Anda di halaman 1dari 11

ENZIM

I. Tujuan Percobaan
Menentukan aktiIitas enzim pada berbagai kondisi
1. Pengaruh konsentrasi
2. Pengaruh pH

II. Tinjauan Pustaka
nzim adalah proses metabolisme berperan sebagai biokatalis dalam setiap
reaksi metabolism yang terjadi pada makhluk hidup. Dalam aktiIitas enzim ini
dipengaruhi oleh berbagai Iactor seterti konsentrasi, suhu maupun pH. Pada
kondisi yang sesuai enzim ini dapat bekerja secara optimal dalam reaksi
katabolisme maupun anabolisme (Tim Dosen Biokimia, 2011).
nzim dalam aktiIitasnya bekerja secara spesiIik terhadap substrat yang
akan dikatalisisnya dengan begitu kita akan dapat mengetahui berapa besar
aktivitas yang dilakukan. Seperti contoh adalah enzim yang bekerja untuk
mendegrasi amilum adalah amilase. nzim ini banyak terdapat pada saliva,
sehingga makanan yang dikunyah lama akan terasa manis karena senyawa
polisakarid akan terurai menjadi monosakarida (Tim Dosen Biokimia, 2011)
Suatu enzim bekerja secara khas terhadap suatu substrat tertentu. Kekhasan
inilah cirri suatu enzim. Ini sangat berbeda dengan katalis lain (bukan enzim)
yang dapat bekerja terhadap berbagai macam reaksi. Fungsi suatu enzim adalah
sebagai katalis untuk proses biokimia yang terjadi didalam sel maupun diluar sel.
Suatu enzim dapat mempercepat reaksi 108 sampai 1011 kali lebih cepat dari
pada apabila reaksi tersebut dilakukan tanpa katalis. Jadi enzim dapat berIungsi
sebagai katlis yang sangat eIisien, disamping itu mempunyai derajar kekhasan
yang tinggi. Seperti juga katalis lainnya, maka enzim dapat menurunkan energy
aktivitas suatu reaksi kimia. Reaksi kimia ada yang membutuhkan energy (energi
endorgani) dan ada pula yang menghasilkan energy atau mengeluarkan energy
(eksorgonik) (Ana, Poedjadi, 2005)
Kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa Iactor, terutama adalah substrat,
suhu, keasaman, koIaktor dan inhibitor. Tiap enzim memerlukan suhu dan pH
(tingkat keasaman) optimum yang berbeda-beda karena enzim adalah protein
yang dapat mengalami perubahan bentuk jika suhu dan keasaman berubah, diluar
suhu atau pH yang sesuai, enzim tidak dapat bekerja secara optimal atau struktur
akan mengalami kerusakan. Hal ini akan menyebabkan enzim kehilangan
Iungsinya sama sekali. Kerja enzim juga dipengaruhi oleh molekul lain. Inhibitor
adalah molekul yang menurunkan ativasi enzim, sedangkan activator adalah yang
meningkatkan aktiIitas enzim. Banya obat dan racun adalah inhibitor enzim
(Anonim, 2009)























III.Metodologi
3.1. Alat
1. Tabung reaksi 4 buah
2. Rak tabung
3. Gelas ukur 10 ml
4. Pipet tetes
5. Boto semprot
6. Lumping alu
7. Tabung sentriIuge
8. Penangas air
9. Stopwatch

3.2. Bahan
1. Larutan amilum 1
2. BuIIer pH 4,5, 7,0, 9,5.
3. Larutan iodium 10
4. kstrak tauge
5. Aqdes

3.3. Prosedur Kerja
1. Memasukkan touge kedalam lumpang alu sampai hancur
2. Menambahkan aqades sebanyak 100 ml. kemudian touge dihancurkan
membentuk homogen.
3. Menyaring ekstrak touge yang telah dihancurkan dengan kain saring.
Kemudian Iiltrat yang dihasilkan selanjutnya akan dimasukkan kedalam
masing-masing tabung.
a. Pengaruh pH
1. Menyiapkan 3 buah tabung reaksi mengisi larutan sebagai table
berikut :


Tabung Amilum I2
BuIIer
pH 4,5 pH 7,0 pH 9,5
1
2
3
2 ml
2 ml
2 ml
1 tetes
1 tetes
1 tetes
1 ml
1 ml


1 ml
2. Menambahkan 4 ml larutan enzim kedalam masing-masing
tabung.
3. Mengamati perubahan warna dari reaksi tersebut dan
menghitung waktunya.
4. Membuat kurva reaksi antara pH dan waktu reaksi.

b. Pengaruh konsentrasi
1. Menyiapkan 3 buah tabung reaksi dan mengisi larutan seperti
tabel berikut :
Tabung Amilum Aqades BuIIer pH 7 I2 nzim
1
2
3
2 ml
2 ml
2 ml
6 ml
4 ml
2 ml
1 ml
1 ml
1 ml
1 tetes
1 tetes
1 tetes
2 ml
4 ml
6 ml

2. Mengocok larutan, setelah itu mendiamkan pada suhu kamar
3. Mengamati perubahan warna dari larutan dan menghitung
waktunya
4. Membuat kurva reaksi antara konsentrasi enzim dan waktu
reaksi







IV. Hasil Pengamatan
a. Pengaru pH
Ph Buffer Waktu (s)
4,5
7,0
9,0
25,33
26,61
27,41

b. Pengaruh konsentrasi
ml enzim Waktu (s)
2 ml
4 ml
6 ml
33,83
14,26
11,53



















V. Analisa Data
Rumus V
1
1

1. Pengaruh pH 4,5
a. BuIIer Ph 4,5
V


1
25,33
0,039 3,9 . 10
-2

b. BuIIer pH 7,0
V
1
1

1
22,61
0,044 4,4 . 10
-2

c. BuIIer pH 9,5
V
1
1

1
27,41
0,036 3,6 . 10
-2


2. Pengaruh konsentrasi
a. Volum 2 ml
V
1
1

1
33,83
0.029 2,9 . 10
-2

b. Volume 4 ml
V
1
1

1
14,21
= 0,070 7 . 10
-2

c. Volume 6 ml
V
1
1

1
11,53
0,086 8,6 . 10
-2











Kurva






























VI. Pembahasan
nzim adalah biomolekul yang berIungsi sebagai katalis(senyawa yang
mepercepat proses tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia. Adapun
tujuan ingin di ketahui yaitu menentukan aktivitas enzim pada pengaruh pH dan
pengaruh konsentrasi, dan enzim yang digunakan yaitu enzim yang terdapat pada
tauge. Sebagian besar enzim adalah protein, namun tidak semua protein adalah
enzim. nzim bekerja secaara spesiIik dan bekerja pada pH dan suhu tertentu.
Pada perlakuan pertama yaitu mengenai pengaruh pH terhadap kerja enzim,
dimana larutan buIIer yang memiliki kadar pH yang berbeda-beda yaitu pH(4,5)
,(7), dan (9,5) di masukkan kedalam 3 tabung kemudian menambahkan amilum
2 ml selanjutnya menambahkan lagi dengan larutan iodium, dimana amilum
adalah polisakarida yang terbentuk dari jutaan molekul maltose yang berbentuk
spiral, dan akan mengurung iodium dalam spiralnya sehingga terbentuk warna
biru gelap,kemudian di tambahkan dengan ekstra tauge yang mana kandungan
enzim amilase yang terdapat pada ekstra tauge akan mengubah amilum menjadi
D-glukosa.
Adapun hasil yang di peroleh pada masing-masing pH yaitu, pH 4,5 ialah
3,910
-2
, pada pH 7 ialah 4,410
-2
dan untuk pH 9,5 ialah 3,610
-2
sehingga
dapat di lihat bahwa enzim bekerja dengan baik pada pH yang tidak terlalu asam
dan tidak terlalu basa.
Selanjutnya mengetahui pengaruh konsentrasi terhadap kerja enzim, dimana
hasil yang di peroleh dari pengaruh konsentrasi adalah volume 2 ml ialah 2.10
-2
,
volume 4 ml ialah 7.10
-2
dan volume 6 ml ialah 8,6.10
-2
. Pada perlakuan ini
masing-masing tabung di tambahkan dengan amilum,aqades,buIIer pH7,iodium
dan enzim dengan konsentrasi yang berbeda. Bahwa dapat di lihat semakin
rendah konsentrasi enzim maka kerja enzim tersebut lambat, begitu pula bila
konsentrasi enzim terlalu tinggi maka kerja enzim tersebut cepat. Hal ini dapat
dilihat dari hasil pengamatan di mana larutan yang konsentrasi enzimnya 2 ml
lebih cepat kerja enzimnya dibandingakan dengan konsentrasi enzimnya 4 ml dan
6 ml. Sehingga dapat di ketahui rendahnya konsentrasi enzim sangat
mempengaruhi system kerja enzim itu sendiri.
Adapun tujuan dari penambahan iodium untuk mengetahui waktu reaksi dari
larutan tersebut sampai mengalami perubahan warna menjadi warna putih.
Penambahan larutan buIIer dengan pH7 bertujuan agar enzim tersebut,dapat
bekerja , karena diketahui bahwa enzim dari tauge dapat bekerja dengan baik
pada pH normal.
Pada kurva yang di peroleh melalui percobaan dapat di lihat bahwa aktivitas
enzim paling tinggi pada pH 7,0. Hal ini menunjukkan bahwa pada pH 7,0 enzim
memliki aktivitas maksimum,sehingga pH optimum untuk enzim amilase pada
ekstrak touge adalah 7,0 seperti yang terlihat pada kurva hubungan pH dengan
laju reaksi (aktivitas enzim).

















VII. Penutup
A.Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan di simpulkan bahwa :
1. Pengaruh konsentrasi terhadap aktivitas enzim yaitu semakin tinggi pH
maka aktiIitas enzim semakin lambat.
2. Pengaruh konxentasi terhadap aktivitas enzim yaitu semakin tinggi
konsentrasi maka aktiIitas enzim semakin lambat.
3. SiIat kerja enzim sangat di pengaruhi oleh pengaruh suhu,konsentrasi,
dan pH.
4. pH optimum untuk enzim amilase pada ekstra tauge adalah pH 7,0.
5. AktiIivitas enzim dan konsentrasi enzim memiliki hubungan
perbandingan yang lurus dimana semakin besar konsentrasi maka tinggi
aktivitas enzim tersebut.

B.Saran
Untuk percobaan selanjutnya agar alat dalam laboratorium di
perbanyak lagi sehingga praktikum dapat bekerja dengan baik.









DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2009.nzim.(http: //id.Wikipedia.org/Wiki/enzim) Diakses 26 Oktober 2011
Poedjadi,Ana dkk.2005.Dasar-dasar Biokimia. Jakarta : Universitas Indonesia (UI-
Press)
Tim Dosen Biokimia. 2011. Penuntun Praktikkum Biokimia. Universitas Tadulako :
Palu