Anda di halaman 1dari 33

CInInta A.

SavItrI
PembImbIng:
dr. EmIl 8achtIar |oerad, Sp.P
8agIan lmu PenyakIt 0alam
Fakultas Kedokteran
UnIversItas |ulawarman
Laporan Kasus
EmpIema serIng terjadI pada kasuskasus
InfeksI paru
Penggunaan antIbIotIk broad spektrum yang
tIdak rasIonal menIngkatkan resIstensI
bakterI dan memunculkan straIn dan
spesIes baru yang menyebabkan InfeksI
nosokomIal KlebsIella sp
KondIsI gIzI pasIen dan adanya penyakIt
kronIk menyebabkan ImunokompromIse
P|endapatkan keterampIlan dalam melakukan
anamnesIs, pemerIksaan fIsIk, dan mengertI
tentang pemerIksaan penunjang yang
dIgunakan dalam penegakan dIagnosIs
empIema
P|engkajI ketepatan dan kesesuaIan kasus
yang dIlaporkan dengan teorI berdasarkan
lIteratur mengenaI empIema
P|enIngkatkan kemampuan dalam
menganalIsa data dan permasalahan yang
dItemukan pada kasus empIema
PdentItas
S Nama : Tn. A|
S Umur : 40 tahun
S JenIs KelamIn : LakIlakI
S Alamat : Jl. |erantI no.2J
S Pekerjaan : 8uruh 8angunan
S Agama : slam
S No regIstrasI : 11.02.86.98
S |asuk Fumah SakIt : 15 JulI 2011
S Keluar Fumah SakIt : 29 JulI 2011
Sesak
- Sejak 4
bulan yg lalu
- 8ertambah
berat 1
bulan yll
- Sesak terus
menerus
tIdak dIpIcu
apaapa
NyerI dada
- NyerI dada
sepertI
dItusuk
tusuk
- TIdak
menjalar
8atuk dan
demam
- 8atuk J
tahun
- 0ahak (),
darah ()
- 0emam
hIlang
tImbul J
tahun
- Pengobatan
T8 berjalan
4 bulang
Keluhan Utama: Sesak
-0aerah perumahan
padat dan berdekatan
-Tentangga pasIen ada
yang sakIt batuk lama
-LIngkungan kerja
-EfusI pleura 4 bulan
yll
-HT, 0|, jantung,
asma: ()
-|erokok ()
-|Inuman beralkohol
-|akan sayur, susu dan
dagIng kurang
-8atuk lama ()
-Asma, HT, 0|,
jantung ()
FIwayat
penyakIt
keluarga
FIwayat
kebIasaan
FIwayat
sosIo
ekonomI
FIwayat
penyakIt
dahulu
Selama J tahun
batuk dan
demam hIlang
tImbul
4 bln yll dI
rawat dI FS
karena sesak
efusI pleura
toracocentesIs
pulang
Pengobatan T8
(8erjalan 4
bulan)
Sesak ke
praktek dokter
rawat dI FS
EfusI pleura
masIf S
PStatus CeneralIs
S Kesadaran : Compos |entIs
S CCS : E475|6
S Keadaan Umum : SakIt sedang
S Tanda vItal : NadI = 81 x/menIt,
reguler, kuat angkat , FrekuensI nafas = 28
x/menIt, teratur, Tekanan darah =110/80 mmHg,
Temperatur = J6,5`C per axIler
S Status CIzI : 88 = 42 Kg, T8 = 155
cm, |T = 17,5 Kg/mm2 (underweIght)
PKepala dan Leher
S Umum
EkspresI : sakIt sedang
Fambut : tIdak ada kelaInan
KulIt muka : tIdak terlIhat kunIng dan pucat
S |ata
KonjungtIva : anemIs ()
Sclera : Ikterus ()
PupIl : Isokor dIameter Jmm/Jmm, refleks cahaya
(+/+)
S HIdung :
Nafas cupIng hIdung ()
S TelInga: 08N
S |ulut : 08N
S Leher
Kelenjar lImfe : membesar ()
Trakea : dI tengah, devIasI ()
PPulmo:
S : bentuk sImetrIs, gerakan dada kIrI tertInggal, retraksI
CS ()
S Pa : fremItus raba dekstra sInIstra
S Pe : sonor dI seluruh lapangan paru dekstra, redup dI
seluruh lapangan paru sInIstra
S A : suara nafas vesIkuler, menurun dI sIsI sInIstra, ronkhI
(/), wheezIng (/)
- : Ictus cordIs tIdak tampak
- Pa : Ictus cordIs tIdak teraba
- Pe : Kanan : CS parasternal dekstra KIrI : CS 7
mIdclavIcular sInIstra
- A : S1S2 tunggal, regular, murmur (), gallop ()
Cor
- : Flat
- Pa : Soefl, nyerI tekan (), hepar E lIen
tIdak teraba.
- Pe : TImpanI
- A : bIsIng usus (+) normal
Abdomen
-SuperIor :
- EkstremItas hangat
-Edema ()
-Kekuatan otot : Kanan = KIrI (5=5)
-nferIor :
- EkstremItas hangat
-Edema tungkaI ()
-Kekuatan otot : Kanan = KIrI (5=5)
EkstremItas
P Lab
P SItologI: proses InflamasI kronIk
P Tes sensItIvItas antIbIotIk: JenIs Kuman : KlebsIella
ozaeneae, AntIbIotIk yang masIh sensItIf: amoxycIlIn,
ampIcIlIn, ceprIaxone, cefoperazoner + sulbactam,
meropenem
PemerIksaan HasII
Leukosit 9900
Hb 13,4
Ht 37,8
Trombo 337.000
GDS 116
Ureum 50,5
Kreatinin 1,4
Na 141
K 4,2
Cl 113
Saat pertama
kalI masuk
PungsI pleura
PungsI pleura
Setelah
pasang WS0
Setelah
pleurodesIs
- EfusI pleura S masIf + T8 on treatment
(sebelum pungsI)
- EmpIema S + T8 on treatment (setelah
pungsI)
- PIopneumothoraks (setelah pleurodesIs)
0Iagnosa
- 7F0 FL 20 tpm
- DAT teruskan
- Salbutamol J x 2 mg
- 0|P J x C
- |ethIoson J x tab
- 86 10 mg 1 x tab (HarI )
TerapI
- 7Itam : dubIa ad
bonam
- FunctIonam : dubIa ad
bonam
Prognosa
15 JulI
2011
S : sesak (+)
D : C|, T0: 110/80
mmHg, N: 81x/, FF: 28
x/I, Temp : J6,5`C an
(/), Ikt (/), Fh(/),
Wh (/)
A : EfusI pleura masIf
dalam terapI DAT
P : 7F0 FL 20 tpm, DAT
teruskan, Salbutamol J x
2 mg, 0|P J x C,
|ethIoson J x tab, 86
10 mg 1 x tab
Leu: 9900, Hb: 1J,4, Ht:
J7,8, Trombo: JJ7.000,
C0S: 116, Ur: 50,5, Cr: 1,4,
Na: 141, K: 4,2, Cl: 11J
16 JulI
2011
S : sesak (+)
D : C|, T0: 100/70 mmHg, N:
80x/, FF: 28 x/I, Temp : J5`C ,
gerakan nafas kIrI tertInggal,
fremItus raba 0S, lapangan paru
0 sonor, S redup, vesIkuler, Fh (
/) Wh (/)
A : EfusI pleura masIf
dalam terapI DAT
P : 7F0 FL 20 tpm, DAT
teruskan, Salbutamol J x 2 mg,
0|P J x C, |ethIoson J x tab,
86 10 mg 1 x tab
C0S: 85, SCDT: 19, SCPT:
11, 8Il tot: 0,6, 8Il dIr: 0,2,
8Il IndIr: 0,4, koles: 161,
Ur: 27,6, Cr: 0,8, CEA: 1,42,
8TA negatIf
18 JulI
2011
S : sesak (+), sulIt
tIdur
D : C|, T0: 110/100 mmHg,
N: 80x/, FF: J4 x/I, Temp :
J6`C , gerakan nafas kIrI
tertInggal, fremItus raba
0S, lapangan paru 0 sonor,
S redup, vesIkuler, Fh (/)
Wh (/)
A : EfusI pleura masIf
S dalam terapI DAT
P : 7F0 FL 20 tpm, DAT
teruskan, Salbutamol J
x 2 mg, 0|P J x C,
|ethIoson J x tab, 86
10 mg 1 x tab
19 JulI
2011
S : sesak (+), 8atuk
(+)
D : C|, T0: 120/90 mmHg,
N: 89x/, FF: 41 x/I,
gerakan nafas kIrI
tertInggal, fremItus raba
0S, lapangan paru 0 sonor,
S redup, vesIkuler, Fh (/)
Wh (/)
A : EfusI pleura masIf
S
P : 7F0 FL 20 tpm, DAT
teruskan, Salbutamol J
x 2 mg, 0|P J x C,
|ethIoson J x tab, 86
10 mg 1 x tab, pro
pungsI
20 JulI
2011
S : sesak (++),
batuk (+)
D : C|, T0: 120/90
mmHg, N: 88x/, FF: 40
x/I, gerakan nafas kIrI
tertInggal, fremItus raba
0S, lapangan paru 0
sonor, S redup, vesIkuler,
Fh (/) Wh (/)
A : EfusI pleura
masIf
P : 7F0 FL 20 tpm, DAT
teruskan, Salbutamol J x
2 mg, 0|P J x C,
|ethIoson J x tab, 86
10 mg 1 x tab, PungsI
pleura 1500 cc dx:
empIema, SItologI,
metronIdazole
21 JulI
2011
S : sesak berkurang,
batuk berkurang
D : C|, T0: 110/80 mmHg, N:
88x/, FF: JJ x/I, an (/), Ikt
(/), gerakan nafas sImetrIs,
fremItus raba 0S, lapangan
paru 0 sonor, S redup,
vesIkuler, Fh (/) Wh (/)
A : EmpIema S
P : 7F0 FL 20 tpm, DAT
teruskan, Salbutamol J x
2 mg, 0|P J x C,
|ethIoson J x tab, 86
10 mg 1 x tab,
|etronIdazole Infus J x
, PungsI pleura ke
1500 cc
22 JulI
2011
S : sesak berkurang, nyerI dada
saat batuk dan nyerI dI tempat
luka
D : C|, T0: 100/z0 mmHg, N: 85x/, FF:
4J x/I, Temp : J6,2,`C
A : EmpIema S
P : 7F0 FL 20 tpm, DAT teruskan,
Salbutamol J x 2 mg, 0|P J x C,
|ethIoson J x tab, 86 10 mg 1 x
tab, |etronIdazole Infus J x ,
AntraIn J x , Pro WS0, SuctIon per
12 jam, Pro foto thorax
Leu: 7900, Hb: 14,2, Ht: 40,2,
Trombo: J15.000, C0S: 84, Ur:24,J,
Cr: 0,8, LE0: 17, SCDT: J0, SCPT:
2J, 8Il tot: 0,4, 8Il dIr: 0,2, 8Il
IndIr: 0,2, prot tot: 7,6, Alb: J,2,
Clob: 4,4 koles: 166, Ur: 27,J, Cr:
0,8
Pemasangan WS0
2J JulI
2011
S : sesak berkurang
D : C|, T0: 120/70 mmHg, N:
68x/, FF: J2 x/I, Temp : J7,2`C
A : EmpIema S
P : 7F0 FL 20 tpm, DAT
teruskan, Salbutamol J x
2 mg, 0|P J x C,
|ethIoson J x tab, 86
10 mg 1 x tab, AntraIn J
x , CefotaxIm J x , Pro
pleurodesIs, Aff WS0
HasIl sItologI: Proses InflamasI
kronIs
HasIl kultur: KlebsIella ozaenae
AntIbIotIk tIdak resIsten:
amoxycIlIn, ampIcIlIn, ceprIaxone,
cefoperazoner + sulbactam,
meropenem
26 JulI
2011
S : nyerI daerah luka berkurang,
sesak berkurang, batuk ()
D : C|, T0: 110/z0 mmHg,
N: 8Jx/, FF: 42 x/I, Temp :
J6,J`C an (/), Ikt (/
),gerakan nafas sImetrIs,
fremItus raba 0S, lapangan
paru 0 sonor, S redup,
vesIkuler, Fh (+/+) Wh (/)
A : empIema S
P : 7F0 FL 20 tpm, DAT
teruskan, Salbutamol J
x 2 mg, 0|P J x C,
|ethIoson J x tab, 86
10 mg 1 x tab, AntraIn
J x , CefotaxIm J x
27 JulI
2011
S : nyerI daerah luka,
sesak (), batuk ()
D : C|, T0: 100/60
mmHg, N: 88x/, FF: 22
x/I, Temp : J6,7`C an (
/), Ikt (/), Fh(/),
Wh (/)
A : empIema S
P : 7F0 FL 20 tpm, DAT
teruskan, Salbutamol J
x 2 mg, 0|P J x C,
|ethIoson J x tab, 86
10 mg 1 x tab, AntraIn
J x , CefotaxIm J x
28 JulI
2011
S: nyerI daerah luka
berkurang, bIla batuk dada
sebelah kIrI sakIt
D: C|, T0: 100/70 mmHg, N:
98x/I, FF: J2 x/I, T: J6,8`C,
Fh(/), Wh (/)
A: EmpIema S
P : 7F0 FL 20 tpm, DAT
teruskan, Salbutamol J
x 2 mg, 0|P J x C,
|ethIoson J x tab, 86
10 mg 1 x tab, AntraIn
J x , CefotaxIm J x
29 JulI
2011
S: nyerI dada dI
tempat luka +
D: Cm, T0: 90/70, N:
98x/I, FF: J2 x/I, T:
J7,0`C
A: EmpIema S
FluIdopneumothorax
P : 7F0 FL 20 tpm, DAT
teruskan, Salbutamol J x 2
mg, 0|P J x C, |ethIoson J x
tab, 86 10 mg 1 x tab,
AntraIn J x , CefotaxIm J x
Aff WS0, ACC
pulang
P0efInIsI : EmpIema dapat dIdefenIsIkan
sebagaI pus atau nanah dI rongga pleura
dengan karakterIstIk 8j 1,018, lekosIt
500/mm atau proteIn 2,5 gr/dl, dengan
kultur bakterI posItIf atau lekosIt
15000/mm dengan proteIn J gr/dl
- pneumonIa
- abses paru
- fIstel bronkopleura
- bronkIektasIs
- tuberculosIs paru
- aktInomIkosIs paru
nfeksI
berasal
darI paru
- trauma thoraks
- pembedahan thoraks
- torakosentesIs
- abses subfrenIk mIssal abses
hatI karena amuba
nfeksI
berasal
darI luar
paru
PCaIran pleura dIbentuk krn fIltrasI pembuluh
darah kapIler (perbedaan tek. DsmotIk)
InflamasI permeabIlItas menIngkat caIran
menumpuk efusI pleura
PnfeksI masuk ke pleura secara
hematogen/lImfogen empIema
- Sesak
- NyerI dada
- 8atuk
- 0emam
Cejala dan
Tanda
- TachIpneu
- TachIcardI
- Cerakan dada sImetrIs/ tertInggal
- PerkusI redup
- Suara nafas menurun/ menghIlang
PemerIksaan
FIsIk
-leukosItosIs
-Foto thorax
-Sputum
-USC
-ThoracentesIs/ pemerIksaan caIran pleura
PemerIksaan
Penunjang
PPleural EffusIon caIran berupa transudat
PSchwarte gambaran tentIng
PKonsolIdasI egophony
P perluasan secara per kontInuItatum
P FIstel broncopleura dan PIopneumothorax
P perIkardItIs purulen, abses paru, perItoInItIs,
osteomIelItIs costae
P sepsIs dan komplIkasI akIbat penyebaran
hematogen
- melakukan draInase caIran pleura
ThoracocentesIs
- pemasangan chest tube
Tube toraskotomI
-dIgunakan pada efusI pleura yang berulang
-8ahan yg dIgunakan: talc, doxycyclIne, bleomycIn sulfate, zInc sulfate, quInacrIne
hydrochlorIde. 8ahanbahan InI dapat menyebabkan sklerosIs pada celah pleura
sehIngga dapat mencegah dan mengaatsI efusI pleura yang berulang
PleurodesIs
-0Ilakukan apabIla draInase caIran dengan toracocentesIs dan toracotomI tIdak
berjasIl. 0Ilakukan dekortIkasI DperasI
-Sebelum px kultur: ImIpenem atau tazobactam
-AmoebIasIs: |etronIdazole
-S. PneumonIe : cefotaxIme
-8asIl gram negatIf: ceftrIaxone, cefotaxIm, fluoroquInolon
AntIbIotIk
P|ortalItas bergantung pada umur, penyakIt
penyerta, penyakIt dasarnya dan pengobatan
yang adekuat. Angka kematIan menIngkat
pada usIa tua atau penyakIt dasar yang berat
dan karena terlambat dalam pemberIan obat
PAnamnesIs
TeorI
SerIng pada lakIlakI (85.7) dan usIa antara 15
J5 tahun
Sesak nafas
0emam
NyerI dada
8atuk
8atuk berdarah
KerIngat malam
Cejala penyakIt mendasarI
Kasus
LakIlakI usIa 40 tahun
Sesak
Sesak tIdak dIpIcu aktIvItas, makanan,
debu, dan cuaca
8atuk hIlang tImbul
0emam hIlang tImbul
Nafsu makan menurun
TerjadI penurunan berat badan
TeorI
0emam
takIpneu
takIkardI
gerakan dada bIsa sImetrIs bIsa
tertInggal
fremItus raba berkurang pada sIsI yang
sakIt
perkusI redup pada sIsI yang sakIt
suara nafas menurun atau hIlang
Penurunan berat badan, pasIen tampak
kurus
Kasus
PasIen mengalamI demam yang lama dan naIk turun
PasIen mengalamI takIpneu
Cerakan dada pasIen tertInggal pada sIsI
kIrI
FremItus raba menurun pada sIsI kIrI
PerkusI redup pada sIsI kIrI
Suara nafas menurun pada sIsI kIrI
Penurunan berat badan
|T = 17,5 Kg/mm2 (underweIght)
TeorI
0arah lengkap
Foto Fontgen
PemerIksaan SItologI
Kultur darah
Kasus
0arah lengkap:Leuko: 9900
PemerIksaan SItologI: CaIran pleura
berwarna kunIng, terdapat selsel
makgrofag dan lImfosIt matur = tanda
InflamasI kronIs
Foto rontgen thoraks: SInus
costophrenIcus menumpul, terdapat
gambaran radIoopaque dI lapangan
paru kIrI
Kultur darah : klIebsIella sp
TeorI
AntIbIotIk untuk Cram NegatIf 8asIl:
cefotaxIme/ceftrIaxone/fluoroquInolon
ThoracentesIs
Pemasangan WS0
PleurodesIs
Kasus
TerapI medIkamentosa: 7F0 FL 20 tpm,
DAT teruskan, Salbutamol J x 2 mg, 0|P J
x C, |ethIoson J x tab, 86 10 mg 1 x
tab, AntraIn J x , CefotaxIm J x
ThoracentesIs sebanyak 2
kalI dItarIk caIran 1500 cc
Pemasangan WS0 dan
dIlakukan suctIon
PleurodesIs
TeorI
|ortalItas bergantung
pada umur, penyakIt
penyerta, penyakIt
dasarnya dan
pengobatan yang
adekuat. Angka kematIn
menIngkat pada usIa tua
atau penyakIt dasar
yang berat dan karena
terlambat dalam
pemberIan obat
Kasus
7Itam : dubIa ad bonam
FunctIonam : dubIa ad
bonam
P KesImpulan
S 8erdasarkan anamnesa, pemerIksaan fIsIk, dan
pemerIksaan penunjang yang dIlakukan pada pasIen
InI maka dIagnosa pada pasIen InI adalah
pIopneumothoraks IatrogenIk.
S Penatalaksanaan yang dIdapatkan pada pasIen InI
memenuhI standar terapI yang sesuaI dengan
lIteratur.
P Saran
S SebaIknya dIlakukan edukasI pada pasIen tentang
penyakItnya dan yang harus dIlakukannya untuk
membantu proses penyembuhan dan mencegah
kekambuhan sepertI mengonsumsI makan bergIzI
dengan cukup dan juga berobat teratur dan jangan
sampaI putus