Anda di halaman 1dari 13

TUGAS AKHIR : SK-1514

PENGARUH SUHU FUSI TERHADAP


PEMBENTUKAN ZEOLIT A DARI ABU
LAYANG BATUBARA PAITON
Tri Wahyuni
NRP. 1404 100 055
DOSEN PEMBIMBING
Dr. Didik Prasetyoko, S.Si., M.Sc.

JURUSAN KIMIA
Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
2009

FINAL PROJECT : SK-1514

INFLUENCE of FUSED in THE FORMATION


of ZEOLITE A from of COAL FLY ASH
PAITON
Tri Wahyuni
NRP. 1404 100 055
Advisor Lecturer
Dr. Didik Prasetyoko, S.Si., M.Sc.

CHEMISTRY DEPARTMENT Faculty of


Mathematics and Natural Sciences Institut
Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2009

ii

PENGARUH SUHU FUSI TERHADAP


PEMBENTUKAN ZEOLIT A DARI ABU LAYANG
BATUBARA PAITON
TUGAS AKHIR
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh
Gelar Sarjana Program Studi S-1
Jurusan Kimia
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya
Oleh:
Tri Wahyuni
NRP. 1404 100 055
Surabaya, 14 Agustus 2009

JURUSAN KIMIA FAKULTAS


MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
2009

iii

LEMBAR PENGESAHAN
PENGARUH SUHU FUSI TERHADAP
PEMBENTUKAN ZEOLIT A DARI ABU LAYANG
BATUBARA PAITON
TUGAS AKHIR
Oleh:
Tri Wahyuni
NRP. 1404 100 055
Surabaya, 14 Agustus 2009
Menyetujui, Pembimbing
Tugas Akhir,

Dr. Didik Prasetyoko, S.Si., M.Sc.


NIP. 132 176 580

Mengetahui, Ketua
Jurusan Kimia,

Drs. Lukman Atmaja, MSi., Ph.D.


NIP. 131 835 481

iv

PENGARUH SUHU FUSI TERHADAP


PEMBENTUKAN ZEOLIT A DARI ABU LAYANG
BATUBARA PAITON
Nama
NRP
Jurusan
Dosen Pembimbing

: Tri Wahyuni
: 1404 100 055
: KIMIA
: Dr. Didik Prasetyoko, S.Si., M.Sc.

Abstrak
Zeolit A telah berhasil disintesis dari abu layang batubara
Paiton melalui metode fusi menggunakan NaOH dan dilanjutkan
melalui pemisahan magnetik, ekstraksi dan kristalisasi
hidrotermal. Pengaruh suhu fusi dilakukan pada range 400, 450,
500, 550, 600, dan 650 C. Kristalisasi pada suhu 100 C selama
3 jam menggunakan rasio gel SiO2/Al2O3 = 1,64. Produk yang
terbentuk dikarakterisasi menggunakan XRD, spektroskopi FTIR
dan metode kapasitas pengikatan kalsium. Hasil menunjukkan
bahwa abu layang fusi pada suhu fusi 450 C produk yang
terbentuk merupakan zeolit A murni, pada suhu fusi 400, 500,
550 produk yang terbentuk merupakan zeolit A bersama dengan
faujasit sedangkan pada suhu 600, 650 C produk yang terbentuk
berupa fasa amorf. Nilai kapasitas pengikatan kalsium (CBC)
yang terbesar serta massa produk yang dihasilkan dalam jumlah
maksimal didapatkan pada suhu fusi 450 C secara berturut-turut
yaitu 448,19 meq/100 g ; 4,37 g.
Kata kunci : abu layang batubara, suhu fusi, zeolit A, CBC

INFLUENCE of FUSED TEMPERATURE in THE


FORMATION of ZEOLITE A from of COAL FLY ASH
PAITON
Name
NRP
Department

: Tri Wahyuni
: 1404 100 055
: Chemistry

Supervisor

: Dr. Didik Prasetyoko, S.Si., M.Sc.

Abstract
Zeolite A from coal fly ash has successfully synthesized
by fused metod using NaOH and continued by magnetic
separation, extraction and hydrothermal chrystallization.
Influence of fused temperature has been studied in the range of
400, 450, 500, 550, 600 and 650 C. Chrystallization was carried
out at 100 C for 3 hours using gel with rasio of SiO 2/Al2O3 =
1,64. The product was characterized by XRD, FTIR spectroscopy
and capacity bonding calcium (CBC) techniques. The result
showed that coal fly ash fused at temperature 450 C produced
pure zeolite A, at temperatures 400, 500, 550 C produced zeolite
A simultaneous with faujasite, while at temperatures 600, 650 C
the product was amorphous phase. The largest value capacity
bonding calcium (CBC) and mass of product were resulted from
fused temperature at 450 C, i.e. 448,19 meq/100 g and 4,37 g
respectively.
Key words : coal fly ash, fused temperature, zeolite A, CBC

vi

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat ALLAH SWT atas rahmat serta
kasih sayang-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas
akhir yang berjudul PENGARUH SUHU FUSI
TERHADAP PEMBENTUKAN ZEOLIT A DARI ABU
LAYANG BATUBARA PAITON. Sholawat dan salam penulis
haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, Nabi terakhir dan
teragung sepanjang zaman.
Penulisan laporan tugas akhir ini merupakan salah satu
syarat dalam rangka menyelesaikan program studi pendidikan
Sarjana (S-1) di Jurussan Kimia FMIPA-ITS. Penulis berusaha
untuk menyelesaikan penulisan laporan ini dengan sebaik
mungkin, tetapi mengingat keterbatasan pengetahuan dari penulis
sehingga penulis mengharapkan saran demi kesempurnaan
laporan ini.
Penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesarbesarnya, kepada :
1.Kedua orang tua, nenek, adik dan keluarga.
2.Bapak Dr. Didik Prasetyoko, S.Si., M.Sc. selaku dosen
pembimbing atas segala bantuannya.
3.Dana penelitian dari Research Grant ITS
4.Bapak Prof. Mardi Santoso, Ph.D., selaku dosen wali, Ibu Dra.
Ratna Ediati, M.Si. Ph.D., selaku kepala Laboratorium Kimia
Anorganik, Ibu Dra. Zulfi Zetra, M.Si., selaku koordinator
Tugas Akhir.
5.Seluruh pengajar, Bapak dan Ibu dosen Jurusan Kimia FMIPAITS atas segala bimbingannya selama penulis menempuh
pendidikan.
6.Tim Riset Laboratorium Anorganik: Yuyun, Syaequ, Nanda,
Harsya, Heru, mbak Farida, mbak Mulyatun dkk.
7.Teman-teman mahasiswa kimia angkatan 2004 : Rike, Deddy,
Darno, Siti atas bantuannya.
8.Para analis dan karyawan jurusan kimia : Pak Hakim, mbak Is,
mas Andi, Pak Slamet, Pak Agus atas bantuannya.
vii

9. Semua pihak yang telah membantu penulis dan tidak bisa


penulis sebutkan satu-persatu, atas bantuannya.
Penulis berharap semoga laporan ini dapat memberikan
manfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan terutama di bidang
ilmu kimia.
Surabaya, 14 Agustus 2009
Penulis

viii

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .....................................................
LEMBAR PENGESAHAN ...........................................
ABSTRAK ....................................................................
ABSTRACT .................................................................
KATA PENGANTAR ...................................................
DAFTAR ISI .................................................................
DAFTAR GAMBAR .....................................................
DAFTAR TABEL .........................................................
DAFTAR LAMPIRAN .................................................

i
iv
v
vi
vii
ix
xii
xiii
xii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ........................................................
1.2 Rumusan Masalah ....................................................
1.3 Batasan Masalah ......................................................
1.4 Tujuan Penelitian .....................................................
1.5 Manfaat Penelitian ...................................................

1
4
4
5
5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Abu Layang Batubara ..............................................
2.1.1 Penggolongan Abu Layang Batubara .............
2.1.2 Aplikasi Abu Layang Batubara ...
2.2 Tinjauan Umum Tentang Zeolit ...
2.2.1 Struktur Zeolit.
2.2.2 Klasifikasi Zeolit .
2.2.3 Karakteristik Zeolit .
2.2.4 Aplikasi Zeolit ................................................
2.3 Zeolit A .
2.3.1 Struktur Framework Zeolit A ..
2.3.2 Sintesis Zeolit A dari Abu Layang Batubara...
2.4 Karakterisasi Abu Layang dan Zeolit A
2.4.1 Difraksi Sinar-X (XRD) .................................
2.4.2 Spektroskopi Inframerah (FTIR) ....................
2.5 Kapasitas Pengikatan Kalsium (CBC) ....................

7
8
13
13
14
14
17
18
18
18
19
27
27
29
31

ix

BAB III METODOLOGI


3.1 Alat dan Bahan ........................................................ 33
3.1.1 Alat ................................................................. 33
3.1.2 Bahan .............................................................
33
3.2 Prosedur Kerja ......................................................... 33
3.2.1 Karakterisasi Abu Layang Batubara ...............
33
3.2.2 Reduksi Kandungan Besi dari Abu Layang
Batubara ......................................................... 33
3.2.3 Sintesis Zeolit A ............................................. 34
3.2.3.1 Pembuatan Massa Leburan dari Abu Layang
Batubara dan NaOH .............................. 34
3.2.3.2 Ekstraksi Si dan Al Terlarut dari Massa
Fusi ......................................................
35
3.2.3.3 Variasi Waktu Hidrotermal ................... 35
3.2.3.4.Sintesis Zeolit A dari Abu Layang Abu
Layang Batubara.
36
3.2.4 Karakterisasi Zeolit Hasil Sintesis .................. 36
3.2.4.1 Difraksi Sinar-X (XRD) .......................
36
3.2.4.2 Spektroskopi Inframerah (FTIR) ........... 37
3.2.4.3 Penentuan Kapasitas pengikatan
Kalsium (CBC) ...................................... 37
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Abu Layang Batubara dari Paiton ............................ 39
4.1.1 Karakter Abu Layang Batubara
40
4.2 Persiapan Abu Layang ............................................. 43
4.2.1 Pembuatan Massa Leburan Abu Layang.........43
Batubara .........................................................
4.2.2 Pengaruh Reaksi Fusi Abu Layang Batubara
45
4.2.3 Ekstraksi Si dan Al yang Terlarut dari Massa
Fusi ................................................................ 49
4.3 Sintesis Zeolit A ................................................
51
4.3.1 Pengaruh Waktu Hidrotermal dalam Sntesis Zeolit
A
51
4.3.2 Sintesis Hasil Fusi ..........................................
53

4.3.2.1 Hasil Difraksi Sinar-X (XRD) ............. 55


4.3.2.2 Hasil Spektroskopi Inframerah (FTIR)..
59
4.3.2.3 Penentuan Kapasitas Pengikatan..........61

Kalsium (CBC) .....................................


BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran .......................................................................

65
65

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

67
75

xi

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Partikel Abu Layang Batubara (SEM) ........
Gambar 2.2 Difraktogram Abu Layang Batubara Paiton
Gambar 2.3 Perbandingan Difraktogram Abu Layang
Batubara Awal dengan Abu Layang
Batubara Hasil Pemisahan Magnetik ..........
Gambar 2.4 Satuan Penyusun Dasar Zeolit ....................
Gambar 2.5 Bentuk-bentuk Unit Pembangun Sekunder
dari Zeolit ..................................................
Gambar 2.6 Struktur Zeolit A ........................................
Gambar 2.7 Difraksi Sinar-X (XRD) dari Abu Layang
Hasil Fusi dengan Natrium Karbonat
Gambar 2.8 Pola Standart Difraksi Sinar-X (XRD)
Zeoli A dari Abu Layang Batubara ............
Gambar 2.9 Spektra IR Zeolit A Hasil Sintesis
denganVariasi Rasio SiO2/Al2O3 ..................
Gambar 4.1 Spektra FTIR Abu Layang batubara Awal
dan Abu Layang Batubara Pemisahan
Magnetik .....................................................
Gambar 4.2 Difraktogram Sinar-X, ALA (abu layang
awal);ALPM (abu layang pemisahan
magnetik); SF (suhu fusi: 400 C, 450 C,
500 C, 550 C, 600 C) ..........................
Gambar 4.3 Difraktogram Sinar-X Hasil Produk Zeolit
dengan Data PDF 39-0222 Berdasarkan
Variasi Waktu Hidrotermal .......................
Gambar 4.4 Grafik Produk Zeolit Terhadap Suhu Fusi...
Gambar 4.5 Difraktogram Sinar-X Hasil Produk Zeolit
A dengan Data PDF 39-0222 ......................
Gambar 4.6 Spektra FTIR Zeolit A ...............................
Gambar 4.7 Grafik CBC Terhadap Suhu Fusi ................
Gambar 4.9 Grafik Perbandingan antara Nilai Total
CBC dan Massa Produk Terhadap Suhu Fusi

xii

8
11
12
16
16
19
23
28
30
42

46
53
55
58
60
63
64

DAFTAR TABEL
Tabel 2.1. Penggolongan Abu layang Berdasarkan
9
Komposisi Kimia ..........................................
Tabel 2.2 Komposisi Kimia Abu Layang Batubara
Paiton (Metode XRF) .....................................
Tabel 2.3 Komposisi Kimia Abu Layang Batubara
Hasil Pemisahan Magnetik (Metode XRF) .....
Tabel 2.4 Klasifikasi Keasaman Zeolit Berdasarkan
Rasio Si/Al .....................................................
Tabel 2.5 Karakteristik Vibrasi Zeolit A pada
Spektroskopi Inframerah ...............................
Tabel 3.1 Massa Abu Layang dan NaOH dengan
Variasi Suhu Fusi ...........................................
Tabel 4.1 Komposisi Massa Abu Layang Batubara dan
NaOH Serta Massa Fusi yang Tereduksi
Selama Reaksi Fusi ........................................
Tabel 4.2 Identifikasi Fasa Pada Sampel.....
Tabel 4.3 Konsentrasi Si, Al, Na pada Masing-masing
Temperatur Fusi (Hasil Analisa ICPSpektrometer) ..........................................
Tabel 4.4 Persentase Kristalinitas dari Sampel Padatan
Yang Dihasilkan pada Masing-masing Waktu
Hidrotermal ...................................................
Tabel 4.5 Massa Produk yang Dihasilkan .......................
Tabel 4.6 Data Jumlah Intensitas 5 Puncak Tertinggi
pada Masing-masing Suhu Fusi ......................
Tabel 4.7 Spektra FTIR Padatan ....................................
Tabel 4.8 Nilai Kapasitas Penukar Kation (CBC) ..........

xiii

10
13
17
30
34
44
47
50
52
54
57
61
63