Anda di halaman 1dari 2

Peran Kalsium bagi Kontraksi Otot Rangka Adelin Prima Devita (1010312050)

PENDAHULUAN Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat didalam tubuh manusia. Kira-kira 99 persen kalsium terdapat di dalam jaringan keras yaitu pada tulang dan gigi dan satu persen lagi terdapat pada darah dan jaringan lunak. Tanpa kalsium yang satu persen ini, otot akan mengalami gangguan kontraksi, darah akan sulit membeku, transmisi saraf terganggu, dan sebagainya (http://www.kamusilmiah.com/kesehatan/manfaat-kalsium-bagi-tubuh-anda/, 2011). Otot rangka merupakan kelompok jaringan terbesar dalam tubuh dan membentuk sekitar 40% dari berat tubuh pada pria dan 32% pada wanita. Melalui kemampuan yang tinggi untuk berkontraksi, sel-sel otot mampu memendek dan membentuk tegangan untuk menghasilkan gerakan dan melakukan kerja (Sherwood, 2001:213). Melalui karya ilmiah ini, kita akan membahas tentang apa peran kalsium dalam proses kontraksi otot. Metode dilakukan dengan mengumpulkan beberapa sumber, membaca, memahami, dan menulis ulang kembali.

PEMBAHASAN Otot adalah spesialis kontraksi pada tubuh. Otot rangka melekat ke tulang dan kontraksinya menyebabkan tulang tempat melekat otot tersebut mampu bergerak sehingga memungkinkan tubuh melaksanakan berbagai aktivitas motorik. Otot rangka yang menunjang kesimbangan internal tubuh mencakup otot-otot yang penting dalam akuisisi, mengunyah, menelan mekanan, dan bernapas (Sherwood, 2001:212). Mekanisme kontraksi otot yaitu: 1. Rangsangan disampaikan ke serat otot dari sel saraf 2. Ujung saraf mensekresi suatu protein berupa asetil kolin 3. Asetil kolin bekerja lokal yang memungkinkan suatu reaksi penghantaran aliran listrik akibat perbedaan konsentrasi ion pada serat otot 4. Penghantaran tersebut lalu berjalan di sepanjang serat otot

5. Penghantaran aliran listrik tersebut menyebabkan terjadinya penurunan kenegatifan pada membran serabut otot yang menyebabkan terlepasnya sejumlah ion kalsium ke dalam filamen otot 6. Sementara itu, ATP terpecah menjadi ADP dan energi 7. Energi yang dilepas tersebut mengaktivasi kepala miosin ke posisi yang condong untuk mengikat kepala aktin. Aktin dan miosin merupakan protein serat otot 8. Ion-ion kalsium yang dilepaskan dari reticulum sarkoplasma tersebut kemudian berikatan dengan kepala aktin atau sering juga disebut active site 9. Active site kepala aktin kemudian terbuka untuk memungkinkan terjadinnya pengikatan aktin dan miosin. 10.Terjadi ikatan antara aktin dan miosin inilah yang disebut dengan kontaksi otot rangka Serat-serat otot tersusun dalam otot-otot utuh yang dapat berfungsi secara kooperatif untuk menimbulkan kontraksi dengan berbagai tingkat kekuatan. Dengan kata lain, gaya yang ditimbulkan suatu otot dapat dibuat bervariasi, bergantung pada berat beban. Untuk menghasilkan variasi tersebut, terdapat dua faktor yang harus disesuaikan yaitu jumlah serat otot yang berkontraksi di dalam sebuah otot dan tegangan yang dihasilkan oleh setiap serat untuk berkontraksi (Sherwood, 1996:224). Efisiensi kontraksi otot dapat diwujudkan hanya bila otot berkontraksi dengan kecepatan sedang. Bila otot berkontkasi secara lambat atau tanpa pergerakan sama sekali, sejumlah kecil panas akan dilepaskan selama proses kontraksi sehingga akan menurunkan efisiensi menjadi nol. Sebaliknya bila kontraksi terlalu cepat, sejumlah besar energi digunakan untuk melawan gesekan di dalam otot itu sendiri, dan hal ini juga akan mengurangi efisiensi kontraksi (Guyton, John E. Hall, 2007:82).

PENUTUTUP Berdasarkan proses di atas, dapat disimpulan bahwa kalsium merupakan ion yang berperan penting sebagai pencetus terbukanya active site pada protein serat otot jantung sehingga kontraksi otot dapat terjadi. DAFTAR PUSTAKA Guyton, Arthur C, John E. Hall.2007.Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, terj. Irawati.Jakarta:EGC Sherwood, Lauralee.2001.Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem, terj. Brahm U. Pendit.Jakarta:EGC http://www.kamusilmiah.com/kesehatan/manfaat-kalsium-bagi-tubuh-anda/. Manfaat Kalsium bagi Tubuh Anda. Diakses pada 29 Januari 2011. 20:08:34 WIB.