Anda di halaman 1dari 10

SOKA(Ixora coccinea)

KLASIFIKASI
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Asteridae
Ordo : Rubiales
Famili : Rubiaceae (suku kopi-kopian)
Genus : Ixora
Spesies : Ixora coccinea L.
AMA LOKAL
elayu:Kembang santen merah
$unda:Soka beureum
Jawa:Soka
Ternate:Saya mami
CIRI-CIRI
Soka (Ixora Sp.) merupakan tanaman hias yang cukup populer di kalangan hobiis
tanaman hias. Selain unik, bentuk dan jenisnya pun beragam. Ada yang asli berasal dari
dalam negeri yaitu Soka Jawa (Ixora javanica), ada pula yang berasal dari luar negeri, dan
kini hadir soka baru yang disebut soka hibrida.Selain macamnya beragam, tanaman hias ini
mempunyai multiIungsi. Artinya tidak hanya untuk tanaman indoor saja nemun juga bisa
untuk tanaman outdoor terutama untuk pembatas pagar, maupun untuk mengisi sudut-sudut
rumah. Dengan multiIungsi serta didukung penanganan yang relatiI mudah membuatnya
dapat disejajarkan dengan tanaman hias lain seperti mawar, atherium, krisan dan lainnya.
Bahkan dengan perawatan yang teratur, tanaman ini bisa bertahan sampai beberapa tahun.
HABITUS
Termasuk ke dalam jenis tanaman perdu yang mampu tumbuh hingga 4meter.pada
daerah tropis paling banyak di temukan dan dapat tumbuh hingga 5meter
panjangnya.Tanaman ini termasuk tanaman perdu dengan banyak batang. Menurut beberapa
sumber, tanaman soka berasal dari daerah Asia Tropis. Bahkan disinyalir ada yang
menyebutkan berasal dari negara Indonesia. Namun sejauh ini belum teruji kebenarannya,
yang pasti dengan ditemukannya jenis bunga soka kuno yaitu Ixora javanica di pulau Jawa
telah cukup menjadikannya alasan mengapa tanaman tersebut berasal dari negara kita.

AKAR
Sistem perakaran yang ada pada tanaman ini termasuk ke dalam tanaman berakar
tunggang karena termasuk ke dalam tanaman berbiji dan anggota tanaman dikotil yaitu
tanamanberkeping dua.Akar yang ada pada tanaman soka berwarna coklat dan pada saat
dewasa berwarna coklat tua.
BATA
Batang pada tanaman soka berbentuk bulat dan mengalami penebalan sehingga
strukturnya berkayu.Arah pertumbuhannya adalah tegak ke atas dan selain itu pada batang ini
mengalami percabangan simpodial.dan batangnya berwarna coklat.
DAU
Termasuk ke dalam daun tunggal karena terdapat satu daun pada tangkai atau
cabang.Tata letak daun saling seling berhadapan terhadap satu sama lain bentuk daun
membundar seperti telur sampai lonjong atau membundar seperti telur sungsang,pada bagian
pangkal semi menjantung atau membulat, ujung menumpul atau sedikit melancip, bertusuk,
dengan 8-15 vena sekunder,daun bertepi rata, sistem pertulangan daun menyirip,
panjang daun kurang lebih 3-7 cm dan lebar 3-5 cm daunnya berwarna hijau.
BUA
Termasuk ke dalam daun majemuk,dan termasuk bunga banci karena berkelamin dua
dalam satu rumah,kelopak bunga berbentuk corong, benang sari berjumlah empat, panjang
0,5 cm, kepala sari melekat pada mahkota,bunga berwarna merah.bunga dengan cuping
kelopak yang berbentuk segitiga, panjang sekitar 3 mm,berbentuk meruncing,panjang tabung
mahkota 3-4,5 cm, bentuk cuping melanset atau bundar telur-melanset, panjang 1-1,5 cm,
meruncing,pada bunga berwarna jingga sampai merah tua atau putih, kuning atau merah
muda (kebanyakan pada tanaman yang dikultivasi), tidak berbau, panjang tangkai putik 3-4
mm menjulur,

BI1I
Pada tanaman soka ini bijinya berwarna pipih dan juga berbentuk lonjong pada saat
muda berwarna putih.

BUAH
Bentuk buah membulat dan termasuk ke dalam buah buni ukurannya sebesar kacang
polong,berwarna kemerahan, berdaging. Ixora coccinea dikultivasi di dataran rendah, namun
juga dikultivasi di daerah ketinggian.

KADUA KIMIA
Kulit batang dan daun Ixora coccinea mengandung saponin, Ilavonoida
dan tanin
KHASIAT
Kulit batang dan akar Ixora coccinea berkhasiat sebagai obat luka baru Untuk obat
luka baru dipakai 5 gram kulit batang atau akar kering Ixora coccinea, dicuci dan ditumbuk
sampai lumat, ditambah 1/4 gelas air matang kemudian diperas dan disaring. Hasil saringan
dioleskan pada luka.

ALAMADA(amanda cathartika L)

KLASIFIKASI
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa : Apocynales
Suku : Apocynaceae
Marga : Allamanda
Jenis .Allamanda cathartics L
AMA LOKAL
$unda: Lame areuy
Jawa: Alamanda
CIRI-CIRI
Alamanda adalah tanaman hias yang umum disebut sebagai bunga alamanda dan juga
sering disebut sebagai bunga terompet emas, bunga lonceng kuning, atau bunga
-uttercup.Bunga alamanda berasal dari daerah Amerika Tengah dan Selatan dan banyak
ditemukan di Brazil di mana bunga ini umum digunakan sebagai hiasan karena bentuknya
yang indah. Alamanda tergolong tanaman yang tumbuhnya cepat sehingga harus sering
dilakukan pemangkasan untuk menjaga penampilannya.
Habitus
Tanaman alamanda berbunga sepanjang tahun di banyak habitat.Tanaman alamanda
termasuk dalam golongan perdu berkayu dengan tinggi yang dapat mencapai 2 meter hingga
4-5 meter jika dirawat secara optimum.Tanaman ini bersiIat evergreen (hidup sepanjang
tahun). Alamanda dapat ditemukan pada daerah sekitar sungai atau tempat terbuka yang
terkena banyak sinar matahari dengan hujan yang cukup dan kelembaban tinggi sepanjang
tahun.|4| Tanaman ini tidak mampu tumbuh pada tanah yang bergaram atau terlalu basa dan
tanaman ini juga tidak tahan suhu rendah. Suhu -1 C dapat mematikan tanaman tersebut
karena tanaman ini sangat sensitiI terhadap suhu dingin.

Akar
Akar pada alamanda termasuk kedalam akar tunggang karena akar lembaga tumbuh
secara terus-menerus menjadi akar pokok yang bercabang-cabang menjadi akar-akar yang
lebih kecil.Susunan akar yang demikian hanya terdapat pada tumbuhan yang berbiji
belah(Dicotyle)atau pada tumbuhan berbiji telanjang(Gymnospermae).Pada umumnya akar
yang terdapat pada alamanda berwarna coklat
Batang
Batangnya termasuk ke dalam batang berkayu dan batang yang sudah tua akan
berwarna cokelat karena pembentukan kayu sehingga batangnya akan menjadi kuat,
sementara tunas mudanya berwarna hijau.dan cabangnya juga berwarna hijau.pada bagian
atas warnanya akan sedikit berubah menjadi putih kehijauan.Batangnya berbentuk bulat,
dengan arah tumbuh berbaring,pada batang sedikit terdapat ruas-ruas atau buku-buku, tiap
buku terdapat daun yang melinglar, empat sampai lima,dan batangnya bergetah getah pada
alamanda beracun guna mempertahankan dirinya dari serangan hama ulat, percabangan
monopodial.
Daun
Daunnya memiliki bentuk yang melancip di ujung dengan permukaan yang kasar
dengan panjang 6 hingga 16 cm. Selain itu daun alamanda pada umumnya berkumpul
sebanyak tiga atau empat helai.Daun pada Alamanda termasuk ke dalam daun
Tunggal,bentuknya lonjong dan agak lancip pada bagian ujung dan pada pangkal berbentuk
tumpul pada tepi daun rata melipat ke bawah,lebar 2,5-5 cm, tebal, pertulangan menyirip dan
berwarna hijau.
Bunga
Tanaman ini memiliki bunga yang harum. Bunga alamanda berwarna kuning dan
berbentuk seperti terompet dengan ukuran diameter 5-7.5 cm.Termasuk ke dalam bunga
Majemuk, bentuk tandan, berkelamin dua karena terdapat putik dan juga benang sari, di
ujung cabang dan ketiak daun, tangkai silindris, pendek, hijau, kelopak bentuk lanset,
Permukaan halus, hijau, benang sari tertancap pada mahkota, mahkota berseling pada
lekukan, tangkai putik silindris, kepala putik bercangap dua, kuning, mahkota bentuk
terompet atau corong, permukaan rata kuning. Dari hasil pengamatan yang dilakukan pada
ranting alamanda diketahui bahwa alamanda mempunyai rumus bunga K5, C5, A
5
, G
1
,
A1. Artinya bunga alamanda adalah bunga banci, bersimetri 1, memiliki 5 buah kelopak yang
tidak berlekatan, dan memiliki banyak benang sari yang berlekatan satu sama lain dan
seluruhnya berlekatan lagi dengan 5 buah daun mahkotanya, pada bunga ini putiknya hanya
ada satu dan tidak berlekatan.
Biji
Biji pada tanaman ini barbentuk segitiga, masih muda hijau keputih-putihan setelah tua
hitam.Tanaman ini dapat berkembangbiak dengan biji, namun perbanyakan yang umum
dilakukan yaitu dengan stek batang. Hal ini disebabkan, beberapa varietas hibrida sulit
memunculkan kapsul biji


Kandungan Kimia
mengandung saponin, di samping itu kulit batangnya juga mengandung tanin dan
buahnya mengandung Ilavonoida dan poliIenol.
Khasiat
Bunga alamanda diketahui memiliki beberapa Iungsi medis, salah satunya dapat
dipakai sebagai laksatiI. Getah tanaman ini memiliki siIat antibakteri. Bunga alamanda juga
memiliki siIat antibiotik terhadap bakteri $taphylococcus.Bunga tanaman ini juga umum
dimanIaatkan sebagai obat untuk mencegah komplikasi dari malaria dan pembengkakan
limpa.Selain itu, akarnya juga dapat digunakan untuk mencegah penyakit kuning.
Daun Alamanda berkhasiat untuk penawar keracunan. Untuk penawar keracunan
dipakai 15 gram daun segar Allamanda ca-thartica, dicuci, direbus dengan 1 gelas air
selama 15 menit, dinginkan dan disaring. Hasil saringan diminum dua kali sama banyak
selang satu jam.

Puring (odiaeum variegatum)
Klasifikasi:




Gambar Puring

CIRI-CIRI
Puring merupakan tanaman asli indonesia. Tanaman ini di laporkan oleh seorang belanda
bernama G.E. Rumphius sebelum tahun 1690. Rumphius memberi nama codiaeum pada
tanaman ini. Pada tahun 1762 Carl von Linne memberi nama popular pada puring yaitu
croton. Sebagaimana tanaman lain puring juga d beri nama ilmiah untuk mempermudah
komunikasi yaitu Codiaeum variegatum.
Secara morIologi puring dibagi beberapa bagian yaitu daun, batang, akar, bunga dan biji
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malpighiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Codiaeum
Spesies : C. variegatum
Habitus
Tanaman puring tergolong ke dalam tanaman perdu dan tingginya dapat mencapai 3m lebih
jika dirawat secara optimum dan tumbuh di habitat yang cocok
Akar
Tanaman puring termasuk ke dalam dicotil sehingga akarnya berupa akar tunggang dan
berwarna coklat.
Daun
Bentuk daun puring sangat bervariasi, ada yang berbentuk bulat telur (ovatus), lonjong
(o-longus), jorong (ellipticus), ada juga yang berbentuk pita( linear), masing-masing daun
mempunyai corak warna yang berbeda.
Tepi daun : Ada yang rata, bergelombang bahkan ada yang berpilin
Ujung daun : bervariasi, ada yang runcing (acutus), tumpul (o-tusus), dan runcing
(acuminatus).
Daun puring tersusun berselang-saling atau saling berhadapan dan duduk pada ruas
batang tanaman.
Daun puring mengandung senyawa saponin, flavanoida, dan polifenol. Itulah
sebabnya tanaman ini dimanIaankan sebagai obat tradisional.
Batang
Sosok batang puring ada 2 macam yaitu bulat dan bersudut, pertumbuhan batang tegak
menjulang k atas dengan percabangn banyak. Batang puring bergetah semakin bertambah
umur tanaman batang berkayu dan mengeras.
Bunga
Berumah satu monoecious, jd bunga jantan dan betina terpisah dalam tandan bunga yang
berbeda. Bunga puring termasuk bunga telanjang, bunga jantan merupakan kumpulan benang
sari. Puring termasuk tanaman protandri yaitu bunga jantn akan muncul dan masak terlebih
dahulu dari bunga betina.
Buah dan Biji
Buah puring berbentuk bulat, buah muda berwarna hijau berkilat, setelah tua berubah menjadi
hijau tua kusam. Biji juga berbentuk bulat terdapat dalam buah.
Kandungan kimia
Terdapat senyawa saponin, flavanoida, dan polifenol pada daun tanaman puring dengan
kandungan yang lebih tinggi dari pada yang di dapatkan di tumbuhan lain
Khasiat
Tumbuhan puring merupakan tanaman perdu yang termasuk Iamili Euphorbiaceae. Daun
puring mengandung senyawa saponin, flavanoida, dan polifenol. Itulah sebabnya tanaman ini
dimanIaankan sebagai obat tradisional. Dan pada daunnya banyak terdapat stomata yang
berpotensi mengurangi pencemaran udara.

PALEM WREU


KLASIFIKASI
klngdom lanLae (1umbuhan)
Subklngdom 1racheoblonLa (1umbuhan berpembuluh)
Super ulvlsl SpermaLophyLa (Menghasllkan bl[l)
ulvlsl MagnollophyLa (1umbuhan berbunga)
kelas Llllopslda (berkeplng saLu / monokoLll)
Sub kelas Arecldae
Crdo Arecales
lamlll Arecaceae (suku plnangplnangan)
Cenus 8hapls
Spesles kbopls excelso
CIRI-CIRI
Suku (Iamili) Arecaceae atau suku pinang-pinangan (palem) adalah kelompok
tumbuhan yang biasa disebut palma atau palem. Tumbuhan ini banyak dikenal dan
mempunyai banyak jenis di Indonesia meskipun terkadang tidak sedikit yang bingung untuk
membedakannya sehingga menyebutnya sebagai palem saja atau justru keliru dalam
menyebutkan nama jenisnya.
HABITUS
Mudah ditanam, gampang perawatannya. Dapat tumbuh subur terutama di daerah
tropis.Berupa pohon yang dapat tumbuh hingga 10 meter hingga 25 meter.untuk beberapa
spesies tertentu. Jika dulu hanya ditanam di sekitar halaman rumah atau tanaman hias dalam
ruangan, sekarang juga banyak ditanam di pinggir-pinggir jalan. Jenis pohon palemnya pun
semakin beragam.

Akar
Sistem perakaran yang terdapat pada Palem Wregu adalah akar serabut dinamakan
akar serabut karena dalam perkembangan selanjutnya akar ini akan mati dan kemudian akan
disusul oleh sejumlah akar yang kurang lebih sama besar dan semua keluar dari pangkal
batang.Akar ini bukan berasal dari calon akar yang asli.

Batang

Batang pada palem ini tumbuh tegak ke atas dan jarang ada yang
bercabang,Batangnya terdapat ruas-ruas dan tidak terdapat kambium sejati.Pada batang
berbentuk bulat.Pada batang yang masih muda tertutup seperti rambut.termasuk ke dalam
daun majemukTangkai daun memiliki pelepah daun yang membungkus batang.

Bunga
Bunga tersusun dalam karangan bunga (mayang)

Buah
Buahnya ditutupi lapisan luar yang relatiI tebal (biasa disebut sabut)

Biji
Biji buah relatiI cair pada saat masih muda dan semakin mengeras ketika tua
MANFAAT TANAMAN
Tanaman hias dari keluarga Araceceae (Palmae) disebut sebagai Kaum Bangsawan
dari Kerajaan Tanaman. Keempat tanaman palem di atas adalah tanaman di luar rumah
(outdoor plant) yang dimanIaatkan sebagai penghias jalan (palem putri, raja, kadang-kadang
botol) atau sebagai tanaman hias di halaman rumah (palem merah dan botol






Keladianthosoma sagittifoium)

Divisi:Magnoliophyta
Kelas:Liliopsida
Bangsa:Arales
Suku:Araceae
Marga:Xanthosoma
Species : anthosoma sagittifolium
Lokal : Keladi
Deskripsi
1. Morfologi Vegetatif
BATA
MetamorIosis batang membentuk umbi
AKAR
Akar dari tanaman keladi berbentuk serabut,putih.
DAU
Bangun daunnya berebentuk bangun perisai (peltatus),yaitu mempunyai tangkai daun yang
tidak teratanam pada pangkal daun, melainkan pada bagian tengah helaian daun. Ujung
daunnya meruncing(acuminatus). Pangkal daun terjadi pada sisi yang sama terhadap batang
sesuai letak daun pada batang. Susunan tulang daunnya menjari dan menyirip. Tepi daunnya
bergelombang(repandus). Daging daunnya seperti kertas (papyraceus). Warna daunnya hijau
muda. Permukaan daunnya licin(Leavis) dan permukaan daun kelihatan berselaput lilin pada
sisi bawah daunnya. Pangkal daun berbentuk pelepah. Tangkai daun hijau,bergaris-garis tua
atau keungu-unguan, dengan panjang 23-150 cm.Daun tanaman keladi merupakan jenis daun
tunggal dan bergaris tengah 15-30 cm.
2. Morfologi eneratif
Bunga
Tanaman keladi berbunga majemuk, dan berbentuk bongkol dan berumah 1 dengan tangkai
silindris, yang panjangnya 28-40 cm. Benang sarinya mengumpul membentuk gada,
bermahkota satu dengan helaian berwarna putih.
Biji
Pada tanaman keladi tidak ditemukan adanya biji.
Buah
Pada tanaman keladi tidak ditemukan adanya buah