Anda di halaman 1dari 98
BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA LAPORAN AUDITO R INDEPENDEN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATU RAN

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN PENGENDALIAN INTERN TAHUN BUKU 2004 PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KOTA MADIUN

DI

MADIUN

Untuk Tahun Yang Berakhir Pada

Tanggal 31 Desember 2004

Nomor

:

108/R/XIV.4/06/2005

Tanggal

:

17 Juni 2005

DAFTAR ISI

 

Halaman

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

1

A.

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN………

1

B.

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS PENGENDALIAN INTERN…………………………………………………………………

3

LAMPIRAN

   

A.

Kepatuhan Terhadap Peraturan Perundang-undangan yang berlaku

6

 

1.

Pemberian Penghargaan Kepada Direksi Tidak Sesuai Dengan Asas Kepatutan dan Keadilan……………………………………………

6

B.

Kepatuhan Terhadap Pengendalian Intern yang Telah Ditetapkan

 
 

1.

Pembukuan Transaksi Jurnal Umum Kas Tidak Sesuai Ketentuan dan Tidak Diotorisasi……………………………………………

9

 

2.

Pelaksanaan Administrasi Pengamanan Aktiva Tetap dan Persediaan Kurang Tertib

11

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERWAKILAN IV DI YOGYAKARTA Jl. HOS. Cokroaminoto 52 Yogyakarta 55244

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

PERWAKILAN IV DI YOGYAKARTA

Jl. HOS. Cokroaminoto 52 Yogyakarta 55244 Telp(0274) 563635 Fax (0274)588736

Nomor

:

Kepada Yth.

108/R/XIV.4/06/2005

1.

Ketua Badan Pengawas PDAM Kota Madiun

2.

Direktur Utama PDAM Kota Madiun

di

MADIUN

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

Kami telah mengaudit neraca PDAM Kota Madiun tanggal 31 Desember 2004, serta laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut,dan telah menerbitkan laporan kami pada tanggal 17 Juni 2005.

Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Kami melakukan pengujian terhadap kepatuhan PDAM Kota Madiun terhadap pasal-pasal tertentu hukum, peraturan, kontrak dan persyaratan bantuan. Namun, tujuan audit kami atas laporan keuangan adalah tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap pasal- pasal tersebut. Oleh karena itu, kami tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu. Hasil pengujian kami menunjukkan bahwa, berkaitan dengan unsur yang kami uji, PDAM Kota Madiun mematuhi, dalam semua hal yang material, pasal-pasal yang kami sebut dalam paragraf di atas. Berdasarkan unsur yang tidak kami uji, tidak ada satupun

yang kami ketahui yang menyebabkan kami percaya bahwa PDAM Kota Madiun tidak mematuhi, dalam semua hal yang material, pasal-pasal tersebut.

Namun kami mencatat masalah-masalah tertentu berkaitan dengan kepatuhan PDAM Kota Madiun terhadap pasal-pasal tertentu hukum, peraturan, kontrak dan

persyaratan bantuan disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada Lampiran

A.

Laporan ini dimaksudkan untuk memberikan informasi bagi Badan Pengawas dan manajemen PDAM Kota Madiun. Namun apabila laporan ini merupakan catatan publik distribusinya tidak dibatasi.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

PERWAKILAN IV DI YOGYAKARTA

Theresia Heni A., SE. Ak.

No. Reg. Negara-D18749

17 Juni 2005

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERWAKILAN IV DI YOGYAKARTA Jl. HOS. Cokroaminoto 52 Yogyakarta 55244

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

REPUBLIK INDONESIA

PERWAKILAN IV DI YOGYAKARTA

Jl. HOS. Cokroaminoto 52 Yogyakarta 55244 Telp(0274) 563635 Fax (0274)588736

Nomor

: 108/R/XIV.4/06/2005

Kepada Yth.

1.

Ketua Badan Pengawas PDAM Kota Madiun

2.

Direktur Utama PDAM Kota Madiun

di

MADIUN

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

Kami telah mengaudit neraca PDAM Kota Madiun tanggal 31 Desember 2004, serta laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, dan telah menerbitkan laporan kami pada tanggal 17 Juni 2005.

Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material.

Dalam perencanaan dan pelaksanaan audit kami atas laporan keuangan PDAM Kota Madiun untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2004, kami mempertimbangkan pengendalian intern entitas tersebut untuk menentukan prosedur audit yang kami laksanakan untuk menyatakan pendapat kami atas laporan keuangan dan tidak dimaksudkan untuk memberi keyakinan memadai atas pengendalian intern tersebut.

Manajemen PDAM Kota Madiun bertanggungjawab untuk menyusun dan memelihara suatu pengendalian intern. Dalam memenuhi tangggungjawabnya tersebut, diperlukan estimasi dan pertimbangan dari pihak manajemen tentang taksiran manfaat dan biaya yang berkaitan dengan pengendalian intern. Tujuan suatu pengendalian intern adalah untuk memberikan keyakinan memadai, bukan keyakinan absolut, kepada manajemen bahwa aktiva terjamin keamanannya dari kerugian sebagai akibat dari pemakaian atau pengeluaran yang tidak diotorisasi dan bahwa transaksi dilaksanakan dengan otorisasi manajemen dan dicatat semestinya untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

Karena adanya keterbatasan bawaan dalam setiap pengendalian intern, salah saji karena kekeliruan atau ketidakberesan dapat terjadi dan tidak terdeteksi. Juga, proyeksi evaluasi apa pun terhadap pengendalian intern atas pelaporan keuangan ke masa yang akan datang mengandung di dalamnya suatu risiko bahwa pengendalian intern dapat menjadi tidak memadai karena adanya perubahan kondisi, atau menurunnya tingkat kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur.

Untuk tujuan laporan ini, kami menggolongkan pengendalian intern signifikan ke dalam kelompok berikut ini :

a. Lingkungan pengendalian

b. Penaksiran risiko

c. Aktivitas pengendalian

d. Informasi dan komunikasi, dan

e. Pemantauan

Untuk semua golongan pengendalian intern tersebut di atas, kami memperoleh pemahaman tentang desain pengendalian yang relevan dan apakah pengendalian intern tersebut dioperasikan, serta kami menentukan risiko pengendalian.

Pertimbangan kami atas pengendalian intern tidak perlu mengungkapkan semua masalah dalam pengendalian intern yang mungkin merupakan kelemahan material menurut Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Suatu kelemahan material adalah kondisi yang dapat dilaporkan yang di dalamnya desain dan operasi satu atau lebih komponen pengendalian intern tidak mengurangi risiko ke tingkat yang relatif rendah tentang terjadinya kekeliruan dan ketidakberesan dalam jumlah yang akan material dalam hubungannya dengan laporan keuangan auditan dan tidak terdeteksi dalam waktu semestinya oleh karyawan dalam pelaksanaan normal fungsi yang ditugaskan kepadanya. Kami mencatat bahwa tidak

ada masalah berkaitan dengan pengendalian intern dan operasinya yang kami pandang memiliki kelemahan material sebagaimana kami definisikan di atas.

Namun kami mencatat masalah-masalah tertentu berkaitan dengan pengendalian intern dan operasinya disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada lampiran B.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

PERWAKILAN IV DI YOGYAKARTA

Theresia Heni A., SE. Ak.

No. Reg. Negara-D18749

17 Juni 2005

LAMPIRAN

A. Kepatuhan Terhadap Peraturan Perundangan-undangan yang Berlaku

Pemberian Penghargaan Kepada Direksi Tidak Sesuai Dengan Asas Kepatutan dan Keadilan

Dalam Tahun Buku 2004 PDAM Kota Madiun menganggarkan

pemberian penghargaan kepada Direksi maupun pegawai sebesar

Rp98.167.200,00 dengan kode rekening nomor 96.01.90.004 dan telah

direalisasikan sebesar Rp75.933.750,00 atau 77,35% dari anggaran.

Hasil pemeriksaan atas bukti voucher, cek dan bukti penerimaan atas

pemberian penghargaan menunjukkan terdapat pemberian penghargaan kepada

direksi sebesar Rp72.009.600,00 atau 94,83% dari realisasi sedangkan sisanya

sebesar Rp3.924.150,00 (Rp75.933.750,00-Rp72.009.600,00) diberikan kepada

pegawai bernama Drs. Bambang Irianto sebagai penghargaan masa kerja 15

tahun sebesar Rp2.190.150,00 atau 55,81% dan satpam bernama Purnanto yang

telah habis masa kontraknya Rp1.734.000,00 atau 44,19%.

Dilihat dari besarnya pemberian penghargaan tersebut terjadi perbedaan

yang material, karena pemberian penghargaan kepada Direksi tersebut tidak

mempedomani Permendagri Nomor 1 Tahun 1997 tetapi berdasarkan Surat

Keputusan Walikota Madiun Nomor 18 Tahun 2004 tanggal 28 April 2004

tentang Penghargaan Bagi Direksi dan Badan Pengawas PDAM Kota Madiun

pada pasal 3 yang menyebutkan besarnya pemberian penghargaan kepada

Direksi adalah sebesar gaji dan tunjangan selama tahun terakhir disesuaikan

dengan masa jabatannya. Dengan demikian Direktur Utama dengan masa

jabatan empat tahun yang telah mengakhiri masa jabatannya mendapatkan

penghargaan berupa gaji dan tunjangan selama satu tahun terakhir. Sedangkan

pemberian penghargaan kepada pegawai berdasarkan Keputusan Direksi

PDAM Nomor 840-413.401/70/1998, tanggal 14 Oktober 2004 pasal 3, yang

menyebutkan kepada pegawai yang memenuhi syarat masa kerja 15 tahun

secara terus menerus diberikan penghargaan dalam bentuk uang yang besarnya

ditentukan satu kali penghasilan kotor, namun menurut Permendagri No. 1

tahun 1997 tentang Pegawai PDAM pasal 34 huruf a besarnya penghargaan

kepada pegawai yang telah bekerja selama 15 tahun adalah minimal tiga kali penghasilan terakhir, dengan demikian seharusnya Drs. Bambang Irianto mendapatkan penghargaan sebesar 3 kali penghasilan, namun dengan alasan kemampuan perusahaan kepada Drs. Bambang Irianto hanya diberikan satu kali

penghasilan terakhir, tetapi hal tersebut tidak diberlakukan kepada Direksi Hal tersebut tidak sesuai dengan :

a. Peraturan Pemerintah No.105 Tahun 2000, tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah, pasal 4 yang menyebutkan pengelolaan Keuangan Daerah dilakukan secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, efisien, efektif, transparan dan bertanggungjawab dengan memperhatikan asas kepatutan dan keadilan.

b. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 1997, tentang Pegawai

PDAM, pasal 34 huruf a, yang menyebutkan pegawai yang mempunyai masa kerja terus menerus selama 15 tahun dan hasil penilaian prestasi kerja dalam 2 (dua) tahun terakhir menunjukkan nilai rata-rata baik, diberikan penghargaan minimal 3 kali penghasilan.

c. Peraturan Daerah Kota Madiun Nomor 17 Tahun 2002 tentang PDAM, pasal 23 ayat (3) yang menyebutkan anggota Direksi yang diberhentikan karena alasan kesehatan tidak dapat melaksanakan tugasnya, diberikan pesangon sebesar satu kali penghasilan yang diterima pada bulan terakhir. Analog dengan peraturan ini, seorang direksi yang telah mengakhiri masa jabatannya selayaknya juga mendapatkan satu kali penghasilan yang diterima pada bulan terakhir, atau paling tidak pemberian penghargaan tetap memperhatikan asas kepatutan dan keadilan, yang disesuaikan dengan kemampuan perusahaan, sehingga tidak terjadi kesenjangan yang sangat mencolok antara pemberian penghargaan kepada pegawai dengan pemberian penghargaan kepada direksi. Pemberian penghargaan dengan tidak memperhatikan asas kepatutan dan keadilan mengakibatkan menurunnya motivasi kerja khususnya motivasi kerja pegawai. Kondisi tersebut disebabkan adanya :

a. Surat Keputusan Walikota Madiun Nomor 18 Tahun 2004 yang menyebutkan besarnya pemberian penghargaan kepada Direksi adalah

sebesar gaji dan tunjangan selama tahun terakhir disesuaikan dengan masa jabatannya; b. Surat Keputusan Direksi Nomor 840-413.401/70/1998 yang menyebutkan kepada pegawai yang memenuhi syarat masa kerja 15 tahun secara terus menerus diberikan penghargaan dalam bentuk uang yang besarnya ditentukan satu kali penghasilan kotor yang kurang mempertimbangkan asas kepatutan dan keadilan dalam menetapkan besarnya penghargaan kepada Direksi dan Badan Pengawas. Direksi mengakui bahwa terdapat perbedaan yang mencolok dalam pemberian penghargaan antara Direksi dan pegawai PDAM, sehingga dapat menimbulkan kesenjangan. Pemberian penghargaan masa kerja kepada pegawai didasarkan atas Keputusan Direksi Nomor 840-413.401/70/1998 yang mana pada saat itu kemampuan perusahaan sangat terbatas.

Saran BPK-RI :

Disarankan kepada Direksi agar meninjau ulang Surat Keputusan Walikota dan Surat Keputusan Direksi tersebut sehingga dalam menetapkan besarnya penghargaan kepada Direksi maupun pegawai memperhatikan asas kepatutan dan keadilan.

B. Kepatuhan Terhadap Pengendalian Intern yang Telah Ditetapkan

1. Pembukuan Transaksi Jurnal Umum Kas Tidak Sesuai Ketentuan dan Tidak Diotorisasi Jurnal Umum Kas (JUK) merupakan buku harian yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi sejenis dan berulang yang tidak dapat dikelompokkan ke dalam buku-buku harian khusus seperti Daftar Voucher yang Harus Dibayar (DVHD), Jurnal Rekening Air dan Non Air (JRA dan JRNA), Jurnal Penerimaan Kas / Bank (JPKB), Jurnal Pembayaran Kas / Bank (JBKB), dan Jurnal Pemakaian Bahan Instalasi dan Kimia (JPBIK), termasuk juga untuk mencatat penyesuaian yang diperlukan pada saat penyusunan laporan keuangan bulanan dan tahunan. Berdasarkan pemeriksaan atas transaksi dan hasil wawancara dengan Bagian Keuangan, diketahui bahwa proses pencatatan jurnal penyesuaian pada akhir tahun hanya mendasarkan selisih antara pemeriksaan fisik dengan pencatatan akuntansi tanpa penelusuran lebih lanjut guna mengetahui perbedaan yang cukup material atas selisih tersebut, seperti penyesuaian akhir tahun atas saldo kas dan bank, saldo persediaan, saldo piutang usaha air dan non air dan saldo-saldo akun lainnya. Dengan proses pencatatan JUK tersebut, walaupun saldo akhir dari akun-akun dimaksud seimbang (balanced), namun tidak mencerminkan transaksi yang sebenarnya karena sebagian besar transaksi ada yang kurang catat, salah masuk akun ataupun kesalahan numerik. Selain itu, bukti jurnal untuk mencatat transaksi-transaksi dalam JUK tersebut tidak ada otorisasi dari Kepala Bagian keuangan. Hal tersebut dapat diketahui dari sekitar 300 transaksi yang dicatat dalam buku JUK tidak ada otorisasi dari Kabag Keuangan pada bukti jurnalnya. Kondisi di atas tidak sesuai dengan Keputusan Menteri Negara Otonomi Daerah Nomor 8 Tahun 2000 tanggal 10 Agustus 2000 tentang Pedoman Akuntansi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bagian III Pembukuan mengenai pengertian pembukuan dikatakan bahwa pembukuan diartikan sebagai suatu kegiatan pengklasifikasian pencatatan dari berbagai transaksi keuangan secara kronologis dan sistematis yang terjadi sampai pada tersusunnya laporan keuangan dan ikhtisar-ikhtisar yang diperlukan untuk

mendukung angka-angka laporan keuangan. Kronologis diartikan bahwa pencatatan tersebut dilakukan secara berurutan menurut waktu/tanggal kejadian, sedangkan sistematis mengandung makna bahwa pencatatan dilakukan menurut suatu cara tertentu sesuai dengan ketentuan yang digariskan. Menurut konsepsi umum yang berlaku, setiap transaksi yang dilaksanakan harus dengan otorisasi manajemen dan dicatat semestinya untuk memungkinkan penyusunan Laporan Keuangan sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum di Indonesia. Kondisi tersebut di atas mengakibatkan transaksi-transaksi yang dicatat dalam JUK tersebut tidak mencerminkan transaksi keuangan yang sebenarnya dan dimungkinkan terjadi banyak kesalahan karena tidak adanya pengendalian dari atasan. Hal tersebut disebabkan karena kelalaian Kepala Bagian Keuangan untuk mengotorisasi setiap bukti jurnal dalam Jurnal Umum Kas. Kepala Bagian Keuangan mengakui bahwa dalam pembuatan atau pemrosesan Jurnal Umum Kas atau Jurnal Koreksi selama ini memang tidak ada otorisasi karena ketidaktahuan akan pentingnya otorisasi.

2.

Saran BPK-RI :

Disarankan

kepada

Kepala

Bagian

setiap Jurnal Umum Kas yang dibuat.

Keuangan

untuk

mengotorisasi

Pelaksanaan Administrasi Pengamanan Aktiva Tetap dan Persediaan Kurang Tertib.

Hasil pemeriksaan atas pelaksanaan administrasi pengamanan aktiva tetap dan persediaan menunjukkan hal-hal sebagai berikut :

a. Aktiva Tetap Aktiva tetap komputer dan printer, serta barang-barang inventaris lainnya seperti meja loket, kamera digital, televisi, kursi tunggu dan rak aluminium tidak diberi nomor inventaris. Seharusnya aktiva tetap tersebut diberi nomor inventaris untuk memudahkan pengidentifikasian kepemilikan barang dimaksud. Menurut penjelasan Bagian Umum

b.

ternyata sejak tahun 2003, PDAM belum melakukan inventarisasi ulang atas aktiva tetap komputer, printer dan barang inventaris lainnya tersebut. Persediaan Berdasarkan pemeriksaan fisik pada gudang di Ngrowo, diketahui bahwa semua barang tidak diberi kartu stok barang dan kondisi gudang yang kurang memadai dari ukuran gudang yang sempit dan lembab. Seharusnya barang tersebut diberi kartu stok yang menempel pada box / kotak / rak penyimpanan untuk mengetahui mutasi barang baik perolehan maupun pemakaian barang tersebut. Kartu stok yang ada, selama ini dipegang oleh Kepala Bagian Gudang dan dijadikan satu- satunya bukti administrasi atas pencatatan persediaan barang di gudang. Seharusnya Kepala Bagian Gudang membuat laporan penerimaan atau pengeluaran barang di gudang untuk mendukung kartu stok yang ada. Dari segi tata letak barang di gudang, karena kondisi Gudang Ngrowo yang kurang luas maka barang yang satu dengan barang yang lainnya diletakkan dalam satu kotak / rak yang berdekatan tanpa diberi pembatas atau sekat. Hal tersebut menyulitkan untuk dilakukan pemeriksaan fisik sehingga menyulitkan untuk membandingkan antara jumlah barang yang tercantum dalam kartu stok dengan fisik barang tersebut. Selain itu kondisi gudang yang lembab menyebabkan sebagian besar barang yang frekuensinya jarang dipakai mudah berkarat dan rusak, seperti pipa, stop kran dan meter air. Selain itu terdapat tumpukkan barang-barang rusak dan tidak terpakai lagi seperti meter air, pipa, dan lain-lain yang sudah dikeluarkan dari Daftar Persediaan Barang sehingga gudang menjadi sempit. Selama ini Berita Acara Penyerahan Barang Rusak yang dibuat oleh Bagian Distribusi ke Bagian Gudang tidak dibuat tembusannya ke Bagian Keuangan atau manajemen PDAM Madiun sehingga tidak segera diambil keputusan penanganan barang yang sudah rusak atau tidak terpakai lagi.

Hal tersebut di atas tidak sesuai dengan Keputusan Walikota Madiun Nomor 21 Tahun 2002 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perusahaan

Daerah Air Minum Kota Madiun Bagian Ketiga Pelaksana Paragraf 1 Bagian Umum Pasal 13 ayat 2 (e) mengenai Sub Bagian Pengadaan dan Pemeliharaan yang mengatakan bahwa Sub Bagian Pengadaan dan Pemeliharaan mempunyai fungsi untuk melaksanakan administrasi dan pengamanan barang milik Perusahaan. Selanjutnya pada Pasal 14 ayat 2 (c) mengenai Sub Bagian Gudang dan Perbekalan dikatakan bahwa Sub Bagian Gudang dan Perbekalan mempunyai fungsi untuk menyelenggarakan administrasi pergudangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal tersebut mengakibatkan munculnya peluang akan hilangnya aktiva tetap dan barang inventaris PDAM semakin besar serta nilai persediaan yang tercantum dalam Laporan Persediaan yang dibuat oleh Bagian Keuangan tidak mencerminkan nilai yang sebenarnya. Kondisi tersebut disebabkan kelalaian Sub Bagian Pengadaan dan Pemeliharaan dan Sub Bagian Gudang dan Perbekalan tidak melaksanakan tugas sesuai dengan tugas dan fungsinya. Direksi menjelaskan perusahaan akan segera memberikan nomor identitas pada setiap barang inventaris milik perusahaan untuk menghindari adanya kehilangan dan memperbaiki sistem administrasi dan pengelolaan persediaan di gudang perusahaan.

Saran BPK-RI :

Disarankan agar Direksi menegur Sub Bagian Pengadaan dan Pemeliharaan dan Sub Bagian Gudang dan Perbekalan agar melaksanakan tugas sesuai tugas dan fungsinya.

DAFTAR ISI

Halaman

BAB I

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN………………………

1

 

Laporan Auditor Independen Atas Laporan Keuangan…………

1

BAB II

LAPORAN KEUANGAN……………………………………….

3

 

A.

Neraca……………………………………………………….

3

 

B.

Laporan Laba Rugi………………………………………….

4

 

C.

Laporan Perubahan Ekuitas…………………………………

5

 

D.

Laporan Arus Kas…………………………………………

6

 

E.

Umum……………………………………………………….

7

 

F.

Kebijakan Akuntansi………………………………………

9

 

G.

Penjelasan Pos-Pos Neraca dan Laba Rugi

13

LAMPIRAN

 

35

 

Lampiran I

35

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERWAKILAN IV DI YOGYAKARTA Jl. HOS. Cokroaminoto 52 Yogyakarta 55244

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

REPUBLIK INDONESIA

PERWAKILAN IV DI YOGYAKARTA

Jl. HOS. Cokroaminoto 52 Yogyakarta 55244 Telp(0274) 563635 Fax (0274)588736

Nomor

:

Kepada Yth.

110/R/XIV.4/05/2005

3.

Ketua Badan Pengawas PDAM Kota Madiun

4.

Direktur Utama PDAM Kota Madiun

di

MADIUN

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

Kami telah mengaudit neraca PDAM Kota Madiun tanggal 31 Desember 2004 serta laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Kami juga melakukan pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern. Laporan keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang- undangan dan pengendalian intern berdasarkan audit kami.

Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dan Standar Audit Pemerintahan yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan

estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak, persyaratan bantuan dan pasal-pasal dalam peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat.

Menurut pendapat kami, laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan PDAM Kota Madiun tanggal 31 Desember 2004, dan hasil usaha, perubahan ekuitas serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern kami sampaikan secara terpisah kepada manajemen dengan surat kami Nomor 108/R/XIV- 4/05/2005 tanggal 17 Juni 2005.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

PERWAKILAN IV DI YOGYAKARTA

Theresia Heni A., SE. Ak.

No. Reg. Negara-D18749

17 Juni 2005

PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KOTA MADIUN NERACA KOMPARATIF PER 31 DESEMBER 2004 DAN 2003

 

NOMOR

PER

PER

 

NOMOR

PER

PER

A

K

T

I

V

A

CATATAN

31-12-2004

31-12-2003

P A S S I V A

CATATAN

31-12-2004

31-12-2003

AKTIVA LANCAR Kas dan Bank Investasi Jangka Pendek Piutang Usaha Penyisihan Piutang Usaha Piutang Usaha Neto

1

313.211.027,41

344.192.873,77

KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Hutang Usaha Hutang Non Usaha Hutang Pajak Hutang Jangka Panjang Akan Jatuh Tempo Biaya yang Masih Harus Dibayar

15

-

-

2

1.200.000.000,00

1.350.000.000,00

16

40.000.000,00

-

3

1.352.966.888,00

1.088.927.820,00

17

318.497.102,82

5.010.524,00

4

(24.345.813,00)

(24.008.728,00)

18

-

-

(3 +4)

1.328.621.075,00

1.064.919.092,00

19

10.886.400,00

10.886.400,00

Piutang Lain Lain Persediaan Uang Muka

 

5

21.440.000,00

38.726.000,00

 

6

48.204.370,00

19.843.770,00

Jumlah Kewajiban Jangka pendek

369.383.502,82

15.896.924,00

7

389.696.000,00

106.113.905,32

   
 

KEWAJIBAN JANGKA PANJANG

Jumlah Aktiva Lancar Investasi Jangka Panjang

AKTIVA TETAP Tanah Dan Hak Atas Tanah Instalasi Sumber Air Instalasi Perpompaan Instalasi Pengolahan Air Instalasi Transmisi Dan Distribusi Bangunan / Gedung Peralatan dan Perlengkapan Kendaraan Alat Pengangkutan Inventaris Kantor Nilai Perolehan Aktiva Tetap Akumulasi Penyusutan Aktiva tetap Nilai Buku Aktiva Tetap

3.301.172.472,41

2.923.795.641,09

Hutang Jangka Panjang

20

-

-

8

-

-

KEWAJIBAN LAIN - LAIN Cadangan Dana Meter Dana Cadangan Uang Jaminan Langganan Jumlah Kewajiban Lain - lain

 

9

139.323.578,49

139.323.578,49

308.060.826,06

334.487.691,32

9

1.989.870.964,06

1.704.620.964,06

286.832.206,65

50.992.673,92

9

1.307.356.715,51

1.158.447.715,51

146.996.969,20

139.522.969,20

9

478.251.083,33

234.403.083,33

21

741.890.001,91

525.003.334,44

9

12.069.282.714,26

11.467.661.507,76

     

9

2.322.852.155,50

2.156.352.155,50

TOTAL KEWAJIBAN

1.111.273.504,73

540.900.258,44

9

120.824.555,25

67.584.538,50

   

9

708.692.875,00

678.995.875,00

MODAL DAN CADANGAN

9

887.271.117,50

679.225.862,50

20.023.725.758,90

18.286.615.280,65

Modal Dasar Penyertaan Pemda Dati II Madiun Penyertaan Modal Pemerintah Pusat Modal Hibah Cadangan Dana Umum Laba Ditahan Laba Rugi Tahun Berjalan

 

22

200.099.148,50

200.099.148,50

9

(8.418.350.673,13)

(7.230.241.082,45)

23

12.185.554.588,00

11.904.054.588,00

11.605.375.085,77

11.056.374.198,20

24

1.265.804.175,00

1.265.804.175,00

     

25

-

-

AKTIVA LAIN - LAIN Aktiva Tetap Dalam Penyelesaian Bahan Instalasi Aktifa Tetap Tidak Berfungsi Sambungan Baru Yg belum Diterima Pembayaran Dimuka Pemda Jumlah Aktiva Lain-lain

26

24.931.176,25

24.931.176,25

10

14.968.200,00

5.390.098,94

27

(1.506.329.711,07)

(891.927.697,29)

11

146.792.356,08

133.166.843,23

28

1.826.885.232,85

1.601.986.132,56

12

-

-

 

13

39.910.000,00

86.300.000,00

Jumlah Ekuitas

13.996.944.609,53

14.104.947.523,02

14

-

440.821.000,00

   

201.670.556,08

665.677.942,17

TOTAL AKTIVA

 

15.108.218.114,26

14.645.847.781,46

TOTAL PASSIVA

 

15.108.218.114,26

14.645.847.781,46

PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KOTA MADIUN LAPORAN LABA-RUGI KOMPARATIF Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 (Sebelum Audit)

U

R

A

I

A

N

Nomor

Proyeksi

TAHUN 2004

TAHUN 2003

 

Catatan

Tahun 2004

(Rp)

(Rp)

P E N D A P A T A N Penjualan Air Penjualan Non Air Jumlah Pendapatan Usaha

29

8.464.283.910,00

8.749.491.161,00

6.495.338.102,00

29

481.194.900,00

476.631.349,00

521.378.133,00

8.945.478.810,00

9.226.122.510,00

7.016.716.235,00

BEBAN LANGSUNG USAHA Beban Sumber Air Dan Perpompaan Beban Pengolahan Air Beban Transmisi dan Distribusi Jumlah Beban Langsung Usaha

30

2.720.305.253,00

2.206.500.279,42

1.730.794.344,13

30

93.502.573,00

83.450.120,05

66.653.141,88

30

1.316.352.887,00

1.439.442.475,14

1.184.105.607,34

4.130.160.713,00

3.729.392.874,61

2.981.553.093,35

 

Laba (Rugi) Kotor Usaha

4.815.318.097,00

5.496.729.635,39

4.035.163.141,65

BEBAN USAHA Beban Administrasi dan Umum

31

3.697.773.618,00

3.835.684.427,97

2.672.081.402,05

 

Laba ( Rugi ) Usaha

1.117.544.479,00

1.661.045.207,42

1.363.081.739,60

PENDAPATAN/BEBAN LAIN-LAIN Pendapatan Lain -lain Beban Lain -lain Jumlah Pendapatan & Beban Lain-lain

32

237.000.000,00

171.715.887,37

247.495.146,35

33

(6.000.000,00)

(5.875.861,94)

(8.590.753,39)

231.000.000,00

165.840.025,43

238.904.392,96

Laba ( Rugi ) Sebelum Pajak

1.348.544.479,00

1.826.885.232,85

1.601.986.132,56

PAJAK PENGHASILAN

*)

0,00

556.438.632,22

463.095.839,77

LABA (RUGI) SETELAH PAJAK

 

1.348.544.479,00

1.270.446.600,63

1.138.890.292,79

PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KOTA MADIUN LAPORAN ARUS KAS KOMPARATIF PER 31 DESEMBER 2004 DAN 2003

 

KETERANGAN

TAHUN 2004

TAHUN 2003

 

(Rp)

(Rp)

Arus Kas Dari Aktivitas Operasi :

   

-

Laba ( Rugi ) Setelah Pajak

1.826.885.232,85

1.601.986.132,56

Penyesuaian

- Beban Penyisihan Piutang Usaha

337.085,00

1.093.374,00

- Beban Penyusutan Aktiva Tetap

1.188.109.590,68

975.134.411,81

Laba(Rugi) Operasi Sebelum Perubahan Modal Kerja Perubahan Modal Kerja :

3.015.331.908,53

2.578.213.918,37

   

- Penurunan ( Kenaikan ) Investasi Jangka Pendek

150.000.000,00

750.000.000,00

- Penurunan ( Kenaikan ) Piutang Usaha

(264.039.068,00)

(215.989.333,00)

- Penurunan ( Kenaikan ) Piutang Pajak

(283.582.094,68)

(99.113.905,32)

- Penurunan ( Kenaikan ) Piutang Lain - Lain

17.286.000,00

11.274.000,00

- Penurunan ( Kenaikan ) Persedian Bahan Operasi

(28.360.600,00)

(2.505.415,00)

- Penurunan ( Kenaikan ) Uang Muka kerja

0,00

0,00

- Penurunan ( Kenaikan ) Pembayaran Dimuka Pajak

0,00

0,00

- Penurunan ( Kenaikan ) Pembayaran Dimuka Pemda

440.821.000,00

(440.821.000,00)

- Penurunan ( Kenaikan ) Hutang Usaha

40.000.000,00

0,00

- Penurunan ( Kenaikan ) Hutang Pajak

313.486.578,82

1.356.071,00

- Penurunan ( Kenaikan ) HJP Akan Jatuh Tempo

0,00

0,00

- Penurunan ( Kenaikan ) Beban YMH Dibayar

0,00

(35.474.760,00)

- Penurunan ( Kenaikan ) Kewajiban Jangka Pendek Lain

0,00

0,00

-

Koreksi Laba Ditahan Kas Dihasilkan Dari Operasi

(389.502.913,49)

0,00

(3.891.097,35)

(31.274.342,32)

Arus Kas Bersih Dari Aktivitas Operasi Arus Kas Dari Aktivitas Investasi :

1.184.555.578,33

2.546.939.576,05

   

- Penurunan ( Kenaikan ) Aktiva Tetap

(1.737.110.478,25)

(4.055.057.654,54)

- Penurunan ( Kenaikan ) Aktiva Tetap Dalam Penyelesaian

(9.578.101,06)

948.607.373,06

- Penurunan ( Kenaikan ) Investasi jangka panjang

0,00

0,00

- Penurunan ( Kenaikan ) Aaktiva Tetap Tdk.Berfungsi

0,00

0,00

- Penurunan ( Kenaikan ) Bahan Instalasi

(13.625.512,85)

(24.675.672,05)

- Penurunan ( Kenaikan ) Beban Ditangguhkan

0,00

0,00

-

Penurunan ( Kenaikan ) Sambungan Baru Yg. Belum Diterima

46.390.000,00

97.202.535,00

Arus Kas Bersih Dari Aktivitas Investasi Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan :

(1.713.924.092,16)

(3.033.923.418,53)

   

- Penurunan ( Kenaikan ) Hutang Jangka Panjang

0,00

0,00

- Penurunan ( Kenaikan ) Hutang - lain - lain

216.886.667,47

(68.091.854,83)

- Penurunan ( Kenaikan ) Uang Jaminan Langganan

0,00

0,00

- Penurunan ( Kenaikan ) Sambungan Baru Yang Akan Diterima

0,00

0,00

- Penurunan ( Kenaikan ) Penyertaan Modal Pemerintah Pusat

0,00

0,00

Penurunan ( Kenaikan ) Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan Kenaikan Bersih Kas Dan Setara Kas Saldo Kas Dan Setara Kas Awal Periode Saldo Kas Dan Setara Kas Akhir Periode

-

281.500.000,00

486.610.000,00

498.386.667,47

418.518.145,17

(30.981.846,36)

(68.465.697,31)

344.192.873,77

412.658.571,08

313.211.027,41

344.192.873,77

A. Neraca

PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KOTA MADIUN NERACA KOMPARATIF PER 31 DESEMBER 2004 DAN 2003

 

NOMOR

PER

PER

 

NOMOR

PER

PER

A

K

T

I

V

A

CATATAN

31-12-2004

31-12-2003

P A S S I V A

CATATAN

31-12-2004

31-12-2003

AKTIVA LANCAR Kas dan Bank Investasi Jangka Pendek Piutang Usaha Penyisihan Piutang Usaha Piutang Usaha Neto

1

313.211.027,41

344.192.873,77

KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Hutang Usaha Hutang Non Usaha Hutang Pajak Hutang Jangka Panjang Akan Jatuh Tempo Biaya yang Masih Harus Dibayar

15

-

 

2

1.200.000.000,00

1.350.000.000,00

16

40.000.000,00

3

1.372.906.920,00

1.088.927.820,00

17

327.078.716,82

5.010.52

4

(34.127.863,00)

(24.008.728,00)

18

-

(3 -4)

1.338.779.057,00

1.064.919.092,00

19

10.886.400,00

10.886.40

Piutang Lain Lain Persediaan Uang Muka

 

5

24.440.000,00

38.726.000,00

 

6

48.269.050,00

19.843.770,00

Jumlah Kewajiban Jangka pendek

377.965.116,82

15.896.92

7

389.696.000,00

106.113.905,32

KEWAJIBAN JANGKA PANJANG Hutang Jangka Panjang

   

Jumlah Aktiva Lancar Investasi Jangka Panjang

AKTIVA TETAP Tanah Dan Hak Atas Tanah Instalasi Sumber Air Instalasi Perpompaan Instalasi Pengolahan Air Instalasi Transmisi Dan Distribusi Bangunan / Gedung Peralatan dan Perlengkapan Kendaraan Alat Pengangkutan Inventaris Kantor Nilai Perolehan Aktiva Tetap Akumulasi Penyusutan Aktiva tetap Nilai Buku Aktiva Tetap

3.314.395.134,41

2.923.795.641,09

20

-

8

-

-

KEWAJIBAN LAIN - LAIN Cadangan Dana Meter Dana Cadangan Uang Jaminan Langganan Jumlah Kewajiban Lain - lain

9

139.323.578,49

139.323.578,49

330.768.059,00

334.487.69

9

1.993.026.964,06

1.704.620.964,06

337.824.880,57

50.992.67

9

1.307.356.715,51

1.158.447.715,51

146.989.969,20

139.522.96

9

478.251.083,33

234.403.083,33

21

815.582.908,77

525.003.33

9

12.138.051.618,26

11.467.661.507,76

     

9

2.322.852.155,50

2.156.352.155,50

TOTAL KEWAJIBAN

1.193.548.025,59

540.900.25

9

114.779.555,25

67.584.538,50

   

9

708.692.875,00

678.995.875,00

MODAL DAN CADANGAN

9

900.154.182,50

679.225.862,50

20.102.488.727,90

18.286.615.280,65

Modal Dasar Penyertaan Pemda Dati II Madiun Penyertaan Modal Pemerintah Pusat Modal Hibah Cadangan Dana Umum Laba Ditahan Laba Rugi Tahun Berjalan

22

200.099.148,50

200.099.14

9

(8.419.635.739,82)

(7.230.241.082,45)

23

12.185.554.588,00

11.904.054.58

11.682.852.988,08

11.056.374.198,20

24

1.265.804.175,00

1.265.804.17

     

25

-

AKTIVA LAIN - LAIN Aktiva Tetap Dalam Penyelesaian Bahan Instalasi Aktiva Tetap Tidak Berfungsi Sambungan Baru Yg belum Diterima Pembayaran Dimuka Pemda Jumlah Aktiva Lain-lain

26

-

24.931.17

10

14.998.314,94

5.390.098,94

27

(1.639.774.182,41)

(891.927.69

11

147.485.566,08

133.166.843,23

28

2.033.513.788,83

1.601.986.13

12

22.248.050,00

-

 

13

56.765.490,00

86.300.000,00

Jumlah Ekuitas

14.045.197.517,92

14.104.947.52

14

-

440.821.000,00

   

241.497.421,02

665.677.942,17

TOTAL AKTIVA

 

15.238.745.543,51

14.645.847.781,46

TOTAL PASSIVA

 

15.238.745.543,51

14.645.847.78

3

B. Laporan Laba Rugi

PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KOTA MADIUN LAPORAN LABA-RUGI KOMPARATIF Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003

U

R

A

I

A

N

Nomor

TAHUN 2004

TAHUN 2003

 

Catatan

(Rp)

(Rp)

P E N D A P A T A N Penjualan Air Penjualan Non Air Jumlah Pendapatan Usaha

29

8.749.989.161,00

6.495.338.102,00

29

519.116.039,00

521.378.133,00

9.269.105.200,00

7.016.716.235,00

BEBAN LANGSUNG USAHA Beban Sumber Air Dan Perpompaan Beban Pengolahan Air Beban Transmisi dan Distribusi Jumlah Beban Langsung Usaha

30

2.204.593.354,42

1.730.794.344,13

30

83.450.120,05

66.653.141,88

30

1.390.373.898,37

1.184.105.607,34

3.678.417.372,84

2.981.553.093,35

 

Laba (Rugi) Kotor Usaha

5.590.687.827,16

4.035.163.141,65

BEBAN USAHA Beban Administrasi dan Umum

 

31

3.742.402.580,64

2.672.081.402,05

 

Laba ( Rugi ) Usaha

1.848.285.246,52

1.363.081.739,60

PENDAPATAN/BEBAN LAIN-LAIN Pendapatan Lain -lain Beban Lain -lain Jumlah Pendapatan & Beban Lain-lain

32

201.835.744,25

247.495.146,35

33

16.607.201,94

8.590.753,39

185.228.542,31

238.904.392,96

Laba ( Rugi ) Sebelum Pajak PAJAK PENGHASILAN

2.033.513.788,83

1.601.986.132,56

589.767.661,47

463.095.839,77

LABA (RUGI) SETELAH PAJAK

 

1.443.746.127,36

1.138.890.292,79

4

C. Laporan Perubahan Ekuitas

PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KOTA MADIUN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KOMPARATIF TAHUN BUKU 2004 DAN 2003

   

Penyertaan Pemerintah Kota Madiun ( Rp )

Penyertaan Pemerintah Pusat ( Rp )

 

Cadangan

   

URAIAN

Modal Dasar

Modal Hibah

Dana Umum

Saldo Laba Ditahan

Jumlah Ekuitas

( Rp )

( Rp )

(Rp)

( Rp )

( Rp )

Saldo Awal

200.099.148,50

11.904.054.588,00

1.265.804.175,00

-

24.931.176,25

710.058.435,27

14.104.947.523,02

Tambah / ( Kurang ) tahun 2004

0,00

281.500.000,00

-

-

(24.931.176,25)

(316.318.828,85)

(59.750.005,10)

Jumlah s/d tahun 2004

200.099.148,50

12.185.554.588,00

1.265.804.175,00

-

-

393.739.606,42

14.045.197.517,92

5

D. Laporan Arus Kas

PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KOTA MADIUN LAPORAN ARUS KAS KOMPARATIF PER 31 DESEMBER 2004 DAN 2003

 

KETERANGAN

TAHUN 2004

TAHUN 2003

 

(Rp)

(Rp)

Arus Kas Dari Aktivitas Operasi :

   

-

Laba ( Rugi ) Sebelum Pajak

2.033.513.788,83

1.601.986.132,56

Penyesuaian

- Beban Penyisihan Piutang Usaha

10.119.135,00

1.093.374,00

- Beban Penyusutan Aktiva Tetap

1.189.394.657,37

975.134.411,81

Laba(Rugi) Operasi Sebelum Perubahan Modal Kerja Perubahan Modal Kerja :

3.233.027.581,20

2.578.213.918,37

   

- Penurunan ( Kenaikan ) Investasi Jangka Pendek

150.000.000,00

750.000.000,00

- Penurunan ( Kenaikan ) Piutang Usaha

(283.979.100,00)

(215.989.333,00)

- Penurunan ( Kenaikan ) Uang Muka Pajak

(283.582.094,68)

(99.113.905,32)

- Penurunan ( Kenaikan ) Piutang Lain - Lain

14.286.000,00

11.274.000,00

- Penurunan ( Kenaikan ) Persedian Bahan Operasi

(28.425.280,00)

(2.505.415,00)

- Penurunan ( Kenaikan ) Pembayaran Dimuka Pemda

440.821.000,00

(440.821.000,00)

- Penurunan ( Kenaikan ) Hutang Non Usaha

40.000.000,00

0,00

- Penurunan ( Kenaikan ) Hutang Pajak

322.068.192,82

1.356.071,00

- Penurunan ( Kenaikan ) HJP Akan Jatuh Tempo

0,00

0,00

- Penurunan ( Kenaikan ) Beban YMH Dibayar

0,00

(35.474.760,00)

- Penurunan ( Kenaikan ) Kewajiban Jangka Pendek Lain

0,00

0,00

-

Koreksi Laba Ditahan Kas Dihasilkan Dari Operasi

(316.318.828,85)

0,00

54.869.889,29

(31.274.342,32)

Arus Kas Bersih Dari Aktivitas Operasi Arus Kas Dari Aktivitas Investasi :

1.254.383.681,66

2.546.939.576,05

   

- Penurunan ( Kenaikan ) Aktiva Tetap

(1.815.873.447,25)

(4.055.057.654,54)

- Penurunan ( Kenaikan ) Aktiva Tetap Dalam Penyelesaian

(9.608.216,00)

948.607.373,06

- Penurunan ( Kenaikan ) Investasi jangka panjang

0,00

0,00

- Penurunan ( Kenaikan ) Aktiva Tetap Tdk.Berfungsi

(22.248.050,00)

0,00

- Penurunan ( Kenaikan ) Bahan Instalasi

(14.318.722,85)

(24.675.672,05)

- Penurunan ( Kenaikan ) Beban Ditangguhkan

0,00

0,00

-

Penurunan ( Kenaikan ) Sambungan Baru Yg Akan Diterima

29.534.510,00

97.202.535,00

Arus Kas Bersih Dari Aktivitas Investasi Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan :

(1.832.513.926,10)

(3.033.923.418,53)

   

- Penurunan ( Kenaikan ) Cadangan Dana Meter

(3.719.632,32)

0,00

- Penurunan ( Kenaikan ) Dana Cadangan

286.832.206,65

(68.091.854,83)

- Penurunan ( Kenaikan ) Uang Jaminan Langganan

7.467.000,00

0,00

- Penurunan ( Kenaikan ) Cadangan Dana Umum

(24.931.176,25)

0,00

- Penurunan ( Kenaikan ) Penyertaan Modal Pemerintah Pusat

0,00

0,00

Penurunan ( Kenaikan ) Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan Kenaikan Bersih Kas Dan Setara Kas Saldo Kas Dan Setara Kas Awal Periode Saldo Kas Dan Setara Kas Akhir Periode

-

281.500.000,00

486.610.000,00

547.148.398,08

418.518.145,17

(30.981.846,36)

(68.465.697,31)

344.192.873,77

412.658.571,08

313.211.027,41

344.192.873,77

6

E. Umum 1. Bidang Usaha dan Struktur Organisasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Madiun merupakan badan usaha milik daerah yang bergerak dalam bidang penyediaan air minum sehat dan bersih untuk mencukupi kebutuhan air minum penduduk Kota Madiun. PDAM Kota Madiun didirikan berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kotamadya Daerah Tingkat II Madiun Nomor 8 Tahun 1977 tanggal 10 Maret 1977 dan terakhir diubah dengan Peraturan Daerah Kota Madiun Nomor 13 Tahun 1997 tanggal 23 Juli 1997 dan dirubah lagi dengan Peraturan Daerah Kota Madiun Nomor 17 Tahun 2001 tanggal 15 September 2001. Struktur organisasi PDAM Kota Madiun dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Walikota Madiun Nomor 21 Tahun 2002 tanggal 9 September 2002 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perusahaan Daerah Air Minum Kota Madiun, dengan susunan direksi per 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut :

Direktur Utama

: Sutopo, SH

Direktur Umum

: Dra. Tati Sutarti

Direktur Teknik

: Ir. Sutrisno

Jumlah personil per 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing sebanyak 139 dan 143 orang termasuk diantaranya 8 dan 5 orang berstatus pegawai honorer, yang dikelompokkan menurut jabatannya, sebagai berikut :

Jabatan

31 Desember 2004

31 Desember 2003

Direksi Kepala Bagian Ketua SPI Kepala Litbang Sub Bidang Teknik Sub Bidang Umum Kepala Sub Bagian Staf Administrasi Umum Staf Teknik

3

3

6

6

1

1

1

1

2

2

2

2

18

18

52

54

54

56

Jumlah

139

143

18

Sedangkan berdasarkan jenjang pendidikan sebagai berikut :

Pendidikan

31 Desember 2004

31 Desember 2003

Sarjana / S1 / S2 Sarjana Muda SLTA SLTP SD

21

21

3

6

91

92

19

19

5

5

Jumlah

139

143

2. Produksi, Cakupan Pelayanan dan Penghargaan

a. Produksi Jumlah produksi air PDAM Kota Madiun mengalami peningkatan dari 264,76 l/dt pada Tahun 2003 menjadi 280,76 l/dt pada Tahun 2004 demikian juga dengan kapasitas terpasang instalasi pengolahan air dari 309,52 l/dt pada Tahun 2003 menjadi 362,96 l/dt pada Tahun 2004. Namun pada Tahun 2004, prosentase produksi air terhadap kapasitas terpasang instalasi pengolahan air mengalami penurunan dari 85,54% pada Tahun 2003 menjadi 77,35%.

b. Cakupan Pelayanan Cakupan pelayanan per 31 Desember 2004 dan 31 Desember 2003 adalah sebagai berikut :

No.

Uraian

Tahun 2004

Tahun 2003

1.

Jumlah Pelanggan

25.378

24.467

2.

Jumlah Penduduk Terlayani

127.625

123.035

3.

Jumlah Penduduk (Jiwa)

195.058

192.562

4.

Cakupan Pelayanan

65,43%

63,89%

Berdasarkan cakupan pelayanan, jumlah penduduk yang terlayani sampai dengan 31 Desember 2004 dan 2003 sebanyak 127.625 dan 123.035 jiwa atau 65,43% dan 63,89% dari jumlah penduduk yang berada dalam wilayah pelayanan yaitu 195.058 dan 192.562 jiwa.

19

c.

Penghargaan PDAM Kota Madiun memperoleh penghargaan Pelayanan Prima tingkat Propinsi Jatim pada tanggal 5 Desember 2003 dan penghargaan Pelayanan Prima tingkat Nasional pada tanggal 6 September 2004. Selain itu pada tanggal 26 November 2004 PDAM Kota Madiun juga memperoleh Quality System Certification ISO 9001-2000 yang disertifikasi oleh Badan Sertifikasi Nasional.

F. Kebijakan Akuntansi Kebijakan Akuntansi PDAM Kota Madiun berpedoman pada Surat Keputusan Menteri Otonomi Daerah Nomor 08 Tahun 2000 tanggal 10 Agustus 2000 tentang Pedoman Sistem Akuntansi PDAM yang berlaku mulai Tahun 2001.

1. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Laporan keuangan perusahaan disusun berdasarkan konsep harga perolehan. Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan klasifikasi menurut aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

2. Piutang Usaha Piutang Usaha disajikan dengan nilai tunai yang dapat direalisasi. Berpedoman pada SK Menteri Otonomi Daerah Nomor 08 Tahun 2000 tanggal 10 Agustus 2000, piutang usaha diatur sebagai berikut :

a. Piutang usaha yang berumur lebih dari 1 tahun sampai dengan 2 tahun diklasifikasikan sebagai piutang ragu-ragu.

b. Piutang usaha yang berumur lebih dari 2 tahun dikelompokkan sebagai piutang tak tertagih dan sudah dapat diusulkan kepada Badan Pengawas untuk dihapus serta dibukukan secara ekstra komptabel.

c. Besarnya penyisihan piutang usaha (tidak termasuk tagihan kepada instansi Pemerintah/ABRI), ditetapkan berdasarkan umurnya sebagai berikut :

Diatas 3 bulan s/d 6 bulan disisihkan 30% Diatas 6 bulan s/d 12 bulan disisihkan 50% Diatas 12 bulan s/d 24 bulan disisihkan 75% Diatas 24 bulan disisihkan 100%

20

3.

Persediaan

Persediaan dinilai berdasarkan harga perolehan, sedangkan pemakaian

persediaan dinilai dengan metode First in First out (FIFO). Metode pencatatan

persediaan dikelompokkan menjadi 2 (dua) yaitu :

a. Persediaan bahan operasi berupa bahan kimia, bahan bakar, alat tulis kantor

dan lain-lain dicatat dengan menggunakan Physical Inventory Method.

b. Persediaan bahan instalasi berupa pipa, meter air dan accessoriesnya dicatat

dengan menggunakan Perpetual Inventory Method. Persediaan bahan

instalasi di dalam neraca dikelompokan sebagai aktiva lain-lain.

4. Aktiva Tetap

Aktiva tetap dicatat sebesar nilai perolehannya kecuali untuk bangunan yang

disusutkan berdasarkan prosentase tetap dari nilai perolehan, aktiva tetap lainnya

disusutkan dengan prosentase tetap dari nilai buku. Besarnya penyusutan aktiva

tetap berdasarkan jenisnya adalah sebagai berikut :

 

Jenis Aktiva Tetap

Penyusutan Per

Tahun

Instalasi Sumber Air

 

5 %

Instalasi Perpompaan :

   

a.

Bangunan Instalasi Pompa

5%

b.

Instalasi Pompa Lainnya

10%

Instalasi Pengolahan :

   

a.

Bangunan Instalasi Pengolahan

5%

b.

Reservoir dan Tangki

5%

c.

Alat Pengolahan Air

10%

Instalasi Transmisi & Distribusi :

 

a.

Bangunan Reservoir dan Saluran Transmisi & Distribusi

5%

b.

Pipa Dinas, Kran Umum, Saluran Air Pemadam Kebakaran dan Saluran Transmisi & Distribusi lainnya

10%

c.

Meter Air dan Instalasi Meter

10%

d.

Instalasi Tertier & Accessories

25%

e.

Instalasi Tertier Ex Pelanggan

25%

Instalasi Umum :

   

a.

Bangunan

5%

b.

Kendaraan Bermotor

50%

c.

Inventaris Kantor

Golongan I

50%

 

Golongan II

50%

5. Pengeluaran Barang Modal dan Biaya

Batasan pengeluaran biaya yang diklasifikasikan atau diperlukan sebagai

pengeluaran barang modal adalah sebagai berikut :

21

a. Barang modal yang diperlukan untuk digunakan dalam rangka kegiatan usaha normal perusahaan.

b. Mempunyai manfaat lebih dari 1 (satu) tahun dengan batasan jumlah di atas Rp200.000,00, sedangkan pengeluaran untuk penggantian komponen mesin/ instalasi yang bersifat pemeliharaan rutin dan tidak menambah umur ekonomis diperlakukan sebagai biaya.

6. Pendapatan Pendapatan atas penjualan air diakui pada saat penerbitan rekening air yang dicatat dalam Daftar Rekening Ditagih (DRD). Pendapatan non air atas sambungan baru diakui pada saat ditandatangani kontrak Bukti Persetujuan Pembiayaan Instalasi (BPPI) diterbitkan, sedangkan pendapatan denda non air lainnya diakui pada saat terjadinya penerimaan kas. Penerimaan Dana Meter dari pelanggan yang dimaksudkan untuk pemeliharaan meter air tidak dapat diakui sebagai pendapatan akan tetapi diakui sebagai kewajiban dalam perkiraan Cadangan Dana Meter.

7. Beban (Biaya) Pengakuan biaya berdasarkan sistem Accrual Basis. Biaya diakui sebagai beban pada saat terjadinya. Biaya yang belum dilaksanakan pengeluaran pembayarannya dibuku dalam pos biaya yang masih harus dibayar. Demikian pula pengeluaran biaya yang belum mempunyai nilai prestasi dibuku sebagai biaya dibayar dimuka.

8. Pembagian Laba Berdasarkan Perda Kodya Dati II Madiun Nomor 13 Tahun 1997 tanggal 23 Juli 1997 tentang pendirian Perusahaan Daerah Air Minum Kota Madiun, dan

terakhir diubah dengan Perda Nomor 17 Tahun 2001 tanggal 15 September 2001 pembagian laba dihitung sebagai berikut :

a. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

55 %

b. Cadangan Umum

20 %

c. Dana Sosial dan Pendidikan

5 %

d. Dana Pensiun dan Sokongan

10 %

e. Jasa Produksi

10 %

22

9. Dampak memburuknya kondisi ekonomi Indonesia terhadap kelangsungan hidup

perusahaan.

a. Gambaran Umum Memburuknya Kondisi Ekonomi Indonesia. Meskipun tidak terpuruk secara menyeluruh kondisi perekonomian Indonesia saat ini belum tampak adanya perbaikan apalagi peningkatan akibat perubahan situasi politik dan berlakunya perdagangan bebas yang sangat berpengaruh terhadap roda perekonomian Indonesia, salah satunya pada harga-harga barang yang belum dapat stabil tidak terkecuali harga untuk meter air, pipa dan perlengkapannya serta alat-alat tulis dan barang cetakan yang terus meningkat sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi likuiditas perusahaan.

b. Kebijakan dan upaya manajemen agar PDAM Kota Madiun tetap sehat dalam tahun 2004 telah meningkatkan efisiensi pengetatan operasional perusahaan dengan mengutamakan skala prioritas yang tujuannya untuk peningkatan pelayanan pada masyarakat pelanggan.

23

G. Penjelasan Pos-Pos Neraca dan Laba - Rugi

1. Kas dan Bank

Rp

313.211.027,41

Rp

344.192.873,77

Jumlah ini merupakan saldo kas dan Bank perusahaan per 31 Desember 2004 dan 2003, masing-masing terdiri dari :

 

31 Desember 2004

31 Desember 2003

Kas

Rp

13.481.048,13

Rp

3.169.735,13

Kas Kecil

Rp

1.000.000,00

Rp

1.000.000,00

Bank Jatim Cabang Madiun

Rp

163.349.671,49

Rp

233.348.621,70

Simpeda Bank Jatim

Rp

14.158.347,79

Rp

18.355.567,94

Tabanas BRI

Rp

54.708.446,00

Rp

52.647.004,00

Tabungan BNI 46

Rp

56.683.960,00

Rp

27.727.850,00

Tabungan Bank Pasar

Rp

195.111,00

Rp

180.158,00

BTPN

Rp

9.634.443,00

Rp

7.763.937,00

Jumlah

Rp

313.211.027,41

Rp

344.192.873,77

Saldo kas/kas kecil telah sesuai dengan hasil pemeriksaan kas sedangkan saldo Bank telah sesuai dengan hasil rekonsiliasi dengan rekening masing-masing Bank yang dilakukan perusahaan per 31 Desember 2004.

2. Investasi Jangka Pendek

Rp 1.200.000.000,00 Rp

1.350.000.000,00

Jumlah tersebut merupakan Simpanan Deposito di Bank BNI 46 Cabang Madiun

dan Bank Pasar Kota Madiun dengan rincian sebagai berikut :

Deposito Berjangka Bank BNI 46 Rp 850.000.000,00 Rp

850.000.000,00

Deposito Berjangka Bank Pasar Rp 350.000.000,00 Rp

500.000.000,00

1.350.000.000,00

3. Piutang Usaha

1.088.927.820,00

Jumlah

Rp

Rp

1.200.000.000,00

1.372.906.920,00 Rp

Rp

Jumlah tersebut merupakan saldo piutang usaha per 31 Desember 2004 dan 2003,

masing-masing terinci sebagai berikut :

31 Desember 2004

31 Desember 2003

Piutang Rekening Air

Rp

1.322.085.100,00

Rp 1.002.159.630,00

Piutang Rekening Non Air

Rp

38.427.100,00 Rp

69.662.600,00

Piutang Rekening Ragu-ragu

Rp

12.394.720,00 Rp

17.105.590,00

24

Piutang Rekening Tak Tertagih

Rp

0,00

Rp

0,00

Jumlah Rp

1.372.906.920,00

Rp

1.088.927.820,00

Berdasarkan jenis pelayanan dan umurnya piutang air per 31 Desember 2004 dan

2003 masing-masing sebesar, Rp1.322.085.100,00 dan Rp1.002.159.630,00

terdiri atas :

Jenis Tahun

Umur Piutang (Bulan)

Jumlah

2004

1 – 3

>4 - 6

>7 – 12

Rp

Rp

Rp

Rp

Umum

887.845.012,0

8.688.830,0

22.085.248,

 

Hankam

0

0

00

918.619.090,0

Instansi

387.306.550,0

0,00

0,00

0

Pemerintah

0

0,00

0,00

16.159.460,00

387.306.550,0

0

16.159.460,00

Jumlah

1.291.311.022,

8.688.830,0

22.085.248,

1.322.085.100,

00

0

00

00

 

Jenis Tahun

Umur Piutang (Bulan)

Jumlah

2003

1 – 6

>6 - 12

>12 – 24

Rp

 

Rp

Rp

Rp

 

Umum

699.922.630,0

13.621.350,00

13.928.260,

727.472.240,0

Hamkam

0

0,00

00

0

Instansi

263.353.140,0

0,00

0,00

263.353.140,0

Pemerintah

0

0,00

0

 

11.334.250,00

11.334.250,00

B

Jumlah

974.610.020,0

13.621.350,00

13.928.260,

1.002.159.630

 

0

00

,00

e

25

rdasarkan jenis pelayanan dan umurnya piutang non air per 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp38.427.100,00 dan Rp69.662.600,00 terdiri atas:

Jenis Tahun

Umur Piutang (Bulan)

 

Jumlah

1 – 3 Rp

>4 – 6 Rp

>7 12

2004

Rp

Rp

Umum

13.496.000,00

6.415.000,00

18.516.100,00

38.427.100,00

Jumlah

13.496.000,00

6.415.000,00

18.516.100,00

38.427.100,00

Jenis Tahun

Umur Piutang (Bulan)

Jumlah

2003

1 – 6 Rp

>6 - 12 Rp

>12 - 24 Rp

Rp

Umum

69.312.600,00

230.000,00

120.000,00

69.662.600,00

Jumlah

69.312.600,00

230.000,00

120.000,00

69.662.600,00

Piutang Ragu-ragu per 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp12.394.720,00 dan Rp17.105.590,00 terdiri atas :

31 Desember 2004 31 Desember

2003

Piutang Ragu-ragu Air

17.055.590,00

Rp 11.744.720,00

Rp

Piutang Ragu-ragu Non Air

Rp

650.000,00

Rp

50.000,00

 

Jumlah

Rp

12.394.720,00

Rp

17.105.590,00

Piutang Tak Tertagih per 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp0,00 dan Rp0,00. terdiri atas :

 

31

Desember 2004

31 Desember 2003 Rp

Piutang Tak Tertagih Air

Rp

0,00

0,00

Piutang Tak Tertagih Non Air

Rp

0,00

Rp

0,00

Jumlah

Rp

0,00

Rp

0,00

26

4. Penyisihan Piutang usaha

Rp 34.127.863,00

Rp

24.008.728,00

Jumlah tersebut merupakan saldo cadangan kerugian piutang per 31 Desember 2004 dan untuk tahun 2003 terdiri dari :

31 Desember 2004 31 Desember

2003

Penyisihan piutang air Penyisihan pitang non air Penyisihan piutang ragu-ragu Penyisihan piut. tak tertagih

Rp 13.649.273,00 Rp 11.182.550,00

Rp

11.050.535,00

Rp

129.000,00

Rp

9.296.040,00

Rp

12.829.193,00

Rp

0,00

Rp

0,00

Jumlah

Rp 34.127.863,00

Rp

24.008.728,00

Penyisihan piutang air per 31 Desember 2004 dan 2003 dihitung sebagai berikut:

Jenis Pelayanan

 

Umur Piutang Air

Jumlah ( Rp )

Tahun 2004

1 - 3 bl ( Rp )

4 - 6 bl ( Rp )

7 – 12 bl ( Rp )

Piutang Air

       

- Umum

887.845.012,00

8.688.830,00

22.085.248,00

918,619,090.00

- Hankam

387.306.550,00

0,00

0,00

387,306,550.00

-Ins.Pemerintah

16.159.460,00

0,00

0,00

16,159,460.00

Jumlah

1.291.311.022,00

8.688.830,00

22.085.248,00

1.322.085.100,00

Prosentase

0%

30%

50%

 

J.Peny P Air

0,00

2.606.649,00

11.042.624,00

13.649.273,00

 

Jenis

 

Umur Piutang Air

Jumlah ( Rp )

Pelayanan

1 - 6 bl ( Rp )

7 - 12 bl ( Rp )

13 - 24 bl ( Rp )

Tahun 2003

Piutang Air

       

-

Umum

602.054.630,00

13.621.350,00

13.928.260,00

629.604.240,00

-

Hankam

355.833.410,00

0,00

0,00

355.833.410,00

-

Ins.Pemtah

11.334.250,00

0,00

0,00

11.334.250,00

Jumlah

969.222.290,00

13.621.350,00

13.928.260,00

996.771.900,00

Prosentase

0%

30%

50%

 

J.Peny P Air

0,00

4.086.405,00

6.964.130,00

11.050.535,00

27

Penyisihan piutang Non Air per 31 Desember 2004 dan per 31 Desember 2003

dihitung sbb :

Jenis

Umur Piutang Non Air

 

Jumlah ( Rp )

 

Pelayanan

1

-3 bl

4 - 6 bl ( Rp )

 

7 – 12 bl ( Rp )

Tahun 2004

( Rp )

 

Piutang Non Air - Umum

13.496.000,00

6.415.000,00

 

18.516.100,00

38.427.100,00

Prosentase

0%

30%

 

50%

 

J.Peny. P. Air

0,00

1.924.500,00

 

9.258.050,00

11.182.550,00

Jenis

 

Umur Piutang Non Air

 

Jumlah ( Rp )

 

Pelayanan

- 6 bl ( Rp )

1

7 - 12 bl ( Rp )

 

13 - 24 bl ( Rp )

 

Tahun 2003

 

Piutang Non Air - Umum

69.312.600,00

230.000,00

120.000,00

69.662.600,00

Prosentase

0%

30%

50%

 

J.Peny. P. Air

0,00

69.000,00

60.000,00

129.000,00

Penyisihan piutang ragu-ragu air dan non air per 31 Desember 2004 dan per

31 Desember 2003 dihitung sebagai berikut :

 

Umur Piutang (Rp)

Jumlah

(Rp)

 

Piutang Tahun 2004

13 s/d 24 bulan

Penyisihan air