Anda di halaman 1dari 12

XII.

2 Struktur Inti
Pengertian inti atom untuk pertama kalinya dikemukakan oleh Rutherford pada tahun 1911. Namun gejala yang menunjukkan adanya aktifitas inti atom ini sudah dikenal oleh Becquerel pada tahun 1896 secara tidak sengaja. Ditemukan bahwa senyawa uranium memancarkan sinar tidak tampak yang daya tembusnya sangat kuat serta mempengaruhi emulsi foto. Pada tahun 1896 Marie Curie menemukan bahwa inti uranium dan banyak lagi unsure lainnya bersifat memancarkan salah satu dari partikel alfa, beta atau partikel gamma. Intiinti atom yang mempunyai sifat memancarkan sinar-sinar tersebut disebut radioaktif.

A. Bagian-bagian Inti
Sebagaimana telah diketahui bahwa atom terdiri dari inti atom dan electron yang bergerak mengelilingi inti atom, inti atom terdiri dari Z proton dan N = (A-Z) neutron. A adalah nomor massa yang sama dengan jumlah proton dan neutron dalam inti. Z adalah nomor atom yang sama dengan jumlah proton didalam massa inti. N adalah jumlah neutron di dalam inti. Sifat-sifat kimia hanyalah ditentukan oleh muatan inti atom dan tidak bergantung pada massa inti. Dengan demikian dua buah atom dengan Z yang sama tetapi berlainan nilai A -nya akan mempunyai sifat-sifat kimia yang sama tetapi akan berbeda sifat-sifat fisiknya. Atom-atom yang bersifat demikian disebut sebagai isotop-isotop dari elemen.

B. Energi Ikat Inti


Energi ikat elektron-elektron di dalam atom adalah sangat kecil bila dibandingkan dengan energi ikat inti dalam atom B = Z mp + (A-Z)mn-M(Z,A) dimana: B = energi ikat inti Mp,v= massa proton Mn = massa neutron M(Z,A) = massa inti Kalau dinyatakan dengan hubungan antara satuan massa atom dengan energi eV maka diperoleh: B = m (sma) x 931 MeV Sedangkan energi ikat rata-rata tiap nukleon adalah E = B A akan berubah harganya dari satu inti ke inti yang lain. Contoh 5: a. Inti Uranium dilambangkan oleh : 92U238 Tentukan : jumlah neutron,jumlah electron dan jumlah protonnya b. Massa neutron, proton dan partikel alfa masing-masing adalah 1,008 sma ; 1,007 sma dan 4,002 sma. Jika 1 sma = 931 Mev. Hitung energi ikat partikel tersebut.

Jawab : a. Jumlah neutron = 238 92 = 146 jumlah elektron = 92 jumlah proton = 92 b. partikel alfa adalah : 2
4

terdiri dari 2 proton dan 2 neutron. Massa 2 proton = 2 x 1,007 sma = 2,014 sma Massa 2 neutron =2 x 1,008 sma = 2,016 sma Massa 2 proton + massa 2 elektron = 4,030 sma Massa partikel = 4,002 sma Massa yang hilang adalah = 0,028 sma Massa yang hilang akan menjadi energi ikat partikel = 0,028 x 931 MeV Gaya Nuklir Kuat : Kekuatan Raksasa Di Dalam Inti Sampai di sini, kita telah menyaksikan bagaimana atom diciptakan, momen demi momen, dan keseimbangan rumit yang berlaku dalam penciptaan ini. Kita melihat bahwa semua yang ada di sekitar kita, termasuk diri kita sendiri disusun oleh atom-atom, dan atomatom ini mengandung banyak partikel. Lalu, apakah gaya yang tetap menyatukan semua partikel yang membentuk inti atom itu? Gaya yang menjaga inti tetap utuh, dan yang merupakan gaya paling dahsyat menurut hukum-hukum fisika, adalah gaya nuklir kuat. Gaya ini menjaga proton dan netron dalam inti atom tetap di tempatnya. Inti atom dibentuk dengan cara demikian. Gaya ini sangat kuat sehingga nyaris menyebabkan proton dan netron dalam inti saling berikatan. Inilah sebabnya partikel-partikel kecil yang memiliki gaya ini disebut juga gluon yang dalam bahasa Latin berarti lem. Kekuatan ikatan tersebut disesuaikan dengan sangat teliti. Intensitas gaya ini telah diatur secara spesifik agar proton dan netron tetap berjarak tertentu. Bila gaya ini sedikit saja lebih kuat, maka proton dan netron akan saling bertabrakan. Bila gaya ini sedikit saja lebih lemah, mereka akan saling menjauh. Besarnya gaya ini tepat sesuai dengan yang dibutuhkan untuk membentuk inti atom setelah detik-detik pertama Big Bang. Gaya Nuklir Lemah : Sabuk Pengaman Atom Salah satu faktor penting yang menjaga keteraturan di muka bumi ini adalah keseimbangan di dalam atom. Keseimbangan ini menjaga agar segala sesuatu tidak tibatiba terurai atau memancar-kan radiasi berbahaya. Gaya nuklir lemah ber-tanggung jawab atas keseimbang-an antara proton dan netron dalam inti atom. Gaya ini memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan inti yang mengandung sejumlah besar netron dan proton. Sembari keseimbangan ini dijaga, sebuah netron, bila dibutuhkan dapat berubah menjadi proton. Karena jumlah proton dalam inti di akhir proses berubah, atom berubah pula dan menjadi atom yang lain. Di sini hasilnya sangatlah penting. Sebuah atom berubah menjadi atom berbeda tanpa terurai dan meneruskan eksistensi-nya. Sabuk pengaman ini melindungi organisme hidup dari bahaya yang akan muncul jika partikel-partikel terurai tanpa terkendali dan membahayakan manusia

Gaya Elektromagnetik : Gaya yang Menjaga Elektron Tetap pada Orbitnya Penemuan gaya ini mengantarkan kita pada era baru dalam dunia fisika. Baru pada saat itulah dipahami bahwa setiap partikel mengan-dung muatan listrik menurut karakteristik strukturnya masing-masing dan bahwa ada gaya di antara muatan-muatan listrik ini. Gaya ini membuat partikel-partikel yang bermuatan listrik berlawanan saling tarik dan partikel-partikel bermuatan sama akan saling tolak, sehingga menjamin proton dalam inti atom dan elektron yang mengorbit di sekelilingnya tarik-menarik. Dengan cara ini, inti dan elektron, dua elemen dasar atom, tetap di tempat mereka. Perubahan kekuatan sekecil apa pun pada gaya ini dapat menyebab-kan elektron-elektron terlepas jauh dari inti atau melekat pada inti. Dalam kedua kasus ini, atom tidak mungkin terbentuk, sehingga alam semesta pun tidak ada. Tetapi, sejak momen pertama gaya ini terbentuk, proton-proton dalam inti menarik elektron dengan besar gaya yang tepat dibutuhkan untuk pembentukan atom. Gaya Gravitasi : Gaya yang Menjaga Alam Semesta Tetap Utuh Gravitasi adalah satu-satunya gaya yang dapat kita rasakan sehari-hari, namun sedikit sekali yang kita ketahui tentangnya. Gaya gravitasi sesungguhnya disebut gaya tarik massa. Gaya ini paling lemah dibandingkan gaya lainnya, namun karena gaya inilah, massa-massa yang sangat besar tarik-menarik. Gaya inilah yang membuat galaksi dan bintang-bintang di alam semesta tetap berada pada orbitnya masing-masing. Bumi dan planet-planet lain tetap di dalam orbit tertentu mengi-tari matahari, sekali lagi karena adanya gaya gravitasi. Kita dapat berjalan di atas bumi karena gaya ini. Bila ada pengurangan dalam nilai gaya ini, bintang-bintang akan jatuh, bumi akan keluar dari orbitnya, dan kita akan bertebaran ke luar angkasa. Bila nilainya lebih besar sedikit saja, bintang-bintang akan bertabrakan, bumi akan bergerak menuju matahari, dan kita akan melesak ke dalam kerak bumi. Walaupun tampak kecil sekali kemungkinan ini bagi Anda, semua itu tidak akan terelakkan bila gaya ini bergeser dari nilainya yang sekarang sekalipun hanya untuk sesaat.

Gaya elektromagnetik
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Artikel ini berisi tentang peranan gaya elektromagentik dalam fisika. Untuk rumus yang mengatur gaya elektromagnetik, lihat hukum gaya Lorentz. Untuk aspek lain elektromagnetisme, lihat elektromagnetisme. Dalam fisika, gaya elektromagnetik adalah gaya yang diakibatkan oleh medan elektromagnetik terhadap partikel-partikel yang bermuatan listrik. Adalah gaya elektromagnetik yang menjaga elektron-elektron dan proton-proton tetap bersama dalam suatu atom. Pada akhirnya, gaya ini pun menjaga atom-atom tetap bersama dalam suatu molekul. Gaya elektromagnetik bekerja via pertukaran partikel penghantar yang disebut foton dan foton virtual. Pertukaran partikel-partikel penghantar antara dua benda ini menciptakan gaya perseptual yang bukan hanya mendorong ataupun menarik partikel dari satu sama lainnya, melainkan pertukaran ini juga mengubah karakter partikel yang saling bertukar partikel penghantar.

Gaya elektromagnetik adalah salah satu gaya fundamental fisika. Gaya fundamental lainnya meliputi gaya nuklir kuat, gaya nuklir lemah, dan gaya gravitasi, sedangkan gayagaya sisanya berasal dari turunan keempat fundamental tersebut. Gaya elektromagnetik adalah gaya yang praktis bertanggung jawab terhadap semua fenomena-fenomena alam yang kita alami sehari-hari, terkecuali gaya gravitasi. Secara kasar, semua gaya yang melibatkan interaksi antara atom-atom dapat ditilik kembali kepada gaya elektromagnetik yang bekerja pada proton dan elektron yang bermuatan listrik dalam atom. Gaya ini meliputi gaya yang kita alami dalam proses "pendorongan" dan "penarikan" objek-objek sehari-hari, yang berasal dari gaya antarmolekul antara molekul yang satu dengan molekul yang lainnya dalam objek tersebut. Gaya ini juga bertanggung jawab terhadap fenomena-fenomane kimia, yang berasal dari interaksi antar orbital elektron.

BUKU FISIKA ZAT PADAT, BAB I: KEKRISTALAN ZAT PADAT


oleh FMIFA FISIKA pada 18 September 2011 jam 2:59 Bahan padat dapat diklasifikasikan berdasarkan keteraturan susunan atom-atom atau ionion penyusunnya. Bahan yang tersusun oleh deretan atom-atom yang teratur letaknya dan berulang (periodik) disebut bahan kristal. Dikatakan bahwa bahan kristal mempunyai keteraturan atom berjangkauan panjang. Sebaliknya, zat padat yang tidak memiliki keteraturan demikian disebut bahan amorf atau bukan-kristal. Bahan kristal, untuk yang selanjutnya cukup disebut kristal (saja), dapat dibentuk dari larutan, lelehan, uap, atau gabungan dari ketiganya. Bila proses pertumbuhannya lambat, atom-atom atau pertikel penyusun zat padat dapat menata diri selama proses tersebut untuk mrenempati posisi yang sedemikian sehingga energi potensialnya minimum. Keadaan ini cenderung membentuk susunan yang teratur dan juga berulang pada arah tiga dimensi, sehingga terbentuklah keteraturan susunan atom dalam jangkauan yang jauh, inilah yang mencirikan keadaan kristal. Sebaliknya, dalam proses pembentukan yang berlangsung cepat, atom-atom tidak mempunyai cukup waktu untuk menata diri dengan teratur. Hasilnya terbentuklah susunan yang memiliki tingkat energi yang lebih tinggi. Susunan atom ini umumnya hanya mempunyai keteraturan yang berjangkauan terbatas, dan keadaan inilah yang mencerminkan keadaan amorf. Dalam bahan amorf, jangkauan keteraturan atom biasanya sampai tetangga kedua. Di antara kedua kristal sempurna (tunggal) di satu pihak, dan keadaan omorf di pihak lain, terdapat keadaan yang disebut polikristal (kristal jamak). Zat padat pada keadaan ini tersusun oleh kristal-kistal kecil. Bila ukuran kristalnya dalam ukuran orde mikrometer, bahan yang bersangkutan termasuk kristal mikro (microcrystalline); dan bila ukuran kristalnya dalam orde nanometer, maka bahannya digolongkan sebagai kristal nano (nanocrystalline). Fisika zat padat secara umum dihubungkan dengan kristal dan elektron dalam kristal. Pengkajian tentang zat padat dimulai pada tahun-tahun awal abad ini sesudah berhasil dipelajarinya difraksi sinar-x oleh kristal. Dari gejala ini dapat ditemukan baukti bahwa kristal terdiri dari atom-atom yang susunannya teratur. Melalui keberhasilan memodelkan susunan atom-atom dalam kristal, para fisikawan dapat mempelajari lebih banyak dan lebih lanjut tentang zat padat. Dalam perkembangan selanjutnya, pengkajian zat padat telah meluas pada bahan bukan kristal (amorf), bahan gelas, dan bahkan bahan cair. Bidang yang lebih meluas ini dikenal sebagai fisika materi terkondensasi (condensed

matter physics), dan kini telah menjadi bidang pengkajian yang paling luas dalam ilmu fisika. Struktur Kristal Berdasarkan struktur partikel penyusunnya, zat padat dibedakan menjadi kristal dan amorf. Kristal memiliki susunan partikel yang teratur dan berulang secara periodik dalam rentang yang panjang. Sedangkan amorf adalah zat padat yang memiliki keteraturan susunan partikel dalam rentang yang pendek. Susunan partikel dalam zat padat menentukan sifat dari zat padat. Perbedaan susunan partikel dalam berbagai zat padat disebabkan oleh perbedaan gaya ikat di antara atom-atom, ion-ion, atau molekul-molekul penyusunnya. Meskipun tersusun dari partikel yang sama, namun jika susunan partikelnya berbeda akan memiliki sifat yang berbeda. Partikel-partikel penyusun zat padat terikat kuat satu dengan lainnya. Terdapat lima jenis ikatan dalam zat padat, yaitu ikatan ionik, ikatan kovalen, ikatan logam, ikatan Van der Walls, dan ikatan hidrogen. Ikatan ionik timbul akibat gaya Coulomb antara dua ion yang memiliki muatan yang berbeda. Ikatan kovalen terjadi karena penggunaan elektron valensi secara bersama-sama oleh setiap atom. Pada logam, interaksi antara elektronelektron bebas dengan ion logam positif akan menimbulkan gaya ikat yang kuat sehingga membentuk ikatan logam. Ikatan Van der Walls terbentuk karena adanya gaya Van der Walls akibat distribusi muatan yang tidak simetris. Sedangkan ikatan hidrogen terbentuk akibat gaya tarik-menarik elektrostatis kuat antara hidrogen pada satu molekul dengan atom N, O, atau F dari molekul lain. Kristal memiliki susunan dan jarak antar atom atau antar molekul yang teratur. Jika susunan atom atau molekul dalam kristal dihubungkan dengan susunan atom atau molekul lainnya maka akan terbentuk suatu struktur kristal yang teratur pula. Secara umum struktur geometri kristal dapat dibagi menjadi tujuh bentuk, yaitu kubus, heksagonal, tetragonal, trigonal, orthorombik, monoklinik, dan triklinik. Salah satu cara yang digunakan untuk mengetahui susunan atom dalam kristal adalah melalui difraksi sinar X. Pengamatan struktur zat padat dengan difraksi sinar X pertama kali dilakukan oleh W L Bragg. Pada difraksi sinar X oleh kristal berlaku persamaan dengan d menyatakan jarak antar atom, adalah panjang adalah sudut datang, n adalah orde difraksi, dan gelombang sinar X.

PENDAHULUAN FISIKA ZAT PADAT


A. Susunan atom-atom dalam bahan padat Kristal dan amorf Beberapa zat padat memiliki susunan atom / molekul yang sangat teratur dan periodik, Sebagian besar zat padat berbentuk kristalin dengan atom-atom,ion-ion, atau molekulmolekul pembangunannya tersusun menjadi pola tiga dimensial yang teratur dan terulang. seperti yang kita ketahui bahwa padatan dikelompokkan menjadi dua golongan yaitu, padatan kristalin yang partikel penyusunnya tersusun teratur, dan padatan amorf yang partikel penyusunnya tidak memiliki keteraturan yang sempurna. Studi bahan kristalin mempunyai sejarah yang jauh lebih panjang karena kristal lebih mudah dipelajari daripada bahan amorf. Terdapat berbagai cara untuk mengklasifikasikan padatan, yang meliputi berbagai bahan. Namun, klasifikasi yang paling sederhana adalah membaginya menjadi dua golongan: padatan kristalin yang partikelnya tersusun teratur dan padatan amorf yang keteraturannya kecil atau tidak ada sama sekali. a. Susunan Bahan kristalin Dalam beberapa bahan kristalin, partikel penyusunnya tersusun sehingga keteraturannya kadang nampak dengan mata telanjang. Kristal yang umum kita lihat adalah natrium khlorida, tembaga sulfat hidrat, dan kuarsa. Lokasi partikel penyusun padatan kristalin (ion, atom atau molekul) biasanya dinyatakan dengan kisi, dan lokasi setiap partikel disebut titik kisi. b. Susunan Padatan amorf Susunan partikel dalam padatan amorf sebagian teratur dan sedikit agak mirip dengan padatan kristalin. Namun, keteraturan ini, terbatas dan tidak muncul di keseluruhan padatan. Banyak padatan amorf di sekitar kita-gelas, karet dan polietena memiliki keteraturan sebagian. Fitur padatan amorf dapat dianggap intermediate antara padatan dan cairan. Baru-baru ini perhatian telah difokuskan pada bahan buatan seperti fiber optik dan silikon amorf. Gambar 2 Padatan kristalin dan amorf Terdapat perbedaan besar dalam keteraturan partikel penyusunnya. Beberapa ilmuwan bertahan dengan pendapat bahwa padatan amorf dapat dianggap wujud keempat materi. Tabel 1 Beberapa contoh padatan amorf fungsional Amorf Penggunaan material Gelas kuarsa Serat optic Gelas khalkogenida Membran selenium untuk mesin fotokopi Silikon amorf Sel surya Logam besi/kobal amorf (bahan magnetik) Polimer Polistirene Karbon amorf karbon hitam (adsorben) Silika gel gel (adsorben)

B. Dampak Keteraturan Susunan atom dan molekul dalam bahan terdapat sifat fisis.

Suatu bahan yang mempunyai keteraturan susunan atom dan molekul akan memiliki sifat bahan yang keras serta titik leleh yang tinggi jika memiliki susunan atom yang berikatan dengan ikatan yang kuat. Dan sebaliknya bahan akan memiliki sifat bahan yang lemah dan titik leleh yang rendah jika memiliki susunan atom yang berikatan dengan lemah. Bahan tidak optis (tidak tembus cahaya) dan mengkilap jika memiliki susunan atom yang rapat. Sebaliknya, susunan atom yang cukup renggang akan membuat suatu bahan tampak bening dan tembus cahaya. Suatu bahan akan dapat menghantarkan listrik jika mempunyai elektron yang bebas bergerak seperti elektron yang ada pada bahan yang mempunyai ikatan logam. C. Ikatan-ikatan atom dalam kristal a. Ikatan ionik Ikatan ionik ialah ikatan antara suatu unsur yang terjadi akibat adanya ion positif dan ion negatif dalam pembentukan suatu persenyawaan. Dimana gaya tarik ion positif dan ion negatif tersebut disebabkan karena adanya gaya elektrostatis. Oleh karena itu ikatan ionik terjadi antara atom yang memiliki energi ionisasi rendah yang mudah kehilangan elektron membentuk ion negatif berinteraksi dengan atom lain yang cenderung untuk mengambil kelebihan elektron tersebut. Adapun dalam sistem periodik unsur, unsur-unsur yang pada umumnya dapat membentuk ikatan ionik ialah unsur-unsur dalam golongan IA atau IIA dengan unsur-unsur dalam golongan VIIA atau VIA. Hal ini dapat terjadi karena unsur dalam golongan IA dan IIA mempunyai elektron valensi 1 dan 2, maka agar dapat mempunyai elektron terluar 8, maka harus menyumbangkan elektron valensinya. Sementara itu, unsur dalam golongan VIIA dan VIA masing-masing mempunyai elektron valensi 7 dan 6, maka agar menjadi 8 harus menangkap masing-masing 1 dan 2 elektron. Adapun dalam ikatan ionik, senyawa yang dihasilkan akan memiliki sifat-sifat keras, titik leleh tinggi dan dapat larut dalam zat cair berkutub seperti air. Contoh senyawa yang dibentuk dengan ikatan ionik ialah NaCl. Na11 = 2, 8, 1 Cl17 = 2, 8, 7 Na akan melepaskan 1 elektron valensinya sedangkan Cl akan menangkap 1 elektron agar mempunyai 8 elektron terluar dan menjadi stabil. b. Ikatan kovalen Ikatan kovalen dapat terbentuk karena adanya unsur-unsur yang sama atau berbeda yang sama-sama berpartisipasi menyumbangkan elektron terluarnya untuk digunakan secara bersama-sama. Adapun dalam ikatan kovalen, sifat senyawa yang dibentuknya ialah keras dengan titik leleh yang tinggi serta tak larut dalam hampir semua pelarut. Contoh: intan c. Ikatan logam Ikatan logam tersusun dari atom-atom logam yang mempunyai energi ionisasi rendah dengan elektronegatifitas rendah juga. Akibatnya, elektron valensi mudah lepas dan bebas bergerak. Sementara itu, atom-atom logam yang kehilangan elektron akan menjadi ion positif sehingga logam terdiri dari ion-ion positif dengan elektron yang mudah bergerak. Akibatnya, logam mempunyai sifat menghantarkan listrik karena adanya elektron bebas tersebut, titik lelehnya yang tinggi karena adanya ikatan logam,

permukaan yang mengkilap dan sifatnya yang keras karena susunan unsurnya yang rapat dan padat. Adapun contoh senyawa yang dibentuk oleh adanya ikatan logam ialah Na.

d. Gaya van der waals Gaya van der Waals terjadi karena keelektronegatifan yang tidak sama antara dua atom. Sehingga atom yang lebih elektronegatif bermuatan negatif sedangkan atom yang kurang elektronegatif akan bermuatan positif. Jadi kedua atom tersebut merupakan dipole (dwi kutub). Adapun sifat-sifat senyawa yang dibentuknya ialah titik leleh dan titik didih yang rendah, larut dalam zat cair kovalen serta sifat fisis bahannya yang lemah. Jadi Ikatan atom-atom dalam Kristal dapat disimpulkan Jenis Ikatan Asal Ikatan Sifat-sifat Contoh Kovalen Patungan elektron Sangat keras: titik lebur tinggi : larut dalam sangat sedikit cairan: transparan terhadap cahaya tampak Intan, C Ionik Gaya tarik menarik elektrostatik antara ion positif dan negatif. Keras, titik lebur tinggi: mungkin larut dalam cairan polar seperti air Natrum Klorida Logam Gaya tarik menarik elektroststik antara ion positif logam dengan awan elektron Berkilauan : dapat menghantar listrik dan kalor dengan baik Van der Waals Gaya Van der Waals akibat distribusi muatan yang tdak simetris Lunak: titik lebur dan titik didih rendah : dapat larut dalam cairan kovalen

Gaya tarik menarik elektrostatika kuat antara hidrogen pada satu molekul dengan atom N, O atau F dari molekul lain Lebih kuat dari iaktan Van der Waals: titik lebur dan titik didih lebih tingggi dari ikatan vab der Waals es D. Pengertian kisi Kristal Kisi kristal yang biasa disebut kisi dapat dikatakan sebagai abstraksi dari kristal, sehingga kisi merupakan pola dasar atau pola geometri dari kristal, Kisi kristal memiliki sifat geometri yang sama seperti Kristal. Kisi yang memiliki titik-titik kisi yang ekuivalen disebut kisi Bravais sehingga titik-titik kisi tersebut dalam kristal akan ditempati oleh atom-atom yang sejenis. Gambar Kisi kristal Titik-titik pada gambar merupakan tempat kedudukan atom dalam suatu kristal, pada suatu kristal setiap titik tersebut dapat ditempati oleh atom yang sama atau atom berbeda, namun masing-masing posisi satu dengan yang lain tetap periodic. Titik A,B dan C adalah ekuivalen satu sama lain Titik A dan A1 tidak ekivalen (non-Bravais) Titik-titik kisi Bravais dapat ditempati oleh atom atau sekumpulan atom yang disebut basis Kisi Sekumpulan titik-titik yang tersusu secara periodik dalam ruang Basis Atom atau sekumpulan atom Kisi adalah susunan kelompok atom yang tersusun secara periodik dalam ruang. Kisi merupakan abstraksi matematis; struktur kristal tersusun ketika basis atom secara identik terletak pada titik kisi. Hubungan logisnya adalah: kisi + basis = struktur kristal. Kisi ruang (space lattice) adalah susunan titik-titik dalam ruang tiga dimensi di mana setiap titik memiliki lingkungan yang serupa. Titik dengan lingkungan yang serupa itu disebut simpul kisi (lattice points). Simpul kisi dapat disusun hanya dalam 14 susunan yang berbeda, yang disebut kisi-kisi Bravais. Jika atom-atom dalam kristal membentuk susunan teratur yang berulang maka atom-atom dalam kristal haruslah tersusun dalam salah satu dari 14 bentuk kisi-kisi tersebut. Perlu dicatat bahwa setiap simpul kisi bisa ditempati oleh lebih dari satu atom, dan atom atau kelompok atom yang menempati tiaptiap simpul kisi haruslah identik dan memiliki orientasi sama sesuai dengan pengertian simpul kisi. E. Perbedaan antara kisi bravais dan non bravais Terdapat dua kelas kisi, yaitu Bravais dan non-Bravais. Dalam kisi bravais, seluruh titik kisi adalah ekivalen, artinya kisi bersifat infarium terhadap operasi simetri translasi. Sedangkan dalam kisi non-Bravais terdapat beberapa titik kisi yang tidak ekivalen. Kisi non-Bravais dapat berubah menjadi kisi Bravais asalkan dibentuk basis dalam Kristal. Yang dimaksud dengan basis adalah kumpulan titik kisi yang ditempatkan disekitar titik kisi Bravais. Dengan kata lain kisi non-Bravais seringkali disebut kisi Bravais dengan satu basis. Yang menjadi basis adalah titik-titik kisi yang tidak ekivalen Kisi Bravais adalah simpul kisi yang dapat disusun hanya dalam 14 susunan yang berbeda. Jika atom-atom dalam kristal membentuk susunan teratur yang berulang maka

atom-atom dalam kristal haruslah tersusun dalam salah satu dari 14 bentuk kisi-kisi tersebut. Perlu dicatat bahwa setiap simpul kisi bisa ditempati oleh lebih dari satu atom, dan atom atau kelompok atom yang menempati tiap-tiap simpul kisi haruslah identik dan memiliki orientasi sama sesuai dengan pengertian simpul kisi.

F. Pengertian sel satuan Sel Satuan adalah Satuan terkecil dalam tiga dimensi dimana struktur kristal dapat didefinisikan secara lengkap Satuan pengulangan terkecil kisi inilah yang disebut dengan sel satuan. Gambar Sel Satuan Gambar di atas adalah definisi sel satuan.Sel satuan digambarkan dengan garis tebal. Jarak antar dua titik sepanjang ketiga sumbu didefiniskan sebagai a, b dan c. Sudut yang dibuat antar dua sumbu didefinisikan sebagai , dan . Sel satuan paling sederhana adalah kubus. Tiga sumbu kubus dan beberapa sel satuan lain tegak lurus satu sam lain, namun untuk sel satuan lain sumbu-sumbu itu tidak saling tegak lurus. Faktor yang mendefinisikan sel satuan adalah jarak antar titik dan sudut antar sumbu. Faktor-faktor ini disebut dengan tetapan kisi (kadang disebut juga parameter kisi). G. PERBEDAAN SEL PRIMITIVE DAN NON-PRIMITIVE Sel primitif adalah sel satuan yang hanya memiliki satu titik kisi per sel. Sel primitive mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : a) Sebuah sel yang mempunyai luas atau volume terkecil. b) Kebalikan dari sel konvensional, yaitu sel yang mempunyai luas atau volume terbesar. c) Sel yang mempunyai satu titik kisi. d) Sebuah pararelepipid yang dibentuk oleh sumbu-sumbu. Sel epipid yaitu sebuah bangun yang sisinya sejajar / bidang yang dibatasi oleh garis-garis sejajar. Cara untuk memilih sel primitif yaitu dengan metode Wigner Seitz. 1) Ambillah salah satu titik kisi sebagai acuan (biasanya ditengah). 2) Titik kisi yang anda ambil sebagai acuan dihubungkan dengan titik kisi terdekat disekitarnya. 3) Di tengah-tengah garis penghubung, buatlah garis yang tegak lurus terhadap garis penghubung. 4) Luas terkecil (2 dimensi) atau volume terkecil (3 dimensi) yang dilingkupi oleh garisgaris atau bidang-bidang ini yang disebut sel primitive Wigner-Seitz. Untuk setiap struktur kristal ada sel unit konvensional, yang merupakan unit terkecil yang memiliki simetri penuh kristal (lihat di bawah).Namun, sel unit konvensional tidak selalu pilihan terkecil yang mungkin.Suatu sel unit primitif dari suatu struktur kristal merupakan sel unit terkecil yang mungkin yang dapat membuat seperti itu, ketika ubin, itu benarbenar mengisi ruang.Sel satuan primitif ini tidak Namun, menampilkan semua simetri yang melekat pada kristal.Sebuah sel Wigner-Seitz adalah suatu jenis tertentu sel primitif yang memiliki simetri yang sama sebagai kisi. Sel non primitif memiliki lebih dan satu titik kisi per sel. Beberapa sifat; a. Luas sel tak-primitif adalah kelipatan dan sel primitif b. Sel primitif dan sel tak primitif berkait dengan pemilihan vektor basis dalam kisi

bravais. Jadi kesimpulannya adalah Sel satuan yang hanya mempunyai satu titik kisi disebut sel kisi primitive, sel tersebut mempunyai volume yang paling kecil, sedangkan sel nonprimitive volumenya merupakan kelipatan dari volume sel primitive. H. TIPE KISI KRISTAL TIGA DIMENSI Untuk tipe kisi 3 dimensi terdapat 7 sistem kisi Kristal yaitu sebagai berikut : No Sistem Kristal Kisi Bravais Geometri Sel 1 Triclinic P (Primitive) abc; 2 Monoclinic P (Primitive) I (Body-Centered) abc ; ==900 900 3 Orthohombic P (Primitive), C (base-Centered), I (Body-Centered), F (Face-Centered) abc C 4 Tetragonal P (Primitive) I (Body-Centered) A=bc ===900 5 Trigonal P (Primitive) I (Body-Centered) F (Face-Centered) A=b=c ==<1200 tetapi bukan 900 6 Cubic R (rhombohero primitive) A=b=c ===900 7 Hexagonal P (Primitive) A=bc ==900 ; =1200 a) Gambar Tipe Monoclinik

Definisi energy ikat. Energy ikat adalah energy yang diperlukan untuk menyatukan (mengikat) proton yang diperlukan untuk menyatukan (mengikat) proton dan netron dalam inti atom. Telah diketahui, bahwa partikel-partikel penyusun inti adalah proton dan netron tidak bermuatan. Menurut hukum Coulomb, misalnya proton-proton tersebut akan tolak menolak (karena sejenis) tetapi kenyataannya proton-proton dalam dalam inti tetap dapat bersatu karena adanya energy ikat. Energy ikat yang terjadi dalam inti atom disebabkan oleh adanya penyusutan massa inti atau biasa disebut dengan defek massa.