Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Tinjauan Pustaka Jantung merupakan suatu organ yang berdenyut dengan irama tertentu (kontraksi ritmik). Fungsi utama jantung adalah memompa darah ke arah sirkulasi sistemik maupun pulmoner. Jantung terletak dalam mediastinum di rongga dada, yaitu di antara kedua paru-paru. Lapisan yang mengitari jantung ( pericardium ) terdiri dari dua bagian : lapisan sebelah dalam atau pericardium visceral dan lapisan sebelah luar atau pericardium parietal. Kedua lapisan pericardium ini dipisahkan oleh sedikit cairan pelumas, yang berfungsi mengurangi gesekan pada gerakan memompa dari jantung itu sendiri. Bagian depan dari pericardium itu melekat pada tulang dada ( sternum ) bagian bawahnya melekat pada tulang punggung, sedang bagian bawah pada diafragma. Perikardium visceral mempunyai hubungan langsung dengan permukaan jantung. Jantung pada manusia berbeda dengan jantung pada katak yaitu jantung katak terdiri dari 2 atrium dan satu ventrikel sedangkan pada manusia mamiliki 2 ventrikel dan 2 atrium. Pada katak atrium kiri menerima oksigen dari paru-paru dan atrium kanan menerima darah dari system sirkulasi. Umumnya meskipun terdapat satu ventrikel katak mengalirkan darah yang kaya karbohidrat ke dalam sirkulasi paru-paru. Hal ini sesuai dengan pendapat Anonimd (2010) bahwa Jantung berperan dalam mengalirkan darah ke seluruh tubuh oleh karena itu jantung disebut sebagai alat peredaran darah. Kontraksi otot jantung terjadi karena adanya rangsangan yang diterima oleh saraf. Serabut saraf mencapai setiap saraf otot. Saraf otot berkontraksi karena adanya aksi potensial yang ditimbulkan oleh adanya pertambahan neuron hormon yang dikeluarkan oleh otot dan plate bila rangsangan dan akan mencapai nilai-nilai maximal. Karena serat otot itu tunduk pada hokum All or one yang bermakna sekali berkontraksi atau tidak sama sekali. Jantung katak terdiri dari: 1. Sebuah bilik yang berdinding tebal dan letaknya disebelah posterior

2. Dua buah serambi , yakni serambi kanan (atrium dekster) dan serambi kiri (atrium sinister) 3. Sinus venosus yang berbentuk segitiga dan terletak disebelah dorsal dari jantung 4. Trunkus arteriosus berupa pembuluh bulat yang keluar dari bagian dasar anterior bilik. Sistem Peredaran Darah Katak Sistem peredaran darah katak berupa system peredaran darah tertutup dan peredaran darah ganda. Pada system peredaran darah ganda, darah melalui jantung dua kali dalam satu kali peredaran. Pertama, darah dari jantung menuju ke paru-paru kemudian kembali ke jantung. Kedua, darah dari seluruh tubuh menuju ke jantung dan diedarkan kembali ke seluruh tubuh. Jantung katak terdiri dari tiga ruang, yaitu dua atrium (atrium kanan dan atrium kiri) dan sebuah ventrikel. Di antara atrium dan ventrikel terdapat klep yang mencegah agar darah di ventrikel tidak mengalir kembali ke atrium. Darah yang miskin oksigen dari berbagai jaringan dan organ-organ tubuh mengalir ke sinus venosus menuju atrium kanan. Darah dari atrium kanan mengalir ke ventrikel, kemudian menuju ke arteri pulmonalis dan masuk ke paru-paru. Di paru-paru, karbon dioksida dilepaskan dan oksigen diikat. Dari paru-paru darah mengalir ke vena pulmonalis, kemudian menuju atrium kiri. Peredaran darah yang terjadi ini merupakan peredaran darah kecil. selanjuntnya, dari atrium kiri darah mengalir ke ventrikel. Di dalam ventrikel terjadi pencampuran darah yang mengandung oksigen dengan darah yang mengandung karbon dioksida, meskipun dalam jumlah yang sedikit. Dari ventrikel, darah keluar melalui traktus arteriosus (batang nadi) ke aorta yang bercabang ke kiri dan ke kanan. Masing-masing aorta ini bercabang-cabang menjadi tiga arteri pokok, yaitu arterior (karotis) mengalirkan darah ke kepala dan ke otak, lengkung aorta mengalirkan darah ke jaringan internal dan alat dalam tubuh, dan arteri posterior mengalirkan darah ke kulit dan paru-paru. Darah katak terdiri dari plasma darah dan sel-sel darah. Plasma darah mengandung air, protein, darah, dan garam-garam mineral. Sel-sel darah terdiri dari eritrosit (sel darah merah) dan leukosit (sel darah putih). Eritrosit pada katakmemiliki

inti dan mengandung hemoglobin untuk mengikat oksigen. Leukosit pada katak juga memiliki inti. Selain memiliki sitem peredaran darah, katak juga memilki sistem peredaran limfe. System peredaran limfe berperdan penting dalam pengambilan cairan tubuh ke dalam peredaran darah. Jantung itu sendiri terdiri dari tiga lapisan : 1. Epikardium : Merupakan lapisan jantung sebelah luar yang merupakan selaput pembungkus terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan parietal dan visceral yang bertemu dipangkal jantung membentuk kantung jantung. 2. Miokardium : Merupakan lapisan inti dari jantung yang terdiri dari otot-otot jantung, otot jantung ini membentuk bundalan-bundalan otot yaitu : a. Bundalan otot atria, yang terdapat di bagian kiri/kanan dan basis kordis yang membentuk serambi atau aurikula kordis. b. Bundalan otot ventrikel, yang membentuk bilik jantung, dimulai dari cicin atrioventrikular sampai di apeks jantung. c. Bundalan otot atrioventrikuler merupakan dinding pemisah antara serambi dan bilik jantung. 3. Endokardium : Merupakan lapisan jantung yang terdapat di sebelah dalam yang terdiri dari jaringan endotel atau selaput lendir yang melapisi permukaan rongga jantung. Sifat-sifat Jantung a. Automasi Artinya jantung ini masih dapat melakukan fungsinya tanpa dipengaruhi saraf. Dibuktikan dengan cara merusak otak atau sumsum punggung. Jantung tetap normal melakukan fungsinya untuk beberapa saat. b.Termolabil

Jantung dapat berubah denyutnya karena pengaruh suhu lingkungan. Sebagai contoh kita berpindah dari daerah suhu panas ke daerah bersuhu dingin, maka denyut jantung menurun. Jadi, pada suhu yang lebih panas, frekuensi denyut jantung menjadi naik dan sebaliknya. c. Sinsitium Organ berupa serabut yang bekerja sebagai satu unit. Jantung tetap berdenyut setelah seluruh persarafannya dipotong; bahkan bila jantung dipotong-potong, setiap potongan jaringan jantung masih berdenyut. Hal ini disebakan oleh adanya jaringan khusus pemicu di jantung yang mampu mencetuskan potensial aksi berulang-ulang. Jaringan picu jantung membentuk sistem hantaran yang dalam keadaan normal menyebarkan impuls ke seluruh jantung. Jantung menerima darah dari sistem vena yang berasal dari jaringan dan organ tubuh. Denyut jantung berasal dari sistem penghantar jantung yang khusus dan menyebar melalui sistem ini kesemua bagian miokardium. Struktur yang membentuk sistem penghantar adalah simpul sinoatrial ( simpul SA ), lintasan antar simpul di atrium, simpul atrioventrikular ( simpul AV ) , berkas His dan cabang-cabangnya dan sistem Purkinje Jantung katak dipengaruhi oleh frekuensi, kontraksi, dan konduksi pada otot jantung. Ada dua cara dalam melihat otot jantung pada katak dengan cara invivo dan invitro atau jantung katak tepisah. untuk melihat kontraksi otot jantung digunakan tranducer atau stain lauge dan untuk meneliti kontraksi pada otot jantung digunakan tranduser dengan menghubungkan pada recorder atau langsung dicatat pada recorder tanpa melalui tanduscer. untuk meneliti frekuensi otot jantung mengunakan EKG atatau dengan tranducer yang dihubungkan dengan recorder, dan untuk meneliti konduksi digunakan EKG atau pengamatan potensial pada sel otot-sel otot jantung. Mekanisme obat yang bekerja pada otot jantung dapat melalui : a. obat yang bekerja langsung ke otot jantung b. obat yang bekerja melalui system otonom

c. obat bekarja melalui reseptor. 1.2. Rumusan Masalah Bagaimana memahami sifat-sifat jantung dan perubahan akibat pengaruh suhu, hormon, neurotransmitter dan penghambatan konduksi impuls terhadap kontraksi jantung serta kinerja di luar tubuh. 1.3..Tujuan Memahami sifat-sifat jantung dan perubahan akibat pengaruh suhu, hormon, neurotransmitter dan penghambatan konduks impuls terhadap kontraksi jantung serta kinerja di luar tubuh.

BAB III
HASIL PRAKTIKUM
Jenis Perlakuan Pengamatan terhadap kontraksi Jantung Frekuensi Amplitudo Keterangan (getar/menit) 77 K : 59 P : 64 K : 69 P : 64 K : 60 P : 63 K : 60 P : 12 K : 54 P : 69 K : 40 P : bergerigi
(tidak dapat dihitung)

Normal Suhu Hangat Suhu Dingin Adrenalin Pilokarpin Atropin Sulfas Blok Parsial

(cm) 77 0,6 0,25 0,36 0,43 0,46 0,14 0,34 0,40 0,15 0,43 0,56 bergerigi (tidak dapat dihitung) 0,1 0,32

f naik, A turun f turun, A naik f naik, A turun f turun, A naik f naik, A naik f turun, A turun

Blok Total Otomatisasi GRAFIK !!

P: 8 P : 26

a. Kontraksi Normal Jantung Katak b. Pengaruh Suhu c. Pengaruh Obat-obatan d. Blok pada Jantung e. Otomatisasi Jantung

BAB IV
PEMBAHASAN
a) Pencatatan normal Jantung Katak

Pada pencatatan normal frekuensi kontraksi jantung katak didapatkan 77 getar/ menit dan amplitude 1 cm. b) Pengaruh Suhu Percobaan selanjutnya adalah mengenai pengaruh suhu terhadap jantung katak. Saat jantung katak di beri larutan Ringer pada suhu hangat jantung bekerja 59 getar/menit,itu adalah frekuensi kontrolnya. . Setelah jantung diberi larutan Ringer pada suhu ternyata ritme jantung katak meningkat menjadi 64 kali/menit. Hal ini disebabkan oleh respon feed back mechanism otot jantung yang bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu normal jantung. Begitu pula pada saat jantung diberi larutan ringer dengan suhu dingin. Jantung bekerja lebih lambat menjadi 64 kali/menit. Pada percobaan suhu hangat kerja jantung meningkat, pada suhu dingin kerja jantung menurun. Ini disebabkan oleh sifat jantung yaitu Termolabil , dimana jantung dapat berubah denyutnya karena pengaruh suhu lingkungan. Sebagai contoh kita berpindah dari daerah suhu panas ke daerah bersuhu dingin, maka denyut jantung menurun. Jadi, pada suhu yang lebih panas, frekuensi denyut jantung menjadi naik dan sebaliknya.

c) Pengaruh Obat-obatan Percobaan ketiga yang dilakukan adalah jantung diberikan rangsangan berupa hormone adrenalin, pilokarpin, dan atropine sulfas. Sebelum diberikan hormone adrenalin jantung bekerja 60kali/menit. Setelah diberikan adrenalin kerja jantung menjadi lebih cepat yaitu 63 kali/menit. Hal ini disebabkan oleh kecepatan jantung dipengaruhi oleh sirkulasi hormon efineprin (adrenalin) dan norefineprin (noradrenalin) sistem simpatis yang mempercepat detak jantung. Sebelum diberikan hormone pilokarpin jantung bekerja 60 kali/menit. Setelah diberikan pilokarpin kerja jantung menjadi lebih lambat yaitu12 kali/menit. Hal ini disebabkan oleh pilokarpin termasuk obat Kolinergika atau parasimpatomimetika (efek yang menyerupai keadaan istirahat dan tidur). Efek stimulasinya mengurangi kegiatan jantung, vasodilatasi, dan penurunan tekanan darah, memperlambat pernafasan, antara lain dengan menciutkan bronchi. Dan sebelum diberi hormone atropine, jantung bekerja 54 kali/menit. Setelah diberi atropine kerja jantung semakin cepat yaitu 69 kali/menit. Atropin sebenarnya bersifat bifasik

yaitu atropin tidak mempengaruhi pembuluh darah maupun tekanan darah secara langsung dan menghambat vasodilatasi oleh asetilkolin. Mungkin di percobaan kami, kami melakukan kesalahan teknis, sehingga kontraksi makin cepat. d) Blok pada Jantung e) Otomatisasi Jantung Percobaan terakhir adalah melihat otomasi jantung diluar tubuh. Jantung tetap berdenyut setelah seluruh persarafannya dipotong; bahkan bila jantung dipotongpotong, setiap potongan jaringan jantung masih berdenyut. Jantung memang memiliki otomasi sendiri di otot jantung berupa serabut purkinje dan serabut his. Pacemaker jantung mamalia adalah Nodus Keith dan Flacke (Nodus Sinoaricularis), sedang pada katak fraksi jantung diatur oleh salah satu dari ketiga pasang ganglionnya.Terbukti tanpa adanya koordinasi syaraf simpatis dan parasimpatis jantung tetap dapat berdetak diluar tubuh yaitu 26kali/menit. Tetapi karena kondisi diluar tubuh tidak cocok dengan jantung maka jantung kerjanya menjadi semakin melemah.

BAB V
KESIMPULAN

1. Kerja jantung di pengaruhi oleh suhu,obat-obatan,dan kerja yang dilakukan 2. Jantung sebagai pompa darah keseluruh tubuh. 3. Obat adrenalin menyebabkan meningkatnya kerja jantung. 4. Obat pilokarpin dan atropine menyebabkan menurunnya kerja jantung. 5. Otomatisasi jantung adalah keadaan dimana jantung dapat berdenyut kembali setelah di keluarkan dari badan dan jaringan yang mengikatnya.

DAFTAR PUSTAKA

1 . Colville,Thomas dan joanna MB. 2002. Clinical Anatomy & Physiology For Veterinaty Technicians. USA: Mosby. 2. Ganong, F.William. 1995. Buku ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi II. Jakarta : EGC. Penerjemah H. M Djuahari Wdjokusumah. Terjemahan dari review off Medical Physiology. 3. Guyton, Arthur C. 1995. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 9. Jakarta : EGC. Penerjemah Ken Ariata Tengadi. Terjemahan dari Textbook of Medical Physiology 4. Hway Kiem, Dey.1961. Ilmu Faal Peredaran Darah 1. 5. Irianto, Kus. 2994. Struktur dan Fungsi Tubuh Manusia untuk Para 6. Medsi. Bandung: CV. YeramaWidya 7. Pearce, Evelin. C. 2005. Anatomi dan Fisiologi untuk Para Medis. Jakarta: PT. Gramedia

8. Anonima. 2010. Sirkulasi darah. http://org.com 9. Anonimc. 2010. Kontraksi jantung . http://www.jevuska.com/ ( 10. Anonimd. 2010. Rangsangan. http://whedacaine.wordpress.com/ 11. Supripto. 1998. Fisiologi Hewan. Penerbit ITB. Bandung 12. Sonjaya,H. 2010. Bahan Ajar Fisiologi Ternak Dasar. Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin. Makassar