Anda di halaman 1dari 3

NAMA NIM TUGAS

: YOGA RYAN PRATAMA : G1D010024 : SGD 1

TUMBUH KEMBANG REMAJA Pertumbuhan diartikan sebagai suatu prosespertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversible, yaitu tidak dapat kembali ke bentuk semula. Perkembangan adalah suatu proses menuju keadaan yang lebih dewasa. Tumbuh kembang merupakan proses yang berkesinambungan yang terjadi sejak intrauterin dan terus berlangsung sam pai dewasa (Soetjiningsih, 2004). Individu mengalami perubahan secara kuantitatif dan kualitatif dalam pertumbuhan dan perkembangan. Masa remaja adalah periode yang ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan yang cepat dari fisik, emosi, kognitif dan sosial yang menjembatani masa kanak-kanak dan dewasa. Remaja atau adolesens adalah periode perkembangan selama dimana individu mengalami perubahan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa, biasanya antara usia 13 sampain20 tahun (Potter & Perry, 2005). Menurut UU No. 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak, remaja adalah individu yang belum mencapai 21 tahun dan belum menikah. Menurut WHO, anak dianggap remaja bila anak telah mencapai usia 10-18 tahun. Puberta merupakan peralihan dari imaturitas seksual ke masa potensial subur yang berhubungan dengan munculnya tanda kelamin sekunder. Dalam tumbuh kembangnya menuju dewasa, berdasarkan kematangan psikososial dan seksual tahapan perkembangan remaja dibagi menjadi tiga, yaitu masa remaja awal/dini (Early adolescense) usia 11-13 tahun, masa remaja pertengahan (Middle adolescense) usia 14-16 tahun. Masa remaja lanjut (Late adolescense) usia 17-20 tahun. Perubahan fisik terjadi dengan cepat pada masa remaja. Maturasi seksual terjadi seiring perkembangan karakteristik seksual primer dan sekunder. Empat fokus perubahan fisik yaitu, peningkatan kecepatan pertumbuhan skelet; otot dan visera, perubahan spesifik seks, perubahan distribusi otot dan lemak, dan perkembangan sistem reproduksi. Perubahan yang terlihat atau tidak terlihat terjadi secara pubertas. Semua perubahan ini terjadi karena perubahan hormonal dalam tubuh. Ciri-ciri pertumbuhan somatik remaja adalah: 1) sistem regulasi hormon di hipotalamus; pituitari; kelamin; dan kelenjar adrenal akan menyebabkan perubahan kualitatif dan kuantitatif pada masa prapubertas sampai dewasa, 2) perubahan somatik sangat bervariasi dalam umur saat mulai dan berakhirnya; kecepatan dan sifatnya; tergantung pada masing-masing individu, 3) setiap remaja tahapan yang sama dalam pertumbuhan somatiknya, 4) timbulnya ciri-ciri seks sekunder merupakan manifestasi somatik dari aktivitas gonad (kelamin) dan dibagi dalam beberapa tahap yang berurutan, 5) pertumbuhan somatik pada remaja mengalami perubahan pada abad terakhir dalam ukuran dan umur mulainya remaja.

Cara berpikir individu akan berubah dan berbeda seiring bertambahnya usia, pengetahuan, dan pengalaman. Perkembangan cara berpikir merupakan satu hal yang akan di alami individu ketika memasuki masa remaja. Menurut Piaget (salah satu ahli psikoligi dari Swiss), tahap perkembangan kognitif individu terbagi menjadi 4 stadium. Pertama adalah stadium sensori-motori (usia 0-18/24 bulan), pada stadium ini perkembangan intelegensi anak baru terlihat dalam bentuk aktivitas motorik sebagai reaksi stimulasi motorik. Kedua adalah stadium pra-operasional ( usia 18/24 bulan-7 tahun), stadium ini dimulai dengan penguasaan bahasa yang sistematis, permainan simbolis, dan meniru perilaku seseorang. Ketiga adalah stadium operasional (usia 7-11 tahun), pada stadium ini anak mampu melakukan desentrasi, yaitu mampu memperhatikan lebih dari satu dimensi sekaligus dan mampu menghubungkan dimensi-dimensi tersebut. Keempat adalah stadium operasional formal (mulai usia 11 tahun), kemampuan berpikir pada stadium ini ditandai dengan dua penting, yaitu kemampuan deduktif-hipotesis dan kobinatoris. Selain perkembangan kognitif, pada remaja psikososial pun akan berkembang. Remaja harus mampu membentuk hubungan yang dekat dengan orang-orang disekitarnya supaya tidak terisolasi secara sosial. Pada perkembangan psikososial, remaja akan berusaha mencari identitas-identitas, seperti identitas seksual, identitas kelompok, identitas keluarga, identitas pekerjaan, identitas kesehatan, identitas moral, dan moratorium psikososial. Pada masa remaja masalah-masalah akan lebih seirng timbul, seperti masalah psikologi, sosial, kesehatan, dan lain-lain. Hal ini berhubungan dengan pencarian jati diri penyesuain individu dalam masa remajanya. Dengan tingkat kognitifnya yang sedang menalami perkembangan, remaja akan mudah sekali dipengaruhi oleh hal-hal negatif. Oleh karena itu, peran orang tua sangatlah penting untuk mendampingi anak-anaknya ketika dalam masa perkembangan. Kesimpulannya adalah pada masa remaja terjadi perubahan-perubahan secara signifikan mulai dari perubahan fisik, kognitif, ataupun psikososial. Masa remaja merupakan masa peralihan seseorang dari anak-anak menuju dewasa, dan hal ini akan di alami oleh setiap orang. Pada tahap ini, peran orang tua sangat penting untuk terus memperhatikan anakanaknya agar masa remaja mereka dapat dilalui dengan baik dan tidak menimbulkan hal-hal negatif.

Referensi:

Narendra, M. B., & dkk. (2005). Tumbuh Kembang Anak dan Remaja. Jakarta: Sagung Seto. Potter, P. A., & Perry, A. G. (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan (4 ed., Vol. 1). (D. Yulianti, M. Ester, Eds., Y. Asih, & [. al.], Trans.) Jakarta: EGC. Soetjiningsih. (2004). Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya. Jakarta: Sagung Seto.