Anda di halaman 1dari 9

2

SISTEM EKONOMI POLITIK dan SEJARAH EKONOMI INDONESIA SEJAK ORDE LAMA HINGGA PEMERINTAH REFORMASI By: Dra Siti Nadhifah MM

Tujuan Instruksional Khusus: 1. Mahasiswa lebih memahami kondisi ekonomi yang sedang berjalan saat ini 2. Mahasiswa memperoleh gambaran jelas tentang system ekonomi yang cocok bagi negara Indonesia. 3. Mahasiswa dapat membedakan system ekonomi yang ada di dunia dan menerapkan pada dunia perekonomian dan bisnis yang ada. Pendahuluan Pola dan proses dinamika pembangunan ekonomi suatu negara ditentukan banyak faktor yaitu internal dan eksternal. Faktor internal antara lain adalah kondisi fisik (iklim), sumberdaya alam, sumberdaya manusia,kondisi awal ekonomi, sosial dan budaya, sistem politik dan peran pemerintah. Kedaan perekonomian negara berkembang (LDCs) saat ini tidak terlepas dari pengaruh system perekonomian atau orientasi pembangunan ekonomi yang diterapkan atau orientasi pembangunan ekonomi yang diterapkan, pembangunan infrastruktur fisik dan sosial (pendidikan dan kesehatan) dan tingkat pembangunan yang dicapai masa lalu yaitu jaman penjajahan.

A. PemerintahanOrde Lama Setelah merdeka, keadaan ekonomi Indonesia sangat buruk, ekonomi nasional mengalami stagflasi (kegiatan terhenti dengan inflasi yang tinggi). Hal ini karena pendudukan Jepang, perang dunia II, perang revolusi dan manajemenen konomi makro yang sangat buruk.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Siti Nadifa MM KAPITA SELEKTA

Selama periode tahun 1950-an struktur ekonomi Indonesia masih peninggalan jaman kolonial. Sektor formal/modern/tambang, distribusi, transportasi, bank dan pertanian komersial, memiliki kontribusi lebih besar pada sector informal/tradisional terhadap output nasional atau produk domestik bruto (PDB) didominasi oleh perusahaan asing yang orientasi ekspor sehingga dikatakan struktur ekonomi Indonesia adalah dual societies (salah satu karakteristik utama negara-negara berkembang). Hal ini terjadi karena pemerintah yang berkuasa menerapkan diskriminasi kebijakan antara penduduk asli dengan orang-orang non pribumi. B. Pemerintahan Orde Baru. Sejak Maret 1966 Indonesia memasuki pemerintahan orde baru. pemerintah orde baru ditujukan pembangunan ekonomi dan sosial di tanah air. Terlebih dulu pemerintah melakukan pemulihan stabilitas ekonomi social dan politik serta rehabilitasi ekonomi dalam negeri. Akhir tahun1960-an, atas kerjasama dengan Bank Dunia, IMF dan ADB, dibentuk kelompok konsorsium yang disebut IGGI (Inter Government Group on Indonesia). Tujuan jangka panjang pembangunan ekonomi di Indonesia pada masa pembangunan ekonomi di Indonesia pada masa orde baru ide meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui industrialisasi dalam sekala besar, yang efektif menanggulangi masalah ekonomi seperti kesempatan kerja dan defisit neraca pembayaran. Diharapkan ada trikle down effect (efek penetesan ke bawah). Menurut pemikiran Rostow, bahwa pembangunan selanjutnya yang tinggal landas, selain stablisasi, rehabilitasi dan pembangunan menyeluruh pada tahun dasar. Tujuan utama repelita I menjadikan Indonesia sebegai self sufficient (terutama kebutuhan beras). Dampak repelita I dan repelita berikutnya terhadap perekonomian Indonesia cukup mengagumkan terutama dilihat pada tingkat makro. Proses pembangunan berjalan sangat cepat dan laju pertumbuhan rata-rata pertahun cukup tinggi daripada orde lama dan relatif lebih tinggi daripada laju pertumbuhan ekonomi dari kelompokLDCs yang lainnya. Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Ir. Siti Nadifa MM KAPITA SELEKTA Perhatian lewat

pada kesejahteraan masyarakat

Pembangunan ekonomi yang terjadi selama periode orde baru juga berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat perkapita di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh kemampuan kabinet dalam menyusun rencana, strategi dan kebijakan ekonomi, penghasilan ekspor yang besar dari minyak. Proses pembangunan semakin cepat dalam decade 1980-an,dimana pemerintah mengeluarkan deregulasi dibidang moneter dengan tujuan untuk meningkatkan ekspor non migas Indonesia dan pertumbuhan ekonomi tinggi yang berkelanjutan. Di sisilain dampak pertumbuhan pembangunan tidak mengalami pemerataan, sehingga menimbulkan kesenjangan. Tetapi untuk mengurangi kesenjangan dan kemiskinan dilakukan berbagai macam program (IDT, keluarga sejahtera dan pembinaan usaha kecil). C. Pemerintahan Transisi. Sejak tanggal 14 dan 15 Mei1997 nilai tukar baht Thailand terhadap dollar AS, mengalami goncangan hebat karena para investor mengambil keputusan jual. Apa yang terjadi di Thailand, akhirnya merembet ke Indonesia dan beberapa negara ASEAN yang lain. rupiah Indonesia mulai goyang bulan Juli 1997. Sekitar bulan September1997,nilai tukar yang terus melemah mulai menggoncang perekonomian nasional. Selanjutnya pemerintah Indonesia menunda proyekproyek bernila triliunan rupiah. Bulan Oktober 1997, lembaga keuangan internasional (IMF) memberikan bantuan. Tahap pertama digunakan sebagai tahanan lapis pertama, seiring dengan paket reformasi yang ditentukan oleh IMF, pemerintah Indonesia mencabut izin 16 Bank swasta yang dinilai tidak sehat dan inilah awal kehancuran perekonomian Indonesia. Selanjutnya berdampak kepada kepercayaan masyarakat dalam dan luar negeri, terhadap pemerintah Indonesia terus merosot dan harus ditegaskan dalam nota kesepakatan (letter of intents) yang ditandatangani pemerintah Indonesia dengan IMF. Nota kesepakatan terdiri atas 50 butir kebijakan mencakup ekonomi makro (fiskal dan moneter, restruturisasi) Kepercayaan masyarakat dalam dan luar negeri terhadap kinerja ekonomi. Indonesia terus merosot, sehinggaperlu ditegaskan dalam letter of

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Siti Nadifa MM KAPITA SELEKTA

intens.Akhirnya krisis rupiah menjelma menjadi krisis ekonomi yang akhirnya memunculkan krisis politik. D. Pemerintahan Reformasi. Awal pemerintahan ini,masyarakat umum dan kalangan pengusaha dan investor (asing). Memiliki pengharapan yang besar terhadap kemampuan dan kesungguhan pemerintah untuk membangkitkan perekonomian nasional dan menyelesaikan masalah warisan terdahulu. Tahun 2000 kondisi ekonomi Indonesia mulai menunjukkan adanya perbaikan.Laju pertumbuhan PDB mulai positif, dan laju inflasi maupun tingkat suku bunga (SBI) rendah mencerminkan konsisi moniter dalam negeri yang stabil. Hubungan pemerintah Indonesia dengan IMF tidak baik karena masalah amandemen UU No. 23 tahun 1999 mengenai Bank Indonesia, penerapan otonomi daerah dan revisi APBN 2001 yang terus tertunda pelaksanaannya. Indonesia terancam dinyatakan bangkrut oleh club negara-negara donor. Lemah dan tidak stabilnya nilai tukar rupiah tersebut sangat berdampak negatif terhadap roda perekonomian nasional yang bias menghambat usaha pemulihan bahkan bias membawa Indonesia ke krisis kedua yang dampaknya terhadap ekonomi, social dan politik akan jauh lebih besar daripada krisis pertama. Dampak negatif ini terutama karena dua hal. Pertama, perekonomian Indonesia masih sangat tergantung pada impor,baik untuk barang barang modal dan pembantu, komponen dan bahan baku, maupun barang-barang konsumsi. Kedua, utang luar negeri (ULN) Indonesia dalam nilai dollar AS, baik sector swasta maupun pemerintah, sangat besar. Ilmu ekonomi politik secara konvensional mempelajari secara detail system ekonomi dan politik suatu negara, yang diterapkan untuk masyarakat dan praktek pemerintahan sehari-hari. Bagaimana system kekuasaan dan pemerintahan dipakai sebagai instrumen untuk mengatur kehidupan social maupun system ekonomi. Ilmu ekonomi politik konvensional memberikan analisa terhadap system kekuasaan dalam suatu negara yang mampu memberikan kebebasan atau tidak terhadap bekerjanya mekanisme pasar, sehingga analisa ekonomi politik memusatkan Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Ir. Siti Nadifa MM KAPITA SELEKTA

analisa ekonominya hanya terhadap system kapitalis dan system komunisme. Apabila analisa ilmu politik konvensional hanya pada pembagian kekuasaan tersebut, maka system tersebut terlihat statis, padahal proses ekonomi politik pada dasarnya sangat dinamis. Di dalam garis besarnya ada empat system Ekonomi politik, yakni: kapitalisme, sosialisme, komunisme, dan system ekonomi campuran ( mixed economic system). Tinjauan ini merupakan analisa permulaan terhadap berbagai karakteristik system ekonomi yang dianut masyarakat dunia, baik negara maju maupun negara berkembang. Secara matematis, system ekonomi politik dapat dipetakan: SEP : system ekonomi politik SDi : sifat dasar system itu SD1 : pemilikan SD2 : inisiatif pembentukan badan usaha SD3 : insentif ekonomi 1. Kapitalisme Adam Smith, seorang ekonom yang mengilhami system ekonomi pasar dan berkembang menjadi pemikiran kapitalisme. Di dalam salah satu bukunya banyak dibahas unsure-unsur penting didalam pasar, yang digerakkan oleh tangan-tangan ghaib (invisible hand), missal modal, tanah dan pekerja. Smith juga mengulas ekonomi pasar secara umum. Sistem ekonomi ini bermula sejak abad kedelapan belas di Eropa Barat khususnya dan menjadi sangat dominan sampai abad ke sembilan belas, hal ini dikarenakan dasar pemikirannya adalah pasar dan kepuasan memenuhi kebutuhan ekonomi. Pada abad ke sembilan belas terjadi krisis internal, dimana praktek kapitalisme melakukan eksploitasi terhadapburuh diberbagai kegiatan industri. Deskripsi normative dari system kapitalis antara lain : manusia merdeka yang legal secara politis maupun ekonomi. Ada pengakuan bahwa manusia merdeka. Di dalam kegiatan ekonomi, buruh dan pekerja menjual tenaganya kepada pemilik modal di pasar dengan system kontrak. Harga di pasar komoditi ditentukan oleh mekanisme pasar dan tangan ghaib (invisible hand). individu bekerja dengan tujuan mencari keuntungan maksimal kelangkaan sumber daya. Setiap karena SEP = f (SDi) dimana: SD3 : insentif ekonomi SD4 : mekanisme pembentukan harga SD5 : kompetisi atau persaingan SD6 : Struktur organisasi SD7 : jenis insentif/dorongan

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Siti Nadifa MM KAPITA SELEKTA

Di dalam system kapitalis, pemilikan (ownership) terletak di tangan individu, yang digunakan untuk tujuannya sendiri yaitu untuk mencari profit. Individu juga dapat melakukan inisiatif dan mengembangkan perusahaan secara partnership atau korporasi. Insentif ekonominya adalah keuntungan itu, di dalam aktivitas ekonominya berlaku hokum pasar, yakni pembentukan harga karena ada supply dan demand. Peran pemerintah hanya sebatas melakukan kontrol agar tidak terjadi kegagalan pasar. Pada dasarnya kegiatan ekonomiadalah pasar, dimana dalam transaksipasar berlaku kompetisi diantara pelaku usaha yang harus dijaga agar tidak terjadi distorsi, persaingan dianggap cara untuk mencapai efisiensi. Di dalam perkembangannya system kapitalis mengalami perubahan bentuk dan sifat, yang menyangkut teknikdan industri. Ekploitasi menurut kapitalisme terjadi manakala di dalam organisasi monopoli menghasilkan harga yang eksessif atau upah dibawah marginal revenue product. Di dalam pasar yang sehat tidak ada eksploitasi karena setiappelaku bertindak dengan sukarela. Kelemahan kapitalisme adalah pemborosan dan inefisiensi produksi dengan menghasilkan barang-barang mewah yang tidak essensial untuk keperluan hidup. Kenyataan ini menjadi sumber adanya eksternalitas, yang biayanya tidak diperhitungkan seperti rusaknya lingkungan dan biaya social lain. Sistem kapitalisme yang tidak diikuti penerapan norma sosialpolitik secara tepat dapat menghasilkan kesenjangan yang tinggi antara kelompok masyarakat,salah satu prinsip kapitalisme adalah kompetisi pasar yang berkaitan dengan efisiensi an skala usaha (economic of scale). Hanya pemilik modal yang bias bertahan, dan kelemahan dari system kapitalis ini dikompensasi dengan undang-undang perlindungan usaha kecil dan aturan persaingan yang sehat. Pengangguran dapat tercipta karena penggunaan mesin untuk mengefisienkan usaha yang dapat mensubtitusi sejumlah besar tenaga kerja sehingga pengangguran tidak dapat dihindarkan. Persaingan natra manusia dan mesin karena alasan insentif pasar, efisiensi dan keuntungan yang lebih besar. Kaum kapitalis memilih yang termurah, termudah dan paling efisien untukmencapai keuntungan. Prinsip ekonomi pasar yang berlaku merupakan cirri ekonomi liberal (free economy),yang menggambarkan suatu system ekonomi dengan partisipasi

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Siti Nadifa MM KAPITA SELEKTA

lebih besar dari aktivitas produksi, distribusi dan perdagangan yang digerakkan individu atau perusahaan. Banyak definisi tentang ciri-ciri kapitalisme,yakni ciri pemilikan pribadi (private property), kompetisi pasar, kebebasan individu,motivasi keuntungan dan manusia ekonomi (economic man). Menurut Peter Berger pertumbuhan ekonomi yang fantastis di Asia Timur sebagai kasus kapitalisme yang kedua (second case capitalism).

2. Sosialisme dan Komunisme ( RadicalPolitical Economy)


Pengertian sosialisme berdasarkan prinsip kolektif di dalam pemilikan alat-alat produksi dan distribusi. system ekonomi lainnya. sosialis bersinggungan Konsep atau ideology dalam sosialisme, perhatian terhadap kesejahteraan social lebih tinggi dibandingkan dengan Di dalam perkembangan sejarahnya, pemikiran dengan komunisme. Porsi perhatian dari

kelompokmasyarakat relatif lebih besar, walaupun implikasinya bias berlawanan dengan tujuan semula (kesejahteraan). Penerapan sistemini memberikan dampak lain terhadap masyarakat secara individu, social,politik rasa aman dan kesejahteraan karena tatanan ekonomi tidak sesuai dengan prinsip ekonomi pasar. Komunisme memang dibangun dengan fondasi pemikiran sosialisme, tetapi sosialisme tidak sama dengan komunisme. Pemikiran sosialisme merupakan akar utama dari pemikiran radikal komunisme,namun padasisi lain kapitalisme juga banyak mengambil pemikiran dasar sosialisme untuk mengeliminir kelemahan internalnya. Sistem ekonomi pasar social Jerman dan Eropa merupakan modifikasi penyerapan nilai sosialisme ke dalam pasar,tetapi tidak sebaliknya sosialisme menerapkan kapitalisme, kecuali China. Di dalam perkembangan sejarahnya, pengerahan kaum sosialis telah ada pada kelompok kiri masyarakat Eropa. Pengerahan bertujuan untuk melakukan reformasi social, bahkan revolusi social, perbaikan kondisi social dan peningkatan peranan negara di dalam mengontrol mekanisme pasar. Di dalam system ekonomi sosialisme, kelompok industri dasar dan sumber daya yang menyangkut kepentingan rakyat banyak dimiliki oleh negara. Sisanya dimiliki oleh individu dan diusahakan secara perorangan melalui badan

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Siti Nadifa MM KAPITA SELEKTA

usaha yang ada. Insentif sangat terbatas dan tidak bebas seperti negara kapitalisme. Aktivitas produksi di dalam sistem ekonomi sosialis adalah factor ekonomidan non ekonomi. Mekanisme berlakunya harga komoditi dipengaruhi oleh aturan pemerintah dan sedikit sekali pengaruh berlakunya hukum pasar. Di sini peran pemerintah cukup besar, terutama pada sector produksi strategis, ada kompetisi pasar sepanjang pemerintah membiarkan terhadapa pasar komoditi tertentu.

3. Ekonomi Campuran ( Mixed Economy)


Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan dari system ekonomi sosialisme dan kapitalisme. Usaha penyatuan ini dilakukan untuk menyerap elemen-elemen yang positif dan dinamis dari keduanya. Kedua bentuk ekstrim dari keduanya sebenarnya telah menuju ke arah system campuran, karena masing-masing berusaha membuang kelemahan-kelemahannya sehingga tersisa unsure-unsurnya, yang dinamis dan positif. Motif mencari keuntungan adalah unsure penting dalamkegiatan ekonomi dan produksi,tetapi bukan segalanya. Tanpa motifkeuntungan tidak akan ada usaha untuk pertumbuhan ekonomi dan akan menjadi lamban karena ditekan dan dimatikan seperti negara komunis. Sistem ekonomi campuran tetap berbasis pada prinsip pasar yang terkendali oleh aturan pemerintah. Ekonomi politik biasanya diartikan sebagai analisis terhadap proses politik yang berkaitan dengan bidang ekonomi. Didalam beberapa abad terakhir, analisis ekonomipolitik lebih ditandai oleh dua kubu pemikiran, yakni: versi liberalis dan komunitas (kelompok). logika ekonomi yang rasional. Menurut Peter Berger bahwa ekonomipasar merupakan salah satu syarat bagi terwujudnya demokrasi (Neccesary but not sufficient). China, Vietnam dan negara-negara komunis lainnya kini tengah bergerak menuju system politik yang liberal, sebagai konsekuensi dari penerapan leberalisme ekonomi. Kecenderungan ini telah mendunia dimana demokrasi dan system ekonomi pasarmenjadi pemicuterwujudnya masyarakat modern. Sistemekonomipasar tidaksendirinya menciptakan pertumbuhan, kesejahteraan dan pemerataan sekaligus.[ Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Ir. Siti Nadifa MM KAPITA SELEKTA Versi pertama dikembangkan dengan penekanan kajian terhadap bekerjanya mekanisme pasar dan karena alas an

Dinegara yang menganut ekonomipasar sekalipun pemerintah tidak sepenuhnya menyerahkan kekuatan pasar sebagai satu-satunyakekuatan social. Di Jerman dikenal apa yang disebut Social Market Economy (SME), yaitu upaya pelunakan system ekonomi liberal yang lebih manusiawi. Di satu sisi,inisiatifindividu tidak dikekang agar dinamika masyarakat tumbuh secara optimal, tetapi dipihak lain dituntut tanggung jawab social untuk meminimalkan bias yang negatif. Di Indonesia sudah system ekonomi kita didasarkan kepada ekonomi pasar, dan ini yang lebih sesuai dan perlu dikembangkan dengan unsure social yang manusiawi.

Daftar Pustaka: 1. Rachbini, Didik. Ekonomi Politik, Paradigma dan Teori Pilihan Publik. 2002. Jakarta. 2. Tambunan, TH. 2001. Perekonomian Indonesia. Ghalia Indonesia

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Siti Nadifa MM KAPITA SELEKTA