Anda di halaman 1dari 17

Menara Llffel adalah lambang koLa arls lbukoLa negara rancls Selaln membuaL orang kagum dengan

kelndahannya menara lnl pun benarbenar merupakan sebuah kea[alban Leknlk 8angunan Llnggl lnl
sungguh kokoh Menara lnl mampu menahan angln dan guncangan pallng kuaL 1apl Lahukah
Anda sumber llham dl ballk Menara Llffellah yang [usLru pallng menarlk Menara lnl dlllhaml oleh
rancangan Lulang Lubuh manusla yaknl Lulang paha kuaL yang menyangga sebaglan besar beraL Lubuh

Ahll anaLoml Permann von Meyer yang mempela[arl kerangka manusla dl awal Lahun 1830an
menemukan hal yang cukup menarlk ualam kedudukan Legak Lulang paha manusla mampu menopang
beban seberaL saLu Lon Selaln lLu Lulang lnl LerbenLuk aLas [eru[l yang sallng berhubungan seperLl
sebuah sangkar

ul Lahun 1866 lnslnyur Swlss karl Cullman menemukan bahwa sLrukLur Lulang berLumpu pada
rancangan yang amaL balk !eru[l berbenLuk sangkar lnl mengurangl dampak beban aLau Lekanan apa
pun yang dlkenakan Lerhadap Lulang lnl karena [eru[l LersebuL dlsusun sepan[ang garls gaya yang Llmbul
saaL berdlrl Cullman berplklr bahwa kea[alban penclpLaan lnl mungkln dapaL pula dlgunakan dalam
arslLekLur modern
Menara Llffel pun dlbangun dengan [eru[l bak sangkar persls seperLl pada Lulang paha ulperlukan
wakLu leblh darl 26 Lahun se[ak Lahun 1887 unLuk menyelesalkan menara berkeLlngglan 321 dan
berboboL seklLar 9000 Lon lnl uemlklanlah kea[alban darl 1uhan ?ML pada Lubuh manusla Lelah
men[adl sumber llham bagl Leknologl

klnl pengeLahuan mengenal alam Lelah dlmanfaaLkan dl banyak bldang darl Leknlk rancang bangun
hlngga kesehaLan uan pengeLahuan lnl Lelah memlcu munculnya saLu cabang baru llmu pengeLahuan
8lomlmeLlka
llmu blomlmeLlka mempela[arl rancangan aLau desaln dl alam dan menclpLakan pemecahan masalah
berdasarkan rancangan lnl Alasan mengapa rancangan dl alam sedemlklan sempurna sehlngga
mengllhaml Leknologl adalah karena seluruh alam clpLaan 1uhan ?ML

~,~ _- - >~-'; >~; ,,- - - '-' ~, =-- =- '
,- - ~, -- ' . - ' -
Temuan-temuan seorang ahli zologi telah memandu para
insinyur yang membangun jaringan-jaringan rumit seperti World Wide Web dan jejaring kisi-kisi
listrik ke arah baru: lumba-lumba.
David Lusseau dari Universitas Otago memelajari suatu kelompok yang terdiri atas 64 lumba-
lumba hidung botol selama rentang masa tujuh tahun (David Lusseau, 'The Emergent Properties oI a
Dolphin Social Network). Ia menemukan di antara mereka adanya suatu tatanan sosial yang mirip
dengan yang ada pada manusia dan jaringan buatan manusia. Telaah matematis Lusseau
diterbitkan dalam jurnal Proceedings oI the Royal Society (Lusseau, 2003 The emergent properties oI a
dolphin social network. Proceedings oI the Royal Society oI London-
Series B (Supplement): DOI 10.1098/rsbl.2003.0057).
Banyak jaringan rumit, termasuk masyarakat manusia, memiliki ciri-ciri yang memungkinkan
pertukaran cepat inIormasi di kalangan anggotanya.
Kajian oleh peneliti Selandia Baru ini menunjukkan bahwa masyarakat binatang juga tersusun
sedemikian rupa sehingga memungkinkan penerusan inIormasi secara cepat dan eIisien.
Makhluk-makhluk berumur panjang seperti gorila, kijang, gajah, dan lumba-lumba hidung botol
bergantung pada lingkungan mereka dalam penyampaian inIormasi.
Dalam pengamatan-pengamatannya, Lusseau memusatkan diri pada anggota-anggota kawanan
yang lebih sering tampak bersama. Ia menyadari bahwa kelompok ini terdiri sebagian besar atas
betina-betina dewasa, dan mereka berIungsi sebagai pusat-pusat penyampaian inIormasi bagi
masyarakatnya. Read the rest oI this entry
Jaringan InIormasi pada Lumba-Lumba Mengungguli Internet


ichol
05-06-2011, 11:15 AM
Temuan-temuan seorang ahli zologi telah memandu para insinyur yang membangun jaringan-
jaringan rumit seperti World Wide Web dan jejaring kisi-kisi listrik ke arah baru: lumba-lumba.

David Lusseau dari Universitas Otago memelajari suatu kelompok yang terdiri atas 64 lumba-
lumba hidung botol selama rentang masa tujuh tahun. (1) Ia menemukan di antara mereka
adanya suatu tatanan sosial yang mirip dengan yang ada pada manusia dan jaringan buatan
manusia. Telaah matematis Lusseau diterbitkan dalam jurnal Proceedings oI the Royal
Society.(2)

Banyak jaringan rumit, termasuk masyarakat manusia, memiliki ciri-ciri yang memungkinkan
pertukaran cepat inIormasi di kalangan anggotanya.

Kajian oleh peneliti Selandia Baru ini menunjukkan bahwa masyarakat binatang juga tersusun
sedemikian rupa sehingga memungkinkan penerusan inIormasi secara cepat dan eIisien.
Makhluk-makhluk berumur panjang seperti gorila, kijang, gajah, dan lumba-lumba hidung botol
bergantung pada lingkungan mereka dalam penyampaian inIormasi.

Dalam pengamatan-pengamatannya, Lusseau memusatkan diri pada anggota-anggota kawanan
yang lebih sering tampak bersama. Ia menyadari bahwa kelompok ini terdiri sebagian besar atas
betina-betina dewasa, dan mereka berIungsi sebagai pusat-pusat penyampaian inIormasi bagi
masyarakatnya.

Untuk mengukur aliran inIormasi dalam sebuah sistem, cukuplah dengan melihat pada titik-titik
pusat yang dilalui aliran inIormasi itu dan menghitung jumlah unsur yang diperlukan dalam
perjalanan itu dari titik pangkal hingga titik ujung. Lusseau menggunakan teknik pengukuran ini,
yang disebut dengan 'diameter. Ketika hasil-hasil yang diperolehnya menggunakan cara ini
dibandingkan dengan data yang diungkapkan oleh Internet, ia mendapati dirinya berhadapan
dengan kenyataan yang menakjubkan.

Lamanya penyampaian inIormasi bertambah ketika sejumlah besar titik yang membentuk
hubungan-hubungan pada Internet dibuang. Ketika hanya 2 simpul dengan kaitan terbanyak
pada Internet dikeluarkan dari sistem, diperlukan dua kali jauhnya untuk berjalan dari satu unsur
ke unsur lainnya. Akan tetapi, di kalangan lumba-lumba, keadaannya berbeda.

Lusseau memantau lumba-lumba menggunakan tanda-tanda pada sirip-sirip punggung dan
mengamati bahwa ketika anggota-anggota yang bertindak sebagai pusat komunikasi
meninggalkan kelompoknya, masyarakat lumba-lumba menunjukkan daya tahan yang besar.
Kepaduan masyarakat lumba-lumba tidak terpengaruh oleh ketiadaan anggota-anggota kunci.
Daya tahan ini memungkinkan masyarakat lumba-lumba tetap terus berada dalam keadaan sehat
bahkan jika sepertiga anggotanya hilang.

Lebih Hebat dari Helikopter
Terbang adalah keahlian yang hebat, tapi kegunaannya tergantung pada sejauh mana ia dapat
dikendalikan. Sebenarnya, untuk dapat melayang pada posisi tetap di udara atau mendarat di
tempat yang diinginkan adalah sama pentingnya dengan kemampuan terbang itu sendiri. Untuk
itulah, manusia merancang pesawat terbang dengan kemampuan manuver yang tinggi, yaitu
helikopter. Helikopter mampu melayang di udara pada posisi tetap dan lepas landas secara tegak
lurus. Karena keuntungan militer inilah, berbagai negara telah menyediakan dana dalam jumlah
tak terbatas untuk pengembangan helikopter. Akan tetapi, penelitian terkini telah menemukan
Iakta yang sangat mencengangkan. Teknologi penerbangan helikopter modern ternyata sangat
tertinggal jauh dibanding dengan seekor makhluk mungil yang mampu terbang. Makhluk ini
adalah capung.
Sistem penerbangan capung adalah sebuah keajaiban disain dengan teknologi terbang yang
mengalahkan semua mesin buatan manusia. Dengan alasan inilah, disain model terakhir
helikopter Sikorsky yang terkenal di dunia, dibuat menggunakan disain capung sebagai model.
Dalam proyek ini, perusahaan IBM membantu mendisain Sikorsky dengan memuat gambar-
gambar capung dalam komputer khusus. Setelah itu, dengan mengambil contoh capung, ribuan
ilustrasi dibuat dalam komputer. Kemudian, dengan mencontoh teknologi terbang capung,
dibuatlah model helikopter Sikorsky.

Helikopter Sikorsky dirancang dengan meniru rancangan
sempurna dan kemampuan manuver dari seekor capung.

Singkatnya, tubuh seekor serangga kecil memiliki disain lebih unggul dari rancangan manusia.
Teknologi penerbangan capung dan disain sayapnya mengemukakan suatu Iakta bahwa makhluk
kecil ini memperlihatkan kepada kita disain menakjubkan pada ciptaan Allah. Capung memiliki
dua pasang sayap yang ditempatkan secara diagonal pada tubuhnya, ini memungkinkannya
melakukan manuver sangat cepat. Capung dapat mencapai kecepatan lima puluh kilometer per
jam dalam waktu sangat singkat, hal yang sungguh luar biasa bagi seekor serangga. Seorang atlit
olimpiade dalam perlombaan lari seratus meter, hanya mampu berlari tiga puluh sembilan
kilometer per jam.
Giroskop Alami pada Capung
Ada satu persyaratan lagi bagi penerbangan yang baik. Penerbangan sangatlah berbahaya jika
tidak didukung oleh sistem penglihatan yang baik. Untuk itulah, pesawat terbang dan helicopter
modern memiliki sistem visual canggih. Capung juga memiliki sistem visual teramat canggih: ia
memiliki mata mikro berjumlah keseluruhan tiga puluh ribu buah, dan setiap mata mengarah ke
titik yang berbeda. Semua inIormasi dari mata-mata mikro ini diteruskan ke otak capung, yang
kemudian mengolahnya seperti komputer. Dengan sistem ini, capung memiliki kemampuan
melihat yang luar biasa.
Kemampuan manuver capung lebih unggul dari yang dimiliki helikopter. Misalnya, dengan satu
manuver cepat di menit terakhir, capung berhasil menyelamatkan diri dari truk yang datang dari
arah berlawanan.
Bahkan capung mampu meloloskan diri dari dua bahaya, yakni ketika ia harus menghindar dari
menabrak kaca depan mobil yang sedang melaju ke arahnya dan harus lolos dari burung yang
memburunya. Ia berhasil menyelamatkan diri dengan satu manuver cerdas.
Satu permasalahan yang dihadapi pilot, yang seringkali harus melakukan manuver, adalah bahwa
setelah suatu manuver, pilot mengalami kesulitan dalam menentukan posisi pesawat relatiI
terhadap permukaan bumi. Jika pilot kebingungan menentukan posisi bagian atas dan bawah
pesawat setelah melakukan manuver, maka pesawat ini dapat mengalami kecelakaan. Para
teknisi telah mengembangkan suatu alat untuk mengatasi hal ini, yakni giroskop. Alat ini
menunjukan pilot pada garis horisontal yang menandakan posisi horison. Pilot membandingkan
garis horisontal ini dengan horison sesungguhnya, dan dengan demikian ia dapat menentukan
posisi pesawat dengan cepat. Selama jutaan tahun, capung telah memakai perlengkapan yang
mirip dengan yang dikembangkan oleh para teknisi ini. Di depan mata capung terdapat garis
horisontal maya pada posisi tetap. Tak menjadi masalah, pada sudut berapa pun ia terbang, ia
selalu memposisikan kepalanya sejajar dengan garis horisontal ini.
Ketika posisi tubuh capung berubah selama penerbangan, rambut-rambut di antara badan dan
kepalanya menjadi terangsang. Sel-sel saraI pada akar rambut ini mengirimkan inIormasi ke
otot-otot terbang capung tentang posisinya di udara. Hal ini memungkinkan otot-otot tersebut
secara otomatis mengatur jumlah dan kecepatan gerak sayap. Dengan demikian, dalam manuver
paling sulit sekalipun, capung tidak pernah kehilangan arah atau kendali. Sistem ini sungguh
merupakan suatu keajaiban teknik.
Disini, manusia yang berakal akan berpikir. Capung sendiri tidak mengetahui akan sistem luar
biasa yang ia miliki. Lalu, siapakah yang meletakan pada tubuh serangga ini sistem penerbangan
yang sedemikian kompleks, yang bahkan para insinyur ahli telah menggunakannya sebagai
model? Siapakah yang melengkapi serangga ini dengan sayap sempurna, motor yang
menggerakkan sayap dan sistem penglihatan yang prima? Siapakah !0ncipta disain yang luar
biasa ini?
Capung: Diciptakan Sudah Sempurna dan Lengkap
Teori evolusi Darwin, yang mencoba menjelaskan kehidupan dengan peristiwa kebetulan, tak
mampu berbicara ketika dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan ini. Mustahil bahwa sistem
dalam tubuh capung dapat terbentuk melalui evolusi, yakni pembentukan tahap demi tahap
secara kebetulan. Hal ini dikarenakan bahwa agar suatu makhluk hidup dapat hidup, semua
sistem ini harus ada pada saat yang bersamaan dan telah lengkap. Capung paling pertama di
dunia juga pasti muncul dengan mekanisme yang sama mengagumkannya dengan yang dimiliki
capung zaman sekarang. Hal ini telah dibuktikan oleh catatan Iosil tentang sejarah alam. Catatan
Iosil menunjukan bahwa capung-capung muncul di bumi pada saat bersamaan secara serentak.
Fosil capung tertua yang diketahui ini berusia tiga ratus dua puluh juta tahun. Pada lapisan-
lapisan Iosil periode lebih awal, tidak dijumpai sesuatu pun yang menyerupai seekor capung.
Tambahan lagi, sejak pertama kali capung muncul, catatan Iosil menunjukan bahwa ia tidak
mengalami evolusi.
Fosil capung tertua benar-benar sama dengan capung-capung yang hidup sekarang. Antara Iosil
berusia seratus empat puluh juta tahun dengan capung masa kini di sebelahnya tidak ada
perbedaan sama sekali. Kenyataan ini sekali lagi membuktikan kekeliruan teori evolusi sekaligus
menunjukan dengan sebenarnya bagaimana capung dan semua makhluk hidup di dunia ini
muncul menjadi ada. Adalah Allah, Tuhan seluruh alam, yang menciptakan semua makhluk
hidup, dan masing-masing dari mereka adalah bukti keberadaan-Nya. Di samping Allah, tak ada
kekuatan lain yang mampu menciptakan seekor lalat sekali pun. Fakta ini dinyatakan oleh Allah
dalam Alquran:
Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu.
Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor
lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya.
Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari
lalat itu.
Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah. (QS. Al-Hajj, 22:
73)
Bukti Teknologi Manusia Meniru Teknologi Ciptaan Tuban

ualam menemukan Leknologl baru manusla dan alam semesLa selaku clpLaan 1uhan sallng serasl
kadang manusla yang leblh dulu menemukan suaLu Leknologl LeLapl LernyaLa alam sudah leblh dulu
memakalnya

kellhaLannya dalam lomba lnl manusla yang menemukan suaLu prlnslp dalam Leknologl padahal
sebenarnya sudah ada dl alam karena 1uhan memang sudah meneLapkan hukum aLasnya demlklan
sedangkan manusla belum lama memulalnya umaL manusla dengan berbagal penemuan baru Lerus
berlnovasl dan mempela[arlnya darl alam ConLohnya roda bulaL roda dlperlukan unLuk mempercepaL
[alannya suaLu benda Mesln uap unLuk mengganLlkan Lenaga kuda moLor bahan bakar unLuk
menghasllkan Lenaga yang mengganLlkan mesln uap 8eglLu [uga rokeL persawaL Lerbang Lermasuk
pesawaL ulangallk unLuk mencapal bulan Semua lLu Lldak dlsedlakan alam beglLu sa[a Lapl keLahullah
bahwa clpLaan 1uhan sudah se[ak dlclpLakannya memakal Leknologl yang baru dlkeLemukan lLu

1ekno|og| Dar| A|am
SeLelah dlpela[arl leblh dalam LernyaLa alam leblh sudah lengkap menyedlakannya rlnslp ker[a daya
dorong rokeL LernyaLa sudah dlpakal leblh dulu oleh uburubur lde dasar dalam pembakaran dua bahan
klmla men[adl bahan bakar rokeL dalam saLu ruang yang sama LernyaLa [uga dlgunakan oleh kumbang
pembom 8rachynus creplLans

ul !epang sebuah kamar hoLel supermurah yang dlbangun khusus unLuk ukuran Lubuh manusla kondlsl
kamar lLu dlberl lampu unLuk membaca dengan faslllLas pesawaL 1v pada dlndlngnya LeLapl kamar
berbenLuk selsel lLu dlsusun berLlngkaL sehlngga sangaL hemaL ruang lnl adalah suaLu lnovasl yang
mengagumkan namun [angan salah LernyaLa 1uhan Lelah menclpLakan Leknologl lLu leblh dulu pada
lebah Sel yang dlbangun pada kamar hoLel LersebuL dlpakal [uga oleh lebah yang pas unLuk badan
seekor lebah yang mau Lldur

8eglLu [uga slmpul Lall Lambang unLuk menglkaLkan sesuaLu
Sebuah kapal lauL yang besar mlsalnya semakln banyak llngkaran Lall sebagal slmpul pada Llang
LambaLan pada dermaga makln makln kuaL Lall LersebuL menglkaL sl kapal lLu Laln pula halnya dengan
Llana se[enls Lanaman peman[aL yang banyak Lumbuh dl huLan belanLara 1anaman lnl [uga sudah leblh
dulu menerapkan Leknologl agar blsa kokoh LerLambaL pada baLang pohon laln dl seklLarnya Semakln
banyak mellllLkan akarnya maka semakln kokoh Lanaman lnl menahan Larlkan aLau hembusan angln

Laln pula halnya dengan kabel Lelepon yang klLa kenal berbenLuk splral dlmana se[ak Lahun 40an (dl
Amerlka) Lelah dlpakal unLuk mengganLlkan kabel kuno yang gepeng lLu LernyaLa [uga sudah dlgunakan
oleh Lanaman marklsah asslflora vlvldlflora unLuk mengalLkan ranLlngnya pada Lanaman dl seklLarnya
Makdud Lanaman lnl berbuaL demlklan adalah karena Lumbuhan lnl dl huLan belanLara selalu dlLerpa
angln sehlngga perlu flekslblllLas Llnggl agar Lldak puLus blla sewakLuwakLu daLang hembusan angln
yang kuaL

ul bldang olahraga mlsalnya lomba loncaL galah dl suaLu arena aLleLlk emakalan galah kayu yang
mampu menahan beraL beban boboL orang dewasa sehlngga mampu meloncaLl garls keLlngglan
LerLenLu LernyaLa menggunakan Leknologl daya penLal baLang kayu ul alam Leorl lnl dlgunakan baLang
gandum unLuk menahan beraL beban seLlap bullr buahnya 8eraL baLang gandum yang hanya 08 g
beglLu [uga galah Ladl yang beraLnya hanya 2 kg mendasarl prlnslp ker[anya yang sama 8enLuk
pembuluh yang ada pada kedua bldang LersebuL dapaL menghemaL boboL beglLu [uga pada [arlngan
kayu yang Lahan Larlkan sehlngga membuaL baLang LersebuL memlllkl sLabllllLas yang luar blasa uan
keduanya dapaL memanLulkan beban yang beberapa kall leblh besar darl boboL sebenarnya

1eor| kubah Geodet|s dan kadar
ualam karya arslLek 8lchard 8uckmlnsLer luller menghasllkan sebuah karya yang menak[ubkan uengan
perhlLungan maLemaLls yang rumlL la berhasll mengembangkan sebuah kubah geodeLls rlnslp ker[a
kubah lnl Lldak memerlukan baLu semen lagl unLuk membuaLnya sebagalmana kubah kuno gedung
kaplLol Amerlka aLau gere[a SanLo eLrus dl 8oma 1eorl yang dlpakal menggunakan baLanganbaLangan
besl yang sallng dllekaLkan saLu dengan lalnnya memakal sekrup komblnasl segl Llga aLau segl enam
yang dlhasllkan baLangan lnl blsa menampung daya Lekan kubah yang amaL beraL secara bersamaan dan
meneruskannya secara meraLa ke Lanah

1eorl kubahnya lnl yang perLama kall dlprakLekkan pada Lahun 1933 dl aLas gedung kanLor pusaL lord
Company dl ueLrolL sehlngga menlmbulkan sensasl besar Luas ruang yang dlpayunglnya sangaL
menak[ubkan blsa sampal bergarls Lengah 28 m dengan beraL kubah lLu sendlrl yang hamplr 83 Lon

Lalu apakah Leorl lnl bukLl keunggulan hasll lnovasl plklran manusla? 1ernyaLa Lldak! ara bloglog
beberapa Lahun kemudlan dengan memakal mlkroskop elekLron dalam penellLlannya menemukan
dunla renlk yang menak[ubkan yang memakal prlnslp lnl Sekumpulan ganggang kerslk ulaLomeae yang
berkerangka kapur Lelah leblh dulu menggunakan prlnslp kubah Ladl persls seperLl kubah clpLaan sl
luller

uarl segala fenomena dl aLas LernyaLa Allah SW1 lewaL clpLaannya yaknl alam semesLa Lelah
menclpLakan berbagal makhluknya yang dlmodall dengan berbagal Leknologl yang lambaL laun dlpakal
manusla 1ldak perlu [auh[auh seperLl lnovasl Leknologl kompuLer mlsalnya ALau slsLem pecarlan
benda dl kegelapan pada kelelawar SlsLem yang dlgunakan kalelawar LernyaLa sama persls dengan
radar yang dlkembangkan Cregory 8relL dan Merle A 1uve dua orang flslkawan Amerlka

kelelawar lewaL hldungnya memeklkkan suara berfrekuesl Llnggl yang nanLlnya akan dlpanLulkan oleh
Lubuh serangga yang dlburunya dl kegelapan anLulan lnl akan dlLangkap oleh Lellnga dan dlolah
daLanya dalam oLak nah daLa lnllah yang dlgunakan sl kelelawar unLuk meneLapkan poslsl serangga
kecll yang dlburunya dalam kegelapan lLu Sama halnya dengan pesawaL radar Lemuan manusla Sebuah
radar [uga menylarkan gelombang elekLromagneLlk berfrekuensl Llnggl ke segala arah guna
menglndenLlflkasl benda yang dlcarl dl kegelapan uaLa panLulan yang dlpanLulkan akan dlrekam oleh
kompuLer yang kemudlan menguralkannya men[adl sebuah daLa poslsl musuh yang akan menyerang
sehlngga sebelum sebuah rudal sampal ke sasaran Lembaknya sudah blsa dlhancurkan leblh dulu oleh
sen[aLa rokeL penangkal

Cleh sebab lLu makln banyak Leknologl pengeLahuan yang dlLemukan manusla dl kemudlan harl
LernyaLa akan makln banyak pula kesamaankesamaan yang akan Lampak dengan penemuan clpLaan
Allah sebelumnya***
ata Lalat 0njadi Sumb07 Ilham
agi Sist0m !0ncit7aan a7u di Dunia
K0dokt07an

HARUN YAHYA


Kirim artikel ini



Sebuah perangkat optik murah yang terilhami rancangan pada mata lalat membuka pintu bagi
pengembangan peralatan-peralatan pencitraan baru di dunia kedokteran (medical imaging
device).
ManIaat dari penggunaan perangkat pencitraan magnetis dalam pemeriksaan dan pengobatan di
dunia kedokteran tidaklah diragukan. Para ilmuwan Israel kini tengah mengembangkan
perangkat baru di bidang ini. Mereka berharap bahwa alat ini, yang masih dalam tahap
pengembangan, akan memberikan lebih banyak keuntungan daripada yang ada sekarang.
Keuntungan ini adalah biaya yang lebih murah daripada teknologi pencitraan yang digunakan
pada perangkat-perangkat yang sudah ada. Oleh karenanya, jika rencana ini telah menjadi
kenyataan, masyarakat akan mendapat kesempatan untuk diperiksa kesehatannya menggunakan
alat pencitraan |scan| ini dengan lebih sering. Mahalnya perangkat pencitraan resonansi magnetis
[Magnetic Resonance Imaging - MRI] atau pemeriksaan dini kanker dengan menggunakan sinar-
X yang bisa membahayakan, dijelaskan sebagai berikut:
Agar cahaya dapat dimanIaatkan dalam pencitraan di bidang kedokteran, Ioton (partikel cahaya)
berjumlah sedikit yang dipancarkan obyek |bagian tubuh| yang sedang dicitrakan haruslah dapat
dikenali. Hal ini merupakan sebuah kendala yang dimiliki alat-alat yang sudah ada. Jaringan
tubuh yang menutupi obyek yang sedang dicitrakan menyebabkan terbentuknya pengotor pada
gambar dengan mengaburkan cahaya. Dalam cara-cara yang diterapkan sekarang, permasalahan
ini diatasi dengan menggunakan kamera-kamera mahal yang dilengkapi shutter |katup| khusus
yang menyaring "pengotor" yang disebabkan oleh cahaya yang dihamburkan oleh jaringan tubuh
tersebut. Hal ini memperbesar biaya.
Peneliti Joseph Rosen dan David Abookasis dari Universitas Ben-Gurion di Israel kini telah
menemukan sebuah cara baru. Para ilmuwan mengumpulkan sejumlah gambar dari obyek yang
sedang dicitrakan dan menggabungkan gambar-gambar ini sedemikian rupa untuk menghasilkan
satu gambar bagus dari obyek tersebut. Jadi, mereka mendapatkan sebuah gambar hasil rata-rata
dari gambar-gambar tersebut, dan cahaya yang dihamburkan oleh jaringan tubuh, yakni
"pengotor" pada gambar, dapat dihilangkan. Penggabungan ini merupakan sebuah pemecahan
masalah nyata terhadap permasalahan-permasalahan yang ditemukan pada peralatan-peralatan
yang sudah ada. Akan tetapi, rancangan yang menjadi ilham dari pemecahan masalah melalui
cara penggabungan |gambar| ini bukanlah alat buatan manusia. Dalam mencari pemecahan
masalah ini, para ilmuwan tersebut terilhami oleh "mata majemuk" yang digunakan oleh lalat
selama ratusan juta tahun. Bahkan, judul yang mereka berikan pada penelitian mereka adalah
"Seeing through biological tissues using the fly eye principle" |Melihat Dengan Menembus
Jaringan Hidup Berdasarkan Prinsip Mata Lalat|.(1)
Mengambil rancangan pada mata lalat sebagai titik awal mereka, para ilmuwan ini
mempersiapkan serangkaian mikrolensa yang terdiri dari 132 buah lensa berukuran amat kecil.
Untuk menguji gagasan mereka, para peneliti tersebut mengambil dua potong |daging| dada
ayam dan menyelipkan sepotong tulang sayap di antara keduanya. Mereka lalu menyoroti salah
satu sisi dari daging itu dengan laser berkekuatan cahaya lemah dan meletakkan serangkaian
mikrolensa pada sisi yang lainnya. Gambar-gambar yang ditangkap mikrolensa diteruskan ke
kamera digital dengan lensa biasa. Komputer lalu menghilangkan sebagian besar dari pengotor
yang dihasilkan oleh cahaya yang terhamburkan, sehingga menghasilkan sebuah gambar yang
lebih jelas dari tulang sayap yang tertutupi |dada ayam|.
"Mikrolensa yang lebih banyak dan penyempurnaan-penyempurnaan lain seharusnya dapat
meningkatkan ketajaman gambar,' kata Rosen. 'Dengan pendanaan untuk mengembangkannya
lebih lanjut, perangkat kami mungkin dalam waktu setahun dapat melihat tulang-tulang di dalam
telapak tangan, atau akar sepotong gigi.' " (2)
Rosen menyatakan bahwa peralatan ini, yang bekerja berdasarkan prinsip mata lalat, begitu
menjanjikan, dan memunculkan kabar gembira bahwa dengan penggunaan alat ini, endoskop
yang tidak nyaman atau "kamera pil" yang harus ditelan dalam pencitraan perut (abdomen scans)
akan menjadi peninggalan masa lalu.
Rancangan Mata Lalat
Seekor lalat yang bergerak melintasi udara sungguh luar biasa lincah. Lalat dapat mengubah arah
terbangnya dalam sekejap ketika mengetahui adanya gerakan sangat lemah yang diarahkan
kepadanya. Lalat dapat memilih untuk mendarat pada lantai, dinding atau langit-langit sebuah
ruangan. Kenyataan bahwa lalat memiliki sebuah perangkat penglihatan amat hebat sangatlah
penting dalam hal ini. Penelitian lebih dekat pada lalat dengan segera memunculkan penjelasan
tentang sebab ketangkasan |terbang| ini. Mata lalat memiliki rancangan yang dikenal sebagai
"mata majemuk" dan yang memungkinkannya melihat melalui lensa |mata| yang berjumlah
banyak dan pada sudut pandang yang lebar.
Sebuah mata majemuk lalat tersusun atas satuan
optik berjumlah sangat banyak, masing-masing
dengan lensa optiknya sendiri, dan menghasilkan
sejumlah besar gambar. Rangkaian saraI dari setiap
satuan optik mengambil hasil rata-rata dari gambar
yang ada, sehingga dihasilkanlah sebuah bayangan
gambar yang lebih jelas daripada latar belakang
yang dipenuhi pengotor. Mata lalat dapat mengindra
getaran cahaya 330 kali per detik. Ditinjau dari sisi
ini, mata lalat enam kali lebih peka daripada mata
manusia.(3) Pada saat yang sama, mata lalat juga
dapat mengindra Irekuensi-Irekuensi ultraviolet pada
spektrum cahaya yang tidak terlihat oleh kita.
Perangkat ini memudahkan lalat untuk menghidar
dari musuhnya, terutama di lingkungan gelap.
Mata majemuk lalat merupakan alat tubuh terpenting yang memainkan peran dalam sistem
penglihatan, sebuah Iungsi teramat penting dalam kelangsungan hidup binatang tersebut. Ketika
alat tubuh ini diteliti, akan kita saksikan lensa-lensa, yang secara khusus menghamburkan
cahaya, membentuk permukaan cekung yang memberikan ruang penglihatan yang luas dan
memusatkan bayangan |gambar yang terbentuk| pada satu titik pusat. Sisi-sisi satuan optik
[optical unit] pada permukaan tersebut berbentuk segienam (heksagonal). Berkat bentuk
segienam ini, satuan-satuan optik itu satu sama lain terpasang rapat. Dengan cara ini, celah-celah
kosong yang tidak diinginkan -- yang muncul jika bentuk geometris lain digunakan -- tidaklah
terbentuk; dengan demikian penggunaan paling menguntungkan dari luasan yang ada telah
diterapkan. Meskipun berkas-berkas cahaya yang berasal dari sejumlah besar lensa diperkirakan
akan menghasilkan sebuah bayangan gambar yang kacau, ini tidak pernah terjadi, dan lalat dapat
melihat sebuah ruang penglihatan yang luas dalam satu bayangan gambar.
Terdapat rancangan unggul pada mata lalat. Prinsip teknik ini, yang telah digunakan oleh
manusia sejak beberapa ratus tahun lalu, telah ada pada lalat selama sekitar 390 juta tahun.
Pengkajian yang lebih umum pada sejarah alam kehidupan menunjukkan bahwa rancangan mata
majemuk (pada trilobita zaman Kambrium) berasal sejak kurang lebih 530 juta tahun yang lalu.
Lalat telah memiliki struktur mata ini sejak saat binatang ini muncul menjadi ada.
SIAPAKAH PEMILIK RANCANGAN PADA MATA LALAT?
Pertanyaan yang muncul adalah sebagai berikut: para ilmuwan meniru rancangan pada mata lalat
dalam mengembangkan peralatan mereka. Kenyataan bahwa mata lalat digunakan sebagai
sumber ilham dalam teknologi modern merupakan pertanda jelas akan rancangannya yang
unggul. Beragam bagian penyusun mata tersebut dapat dipahami sebagai sesuatu yang telah
dirancang untuk satu tujuan tertentu. Lalu bagaimanakah lalat mendapatkan rancangan ini?
Siapakah yang menyusun seluruh unsur-unsur pembentuk tersebut sedemikian rupa dan
membentuk mata lalat?

Penampakan mata lalat di bawah elektron
mikroskop.
Seluruh penataan pada mata lalat memperlihatkan bahwa rancangan ini diberikan pada serangga
tersebut oleh Dzat yang memiliki kecerdasan tanpa tanding. Tidak ada keraguan, Allah Yang
Mahakuasa-lah, Penguasa seluruh alam, Yang menciptakan lalat beserta sistem penglihatan
sempurna ini. Penciptaan luar biasa pada lalat merupakan sebuah isyarat kekuasaan Allah yang
tanpa batas.
Dalam sebuah ayat al Qur'an Allah mewahyukan:
Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu.
Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor
lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu
dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang
menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah. (QS. Al Hajj, 22:73)