Anda di halaman 1dari 20

Diajukan sebagai syarat

Dalam menempuhmata kuliah wawasan nusantara



Oleh :

Rizky Triandi Pamungkas
31-2010-059






1URUSAN DESAIN INTERIOR
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL
BANDUNG
2011


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wata`ala yang maha
berilmu dan maha kuasa atas segala sesuatu, karena atas karunia serta ridha-Nya saya dapat
menyelesaikan laporan kunjungan studi ini tepat pada waktunya.
Dalam kesempatan ini saya juga ingin menyampaikan rasa terima kasih saya yang
sebesar-besarnya terutama kepada dosen mata kuliah Wawasan Nusantara yang telah
mengadakan kunjungan studi yang telah dilaksanakan serta bimbingan yang telah diberikan
kepada saya. Tidak lupa kepada keluarga saya, teman-teman dan semua pihak yang terkait
dalam pembuatan laporan ini sebelum maupun setelah pembuatan laporan ini.
Penulisan laporan ini tidak lain adalah merupakan syarat untuk menempuh mata
kuliah Wawasan Nusantara. Selanjutnya saya berharap laporan ini dapat bermanIaat atau
bahkan menjadi sebuah media pembelajaran bagi pembacanya.
Saya menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan laporan ini sangat banyak
kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu saya menyambut dengan baik semua
kritik dan saran, demi tercapainya penyusunan laporan yang lebih baik di masa yang akan
datang.



Bandung, 02 Juni 2011


Penyusun


DAFTAR ISI

Kata pengantar.......................................................................................................................
Daftar Isi.....................................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang.................................................................................................3
I.2 Maksud dan tujuan..........................................................................................4

BAB II PEMBAHASAN
II.1 Showhing room The Graha Chakra Bali Hotel............................................6
II.2 Desa Panglipuran...........................................................................................11

BAB III ANALISA
III.1 Analisa The Graha Chakra Bali Hotel........................................................15
III.2 Analisa Desa Panglipuran.............................................................................15

BAB IV KESIMPULAN
IV.1 kesimpulan dan saran...................................................................................18

Daftar pustaka........................................................................................................................19


BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Indonesia adalah sebuah negara kepulauan terbesar dengan jumlah penduduk terbesar ke-4
sedunia. Besarnya jumlah penduduk, letak geograIis dan sejarah yang berbeda-beda
mengisyaratkan kemajemukan budaya yang berada di Indonesia. Kemajemukan bangsa
Indonesia ini menjadi salah satu daya tarik Indonesia yang tidak ternilai harganya. Bahasa,
sastra, seni, budaya, pola hidup, kepercayaan dan perspektiI yang berbeda antara satu dengan
yang lain adalah hal-hal yang dapat dijumpai di Indonesia. Hal ini menjadi daya tarik yang
luar biasa bagi para turis internasional bahkan domestik untuk mengetahui lebih dalam
tentang indonesia. Namun hal tersebut tidak selamanya menjanjikan kesejahteraan. Sebab
saat ini masyarakat Indonesia lebih mengedepankan dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya
barat. Hal tersebut tentu saja mengancam eksistensi daripada budaya lokal yang kaya akan
makna, seni, bahasa dan budaya.
Besarnya potensi akan kekayaan budaya di Indonesia berarti besar pula peran
masyarakat di dalamnya. Peran masyarakat sebagai pelaku dan penjaga kebudayaan sangatlah
diperlukan. Selain menjadi ciri khas, kebudayaan juga merupakan lambang dari kepribadian
suatu daerah. Karena kebudayaan merupakan kekayaan serta ciri khas suatu daerah, maka
menjaga, memelihara dan melestarikan budaya merupakan kewajiban dari setiap individu,
dengan kata lain kebudayaan merupakan kekayaan yang harus dijaga dan dilestarikan oleh
setiap suku bangsa.
Latar belakang diadakannya kunjungan studi ini adalah sebagai syarat dalam
menempuh mata kuliah wawasan nusantara. Berikut merupakan deskripsi pelaksanaan
kunjungan studi tersebut :
Waktu Pelaksanaan : 1 mei 2011
Tempat Pelaksanaan : Bali Jogjakarta
Kegiatan : Pengamatan terhadap kebudayaan di Bali dan Jogjakarta

1.2. Maksud dan Tujuan


Karena menjaga, memelihara dan melestarikan kebudayaan merupakan kewajiban
suatu bangsa yang merupakan cerminan kepribadiannya. Mata kuliah wawasan nusantara
memiliki peran besar dalam pelestarian dan penjagaan budaya. Terlebih dalam mata kuliah
ini terdapat banyak pembahasan tentang kebudayaan-kebudayaan yang berada di Indonesia.
Sebagai calon desainer interior yang ilmu dasarnya adalah seni. Seni tentu berkaitan dengan
budaya, bahkan seni dan budaya menjadi dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Adanya mata
kuliah wawasan nusantara membantu mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai
indonesia dan menyadarkan mahasiswa betapa kayanya bangsa indonesia. Sehubungan
dengan ekskursi atau studi lapangan yang talah dilaksanakan, maka mahasiswa desain interior
harus dapat mengetahui dunia desain interior yang ada di Indonesia.
















BAB II
2.1 Showing room chakra hotel
The Graha Cakra Bali Hotel adalah hotel bintang 3 di Denpasar yang
berarsitektur Bali modern, dengan interior bernuansa keindahan dan penuh gaya, sangat
cocok sebagai sarana akomodasi untuk para pebisnis maupun wisatawan baik perorangan
maupun rombongan. Salah satu hotel bintang 3 di Denpasar yang juga dapat digunakan
sebagai tempat menginap adalah The Graha Cakra Bali Hotel. Selain menawarkan pelayanan
yang berkelas dan Iasilitas yang memadai, hotel Graha Cakra Bali juga menawarkan harga
yang relatiI murah untuk ukuran hotel bintang 3. Terletak di jalan By Pass Ngurah Rai 28,
Tohpati, Denpasar - Bali. lokasinya cukup strategis yaitu berada dipinggir jalan By Pass
Ngurah Rai yang merupakan jalan terbesar di Bali yang menghubungkan ujung
Kota Denpasar bagian utara dengan Nusa Dua.
The Graha Cakra Bali Hotel memiliki 3 tipe kamar berbeda antara kamar 32 kamar
superior ditambah 5 kamar deluxe serta 1 suite villa. Masing-masing kamar dilengkapi
dengan Air Conditioner, TV, Phone, toilet. The Graha Cakra Hotel Bali dilengkapi dengan
berbagai Iasilitas umum yaitu Hotspots Internet access, Room Service, Arjuna International
Restaurant, Bar & Lounge, Business Centre, Reading Corner, Convention Hall, Tennis Court,
parkir area, dan kolam renang termasuk kolam renang untuk belajar scuba diving.

The Graha Chakra Bali Hotel

2.1.1 Suite Villa




Gambar 1. Suite Villa

Suite Villa diIasilitasi dengan living room dan juga dining room, serta Iasilitas
pendukung yang telah diuraikan di atas. Di depan suite villa juga ada taman dengan kolam
kecil ditengahya.


The Graha Chakra Bali Hotel ini memiliki beberapa taman yang cukup mendukung
tema yang diusung oleh hotel ini, yaitu ethnic modern. Dapat kita amati bahwa, tema yang
diusung benar-benar ditimbulkan kesan etnik dan kebudayaan yang ada di bali. Terbukti dari
ornamen-ornamen yang dihadirkan disini.


Entrance menuju restoran
Saat kita memasuki lorong menuju kamar-kamar yang ada, kita disuguhkan dengan
pemandangan khas bali. Terlihat jelas dari kain yang dililitkan ke pilar yang ada di lorong
tersebut. Perhatikan gambar berikut.

Entrance ke kamar hotel


Arian International Restaurant
Suite villa dilengkapi dengan Iasilitas, living room, dining room, reIrigerator,
bedroom dan bathroom. Perhatikan gambar berikut :

Living Room Suite Villa

WashtaIel, reIrigerator dan dining room Suite Villa


Bathroom Suite Villa

Seperti yang terlihat pada gambar, interior yang dihadirkan oleh Suite Villa ini
memiliki kesan modern tradisional, terlihat jelas pada Iurniture kayu serta penggunaan
ukiran-ukiran khas Bali.
II.1.2 Deluxe Room

Deluxe Room
Deluxe room memiliki ruangan yang sedikit lebih besar dari superior room, yang
membedakannya hanyalah Iurniture dan tempat tidur yang menggunakan tirai. Bathroom
yang disediakan juga lengkap dengan bathtub dan shower.


Bathroom Deluxe Room

II.1.3 Superior Room

Superior Room
Perbedaannya dengan Deluxe Room tidaklah banyak, seperti yang telah diuraikan.
Superior room memiliki kamar mandi yang lengkap yaitu dengan shower dan bathtub.

II.2.1 Panglipuran

Desa adat Penglipuran berlokasi pada kabupaten Bangli yang berjarak 45 km dari kota
Denpasar, Desa adat yang juga menjadi objek wisata ini sangat mudah dilalui. Karena
letaknya yang berada di Jalan Utama Kintamani Bangli. Desa Penglipuran ini juga tampak
begitu asri, keasrian ini dapat kita rasakan begitu memasuki kawasan Desa. Pada areal Catus
pata yang merupakan area batas memasuki Desa Adat Penglipuran, disana terdapat Balai
Desa, Iasilitas masyarakat dan ruang terbuka untuk pertamanan yang merupakan areal
selamat datang.

jalan masuk menuju panglipuran
Keteraturan angkul atau pintu gerbang dan pola hunian di setiap pekarangan rumah
menjadi ciri khas desa adat yang pernah meraih penghargaan Kalpataru ini. Keserasian antara
arsitektur bangunan dengan lingkungan membuat desa ini berbeda dengan desa adat lainnya
yang ada di Bali. Kata panglipuran sendiri berarti relaksasi, nama tersebut diambul karena
memang sejak zaman kerajaan. Tempat ini telah menjadi termpat peristirahatan atau tempat
istirahatnya para raja.


Jalan utama desa panglipuran


Penglipuran merupakan satu dari sembilan desa adat yang ada di Bali. Desa ini berada
di Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali. Konon, keberadaan warga di sini berawal dari
perang pada tahun antara kerajaan Bangli dengan kerajaan Gianyar. Warga yang diminta
bertempur oleh raja Bangli lantas diberi hadiah berupa sebidang tanah yang kini lokasi tanah
tersebut berdiri Desa Adat Penglipuran.


gerbang masuk ke tiap kepala rumah tangga

Secara arsitektur, yang menarik dari desa ini adalah pola huniannya. Setiap bangunan
yang ada di masing-masing pekarangan ditata dengan rapi. Meskipun kini sudah
menggunakan material yang bukan aslinya, tatanan pola setiap bangunan tetap mencerminkan
sebagai sebuah bangunan arsitektur tradisional.


Jalan menuju gerbang menuju pura

Gerbang pura
Suasana desa ini terlihat berbeda dengan desa adat lainnya yang berada di Bali. Ketika
memasuki pintu gerbang dan memarkirkan kendaraan, suasana berbeda sungguh terasa.
Pintu gerbang khas Bali atau disebut angkul yang merupakan akses menuju rumah penduduk
yang berada setiap pekarangan terlihat seragam satu sama lain. Dindingnya terbuat dari
pasangan bata dengan atap bambu. Meskipun warna dan ornamennya ada yang berbeda,

tetapi keteraturan angkul di setiap rumah memberikan ciri khas yang berbeda dengan desa
adat yang lain.


















BAB III
ANALISA
III.1 The Graha Cakra Bali Hotel
The Graha Cakra Bali Hotel adalah hotel bintang tiga yang akan memenuhi segala
kebutuhan berakomodasi. The Graha Cakra Bali Hotel menyediakan banyak Iasilitas yang
baik bagi turis domestik maupun internasional. The Graha Cakra Bali Hotel yang mengusung
tema ethnic modern tentu saja akan membuat turis mancanegara tertarik, sebab turis
mancanegara sebagian besar sangat menikmati dan tertarik dengan nilai kebudayaan dan nilai
historis dari tempat yang mereka kunjungi. Intinya adalah, tema yang diusung oleh The
Graha Cakra Bali Hotel sangatlah cocok untuk memikat turis domestik maupun mancanegara.
Interior ruangan yang ada di setiap kamar pun dibuat dengan sangat baik dengan
menghasilkan kesan tradisional yang meskipun tidak kental, namun tetap terasa dengan
dibalut sentuhan modern. Intinya adalah setiap ruang yang ada di The Graha Cakra Bali Hotel
menciptakan kesan tradisional dibalut dengan sentuhan modern sehingga menciptakan
suasana yang nyaman, serta kesan keindahan juga terpancar dari setiap sudut ruang. Kesan
tradisional dapat kita rasakan dari banyaknya ornamen-ornamen Bali yang diaplikasikan pada
dinding ruang, kain yang diikatkan pada pilar, ukiran-ukiran khas bali serta beberapa ukiran
yang diaplikasikan pada dinding luar suite villa.

III.2 Desa Panglipuran
Desa ini merupakan salah satu kawasan pedesaan di Bali yang memiliki tatanan yang
teratur dari struktur desa tradisional, perpaduan tatanan tradisional dengan banyak ruang
terbuka pertamanan yang asri membuat desa ini membuat kita merasakan nuansa Bali pada
dahulu kala. Penataan Iisik dan struktur desa tersebut tidak lepas dari budaya yang dipegang
teguh oleh masyarakat Adat Penglipuran dan budaya masyarakatnya juga sudah berlaku turun
temurun.
Keunggulan dari desa adat penglipuran ini dibandingkan dengan desa-desa lainnya di
Bali adalah, Bagian depan rumah serupa dan seragam dari ujung utama desa sampai bagian
hilir desa. Desa tersusun sedemikian rapinya yang mana daerah utamanya terletak lebih tinggi

dan semakin menurun sampai kedaerah hilir. Selain bentuk depan yang sama, adanya juga
keseragaman bentuk dari bahan untuk membuat rumah tersebut. Seperti bahan tanah untuk
tembok dan untuk bagian atap terbuat dari penyengker dan bambu untuk bangunan diseluruh
desa.
Karena Desa Penglipuran terletak didataran yang agak tinggi, suasana terasa cukup
sejuk. Selain suasana pertamanan yang asri tetapi juga sangat ramahnya penduduk desa
terhadap tamu yang datang. Banyak wisatawan yang datang dapat menikmati suasana desa
dan masuk kerumah mereka untuk melihat kerajinan kerajinan yang penduduk desa buat.
Sehingga untuk tinggal berlama lama disini sangatlah menyenangkan.
Desa Penglipuran merupakan satu kawasan pedesaan yang memiliki tatanan spesiIik
dari struktur desa tradisional, sehingga menampilkan wajah pedesaan yang asri. Penataan
Iisik dari struktur desa tersebut tidak terlepas dari budaya masyarakatnya yang sudah berlaku
turun-temurun. Keunggulan dari desa adat Penglipuran ini terletak pada struktur Iisik desa
yang serupa seragam dari ujung utama desa sampai ke bagian hilir desa. Keseragaman dari
wajah desa tersebut di samping karena adanya keseragaman bentuk, juga dari keseragaman
bahan yaitu bahan tanah untuk tembok pagar (penyengker dan gerbang rumah (angkul-
angkul dan atap dari bambu yang dibelah untuk seluruh bangunan desa. TopograIi desa
tersusun sedemikian rupa di mana pada daerah utama desa kedudukannya lebih tinggi
demikian seterusnya menurun sampai daerah hilir. Uniknya desa ini menyebabkan
pemerintah propinsi Bali menetapkan desa Penglipuran sebagai daerah tujuan wisata pada
tahun 1992.
Selain keseragaman bentuk bangunan, desa yang terletak pada ketinggian 700 meter
dari permukaan laut ini juga memiliki sejumlah aturan adat dan tradisi unik lainnya. Salah
satunya, pantangan bagi kaum lelakinya untuk beristri lebih dari satu atau berpoligami. Lelaki
Penglipuran diharuskan menerapkan hidup monogami yakni hanya memiliki seorang istri.
Pantangan berpoligami ini diatur dalam peraturan (awig-awig desa adat. Dalam bab
perkawinan (pawos pawiwahan awig-awig itu disebutkan, krama Desa Adat Penglipuran
tan kadadosang madue istri langkung ring asiki. Artinya, krama Desa Adat Penglipuran tidak
diperbolehkan memiliki istri lebih dari satu. Jika ada lelaki Penglipuran yang telah menikah
naksir wanita lain lagi, maka cintanya harus dikubur sedalam-dalamnya. Sebab kalau
melanggar aturan ini, akibatnya bisa gawat.

Konsekwensinya adalah jika ada lelaki Penglipuran beristri yang coba-coba merasa
bisa berlaku adil dan menikahi wanita lain, maka lelaki tersebut akan dikucilkan di sebuah
tempat yang diberi nama arang Memadu. arang artinya tempat dan memadu artinya
berpoligami. Jadi, Karang Memadu merupakan sebutan untuk tempat bagi orang yang
berpoligami. arang Memadu merupakan sebidang lahan kosong di ujung Selatan desa.
Penduduk desa akan membuatkan si pelanggar itu sebuah gubuk sebagai tempat
tinggal bersama istrinya. Dia hanya boleh melintasi jalan-jalan tertentu di wilayah desa.
Artinya, suami-istri ini ruang geraknya di desa akan terbatas. Tak cuma itu, pernikahan orang
yang berpoligami itu juga tidak akan dilegitimasi oleh desa, upacaranya pernikahannya tidak
dipimpin olehJero ubayan yang merupakan pemimpin tertinggi di desa dalam pelaksanaan
upacara adat dan agama. Implikasinya, karena pernikahan itu dianggap tidak sah maka orang
tersebut juga dilarang untuk bersembahyang di pura-pura yang menjadi emongan (tanggung
jawab desa adat. Mereka hanya diperbolehkan sembanyang di tempat mereka sendiri.
Melihat hukuman yang menakutkan yang akan diterima oleh lelaki yang bermaksud
berpoligami ini, sampai sekarang tidak ada lelaki Penglipuran yang berani bersujud di kaki
istrinya agar diijinkan menikah lagi. Karang Memadu yang disiapkan oleh desa tetap tidak
berpenghuni dan bahkan oleh penduduk desa dianggap sebagai karang leteh (tempat yang
kotor. Mungkin lelaki Penglipuran lebih memilih hidup nyaman dengan satu istri
daripada digilir dua istri.

BAB IV

KESIMPULAN
Perjalanan yang telah dilaksanakan pada tanggal 1 mei 2011adalah merupakan
kegiatan studi lapangan untuk menempuh mata kuliah wawasan nusantara. Tidak lain adalah
untuk menambah wawasan tentang Indonesia tetang satu dari sekian banyak kebudayaan
yang dimiliki indonesia. Selain itu juga menambah khazanah pengetahuan mahasiswa desain
interior tentang berbagai interior yang ada di hotel-hotel yang ada di bali.
Keunikan yang dimiliki oleh the Graha Chakra Bali Hotel terletak pada konsep entnis
yang diusung. Itu merupakan daya tarik bagi wisatawan lokal maupun internasional. Ruang
kamar yang disediakan juga cukup banyak dan nyaman, menghasilkan kesan yang bertema
tradisional modern. Kebutuhan berakomodasi yang maksimal juga akan dirasakan karena
banyaknya Iasilitas pendukung di hotel tersebut. Hotel bintang tiga ini juga menyediakan
Iasilitas yang ada dengan harga yang terjangkau. Kesimpulannya adalah, hotel ini telah
berhasil memberikan kesan tradisional dan modern yang tergambar dari interior ruang serta
Iurniture yang mendukung konsep hotel ini.
Desa panglipuran adalah desa adat yang ditetapkan menjadi daerah wisata budaya
oleh pemerintah. Terasa sekali kebudayaan yang kental dari desa tersebut, setiap kepala
keluarga tinggal di sebuah komplek kecil yang terdiri dari beberapa elemen rumah. Ukiran-
ukiran, ornamen-ornamen serta penggunaan bambu untuk atap semakin menguatkan kesan
kebudayaan yang ada di desa panglipuran. Satu hal lain yang menjadi landmark dari desa
panglipuran adalah pura yang ada disana, terlebih gerbang menuju pura yang besar dan
mencolok.




DAFTAR PUSTAKA

http://www.thecakrahotels.com/
http://baliwww.com/index/hoteldetail/overview/1069.html
http://www.navigasi.net/goart.php?abudsplpr
http://www.scribd.com/doc/22449110/Pola-Pemukiman-Desa-Penglipuran