Anda di halaman 1dari 5

Alkohol Netral Isomer fungsi disebut alkohol dan eter, karena kedua senyawa tersebut memiliki rumus molekul

sama tetapi gugus fungsinya berbeda. Gugus fungsi alkohol dan eter berbeda maka sifat-sifat alkohol dan eter sangat berbeda. Salah satu perbedaan alkohol dengan eter yaitu, zat cair. Alkohol murni adalah sejenis cairan yang mudah menguap, mudah terbakar, tak berwarna, dan merupakan alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Alkohol pada analisa asam lemak berfungsi untuk melarutkan asam lemak. Alkohol banyak digunakan sebagai pelarut berbagai bahan-bahan kimia yang ditujukan untuk konsumsi dan kegunaan manusia (Anonim, 2011d). G. Indikator Phenophtalein Titrasi asam basa melibatkan asam maupun basa sebagai titer ataupun titrant. Kadar larutan asam ditentukan dengan menggunakan larutan basa dan sebaliknya. Titrant ditambahkan titer sedikit demi sedikit sampai mencapai keadaan ekuivalen. Saat titik ekuivalent ini maka proses titrasi dihentikan untuk mengetahui titik ekivalen, dapat digunakan indikator asam basa. Indikator ditambahkan pada titrant sebelum proses titrasi dilakukan. Indikator ini akan berubah warna ketika titik ekuivalen terjadi, pada saat inilah titrasi kita hentikan. Indikator yang dipakai dalam titrasi asam basa adalah indikator yang perubahan warnanya dipengaruhi oleh pH. Penambahan indikator diusahakan sesedikit mungkin dan umumnya adalah dua hingga tiga tetes. Keadaan dimana titrasi dihentikan dengan cara melihat perubahan warna indikator disebut sebagai titik akhir titrasi (Anonim, 2010e). H. NaOH Natrium hidroksida (NaOH), juga dikenal sebagai soda kaustik atau sodium hidroksida, adalah sejenis basa logam kaustik. Natrium Hidroksida terbentuk dari oksida basa Natrium Oksida dilarutkan dalam air. Natrium hidroksida membentuk larutan alkalin yang kuat ketika dilarutkan ke dalam air. digunakan di berbagai macam bidang industri, kebanyakan digunakan sebagai basa dalam proses produksi bubur kayu dan kertas, tekstil, air minum, sabun dan deterjen. Natrium hidroksida adalah basa yang paling umum digunakan dalam laboratorium kimia. Natrium hidroksida murni berbentuk putih padat dan tersedia dalam bentuk pelet, serpihan, butiran ataupun larutan jenuh 50%. NaOH bersifat lembab cair dan secara spontan menyerap karbon dioksida dari udara bebas. NaOH sangat larut dalam air dan akan melepaskan panas ketika dilarutkan. NaOH juga larut dalam etanol dan metanol, walaupun kelarutan NaOH dalam kedua cairan ini lebih kecil daripada kelarutan KOH. Fungsi penambahan NaOH dalam analisa asam lemak bebas untuk memisahkan asam lemak bebas dari minyak atau lemak, atau untuk mengikat air (Anonim, 2011f).

Asam lemak (bahasa Inggris: fatty acid, fatty acyls) adalah senyawa alifatik dengan gugus karboksil. Bersama-sama dengan gliserol, merupakan penyusun utama minyak nabati atau lemak dan merupakan bahan baku untuk semua lipida pada makhluk hidup. Asam ini mudah dijumpai dalam minyak masak (goreng), margarin, atau lemak hewan dan menentukan nilai gizinya. Secara alami, asam lemak bisa berbentuk bebas (karena lemak yang terhidrolisis) maupun terikat sebagai gliserida. Asam lemak tidak lain adalah asam alkanoat atau asam karboksilat dengan rumus kimia RCOOH or R-CO2H. Contoh yang cukup sederhana misalnya adalah H-COOH yang adalah asam format, H3C-COOH yang adalah asam asetat, H5C2-COOH yang adalah asam propionat, H7C3COOH yang adalah asam butirat dan seterusnya mengikuti gugus alkil yang mempunyai ikatan valensi tunggal, sehingga membentuk rumus bangun alkana. Karena berguna dalam mengenal ciri-cirinya, asam lemak dibedakan menjadi asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Asam lemak jenuh hanya memiliki ikatan tunggal di antara atomatom karbon penyusunnya, sementara asam lemak tak jenuh memiliki paling sedikit satu ikatan ganda di antara atom-atom karbon penyusunnya. Asam lemak merupakan asam lemah, dan dalam air terdisosiasi sebagian. Umumnya berfase cair atau padat pada suhu ruang (27 Celsius). Semakin panjang rantai C penyusunnya, semakin mudah membeku dan juga semakin sukar larut. Asam lemak jenuh bersifat lebih stabil (tidak mudah bereaksi) daripada asam lemak tak jenuh. Ikatan ganda pada asam lemak tak jenuh mudah bereaksi dengan oksigen (mudah teroksidasi). Karena itu, dikenal istilah bilangan oksidasi bagi asam lemak. Keberadaan ikatan ganda pada asam lemak tak jenuh menjadikannya memiliki dua bentuk: cis dan trans. Semua asam lemak nabati alami hanya memiliki bentuk cis (dilambangkan dengan "Z", singkatan dari bahasa Jerman zusammen). Asam lemak bentuk trans (trans fatty acid, dilambangkan dengan "E", singkatan dari bahasa Jerman entgegen) hanya diproduksi oleh sisa metabolisme hewan atau dibuat secara sintetis. Akibat polarisasi atom H, asam lemak cis memiliki rantai yang melengkung. Asam lemak trans karena atom H-nya berseberangan tidak mengalami efek polarisasi yang kuat dan rantainya tetap relatif lurus. Ketengikan (Ingg. rancidity) terjadi karena asam lemak pada suhu ruang dirombak akibat hidrolisis atau oksidasi menjadi hidrokarbon, alkanal, atau keton, serta sedikit epoksi dan alkohol (alkanol). Bau yang kurang sedap muncul akibat campuran dari berbagai produk ini http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_lemak

KANDUNGAN BERBAGAI MACAM PRODUK SUSU

Siapa yang tak kenal slogan 4 sehat 5 sempurna. Makan nasi, sayur,lauk pauk dan buah, belumlah sempurna jika tidak minum susu. Susu merupakan sumber kalsium yang sangat penting untuk pembentukan tulang dan gigi. Selain itu susu juga mengandung protein, lemak yang kaya akan asam lemak omega-3 dan omega-6, karbohidrat, vitamin dan mineral. Kandungan zat gizi yang lengkap tersebut menjadikan susu sebagai makanan yang sangat ideal. Saat ini di pasaran telah beredar beragam susu. Ada yang memberi label susu segar, susu pasteurisasi, susu sterilisasi atau susu UHT ( Ultra High Temperature ). Tahukah Anda, semua jenis susu tersebut memiliki kandungan gizi dan asam lemak bebas yang hampir sama karena telah diformulasikan sama dengan susu segar. Namun dibanding susu segar, aneka susu yang telah mengalami proses pengolahan tadi memiliki kelebihan, yakni waktu simpan yang lebih lama.

Berikut dibawah ini adalah kandungan asam lemak bebas pada produk susu : No 1 2 3 4 5 6 Produk susu Susu sapi Susu kental manis Susu pasteurisasi Susu Sterilisasi Susu UHT Susu kedelai % asam lemak bebas > 3,1 % >8% > 3,25% > 3.25% > 3,25 % 18-32% per 100 gr bahan

7 8

Susu bubuk Full cream Susu bubuk Skim

26%; 1,5%

MINYAK MAKAN DAN LEMAK MAKAN (Edible oil/fat)


adalah produk mengandung trigliserida asam lemak nabati dan hewani yang dimurnikan dengan atau tanpa penambahan BTP dan harus memenuhi persyaratan khusus untuk masingmasing jenis produk. Persyaratan umum : 1.bebas dari ketengikan, bau dan rasa yang kurang sedap 2.kandungan peroksida/ bilangan peroksida tidak lebih dari 10 meq/kg produk (tiap produk) 3.tidak boleh mengandung minyak mineral, lemak atau minyak bukan untuk makan 4.Minyak yang dimurnikan (cooking oil) -Kadar air : tidak lebih dari 0,3% -Asam lemak bebas : tidak lebih dari 3% 5.Minyak yang tidak dimurnikan : -Kadar air : tidak lebih dari 3% -Asam lemak bebas : tidak lebih dari 3,5% http://aryainsomnia.blogspot.com/2010/05/kandungan-berbagai-macam-produk-susu.html

jtptunimus-gdl-fajarrosyi-5308-2-bab2.pdf

http://supermetroemall.com/index.php?page=shop.product_details&flypage=fly page.tpl&product_id=690&category_id=92&keyword=sania&option=com_virtu emart&Itemid=1

http://ekstensi.laris.co.id/_fla.php?_fla=produk&pro_id=2101