Anda di halaman 1dari 13

Bank Sperma Dalam Perspektif Hukum Islam I. Pendahuluan A.

Latarbelakang Masalah Perkawinan yang merupakan suatu hubungan yang menimbulkan akibat hukum seperti m empunyai tanggung jawab antara suami-isteri, memberi nafkah kepada sang isteri, warisan apabila telah meninggal dunia. Keturunan atau anak adalah suatu yang san gat diidam-idamkan dalam perkawinan, perkawinan tanpa adanya seorang buah hati s eakan-akan tidak ada artinya, karena salah satu dari tujuan perkawinan adalah me mperoleh keturunan. Berdampak dari mungkin terjadinya hal seperti itu maka dengan kemajuan tegnologi dalam bidang kedokteran membentuk bank pserma sehingga orang dapat hanya membel inya saja untuk mempunyai anak dengan cara inseminasi buatan yang diambil dari p ara pendonor dengan dengan menafikan adanya hubungan perkawinan atau tidak, hal ini akan menjadi kerancuan pada status dan nasab anak tersebut. Sedangkan hukum Islam sendiri pada masa lalu tidak mengenal apa itu bank sperma dan inseminasi b uatan, maka dari itu demi kemaslahatan dan menegakkan hukum perkawinan dalam dun ia islam ini tidak hanya cukup disini saja tapi juga harus berkembang mengikuti perkembangan zaman pula. Oleh karena itu hal ini menarik menurut penulis menarik untuk dibahas serta menganalis dengan beberapa sumber-sumber hukum islam yang a da dan juga metode ushul fiqh sehingga kita dapat mengetahuinya. B. Rumusan Masalah Apa saja latarbelakang munculnya bank sperma? Apa hubungan bank sperma dan perkawinan? Bagaimana pendapat para ulama tentang bank sperma dan hukum adanya bank sperma m enurut hukum Islam? II. Pembahasan A. Pengertian Bank Sperma Bank sperma adalah pengambilan sperma dari donor sperma, lalu dibekukan dan disi mpan ke dalam larutan nitrogen cair untuk mempertahankan fertilitas sperma. Dala m bahasa medis bisa disebut juga Cryobanking. Cryobanking adalah suatu teknik pe nyimpanan sel cryopreserved untuk digunakan di kemudian hari. Pada dasarnya, sem ua sel dalam tubuh manusia dapat disimpan dengan menggunakan teknik dan alat ter tentu sehingga dapat bertahan hidup untuk jangka waktu tertentu. Hal ini dapat dilakukan pada suhu yang relatif rendah. Teknik yang paling sering digunakan dan terbukti berhasil saat ini adalah metode Controlled Rate Freezing , dengan menggunakan gliserol dan egg yolk sebagai cryoprotectant untuk memperta hankan integritas membran sel selama proses pendinginan dan pencairan. Teknik Cr yobanking terhadap sperma manusia telah memungkinkan adanya keberadaan donor sem en, terutama untuk pasangan-pasangan infertil. Tentu saja, semen-semen yang akan didonorkan perlu menjalani serangkaian pemerik saan, baik dari segi kualitas sperma maupun dari segi pendonor seperti adanya ke lainan-kelainan genetik. Dengan adanya cryobanking ini, semen dapat disimpan dalam jangka waktu lama, bah kan lebih dari 6 bulan (dengan tes berkala terhadap HIV dan penyakit menular sek sual lainnya selama penyimpanan). Kualitas sperma yang telah disimpan dalam bank sperma juga sama dengan sperma yang baru, sehingga memungkinkan untuk proses ov ulasi. Selain digunakan untuk sperma-sperma yang berasal dari donor, bank sperma juga d apat dipergunakan oleh para suami yang produksi spermanya sedikit atau bahkan ak an terganggu. Hal ini dimungkinkan karena derajat cryosurvival dari sperma yang disimpan tidak ditentukan oleh kualitas sperma melainkan lebih pada proses penyi mpanannya. Telah disebutkan diatas, bank sperma dapat dipergunakan oleh mereka yang produks i spermanya akan terganggu. Maksudnya adalah pada mereka yang akan menjalani vas ektomi atau tindakan medis lain yang dapat menurunkan fungsi reproduksi seseoran g. Dengan bank sperma, semen dapat dibekukan dan disimpan sebelum vasektomi untu k mempertahankan fertilitas sperma. Bank sperma sebenarnya talah berdiri beberapa tahun yang lalu, pada tahun 1980 d i Escondido California yang didirikan oleh Robert Graham, si kakek berumur 73 ta hun, juga di Eropah, Dan di Guangdong Selatan China, yang merupakan satu di anta

ra lima bank sperma besar di China, Sementara itu, Bank pusat sel embrio di Shanghai, bank besar lain dari lima bank besar di China, meluncurkan layanan baru yang mendorong kaum lelaki untuk menab ung spermanya, demikian laporan kantor berita Xinhua. Bank tersebut menawarkan l ayanan penyimpanan sperma bagi kaum lelaki muda yang tidak berencana untuk punya keturunan, namun mereka takut kalau nanti mereka tidak akan menghasilkan semen yang cukup secara jumlah dan kualitas, ketika mereka berencana untuk memiliki ke luarga. Latar belakang munculnya bank sperma antara lain adalah sebagai berikut: Keinginan memperoleh atau menolong untuk memperoleh keturunan pada seorang pasan gan suami isteri yang tidak mempunyai anak. Memperoleh generasi jenius atau orang super Menghindarkan kepunahan manusia Memilih suatu jenis kelamin Mengembangkan kemajuan teknologi terutama dalam bidang kedokteran. Menurut Werner (2008), Beberapa alasan seseorang akhirnya memutuskan untuk menyi mpan spermanya pada cryobanking, antara lain: Seseorang akan menjalani beberapa pengobatan terus menerus yang dapat mengurangi produksi dan kualitas sperma. Beberapa contoh obat tersebut adalah sulfasalazin e, methotrexate. Seseorang memiliki kondisi medis yang dapat mempengaruhi kemampuan orang tersebu t untuk ejakulasi (misalnya: sklerosis multipel, diabetes). Seseorang akan menjalani perawatan penyakit kanker yang mungkin akan mengurangi atau merusak produksi dan kualitas sperma (misal: kemoterapi, radiasi). Seseorang akan memasuki daerah kerja yang berbahaya yang memungkinkan orang ters ebut terpapar racun reproduktif. Seseorang akan menjalani beberapa prosedur yang dapat mempengaruhi kondisi testi s, prostat, atau kemampuan ejakulasinya (misal: operasi usus besar, pembedahan n odus- limpha, operasi prostat). Seseorang akan menjalani vasektomi. Adapun beberapa salah satu tujuan diadakannya bank sperma adalah semata-mata unt uk membantu pasangan suami isteri yang sulit memperoleh keturunan dan menghindar kan dari kepunahan sama halnya dengan latarbelakang munculnya bank sperma sepert i yang telah dijelaskan di atas. Tentang proses pelaksanaan sperma yang akan di ambil atau di beli dari bank sper ma untuk dimasukkan ke dalam alat kelamin perempun (ovum) agar bisa hamil disebu t dengan inseminasi buatan yaitu suatu cara atau teknik memperoleh kehamilan tan pa melalui persetubuhan. Pertama setelah sel telur dan sperma di dapat atau tela h di beli dari bank sperma yang telah dilakukan pencucian sperma dengan tujuan m emisahkan sperma yang motil dengan sperma yang tidak motil/mati. Sesudah itu ant ara sel telur dan sperma dipertemukan. Jika dengan teknik in vitro, kedua calon bibit tersebut dipertemukan dalam cawan petri, tetapi teknik TAGIT sperma langsu ng disemprotkan kedalam rahim. Untuk menghindari kemungkinan kegagalan, penenama n bibit biasanya lebih dari satu. Embrio yang tersisa kemudian disimpan beku ata u dibuang. B. Hubungan Bank Sperma dan Perkawinan Perkawinan di dalam Islam merupakan suatu institusi yang mulia. Ia adalah ikatan yang menghubungkan seorang lelaki dengan seorang perempuan sebagai suami isteri . Hasil dari akad yang berlaku, kedua-dua suami dan isteri mempunyai hubungan ya ng sah dan kemaluan keduanya adalah halal untuk satu sama lain. Sebab itulah aka d perkahwinan ini dikatakan sebagai satu akad untuk menghalalkan persetubuhan di antara seorang lelaki dengan wanita, yang sebelumnya diharamkan. QS al-Hujurt, 4 9: 13, ??? ???????? ???????? ?????? ???????????? ???? ?????? ???????? ??????????????? ? ??????? ??????????? ????????????? ????? ???????????? ????? ??????? ??????????? ? ???? ??????? ??????? ??????? Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seoran g perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu sa ling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Men

getahui lagi Maha Mengenal. QS al-Qiymah, 75: 39: ???????? ?????? ????????????? ????????? ?????????? Lalu Allah menjadikan dari padanya sepasang laki-laki dan perempuan. Namun, hubungan perkawinan yang wujud ini bukanlah semata-mata untuk mendapatkan kepuasan seks, tetapi merupakan satu kedudukan untuk melestarikan keturunan man usia secara sah. Agar terciptanya rumah tangga yang bahagia dan sejahtera, Allah SWT dan Rasul-Ny a memberikan pentunjuk agar sebelum perkawinan memilih calon yang baik. Diantara kebahagiaan dan kesejahteraan rumah tangga adalah hadirnya anak seperti yang di dambakan sebagai generasi penerus dari keluarganya. Oleh sebab itu, mana-mana anak yang dilahirkan hasil dari perkahwinan yang sah a dalah anak sah baik menurut syara` atau hukum positif di indonesia. Anak tersebu t dikatakan mempunyai nasab yang sah dari segi hukum syara , berbeda dengan anak z ina yang tidak boleh dihubungkan dengan mana-mana nasab. Islam memandang penting akan hubungan perkawinan atau persetubuhan sah ini karena ia melibatkan banyak lagi hukum lain yang muncul darinya seperti nasab, waris, harta pusaka dan sebag ainya. Kehadiran bank sperma menjadikan pengaruh yang sangat bersar terhadap seorang su ami isteri atau juga pada seorang gadis yang tidak mau kawin tapi pingin punya a nak hal itu tidak asing lagi itu bisa terjadi dengan kemajuan teknologi sekarang ini seperti adanya bank sperma tinggal beli aja lalu di suntikkan kedalam alat kelamin perempaun di dalam rahimnya yang akan bergabung dengan ovum baru bisa ha mil. Seperti yang di lakukan oleh Nona Afton Blake. IQ-nya 130+ belum kawin yang mela hirkan anak bernama Doron Blake, disebut bayi ajaib sebelum berumur dua tahun, i a sudah lancar berbicara. Ketika pas berusia dua tahun, majalah Newsweek memuat gambarnya sedang bermain piano. Bahkan dia juga sudah menguasai satu alat musik modern kegemarannya, Electronic Music Synthesizer. Dia lahir berkat jasa Bank Spe rma Nobel -nama populer sebuah badan yang sebenarnya bernama Repository for Germi nal Choise. Ayahnya adalah sperma dengan kode nomor 28, berasal dari seorang jen ius di bidang komputer dan musik klasik. Tapi tidak semudah itu untuk melakukannya islam sendiri telah memberi peraturan dan penjelasan yang tegas seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa antara kau m laki-laki dan perempaun dijadikan berbeda-beda untuk saling berpasang-pasangan , oleh karena itu maka adanya anjuran untuk kawin sekaligus hubungannya dengan p erkawinan. Dalam sebuah perkawinan seseorang yang telah lama berumah tangga bahkan berpuluh -puluh tahun lamanya tetapi tidak mempunyai buah hati rasanya perkawinan tidak a da artinya dan hampa rasanya sekaligus tidak punya generasi penerus dan keturuna nya, karena perkawinan tersebut selain untuk memenuhi kepuasan seksual dan kehal alan untuk behubungan badan antara seorang laki-laki dan wanita juga untuk berke mbang biak yakni mempunyai keturunan. oleh karenya banyak alternatif yang akan d i pilih seperti: (1) menyerah kepada nasib; (2) adopsi; (3) cerai; (4) poligami ; dan (5) inseminasi buatan dengan membeli spema di bank sperma. Alternatif yang terakhir ini merupakan permasalahan yang sangat besar bagi penentuan hukum Isla m terutama dalam hal perkawinan dan harus di tanggapi serius mengingat pesatnya kemajuan teknologi dalam bidang kedokteran. Selanjutnya ditegaskan bahwa perkembangan teknologi biologi dewasa ini pelaksana annya tak terkendali dan teknik-teknik semacam ini dapat menuju ke konsekuensi m erusak yang tak terbayangkan bagi masyarakat. Lebih jauh lagi dikatakan, Apa yang secara teknik mungkin, bukan berarti secara moral dibolehkan . Seperti halnya ins eminasi buatan dengan donor yang dibeli dari bank sperma pada hakikatnya merenda hkan hakikat manusia sejajar dengan hewan yang diinseminasi, padahal manusia itu tidak sama dengan makhluk lainnya, seperti yang dijelaskan dalam QS at-Tn, 95: 4 , ?????? ????????? ?????????? ??? ???????? ????????? Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Jadi kita telah diciptakan berbeda dengan makhluk lainnya tidak seperti binatang dan lain sebagainya, oleh karena itu untuk memperoleh keturunan juga telah di w

ajibkan dengan jalan perkawinan yang menghalalkan persetubuhan tidak sama halnya dengan binatang yang selalu melalakukan persetubuhan dimana saja dan kapanpun t anpa adanya ikatan perkawinan yang mengikat. C. Hukum Bank Sperma dan Pendapat Para Ulama Berdasarkan pengalaman yang kita tahu yang namanya bank adalah mengumpulkan dan di tabung apabila berupa uang tetapi dalam hal ini berbeda yang di kumpulakan bu kan lagi uang tetapi sperma dari pe-donor sebanyak mungkin, yang perlu dinyataka n untuk menentukan hukum ini pertama pada tahap pertama yaitu cara pengamabilan atau mengeluarkan sperma dari dari si pendonor dengan cara onani. Program Fertil isasi In Vitro (FIV) Fakultas Kedokteran UI juga menyaratkan agar sperma untuk k eperluan inseminasi buatan diambil atau dikeluarkan di rumah sakit. Jadi sama ha lnya cara mengeluarkan sperma di bank sperma. Persoalan dalam hukum islam adalah bagaimana hukum onani tersebut dalam kaitan d engan pelaksanaan pengumpulan sperma di bank sperma dan inseminasi buatan? Secar a umum islam memandang melakukan onani merupakan tergolong perbuatan yang tidak etis. Mengenai masalah hukum onani, fuqaha berbeda pendapat. Ada yang mengharamk an secara mutlak dan ada yang mengharamkan pada suatu hal-hal tertentu, ada yang mewajibkan juga pada hal-hal tertentu, dan ada pula yang menghukumi makruh. Say yid Sabiq mengatakan bahwa Malikiyah, Syafi`iyah, dan Zaidiyah menghukumi haram. Alasan yang dikemukakan adalah bahwa Allah SWT memerintah kan menjaga kemaluan dalam segala keadaan kecuali kepada isteri dan budak yang dimilikinya. Hanabilah berpendapat bahwa onani memang haram, tetapi kalau karena takut zina, maka huku mnya menjadi wajib, kaedah ushul: ???????????? ??????? ????????????? ???????? Mengambil yang lebih ringan dari suatu kemudharatan adalah wajib. Kalau tidak ada alasan yang senada dengan itu maka onani hukumnya haram. Ibnu Ha zm berpendapat bahwa onani hukumnya makruh, tidak berdosa tetapi tidak etis. Di antara yang memakruhkan onani itu juga Ibnu Umar dan Atha` bertolak belakang den gan pendapat Ibnu Abbas, hasan dan sebagian besar Tabi`in menghukumi mubah. Al-H asan justeru mengatakan bahwa orang-orang Islam dahulu melakukan onani pada masa peperangan. Mujahid juga mengatakan bahwa orang Islam dahulu memberikan toleran si kepada para pemudanya melakukan onani. Hukumnya adalah mubah, baik buat lakilaki maupun perempuan. Ali Ahmad al-Jurjawiy dalam kitabnya Hikmah al-Tasyr` wa Falsafatuhu, telah menje laskan kemadharatan onani mengharamkan perbuatan ini, kecuali kalau karena kuatn ya syahwat dan tidak sampai menimbulkan zina. Agaknya Yusuf al-Qaradhawiy juga s ependapat dengan Hanabilah mengenai hal ini, Al-Imam Taqiyuddin Abi Bakar Ibnu M uhammad al-Husainiy juga mengemukakan kebolehan onani yang dilakukan oleh isteri atau ammahnya karena itu memang tempat kesenangannya: ???? ??????????? ?????????? ?????? ??????????? ???? ???????? ????? ?????????? ?? ????? ?????????????? Seorang laki-laki dibolehkan mencari kenikmatan melalui tangan isteri atau hamba sahayanya karena di sanalah (salah satu) dari tempat kesenangannya. Tahapan yang kedua setelah bank sperma mengumpulkan sperma dari beberapa pendono r maka bank sperma akan menjualnya kepada pembeli dengan harga tergantung kualit as spermanya setelah itu agar pembeli sperma dapat mempunyai anak maka harus mel alui proses yang dinamakan enseminasi buatan yang telah dijelaskan diatas. Hukum dan penadapat inseminasi buatan menurut pendapat ulama` apabila sperma dari sua mi sendiri dan ovum dari isteri sendiri kemudian disuntikkan ke dalam vagina ata u uterus isteri, asal keadaan kondisi suami isteri yang bersangkutan benar-benar memerlukan cara inseminasi buatan untuk memperoleh anak, karena dengan cara pem buahan alami, suami isteri tidak berhasil memperoleh anak. Hal ini sesuai dengan kaedah hukum (fiqh) Islam: ?????????? ???????? ?????????? ???????????? ?? ????????????? ??????? ??????????? ???? Hajat (kebutuhan yang sangat penting itu) diperlakukan seperti dalam keadaan terp aksa (emergency). Padahal keadaan darurat/terpaksa itu membolehkan melakukkan ha l-hal yang terlarang. Di antara fuqaha yang memperbolehkan/menghalalkan inseminasi buatan yang bibitnya berasal dari suami-isteri ialah Syaikh Mahmud Syalthut, Syaikh Yusuf al-Qardhaw

iy, Ahmad asy-Syirbashiy, dan Zakaria Ahmad al-Barriy. Secara organisasi, yang m enghalalkan inseminasi buatan jenis ini Majelis Pertimbangan Kesehatan dan Syara ` Departemen Kesehatan RI, Majelis Ulama DKI Jakarta, dan lembaga Islam OKI yang berpusat di Jeddah. Untuk dari suami-isteri dan ditanamkan pada orang lain atau lain sebagainya selain hal yang diatas demi kehati-hatiannya maka ulama dalam k asus ini mengharamkannya. Diantaranya adalah Lembaga Fiqih Islam OKI, Majelis Ul ama DKI Jakarta, Mahmud Syaltut, Yusuf al-Qaradhawiy, al-Syirbashiy dan Zakaria Ahmad al-Barriy dengan pertimbangan dikhawatirkan adanya percampuran nasab dan h al-hal yang tidak diinginkan lainnya. Hal ini sesuai dengan keputusan Majelis Ul ama Indonesia tentang masalah bayi tabung atau inseminasi buatan: Bayi tabung dengan sperma clan ovum dari pasangan suami isteri yang sah hukumnya mubah (boleh), sebab hak ini termasuk ikhtiar berdasarkan kaedah-kaedah agama. Bayi tabung dari pasangan suami-isteri dengan titipan rahim isteri yang lain (mi salnya dari isteri kedua dititipkan pada isteri pertama) hukumnya haram beraasar kan kaedah Sadd adz-Dzar ah, sebab hal ini akan menimbulkan masalah yang rumit dala m kaitannya dengan masalah warisan (khususnya antara anak yang dilahirkan dengan ibu yang mempunyai ovum dan ibu yang mengandung kemudian melahirkannya, dan seb aliknya). Bayi tabung dari sperma yang dibekukan dari suami yang telah meninggal dunia huk umnya haram berdasarkan kaedah Sadd adz-Dzar ah, sebab hal ini akan menimbulkan mas alah yang pelik, baik dalam kaitannya dengan penentuan nasab maupun dalam kaitan nya dengan hal kewarisan. Bayi tabung yang sperma dan ovumnya diambil dari selain pasangna suami isteri ya ng sah hukumnya haram, karena itu statusnya sama dengan hubungan kelamin antar l awan jenis di luar pernikahan yang sah (zina), dan berdasarkan kaedah Sadd adz-D zar ah, yaitu untuk menghindarkan terjadinya perbuatan zina sesungguhnya. (Jakarta, 13 Juni 1979). Dalam malah munculnya bank sperma ada juga yang berpendapat hal ini, terdapat du a hukum yang perlu difahami di sini, pertama, hukum kewujudan bank sperma itu se ndiri dan kedua, hukum menggunakan khidmat bank tersebut yakni mendapatkan sperm a lelaki untuk disenyawakan dengan sel telur perempuan bagi mewujudkan satu keha milan dengan cara inseminasi buatan. Pertama dari segi hukum kewujudan bank sper ma itu sendiri, maka hal ini tidaklah dengan sendirinya menjadi satu keharaman, selama mana bank tersebut mematuhi Hukum Syara dari segi operasinya. Ini karena dari segi hukum, boleh saja mana-mana suami menyimpan air mani mereka di dalam bank sperma hanya untuk isterinya apabila keadaan memerlukan, Namun be gitu, sperma itu mestilah dihapuskan apabila si suami telah meninggal. Sperma te rsebut juga mesti dihapuskan jika telah berlaku perceraian (talak ba in) di antara suami-isteri. Di dalam kedua-dua kasus ini (kematian suami dan talak ba in), jika (bekas) isteri tetap melakukan proses memasukkan sel yang telah disimpan itu ke dalam rahimnya, maka dia (termasuk doker yang mengetahui dan membantu) telah me lakukan keharaman dan wajib dikenakan ta zir. Kedua menggunakan khidmat bank sperm a tersebut, yakni mendapatkan sperma lelaki untuk disenyawakan dengan sel telur perempuan bagi mewujudkan satu kehamilan dengan cara enseminasi buatan hal ini j uga sama seperti pendapat yang tela dijelaskan di atas yang dibolehkan hanya per campuran antara sperma suaminya sendiri dengan ovum isterinya sendiri. III. Kesimpulan Permasalahan yang telah dibahas di atas merupakan fenomena yang ada dalam masala h perkwinan untuk membentuk keluarga, dalam hukum islam hal itu telah diatur, mu nculnya bank sperma antara lain karena untuk mewujudkan keturunan bagi para suam i isteri yang mandul atau tidak punya anak, menurut pendapat penulis dari mengin gat dan menimbang beberapa penjelasan di atas kehadiran bank sperma tidak dibena rkan dalam hukum Islam, meskipun ada beberapa yang membolehkan dengan alasan ban k sperma mematuhi peraturan hukum syara` tapi kami bertolak belakang dari pendap at itu, hal itu memang mungkin tapi kalau dipikir lebih panjang lagi hal itu san gat sulit dilakukan dan lebih banyak madharatnya (bahayanya): Pertama, demi menjaga hubungan nasab agar tidak ada percampuran nasab, Kedua, percampuran sperma dan ovum antara seroang laki dan perempan (bukan suami isteri) dengan persetubuhan atau percampuran dengan inseminasi buatan dihukumi zina,

Ketiga, bisa saja orang punya anak dan tidak punya suami yang menjadikan seorang perempuan tidak mau kawin, Keempat, menurunnya jumlah perkawinan dalam dalam sebuah negera, Kelima, ketidak-bolehan pada langkah yang pertama yang dilakukan bank sperma dal am mengambil sperma dari para pendonor dengan cara onani seperti dijelaskan di a tas, meskipun banyak ulama memperbolehkan hal itu sebagaimana disebut dalam QS a n-Nr, 24: 30, Keenam, memperlihatkan aurat (kemaluan) saja tidak boleh, apalagi onani, kecuali hanya terhadap isterinya saja. Ketujuh, pada proses inseminasinya juga banyak perbedaan pendapat, penulis juga sepakat kebolehan itu hanya terhadap sepasang suami-isteri yang telah terikat pe rkawinan, bukan orang lain sebagaimana yang telah dijelaskan di atas.

Hukum Bank Sperma Dan Pendapat Para Ulama Berdasarkan pengalaman yang kita tahu yang namanya bank adalah mengumpulkan dan di tabung apabila berupa uang tetapi dalam hal ini berbeda yang di kumpulakan bu kan lagi uang tetapi sperma dari pe-donor sebanyak mungkin, yang perlu dinyataka n untuk menentukan hukum ini pertama pada tahap pertama yaitu cara pengamabilan atau mengeluarkan sperma dari dari si pe-donor dengan cara masturbasi (onani). P rogram fertilisasi in vitro (FIV) fakultas kedokteran UI juga menyaratkan agar s perma untuk keperluan inseminasi buatan diambil atau dikeluarkan di rumah sakit. Jadi sama halnya cara mengeluarkan sperma di bank sperma. Persoalan dalam hukum islam adalah bagaimana hukum onani tersebut dalam kaitan d engan pelaksanaan pengumpulan sperma di bank sperma dan inseminasi buatan.? Seca ra umum islam memandang melakukan onani merupakan tergolong perbuatan yang tidak etis. Mengenai masalah hukum onani fuqaha berbeda pendapat. Ada yang mengharamk an secara mutlak dan ada yang mengharamkan pada suatu hal-hal tertentu, ada yang mewajibkan juga pada hal-hal tertentu, dan ada pula yang menghukumi makruh. Say yid Sabiq mengatakan bahwa Malikiyah, Syafi`iyah, dan Zaidiyah menghukumi haram. Alasan yang dikemukakan adalah bahwa Allah SWT memerintah kan menjaga kemaluan dalam segala keadaan kecuali kepada isteri dan budak yang dimilikinya. Hanabilah berpendapat bahwa onani memang haram, tetapi kalau karena takut zina, maka huku mnya menjadi wajib, kaidah usul : ?????? ??? ??????? ???? Mengambil yang lebih ringan dari suatu kemudharatan adalah wajib Kalau tidak ada alasan yang senada dengan itu maka onani hukumnya haram. Ibnu ha zim berpendapat bahwa onani hukumnya makruh, tidak berdosa tetapi tidak etis. Di antara yang memakruhkan onani itu juga Ibnu Umar dan Atha` bertolak belakang den gan pendapat Ibnu Abbas, hasan dan sebagian besar Tabi`in menghukumi Mubah. Al-H asan justru mengatakan bahwa orang-orang islam dahulu melakukan onani pada masa peperangan. Mujahid juga mengatakan bahwa orang islam dahulu memberikan tolerans i kepada para pemudanya melakukan onani. Hukumnya adalah mubah, baik buat laki-l aki maupun perempuan. Ali Ahmad Al-Jurjawy dalam kitabnya Hikmat Al-Tasyri` Wa F alsafatuhu. Telah menjelaskan kemadharatan onani mengharamkan perbuatan ini, kec uali kalau karena kuatnya syahwat dan tidak sampai menimbulkan zina. Agaknya Yus uf Al-Qardhawy juga sependapat dengan Hanabilah mengenai hal ini, Al-Imam Taqiyu ddin Abi Bakar Ibnu Muhammad Al-Husainy juga mengemukakan kebolehan onani yang d ilakukan oleh isteri atau ammahnya karena itu memang tempat kesenangannya: ???????? ????? ??? ??????? ??? ???????? ???????? Seorang laki-laki dibolehkan mencari kenikmatan melalui tangan isteri atau hamba

sahayanya karena di sanalah (salah satu) dari tempat kesenangannya. Posting Digabung: 17 Februari 2009, 06:43:06Tahapan yang kedua setelah bank sper ma mengumpulkan sperma dari bebera pe-donor maka bank sperma akan menjualnya kep ada pembeli dengan harga tergantung kwalitas spermanya setelah itu agar pembeli sperma dapat mempunyai anak maka harus melalui proses yang dinamakan enseminasi buatan yang telah dijelaskan diatas. Hukum dan penadapat inseminasi buatan menur ut pendapat ulama` apabila sperma dari suami sendiri dan ovum dari istri sendiri kemudian disuntukkan kedalam vagina atau uterus istri, asal keadaan kondisi sua mi isteri yang bersangkutan benar-benar memerlukan cara inseminasi buatan untuk memperoleh anak, karena dengan cara pembuahan alami, suami isteri tidak berhasil memperoleh anak. Hal ini sesuai dengan kaidh hukum fiqh islam : ?????? ???? ????? ??????? ???????? ???? ????????? Hajat (kebutuhan yang sangat penting itu) diperlakukan seperti dalam keadaan ter paksa (emergency). Padahal keadaan darurat/terpaksa itu membolehkan melakukkan h al-hal yang terlarang. Diantara fuqaha yang memperbolehkan/menghalalkan inseminasi buatan yang bibitnya berasal dari suami-isteri ialah Syaikh Mahmud Saltut, Syaikh Yusuf al-Qardhawy, Ahmad al-Ribashy, dan Zakaria Ahmad al-Barry. Secara organisasi, yang menghalal kan inseminasi buatan jenis ini Majelis Pertimbangan Kesehatan dan Syara`a Deper temen Kesehatan RI, Mejelis Ulama` DKI jakarta, dan lembaga islam oki yang berpu sat di jeddah. Untuk dari suami-isteri dan ditanamkan pada orang lain atau lain sebagainya sela in hal yang diatas demi kehati-hatiannya maka ulama dalam kasus ini mengharamkan nya. Diantaranya adalah Lembaga fiqih islam OKI, Majelis Ulama DKI Jakarta, Mahm ud Syaltut, Yusuf al-Qardhawy, al-Ribashy dan zakaria ahmad al-Barry dengan pert imbangan dikhawatirkan adanya percampuran nasab dan hal-hal yang tidak diinginka n lainnya. Hal ini sesuai dengan keputusan Majelis Ulama Indonesia tentang masal ah bayi tabung atau enseminasi buatan : Posting Digabung: 17 Februari 2009, 06:43:29Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indones ia MEMUTUSKAN Memfatwakan : 1. Bayi tabung dengan sperma clan ovum dari pasangan suami isteri yang sah hukum nya mubah (boleh), sebab hak ini termasuk ikhiar berdasarkan kaidahkaidah agama. 2. Bayi tabung dari pasangan suami-isteri dengan titipan rahim isteri yang lain (misalnya dari isteri kedua dititipkan pada isteri pertama) hukumnya haram beraa sarkan kaidah Sadd az-zari ah, sebab hal ini akan menimbulkan masalah yang rumit d alam kaitannya dengan masalah warisan (khususnya antara anak yang dilahirkan den gan ibu yang mempunyai ovum dan ibu yang mengandung kemudian melahirkannya, dan sebaliknya). 3. Bayi tabung dari sperma yang dibekukan dari suami yang telah meninggal dunia hukumnya haram berdasarkan kaidah Sadd a z-zari ah, sebab hal ini akan menimbulkan masala~ yang pelik, baik dalam kaitannya dengan penentuan nasab maupun dalam ka itannya dengan hal kewarisan. 4. Bayi tabung yang sperma dan ovumnya diambil dari selain pasangna suami isteri yang sah hukumnya haram, karena itu statusnya sama dengan hubungan kelamin anta r lawan jenis di luar pernikahan yang sah (zina), dan berdasarkan kaidah Sadd az -zari ah, yaitu untuk menghindarkan terjadinya perbuatan zina sesungguhnya.

A. Pengertian bank sperma Bank sperma adalah pengambilan sperma dari donor sperma lalu di bekukan dan disi mpan ke dalam larutan nitrogen cair untuk mempertahankan fertilitas sperma. Dala

m bahasa medis bisa disebut juga Cryiobanking. cryiobanking adalah suatu teknik penyimpanan sel cryopreserved untuk digunakan di kemudian hari. Pada dasarnya, s emua sel dalam tubuh manusia dapat disimpan dengan menggunakan teknik dan alat t ertentu sehingga dapat bertahan hidup untuk jangka waktu tertentu. Hal ini dapat dilakukan pada suhu yang relatif rendah. Teknik yang paling serin g digunakan dan terbukti berhasil saat ini adalah metode Controlled Rate Freezin g, dengan menggunakan gliserol dan egg yolk sebagai cryoprotectant untuk mempert ahankan integritas membran sel selama proses pendinginan dan pencairan. Teknik c ryobanking terhadap sperma manusia telah memungkinkan adanya keberadaan donor se men, terutama untuk pasangan-pasangan infertil. Tentu saja, semen-semen yang aka n didonorkan perlu menjalani serangkaian pemeriksaan, baik dari segi kualitas sp erma maupun dari segi pendonor seperti adanya kelainan-kelainan genetik. Dengan adanya cryobanking ini, semen dapat disimpan dalam jangka waktu lama, ba hkan lebih dari 6 bulan (dengan tes berkala terhadap HIV dan penyakit menular se ksual lainnya selama penyimpanan). Kualitas sperma yang telah disimpan dalam ban k sperma juga sama dengan sperma yang baru, sehingga memungkinkan untuk proses o vulasi. Selain digunakan untuk sperma-sperma yang berasal dari donor, bank sperma juga dapat dipergunakan oleh para suami yang produksi spermanya sedikit atau bahkan a kan terganggu. Hal ini dimungkinkan karena derajat cryosurvival dari sperma yang disimpan tidak ditentukan oleh kualitas sperma melainkan lebih pada proses peny impanannya. Telah disebutkan diatas, bank sperma dapat dipergunakan oleh mereka yang produk si spermanya akan terganggu. Maksudnya adalah pada mereka yang akan menjalani va sektomi atau tindakan medis lain yang dapat menurunkan fungsi reproduksi seseora ng. Dengan bank sperma, semen dapat dibekukan dan disimpan sebelum vasektomi unt uk mempertahankan fertilitas sperma. Bank sperma sebenarnya talah berdiri beberapa tahun yang lalu, pada tahun 1980 d i Escondido California yang didirikan oleh Robert Graham, si kakek berumur 73 ta hun, juga di Eropah, Dan di Guangdong Selatan China, yang merupakan satu di anta ra lima bank sperma besar di China, Sementara itu, Bank pusat sel embrio di Shan ghai, bank besar lain dari lima bank besar di China, meluncurkan layanan baru ya ng mendorong kaum lelaki untuk menabung spermanya, demikian laporan kantor berit a Xinhua. Bank tersebut menawarkan layanan penyimpanan sperma bagi kaum lelaki m uda yang tidak berencana untuk punya keturunan, namun mereka takut kalau nanti m ereka tidak akan menghasilkan semen yang cukup secara jumlah dan kualitas, ketik a mereka berencana untuk memiliki keluarga. Latar belakang munculnya bank sperma antara lain adalah sebagai berikut : 1. Keinginan memperoleh atau menolong untuk memperoleh keturunan pada seorang pa sangan suami istri yang tidak mempunyai anak. 2. Memperoleh generasi jenius atau orang super 3. Menghindarkan kepunahan manusia 4. Memilih suatu jenis kelamin 5. Mengembangkan kemajuan teknologi terutama dalam bidang kedokteran. Menurut Werner (2008), Beberapa alasan seseorang akhirnya memutuskan untuk menyi mpan spermanya pada cryobanking, antara lain: 1. Seseorang akan menjalani beberapa pengobatan terus menerus yang dapat mengura ngi produksi dan kualitas sperma. Beberapa contoh obat tersebut adalah sulfasala zine, methotrexate. 2. Seseorang memiliki kondisi medis yang dapat mempengaruhi kemampuan orang ters ebut untuk ejakulasi (misal: sklerosis multipel, diabetes). 3. Seseorang akan menjalani perawatan penyakit kanker yang mungkin akan menguran gi atau merusak produksi dan kualitas sperma (misal: kemoterapi, radiasi). 4. Seseorang akan memasuki daerah kerja yang berbahaya yang memungkinkan orang t ersebut terpapar racun reproduktif. 5. Seseorang akan menjalani beberapa prosedur yang dapat mempengaruhi kondisi te stis, prostat, atau kemampuan ejakulasinya (misal: operasi usus besar, pembedaha n nodus limpha, operasi prostat). 6. Seseorang akan menjalani vasektomi. Adapun beberapa salah satu Tujuan diadakan bank sperma adalah semata-mata untuk

membantu pasangan suami isteri yang sulit memperoleh keturunan dan menghindarkan dari kepunahan sama halnya dengan latarbelakang munculnya bank sperma seperti y ang telah dijelaskan diatas. Tentang proses pelaksanaan sperma yang akan di ambil atau di beli dari bank spe rma untuk dimasukkan ke dalam alat kelamin perempun (ovum) agar bisa hamil diseb ut dengan inseminasi buatan yaitu suatu cara atau teknik memperoleh kehamilan ta npa melalui persetubuhan. Pertama setelah sel telur dan sperma di dapat atau tel ah di beli dari bank sperma yang telah dilakukan pencucian sperma dengan tujuan memisahkan sperma yang motil dengan sperma yang tidak motil/mati. Sesudah itu an tara sel telur dan sperma dipertemukan. Jika dengan teknik in vitro, kedua calon bibit tersebut dipertemukan dalam cawan petri, tetapi teknik TAGIT sperma langs ung disemprotkan kedalam rahim. Untuk menghindari kemungkinan kegagalan, penenam an bibit biasanya lebih dari satu. Embrio yang tersisa kemudian disimpan beku at au dibuang. B. Hubungan Bank Sperma Dan Perkawinan Perkahwinan di dalam Islam merupakan suatu institusi yang mulia. Ia adalah ikata n yang menghubungkan seorang lelaki dengan seorang perempuan sebagai suami ister i. Hasil dari akad yang berlaku, kedua-dua suami dan isteri mempunyai hubungan y ang sah dan kemaluan keduanya adalah halal untuk satu sama lain. Sebab itulah ak ad perkahwinan ini dikatakan sebagai satu akad untuk menghalalkan persetubuhan d i antara seorang lelaki dengan wanita, yang sebelumnya diharamkan. Q.S. Al Hujur aat : 13 : ? Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seora ng perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disis i Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha men getahui lagi Maha Mengenal. Q.S Al Qiyaamah : 39: Lalu allah menjadikan dari padanya sepasang : laki-laki dan perempuan. Namun, hubungan perkawinan yang wujud ini bukanlah semata-mata untuk mendapatkan kepuasan seks, tetapi merupakan satu kedudukan untuk melestarikan keturunan man usia secara sah. Agar terciptanya rumah tangga yang bahagia dan sejahtera, Allah SWT dan Rasul-Ny a memberikan pentunjuk agar sebelum perkawinan memilih calon yang baik. Diantara kebahagiaan dan kesejahteraan rumah tangga adalah hadirnya anak seperti yang di dambakan sebagai generasi penerus dari keluarganya. Oleh sebab itu, mana-mana anak yang dilahirkan hasil dari perkahwinan yang sah a dalah anak sah baik menurut syara` atau hukum positif di indonesia. Anak tersebu t dikatakan mempunyai nasab yang sah dari segi hukum syara , berbeda dengan anak z ina yang tidak boleh dihubungkan dengan mana-mana nasab. Islam memandang penting akan hubungan perkawinan atau persetubuhan sah ini kerana ia melibatkan banyak lagi hukum lain yang muncul darinya seperti nasab, waris, harta pusaka dan sebag ainya. Kehadiran bank sperma menjadikan pengaruh yang sangat bersar terhadap seorang su ami isteri atau juga pada seorang gadis yang tidak mau kawin tapi pingin punya a nak hal itu tidak asing lagi itu bisa terjadi dengan kemajuan tegnologi sekarang ini seperti adanya bank sperma tinggal beli aja lalu di suntikkan kedalam alat kelaimin perempaun di dalam rahimnya yang akan bergabung dengan ovum baru bisa h amil. Seperti yang di lakukan oleh Nona Afton Blake. IQ-nya 130+ belum kawin yang mela hirkan anak bernama Doron Blake, disebut bayi ajaib sebelum berumur dua tahun, i a sudah lancar berbicara. Ketika pas berusia dua tahun, majalah Newsweek memuat gambarnya sedang bermain piano. Bahkan dia juga sudah menguasai satu alat musik modern kegemarannya, Electronic Music Synthesizer. Dia lahir berkat jasa "Bank S

perma Nobel" -nama populer sebuah badan yang sebenarnya bernama Repository for G erminal Choise. Ayahnya adalah sperma dengan kode nomor 28, berasal dari seorang jenius di bidang komputer dan musik klasik. Tapi tidak semudah itu untuk malakukannya islam sendiri telah memberi peraturan dan penjelasan yang tegas seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa antara kaum laki-laki dan perempaun dijadikan berbeda-beda untuk saling berpasang-pasangan, oleh karena itu maka adanya anjuran untuk kawin sekaligus hubungannya dengan pe rkawinan. Dalam sebuah perkawinan seseorang yang telah lama berumah tangga bahkan berpuluh -puluh tahun lamanya tetapi tidak mempunyai buah hati rasanya perkawinan tidak a da artinya dan hampa rasanya sekaligus tidak punya generasi penerus dan keturuna nya, karena perkawinan tersebut selain untuk memenuhi kepuasan sex dan kehalalan untuk behubungan badan antara seorang laki-laki dan wanita juga untuk berkemban g biak yakni mempunyai keturunan. oleh karenya banyak alternatif yang akan di pi lih seperti : 1. menyerah kepada nasib, 2. adopsi, 3. cerai, 4. poligami, 5. ins eminasi buatan dengan membeli spema di bank sperma. Alternatif yang terakhir ini merupakan permasalahan yang sangat besar bagi penentuan hukum islam terutama da lam hal perkawinan dan harus di tanggapi serius mengingat pesatnya kemajuan tekn ologi dalam bidang kedokteran. Selanjutnya ditegaskan bahwa perkembangan teknologi biologi dewasa ini pelaksan aannya tak terkendali dan teknik-teknik semacam ini dapat menuju ke konsekuensi merusak yang tak terbayangkan bagi masyarakat. Lebih jauh lagi dikatakan, "Apa y ang secara teknik mungkin, bukan berarti secara moral dibolehkan". Seperti halny a inseminasi buatan dengan donor yang dibeli dari bank sperma pada hakikatnya me rendahkan hakikat manusia sejajar dengan hewan yang diinseminasi, padahal manusi a itu tidak sama dengan makhluk alinnya seperti yang dijelaskan dalam Q.S. At-Ti n Ayat 4 : Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya . Jadi kita telah diciptakan berbeda dengan makhluk lainnya tidak seperti binatan g dan lain sebagainya, oleh karena itu untuk memperoleh keturunan juga telah di wajibkan dengan jalan perkawinan yang menghalalkan persetubuhan tidak sama halny a dengan binatang yang selalu melalakukan persetubuhan dimana saja dan kapanpun tanpa adanya ikatan perkawinan yang mengikat. C. Hukum Bank Sperma Dan Pendapat Para Ulama Berdasarkan pengalaman yang kita tahu yang namanya bank adalah mengumpulkan dan di tabung apabila berupa uang tetapi dalam hal ini berbeda yang di kumpulakan bu kan lagi uang tetapi sperma dari pe-donor sebanyak mungkin, yang perlu dinyataka n untuk menentukan hukum ini pertama pada tahap pertama yaitu cara pengamabilan atau mengeluarkan sperma dari dari si pe-donor dengan cara masturbasi (onani). P rogram fertilisasi in vitro (FIV) fakultas kedokteran UI juga menyaratkan agar s perma untuk keperluan inseminasi buatan diambil atau dikeluarkan di rumah sakit. Jadi sama halnya cara mengeluarkan sperma di bank sperma. Persoalan dalam hukum islam adalah bagaimana hukum onani tersebut dalam kaitan dengan pelaksanaan pengumpulan sperma di bank sperma dan inseminasi buatan.? Sec ara umum islam memandang melakukan onani merupakan tergolong perbuatan yang tida k etis. Mengenai masalah hukum onani fuqaha berbeda pendapat. Ada yang mengharam kan secara mutlak dan ada yang mengharamkan pada suatu hal-hal tertentu, ada yan g mewajibkan juga pada hal-hal tertentu, dan ada pula yang menghukumi makruh. Sa yyid Sabiq mengatakan bahwa Malikiyah, Syafi`iyah, dan Zaidiyah menghukumi haram . Alasan yang dikemukakan adalah bahwa Allah SWT memerintah kan menjaga kemaluan dalam segala keadaan kecuali kepada isteri dan budak yang dimilikinya. Hanabila h berpendapat bahwa onani memang haram, tetapi kalau karena takut zina, maka huk umnya menjadi wajib, kaidah usul : ?????? ??? ??????? ???? Mengambil yang lebih ringan dari suatu kemudharatan adalah wajib Kalau tidak ada alasan yang senada dengan itu maka onani hukumnya haram. Ibnu ha

zim berpendapat bahwa onani hukumnya makruh, tidak berdosa tetapi tidak etis. Di antara yang memakruhkan onani itu juga Ibnu Umar dan Atha` bertolak belakang den gan pendapat Ibnu Abbas, hasan dan sebagian besar Tabi`in menghukumi Mubah. Al-H asan justru mengatakan bahwa orang-orang islam dahulu melakukan onani pada masa peperangan. Mujahid juga mengatakan bahwa orang islam dahulu memberikan tolerans i kepada para pemudanya melakukan onani. Hukumnya adalah mubah, baik buat laki-l aki maupun perempuan. Ali Ahmad Al-Jurjawy dalam kitabnya Hikmat Al-Tasyri` Wa F alsafatuhu. Telah menjelaskan kemadharatan onani mengharamkan perbuatan ini, kec uali kalau karena kuatnya syahwat dan tidak sampai menimbulkan zina. Agaknya Yus uf Al-Qardhawy juga sependapat dengan Hanabilah mengenai hal ini, Al-Imam Taqiyu ddin Abi Bakar Ibnu Muhammad Al-Husainy juga mengemukakan kebolehan onani yang d ilakukan oleh isteri atau ammahnya karena itu memang tempat kesenangannya: ???????? ????? ??? ??????? ??? ???????? ???????? Seorang laki-laki dibolehkan mencari kenikmatan melalui tangan isteri atau hamba sahayanya karena di sanalah (salah satu) dari tempat kesenangannya. Tahapan yang kedua setelah bank sperma mengumpulkan sperma dari bebera pe-donor maka bank sperma akan menjualnya kepada pembeli dengan harga tergantung kwalita s spermanya setelah itu agar pembeli sperma dapat mempunyai anak maka harus mela lui proses yang dinamakan enseminasi buatan yang telah dijelaskan diatas. Hukum dan penadapat inseminasi buatan menurut pendapat ulama` apabila sperma dari suam i sendiri dan ovum dari istri sendiri kemudian disuntukkan kedalam vagina atau u terus istri, asal keadaan kondisi suami isteri yang bersangkutan benar-benar mem erlukan cara inseminasi buatan untuk memperoleh anak, karena dengan cara pembuah an alami, suami isteri tidak berhasil memperoleh anak. Hal ini sesuai dengan kai dh hukum fiqh islam : ?????? ???? ????? ??????? ???????? ???? ????????? Hajat (kebutuhan yang sangat penting itu) diperlakukan seperti dalam keadaan ter paksa (emergency). Padahal keadaan darurat/terpaksa itu membolehkan melakukkan h al-hal yang terlarang. Diantara fuqaha yang memperbolehkan/menghalalkan inseminasi buatan yang bibitnya berasal dari suami-isteri ialah Syaikh Mahmud Saltut, Syaikh Yusuf al-Qardhawy, Ahmad al-Ribashy, dan Zakaria Ahmad al-Barry. Secara organisasi, yang menghalal kan inseminasi buatan jenis ini Majelis Pertimbangan Kesehatan dan Syara`a Deper temen Kesehatan RI, Mejelis Ulama` DKI jakarta, dan lembaga islam oki yang berpu sat di jeddah. Untuk dari suami-isteri dan ditanamkan pada orang lain atau lain sebagainya sel ain hal yang diatas demi kehati-hatiannya maka ulama dalam kasus ini mengharamka nnya. Diantaranya adalah Lembaga fiqih islam OKI, Majelis Ulama DKI Jakarta, Mah mud Syaltut, Yusuf al-Qardhawy, al-Ribashy dan zakaria ahmad al-Barry dengan per timbangan dikhawatirkan adanya percampuran nasab dan hal-hal yang tidak diingink an lainnya. Hal ini sesuai dengan keputusan Majelis Ulama Indonesia tentang masa lah bayi tabung atau enseminasi buatan : Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia MEMUTUSKAN Memfatwakan : 1. Bayi tabung dengan sperma clan ovum dari pasangan suami isteri yang sah hukum nya mubah (boleh), sebab hak ini termasuk ikhiar berdasarkan kaidahkaidah agama. 2. Bayi tabung dari pasangan suami-isteri dengan titipan rahim isteri yang lain (misalnya dari isteri kedua dititipkan pada isteri pertama) hukumnya haram beraa sarkan kaidah Sadd az-zari'ah, sebab hal ini akan menimbulkan masalah yang rumit dalam kaitannya dengan masalah warisan (khususnya antara anak yang dilahirkan d engan ibu yang mempunyai ovum dan ibu yang mengandung kemudian melahirkannya, da n sebaliknya). 3. Bayi tabung dari sperma yang dibekukan dari suami yang telah meninggal dunia hukumnya haram berdasarkan kaidah Sadd a z-zari'ah, sebab hal ini akan menimbulk

an masala~ yang pelik, baik dalam kaitannya dengan penentuan nasab maupun dalam kaitannya dengan hal kewarisan. 4. Bayi tabung yang sperma dan ovumnya diambil dari selain pasangna suami isteri yang sah hukumnya haram, karena itu statusnya sama dengan hubungan kelamin anta r lawan jenis di luar pernikahan yang sah (zina), dan berdasarkan kaidah Sadd az -zari'ah, yaitu untuk menghindarkan terjadinya perbuatan zina sesungguhnya. Jakarta, 13 Juni 1979 DEWAN PIMPINAN MAJELIS ULAMA INDONESIA Dalam malah munculnya bank sperma ada juga yang berpendapat hal ini, Terdapat du a hukum yang perlu difahami di sini, pertama, hukum kewujudan bank sperma itu se ndiri dan kedua, hukum menggunakan khidmat bank tersebut yakni mendapatkan sperm a lelaki untuk disenyawakan dengan sel telur perempuan bagi mewujudkan satu keha milan dengan cara enseminasi buatan. Pertama dari segi hukum kewujudan bank sper ma itu sendiri, maka hal ini tidaklah dengan sendirinya menjadi satu keharaman, selama mana bank tersebut mematuhi Hukum Syara dari segi operasinya. Ini kerana dari segi hukum, boleh saja mana-mana suami menyimpan air mani mereka di dalam bank sperma hanya untuk isterinya apabila keadaan memerlukan, Namun be gitu, sperma itu mestilah dihapuskan apabila si suami telah meninggal. Sperma te rsebut juga mesti dihapuskan jika telah berlaku perceraian (talaq ba in) di antara suami isteri. Di dalam kedua-dua kes ini (kematian suami dan talaq ba in), jika ( bekas) isteri tetap melakukan proses memasukkan sel yang telah disimpan itu ke d alam rahimnya, maka dia (termasuk doktor yang mengetahui dan membantu) telah mel akukan keharaman dan wajib dikenakan ta zir. kedua menggunakan khidmat bank sperma tersebut yakni mendapatkan sperma lelaki untuk disenyawakan dengan sel telur pe rempuan bagi mewujudkan satu kehamilan dengan cara enseminasi buatan hal ini jug a sama seperti pendapat yang tela dijelaskan diatas yang dibolehkan hanya percam puran antara sperma suaminya sendiri dengan ovum isterinya sendiri. BAB III KESIMPULAN Permasalahan yang telah dibahas diatas merupakan fenomena yang ada dalam masala h perkwinan untuk membentuk keluarga, dalam hukum islam hal itu telah diatur, mu nculnya bank sperma antara lain karena untuk mewujudkan keturunan bagi para suam i istri yang mandul atau tidak punya anak, menurut pendapat penulis dari menging at dan menimbang beberapa penjelasan di atas kehadiran bank sperma tidak dibenar kan dalam hukum islam, meskipun ada beberapa yang membolehkan dengan alasan bank sperma mematuhi peraturan hukum syara` tapi kami bertolak belakang dari pendapa t itu, hal itu memang mungkin tapi kalo di pikir lebih panjang lagi hal itu sang at sulit dilakukan dan lebih banyak madhorotnya (bahayanya), Pertama demi menjag a hubungan nasab agar tidak ada percampuran nasab, Kedua, percampuran sperma dan ovum antara seroang laki dan perempan (bukan suami istri) dengan persetubuhan a tau percamuran dengan inseminasi buatan dihukumi zina, Ketiga, bisa saja orang p unya anak dan tidak punya suami yang menjadikan seorang perempuan tidak mau kawi n, Keempat, menurunnya jumlah perkawinan dalam dalam sebuah negera, Kelima, keti dak bolehan pada langkah yang pertama yang dilakukan bank sperma dalam mengambil sperma dari para pe-donor dengan cara onani seperti dijelaskan diatas, meskipun banyak ulama memperbolehkan hal itu karna penulisi berpedoman pada al-qur`an 24 An Nuur : 30 : Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandan ganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih Suci bagi mere ka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat". Menjelaskan mengeluarkan kemaluannya tidak boleh apalagi onani, hal ini halal ha

nya terhadap istrinya saja. Dan yang terakhir pada proses enseminasinya juga ban yak perbedaan pendapat, penulis juga sepakat kebolehan itu hanya terhadap seroan g suami istri yang telah terikat perkawinan bukan orang lain sebagaimana yang te lah dijelaskan diatas.