Anda di halaman 1dari 4

Lebensraum sebagai sebuah dasar

Sebelum membahas lahirnya pemikiran Lebensraum ini sebenarnya jerman pada tahun 1891 sudah
memiliki sebuah organisasi politik yang tergolong ekstrimis dan ultranasionalis yakni Pan-German
League (Alldeutscher Verband). de dari gerakan ini adalah sebuah ideologi untuk mempersatukan
dan melindungi bangsa Jerman sebagai sebuah kesatuan. Berlin menjadi pusat kegiatan sekaligus
markas besar bagi gerakan ini, Liga Pan-Jerman memiliki stuktur organisasi yang jelas bahkan
mereka dapat mengadakan kongres besar-besaran yang dihadiri oleh banyak anggotanya yang
merupakan bangsa Arya. Pemikiran yang dibawa oleh Karl Haushoffer ini menyatakan bahwa bangsa
jerman harus bersatu dan membentuk suatu Negara karena pada dasarnya bangsa Arya adalah
bagsa yang kuat dan dapat menguasai dunia. de ini menganjurkan bahwa Negara-negara serta
wilayah-wilayah yang menggunakan dialek jerman harus bersatu menjadi satu Negara besar.
1
Liga
Pan Jerman juga berbicara tentang pembersihan ras, dimana didalam wilayah yang akan bersatu
menjadi Jerman raya haruslah bersih dari ras-ras lemah seperti yahudi.
Pemikiran yang oleh Karl Haushoffer ini membuat seorang pemikir bernama Friedrich Ratzel
mempopulerkan istilah Lebensraum (Living-Space) pada tahun 1901. Ratzel sendiri adalah guru besar
geografi di Leipzig. a mengemukakan konsep geografi dalam bukunya yang berjudul Politische
Geographie. Konsep itu diberi nama Lebensraum yang artinya wilayah geografis sebagai sarana bagi
organisme untuk berkembang. Dalam hal pembentukan Pan-Jerman ini pemikiran Lebensraum dapat
kita artikan bahwa ketika populasi bangsa Arya bersatu maka mereka membutuhkan wilayah
geografis untuk jumlah populasi mereka yang banyak sebagai sebuah organisme untuk berkembang.
Serta mereka membutuhkan sumber daya alam untuk mendorong kemajuan populasi mereka.
Ratzel mengemukakan bahwa migrasi spesies adalah factor yang krusial bagi adaptasi sosial dan
perubahan cultural. Spesies yang sukses beradaptasi di satu wilayah menurut dia akan menyebar
secara alami ke wilayah lainnya. Selain itu, menurut Ratzel untuk tetap mampu beradaptasi, spesies
harus secara berkelanjutan meluaskan wilayah okupasinya dengan cara migrasi sebagai bentuk
ekspresi mereka terhadap kebutuhan akan ruang hidup. Sebenarnya pemikiran Ratzel ini didasari
pada empasis dari Charles Darwin mengenai evolusi mahluk hidp dengan cara beradaptasi dengan
lingkungannya. Lebensraum diaplikasikan kedalam dunia nyata pada sebelum perang dunia pertama
dimana koloni-koloni bangsa jerman disebar disekitar eropa timur dan juga barat. Hal ini bertujuan
agar bangsa Arya dapat beradaptasi pada wilayah-wilayah baru tersebut. Dengan mereka dapat
beradaptasi maka pengokupasian wilayah sebagai bentuk ekspansi dapat dilakukan dengan mudah
serta dapat membuat wilayah-wilayah dimana bangsa Arya sudah beradaptasi menjadi familiar bagi
mereka untuk .
Ketika Kemenangan Jerman pada perang dunia pertama tampak sudah berada ditangan, membuat
pengimplementasian dari Lebensraum nampak akan sangat mudah bagi jerman. Salah satu rencana
yang ingin dilakukan oleh pemerintah jerman saat itu adalah mengganti populasi dari Negara polandia

Nazi Empiie: ueiman Colonialism anu Impeiialism fiom Bismaick to Bitlei, Shelley Baianowski,
Cambiiuge 0niveisity Piess , h.
dengan bangsa Jerman untuk membentuk pertahanan jerman di timur, misi ini dinamakan September
plan Selain itu jerman juga berupaya melakukan hal yang sama di eropa timur karena mereka
memandang bagsa-bangsa eropa timur adalah sebagai bangsa budak. Namun ini hanyalah baru
sebatas wacana saja karena pada kelanjutannya Jerman ternyata kalah pada perang dunia pertama
ini
2
.
Perkembangan selanjutnya dari Lebensraum pada perang dunia kedua diimplementasikan oleh Adolf
Hitler sebagai dasar dari kebijakan yang disebut Heim ins reich (Rumah menjadi kerajaan) yang
dimulai sejak tahun 1938 dan merupakan salah satu factor pemicu perang dunia Kedua. Kebijakan
Heim ins reich ini adalah sebuah pemikiran bahwa koloni-koloni bangsa arya yang sudah tersebar di
penjuru eropa untuk merubah tempat tinggal mereka sebagai satu kerajaan besar yakni Jerman raya
sebagai misi pencapaian dari pemikiran awal yakni Lebensraum.
Jika kita melihat dari penyataan sebelumnya, pemikiran Lebensraum ini dapat kita katakan sebagai
sebuah masterplan dari bangsa jerman didalam membentuk Jerman Raya. Dengan adanya
penyebaran koloni dari bangsa jerman dipenjuru eropa maka ini dapat membentuk karakteristik
kawasan eropa menjadi memiliki nilai-nilai jerman didalamnya. Setelah Lebensraum berjalan namun
ini mengalami kemandekan ketika jerman kalah pada perang dunia pertama, Adolf Hitler yang
kemudian muncul dengan Nazismenya membangun kekuatan untuk kembali meneruskan nilai-nilai
yang diturunkan oleh pendahulunya.
Hitler berusaha kembali mengkooptasi wilayah-wilayah yang tadinya milik jerman namun telah di
kemabalikan sesuai dengan perjanjian versailes. Sedangkan terhadap Prancis, Hitler memang punya
dendam terhadap sikap Prancis yang dianggapnya hegemonis dan melecehkan Jerman setelah
berakhimya perang. Hitler juga tidak suka dengan konsep Prancis mengenai kesamaan deraiat antara
semua orang (egalite, human equality), termasuk terhadap orang Yahudi. dan Negro. Konsep itu
bertentangan apa yang dianut Jerman Nazi perbedaan ras dan keunggulan ras Arya. Kaum Nazi sakit
hati ketika Perancis menempatkanpasukannya yang terdiri orang-orang asal Afrika untuk menduduki
wilayah tertentu Jerman.
Dan "kitab suci kaum Nazi, yaitu Mein Kampf karangan Hitler, dengan jelas diketahui ambisi
teritorialnya. a menyebutkan Jerman perlu tambahan wilayah seluas 500.000 km persegi untuk tahap
pertama. Karena dalam PD Jerman telah kehilangan sekitar 70.000 km persegi wilayahnya, Adolf
Hitler pun dalam bukunya menegaskan, bahwa "Batas wilayah Jerman tahun 1914 )sebelum PD
pecah) sama sekali tidak ada artinya bagi masa depan bangsa Jerman!
Dengan rumusan itu, pemimpin Nazi tersebut jelas menggariskan ambisinya untuk memperluas
wilayah Jerman hingga jauh di luar batas-batas wilayahnya sendiri sebelum PD . Untuk mencapai
maksud tersebut, pasti tidak akan melalui perundingan atau kesepakatan dengan bangsabangsa lain
yang tanahnya akan dicaploknya. Satu-satunya cara hanyalah merebutnya melalui perang, dan untuk
itu kekuatan harus disiapkan terlebih dulu.

2
Carsten, F.L Review of riff nach der Weltmacht pages 751-753 from English Historical Review, Volume 78, ssue #309,
October 1963 h.752-753
Hitler memang tidak menjelaskan luas wilayah bangsa lain yang ingin direbutnya dalam tahap kedua.
a hanya menyatakan para petani Jerman yang akan menggarap tanah yang direbut itu harus mampu
menyiapkan pengadaan jutaan prajurit baru guna penaklukan wilayah selanjutnya. Karena wilayah
yang dimaksud adalah Eropa Timur termasuk Rusia, ia pun dari awal sudah memperhitungkan
rencananya pasti tercapai apabila tidak timbul penghalang di belakangnya. Rencana ini merupakan
sebuah propaganda Lebensraum dari jerman, dimana koloni-koloni yang sudah disebar dipersiapkan
sebagai militer untuk misi penguasaan wilayah. Karena itu untuk terjaminnya pencaplokan wilayah
Eropa di bagian timur, Jerman terlebih dulu harus "membereskan musuh-musuhnya di barat, baru
kemudian berpaling dan menyerang ke timur.
Hanya beberapa hari sesudah Hitler memegang tampuk kekuasaan sebagai kanselir atau PM
Jerman, pada 3 Februari 1933 ia memanggil para pimpinan militer Jerman. Kepada mereka, Hitler
menjelaskan dengan cukup terinci apa yang selama ini ada dalam benaknya, termasuk langkah untuk
membangun kembali suatu angkatan bersenjata Jerman yang besar dan kuat, serta tugas pihak
militer untuk mewujudkan cita-cita Lebensraum dengan menaklukkan bangsa-bangsa lain di Eropa.
Gayung pun bersambut.
Pihak militer tentu saja senang dengan rencana pembangunan kembali angkatan bersenjata Jerman
yang telah dipangkas habis-habisan oleh Versailles. Di sinilah bertemu kepentingan kedua pihak,
Hitler dan militer. Dengan iming-iming pembangunan besar-besaran kekuatan militer Jerman, meski
dengan risiko melanggar Versailles, pimpinan militer pun mendukung rezim Nazi meskipun mereka
sendiri resminya tidak berpolitik. Bahkan banyak di antara para perwira tentara Jerman yang
sebetulnya tidak menyukai Nazi, baik ideologis maupun sepak terjangnya.
Di kalangan angkatan bersenjata, hanya pimpinan Luftwaffe atau Angkatan Udara Jerman saja yang
merupakan tokoh Nazi, yaitu Hermann Goering. Sedangkan banyak lainnya yang tetap prajurit
profesional dan tidak menjadi Nazi, seperti Panglima AD Jenderal Werner Freiherr von Fritsch serta
Kepala Staf AD Jenderal Ludwig Beck, sedangkan tatkala perang telah berkecamuk maka dikenal
namanama seperti Marsekal Erwin Rommel, Marsekal Erwin von Witzleben, Jenderal Karl-Heinrich
von Stulpnagel, Jenderal Hans Speidel, dan lain-lainnya. Di lingkungan AL, tokoh anti-Nazi adalah
Laksamana Wilhelm Canaris, pemimpin dinas intelijen militer, Abhwer.
Jenderal seperti Fritsch dan Beck cukup terbuka dalam menentang rencana Hitler memulai
peperangan baru demi merebut wilayah orang lain Namun Hitler cukup cerdik untuk mengatasi
kemungkinan Pembangkangan dari para jenderalnya, dengan mengharuskan setiap perwira
mengangkat sumpah kesetiaan yang mengikat bukan hanya terhadap tanah air Jerman, namun juga
terhadap pribadi sang pemimpin, Fuehrer, Hitler sendiri. Sumpah kesetiaan ini merupakan manipulasi
Hitler, karena is tahu para perwira Jerman terikat tradisi kaku dalam kode kehormatan terhadap
pemimpinnya, sebagai warisan berabad-abad melayani danberbakti kepada raja-raja yang sah.
Pergerakan militer nazi jerman yang didorong oleh pemikiran Lebensraum ini jika analisis
menggunakan sudut pandang dari studi kawasan maka dapat kita melihat bahwa perubahan yang
terjadi dikawasan Eropa pada saat itu adalah sebuah blue-print dari jerman sejak tahun 1880an yang
kemudian baru bisa diteruskan kembali oleh nazi. Kawasan Eropa khususnya Negara-negara yang
berbatasan langsung dengan Jerman secara historis sudah ditempati oleh bangsa arya sehingga
mereka memiliki identitas yang sama. Nazi mengklaim bahwa dengan adanya latar belakang histories
tersebut maka mereka berhak untuk mengambil kembali apa yang sebenarnya adalah hak mereka.
ni dapat kita katakana sebagai sebuah konspirasi yang berupa masterplan dari bangsa Jerman. Hitler
sendiri tidak dapat kita katakana sebagai prominen yang menyebabkan ekspansi besar-besaran oleh
Jerman di Eropa terjadi pada perang dunia kedua. Hitler dengan Nazisme dapat kita katakan sebagai
penerus misi dari para leluhur mereka tentang berdirinya sebuah Pan-Jerman yakni Eropa sebagai
sebuah region besar yang berada dibawah bendera Jerman raya dan hanya berisikan Bangsa Arya.