Anda di halaman 1dari 4

Teori Perkembangan Kognitif Piaget I.

Biografi Tokoh Jean Piaget, lahir di Neuchatel pada tanggal 09 Agustus 1896 dan meninggal di Jenewa, Swiss, pada tanggal 16 September 1980. Menggambarkan ayahnya sebagai orang yang rasional, cermat, dan sistematis dalam berfikir. Sedangkan ibu sebagai orang yang sangat emosional. Sejak kecil Piaget sudah menunjukkan bakat keilmuwannya. Pada usia 10 tahun ia sudah bisa menulis sebuah artikel ilmiah dengan judul Journal of Natural History of Neuchatel mengenai biologi. Selanjutnya pada usia 15 tahun, Piaget mengalami krisis intelektual. Kemudian Piaget meraih gelar Doktor pada usia 22 tahun dengan judul disertasi The Mollusks Vallais, pada tahun 1918. Pada tahun 1919, Piaget pergi ke Prancis, tepatnya Universitas Sorbonne untuk mempelajari Psikologi Klinis dan filsafat. Dan kemudian bekerja di laboratorium Binet. Pada tahun 1920, Piaget memutuskan untuk mempelajari anak dan berspekulasi bahwa anak kecil mungkin tidak lebih bodoh ketimbang anakanak yang lebih besar atau dewasa, hanya berfikir dengan cara yang seluruhnya berbeda dari mereka Piaget mulai meninggalkan tes-tes standar dan menjadi tokoh terkemuka dengan teori perkembangan kognitif. Dan meneruskan penelitiannya terhadap anak di Institut J.J. Rousseau di Jenewa pada tahun 1921. Pada tahun 1925, Piaget menikah dengan Valentine Chatenay, dan mempunyai empat orang anak. Dengan dibantu oleh istrinya, Piaget membuat pengamatan yang sangat cermat terhadap tingkah laku anaknya. Pada tahun 1940an, Piaget mulai fokus kepada pengetahuan anak mengenai konsep matematis dan ilmiah. Kemudian menjadi fokus yang mendominasi seluruh karyanya hingga akhir hayatnya. Pada awalnya karya Piaget tidak begitu mendapat perhatian, salah satu alasannya adalah karya Piaget yang menggunakan bahasa Prancis sehingga sulit dimengerti. Namun, pada tahun 1960anketertarikan pada karya-karya Piaget sangat besar. Dan para psikolog menyadari teorinya sangat penting dalam dunia pengetahuan.

II. Konsep Teori Teori Perkembangan Kognitif, memandang bahwa proses berfikir sebagai inti dari perkembangan. Piaget yakin bahwa perkembangan kognitif dimulai dengan kemampuan bawaan untuk beradaptasi dengan lingkungan. Perkembangan kognitif terjadi melalui tiga proses yang saling berhubungan yaitu : organisasi, adaptif, dan ekuilibrasi. Organisasi, yaitu system pengetahuan atau cara berfikir yang disertai dengan pencitraan realitas yang semakin akurat. Organisasi memiliki kecenderungan untuk membuat struktur kognitif yang lebih kompleks, yang disebut dengan skema. Skema yaitu pola perilaku terorganisir yang digunakan seseorang untuk memikirkan dan melakukan tindakan dalam situasi tertentu. Dengan pengorganisasian akan membuat dunia kita masuk akal dan kemudian kita mengorganisasikan pengalaman-pengalaman kita. Adaptasi, merupakan cara anak untuk memperlakukan informasi baru dengan mempertimbangkan apa yang telah dilakukan. Dan dilakukan melalui dua langkah : a. Asimilasi, individu mengambil atau memasukkan informasi baru dan menyertakan informasi tersebut dalam struktur kognitif yang telah ada. b. Akomodasi, individu mengubah struktur kognitif dalam rangka memasukkan informasi baru. Ekuilibrasi, istilah yang digunakan Piaget untuk merujuk pada kecendrungan untuk mencari keseimbangan pada elemen-elemen kognisi. Ekuilibrasi merupakan kemampuan yang mengatur dalam diri individu agar ia mampu mempertahankan keseimbangan dan menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Setiap organisme yang mau mengadakan penyesuaian (adaptasi) harus mencapai ekuilibrium (keseimbangan) antara aktivitas organisme terhadap lingkungan dan lingkungan terhadap organisme. Dan asimilasi serta akomodasi bekerjasama untuk menghasilkan ekuilibrium dalam pertumbuhan. Adaptasi adalah suatu fungsi biologik. Apabila anak berkembang, fungsifungsi akan tetap, tetapi struktur-struktur akan berubah secara sistematis. Perubahan dalam struktur kognisi itulah yang disebut perkembangan.

III. Tahap-tahap Perkembangan Kognitif Menurut Piaget, anak harus berinteraksi dengan lingkungan untuk berkembang, namun mereka yang membangun struktur-struktur kognitif baru dalam dirinya. Piaget yakin bahwa individu melampaui empat tahap dalam memahami dunia. Tiap tahap terkait usia dan cara berfikir yang khas. 1) Tahap Sensori Motor (0 2 tahun) Pada tahap ini bayi membangun suatu pemahaman tentang dunia dengan mengkoordinasikan pengalaman-pengalaman sensor dengan tindakan-tindakan fisik. Piaget membagi tahap sensori motor dalam 6 tahap :
a. Periode 1: Penggunaan refleks-refleks (0 - 1 bulan)

b. Periode 2: Reaksi sirkuler primer (1 4 bulan) c. Periode 3: Reaksi sirkuler sekunder (4 - 10 bulan)
d. Periode 4: Koordinasi skema-skema sekunder (10 12 bulan)

e. Periode 5: Reaksi sirkuler tersier (12 18 bulan) f. Periode 6: Permulaan berfikir (18 -24 bulan) 2) Tahap Pemikiran Pra-operasional (2 7 tahun) Pada tahap ini anak mulai melikiskan dunia dengan kata/symbol, namun masih belum mampu untuk melaksanakan operasi, yaitu tindakan mental yang diinternalisasikan yang memungkinkan anak-anak melakukan secara mental yang sebelumnya dilakuka secara fisik. Penggunaan symbol bagi anak tampak dalam lima gejala : a. Imitasi tidak langsung b. Permainan simbolis c. Menggambar d. Gambaran Mental e. Bahasa Ucapan

3) Tahap operasi Berfikir Konkrit (7 11 tahun) Dalam tahap ini, anak telah mengembangkan system pemikiran logis yang dapat diterapka dalam memecahkan persoalan konkrit yang dihadapi sehingga anak tidak memuyai kesulitan untuk meyelesaikan persoalan konservasi dengan baik. Kemampuan anak untuk melakuka operasi-operasi mental dan kognitif, memungkinkan anak mengadakan hubungan yang lebih luas dengan dunianya. Tetapi, kemampuan berfikir masih terbatas pada hal yang ada hubungannya dengan sesuatu yang konkrit, realitas secara fisik, dan benda yang benar-benar nyata. 4) Tahap Operasi Berfikir Formal (11 tahun - dewasa) Merupakan tahap terakhir, pada tahap ini remaja telah mengembangkan kemampuan kognitif sehingga ia sudah mulai berfikir logis, abstrak, dan hipotesis. IV. Perspektif Teori Sudut pandang teori yang dikemukakan oleh Jean Piaget berasal dari teori bahwa proses berfikir sebagai inti dari perkembangan yang berakar pada kerangka biologik yang kemudian disebut dengan perkembangan kognitif.