Anda di halaman 1dari 34

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Magang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mengglobalisasi mengakibatkan timbulnya banyak tantangan yang mengharuskan kita untuk dapat membuka diri terhadap datangnya perubahan-perubahan dalam negeri maupun luar negeri. Kita dituntut untuk berkompetisi dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang kompetitif. Begitu juga dengan perkembangan dunia usaha yang semakin maju dan kompleks pada abad ini menyebabkan semakin luas dan majunya ruang lingkup bisnis. Setiap perusahaan akan berusaha untuk terus mengikuti perkembangan yang terjadi, untuk mengimbangi perkembangan ini perusahaan akan mengelola sumber-sumber daya yang ada semaksimal mungkin, terutama ; sumber daya manusia yang memberikan tenaga, bakat, kreativitas dan usaha kepada instansi / perusahaan. Perusahaan mencari tenaga kerja yang dapat bekerja secara profesional. Keadaan demikian mengisyaratkan bahwa keahlian merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki oleh seseorang untuk memasuki dunia pekerjaan saat ini. Salah satu usaha untuk mendapatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dapat dilakukan melalui jalur pendidikan, baik formal maupun informal. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) merupakan salah satu perguruan tinggi yang mempunyai peran menyelenggarakan pendidikan formal untuk pembentukan keahlian dan kompetensi dalam menangani pekerjaanpekerjaan dibidang-bidang tertentu, yang bertujuan untuk menghasilkan tenaga kerja yang terdidik dan terlatih yang siap pakai. Salah satu program pendukung bagi pembentukan Sumber Daya Manusia di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara yang telah diprogram dalam suatu bentuk pendidikan lapangan yaitu program magang yang bekerja sama dengan berbagai perusahaan baik pemerintah maupun swasta. Program magang merupakan suatu kegiatan intra kurikuler yang harus diikuti oleh mahasiswa dalam bentuk aktivitas belajar dilapangan (dunia kerja).

Program magang tersebut bertujuan untuk menjembatani antara mahasiswa dengan dunia kerja sesungguhnya. Melalui program magang tersebut mahasiswa akan memperoleh pengalaman berharga yang dapat mendidik untuk bertindak dalam dunia kerja. Dan dengan bekal pengalaman tersebut diharapkan mahasiswa dapat lebih menyesuaikan diri dengan dunia kerja yang akan dihadapinya nanti. Salah satu upaya peningkatan SDM khususnya dalam pendidikan perguruan tinggi selain dari pada kegiatan perkuliahan adalah melalui program magang atau dikenal dengan magang yang merupakan sarana penting bagi pengembangan diri dan pengalaman bekerja serta kemandirian bagi lulusannya sebelum terjun ke dunia kerja nyata. Hal ini perlu dilakukan guna pengenalan lingkungan kerja secara nyata kepada mahasiswa, mengaplikasikan antara berbagai konsep dan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan persoalanpersoalan yang dihadapi dalam lingkungan kerja dan upaya-upaya pemecahannya. Sehubungan dengan hal itu, maka saya selaku penulis melaksanakan Praktek Kerja Lapangan di PERUM PEGADAIAN yang dimulai sejak tanggal 26 September s/d 28 Oktober 2011. B. Ruang Lingkup Magang Penulis melaksanakan magang pada Perum Pegadaian UPC Plaza Medan Fair Medan mulai tanggal 26 September sampai dengan 28 Oktober 2011. Selama melaksanakan magang penulis ditempatkan di Perum Pegadaian UPC Plaza Medan Fair. Yaitu Unit Pembantu Cabang dari Perum Pegadaian Cabang Utama Kantor Wilayah. Penulis banyak melakukan hal-hal yang terkait

seputar proses menggadai.Penulis juga banyak mempelajari tentang bagaimana caranya melayani nasabah dengan baik terutama pada nasabah wanita atau ibuibu. Adapun ketentuan-ketentuan yang harus penulis laksanakan sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh Perum Pegadaian adalah sebagai berikut: 1. Penulis diharuskan datang setiap hari kerja dari tanggal 26 September sampai dengan 28 Oktober 2011, penulis diharuskan sudah sampai di UPC Plaza Medan Fair Medan sebelum pukul 10.00 dengan melapor terlebih

dahulu ke Pengelola UPC. Penulis diwajibkan mengikuti kegiatan yang

dilakukan oleh pengawai Pengelola UPC. Agar penulis dapat mengetahui serta mengerti proses yang terjadi pada saat transaksi menggadai. 2. Pukul 17.00 WIB penulis diperbolehkan pulang dengan melapor terlebih dahulu ke Pengelola UPC untuk menandatangani absen pulang. C. Tujuan dan Manfaat Magang a) Tujuan Magang Adapun tujuan yang akan dicapai selama magang antara lain: 1. Menguji dan mengukur keterampilan mahasiswa dalam menghadapi situasi kerja baik mengenai sistem maupun mekanisme kerja yang sesungguhnya. 2. Memperoleh informasi sebanyak-banyaknya mengenai bidang

pekerjaan yang dilakukan khususnya pada bidang Jasa Gadai 3. Menerapkan ilmu yang diperoleh ke dalam tiap-tiap jenis pekerjaan khususnya di bidang akuntansi. 4. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan mahasiswa sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. 5. Membina hubungan baik untuk dapat bekerjasama dengan sesama pekerja maupun dengan atasan. 6. Mengamati dengan lebih dekat bagaimana situasi lingkungan pekerjaan khususnya pada bidang jasa gadai. b) Manfaat Magang 1. Memberikan kesempatan mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja dan berinteraksi dengan perusahaan/instansi calon pengguna mengamati, mengenal, dan menganalisis

lulusan dengan cara

permasalahan yang dijumpai pada perusahaan/instansi tempat magang. 2. Membandingkan dan menerapkan pengetahuan akademis yang telah didapat. 3. Lebih dapat memahami konsep-konsep non akademis di dunia kerja nyata. 4. Dapat memperoleh ilmu yang tidak didapati dalam bangku kuliah. 5. Menambah dan memperluas wawasan.

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A. Profil Perusahaan a. Sejarah Perusahaan Sejarah Pegadaian dimulai pada saat Pemerintah Penjajahan Belanda (VOC) mendirikan BANK VAN LEENING yaitu lembaga keuangan yang memberikan kredit dengan sistem gadai, lembaga ini pertama kali didirikan di Batavia pada tanggal 20 Agustus 1746. Ketika Inggris mengambil alih kekuasaan Indonesia dari tangan Belanda (1811-1816) Bank Van Leening milik pemerintah dibubarkan, dan masyarakat diberi keleluasaan untuk mendirikan usaha pegadaian asal mendapat lisensi dari Pemerintah Daerah setempat (liecentie stelsel).Namun metode tersebut berdampak buruk, pemegang lisensi menjalankan praktek rentenir atau lintah darat yang dirasakan kurang menguntungkan pemerintah berkuasa (Inggris). Oleh karena itu, metode liecentie stelsel diganti menjadi pacth stelsel yaitu pendirian pegadaian diberikan kepada umum yang mampu membayarkan pajak yang tinggi kepada pemerintah. Pada saat Belanda berkuasa kembali, pola atau metode pacth stelsel tetap dipertahankan dan menimbulkan dampak yang sama dimana pemegang hak ternyata banyak melakukan penyelewengan dalam menjalankan bisnisnya. Selanjutnya pemerintah Hindia Belanda menerapkan apa yang disebut dengan cultuur stelsel dimana dalam kajian tentang pegadaian, saran yang dikemukakan adalah sebaiknya kegiatan pegadaian ditangani sendiri oleh pemerintah agar dapat memberikan perlindungan dan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan Staatsblad (Stbl) No. 131 tanggal 12 Maret 1901 yang mengatur bahwa usaha Pegadaian merupakan monopoli Pemerintah dan tanggal 1 April 1901 didirikan Pegadaian Negara pertama di Sukabumi (Jawa Barat), selanjutnya setiap tanggal 1 April diperingati sebagai hari ulang tahun Pegadaian.

Pada masa pendudukan Jepang, gedung Kantor Pusat Jawatan Pegadaian yang terletak di Jalan Kramat Raya 162 dijadikan tempat tawanan perang dan Kantor Pusat Jawatan Pegadaian dipindahkan ke Jalan Kramat Raya 132. Tidak banyak perubahan yang terjadi pada masa pemerintahan Jepang, baik dari sisi kebijakan maupun Struktur Organisasi Jawatan Pegadaian. Jawatan Pegadaian dalam Bahasa Jepang disebut Sitji Eigeikyuku, Pimpinan Jawatan Pegadaian dipegang oleh orang Jepang yang bernama Ohno-San dengan wakilnya orang pribumi yang bernama M. Saubari. Pada masa awal pemerintahan Republik Indonesia, Kantor Jawatan Pegadaian sempat pindah ke Karang Anyar (Kebumen) karena situasi perang yang kian terus memanas. Agresi militer Belanda yang kedua memaksa Kantor Jawatan Pegadaian dipindah lagi ke Magelang. Selanjutnya, pasca perang kemerdekaan Kantor Jawatan Pegadaian kembali lagi ke Jakarta dan Pegadaian kembali dikelola oleh Pemerintah Republik Indonesia. Dalam masa ini Pegadaian sudah beberapa kali berubah status, yaitu sebagai Perusahaan Negara (PN) sejak 1 Januari 1961, kemudian berdasarkan PP.No.7/1969 menjadi Perusahaan Jawatan (PERJAN), selanjutnya berdasarkan

PP.No.10/1990 (yang diperbaharui dengan PP.No.103/2000) berubah lagi menjadi Perusahaan Umum (PERUM) hingga sekarang. Kini usia Pegadaian telah lebih dari seratus tahun, manfaat semakin dirasakan oleh masyarakat, meskipun perusahaan membawa misi public service obligation, ternyata perusahaan masih mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam bentuk pajak dan bagi keuntungan kepada Pemerintah, disaat mayoritas lembaga keuangan lainnya berada dalam situasi yang tidak menguntungkan. b. Visi dan Misi VISI : PADA TAHUN 2013 PEGADAIAN MENJADI "CHAMPION" DALAM PEMBIAYAAN MIKRO DAN KECIL BERBASIS GADAI DAN FIDUCIA MISI: BAGI MASYARAKAT MENENGAH KE BAWAH

1. Membantu program pemerintah meningkatkan kesejahteraan rakyat khususnya golongan menengah ke bawah dengan

memberikan solusi keuangan yang terbaik melalui penyaluran pinjaman skala mikro, kecil dan menengah atas dasar hukum gadai dan fidusia. 2. Memberikan manfaat kepada pemangku kepentingan dan

melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik secara konsisten. 3. Melaksanakan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya. Perjalanan Misi Perusahaan Perum Pegadaian : Misi Perum Pegadaian sebagai suatu lembaga yang ikut meningkatkan perekonomian dengan cara memberikan uang pinjaman berdasarkan hukum gadai kepada masyarakat kecil, agar terhindar dari praktek pinjaman uang dengan bunga yang tidak wajar ditegaskan dalam keputusan Menteri Keuangan No. Kep-39/MK/6/1/1971 tanggal 20 Januari 1970 dengan tugas pokok sebagai berikut: 1. Membina perekonomian rakyat kecil dengan menyalurkan kredit atas dasar hukum gadai kepada : Para petani, nelayan, pedagang kecil, industri kecil, yang bersifat produktif Kaum buruh / pegawai negeri yang ekonomi lemah dan bersifat konsumtif 2. Ikut serta mencegah adanya pemberian pinjaman yang tidak wajar, ijon, pegadaian gelap, dan praktek riba lainnya. 3. Disamping menyalurkan kredit, maupun usaha-usaha lainnya yang bermanfaat terutama bagi pemerintah dan mayarakat. 4. Membina pola perkreditan supaya benar-benar terarah dan bermanfaat dan bila perlu memperluas daerah operasinya.Dengan seiring perubahan status perusahaan dari Perjan menjadi Perum pernyataan misi perusahaan dirumuskan kembali dengan

pertimbangan jangan sampai misi perusahaan itu justru membatasi ruang gerak perusahaan dan sasaran pasar tidak hanya masyarakat kecil dan golongan menengah saja maka terciptalah misi perusahaan Perum Pegadaian yaitu ikut membantu program pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat

golongan menengah kebawah melalui kegiatan utama berupa penyaluran kredit gadai dan melakukan usaha lain yang menguntungkan. Bertolak dari misi Pegadaian tersebut dapat dikatakan bahwa sebenarnya Pegadaian adalah sebuah lembaga dibidang keuangan yang mempunyai visi dan misi bagaimana masyarakat mendapat perlakuan dan kesempatan yang adil dalam perekonomian. c. Makna Logo dan Motto Perum Pegadaian

MENGATASI MASALAH TANPA MASALAH Di dalam logo Perum Pegadaian yang bergambar pohon rindang dan timbangan terkandung sifat, usaha dan tujuan umum Perum Pegadaian serta sebutan "Pegadaian". Adapun makna yang terkandung dalam LOGO tersebut adalah : 1. Logo Lambang terdiri dari : a. Pohon rindang berwarna hijau, bermakna : Melindungi dan membantu senantiasa tumbuh dan berkembang. b. Warna hijau melambangkan keteduhan. c. Timbangan berwarna hitam bermakna : Kesimbangan dan keterbukaan dalam memberikan pelayanan kejujuran 2. Logo "Pegadaian" berstruktur miring bermakna : Sederhana Dinamis Huruf Balok : Kepastian dan Kemudahan : Terus bergerak maju : Melambangkan keteduhan dan kekokohan

Motto yang ditampilakan "Mengatasi Masalah Tanpa Masalah", yang bermakna bahwa Perum Pegadaian sebagai salah satu perusahaan di bidang jasa mampu mengatasi masalah keuangan dengan cara yang mudah dan waktu yang relative singkat. Cara pelayanannya yang sederhana dan target operasionalnya yang melayani nasabah dari berbagai kalangan masyarakat, menjadikan Perum Pegadaian sebagai alternative dalam mengatasi masalah keuangan tanpa mengalami masalah. Jadi dengan

menyertakan Kartu Tanda Pengenal maka setiap masalah dapat memperoleh pinjaman dalam waktu yang relative singkat. Maka atas dasar inilah Perum Pegadaian dapat menjadi suatu bagian yang penting dalam kehidupan perekonomian. Sebagai rasa kerja yang kuat Perum Pegadaian juga mempunyai etos/budaya kerja yang menanggulangi setiap bentuk pelayanan kepada masyarakat sehingga sanggup mengatasi setiap permasalahan keuangan yang timbul. Adapun budaya kerja tersebut dikenal dengan sebutan si "INTAN" yang bila dijabarkan lebih luas akan memberikan makna yang dalam yaitu : Inovatif : Penuh gagasan, kreatif, aktif dan menyukai tantangan Nilai Moral Tinggi Terampil Adi Layanan Nuansa Citra : Taqwa, jujur, berbudi luhur dan loyal : Sopan santun dan berkepribadian menawan : Pelayanan yang adil agar nasabah merasa puas : Bussiness Oriented, Customer Satisfaction dan

mengembangkan diri sendiri. B. Kegiatan Operasional Perusahaan Kegiatan operasional Perum Pegadaian yang telah dilakukan saat ini, antara lain meliputi: a. Menyalurkan uang pinjaman kepada masyarakat berdasarkan hukum gadai, b. Menerima jasa taksiran, yaitu pelayanan kepada masyarakat yang ingin mengetahui berapa besar nilai riil barang yang dimilikinya ,misalnya emas,berlian dan barang-barang bernilai lainnya. c. Menerima jasa titipan, yaitu pelayanan kepada masyarakat yang akan menitipkan barangnya. d. Bekerja sama dengan pihak ketiga dalam memanfaatkan aset perusahaan dalam bidang bisnis properti seperti dalam pembangunan gedung kantor dan pertokoan dengan sistem Build, Operate and Transfer (BOT). e. Kredit pegawai, yaitu kredit yang diberikan kepada pegawai yang berpenghasilan tetap

1. Barang Jaminan. Jenis barang yang dapat diterima sebagai barang jaminan pada prinsipnya adalah barang bergerak antara lain: a. Barang-barang perhiasan: semua perhiasan yang dibuat dari emas, perhiasan perak, platina, baik yang berhiaskan intan, mutiara, batu maupun tidak. b. Barang-barang elektronik: TV, kulkas, radio, tape recorder, video, radio cassete. c. Kendaraan: sepeda, sepeda motor, mobil. d. Barang-barang rumah tangga: barang-barang pecah belah. e. Mesin: mesin jahit dan mesin motor kapal. f. Tekstil: kain batik, permadani, dan g. Barang-barang lain yang dianggap bernilai. 2. Sumber Pendanaan Pegadaian, sebagai lembaga keuangan tidak diperkenankan menghimpun dana secara langsung dari masyarakat dalam bentuk simpanan, misalnya: giro, deposito dan tabungan, sebagaimana halnya dengan sumber dana konvensional perbankan. Untuk memenuhi kebutuhan dananya. Perum Pegadaian memiliki sumber-sumber dana sebagai berikut: a. Modal sendiri. b. Penyertaan modal pemerintah. c. Pinjaman jangka pendek dari perbankan. d. Pinjaman jangka panjang yang berasal dari KLBI. e. Dari masyarakat melalui penerbitan obligasi. 3. Penyaluran dan Penggolongan Uang Pinjaman Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa kegitan penyaluran uang pinjaman oleh pegadaian kepada masyarakat dilakukan atas dasar hukum gadai. Besarnya jumlah uang pinjaman yang disalurkan sangat dipengaruhi oleh golongan barang jaminan yang telah ditetapkan berdasarkan ketentuan Direksi Perum Pegadaian. Pinjaman yang diberikan dikelompokkan menjadi 5 (lima) golongan berdasarkan tingkat sewa

modal dan jangka waktu pinjaman, sebagaimana dijelaskan pada Tabel berikut ini. Gol
A B C D E

Pinjaman yang diberikan (Rp)


5.000 s/d 40.000 40.500 s/d 150.000 151.000 s/d 500.000 510.000 s/d 2.500.000 2.000.000

Jangka Waktu
4 bulan 4 bulan 4 bulan 4 bulan 24 bulan

Sewa Modal Per 15 hari


1,25% 1,75% 1,75% 1,75% 2% flat/bulan

Maksimum Sewa modal


10% 14% 14% 14% -

Tabel 2.1 Penggolongan dan Penyaluran Uang Pinjaman 4. Penaksiran Penyaluran uang pinjaman atas dasar hukum gadai dilakukan dengan mewajibkan nasabah untuk menyerahkan barang bergerak sebagai barang jaminan, seperti: emas, berlian, barang-barang elektronik, kendaraan bermotor, dan lain-lain. Barang-barang tersebut selanjutnya ditaksir oleh petugas penaksir, yang memang memiliki keahlian untuk hat tersebut, untuk menentukan besarnya nilai uang pinjaman yang dapat diberikan. Pada dasarnya besarnya uang pinjaman yang dapat

diberikan,menurut ketentuan saat ini, dibagi berdasarkan golongan. Untuk golongan A adalah 84% dari nilai taksir dan untuk golongan B, C dan D adalah 89% dari nilai taksiran. Taksiran atas barang jaminan tersebut didasarkan pada harga pasar setempat, yang senantiasa di up-date dari waktu ke waktu untuk menggambarkan nilai pasar barang yang akan digadaikan. 5. Prosedur Pemberian dan Pelunasan Pinjaman Prosedur untuk memperoleh uang pinjaman dari pegadaian bagi masyarakat yang membutuhkan dana segera sangat sederhana, mudah dan cepat. Inilah pula yang membedakan pegadaian dengan perbankan dalam hal pelayanan. Pegadaian pada prinsipnya tidak membutuhkan berbagai jenis persyaratan, sebagaimana halnya dengan perbankan. Prosedur untuk mendapatkan pinjaman dari pegadaian adalah sebagai berikut:

a. Calon nasabah datang langsung ke loket penaksir dan menyerahkan barang yang akan dijaminkan dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau surat kuasa apabila pemilik barang tidak bisa datang sendiri. b. Barang jaminan tersebut diteliti kualitasnya untuk menaksir dan menetapkan harganya. Berdasarkan taksiran yang dibuat penaksir, akan ditetapkan besarnya uang pinjaman yang dapat diterima oleh nasabah. c. Selanjutnya, pembayaran uang pinjaman dilakukan oleh kasir tanpa ada potongan biaya apa pun kecuali potongan premi asuransi. Prosedur pemberian jaminan oleh Pegadaian dapat diikuti pada Gambar dibawah.

Gambar 2.1 Prosedur pemberian jaminan oleh Pegadaian Selanjurnya prosedur pelunasan uang pinjaman dilakukan dengan cara sebagai berikut: a. Uang pinjaman dapat dilunasi setiap saat tanpa harus menunggu selesainya jangka waktu. b. Nasabah membayar kembalu pinjamannya ditambah sewa modal (bunga) langsung kepada kasir disertai dengan bukti surat gadai. c. Barang dikeluarkan oleh petugas penyimpan barang jaminan. d. Barang yang digadaikan dikembalikan kepada nasabah. Prosedur pelunasan uang pinjaman oleh nasabah dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 2.2 Prosedur pelunasan pinjaman oleh nasabah 6. Produk dan Layanan Hingga saat ini masih banyak anggota masyarakat yang mengenal Pegadaian dari bisnis intinya saja, yaitu gadai. Padahal di samping itu, produk Pegadaian sebenarnya cukup banyak. Berikut adalah beberapa layanan Perum Pegadaian. Bisnis Inti KCA (Kredit Cepat Aman) KCA adalah layanan kredit berdasarkan hukum gadai dengan pemberian pinjaman mulai dari Rp. 20.000,- sampai dengan Rp. 200.000.000,-. Jaminannya berupa barang bergerak, baik barang perhiasan emas dan berlian, peralatan elektronik, kendaraan maupun alat rumah tangga lainnya. Jangka waktu kredit maksimum 4 bulan atau 120 hari dan pengembaliannya dilakukan dengan membayar uang pinjaman dan sewa modalnya. Kreasi (Kredit Angsuran Fidusia) Layanan ini ditujukan kepada pengusaha mikro dan kecil sebagai alternatif pemenuhan modal usaha dengan penjaminan secara fidusia dan pengembalian pinjamannya dilakukan melalui angsuran. Kredit Kreasi merupakan modifikasi dari produk lama yang sebelumnya dikenal dengan nama Kredit Kelayakan Usaha Pegadaian. Agunan yang diterima saat ini adalah BPKB kendaraan bermotor (mobil atau sepeda motor). Krasida (Kredit Angsuran Sistem Gadai)

Merupakan pemberian pinjaman kepada para pengusaha mikro-kecil (dalam rangka pengembangan usaha) atas dasar gadai yang pengembalian pinjamannya dilakukan melalui angsuran. Krista (Kredit Usaha Rumah Tangga) Merupakan pemberian pinjaman kepada ibu-ibu kelompok usaha rumah tangga sangat mikro yang membutuhkan dana dalam bentuk pinjaman modal kerja yang pengembalian pinjamannya dilakukan melalui angsuran. adapun kredit ini hanya dikenakan bunga 0,9 % per bulan tanpa menggunakan agunan hal ini sematamata dilakukan PEGADAIAN untuk membantu kegiatan UKM di INDONESIA. Kremada (Kredit Perumahan Swadaya) Merupakan pemberian pinjaman kepada masyarakat

berpenghasilan rendah untuk membangun atau memperbaiki rumah dengan pengembalian secara angsuran. Pendanaan ini merupakan kerja sama dengan Menteri Perumahan Rakyat. KTJG (Kredit Tunda Jual Gabah) Diberikan kepada para petani dengan jaminan gabah kering giling. Layanan kredit ini ditujukan untuk membantu para petani pasca panen agar terhindar dari tekanan akibat fluktuasi harga pada saat panen dan permainan harga para tengkulak. Investa (Gadai Efek) Gadai Efek merupakan pemberian pinjaman kepada masyarakat dengan agunan berupa saham dengan sistem gadai. Kucica (Kiriman Uang Cara Instan, Cepat dan Aman) Adalah produk pengiriman uang dalam dan luar negeri yang bekerjasama dengan Western Union. Kagum (Kredit Serba Guna untuk Umum) Merupakan layanan kredit yang ditujukan bagi pegawai berpenghasilan tetap. Jasa Taksiran dan Jasa Titipan

Jasa masyarakat

Taksiran yang

adalah

pemberian

pelayanan besar

kepada nilai

ingin

mengetahui

seberapa

sesungguhnya dari barang yang dimiliki seperti emas, berlian, batu permata dan lain-lain. Jasa Titipan adalah pelayanan kepada masyarakat yang ingin menitipkan barang-barang atau surat berharga yang dimiliki terutama bagi orang-orang yang akan pergi meninggalkan rumah dalam waktu lama, misalnya menunaikan ibadah haji, pergi keluar kota atau mahasiswa yang sedang berlibur. Rahn (Gadai Syariah) Rahn adalah produk jasa gadai yang berlandaskan pada prinsip-prinsip syariah dengan mengacu pada sistem administrasi modern. Arrum (Ar-Rahn untuk Usaha Mikro Kecil) Adalah produk dengan konstruksi penjaminan fidusia untuk pengusaha mukro-kecil dengan prinsip syariah. Mulia (Murabahah Logam Mulia untuk Investasi Abadi) Adalah penjualan logam mulia oleh Pegadaian kepada masyarakat yang berminat untuk berinvestasi pada emas secara tunai dan angsuran. Emas yang telah dibeli dari produk Mulia ini dapat diperjualbelikan kembali di Bursa Mulia apabila di kemudian hari membutuhkan uang dalam waktu yang singkat. Bisnis Lain Properti Untuk mengoptimalkan pemanfaatan assetnya yang kurang produktif, Pegadaian membangun gedung untuk disewakan, baik dengan cara pembiayaan sendiri maupun bekerja sama dengan pihak ketiga dengan Sistem Bangun-Kelola-Alih atau BuildOperate-Transfer (BOT) dan Kerja Sama Operasi (KSO). Jasa Lelang

Perum Pegadaian memiliki satu anak perusahaan PT Balai Lelang Artha Gasia dengan komposisi kepemilikan saham 99,99% (Perum Pegadaian) dan 0,01% (Deddy Kusdedi). PT Balai Lelang Artha Gasia bergerak dibidang jasa lelang dengan maksud menyelenggarakan penjualan di muka umum secara lelang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. C. Struktur Organisasi

Gambar 2.3 Struktur Organisasi Perum Pegadaian

Dengan melakukan pemilihan serta penentuan struktur organisasi yang tepat dan sesuai dengan situasi dan kondisi dalam perusahaan maka pencapaian tujuan perusahan akan lebih terarah. Selain itu, dengan struktur organisasi yang jelas dan baik maka akan dapat diketahui sampai dimana wewenang dan tanggung jawab yang dimiliki oleh seseorang dalam menjalankan tugasnya. Dalam menjalankan aktivitas usahanya, PERUM PEGADAIAN

menerapkan struktur organisasi fungsional. Jenis struktur organisasi ini mengelompokkan orang berdasarkan fungsi yang mereka lakukan dalam kehidupan profesional atau menurut fungsi yang dilakukan dalam organisasi. D. Deskripsi Tugas 1. Dewan Pengawas Fungsi : 1) Melakukan pengawasan atas kebijakan Direksi dalam menjalankan perusahaan. 2) Memberikan nasehat kepada Direksi sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya sebagaimana diatur dalam anggaran dasar. 3) Memastikan dan berupaya terselenggaranya pelaksanaan Good Corporate Governance dalam setiap kegiatan usaha perusahaan. 4) Mengarahkan, memantau serta mengevaluasi pelaksanaan

kebijakan strategis perusahaan. 2. Direksi, memiliki 4 sub bagian, yakni : 1) Direktorat Keuangan : a. Divisi Treasury Tugas Pokok : 1. Melaksanakan kebijakan pendanaan perusahaan sesuai dengan prinsip pengelolaan pendanaan yang berlaku. 2. Melaksanakan strategi optimalisasi return kinerja keuangan dan likuiditas perusahaan. 3. Melaksanakan analisa pasar keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam rangka mengurangi resiko pasar perusahaan.

4. Melaksanakan

studi

kelayakan

kinerja

keuangan

proyek/bidang diri. 5. Melaksanakan pengelolaan invoicing dan penagihannya untuk menunjang optimaisasi cashflow perusahaan. Fungsi : 1. Merumuskan Sasaran Mutu Unit Kerja dan Prosedur Mutu Unit Kerja yang merupakan penjabaran dari Kebijakan Mutu, dan Sasaran Mutu Perusahaan yang telah ditetapkan. 2. Menyusun dan merevisi Sasaran Mutu dan Prosedur Mutu Unit Kerja. 3. Tersajinya kajian kelayakan investasi dalam surat-surat berharga, akuisisi, merger, dan privatisasi. 4. Dilaksanakannya pengembangan yang berkelanjutan terhadap Sasaran mutu Unit Kerja dan Prosedur Mutu Unit Kerja yang mengacu kepada Kebijakan Mutu Perusahaan yang telah ditetapkan. 5. Mengevaluasi dan mengajukan usulan kelayakan investasi kepada Direksi. b. Divisi Akuntansi Tugas Pokok : 1. Mengkoordinasikan pengendalian kegiatan Akuntansi Manajemen, Keuangan, Sistem Informasi Keuangan, dan kegiatan Pembinaan Usaha Kecil & Koperasi (PUKK). 2. Melakukan analisis terhadap laporan keuangan dan laporan akuntansi manajemen perusahaan. 3. Melaksanakan pengendalian dan pengawasan bidang keuangan sesuai dengan target yang ditentukan 4. Mengkoordinasikan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

5. Mengusulkan sistem dan prosedur akuntansi dan keuangan yang memadai untuk pengembangan sistem informasi akuntansi & keuangan dan bentuk-bentuk pelaporan. 6. Mengevaluasi dan menyampaikan laporan keuangan (neraca, laporan laba/rugi, laporan arus kas) yang auditable secara berkala beserta perinciannya (bulanan, triwulan maupun akhir tahun) sesuai dengan kebijakan akuntansi kepada Direksi. 7. Mengevaluasi kajian kelayakan investasi dalam suratsurat berharga, akuisisi, merger dan privatisasi. 8. Mengevaluasi dan menyampaikan bahan-bahan laporan untuk Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) kepada Direksi. 9. Melaporkan kinerja manajemen unit operasi terhadap anggaran dan standar biaya dan memberikan penjelasan disertai rekomendasi perbaikan yang diperlukan. 10. Melaksanakan perencanaan dan pengendalian anggaran bulanan, triwulanan dan tahunan. 11. Memeriksa pengajuan Rencana Kebutuhan (RK) dan uang kas kecil (petty cash). 12. Memberikan pertimbangan mengenai kebutuhan dana yang tidak tersedia alokasi anggarannya dan kebutuhan dana lain di luar anggaran. 13. Menghitung harga pokok dan mengusulkan penetapan tarif. 14. Mengevaluasi rencana kebutuhan biaya operasional dan modal kerja serta rencana penerimaan dan pengeluaran kas. 15. Mengelola berharga. alat-alat pembayaran dan surat-surat

16. Mengevaluasi penutupan asuransi dan tuntutan ganti rugi. 17. Mengevaluasi perhitungan kewajiban perpajakan sesuai Undang - Undang Perpajakan. 18. Menyelenggarakan program bantuan dan pembinaan terhadap Usaha Kecil dan Koperasi. 19. Mengkoordinasikan penyelesaian piutang macet ke Direktorat Jenderal Piutang Lelang Negara, Komisaris dan Pemegang Saham. 20. Melakukan kompilasi, analisis dan evaluasi piutang usaha dari unit usaha setiap bulan. 21. Menyiapkan laporan kegiatan Divisi secara benar dan tepat waktu. Fungsi : 1. Mengusulkan perubahan/penggeseran anggaran kepada Direktur Keuangan & Umum. 2. Melakukan perubahan nomor rekening. 3. Melakukan perubahan bentuk laporan keuangan. 4. Meneliti dan menandatangani R/K. 5. Mengusulkan mata anggaran kepada Direktur

Keuangan & Umum. 6. Menandatangani berlaku. 7. Meneliti/memeriksa dan mengusulkan perubahan cek/giro sesuai ketentuan yang

kebijakan akuntansi kepada Direktur Keuangan & Umum. 8. Mengkoordinasikan penyusunan Laporan Manajemen Perusahaan 9. Menerima atau menolak permintaan pembayaran dari unit kerja. 10. Mengajukan pembayaran seluruh kewajiban perusahaan (perpajakan, retribusi, dan dividen) serta

pertanggungjawaban pihak yang berwenang.

keuangan

perusahaan

kepada

11. Sebagai koordinator dalam pengembangan sistem informasi akuntansi & keuangan. 12. Mengusulkan kepada Direksi pemberian bantuan modal dan program hibah dalam rangka pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi. 13. Mengusulkan kepada Direksi bantuan bina lingkungan kepada masyarakat di sekitar wilayah perusahaan (Community Development). 14. Mengusulkan kepada Direksi penghapusan piutang macet. 15. Menandatangani laporan analisis dan evaluasi piutang usaha. 2) Direktorat Operasi dan Pemasaran, memiliki sub bagian : a. Divisi Usaha Gadai b. Divisi Usaha Syariah c. Divisi Usaha Lain 3) Direktorat Pengembangan Usaha, memiliki sub bagian : a. Divisi Litbang Tugas Pokok : 1. Bertanggung jawab untuk menghasilkan SDM yang berkualitas, idealis dan profesional. 2. Melakukan kegiatan penelitian-penelitian untuk

kemajuan perusahaan dan pendelegasian dalam diklat maupun seminar 3. Berkoordinasi dengan semua unit kerja mengenai semua data pendukung berkaitan dengan aktivitas perusahaan dan masalah-masalah yang dihadapi. 4. Secara berkala melakukan kajian secara komprenhensif terhadap aktifitas operasional perusahaan untuk

memastikan bahwa pelaksanaan aktifitas operasional

tersebut tetap berpedoman terhadap Kebijakan Umum Direksi, Ketentuan-ketentuan Internal serta UndangUndang, dan Peraturan yang berlaku b. Divisi T Tugas Pokok : 1. Mengarahkan pelaksanaan proses pengembangan

sampai dengan uji-coba, dan migrasi software sistem aplikasi dan sistem data base komputer, networking communication system. 2. Mengawasi operasionalisasi sistem komputerisasi

kantor cabang pegadaian (Kanwil) diseluruh Indonesia. 3. Mengarahkan dan mengawasi pelaksanaan operasional seluruh sistem. 4. Menyusun rencana pengembangan sistem informasi manajemen secara terintegrasi. 5. Menyusun rencana sistem perekaman dan pengamanan data dan informasi yang ada. 6. Melakukan fungsi pelayanan instalasi software seluruh unit yang membutuhkan. 7. Mengkoordinasikan, mengarahkan, dan mengawasi pelaksanaan pengadaan sistem komputerisasi. Dalam hal ini bertugas memberikan spesifikasi dan standarisasi teknis atas seluruh kebutuhan hardware dan software komputer . 8. Mengembangkan website kantor PERUM Pegadaian. 9. Mengembangkan software sistem informasi manajemen dan mengolah data menjadi informasi yang dibutuhkan unit-unit. 10. Mengembangkan sistem pengamanan data dan sistem informasi yang dikembangkan. 11. Mengendalikan langsung semua sistem informasi manajemen yang

12. dikembangkan di unit-unit kerja menuju sistem informasi manajemen data perekaman database yang terintegrasi. c. Divisi Manajemen Resiko Tugas Pokok : 1. Menyusun, memelihara dan melakukan pengkinian Pedoman Manajemen usaha Risiko gadai Perusahaan, serta sesuai / dan

perkembangan perkembangan

perubahan Peraturan

Undang-Undang,

Ketentuan di bidang Kepatuhan dan Manajemen Risiko Usaha Gadai. 2. Melakukan telaah kajian secara komprehensif terhadap draft / proposal aktifitas / produk baru yang akan dilakukan perusahaan, untuk memastikan rencana tersebut mematuhi (comply) terhadap Undang-Undang, Peraturan dan Ketentuan yang berlaku. 3. Secara berkala melakukan kajian secara komprenhensif terhadap aktifitas operasional perusahaan untuk

memastikan bahwa pelaksanaan aktifitas operasional tersebut tetap berpedoman terhadap Kebijakan Umum Direksi, Ketentuan-ketentuan Internal serta UndangUndang, dan Peraturan yang berlaku. 4. Melakukan telaah / kajian secara komprehensif terhadap draft Sistem dan Prosedur yang disusun sebelum disahkan sebagai Pedoman Operasional Usaha Gadai, sehingga Sistem dan Prosedur tersebut memenuhi aspek Kepatuhan dan sesuai dengan prinsip-prinsip

Pengendalian Risiko yang memadai. 5. Melakukan telaah / kajian secara komprehensif terhadap draft Surat Keputusan Direksi, dan Surat Edaran Direksi, sebelum ditanda-tangani oleh Direksi, sehingga Surat Keputusan dan Surat Edaran Direksi tersebut

memenuhi aspek Kepatuhan dan sesuai dengan prinsipprinsip Pengendalian Risiko yang memadai. 6. Menyusun, menganalisa dan melaporkan Profil Risiko perusahaan per bulan, paling lambat tanggal 21 (dua puluh satu) setelah akhir bulan laporan, dan

disampaikan kepada Direksi dan di Laporkan ke Dewan Pengawas setiap triwulan. Laporan dimaksud minimal meliputi hal-hal sebagai berikut: Identifikasi risiko, Profil risiko dan Langkah-langkah yang harus dilakukan perusahaan tersebut. 7. Menyusun Laporan Tingkat Kesehatan perusahaan per bulan, dan mengkoordinasi laporan untuk seluruh cabang di Indonesia paling lambat 15 (lima belas) hari kerja setelah akhir bulan laporan. 8. Mengkaji, menginventarisir semua produk gadai baru dan aktivitas baru untuk mengantisipasi risiko-risiko yang ditimbulkan sebelum implementasi produk baru dan aktivitas baru. 4) Direktorat Umum dan SDM, memiliki sub bagian : a. Divisi SDM Tugas Pokok : 1. Mengkoordinasikan perumusan perencanaan dan pemberdayaan pegawai (man power planning), sesuai kebutuhan Perusahaan. 2. Mengkoordinasikan perumusan sistem pengadaan, penempatan dan pengembangan pegawai. 3. Mengkoordinasikan kebijakan imbal perumusan jasa sistem dan dengan untuk meminimalisasi resiko-resiko

pegawai

mempertimbangkan "internal / external equity". 4. Bersama Manajemen merumuskan pola

pengembangan organisasi perusahaan.

5.

Menyelenggarakan Sistem Informasi SDM dalam suatu data base kepegawaian.

6.

Mengkoordinasikan

perumusan

Kebijakan

perencanaan, pengorganisasian dan administrasi program Pendidikan dan Latihan (Diklat). 7. Menyiapkan program-program penelusuran bakat, pembinaan kepribadian dan pelatihan ketrampilan bagi Pegawai dengan tujuan termanfaatkannya potensi Pegawai secara maksimal demi kepentingan kedua belah pihak. 8. Melakukan kajian dan evaluasi terhadap efektifitas program dan kontribusi peraturan bagi

perkembangan perusahaan. 9. Mengevaluasi Hasil penilaian kinerja seluruh Pegawai yang telah dilaksanakan bersama para atasan langsung. 10. Merumuskan Sasaran Mutu Unit Kerja dan Prosedur Mutu Unit Kerja yang merupakan penjabaran dari Kebijakan Mutu, dan Sasaran Mutu Perusahaan yang telah ditetapkan. 11. Menyiapkan laporan kegiatan Divisi secara benar dan tepat waktu. Fungsi : 1. Mengkoordinasikan kegiatan pengelolaan

kepegawaian, pengembangan SDM perusahaan 2. Mengusulkan kepada Direksi tentang pengesahan sistem dan kebijakan di bidang Kepegawaian. 3. Mengusulkan kepada Direksi tentang program dan pelaksanaan pengadaan, penempatan dan

pengembangan Pegawai sesuai dengan tuntutan kebutuhan Perusahaan.

4. Mengusulkan kepada Direksi untuk memberikan penghargaan atau hukuman Pegawai sesuai hasil penilaian kinerja Pegawai yang bersangkutan. 5. Mengusulkan kepada Direksi untuk menindak lanjuti hasil Diklat dalam bentuk promosi, mutasi dan demosi. 6. Menerima atau menolak hasil penilaian kinerja Pegawai dari atasannya setelah dilakukan evaluasi. 7. Menyetujui daftar pembayaran yang menjadi hak pegawai sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 8. Menerima atau menolak usulan program dan peserta Diklat dari Unit Kerja. b. Divisi Logistik Tugas Pokok : 1. Menyelenggarakan kebijakan pengadaan barang dan jasa sesuai kebutuhan perusahaan. 2. Menyelenggarakan penyediaan dan distribusi air, listrik, AC, telepon, PABX dan Faksimili untuk keperluan kantor pusat. 3. Menyelenggarakan administrasi, penempatan,

penyimpanan dan penggunaan peralatan, inventaris, fasilitas kantor. 4. Menyelenggarakan administrasi dan pengaturan, penggunaan, kebersihan, pemeliharaan kendaraan dinas. 5. Menyelenggarakan kegiatan pemeliharaan dan

kebersihan gedung, halaman, taman, dan lapangan parkir kantor pusat. 6. Menyelenggarakan kegiatan pelayanan kantor, serta pengaturan, penataan dan penggunaan ruang

kantor/ruang rapat.

7. Mengelola persediaan ATK dan cetakan kantor pusat. 8. Menyediakan perlengkapan dan peralatan kerja yang diperlukan kantor pusat dan atau perusahaan (komputer, operasional). 9. Mempersiapkan fasilitas untuk kegiatan rapat kerja, kunjungan kerja perjalanan dinas dan penerimaan tamu perusahaan. Fungsi : 1. Menyelenggarakan pemantauan keberadaan barangbarang inventaris,peralatan kantor dengan catatan akuntansi untuk keperluan audit secara berkala. 2. Merencanakan dan menetapkan pendistribusian peralatan dan perlengkapan. 3. Mengadakan kerja sama dengan divisi lain dalam kaitannya terhadap tugas-tugasnya. 4. Memberikan saran dan pendapat kepada ketua umum dalam kaitannya dengan tugas-tugasnya. 5. Menyelenggarakan kegiatan pemeliharaan dan kendaraan dinas, kendaraan

penggantian peralatan inventaris kantor pusat. c. Divisi Diklat (Pendidikan dan Pelatihan) Fungsi : 1. Perumusan kebijakan dan pelaksanaan tugas teknis dibidang pengkajian, pendidikan dan pelatihan teknis, fungsional serta kepemimpinan dan umum. 2. Penyelenggaraan pembinaan dalam bentuk

pendidikan dan pelatihan untuk pegawai lama dan pegawai baru. 3. Pelaksanaan pelayanan administrasi internal dan eksterna/ Divisi Diklat memiliki sub bagian :

a. Manajer Diklat Tugas pokok : 1. Melakukan diklat. 2. Mengontrol pelaksanaan diklat berlangsung. 3. Bertanggung jawab terhadap pelaporan aktivitas diklat kepada direktorat SDM dan Umum. b. Manajer Administrasi Tugas pokok : 1. Menyusun kebijakan dan sistem pengawasan atas pelaksanaan administrasi umum di monitoring proses manajemen

lingkungan Divisi Diklat Kantor Pusat PERUM Pegadaian. 2. Pemberian usulan tindak lanjut temuan hasil pengawasan dan pemeriksaan; 3. Pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan tindaklanjut hasil pengawasan dan pemeriksaan; 4. Penyusunan rencana kerja pelaksanaan tugas dan fungsinya serta evaluasi dan pelaporan atas pelaksanaannya. c. Manajer Akademik

BAB III PELAKSANAAN MAGANG

A. Bentuk Kegiatan Magang Selama penulis melaksanakan praktek magang pekerjaan yang penulis laksanakan setiap harinya adalah sebagai berikut : 1. Pengenalan Perusahaan dan Sosialisasi pada Staf dan Karyawan Hari pertama praktek kerja lapangan Saya diberi satu modul yaitu Struktur Organisasi dan Job Deskripsi yang berisikan mengenai Surat Tugas, wewenang, dan tanggung jawab Staf dan Standard Operational Procedure (SOP), buku laporan tahunan perusahaan periode 2010 yang menggambarkan posisi keuangan tahun 2010. Kami memperkenalkan diri kesetiap staf / karyawan Perum Pegadaian UPC Plaza Medan Fair. Kami juga diberikan pengarahan kegiatan yang harus dilakukan selama praktek kerja lapangan, serta peraturan yang ada di Perum Pegadaian. 2. Meregestrasi surat masuk kedalam surat masuk internal, surat masuk eksternal, dan surat masuk diklat. Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah : Memilih surat sesuai dengan bagiannya (internal,eksternal,diklat) Mencatat nomor Agenda,tanggal penerimaan surat,tanggal surat,nomor surat,pengiriman surat perihal surat tembusan. Kemudian memberikannya kepada pengelola UPC.

3. Memasukkan Nota Dinas ke Sekretariat Direksi. Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah : Memilih Nota dinas yang akan dimasukkan. Kemudian diberikan tanda tangan direksi dan diberikan stempel pada surat tersebut. 4. Mengarsip Surat-surat sesuai dengan isinya. Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah : Memilih surat-surat yang akan diarsip. Sesuai dengan Arsipnya :

SBK Pelunasan Pinjaman Rincian Uang Laporan Harian Surat Surat Cabang. 5. Membuat Stempel pada Surat yang Sudah ditandatangani Manajer Cabang atau Pengelola UPC. Adapun Langkah-Langkah yang dilakukan adalah : Mengenal surat yang sudah ditandatangani Direktur / Manajer / Pengelola. Membubuhkan Stempel sesuai dengan tembusannya yaitu : Stempel Kantor Pusat. Stempel direksi. 6. Fotocopy dokumen-dokumen Sebelum diserahkan / didistribusikan ke UPC-UPC dokumen terlebih dahulu di fotocopy sebagai pertinggal. 7. Mendistribusikan Nota Dinas sesuai dengan divisi-divisi yang dituju. Nota dinas yang sudah keluar disampaikan kepada divisi-divisi yang ditujukan. 8. Menyusun Laporan Harian Adapun Langkah Langkah yang dilakukan : Disusun Berdasarkan Nomor Surat Dipisahkan mana Debet dan Kredit Memberikan Stempel pada nama Manajer/Penglola Meminta tanda tangan Menyusun surat sesuai dengan warna kertas

Dengan Cara melihat nomor surat dan perihal isi nya sesuai dengan yang tercantum diatas. 9. Menggunakan alat-alat kantor Selama praktek kerja lapangan berlangsung, penulis diberi kesempatan untuk menggunakan alat-alat kantor yang tersedia di PERUM

PEGADAIAN, seperti telephone, komputer, lampu UV, timbangan, alat deteksi berlian,air uji, dan mesin faximile. B. Prosedur Kerja Magang Pelaksanaan magang pada dasarnya dilaksanakan pada semester Genap (B) yaitu pada semester VIII. Namun magang boleh dilaksanakan apabila: a. Mahasiswa telah menyelesaikan perkuliahan minimal 110 beban sks; b. Indeks Prestasi umulatif (IPK) minimal 2,01; c. Mahasiswa telah lulus mata kuliah metodologi penelitian dengan nilai minimal C. Pelaksanaan magang mengikuti tahapan-tahapan seperti berikut ini: a. Mahasiswa mengajukan permohonan magang kepada pimpinan program studi; b. Mahasiswa mendiskusikan persiapan magang kepada dosen pembimbing magang; c. Mahasiswa melakukan magang ke lokasi magang yang telah disetujui pimpinan program studi; d. Mahasiswa menyusun laporan magang dan melakukan pembimbingan laporan magang kepada dosen pembimbing; e. Mahasiswa memperoleh nilai magang dari instruktur dan dosen pembimbing; f. Mahasiswa mengesahkan laporan magang kepada instruktur magang, dosen pembimbing magang, ketua program studi dan Pembantu Dekan I. g. Mahasiswa memperoleh nilai akhir di dalam Kartu Hasil Studi (KHS) C. Kendala Kerja dan Pemecahannya Ada beberapa hambatan yang ditemukan sehubungan dengan kegiatan magang yang dilakukan penulis, yaitu : a. Pada awal magang, penulis harus beradaptasi langsung dengan dunia kerja yaitu ada rasa kekhawatiran ataupun bingung untuk melakukan aktivitas yang harus dikerjakan. b. Kesulitan untuk membuat segala jenis administrasi karena tidak ada pedoman secara tertulis.

c. Banyaknya jenis surat yang harus dipelajari untuk dijadikan panduan untuk surat selanjutnya. Adapun solusi atau upaya untuk pemecahan hambatan-hambatan tersebut antara lain: a. Penulis melakukan komunikasi dengan para karyawan, agar dapat mengerti dengan pekerjaan yang harus dikerjakan. b. Konsultasi dengan instruktur magang untuk menyelesaikan masalahmasalah yang ditemukan setiap terbentur dengan masalah. c. Mempelajari dengan sungguh-sungguh semua jenis surat yang dijadikan panduan. Dan yang perlu kita perhatikan dalam mengatasi kendala-kendala tersebut adalah keihklasan dalam melakukan dari setiap pekerjaan. Begitupun Penulis dalam mengatasi kendala-kendala tersebut dengan berusaha dan belajar untuk bekerja secara ikhlas dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh

pembimbing di tempat Penulis melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan Berdasarkan pengamatan dan pelaksanaan kami selama Magang, dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: a. Penulis telah memperoleh pengetahuan praktis dan pengalaman dalam menghadapi masalah-masalah di dunia kerja nyata sehingga dapat menyadari dan memahami kompleksitas dunia kerja serta mempelajari cara pemecahan masalah secara teoritis dan praktis. b. PERUM PEGADAIAN berbentuk Perusahaan Umum BUMN,dibidang jasa keuangan, dimana para pemegang saham adalah Pemerintah Pusat. c. Fungsi dari pendirian PERUM PEGADAIAN yaitu dengan memberikan solusi keuangan yang terbaik kepada masyarakat melalui penyaluran pinjaman skala mikro, kecil dan menengah atas dasar hukum gadai dan fidusia. d. PERUM PEGADAIAN merupakan Lembaga Keuangan Nonperbankan yang saat ini telah memiliki 20 kantor cabang, 20 cabang pembantu, 29 kantor kas, 1 payment point, 30 unit ATM, 15 kas mobil, 3 cabang syariah, 1 cabang pembantu syariah. B. Saran a. Bagi Mahasiswa Sebaiknya carilah tempat Magang yang sesuai dengan jurusan dalam perkuliahan guna teori yang didapat diperkuliahan dapat lebih dipahami. Sebelum melaksanakan Magang sebaiknya mahasiswa mempersiapkan diri dengan baik guna lebih memahami tugas yang akan dikerjakan. Sebaiknya mahasiswa merumuskan dan membuat program kerja informasi apa yang ingin diperoleh dari Magang. Jika kurang dalam pemahaman tugas yang diberikan, jangan ragu untuk menanyakannya kembali agar memperoleh informasi yang lebih jelas.

b. Bagi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ( UMSU ) Kami sangat berharap nama baik UMSU dapat terus terjaga, sehingga calon Magang tahun tahun yang akan datang lebih mudah diterima sebagai mahasiswa Magang. Pada saat melaksanakan Magang sebaiknya dosen pembimbing sering mengadakan kunjungan keperusahaan guna memantau perkembangan mahasiswa Magang.

Lampiran