Anda di halaman 1dari 2

Nama Nim

: Sugiarti Neike L : 091710101059

TUGAS PRINSIP TEKNOLOGI FERMENTASI 1. Hubungan antara ukuran gelembung terhadap supplai Oksigen ke media ferme ntasi. Aerasi adalah proses meningkatkan kandungan oksigen pada suatu lingkungan air. P rinsip kerja aerasi adalah penambahan oksigen ke dalam air, sehingga oksigen ter larut di dalam air akan semakin tinggi. Aerasi termasuk pengolahan secara fisika , karena lebih mengutamakan unsur mekanisasi dari pada unsur biologi. Prinsip ke rjanya adalah membuat kontak antara air dan oksigen. Ukuran gelembung mempengaruhi kecepatan transfer oksigen dari lingkungan ke dala m cairan. Apabila ukuran gelembung besar, jumlah oksigen yang disuplai semakin k ecil. Sebaliknya apabila ukuran gelembung kecil, maka suplai oksigen pada cairan akan lebih banyak karena ukuran gelembung yang kecil akan menyebabkan permukaan yang kontak dengan udara semakin luas. Proses aerasi tidak terlepas dari proses pengadukan (agitasi). Hembusan udara da ri suatu kompresor ke dalam suatu larutan medium selain memberikan aerasi juga p engadukan. Pengadukan ini kadang-kadang ditambah dengan pengadukan mekanik untuk meningkatkan kecepatan pemindahan oksigen dari fase gas ke sel mikrobia. Jika pengadukan tinggi, maka aliran air semakin besar sehingga suplai oksigen ju ga semakin tinggi karena menghasilkan gelembung yang kecil. Tingkat agitasi mempunyai pengaruh yang nyata terhadap efisiensi transfer oksige n di dalam fermentasi dengan pengadukan mekanik. Agitasi sangat membantu proses transfer oksigen di dalam fermentor dengan cara sebagai berikut: Agitasi menyebabkan ukuran gelembung udara menjadi lebih kecil sehingga luas permukaan untuk terjadinya transfer oksigen menjadi lebih besar. Agitasi menyebabkan waktu tinggal gelembung udara di medium menjadi lebi h lama. Agitasi mencegah bergabungnya kembali gelembung-gelembung udara yang sud ah ada. Agitasi memperkecil tebal lapisan film pada permukaan antar fase gas dan cairan karena sifat alir fluida yang menjadi tubulen. 2. Penetapan nilai KLa The volumetric oxygen transfer coefficient (kLa) atau koefisien transfer volume oksigen adalah konstanta yang diperlukan untuk mengetahui hubungan antara laju t ransfer udara terhadap luas permukaan gelembung udara, konsentrasi oksigen terla rut, maupun terhadap waktu kontak udara dengan air. Nilai Kla menunjukkan koefes ien perpindahan massa untuk perpindahan oksigen antara permukaan gelembung udara Adapun rumus untuk menetukan Koefisien transfer massa keseluruhan, KLa adalah se bagai berikut : Cs = DO Jenuh (8,5 ppm pada suhu 24oC) Co = konsentrasi DO pada saat t = o Ct = konsentrasi DO pada saat t

3. Apakah yang dimaksud dengan vvm ? Aerasi tingkat VVM = volume gas aliran per satuan volume cairan per menit (volum e per volume per menit). Vvm adalah singkatan dari volume udara per volume cairan per menit. Vvm merupaka n satuan dari kecepatan aerasi yang terdapat dalam suatu fermentor. Vvm menunjuk kan jumlah udara yang dapat melewati cairan medium atau bersirkulasi pada cairan medium setiap menitnya. Umumnya suatu fermentor dapat beroperasi pada kecepatan aerasi 0.5 1 vvm. 4. Apakah yang dimaksud Reynold Number? Reynold Number adalah suatu besaran tidak berdimensi yang diekspresikan dalam fo

rmula sebagai berikut : Dalam mekanika fluida, bilangan Reynolds adalah rasio antara gaya inersia (vs ) ter hadap gaya viskos (/L) yang mengkuantifikasikan hubungan kedua gaya tersebut denga n suatu kondisi aliran tertentu. Bilangan ini digunakan untuk mengidentikasikan jenis aliran yang berbeda, misalnya laminar dan turbulen. Aliran suatu fluida dapat dikategorikan laminar apabila mempunyai Reynold number kurang dari 2000 dan dapat dikategorikan turbulen apabila mempunyai Reynold num ber lebih dari 5000. Semakin tinggi Reynold number-nya yang berarti semakin turb ulen aliran fluida tersebut. Diperoleh fakta bahwa laju aliran air yang bersesuaian dengan bilangan Reynolds mempunyai pengaruh signifikan pada jumlah gelembung mikro. Semakin besar bilanga n Re, jumlah gelembung berukuran kecil semakin banyak. Semakin besar debit air m aka pressure drop semakin besar, turbulensi meningkat dan hal ini berdampak pada proses dispersi gelembung menjadi ukuran lebih kecil semakin meningkat. yang me nyatakan dengan meningkatnya kecepatan aliran maka diameter gelembung rata-rata semakin kecil.