Anda di halaman 1dari 11

MODULASI FREKUENSI (FM)

I. Tujuan
1. Untuk menahami karakteristik dari modulasi amplitudo. 2. Untuk memahami prinsip kerja dari pemancar FM.

II. Peralatan
1. Panel radio FM Transmitter 2. Power Supply Base 3. FM Receiver 4. oscilloscope 5. Digital Multimeter 6. Frequency counter SIP355 S300PSB SIP328D

III. Dasar Teori


Modulasi frekuensi adalah suatu proses modulasi dimana frekuensi gelombang pembawa sebagai subjek yang diubahubah dengan amplitudo yang tetap. Dalam modulasi frekuensi, carrier tidak termodulasi sebagai rancangan frekuensi center. Dalam sistem komunikasi FM, sinyal pemodulasi dibentuk okeh frekuensi carrier dan pengiriman sinyal transmitter. Frekuensi deviasi ditentukan oleh perbedaan antara frekuensi termodulasi dan frekuensi center carriernya. Frekuensi deviasi tergantung pada amplitudo sinyal pemodulasi, yang kecepatanya tergantung frekuensi sinyal modulasi. Dari gambar modulasi FM, selama T1 dan T3 berada pada amplitudo maksimum. Gelombang modulasi yang dihasilkan lebih rapat, dan menunjukkan frekuensi tertinggi. Dan sebaliknya selama interval T3 dan T5 berada pada amplitudo maksimum negatif, gelombang yang dihasilkan lebih renggang dan frekuensi terendah.

Audio

Modulasi FM

B T0 T1 T2 T3 T4 T5 T6

Modulasi FM dengan gelombang carrier tunggal

IV. Prosedur Percobaan


A. Pengetesan Kristal Osilator 1. Ground dihubungkan dan +0-15 VDC Aundio.Amp dan Reference Osc.Osciloskop dihubungkan dan sebuah counter ke TP3 dan frekuensi diukur ketika FREQ.ADJ. dikontrol pada 0. Ulur frekuensi dan amati bentuk gelombangnya. 2. FREQ.ADJ.diputar hingga penuh dan diatur clock counter pada posisi nomor 5. Dan diukur frekuensi maksimum dan minimum dihitung perubahan range frekuensinya. 3. Probe Low-kapasitor dari frekuensi counter ke TP5. C10 danT1 diubah hingga pembacaan 10,209 MHz pada TP5. Perubahan tegangan DC dilakukan (1,0 VDC) dan 14 V sampai harga terkecil dan ukur frekuensi pada TP5. 4. Deviasi maksimum dicatat dari output ganda (dalam Hz) B. Mengatur Penguat Buffer 5. Counter dihubungkan ke TP5, dan R2 (FREQ.ADJ) diatur pada zero. Diamati dan dicatat buffer dengan frekuensi output yang mungkin dari C10 dan T1. Frekuensi diatur pada 7 MHz dan 10,7 MHz.

6. Perubahan tegangan emitter pada resonansi tegangan DC pada TP4 diukur untuk setiap frekuensi 7. Counter dihubungkan ke TP5, dan Range R2 diubah pada zero. Frekuensi pada TP5 dicatat yang menyebabkan perubahan pada kapasitasi D1 ketika merubah R2. Deviasi dihitung ketika buffer dioperasikan pada frekuensi 7,159 dan 10,74 MHz..

C. Mengatur Penguat RF 8. R2 diatur pada zero, Q2(C10 dan T1) dan Q3(C16 dan T2)pada 10,74 MHz. Frekuensi diukur pada TP5 dan TP7. Tegangan DC diukur yang melewati R11 pada TP6. 9. Q2 diatur (seperti langkah 8) pada 10,74 MHz dan RF Amplifier diatur pada pada 10,74 MHz. Frekuensi oscillator dicatat pada TP3 frekuensi oscillator. 10. Grafik dari langkah 3 dilihat dan dijelaskan serta diamati perubahan tegangan DC linier pada dioda varactor yang disebabkan oleh deviasi linier pada frekuensi output. 11. Jika oscillator dideviasikan dengan frekuensi 500 Hz dan transmitter 2 tripler dan sebuah doubler.Maka deviasi output adalah 500 Hz x 2(3) x1(2) = 6000 Hz 12. Jika transmitter ditunjukkan seperti langkah 11, dimana oscillator di operasikan pada frekuensi 5,5 Mhz , maka frekuensi radiasi antenna sebesar : 5,5 MHz x 2(3) x 1(2) = 66MHz. dan frekuensi output RF pada TP7.Bagaimana output RF untuk 3 kali

D. Mengukur frekuensi radiasi 13. Counter dihubungkan pada TP7 dan C10-T1 dan C16-TP2 diatur frekuensi output RF antenna 10,74 MHz. 14. Multimeter dihubungkan ke TP2 dan deviasi meter diamati dalam panel dengan variasi tegangan DC antara +4VDC dan 14 VDC Swich MOD/OSC diatur pada posisi OSC. untuk

E.Transmisi radio FM 15. Pada transmitter FM, R2 diatur pada zero,C10 dan T1 diatur pada 7,1 MHz atau 10,74 MHz .Pda penerima FM dengan band yang bersilangan sejak sinyal yang dikirim terdengar antara sinyal yang lain datang masuk stasion.untuk frekuensi output RF antenna 10,74 MHz

V.DATA PERCOBAAN
1. Volt/div = 50 mv/div Time/div = 1s/div Vpp = 3,3 x 50 mv = 165 mv Periode = 3 s Frekuensi pada TP3 = 3,58 MHz Gambar pada TP3 2. Pada saat frekuensi ADJ diputar penuh dan clock counter pada posisi nomor 5, didapat : Frekuensi maximum = 3,585 MHz Frekuensi minimum = 3,51 MHz 3. Frekuensi pada TP5 krika dipasang probe-low kapasitor dari frekuansi counter menghasilkan frekuansi yang tidak stabil, ini dapat dilihat berasarkan tabel percobaan. DC VOLT @ FREQ. TP2 14 13 12 11 10 9 (MHz) 7,161 7,1609 7,1608 7,1607 7,1605 7,1604 @ TP5 DC VOLT @ FREQ. TP2 8 7 6 5 4 (MHz) 7,1602 7,1598 7,1595 7,1592 7,1589 @ TP5

Tabel pada saat probe low-kapasitor dari frekuensi counter dipasang pada TP5 4. Deviasi maksimum dari output ganda ( Hz ) Deviasi = f maks f min = 7,161 7,1589 = 0,002 MHz

5. Tabel langkah 6 FREQ. @ TP5 ( MHz ) 7,159 MHz 10,739 MHz 6. Tabel langkah 7 FREQ. @ TP5 ( MHz ) 7,159 MHz 10,739 MHz 7. Tabel langkah 14 VOLT DC @ TP2 DEVIASI METER VOLT DC @ TP2 DEVIASI METER 4 0.64 10 0.16 5 0.60 11 0.12 6 0.48 12 0.08 7 0.40 13 0.06 8 0.28 14 0.04 9 0.20 Total frekuensi devisi adalah 3,06 KHz F @ TP5 ( MHz ) 0,002 MHz 23,586 MHz DC VOLT @ TP4 ( V ) 0.858 0.854

VI.Analisa data dan pembahasan


A..Pengetesan kristal Oscilator Langkah 1
Volt/div = 50 mv/div Time/div = 1s/div Vpp = 3,3 x 50 mv = 165 mv Periode = 3 s Frekuensi pada TP3 = 3,58 MHz

Langkah 2 Pemutaran FREQ.ADJ hingga penuh dan pengaturan clock counter pada posisi nomor 5 menghasilkan frekuensi maksimum (fmax = 3,585 MHz) dan frekuensi minimum ( fmin = 3,51 MHz) dengan range frekuensi Range frekuensi = f max f min = 3,585 3,51 = 0,07 MHz.

Langkah 3 Frekuensi pada TP5 ketika dipasang probe-low kapasitor dari frekuensi counter menghasilkan frekuensi yang tidak stabil, ini dapat dilihat berdasarkan tabel percobaan. F(Hz) 7,161 7,1609 7,1608 7,1607 7,1605 7,1604 7,1602 7,1598 7,1595 7,1592 7,159 4 Langkah 4 Deviasi maksimum dari output ganda (Hz) adalah : Defiasi = f max f min = 7,161MHz 7,158 MHz = 0,0021 MHz = 2,1 x 103 Hz B. Mengatur Penguat Buffer Langkah 5 Pada frekuensi 20,20 MHz, f = 23 ,86 20 ,20 = 3,66 MHz
f Pada frekuensi 18,20 MHz, =18 ,85 18 ,20 = 0,65 MHz.

10

11

12

13

14

VDC(volt)

Langkah 6

Ketika diukur tegangan emiter pada resonansi, maka tegangan DC pada TP4 untuk setiap frekuensi adalah sbb: Freq.@TP5 7,159 MHz 10,74 MHz DC Volt @ TP4 0,858 0,854

Dari tabel di peroleh suatu analisa bahwa semakin besar frekuensi pada TP 5 maka semakin kecil DC Volt TP4 Langkah 7 Pada frekuensi 7,159 MHz, f= ( 7,161- 7,159 ) = 0,002 Mhz. Pada fekuensi 10,74 MHz, f= 30,747 10,74 = 23,586 MHz FREQ. @ TP5 7,159 MHz 10,74 MHz

F @TP5 0,002 MHz 23,586 MHz

C. Mengatur Penguat RF Langkah 8 Besarnya tegangan Dc yang melewati R11 pada Tp6 ketika diatur R2 pada zero ( C10 dan T1 ) dan Q3 (C16 dan T2 ) pada frekuensi 10,7 MHz maka tegangan DC yang melewati R11 pada TP6 adalah 0,397 Volt. Langkah 10 Tegangan DC 14 13 12 11 10 9 Frekuensi ( f ) 7,161 7,1609 7,1608 7,1607 7,1605 7,1604

8 7 6 5 4

7,1602 7,1598 7,1595 7,1592 7,1589

Berdasarkan grafik dari langkah 3 dapat dilihat bahwa pada saat DC volts@TP2 mulai dari 14 sampai dengan turun ke 7. Nilai frekuensi @ TP5 (dalam MHz) semakin besar ini disebabkan karena pengaruh besarnya tegangan, akan tetapi pada saat tegangan berada pada posisi 6, nilai frekuensi turun lagi dan juga pada saat tegangannya pada posisi 5 dan 4 mulai turun dan naik lagi nilai frekuensi. Ini menunjukkan ketidakstabilan nilai frekuensinya akibat pengaruh besarnya tegangan. Langkah 11 Oscilator dideviasikan dengan frekuensi 500 Hz transmitter 2 tripler dan sebuah trobler maka deviasi outputnya : Deviasi output = 500 Hz x (2x3) x 2 = 6000 Hz = 6 KHz Langkah 12. Oscilator dioperasikan pada frequensi 5,5 MHz maka frekuensi radiasi antenna = 5,5 MHz x (2x3) x 2 = 66 MHz. Langkah 14 Setelah dibuat tabel, dapat dinyatakan dalam grafik sebagai berikut : Deviasi meter

Deviasi meter

. 0

. 4

. 8

. 12

. 14 Tegangan

Berdasarkan grafik, dapat diperhatikan bahwa besarnya deviasi meter semakin besar meter. tegangan maka semakin kecil nilai deviasi meter atau dapat dikatakan berbanding terbalik antara besarnya tegangan dengan besarnya deviasi

KESIMPULAN
1. Modulasi frekuensi adalah sutu proses modulasi dimana frekuensi gelombang pembawa berubah sesuai dengan frekuensi gelombang informasi dan amplitudonya tetap. 2. Dalam sistem komunikasi FM, Sinyal pemodulasi dibentuk oleh frekuensi carrier dan pengiriman sinyal transmiter 3. Untuk mengetahui besarnya perubahan range frekuensi ( f ) diperoleh dari selisih antara frekuensi maksimum dengan frekuensi minimum. 4. Deviasi meter berbanding terbalik dengan DC, semakin besar tegangan DC-nya maka semakin kecil deviasi meternya. 5. Hubungan antara perubahan frekuensi dengan tegangan DC adalah berbanding lurus, semakin tinggi tegangan maka frekuensinya semakin tinggi. 6. Deviasi linier pada frekuensi autput sinyal mempengaruhi perubahan tegangan DC linier pada mode karakter. 7. Frekuensi autput FR sama dengan 3 kali frekuensi oskilator.

JAWABAN PERTANYAAN:
1. Output termodulasi oscilator pada pemancar FM memiliki amplitudo yang konstan tetapi frekuensi berubah rubah frekuensi sesuai dengan sinyal informasi. Jika amplitudonya di sinyal informasi maksimum maka frekuensi

modulasi ( FM ) lebih tinggi dimana panjang gelombang ( ) lebih kecil, dan jika amplitudo sinyal informasi minimum, maka frekuensi modulasi ( FM ) itu lebih rendah dimana panjang gelombang ( ) lebih besar. 2. Sistem FM lebih bebas dari nois kerena amplitudo sistem cariernya konstan dimana perubahan amplitudo dapat menyebabkan noise. Untuk itu pada amplitudo di pakai amplitudo linear. 3. Ya, deviasi frekuensi FM ditentukan oleh amplitudo audio, karena frekuensi deviasi ditentukan oleh perbedaan antara frekuensi termodulasi dan frekuensi cariernya, frekuensi termodulasi tergantung pada amplitudo sinyal pemodulasinya yang kecepatannya tergantung pada frekuensi sinyal modulasi; 4. Range frekuensi yang digunakan oleh pemancar penyiaran FM adalah antara 88 sampai 108 MHz. 5. Diagram blok pemancar FM.Transmisi sinyal termodulasi dalam sistem FM. Sinyal Informasi Penguat Audio Modulator Balance

Antene

Penguat Daya

Modulator FM

Oscillator Penjelasan : Sinyal informasi yang diterima diperkuat audio, kemudian sinyal tersebut melalui modulator balance untuk gelombang modulasi yang menghasilkan modulasi gelombang pembawa dengan sinyal informasi yang bekerja secara AM kemkudian melalui modulator FM selanjutnya diperkuat frekuensi nya dipenguat daya dan diteruskan keantena.Diantara energi listrik diubah elektron untuk dipancarkan. menjadi energi

6. Magnitudo frekuensi deviasi tergantung pada besarnya amplitudo sinyal pemodulasi yang kecepatanya tergantung pada frekuensi sinyal termodulasi f = k. Am Dimana : f = deviasi frekuensi k = konstanta Am = Amplitudo sinyal pemodulasi 7. Dalam trnsmisi FM, sinyal pembawa dalam modulasi harus konstan, maka lebar band ikut menyimpang yang menyebabkan semakin banyak nois pada gelombang cariernya. 8. Keuntungan FM dibandingkan dengan AM Frekuensi Modulasi ( FM ) 1. Suara yang di hasilkan lebih jernih 2. Bebas dari interverensi listrik 3. Dapat dilakukan keluar angkasa karena sifat gelombangnya yang tidak di pantulkan pada lapisan atmofer Amplitudo Modulasi ( AM ) 1. Suara yang di hasilkan mengandung noise 2. Dapat mengirim sinyal untuk jarak jauh