Anda di halaman 1dari 11

Terjungkal [Dari vonturgo@mail.com] Waktu itu saya masih SMP.

Saya kadang suka jalan-jalan ke tengah kota dengan beberapa teman. Saat itu kami sedang jalan berlima. Setelah berjalan-jalan kurang lebih 3 jam, kami akhirnya capek dan lapar juga, dan kami memutuskan untuk makan siang sekalian melemaskan kaki. Akhirnya kami makan di sebuah warung kaki lima, dan makan disitu. Lupa makan apa. Waktu itu warung lagi sepi, dan hanya kami berlima yg makan disitu. Kebetulan kami duduk bersebelahan di sebuah bangku kayu. Selang beberapa menit, ada seseorang datang dan duduk satu bangku dengan kami. Dia duduk di ujung kanan. Kira-kira 10 menit kemudian, kami sudah selesai makan, dan teman saya sudah bayar. Kami berdiri... dan kebetulan berdiri hampir bersamaan... apa yg terjadi... orang yg duduk dipojok kanan terjungkal karena dia duduk diujung bangku kayu. Dan yg bikin lebih parah, semua makanannya tumpah di seluruh badannya. Waktu itu kami pengen ketawa tapi nggak berani. Dan dia kayaknya pengen marah, tapi juga nggak bisa soalnya kita memang nggak sengaja. Mendengung [Dari lilyn@telkom.net] Ini ada cerita lucu ketika aku masih kecil. Kala itu adikku masih umur 5 thn dan aku sudah 10 thn karena jaraknya 5 taon. Ketika ibuku menyuruh kami ke warung untuk membeli minyak tanah, kami tidak mau. Aku yg paling gedhe tidak mau, akhirnya adikku sendiri yg berangkat membelinya. Setelah ditunggu sampai 1/2 jam adikku belum pulang juga, waktu sudah mulai petang sekitar jam 1/2 7 malem. Sudah mulai gelap dan jarang orang lewat di jalan depan rumahku. Akhirnya ibu menyuruhku menyusul adik ke warung. Ketika sampai di warung ternyata adikku masih nongkrong disana sambil sesenggukan nangis. Kutanya dia kenapa menangis?? ternyata adikku cerita kalau sewaktu dia berangkat tadi dia berlari supaya cepat dan tidak kemalaman sampai dirumah nanti. Tapi setelah dia berlari kencang, dia mendengar suara "mendengung" yang semakin keras. Semakin cepat dia berlari semakin cepat pula suara itu. Aku heran juga, namun setelah kutanya-tanya, ketika adikku membawa botol isi minyak menghadap ke arah dia berlari, dan mesti saja botol itu akan bunyi jika keadaannya kosong dan diterpa angin!!!! sehingga bunyi dengung itu benar!! Hahha...akhirnya setelah sampai di rumah, aku ceritakan kejadian itu, dan semua tertawa kasihan melihat muka adikku yang masih bego. Burung Pak Tentara [Dari aloha_user@solonet.co.id] Suatu ketika saya main ke rumah saudara saya yang ada di Semarang. Sampai disana, saya berjalan-jalan keliling kota. Saat melintasi daerah srondol yang terkenal dengan burung bangau yang tinggal di atas jalan. Kebetulan pula di daerah srondol merupakan asrama tentara. Adek saya

yang belum sekolah bertanya pada ibu saya. "Ma, rumahnya kok luas?". "Iya itu rumah pak tentara!" jawab ibu saya. setelah mendapat jawaban itu. Adek saya mendongak ke atas sambil berteriak. "Ma, burungnya pak tentara gedhe!" kontan saja ibu saya marah. Namun setelah tau apa yang dimaksud, dia akhirnya bisa tertawa. Kisah Permulaan Semester [ Dari linda_handoko@hotmail.com] Nih gue ada kisah lucu, waktu itu kan permulaan semester trus gue ngambil pelajaran statistik gue masuk tanpa persiapan apa-apa, cuma buku kosong dan bolpen doang, gue kira seperti biasanya cuma mencatet apa yang guru ngomongin. Pas gue masuk tuh kelas ribut buanget, maklum hari pertama masuk, trus gue duduk disebelah temen gue, ternyata orang-orang pada punya buku fotocopyian dari guru yang wajib dibawa kesetiap kelas dan gue nggak punya trus gue tanya ama temen gue dapet bukunya dimana ? dia bilang ambil di kantor bawah. gue pikir percuma aja masuk tanpa tuh buku. pas waktu itu tuh guru jadi kesel ama anak-anak yang pada ribut nggak karuan. Si guru bilang "Kalo pengen ngobrol terus nggak pengen belajar sekarang waktunya buat cabut jangan entar ditengah-tengah kelas ". Reseknya pas tuh guru ngomong gitu kenceng-kenceng gue secara nggak sengaja berdiri pengen ngambil buku pelajaran di kantor bawah. Waduh malunya semua orang ngeliatin gue, udah terlanjur gitu mendingan gue keluar aja deh, resek malunya.... Bloommm [Dari ODRI_ZONE@iamyours.com] Gue lage mau foto box neh daripada gue mati gaya ndirian gue ngajakin nyokap buat poto juga tapi mungkin die lom pernah kali ya trus tuh kalo kitanya udah siapkan trus "Tempatkan posisi anda,siappp 1,2,...." nah tiba-tiba pas tuh mau ke 3 nyokap gue triakk "blomm blommm....." ya jelaslah itu kan cuman rekaman die mana ngerti ya . Hasilnya tuh poto cacat lahh guenya ktawa ngakakk nyokap gue mulutnya "o" bulet gitu ya klo ngomong oo gimana seh jadinya pas kepoto oo gituu . huahuahua...... Yang Ini Dulu Dicobain [Dari smi_aliakbar@hotmail.com] Ini cerita teman ku, sewaktu aku masih kerja di Perusahaan terbesar di Sumatera Barat (NB: Sudah Tiga tahun ini, Aku sudah di Salah satu perusahaan Petrochemical di Cilegon). Ceritanya gini : Pada bulan September 1996 ada pertandingan Brigde di Bali, jadi teman ku ini dikirim dari perusahaan dengan beberapa orang lainnya selama satu bulan.

Jadi sewaktu pertandingan udah selesai dan sudah kembali lagi ke tempat kerja masing-masing dan ke esokan harinya dia cerita bahwa semalam istri dan anak-anaknya minta oleh-oleh dari dia. Hal ini udah difikirkannya jauh sebelum dia mau balik dari Bali. Dimana anak-anaknya dibeli in baju dari Bali yang bagus-bagus dan aneka kerajinan dari tangan. Sementara istrinya semenjak dia balik sampai sore diam aja, dia mengharapkan suami akan mengasih oleh-oleh yang bagus juga buat dia, tapi ngak dikasih in juga. Suami mau istirahat ke tempat tidur, istrinya nanya; "Uda mano oleh-oleh untuk Ambo". Suaminya (red; temanku ini) ngomong; "O iyo, Uda lupo, Sebentar yo Uda ambilkan". Kemudian oleh-oleh itu dikasih in ke istrinya dan dibuka sama istrinya, ternyata yang dibeikan suaminya itu hanya CD (celana dalam), dan istrinya bilang; "Rancak bana yo Da, Pasti Mahal hargonyo". Terus suaminya ngomong; "bagusnya di cubo dulu". Dan dengan lugunya istrinya nyoba in. CD yang baru mau di pakai, suaminya ngomong; "Bagusnya yang dipakai sekarang di copot dulu" dan istrinya langsung melepaskan CD yang terpasang itu, kemudian yang disaih suaminya itu mau dipasang, tapi suaminya ngomong lagi; "SEBELUM YANG ITU DICOBA, BAGUSNYA YANG INI DULU DICOBA IN", maksudnya cobakan itunya dulu (pen**), soalnya sudah sebulan nggak nich.. Buarrrrr,,, haaa,haaa, semua orang yang dengar langsung ketawa. Teman Chatting [Dari zarmanupt@usa.net] Begini Ceritanya ! Saya bekerja di sebuah warnet yang tak jauh dari kota. Kebetulan warnet itu termasuk warnet yang paling murah di kotaku. Pada suatu hari Ada 2 orang gadis yang lagi rental di tempatku. Pada saat itu dia lagi Chatting, setelah saya perhatikan beberapa saat maka timbul ideku untuk ngerjain dia, kemudian saya pura-pura perbaiki komputer di sebelahnya dan sesekali melirik untuk melihat channel mana ? dan nicknya apa ? setelah itu kami akhirnya kenalan dalam chatting. Setelah itu saya mengajukan pertanyaan " Ada pic nggak ? ", lau dia jawab " Nggak ada !, u punya yah ". Gue jawab "Ada mau ?".Lalu aku kirimkan foto saya ke emailnya. Kemudian saya ke sampingnya lagi pura-pura perbaiki komputer sambil memperhatikannya chatting. kemudian dia membuka

emailnya lalu memperhatikan foto tersebut, dan berbalik ke pada saya "Eh mirip yah !, lalu dia kembali menatap saya "pict kakak yah ! ", langsung aja dia menunduk karena malu. langsung gue ngaaakakk sampe gue sakit perut. Gara-Gara Sepatu [Dari sisilia@traknus.co.id] Pada hari senin seperti biasa gue masuk kantor, baru beberapa menit gue duduk, gue dapat telpon dari temen sekantor gue, satu divisi, begini percakapannya: Glenda: "Ton! Bos udah dateng? " Gue: "siapa nih?" Glenda: "Gue, Glenda" Gue: "Kenape Lue?" Glenda: "Gue kayaknya engga bisa ke kantor deh?" Gue: "Kenapa emangnye, elu sakit?" Glenda: "engga, gue malu nih ngomongnya..." Gue:"kenapa emangnya, ngomong aja.." Glenda:"gini....tadi pagi kan gue udah siap-siap mau pergi ke kantor, terus gue pakai kaos kaki, pas gue mau pakai sepatu, sepatu gue engga ada, biasanya kan gue taro di luar di rak sepatu, gue tanya sama orang rumah engga ada yang tau" Gue: "emangnya elu engga ada sepatu lagi?" Glenda: "Engga ada... itu sepatu satu-satunya, gue mesti gimana dong.... gue mesti bilang apa nih ama bos....masa gue bilang ama bos gue engga masuk kerja gara-gara hilang sepatu, kan engga lucu" Gue:"Elu pinjem ama temen-temen lue dong? Glenda: "Engga ada yang muat" Gue:"wah repot juga lue, ya udah, entar gue bilang sama bos elu engga masuk karena sakit." Si Tukang Lontong [Dari d1yah@satumail.com] Aku punya cerita nich, begini ceritanya : Di tempat kost aku tinggal ada tempat kost juga buat cowok. Nach pada malam hari ada seorang cowok yang iseng. Dia naruh uang mainan dijalan, pas kebetulan tak lama kemudian ada tukang jualan lontong. Dengan pura2 gatal dia garuk2 kaki padahal mau ngambil tuch uang. Pas dia ngambil dia jadi sewot soalnya uang itu dari kejauhan di tarik sama anak itu. Semua serentak ketawa terbahak-bahak. Saking mankelnya tukang lontong

itu ndorong gerobaknya kencang. Tapi pas di tikungan dia nabrak tiang. brakkkk .... gedubrak serentak semua terbahak-bahak di buatnya .. Keretanya Jam Berapa [Dari susworo@apl.com] Ini mungkin pengalaman saya yg tak terlupakan sampai akhir hayat Ceilahhh kayak lagu perjuangan... Setiap hari saya kalau berangkat kerja naik kereta.Pada suatu ketika sewaktu saya sedang asik-asiknya nunggu kereta ada seorang bapak-bapak setengah tua menghampiri saya dan di bertanya: Bapak2 : "Mas kalau kereta yg kearah surabaya jam brapa yah..? ( sambil menyeka keringat ) Saya: Oh..nanti sebentar lagi,kira kira 1/2 jam lagi...jawab saya. Bapak2 : (Sambil menyeka keringatnya dan agak bingung dia bertanyalagi ) Dan..kalau yg ke arah nganjuk jam berapa..? Saya: (agak kesel juga sich..) Kayaknya nggak ada tuh pak...?! Bapak2 : Oh..yah...kalau begitu yg ke semarang ada dong Mas....? Akhirnya saya jawab lagi. Saya: Ada tapi nanti sore kira-kira jam 17:00, memangnya bapak mau kemana...?? (sambil sedkit ngotot..) Bapak2 : Ah..enggak,..Saya cuma mau nyebrang ke arah peron sebelah. Cerita Lucu LainnyaHalaman 3 dari 3 Disangka Kosong [Dari julismardiany@catcha.com] Cerita ini kejadiannya waktu gue pas ada di Singapura. waktu itu gue ama temen-temem pengen banget naik MRT (merit rapid train) yach itung-itung ngerasain gimana sich keretanya orang luar dibanding ama jabotabeknya kita. Saking pengen banget naik kereta, biar bawaan banyak....maklum waktu itu abis belanja di Orchad.... kita nekat naik biar aja lach kalo penuh berarti emang nasib. Ternyata kereta emang agak penuh meski kagak desak-desakkan amat tapi ya terasa juga agak cape abis berdiri sich....mana dalem kereta kagak boleh makan dan minum aduh gila haus banget ya udah ditahan-tahanin aja. Setelah lewat kira-kira udah 9 stasiun ada pengumuman cuman karena gue ama temen lagi konsen pengen dapetin bangku kosong maka pengumuman yang menurut gue nggak jelas bahasa inggrisnya itu nggak diperhatiin. Pas berhenti disetasiun yang ke 10, orang banyak turun gue ama temen gue kesenangan

karena akhirnya dapet juga tempat duduk. Pas lagi menikmati asyiknya tempat duduk tiba-tiba ada orang berseragam yang deketin kami katanya "Kamu nggak ngerti ya kalo kereta ini mo transit dan kamu harus turun !!!! mana ngomongnya sambil bawa pukulan lagi dan sambil teriak aduh... kebayang deh saat semua mata orang yang udah pada turun duluan ngeliat kami rasanya malu banget ..... yach udah akhirnya dengan muka merah kami turun cepet-cepet sambil ketawa-ketawa nutupin malu. Kemping Apes [Dari mach@divre5.telkom.co.id] Kemping tanpa persiapan sekaligus perdana merupakan suatu hal yang menarik. Pas waktu pertama kemping itu aku bawa terpal sangat panjang, pas waktu dipasang ternyata lubangnya banyak sekali, dan menariknya pas malam hari turun hujan sangat deras sehingga dalam obrolan kami sepakat untuk pulang pagi harinya. Ternyata setelah pagi muncul, suasananya sungguh sangat indah, sehingga walau keadaan tenda sobek-sobek kami tetap kemping sampai tujuh hari. Pulang dari kemping ternyata terpal tersebut tertinggal dalam bus. Padahal terpal tersebut pinjam ditetangga jadinya ke-5 anak patungan untuk mengganti yang baru. Yach pinjam robek-robek harus ganti yang baru. Teh Mujarab [Dari pronet@indo.net.id] Hari itu hari Minggu. Sudah menjadi kebiasaan kami setiap hari libur kami berkumpul di rumah salah satu rumah teman. Ketika sedang asyik-asyiknya belajar bikin program, temenku yang kebetulan hari itu bertindak sebagai guru minta dibuatkan teh. Karena minggu yang lalu aku tidak ngumpul maka aku dihukum bikin teh buat anak-anak. Tanpa pikir panjang akupun menuju ke dapur. Karena dapur agak gelap aku tidak memperhatikan mana kaleng gula dan garam. Gelas demi gelas aku seduh, dan teh hangatpun siap dihidangkan. Biasa, sang guru yang jago programer langsung saja mencicipinya. Setelah diminum sedikit dia melotot ke arahku. Aku sedikit heran, akupun bertanya dalam hati "apakah aku salah ngasih gula". Trus dia berkata kepadaku "Maksih Ya An, Loe tahu aja kebutuhan gue'. Tak lama kemudian temen-temen yang lain dan mencicipinya. Tapi apa yang terjadi mereka langsung ke belakang dan muntah-muntah sambil ngomel-ngomel. He he, akupun cobain dikit..ternyata tehnya asin luar biasa. Semua kesal kepadaku kecuali si guru yang ternyata kena diare. Alhamdulilllah setelah minum teh buatanku keesokan harinya dia sembuh.

.Toilet Gelap [Dari Yusaka@catcha.com] Ini kejadian yang tidak disengaja. Hari sabtu siang pk.14.00 saya bermain sepakbola di Stadion Menteng, Jakarta. Oleh karena cuaca sangat cerah dan panas, maka sementara asyik bermain bola saya sebentar-sebentar mengambil air aqua gelas yang disediakan di sisi pinggir lapangan untuk menghilangkan dahaga. Pada saat peluit babak I ditiup, maka dengan gerakan lincah saya langsung berlari menuju toilet untuk buang air seni. Toilet itu letaknya dibawah tribun penonton dan tidak dilengkapi sarana penerang (lampu) sehingga keadaannya sangat gelap. Namun karena saya sudah mengenal lokasi/letak toilet tersebut maka meskipun gelap saya dapat mengetahui letaknya dengan tepat. Pada saat saya menuju pintu kamar kecil yang memang terbuka (tanpa pintu), dengan seketika saya mengeluarkan "jagoanku" dan hendak melepaskan tembakan ke pispot, namun tanpa disangka-sangka ternyata seorang anak remaja sedang duduk manis di toilet itu untuk membuang hajatan besarnya, anak itu pun spontan kaget begitu melihat saya berdiri dengan jagoanku yang siap menyerang, kontan anak itu berteriak...... Hoi....Hoi.....sabar pak sabar aku disini, .......dengan sedikit kaget akhirnya aku sampai membuang hajat kecil ke pintu dan berlari keluar/kelapangan dengan posisi masih siap menyerang pispot. Si Buta [Dari tokoh_an@yahoo.com] Kisah ini terjadi ketika aku masih kuliah semester 5. Karena aku tinggal di bogor dan kuliah di daerah Depok maka tiap hari aku naik kereta. Biasa, dikereta banyak orang minta-minta. Tapi ada peminta-minta yang kelihatannya pura-pura buta. Sambil berjalan dengan tongkatnya dia berjalan tertatih-tatih dengan mata terpejam. Waktu itu kami sedang ramai-ramai naik kereta, jadi hampir sederetan bangku adalah teman-temanku. Beberapa temen cewe ngasih, tetapi setelah beberapa langkah meninggalkan kami, salah seorang temen kami yang kebetulan berdiri nyeletuk "Ngga buta ngaku buta, nanti buta beneran lho!". Mendengar itu orang buta tadi berbalik dan

memukulkan tongkatnya ketemenku sambil "melotot" dan berkata "Loe anak kecil tau apa sih?". Kontan saja semua pada ketawa, orang buta kok melototin orang. He he .. Ketemu Bencong Lagi Nafsu [Dari cokex@plasa.com] Ceritanya ini pas awal puasa, udah lama sich sekitar 3 tahunan dari sekarang. awalnya gini,aku biasa begadang ampe pagi..aku pulang sekitar jam 3 pagi... niatnya sich mo sahur,nah...pas waktu lewat depan saloon aku dipanggil seseorang...kayaknya sich ibu ibu (aku sich nggak tahu kalo ternyata dia itu bencong) dia make daster panjang tanpa BH....aku nggak tahu kalo disaloon itu bencong..... ya udah aku samperin,aku kira sich mau minta bantuan apa gitu....ternyata dia mau ngajakin yang begitu begituan...aku sich kaget juga,aku pikir kalo cewek tulen beneran sich?? lain lagi cerita.... dia nyuruh ngajakin masuk,tapi akunya tetep bengong aja kayak orang bego.... trus dia ngetest dengan ngeluarin tetek nya...wah,aku sendiri ampe kaget, aku mikir kok punya tetek ya...lumayan gede sich....tapi akunya diem aja.... trus dia ngajakin terus.....mungkin dia pikir aku kurang puas kalo cuman di keluarin tetek satu,langsung aja dia keluarin teteknya semua....aku sampe merinding ngebayanginnya...kok bisa ya(masih polos polos nya sich) entah karena apa takut campur deg-degan,tanpa aku pikir lebih panjang lagi aku sempat bilang "wah...jangan dech mbak,besok kan udah puasa,saya mau pulang nich mau sahur..." langsung aja aku tinggalin dianya.....soalnya takut sich..hiiiiii nggak sampe itu aja..pas waktu dipertengahan jalan mau pulang tanpa disangka sangka "adikku" tahu tahu berdiri...sialan banget!!! (bukan karena aku punya kelainan,karena pikiranku aja kalo dia itu bener bener wanita tulen) itulah pengalamanku...bener bener hari sial banget....niat mo jalanin kewajiban aja dikasih cobaan dulu. Jaga Toilet [Dari an_pit@hotmail.com] Kejadian ini aku alami ketika sedang ngebet berat sama cewek pujaan. Waktu itu bulan Juli 1999,

bulan dimana ia berulang tahun. He he, karena masih canggung ke rumahnya, maka aku janji mau ngasih hadiahnya di kampus aja. Karena kami beda jurusan maka aku janjian di gedung serba guna di kampus kami. Tahu donk mau ketemu sang dewi janji Jam 11.00 WIB dateng jam 10.00 WIB. Akan tetapi ketika sampai di kampus aku lihat di gedung serba guna banyak orang, rupanya hari itu ada pendaftaran calon mahasiswa, dan tempat aku janjian ama dia (deket telepon umum) udah penuh dan berjubel. Akhirnya aku cari tempat yang agak sepi. Satu-satunya tempat yang agak sepi hanya di dekat toilet. Detik-demi detik berlalu, tak terasa sudah satu jam aku menunggu, ah gila belum dateng juga dia. Sedang bengong eh ada dua orang dateng..trus nanya "Mas, Toilet sebelah mana yaa?". Dengan agak kesal aku nunjukin juga. Ngga lama lagi ada yang dateng lagi dengan pertanyaan yang sama. Udah ngga keitung udah berapa orang yang nanyain "toilet dimana Mas?". Aku tertegun kenapa yaa kok pada nanya ama aku..aku baru sadar kalo udah tiga jam aku nongkrong di situ. "Ah, Gila" pikirku. Tapi demi ketemu sang dewi pujaan aku tetap bersabar ketika dateng ibu-ibu dan bilang "Mas, mau nitip sepatu nih!". Aku setengah tersentak dan terbengong-bengong dan sambil menahan ketawa aku melangkahkan kaki ke kantin. Aduhh, nasib-nasib.....mau ketemu pujaan hati malah disangka tukang toilet.... Rapat By Accident [Dari imam_noer@astaga.com] By condition, suatu hari kuajak anakku yang baru berusia 3 tahun ikutan rapat dosen di kampus. Tiba di kampus, ternyata rapat sudah dimulai. Dosen-dosen yang lain tampak agak kaget lihat aku bawa bawa anak ke ruang rapat. Tapi aku cuek saja. Apalagi anakku yang satu ini anteng kok. Benar saja, anakku tampak asyik bermain dengan mainannya sementara aku rapat. Sekali-sekali sih dia minta minum dan makanan kecil, tapi nggak mengganggu rapat. Tapi. "Abi, Fauzan mo e'e." tiba-tiba anakku menghampiri dengan wajah kecut. Aku kaget juga, lalu mencoba meyakinkan, "Fauzan mau pipis?" "Nggak. mo e'e!" serunya. Karuan saja dosen-dosen yang hadir mesem-mesem. Yah, aku pun pamit untuk menangani urusan yang satu ini. Begitu kembali ke

ruang rapat, kulihat masih ada dosen yang senyam-senyum. Rupanya baru kali itu ada dosen yang bawa anak ke ruang rapat, e'e lagi.! He, he, he.. 29.Dasar Idiot [Dari ashar105@hotmail.com] Ini merupakan kisah nyata ketika aku kelas 4 sd dulu. Ada seorang anak yg iq nya memang jongkok sekali umurnya sebaya dengan kakak saya jadi dia sering tinggal kelas. Pada waktu mau terima raport dia di kerjain teman2nya mereka bilang siapa yg raportnya merah semua berarti dia juara. Anak itu mendengar omongan temannya itu dalam hati dia berkata asyikk..mudah2-an nanti lapor saya merah semua. Setelah pembagian raport dia berlari-lari kegirangan orang yg lihat dia kan jadi heran???...lalu ada seorang ibu bertanya "nak,'kenapa kamu kok riang sekali...'.anak tadi menjawab dengan riang nya...saya juara bu ! lalu ibu tersebut melihat raportnya........ternyata merah semuanya. hehehehehe.... Maklum Orang Desa [Dari kutumbaba_15@hotmail.com] Suatu hari gue pergi naek gunung di LOMBOK, sama temen2 gue dan satu orang guide. Singkat cerita, pas udah nyampe di gunung kita bikin kemah...nah si guide-nya minta minuman ke gue, gue bilang "bikin aja tuh...ada teh di ransel gue". Dengan yakinnya si guide ngublek2 ransel gue terus dia nanya "mana tehnya mas...?" gue bilang "cari aja yg tulisannya sariwangi". Akhirnya dia ketemuin tuh teh...truss..di buka tehnya..eh dia bingung "mas tehnya kok gini sih?" (teh celup) "oohh..itu teh celup" gue bilang, "gimana cara buatnya mas..?" si guide nanya ke gue, "ceplungin aja ke dalem aer panas...semuanya" gue bilang, "sama bungkusnya mas..??"tanya si guide heran, "iya sama bungkusnya..!!" gue bilang setengah kesel... Tehnya udah jadi....si guide pun senang baru tau ada teh celup. Tapi konyolnya belon berenti di sini "mas ada gula nggak..? saya suka teh kalo manis" si guide ngomong, "ada tuh...ambil aja, yg bungkusnya warna putih". Si guide pun dengan PeDe nya ngambil gula. Udah lama banget, gue heran nih guide kok nggak ngomong apa2 lagi tentang tehnya...eh tau tau dia teriak dari belakang ( gue

nggak ngeliat si guide bikin teh ) "maass....bo'ongin saya yaaa...?? Katanya yg di bungkus putih itu gulaaa kok nggak manis2 teh saya..??", gue heran nih orang bisa nggak sih bikin teh "di aduk donggg...!!" gue bilang rada JUTEK..."udah saya aduk2 mass...!!tapi nggak manis2.." kata si guide lagii...Wah gue heran, udah ilang kesabaran gue, akhirnya gue ke belakang untuk ngeliat GUIDE gembleng ituu, "Masa sih nggak manis...?aaahh gulanya belom di masukin ...??"gue nanya, "gulanya sudah saya masukin semuanya mas...", "bener udah semuanya...??"gue tanya lagi buat mastiin..."iya udah mas...semuanya udah saya masukin, sama kaya saya buat teh...". Kontan aja gue ketawa terbahak bahak sambil nanya ke guide "semuanya..????", dengan polos si guide jawab "iya mas semuanya.." ( si GUIDE masukin gula ke dalem teh sama bungkus2nya.....HUAhuHAUhUAhuA gimana nggak gilaa gue..??)