Anda di halaman 1dari 3

Syaikh Hamdi Abdul-Majid As-Salafi Seorang muhaqqiq yang telah dikenal.

Beliaulah yang dulu berulang kali datang ke toko 'Reparasi Jam' Syaikh Albani di Damaskus, tatkala Syaikh tingggal di masa tersebut. Dan ia belajar ilmu hadits di depan Syaikh dengan berdiskusi secara langsung. Dan banyak karangan dan tahqiq beliau, diantaranya: "Mu'jam Ath-Thabrani Al-Kabir (20 Jilid)" dan "Jaami'utTahshiil fii Ahkaamil Maraasiil oleh Al-'Alaai". 2. Syaikh Ali Khasyaan Termasuk orang yang dekat dengan Syaikh tatkala permulaan adanya beliau di Syam -Damaskus- dan termasuk orang yang paling dekat dengan Syaikh. Di antara tulisannya "Risalah Wujuub Ar-Rujuu' li Al-Kitaab wa As-Sunnah" dan beliau termasuk penulis terpenting dan apa yang dia tulis paling penting dalam permasalahan tersebut. 3. Syaikh Muhammad 'Ied 'Abbaasii Belajar kepada Syaikh tatkala berada di Suriah. Dan di antara tulisannya adalah "Bid'ah AtTa'ashub wa Al-Madzhabii" 4. Syaikh Muhammad Ibrahim Syaqrah Termasuk murid terdekat Syaikh Nashir (Al-Albani), bahkan beliaulah penyebab kepindahan Syaikh Albani ke Yordania. Dan ia sesekali minta pertolongan kepada Syaikh mengenai masalah Pemerintah tatkala banyak kesempitan yang menimpanya. Seorang khathib di Masjid Shalaahuddin, Karya-karyanya mengandung sisi bahasa yang tinggi dan indah. Dan diantaranya: "Tanwiir Al-Afhaam li ba'dhi Mafaahiim Al-Islam". Kecuali bahwasanya belakangan ini beberapa tulisan Syaikh (Syaqrah) menyelisihi apa yang ada di atasnya gurunya yaitu Syaikh Nashir dan apa yang di atasnya Ahlus-Sunnah wa Al-Jamaa'ah dalam masalah kafirnya orang yang meninggalkan sholat. Semoga Allah memberikan petunjuk kepada apa yang Dia cintai dan Dia ridhai. 5. Syaikh Nabiil Al-Kiyaal Termasuk di antara murid Syaikh Nashir di Suriah. Dan beliau menikah dengan anak perempuan saudara Syaikh Nashir dan bertempat tinggal di Uni Emirat Arab. Dan dia berada di sisi Syaikh Nashir sampai beliau terusir dari Yordan. 6. Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi Termasuk di antara murid Syaikh di Yordania. Dan diantara karyanya "Ilmu Ushuulil Bida'" (sudah diterjemahkan) dan "At-Tashfiyah wa At-Tarbiyah" 7. Syaikh Saliim Al-Hilali Termasuk di antara murid Syaikh di Yordania. Di antara karyanya adalah "Al-Bid'ah wa Atsaruhaa As-Sayi 'Alaal Ummah" dan "Mausu'ah Al-Manaahii Asy-Syar'iyah" dan "Limaadzaa Akhtartu Al-Manhaj As-Salafi" 8. Syaikh Masyhur Hasan Salman

Termasuk di antara murid Syaikh di Yordania. Dan di antara karyanya "Al-Qaulul Mubiin fii Akhtaail Mushalliin" (diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, dengan judul: Koreksi Total Ritual Sholat) 9. Syaikh Husain Al-'Uwaisyah Termasuk di antara murid Syaikh di Yordania dan di antara karyanya adalah "Al-Mausu'ah AlFaqiyah Al-Muyasarah" 10.Syaikh Muhammad Musa Nashr Termasuk di antara murid Syaikh di Yordania. Dan di antara karyanya adalah "An-Nabiyyu fii Baitihi" 11.Syaikh Abul Yasar Ahmad Al-Khasyaab Salah satu murid Syaikh yang berasal dari Mesir dan tinggal di Yordania. Beliau tidak populer di kalangan umum, dikarenakan beliau tidak suka kepopuleran. Dan beliau bermulazamah kepada Al-'Allamah Al-Albani selama lebih dari sepuluh tahun. Dan beliau tinggal terusmenerus bersama Syaikh di maktabah Syaikh, belajar bersamanya dan menyerap ilmu Syaikh. 12.Syaikh Muhammad Jamiil Zainuu Bermulazamah dengan Syaikh Albani dalam waktu yang lama tatkala mengunjungi kota Halb, Hamah, dan Ar-Raqah. Bekerja sebagai pengajar di Madrasah Darul Hadits Al-Khairiyah di Makkah Al-Mukarramah. Dan di antara karyanya adalah "Minhaj Al-Firqah An-Naajiyah wa Ath-Thaaifah Al-Manshuurah 'alaa Dhaui Al-Kitaab wa As-Sunnah" dan "Taujihaat Islaamiyyah fii Ishlaah Al-Fardi wa Al-Mujtama'" (Yang pertama telah diterjemahkan dengan judul "Jalan Golongan Yang Selamat" yang kedua diterjemahkan sebagian "Bimbingan Islam untuk Pribadi dan Masyarakat") diterjemahkan oleh Abu Hasna Abdul-Aziiz dari www.albani.org

Syeikh Salim al-Hilali telah membahas kesesatan bidah sebagai berikut: Dari Irbadh bin Sariyah semoga Allah meridloinya, dia berkata: Rasulullah Saw shalat shubuh kemudian menghadap kami lalu menasihatkan kita dengan nasihat yang mendalam membuat mata menangis dan membuat hati takut. Maka ada seseorang berkata, wahai Rasulullah sepertinya ini nasihat orang yang berpamitan. Rasulullah berkata: Bertaqwallah kalian kepada Allah, dengar dan taatilah pemimpin, meskipun dia seorang budak Habsyi. Sesungguhnya orang yang hidup diantara kalian sesudahku akan membuat perselisihan yang banyak. Maka berpegang teguhlah dengan sunnahku dan sunnah para khalifah yang mendapatkan petunjuk. Gigitlah sunnah tersebut dengan gigi geraham. Dan berhati-hatilah kamu dengan perkara-perkara yang baru, karena setiap yang bidah adalah sesat. (Dikeluarkan oleh tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, Darimi, Hakim, dan Ibnu Hibban dan dishahihkan oleh al-Albani di dalam Takhrij Kitabu Sunnah (I/29). Dari Jabir bin Abdullah ra dia berkata: Dulu Rasulullah Saw berkhutbah di tengah-tengah manusia. Maka beliau mengucapkan pujian-pujian yang pantas untuk Dzat-Nya. Kemudian berkata: Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka

tidak ada yang bisa menunjukinya. Sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Saw. Seburuk-buruk perkara adalah perkara baru. Dan setiap perkara baru adalah bidah. (Dikeluarkan oleh Muslim dan lafal kulla bidatin dlolalah ada di riwayat Muslim dan Baihaqi, dan baihaqi menambahkan di dalam kitab Asma wa Sifat : wa kulla dlolalatin fii naar dan Nasai meriwayatkan tambahan tersebut dengan sanad yang shahih). Dari abdullah bin Amr ra, dia berkata: Rasulullah bersabda: Setiap amal perbuatan memiliki saat untuk semangat dan setiap semangat memiliki waktu lemah. Maka setiap waktu lemahnya kembali kepada sunnahku maka dia mendapat petunjuk, dan barang siapa waktu lemahnya kembali kepada bukan sunnahku maka dia akan celaka. (Dikeluarkan oleh Ahmad dan ibnu Hibban). Ikuti kelanjutannya pada edisi berikutnya......