Anda di halaman 1dari 6

Pertemuan 21

Waktu : 80

Empathy (Empati)
CERITA PENDEK

Belajar dari Anak Kecil


Ini kejadian nyata tadi sore, saat aku sedang antri di kasir convenience store dekat rumah untuk beli coklat Kitkat rasa matcha, kebetulan ada seorang anak laki-laki yang mungkin baru masuk SD sedang membawa coklat yang sama antri di depanku! Ternyata Kitkat rasa teh hijau ini banyak fans nya. nyengirlah aku sendiri Saat giliran si anak kecil ini maju ke depan, tiba-tiba dia diam sejenak memandangi genggaman tangan yg berisi koin 500 Yen (= 50 ribu Rp) dan coklat Kitkat yang dipegang oleh tangan satunya. Seolah-olah dia sedang membandingkan antara uang dengan sebungkus coklat. Tak disangka anak itu memasukan koin 500 Yen yang dipegangnya ke dalam kotak dompet sumbangan korban bencana Gempa & tsunami dan berlari mengembalikan coklat Kitkat di tempat asalnya. Semua orang menjadi tertegun dan terharu menyaksikan kejadian ini. Dan aku terperanjat, baru sadar saat terdengar suara gemetar dari pelayan Arigato Gozaimashita (terima kasih)!. dan terus membungkuk hingga sang anak tidak terlihat lagi Kau hebat nak! Sumber Bacaan : http://cerita-motivasi.com/belajar-dari-anak-kecil

PESAN BIJAK :
Di sekeliling kita, ada banyak orang yang membutuhkan empati dan simpati. Mereka memerlukan orang yang mau menolong dan menopang. Entah mereka yang hidup dalam kesepian di masa tua, mereka yang kehilangan kasih sayang orang tua di panti-panti asuhan, atau mereka yang "sendirian" hidup dalam belenggu masa lalu yang kelam dan suram. Mereka mungkin tidak membutuhkan belas kasihan kita. Tapi mereka membutuhkan pelukan persahabatan, pengertian, dan penerimaan.

FORMAT REFLEKSI 1. REFLEKSI ISI


Pada tahap ini siswa diminta berdiskusi untuk merefleksi isi dari cerita pendek yang baru saja dibaca, baik pesan yang terkandung dalam cerita tersebut, bagaimanakah tokoh karakter yang ada dalam cerita pendek tersebut dan apa yang dapat diteladani dari tokoh-tokoh yang ada dalam cerita tersebut. Dari cerita tersebut dapat memberikan pemahaman pada diri siswa bahwa empati itu sangatlah penting. a) Siapa tokoh dalam cerita tersebut ? b) Apakah yang dilakukan anak kecil dalam cerita tersebut? c) Apa yang dilakukan dan dirasakan tokoh dalam cerita tersebut ketika melihat anak kecil itu di toko? d) Mengapa tokoh terharu terhadap sikap si anak dalam cerita tersebut? e) Apa yang dikatakan tokoh dalam cerita tersebut ? f) Bagaimana pendapat kamu tentang sikap dan perilaku dari anak kecil dalam dalam cerita tersebut? g) Pesan apa yang terkandung dalam cerita tersebut?

2. REFLEKSI DIRI
Kegiatan dalam refleksi diri ini dilakukan baik secara tertulis maupun diskusi sehingga siswa memperoleh balikan dari peneliti/konselor mengenai refleksi diri secara tertulis yang sudah dilakukan oleh siswa setelah membaca cerita pendek. Siswa dibimbing untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah disediakan terkait dengan pengalamannya setelah membaca cerita pendek yang di dalamnya terkandung pesan moral akan pentingnya empati. Setelah membaca dan menyimak beberapa hal penting melalui cerita di atas, renungkanlah beberapa hal berikut ini, dan tanyakan pada diri Anda sendiri: a). Jika kamu menjadi tokoh dalam cerita tersebut, apakah yang akan kamu lakukan dan pikirkan jika terjadi bencana alam yang menimpa orang-orang disekitarmu? b). Pernahkah kamu mengalami peristiwa seperti cerita tersebut diatas? Apa yang kamu rasakan jika melihat keadaan seperti itu?

c). Bagaimanakah kamu bersikap dalam menghadapi peristiwa dalam cerita tersebut?

3. UJI COBA KEMITMEN


Dalam uji coba komitmen ini, peneliti/konselor meminta kepada siswa untuk mencatat hal-hal yang telah dilakukan dalam situasi yang telah terjadi pada dirinya maupun pada orang lain tentang empati, dan mendiskusikan hal tersebut. Siswa akan diminta untuk mengungkapkan apa yang dirasakan maupun bagaimana dia bersikap setelah melakukan hal tersebut.

4. REFLEKSI PENGALAMAN
Pada tahap ini biblioterapi dapat membantu siswa membangun pemahaman dan pemikiran yang positif, membantu siswa menganalisis situasi dan meningkatkan kemampuan kecerdasan sosialnya terkait dengan pentingnya sikap empati. Dalam tahap ini, peneliti/konselor memberikan tugas kepada siswa untuk membuat jurnal peristiwa yang dialami atau diketahui oleh siswa tentang keadaan sekitar yang dapat meningkatkan kemampuan empati siswa. Siswa diminta menceritakan secara tertulis suatu keadaan yang mungkin kurang menyenangkan yang dialami oleh seseorang yang ditemui oleh siswa di jalan, peristiwa yang kurang menyenangkan maupun menyenangkan yang dialami oleh teman, saudara atau siapapun dan bagaimana tanggapannya sehingga dalam diri siswa terbentuk kesadaran akan pentingnya kemampuan empati kepada sesama. Dalam tahap refleksi pengalaman ini, peneliti/konselor meminta siswa untuk membacakan pengalaman dan uji komitmen yang telah siswa lakukan, alami atau rasakan tentang kemampuan empati secara bergantian. Siswa yang lain dapat mengungkapkan beberapa pertanyaan ataupun tanggapan kepada siswa yang menceritakan pengalamannya.

5. PENGEMBANGAN KOMITMEN
Setelah siswa mampu mengasah kemampuan empati, siswa dapat melampaui bingkai referensinya sendiri melalui imajinasi orang lain atau tokoh karakter sehingga

siswa terbawa perasaannya dan mengembangkan akan pentingnya kemampuan empati. Pada tahap ini siswa diajak untuk mengembangkan komitmen melalui diskusi dan pemberian pertanyaan yang menggambarkan apa yang akan dilakukan oleh siswa jika mengalami kejadian seperti yang ada di dalam cerita beserta alasan pertimbangannya. Misalkan saja: 1. Apa yang akan kamu lakukan dan pikirkan jika kamu mendengar sahabatmu terkena musibah ? 2. Dari cerita pendek diatas, pelajaran apa yang dapat kamu petik/pelajari dan yang dapat kamu terapkan dalam kehidupanmu sehari-hari khususnya untuk meningkatkan kemampuan empati?