Anda di halaman 1dari 3

Nama : Tri Hartati

Nim : 09320185
Tugas tentang diferensial (turunan)
1. Definisi Turunan
Konsep fisika dalam turunan
Konsep turunan merupakan inti dari kalkulus dan matematika modern. Konsep Iisika dari
pendekatan turunan ini menggunakan hukum Newton dalam pengembangan mekanika klasik nya,
yaitu menggunakan konsep kecepatan.
cpoon roo -roo =
oro or
o or

Jika kita sekarang mengasumsikan bahwa A dan B sangat dekat satu sama lain, maka itu disebut
kecepatan sesaat. Jika A dan B yang dekat satu sama lain, maka waktu yang dibutuhkan untuk
perjalanan dari A ke B juga akan kecil. Memang, asumsi pada waktu t a, kita berada di A. Jika
waktu yang telah berlalu untuk sampai ke B adalah A, maka kita akan di B pada waktu t a
A. Jika As adalah jarak dari A ke B, maka kecepatan rata-ratanya :
cpoon roo - roo =
As
A

Kecepatan sesaat (di A) akan ditemukan saat A lebih kecil. Di sini kita secara alami berjalan ke dalam
konsep limit.
cpoon ssoo ( ) = lim
At -0
As
A

Jika I (t) menggambarkan posisi pada waktu t, maka As I (a A ) - I (a) .
cpoon soo ( ) = lim
At -0
f (a + A ) - f (a)
A

2. Konsep geometris dari turunan
Pertimbangkan Iungsi y I (x) dan graIiknya. Ingat bahwa graIik dari suatu Iungsi adalah satu set
poin (yang adalah (x, I (x)) untuk itu x dari domain dari Iungsi I). Kita dapat menarik graIik dalam
pesawat dengan sumbu horizontal (biasanya disebut sumbu x) dan sumbu vertikal (biasanya disebut
sumbu-y).
: Kemiringan garis melewati titik-titik (
0
, I (
0
)) dan (x, I ( x)) (di mana x =
0
) diberikan oleh
() =
() -(
0
)
-
0

maka akan memiliki kemiringan m, yang sangat dekat dengan m (x) bila x itu sendiri sangat dekat dengan

0
. Jadi merupakan konsep limit
Dengan kata lain, kita memiliki
= lim
At -0
() - (
0
)
-
0

Jadi persamaan garis singgungnya adalah
-(
0
) = ( -
0
)
Notasi menulis "m" untuk kemiringan dari garis singgung tidak membawa inIormasi yang cukup, kami
ingin melacak Iungsi I (x) dan
0
titik dalam notasi kita. Notasi yang umum digunakan adalah m I '(
0
)
Dalam kasus ini, persamaan garis singgung menjadi y - I (
0
) I '(
0
) (x-
0
)
Dimana

i
(
0
) = lim
At -0
() - (
0
)
-
0


Kadang-kadang lebih mudah untuk menghitung batas ketika variabel mendekati 0. Salah satu cara untuk
melakukannya adalah untuk membuat suatu terjemahan sepanjang sumbu-x. Memang, jika kita set h x-

0
, maka kita dapatkan :

i
(
0
) = lim
x -x
0
() - (
0
)
-
0
= lim
h -0
f (
0
+ ) - f (
0
)



3. Aplikasi turunan pada kehidupan sehari-hari
Aplikasi dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari ternyata jantung yang
berdenyut dan darah yang mengalir merupakan di dalamnya terdapat pengaplikasian
turunan dalam jantung yang berdenyut dan darah yang mengalir. Dalam mendeskripsikan
permasalahan aliran darah diperlukan suatu perhitungan dengan mempertimbangkan
siIat-siIat dari aliran darah. Dalam hal ini peranan integral dan turunan sangatlah penting,
karena menyangkut laju perubahan dan kecepatan suatu partikel. Oleh karena itu
penulisan ini memiliki tujuan mengaplikasikan turunan dan integral pada aliran darah
berkaitan dengan kecepatan dan laju aliran darah atau Iluks. Untuk mengetahui kecepatan
dan laju aliran darah digunakan penerapan prinsip Iisika yang menjelaskan perilaku darah
dalam pembuluh darah. Yaitu, seperti aliran dalam pembuluh kaku sempit yang secara
normal adalah laminar/(streamline), dan berarti aliran membentuk lapisan- lapisan arus
yang setiap lapisannya memiliki kecepatan yang berbeda. Melalui penerapan prinsip
Iisika diperoleh persamaan Hukum Aliran Laminar v Kemudian dengan aplikasi
turunan diperoleh persamaan (0-2r) - untuk menghitung laju perubahan kecepatan
pada tiap lapisan. Sedangkan pada aplikasi Integral, diperoleh persamaan Q untuk
menghitung laju aliran darah atau volume persatuan waktu.