Anda di halaman 1dari 32

ASUHAN KEPERAWATAN ASUHAN KEPERAWATAN

PASIEN PASIEN LUKA BAKAR LUKA BAKAR


Oleh:
Novita Setyowati, S.Kep, Ns
Tinjauan Teoritis Luka Bakar
1. Anatomi KuIit
2. PatofisioIogi
3. KIasifikasi Iuka bakar
4. PenataIaksanaan Iuka bakar
5. Asuhan Keperawatan Iuka bakar
PENDAHULUAN
efinisi
Luka bakar Kerusakan atau
kehilangan jaringan akibat kontak dgn
sumber panas/dingin
Penyebab Luka Bakar
Paparan suhu tinggi (api, air panas)
Listrik
Petir
Zat kimia (asam atau basa kuat)
Radiasi elektromgnetik
Anatomi KuIit
lapisan utama : a) epidermis, b) dermis
dan c) lapisan subkutis.
A. Lapisan epidermis
Terdiri dari 5 lapisan :
$tratum basale : pembaruan sel epidermis
$tratum spinosum : mempertahankan
kohesi sel
$tratum granulosum
$tratum lusidum
$tratum korneum : keratin (prot. Fibrosa
tak larut barier & mencegah patogen)
. Lapisan Dermis
Terdiri dari jaringan vaskuler, folikel
rambut, kel. $ebasea, kel. Keringat.
C. Lapisan $ubkutis
Terdiri dari jaringan lemak termoregulasi
ambar anatomi Kulit
aaI KuIit
!elindung struktur dari trauma
Merespon thd rangsang panas, dingin, &
rangsang nyeri
Termoregulasi
$intesis metabolik : melanin, keratin, vit. D
Kosmetik
Eskresi keringat
PATO$OLOG LUKA BAKAR
..\MATER\Luka akar.docx
Klasifikasi Luka Bakar
aktor yang mempengaruhi derajat luka bakar :
1. Kedalaman
a. Zona koagulasi / nekrosis
Daerah yg mengalami kontak dgn sumber
panas.
b. Zona statis
Terjadi kerusakan endotel pembuluh darah,
trombosit dan leukosit gangguan perIusi (34
14 5034203,)
.. Zona Hiperemis
Mengalami reaksi berupa vasodilatasi tanpa
banyak melibatkan reaksi seluler.
2. Lokasi
- Daerah .ephal, .ervik, thorak : komplikasi
pulmonal
- Daerah Ia.ial : abrasi kornea
- Tangan & persendian : ke.a.atan Iisik
- Area perineal : inIeksi
. Agen penyebab
- Trauma inhalasi
- Trauma panas : dispnea, kesulitan menelan,
obstruksi jalan naIas
4. Ukuran
a. Rule oI nine
b. Diagram badan Lund & Browder : anak &
bayi
5. Usia
Derajat I :
Hanya mengenai lap-epidermis
Kulit tampak eritema, kering tanpa terbentuk
bulla.
Terasa nyeri/hipersensiI
Sembuh dlm 5 10 hari
Derajat II dangkal :
Mengenai epidermis dan superIi.ial dermis
Kulit tampak hiperemis, lembab, nyeri dan
terbentuk bulla
Sembuh minggu
Klasifikasi Luka Bakar
Derajat II Dalam :
Mengenai epidermis dan sebagian besar dermis
Sembuh ~ minggu dengan meninggalkan parut
Derajat III :
Mengenai epidermis & dermis serta lapisan di
bawahnya.
Kulit tampak pu.at, abu-abu dan permukaan lebih
rendah dari sekitarnya.
Tidak ada bulla dan tidak nyeri
Memerlukan skin graIt, lama sembuh
Penghitungan Luas Luka Bakar
!d orang dewasa digunakan Rule
of Nine dari Wallace,
bayi digunakan rumus 10
pada anak rumus 10150
Klasifikasi Derajat Luka akar
a. Cedera luka bakar minor
Luka bakar dgn L!T <15% pd org dwsa, usia <40 thn
Luka bakar dgn L!T <10% pd org dwsa, usia >40 thn
Luka bakar dgn L!T <10% pd org anak, usia <10 thn
b. Cedera luka bakar sedang
Luka bakar dgn L!T <155%, pd dwsa, usia <40 thn
Luka bakar dgn L!T <100% pd dwsa, usia >40 thn
Luka bakar dgn L!T <100% pd anak, usia <10 thn
c. Cedera luka bakar mayor
Luka bakar dgn L!T <5%, pd dwsa, usia <40 thn
Luka bakar dgn L!T <0% pd dwsa, usia <40 thn
Luka bakar dgn L!T <0% pd anak, usia <10 thn
9au
Luka bakar yang mengenai wajah, mata, telinga,
tangan, kaki dan perineum yang menyebabkan
kecacatan fungsi & kosmetik
!ENATALAK$ANAAN LUKA
1. Proses Penyembuhan Iuka
!roses penyembuhan luka, fase:
a. Fase inflamasi
Rentang terjadinya luka sampai 4 hari pasca
!erubahan vaskuler & profilerasi
Daerah luka mengalami agregasi trombosit &
pengeluaran serotonin
Epitelisasi
b. Fase Fibrolastik
Dimulai 40 hari
Terbentuk jaringan granulasi
c. Fase maturasi
!roses pematangan kolagen
Adanya proses kontraksi
Terbentuk Jaringan parut tanpa rasa nyeri / gatal
2. nfeksi
dentifikasi infeksi
nfeksi secara klinis merupakan pertumbuhan
organisme rx. Jaringan & mikroorganisme &
resistensi pasien.
nfeksi tidak sama dengan koIonisasi
3. Penanganan Luka
a. debridement
Menghilangkan jaringan mati & terkontaminasi
Mencegah terjadinya infeksi luka & mempercepat
proses penyembuhan luka
b. Tindakan pembedahan
Adanya jaringan parutmenekan pembuluh
darahpenurunan perfusi jaringan
Tindakan eskartomi hanya berupa insisi.
ndikasi dilakukan eskartomi : sianosis pada
jaringan
A$UHAN KE!ERAWATAN
..\MATER\Asuhan Keperawatan.doc
ormuIa Cairan 24 jam
pertama
KristaIoid Pada
24 jam kedua
KoIoid Pada 24
jam kedua
!arkland RL 4 ml / kg /
%L
00%
estimate plasma
volume
!emantauan
output urine 0
ml/jam
Evans (Yowler,
000)
Larutan 8aline 1
ml/kg/%L, 000
ml D5W*, dan
koloid 1 ml/ kg /
%L
50% volume
cairan 4 jam
pertama + 000
ml D5W
50% volume
cairan 4 jam
pertama
$later (Yowler,
000)
RL L/4 jam +
fresh frozen
plasma 75
ml/kg/4 jam
rooke (Yowler,
000)
RL 1.5 ml / kg /
%L, koloid 0.5
ml / kg/ %L,
dan 000 ml
D5W
50% volume
cairan 4 jam
pertama + 000
ml D5W
50% volume
cairan 4 jam
pertama
Modified rooke RL ml / kg /
%L
MetroHealth
(Cleveland)
RL + 50 mEq
sodium
bicarbonate per
liter, 4 ml / kg /
%L
lar. $aline,
pantau output
urine
1 U fresh frozen
plasma untuk
tiap liter dari
lar. 8aline yg
digunakan +
D5W
dibutuhkan utk
hipoglikemia.
Monafo
hypertonic
Demling
50 mEq/L
8aline pantau
output urine 0
ml/jam, dextran
40 dalam lar.
8aline
ml/kg/jam untuk
8 jam, RL
pantau output
urine 0
ml/jam, dan
fresh frozen
plasma 0.5
ml/jam untuk 18
jam dimulai 8
jam setelah
terbakar.
1/ lar. $aline,
pantau output
urine
Formula Evans-Brooke
ormula Evans orrnula Brooke
1ml/kgBB/ LB koloid
(darah)
lml/kgBB LB larutan
saline
(elektrolit)
2000ml glukosa
Pemantauan :
Diuresis (~50 ml/jam)
0.5ml/kgBBLB koloid
(darah)
1.5ml/kgBBLB larutan
saline (elektrolit)
2000ml glukosa
Pemantauan :
Diuresis (0-50 ml/jam)
Formula Baxter/Parkland
RL : 4mI / kgBB / % LB
pemantauan jumlah diuresis antara
5 - 1 mI/kgBB/ jam
#esusitasi cairan pada syok
Cairan kristaloid
Tiga kali defisit cairan yg menyebabkan
syok diberikan dlm jam pertama
$isa jmlh cairan yg diperhitungkan
menurut metode axter/ !arkland
diberikan berdasarkan kebutuhan sampai
dgn 4 jam.
KompIikasi
ARD$
$ikatriks/ Hipertrofi jaringan parut
Kontraktur
Prognosis
Tergantung dari beratnya derajat luka
bakar
Tergantung Kecepatan dan Ketepatan
Resusitasi