Anda di halaman 1dari 4

UJIAN MID SEMESTER 1.

Menjelaskan hakikat dan martabat manusia ditinjau dari : a) Pendidik Manusia adalah mahluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Allah SWT. Kesempurnaan yang dimiliki oleh manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi dan tugas mereka sebagai khalifah dimuka bumi ini. Al-Quran menerangkan bahwa manusia berasal tanah dengan mempergunakan bermacammacam istilah, seperti : Turab, Thien, Shal-shal, dan Sualalah. Allah karuniakan kepada manusia berupa nikmat akal dan pemahaman serta derivat (turunan) dari apa-apa yang telah Allah tundukkan bagi manusia itu sehingga mereka dapat memanfaatkannya sesuai dengan keinginan mereka, dengan berbagai cara yang mampu mereka lakukan. Kedudukan akal dalam Islam adalah merupakan suatu kelebihan yang diberikan Allah kepada manusia dibanding dengan makhluk-makhluk-Nya yang lain. Dengannya, manusia dapat membuat hal-hal yang dapat mempermudah urusan mereka di dunia. Namun, segala yang dimiliki manusia tentu ada keterbatasan-keterbatasan sehingga ada pagar-pagar yang tidak boleh dilewati. Dengan adanya akal manusia dianjurkan Allah untuk menuntut ilmu dan mengajarkannya pada orang lain.Adapun hakikat manusia sebagaipendidik adalah mengajarkan kepada anak didiknya ilmu yang berguna bagi kehidupannya karena pendidik itu adalah orang yang mempunyai tanggung jawab dalam melaksanakan pendidikan.Pendidikn itu terbagi 2 yaitu : Pendidik menurut kodrat,yaitu orang tua Orang tua adalah pendidik yang pertama dan utama yang mengajarkan tentang nilai-nilai kehidupan.Orang tua bertanggung jawab menuntun perkembangan anaknya sehingga sang anak bisa menjadi anak yang berguna bagi orang lain. Pendidik menurut jabatan yaitu guru Guru sebagai pendidik menurut jabatan menerima tanggung jawab mendidik dari tiga pihak yaitu orang tua,masyarakat dan negara.Guru akan melanjutkan pendidikan yang telah diberiksn orang tua kepada subjek didik.Sebagai pendidik harus disenangi dan disegani oleh subjek didik,berarti ia harus mempunyai kewibawaan,punya emosi yang stabil untuk menghadapi berbagai macam subjek didik.

b) Tujuan pendidikan Hakikat dan martabat manusia berdasarkan tujuan pendidikan adalah membentuk manusia indonesia yang mandiri dalam konteks kehidupan pribadi dan kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara serta kehidupan sebagai makhluk yang beragama.

Tujuan merupakan faktor pendidikanyang memiliki posisi penting dalam proses pendidikan.Tujuan pendidikan ada yang sifatnya ideal dan ada pula yang sifatnya nyata.Dalam sistem pendidikan nasional,tujuan umum pendidikan dijabarkan dari falsafah bangsa,yaitu pancasila.Manusia indonesia yang dicita-citakan dan harus diupayakan melalui pendidikan adalah manusia yang bermoral,berilmu,berkepribadian, dan beramal bagi kepentingan manusia,masyarakat,bangsa dan negara. Pencapaian tujuan umum pendidikan selalu dilaksanakan dalam bentuk-bentuk pengkhususan karena mengingat keadaan-keadaan yang terdapat pada subjek didik,lingkungan serta diri pendidik sendiri.Hal-hal yang menyebabkan terjadinya pengkhususan tujuan umum itu adalah : Karakteristik anak didik,tingkat kemampuan,bakat,minat,jenis kelamin dan sebagainya. Tuntutan persyaratan pekerjaan di lapangan yang merupakan pencapaian tujuan anak didik. Perbedaan pandangan hidup masing-masing bangsa Perbedaan tujuan yang ingin dicapai masing-masing lembaga atan jalur pendidikan yang berbeda-beda. Kemampuan-kemamouan yang ada pada pendidik sendiri. c) Peserta didik Istilah subjek didik digunakan berdasarkan pandangan bahwa makhluk manusia yang dididik adalah makhluk yang berkepribadian.Istilah itu digunakan mengingat bahwa pendidikan adalah suatu proses pendidikan sepanjang hayat.Ia merupakan suatu proses,proses penyesuaian diri dan proses pemecahan masalah.Hakikat peserta didik didasarkan kepada empat hal,yaitu : Subjek didik bertanggung jawab atas pendidikannya sendiri sesuai dengan wawasan pendidikan seumur hidup. Subjek didik memiliki potensi baik fisik maupun psikologis yang berbedabeda,sehingga merupakan insan yang unik. Subjek didik memerlukan pembinaan individual serta perlakuan yang manusiawi. Subjek didik pada dasarnya merupakan insan yang aktif Subjek didik ialah manusia yang memiliki potensi yang selalu mengalami perkembangan sejak terciptanya sampai meninggal dunia dan perubahanperubahan terjadi secara bertahap tetapi secara wajar.Pendidik bertugas membimbing dan mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki oleh subjek didik itu pada tahapnya.
Menurut nativisme, manusia tidak perlu dididik, sebab perkembangan manusia sepenuhnya oleh bakat yang secara alami sudah ada pada dirinya. ditentukan Sedangkan menurut penganut empirisme adalah sebaliknya. Perkembangan dan pertumbuhan manusia sepenuhnya ditentukan oleh lingkungannya.

Dengan de- mikian aliran ini memandang pendidikan berperan penting dan sangat menentukan arah perkembangan manusia (Jalaluddin dan Ali Ahmad Zen, 1996:52). Adapun aliran ketiga, yaitu konvergensi merupakan perpaduan antara kedua pendapat tersebut. Menurut mereka memang manusia memiliki kemampuan dalam dirinya (bakat/potensi), tetapi potensi itu hanya dapat berkembang jika ada pengarahan pembinaan serta bimbingan dari luar (lingkungan). Harus ada perpaduan antara faktor dasar (potensi dan bakat) dan ajar (bimbingan) . Perkembangan seorang manusia tidak hanya ditentukan oleh kemampuan potensi/ bakat yang dibawanya. Tanpa ada intervensi dari luar (lingkungan) bakat/ potensi seseorang tak mungkin berkembang dengan baik. Lebih jauh Kohnstamm menambahnya dengan kemauan. Dengan demikian menurutnya, kemampuan seseorang akan berjalan dengan baik dan dapat dikembangkan secara maksimal, apabila ada perpaduan antara faktor dasar (potensi), faktor ajar (bimbingan) serta kesadaran dari individu itu sendiri untuk mengembangkan dirinya. Jadi disamping faktor potensi bawaan dan bimbingan dari lingkungan, untuk mengembangkan diri, seseorang perlu didorong oleh motivasi intrinsik (dorongan dari dalam dirinya).

2. Proses pembelajaran dengan pendekatan : a. High touch (sentuhan kasih sayang) Belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap situasi kondisi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu,dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan.Namun perubahan itu dapat mengarah kepada tingkah laku yang lebih baik tetapi juga ada kemungkinan mengarah kepada tingkah laku yang buruk. Proses pembelajaran dengan metode kasih sayang adalah proses pembelajaran yang dilakukan dari hati ke hati dan dilakukan oleh guru atau orang tua. Orang tua adalan pendidik yang utama dan pertama bagi seorang anak sebelum guru.Orang tua lah yang mengajarkan anak tentang arti kehidupan,orang tua mengajarkan anak apa yang tidak didapatnya di sekolah. Orang tua memberikan pelajaran dengan kasih sayang agar anaknya bisa memehami apa yang di maksudnya.contohnya saja apabila sang anak melakukan suatu kesalahan,pertama kali yang dilakukan orang tua adalah menegurnya dan memberikan nasehat-nasehat dengan lembut agar sang anak mengerti,orang tua tidak akan tega melakukan kekerasan kepada anaknya saat anak tersebut melakukan kesalahan Orang tua yang kurang memperhatikan pendidikan anaknya akan menjadi penyebab kesulitan belajar anak.Orang tua yang bersifat kejam,otoriter, akan menimbulkan mental yang tidak sehat bagi anak.Orang tua merupakan contoh terdekat bagi anak anaknya.Segala yang diperbuat orang tua tanpa di sadari akan ditiru oleh anaknya.

Sedangkan guru adalah pendidik di sekolah yang mengajarkan anak pengetahuanpengetahuan yang tidak dia dapat di rumah.Di sekolah lah anak mendapat pengetahuan untuk menentukan masa depannya.Guru yang tidak berkualitas,yang tidak memahami kesulitan-kesulitan yang dialami anak akan membuat anak semakin tidak mengerti dan malas belajar. Hubungan guru dengan murid yang tidak baik,dimana guru tersebut kasar,suka marah,suka mengejek,tak suka membantu anak,suka membentak merupakan sikap guru yang tidak disenangi murid sehingga menghambat perkembangan anak. b. High tech (tekhnologi) Tekhnologi merupakan alat yang digunakan untuk membantu kelancaran proses belajar mengajar siswa.Alat pelajaran yang tidak lengkap membuat penyajian pelajaran yang tidak baik.Terutama pelajaran yang bersifat praktikum,kurangnya alat laboratorium akan banyak menimbulkan kesulitan dalam belajar.Kemajuan tekhnologi membawa perkembangan pada alat-alat pelajaran/pendidikan. Timbulnya alat-alat itu akan menimbulkan : Perubahan metode mengajar guru Segi dalamnya ilmu pengetahuan pada pikiran anak Memenuhi tuntutan dari bermacam-macam tipe anak Tiadanya alat-alat itu guru cenderung menggunakan metode ceramah yang menimbulkan kepasifan bagi anak,sehingga tidak mustahil timbul kesulitan belajar. SUMBER
http://www.membuatblog.web.id/2010/02/pengertian-hakikat-manusia.html Drs m dalyono.1994.psikologi pendidikan.rineka cipta http://www.membuatblog.web.id/2010/02/pengertian-hakikat-manusia.html http://www.membuatblog.web.id/2010/02/pengertian-hakikat-manusia.html http://www.membuatblog.web.id/2010/02/pengertian-hakikat-manusia.html buku pengantar pendidikan

1. 2. 3. 4. 5. 6.