Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM MIKOLOGI ACARA I MEDIUM DAN CARA PEMBUATAN MEDIUM

Oleh : Maretta Noer Amelia 080210103029 Kelompok .......

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MIPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER 2011

1. Judul 2. Tujuan

: Medium dan Cara Pembuatan Medium :

a. Untuk mengetahui cara pembuatan medium b. Untuk mengetahui dan mempelajari macam-macam jenis medium 3. Dasar Teori :

Untuk menelaah mikroorganisme di laboratorium, kita harus dapat menumbuhkan mereka. Mikroorganisme dapat berkembang biak dengan alami atau dengan bantuan manusia. Mikroorganisme yang dikembangkan oleh manusia diantaranya melalui substrat yang disebut media. Untuk melakukan hal ini, haruslah dimengerti jenis-jenis nutrien yang diisyaratkan oleh bakteri dan juga macam lingkungan fisik yang menyediakan kondisi optimum bagi pertumbuhannya (Label, 2008). Mikroorganisme yang kita isolasi harus kita ketahui jenis medium yang disukai sehingga dapat tumbuh dengan baik pada media. Dalam hal ini medium ini akan digunakan oleh mikroorganisme sebagai sumber energi untuk melakukan pertumbuhan dan perkembangbiakan maka hendaknya harus sesuai dengan komposisi bahan medium (Firmangalung, 2009). Berdasarkan hal tersebut di atas maka dilakukanlah praktikum ini untuk mempelajari macam- macam medium, cara- cara pembuatan dari beberapa medium dan sekaligus mengetahui bahan- bahan yang digunakan serta komposisi juga fungsi dari masing- masing bahan tersebut dalam membantu pertumbuhan mikroorganisme tersebut. Sehingga nantinya diharapkan dapat menumbuhkan, mengisolasi dan menguji sifat fisiologi atau perhitungan mikroorganisme tertentu (Firmangalung, 2009). Media pertumbuhan mikroorganisme adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat makanan (nutrisi) yang diperlukan mikroorganisme untuk pertumbuhannya. Mikroorganisme memanfaatkan nutrisi media berupa molekulmolekul kecil yang dirakit untuk menyusun komponen sel. Dengan media pertumbuhan dapat dilakukan isolat mikroorganisme menjadi kultur murni dan juga memanipulasi komposisi media pertumbuhannya (Indra, 2008). Mikroorganisme dapat ditumbuhkan dan dikembangkan pada suatu substrat yang disebut medium. Medium yang digunakan untuk menumbuhkan dan mengembangbiakkan mikroorganisme tersebut harus sesuai susunannya dengan kebutuhan jenis-jenis mikroorganisme yang bersangkutan. Beberapa mikroorganisme dapat hidup baik pada medium yang sangat sederhana yang hanya mengandung

garam anorganik ditambah sumber karbon organik seperti gula. Sedangkan mikroorganime lainnya memerlukan suatu medium yang sangat kompleks yaitu berupa medium ditambahkan darah atau bahan-bahan kompleks lainnya (Volk, dan Wheeler,1993). Akan tetapi yang terpenting medium harus mengandung nutrien yang merupakan substansi dengan berat molekul rendah dan mudah larut dalam air. Nutrien ini adalah degradasi dari nutrien dengan molekul yang kompleks. Nutrien dalam medium harus memenuhi kebutuhan dasar makhluk hidup, yang meliputi air, karbon, energi, mineral dan faktor tumbuh (Label, 2008). Untuk menelaah bakteri di dalam laboratorium , pertama- tama kita harus dapat menumbuhkan bakteri tersebut di dalam suatu biakan murni. Untuk melakukannya haruslah dimengerti jenis- jenis nutrient yang disyartakan oleh bakteri dan juga macam lingkungan fisik yang mana dapat menyebabkan kondisi yang optimum bagi pertumbuhannya tersbut (Pelczar, 1986). Adapun macam-macam media pertumbuhan antara lain (Indra, 2008) : 1. Medium berdasarkan sifat fisik Medium padat yaitu media yang mengandung agar 15% sehingga setelah dingin media menjadi padat.. Medium setengah padat yaitu media yang mengandung agar 0,3-0,4% sehingga menjadi sedikit kenyal, tidak padat, tidak begitu cair. Media semi solid dibuat dengan tujuan supaya pertumbuhan mikroba dapat menyebar ke seluruh media tetapi tidak mengalami percampuran sempurna jika tergoyang. Misalnya bakteri yang tumbuh pada media NfB (Nitrogen free Bromthymol Blue) semisolid akan membentuk cincin hijau kebiruan dibawah permukaan media, jika media ini cair maka cincin ini dapat dengan mudah hancur. Semisolid juga bertujuan untuk mencegah/menekan difusi oksigen, misalnya pada media Nitrate Broth, kondisi anaerob atau sedikit oksigen meningkatkan metabolisme nitrat tetapi bakteri ini juga diharuskan tumbuh merata diseluruh media. Medium cair yaitu media yang tidak mengandung agar, contohnya adalah NB (Nutrient Broth), LB (Lactose Broth).

2. Medium berdasarkan komposisi Medium sintesis yaitu media yang komposisi zat kimianya diketahui jenis dan takarannya secara pasti, misalnya Glucose Agar, Mac Conkey Agar. Medium semi sintesis yaitu media yang sebagian komposisinya diketahui secara pasti, misanya PDA (Potato Dextrose Agar) yang mengandung agar, dekstrosa dan ekstrak kentang. Untuk bahan ekstrak kentang, kita tidak dapat mengetahui secara detail tentang komposisi senyawa penyusunnya. Medium non sintesis yaitu media yang dibuat dengan komposisi yang tidak dapat diketahui secara pasti dan biasanya langsung diekstrak dari bahan dasarnya, misalnya Tomato Juice Agar, Brain Heart Infusion Agar, Pancreatic Extract. 3. Medium berdasarkan tujuan Media untuk isolasi Media ini mengandung semua senyawa esensial untuk pertumbuhan mikroba, misalnya Nutrient Broth, Blood Agar. Media selektif/penghambat Media yang selain mengandung nutrisi juga ditambah suatu zat tertentu sehingga media tersebut dapat menekan pertumbuhan mikroba lain dan merangsang pertumbuhan mikroba yang diinginkan. Contohnya adalah Luria Bertani medium yang ditambah Amphisilin untuk merangsang E.coli resisten antibotik dan menghambat kontaminan yang peka, Ampiciline. Salt broth yang ditambah NaCl 4% untuk membunuh Streptococcus agalactiae yang toleran terhadap garam. Media diperkaya (enrichment) Media diperkaya adalah media yang mengandung komponen dasar untuk pertumbuhan mikroba dan ditambah komponen kompleks seperti darah, serum, kuning telur. Media diperkaya juga bersifat selektif untuk mikroba tertentu. Bakteri yang ditumbuhkan dalam media ini tidak hanya membutuhkan nutrisi sederhana untuk berkembang biak, tetapi membutuhkan komponen kompleks, misalnya Blood Tellurite Agar, Bile Agar, Serum Agar, dll. Media untuk peremajaan kultur Media umum atau spesifik yang digunakan untuk peremajaan kultur

Media untuk menentukan kebutuhan nutrisi spesifik. Media ini digunakan unutk mendiagnosis atau menganalisis metabolisme suatu mikroba. Contohnya adalah Kosers Citrate medium, yang digunakan untuk menguji kemampuan menggunakan asam sitrat sebagai sumber karbon. Media untuk karakterisasi bakteri Media yang digunakan untuk mengetahui kemempuan spesifik suatu mikroba. Kadang-kadang indikator ditambahkan untuk menunjukkan adanya perubahan kimia. Contohnya adalah Nitrate Broth, Lactose Broth, Arginine Agar. Media diferensial Media ini bertujuan untuk mengidentifikasi mikroba dari campurannya berdasar karakter spesifik yang ditunjukkan pada media diferensial, misalnya TSIA (Triple Sugar Iron Agar) yang mampu memilih Enterobacteria berdasarkan bentuk, warna, ukuran koloni dan perubahan warna media di sekeliling koloni (Firmangalung, 2009). Meskipun telah dijabarkan berbagai macam jenis dari medium, perlu diiingat bahwa tidak ada satupun perangkat kondisi yang memuaskan bagi kultivasi untuk semua bakteri di laboratorium. Bakteri amat beragam, baik dari persyaratan nutrisi maupun fisiknya. Beberapa berapa bakteri memiliki persyaratan nutrient yang sederhana, sedang yang lain memiliki persyaratan yang rumit. Karena alasan ini kondisi harus disesuaikan sedemikian rupa sehingga bisa menguntungkan bagi kelompok bakteri yang sedang ditelaah (Pelczar, 1986). Medium yang padanya bakteri ditumbuhkan akan beranak dalam susunannya sesuai dengan kebutuhan jenis-jenis yang bersangkutan. Beberapa bakteri dapat hidup baik pada medium yang sangat sederhana yang hanya mengandung garam anorganik ditambah sumber karbon organik, seperti gula. Bakteri lain memerlukan suatu medium yang sangat kompleks yang kepadanya ditambahkan darah atau bahan-bahan kompleks lain hampir semua media yang biasa dipakai sehari-hari dapat di beli secara komersil sebagai tepung kering. Jadi, untuk membuat suatu medium, yang harus dilakukan hanyalah menimbang jumlah tepung yang diperlukan, menambahkan air, dan mensterilkan sebelum dipakai (Volk and Wheler, 1988). Suatu medium yang mengandung substansi kompleks seperti ekstrak daging sapi, ekstrak khamir, tripton, dan darah juga dapat disebut medium buatan atau medium kompleks (artificial or complex medium). Sebagai lawannya, kita mengacu pada medium yang rumus kimia masing-masing ramuannya dapat dituliskan sebagai medium sintetis (synththetical medium) atau medium yang ditentukan (defined

medium). Medium sintetis mungkin sangat rumit dan sangat berbeda sesuai dengan organisme tertentu yang hendak ditumbuhkan. Untuk sebagian besar, medium sintetis hanya digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme di laboratorium penelitian. Media agar merupakan substrat yang baik untuk memisahkan campuran mikroorganisme, sehingga masing-masing jenisnya menjadi terpisah-pisah. Teknik yang digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme pada media agar

memungkinkan setiap sel berhimpun menjadi koloni. Semua sel dalam koloni itu dianggap kesemuanya merupakan keturunan (progeni) suatu organisme dan karena itu mewakili apa yang disebut mikrobiologi biakan murni (Dwidjosputro, 1990). Di samping itu, gelatin dapat juga dipakai sebagai bahan pengental dan memang dahulu orang memakainya tetapi sejak lama orang lebih suka menggunakan agar-agar. Agar-agar baru mencair pada suhu 950 C, sedangkan gelatin sudah mencair pada suhu 250 C. Dengan demikian medium yang mengandung gelatin perlu disimpan dalam tempat yang lebih dingin dari pada suhu kamar, jika dikehendaki medium tersebut tetap dalam keadaan padat. (Volk and Wheeler, 1988).

4. Alat Bahan + Cara Kerja

Pembuatan Medium Potato Dextrose Agar (PDA) Tujuan : Mengetahui cara membuat medium agar padat semi buatan Bahan : 100 gr kentang, 1000 ml aquadest, 10 gr agar 10 gr dextrose Alat : beaker gelas 1000 ml, timbangan analitis, corong, kapas saring,

tabung reaksi, kompor listrik/bunsen.

1 2 3 4
:

Mencuci kentang hingga bersih , lalu dikupas dan dipotong dadu kecil dan ditimbang seberat 50 gr. Mendidihkan aquadest 250 ml di dalam beaker gelas 1000 ml Setelah mendidih, potongan kentang dimasukkan ke dalam aquadest dan ditunggu hingga 20 menit Menyaring air rebusan kentang menggunakan kain kasa / kapas (pisahkan amoas dan filtratnya)

Memasukkan 2,5 gr dextrose dan 3,75 gr agar ke dalam filtrat dan diaduk di atas penangas air hingga larutan benar Memasukan ke dalam tabung reaksi masing-masing 5 ml dan 10 ml, kemudian disumbat dengan kapas steril dan disterilkan dengan autoclave selama 1 jam dengan temperatur 1210 C.

5. Gambar Kerja

6. Hasil Pengamatan

(a)

(b)

(c) Ket : a. Medium agar tegak b. Medium cawan petri c. Medium agar miring

7. Pembahasan Media adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat hara (nutrient) yang berguna untuk membiakkan mikroba. Media juga merupakan makanan atau campuran dari beberapa bahan makanan yang disiapkan untuk

pertumbuhan organisme. Pada praktikum topik 1 ini, dibahas mengenai macam-macam medium dan cara pembuatan medium. Namun yang dipraktikkan di laboratotorium hanya 1 macam medium, yaitu Potato Dextrose Agar. Dimana pembuatannya dimulai dengan mendidihkan aquadest sebanyak 250 ml di dalam beaker gelas berukuran 1000 ml. Sembari menunggu air mendidih, kentang dikupas dan cuci bersih di air mengalir, tujuannya agar kentang menjadi bersih dan siap untuk dimasukkan ke dalam beaker gelas. Namun sebelum itu kentang dipotong-potong kecil berbentuk dadu dan ditimbang seberat 50 gr menggunakan timbangan analitis. Berat kentang 50 gr ini diperoleh dari hasil bagi aquadest 250 ml (yang digunakan) dengan aquadest 1000 ml

(ukuran beaker gelas) lalu dikalikan dengan berat kentang (setara dengan aquadest 1000 ml) seberat 200 gr, akhirnya diperoleh hasil seberat 50 gr. Setelah kentang selesai di potong dan ditimbang, maka kentang dimasukkan ke dalam beaker gelas 1000 ml yang berisi aquadest 250 ml, dan ditunggu hingga mendidih agar kentang menjadi sedikt larut dengan aquadest. Perlu diingat bahwa pada saat proses pendidihan, diusahakan larutan sesering mungkin diaduk untuk menghindari terjadinya bumping pada larutan. Agar terjadi pemisahan endapan filtrat dan ampas, maka pada saat campuran air dan kentang mendidih, larutan didiamkan selama 20 menit. Dan untuk hasil yang terpisah secara sempurna atau lebih baik, larutan disaring menggunakan kain kasa dengan bantuan corong dan dimasukkan ke dalam labu erlen meyer. Jika larutan di dalam erlenmeyer tidak lagi berukuran 250 ml (dikarenakan oleh penguapan pada saat proses pendidihan larutan), maka dapat ditambahkan dengan larutan tambahan berupa air mendidih yang dicampur dengan kentang yang telah digunakan tadi, lalu diaduk sebentar untuk mencampurkan kedua zat tersebut dan segera ditambahkan ke dalam labu erlenmeyer hingga ukurannya kembali memjadi 250 ml. Setelah itu, larutan dicampur dengan bubuk agar seberat 3,75 gr dan dextrose sebanyak 2,5 gr. Jumlah kedua bahan ini juga diperoleh dengan rumus yang sama yaitu dari hasil bagi aquadest 250 ml (yang digunakan) dengan aquadest 1000 ml (ukuran beaker gelas) lalu dikalikan dengan berat dextrose (setara dengan aquadest 1000 ml) seberat 10 gr dan berat bubuk agar sebanyak 15 gr. Akhirnya diperoleh hasil masing-masing bubuk agar seberat 3,75 gr dan dextrose sebanyak 2,5 gr. Saat larutan telah selesai disaring, larutan dipanaskan kembali dengan kompor listrik untuk melarutkan campuran filtrat kentang, dextrose dan agar. Setelah proses selesai, labu erlenmeyer harus segera ditutup dengan sumbat kayu yang dilapisi kertas aluminium foil dengan rapat agar tidak terkontaminasi oleh bakteri dari luar. Sterilisasipun menjadi tahap terakhir dalam proses pembuatan medim PDA ini, yaitu labu erlenmeyer yang sudah ditutup rapat tadi dimasukkan ke dalam autoclave untuk disterilkan. Suhu dan waktu yang digunakan pada proses ini adalah 1210 C selama 60 menit. Jika medium sewaktu-waktu akan digunakan, maka medium PDA ini dapat digunakan pada tabung reaksi dan cawan petri yang digunakan untuk proses perkembangbiakan jamur.

8. Kesimpulan Adapun kesimpulan yang diperoleh dari percobaan ini adalah : a. Jenis medium dapat digolongkan berdasarkan konsistensinya berupa ; medium cair, medium padat, medium diperkaya, medium selektif, medium diferensiasi, medium penguji, medium umum, medium khusus, dan medium untuk perhitungan jumlah koloni. Sedangkan berdasarkan susunan kimianya berupa ; medium alamiah, medium semi alamiah, dan medium sintesis. b. Pada umumnya, pembuatan medium semi buatan bahan umum yang digunakan yaitu agar untuk merapatkan medium dan aquadest sebagai pelarut. Pada pembuatan medium Potato dextrose , bahan yang digunakan adalah agar, kentang dan dextrose.

DAFTAR PUSTAKA

Galung, Firman. 2009. Medium Dan Cara Pembuatan Medium.


Dalam http://firmangalung07.blogspot.com/2009/08/medium-dan-carapembuatan-medium.html [serial online. akses 29 Oktober 2011]

Berikut daftar pustaka yang terdapat dalam sumber di atas (tanpa editing) :

Dwijoseputro, 1990. Dasar-Dasar Mikorobiologi. Penerbit Djambatan. Jakarta. Indra. 2008. http//ekmon-saurus/bab-2-Media- pertumbuhan/.htm . diakses pada tanggal 08 maret 2009, Makassar. Label, Caray.2008. http//Caray label makalah dan skripsi pembuatan-media- agar dan-sterilisasi/htm .diakses pada tanggal 08 maret 2009, Makassar. Pelczar, Michael. 1986. Dasar- Dasar Mikrobiologi. Universitas Indonesia, Jakarta. Volk, dan Wheeler. 1993. Dasar- Dasar Mikrobiologi. Erlangga, Jakarta. posted by : FiRmaN SaNthY GaLung.