Anda di halaman 1dari 17

ASKEP APENDISITIS

Posted on Maret 27, 2008 by harnawatiaj Pengertian Apendisitis akut adalah penyebab paling umum inflamasi akut pada kuadran bawah kanan rongga abdomen, penyebab paling umum untuk bedah abdomen darurat (Smeltzer, 2001). Apendisitis adalah kondisi di mana infeksi terjadi di umbai cacing. Dalam kasus ringan dapat sembuh tanpa perawatan, tetapi banyak kasus memerlukan laparotomi dengan penyingkiran umbai cacing yang terinfeksi. Bila tidak terawat, angka kematian cukup tinggi, dikarenakan oleh peritonitis dan shock ketika umbai cacing yang terinfeksi hancur. (Anonim, Apendisitis, 2007) Apendisitis adalah peradangan akibat infeksi pada usus buntu atau umbai cacing (apendiks). Infeksi ini bisa mengakibatkan pernanahan. Bila infeksi bertambah parah, usus buntu itu bisa pecah. Usus buntu merupakan saluran usus yang ujungnya buntu dan menonjol dari bagian awal usus besar atau sekum (cecum). Usus buntu besarnya sekitar kelingking tangan dan terletak di perut kanan bawah. Strukturnya seperti bagian usus lainnya. Namun, lendirnya banyak mengandung kelenjar yang senantiasa mengeluarkan lendir. (Anonim, Apendisitis, 2007) Apendisitis merupakan peradangan pada usus buntu/apendiks ( Anonim, Apendisitis, 2007) Klasifikasi Klasifikasi apendisitis terbagi atas 2 yakni : Apendisitis akut, dibagi atas: Apendisitis akut fokalis atau segmentalis, yaitu setelah sembuh akan timbul striktur lokal. Appendisitis purulenta difusi, yaitu sudah bertumpuk nanah. Apendisitis kronis, dibagi atas: Apendisitis kronis fokalis atau parsial, setelah sembuh akan timbul striktur lokal. Apendisitis kronis obliteritiva yaitu appendiks miring, biasanya ditemukan pada usia tua. Anatomi dan Fisiologi Appendiks merupakan organ yang kecil dan vestigial (organ yang tidak berfungsi) yang melekat sepertiga jari. Letak apendiks. Appendiks terletak di ujung sakrum kira-kira 2 cm di bawah anterior ileo saekum, bermuara di bagian posterior dan medial dari saekum. Pada pertemuan ketiga taenia yaitu: taenia anterior, medial dan posterior. Secara klinik appendiks terletak pada daerah Mc. Burney yaitu daerah 1/3 tengah garis yang menghubungkan sias kanan dengan pusat. Ukuran dan isi apendiks. Panjang apendiks rata-rata 6 9 cm. Lebar 0,3 0,7 cm. Isi 0,1 cc, cairan bersifat basa mengandung amilase dan musin. Posisi apendiks. Laterosekal: di lateral kolon asendens. Di daerah inguinal: membelok ke arah di dinding abdomen. Pelvis minor. Etiologi

Terjadinya apendisitis akut umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri. Namun terdapat banyak sekali faktor pencetus terjadinya penyakit ini. Diantaranya obstruksi yang terjadi pada lumen apendiks. Obstruksi pada lumen apendiks ini biasanya disebabkan karena adanya timbunan tinja yang keras ( fekalit), hipeplasia jaringan limfoid, penyakit cacing, parasit, benda asing dalam tubuh, cancer primer dan striktur. Namun yang paling sering menyebabkan obstruksi lumen apendiks adalah fekalit dan hiperplasia jaringan limfoid. (Irga, 2007) Patofisiologi Apendiks terinflamasi dan mengalami edema sebagai akibat terlipat atau tersumbat kemungkinan oleh fekolit (massa keras dari faeces) atau benda asing. Proses inflamasi meningkatkan tekanan intraluminal, menimbulkan nyeri abdomen atas atau menyebar hebat secara progresif, dalam beberapa jam terlokalisasi dalam kuadran kanan bawah dari abdomen. Akhirnya apendiks yang terinflamasi berisi pus. Manifestasi Klinik Apendisitis memiliki gejala kombinasi yang khas, yang terdiri dari : Mual, muntah dan nyeri yang hebat di perut kanan bagian bawah. Nyeri bisa secara mendadak dimulai di perut sebelah atas atau di sekitar pusar, lalu timbul mual dan muntah. Setelah beberapa jam, rasa mual hilang dan nyeri berpindah ke perut kanan bagian bawah. Jika dokter menekan daerah ini, penderita merasakan nyeri tumpul dan jika penekanan ini dilepaskan, nyeri bisa bertambah tajam. Demam bisa mencapai 37,8-38,8 Celsius. Pada bayi dan anak-anak, nyerinya bersifat menyeluruh, di semua bagian perut. Pada orang tua dan wanita hamil, nyerinya tidak terlalu berat dan di daerah ini nyeri tumpulnya tidak terlalu terasa. Bila usus buntu pecah, nyeri dan demam bisa menjadi berat. Infeksi yang bertambah buruk bisa menyebabkan syok. (Anonim, Apendisitis, 2007) Pemeriksaan diagnostik Untuk menegakkan diagnosa pada apendisitis didasarkan atas anamnese ditambah dengan pemeriksaan laboratorium serta pemeriksaan penunjang lainnya. Gejala apendisitis ditegakkan dengan anamnese, ada 4 hal yang penting adalah: Nyeri mulamula di epigastrium (nyeri viseral) yang beberapa waktu kemudian menjalar ke perut kanan bawah. Muntah oleh karena nyeri viseral. Panas (karena kuman yang menetap di dinding usus). Gejala lain adalah badan lemah dan kurang nafsu makan, penderita nampak sakit, menghindarkan pergerakan, di perut terasa nyeri. Pemeriksaan yang lain Lokalisasi. Jika sudah terjadi perforasi, nyeri akan terjadi pada seluruh perut, tetapi paling terasa nyeri pada daerah titik Mc. Burney. Jika sudah infiltrat, lokal infeksi juga terjadi jika orang dapat menahan sakit, dan kita akan merasakan seperti ada tumor di titik Mc. Burney. Test rektal. Pada pemeriksaan rektal toucher akan teraba benjolan dan penderita merasa nyeri pada daerah prolitotomi. Pemeriksaan laboratorium Leukosit meningkat sebagai respon fisiologis untuk melindungi tubuh terhadap mikroorganisme yang menyerang.

Pada apendisitis akut dan perforasi akan terjadi lekositosis yang lebih tinggi lagi. Hb (hemoglobin) nampak normal. Laju endap darah (LED) meningkat pada keadaan apendisitis infiltrat. Urine rutin penting untuk melihat apa ada infeksi pada ginjal. Pemeriksaan radiologi Pada foto tidak dapat menolong untuk menegakkan diagnosa apendisitis akut, kecuali bila terjadi peritonitis, tapi kadang kala dapat ditemukan gambaran sebagai berikut: Adanya sedikit fluid level disebabkan karena adanya udara dan cairan. Kadang ada fecolit (sumbatan). Pada keadaan perforasi ditemukan adanya udara bebas dalam diafragma. Penatalaksanaan Pembedahan diindikasikan bila diagnosa apendisitis telah ditegakkan. Antibiotik dan cairan IV diberikan sampai pembedahan dilakukan. analgesik dapat diberikan setelah diagnosa ditegakkan. Apendektomi (pembedahan untuk mengangkat apendiks) dilakukan sesegera mungkin untuk menurunkan resiko perforasi. Apendektomi dapat dilakukan dibawah anastesi umum atau spinal dengan insisi abdomen bawah atau dengan laparoskopi, yang merupakan metode terbaru yang sangat efektif. Konsep Asuhan Keperawatan Sebelum operasi dilakukan klien perlu dipersiapkan secara fisik maupun psikis, disamping itu juga klien perlu diberikan pengetahuan tentang peristiwa yang akan dialami setelah dioperasi dan diberikan latihan-latihan fisik (pernafasan dalam, gerakan kaki dan duduk) untuk digunakan dalam periode post operatif. Hal ini penting oleh karena banyak klien merasa cemas atau khawatir bila akan dioperasi dan juga terhadap penerimaan anastesi. Untuk melengkapi hal tersebut, maka perawat di dalam melakukan asuhan keperawatan harus menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: Pengkajian Identitas klien Nama, umur, jenis kelamin, status perkawinan, agama, suku/bangsa, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, alamat, dan nomor register. Identitas penanggung Riwayat kesehatan sekarang. Keluhan utama Klien akan mendapatkan nyeri di sekitar epigastrium menjalar ke perut kanan bawah. Timbul keluhan Nyeri perut kanan bawah mungkin beberapa jam kemudian setelah nyeri di pusat atau di epigastrium dirasakan dalam beberapa waktu lalu. Sifat keluhan Nyeri dirasakan terus-menerus, dapat hilang atau timbul nyeri dalam waktu yang lama. Keluhan yang menyertai Biasanya klien mengeluh rasa mual dan muntah, panas. Riwayat kesehatan masa lalu Biasanya berhubungan dengan masalah kesehatan klien sekarang Pemeriksaan fisik Keadaan umum Klien tampak sakit ringan/sedang/berat. Berat badan Sebagai indicator untuk menentukan pemberian obat. Sirkulasi : Klien mungkin takikardia. Respirasi : Takipnoe, pernapasan dangkal. Aktivitas/istirahat : Malaise. Eliminasi Konstipasi pada awitan awal, diare kadang-kadang. Distensi abdomen, nyeri tekan/nyeri lepas, kekakuan, penurunan atau tidak ada bising usus. Nyeri/kenyamanan Nyeri abdomen sekitar epigastrium dan umbilicus, yang meningkat berat dan terlokalisasi pada titik Mc. Burney, meningkat karena berjalan, bersin, batuk, atau napas dalam. Nyeri pada kuadran kanan bawah karena posisi ekstensi kaki kanan/posisi duduk tegak. Keamanan Demam, biasanya rendah. Data psikologis Klien nampak gelisah. Ada perubahan denyut nadi dan pernapasan. Ada perasaan takut. Penampilan yang tidak tenang.

Diagnosa keperawatan Resiko berkurangnya volume cairan berhubungan dengan adanya mual dan muntah. Resiko terjadinya infeksi berhubungan dengan tidak adekuatnya pertahanan tubuh. Nyeri berhubungan dengan distensi jaringan intestinal. Kurangnya pengetahuan tentang proses penyakitnya berhubungan dengan informasi kurang. Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan intake menurun. Defisit perawatan diri berhubungan dengan kelemahan yang dirasakan Intervensi keperawatan . Rencana tujuan dan intervensi disesuaikan dengan diagnosis dan prioritas masalah keperawatan. Resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan adanya rasa mual dan muntah, ditandai dengan : Kadang-kadang diare. Distensi abdomen. Tegang. Nafsu makan berkurang. Ada rasa mual dan muntah. Tujuan : Mempertahankan keseimbangan volume cairan dengan kriteria : Klien tidak diare. Nafsu makan baik. Klien tidak mual dan muntah. Intervensi : Monitor tanda-tanda vital. Rasional : Merupakan indicator secara dini tentang hypovolemia. Monitor intake dan out put dan konsentrasi urine. Rasional : Menurunnya out put dan konsentrasi urine akan meningkatkan kepekaan/endapan sebagai salah satu kesan adanya dehidrasi dan membutuhkan peningkatan cairan. Beri cairan sedikit demi sedikit tapi sering. Rasional : Untuk meminimalkan hilangnya cairan. Resiko terjadinya infeksi berhubungan dengan tidak adekuatnya pertahanan tubuh, ditandai dengan : Suhu tubuh di atas normal. Frekuensi pernapasan meningkat. Distensi abdomen. Nyeri tekan daerah titik Mc. Burney Leuco > 10.000/mm3 Tujuan : Tidak akan terjadi infeksi dengan kriteria : Tidak ada tanda-tanda infeksi post operatif (tidak lagi panas, kemerahan). Intervensi : Bersihkan lapangan operasi dari beberapa organisme yang mungkin ada melalui prinsip-prinsip pencukuran. Rasional : Pengukuran dengan arah yang berlawanan tumbuhnya rambut akan mencapai ke dasar rambut, sehingga benar-benar bersih dapat terhindar dari pertumbuhan mikro organisme. Beri obat pencahar sehari sebelum operasi dan dengan melakukan klisma. Rasional : Obat pencahar dapat merangsang peristaltic usus sehingga bab dapat lancar. Sedangkan klisma dapat merangsang peristaltic yang lebih tinggi, sehingga dapat mengakibatkan ruptura apendiks. Anjurkan klien mandi dengan sempurna. Rasional : Kulit yang bersih mempunyai arti yang besar terhadap timbulnya mikro organisme. HE tentang pentingnya kebersihan diri klien. Rasional : Dengan pemahaman klien, klien dapat bekerja sama dalam pelaksaan tindakan.

Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan distensi jaringan intestinal, ditandai dengan : Pernapasan tachipnea. Sirkulasi tachicardia. Sakit di daerah epigastrum menjalar ke daerah Mc. Burney Gelisah. Klien mengeluh rasa sakit pada perut bagian kanan bawah. Tujuan : Rasa nyeri akan teratasi dengan kriteria : Pernapasan normal. Sirkulasi normal. Intervensi : Kaji tingkat nyeri, lokasi dan karasteristik nyeri. Rasional : Untuk mengetahui sejauh mana tingkat nyeri dan merupakan indiaktor secara dini untuk dapat memberikan tindakan selanjutnya. Anjurkan pernapasan dalam. Rasional : Pernapasan yang dalam dapat menghirup O2 secara adekuat sehingga otot-otot menjadi relaksasi sehingga dapat mengurangi rasa nyeri. Lakukan gate control. Rasional : Dengan gate control saraf yang berdiameter besar merangsang saraf yang berdiameter kecil sehingga rangsangan nyeri tidak diteruskan ke hypothalamus. Beri analgetik. Rasional : Sebagai profilaksis untuk dapat menghilangkan rasa nyeri (apabila sudah mengetahui gejala pasti). Kurangnya pengetahuan tentang proses penyakitnya berhubungan dengan informasi kurang. Gelisah. Wajah murung. Klien sering menanyakan tentang penyakitnya. Klien mengeluh rasa sakit. Klien mengeluh sulit tidur Tujuan : Klien akan memahami manfaat perawatan post operatif dan pengobatannya. Intervensi : Jelaskan pada klien tentang latihan-latihan yang akan digunakan setelah operasi. Rasional : Klien dapat memahami dan dapat merencanakan serta dapat melaksanakan setelah operasi, sehingga dapat mengembalikan fungsi-fungsi optimal alat-alat tubuh. Menganjurkan aktivitas yang progresif dan sabar menghadapi periode istirahat setelah operasi. Rasional : Mencegah luka baring dan dapat mempercepat penyembuhan. Disukusikan kebersihan insisi yang meliputi pergantian verband, pembatasan mandi, dan penyembuhan latihan. Rasional : Mengerti dan mau bekerja sama melalui teraupeutik dapat mempercepat proses penyembuhan. Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan intake menurun. Nafsu makan menurun Berat badan menurun Porsi makan tidak dihabiskan Ada rasa mual muntah Tujuan : klien mampu merawat diri sendiri Intervensi : Kaji sejauh mana ketidakadekuatan nutrisi klien Rasional : menganalisa penyebab melaksanakan intervensi. Perkirakan / hitung pemasukan kalori, jaga komentar tentang nafsu makan sampai minimal Rasional : Mengidentifikasi kekurangan / kebutuhan nutrisi berfokus pada masalah membuat suasana negatif dan mempengaruhi masukan.

Timbang berat badan sesuai indikasi Rasional : Mengawasi keefektifan secara diet. Beri makan sedikit tapi sering Rasional : Tidak memberi rasa bosan dan pemasukan nutrisi dapat ditingkatkan. Anjurkan kebersihan oral sebelum makan Rasional : Mulut yang bersih meningkatkan nafsu makan Tawarkan minum saat makan bila toleran. Rasional : Dapat mengurangi mual dan menghilangkan gas. Konsul tetang kesukaan/ketidaksukaan pasien yang menyebabkan distres. Rasional : Melibatkan pasien dalam perencanaan, memampukan pasien memiliki rasa kontrol dan mendorong untuk makan. Memberi makanan yang bervariasi Rasional : Makanan yang bervariasi dapat meningkatkan nafsu makan klien. Defisit perawatan diri berhubungan dengan kelemahan yang dirasakan. Kuku nampak kotor Kulit kepala kotor Klien nampak kotor Tujuan : klien mampu merawat diri sendiri Intervensi : Mandikan pasien setiap hari sampai klien mampu melaksanakan sendiri serta cuci rambut dan potong kuku klien. Rasional : Agar badan menjadi segar, melancarkan peredaran darah dan meningkatkan kesehatan. Ganti pakaian yang kotor dengan yang bersih. Rasional : Untuk melindungi klien dari kuman dan meningkatkan rasa nyaman Berikan HE pada klien dan keluarganya tentang pentingnya kebersihan diri. Rasional : Agar klien dan keluarga dapat termotivasi untuk menjaga personal hygiene. Berikan pujian pada klien tentang kebersihannya. Rasional : Agar klien merasa tersanjung dan lebih kooperatif dalam kebersihan Bimbing keluarga / istri klien memandikan Rasional : Agar keterampilan dapat diterapkan Bersihkan dan atur posisi serta tempat tidur klien. Rasional : Klien merasa nyaman dengan tenun yang bersih serta mencegah terjadinya infeksi. Implementasi Pelaksanaan adalah pemberian asuhan keperawatan secara nyata berupa serangkaian kegiatan sistimatis berdasarkan perencanaan untuk mencapai hasil yang optimal. Pada tahap ini perawat menggunakan segala kemampuan yang dimiliki dalam melaksanakan tindakan keperawatan terhadap klien baik secara umum maupun secara khusus pada klien post apendektomi. Pada pelaksanaan ini perawat melakukan fungsinya secara independen,

interdependen dan dependen. Pada fungsi independen adalah mencakup dari semua kegiatan yang diprakarsai oleh perawat itu sendiri sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang dimilikinya Pada fungsi interdependen adalah dimana fungsi yang dilakukan dengan bekerja sama dengan profesi/disiplin ilmu yang lain dalam keperawatan maupun pelayanan kesehatan, sedangkan fungsi dependen adalah fungsi yang dilaksanakan oleh perawat berdasarkan atas pesan orang lain. Evaluasi. Untuk mengetahui pencapaian tujuan dalam asuhan keperawatan yang telah dilakukan pada klien perlu dilakukan evaluasi dengan mengajukan pertanyaan sebagai berikut : Apakah klien dapat mempertahankan keseimbangan cairan dalam tubuh?. Apakah klien dapat terhidar dari bahaya infeksi?. Apakah rasa nyeri akan dapat teratasi?. Apakah klien sudah mendapat informasi tentang perawatan dan pengobatannya. Sumber : 1.Doenges, Marylinn E. (2000), Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien, Penerbit Buku Kedokteran, EGC. Jakarta. 2.Henderson, M.A. (1992), Ilmu Bedah Perawat, Yayasan Mesentha Medica, Jakarta. 3.Schwartz, Seymour, (2000), Intisari Prinsip-Prinsip Ilmu Bedah, Penerbit Buku Kedokteran, EGC. Jakarta. 4.Smeltzer, Suzanne C, (2001), Buku Ajar Keperawatan MedikalBedah, Volume 2, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta. Suka Be the first to like this post. Filed under: 1. ASKEP ZONE Ditandai: | Add new tag METODE PERSIDANGAN ASKEP ANEMIA SEL SABIT

25 Tanggapan
1. adonist, on Mei 11, 2008 at 1:17 pm said: mas udah bagus tapi karena tulisannya antara definis, diagnosa, manifestasi klinis, sama sub title lainnya ga di pisah mbaca nya jadi mumet ( pusing). Balas

2. adonist, on Mei 11, 2008 at 1:18 pm said: weh sorry ternyata mbak

Balas

3. den bei ne, on Mei 15, 2008 at 11:07 pm said: tulisane apik tenaaan. carane piye tomas??? ikutan pks yoo Balas
o

enong, on Juni 11, 2010 at 2:33 pm said: ikutan PKS ? siapa takut ! Balas

4. rusli, on Juni 8, 2008 at 10:06 am said: bagus informasinya dan berikan terus tentang keperawatan. bagi yang mencari askep dapat juga di RUSARI.COM ONLINE ILMU KEPERAWATAN dengan literatur yang cukup lengkap, terdapat 200an askep siap di download Balas

5. Ahmad Longi, on November 14, 2008 at 12:32 pm said: info tentang askep keperwatan memberikan suspansi kepada saya, karena bahyan itu saya cari, kebetulan saya melakukan penyusunan karya tulis ilmiah sebagai syarat wisuda DIII keperwatan, saya ingin berterimah kasih kepada saudara karena memberikan inspirasi yang bermakna buat saya Thaks you very much Balas

6. lia, on Februari 13, 2009 at 12:29 pm said: MakaCihhh bUanyak yahhhh,, Taz inFonya

Balas

7. nals, on Maret 5, 2009 at 10:48 pm said: Makasih mas, tulisannya apik, Butuh askep lengkap semua penyakit anak, bedah, dalam igd, maternitas, dll. Bisa disini. http://media.ilmukeperawatan.com/?id=q-chay.n.com Balas 8. ISWANDI KARNAIN,abitaqiekafa@yahoo.com, on April 18, 2009 at 10:33 am said: thanks . very good ::::::))))))) Balas

9. alkahfi_risqey, on April 19, 2009 at 1:59 am said: aslmkm, mas makasih y sya mau UAP jd terbantu ni dengna bahan ini. Balas

10. wirya, on Juni 2, 2009 at 1:39 pm said: thanks yo mas Balas

11. anies, on Juni 2, 2009 at 1:40 pm said: aduh kaka..lengkap bgt..thx a lot of iyaka..bikin tentang colic abdomen dong!!!!!!!!!!!! dapet kasus gak jelas bgt nih..

jdi ganti aja kasus nya app.. hehehehe tadia dpet kasus tentang pasien dgn colic abdomen penyebabnya karna colon transversumnya menggantung/bergelombang.. lah aku gak ngerti bkin askepnya..dah utak/i internet juga gak dapet. Balas 12. Ahmad, on September 10, 2009 at 6:47 am said: Apapun i2 minumannya air putih. Balas

DIDIT, on Oktober 9, 2009 at 12:29 pm said: MAS TLONG BKININ ASKEP TENTANG CA MAMAE LENGKAP DENGAN CLINICAL PATHWAYNYA YACH?THANKS Balas

13. michihiko, on Desember 3, 2009 at 1:23 pm said: bisa gak diperjelas lagi tentang askepnya?mkch ug sebelumnya dh bantuin q nyelesein tugas..,,,, Balas
o

belunk, on Desember 17, 2009 at 12:04 pm said: MAS, bkinkan askepx yng legkap dong. yng ad nama pasienx Balas

14.

riska juandi, on Desember 20, 2009 at 9:50 am said: mas, ASKEP gagal jantung kronik da ngk??, klu da krmin donk.please.. Balas

15. bams, on Desember 30, 2009 at 4:26 am said: thanks Balas

16. CLara Meilindawaty Situmorang, on Januari 26, 2010 at 1:18 pm said: infonya udah bagus, hanya pada pemeriksaan penunjang, koq gak di sebutkan ya pemeriksaan USG,?? apa pemeriksaan USG tidak diperlukan pd kasus APpendisitis akut, mas??? Balas 17. usnow_we, on Februari 28, 2010 at 5:07 am said: makasi makasi makasi tas infonya Balas

18. askep apendisitis, on Juni 27, 2010 at 12:41 pm said: hati-hati jika menemukan kasus nyeri epigastrium akut, karena bisa jadi merupakan gejala awal terjadinya apendisitis. Balas 19. ria, on Juli 17, 2010 at 12:53 am said:

mkch bnget sangat membantu untukmenyelesaikan laporan qu se x lg mksh and GBU.. Balas 20. citra arianto, on Agustus 19, 2010 at 2:31 pm said: mas da ga askep tentang hematuri??? kirim keemail q ya,,,!!! q tunggu secepatnya tq Balas

21. lia, on Agustus 24, 2010 at 10:55 am said: kaka tolong dengan penyimpangan kdmxa ya Balas

22. Ayuh fratama, on Oktober 14, 2010 at 4:47 am said: mksih rfrensi nya cma pncegahan sma pengobtan nya kok gak djlsain .selain opersi ad gag cra pngbotan nya,,. cra pncegahan ny ap aj? tq Balas

Tinggalkan Balasan
Enter your comment here...

Guest Masuk Masuk Masuk

Email (wajib) (Belum diterbitkan) Nama (wajib) Situs web

Beritahu saya balasan komentar lewat surat elektronik. Beritahu saya tulisan baru lewat surat elektronik.

MY TWEET
o o

Ramadhan akan berakhirLebaran semakin dekat. SELAMAT IDUL FITRI 1432 H, mohon maaf lahir dan bathin..^ - ^ 1 month ago ....Allah SWT is with those who restrain themselves.... 1 month ago

CALENDER
Maret 2008 S S R K J S M Feb Apr 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31

ASUHAN KEPERAWATAN
o o o

KUMPULAN ASKEP MASTER ASKEP

BEAUTY WORLD
o o o

KOSMETIK hadija.wordpress.com harnawatiaj.wordpress.com

Blogroll

o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o

mailmkes.multiply.com MUTIARAKATANGKA WordPress.com Blog pada WordPress.com. www.cybermq.com/ www.harunyahya.com/ www.islamway.com/ www.islamworld.com/ ymessengerblog.com BINUS BKN HIZBUT TAHRIR ISLAMUDA LITBANG DEPKES MELSA STUDIA QUANTUM IKHLAS KICK ANDY LINTAS KRIMINAL ANDREA HIRATA (LASKAR PELANGI) DOWNLOAD NOVEL KCB KANG ABIK (PII MESIR) KETAWA KOMIK NGAKAK SMILE AKUPUNTUR ASH BLOGDOKTER DOKTER KITA HALOHALO INDON INFEKSION KESEHATAN GIGI KESEHATAN IBU LITBANG DEPKES MEDICASTROE NOVA PUSDIKNAKES SOLUSI SEHAT

BULETIN

DIGITAL PRAYER DISKUSI DUNIA HUKUM DUNIA SASTRA

HEPI-HEPI

INFO KESEHATAN

INFORTAINMENT
o o o o o

FILM IDOLA CILIK SELEB SELEBRITIS SINEMA JONRUNET LINGKAR PENA RUMAHDUNIA

JURNALISTIK
o o o

KAMUS ONLINE
o o

KAMUS ELEKTRONIK A ABLOGGER A BLOGGER B BLOGGER C BLOGGER D BLOGGER E BLOGGER F BLOGGER G BLOGGER H BLOGGER H BLOGGER I BLOGGER J BLOGGER K BLOGGER K BLOGGER K BLOGGER L BLOGGER M BLOGGER M BLOGGER N BLOGGER O BLOGGER P BLOGGER R BLOGGER S BLOGGER T BLOGGER U BLOGGER V BLOGGER W BLOGGER Z BLOGGER Z BLOGGER CIA EVENT TELKOMSEL

KOLEGA
o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o

MOBILE
o o o

MY WORLD
o o o o o o o o

SALIMAH BREAKING NEWS DETIKCOM KABAR INDON KOMPAS LIPUTAN 6 SEKALIGUSCOM UJUNG PANDANG EKSPRESS ALL ABOUT NURSING ANA DEPKES PERAWAT GAWAT DARURAT PPNI PPNI AS PARTAI KEADILAN SEJAHTERA METODE PENNASIA AL-AZHAR BUNG HATTA HARVARD ITB MEDAN OXFORD PARAMADINA POLTEKKES MAKASSAR TRISAKTI UGM UI UIA UKM UNHAS UNM UNPAD FRIENSTER GOOGLE YAHOO BOOKSTORE BUKU ISLAMI BUKU KITA

NEWS

NURSE
o o o o o o

PARPOL
o o o o o o o o o o o o o o o o o o

PENGOBATAN ALTERNATIF PERGURUAN TINGGI

PUBLIK
o o o

REFERENSI
o o o

o o o o o o o o o o o o

DARUL NUMAN ELEXEMEDIA GRAMEDIA PELAJARAN UMUM DHARMAIS JANTUNG HARAPAN KITA RSPP : STROKE CENTRE Daftar Masuk log RSS Entri RSS Komentar WordPress.com

RUMAH SAKIT

META

TAG
Add new tag BUDAYA

PENYIMPANGAN KDM

Blog pada WordPress.com. Theme: Digg 3 Column by WP Designer. Ikuti

Follow *..WELCOME TO HARNA'S WORLD..*


Get every new post delivered to your Inbox. Bergabunglah dengan 12 pengikut lainnya.
Masukkan alamat surat elektronik

Powered by WordPress.com