Anda di halaman 1dari 2

Dialog Sunyi

Tokoh #1: Sebuah ruang kelas Aku ingin berceritera Sederhana, namun begitu mengendap dalam memoar Aku ingat, ketika derit langkahnya meretas kesunyian pagi Mengiramakan gelora kehangatan Semakin dekat denganku, semakin terasa Betapa hatinya membuncahkan kegembiraan Ia selalu menjadi yang pertama mendatangiku Membukaku, menyibak tirai hingga cahaya mentari merasuk padaku Aku ingat, sangat ingat Caranya menatap sekelilingku, menunggu satu per satu belahan jiwanya hadir disini Hingga genaplah semua mengisi bangku-bangku usang yang tersusun Aku merasakan setiap gaung suaranya Yang menggetarkanku Membahana di setiap sudutku Mengumandangkan nasihat tak berbatas Dengan binar-binar di mata tuanya Sedangkan waktu berputar tanpa kompromi Hingga tibalah di penghujung hari yang melelahkan Semua telah kembali sepi Kini, kembali hanya aku dan dia Yang dirajai oleh penat Namun, senyumnya tetap merona Diiringi salam perpisahan sementara, Tanpa kata, ia berujar padaku Esok kita akan bertemu kembali, dengan semangat baru.....

Tokoh #2: Sepotong Kapur Sekarang tiba giliranku Mengisahkan semua yang ku alami Tidak banyak yang akan kubagi, hanya sedikit Apa yang kurasa selama ini Bersamanya, bersama seluruh yang dikasihinya Denganku, ia torehkan segala makrifat Hingga sebagian diriku terukir pada semesta hitam Untuk direkam olah mata-mata haus sasana Dapat jua kurasakan, Genggaman tangannya yang gusar diserang letih Gerakan jarinya yang menciptakan harmoni indah Akibat gemeretak diriku Sesekali ia menghapusku Menjadi serihan-serpihan yang tertiup pawana Atau terabaikan di lantai-lantai kotor Tapi tak ada amarah yang kurasa, Hanya rhapsodi yang kusenandungkan Berbisik bersama desah nafas lelahnya Mengutarakan kesenangan luar biasa Karena ia memilihku, Menetapkanku, Memberiku peran, Dalam episode ini. Sebuah drama pembentukan generasi mahardika
Keynote: Sasana: Pelajaran, petunjuk, nasihat Rhapsodi: Pernyataan kegembiraan yang berlebih-lebihan Mahardika: Berlimu (cerdik, pandai, bojaksana), berbudi luhur, bersifat bangsawan

Tokoh #3 Buku Sebelum ku urai kisah ini, Perlu kusampaikan Satu hal yang mungkin terlewatkan Bahwa kami hanyalah secuil peran Disini, kami bertugas untuk membantunya Dialah tokoh utamanya Seorang protagonis dalam sebuah Melodrama berjudul Membangun Peradaban Dia Yang setiap hari menyentuhku Membuka lembaran-lembaranku Menyelidik setiap pagina Lalu sesekali bernala Untuk dikabarkan pada penerus punggawa peradaban Matanya yang sayu, ditemani cahaya temaram Menari bersama ribuan kata-kata Melayang bersama para aksara Menciptakan eufoni indah bernama ilmu Yang akan ia alunkan sepanjang masa
Keynote: Bernala : Berpikir Pagina : Halaman (buku, dsb) Eufoni: Kombinasi bunyi yang enak didengar

Epilog Semua Tokoh (Tokoh #1, Tokoh #2, dan Tokoh #3) Semua telah kami tuturkan Anda pasti bertanya-tanya Siapakah dia yang menjadi tokoh utama dalam naskah ini Atau mungkin Anda sudah tahu Kami, adalah saksi tanpa kata Membingkai semua potret kehidupan Yang Anda lalui dalam sepenggal episode Yang mungkin telah terabaikan Tetapi kami, tidak akan pernah lupa pada dia pada orang yang mengantarkan Anda untuk memiliki peran baru dialah yang mungkin Anda lupakan atau mungkin selalu Anda ingat. Guru: orang yang pekerjaannya (matapencahariannya, profesinya) mengajar