum jelas. Bottger. 15 mg dan 20 mg.) dan uji beberapa sifat fisikokimia secara kromatografi lapis tipis BUDI HERAWAN. SGPT dan ChE darah kelinci pada keadaan hepatotoksik. 1987. Pengambitan sampel darah dilakukan pada saat kelinci dalam keadaan normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kurkuminoid temulawak terhadap kadar SGOT. 8 mL dan 10 mL ekstrak air temulawak.) terhadap HDL-kolesterol. Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol). Kelompok I tidak diberi apa-apa (sebagai kontrol). 1988. Pembuatan sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. kelompok II diberi karbon tetraklorida 0. Kelompok IV diberi per oral 20 mg kurkuminoid temulawak dalam 7 mL air dan 1 mL Tween 80. kolesterol total dalam keadaan hiperlipidemia. kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia ABDUL NASER. ( o 53*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB..( o 5 * CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Penetapan kadar SGOT dan SGPT dilakukan dengan metode standar yang dioptimasi dari Deutsche Gesellschaft fur Klinischc Chemie. yang 28 . VI dan VII masing-masing diberi per oral karbon tetraklorida 0.05 mL/kg bb. dan pada hari berikutnya masing-masing diberi kurkuminoid temulawak 10 mg. Kelompok V. diproduksi oleh beberapa pabrik farmasi di diresepkan oleh dokter. Pengaruh kurkuminoid dari temulawak terhadap kadar SGOT. Masing-masing kelompok diberi perlakuan berturut-turut sebagai berikut.

10 mg. (No. Pengaruh ekstrak air temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. 29 . 55*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. magnesium stearat). Kelompok I adalah kelompok kontrol. masing-masing 6 mL. Akan diteliti pengaruh temulawak terhadap kadar bilirubin total. asam empedu dan kolesterol total dalam darah kelinci akan diketahui pengaruh kurkuminoid temulawak. Dibuat sari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. SGPT dan uji kualitatif darah kelinci pada keadaan terinfeksi Hepatitis B SUMIATI YUNINGSIH. 10 mg. sari kental berwarna coklat dan sari kering berwarna kuning. tetapi tidak berpengaruh terhadap virus hepatitis B. 15 mg. Secara organoleptis sari cair yang terbentuk berwarna kuning jingga. Hasil uji beberapa sifat fisikokimia secara kromatografi lapis tipis menunjukkan bahwa sari rimpang temulawak cukup stabil: a) pada proses pembuatan. 20 mg dan 25 mg secara oral tiap hari selama 42 hari dan darah untuk pemeriksaan diambil sekali seminggu sebanyak 6 kali. dan d) terhadap penambahan zat pengisi (laktosa. amilum. pada hari berikutnya diberikan ekstrak air temulawak. JF FMIPA UNPAD pengaruh (Curcuma xanthorrhiza PENELITIAN ini ingin mengungkapkan dan HBsAgekstrak air temulawakkeadaan terinfeksi virus Roxb. 1987. Percobaan dilakukan menggunakan 7 kelompok kelinci. setiap kelompok terdiri dari 3 ekor.disebabkan oleh pengaruh zat atau bahan yang sengaja ditambahkan. masing-masing kelompok terdiri dari 2 ekor kelinci. perlu dilakukan. 56*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. (No. V dan VI masing-masing diberi 1 mL serum hepatitis B secara intravena. Ternyata kurkuminoid dengan takaran 5 mg. Dalam percobaan digunakan kelinci yang dibagi menjadi 6 kelompok. mg 20 mg dan 25 mg secara oral menurunkan kadar kolesterol total dan bilirubin total serta menaikkan kadar asam empedu darah kelinci. asam empedu serum kelinci dan kolesterol total dalam darah kelinci. Kelompok II diberi ekstrak air temulawak 10 mL. JF FMIPA UNPAD URKUMINOID dari temulawak yang dapat Kmenambah pengeluaran kolesterolmerupakan suatu kolagoga.) dengan cara perkolasi menggunakan penyari alkohol 70% dan ditentukan beberapa sifat fisikokimianya. sedangkan uji HBsAg dilakukan dengan metode Reverse Passive Hemagglutination. Penelitian lebih lanjut tentang mekanisrhe kerja serta penggunaan hewan percobaan dari lain spesies. Kelompok IV.) terhadap kadar SGOT. 15. c) terhadap sinar matahari tldak langsung. Kurkuminoid diberikan pada 5 kelompok dengan dosis masing-masing: 5 mg. setelah pemberian serum hepatitis B dan tiap satu minggu pada proses pemberian ekstrak air temulawak. SGPT darah kelinci pada hepatitis B.) terhadap kadar SGOT. 8 mL dan 10 mL secara oral. Setelah terinfeksi oleh virus hepatitis B. berasa pahit pedas. berbau khas. asam stearat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air temulawak 10% b/v dengan dosis 6 mL/hari. 8 mL/hari dan 10 mL/hari dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT darah kelinci yang ada pada keadaan terinfeksi virus hepatitis B. yaitu suatu bahan kurkuminoid hati dan empedu. b) pada suhu sampai 60°C. Kelompok III diberi serum hepatitis B 1 mL/kg bb. 1988. Hasil dari penelitian ini adalah: 1. Penetapan kadar SGOT dan SGPT dilakukan dengan metode standar yang dioptimasi dari Deutsche Gesellschaft fur Klinische Chemie. Pengaruh kurkuminoid temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Dengan menentukan kadar bilirubin total.) terhadap fungsi empedu darah kelinci ROBERT EDWARD ARJTONANG. 2. satu kelompok digunakan sebagai kontrol dan pada satu kelompok diberikan pelarut. Pengambilan sampel darah dilakukan pada saat kelinci dalam keadaan normal.

1987. (No. diketahui bahwa dalani ekstrak kloroform dan metanol diperoleh banyak kurkuminoid. UTU rimpang temulawak ditentukan oleh kadar minyak. 60*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Pada saat yang sama dilakukan uji zat murni kurkumin dan monodesmetoksikurkumin hasil isolasi dari ekstrak kloroform. Rimpang temulawak diekstraksi secara fraksinasi menggunakan pelarut eter minyak tanah. atsiri dan komponennya serta kadar 30 .84 ± 0. JF FMIPA UNPAD Mkurkuminoid yang sangat tergantung pada tempat tumbuh. JF FMIPA UNPAD dilakukan penelitian tentang efek kurkuminoid sebagai antiTELAH banyak penelitian ini ingin diketahui potensiminyak atsiri danminyak atsiri yang diperoleh bakteri. 6) Cirebon. Bacillus subtilis dari kelompok bakteri gram positif dan Escherichia coli. Dari intensitas warna basil dinamolisis dan kromatografi lapis tipis. 2) Surakarta. kloroform dan metanol T YANI SUTIYANI.12%. Rimpang temulawak segar diperoleh dari daerah: 1) Lembang. kloroform dan metanol. Kadar minyak atsiri dtperiksa menggunakan alat destilasi Stahl. pemisahan komponen kimia minyak atsiri dilakukan secara kromatografi lapis tipis. Di antara ketiga metode pengujian.80%. komponen kimia terbanyak (14 bercak) terdapat pada minyak atsiri rimpang temulawak dari Cirebon dan Tawangmangu dan paling sedikit (11 bercak) terdapat dalam rimpang dari Lembang dan Surakarta. 10) Wonogiri dan 11) Purwodadi. 1986. 9) Sragen. Penelitian ini akan mengungkapkan perbedaan secara kualitatif dan kuantitatif minyak atsiri rimpang temulawak yang berasal dari berbagai daerah. kloroform dan metanol terhadap Staphylococcus aureus.JF FMIPA UNPAD UJUAN penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa kurkuminoid melalui beberapa pelarut berpolaritas meningkat. metode c) kontak memberikan hasil paling memadai. menggunakan pelarut eter minyak tanah. yaitu: ekstrak kloroform terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dan terhadap ekstrak metanol terhadap Bacillus subtilis. yaitu: 31. kloroform dan metanol. 5) Bumiayu. Isolasi dilakukan dengan alat sokslet menggunakan pelarut petroleum eter. 3) Tawangmangu. Salmonella typhi dari kelompok bakteri gram negatif. 7) Tasikmalaya. Kurkuminoid tersebut diidentifikasi sebagai kurkumin dan desmetoksikurkumin. dan terkectl dari daerah Purwodadi. Hasil uji sentivitas terhadap bakteri Staphylococcus aurues. 1986. yaitu: a) metode cakram kertas. 62*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. kloroform dan metanol. 4) Yogyakarta. waktu panen dan pengolahan. 61*) CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. Daya antibakteri dari temulawak cukup kuat dan dapat mencapai derajat sensitif pada konsentrasi 8% ekstrak. Pemeriksaan kurkuminoid dilakukan dengan dinamolisis. Penetapan kadar minyak atsiri rimpang temulawak dari berbagai daerah TAUFIK RACHMAN. Jumlah komponen kimia yang dapat dipisahkan sebanyak 11 sampai 14. untuk mencari metode isolasi yang paling efektif. 8) Garut.44 ± 1. b) metode perforasi dan c) metode kontak. Kadar minyak atsiri terbesar terdapat dalam rimpang temulawak yang berasal dari daerah Surakarta. Uji daya antibakteri ekstrak temulawak hasil fraksinasi dengan eter minyak tanah.(No. Isolasi dan identifikasi senyawa kurkuminoid rimpang Curcuma xanthorrhiza Roxb. Ada zat antibakteri yang tidak dapat berdifusi ke dalam medium yang mengandung air. Pengujian 'daya antibakteri dilakukan dengan tiga metode. menunjukkan bahwa tiap pelarut secara sendiri-sendiri tidak dapat menarik sempurna zat antibakteri yang terdapat dalani temulawak. reaksi warna dan kromatografi lapis tipis. yaitu: 5. Salmonella typhi dan Bacillus subtilis METTI SITI HASTUTI. (No. Dalam daya antibakteri dengan cara ekstraksi bertingkat dengan menggunakan eter minyak tanah.

jenis kelamin tidak dibedakan dan kisaran kadar kolesterol darah sekitar 250 mg/100 mL. ACHMAD MUSTAFA FATAH. Yogyakarta dan 2) umbi gadung yang berwarna putih dari Bantul. C-H dari metil dan metan serta C — O dari asam karboksilat. semua mengandung senyawa diosgenin. senyawa diosgenin dalam tanaman Dioscorea hispida terdapat di Contoh yang diteliti adalah: 1) umbi gadung yang berwarna kuning dari daerah Sleman.buhan ini tumbuh di tanah daratan kering atau tanah berbatu-batu yang beriklim tropis pada keting. Dari jenis tanaman yang berumbi kuning berhasil diisolasi kristal diosgenin. Terdapat 2 varietas Dioscorea hispida Denst. Percobaan dilakukan menggunakan 6 ekor anjing dewasa yang diperkirakan sehat. 1979. FK UNBRA T UJUAN penelitian ini ialah untuk raengetahui khasiat rhizoma Curcuma javanica (temulawak) terhadap kadar kolesterol darah. Kapsul temulawak dan Atromid diberikan bersama pada waktu makan pagi. bobot badan antara 10-12 kg. daun. Turn.sebut yang salah satu negara asalnya adalah Indonesia (terutama Kalimantan dan Sumatera).(No. agar diperoleh hasil kristal diosgenin secara maksimum. (No. kulit dan akar durian dapat digunakan sebagai obat tradisional. yang banyakadalah untuk Indonesia. Tanaman ini ditanam untuk diambil kayunya sebagai bahan ALAH satu tanaman yang mengandung minyak atsiri adalah durian (Durio zibethinus Murr. dilakukan isotasi dengan metode destilasi uap dan dihasilkan minyak berwarna kuning muda. 31 . Tujuan penelitian pendahuluan ini adalah menyelidiki komponen kimia minyak atsiri dari buah ter.00 sampai jam 8. JK FMIPA ITB Sberasal dari suku Bombacaceae. Dengan GC-MS diduga bahwa minyak atsiri durian mengandung suatu senyawa karboksilat yang mempunyai bobot molekul 104 dengan rumus molekul C4H803. 1979. 70*) DURIO ZIBETHINUS MURR. Isolasi dan identifikasi steroida saponin dalam umbi gadung Dioscorea hispida Denst. sedangkan data inframerah memberikan informasi adanya gugus fungsi OH dari suatu hidroksi. Mekanisme kerja yang pasti tidak dapat diungkapkan dalam penelitian ini. khususnya pada tahap akhir pengerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rhizoma Curcuma javanica (temulawak) ternyata mampu menurunkan kolesterol darah pada anjing. 69*) DIOSCOREA HISPIDA DENST. 63*) CURCUMA JAVANICA Penelitian pendahuluan tentang khasiat rhizoma temulawak (Curcuma javanica) terhadap kadar kolesterol darah AGUS DJAMHURI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman Dioscorea hispida Denst. (No.). sedang dari jenis yang berumbi putih diosgenin baru berhasil diidentifikasi. 1988. tanpa memandang spesies. terbukti mengandung senyawa diosgenin. Untuk mendapatkan minyak atsiri dari durian. yang menurut penelitian ini. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang cara isolasi diosgenin yang paling tepat. Penelitian lebih lanjut yang berkaitan dengan dosis dan hepatotoksisitas perlu dilakukan. siang dan sore.gian sampai 1000 m di atas permukaan laut. yang konstruksi ringan dan buahnya sebagai makanan segar.30 atau sekitar 14 jam.) dengan GC-MS SONDANG KOMAR1AH SlMATUPANG. Analisis melalui kromatografi gas dengan kolom OV-I 5% memperlihatkan adanya minimal 26 komponen. FF UGM UJUAN penelitian mengetahui TDenst. Selain itu juga buah. Setiap akan diperiksa kadar kolesterol dalam darah. Analisis dengan spektrofotometri ultraviolet darJ minyak atsiri memberikan minimal satu puncak pada panjang gelombang maksimum 251 nm. anjing dipuasakan terlebih dahulu dari jam 18. Penelitian pendahuluan komponen kimia minyak atsiri durian (Durio zibethinus Murr.

diguna- bakteri dalam kaitan kegunaannya sebagai obat diare. JK FMIPA ITB LENGKENG atau Euphorbia longan (Lour.) ATY WiDYAWARUYANTI.5%. Sedang ekstrak air tidak menghambat semua bakteri uji. Penelitian kandungan kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia Jacq.5% dan Sarcina lutea dengan MIC pada konsentrasi 12. 73*) ELEUSINEINDICA GAERTN. Ternyata ekstrak etanol dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhosa dengan MIC pada konsentrasi 37. Penentuan dilakukan dengan cara morfologi dan mikroskopi. 1987. Dari hasil uji dengan cara cakram kertas. tanin. dilanjutkan dengan analisis fitokimia dari ekstrak tanaman tersebut berturut-turut dalam eter minyak tanah. Wonosobo. tumbuh liar sebagai gulma. cacingan dan diare. sehingga sangat memudahkan penelitian lebih lanjut.. Terhadap Sarcina lutea sensitif sedang pada konsentrasi 3 sampai 4 kali MIC dan resisten pada konsentrasi 1 sampai 2 kali MIC. UMPUT belulang (Eleusine indica Gaertn. Uji antibakteri ekstrak akar rumput belulang (Eleusine indica Gaertn. 32 . Untuk melengkapi informasi penelitian akan diperiksa efek ekstrak akar rumput belulang sebagai antibahwa akar rumput belulang mengandung senyawa golongan saponin. yang diperoleh secara ekstraksi RUKMIATI K. sistempelarut yang cocok dan lain-lain. Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. kloroform dan metanol. Sedangkan pada Sarcina lutea sensitif pada dosis 11. suku Sapindaceae banyak ditemukan di daerah sekitar Semarang.) suku Graminae. sensitif sedang pada dosis 3. COKRONEGORO 1981. FMIPA UNPAD T UJUAN penelitian ini adalah untuk mencari senyawa kimia dalam tanaman Euphorbia prunifolia secara kasar. maka dapat diketahui metode yang paling baik yang dapat dipakai. Magelang dan Malang (dataran tinggi yang beriklim agak dingin).18 mg. tetapi tidak menghambat pertumbuhan bakteri Klebsiella pnemoniae. alkaloida dan golongan sterol atau terpen. dan sensitif sedang pada konsentrasi 1 sampai 3 kali MIC. diketemukan dua senyawa tunggal yang bereaksi positif penentuan adanya senyawa alkaloida. Penelitian pendahuluan telah dilakukan untuk menentuan senyawa kimia dalam pucuk daun dari tanaman Euphorbia prunifolia Jacq. JF FMIPA UNPAD Rkan sebagai obat tradisional antara lain untuk kejang-kejang. sedangkan analisis dilakukan secara kromatografi lapis tipis.(No. 1986. Pemisahan komponen kimia dilakukan dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif dan kromatografi kolom. demam. Dengan melakukan ini. maka diduga tanaman ini juga mengandung saponin dan tanin. terhadap pereaksi Liebermann-Burchard pada analisis dengan kromatografi lapis tipis.) Stend. Dari pemeriksaan pendahuluan diketahui Uji daya antibakteri dilakukan terhadap: 1) ekstrak etanol yang diperoleh dengan cara perkolasi dan 2) ekstrak air yang diperoleh dengan.18 mg. Senyawa tersebut tersebar di seluruh bagian tanaman tersebut. tetapi tidak " diketemukan bercak yang bereaksi positif terhadap pereaksi Dragendorff yang biasa dipakai untuk Penelitian pendahuluan senyawa saponin dalam kulit buah lengkeng RETNO DAMAYANTI. Temanggung. ekstrak etanol sensitif terhadap Salmonella typhosa pada dosis 11. dan sensitif sedang pada dosis 5.) STEND.4 mg. Dengan cara penentuan seperti di atas. 77*) EUPHORBIA LONGAN (LOUR. (No. khususnya terhadap senyawa alkaloida dan triterpenoida. 76*) EUPHORBIA PRUNIFOUA JACQ .6 rag dan 3.6 mg ekstrak.4 mg dan 5. Ambarawa. Bacillus subtilis.cara infundasi. spektroskopi ultraviolet dan inframerah. Hasil uji sensitifitas dengan cara perforasi menunjukkkan bahwa ekstrak etanol sensitif terhadap Salmonella typhosa pada konsentrasi 4 kali MIC. Seperti halnya golongan Sapindaceae lainnya. (No.

Penelitian terhadap androgenic effect memberikan hasil sebagai berikut: 1) infus akar pasak bu- mi 5% memberikan kenaikan berat prostat tidak berarti dan penurunan berat vesikula seminalis yang tidak berarti. 2) Infus 10% menyebabkan kenaikan berat prostat tidak cukup berarti serta kenaikan berat musculus-Ievator ani tidak bermakna. Dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif berhasil dipisahkan lima macam senyawa. H. kadar dan gugus fungsi yang ada. pohonnya tinggi dan berdaun lebat. dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut petroleum eter.. 79*) GARCINIA MANGOSTANA L. Kadar saponin ditetapkan dengan cara spektrofotometri. 1990. ditunjukkan dari: a) hasil pengukuran dengan spektrofotometer ultraviolet yang menunjukkan adanya 3 serapan maksimum pada daerah panjang gelombang 230 nm-400 nm. JK FMIPAITB manggu) termasuk G arcinia mangostana L. Contoh yang diteliti adalah infus akar pasak bumi (dibuat oleh Bagian Resep Fakultas Farmasi UGM) menggunakan tikus galur Lembaga Makanan Rakyat (LMR) berumur 21-23 hari dengan bobot badan 48 -55 gram. ( No. Puncak ini akan hilang jika senyawa tersebut diasetilisasi. etilasetat dan n-butanol. CHC13:etilasetat (1:1). hasil ekstraksi yang ada dalam n-butanol. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa saponin yang ada ialah dari jenis terpenoida. lalu dilakukan pemisahan dan pemurnian dengan cara kromatografi lapis tipis menggunakan eluen CHCb :C6H6 (7:3). YUDONO. 2) Infus 10% memberikan kenaikan berat prostat yang tidak bermakna dan penurunan tidak berarti dari berat vesicula seminalis. Pelarut yang digunakan adalah aseton 80%. FK UGM apakah di bumi yang TUJUAN penelitian ini adalah untuk mencari jawaban merangsangdalam infus akar pasakmempunyai dikatakan mempunyai khasiat menggemukkan dan gairah kelakian itu efek androgenik ataupun anabolik. C = C. 1979. 3) Infus akar pasak bumi 20% menyebabkan kenaikan berat prostat tidak bermakna serta kenaikan berat musculus-Ievator ani tidak berarti. Gugus fungsi dengan spektrofotometri inframerah. Turner dan Andrew Wilson.Akan diteliti kulit buah terhadap adanya senyawa kimia saponin. Dugaan adanya xanthone pada kulit buah Garcinia mangostana L. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1) Infus pasak bumi 5% ternyata memberikan kenaikan berat prostat yang tidak berarti dan tidak memberikan kenaikan berat musculus-Ievator ani secara signifikan. Spektrum inframerah terhadap hasil reaksi asetilisasi menunjukkan bahwa puncak -OH yang ada menjadi hilang. Penelitian anabolic effect dan androgenic effect infus akar pasak bumi pada tikus jantan dilakukan dengan metode yang dianjurkan oleh Robert A. benzen dan metanol. Senyawa ketiga dan keempat masih dalam bentuk campuran. 3) Infus 20% memberikan kenaikan relatif berat prostat tidak cukup bermakna dan penurunan yang tidak cukup signifikan dari vesikula seminalis. C-H. CHC13 dan CeHe. HERMANSYAH AMIR. Senyawa hasi! ekstraksi ini kemudian dipisahkan dan dimurnikan dengan cara kromatografi kolom dan kromatografi lapis tipis. Penelitian pendahuluan ini dimaksudkan untuk raengetahui jenis saponin. memiliki getah berwarna kuning Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui adanya xanthone yang terdapat pada kulit buah tanaman tersebut.) pada "rat" NGATIJAN. buah tersebar di daerah tropis. C = O.dapat dimakan. keluarga Guttiferae. (manggis. Selanjutnya ditetapkan suhu lebur senyawa yang didapat. (No. Isolasi xanthone dari kulit buah Garcinia mangostana L. Hidrolisis terhadap hasil ekstraksi dengan n-butanol diharapkan dapat menghasilkan sapogenin. R. dengan Spektrum pe33 . Ekstraksi dilakukan dengan memakai tiga macam pelarut dengan polaritas berbeda-beda. Penelitian "anabolic effect" dan "androgenic effect" dari infus akar pasak bumi (Euricoma longifolia Jacq. 78*) EURICOMA LONGIFOLIA JACQ. banyak tumbuh dan pada seluruh bagian tumbuhan. dan b) dari hasil pengukuran dengan spektrofotometer inframerah yang menunjukkan adanya gugus-gugus O-H. Spektrum inframerah senyawa ini menunjukkan adanya puncak yang kuat dari gugus -OH pada daerah sekitar 3500-3250 cm" .

Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk lebih memperjelas konsep varitas Graptophyllum pictum di Malesia. pembuatan diskripsi. Miquel (1850). Analisis kualitatif dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas cairan. Isolasi dilakukan dengan ekstrakst dan analisis dengan kromatografi lapis tipis. (No. 89*) IMPERATA CYLINDRICA (L. Isolasi minyak atsiri dari bunga gardenia dilakukan dengan soksletasi terus menerus dengan eter pada 40°C dan ekstraksi langsung dengan alkohol pada suhu kamar. var. var. viride. GC-MS. belum dapat menggambarkan keanekaragaman varitas atau takson yang ada dalam jenis tersebut. etil benzoat. tetapi penelitian tentang menghasilkan aroma untuk parfumaugustabanyak didapat di komposisi kimia minyak Gardenia di Indonesia belum mendapat perhatian. Dua di antaranya belum pernah dipertelakan orang. Backer & Bakhuizen van den Brink Jr. Penelitian yang dilakukan ialah pengamatan spesimen segar. Dalam tulisan disajikan pertelaan lengkap dan kunci determinasi semua varitas tersebut.1650-1450. penentuan nama sementara dan pembuatan kunci determinasi.) Beauv. dan diduga adalah mangostin. Hooker (1885) dan Merril (1918) mengenai Graptophyllwn pictum (L. tidak dapat dipakai lagi. Dari hasil tersebut diduga terdapat xanthone pada kulit buah Garcinia mangostana L. flavo-rubrum. var. pemeriksaan spesimen herbarium. Dengan cara di atas terungkap adanya terpineol. Filipina dan Papua Nugini) terdapat 6 varitas Graptophyllum pictum.. linalil asetat dan stirolil asetat.) Griff. Keanekaragaman jenis Graptophyllumpictum (L. yaitu var. juga karena tumbuhan ini dalam interaksi dengan tumbuhan lain mengeluarkan zat alelopati atau zat pengatur tumbuh tanaman yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman lain di sekitarnya. album dan lurido-sanguinem. 83*) GRAPTOPHYLLUM PICTUM (L. selain oleh kemampuan bersaing yang tinggi. (1965) membuat kunci determinasi untuk membedakan 3 varitas yang dikenal dan diakuinya ada di Jawa dan diberi nama viride. var. linalol. dan 750-60 cm'T. kaca piring) dengan metode kromatografi gas-cairan dan GC-MS HALIM ZAINI. N. Griffith (1854). dan BIndonesia. hingga saat ini masih lebih banyak dipandang sebagai salah satu tumbuhan rumput pengganggu bagi tanaman yang dibudidayakan di atas lahan kering. 1987. FB UNSOED P ENELITIAN Linnaeus (1762). terutama akan diteliti kemungkinan adanya senyawa kumarin. JK FMIPAITB UNGA Gardenia augusta Merr.) GRIFF. rubrum dan var. Kristal yang diperoleh adalah beta-terpineol. album. 34 . Purwodadi dan Bogor menunjukkan bahwa di kawasan Malesia (meliputi Malaya. sehingga kunci yang dibuat oleh Backer & Bakhuizen v. SUTJIPTO HALIM. 0) Karakterisasi komponen kimia minyak atsiri Gardenia angusta Merr.d Brink Jr. JK FMIPA ITB I mperata cylindrica (L.) BEAUV. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan terhadap 140 spesimen yang merupakan koleksi Herbarium Bogoriensis LBN Bogor serta tanaman yang tumbuh di daerah Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti adanya senyawa inhibitor pertumbuhan yang mungkin terdapat dalam rhizoma alang-alang.nyerapan maksimum pada panjang gelombang dan intensitas yang sama. Penelitian pendahuluan senyawa alelopati pada rhizoma Imperata cylindrica (L. 1989.) Beauv. Indonesia. benzil asetat. (Gardenia florida L. GC-MS serta spektroskopi inframerah.1400-1200. beta-mangostin dan gamma-mangostin. 1986. kromatografi gas.) Griff. pictum. ( o 8 * GARDENIA AUGUSTA MERR. Hal ini disebabkan. lurido-sanguineum. yaitu pada: 1750-1650. Dari banyaknya penambahan koleksi dan hasil pengamatan di lapangan ternyata variasi dan warna daun Graptophyllum pictum sangat besar. di Malesia WIWIK HERAWATI. (No. yang dikenal dengan nama alang-alang. seperti pada xanthone standar.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air daun Kleinhovia hospita L. Curcuma xanthorrhiza Roxb.Hasil analisis dengan kromatografi gas diperoleh data yang menunjukkan adanya minimal 8 komponen dalam ekstrak eter dari rhizoma. Phyllanthus niruri L. Kelompok HI sebagai kelompok kontrol. sedangkan sebagai jamur uji digunakan 35 . N. JF FMIPA UNPAD PAKAH masih mempunyai daya antibakteri dan antifungi yang Apenelitiansalep ekstrak laosformulasi sediaan salep yang cocok bag! ekstrak laos. (No. 60% dalam dasar salep hidrokarbon. 30%. emulsi ah. ( o 96*) LANGUAS GALANGA ( ) STUNTZ.. dengan dan tanpa penambahan asam cuka. terhadap penurunan kadar SGOT dan SGPT pada tikus putih yang telah diinduksi dengan karbon tetraklor (CCI4).. L Penelitian efek bakteriologik dan mikologik dari laos merah dan laos putih yang segar dan yang dikeringkan terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Laos yang diteliti dibuat dalam bentuk irisan.. parutan dan air perasan. 1\imbuh-tumbuhan itu.Katimaha (Kleinhovia hospita L. Jumlah ekstrak yang dapat diserap oleh keempat dasar salep tersebut maksimum 20% dan salep ekstrak laos yang memberikan daya hambat terhadap bakteri adalah salep dengan kadar 30% untuk dasar salep hidrokarbon dan dengan kadar 15% dan 30% bagi dasar salep emulsi air dalam minyak. termasuk Indonesia. Daya hambat salep terhadap jamur tidak dapat diperoleh hasil yang meyakinkan.. JF FMIPA UNPAD banyak dijumpai terutama di Asia. 1981. Tikus putih dikelompokkan menjadi 7 kelompok. Sebagai bakteri uji digunakan Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi. Penelitian ini meliputi uji pengaruh ekstrak air daun Kleinhovia hospita L. Kelompok V diberi CCLf dan ekstrak 400 mg/kg bb. Silybiwn marianum L. N. STUNTZ. efektif? Tujuan adalah mencari Ekstrak laos berkadar: 15%. berpengaruh terhadap penurunan kadar SGOT pada dosis 200 mg. jamur Microsporum gypseum. antara lain: Curcuma domestica Val.) terhadap penurunan kadar SCOT dan SGPT darah tikus putih pada keadaan hepatotoksik Susi LAHTIANI. telah dilakukan penelitian in vitro terhadap laos merah dan putih yang segar dan yang dikeringkan. Kumarin tidak ditemukan.) adalah salah satu tumbuhan yang tumbuh di Sulawesi Selatan yang digunakan sebagai obat tradisional untuk pengobatan penyakit hati. dan tiap kelompok terdiri dari 4 ekor. 400 mg dan 600 mg/kg bb. emulsi minyak dalam air (M/A) dan dasar salep larut dalam air. FMIPA UNPAD U NTUK mengetahui kebenaran efek bakteriologik dan mikologik dari laos. diuji terhadap bakteri Staphylococcus aitreus. 1979.dalam minyak (A/M). kelompok II sebagai kelompok normal diberi ekstrak 400 mg/kg bb. Uji pengaruh ekstrak air daun katimaha (Kleinhovia hospita L. Microspomm canis dan Trychophyton violaceum. L) Formulas! salep dengan ekstrak laos dan penentuan daya hambatnya terhadap bakteri dan jamur SRI ARDANI SOELARTO. Salmonella typhi dan jamur Microsporum gypseum MOHAMAD EKSAN SJAFIUDIN. penyakit kumng dan hepatitis. tetapi tidak memberikan hasil yang signifikan terhadap penurunan kadar SGPT. 1989. Eclipta alba Haask. Akhir-akhir imi PENYAKIT hati masih hasil penelitian tentang tumbuh-tumbuhan dandiproduknya yang mempunyai banyak dikemukakan aktivitas untuk perlindungan hati.. 94*) KLEINHOVIA HOSPITA L. asam vanilat dan vamlin.. Kelompok I sebagai kontrol normal (tanpa diberi CCU dan ekstrak). Kelompok IV diberi CCU dan ekstrak 200 mg/kg bb. Kelompok VI diberi CCLj dan ekstrak 600 mg/kg bb. asam benzoat. ( o 95*) LANGUAS GALANGA ( . diberi CCLi dan air suling 2 mL. Dari 8 komponen tersebut 4 komponen di antaranya diduga adalah asam o-kumarat.

1989. pemisahan konstituen fenolik dan non-fenolik. isolasi alkaloida. Beberapa senyawa apomorfin dilaporkan mempunyai aktivitas fisiologis yang penting seperti obat jantung. Jika dibandingkan hasil pengukuran daerah hambat terhadap kedua bakteri uji dari laos segar dan yang dikeringkan dengan jumlah berat yang sama pula. diikuti dengan pemisahan menggunakan kromatografi kolom.O diasetil aktinodafnin. Terutama terhadap Staphylococcus mtreus. menghasilkan suatu senyawa berupa kristal jarum yang tidak berwarna sebagai komponen utama. inframerah dan NMR menunjukkan. Analisis kemurnian dari produk yang berhasil diisolasi dilakukan dengan kromatografi lapis tipis. Pemisahan senyawa dari fraksi yang tidak larut dalam asam menggunakan kromatografi kolom. Data spektroskopi dari kedua senyawa kristal tersebut identik dengan yang 36 . Selanjutnya. Ldari suku Lauraceae yang mengandung alkaloida adalah Litsea dan alkaloida yang biasanya ditemukan dalam genus ini adalah jenis aporfin. HESTI BUDIATI. bahwa alkaloida yang berhasil diisolasi adalah suatu aporfin yang bersifat fenolik dan mengandung substituen pada posisi 1. Penambahan asani cuka memperlihatkan perbedaan daya hambat yang besar daripada jika tidak ditambahkan. maupun bentuk pengolahan parutan dan irisan. 2. dan prosesnya mencakup beberapa tahap. Data spektroskopi ultraviolet. dilakukan dengan cara spektroskopi yang lazim. yaitu penghilangan lemak dari materi tumbuhan.Microsporum gypseum. Sedangkan dari 478 spesies tanaman yang termasuk genus Litsea sampai saat ini baru 34 spesies yang telah diselidiki kandungan alkaloidanya. Litsea diversifolia adalah salah satu spesies yang terdapat di Indonesia dan belum pernah diungkapkan kandungan kimianya. Reaksi N-metilasi dengan HCOH dan NaBH4 terhadap basa alkaloida tersebut menghasilkan kasitisin. No. & V. baik jenis merah dan putih. Alkaloida dari kulit akar Litsea diversifolia BL Euis HOLISOTAN HAKIM. Isolasi alkaloida aporfin dari Litsea accedentoides K. 99*) LITSEA ACCEDENTOIDES K. Pengkajian kimia kulit akar Litsea diversifolia dalam penelitian ini. efek daya hambat laos merah lebih nyata dibandingkan dengan yang putih. JK FMIPAITB AURACEAE merupakan suku tumbuhan yang biasanya mengandung alkaloida. Laos yang dikeringkan. Salah satu genus Dalam percobaan ini. Penetapan struktur ketiga senyawa tersebut di atas. bahwa basa alkaloida yang merupakan komponen utama Litsea diversifolia adalah aktinodafnin. fraksi basa melalui pemisahan dengan cara yang sama menghasilkan pula suatu senyawa berbentuk kristal jarum yang berwarna kuning. tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dalam daya menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur uji. maka akan terlihat nyata bahwa laos segar menunjukkan daerah hambat yang lebih besar dari laos yang dikeringkan. (No. Ternyata Litsea accedentoides juga mengandung alkaloida dari jenis aporfin. yang pada umumnya jenis apomorfin. Hasil yang didapat ini sesuai dengan penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya terhadap Litsea. obat kanker dan sebagainya. sedangkan reaksi asetilasi menggunakan Ac2O dan piridin menghasilkan N. Melalui kedua turunan senyawa tersebut dapat disimpulkan. 9 dan 10. Isolasi alkaloida dilakukan berdasarkan sifat basa dari alkaloida. dilakukan dengan mengisolasi bahan tanaman yang kering dan menghasilkan basa alkaloida yang mudah rusak karena pengaruh udara dan penyinaran. JK FMIPA ITB L itsea merupakan salah satu dari 18 genus suku Lauraceae yang memiliki kandungan alkaloida. menggunakan pereaksi pendeteksi yang spesifik untuk alkaloida. & V. 1989. 100*) LITSEA DIVERSIFOLIA BL. Dari hasil penelitian dengari laos yang segar dapat dilihat bahwa daya menghambat pertumbuhan bakteri uji dan jamur uji dari laos ini cukup besar dan terlihat pula adanya perbedaan efek antara laos merah dan laos putih. telah diteliti kandungan alkaloida dari spesies Litsea accendentoides.

Penelitian ini dilakukan terhadap kulit akarnya. menggunakan gel sebagai fase diam dam pelarut organik kloroform. (No.tumbuhan yang ditemukan di belum pernah dilaporkan Penelitian ini Pemisahan dilakukan dengan perkolasi menggunakan heksan dan metanol. Untuk mengetahui jenis alkaloida lain yang terkandung dalam kulit akar Litsea diversifolia.) C. ROB. B. Isolasi dilakukan dengan pengaruh udara dan cahaya. dilakukan pengujian pada alkaloida fenolik dengan perkolasi menggunakan metanol yang diikuti dengan pemisahan alkaloida fenolik dari alkaloida total. benzen dan metanol sebagai fase gerak.35. yang menghasilkan senyawa alkaloida yang mudah rusak karena Pemeriksaan dengan kromatografi lapis tipis. littoralis Blume.) B. Jika zat ini benar.) C. Bercak kedua dengan Rp 0. Analisis dilakukan dengan cara kromatografi lapis tipis. Alkaloida dari Litsea diversifolia Bl. penentuan jarak lebur dan pemeriksaan spektroskopi ultraviolet. Dengan spektroskopi.) C. 102*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR. 1989. 37 . 0. Alkaloida dari Litsea glutinosa (Lour. Alkaloida dari fraksi fenolik Litsea glutinosa (Lour. 103*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR.) C. Untuk memisahkan masing-masing komponen dilakukan kromatografi kolom.diperoleh dari aktinodafnin. 101*) LITSEA DIVERSIFOLIA BL. var. salah satu dari empat senyawa diduga sebagai benzil-isokuinolin. Ketiga senyawa yang lain belum diperiksa. Dari kelima bercak tersebut. (No. Dengan spektroskopi NMR dan GC-MS diperoleh dugaan. Isolasi dilakukan secara kromatografi lapis tipis. ROB. Rob. identik dengan senyawa boldin yang telah diketahui sebelumnya. B.kandungan alkaloidanya. mengandung actinodafnin jenis > aporfin sebagai alkaloida utama. HELMI.C. Hasil kromatografi lapis tipis menunjukkan adanya empat bercak.74. Sedangkan tiga koraponen lain dari kedua fraksi tersebut. B.19. 1990. inframerah dan GC-MS. maka zat ini merupakan alkaloida baru dan untuk ini perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan.82. Rob.51. JK FMIPA ITB (Lour. Dari kulit ranting fraksi non-fenolik dihasilkan kristal dengan jarak lebur 189-191°C dan dengan spektroskopi ultra- violet diperoleh alkaloida fenantren. var. littoralis Blume. Analisis dilakukan dengan spektroskopi ultraviolet. inframerah. (No. menghasilkan senyawa berupa kristal yang mengkilat dengan jarak lebur 164-166°C. B. diperoleh 5 bercak dengan Rf: 0. B. belum diteliti lebih lanjut. Dari kulit akar fraksi non-fenolik diperoleh kristal dengan jarak lebur 207-209°C. JK FMIPAITB ENELTTIAN terdahulu menyatakan bahwa Litsea diversifolia BI. kemudian dilakukan bertujuan untuk meneliti kandungan alkaloida fraksi non-fenolik dari kulit akar dan kulit ranting Litsea glutinosa.3-metilendioksi-6-metoksi fenantren.69 dan 0. N dimetilamin-N-oksida-7-hidroksi-3. VITA SOPHIATA. var. Spektroskopi inframerah menunjukkan alkaloida aporfin yang mengandung gugus hidroksi pada C-9. bahwa alkaloida 1-N. JK FMIPA ITB itsea glutinosa (Lour. merupakan salah satu Litsea glutinosaIndonesia. merupakan salah satu tumbuhan yang cara ekstraksi secara maserasi. 0.dan Rob. NMR dan GC-MS. Data spektroskopi senyawa hasil isolasi tersebut. littoralis Blume. 1989. littoralis-Blume Lditemukan di Indonesia. sedangkan 2 komponen lainnya belum diteliti lebih lanjut. 0. tiga di antaranya menunjukkan uji alkaloida positif terhadap pereaksi Dragendorff. pemisahan fraksi fenolik dan non-fenolik. var. ADEL ZAMRI.) C. Rob.

105*) LITSEA MONOPETALA (ROXB. kristalisasi serta analisis dengan penentuan jarak lebur dan dengan spektroskopi ultraviolet. Ddafnin. 1989. ASEP ADI SUPRIHATNA. JK FMIPAITB EPERTI penelitian sebelumnya. Untuk memisahkan masing-masing komponen dilakukan (No. Senya. JK FMIPA ITB ARI penelitian terdahulu diketahui. Dari ketujuh bercak tersebut. SRI WlDARTI.) Pers. 9. 104*) LITSEA GLUTINOSA (LOUR. 0.) C. 1989. Berdasarkan jarak lebur dan harga Rf yang sama.) C. bahwa tanaman ini mengandung antara lain senyawa aktino- 38 . pada penelitian ini dilakukan isolasi alkaloida fraksi fenolik yaitu cara yang sama. Pemisahan. semuanya menunjukkan uji alkaloida positif terhadap pereaksi Dragendorff. 2. 9 dan 10. Dari analisis didapatkan kristal tidak berwarna dengan jarak lebur 174I5-177°C. isolasi dan analisis dilakukan dengan cara yang sama. Senyawa alkaloida dan non-alkaloida Litsea monopetala (Roxb. Diduga alkaloida ini termasuk dalam kelompok alkaloida proaporfin. B.) PERS. kromatografi kolom.(No. bahwa senyawa yang berhasil diisolasi adalah alkaloida kelompok noraporfin yang tersubstitusi pada 1. yaitu penghilangan lemak. ROB Isolasi senyawa aporfin fraksi fenolik dari tanaman Litsea glutinosa (Lour. Dari dua bercak pada kromatografi lapis tipis fraksi fenolik.53. 0. fraksi 1 dan 2 merupakan alkaloida yang sama. isolasi dan analisis dilakukan dengan kromatografi kolom menggunakan silika gel sebagai fase diam.34. berhasil diperoleh kristal putih dengan jarak lebur 142-143°C. 0. Rob. Pemisahan. asam lemak dan arabinoksilan. 2.wa ini dikenal sebagai senyawa aktinodafnin. kadar 0. aporfin dan morfinandienon.28.32.) Pers. dan pelarut organik kloroform dan metanol sebagai fase gerak.) Pers. Sedangkan senyawa non-alkaloida yang ditemukan diidentifikasi sebagai senyawa atranorin yang mempunyai jarak lebur 174. NMR dan GC-MS. JK FMIPA ITB EMUA alkaloida yang pernah dilsolasi dari spesies Litsea termasuk ke dalam kelompok benzil tetrahidroisokuinolin. kadar 2x10 % yang merupakan alkaloida non-fenolik. B. Analisis spektroskopi menunjukkan bahwa alkaloida ini mempunyai kerangka aporfin yang tersubstitusi pada posisi 1. gugus metilen dioksi pada posisi C-l dan C-2 serta gugus metoksi pada C-10. Pemisahan alkaloida melalui beberapa tahap. isolasi alkaloida. Kajian terhadap kandungan kimia terutama kandungan alkaloida belum banyak dilakukan. S FERI HERLINA ANWAR.41. inframerah. pemisahan fraksi alkaloida fenolik dan non-fenolik. 10 dengan gugus fungsi hidroksi pada posisi C-9. 0. Alkaloida dari Litsea monopetala (Roxb. 106*) LITSEA MONOPETALA (ROXB. Dari sini didapatkan tiga fraksi.57 dan 0.5-177°C. Satu komponen lain dari fraksi fenolik yang diisolasi belum dilakukan identifikasi dan ditentukan strukturnya. tetapi umumnya kandungan alkaloida Litsea didominasi oleh kelompok aporfin.01%. Salah satu spesies Litsea yang banyak ditemukan di Indonesia adalah Litsea monopetala (Roxb. setelah dilakukan kromatografi kolom dan rekristalisasi. (No. 0.75. Penelitian ini bertujuan mengisolasi senyawa alkaloida fraksi non-fenolik dan senyawa non-alkaloida dari kulit batang Litsea monopetala. var. 1990. pemisahan konstituen alkaloida murni dengan kromatografi lapis tipis.) PERS. Dari pemeriksaan spektroskopi yang dibandingkan dengan senyawa standar dapat disimpulkan. Isolasi dan penentuan struktur alkaloida dilakukan terhadap fraksi fenolik dari kulit kayu tanaman Litsea monopetala. Pemeriksaan dengan kromatografi lapis tipis menghasilkan tujuh bercak dengan Rf = 0. littoralis Blume Saporfin dari kulit kayu tanaman Litsea glutinosa.

enam macam komponen berfluoresensi biru di bawah sinar ultraviolet dan satu macam komponen berfluoresensi merah.1389.000-0.1408. 1250. Dilakukan penelitian mikroskopis daun mengkudu serta reaksi kimia dan kromatografi lapis tipis dua dimensi terhadap sari kasar daun mengkudu. terlebih dahulu harus ditentukan komponen apa saja yang terdapat dalam biji kelor. b) dalam HC12N: 213 nm dan 290 nm. protein (7. 1445. nitrogen. 3250. 1163-1149. Spektrum penyerapan ultraviolet menunjukkan maksimum pada panjanggelombang: Fraksi I: a) 210 nm dan 292 nm. 1497. 1323.021-42. 114*) MORINGA OLEIFERA LAMK.014). kalium. 1362. Isolasi dan analisis fraksi alkaloida dari daun tumbuhan mengkudu (Morinda dtrifolia L. Spektrum penyerapan inframerah menunjukkan maksimum pada panjang gelombang (cm" ): Fraksi I: 3700.1253-1117. dengan karakteristik fisik sebagai berikut. FMIPA UNPAD T UJUAN penelitian adalah untuk memperoleh data farmakologi dari daun mengkudu. 235 nm dan 315 nm. Fraksi II: 3750. Dari hasil penelitian ini antara lain dapat disimpulkan. 1689-1639. 1608. Sari kasar daun mengkudu menberikan reaksi positif terhadap pereaksi pengendap alkaloida seperti Dragendorff. (No.081-0. Pada penelitian ini ditentukan kadar kalsium. Mayer dan Bouchardat.251-0.806-10. Pada penelitian ini diharapkan dapat diperoleh atkaloida murni yang karakteristik tlsiknya dapat ditentukan.611-3. YUN MEDIA HANDAYANI.1053.714). nitrogen (2. magnesium (0. c) dalam NaOH 2N: 236 nm. 112*) MORINDA CITRIFOLIA L. 2857.1724. 1548-1515. 2778.1020. Pada kromatografi lapis tipis diperoleh tujuh macam komponen. Analisis beberapa unsur dan senyawa dari biji kelor Moringa oleifera Lamk. c) pada NaOH2N: 240 nm.571). natrium. 1706. bahwa dari pohon dan tempat tumbuh yang berbeda. minyak dan asam oleat yang dikandung dalam biji kelor. Dari hasil penelitian ini diperoleh kadar (% berat): kalsium (0. 1212.1053. Hasil kromatografi kolom diperoleh 2 fraksi yang diharapkan murni.1303. kalium (0.1550-1515. asam oleat (10.950. 2850.1497.327). protein.112). Ciri-ciri mikroskopi daun mengkudu adalah terdapatnya berkas pembuluh kolateral. Data yang diperoleh dapat dipergunakan untuk membantu dalam penelitian selanjutnya. b) dalam HC1 2N: 217 nm.(No. karena kandungannya dalam biji kelor relatif sedikit. 3250.006). 1235. 39 . Saponin ditentukan hanya secara kualitatif. Semua komponen memberi warna jingga dengan pereaksi Dragendorff.623). fosfor (0. mulut daun tipe parasitik dan kristal oksalat berbentuk jarum (raphides). natrium (0. magnesium.1449. sesuai dengan hasil penelitian yang sejenis.314-0. seperti penentuan struktur kimia dan efek farmakologi. Terlihat bahwa dalam suasana basa terjadi pergeseran batokromik atau terjadi perubahan struktur molekul.1031. yang telah tua ternyata dapat digunakan untuk membersihkan air untuk keperluan sehari-hari. 1989. 1366.1689-1639.430). minyak (35.0810.1101. 2300.76136. fosfor. JK FMIPA ITB B IJI kelor Moringa oleifera Lamk. Uji saponin yang dilakukan secara kromatografi lapis tipis menunjukkan hasil yang positif untuk tiap cuplikan. 1979. dengan menggunakan prosedur dan metode yang sudah diketahui. kadar komponen yang dikandung dalam biji kelor akan berbeda. 235 nm dan 315 nm. Fraksi II: a) 216 nm.) Trn WIRAHARJA NIKODEMUS.257). Untuk menjelaskan mekanisme koagulasi dan penurunan populasi mikro-organisme pada air yang telah diperlakukan dengan biji kelor. 3125.2778.

putaran optik. Ada dua jenis minyak yang dihasilkan oleh buah pala yaitu minyak pala. Spektrum massa dari minyak atsiri fuli menunjukkan bahwa minyak atsiri fuli mengandung konstituen alpha-pinen. (No.4572. Bacillus subtilis. 1989. antara lain untuk mengobati penyakit kulit. putaran optik: + 10. Metode yang digunakan adalafa soksletasi dengan pelarut eter minyak tanah dan pemeriksaan golongan senyawa dari ekstrak tersebut dan uji daya antibakteri dengan metode cakram kertas. 115*) MORINGA OLEIFERA LAMK. Analisis komponen kimia didahului dengan destiiasi vakum dan dilanjutkan dengan analisis GC-MS.5379. putaran optik (27°C): +35 dan bobot jenis (27°C): 0. bahwa berbagai bagian tumbuhan kelor dapat digunakan Penentuan komponen utama minyak atsiri dari pala SAIFULLAR 1989.24%. kamfen. Pada penelitian ini telah dilakukan analisis komponen kimia salah satu minyak pala (Myristica pagans Houtt. bilangan penyabunan 31.) merupakan sa!ah satu suku Myristicaceae menghasilkan terdapat di Indonesia. kelarutan dalam alkohol 20%. menghasilkan minyak atsiri dengan rendemen 18.4255. indeks bias (20°C): 1.6. bilangan asam 5. Percobaan yang dilakukan didahului dengan isolasi minyak fuli menggunakan pelarut heksan dan dilanjutkan dengan destiiasi uap. JK FMIPA ITB aroma BJJI dan fuli pala mempunyaidalamnyakhas. Buah pala sebagai rempah terutama diekspor dalam bentuk biji. sisa penguapan 2. bilangan asam dan bilangan penyabunan. ayan. Minyak hasil isolasi ini merupakan cairan bening dan berbau harum seperti fuli penghasilnya. Berdasarkan hal tersebut di atas telah dilakukan penelitian fraksi eter minyak tanah dari kulit akar kelor sebagai antibakteri. SUDARSINI. Selanjutnya hasil isolasi ini dianalisis secara fisikakimia. 1984. dihasilkan oleh biji kering buah pala yang telah masak dan minyak fuli yaitu minyak yang dihasilkan arillode kering biji pala yang telah masak.3%. Analisis komponen kimia minyak atsiri fuli pala dengan GC-MS ARYETTI.). betafelandren. PPPS ITB yang banyak TANAMAN pala (Myristica fragransiniHoutt. Spektrum penyerapan ultraviolet menunjukkan maksimum pada panjang gelombang 236 nm dan 263 nm. Hasil uji dapat disimpulkan. Tanaman di Indonesia dibudidayakan terutama untuk rempah-rempah. bahwa ekstrak eter minyak tanah kulit akar kelor yang diteliti menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji Salmonella typhosa. rematik dan diperkuat oleh hasil penelitian terdahulu adanya senyawa yang aktif sebagai antibakteri. diekspor juga dalam bentuk minyak. sisa penguapan. p-simen.8254. Dari analisis diketahui ada 7 komponen utama dalam minyak atsiri.844. 118*) MYRISTICA FRAGRANS HOUTT. larut dalam 2.24. Analisis secara fisika menunjukkan minyak fuli ini mempunyai indeks bias (27°C): 1. Analisis dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas serta isolasi minyak atsiri dilakukan dengan kromatografi kolom. Hasil isolasi ditetapkan tetapan fisiknya. JF FMIPA UNPAD ( AR1 penelusuran pustaka diketahui. Escherichia coli dan Staphylococcus aiireus. Tetapi selain dalam bentuk biji. 40 . beta-pinen. 117*) MYRISTICA FRAGRANS HOUTT. Ingin diketahui komponen utama minyak atsiri dari biji maupun fuli (komponen di sama). linalol safrol dan konstituen lain yang belum dapat ditetapkan.64. (No.) sebagai bahan obat tradisional yang khasiatnya. Uji antibakteri zat larut dalam fraksi eter minyak tanah kulit akar kelor (Moringa oleifera Lamk.(No. indeks bias pada 20°C. di antaranya safrol dari minyak atsiri pala dengan kromatografi kolom dihasilkan senyawa dengan indeks bias (20°C): 1. Tetapan fisik minyak atsiri adalah: bobot jenis 0. Minyak atsiri diperoleh dengan penyulingan uap dan tetapan fisik yang ditentukan ialah: bobot jenis.5 volume alkohol 90%.

(No. Hasil analisis dengan GC-MS menunjukkan adanya senyawa Unalol. Minyak atsiri dengan spektrofotometer ultraviolet mempunyai serapan maksimum pada panjang gelombang 258 nm. yang larut dalam etanol 96% adalah senyawa golongan alkaloida dan atau golongan iridoid yang mempunyai efek terapetik. 3. merupakan tumbuhan liar diteliti mengenai nama wijen hutan. C-H alkana dan senyawa aroma I ik. inframerah. Diduga kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. SUDARSONO. yang larut dalam etanol 96% adalah senyawa golongan iridoid. 1987. serta C = O dari karboksilat. daun dan bunga kemangi segar dengan pelarut metanol dan dilanjutkan dengan n-heksan.(No. dari suatu alkohol. Penelitian komponen-komponen kimia minyak atsiri Oenanthe javanica DC. 1987.2. Minyak didapat dengan mengekstraksi destilat dengan eter. Analisis minyak basil isolasi dengan spektrofotometri inframerah menunjukkan adanya gugus O-H. termasuk Labiatae yang dikenal dengan nama daerah sebagai kemangi. 2. Minyak diperoleh dengan cara distilasi uap. Analisis menggunakan spektrofotometer ultraviolet. 1981. C = C. 123*) OLDENLANDIA CORYMBOSA L. Dengan spektrofotometer inframerah terungkap adanya gugus fungsi OH. Unalol. dengan GC-MS B TITINSUPRIHATIN. Ocimum L. OLs. Dilakukan percobaan isolasi. termasuk di daerah tropis O yang oleh masyarakat dikenal dengansuku Rubiaceae. JK FMIPAITB UMBUHAN Ocimum sanctum L. sering tumbuh secara liar.2 dengan jarak lembur 41 . 121*) OCIMUM SANCTUM L. Dalam penelitian ini isolasi minyak dilakukan dengan cara merebus batang.015%) dengan jarak lebur 115-118°C dan glukosa sebagai gugus gulanya. dimana ditemukan 3 macam senyawa yaitu OLi. kromatografi gas dan kolom. geranial dan karyofilen. kemudian dilakukan destilasi uap terhadap ekstrak yang telah dihilangkan pelarutnya. Tujuan penelitian adalah menyelidiki beberapa komponen kimia dari minyak atsiri tespong yang banyak terdapat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kandungan kimia minyak atsiri tanaman kemangi. dengan GC-MS ATHENA ANWAR. JK FMIPA ITB ELUM dijumpai informasi kandungan kimia dari batang dan daun tespong (Oenanthe javanica DC. mengandung 3 buah senyawa golongan iridoid. Tanaman ini mengandung minyak atsiri yang berbau sangat harum. Isolasi. Penelitian komponen kimia minyak atsiri Ocimum sanctum L. Kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L. C = C. klasifikasi serta kristalisasi kandungan utamanya. C-O. Sampai saat ini belum kandungan kimia tanaman ini.FF UGM ldenlandia corymbosa L. dan GC-MS. Dengan GC-MS juga diperoleh informasi tentang kandungan felandren. Tanaman Oldenlandia corymbosa L. 122*) OENANTHE JAVANICA DC. sedrol. suku bahan campuran makanan. klasifikasi dan kristalisasi kandungan utama tanaman Oldenlandia corymbosa L.). Dengan kromatografi gas dan kolom memperlihatkan adanya 21 komponen.Pada penelitian ini telah dapat diisolasi dalam bentuk kristal murni senyawa OL2 (0. Senyawa OL. C = O. banyak tumbuh di daerah-daerah di Indonesia dan juga di negara-negara Asia dan Amerika. banyak baik Tsebagai obat tradisional maupun merupakan salah satu tumbuhan yangsanctum kegunaannya. (No. OL. CH dari metil dan metan. Komponen utama minyak kemangi basil isolasi diduga merupakan senyawa seskuiterpen dengan bobot molekul 224. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1.

Pemisahan kromatografi lapis tipis dari ekstrak kloroform. inframerah. flavonoida OLONG buncis (Phaseolus vulgaris L. yakni suhu lebur. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya alkaloida. triterpenoida dan steroida. 1986. 130*) PHASEOLUS VULGARIS L. (No. skrining fitokimia. saponin. warna kristal dan fluorosensi di bawah sinar ultraviolet. Terdapat juga mineral: kalsium. aluminium dan silikon dalam abu total. bahwa buncis mengandung vitamin dan mineral yang sangat diperlukan oleh tubuh. Daya racun pachyrrhizin dan fraksi lain pada ekstrak biji bengkuang (Pachirrhyzuz erosus Urban. JK FMIPA ITB Pdarah.) P DEDISOFYAN. yang diduga mengandung saponin atau rotenon.) mempunyai khasiat menurunkan kadar glukosa dalam dan glikosida. 4. Namun akhir-akhir ini timbul keragu-raguan tentang sifat racun pachyrrhizin. kloroform: metanol (95:5) v/v sebagai pelarut dan larutan Liebermann-Burchard sebagai penampak bercak. menggunakan adsorben silika gel 60 GF 254. Pemeriksaan pendahuluan terhadap ekstrak buncis dengan menggunakan pereaksi Dragendorff. flavonoida dan glikosida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat-sifat tanaman ini. RAHAYU NUROCHMAN.115-118°C. bentuk kristal. ENNY RATNANINGSIH. Stfat-sifat fisik. spektrofotometri ultraviolet dan inframerah. sedang yang beracun adalah fraksi lain. Penelitian dilakukan terhadap ekstrak dengan cara kromatografi lapis tipis. Penelitian ini dilakukan untuk konfirmasi sifat racun dari pachyrrhizin.). Beberapa pustaka menyatakan bahwa buncis mengandung senyawa alkaloida. Salah satu bercak (Rf = 0. Percobaan yang dilakukan telah berhasil memisahkan pachyrrhizin murni dari biji bengkuang dengan cara ekstraksi sokslet. nikel. termasuk senyawa golongan iridoidglikosida dengan glukosa sebagai gugus gula. Uji keracunan dilakukan terhadap telur udang air asin yang baru menetas. Data spektroskopi ultraviolet. ekstraksi pelarut-pelarut. tanin. 1986. 1987. tidak mengandung senyawa golongan alkaloida. dapat menunjukkan bahwa zat yang diperoleh itu adalah benar pachyrrhizin. Percobaan menunjukkan bahwa pachyrrhizin sama sekali tidak bersifat racun. Kadar yang diperoleh adalah 0. (No. kromatografi kolom dan rekristah'sasi. A. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui senyawa yang terdapat di dalamnya.84). 124*) PACHYRRHIZUZ EROSUS URBAN. Isolasi dan penetapan karakteristik fisik senyawa alkaloida dari buncis Phaseolus vulgaris L. Hasil pemeriksaan kromatografi lapis tipis dengan larutan pengembang aseton-air (1:1) v/v dan penampak bercak Dragendorff modifikasi Thies menunjukkan dua bercak berwarna jingga dengan I . Para peneliti Beberapa aspek farmakognosi dari buncis (Phaseolus vulgaris L. Bouchardat dan Mayer menunjukkan reaksi positif alkaloida. Metode pemeriksaan terdiri dari karakterisasi simplisia.) mempunyai khasiat menurunkan kadar glukosa dalam darah. di samping itu mengandung pula golongan alkaloida. besi. menunjukkan satu bercak dengan serapan maksimum pada panjang gelombang 210 nm. setelah diisolasi dan dilakukan kromatografi lapis tipis dua dimensi. ekstraksi.07%. menunjukkan lima bercak. Beberapa pustaka menunjukkan. flavonoida. >ACHYRRHIZIN merupakan salah satu senyawa yang terdapat dalam biji bengkuang. JK FMIPAITB terdahulu telah menyebutkan bahwa pachyrrhizin ini tidak mempunyai kerja insektisida. (No. NMR dan GC-MS juga sangat mendukung hal ini. pemisahan dan isolasi komponen dan penetapan sifat fisik komponen yang diisolasi dengan spektrofotometri ultraviolet. 128*) PHASEOLUS VULGARIS L. JF FMIPA UNPAD OLONG buncis (Phaseolus vulgaris L. Sari etanol 96% tanaman Oldenlandia corymbosa L.

D ZUHARINA. buah berbentuk lonceng bercangkap lima dan berkelopak besar.) termasuk suku Mimosaceae. 132*) PHYSALIS ANGULATA L. Hasil kromatografi lapis tipis preparatif terhadap fraksi ini dengan eluen 43 . kadar sari yang larut dalam air: 34. Hasil isolasi dengan metode ekstraksi dan pengendapan dengan timbal asetat memberikan dugaan kuat adanya fraksi yang merupakan bagian senyawa saponin (crude saponin). Kedua ekstrak tersebut mengandung senyawa alkaloida dan saponin. 1770. yaitu ordo Leguminosae.07 dan Rf2 = 0. 2340. Abu total serbuk buah ceplukan mengandung unsur natrium. 1540. magnesium dan besi. 1988. Fraksi dari n-butanol memberikan hasil positif terhadap uji kimia saponin. Pemeriksaan spektrofotometri ultraviolet memberikan serapan maksimum pada panjang gelombang 195nm dan 230 nm. masih satu ordo dengan tanaman ginseng. Secara tradisional seduhan herba ceplukan digunakan sebagai obat penurun tekanan darah tinggi dan obat antidiabetes.) HERMAN PUSPITA. 1100. Penelitian dilakukan secara mikroskopis.1400. Pada pemeriksaan spektrofotometri inframerah menunjukkan adanya puncak pada panjang gelombang 2700. 1989. Departemen Kesehatan tentang obat tradisional yang dibuat bentuk tablet atau kapsul harus berisi ekstrak air atau etanol bahan tanaman. 136*) PITHECELLOBIUM LOBATUM BENTH.83% b/b. kalsium. kemudian difakukan fraksinasi dan analisis dengan kromatografi. 1050 cm"1 (regang C-O-C).harga Rn = 0. Isolasi zat pahit dari akar Picrasma javanica Bl. telah diisolasi beberapa kandungan alkaloida. Senyawa golongan sterol didapat dalam ekstrak etanol.780 dan 610 cm'1. 1986.57. 1760 cm'1 (regang -C = O lakton). T\ijuan penelitian ini adalah untuk mengetaui apakah ada perbedaan kandungan kimia dalam akstrak air dan ekstrak etanol dari buah ceplukan. Dalam penelitian ini. (No. JK FMIPA ITB J ENGKOL (Pithecellobium lobatum Benth.) adalah tumbuhan perdu yang banyak tumbuh di kebun. lebih besar dari pada kadar sari yang larut dalam etanol: 15. Penelitian ini akan melanjutkan penelitian kandungan kimia dengan menggunakan akar segar. (No. serapan maksimum sinar ultraviolet pada panjang gelombang 202 nm dan 254 nm.) Tmempunyai daun tunggal berlekuk. kalium.1680. 2920 cm'1 (C-C-H).57 menunjukkan satu bercak jingga. Jengkol diduga mengandung senyawa bahan alam saponin. (No. dan spektrum inframerah menunjukkan absorbsi pada 3600 cm" (regang -O-H). Penjajagan awal senyawa saponin dalam kulit buah jengkol (Pithecellobium lobatum Benth. JF FMIPA UNPAD UMBUHAN ceplukan (Physalis angulata L. 1700 cm"1 (regang -C = O karbonil konjugasi). 1250 cm"1 (regang C = C-O). Penelitian ini dilakukan dalam rangka menanggapi surat edaran Evi NoviARSYAH LATIF. JK FMIPA UNAND ARI kulit batang Picrasma javanica Bl. sedangkan senyawa kimia yang akan diperiksa adalah saponinnya. kimia kualitatif dan skrining fitokimia pada ekstrak air dan etanol serbuk buah ceplukan. Pada pemeriksaan kromatografi lapis tipis dua dimensi dengan Rf = 0.63% b/b. Pemeriksaan kualitatif kandungan kimia ekstrak etanol dan ekstrak air buah ceplukan (Physalis angulata L. di samping mengandung senyawa tanin. Ditemukan satu senyawa pahit Zi berupa kristal jarum putih kekuningan dengan jarak lebur 216-219°C. Ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan metanol. bagian tanaman jengkol yang akan diteliti adalah kulit buahnya. senyawa golongan tanin didapat dalam ekstrak etanol panas. 133*) PICRASMA JAVANICA BL. Data ini menunjukkan bahwa senyawa ini berbeda dari kuasinoid yang telah dilaporkan dari kulit batang Picrasma javanica BL. 3050 cm"1 (C = C-H aromatik).

Penentuan kadar saponin dengan metode spektrofotometri menunjukkan bahwa kadar saponin yang terdapat pada fraksi dari kulit buah jengkol cukup besar. Dari percobaan diketahui bahwa saponin dalam kulit buah jengkol tersebut adalah jenis saponin triterpenoida. PPPSITB lygonum perfoliatum L. sedangkan bercak dengan Rf: 0. perubahan serapan. Hasil penelitian menunjukkan: sari daun suji dapat dibuat dengan cara perkolasi dengan etanol 70% sebagai cairan penyari. khususnya dalam suatu formula obat kumur dapat disimpan. SETIAWATI YUSUF. Penelitian daya antipiretika dari Pluchea indica L. FKHIPB Inched indica L. juga terjadi endapan. alkaloida. pH.83 menunjukkan hasil yang positif. Sejauh mana sari daun suji sebagai pewarna. satu kelompok tidak diberi obat. (No. (luntas/behmtas) GLORIA S. stilben. 50 g/kg bb. dan 75 g/kg bb. 1980. diabetes. Data ultraviolet menunjukkan panjang gelombang maksimum yang sama dengan panjang gelombang maksimum dari saponin standar.18%. Pengamatan pelbagai konsentrasi sari daun suji terhadap warna.anaman ini mengandungtermasuk dalam jenis tanamanantara lain antrakuinon. 44 . tanaman ini tidak berkhasiat antipiretik. Dari uji biokimia (uji hemolisis darah) untuk bercak dengan Rf: 0. 1989. 1987. Masalah yang ingin diteliti adalah: 1.91 meragukan. flavonoida dan steroida atau senyawa turunannya..CHCl3:MeOH:H2O = 65:35:10 memberikan 2 bercak dengan Rf 0. yaitu 237 nm. (No. Jenis bermacam-macam senyawa. Untuk konfirmasi hal ini dilakukan uji antipiretik. Di Eropa. Metode yang digunakan: pembuatan sari memakai cara perkolasi. jumlah dan warna bercak dalam kromatografi lapis tipis. jenis tanaman Polygonium digunakan sebagai obat kanker. 139*) POLYGONIUM PERFOLIATUM L. 138*) PLUCHEA INDICA L. hanya terhadap bercak yang tidak naik menunjukkan positif adanya senyawa tanin. ada tidaknya endapan. bau. sari yang diperoleh mengalami perubahan warna. WANANDA. secara empirik digunakan sebagai antipiretik. E. Polygonum dari suku K. Untuk percobaan digunakan 20 ekor kelinci yang didemamkan dengan vaksm kotipa dalam 5 kelompok.apakah dapat disimpan lama sebagai dan tetapi belum diketahui tanpa mengalami perubahan. Pada penyimpanan. diare alau diminum sebagai leh. Sedangkan penentuan strukturnya masih belum dapat dilakukan karena kesulitan instrumentasi dan biaya.91 serta satu bercak yang lidak naik. 137*) PLEOMELE ANGUSTIFOLIA N. Percobaan asetilasi yang dilakukan terhadap fraksi hasilnya dibandingkan dengan data inframerah dari senyawa asli. dengan dosis: 25 g/kg bb. Tiga kelompok diberi Pluchea indica L. serapan. Sedangkan percobaan hidrolisis saponin cukup sulit untuk dilakukan. 2. (Pleomele angustifolia N. pH.83 memang positif saponin. Warna obat kumur dengan penambahan sari daun suji sebagai pewarna kurang stabil dibandingkan dengan warna obat kumur dengan penambahan pewarna sintetik FD & C Green No.83 dan 0.Polygonaceae. JK FMIPA UNPAD ELAH diketahui daun suji E Brown) dapat digunakan Tpewarna makananbahwa minuman. (No. sedangkan bau tetap. yaitu sekitar 13. Dari data spektroskopi ultraviolet dan inframerah yang dibandingkan dengan data yang sama untuk saponin Merck terlihat bahwa fraksi dengan Rf: 0... Suhu diamati tiap jam selama 8 jam. Adakah perbedaan kestabilan antara sari daun suji dan pewarna sintetik sebagai pewarna dalam suatu formula obat kumur. BROWN Pembuatan sari daun suji dan penggunaannya dalam obat kumur NENENG MUPIDAH. Pada dosis yang dicoba. jumlah dan warna bercak. 3. Uji dengan larutan besi(IH) klorida 10% terhadap masing-masing bercak. Kajian kandungan kimia tanaman Polygoniutn perfoliatum L.

JF FMIPA UNPAD KAR pakis tangkur. Penelitian farmakologi dan ekstrak metanol-air akar pakis tangkur aktif sebagai depresan terhadap susunan saraf pusat. analgetik dan antasid. Usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan SRI ANGGRAHINI. 1981. Daun jambu klutuk merupakan sumber tanin yang dapat dimanfaatkan sebagai obat antidiare. FP UNBRA ini mengetahui PENELITIAN ototbertujuan untuk pupil kelinci pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium guajava L. Akar pakis tangkur segar diambil dari hutan sekitar kawah gunung Tangkubanperahu pada ketinggian 1300-3000 m dari permukaan laut. Pengaruh infus daun jambu klutuk (Psidium guajava L. Kemungkinan cara kerja larutan daun jambu klutuk berdasarkan pada penyamakan mukosa usus khususnya kolon. Usaha isolasi dan identifikasi triterpenoida dari akar pakis tangkur DADANG ADAM ALAMSYAH. bahwa padatan jingga adalah senyawa cis-monohidroksistilben. kloroform. Ingin diperiksa apakah fraksi fase metanol-air mengandung senyawa triterpenoida dan karakteristik fisik dan kimianya. menggunakan metanol:air (8:2).31%.. dengan metode perkolasi menggunakan etanol 70%. Di samping itu masih ada khasiat tanin latnnya yang antara lain menjadi adsorben toksin. lalu diperiksa karakteristik fisik dan kimianya dengan spektrofotometri inframerah. Sekalipun ada bermacam jambu klutuk. hipoglikemik. 142*) PSOPHOCARPUS TETRAGONOLOBUS DC.) terhadap polos usus dan dan tikus putih. Daun yang dipetik adalah daun muda pertama dan kedua yang telah mencapai pertumbuhan penuh dari pucuk daun. (2). Isolasi dengan cara ekstraksi bertingkat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1). Bahan penelitian diambil dari satu pohon kebun jambu klutuk di desa Mulyo Agung. kemudian kromatografi kolom menghasilkan padatan berwarna jingga sebanyak 0.. presipitasi protein. Hasil identifikasi menunjukkan adanya dua jenis senyawa triterpenoida dalam fraksi fase metanol-air. antihipertensi. 1986. 140*) POLYPODIUM FEEI METT. tidak berbau dan berasa pahit. eter minyak tanah. Berdasarkan hasil pemisahan dan data pengamatan spektrum ultraviolet. (3). (No.. tekanan darahfeeitinggi. dikenal sebagai obat tradisional untuk mengobati Apenyakit rematik. 141*) PSIDIUM GUAJAVA L. (No. (No. FTP UGM ENELITIAN ini bertujuan mengetahui tentang pemanfaatan biji Ptetragonolobus DC. kecamatan Dau Malang. NMR dan GC-MS. antihepatotoksik.) terhadap otot polos usus dan pupil kelinci dan tikus putih AGUS DJAMHURI dkk. Penelitian fitokimia untuk mengetahui kandungan kimianya sudah banyak dilakukan dan terdapat senyawa flavonoida dan triterpenoida dalam beberapa fraksi pelarutnya. yang mungkin dapat dipergunakan sebagai bahan dasar atau bahan baku dalam pengembangan sintesa senyawa yang berkhasiat sebagai obat kanker pada manusia.) sebagai untuk dengan cara pembuatan seperti kedele. karena besarnya kandungan kadar tanin di dalamnya. inframerah dan hasil analisis GC-MS dapat disimpulkan. tetapi untuk penelitian ini tidak diadakan identifikasi spesies. sakit pinggang bahanlain-lain. Potypodium Mett. etilasetat dan metanol-kloroform-air. Hasil ekstraksi dimurnikan secara kromatografi kolom. Efek farmakodinami larutan daun jambu klutuk tidak didasarkan pada khasiat antikolinergik atau langsung pada otot polos usus. kemudian dikeringkan. 1987. Ekstraksi dilakukan pada serbuk akar dan batang Polygonium perfoliatum L. kecipir (Psophocarpus tempe 45 . SUHARDI. Triterpenoida yang dimurnikan berupa kristal coklat.Penelitian ini bertujuan untuk memisahkan senyawa yang dikandung di dalam akar dan batang tanaman Polygonium perfoUatwn L. Triterpen tetrasiklik ini diduga 3-hidroksi-ll-on kolestana.

bahan pelapis pelindung.Penelitian dikerjakan dalam dua tahap. komposisi darah dan limpa pada ayam broiler SUMIYATI SUNARYO dkk. Kelompok II.264%. Telah diketahui bahwa bijinya uretan dan lain-Iain. Akseptabilitas tempe kecipir dapat disejajarkan dengan tempe koro-benguk. kosmetik. Biji kecipir dan tempe yang telah dibuat. Kemurnian makanan dan daya konversi makanan menunjukkan korelasi negatif yang sangat signifikan. Kelemahan tempe kecipir sebagai bahan makanan adalah tekstur yang masih keras dan agak berbau langu. FKH UGM D ALAM penelitian ini ingin dilihat pengaruh penggantian sebagian ransum dengan biji kecipir (Psophocarpus tetragonolobus DC. sedang untuk berat dan struktur histologik lien tidak ada perbedaan di antara berbagai perlakuan. 10%. 143*) PSOPHOCARPUS TETRAGONOLOBUS DC. ingin diketahui sampai batas berapa persen pencampuran tepung biji kecipir dalam ransum. Pada pembuatan tempe digunakan usar dalam daun seba- gai sumber jamurnya. Biji kecipir sebagai sumber bahan makanan mempunyai sifat positif dan negatif. berat dan gambaran histologik lien.468%.075% . Kelompok I adalah kelompok kontrol. berat lien dan struktur lien. Pengaruh penggantian sebagian ransum dengan biji kecipir terhadap bobot badan. merupakan pembuatan tempe kecipir yang dilakukan berdasarkan tempe kedele. (No. 1987. jumlah limfosit dalam darah. Analisis statistik dengan RCB/CRD menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan untuk kenaikan bobot badan. maka diharapkan dapat memberikan informasi baru tentang kandungan lipida dan pemanfaatannya. kadar HCN: 0%. nitrogen terlarut: 5. bahan dapat larut: 26. yang dititikberatkan pada tekstur atau kekerasan dan flavor dikerjakan dengan uji organoleptik. waxes. dan 20%. Yogyakarta. yaitu membandingkan akseptabilitas.. jumlah limfosit dalam darah. Usar ini dibeli dari pasar Beringhardjo. Bersifat positif karena mengandung gizi yang tinggi. Dengan mengamati perubahan komposisi lipida selama perkecambahan. yang masih dapat menunjukkan tidak adanya perbedaan antara perlakuan dan kontrol.885%. IV dan V digunakan sebagai ayam perlakuan. dianalisis kadar HCN total bahan padat tersebut. Akan dilihat pula berat dan struktur histologik lien sebagai organ pembentuk limfosit. Lipida yang sifatnya khusus ini dikenal sebagai castor oil dan banyak digunakan untuk bahan industri seperti pelumas pesawat terbang. bersifat negatif karena diduga mengandung zat fitohemaglutinin yang bersifat mitogenik terhadap T-limfosit. Perhitungan dengan LSD menunjukkan bahwa sampai batas 10% masih tidak ada perbedaan kenaikan bobot badan. khususnya untuk kenaikan bobot badan. nilai formal. Percobaan dihentikan pada waktu ayam berumur 8 minggu. Dalam percobaan ini. yang sebagian besar terdiri dari komponen asam lemak risinoleat. Penetapan komposisi 46 . perbedaan signifikan untuk jumlah limfosit dalam darah. dikenal di Indonesia dengan nama pohon jarak. 1981. ransum yang diberikan tanpa campuran. Ayam dibagi dalam 5 kelompok secara acak. semir. MOHAMAD ISTARI. tetapi belum dapat menyamai nilai cerna tempe kedele. bahan untuk polimer icinus communis L. 15%. Nilai cerna tempe kecipir lebih baik daripada biji kecipir. Ke dalam ransum dicampurkan tepung biji kecipir berturut-turut. dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut: Tempe kecipir yang dibuat mempunyai sifat-sifat nilai formal: 3. Setelah berumur 2 minggu percobaan dimulai. 146*) RICINUS COMMUNIS L. Untuk maksud tersebut diteliti 25 ekor ayam pedaging jenis Hubard umur 1 hari. (No. Sebagai pembanding dibuat pula tempe kedele. Tahap kedua.) terhadap bobot badan dan perubahan jumlah limfosit dalam darah. sebanyak 5%. Berdasarkan hasil penelitian usaha pemanfaatan biji kecipir sebagai bahan makanan. kadar air: 60. jika dibandingkan dengan kontrol. nitrogen terlarut dan kadar air. Tahap pertama. Perubahan komposisi beberapa komponen lipida selama perkecambahan Ricinus communis L. III. JK FMIPA ITB Rmengandung 60% lipida.

setelah dinetralkan dengan natrium karbonat 20% b/v. Selama perioda awal perkecambahanm enzim lipase memperlihatkan aktifitas yang tinggi dan pada periode ini juga terjadi konversi lipida menjadi karbohidrat. 2860 cm"1 (C-H). ekstraksi.. 2950 cm". Hasil penetapan kadar air dari buah masak kedua varietas Solatium khasianum CB. tetapi ada beberapa komponen lipida yang mengalami kenaikan. terjadi sintesis fosfolipida dan sedikit sintesis trigliserida. JF FMIPA UNPAD ELAH buah dua Solatium Tvarietasdilakukan penelitian terhadapbanyak.) Ridley ZULFADLY N. 2960 cm"1. daur glioksilat dan glikolisis. 1120 cm"1 (C-O). Data spektroskopi inframerah memberikan serapan maksimum yang karakteristik pada panjang gelombang 3400 cm'Vo-H).79%. sistem pengembang kloroform:metanol (9:1) v/v dan penampak bercak pereaksi Carr-Price. duri jarang dan varietas duri dari segar yang dikeringkan. Senyawa terpenoida Za mempunyai jarak lebur 193-195°C. Salah satu bercak hasil pemisahan dari ekstrak kloroform memberikan harga Rf dan pereaksi warna yang identik dengan solasodin pembanding.lipida dilakukan dengan kromatografi lapis-tipis. (No. 149*) SOLANUM KHASIANUM CB. ketebalan 250 um). 1030 cm"1 (C-O). 1450 cm . Clarke bahan segar: varietas duri jarang: 37. varietas duri banyak: 10. Isolasi dilakukan dengan cara perkolasi daun segar menggunakan pelarut metanol.dari ekstrak kloroform ini dilakukan kromatografi lapis tipis dengan menggunakan pelat pralapis silika gel GF254 (ukuran 20 x 20 cm. Senyawa terpenoida Zi mempunyai jarak lebur 78-79°C. Sapium baccatum (Roxb. identifikasi dan penetapan kadar solasodin secara densitometri. Liebermann-Burchard. 875 cm"1 (C-H). bahan yang dikeringkan (di udara terbuka selama 35 hari): varietas duri jarang 10. 3010 cm"1 (C-H olefinik). sapogenin yang terbentuk diekstraksi dengan kloroform. CLARKE Penetapan kadar solasodin dari dua varietas Solarium khasianum CB. Ekstraksi solasodin dilakukan dengan cara menghidrolisis saponin dalam buah masak dengan asam klorida 2 N.77 %.04%. Konversi tersebut melalui jalur metabolisme B-oksidasi. (No. dan tidak menyerap sinar ultraviolet pada panjang gelombang di atas 200 nm. 1987. 1988. Dari hasil yang diperoleh. fraksinasi dilakukan dalam kloroform dan asam sulfat 5% dan pemisahan komponen fraksi netral dengan kromatografi. Bercak yang identik dengan solasodin pembanding (yang dikembangkan bersama-sama pada pelat kromatografi lapis tipis) dan bercak solasodin pembanding. ketebalan 250 urn). dan spektrum ultraviolet dalam pelarut etanol memberikan puncak serapan maksimum pada panjang gelombang 209 nm. Dragendorff dan asam sulfat 50% dalam metanol. 1460 cm"1 (lehtur C-H). 148*) SAPIUM BACCATUM (ROXB. 1640 cm"1 (C = C).) Ridley. yang meliputi penetapan kadar air. diukur langsung dengan menggunakan densitometer 47 . Clarke. JF FMIPA UNAND DAUN nyatua batu. 1370 cm"1 (lentur C-H).93%. ternyata selama perkecambahan secara keseluruhan terjadi penurun- an lipida total. Penelitian dimaksud untuk mengidentiflkasi kandungan terpenoida yang ada dalam daun tumbuhan ini. sistem pengembang kloroform:metanol (9:1) v/v dan penampak bercak pereaksi larutan antimon(III) klorida jenuh dalam kloroform. 2860 cm"1 (C-H).) RIDLEY Isolasi terpenoida dari daun Sapium baccatum (Roxb. Data spektroskopi inframerah memberikan puncak serapan yang karakteristik pada panjang gelombang 3350 cm"1 (OH). Dari daun telah diisolasi alkaloida utama ialah bukittinggina dan mempunyai efek hipotensif dan analgetik. bereaksi positif terhadap alkaloida.masak bahanvarietasdan bahan khasianum CB. Untuk mengidentifikasi solasodin. Clarke secara densitometri EUIS NiNING. terpenoida dan fenol. Pada periode setelah awal perkecambahan. varietas duri banyak: 36. yang dikembangkan bersama sama pada pelat kromatografi lapis tipis. Penetapan kadar solasodin dilakukan secara densitometri dengan mengggunakan pelat pralapis silika gel GF254 (ukuran 20 x 20 cm.

Gambaran histologik menunjukkan. bahan kering = 0. CLARKE Membandingkan dua metode ekstraksi solasodin dari Solanum khasianum CB. Sebaliknya jumlah folikel graaf dan korpus luteum. yaitu mekanik glikosida dengan air dan asam asetat dibandingkan dengan hidrolisis asam. 152*) SOLANUM LACINIATUM AIT.00 pagi sebelum diberi makan.05). Clarke varietas duri jarang dan varietas duri banyak adalah sebagai berikut: Solanum khasianum CB.59 ± 0.ekstrak daun Solanum Ait. FK UI UJUAN pengaruh Tlaciniatumpenelitian adalah untuk menentukan bagaimana tikus dewasa. lebih baik daripada metode hidrolisis asam: (0. Ekstraksi solasodin dilakukan dengan dua metode. No.33. Terjadinya hambatan ini dibuktikan pula dengan makin meningkatnya pembentukan folikel atresia pada kelompok tersebut. (No.01%. Setiap ulangan terdiri dari 3 ekor tikus yang mewakili kelompoknya.402 ± 0. berasal dari Balai Penelitian Gizi. Hasil penetapan kadar solasodin dari kedua varietas Solanum khasinum CB. Liebermann.59 ± 3. Clarke varietas duri banyak: kadar solasodin bahan segar = 0. 150*) SOLANUM KHASIANUM CB. walaupun tidak terjadi seluruhnya. Pengaruh pencekokan ekstrak daun Solanum laciniatum Ait. maka dikembangkan penggunaan solasodin. Solanum khasianum CB. Telah dilakukan penelitian metode ekstraksi buah segar Solatium khasianum CB. untuk mendapatkan kadar solasodin paling tinggi. yaitu. 1987. dan kontrol lainnya tidak mendapat apapun.542 ± 0. Uji kadar asam sitrat dalam 48 . bahwa jumlah folikel primer dan sekunder pada tikus yang diberi ekstrak tidak menunjukkkan perbedaan yang bermakna. Identifikasi dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dengan silika gel GF254.01). suatu senyawa yang mempunyai inti sama dengan diosgenin. Departemen Kesehatan RI. Dragendorff dan asam sulfat 50% dalam metanol. terhadap ovarium tikus. varietas duri jarang yang sudah masak.panjang gelombang 400 nm. Digunakan dua macam kelompok kontrol. Percobaaan dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan mengggunakan 20 ulangan. terhadap perkembangan folikel dalam ovarium Contoh yang diteliti adalah ekstrak (dekok 20%) daun Solanum lachiatum Ait. Diperkirakan sifat kerja solasodin yang terdapat dalam ekstrak 20% tersebut sama dengan progesteron. sehingga fungsi ovarium lambat laun menurun. Untuk mengetahui lebih jelas pengaruh solasodin.. maka kepekatan ekstrak atau dosis pencekokan perlu ditingkatkan. Tetapi pada perkembangannya menjadi folikel graaf mulai memperHhatkan adanya hambatan.10 *3%) terbukti dari kadar solasodin yang lebih tinggi. JF FMIPA UNPAD U NTUK mengisi kekurangan bahan baku diosgenin sebagai bahan baku pada pembuatan kontrasepsi oral.01). Pencekokan dilakukan setiap hari pada jam 9. suatu penelitian kuantitatif terhadap perkembangan ovum OENTOENG SOERADI. Hal ini berarti bahwa pencekokan ekstrak Solanum laciniatum tidak berpengaruh terhadap perkembangan folikel primer menjadi folikel sekunder. Hasil penetapan kadar menunjukkan bahwa metode penarikan glikosida dengan air dan asam asetat 3% (0. masing-masing diberi akuades 2 mL per hari selama 8 minggu.010%. bahan kering = 0. yaitu menghambat pembentukan LH oleh hipofisa. dibandingkan dengan kontrol (P<0. Clarke.10 ~3%).011%.009%. pengembang klorofornrmetanol (9:1).07. Clarke LALA NURLAELA. Pencekokan diberikan sebanyak 2 mL per hari selama 8 minggu.468 ± 0. menunjukkan penurunan yang cukup bermakna dibandingkan dengan kontrol (P<0.76 ± 1. Clarke varietas duri jarang: kadar solasodin bahan segar = 0.Burchard. dibandingkan dengan kedua kelompok kontrol (P < 0. Penetapan kadar solasodin dilakukan dengan cara densitometri pada panjang gelombang 400 nm. penampak bercak Carr-Price. Pencekokan yang dilakukan tidak mempengaruhi berat ovarium. 1978. pada tikus betina berumur 5 bulan dengan bobot badan 160-170 gram.

yang sebelumnya telah ditemukan pada species Stephania japonica Miers. (No. Alkaloida dari Stephania corymbosa Bl. Tyang mengandung senyawa kimia golongan alkaloida. 1986.. untuk mengidentifikasi status patologik kelenjar prostat. yaitu penghilangan lemak dari materi tumbuhan. NMR dan GC-MS menunjukkan bahwa salah satu senyawa yang berhasil diisolasi adalah suatu alkaloida jenis dibenzazonin. bahwa infus kulit akar terong menaikkan kontraksi otot rahim pada binatang percobaan. Kemungkinan pacuan terhadap kontraksi otot rahim pada binatang percobaan tersebut terjadi. PPPSITB ELAH diketahui bahwa tumbuhan Stephania adalah salah satu genus dari suku Menispermaceae. Dari sekitar 28 spesies Stephania yang telah GUSTINISY. UJUAN penelitian adalah untuk memberikan keterangan ilmiah pemakaian akar terong sebagai Contoh yang diteliti adalah infus kulit akar terong. Data spektroskopi ultraviolet.. (No. Penemuan ini merupakan penemuan kedua dari protostefanin dari tanaman genus Stephania. Penentuan kadar gula darah dilakukan dengan cara Nelson-Somogyi. dari hasil penelitian Takeda (1950). 1978. baik secara langsung maupun tidak langsung (dengan memacu usus binatang percobaan). Hasil penelitian menunjukkan.. Kemurnian dari senyawa yang berhasil diisolasi ditentukan dengan kromatografi lapis tipis. isolasi alkaloida. ternyata bahwa sebagian besar alkaloida ini secara teoritis berasal dari prekursor benzil-isokuinolin. Penyelidikan efek hipoglikemik zat pemanis Stevia dilakukan dengan glukosa toleransi. 156*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Efek hipoglikemia zat pemanis dari Stevia rebaudiana Bertonii pada kelinci HARMAINI M J D. Pada pemberian zat pemanis stevia 49 . 155*) STEPHANIA CORYMBOSA BL. Isolasi dilakukan berdasarkan sifat basa dari alkaloida dan mencakup beberapa tahapan. serta pemisahan komponen dengan kromatrografi kolom.plasma semen perlu dilakukan pada kasus-kasus dengan motilitas spermatozoa kurang (lambat). Stevia rebaudiana Bertonii dapat digunakan sebagai makanan berkalori rendah bag! penderita diabetes. bahkan berkhasiat hipoglikemik. pada kontraksi otot rahim SAMEKTO WIBOWO dkk.. Baru-baru ini protostefanin telah diisolasi pula dari species Hyberbaena columbica dari suku Menispermaceae yang belum pernah diisolasi dari tanaman lain. yang biasanya digunakan sebagai obat demam. 1989. pemisahan alkaloida fenolik dan non-fenolik. Metode yang dilakukan adalah menggunakan kelinci sehat dengan bobot badan sekitar 2 kg yang dipuasakan selama 14 jam. Infus akar terong dalam dosis yang lebih besar dapat menaikkan tonus kontraksi Ueum marmot terpisah. FK UGM Tobat tradisional dan khasiatnya untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. orang kegemukan dan penderita gigi berlubang. inframerah. baik secara terpisah (pada uterus marmot) maupun secara in situ (pada kelinci). JK FMIPA ITB penelitian dari TUJUAN mempunyaiini adalah untuk mempelajari apakah zat pemanis dapat Stevia rebaudiana Bertonii sifat hipoglikemik dibandingkan tolbutamida untuk digunakan sebagai antidiabetik. Hasil yang diperoleh dari perlakuan stevia pada hewan percobaan bahwa ternyata pernafasan detak jantung tidak dipengaruhi. Pengaruh infus akar terong Solarium melongena L. Dapat disimpulkan pula bahwa alkaloida ini ialah protest efanin. (No. diteliti kandungan alkaloida. menggunakan pereaksi dan pendeteksi yang spesifik untuk alkaloida. 153*) SOLANUM MELONGENA L. Dalam penelitian ini dilakukan isolasi alkaloida dari batang tumbuhan Stephania corymbosa Bl. menggunakan hewan percobaan marmot betina dengan bobot badan 350 g dan kelinci albino betina dengan bobot badan 800 g.

. infus teh dan campurannya terhadap bakteri uji Escherichia coli dengan metode perhitungan bilangan bakteri menunjukkan bahwa. dari keempat spektranya dapat disimpulkan bahwa salah satu komponen tersebut adalah isosteviol dengan bobot molekul 318 dan gugus fungsi C = O. Terhadap pemanis stevia dilakukan analisis gugus fungsi dengan spektrofotometri inframerah. karena di samping berkalori rendah mempunyai sifat hipoglikemik yang berarti. JF FMIPAUNPAD P ENEUTIAN ini bertujuan sebagai usaha penggunaan cairan infus Stevia rebaudiana Bertonii.04 g/L.02 g/L dan 8. Hasil penelitian dari infus stevia. -CH3. dengan penyimpanan selama 0 sampai 192 jam. NMR. sebagai pengganti gula tebu atau sukrosa. hasil hidrolisis pemanis stevia dengan HBr 48%. 157*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Zat pemanis Stevia rebaudiana Bertonii UTARI DEWI. C = O. 158*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII Infus daun Stevia rebaudiana Bertonii sebagai pemanis air teh dan uji mikrobiologi IKA ISKANDAR. jika konsentrasi pemanis stevia adalah: 4. Selain itu dilakukan pula penghitungan bilangan bakteri tanpa inokulasi bakteri. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa zat pemanis Stevia rebaitdiana Bertonii dapat dipakai sebagai zat pemanis pada penderita diabetes. Penelitian dilakukan secara eksperimen laboratorium terhadap berbagai konsentrasi infus Stevia dan campuran infus Stevia dengan teh.tanpa pemberian glukosa dibandingkan dengan pemberian tolbutamida. makin banyak bilangan bakteri yang dihitung dan makin lama waktu penyimpanan. Adanya gugus glukosa pada steviosida yang merupakan kandungan kimia utama dari daun stevia.dan gugus metij pada 10-C. Tentu saja. memungkinkan bakteri dapat tumbuh pada awalnya. yaitu: cara mikrobiologi terhadap jamur Aspergillus niger dan bakteri Escherichia coll dan metode kontak terhadap ikan mujair (Eratherodon mossambica). C-O. 50 . 1986. inframerah. Hasil spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus C = O. 18-COH. perlu diteliti lebih lanjut efek samping yang negatif.39% dan 10. 13-C.6%. serta O-H dalam strukturnya. Hasil analisis dengan kromatografi lapis tipis. serta tidak bersifat racun terhadap ikan mujair. dan GC-MS menunjukkan bahwa hasil hidrolisis merupakan satu komponen. JK FMIPAITB D AUN tanaman Stevia reubadiana Bertonii dapat digunakan sebagai bafaan pemanis untuk makanan dan minuman. (No. Dari kedua percobaan tersebut diketahui bahwa pemanis stevia tidak mempunyai sifat antibiotik terhadap jamur Aspergillus niger dan bakteri Escherichia coli. Dengan respirometer warburg diperoleh persen hambatan: 8. Dari hasil penelitian diketahui bahwa daun Stevia rebaudiana Bertonii tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan bukan pula media yang baik bagi pertumbuhan bakteri.CH2-CH2. makin tinggi konsentrasi infus stevia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sifat racun dari pemanis stevia dan menetapkan karakterisasi isosteviol. (No. HPLC dan spektrofotometri ultraviolet.28%. sebagai pemanis minuman ringan berupa teh manis dan uji kualitas mikrobiologi. Penentuan sifat racun dilakukan dengan beberapa cara. makin kecil bilangan bakteri yang dihitung. kemudian berkurang sesuai dengan lamanya penyimpanan. maka kadar gula darah turun 53.

malah masing-masing dari ketiga bahan itu menunjukkan respons bersih negatif. Infus 20% mempunyai efek menurunkan kadar glukosa darah tikus diabetes melitus. officinale terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan. dan 3. Metode yang dilakukan adalah dengan pemeriksaan kadar glukosa darah tikus yang telah diinduksi dengan aloksan. Pengaruh ekstrak: 1.. dan 3. Steviosida diisolasi dari daun kering dengan pengekstrak sokslet selama 8-10 jam menggunakan pelarut metanol. 1988. maupun obat-obatan. Saat ini usaha perkebunan Stevia sedang dikembangkan di daerah Tawangmangu dan Banyumas. dari bulan September sampai 51 . suku Anonaceae. pada mencit betina dalam bentuk ekstrak air (10% dari bahan no. Diperoleh hasil berupa padatan putih dengan jarak lebur 196-198°C. BKPH (Bagian Kesatuan Pamangku Hutan) Kebasen. Metode isolasi di atas cukup sederhana serta memberikan rendemen hasil yang cukup tinggi.0%.5 mg/kg bb. ester dan = CH2. dimana dosis 25 dan 40 mL/kg bb. (No.. 2 dan 5% dari bahan no. 163*) Struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional di hutan jati Notog. BKPH Kebasen KPH Banyumas Timur. FMIPA UGM B AHAN pemanis nirkalori termasuk aditif makanan yang pemakaiannya sangat luas. menggunakan pelarut campuran metanol:dioksana = (l:l) (v/v) yang diikuti proses pendinginan pada suhu -15°G selama 24-48 jam. Kemlegi.. AEGLE MARMELOS CORK. yaitu: 1. JF FMIPA UNAND ymphytum officinale L. Uji efek infusadaun Symphytum officinale L.M. telah digunakan oleh masyarakat sebagai obat antidiabetes. (No. Stevlosida. Dari data spektra inframerah dapat diamati adanya gugus alkohol.25 dan 40 mL/kg bb. terhadap kesuburan pada mencit TJeruk maja (Aegle mannetos Corr.(No. sudut putar optik spesifik: -32° dan rumus molekul CsgHeoOis. yaitu 6.) suku Compositae. KPH (Kesatuan Pamangku Hutan) Banyumas Timur. Penurunan kadar glukosa darah dibandmgkan antara pemberian infus 20% daun Symphytum officinale (dosis: 10. Srikaya.16. Jawa Tengah EMING SUDIANA. suatu bahan pemanis alam yang terdapat di dalam daun Stevia rebaudiana memiliki rasa manis 300 kali rasa manis gula atau sukrosa. Isolasi bahan pemanis dari daun Stevia rebaudiana Bertonii dan penentuan spektra inframerah CHAIRJL ANWAR. (No. Jeruk maja. 161*) SYMPHYTUM OFFICINALE L. 2. Srikaya (Anona squamosa L. 2. ternyata dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus. Ekstrak kasar dimurnikan dengan cara rekristalisasi. Karena itu. 1 dan no. FMIPA ITB IGA bahan nabati telah dicobakan. Sebagai pembanding digunakan akuades. Kemlegi (Stevia rebaudiana Bert. terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan S pada tahap permulaan dilakukan penelitian pendahuluan untuk melihat efek pemberian infus daun Symphytum. AMRISAL.. 1981. Hasil eksperimen ini menunjukkan bahwa ketiganya tidak berbeda efeknya dengan air. sebanding dengan suspensi klorpropamida 22.) dengan pemberian klorpropamida.). FB UNSOED P ENELITIAN struktur dan komposisi tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional telah dilakukan di hutan jati Notog. 1985. 159*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII.) suku Rutaceae. 1981. baik dalam industri makanan dan minuman. 160*) STEVIA REBAUDIANA BERTONII SUROSO dkk. Tanaman Symphytum officinale L. ANONA SQUAMOSA L. 3 tersebut di atas).

Deseraber 1984. Pengambilan sampel menggunakan metode garis berpetak pada ketinggian 50 m sampai 550 m di atas permukaan air laut.

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa di hutan jati Notog terdapat 24 jenis tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional, termasuk dalam 22 marga dan 17 suku, sedangkan tumbuhan yang dominan adalah Stachytarpeta jamaicensis (L.) Vahl. Berdasarkan analisis indeks kesamaan menunjukkan bahwa antar stasion penelitian mempunyai kesamaan komunitas yang cukup besar, yaitu antara stasion IV dan stasion V dengan nilai 94,59%. Dari hasil penelitian dapatlah disimpulkan bahwa masyarakat desa sekitar hutan Jati Notog masih banyak menggunakan tumbuhan untuk mengobati beberapa penyakit yang dideritanya. Hal ini ditunjukkkan dengan banyaknya jenis tumbuhan yang mereka gunakan. Ketinggian tempat dengan interval 100 m dan persentase rata-rata penutupan kanopi pohon, berpengaruh pada indeks nilai penting dan SDK ( Summed Dominant Ratio) tumbuhan.
Jenis tumbuhan obat yang oleh LBN (Lembaga Biologi Nasional) dianggap langka, di antaranya

adalah: Curcuma aemginosa, Curcuma xanthorriza dan Gastrochilus panduratum, ternyata masih
sering dijumpai di bawah tegakan hutan jati Notog, dengan nilai penting, yaitu masing-masing 10,59% di stasion I; 15,92% di stasion II dan 18,49% di stasion III.

(No. 165*) TINOSPORA CRISPA (L.) MIERS

Uji efek analgesik dari infusa batang brotowali Tmospora crispa (L.) Miers ex Hook f. & Thems. pada mencit putih jantan dengan meto.de tail flick

T

HILWAN YUDA TERUNA, 1987; JF FMIPA UNAND inospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. yang dikenal dengan nama brotowali, adalah salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai obat, karena mempunyai berbagai khasiat.
khasiat sebagai

Berdasarkan sifat antipjretik dan antirematik, diduga tanaman ini mempunyai analgetik. Penelitian ini akan menguji efek analgetik tersebut.

Percobaan dilakukan dengan metode tail flick yang dioperasikan secara manual. Waktu respon nyeri dibandingkan antara: a) infus brotowali dosis: 3,33; 6,66; 13,33; 26,66 mL/kg bb., b) pembanding asetosal 52 mg/kg bb. dan c) akuades 26,66 mL/kg bb. Efek infus brotowali dosis: 6,66 dan 13,33 mL/kg bb. sama dengan efek asetosal.
(No. 166*) TINOSPORA CRISPA (L.) MIERS

Uji efek antiinflamasi (antiradang) infus batang brotowali, Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. pada tikus jantan putih

T

YUTIARDY R1VAI, 1987; JF FMIPA UNAND ELAH diuji efek antiinflamasi (antiradang) infus batang brotowali, Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thems. pada tikus putih jantan dengan menggunakan alat Pletismometer. Uji efek antiinflamasi ditelaah berdasarkan kemampuan infus batang Tinospora crispa 20% dalam mengurangi inflamasi yang disebabkan oleh karagen. Infus batang Tinospora crispa 20% pada dosis 8 mL/200 g bb. memberikan efek yang hampir sama dengan asam asetilsalisilat dengan dosis 30 mg/200 g bb.
(No. 167*) TRIGONELLA FOENUMGRAECUM L

Pemeriksaan fitokimia ekstrak etanol biji halba (Trigonellafoenumgraecum L.)

B

Z.TATI HURUSTIATI, 1986; JF FMIPA UNPAD UI halba (kelabet) dari tanaman Trigonellafoenumgraecum L., Leguminosae, merupakan tanaman obat tradisional dan telah dikenal sejak beberapa abad yang lalu. Digunakan sebagai

rempah-rempah, sebagai obat penyakit kulit, diabetes, penyakit kerongkongan, asma, sembelit, wasir,

batuk menahun dan lain-lain. Kandungan senyawa kimia biji halba belum banyak diungkapkan, Dalam penelitian ini akan dilakukan pemeriksaan kandungan kimia dan isolasi serta pemeriksaan kualitatif
senyawa yang terisolasi dari ekstrak etanol.
52

Metode penelitian adalah: analisis fitokimia terhadap simplisia, meltputi pemeriksaan makroskopik, mikroskopik, pemeriksaan spesifikasi simplisia, analisis pendahuluan fitokimia serta isolasi dan analisis kualitatif senyawa alkaloida. Pemeriksaan makroskopik, mikroskopik dan spesifikasi simplisia mendapatkan beberapa karakteristik spesifik simplisia. Analisis fitokimia menunjukkan adanya senyawa alkaloida, flavonoida, steroida, saponin dan tanin. Isolasi alkaloida memberikan isolat berupa kristal benvarna kunlng, sangat pahit dan positif terhadap pereaksi alkaloida dan jarak lebur 201-203°C, serapan maksimum sinar ultraviolet pada panjang gelombang 218 nm dan 262 nm; sedangkan puncak serapan inframerah pada 3300, 2850,2350,1740,1650,1420,1300,1100 dan 810 cm'1. (No. 169*) TRISTANIA SUMATRANA MIQ.

Pengaruh sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq.)
terhadap daur estrus mencit (Mus musculus)
YARNELLY GANI dkk., 1980; FMIPA UNAND

T

UJUAN penelitian adalah untuk mengetahui sampai dimana pengaruh dari pemakaian sari tumbuhan (kayu kasai) terhadap daur estrus mencit. Contoh yang diteliti adalah kayu kasai menggunakan tikus putih (mencit). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sari kayu kasai (Tristania swnatrana Miq.) yang berasal dari: a) kulit kayu yang mengelupas, b) kulit yang masih basah, c) kayu dan d) daun yang masih segar, berpengaruh yang sama terhadap daur estrus mencit, dilihat melalui apusan vagina. Pengaruh sari kayu kasai yang berasal dari bagian tumbuhan di atas, terlihat pada pengunduran dari daur vagina selama 9 hari yang kemudian kembali normal. Diduga steroida yang terkandung dalam sari kayu kasai tidak mempunyai fungsi yang sama dengan steroida yang terdapat dalam estrogen. Untuk ini diperlukan penelitian lebih lanjut.
(No. 170*) TRISTANIA SUMATRANA MIQ.

Penelitian fitokimia kulit kayu kasai (Tristania sumatrana Miq.) yang dipergunakan sebagai obat antihamil di Sumatera Barat
RUSJDI DJAMAL dkk., 1979; FMIPA UNAND
AYU kasai dikenal digunakan oleh dukun di Sumatera mencegah atau Rmembatasi kelahiran.umum danpenelitian ialah untuk menentukan Barat untukyang terkandung Tujuan komponen
dalam kayu kasai. Kulit batang yang telah mengelupas dan kulit batang masih segar yang kemudian dikuliti, merupakan bahan penelitian. Secara kualitatif, kulit kayu kasai mengandung karbohidrat, tanin dan steroida. Dari campuran dapat diketahui 6 jenis steroida yang mungkin terikat berupa glikosida. (No. 171*) UNCARIA GAMBIR (HUNTER) ROXB.

Isolasi tanin dari Uncaria gambir (Hunter) Roxb. dan penentuan kadarnya dalam ekstrak

T

IMTIHANAH,1989; JK FMIPA ITB ANIN meliputi sekelompok besar senyawa kimia bahan alam yang tersebar luas dalam dunia tumbuhan Hampir tiap suku tumbuhan menunjukkan adanya spesies yang mengandung tanin. Tanin mempunyai banyak manfaat, antara lain sebagai obat, penyamak kulit dan sebagai zat warna. Uncaria gambir (Hunter) Roxb. atau dikenal sebagai gambir, juga mengandung tanin, terutama pada daun dan ranting. Ekstraksi awal dilakukan dengan memakai aseton sebagai pelarut. Uji kualitatif menunjukkan bahwa tanin terdapat dalam ekstrak fraksi aseton dan fraksi air. .Uji kuantitatif dilakukan terhadap kedua ekstrak. Dengan cara kolorimetri diperoleh hasil sebagai berikut: datam ekstrak fraksi aseton: 27%, dan dalam ekstrak fraksi air: 12,5%. Dengan cara volumetri diperoleh kadar tanin sebagai berikut: dalam ekstrak fraksi aseton: 12,1%, dalam ekstrak fraksi air: 4,8% dan dalam gambir pasar 7,6%. Spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus -OH yang menyatakan bahwa tanin adalah

53

senyawa polar. Dari dua cara uji kuantitatif diketahui bahwa ekstrak tidak hanya mengandung tanin, tetapi juga senyawa fenolik lainnya.
(No. 172*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K. SCHUM.

Isolasi alkaloida dari buah Voacangafoetida (Bl.) K. Schum.

V

. RIDA ERNOLA, 1987; JF FMIPA UNAND oacangafoetida (Bl.) K. Schum. secara tradisional di daerah Maninjau Sumatera Barat, digunakan sebagai ramuan untuk orang gila, Hasil penelitian terdahulu terhadap daunnya, menunjukkan adanya alkaloida yang diidentifikasi sebagai vobtusina lakton. Pada penelitian ini dicoba mengisolasi alkaloida yang terdapat dalam buah segar yang cukup tua tetapi belum masak. Metode yang digunakan adalah penyarian secara maserasi, pemeriksaan alkaloida kasar secara kromatografl lapis tipis, pemisahan dengan kromatografi kolom dan kromatografi radial, pemurnian
dengan cara rekristalisasi serta karakterisasi senyawa terpisah dilakukan dengan penentuan jarak

lebur, pemeriksaan dengan spektrofotometer ultraviolet, inframerah, NMR dan GC-MS. Didapatkan lima jenis alkaloida yang dengan uji warna dengan besi(III) amonium sulfat dan spektrum ultraviolet menunjukkan adanya kerangka indol dalam strukturnya. Alkaloida RI berupa serbuk yang berwarna putih kekuningan dengan jarak lebur 114-116°C (sebagai garam pikrat), spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi karbonil dari ester; alkaloida R2 berupa senyawa vobtusina lakton; alkaloida Rs berdasarkan data spektroskopi yang dilaporkan dalam pustaka telah dapat diidentifikasi sebagai senyawa vobtusina; alkaloida R4 berupa serbuk tidak berwarna, tidak melebur pada suhu 360°C (terurai), spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi
karbonil dari ester; alkaloida RS berupa senyawa seperti gom, spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi lakton dan ester.
(No. 173*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K.SCHUM.

Uji efek penenang rebusan buah Voacangafoetida (BL.) K. Schum. pada mencit putih dengan metode rotating rod dan sand filter

AKMAL 1988; JF FMIPA UNAND

jacanga foetida (Bl.) K. Schum Apocynaceae merupakan salah V yang digunakan oleh masyarakat dari sukuramuan untuk mengobati penyakitsatu jenis tumbuhan sebagai jiwa atau gila. Di
daerah Kongo, tumbuhan ini digunakan oleh penduduk sebagai obat tradisional untuk mengatasi stress yang memperlihatkan gejala hiperaktif (Manske & Holmes, 1965). Selain itu tanaman ini diketahui dari penelitian terdahulu mengandung alkaloida cukup besar, antara lain vobtusina lakton (daun), vobtusina (kulit batang), voacangina (akar) dan vobtusina dan vobtusina lakton (buah). Mengingat hal-hal di atas, telah dilakukan penelitian efek penenang rebusan buah Voacanga foetida (Bl.) K. Schum. pada mencit putih dengan metode rotating rod dan sand filter. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa ditemukan efek penenang dari rebusan buah Voacangafoetida yang diteliti pada kadar 80% dengan dosis 10,85 mL/kg bb., setara dengan larutan klorpromazina hidroklorida 0,03% dengan dosis 3,41 mg/kg bb. (No. 174*) VOACANGA FOETIDA (BL.) K. SCHUM.

Isolasi alkaloida dari daun Voacangafoetida (Bl.) K. Schum.

D

AziNAR, 1987; JF FMIPA UNAND ARI daun Voacanga foetida (Bi.) K. Schum. telah diisolasi alkaioida utama dan diidentifikasi sebagai vobtusina lakton, Penelitian ini mencoba memisahkan komponen alkaloida lainnya dari daun segar. Setelah penyarian secara maserasi daun segar, pemeriksaan alkaloida kasar dilakukan dengan kromatografi lapis tipis, pemisahan dengan ekstraksi pada pH bertingkat, kromatografi kolom, kromatografi radial, pemurnian dengan rekristalisasi. Karakterisasi senyawa dilakukan dengan penentuan jarak lebur, pemeriksaan dengan spektrofotometri ultraviolet, inframerah, NMR dan GC-MS. 54

.Schum. 1. sedangkan alkaloida A2 dan AS dalam molekulnya menunjukkan adanya gugus fungsi ester. JF FMIPA UNAND T ELAH diketahui bahwa daun Voacanga foetida (Bl. pemeriksaan dengan alat spektrofotometer ultraviolet.94. maka struktur belum dapat ditentukan. dari buah ditemukan 2 alkaloida. GC-MS dan reaksi kimia dengan pereaksi besi(III) amonium sulfat. suku Lythraceae.67 mL per kg bb. Alkaloida 62 dan 63. pemurnian secara rekristalisasi. kolom. pemisahan dengan kromatografi kulit batang ditemukan senyawa dengan struktur menyerupai vobtusina. Percobaan dilakukan dengan penyarian berturut-turut mempergunakan pelarut eter minyak tanah. 175*) VOACANGA FOETIDA (BL. JF FMIPA UNAND dilakukan terhadap tumbuhan Voacangafoetida (Bl. inframerah. sari kloroform dan sari metanol memberikan reaksi negatif terhadap pere- aksi VaniIin-H2SO4 dan pereaksi Dragendorff. Dari sari metanol terisolasi satu komponen dengan cara kromatografi lapis tipis preparatif pada lempeng silika gel G. dan pembanding isoprenalin 2 mg/kg bb. dan 2. Uji efek hipotensif ekstrak akar Voacangafoetida (Bl. adaPENELITIAN yang telah analgesia.33.) K.72% dengan variasi dosis: 0. Isolasi alkaloida dari akar Voacangafoetida (Bl. Percobaan dilakukan pada tikus putih jantan secara in situ dengan menggunakan alat Manometer Condon dan Kimograf yang dimodifikasi.) K.Spektroskopi ultraviolet dan reaksi warna dengan besi(III) amonium sulfat menunjukkan bahwa alkaloida ini mempunyai kerangka struktur indol. Woodfordia floribunda Salisb.) K. Schum. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan alkaloida dari bagian akar. BASTIAM. adalah efek nya efek penenang dan penenang dan hipotensif.) K. 0. (No. Schum. diinhibisi oleh pemberian ekstrak akar Voacangafoetida dosis: 0. Schum. karakterisasi senyawa terpisah dilakukan dengan penentuan jarak lebur. JF FMIPA UNPAD T ELAH dilakukan studi fitokimia dari simplisia sidawayah. Spektroskopi inframerah alkaloida AI menunjukkan adanya gugus fungsi lakton dan boleh jadi ester. NMR.67 mL per kg bb.) K.) K. 1. Dragendorff dan Liebermann-Burchard pada kromatografi lapis tipis. Kandungan kimia maupun aktivitas biologik belum banyak terungkap . SCHUM. (No. Ekstrak menurunkan tekanan darah normal tikus secara nyata dan meningkat dengan naiknya dosis pemberian. Digunakan ekstrak 4. kloroform dan metanol.56. dengan sistem pelarut kloroform: etanol 55 . yaitu vobtusina (II) dan vobtusina lakton. Basil spektrum ultraviolet dan reaksi warna dengan besi(III) amonium sulfat menunjukkan bahwa senyawa tersebut mempunyai kerangka struktur indol.) K.94. Sari kloroform dan metanol memberikan reaksi positif terhadap pereaksi Liebermann-Burchard. maka dilakukan uji efek hipotensif ekstrak akar Voacanga foetida (Bl. dan pemeriksaan daya antibakteri sari metanol VERONICA BAJANG. SCHUM.58. Pada tiap-tiap sari dilakukan uji terhadap pereaksi VaniIin-H2SO4. Dengan asumsi adanya hubungan antara efek Schum. dapat diisolasi 3jenis alkaloida. 177*) WOODFORDIA FLORIBUNDA SALISB. 1989. pada tikus putih jantan RAHMANUDIN. Simplisia tersebut sering digunakan dalam ramuan obat tradisional. 0. karena data Spektroskopi belum lengkap.) K. Dari akar Voacangafoetida (Bl. Kenaikan tekanan darah yang disebabkan pemberian adrenalin.58. Sari eter minyak tanah. Schum. dan 2. sedang dari Metode yang digunakan ialah soksletasi dengan pelarut metanol. Analisis fitokimia simplisia sidawayah Woodfordia floribunda Salisb. (No. berdasarkan data Spektroskopi diidentifikasi sebagai alkaloida voakangtna. . 176*) VOACANGA FOETIDA (BL. mengandung alkaloida vobtusina lakton (I). 1988. Alkaloida utama BJ.

minyak atsiri dan oleoresin. semakin besar efek perpanjangan waktu reaksi (efek pengurangan sensitifitas rasa sakit). JK FMIPAITB Dtermasuk suku Zingiberaceae. telah dilaporkan kandungan kimia beberapa jenis dari suku ALAM usaha meneliti senyawa kimia yang dikandung oleh tumbuhan. 1987. merupakan salah satu tanaman tanaman ini digunakan sebagai pengharum dalam ramuan obat tradisional. 199.8 mg dan 218. 1986. yaitu etil-p-metoksi-sinamat. 6'dihidroksi-4'-metoksicalkon. yaitu flavokawin B. 180*) ZINGIBER AROMATICUM VAL. 181.) pada mencit LATIFAH. kurang nafsu makan. mengandung golongan senyawa sterol atau terpen. seperti Alpinia speciosa mengandung senyawa flavonoida dengan kerangka calkon. Untuk itu telahmaka perlu dikembangkan obat dilakukan penelitian efek analgetik rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb.5 mg.8 mg/kg dan 218. Konstituen kimia minyak atsiri dari Zingiber ottensii Val. pada pemisahan secara kfomatografi memberikan beberapa fraksi Salah satu di antaranya adalah senyawa seskuiterpen yang disarankan sebagai zingiberen. Alpinia 56 . MENGINGAT luasnyatradisional yang mempunyai khasiat analgetik.0 mg/kg bb. 183*) ZINGIBER OTTENSII VAL. Uji efek analgesik perasan rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb.3 mg.) dibandingkan dengan standar asam asetilsahsilat pada mencit. Beberapa jenis yang lain. Penentuan struktur dari senyawa tersebut telah dilakukan berdasarkan data spektroskopi ultraviolet dan GC-MS. 1987.0185 X. Pengkajian kimiawi ekstrak n-heksan dari Zingiber aromaticum Val. JF FMIPA UNPAD pemakaian obat analgetik non-narkotik dikalangan masyarakat. Misalnya. misalnya: Alpinia katsumadai Hayata. Ekstrak n-heksan dari umbi Zingiber aromaticum Val. yaitu: 145. 163. Juga telah ditemukan senyawa calkon yang disebut Boesenbergen A dari umbi tanaman Boesenbergia panduratum dan senyawa pinostrobin. Komponen tersebut bereaksi positif dengan pereaksi Liebermann-Burchard dan Carr-Price. yang cenderung mengikuti persamaan garis regresi Y = 0. IDA HARIATI. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa perasan rimpang jahe merah.0 mg/kg bb. pinosimbrin. Perasan rimpang jahe memberikan efek yang nyata terhadap perpanjangan waktu reaksi. cacingan dan influenza. Penelitian dicoba dengan 5 macam dosis. mempunyai daya analgesik yang setara dengan daya analgesik asam asetilsalisilat 10 mg/kg bb. Salah satu jenis suku Zingiberaceae yang sampai saat ini belum diteliti adalah tanaman Zingiber aromaticum Val. Tanaman ini banyak digunakan sebagai obat masuk angin. Umbi akar tubuh dan meredakan demam serta menyembuhkan penyakit kejang gagau pada anak-anak di bawah umur. (No. Makin besar dosis yang diberikan. dan adanya senyawa yang menunjukkan sifat sitotoksik di antaranya adalah diferuloid-metan. 182*) ZINGIBER OFFICINALE ROXB. Telah pula dilakukan pengukuran spektrum peresapan ultraviolet dan inframerah dari komponen yang terisolasi serta aktifitas mikrobiologi dari sari metanol dan kadar tanin dari simplisia. (lempuyang wangi).35+0. umbi tanaman Curcuma zedoaria mengandung senyawa karbonaromatik yang mempunyai aktivitas -antijamur. HENNY SETIATIN. (No. Metode penefitian yang digunakan adalah metode eksperimental laboratoria menurut Jerome M Glassman. alpinetin. cardamonin dan 2'. dimana rangsangan sakit yang diberikan adalah panas. Tanaman yang termasuk suku Zingiberaceae. Pemberian perasan rimpang jahe merah antara 199. JK FMIPA ITB ottensii suku Zingiberaceae yang sering digunakan Z ingibermembuatVal. khususnya tanaman yang tanaman ini. di dalam buah Alpinia oxyphylla ditemukan adanya senyawa-senyawa monoterpen dan turunan diarilheptanoida.7 mg.(9:1). yaitu metode Rat tail flick yang dimodifikasi. (No.

30. serta flavonol. 1978. masih dalam batas harga normal.7% ingin anak lagi. Alasan "mengapa tidak ber-KB adalah: 56.3% sedang hamil. Ternyata 70% dari seluruh responden ber-Keluarga Berencana (ber-KB). dan yang digunakan sebagai obat di kampung adalah kulit batangnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paliduri dengan dosis 2 g dan 1 g tidak mempengaruhi proses spermatogenesis pada pemberian selama 15. maka perlu adanya pengawasan dalam penggunaan jamu-jamu ini sebagai obat. (4) Jamu Suirine Pil Kencing Manis. FK UI UJUAN penelitian adalah untuk mempelajari efek atau pengaruh tanaman paliduri terhadap proses perkembangan spermatogenesis pada testis tikus putih. dan terkumpul 1. Contoh yang diteliti adalah serbuk tanaman paliduri yang diperoleh dari P. Contoh yang diteliti adalah: (l)Jamu Suiker Ziekten Cap Dua Keris. 63% berasal dari daerah I (sosio-ekonomi baik). Beberapa jenis yang lain. sebab di antara jamu-jamu tersebut bahkan ada yang menunjukkan efek menaikkan kadar gula darah.officinantm Ham. 8. 185*) Khasiat paliduri terhadap spermatogenesis pada tikus putih T AZALIA SlNTO dkk.. 46 Cap Potret Nyonya Meneer. tidak bersuami lagi. T. mengandung turunan flavonoida dengan nama 2'. 1978.. Umur responden antara 20-35 tahun (usia 57 . (No. (No. 13. yang jumlah SOEKENISOEDIGDO. Hasil pemeriksaan darah terhadap jumlah leukosit. hitung jenis dan total protein pada tikus-tikus yang mendapat paliduri selama: 15. Contoh yang diteliti adalah ibu-ibu rumah tangga di Jakarta yang sosio-ekonomi berbeda. mengandung senyawa monoterpen dan seskuiterpen sebagai hasil penyulingan uap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 8 merek jamu yang dikenal sebagai antidiabetes. Zingiber ottensii Val. isoflavon dan flavanon dari fraksi etil-aseta/. sisanya karena menyusui. (2) Jamu Sakit Kencing Manis No. Mengingat hal tersebut. dan Zingiber officinale. hematokrit. Dari 1.. Survai berlangsung 10 bulan. Jamu Air Mancur dan tikus galur Lembaga Makanan Rakyat (LMR) dari Lembaga Gizi-SEAMEO. 4'-dimetoksi calkon dari ekstrak total n-heksan. 186*) Penelitian mengenai ada tidaknya sifat hipoglikemia pada jamu yang dikenal sebagai jamu antidiabetes Tsebagai obat antidiabetes. 1978. JK FMIPA ITB UJUAN penelitian adalah untuk melakukan skrining jamu yang diperdagangkan di Indonesia ragamnya kian hari kian bertambah. bahwa paliduri tidak menghambat perkembangan proses spermatogenesis melalui penghambatan sekresi gonadotropin oleh hipofisa.225 responden. sedang sakit.9% menopause. (8) Jamu Kencing Manis Sido Waras. (5) Jamu Kencing Manis "Ibu" Cap Dua Nyonya.(9) Alstonia spatulata (basung di Sumatra Barat) berupa pohon yang mencapai 20 m tingginya. sisanya 30 % tidak ber-KB. Skrining ini dimaksudkan untuk dapat menjawab apakah jamu antidiabetes yang diperdagangkan itu memang mempunyai khasiat menurunkan kadar gula darah. klinik KB jauh. Jakarta. 187*) Survai penggunaan jamu sebagai kontrasepsi (Tahap I) T SUHARTIK. SUHERMAN dkk.225 kuesioner. hanya dua yang menunjukkan efek hipoglikemik. sedangkan Zingiber cassumunar mengandung senyawa karbonaromatik. dan (10) Clinacanthus nutans (dandang gendis di Jawa Tengah). Untuk sementara dapat dikatakan. (6) Jamu Kemanis Nyonya Gouw. dan 45 hari. FKUI UJUAN penelitian adalah untuk mengetahui berapa banyak para ibu yang menggunakan jamu sebagai kontrasepsi di daerah yang berbeda sosio-ekonominya. seperti Boesenbergia panduratum mengandung senyawa flavonoida. (No. (7) Jamu Kemanis A Nyonya Gouw. dan 37% dari daerah II (sosio-ekonomi rendah).30 dan 45 hari. (3) Jamu Sakit Kencing Manis Cap Dua Burung Perkutut". menggunakan kelinci sebagai hewan percobaan. Di samping jamu juga akan diteliti tanaman obat Indonesia yang di kalangan rakyat lazim digunakan untuk pengobatan penyakit gula.

maka diperoleh hasil kadar kurkuminoid yang diserap eritrosit berturut-turut.subur baik). FB UNSOED EWASA ini penggunaan tanaman obat tradisional telah semakin Dkarena semakin meluasnya pemakaian obat-obatan atau jamu oleh meningkat. telah dilakukan penelitian mengenai jenis-jenis tanaman obat yang ditanam oleh penduduk di daerah kecamatan Purwokerto Utara yang terdiri dari 7 desa. desa Purwanegara. setelah itu penyerapan berkurang yang mungkin disebabkan oleh terjadinya hemolisis. Lebih dari 50% responden adalah suku Jawa. menurunkan kadar kolesterol. Cara atau alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan ialah pil oral. 15 dan 20 menit. 1987. jenis yang paling dominan adalah pepaya (Catica papaya L. Jamu yang digunakan antara lain adalah Jamu Peluntur Cap Nyonya Meneer. yaitu: desa Bancar kembar. Ternyata. Persentase yang ber-KB dengan yang tidak ber-KB dari masing-masing suku tidak berbeda. desa Grendeng.56%. desa Bobosan dan desa Pabuwaran. Penggunaannya secara oral. Data diperoleh dengan cara pengamatan secara langsung dan dengan wawancara terhadap 10 responden di tiap-tiap desa. darah manusia diperoleh dari Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Bandung dengan antikoagulan Na2EDTA 1 mg/mL darah. Pantang berkala adalah cara yang paling sedikit dianut. Hal ini disebabkan masyarakat.62%. 30.). 1984. makanan minuman dan kosmetik. Kurkuminoid diisolasi dari rimpang temulawak. adalah: 18. Salah satu cara terjadinya efek biologis pada jaringan hidup adalah dengan jalan menempel pada membran sel dan penetrasi untuk selanjutnya dapat mempengaruhi proses biokimia di dalam sel.) dan jenis yang paling sedikit adalah tempuyung (Sonchus arvensis L. dengan menggunakan metode transpor eritrosit yang dikembangkan oleh Laboratorium Biokimia FK UNPAD dan penentuan kadar kurkuminoid yang ditetapkan dengan cara spektrofotometri pada panjang gelombang 520 nm. kolagogum dan antihepatotoksik. 197*) Penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia TRISAPTINI. JF FMIPA UNPAD T EMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui daya penetrasi kurkuminoid ke dalam eritrosit manusia sebagai data farmakokinetik kurkuminoid dalam rangka peningkatan manfaat temulawak. Setelah diinkubasi selama berturut-turut: 5. atau hanya dengan 1-2 anak saja. Dari hasil penelitian diperoleh 49 jenis tanaman obat dengan 29 suku. Sebagian responden yang tidak ber-KB belum mempunyai anak. tidak mengganggu kesehatan. kemudian kunyit (Curcuma domestica Val. Beberapa penelitian terdahulu menyebutkan adanya 3 kelompok kandungan kimia yang berguna bagi bidang farmasi. 21% suku Sunda dan sisanya terdiri dari berbagai suku. Hanya 4. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. Dari ke 49 jenis tanaman obat tersebut. sedangkan yang berasal dari daerah II: SD. Fraksi kurkuminoid mempunyai aktivitas farmakologi antara lain sebagai antiinflamasi. Responden yang ber-KB umumnya sudah mempunyai 1 sampai lebih dari 3 anak. 20% beragama bukan Islam. SMP dan beberapa tidak pernah duduk di bangku sekolah. jamu gendong dan ramuan sendiri. fraksi kurkuminoid dan fraksi pati. tergantung dari waktu inkubasi sampai 15 menit. waktu sebelum atau sesudah tiba masa haid atau senggama. Cap Air Mancur. yaitu fraksi minyak atsiri.46%. desa Karang bangkal.8% dari yang ber-KB menggunakan jamu sebagai kontrasepsi. 10. kedua adalah IUD. 58 . (No. SMA atau perguruan tinggi. Semuanya menyatakan berhasil (tidak hamil) selama penggunaan jamu (1-3 tahun). mudah didapat. desa Sumampir.). Alasan memilih jamu adalah karena relatif murah. dimana bahannya berasal dari tanaman obat-obatan atau simplisia nabati. (No. antibakteri. 29.) sebagai tanaman obat mempunyai prospek untuk dikembangkan lebih lanjut.21% dan 28. Cap Jago. Pendidikan responden dari daerah I umumnya SMP. Kadar kurkuminoid yang diserap oleh eritrosit bertambah. 199*) Inventarisasi tanaman obat di kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas RlCHEHARIYATI. Kira-kira 80% responden beragama Islam.

Contoh tumbuhan darimengetahui jenis Zingiberaceae yang terdapat di dalamdideterjenis Zingiberaceae di Kaliurang dibuat herbarium dan minasi dengan menggunakan buku Flora of Java dan Mountain Flora of Java. pada ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut. yang 59 . rekreasi. sedang yang berpotensi sebagai tanaman obat hanya 14 jenis (13. WULANGI dkk. Penggunaan manometer elektronik ini memungkinkan pengukuran. tergantung dari jenis tanaman itu sendiri. maka semakin banyak usaha-usaha untuk menggali kekayaan hutan sebagai sumber plasma nuftah.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hutan Kaliurang hanya didapatkan 3 jenis tumbuhan yang termasuk Zingiberaceae. yaitu antara lain sebagai perlindungan tanah dari bahaya erosi. 201*) Penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat di hutan lereng selatan Gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur H SULISTYANI dkk. Pola penyebaran ini sangat berkaitan dengan adanya kompetisi interspesifik. 210*) Efek hipotensif beberapa tanaman di Indonesia KARTOLO S. Peranan lain yang tidak dapat diabalkan adalah sumbangannya yang berharga dalam bidang kesehatan. F. yaitu dengan menggunakan kateter polietilen yang disisipkan ke dalam arteria karotis dan menghubungkan kateter ini ke transduser tekanan dari manometer elektronik. merupakan jenis-jenis yang sering dijumpai. Tekanan darah kelinci diukur dengan cara langsung. Jenis Zingiberaceae lain tidak terdapat di tempat tersebut. olah raga dan lain-lain. 1979. sumber plasma nuftah. pengaturan tata air. SUTANTIBRN. Pola penyebaran tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat bersifat mengelompok. dkk . (No. 1980. yaitu: a) Catimbiutn malaccensis (Burm.penggunaan atau pemakaian anlara jenis yang satu dengan yang lain berbeda atau berlainan. "Apabila dikaitkan dengan jumlah individu yang sedikit untuk masing-masing jenis. Dichroa febrifuga serta Symplocos fasciculata. Pfygonum chinense. karena daerah tersebut mungkin bukan merupakan area distribusinya. Alpinia malaccencis. Smith. pendidikan. Selama percobaan. Di antara 14 jenis yang berpotensi sebagai tanaman obat. (No.) Holt. 1988.21%). (No. FPIPB D ALAM penelitian ini telah dilakukan percobaan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah belimbing buluh (Averrhoa bilimbi} dan buah mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap tekanan darah kelinci jantan berwarna putih. kelinci dibius dengan larutan urethan 26% sebanyak 5 mL/kg bb. maka secara keseluruhan tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman obat pada lokasi penelitian (ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut) sangat rendah. tetapi tempat rekreasi sehingga jenis Zingiberaceae lain tidak dapat berkembang dengan wajar. E. c) Globba marantina L. Dari hasil penelitian didapatkan 106 jenis tumbuhan bawah. Oplismemts burmani. yaitu pada tahun pertama dihasilkan daun dan pada tahun berikutnya dihasilkan bunga. Adanya tumbuhan yang belum atau tidak berbunga. baik secara langsung manpun tidak langsung. mungkin karena jenis tersebut bersifat biennial. FB UNSOED UTAN sebagai salah satu bagian dari ekosistem burnt sangat penting peranannya bagi kesejahteraan dan kemakmuran manusia. b) Costus spedosus (Koen) J. FB UGM UJUAN penelitian adalah untuk hutan TKaliurang. 202*) Jenis-jenis Zingiberaceae di hutan Kaliurang S. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan tanaman obat. Untuk itu telah dilakukan penelitian mengenai tumbuhan bawah yang berpotensi seebagai tanaman obat dan pola penyebarannya di hutan lereng selatan Gunung Slamet Baturaden KPH Banyumas Timur. terutama jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai tanaman obat.. Semua kelinci yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelinci jantan berwarna putih yang dibeli dari peternakan kelinci di daerah Utara. Hal ini dapat diketahui dari fungsi hutan. baik tekanan sistol maupun tekanan diastol dengan sangat teliti.

Obat yang merupakan ramuan. SUTANTI BRN dkk. yaitu berupa jumlah daun. terutama obat penyakit tumor dan kanker dan lever (hati).) G. Pagilarang. Dari penelitian ini didapat empat jenis benalu. Takaran yang digunakan masih bersifat tradisional (kurang tepat). Lepeostegeres gemmiflorus Bl. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut. Dari koleksi yang diperoleh.25 mmHg dan tekanan diastol rata-rata 16. FB UGM J ENI'S benalu yang tumbuh pada pohon teh diteliti dalam rangka memperoleh kepastian jenis-jenis Kegiatan lapangan dilakukan tiga kali.) Tiegh. Pada umumnya cara pengolahan adalah dengan cara sederhana. Bahan dikumpulkan dari masyarakat dan diolah secara tradisional.. yaitu: 1. Belimbing buluh dapat menurunkan tekanan sistol rata-rata 14. Scurrula phitippensis (Cham. sedangkan buah mengkudu dapat menurunkan tekanan sistol rata-rata: 19. 60 . 211*) Jenis-jenis benalu yang tumbuh pada pohon teh S. Tumbuhan yang sama mempunyai nama daerah yang berbeda-beda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa baik buah belimbing buluh maupun buah mengkudu dapat menurunkan tekanan sistol maupun diastol. Don. T. Daun merupakan bahagian yang terbanyak dari tumbuhan yang digunakan sebagai obat. Jenis benalu yang tumbuh pada pohon teh dikumpulkan. Macrosolen cochinchinensis (Lour. Baik ekstrak buah belimbing buluh maupun buah mengkudu disuntikkan ke dalam vena aurikularis. 216*) Inventarisasi tumbuh-tumbuhan obat di Sumatera Barat RUSJDI DJAMAL. & Schlecht. mungktn disebabkan karena lokasi di dalam perkebunan tersebut bukan merupakan area distribusinya dan kalau terdapat benalu tersebut pada daerah yang diusahakan. dibuat gambar atau foto dan herbarium kering untuk disimpan sebagai koleksi spesimen. yang lebih dipentingkan adalah lengkapnya jenis tumbuhan. terutama di pedesaan. yaitu rebusan atau seduhan. dan tekanan diastol rata-rata: 23. sudah tentu akan diberantas. (No. meneliti. (No. Adanya beberapa cara yang menggambarkan penyediaan obat yang tidak ilmiah atau bersifat magik atau tenaga gaib. 4.38 mmHg. baik secara mekanis maupun kimiawi. Tumbuhan sebagai obat. digunakan untuk penyembuhan penyakit yang berbeda.40 mmHg. 2. 1981. Tumbuhan yang sama pada beberapa daerah lain. genggam. jumlah tangkai serta ukuran lainnya. Gunung Mas dan apa yang menurut informasi dari masyarakat dapat dipakai sebagai obat. T. satu kali ke perkebunan teh P. Tidak didapatkannya jenis benalu yang lain. Dendrophthoe pentandra (L. FMIPA UNAND menilai penggunaan bahan dari tumbuhan PENELITIAN ini bertujuan untuk menemukan.) Miq. yaitu: dua kali ke perkebunan teh P..20 mmHg.tumbuhan yang banyak digunakan oleh obat di Sumatera Barat. Pemakaian atau penyediaan obat selalu disertai mantera atau doa untuk mcnyempurnakan pengobatan.disuntikkan ke dalam tubuh kelinci secara intraperitoneal. 3. secara-tradisional masih banyak digunakan oleh masyarakat. 1981.

19 Harmaini M J D.42 Aris Gumilar. 6 Athena Anwar.42 Diah Sugiartini. 8 I. 11 Harlia Djuhardi. 4. 12.49 Askadi.56 Herman Puspita. 7 Eli Halimah. 9.. 11.. 18 Ambar Supeni. 7.38 Fitri Yunita. Rahayu Nurohman. 9 Ida Hariati.. 13. 10.33 Hesti Budiati.52 Hisran H. 15 Ella Noorlaela.51 Euis Holisotan Hakim.6 Agus Iman N. 14. 9 Ika Iskandar.28 Efi Darliana X.45 Dedi Sofyan. 14. 5. 2. 16 Amir Hamzah Mauzy. 12.47 Eva Sarifah Hayati. 12.22 Andy Soelistyanto.26 Ariyono Wahyu Ardi.55 Binsar Johanes. 3. 17 Chairil Anwar. 4. 9.. 1. 13.44 Gratiana Ekaningsih dkk. 12. 13. 9 Bastiam. 6 Halim Zaini.8 Budi Herawan.37 Hendra Yuliansyah. 3 Eka Susanti H.16.54 Bahruddin. A.. 9.INDEKS NAMA PENULIS A. 15. 5. 50 61 . 14 Adel Zamri. 13 Andy Zul Izwar.32 Azalia Sinto dkk. 1 Dian Nuryani.. 8 Gede Swasta. 7 Arsyadi. 11.37 Adriansyah Azhari. 10 Gloria S.42 Erwin Afandi. 14. 11. 16 Agus Djamhurl.31 Achyar Koesnadi. 14. 57 Aziz Genisa. J. 11. 5 Enny Ratnaningsih. Budi Utama.38 Ganthina Sugihartin. 10 Bogo Suntoro Murti..51 Dadang Adam Alamsyah. 3 Gustini Sy. 13. 7 Evi Noviarsyah Latif. 28 Burhanuddin Gumay.27 Amrizal M. 13. 2 Azinar. 7. 9. 14 Eming Sudiana. 15.31 Agus Djamhuri dkk. 6.54 Alimin Harahap. 4. 15. 9.36 Hilwan Yuda Teruna.. Wananda. 15 Henny Setiatin. G.3 A. 6. 10.36 Euis Nining. 16 Gunawan Yohanda. 1.. 15.34 Haojahan Tfcnggul Manullang. 10. 24 Husein Hemandi Bakti. 2.41 Aty Widya Warayanti.. 5 Achmad Mustafa Fatah dkk.43 Feri Herlina Anwar.45 Akmal.43 Hermansyah Amir. P.51 Endah Primawati. 9.49 Helmi. 9 Aryetti. 7.56 lie THsada S. 3 AbdulNaser. 16 Elly Panglepuringtiyas.40 Asep Adi Suprihatna. 1 Eti KurniatJ. Nandini.

1. 14..10. 15.26 Setiawati Yusuf. 16 62 Sumiati Yuningsih. 10 Mohamad Istari. 16 Siti Kardinah P.. 7.22 Karta. 13. 2 .32 Riche Hariyati.. 3.15. Nur Asiah. 15. 6 Snelly Faurhesia.35 Sutjipto Halim.23 Sondang Komariah S. 10. 8 .45 Sri Ardani Soelarto dkk.44 Ngatijan & R.56 Lianuta Christ Natanel.17 Semangat Kataren. 13. 12 Linda R. 4. 17 Moriana Hutabarat.. 16. 3. 10.. Badjongga HTS.29 Rochyadi. 2. 3 Miza Nemara.57 Soetijoso Soemitro. 11 Marliyani. 15 Martoni.25 Sri VWdarti. dkk. I Ine Srikandi. T.58 Rida Ernola... 12.30 Mindarwati. 23 Rahmanudin.40 Sudarsono.10 Neneng Mupidah. Sugiarso dkk. 6. 14.( 6. 5. Suherman dkk. 13.Tambunan.16. 2 J.20 Metti Siti Hastuti.31 Sri Anggrahini & Suhardi.Imtihanah.57 Sulisti. Wulangidkk. 8. 12.49 Sangat Roemantyo H.40 Samekto Wibowo dkk. 20 Murti Raehani. 5 Rukmiati K.60 Sudarsini.48 Pramadhia Budhidjaya. 25 Takbir Siregar.. 1 S. 12. 14. Yudono.13. 59 Sumarno.54 Riswan S. 8 Soewedo Hadiwiyato dkk.51 Susi Lahtiani.53 Saifulah. 14. 11 Mulyoto.46 Sunoto. Imono Argo Donatus. 11 Reeky Charles P. 5. 13 Irfandi.7 Johansyah.. 3.. 2. 17 Sri Ulina Purba.. 16 Sri Hertati. 4.38 Sri Woelaningsih. 7. 4.17.25 Suhandra. 2 Nurlaili Isnaini.29 Sumiyati Sunaryo dkk.34 Suwarji Heryana.24 Sri Herliani.55 Sulistyani dkk. C.. 18. 1. 27 Prita Kresna. 9.19 Suroso dkk. 16.35 Sri Herjati Setiodihardjo. 7. 6 Retno Damayanti. 8 Muchtadi. 5 Kartolo S. H.. 53 Indrawati..41 Sudjiman Djojosengodjo dkk.. 8...46 Robert Edward Aritonang. 15.32 Rusjdt Djamal. 17..60 Rusjdi Djamal dkk.35 Machmoed Azhar dkk. 1 Nurhidayat. 1.44 Sidik dkk.. 8. 4. 10.59 Lala Nurlaela. 1 Oentoeng Soeradi dkk. W. 4.. 12.48 Latifah. 11..33 Nining Yuaningsih. 11 Soekeni Soedigdo. 2. 13 Suharti K. 1. Sutanti BRN dkk..20 Malidin Maibaho. 8. 2. 9 Mohamad Eksan Sjafiudin. 15 Mulyono. 16. 7. 2.21 N.

12. 14.37 ZulfadIyN. 1.47 63 .53 Yetty Supatmijati.52 ZuariahYusufdkk. 12 Zuharina. 10. 15.. 11 Tubagus Agus N.19 Udju Sugondho. 59 Trisnasari. 13.. I. 10. 7 Yam Sutiyani. 3 Tutuk Budiati.. 14. 7. 7 Udju Sugondho dkk.. 9 Yusi Fudiesta. 11 Tri Saptini.41 Tjioe Thio Bwee.16. 4. 2. 14.30 Yarnelly Gani dkk.43 Vita Sophiata.28 Taufik Rahman. 6. 3. Tati Hurustiati. 50 Veronica Bajang.39 Yuniarti Siregar..21 Yolanda P. Evelyn. 11.30 Wahyono. 2. 9. 21 Wiwiek Herawati. 5.39 Titin Suprihatin.26 Titi Wiraharja N.52 Z. 10. 24 Yun Media Handayani. 3 Yulianti.. 8 Utari Dewi.34 Teti Suryeti. Sidik.55 Yutiardy Rivai. 5.Tavip Budiawan.