Anda di halaman 1dari 7

SMAN 38 Jakarta

Geografi
Tugas Liburan
Oleh : Ageng Tri Lestari, X.7 absen 03

Soal, Jawaban dan Tanggapan


1. Apakah yang dimaksud dengan pemanasan global dan bagaimana penanggulannya? Jawab : Pemanasan global adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut dan dataran bumi, yang disebabkan oleh banyak hal namun yang paling mendominasi adalah efek rumah kaca, efek umpan balik dan variasi matahari. Pemanasan global memberikan banyak sekali efek negatif, salah satunya yang saat ini kita bisa rasakan adalah perubahan cuaca dan iklim yang ekstrim. Terdapat banyak cara penanggulangan global warming, antara lain :
1. Batasi Penggunanaan kertas 2. Ganti bola lampu. 3. Hindari Screen Saver 4. Periksa tekanan ban 5. Buka jendela lebar-lebar 6. Gunakan pupuk organik. 7. Tanamlah rumpun bambu 8. Naik kendaraan umum 9. Kurangi makan daging sapi 10. Jangan pakai kantong plastik 11. Membeli produk lokal 12. Hidup efisien 13. Mengemudi cerdas 14. Pakai baju bekas

Tanggapan : Kebanyakan manusia tidak memikirkan tentang perbuatannya yang berdampak pada pemanasan global, sehingga cara-cara penanggulangan tersebut hanya dijadikan teori belaka. Karena itulah cara tersebut harus direalisasikan, dimulai dari diri sendiri karena sekecil apapun usaha kita menjaga alam, maka dunia akan berterima kasih kepada kita. Semua cara-cara penanggulangan di atas bertujuan untuk menghemat energi dan meminimalisir CO2 yang dihasilkan oleh aktivitas manusia.

2. Jelaskan tentang El-Nino dan La-Nina!

Jawab : Elnino dan Lanina merupakan gejala yang menunjukkan perubahan iklim.

Elnino adalah fenomena panasnya permukaan air laut di Samudera Pasifik (di atas rata-rata suhu normal), terutama di bagian timur dan tengah dengan kenaikan suhu di atas 1 C.

Lanina adalah fenomena turunnya suhu permukaan air laut di Samudera Pasifik yang lebih rendah dari wilayah di sekitarnya.

Elnino dan Lanina memberikan dampak terhadap manusia di muka bumi. Lanina mengakibatkan musim hujan di atas kawasan Indonesia dengan rata-rata intensitas curah hujan yang lebih tinggi dari tahun-tahun biasanya. Elnino mengakibatkan musim kemarau yang cukup panjang dibandingkan dengan kondisi normal. fenomena alam Elnino dan Lanina biasanya berulang setiap periode empat tahun sekali. Dampak Lanina terhadap perubahan iklim global cenderung berlawanan dengan dampak Elnino. hal itu terlihat jelas pada saat musim dingin. Di daratan Amerika bagian tengah dan utara selama terjadi Elnino suhu pana musim dingin lebih panas dari kondisi normal sedangkan bagian tenggara dan barat daya lebih dingin daripada kondisi normal. Adapun selama terjadi Lanina, suhu pada musim dingin lebih panas dari kondisi normal di bagian tenggara dan lebih dingin dari kondisi normal di bagian barat laut. Tanggapan : Elnino mempunyai dampak yang tidak baik di Indonesia. Gejala Elnino yang mulai tampak di Indonesia pada bulan Juni tahun 2001 menyebabkan musim kemarau yang berkepanjangan. Hal ini juga menyebabkan terjadinya kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia. Dampak langsung dari kekeringan yang mengikuti Elnino antara lain terganggunya proses fotosintesa dan metabolisme tanaman, terjadinya aborsi bunga, palayuan, bahkan kematian tanaman. Oleh karena itu, produktivitas lahan menjadi menurun.

3. Tulis dasar pembagian iklim oleh beberapa ahli!

Jawab :
Pembagian iklim menurut W. Koppen

Didasarkan rata-rata curah hujan dan temperatur, baik bulanan maupun tahunan. Koppen membagi permukaan bumimenjadi 5 golongan iklim : a. Iklim Hujan Tropis (A) b. Iklim Kering (B) c. Iklim Sedang (C) d. Iklim Dingin (D) e. Iklim Kutub (E)
Pembagian iklim menurut Schmidth-Ferguson

Didasarkan atas adanya bulan basah dan bulan kering. Keduanya menggunakan suatu rasio Q, dimana : Jumlah rata-rata bulan kering Q= Jumlah rata-rata bulan basah x 100%

Pembagian iklim menurut Oldeman

Didasarkan atas adanya bulan basah yang berturut-turut dan bulan kering yang berturut-turut pula. Oldeman membuat 5 zona agroklimat utama sebagai berikut. a. Zona A, bulan basah kali berturut-turut
b. Zona B, bulan basah kali berturut-turut c. Zona C, bulan basah kali berturut-turut d. Zona D, bulan basah kali berturut-turut e. Zona E, bulan basah kali berturut-turut Pembagian Iklim menurut Junghuhn

Didasarkan atas ketinggian tempat. Junghuhn membagi zona iklim menjadi empat : a. Zona iklim panas (0-700 meter) b. Zona iklim panas (700-1.500 meter) c. Zona iklim panas (1.500-2.500 meter)

d. Zona iklim panas (diatas 2.500 meter) Tanggapan : Para ahli membagi klasifikasi iklim didasarkan atas sudut pandang tertentu dan masing-masing klasifikasi iklim dibuat untuk suatu kepentingan tertentu, misalnya pembagian iklim menurut Oldeman yang dibuat untuk keperluan pertanian. Namun, jenis pembagian iklim yang bersifat universal adalah Iklim Matahari, karena iklim matahari didasarkan atas kedudukan matahari terhadap tempat-tempat di permukaan bumi. 4. Diketahui data curah hujan Daerah 1 A 76 2 107 3 14 4 57 5 205 6 181 7 48 8 67 9 211 10 32 11 155 12 28

a. Hitung nilai Q daerah A!


b. Tentukan jenis iklimnya!

Jawab :
a. Bulan kering (<60 mm) : 14, 57, 48, 32, 28

Rata-ratanya : 179/5 = 35.8 Bulan basah (>100 mm) : 107, 205, 181, 211, 155 Rata-ratanya : 859/5 = 171.8 Q= 35.8/171.8x100%=20.83 b. Jenis iklim : Q7.0, maka termasuk golongan H (luar biasa kering) Tanggapan : Perhitungan tersebut berdasarkan atas pembagian iklim menurut Schmidth-Ferguson, yang didasarkan adanya bulan basah dan bulan kering. perhitungan tersebut menunjukkan bahwa daerah A mempunyai curah hujan yang sedikit.

5. Uraikan proses pelapukan kimia pada daerah kapur dan tunjukkan dengan gambar

proses pelapukan di gua kapur (stalaktit dan stalakmit) ! Jawab : Berikut adalah gambar penjelasan proses pelapukan kimiawi di daerah kapur :

Pada pelapukan kimiawi, batu batuan mengalami perubahan kimiawi yang umumnya berupa pelarutan. Pelapukan kimiawi tampak jelas terjadi pada pegunungan kapur (Karst). Pelapukan ini berlangsung dengan batuan air dan suhu yang tinggi. Air yang banyak mengandung CO2 (Zat asam arang) dapat dengan mudah melarutkan batu kapur (CACO2). Peristiwa ini merupakan pelarutan dan dapat menimbulkan gejala karst yang dapat membentuk ornamen gua seperti : Stalaktit ( stalactite ) \terbentuk dari tetesan air dari atap gua yang mengandung kalsium karbonat (CaCO3 ) yang mengkristal, dari tiap tetes air akan menambah tebal endapan yang membentuk kerucut menggantung dilangit-langit gua. Berikut adalah reaksinya : CaCO3 + CO2 + H2O Ca2 + 2HCO3

Stalakmit ( stalacmite ) merupakan pasangan dari stalaktit, yang tumbuh di lantai gua karena hasil tetesan air dari atas langit-langit gua.

Selain itu juga dapat terbentuk


Doline : cekungan di daerah kapur yang berbentuk corong Uvala : Doline yang lebar Kerren : Celah di daerah kapur karena zat asam dari air hujan Ponor : Lubang di daerah kapur

Berikut adalah gambar penjelasan proses pelapukan kimiawi di daerah kapur : Tanggapan : Pelapukan kimiawi seperti yang telah dijelaskan di atas banyak terjadi di Indonesia karena di Indonesia banyak turun hujan. Air hujan inilah yang memudahkan terjadinya pelapukan kimiawi.