Anda di halaman 1dari 5

PRESUS ANESTESI TEKNIK RA PADA BPH

BAB I
STATUS PASIEN
I. Identitas Pasien
Nama Pasien : Tn. Zr
Umur : 67 Th
BB/TB : 55 kg / 163 cm
Pekerjaan : Tani
Alamat : Canden, Bantul
CM : 423122

II. Keadaan Umum
Kesadaran : Compos Mentis
Tensi : 120/80 mmHg
Nadi : 64 x/menit
Suhu : 36.6 Celcius
Respirasi : 18 x / menit
III. Anamnesis
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke RSUD Panembahan Senopati Bantul dengan keluhan selama 2 tahun
tidak bisa kencing dengan lancar. Selama 2 tahun ini pasien selalu menggunakan selang
kencing dan selalu kontrol ke dokter setiap minggunya untuk mengganti selang kencingnya..
Tiga hari sebelum masuk rumah sakit pasien juga mengeluh terkadang kencing bersama
dengan darah tetapi tidak banyak.
Riwayat Penyakit Dahulu
Penyakit jantung, asma, hipertensi, diabetes melitus disangkal oleh pasien. Riwayat alergi
obat disangkal oleh pasien.
Riwayat Penyakit Keluarga
Tidak ada anggota keluarga yang mengeluhkan gejala yang serupa dengan pasien,
maupun menderita sakit jantung, hipertensi, asma maupaun diabetes melitus.
IV. Pemeriksaan Fisik
Kepala Mata : CA (-/-), SI (-/-)
Hidung : deIormitas (-), discharge (-), deviasi septum (-)
Telinga : deIormitas (-), discharge (-)
Mulut : gigi palsu (-)
Leher : Tidak ada pembesaran limIonodi dan kelenjar tiroid, tidak ada deviasu trakea
Thoraks
Cor
Inspeksi : Ictus Cordis tidak tampak
Palpasi : Ictus Cordis teraba di SIC VI LMC sinistra
Perkusi : Batas kanan atas pada SIC II LMC dextra
: Batas kiri atas pada SIC II LMC sinistra
: Batas kanan bawah pada SIC V LMC dextra
Auskultasi : SI~S2, regular, tidak ada bising sistolik maupun diastolik
Pulmo
Inspeksi : dinding dada simetris kanan dan kiri
Palpasi : vocal Iremitus kanan kiri
Perkusi : sonor diseluruh lapang paru
Auskultasi : suara dasar vesikuler, ronkhi (-), wheezing (-)
Abdomen
Inspeksi : dam countor (-), dam steiIung (-). Hernia tidak tampak keluar.
Palpasi : Nyeri tekan (-)
Perkusi : Timpani diseluruh lapang abdomen
Ekstremitas
Atas : akral hangat, oedem (-), sianosis (-)
Bawah : akral hangat, oedem (-), sianosis (-)
Pemeriksaan Urologi Rectal Touche
Terdapat kesan bahwa prostat membesar dengan pucak tidak teraba atau dengan kata lain
BPH grade IV
V. Pemeriksaan Penunjang
- Pemeriksaan Laboratorium
HB : 15,3 g/dl
AL : 7940 /mm
3

AT : 310000 mm
3

GDS : 115 mg
Urea : 32,8 mg
Creatinin : 0,90 mg
SGOT : 21 u/l
SGPT : 16 u/l
- Pemeriksaan EKG
Pada pemeriksaan EKG didapatkan
1. Frekuensi (rate) : 72 x /menit
2. Irama : normal sinus rhytmn
3. Tidak terjadi Deviasi Aksis ke kiri misalnya : Hemiblok anterior kiri (LAHB), LeIt
bundle branch block (LBBB), HipertroIi Ventrikel Kiri (LVH), InIark miokardium (IM)
InIerior, DiaIragma yang mengalami elevasi.
4. Tidak terjadi Deviasi aksis ke kanan misalnya : hipertroIi ventrikel kanan (RVH),
Hemiblok posterior kiri (LPHB), IM lateral, Penyakit paru obstruktiI menahun (PPOM)
Maka dari pemeriksaan EKG dapat dismpulkan tidak ada resiko untuk dilakukan tindakan
operasi.
VI. Kesimpulan
Berdasarkan hasil anamnesa dan pemeriksaan Iisik dan laboratorium, maka
Diagnosis pre operasi : Benign Prostatic Hyperplasia Grade IV
Status operasi : ASA 1 (Pasien sehat organik, Iisiologik, psikiatrik, biokimia)
VII. Tindakan Anestesi
Keadaan pre operasi :
Pasien menjalani program puasa 6 jam sebelum operasi dimulai. Keadaan pasien tenang,
kooperatiI, tensi 146/70 mmHg, nadi 100 x menit, respirasi 18 x . menit dengan saturasi O
2

100
Jenis anestesi
Jenis anestesi yang dilakukan adalah anestesi regional (spinal anestesi)
Dengan teknik SAB (Sub arachnoid Bloc)
Premedikasi yang diberikan
5 menit sbelum dilakukan induksi anestesi diberikan pra medikasi berupa Ondansentron 4
mg IV, Injeksi lactor 30 mg. InIus cairan RL 500 ml diberikan secara siraman. Serta
diberikan O
2
murni 5 liter/menit.
Induksi Anestesi
Kemudian dilakukan spinal anestesi dengan menyuntikan bupivacain 3 cc melalui jarum
spinal pada sub arachnoid kanalis spinalis region antara L2-L3. Kemudian pasien diminta
tidur terlentang di atas meja operasi dengan posisi kepala di atas bantal dan dilakukan tes
pada region abdomen (sensorik) dan motorik) untuk memastikan kerja obat Bupivacain.
Tindakan operasi prostatektomi segera dilakukan setelah 5 menit pemberian anestesi
dilakukan.
Selama operasi berlangsung tensi dan nadi senantiasa dikontrol tiap 10 menit Selama
operasi pasien sempat diberikan EIedrin 15 mg dikarenakan tensi pasien selama operasi
sempat drop 90/70 mmHg berIluktuatiI.
Keadaan Post operasi
Operasi selesai dalam waktu 30 menit, perdarahan dalam operasi kira kira 80 cc.
VIII. Ruang Rumatan
Pasien dipindah ke ruang PACU dan diobservasi mengenai pernapasan, tekanan darah
dan nadi. Keadaan Post operasi
Setelah pasien pulih, pasien dikirm ke bangsal, dengan catatan:
- Kontrol tensi, nadi dan respirasi tiap 30 menit
- O
2
100
- Jika ada mual muntah berikan metoclopramide 0,1 mg,kg BB IV
- Cairan inIus Rl 25 tpm
- Pasien disaran kan tidur terlentang pakai bantal selama 24 jam pertama
- Bila sistole 90 mmHg berikan eIedrin 10 mg IV
- Monitor balance cairan.

Beri Nilai