Anda di halaman 1dari 7

Agenda pembangunan iii meningkatkan kesejahteraan rakyat bab 25 pembangunan perdesaan KEBIJAKAN DAN PROGRAM

(Sebagai Tugas Mata Kuliah Perencanaan Pembangunan)

OLEH NURWINDA JULIANI H TRIMURTI NINGTYAS NINA WAHYUNING TYAS (070610245) (070610272) (070610414)

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA 2009 / 2010

AGENDA PEMBANGUNAN KEBIJAKAN

: Pembangunan Perdesaan : Pembangunan Infrastruktur Perdesaan dan / daerah terisolir

Nama Program

Maksud dan Tujuan Program

Pelaksana Program

Target dan sasaran program

Alur/Mekanisme Pelaksanaan Program Terlampir

Mekanisme Pengawasan (monitoring) Program Kementrian percepatan pembangunan daerah tertinggal berkoordinasi dengan kementrian energi dan sumber daya alam. melakukan penyesuaian program dengan BAPPEDA setempat diawasi oleh BANWASDA yang bertanggung jawab mengawasi proses selanjutnya yaitu

Indikator Keberhasilan Program 1. Lingkungan hidup terjaga 2. Sumber daya alam daerah terbina 3. Kebutuhan tenaga listrik terpenuhi 4. Kebutuhan bahan bakar dan energi terpenuhi

Program Desa Mandiri Energi (DME)

DME adalah desa yang masyarakatnya memiliki kemampuan memenuhi lebih dari 60% kebutuhan listrik dan bahan bakar dari sumber energi yang dihasilkan melalui pendayagunaan potensi sumber daya setempat. Maksud Program: untuk menjadikan kegiatan

Departemen Meningkatkan Energi dan rasio penduduk Sumberdaya yang Alam mendapatkan listrik Departemen (elektrifikasi) Pertanian Melepaskan Departemen ketergantungan Tenaga Kerja masyarakat desa dan terhadap BBM, Transmigrasi terutama minyak Departemen tanah Dalam Negeri Kementrian Negara Pembanguna n Daerah Tertinggal

penyediaan energi Kementrian sebagai entry point Negara dalam BUMN, dan pengembangan Departemen kegiatan ekonomi Kelautan dan perdesaan. Perikanan. Tujuan Program: Untuk meningkatkan produktivitas, kesempatan kerja dan kesejahteraan masyarakat pada umumnya melalui penyediaan energi terbarukan yang terjangkau dan berkelanjutan. Agar kantongkantor kecamatan dan pedesaan dapat lebih mencukupi ketahan energinya, tidak

pada departemen dan dinas dinas yang terkait dalam proyek dan kegiatan di dalam program. diawasi secara tidak langsung oleh LSM dan masyarakat umum.

hanya tergantung pada minyak tanah Program Pengembangan Aksesibilitas Prasarana Jalan. Meningkatkan aksesbilitas wilayah yang sedang dan belum berkembang DPU Bina Marga DPU Cipta Karya BAPPEDA Dinas Perhubungan Peningkatan jalan poros desa; Pembangunan/reha bilitasi/penggantian jembatan jalan poros desa; Pembangunan/peni ngkatan jalan dan jembatan; Pemeliharaan periodik jalan dan jembatan; Pemeliharaan rutin jalan dan jembatan Survai lapangan tentang kapasitas, aksesibilitas, dan jenis konstruksi Koordinasi dengan dinas terkait tentang lokasi eksisting dan potensi kegiatan agropolitan yang membutuhkan peningkatan akses jalan Pelelangan proyek pembangunan jalan desa Pelaksanaan pembangunan jalan desa oleh pemenang lelang Pengawasan Evaluasi Kementrian percepatan pembangunan daerah tertinggal berkoordinasi dengan dinas terkait yaitu dinas perhubungan. melakukan penyesuaian program dengan BAPPEDA setempat diawasi oleh BANWASDA yang bertanggung jawab mengawasi proses selanjutnya dalam pelaksanaan program. diawasi secara tidak langsung oleh LSM dan masyarakat umum. 1. Peningkatan rasio jalan yang baik 2. Peningkatan rasio jembatan yang baik 3. Jumlah ruas jalan yang dilengkapi rambu lalu lintas dibanding yang seharusnya. 4. Persimpangan jalan yg dipasang lampu traffic light (TL) dibanding dengan yang seharusnya 5. Terpenuhinya kebutuhan halte, fasilitas utama dan penunjang terminal penumpang dan barang 6. Tercukupinya SDM penyelenggaraan

pelayanan transportasi dibanding dengan kebutuhan 7. Terpenuhinya sarana dan prasarana uji KIR kendaraan bermotor 8. Prosentase area lahan parkir ditepi jalan umum yg dikelola 9. Terbukannya aksesbilitas antar wilayah 10. Kegiatan perekonomian antar wilayah lancar. Program pembangunan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya Meningkatkan kemampuan pemenuhan air bagi kebutuhan pokok masyarakat dan pertanian rakyat DPU. Pengairan Pembangunan BAPPEDA jaringan irigasi Rehabilitasi jaringan irigasi Pemeliharaan Jaringan Irigasi Pemeliharaan Jalan Inspeksi Survai lapangan tentang kapasitas, aksesibilitas, dan jenis konstruksi Koordinasi dengan dinas terkait tentang lokasi eksisting dan potensi kegiatan Dinas pekerjaan umum bidang pengairan. melakukan penyesuaian program dengan BAPPEDA setempat 1. Peningkatan jaringan irigasi utama yg baik 2. Peningkatan rasio kondisi jaringan irigasi pedesaan ygbaik 3. Pencapaian target perbaikan sungai

Saluran Daerah Irigasi Pemeliharaan Bangunan Prasarana Sungai Rehabilitasi Bangunan Prasarana Sungai Normalisasi Saluran Sungai Tercapainya peningkatan kemampuan pemenuhan kebutuhan air untuk pertanian pada kawasan perbatasan.

agropolitan yang membutuhkan peningkatan akses irigasi Pelelangan proyek pembangunan jaringan irigasi desa Pelaksanaan pembangunan jaringan irigasi desa oleh pemenang lelang Pengawasan Evaluasi

diawasi oleh 4. Pencapaian target BANWASDA yang pembangunan bertanggung jawab bangunan mengawasi proses pengendali banjir selanjutnya dalam 5. Pencapaian target pelaksanaan pembinaan organisasi program. pengelola air diawasi secara tidak langsung oleh LSM dan masyarakat umum.

Skema Pengengembangan DME Kerjasama MHPP (Kerjasama Indonesia-Jerman) - PNPM

PLTMH
Sipil

Pendanaan

PNPM
PLTMH

Listrik Untuk : - Penerangan - Kegiatan Konsumtif

Proposal DME

Elektro Mekanik al Transmi si dan Distribus i

MHPP

Pengemba ngan DME


Kegiatan Produktif

Komunitas Masyarakat

Penyusunan Proposal oleh masyarakat Desa Difasilitasi oleh fasilitator PNPM

Penyiapan Kelembagaan oleh MHPP dan Masyarakat

Pengembangan kegiatan Produktif (percontohan dilakukan oleh MHPP)

Ket: Sampai tahun 2008, telah dibangun 26 PLTMH di Sulsel, Sulbar dan Sumbar