Anda di halaman 1dari 72

Kemu'jizatan Al Qur'an http://hilmanmuchsin.blogspot.

com/2009/10/kemujizatan-al-
quran.html
Di antara ciri agama yang layak dianut di abad modern adalah bahwa agama tersebut dibawa oleh
manusia pilihan ( yaitu Nabi) yang dikuatkan dengan mukjizat. Sebagian mukjizat nabi tersebut masih
bisa kita saksikan sekarang ini, sehingga kita bisa membuktikan apakah agama tersebut benar-benar asli
dari Pencipta atau tidak, dengan cara menentang mukjizat tersebut. Kalau mukjizat itu bisa kita kalahkan
berarti bukanlah mukjizat.

Dalam pengetahuan agama, mukjizat bisa diartikan sebagai sesuatu yang luar biasa, muncul pada diri
seorang yang mengaku menjadi Nabi, bersifat menantang dan tidak mungkin untuk ditandingi oleh
siapapun. Kalau mukjizat bisa ditandingi oleh manusia tidak ada artinya mukjizat tersebut sebagai tanda
kebenaran Rasulullah saw. Agama nantinya bisa dipalsukan oelh orang-orang yang mengaku menjadi
nabi.
Agama islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Beliau dikuatkan dengan berbagai
mukjizat seperti membelah bulan, Al Quran dsb. Mukjizat Nabi Muhammad saw yang masih bisa
disaksikan adalah Al Quran . Al quran adalah mukjizat Nabi muhammad yang abadi sampai hari Kiamat.

Ciri-ciri kemukjizatan Alquran adalah : Dia merupakan kitab suci yang luar biasa hebatnya baik ditinjau
dari segi keindahan susunan bahasa ataupun dari isinya. Dia diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad
saw yang menantang semua orang kafir untuk menandinginya (lihat surat Al Baqarah 23-24 Yunus 37-
39), tapi sampai sekarang tidak ada seorangpun yang mampu menandinginya.

Allah berfirman dalam surat Al Baqarah :




Artinya : Bila Kamu sekalian ragu-ragu terhadap apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (berupa
Alquran), buatlah satu surat saja yang sepadan (dengan salah satu surat Alquran) dan panggillah
penolong-penolongmu selain Allah bila kamu sekalian benar. Bila kami tidak bisa melakukannya dan
pasti tidak akan bisa melakukannya, takutlah kepada api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan
batu, yang disiapkan untuk orang-orang kafir. ( Albaqarah 23-24).

Al Quran menantang orang-orang kafir yang ragu terhadap kebenaran Alquran untuk membuat suarat
sepadan dengan Al Quran dari segi keindahan bahasa dan kebenaran isinya.

Kemukjizatan Al Quran menurut sebagian ulama terletak pada keindahan susunan kalimatnya dalam hal
balaghah, fashahah dan keindahan ungkapannya. Namun sebagian ulama berpendapat bahwa
kemukjizatan Alquran terletak pada kesesuaian prinsip-prinsip al quran untuk seluruh umat manusia.
Kalau seandainya prinsip-prinsip ajaran itu dari produk manusia atau produk masyarakat tertentu pasti
tidak akan cocok untuk diterapkan sepanjang masa .

Sebagian ulama berpendapat bahwa kemukjizatan Al Quran terletak pada pemberitannya tentang hal-hal
ghaib. Misalnya, dalam surat Ali Imran disebutkan sbb.:
Artinya : Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: Kamu pasti akan dikalahkan di dunia ini dan akan
digiring ke dalam neraka jahannam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya. Sesungguhnya telah ada
tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur) Segolongan berperang di jalan
Allah dan segolongan lain kafir yang dengan mata kepala seakan-akan orang-orang muslimin dua kali
jumlah mereka . Allah menguatkan dengan bantuanNya siapa yang dikehendakiNya, Sesungguhnya
pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati.
( Ali Imran 12-13)

Alquran telah memberitakan akhir dari masyarakat di jazirah Arabia dengan kemenangan umat islam atas
orang-orang kafir. Padahal saat diturunkannya ayat tersebut orang kafir Quresy dalam kondisi kuat luar
biasa baik dari segi kualitas dan kuantitas dan kaum mukminin berada dalam kelemahan .

Dalam surat Ar Rum Allah menyatakan :

Artinya :Alif laam miim, Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat (yaitu Syam) dan
mereka sesudah dikalahkan itu akan menang. Dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allahlah urusan sebelum
dan sesudah mereka menang.Dan di hari kemenangan Romawi itu bergembiralah orang-orang yang
beriman.( Ar Ruum 1-4)

Romawi dikalahkan oleh Persia dalam peperangan yang dimulai tahubn 603 M sampai setelah tahun 610
M pada masa Imperator romawi Heraklius yang memerintah dari tahun 610 M s/d 642 M. Pada perang
tersebut Persia mengalahkan secara telah tentara Romawi. Aleppo, Damaskus dan sebagai besar kota-
kota di Siria direbut oleh Persia. Yerussalem direbut tahun 614-615 yaitu tujuh tahun sebelum hijrahnya
Nabi Muhammad SAW. Yerussalem dibakar diblokade dan orang-orang Nasrani diusir, gereja-gereja
dibakar dan peninggalan-peninggalan bersejarah dirampas khususnya tiang salib yang diyakini kaum
nasrani sebagai tempat digantungnya Yesus. Para tokoh agama Persia berpesta pora karena
mengalahkan pendata dan pastur Nasrani.

Pada tahun 610 M Nabi Muhammad saw memulai dakwah kepada seluruh umat manusia. Dunia sedang
disibukkan dengan berita kemenangan Persia atas Romawi. Akan tetapi Alquran menyebutkan bahwa
kemenangan itu adalah kemenangan sementara yang akan disusul dengan kekalahan Persia setelah
lewat beberapa tahun saja. Romawi akan mengalahkan Persia secara telak .

Ramalan ini benar. Romawi mendapatkan kemenangan atas Persia pada masa pemerintahan Heraklius
atau setelah terjadinya hijrah Nabi ke Madinah. yaitu pada tauh 622 M. Pada sat itu Heraklius merayakan
kemenangannya di Konstantinopel tahun 628 .
Pada saat kemenangan itu terdapat kabar gembira bagi umat mukminin . Karenan kemengnan itu akan
disusul dengan kehancuran suatu umat. Kemengnan ada di fihak Romawi akan tetapi kemengan ini akan
disusul dengan kehancuran imperium Romawi di Tmur dan juga di utara Afrika yang kemudian akan
diwarisi oleh umat Islam.

Perang antara Persia dan Romawi adalah pendahuluan untuk kemnangan umat Islam di Jazirah Arabia
dan sekitarnya. Kemangan umat Islam ini adalah kemangan yang diraih oleh umat Islam sendiri bukan
hasil peperangan kedua super power tsb Mulai dari kemenganan di Badar, kemudian terus ke luar jazirah
Arabia ke Persia dan akhirnya sampai ke Romawi.

Alquran memberitahukan dua hal yang terbukti setelah beberapa tahun kemudian:

1. Sebelum hijrah ke Madinah Al Quran memberitahukan kemenagan Romawi atas Persia . Kemenangan
ini baru terwujud 6 tahun setelah hijrah ke Madinah.

2. Alquran memberitahukan bahwa Umat Islam akan bergembira dengan memengankan pertempuran
atas orang-orang materialis di Mekkah , Persia dan Romawi.

Pemberitaan Alquran tentang hal-hal ghaib ini merupakan bukti kebenaran Rasulullah saw. Rasulullah
bukanlah seorang yang ahli di bidang ini. Al Quran bukanlah dari Rasul akan tetapi dari Allah SWT.

Lain dari pada itu ada sebagian ulama yang menyatakan bahwa Kemukjizatan Al Quran terletak pada
keindahan bahasanya yang amat mampengaruhi hati sanubari manusia. Banyak orang yang masuk
masuk Islam karena mendengarkan bacaan Al Quran, seperti Umar Bin Khattab, Najasyi dsb.

Kemukjizatan Alquran juga bisa dilihat dari segi kandungan keilmuan di dalamnya. Al Quran telah
menyebutkan berbagai hakekat ilmiyah yang belum ditemukan para ilmuwan saat itu seperti bulatnya
bumi, bergeraknya semua benda-benda angkasa dsb.

Kemu'jizatan Ilmiyah

Mukjizat yang diberikan Alah kepada setiap rasul disesuaikan dengan keistimewaan kaum di mana rasul
itu diutus. Nabi Musa a.s. diberi mukjizat tongkat untuk mengungguli kehebatan sihir yang berkembang
sat itu, Nabi Isa a.s diberi mukjizat bisa menghidupkan orng mati untuk menantang kemajuan ilmu
kedokteran saat itu. Kalau kita amati semua mukjizat terdahulu bersifat indrawi yang bisa dirasakan atau
dilihat. Yang sudah barang tentu pengaruhnya terbatas pada waktu tertentu dan terbatas pada risalah
tertentujuga . Ketika risalah dipungkasi dengan Islam , Allah memberikan mukjizat yang abadi sampai
akhir zaman demi memelihara agama Islam mendukung kenabian rasulullah SAW.

Kemukjizatan yang paling cocok bagi risalah akhir zaman yang menjadi pemungkas risalah samawiyah
dan paling cocok untuk menghadapi berbagai level masyarakat adalah kemukjizatan ilmiyah.

Allah SWT berfirman dalam S. Al Anam ayat 19 yang artinya :

Katakanlah : siapakah yang lebih kuat persaksiannya ?
Katakanlah : Allah Dia menjadi saksi antara aku dan kamu dan AlQuran itu diwahyukan kepadaku
suapaya dengan dia aku memberi peringatan kepadamu dan kepapda orang yang sampai AlQuran
kepadanya. Di antara persaksian itu adalah dengan mukjizat ilmiah yang terkadndung dalam Al Quran.

Allah berfirman dalam ssurat An Nisa ayat 166 yang artinya :

Mereka tidak mau mengakui yang diturunkan kepadamu itu tetapi Allah engakui Alquran yang
diturunkannya kepadamu Allah menurunkannya dengan ilmuNya.
Dalam ayat yang diturunkan untuk membantah orang-orang kafir di atas terdapat penjelasan watak
kemukjizatan ilmiyah Alquran yang tetap ada papda manusia dan akan terus muncul sesuai dengan
perkembangan ilmu yang ditemukan manusia.

Dengan demikian kemukjizatan ilmiah Alquran akan dikenali oleh manusia pda setiap zaman . Rasulullah
SAW pernah menyatakan :dalam haditsnya yang artinya :
Tiadalah seorang nabi yang diutus kecuali diberikan kepadanya ayat atau mukjizat yang mendorong
manusia beriman kepadanya. Akan tetapi yang diberikan kepadaku adalah wahyu yaitu alQuran) yang
diwahyukan Allah kepadaku , maka aku berharap pengiutku adalah yang terbanyak dia antara pengikut
para nabi lainnya pada hari kiamat kelak. H. R al Bukhari dan Muslim .
(lih Fathul Bari juz 9 hal 3 . dan Shohih Muslim Kitab al Iman)

Allah menghendaki agar setiap berita dan kejadian terjajdi pada waktu tertentu. Bila sutau peristiwa
terjadi di hadapan kita maka akan terbersitlah makna-makna yang menunjukan kemukjizatan ayat-ayat
yang ada dalam alQuran. Kemukjizatan ilmiah ini akan muncul sepanjang masa . Hal ini telah disitir oleh
Allah dalam firmanNya yang artinya :Untuk tiap-tiap berita yang dibawa oleh Rasul-rasul ada waktu
terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui. ( al Anam 67)

Berdasarkan hal di atas para mufassirin berpendapat bahwa berita-berita tentang bumi, langit dalam al
Quran akat tersingkap pada abad penemuannya dan sesunggunya berita yang dikandung Al quran
merupakan berita dari Ilahi yang |Maha Mengetahui rahasia segala sesuatu.

Oleh sebab itu kita harus terus menggali kemukjizatan ilmiyah yang terkandung dalam Al Quran. Allah
telah menyatakan dalam firmanNya yang artinya :
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami disegenap penjuru dan pada
diri mereka sendiri sehingga jelaslah bagi mereka bahwa AlQuran itu benar. (Fushshilat 53)

Wallahu alamu bis showab.

http://djeblog2010.blogspot.com/2010/05/kemujizatan-al-quran_29.html
KEMUKJIZATAN ALQURAN
(Oleh : Drs. Masran, M. Ag.)

A. Pengertian Kemukjizatan Alquran ( )
Dalam Bahasa Indonesia, frase Kemukjizatan Alquran merupakan terjemahan dari susunan kata-kata
I'jazul-Quran dalam Bahasa Arab. Kata I'jaz dalam susunan ini, secara etimologis berasal dari akar kata
'ajaza yang berarti lemah; kemudian mendapat imbuhan hamzah pada awalnya, menjadi a'jaza yang
berarti melemahkan. Dengan demikian, susunan kata-kata I'jaz Alquran merupakan bentuk idhafah
mashdar kepada fa'ilnya, yang jika diterjemahkan secara literlek berarti keberadaan Alquran yang dapat
melemahkan. Sedangkan obyek yang dilemahkan dalam hal ini adalah manusia. Jadi, secara lughawy,
susunan kata ini dapat diartikan sebagai klaim Alquran terhadap kelemahan manusia untuk
menandinginya. Pengertian seperti ini sejalan dengan penerjemahan sarjana-sarjana Barat dengan
ungkapan The inimmitability of the Quran [Hans Wehr, 1971: 592c].
Sedangkan menurut pengertian istilah (terminologi) yang dipakai di kalangan para ahli 'Ulumul Quran,
Kemukjizatan Alquran (I'jazul Quran) ialah penetapan kelemahan manusia, baik secara perorangan
maupun kelompok, untuk menghasilkan suatu karya yang sama nilainya dengan Alquran (Ash-Shabuni,
1958: 100). Dalam hal ini, yang dimaksud dengan kelemahan manusia bukanlah berarti, bahwa manusia
itu tidak memiliki
potensi samasekali untuk menandingi Alquran; melainkan karena kehebatan dan ketinggian Alquran itu --
baik dari segi keindahan bahasa, maupun dari segi kandungan isinya -- berada jauh di atas kemampuan
manusia biasa. Sehingga manusia tidak sanggup untuk menandinginya. Dengan demikian, sangatlah
mustahil untuk mengatakan Alquran sebagai karya manusia. Hal ini berarti, bahwa ia (Alquran) betul-
betul datang dari Allah (Az-Zarqany, 1988: 331).
Jika statemen yang menyatakan, bahwa Alquran datang dari Allah dapat diterima dengan penuyh
kesadaran; maka kenabian Muhammad sebagai pembawa Alquran, secara logika juga mesti diterima.
Oleh sebab itu, masalah yang sangat mendasar dalam membahas kemukjizatan Alquran ini ialah
bagaimana cara membuktikan keabsahan Alquran sebagai wahyu Allah. Untuk itulah, kajian ini
membutuhkan tela'ah yang lebih mendalam terhadap aspek-aspek kemukjizatan Alquran.
B. Macam-macam Mukjizat Nabi Muhammad
Mukjizat yang diberikan Allah kepada para Rasul-Nya bertujuan untuk membuktikan keabsahannya
sebagai rasul bagi umat yang dihadapinya. Karena itu, sifat mukjizat yang diberikan Allah kepada para
nabi dan rasul-Nya disesuaikan dengan kondisi umat yang mereka hadapi. Nabi Musa a.s., umpamanya,
karena beliau menghadapi umat yang sedang menggandrungi ilmu sihir, maka Allah berikan mukjizat
yang dapat menaklukkan semua sihir yang ada. Demikian pula halnya dengan Nabi Isa a.s. yang
menghadapi umat yang menggandrungi ilmu kedokteran, maka Allah berikan mukjizat berupa
kemampuan menyembuhkan berbagai macam penyakit; bahkan dapat menghidupkan orang yang telah
mati sekalipun.
Demikian pula halnya dengan Nabi Muhammad. Beliau diangkat menjadi Rasul di tengah-tengah bangsa
Arab yang sedang menggandrungi keindahan karya sastra. Karena itu Allah berikan mukjizat berupa
Alquran yang memiliki nilai sastra yang sangat tinggi, sehingga tak seorang manusia pun di permukaan
bumi ini yang sanggup membuat karangan seindah Alquran. Selain dari itu, keberadaan Nabi Muhammad
sebagai rasul yang diutus kepada seluruh umat manusia dan untuk sepanjang zaman, maka sifat
mukjizat yang diterimanya pun memungkinkan untuk menjadi bukti bagi masyarakat Arab yang sedang
dihadapinya dan umat manusia lainnya yang hidup sampai akhir zaman. Oleh sebab itu, mukjizat yang
diberikan Allah kepada Nabi Muhammad terdiri dari dua macam: (1) Mukjizat yang bersifat fisik, indrawi,
dan temporal; dan (2) Mukjizat yang bersifat akli, maknawi dan non-indrawi.
1. Mukjizat Indrawi.
Masyarakat Arab yang berhadapan langsung dengan Nabi Muhammad, membutuhkan bukti nyata bahwa
ia betul-betul utusan Allah. Untuk pembuktian ini, maka Allah berikan mukjizat yang dapat dilihat
langsung oleh orang-orang Arab. Mukjizat-mukjizat tersebut antara lain berupa:
a. Terbelahnya bulan
Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, juga dalam kitab-kitab hadits lainnya, diriwayatkan bahwa
sebelum Rasulullah Saw. hijrah, berkumpullah tokoh-tokoh kafir Quraiy, seperti Abu Jahal, Walid bin
Mughirah dan Al 'Ash bin Qail. Mereka meminta kepada nabi Muhammad Saw. untuk membelah bulan.
Kata mereka, "Seandainya kamu benar-benar seorang nabi, maka belahlah bulan menjadi dua."
Rasulullah (saw) berkata kepada mereka, "Apakah kalian akan masuk Islam jika aku sanggup
melakukannya?"
Mereka menjawab, "Ya." Lalu Rasulullah (saw) berdoa kepada Allah agar bulan terbelah menjadi dua.
Rasulullah (saw) memberi isyarat dengan jarinya, maka bulanpun terbelah menjadi dua. Selanjutnya
sambil menyebut nama setiap orang kafir yang hadir, Rasulullah (saw) berkata, "Hai Fulan, bersaksilah
kamu. Hai Fulan, bersaksilah kamu."
Demikian jauh jarak belahan bulan itu sehingga gunung Hira nampak berada diantara keduanya. Akan
tetapi orang-orang kafir yang hadir berkata, "Ini sihir!" padahal semua orang yang hadir menyaksikan
pembelahan bulan tersebut dengan seksama. Atas peristiwa ini, maka Allah menurunkan ayat Al Qur'an:

Telah dekat saat itu (datangnya kiamat) dan bulan telah terbelah. Dan jika orang-orang (kafir)
menyaksikan suatu tanda (mukjizat), mereka mengingkarinya dan mengatakan bahwa itu adalah sihir.
[Q.S. Al Qomar/54: 1-2]

b. Pohon kurma berbuah seketika
Dari Jabir, ia berkata:
Sewaktu Bapakku meninggal, ia masih mempunyai utang yang banyak. Kemudian, aku mendatangi
Rasulullah saw untuk melaporkan kepada Beliau mengenai utang bapakku. Aku berkata kepada
Rasulullah: Ya Rasulullah, bapakku telah meninggalkan banyak hutang. Aku sendiri sudah tidak
mempunyai apa-apa lagi kecuali yang keluar dari pohon kurma. Akan tetapi pohon kurma itu sudah dua
tahun tidak berbuah. Hal ini sengaja aku sampaikan kepada Rasulullah agar orang yang memiliki piutang
tersebut tidak berbuat buruk kepadaku. Kemudian Rasulullah mengajakku pergi ke kebun kurma.
Sesampainya disana beliau mengitari pohon kurmaku yang dilanjutkan dengan berdo'a. Setelah itu beliau
duduk seraya berkata kepadaku, "Ambillah buahnya." Mendengar perintah Rasulullah saw tersebut, aku
langsung memanjat pohon kurma untuk memetik buahnya yang tiba-tiba berbuah. Buah kurma itu kupetik
sampai cukup jumlahnya untuk menutupi utang bapakku, bahkan sampai lebih. (Sahih Bukhari Juz 4;
Hadits no. 780)

c. Air memancar dari sela-sela jari Nabi
Diriwayatkan oleh 'Abdullah:
"Dalam pandangan kami mukjizat adalah anugerah Allah, tetapi dalam pandangan kalian mukjizat adalah
peringatan. Suatu ketika kami menyertai Rasulullah saw dalam sebuah perjalanan dan kami nyaris
kehabisan air. Nabi saw bersabda: "Bawalah kemari air yang tersisa!" orang-orang membawa kantung
yang berisi sedikit air. Nabi saw memasukkan telapak tangannya kedalam kantung itu dan berkata,
"Mendekatlah pada air yang diberkahi dan ini berkah dari Allah." Aku melihat air memancar dari sela-sela
jemari tangan Rasulullah saw." (Sahih Bukhari, juz 5 no. 779).
Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Anas, ia berkata:
"Semangkuk air dibawa kehadapan Nabi saw di Al Zawra. Nabi saw memasukkan kedua telapak
tangannya kedalam mangkok itu dan air memancar dari jari-jemarinya. Semua orang berwudhu dengan
air itu. Qatadah berkata kepada Anas, "Berapa orang yang hadir pada waktu itu?" Anas menjawab, "Tiga
ratus orang atau mendekati tiga ratus orang."
(Sahih Bukhari, juz 4 no. 772); Lihat juga : Sahih Bukhari juz 4 no 777; dan Sahih Bukhari juz 1 no 340)

d. Hujan Lebat dan Banjir
Diriwayatkan oleh Anas:
Pernah lama Madinah tidak turun hujan, sehingga terjadilah kekeringan yang bersangatan. Pada suatu
hari Jum'at ketika Rasulullah saw sedang berkotbah Jum'at, lalu berdirilah seorang Badui dan berkata:
"Ya Rasulullah, telah rusak harta benda dan lapar segenap keluarga, doakanlah kepada Allah agar
diturunkan hujan atas kita. Berkata Anas : Mendengar permintaan badui tersebut, Rasulullah mengangkat
kedua tangannya kelangit (berdo'a). Sedang langit ketika itu bersih, tidak ada awan sedikitpun. Tiba-tiba
berdatanganlah awan tebal sebesar-besar gunung. Sebelum Rasulullah saw turun dari mimbarnya, hujan
turun dengan selebat-lebatnya, sehingga Rasulullah saw sendiri kehujanan, air mengalir melalui jenggot
Beliau. Hujan tidak berhenti sampai Jum'at yang berikutnya, sehingga kota Madinah mengalami banjir
besar, rumah-rumah sama terbenam. Maka datang Orang Badui berkata kepada Rasulullah saw: Ya
Rasulullah, sudah tenggelam rumah-rumah, karam segala harta benda. Berdo'alah kepada Allah agar
hujan diberhentikan diatas kota Madinah ini, agar hujan dialihkan ketempat yang lain yang masih kering.
Rasulullah saw kemudian menengadahkan kedua tangannya ke langit berdo'a: Allahuma Hawaaliinaa
Wa laa Alainaa (Artinya: Ya Allah turunkanlah hujan ditempat-tempat yang ada disekitar kami, jangan
atas kami). Berkata Anas: Diwaktu berdo'a itu Rasulullah saw menunjuk dengan telunjuk beliau kepada
awan-awan yang dilangit itu, seakan-akan Beliau mengisyaratkan daerah-daerah mana yang harus
didatangi. Baru saja Rasulullah menunjuk begitu berhentilah hujan diatas kota Madinah.
(Sahih Bukhari, juz 8 no 115).

e. Rasulullah menyembuhkan Ali dari sakit mata
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Kitab shahihnya, bahwa Rasulullah saw bersabda pada saat
peristiwa penaklukkan Khaibar :
"Esok hari aku (Nabi saw) akan memberikan bendera kepada seorang yang akan diberikan kemenangan
oleh Allah swt melalui tangannya, sedang ia mencintai Allah dan Rasulnya, dan Allah dan Rasulnya
mencintainya".
Maka semua orangpun menghabiskan malam mereka seraya bertanya-tanya didalam hati, kepada siapa
diantara mereka akan diberi bendera itu. Hingga memasuki pagi harinya masing-masing mereka masih
mengharapkannya. Kemudian Rasulullah saw bertanya: "Kemana Ali?" lalu ada yang mengatakan
kepada beliau bahwa Ali sedang sakit kedua matanya. Lantas Rasulullah saw meniup kedua mata Ali
seraya berdoa untuk kesembuhannya. Sehingga sembuhlah kedua mata Ali seakan-akan tidak terjadi
apa-apa sebelumnya. Lalu Rasulullah saw memberikan bendera itu kepadanya. (Sahih Bukhari).

f. Mimbar menangis
Diriwayatkan oleh Ibn Umar:
Rasulullah saw naik keatas mimbar dan berkotbah. Sedang Rasulullah saw berkotbah, Rasulullah saw
mendengar mimbar itu menangis seperti tangisan anak kecil, sehingga seakan-akan mimbar itu mau
pecah. Lalu Rasulullah saw turun dari mimbar dan merangkul mimbar itu sehingga tangisnya berkurang
sampai mimbar itu diam sama sekali. Rasulullah saw berkata: "Mimbar itu menangis mendengar ayat-
ayat Allah dibacakan diatasnya." (Sahih Bukhari juz 4 no. 783).

g. Mayat seorang murtad tidak diterima oleh Bumi
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a, ia berkata: Di antara kami ada seorang lelaki dari Bani Najjar, dia
telah membaca surah al-Baqarah dan surah Ali Imran serta selalu menulis untuk Rasulullah s.a.w, lalu
dia melarikan diri untuk bersama-sama Ahli Kitab. Anas berkata: Ahli Kitab menyanjungnya. Mereka
berkata: Lelaki ini telah menulis untuk Muhammad menyebabkan mereka mengkaguminya. Setelah
beberapa ketika bersama-sama Ahli Kitab, lelaki tersebut meninggal dunia. Ahli Kitab menggali kubur dan
mengkebumikannya. Bumi memuntahkannya ke permukaan. Mereka menggali lagi dan
mengkebumikannya semula. Namun bumi tetap memuntahkan lelaki tersebut ke permukaan. Mereka
menggali dan mengkebumikannya lagi. Bumi tetap memuntahkannya semula ke permukaan. Akhirnya
mereka membiarkannya di permukaan bumi (Sahih Bukhari juz 4 no 814).

h. Berhala-berhala runtuh dengan hanya ditunjuk oleh Rasulullah saw
Diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud r.a, ia berkata: Ketika Nabi s.a.w memasuki Mekah terdapat
sebanyak tiga ratus enam puluh buah berhala di persekitaran Kaabah. Lalu Nabi s.a.w meruntuhkannya
dengan menggunakan tongkat yang berada di tangannya seraya bersabda: Bermaksud: Telah datang
kebenaran dan musnahlah kebatilan karena sesungguhnya kebatilan itu, adalah sesuatu yang pasti
musnah. Bermaksud: Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan bermula dan tidak akan
berulang. Ibnu Abu Umar menambah: Peristiwa itu terjadi pada masa pembukaan Kota Mekah. (Sahih
Bukhari, kitab Jihad).

i. Makanan sedikit dimakan banyak orang:
Dari Jabir bin Abdullah r.a, ia berkata: Semasa parit Khandak digali, aku melihat keadaan Rasulullah
s.a.w dalam keadaan sangat lapar. Maka akupun segera kembali ke rumahku dan bertanya kepada
isteriku, apakah engkau mempunyai sesuatu (makanan)? Kerana aku melihat Rasulullah s.a.w tersangat
lapar. Isteriku mengeluarkan sebuah beg yang berisi satu cupak gandum, dan kami mempunyai seekor
anak kambing dan beberapa ekor ayam. Aku lalu menyembelihnya, manakala isteriku menumbuk
gandum. Kami sama-sama selesai, kemudian aku memotong-motong anak kambing itu dan
memasukkannya ke dalam kuali. Apabila aku hendak pergi memberitahu Rasulullah s.a.w, isteriku
berpesan: Jangan engkau memalukanku kepada Rasulullah s.a.w dan orang-orang yang bersamanya.
Aku kemudiannya menghampiri Rasulullah s.a.w dan berbisik kepada Baginda: Wahai Rasulullah! Kami
telah menyembelih anak kambing kami dan isteriku pula menumbuk satu cupak gandum yang ada pada
kami. Karena itu, kami menjemput baginda dan beberapa orang bersamamu. Tiba-tiba Rasulullah s.a.w
berseru: Wahai ahli Khandak! Jabir telah membuat makanan untuk kamu. Maka kamu semua
dipersilakan ke rumahnya. Rasulullah s.a.w kemudian bersabda kepadaku: Jangan engkau turunkan
kualimu dan jangan engkau buat roti adonanmu sebelum aku datang. Aku pun datang bersama
Rasulullah s.a.w mendahului orang lain. Aku menemui isteriku. Dia mendapatiku lalu berkata: Ini semua
adalah karena kamu, aku berkata bahawa aku telah lakukan semua pesananmu itu. Isteriku
mengeluarkan adonan roti tersebut, Rasulullah s.a.w meludahinya dan mendoakan keberkatannya.
Kemudian Baginda menuju ke kuali kami lalu meludahinya dan mendoakan keberkatannya. Setelah itu
Baginda bersabda: Sekarang panggillah pembuat roti untuk membantumu dan cedoklah dari kualimu,
tapi jangan engkau turunkannya. Ternyata kaum muslimin yang datang adalah sebanyak seribu orang.
Aku bersumpah demi Allah, mereka semua dapat memakannya sehingga kenyang dan pulang
semuanya. Sementara itu kuali kami masih mendidih seperti sediakala. Demikian juga dengan adonan
roti masih tetap seperti asalnya. Sebagaimana kata Ad-Dahhak: Masih tetap seperti asalnya. (Sahih
Bukhari, Muslim, kitab Minuman).

j. Sepotong hati kambing cukup untuk 130 orang.
Dari Abd. Rahman bin Abu Bakar r.a., ia berkata: Kami dengan sejumlah seratus tiga puluh orang sedang
bersama Nabi s.a.w. Nabi s.a.w bertanya: Adakah salah seorang di antara kamu mempunyai makanan?
Didapati ada seorang yang mempunyai kira-kira satu gantang gandum atau seumpamanya, lalu
diadunkannya. Kemudian datang seorang lelaki tinggi dan kusut rambutnya membawa kambing-kambing
untuk dijual. Nabi s.a.w bertanya: Adakah ianya untuk dijual atau dihadiahkan? Lelaki itu menjawab:
Tidak! Bahkan ianya untuk dijual! Maka dibeli daripadanya seekor kambing. Setelah disembelih,
Rasulullah s.a.w memerintahkan supaya diambil hatinya untuk dipanggang. Dia (Abdul Rahman bin Abu
Bakar) berkata: Demi Allah! Setiap seratus tiga puluh orang itu, kesemuanya mendapat sepotong hati
kambing daripada Rasulullah s.a.w. Jika orang itu ada bersama, maka Rasulullah s.a.w memberikannya.
Jika sebaliknya, Rasulullah s.a.w menyimpan untuknya. Makanan itu dibagikan kepada dua talam. Kami
makan dari kedua talam itu sehingga kenyang. Lebihan yang terdapat pada kedua talam tersebut dibawa
ke atas unta atau mungkin juga riwayatnya begitu.
(Sahih Bukhari, Muslim, kitab Minuman).

k. Susu dan kencing unta menyembuhkan penyakit.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a, ia berkata: Sesungguhnya beberapa orang dari daerah Urainah
datang ke Madinah untuk menemui Rasulullah s.a.w mereka telah mengidap sakit perut yang agak
serius. Lalu Rasulullah s.a.w bersabda kepada mereka: Sekiranya kamu mau, keluarlah dan carilah unta
sedekah, maka kamu minumlah susu dan air kencingnya. Lalu mereka meminumnya, dan ternyata
mereka menjadi sehat. Kemudian mereka pergi kepada sekumpulan pengembala lalu mereka membunuh
pengembala yang tidak berdosa itu dan mereka telah menjadi murtad (keluar dari Islam.) Mereka juga
telah melarikan unta milik Rasulullah s.a.w, kemudian peristiwa itu diceritakan kepada Rasulullah s.a.w.
Lalu baginda memerintahkan kepada para Sahabat agar menangkap mereka. Setelah ditangkap lalu
mereka dihadapkan kepada baginda s.a.w. Maka Rasulullah s.a.w pun memotong tangan dan kaki serta
mencungkil mata mereka. Kemudian baginda membiarkan mereka berada di al-Harrah (sebuah daerah di
Madinah yang terkenal penuh dengan batu hitam) sehingga mereka meninggal dunia.
(Sahih Bukhari, Muslim, kitab qishas dan diyat).

l. Roti sedikit cukup untuk orang banyak.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a, ia berkata: Abu Talhah telah berkata kepada Ummu Sulaim: Aku
mendengar suara Rasulullah s.a.w begitu lemah. Tahulah aku baginda dalam keadaan lapar. Apakah
engkau mempunyai sesuatu? Ummu Sulaim menjawab: Ya! Kemudiannya dia menghasilkan beberapa
buku roti dari gandum dan setelah itu, mengambil kain tudungnya dan membungkus roti itu dengan
separuh kain tudung, lalu disisipkan di bawah bajuku, sedangkan yang separuh lagi diselendangkan
kepadaku. Selepas itu pula dia menyuruhku pergi ke tempat Rasulullah s.a.w. Akupun berangkat
membawa roti yang dibungkus kain tudung itu. Aku mendapatkan Rasulullah s.a.w yang sedang duduk di
dalam masjid bersama orang-ramai dan berada di sisi mereka. Rasulullah s.a.w bertanya: Abu Talhah
yang mengutusmu? Aku menjawab: Ya, benar! Rasulullah s.a.w bertanya lagi: Untuk makanan? Aku
menjawab: Ya! Rasulullah s.a.w bersabda kepada orang-ramai yang bersama baginda: Bangunlah kamu
sekalian! Rasulullah s.a.w lalu berangkat diiringi para sahabat dan aku berjalan di antara mereka untuk
segera memberitahu Abu Talhah. Maka Abu Talhah berkata: Wahai Ummu Sulaim! Rasulullah s.a.w
telah datang bersama orang yang ramai, padahal kita tidak mempunyai makanan yang mencukupi untuk
mereka. Dia menjawab: Allah dan RasulNya lebih tahu. Lalu Abu Talhah menjemput Rasulullah s.a.w dan
Rasulullah s.a.w pun masuk bersamanya. Rasulullah s.a.w bersabda: Bawakan ke sini apa yang ada di
sisimu wahai Ummu Sulaim! Ummu Sulaim terus membawa roti tersebut kepada baginda kemudian
memerah bekas lemaknya untuk dijadikan lauk dimakan dengan roti. Kemudian Rasulullah s.a.w
mendoakan makanan itu. Setelah itu baginda bersabda: Izinkan sepuluh orang masuk! Abu Talhah
memanggil sepuluh orang Sahabat. Mereka makan sehingga kenyang kemudian keluar. Rasulullah s.a.w
menyambung: Biarkan sepuluh orang lagi masuk. Sepuluh orang berikutnya pun masuk dan makan
sehingga kenyang lalu keluar. Rasulullah s.a.w kemudian bersabda lagi: Suruhlah sepuluh orang lagi
masuk. Demikian berlaku terus-menerus sehingga semua orang dapat makan hingga kenyang, padahal
jumlah mereka adalah lebih kurang tujuh puluh atau delapan puluh orang.
(Sahih Bukhari, Muslim, kitab Minuman).

m. Doa untuk Anas bin Malik.
Diriwayatkan dari Anas r.a., darip Ummu Sulaim, ia berkata: Wahai Rasulullah! Aku menjadikan Anas
sebagai khadammu, tolonglah berdoa untuknya. Rasulullah s.a.w pun berdoa: Ya Allah, banyakkanlah
harta dan anaknya dan berkatilah apa yang diberikan kepadanya. Berkata Anas: "Demi Allah, harta
bendaku memang banyak dan anak begitu juga anak dari anakku memang banyak sekali dan sekarang
sudah berjumlah lebih dari 100 orang.
(Sahih Bukhari, Muslim, kitab kelebihan para sahabat).

n. Makanan yang dimakan tidak berkurang justru bertambah tiga kali lipat
Diriwayatkan dari Abdul Rahman bin Abu Bakar r.a., ia berkata: Mereka yang disebut Ashaab As-Suffah
adalah orang-orang miskin. Rasulullah s.a.w pernah bersabda suatu ketika: Siapa mempunyai makanan
untuk dua orang, dia hendaklah mengajak orang yang ketiga dan sesiapa mempunyai makanan untuk
empat orang, dia hendaklah mengajak orang kelima, keenam atau seperti diriwayatkan dalam Hadis lain.
Abu Bakar r.a datang dengan tiga orang. Nabi pula pergi dengan sepuluh orang dan Abu Bakar dengan
tiga orang yaitu aku, ibu dan bapaku. Tetapi aku tidak pasti adakah dia berkata: Isteriku dan khadamku
berada di antara rumah kami dan rumah Abu Bakar. Abdul Rahman berkata lagi: Abu Bakar makan
malam bersama Nabi s.a.w dan terus berada di sana sehinggalah waktu Isyak. Selesai sembahyang, dia
kembali ke tempat Nabi s.a.w lagi, sehinggalah Rasulullah s.a.w kelihatan mengantuk. Sesudah lewat
malam, barulah dia pulang. Isterinya menyusulinya dengan pertanyaan: Apa yang menghalang dirimu
untuk pulang menemui tetamumu? Abu Bakar berkata: Bukankah engkau telah menjamu mereka makan
malam? Isterinya menjawab: Mereka tidak mau makan sebelum engkau pulang, padahal anak-anak
sudah mempersilakan tetapi mereka tetap enggan. Akupun berundur untuk bersembunyi. Lalu terdengar
Abu Bakar memanggil: Hai dungu! Diikuti dengan sumpah-serapah. Kemudian dia berkata kepada para
tetamunya: Silakan makan! Barangkali makanan ini sudah tidak enak lagi. Kemudian dia bersumpah:
Demi Allah, aku tidak akan makan makanan ini selamanya! Abdul Rahman meneruskan ceritanya: Demi
Allah, kami tidak mengambil satupun kecuali sisanya bertambah lebih banyak lagi, sehinggalah apabila
kami sudah merasa kenyang, makanan itu menjadi bertambah banyak daripada yang sedia ada. Abu
Bakar memandangnya ternyata makanan itu tetap seperti sedia atau bahkan lebih banyak lagi. Dia
berkata kepada isterinya: Wahai saudara perempuanku! Bani Firas apakah ini? Isterinya menjawab:
Tidak! Demi cahaya mataku, sekarang ini makanan tersebut bertambah tiga kali ganda lebih banyak
daripada sediakala. Lalu Abu Bakar makan dan berkata: Sumpahku tadi adalah dari syaitan. Dia makan
satu suap, kemudian membawa makanan tersebut kepada Rasulullah s.a.w dan membiarkannya di sana
hingga pagi hari. Pada waktu itu di antara kami (kaum muslimin) dengan suatu kaum akan dilangsungkan
satu perjanjian. Apabila tiba waktunya, kamipun menjadikan dua belas orang sebagai ketua saksi,
masing-masing mengepalai beberapa orang. Hanya Allah yang tahu berapa orangkah sebenarnya yang
diutuskan bersama mereka. Cuma yang pastinya Rasulullah s.a.w memerintah agar dipanggilkan mereka
kesemuanya. Lalu kesemuanya makan dari makanan yang dibawa oleh Abu Bakar atau sebagaimana
yang diriwayatkan dalam riwayat yang lain.
(Sahih Bukhari, Muslim, Kitab Minuman).

o. Ingatan Abu Hurairah
Abu Hurairah mengeluh kepada Rasulullah saw bahwa dia terlalu pelupa. Lalu Rasulullah saw
membentangkan kainnya diatas tanah, lalu memegang-megang kainnya dengan tangan beliau. Abu
Hurairah disuruh Rasulullah memeluk kain itu. Sejak itu Abu hurairah tidak pernah lupa-lupa lagi. Dan
beliau terkenal paling banyak menghafal hadis. (Sahih Bukhari muslim).


C. Aspek-aspek Kemukjizatan Alquran
Dalam sejarah kemunculan dan berkembangnya pembiranaan tentang Kemukjizatan Alquran , terlihat
bahwa para ahli berbeda pendapat dalam melihat aspek-aspek kemukjizatan Alquran yang dipandang
penting. Namun dari berbagai perbedaan itu , secara global tidak terlepas dari tiga aspek yang meliputi:
(1) as-Sharfah, (2) Keindahan bahasa, dan (3) Kandungan isinya. Untuk lebih jelasnya, ketiga aspek ini
dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Aspek Ash-Sharfah
Dari kalangan mutakallimin, Abu Ishak Ibrahim An-Nazzam, berpendapat, bahwa kemukjizatan Alquran
terjadi dengan cara Ash-Sharfah (pemalingan). Arti Ash-Sharfah menurut An-Nazzam ialah, bahwa Allah
memalingkan perhatian orang-orang Arab dari menandingi Al;-Quran. Padahal, mereka sebenarnya
mampu untuk menandinginya. Di sinilah letak kemukjizatan Al-Qurean menurut An-Nazzam.
Tokoh lain dari pendukung konsep Ash-Sharfah ialah Al-Murtadha (dari aliran Syi'ah). Hanya saja Al-
Murtadha mengartikan Ash-Sharfah berbeda dengan pengertian yang dibuat An-Nazzam. Menurut Al-
Murtadha, Ash-Sharfah berati pencabutan. Dalam hal ini, Allah mencabut ilmu-ilmu yang dibutuhkan
untuk menandingi Alquran dari orang-orang Arab pada masa itu. Sehingga mereka tidak mampu
membuat karya yang menandingi Alquran (Manna' Khalil Al-Qaththan, 1992: 372 - 373).
Selain dari An-Nazzam (dari aliran Mu'tazilah) dan Al-Murtadha (dari airan Syi'ah), Abu Ishak Al-
Isfarayaini (dari aliran Asy'ariah) juga termasuk salah seorang pendukung konsep Al-I'jaz Bish-Sharfah
ini. Hanya saja nama An-Nazzam jauh lebih populer daripada yang lainnya dalam hal ini. Namun, sangat
disayangkan, bahwa hingga saat ini kita belum menemukan data-data authentik tentang pemikiran An-
Nazzam.
Di samping para pendukung, pengecamnya pun tak kalah hebatnya terhadap konsep Ash-Sharfah ini.
Baik dari kalangan Mu'tazilah, maupun Asya'irah. Abu Bakar Al-Baqillani, umpamanya, merupakan salah
seorang tokoh Asya'irah yang menolak konsep ini. Alasan yang dikemukakan beliau dalam hal ini ialah,
"seandainya benar bahwa orang-orang Arab pada masa Nabi dipalingkan Allah perhatiannya dari
menandingi Alquran, tentunya orang-orang Arab Pra-Islam yang hidup pada masa jahiliah memiliki karya-
karya yang dapat menyaingi kehebatan Alquran. Karena mereka tidak ditantang untuk menandingi
Alquran dan tidak pula dihalangi kemauan dan kemampuannya. Dengan demikian, jika kita tidak
menemukan karya-karya pujangga Arab Pra-Islam yang serupa dengan Alquran, maka konsep Ash-
Sharfah mesti batal (absurd) (Al-Baqillani, I'jaz Alquran, tt.: 30).
Alasan lain yang dikemukakan Al-Baqillani tentang absurditas konsep Ash-Sharfah ini ialah, seandainya
pertandingan melawan Alquran itu memungkinkan tidak mungkin, karena adanya Ash-Sharfah maka
kemukjizatannya tidak inheren pada Alquran itu sendiri, melainkan halangan itulah yang menjadi
mukjizat, sedangkan Alquran tidak memilki keistimewaan ... tidak ada perbedaan antara Kalamullah
dengan Kalamul Basyar (Ibid.: 30 - 31).
Selain Al-Baqillani, sebenarnya masih banyak lagi tokoh-tokoh Ilmu Kalam yang juga menentang konsep
Ash-Sharfah ini. Baik dari kalangan Mu'tazilah sendiri, maupun dari kalangan Asya'irah. Seperti Al-Qadhi
Abdul Jabbar (tokoh Mu'tazilah) termasuk kelompok penentang konsep ini.
Dari penjelasan ini terlihat, bahwa sungguhpun lahirnya konsep Ash-Sharfah hampir selalu dinisbahkan
kepada nama An-Nazzam, tokoh Mu'tazilah, namun dalam kenyataannya tidak semua pengikut
Mu'tazilah mengakui Ash-Sharfah sebagai salah satu aspek kemukjizatan Alquran. Dalam hal ini,
kelihatannya konsep Ash-Sharfah bukan monopoli sesuatu aliran pemikiran tertentu, melainkan banyak
tergantung pada kecendrungan tokoh-tokohnya sebagai individu. Sehingga, tidaklah beralasan untuk
mengatakan Ash-Sharfah sebagai pandangan Mu'tazilah.

2. Keindahan Bahasa (Fashahah dan Balaghah)
Aspek kedua dari kemukjizatan Alquran yang menjadi pokok bahasan para ulama Kalam ialah dari segi
keindahan bahasanya. Dalam hal ini, Bahasa Arab yang digunakan Alquran dipandang sebagai bahasa
yang istimewa, baik dari segi gaya bahasanya, susunan kata-katanya, maupun ketelitian redaksi yang
digunakannya. Walaupun di kalangan ulama terjadi perbedaan pendapat mengenai segi-segi keindahan
bahasa Alquran, namun pada umumnya mereka sepakat, mengakui keindahan bahasa Alquran.
Keindahannya, jauh melebihi keindahan bahasa yang disusun oleh para sastrawan Arab. Bahkan,
kekaguman terhadap keindahan bahasa Alquran ini bukan saja berasal dari kalangan orang-orang yang
beriman saja, melainkan orang-orang kafir Qureisy pun pada saat turunnya Alquran mengakui hal ini.
Hanya saja mereka tidak mau mengakuinya sebagai wahyu dari Allah. Mengenai keluar-biasaan
keindahan bahasa Alquran mereka sangat terkesima, sehingga menuduh, bahwa hal itu dibuat oleh
Muhammad dengan menggunakan sihir yang dipelajarinya dari orang-orang Yahudi. Sebagaimana
terlihat dari firman Allah, ketika mensitir perkataan orang yang membangkang dari kebenaran, "Lalu dia
berkata: (Alquran) ini tak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang Yahudi)" (Al-Muddatstsir/74:
24).
Kemukjizatan Alquran dari aspek keindahan bahasanya dalam kajian para mutakallimin tidak sekedar
menyangkut essensinya yang juga menajdi obyek kajian ahli balaghah, tapi, lebih dari itu, kajian ahli
Kalam juga menyangkut eksistensi fashahah dan balaghah tersebut dalam I'jazul Quran. Dalam kajian ini,
para mutakallimin tentunya tidak hanya menggunakan pendekatan "subyektif", yang mengandalkan
ketajaman intuisi dan perasaan, melainkan juga dengan pendekatan kognitif yang menjadi ciri khas ke-
mutakallim-annya. Bahkan menurut Dr. Munir Sulthan, para mutakallimin masa awal sebenarnya memiliki
andil yang sangat besar dalam bidang kesusastraan Arab, suatu peran yang tak dapat dilakukan oleh
kalangan sastrawan sendiri. Karena sumbangsih mereka dalam hal ini disertai dengan analisa logis dan
filosofis. Hanya saja, setelah Az-Zamakhsyari peran ini menjadi hilang, karena mereka meninggalkan
model-model pendekatannya yang semula. Yaitu, di samping pendekatan logika dan filsafat, mereka juga
menghiasi ilmunya dengan filsafat dan sastra [Munir Sulthan, 1986: 256].
Pada bagian lain dari hasil penelitiannya, Munir Sulthan juga menyebutkan nama-nama mutakallimin
yang mengkaji secara mendalam aspek kebahasaan I'jazul-Quran. Dari kalangan Mu'tazilah, nama-nama
tersebut ialah: Al-Jahizh, Ar-Rummani dan Az-Zamakhsyari. Sedangkan dari aliran Asya'irah disebutkan
antara lain: Abu Bakar Al-Baqillani dan Abdul Qahir Al-Jurjani [Ibid.: 255].
Sedangkan dari kalangan sastrawan, walaupun namanya tidak dikenal di kalangan mutakallimin, ialah
Abu Sulaiman Hamd bin Muhammad bin Ibrahim Al-Khaththaby (319-388 H). Beliau menulis sebuah
buku yang berjudul, Kitab Bayan I'jaz Alquran [Muhammad Khalfullah Ahmad dan Muhammad Zaghlul
Salam, tt.: 123].
Sedangkan Ahli Kalam lainnya, seperti Al-Qadhi Abdul Jabbar, walaupun tidak membahas aspek
kebahasaan ini secara luas, namun beliau tetap mengakui keindahan bahasa Alquran sebagai aspek
kemukjizatannya. Dalam hal ini, Abdul Jabbar lebih menekankan pada analisa logika (manthiqiyyah)
tentang keberadaan aspek Fashahah dalam kajian I'jazul Quran. Yakni, bagaimana jalan pikiran kita bisa
menerima kenabian Muhammad melalui analisa situasional dalam kaitannya dengan keindahan bahasa
Alquran. Seperti masalah ada atau tidaknya perlawanan dari para pujangga Arab untuk menandingi
Alquran; bagaimana semestinya tingkat kemampuan bahasa mereka, dan hal-hal lain yang berkaitan
dengan masalah tantangan dan perlawanan (At-Tahaddi Wa Al-Mu'aradhah) [Al-Qadhi Abdul Jabbar Al-
Hamadzani, 1960: 236 - 316]. Walaupun hal ini sebenarnya lebih relevan dengan masalah Ash-Sharfah.

3. Ketelitian Redaksinya
Ketelitian redaksi bergantung pada hal berikut :
1) Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dan antonimnya, beberapa contoh diantaranya:
a. Al-Hayah (hidup) dan Al-Maut (mati), masing-masing serbanyak 145 kali
b. An-Naf (manfaat) dan Al-Madharah (mudarat), masing-masing sebanyak 50 kali
c. Al-Har (panas) dan Al-Bard (dingin) sebanyak 4 kali
d. As-Shalihat (kebajikan) danAs-Syyiat (keburukan) sebanyak masing-masing 167 kali
e. Ath-thumaninah (kelapangan/ketenangan) dan Adh-dhiq (kesempitan/kekesalan) sebanyak masing-
msing 13 kali
2) Keseimbangan jumlah bilangan kata dengan sinonimnya atau makna yang dikandungnya
a. Al-harts dan Az-ziraah (membajak/bertani) masing-masing 14 kali
b. Al-ushb dan Adh-dhurur (membanggakan diri/angkuh) masing-masing 27 kali
c. Adh-dhaulun dan Al-mawta (orang sesat/mati jiwanya) masing-masing 17 kali
3) Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan jumlah kata yang menunjukan akibatnya
a. Al-infaq (infaq) dengan Ar-ridha (kerelaan) masing-masing 73 kali
b. Al-bukhl (kekikiran) dengan Al-hasarah (penyesalan) masing-masing 12 kali
c. Al-kafirun(orang- orang kafir) dengan An-nar/Al-ihraq (neraka/pembakaran) masing-masing 154 kali
4) Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan kata penyebabnya
a. Al-israf (pemborosan dengan As-surah (ketergesaan) masing-masing 23 kali
b. Al-mawizhah (nasihat/petuah) dengan Al-lisan (lidah) masing-masing 25 kali
c. Al-asra (tawanan) dengan Al-harb (perang) masing-masing 6 kali
5) Di samping keseimbangan-keseimbangan tersebut, di temukan juga keseimbangan khusus
a. Kata yawm (hari) dalam bentuk tunggal sejumlah 365 kali, sebanyak hari-hari dalam setahun,
sedangkan kata hari dalam bentuk plural (ayyam) atau dua (yawmayni), berjumlah tiga puluh, sama
dengan jumlah hari dalam sebulan. Disisi lain, kata yang berarti bulan (syahr) hanya terdapat dua belas
kali sama dengan jumlah bulan dalam setahun.
b. Al-Quran menjelaskan bahwa langit itu ada tujuh. Penjelasan ini diulangi sebanyak tujuh kali pula,
yakni dalam surat Al-Baqarah ayat 29, surat Al-Isra ayat 44, surat Al-Muminun ayat 86, surat Fushilat
ayat 12, surat Ath-thalaq 12, surat Al- Mulk ayat 3, surat Nuh ayat 15, selain itu, penjelasan tentang
terciptanta langit dan bumi dalam enam hari dinyatakan pula dalam tujuh ayat.
c. Kata-kata yang menunjukkan kepada utusan Tuhan, baik rasul atau nabi atau basyir (pembawa berita
gembira) atau (nadzir pemberi peringatan), kesemuanya berjumlah 518 kali. Jumlah ini seimbang dengan
jumlah penyebutan nama-nama nabi, rasul dan pembawa berita tersebut yakni 518.

4. Kandungan Isinya
Pembahasan menmgenai aspek kemukjizatan Alquran dari segi kandungan isinya, sungguh akan
menyita banyak halaman (tempat) dalam makalah ini. Untuk itulah, maka pembahasan dari aspek ini
akan dipaparkan secara global.
Isi dan kandungan Alquran banyak memberikan informasi mengenai hal-hal yang tak mungkin dikuasai
(diketahui) oleh ilmuwan manapun yang hidup pada abad VI M (empat belas abad yang lalu). Bahkan,
hingga saat sekarang pun banyak di antara informasi-informasi itu yang hanya bisa diperoleh dari
Alquran. Informasi-informasi (berita-berita) seperti inilah yang merupakan salah satu aspek kemukjizatan
Alquran.
Di antara isi dan kandungan Alquran yang menunjukkan kemukjizatannya, secara garis besar dapat
diklassifikasikan kepada tiga jenis sebagai berikut:
a. Berita tentang Hal-hal yang Ghaib
Beritan-berita ghaib yang terdapat dalam Alquran dapat dikelompokkan kepada:
1) Berita-berita ghaib yang terjadi sebelumnya; yaitu berita-berita tentang orang-orang terdahulu. Seperti
berita tentang Nabi Musa a.s. (Alquran, 28: 44 -46); berita tentang Maryam, ketika melahirkan Isa a.s. (Q.
S. 19: 15- 34 dan 4: 44); pertualangan Nabi Ibrahimdalammencarti Tuhan (Q. S. 6: 74 - 81). Kesemua
berita ini disampaikan kepada Nabi Muhammad untuk memperteguh hatinya dan sebagai peringatan bagi
orang-orang Mukmin (Q. S. 11:120). Sebelum mendapat wahyu ini, Nabi Muhammad sendiri tidak tahu
tentang berita-berita tersebut (Q.S. 11: 49).
2) Berita-berita ghaib yang sedang terjadi di tempat lain. Seperti mengenai maksud jahat orang-orang
munafik dengan membangun masjid Dhirar (Q. S. 9: 107); aatau berita ghaib yang terjadi di tempat yang
sama. Seperti sikap orang-oraorang munafik yang bermanis muka di hadapan Nabi, padahal hatinya
buruk dan sangat memusuhi Nabi (Q. S. 2: 204 - 206).
3) Berita-berita ghaib yang akan terjadi (sesudah turunnya wahyu). Seperti kemenangan yang akan
diperoleh tentara Romawi dalam menghadapin bangsa Persia (Q. S. 30: 1 - 6); Nabi dan para
sahabatnya akan memasuki kota Mekkah dalam keadaan aman (Q. S. 48: 27); Allah akan mengabadikan
jenazah Fir'aun sebagai bukti historis (Q. S. 10: 92); Kemurnian Alquran tetap akan terpelihara (Q.S. 15:
9); dan berbagai masalah ghaib lainnya yang ditunjukkan oleh Alquran, baik secara eksplisit maupun
implisit.

b. Isyarat-isyarat Ilmiah
Isi dan kandungan Alquran banyak menginformasi-kan masalah-masalah ilmiah yang hanya mungkin
diketa-hui oleh ilmuwan abad modern ini. Sungguhpun dalam hal ini Alquran tidak mengupas secara
tuntas masalah-masalah keilmuan modern -- karena hal ini bukan tujuan utama diturunkannya Alquran --
namun, paling tidak Alquran telah memberikan isyarat-isyarat yang mungkin dapat dikem-bangkan oleh
manusia. Isyarat-isyarat ilmiah semacam ini merupakan suatu hal yang sangat mustahil dapat diketahui
oleh manusia abad VI M. Ayat-ayat yang mengandung isyarat ilmiah semacam ini, semakin lama
semakin banyak ditemukan dalam Alquran, sejalan dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan.
Di antara ayat-ayat tersebut yang sudah dibuktikan kebenarannya melalui penemuan di bidang ilmu
pengetahuan Alam antara lain:

1) Hukum Toricelly yang ditemukan pada abad XVII M, menyatakan bahwa semakin tinggi suatu tempat,
maka semakin rendah tekanan udara yang ada di tempat itu. Hukum ini diisyaratkan Alquran dalam Surat
Al-An'am/6: 125

yang mengisyaratkan bahwa seseorang yang naik ke langit (ke tempat yang lebih tinggi), maka akan
mengalami sesak napas, karena dadanya terasa sempit. Hal ini (rasa sempit di dada), menurut Hukum
Torecelly akan terjadi ketika seseorang berada pada ketinggian 12000 feet dari permukaan laut
[Muhammad Ismail Ibrahim, t.t.: 89].
2) Atom bukanlah partikel terkecil yang tak dapat dibagi-bagi lagi (Q.S. 10: 61), melainkan masih dapat
dipecah lagi menjadi unsur-unsur: Proton, Netron dan Elektron [Muhammad Ali Ash-Shabuni, op. cit.:
131].

tidak ada yang luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di
langit. tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat)
dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).

3) Mata hari adalah planet yang mengeluarkan energi dan cahaya. Hal ini diisyaratkan pada (Q. S. 10:
5);

Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah
(tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan
(waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak[. Dia menjelaskan tanda-tanda
(kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang Mengetahui.

sedangkan bulan dan matahari beredar pada sumbunya masing-masing, sehingga terjadi
kesinambungan yang sangat harmonis (tak mungkin terjadi tabrakan). Hal ini diisyaratkan pada Surat
Yasin/36: 40.

Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. dan
masing-masing beredar pada garis edarnya.
4) Siang dan malam tidak selalu sama lama (tempo)nya. Kadangkala malam lebih panjang daripada
siang, dan kadangkala juga terjadi sebaliknya. Hal ini mengundang tanda tanya untuk dipikirkan
jawabannya, seperti tersirat pada Surat Yunus/10: 6.

Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di
bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang- orang yang bertakwa.
5) Dari hasil pemantauan satelit diperoleh bukti, bahwa Jazirah Arab beserta gung-gunungnya bergerak
mendekati Iran dengan pergerakan yang sangat lamban, hanya beberapa sentimeter setiap tahunnya.
Isyarat ini terlihat dari Alquran, surat An-Naml/28: 88.

Dan kau lihat gunung-gunung, kamu kira ia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagaimana
berjalannya awan. Demikian perbuatan Allah, Yang membuat kokoh setiap sesuatu. Sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Selain dari ayat-ayat tersebut di atas, sebenarnya masih banyak lagi penemuan-penemuan ilmiah
modern yang keberadaannya diisyaratkan oleh Alquran sejak empat belas abad yang lalu. Dalam kaitan
ini, peran serta ilmuwan muslim dituntut untuk lebih banyak terlibat dalam penemuan-penemuan ilmiah
secara obyektif, sehingga akan lebih banyak lagi menyingkap rahasia-ahasia kemukjizatan Alquran dari
aspek ini.

c) Kesempurnaan Syari'atnya
Kandungan Alquran yang menjadi tujuan utama diturunkannya, yakni berupa syari'at Islam menunjukkan
bentuk yang paling sempurna jika dibandingkan dengan bentuk perundang-undangan manapun yang
pernah ada di dunia ini. Hal ini terbukti dengan semakin luasnya tersebar ajaran Islam ke seluruh penjuru
dunia dan diterima oleh semua lapisan masyarakat, dari kurun-kr kurun hingga abad modern sekarang
ini. Indikasi semacam ini, menurut William Montgomery Watt, seorang orientalis dari Skotlandia,
merupakan suatu pertanda keabsahan Muhammad sebagai Nabi yang membawa ajaran ini [William
Montgomery Watt, 1984: 246].
Keistimewaan lain yang dimiliki oleh Alquran ialah tekunnya para ulama, khususnya para fuqaha dan juga
mutakallimin, mempelajari kandungan Alquran yang tak henti-hentinya sejak empat belas abad yang lalu;
sehingga melahirkan warisan pemikiran yang patut dibanggakan hingga saat ini [Muhammad Ismail
Ibrahim, 1978: 21]. Selain itu, syari'at Islam juga diakui sebagai syari'at yang sesuai dengan kebutuhan
manusia, karena ia berasal dari pencipta manusia itu sendiri, yang tujuan utamanya untuk membebaskan
manusia dari alam gelap gulita enuju dunia pencerahan yang terang-benderang (Q. S. Al-Baqarah/2:
257). Dalam hal ini banyak indikasi yang menunjukkan, bahwa orang-orang non-muslim pun pada
akhirnya berupaya untuk kembali mengadopsi ajaran syari'at Alquran, yang semula mereka acuhkan --
baik disadari atau tidak. Seperti contoh-contoh yang dipaparkan oleh Az-Zarqani [Az-Zarqani, op. cit.: 352
- 353].
Dari ketiga klassifikasi kemukjizatan Alquran berdasarkan kandungan isinya, sebagaimana tersebut di
atas, yang banyak mendapat perhatian kalangan mutakallimin sebagai obyek kajiannya, hanyalah
klassifikasi yang pertama, yaitu berita-berita ghaib yang dikandung Alquran (Al-Akhbar 'An Al-Ghuyub).







http://affanjentrek.blogspot.com/2011/02/afffannur-jentrek-rojoimo-sesungguhnya.html
1. Pengertian Mukjizat
Kata Mukjizat menurut Quraish Shihab berasal dari bahasa Arab yang berarti
melemahkan atau menjadikan tidak mampu, sedangkan ta marbutah pada kata
menunjukkan makna mubalaghoh (superlative)1. Menurut kamus besar Purwo
Darminto adalah kejadian ajaib/luar bisaa yang sukar dijangkau oleh kemampuan
manusia2. Sedangkan menurut pakar agama Islam adalah suatu hal atau peristiwa
luar bisaa yang terjadi melalui seorang yang disebut Nabi, sebagai bukti
kenabiannya yang di tantangkan pada yang meragukan, untuk melakukan atau
mendatangkan hal serupa, namun mereka tidak mampu melayani tantangan
tersebut.3 Manna Khalil Al-Qattan menjelaskan bahwa pengertian Kelemahan
secara umum ialah ketidakmampuan mengerjakan sesuatu, sehingga nampaklah
kemampuan dari mujis(sesuatu yang melemahkan). Dan kata Ijas dalam konteks
ini adalah menampakkan kebenaran Nabi dalam pengakuannya sebagai seorang
Rasul dengan menampakkan kelemahan orang Arab beserta generasi-generasi
setelahnya untuk menghadapi mujizatnya yang abadi( Al-Qur`an).4
Dalam pengertian lain bahwa pengetahuan manusia tentang hukum sebab-akibat
yang terdapat di alam hanyalah sebagian kecil dari hukum-hukum sebab akibat yang
ada dalam pengetahuan Tuhan. Sebagai contoh adalah untuk mendapatkan hasil
angka 7 bisa melalui 4+3 = 7 (hukum alam yang dapat diketahui manusia),
sedangkang masih banyak sebab-akibat dari hasil angka 7 yang tidak dapat
diketahui manusia karena keterbatasan pengindraan. Misalnya 3+3+1=7, (22)+3=7,
10-3=7, 100-99+(22)+2=7 dst, yang semua sebab-akibat tersebut ditunjukkan oleh
Tuhan maka manusia akan mampu memahaminya. Oleh karena itu termasuk kata
sukar di atas kurang tepat. Karena yakin bahwa manusia dibatasi oleh hukum-
hukum alam yang melekat pada dirinya. Tetapi seandainya Allah memberikan
penjelasan maka akal akan mampu menerima kebenaran tersebut, namun
kenyataannya Allah tak memberikan penjelasan karena ada tujuan-tujuan tertentu
yang tak mudah kita pahami.
kedua; melemahkan. Istilah ini juga menggoda pada kita untuk mengkaji ulang.
Diantara pendapat datang kaum Sirfah. Abu Ishaq Ibrahim An-Nizam dan
pengikutnya dari kaum syiah seperti al-Murtadha mengatakan bahwa kemukjizatan
Al-Qur`an adalah dengan cara shirfah (pemalingan). Artinya bahwa Allah
memalingkan orang-orang Arab untuk menantang Quran, padahal sebenarnya
mereka mampu, maka pemalingan inilah yang luar bisaa yang selanjutnya pendapat
ini di habisi oleh Qadi Abu bakar al-Baqalani ia berkata: kalau yang luar bisaa itu
adalah shirfah maka kalam Allah bukan mukjizat melainkan Shirfah itu sendiri yang
mukjizat dengan berlandasan pada QS. Al-Isra:88. 7
Berbeda dengan pendapat kaum sirfah, penulis lebih memandang melalui kaca
mata dilalah siyaqiyah, bahwa makna melemahkan-dilemahkan cenderung
mengarah pada konteks menang dan kalah. Hal inilah yang menurut penulis kurang
etis. Dan ternyata kata melemahkan ) ( tidak terdapat dalam Al-
Qur`an. kalimat yang digunakan adalah (tanda-tanda) dan (penjelasan)
yang dari kedua kata tersebut menurut Prof. DR. H. Said Aqil Munawar, MA.
mempunyai dua pengertian pertama; pengkabaran Ilahi (QS.3:118, 252/QS.6:4/
QS10:7dan QS.2:159/ QS 3:86/ QS 10:150). Kedua; tanda-bukti yang termasuk
digolongkan mukjizat (QS.3:49/ QS.7:126/ QS.40:78/ QS.27:13 dan QS.7:105/
QS.16:44/ QS.20:72)8. yang menurut penulis sebenarnya jauh dari makna
melemahkan atau bahkan mengalahkan.
ketiga; dibawa oleh seorang nabi. Seandainya peristiwa luar bisaa tersebut terjadi
bukan pada nabi meskipun secara fungsi ada kesamaan dengan mukjizat, bisakah
disebut mukjizat?. Dalam buku yang sama Quraish Shihab menjelaskan, selain yang
membawa nabi kejadian luar bisaa tersebut bukan dinamakan mukjizat. Beliau
menambahkan kalau terjadi pada seseorang yang kelak akan menjadi nabi maka
disebut Irhash, adakalanya terjadi pada hamba Allah yang taat yang disebut
karomah, dan apabila terjadi pada hamba yang durhaka disebut Istidroj (rangsangan
untuk lebih durhaka) atau Ihanah (penghinaan)9. Semua peristiwa tersebut adalah
merupakan tanda-tanda dan bukti atas kebesaran Allah agar siapapun yang
menyaksikannya baik melalui akal maupun hatinya dapat beriman kepada Allah.
keempat; sebagai bukti kerasulan. Kata bukti menyangkut percaya dan tidak
percaya, seandainya seseorang telah percaya pada rasul bahwa Ia adalah utusan
Allah, adakah masih disebut mukjizat?.
Dari definisi mukkjizat, makna bukti atau tanda inilah yang paling utama bukan
lemah dan melemahkan karena tujuan risalah (kerasulan) adalah agar seseorang
mampu memahami dan meyakini bahwa risalah tersebut benar-benar dari Zat yang
Maha Kuasa yaitu Allah SWT. Adapaun bagi mereka yang sudah percaya terhadap
kerasulan Nabi beserta apa yang disampaikannya yang berupa wahyu dari Tuhan
maka peristiwa luar bisaa tersebut tetap disebut mukjizat. Sebab dimensi lain makna
mukjizat(ketidak mampuan akal) tetap berlaku pada orang yang sudah percaya
tersebut. Oleh karena itu fungsinya disamping sebagai bukti juga merupakan
penjelasan dan pemantapan terhadap keyakinan seseorang.
kelima; mengandung tantangan. Memang kebanyakan ulama diantara misalnya
Syahrur juga melihat QS. Al-Isra: 88 mengandung tantangan dan tantangan
tersebut berakhir pada kelemahan mujas10, namun hemat penulis bahwa
sebenarnya Allah tidak hendak menantang orang-orang kafir. Bagaimana bisa
Tuhan menantang mahluknya jelas inpossible, karena maksud dan tujuannya bukan
untuk menantang. Dalam ilmu dilaliyah, conten analisis perlu meneropong gaya
penuturan Autor, misalnya kalimat ayo kalau berani ! ( kondisi marah) mempunyai
makna tantangan, sedangkan ayo kalau berani (kodisi tersenyum) bermakana
menguji.

2. Makna Kemujizatan Al-Qur`an
Berdsarkan sifatnya, mukjizat (Al-Qur`an) yang diberikan kepada nabi Muhammad
SAW. sangatlah berbeda dengan mukjizat-mukjizat yang diberikan kepada nabi-nabi
terdahulu. Jika para nabi sebelumnya bersifat Hissiy-Matrial sedangkan Al-Qur`an
bersifat maknawy / immateri. Perbedaan tersebut bertolak pada dua hal mendasar
yaitu pertama, para nabi sebelum Muhammad SAW. ditugaskan pada masyarakat
dan masa tertentu. Oleh karenanya mukjizat tersebut hanya sementara. Sedangkan
Al-Qur`an tidak terbatas pada masyrakat dan masa tertentu sehingga berlaku
sepanjang masa. Kedua, secara historis-sosiologis dalam pemikirannya manusia
mengalami perkembangan. Auguste Comte(1798-1857) sebagaimana dikutip oleh
Quraish Shihab- ia berpendapat bahwa pikiran manusia dalam perkembangannya
mengalami tiga fase. Pertama Fase keagamaan, dikarenakan keterbatasan
pengetahuan manusia ia mengembalikan penafsiran semua gejala yang terjadi pada
kekuatan Tuhan atau dewa yang diciptakan dari benaknya. Kedua fase metafisika,
yaitu manusia berusaha menafsirkan gejala yang ada dengan mengembalikan pada
sumber dasar atau awal kejadiannya. Ketiga fase ilmiah, dimana manusia dalam
menafsirkan gejala atau fenomena berdasarkan pengamatan secara teliti dan
eksperimen sehingga didapatkan hukum-hukum yang mengatur fenomena
tersebut11. Posisi Al-Qur`an sebagai mukjizat adalah pada fase ketiga dimana
ditengarahi bahwa potensi pikir-rasa manusia sudah luar biasa sehingga bersifat
universal dan eternal.
Umumnya mukjizat para rasul berkaitan dengan hal yang dianggap bernilai tinggi
dan sebagai keunggulan oleh masing-masing umatnya pada masa itu. Misalnya
pada zaman nabi Musa lagi ngeternnya tukang sihir, maka mukjizatnya
sebagaimana tertera dalam QS. Al-araf: 103-126, As-Suara: 30-51, dan Thoha: 57-
73. pada nabi Isa adalah zaman perdukunan / tabib maka mukjizatnya adalah
seperti pada QS. Ali Imran: 49 dan Al-Maidah: 110. Dan pada zaman Muhammad
lagi marak-maraknya sastra sehingga mukjizat yang mach adalah Al-Qur`an12. Dari
sinilah sebagian ulama berpendapat bahwa kemukjizatan Al-Qur`an yang utama
saat itu adalah kebahasaan dan kesastraannya di samping isi yang terkandung di
dalamnya.

2. Kemukjizatan Al-Qur`an dari aspek Isyarat Ilmiyah

Selain keistimewaan pada kebahasaan, Al-Qur`an juga mempunyai isyarat-isyarat
ilmiyah yang sebagian ulama menganggap sebagai bentuk kemukjizatan Al-Qur`an.
Diantara isyarat-isyarat itu adalah bagaimana Al-Qur`an berbicara tentang
reproduksi manusia. Setidaknya ada beberapa ayat yang menjelaskan proses
kejadian manusia yang berasal dari Nutfah (air mani), yaitu surat Al-Qiyamah (75:36
-39):
36. Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa
pertanggung jawaban)?
37. Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim),
38. Kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan
menyempurnakannya,
39. Lalu Allah menjadikan daripadanya sepasang: laki-laki dan perempuan.
Surat An-. Najm (53: 45-46):
45. Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan
wanita.
46. Dari air mani, apabila dipancarkan
Surat Al-Waqiah (56: 58-59)
58. Maka Terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan.
59. Kamukah yang menciptakannya, atau kamikah yang menciptakannya?
Ayat-ayat di atas pada zaman modern sesuai dengan penemuan para ahli genetika
bahwa air mani yang menyembur dari laki-laki mengandung 200.000.000 lebih sel
sperma yang salah satu darinya akan menembus rahim dan membuahi ovum.
Dalam konsep tersebut bahwa sel sperma mempunyai kromosum yang
dilambangkan hurup XY, sedangkan perempuan XX. Apabila sel sperma yang
berkromosum X lebih dominan maka akan lahir perempuan sedang apabila yang
lebih dominan Y maka akan lahir laki-laki. Barang kali inilah penjelasan sementara
tentang informasi ayat ke 39 surat Al-Qiyamah. Kemudian setelah ovum terbuahi
akan menjadi zigot atau yang dalam ayat ke 38 disebut Alaqoh.23
Selain itu, Al-Qur`an juga mengisyaratkan tentang kejadian alam semesta, bahwa
langit dan bumi tadinya merupakan satu gumpalan seperti digambarkan dalam QS.
Al-Anbiya`21: 30.

1.
Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan
bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, Kemudian kami pisahkan antara
keduanya. dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah
mereka tiada juga beriman?

Pada tahun 1929 Edwin P. Hubbel (1889-1953) mengadakan observasi yang
menunujukkan adanya pemuaian alam semesta. Hal ini sesuai dengan QS.
Azdariyat ayat 57 bahwa alam semesta berekspansi bukan statis sebagaimana
diduga Enstin. Ekspansi itu melahirkan sekitar seratur milyar galaksi yang masing-
masing mempunyai 100 milyar bintang. Pada awalnya semua benda-benda langit
tersebut merupakan gumpalan gas padat terdiri dari proton dan neutron yang
mempunyai kisaran secara teratur, dan pada derajat temperature tertentu gumpalan
tersebut meledak yang proses ini lazimnya disebut Big Bang.24
Diantara isyarat ilmiyah lain adalah gunung. Secara eksplisit kata gunung dalam Al-
Qur`an disebutkan sebanyak 39 kali dan secara implisit terdapat 10 kali. Dari 49
ayat tersebut 22 diantaranya menggambarkan gunung sebagai pasak atau pancang
bumi. Misalnya dalam surat An Naba` 78:7

1.
Dan gunung-gunung sebagai pasak.

Begitu juga dalam QS. 13:3, 15:19, 16:15, 21:31, 27:61, 31:10, 50:7, 77:27 dan
79:32.
Fakta-fakta mengenai gunung, baru tersingkap oleh para pakar pada akhir tahun
1960-an, bahwa gunung mempunyai akar, dan peranannya dalam menghentikan
gerakan menyentak horizontal lithosfer, baru dapat difahami dalam kerja teori
lempengan tektonik(plate tetonics). Hal ini dapat dimengerti karena akar gunung
mencapai 15 kali ketinggian di permukaan bumi sehingga mampu menjadi
stabilisator terhadap goncangan dan getaran.25
Lebih lanjut Airy(1855) mengatakan bahwa lapisan di bawah gunung bukanlah
lapisan yang kaku melainkan gunung itu mengapung pada lautan bebatuan yang
lebih rapat. Namun demikian massa gunung yang besar tersebut diimbangi
defisiensi massa dalam bebatuan sekelilingnya di bawah gunung dalam bentuk akar.
Akar gunung memberikan topangan buoyancy serupa dengan semua benda yang
mengapung. Ia menggambarkan kerak bumi yang berada di atas lava dapat
dibandingkan dengan kenyataan sehari-hari yaitu seperti rakit kayu yang
mengapung di atas air, dimana permukaan rakit yang mengapung lebih tinggi dari
permukaan lainnya juga mempunyai permukaan yang lebih dalam. Dengan demikian
permukaan bumi tetap dalam Equilibrium Isostasis, artinya bawa permukaan bumi
berada dalam titik keseimbangan akibat perbedaan antara Volume dan daya
grafitasi.26
Masih banyak lagi isyarat-isyarat ilmiyah yang disinggung Al-Qur`an misalnya
tentang kejadian awan, sistem kehidupan lebah, tumbuhan-tumbuhan yang
berklorofil dan seterusnya, yang semua itu merangsang terhadap adanya
pembuktian-pembuktian secara empiris dan rasionalis. Dan semakin bukti-bukti itu
terkuak semakin nyatalah kebenaran Al-Qur`an bahwa ia bukan buatan Muhammad.
Bagaimana mungkin seorang Muhammad yang 14 abad silam tak mengenal
pendidikan tidak bisa baca-tulis mampu menjelaskan hal itu semua.
Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana posisi kebenaran ilmiyah terhadap
isyarat-isyarat ilmiyah Al-Qur`an?. Satu hal yang harus dipahami adalah bahwa Al-
Qur`an bukanlah buku kumpulan teori ilmiyah, ia lebih merupakan suatu petunjuk
untuk menuju pada tujuan yang benar. Apabila kita menganalisa sedikit ayat-ayat
diatas bahwa Al-Qur`an tidak hanya berhenti pada isyarat ilmiyah tetapi lebih pada
bagaimana setelah manusia itu memahami dan mengerti terhadap isyarat-isyarat
ilmiyah tersebut. Adapun ke-ilmiyah-an Al-Qur`an hanya sebatas juklak agar tujuan-
tujuan Tuhan lebih komunikatif dan efektif. Sehingga ada perbedaan mendasar atas
ke-ilmiyah-an Al-Qur`an dan ke-ilmiyah-an dalam pengetahuan manusia. Sehingga
dapat di analogkan ke-ilmiyah-an Al-Qur`an adalah peta dan ke-ilmiyah-an
manusia adalah proses penelusuran jejak-jejak tersebut, oleh karenanya hanya
bersifat justifikasi andaikata benar. Sebab sevalid apapun ke-ilmiyah-an manusia ia
tetap tunduk pada hukum-hukum dan teori-teori ke-probabilitas-an manusia yang
notabene bersifat serba terbatas.
Kemukjizatan Al-Qur`an dari aspek kisah-kisah purba
Diantara hal yang menarik dari Al-Qur`an adalah bahwa Al-Qur`an memuat
beberapa cerita kaum-kaum terdahulu, hingga jauh ke hulu sejarah peradaban umat
manusia yang tak mungkin buku sejarah manapun mampu mengcover secara
akurat. Memang Al-Qur`an tidak memaparkan secara kronologis-histories, karena
memang Al-Qur`an bukanlah buku sejarah. Al-Qur`an menggunakan sejarah purba
tersebut hanya sebagai icon terhadap sebuah fenomena tertentu dengan maksud
dan tujuan tertentu. Sehingga starting pointnya dalam memahami kisah-kisah yang
terdapat dalam Al-Qur`an bukan dari dimensi histories ansih, melainkan dari dimensi
agama kisah merupaka metode Tuhan dalam rangka menyampaikan ajaran yang
terkandung di dalamnya.
Bahkan Al-Qur`an juga memberi informasi terhadap kejadian-kejadian yang bakal
terjadi, misalnya kemenangan bangsa Romawi atas bangsa Persia pada masa
sekitar sembilan tahun sebelum peristiwa tersebut terjadi. Juga cerita tentang
datangnya seekor binatang yang dapat bercakap-cakap menjelang hari kiyamat,
yang terdapat dalam surat An-Naml 27: 82.27
82. Dan apabila perkataan Telah jatuh atas mereka, kami keluarkan sejenis binatang
melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa Sesungguhnya
manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.
MannaKholil Khattan menyebutkan macam-macam kisah yang terdapat di Al-
Qur`an. Pertama, kisah-kisah para Nabi dan segala hal yang menyangkut
perjuangannya. Seperti Nabi Nuh AS, Ibrahim AS, Musa AS, Isa AS, Muhammad
SAW. dan seterusnya. Kedua, kisah-kisah yang berhubungan dengan masa lulu dan
orang-orang yang belum bias dipastikan kenabiaanya. Misalnya kisah beribu-ribu
orang yang pergi dari kampungnya karena takut mati, kisah Talut dan Jalut, dua
orang putra Adam, Ashaabul kahfi, Zulkarnain, ashaabul Sabt, Karun dan lain-
lainnya. Ketiga, kisah yang berhubungan dengan peristiwa yang terjadi pada Nabi
Muhammad SAW. seperti perang badar, prang uhud, perang Hunain, perang Ahzab,
tentang Isra` dan Miraj dan lain-lain.28
Sementra diantara kritikus baik dari orientalis maupun oksidentalis ada yang
meragukan. Salah satunya seperti yang dikutip MannaKholil Khattan, bahwa salah
satu kandidat doctor di Mesir mengajukan judul Al Fannul Qasasiy fil Qur`an, yang
intinya dalam disertasi tersebut menyatakan bahwa kisah-kisah dalam Al-Qur`an
merupakan karya seni yang tunduk kepada daya cipta dan kreatifitas kaidah-kaidah
seni, tanpa harus memegangi sisi kebenaran sejarah. Dari pernyataan ini jelas
sekali bahwa ia meragukan kebenaran terhadap kisah-kisah dalam Al-Qur`an.29
Dalam Al-Qur`an surat Al-Hadid(57):26 disebutkan:

1.
Dan Sesungguhnya kami Telah mengutus Nuh dan Ibrahim dan kami jadikan
kepada keturunan keduanya kenabian dan Al kitab, Maka di antara mereka ada
yang menerima petunjuk dan banyak di antara mereka fasik.

Barang kali kita merasa tertohok jika ada orang bertanya kapan dan dimana Nabi
Nuh itu hidup adakah bukti-bukti secara empiris terhadap hal itu?. Untuk menelusuri
pertanyaan ini kita dapat murujuk pada tradisi Islam yaitu Al-Qur`an-hadis dan
sebagainya, tradisi Semitis yang meliputi injil, data arkeologis dan antropologis.
Al-Qur`an surat 11:44, mengisahkan bahwa perahu Nabi Nuh terdampar di gunung
Judy.
Maulana Yusuf menafsirkan, gunung Judy terletak di daerah yang meliputi distrik
Bohran di Turki; yaitu dekat perbatasan Turki sekarang dan Irak dan Syiria. Yakni
pegunungan besar Plateau Ararat yang mendomonasi distrik ini.
Dalam teradisi Islam dari Imam Abu al-Fida Al-Tadmuri (Mattewhs 1949) dapat
disimpulkan bahwa sejarah Nabi Nuh AS mulai sekitar 6000 tahun yang lalu atau
4000 SM. Sementara daerah sekitar seperti ayat di atas di huni oleh penduduk
lembah Trigis Hulu atau keturunan mereka. Di samping itu pertemuan tadisi Islam
dan Injil menguatkan hal tersebut. Menurut Al-Tadmuri nabi Nuh mempunyai tiga
putra yaitu Sam, Ham dan Yafat. Menurut tradisi Injil dan Yahudi putra Nabi Nuh
adalah Shem, Ham dan Japhet. Sementara Kanaan masih polemic ada yang
mengatakan termasuk putranya atau cucunya dari Ham, yang jelas masih keluarga
Nabi Nuh.30
Para sarjan Yahudi percaya bahwa Sam adalah cikal-bakal kelompok ras yang
umumnya sekarang disebut Timur Tengah. Ham dianggap sebagai nenek moyang
oaring yang tinggal di Afrika Utara sedangkan kanaan sebagai asal-usul Canaanites
yaitu Hittites, Amorites, Jebusites, Hivites, Girghasites dan Perrizites. Dan Yafat
dianggap sebagai bapak dari bangsa yang mendiami daerah utara dan barat
Palestina.
Keterangan yang mirip di tuturkan oleh Al-Tadmuri dalam bukunya Muthir Al-
Gharam Fi Fadl Zuyarat Al-Khalili dengan mengutip riwayat At-Thalabi bahwa Sam
adalah bapak dari orang Arab, Parsi dan Yunani, Ham adalah bapaknya orang
Negro dan Yafat adalah bapaknya orang Turki, Barbar dan Yajuj dan Majuj.31
Dari perkawinan tradisi di atas nampak formasi kehidupan Nabi Nuh sekaligus
mempertegas terhadap kisah yang ada dalam Al-Qur`an bukanlah mengada-ada.
Meskipun dari sudut latar, setting, plot dan alur tidak jelas. Karena Al-Qur`an tidak
hendak me-narasi-kan suatu peristiwa dengan pendekatan sastra. Dan menurut
penulis eksistensinya Al-Qur`an sebagai satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan -
terkait dengan masalah kisah-kisah ini- maka bila satu kisah sudah dapat dibuktikan
secara empiris maka ini sekaligus membuktikan bahwa seluruh kisah dalam Al-
Qur`an adalah benar dan non fiktif adanya.
3.
Kemukjizatan Al-Qur`an dari aspek Tasyri (hukum)
Tak kalah menakjubkan lagi ketika Al-Qur`an berbicara tentang hukum(tasyri) baik
yang bersifat individu, sosial(pidana, perdata, ekonomi serta politik) dan ibadah.
Sepanjang sejarah peradaban umat, manusia selalu berusaha membuat hukum-
hukum yang mengatur sekaligus sebagai landasan hidup mereka dalam kehidupan
mereka. Namun demikian hukum-hukum tersebut selalu direkonstruksi
diamandement bahkan dihapuskan sesuai dengan tingkat kemajuan intelekstualitas
dan kebutuhan dalam kehidupan sosial yang semakin kompleks. Perkara ini tak
berlaku pada Al-Qur`an. Hukum-hukum Al-Qur`an selalu kontekstual berlaku
sepanjang hayat, dimanapun dan kapanpun karena Al-Qur`an datang dari Zat yang
Maha Adil lagi Bijaksana.
Dalam menetapkan hukum Al-Qur`an menggunakan cara-cara sebgai berikut;
pertama, secara mujmal. Cara ini digunakan dalam banyak urusan ibadah yaitu
dengan menerangkan pokok-pokok hukum saja. Demikian pula tentang muamalat
badaniyah Al-Qur`an hanya mengungkapkan kaidah-kaidah secara
kuliyah.sedangkang perinciannya diserahkan pada As-Sunah dan ijtihad para
mujtahid. Kedua, hukum yang agak jelas dan terperinci. Misalnya hukum jihad,
undang-undang peranghubungan umat Islam dengan umat lain, hukum tawanan dan
rampasan perang. Seperti QS. At-Taubah 9:41. Ketiga, jelas dan terpeinci. Diantara
hukum-hukum ini adalah masalah hutang-piutang QS. Al-Baqarah,2:282. Tentang
makanan yang halal dan haram, QS. An-Nis` 4:29. Tentang sumpah, QS. An-Nahl
16:94. Tentang perintah memelihara kehormatan wanita, diantara QS. Al-Ahzab
33:59. dan perkawinan QS. An-Nisa` 4:22.32
Yang menarik diantara hukum-hukum tersebut adalah bagaimana Tuhan memformat
setiap hukum atas dasar keadilan dan keseimbangan baik untuk jasmani dan rohani,
individu maupun sosial sekaligus ketuhanan. Misalnya shalat yang hukumnya wajib
bagi setiap muslim yang sudah aqil-balig dan tidak boleh ditinggalkan atau diganti
dengan apapun. Dari segi gerakan banyak penelitian yang ternyata gerakan shalat
sangat mempengaruhi saraf manusia, yang intinya kalau shalat dilakukan dengan
benar dan khusuk (konsentrasi) maka dapat menetralisir dari segala penyakit yang
terkait dengan saraf, kelumpuhan misalnya. Juga shalat yang kusuk merupakan
bentuk meditasi yang luar biasa, sehingga apabila seseorang melakukan dengan
baik maka jiwanya akan selamat dari goncangan-goncangan yang
mengakibatbatkan sters hingga gila.
Dalam konteks sosial shalat mampu mencegah perbuatan keji dan mungkar seperti
dalam QS. Al-Ankabut 29: 45,
45. Bacalah apa yang Telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan
Dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan)
keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar
(keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu
kerjakan.
yang kedua perbuatan tersebut merupakan biang kerok penyakit sosial. Semua
bentuk kejahatan sosial seperti politik kotor, korupsi, kriminalitas pelecehan seksual
yang semua itu disebabkan oleh nafsu (potensi) syaitoniyah dan shalat adalah obat
mujarab untuk itu.
Contoh lain misalnya Al-Qur`an ali imran2;159 yang menanamkan sistem hukum
sosial dengan berdasar pada azaz musyawarah.

1.
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah Lembut terhadap
mereka. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka
menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah
ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu[33].
Kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada
Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

Ayat diatas menganjurkan untuk menyelesaikan semua problem sosial dengan azaz
musyawarah agar dapat memenuhi keadilan bersama dan tidak ada yang dirugikan.
Nilai yang dapat diambil adalah bagaimana manusia harus mampu bertanggung
jawab terhadap diri sendiri dan kelompoknya, karena hasil keputusan dengan
musyawarah adalah keputusan bersama. Dengan demikian keutuhan masyarakat
tetap terjaga. Ayat selanjutnya apabila sudah sepakat dan saling bertanggung jawab
maka bertawakkal kepada Allah. Hal ini mengindikasikan harus adanya kekuasaan
mutlak yang menjadi sentral semua hukum dan sistem tata nilai manusia.
Demikianlah karakteristik sekaligus rahasia hukum-hukum Tuhan yang selalu
menjaga keadilan dan keseimbangan baik individu, sosial dan ketuhanan yang tak
mungkin manusia mampu menciptakan hukum secara kooperatif dan holistic. Oleh
karena itu tak salah bila seorang Rasyid Rida -sebagaimana dikutip oleh Quraish
Shihab- mengatakan dalam Al-Manarnya bahwa petunujuk Al-Qur`an dalam bidang
akidah, metafisika, ahlak, dan hukum-hukum yang berkaitan dengan agama, sosial,
politik dan ekonomi merupakan pengetahuan yang sangat tinggi nilainya. Dan jarang
sekali yang dapat mencapai puncak dalam bidang-bidang tersebut kecuali mereka
yang memusatkan diri secara penuh danmempelajarinya bertahun-tahun. Padahal
sebagaimana maklum Muhammd sang pembawa hukum tersebut adalah seorang
Ummy dan hidup pada kondisi dimana ilmu pengetahuan pada masa kegelapan.

1.
Kesimpulan

Menanggapi masalah definisi mukjizat yang telah dihadirkan para ulama, penulis
lebih cenderung pada makna bukti, hal ini didasarkan pada bahwa kata mukjizat
tidak ditemukan dalam al-quran melainkan kata ayat. Bukti-bukti inilah yang luar
biasa sehingga manusia khusunya masyarakat Arab ketika itu bertekuk lutut atau
paling tidak sebenarnya mereka mengakuinya. Diantara bukti-bukti yang luar biasa
tersebut adalah pada aspek kebahasaannya, isyarat-isyarat ilmiyah dan muatan
hukum yang terkandung didalamnya.
Ditilik dari kebahasaan, Al-Qur`an mempunyai kandungan makna luar biasa baik
yang dihasilkan dari pemilihan kata, kalimat dan hubungan antar keduanya, efek
fonologi terhadap nada dan irama yang sangat berpengaruh terhadap jiwa
penikmatanya atau efek fonologi terhadap makna yang ditimbulkan serta deviasi
kalimat yang sarat makna. Ditambah lagi adanya keseimbangan redaksinya serta
keseimbangan antara jumlah bilangan katanya. Sehingga tak heran bila Al-Qur`an
menempatkan dirinya sebagai seambrek simbul yang sangat kominikatif lagi
fenomenal.
Tak kalah serunya Al-Qur`an dilihat dari demensi ilmiyah. Bagaimana Al-Qur`an
mendiskripsikan tentang reproduksi manusia, hal ihwal proses penciptaan alam
beserta frora dan faunanya tentang awan peredaran matahari dan seterusnya yang
semua itu dapat dibuktikan keabsahannya melalui kacamata ilmiyah, sehingga
menujukkan bahwa Al-Qur`an sejalan dengan rasio dan akal manusia.
Adanya kisah-kisah misterius dalam Al-Qur`an, menempatkannya sebagai ajaran
kehidupan yang mencakup total tata nilai mulai hulu peradaban umat manusia
hingga hilirnya. Bahwa peristiwa-peristiwa tersebut sengaja dihadirkan oleh Tuhan
agar manusia mampu menjadikannya sebagai ibrah kehidupan. Ia merupakan
sebuah metode yang dipilih Tuhan untuk menuangkan nilai yang terkandung
didalamnya.
Keistimewaan Al-Qur`an yang paling esensi adalah petunjuk hukum secara
kooperatif, komprehensif dan holistik baik yang berkenaan masalah akidah, agama,
sosial, pilitik dan ekonomi yang secara umum bertolak pada azaz keadilan dan
keseimbangan, baik secara jasmani dan rohani, dunia dan akhirat atau manusia
sebagai indifidu, social masyarakat atau dengan Tuhannya. Demikianlah yang dapat
penulis paparkan dan akhirnya wallahu alam bish-shawab.
***











Tujuan dan fungsi Mukjizat

Mukjizat berfungsi sebagai bukti kebenaran para nabi. Mukjizat ditampilkan oleh Tuhan
melalui hamba-hambaNya yang terpilih untuk membuktikan kebenaran ajaran Ilahi yang
dibawa oleh masing-masing Nabi. Jika demikian halnya hal mengandung dua konsekwensi
Pertama : Bagi yang telah percaya kepada nabi, maka ia tidak membutuhkan mukjizat. Ia
tidak lagi ditantang untuk melakukan hal yang sama. Mukjizat yang dilihat dan dialaminya
hanya berfungsi memperkuat keimanan , serta menambah keyakinannya akan kekuasaan
Allah SWT

Kedua , para nabi sejak Adam a.s. hingga Isa a.s. diutus untuk suatu kurun tertentu serta
masyarakat tertentu. Tantangan yang mereka kemukakan sebagai mukjizat pasti tidak
dapat dilakukukan oleh umatnya. Vide uraian berikutnya.


Macam-Macam Mukjizat

Secarta garis besarnya mukjizat dibagi dua bagian pokok
Pertama : Mukjizat yang bersifat material indrawi dan tidak kekal
Mukjizat nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad SAW adalah contoh dari mukjizat yang
demikian. Mukjizat mereka bersifat material dan indrawi artinya keluarbiasaan tersebut
dapat disaksikan oleh kaum dimasa dan tempat nabi tersebut menyampaikan risalahnya.
Contohnya
Perahu Nabi Nuh a.s. yang dibuat atas petunjuk Allah SWT, sehingga mampu bertahan
dalam situasi ombak dan gelombang dahsyat
Tidak terbakarnya Nabi Ibrahim a.s dalam kobaran api yang sangat besar
Tongkat Nabi Musa a.s. yang beralih wujud menjadi ular besar mengalahkan ular-ular
para penyihir
Penyembuhan yang dilakukan oleh Nabi Isa a.s atas izin Allah SWT
Dll

Kedua : Mukjizat yang bersifat Imaterial, logis , lagi dapat dibuktikan sepanjang masa.
Inilah mukjizat Nabi Muhammad SAW . yang sifatnya bukan indrawi atau material, namun
dapat dipahami oleh akal. Karena sifatnya yang demikian, maka ia tidak dibatasi oleh suatu
tempat atau masa tertentu. Mukjizat Al Quran dapat dijangkau oleh setiap orang yang
menggunakan akalnyadimanapun dan kapanpun.

B. Mukjizat Al Quran
Jika kita berkata Mukjizat Al Quran, maka ini berarti mukjizat ( bukti kebenaran ) tersebut
adalah mukjizat yang dimiliki atau yang terdapat didalam Al Quran , bukannya bukti
kebenaran yang dating dari luar Al Quran atau factor luar.
Dalam konteks uraian kemukjizatan Al Quran , maka yang dimaksud dengan Al-Quran
adalah minimal satu surat walaupun pendek, atau tiga ayat atau satu ayat yang panjang
seperti ayat Al-Kursi (QS.002:255 ). Pembatasan minimal itu dipahami dari tahapan-
tahapan tantangan Allah kepada setiap orang yang meragukan kebenaran Al Quran
sebagai firman Allah SWT. (Baca topic Tantangan Al Quran ybs )


Apakah kemukjizatan Al Quran perlu dibuktikan ?.
Tidak dapat disangkal lagi oleh siapapun yang memiliki obyektivitas bahwa Kitab Suci Al
Quran memiliki keistimewaan-keistimewaan. Keistimewaan tersebut diakui oleh kawan
maupun lawan, sejak dahulu hingga kini.
1. 1. Keagungan serta kesempurnaan Al Quran bukan hanya diketahui atau
dirasakan oleh mereka yang mempercayai dan mengharapkan petunjuk
petunjuk nya. Tetapi juga oleh semua orang yang mengenal secara dekat Al
Quran . Karena tiada suatu bacaan pun sejak manusia mengenal tulis baca lk
5000 tahun yl, yang keadaannya sama dengan Al Quran , bacaan yang amat
sempurna lagi mulia itu.

1. 2. Tiada suatu bacaan pun yang dibaca oleh ratusan juta orang baik mereka
yang mengerti artinya maupun yang tidak mengerti- bahkan dihafal redaksinya
huruf demi huruf seperti halnya Al Quran, lalu anehnya para juara membaca Al
Quran Tingkat Internasional, seroing kali adalah orang-orang yang bahasa ibunya
bukan bahasa Al Quran. (bahasa Ajam ).


1. 3. Tiada satu bacaan pun yang mendapat perhatian sedemikian serius melebihi
Al Quran , perhatian yang tidak hanya tertuju kepada sejarahnya secara umum,
tetapi sejarahnya ayat per ayat, baik dari masa, musim dan waktu turunnya
sampai kepada sebab-sebab turunnya atau kali-kali turunnya.

1. 4. Tiada satu bacaan pun seperti Al Quran yang dipelajari redaksinya, bukan
hanya dari segi penempatan kata demi kata, serta pemilihan kata tersebut,
tetapi juga arti kandungannya yang tersurat, tersirat bahkan sampai kepada
kesan-kesan yang ditimbulkan oleh jiwa pembacanya, dan yang dikenal dalam
Ilmu Al Quran sebagai tafsir-isyari. Dan yang kemudian dari Al-Quran ditulis
ratusan ribu jilid tafsirnya generasi demi generasi hingga saat ini.


1. 5. Tiada satu bacaan pun seperti Al Quran yang dipelajari , dibaca , dan
dipelihara aneka macam riwayat cara membacanya- yang jumlahnya lebih dari
sepuluh- serta disampaikan oleh sedemikian banyak orang yang menurut adat,
mustahil mereka sepakat berbohong.

1. 6. Tidak satu bacaanpun seperti halnya Al-Quran yang diatur tata cara
membacanya , mana yang harus dipanjangkan, dipendekkan, dipertebal atau
diperhalus ucapannya. Dimana tempat yang terlarang , boleh atau harus bermula
dan berhenti, bahkan diatur lagu dan irama yang diperkenankan atau tidak,
sampai kepada etika membacanya.


1. 7. Tidak satu bacaanpun yang dihitung jumlahnya , bukan hanya bagian yang
terbesarnya ( surasurahnya ) tetapi sampai ke ayat, kalimat, kata dan hurufnya
sekalipun, dan kemudian ditemukan rahasia-rahasia yang sangat mengagumkan
dan perimbangan jumlah bilangan kata-katanya.

1. 8. Tidak satu bacaanpun yang diatur dan dipelajari tatacara penulisannya baik
dari segi persesuaian dan perbedaannya dengan penulisan masa kini, sampai
kepada mencari rahasia mengapa ada kata yang sama tetapi ditulis berbeda,
seperti contoh kata bismi pada QS.096:1 yang ditulis dengan menggunakan huruf
alif







AYAT-AYAT AL-QURAN TENTANG ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI
Ilmu janin menurut Al Quran
o Tahap dalam pembentukan
janin: 16:4, 22:5, 23:13, 23:14,35:11, 36:77, 39:6, 40:67, 71:14, 75:37, 75:38, 76:
2,77:20, 80:19, 86:6, 86:7, 96:2
o Pemeliharaan janin dalam rahim: 23:13, 39:6, 77:21
o Penentuan kelamin bayi: 3:6, 13:8
o Perkembangan indra bayi: 16:78, 23:78, 32:9, 67:23, 76:2
o Masa kandungan: 46:15
o
o Ilmu tumbuh-tumbuhan dalam Al Quran
Penyebutan tumbuh-
tumbuhan: 2:61, 2:261, 6:99,10:24, 15:19, 16:11, 18:45, 20:53, 22:5, 23:19,2
3:20, 26:7, 27:60, 31:10, 36:34, 36:36, 37:146,50:7, 50:9, 78:15, 80:27
Kebutuhan tumbuhan akan
air: 2:164, 6:99, 7:57,10:24, 13:4, 13:17, 14:32, 15:22, 16:10, 16:11,16:65, 1
8:45, 20:53, 22:5, 22:63, 23:19, 25:49,27:60, 30:24, 30:50, 31:10, 32:27, 35:
9, 35:27,39:21, 41:39, 43:11, 45:5, 50:9, 50:11, 78:15,80:25
Pengaruh angin dalam pembuahan tumbuh-tumbuhan:15:22
Pentingnya akar pada tumbuhan: 14:24, 14:26
Pengaruh tanah pada tumbuhan: 2:265, 7:58, 13:4,16:65
Pengaruh gerak bumi tumbuhan: 22:5, 41:39
Zat klorofil (hijau daun) pada tumbuhan: 6:99, 12:43,12:46, 22:63, 36:80
Aneka ragam
tumbuhan: 2:22, 2:61, 6:99, 6:141,7:57, 13:4, 15:19, 16:10, 16:11, 16:13, 16:
67,35:27, 55:11, 55:12, 78:15, 80:28, 80:29, 80:30,80:31, 87:4
Berkembang biak dengan penyemaian: 2:261, 6:99,31:16, 80:27
Cara terbaik menyimpan biji-bijian: 12:47

Ilmu hewan dalam Al Quran
Bahasa hewan: 6:38, 27:16, 27:18, 34:10
Penyebutan hewan dalam Al
Quran: 2:65,2:67, 2:68, 2:69, 2:71, 2:164, 2:173, 2:259,3:14, 4:119, 4:15
3, 5:1, 5:3, 5:4, 5:60, 6:38,6:136, 6:138, 6:139, 6:142, 6:143, 6:144,6:14
5, 6:146, 7:40, 7:73, 7:77, 7:166, 7:176,7:179, 8:60, 10:24, 11:64, 11:69,
12:13,12:14, 12:17, 12:43, 12:46, 12:94, 16:5,16:8, 16:66, 16:80, 16:11
5, 17:59, 18:18,18:22, 20:18, 20:54, 21:78, 22:18, 22:28,22:30, 22:34, 2
3:21, 24:45, 25:44, 25:49,26:133, 26:155, 31:19, 34:10, 35:28, 36:71,37
:142, 38:19, 38:23, 38:24, 38:31, 39:6,40:79, 42:11, 42:29, 43:12, 45:4,
47:12,51:26, 54:27, 59:6, 62:5, 67:19, 74:50,74:51, 79:33, 80:32, 105:1

Burung dalam Al Quran
Teori terbang dalam Al Quran: 67:19
Burung-burungan yang disebut dalam Al
Quran:2:57, 5:4, 5:31, 7:160, 12:41, 20:80, 27:20

Hewan melata dalam Al Quran: 7:107, 20:20, 24:45,26:32

Binatang air dalam Al
Quran: 5:96, 7:133, 7:163,16:14, 18:61, 18:63, 35:12, 37:142, 68:48

Serangga dalam Al Quran
Sarang laba-laba: 29:41
Kerajaan lebah: 16:68, 16:69
Kerajaan semut: 27:18
Penyebutan lalat: 22:73
Penyebutan nyamuk: 2:26
Penyebutan kutu: 7:133
Penyebutan belalang: 7:133, 54:7

Kepekaan kulit: 4:56
Pohon hijau sumber energi: 24:35, 36:80, 56:72
Pembentukan air susu: 16:66, 23:21
Setiap makhluk
berpasangan: 4:1, 6:143, 13:3,16:72, 20:53, 22:5, 26:7, 26:166, 30:21, 31:10,
35:11, 36:36, 39:6, 42:11, 42:50, 43:12, 50:7,51:49, 53:45, 55:52, 75:39, 78:
8, 92:3
Keistimewaan sidik jari manusia: 75:4
Faedah kurma bagi wanita bersalin: 19:23, 19:25,19:26
Pentingnya keseimbagan gizi: 6:141, 7:31
Energi angin: 10:22, 17:69, 21:81, 25:48, 30:46,35:9, 42:33, 77:3
Air sebagai sumber
kehidupan: 2:164, 2:265, 6:99,10:24, 14:32, 16:10, 16:11, 16:65, 20:53, 21:3
0,22:5, 22:63, 23:19, 24:45, 25:49, 25:54, 27:60,29:63, 30:24, 30:50, 31:10,
32:27, 35:9, 35:27,39:21, 41:39, 43:11, 45:5, 50:9, 50:11, 78:14,80:25

Bahaya alkohol bagi manusia: 2:219
Bahaya senggama ketika haid: 2:222



1. sy-Syifa / Obat, Penawar

Firman Allah SWT
rqssqr ymyoYom _ $ RuqRr m % |$ rgJ & u) qRs$s)s rqssnMnos_mY tymyyt uqR ) @ gJ -
u qR @ t1 tuqr 3 r@m % qqmd 9#%us u) qu#tBuqR dmW rR$tqr ) 9#%$uqr 9cquBsu uRgNr
suuqR r r%qr qqmdqr Ogr not utJ 4 9 ryssr & 9cr$q#u ` B3b%sBB 7 tm /
44. Dan Jikalau kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah
mereka mengatakan: Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya? apakah (patut Al Quran)
dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: Al Quran itu adalah
petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. dan orang-orang yang tidak beriman
pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi
mereka[1334]. mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh.
[1334] yang dimaksud Suatu kegelapan bagi mereka ialah tidak memberi petunjuk bagi
mereka.
( A.44 QS.041 Fushshilat )




Al Quran disebut asy-Syifa karena ia adalah suatu obat bagi apa yang ada dalam dada (hati
nurani, hati sanubari ) Dalam arti yang lebih luas lagi adalah akal, budi, ilmu pengetahuan ,
perasaan, termasuk didalamnya naluri, kekuatan yang mempengaruhi hidup kita, syahwat,
hawa nafsu, marah , hiba dll.
Al Quran mengandung suatu obat bagi hati dari penyakit-penyakit hati seperti : kufur;
nifak; fasik; bidah; musyrik; riya; dengki; ujub; sombong; bakhil; ghurur; amarah yg zalim;
cinta keduniawian; mengikuti hawa nafsu; cinta kedudukan dst.
Dalam dunia kedokteran banyak dikenal berbagai sakit jiwa seperti: stress; gila; larut
dalam kesedihan; angan-angan dll, yang salah satu terapinya adalah doa, pembinaan
mental, rehabilitasi medis dll.
Banyak juga orang-orang yang mengalami problem jiwa lalu berobat kepada kyai; Ulama
untuk mendapat petunjuk mengatasi problem dengan dasar petunjuk Al Quran dan Al
Hadits.

Imam al baihaqi menceriterakan dalam kitabnya Syabul Imam suatu hadits dari Wailah
bin al Asqa, bahwa seseorang mengadukan kepada Rasulullah s.a.w. bahwa
kerongkongannya sakit, lalu Nabi s.a.w. bersabda Hendaklah engkau baca al Quran dan
minum madu, sebab al-Quran adalah obat dari apa yang ada dalam dada (hati) dan madu
obat dari tiap-tiap penyakit
Sedang penjelasan al Hasan al-Bishri yang dirawikan Abusy Syaikh, bahwa Nabi s.a.w.
bersabda Tuhan Allah telah menjadikan al Quran itu jadi obat bagi apa yang ada didalam
dada kamu, bukan obat dari penyakit kamu

Keterangan-keterangan diatas menambah jelas bahwa yang diobati dengan al Quran-
dengan memahami isinya- yang diobati adalah hati / jiwa kita . Bertambah mendalam
memahami isi kandungan al Quran , bertambah teguhlah hati menghadapi segala
perjuangan hidup, Menjadi tenang dikala suka maupun duka- lalu penyakit phisik berobat
lah ke akhlinya ( dokter, tabib, sinshe dll )danm tetap bertawakal kepada Allah Yang Maha
Penyembuh.






http://blogbelajarislam.wordpress.com/page/2/
Tujuan dan fungsi Mukjizat

Mukjizat berfungsi sebagai bukti kebenaran para nabi. Mukjizat ditampilkan oleh Tuhan
melalui hamba-hambaNya yang terpilih untuk membuktikan kebenaran ajaran Ilahi yang
dibawa oleh masing-masing Nabi. Jika demikian halnya hal mengandung dua konsekwensi
Pertama : Bagi yang telah percaya kepada nabi, maka ia tidak membutuhkan mukjizat. Ia
tidak lagi ditantang untuk melakukan hal yang sama. Mukjizat yang dilihat dan dialaminya
hanya berfungsi memperkuat keimanan , serta menambah keyakinannya akan kekuasaan
Allah SWT

Kedua , para nabi sejak Adam a.s. hingga Isa a.s. diutus untuk suatu kurun tertentu serta
masyarakat tertentu. Tantangan yang mereka kemukakan sebagai mukjizat pasti tidak
dapat dilakukukan oleh umatnya. Vide uraian berikutnya.

http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.islamicmedicine.org/med
miraclesofquran/medmiracleseng.htm
Sensasi sakit kulit



Itu umumnya percaya, selama beberapa abad, bahwa tubuh adalah semua sensitif terhadap
nyeri. Tidak jelas kemudian bahwa ada saraf khusus dalam badan yang bertanggung jawab untuk
mengangkut semua jenis nyeri dan sensasi lainnya, sampai saat ini ketika anatomi telah menemukan
peran ujung saraf khusus dalam mengangkut semua jenis kesakitan yang berbeda.
Sensasi saraf yang paling signifikan dalam tubuh manusia adalah:
Sensasi sentuhan: sel darah yang bertanggung jawab untuk sensasi seperti itu disebut
Meissners dan sel darah Merkels.
Sensasi rasa sakit: ini diangkut oleh ujung saraf di kulit.
Sensasi panas: ini adalah tanggung jawab sel-sel Ruffini silinder.

Ujung saraf akan terkena jika lapisan dermis dan epidermis yang terluka
Mengambil luka bakar pada kulit sebagai penyebab berbeda untuk sensasi kulit sakit, luka bakar dapat
dibagi menjadi 3 jenis:
1 - Burns dari tingkat pertama (matahari luka bakar): ini mempengaruhi epidermis menyebabkan
pembengkakan dan nyeri moderat. Fenomena kemerahan, pembengkakan dan nyeri biasanya
menghilang dalam waktu dua sampai tiga hari. (Gambar 1).
2 - Burns dari tingkat kedua: epidermis dan dermis yang terluka. Dalam kasus seperti itu,
detasemen terjadi antara epidermis dan dermis, menyebabkan pengumpulan cairan di antara
dua lapisan (Gambar 2).Orang yang terluka menderita sakit parah, dan meningkatkan sensasi
rasa sakit berlebihan, karena iritasi saraf terkena mengakhiri terutama setelah ledakan
lecet. Kulit mulai sembuh dalam 14 hari sebagai hasil dari proses renovasi dan inversi di bawah
kulit.
3 - Luka bakar derajat ketiga: ketebalan kulit seluruh terbakar dan mungkin cedera dapat
mencapai otot atau tulang. Kulit kehilangan elastisitas dan menjadi kasar dan kering. Dalam
hal ini, orang yang terluka tidak merasakan sakit banyak, karena ujung saraf telah rusak hampir
sepenuhnya akibat pembakaran (Gambar 3).

Luka bakar derajat ketiga dari
(Ketebalan penuh terbakar - tidak
menyakitkan)
Luka bakar derajat kedua
(Lecet pada kaki, sangat menyakitkan jika
ledakan)
Burns dari tingkat pertama
(Matahari membakar wajah)
Quran menyatakan; "Mereka yang menolak tanda-tanda kami, Kami akan melemparkan ke dalam
api; sesering kulit mereka dipanggang melalui. Kita akan mengubah mereka untuk kulit segar,
sehingga mereka bisa merasakan hukuman, karena Allah Ta'ala dalam kekuasaan; Bijaksana
"(. 4:56 )

) ( )
65 .(

Allah tidak mengatakan "sesering kulit mereka terbakar", seperti membakar bisa parsial, tetapi Dia lebih
mengatakan: "sesering kulit mereka dipanggang melalui", yaitu, benar-benar dibakar dengan semua
saraf sensasi dan nyeri. Jadi, Dia yang Mahakuasa yang terkait antara sensasi rasa sakit dan kulit ketika
dipanggang dan dibakar sekali, sehingga kehilangan struktur dan fungsi. Ketika sensasi rasa sakit hilang,
kulit penuh yang terdiri dan fungsional baru diganti, di mana saraf berakhir bertanggung jawab
atas sensasi menyakitkan panas dan membakar melakukan dan fungsi untuk membuat rasa percaya
hukuman yang dibakar dengan api lagi dan lagi.

Bagaimana usus ..?



Anatomi telah menemukan bahwa usus kecil adalah bagian terpanjang dalam sistem pencernaan,
sekitar 5 meter panjang. Dinding usus terdiri dari 3 lapisan:
1 - Lapisan eksternal (serum strata): membran yang lembut dan basah karena sekresi cairan
serum.
2 - Media strata (stratum otot).
3 - Lapisan internal (mukosa strata): terdiri dari piring dan lipatan mukosa atau cincin melingkar
penuh vili, dan mengandung kelenjar usus dan vesikuler limfatik.
Telah ditemukan bahwa rongga perut dilapisi peritoneum yang dimasukkan melalui dinding makan saraf
kulit, dan otot-otot dada dan perut. Saraf ini dipengaruhi oleh sentuhan dan panas. Visera tidak
memiliki saraf untuk rasa sakit atau sensasi. Karena itu, ketika dinding perut dibius lokal, dan perut
terbuka, tidak ada sensasi rasa sakit atau gangguan dirasakan di usus jika dipegang, dipotong atau
bahkan dibakar. Tetapi ketika usus dipotong atau dilubangi untuk alasan apapun, isinya keluar ke
rongga sekitarnya visera, dan yang kaya dalam saraf sensitif, rasa sakit ini kemudian sangat parah dan
perut pasien dalam keadaan yang disebut Dewan Seperti Kekakuan. Ini adalah keadaan darurat bedah
yang memerlukan operasi segera.

Usus berlubang menyebabkan sakit perut yang parah

Dalam Quran, Allah Yang Maha Kuasa mengatakan tentang siksaan api neraka; "tersebut diberi minum
air mendidih, air mata perut mereka terbelah." (47: 15)
) (: 56
Al-Qur'an mengancam orang-orang kafir air panas yang menangis perut mereka. Alasan yang mendasari
ancaman ini baru-baru ini menjadi jelas. Telah ditemukan bahwa usus tidak terpengaruh dengan
panas. Tetapi jika mereka dipotong, air panas di dalamnya keluar ke peritoneum yang diumpankan
melalui saraf dinding makan kulit, dan otot-otot dada dan perut. Saraf ini terpengaruh dengan
sentuhan atau panas, sehingga air panas, setelah usus dipotong, menyebabkan derajat tertinggi dari
rasa sakit.
Jadi siksaan luar terasa di kulit, berbeda dari yang dirasakan di dalam usus, karena perbedaan sifat
struktur kulit. Perasaan siksaan pertama tidak dapat dipertahankan kecuali kulit panggang
dipertukarkan dengan lapisan baru, sementara dalam kasus usus, siksaan hanya dirasakan dengan
memotong usus dengan air panas. Siksaan belum kontinyu: "Adapun orang-orang kafir, mereka akan
menjadi api Gehannam (api neraka), mereka tidak akan dilakukan dengan dan mati, dan tidak akan
hukuman yang diringankan bagi mereka, demikian Kami memberi balasan setiap orang tidak
berterima kasih "(35:36).

) ( - 65

Dengan demikian mukjizat ilmiah Al-Quran yang mengkristal. Rasa sakit seperti yang dirasakan pada
fakta-fakta medis yang sangat kompatibel dengan pernyataan Al-Qur'an.


Apa alasan di balik maju sidang atas penglihatan di dalam
Alquran?


Allah SWT mengatakan; "Dan mengejar tidak bahwa Anda tidak memiliki pengetahuan tentang; pasti
pendengaran, penglihatan, hati-semua orang akan mempertanyakan dari." ( 17:36 ),
) ( 65 .

dan; "Tidak begitu kau menutupi diri sendiri, supaya pendengaran, mata dan kulit Anda harus
bersaksi melawan Anda, tetapi Anda berpikir bahwa Allah tidak akan pernah tahu banyak hal yang
Anda bekerja." (41: 22),
) .( ) 22 - (

dan: "Katakanlah, 'Pikirkan Anda, jika Allah mengambil pendengaran dan penglihatan Anda, dan
menyegel hati Anda, yang - tuhan selain Allah - bisa mengembalikan mereka ke Anda?" ( 6:46 )
() 65 .


Mengapa pandangan disebutkan
dalam bentuk jamak dalam Quran?
Mendengar datang sebelum terlihat di sebagian vas
ayat-ayat dalam Quran!
Apa alasan di balik kemungkinan memajukan "mendengar" atas "penglihatan" dalam Quran?
1 - Mendengar berkembang sebelum terlihat dalam tahap embrio, dan itu adalah arti pertama
yang fungsi dalam kehidupan. Fungsi pendengaran mulai segera dengan bayi setelah
memberikan, bertentangan dengan mata yang tidak berfungsi saat bayi dibawa ke
kehidupan. Dengan kata lain, Allah SWT menyampaikan kepada kita bahwa mendengar bahwa
fungsi pada awalnya. Jika suara mengganggu dihasilkan di dekat bayi yang baru lahir, ia / dia
merasa ketakutan dan menangis. Tetapi jika tangan didekati dekat bayi yang sama, dia / dia
tidak bergerak atau rasa apapun bahaya.
2 - Telinga adalah lebih disukai daripada dan lebih unggul dari mata, karena tidak berhenti
berfungsi dengan tidur. Sejak awal kehidupan, fungsi telinga pada contoh pertama setelah
melahirkan, sementara beberapa organ lain mungkin menunggu hari, atau tahun untuk
fungsi. Mata membutuhkan cahaya untuk melihat. Sinar cahaya tercermin pada hal-hal,
kemudian masukkan mata untuk melihat hal-hal. Jika gelap, mata tidak dapat berfungsi, tetapi
telinga dapat berfungsi siang dan malam.
3 - Telinga adalah link antara manusia dan dunia. Ketika Allah SWT menetapkan bahwa Orang-
Orang Gua tidur ratusan tahun, Dia mengatakan; "Kemudian Kami memukul telinga mereka
beberapa tahun dalam gua itu." ( 18: 11 )
:[ 55 ]

Oleh karena itu ketika telinga sudah keluar dari fungsi, orang-orang Gua bisa tidur ratusan tahun
tanpa gangguan apapun. Gerakan siang hari berisik, bertentangan dengan keheningan malam,
mencegah manusia untuk tidur dengan nyenyak. Namun telinga tidak pernah tidur atau
kehilangan perhatian.

Hal ini memperhatikan bahwa kemajuan kata mendengar pemandangan seluruh kata dalam Quran,
kecuali dalam satu ayat, yang menangani kiamat: "Kalau saja kau bisa melihat ketika orang-orang yang
bersalah akan menundukkan kepala rendah mereka sebelum Tuhan mereka! 'Ya Tuhan kami, kami
telah melihat dan kami telah mendengar, sekarang kembali kita, bahwa kita bisa melakukan
kebenaran, karena kita memiliki iman yakin.' "(32: 12)
() 52
Dalam ayat ini saja, Allah meneruskan kata "melihat" atas bahwa "mendengar", sebagai adegan
mengerikan Kiamat (hari penghakiman) ketika orang-orang luar biasa, akan dilihat terlebih dahulu
sebelum dengar. Allah tahu yang terbaik.
Hal lain yang menarik:
Hal ini juga menyadari bahwa telinga kata selalu disebut dalam bentuk tunggal, sementara mata kata
dalam bentuk jamak. Allah berfirman: "Tidak begitu kau menutupi diri sendiri, supaya pendengaran,
mata dan kulit Anda harus bersaksi melawan Anda, tetapi Anda berpikir bahwa Allah tidak akan
pernah tahu banyak hal yang Anda bekerja." (41: 22),
)() 22 - (

nad : " latakanlah'PikirkanAndajikaAllahmengambil pendengaranAndadanmataAndadan


menegelhatiAndaang - tqhanselainAllah - bisamengembalikanmerekakeAnda "? ( 64:6 )
() 65 .


Mengapa dalam Quran kata "telinga" yang tunggal, sementara "mata" adalah jamak?
Mengapa, di dalam Alquran, bahwa kata "telinga" selalu tunggal, sedangkan
kata "mata" adalah jamak? Mengapa bisa tidak menjadi "telinga dan mata", atau "mata dan
telinga"? Allah Yang Maha Kuasa, sedemikian ekspresi yang akurat, berusaha untuk
mengungkapkan kepada kita ketepatan Al-Qur'an. Indra penglihatan dapat dikendalikan oleh
manusia rela, karena ia memilih apakah akan melihat atau tidak. Manusia dapat menutup
matanya untuk hal-hal dia tidak ingin melihat, tapi dia tidak bisa melakukan hal yang sama
dengan rasa pendengaran, karena dia tidak memiliki kontrol atas telinga apakah mendengar atau
tidak. Dengan kata lain, ketika seseorang berada di sebuah ruangan di mana sepuluh orang
berbicara, suara mereka akan mencapai telinganya apakah ia bersedia atau tidak. Indra
penglihatan bervariasi antara orang-orang; seseorang melihat sesuatu sementara yang lain
melihat sesuatu yang lain karena variasi yang berbeda dari pandangan, sementara orang lain
menutup mata dan melihat apa-apa. Untuk mendengar, kita semua berbagi suara yang sama, jika
kita berkumpul di satu tempat. Oleh karena itu mata bervariasi tetapi telinga berdiri tunggal.



Apa yang kita lihat dan apa yang tidak kita ..!

Apakah memang ada hal-hal di sekitar kita bahwa kita tidak bisa melihat?
J cepat terlihat dengan sifat cahaya, menjadi alat visi dan pandangan, dapat membantu
membawa pulang ide.
Ada perbedaan antara cahaya tampak dan cahaya pada umumnya.
Cahaya skala mulai umum dengan kurang dari 0,1 nanometer, seperti dalam kasus sinar
gelombang pendek dan daya tinggi (sinar gamma), hingga lebih dari 1 km, seperti dalam
kasus gelombang panjang dan daya rendah (gelombang radio ).
Cahaya adalah gelombang cahaya yang mata manusia dapat menerima dan melalui mana
ia dapat melihat hal-hal. Ini tidak memiliki tingkat yang signifikan dalam skala panjang
gelombang cahaya atau gelombang elektromagnetik, dimana gelombang cahaya normal
dengan tujuh warna dikenal mencapai tingkat 400 dan 800 nanometer
(nanometer seribu-juta meter) pada kelas skala.
Manusia dengan bantuan cahaya tampak dapat melihat semua sekitar, karena ia dapat
melihat melalui mikroskop dan mikroorganisme tubuh jauh angkasa melalui
teleskop. Manusia tidak mampu sebelum penemuan dari dua instrumen untuk melihat
lebih dari mata terbuka bisa melihat. Manusia mungkin bisa melihat semua yang dapat
dilihat oleh cahaya tampak, terlepas dari menjadi menit atau besar. Ini memberikan ruang
untuk pertanyaan: bagaimana dengan dunia gaib lainnya?
Berapa volume dari hal-hal terlihat dalam gelombang cahaya langsung dibandingkan
dengan hal-hal yang tidak bisa dilihat atau dirasakan oleh mata manusia?

Terlihat dan tak terlihat gelombang cahaya
(Harap dicatat bahwa gelombang cahaya tampak adalah antara 400 dan 800 nanometer)
Berikut adalah berbagai jenis sinar terkenal dan keberadaan mereka pada skala panjang
gelombang, disusun dalam urutan menaik sesuai dengan panjang gelombang dan dalam
urutan sesuai dengan rentang daya:
1 - Gamma Ray. Panjangnya kurang dari 0,1 nanometer, dan dianggap kekuasaan
tertinggi.
2 - X-ray. Panjang gelombang yang mencapai hingga 1 nanometer dan tinggi dalam
kekuasaan dan dapat menembus banyak zat. Aku t umumnya digunakan di bidang
medis.
3 - Sinar ultraviolet. Panjang gelombang yang mencapai hingga 100 nanometer dan
berasal dari ledakan bintang, dan matahari serta semburan jumlah besar seperti sinar.
4 - Terlihat cahaya. Panjang gelombang yang berbeda berkisar antara 400 - 800
nanometer.
5 - Sinar infra-merah. Hal panjang adalah 0,1 nanometer dan biasanya berasal dari zat
panas dan setiap makhluk hidup. Ray ini digunakan oleh tentara untuk menemukan
target mesin dan tentara yang memancarkan panas. Banyak ular menggunakannya
untuk menentukan tambang mereka tepat.
6 - Gelombang pendek atau microwave. Ini digunakan dalam telekomunikasi (khususnya
di ponsel), dan pemanas yang umum digunakan. Mereka digunakan sebagai baik di
pesawat membimbing, dan dalam menentukan kecepatan lalu lintas di jalan.
7 - Gelombang radio. Mereka berkisar antara satu meter sampai 1 km panjang dan
berasal dari bintang-bintang sebagai sinar lainnya, serta proses keringanan di awan,
dan dapat diterima oleh set radio. Mereka digunakan dalam telekomunikasi nirkabel
secara umum.

Berbeda gelombang cahaya tak terlihat (sinar Gamma, X-Ray, sinar ultraviolet, sinar Infra merah, gelombang
mikro & gelombang radio)
Keajaiban Al-Qur'an demikian mengkristal, sebagaimana Allah sesungguhnya kata;
"Saya bersumpah dengan yang Anda lihat dan bahwa Anda tidak melihat." (69:38-39)
)() 63 - 63 .(
Asal penciptaan : Tanah liat & air!

Dalam Qur'an, Allah mengungkapkan bahwa penciptaan manusia adalah sebuah keajaiban. Manusia pertama
diciptakan oleh Allah membentuk tanah liat menjadi bentuk manusia dan kemudian bernapas jiwa ke
dalamnya, Allah (SWT) mengatakan dalam Quran: (Tuhanmu berkata kepada malaikat, "Aku akan
menciptakan manusia dari tanah liat Apabila Aku telah membentuknya dan meniupkan Roh-Ku ke
dalam dirinya,. tunduk sujudlah kepadanya! ") (Qur'an 38:71-72)
) ()( 11 - 17
dan juga mengatakan: "Lalu mereka menanyakan: Apakah mereka yang lebih kuat dalam struktur atau hal-
hal lain yang Kami telah menciptakan Kami menciptakan mereka dari tanah liat?" (Quran 37:11)
) ( 11
Ketika tubuh manusia diperiksa hari ini, banyak elemen hadir di bumi juga ditemukan dapat ditemukan dalam
tubuh manusia. Jaringan hidup mengandung karbon 95%, hidrogen, oksigen, nitrogen, fosfor dan belerang,
dengan total 26 elemen yang berbeda. 91 Dalam ayat lain dari Quran kita diberitahu:
"Kami menciptakan manusia dari saripati tanah" (Quran 23:12)
) ( 17
Kata Arab "sulala," diterjemahkan sebagai "sari" dalam ayat ini, berarti "contoh yang representatif,
esensi." Sebagaimana telah kita lihat, informasi terungkap dalam Quran 1.400 tahun yang lalu menegaskan
apa yang ilmu pengetahuan modern kepada kita-fakta bahwa unsur-unsur yang sama seperti yang
ditemukan di dalam tanah yang digunakan dalam penciptaan manusia.
Berikut adalah diagram yang menunjukkan distribusi elemen dalam seorang manusia 70-kilo.

EIemen SimboI
%
Berat badan
Makro - mineraI Gram

Oksigen
Karbon
Hydrogen
Nitrogen
KaIsium
Fosfor
KaIium
BeIerang
ChIorine
Sodium
Magnesium
SiIicon

O
C
H
N
CA
P
K
S
CI
Na
Mg
Si

65.0
18.5
9.5
3.3
1.5
1.0
0.35
0.25
0.15
0.15
0.05
0.05

43,000
12,000
6,300
2,000
1,100
750
225
150
100
90
35
30
Macro - mineraIs % MiIigram
Besi
Seng
Tembaga
Boron
KobaIt
Vanadium
Iodine
SeIenium
Manggan
MoIibdenum
Khrom
Fe
Zn
Cu
B
Co
V
Aku
Se
Mn
Mo
Cr
0.01
0.01
0.01
0.01
0.01
0.01
0.01
0.01
0.01
0.01
0.01
4,200
2,400
90
68
20
20
15
15
13
8
6


As we notice above water forms the main component of the human being and any other being . Allah (SWT)
says :
" Allah created every [living] creature from water. Some of them go on their bellies, some of them on
two legs, and some on four. Allah creates whatever He wills. Allah has power over all things " (Quran,
24:45)
)
( 54
" and We made from water every living thing? So will they not believe?" (Quran, 21:30)
) ( 03
"And it is He Who created human beings from water and then gave them relations by blood and marriage.
Your Lord is All-Powerful" (25:54)
) ( 45
When we look at the verses concerned with the creation of human beings and living things, we clearly see
evidence of a miracle. One such miracle is of the creation of living things from water. It was only possible
for people to come across that information, clearly expressed in those verses, hundreds of years afterwards
with the invention of the microscope.
Semua bentuk kehidupan membutuhkan air untuk bertahan hidup. Hewan di daerah kering, oleh karena itu,
telah diciptakan dengan mekanisme untuk melindungi mereka dari metabolisme kehilangan air dan untuk
memastikan manfaat yang maksimal dari penggunaan air. Jika kehilangan air terjadi dalam tubuh untuk
alasan apapun, dan jika kehilangan itu tidak diganti, akan berakibat kematian dalam beberapa hari. Para
ilmuwan terkenal abad ke-17 Jan Baptista van Helmont ditemukan di tahun 1640-an bahwa air dalam tanah
adalah elemen yang paling penting dari perkembangan tanaman.
Embriologi dan Penciptaan Manusia antara
Alquran & S cience


Kami membahas embriologi dan penciptaan manusia secara detail dalam artikel yang
terpisah. Silahkan tekan disini untuk membaca lebih lanjut tentang keajaiban
pembangunan manusia dalam Quran.

Pembangunan manusia adalah salah satu keajaiban medis utama dari Quran
Finger Prints

Fakta ilmiah:
Sidik jari dibentuk dalam embrio pada bulan keempat, dan tetap tetap dan berbeda
di sepanjang hidup manusia.
Sidik jari merupakan catatan lekukan yang muncul akibat fusi antara epidermis
dengan dermis.
Lekukan ini berbeda dari satu orang ke orang lain, dan mereka tidak pernah cocok
atau sesuai di antara semua manusia.
Sidik jari telah menjadi metode terbaik untuk mengidentifikasi orang. Pada 1858,
Ilmuwan Inggris, William Herschel, menunjukkan bahwa sidik jari berbeda dengan
perbedaan pemegang mereka, sehingga membuat mereka sebagai bukti ciri khas
untuk setiap orang.

Sidik jari dianggap sebagai ciri khas sebagai bukti untuk setiap orang
Allah berfirman dalam Alquran: "Aku bersumpah dengan hari kiamat. Aku bersumpah
dengan jiwa mencela. Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan
tulang belulangnya? Ya memang, Kami mampu membentuk kembali ujung jari-jarinya
"(75: 1-4).
{ ***
} 1-4
Dokter melakukan studi anatomi lebar pada sejumlah besar orang dari kebangsaan yang
berbeda dan usia, dan mereka dihadapkan dengan fakta ilmiah yang mereka
menundukkan kepala mereka, dan dalam penyerahan mereka bersaksi bahwa tidak ada
yang pernah mampu membuat yang serupa jari semua cetakan hamburan seluruh alam
semesta tidak bahkan di antara dua orang.
Berikut ini adalah melihat bahwa ayat ini berbicara juga dari rekreasi dari semua ujung
jari, dan tidak hanya satu. Kata ujung jari mengacu pada semua jari tangan. Jadi
membentuk mereka lagi setelah tersebar di seluruh alam semesta pada Hari
Kebangkitan adalah tanda kekuasaan Allah yang maha kuasa. Ini hanyalah satu sisi dari
kemampuan Allah untuk membangkitkan orang-orang di Hari Kiamat dengan bagian-
bagian yang dapat diidentifikasi setelah pemusnahan.
Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa ujung jari adalah salah satu tanda-tanda
Allah yang mengandung rahasia ciptaan-Nya, dan menyatakan kepada entitas orang
tanpa kebingungan apapun, sehingga menjadi kesaksian paling asli di dunia ini dan
akhirat. Sidik jari juga demonstrasi kebesaran Allah dari membentuk garis tersebut
pada ruang yang sangat kecil tidak lebih dari beberapa sentimeter persegi.
Apakah itu bukan keajaiban ilmiah yang indah di mana kekuasaan Allah SWT adalah
nyata? Segala puji bagi Allah Yang Maha Kuasa Siapa bilang; "Segera akan Kami
menunjukkan mereka tanda-tanda kami di cakrawala terjauh, dan dalam jiwa mereka
sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa ini adalah Kebenaran" (41: 53)
{

:[} 3 .]


Forelock !


Allah Yang Mahakuasa berbicara tentang Abu Jahl (musuh lazim Islam, yang digunakan untuk menghina
Nabi Muhammad (SAW) dan para pengikutnya):
"Tidak! Memang, sesungguhnya, jika ia memberi tidak lebih, Kami akan menangkapnya ubun-
ubunnya, sebuah dahi, berbaring berdosa" (96: 15-16)
) * ( ) : 55 - 56 (
Linguistik Penjelasan:
Dahi berarti seikat rambut di dahi. dalam penjelasan ayat Allah: "Kami akan menangkapnya dengan
dahi ', Al Faraa mengatakan,' itu adalah dahi yang Dia (Allah) harus menyita Abu Jahal menyeretnya
yaitu, tanda penghinaan dan aib. "
Komentator 'penjelasan:
Al Alousi mengatakan; "Para dahi seperti yang dijelaskan dalam ayat, menunjukkan di tempat pertama
bahwa orang ini berbohong dan berdosa, dan karena keras kepala Abu Jahl berbohong dan dosa, setiap
bagian dari dirinya adalah bohong dan dosa." Al Alousi juga mengatakan; "ubun-ubunnya ini secara
khusus disebutkan di sini karena Abu Jahal mengutuk digunakan untuk merawat baik dengan menyisir
dan pewangi, dan karena merebut dahi adalah penghinaan sebesar-besarnya bagi orang Arab ..."
Some Quran commentators say: The aim is not a lying forelock. But it is used
metaphorically, not in the strict sense of the term, ie, it is the forelock of a liar and
sinful. Since the forelock is the forehead, the description of lying refers to the
possessor, as it could not be a place or source of lying.
In his Musnad , Ahmed referred to the Prophet's Hadith which points out to the
forelock. It was narrated that the Prophet (PBUH ) said;
O, my Lord I am Your slave and the son of Your slave and the son of Your bondmaid,
my forelock is at Your Hands, " . This Hadith reveals that man's fate is at Allah's
Hands, as well as man's forelock, thus indicating, as the Verse above, that the forelock
plays an important role in guiding and controlling man's behaviour.
So, what is the reason underlying the use of forelock? What is the hidden organ behind
the forehead that part which is responsible for the person's character and which
controls man's behaviour and actions of truthfulness and lying, right and wrong, and
which if subjugated, man's behaviour can be controlled, as indicated in the book of
Gray's anatomy edited by Warwick & Williams .

Fakta ilmiah:
Otak manusia berisi lobus utama sebagai berikut:
1 - Lobus frontal.
2 - Lobus oksipital.
3 - Temporal lobe.
4 - Lobus parietal.



Otak dengan lobus yang berbeda-beda
Untuk setiap lobus, ada peran fungsional, yang pada saat yang sama ia melengkapi fungsi tubuh
lainnya. Setelah membedah dahi, lobus frontal ditemukan menjadi bagian berbaring di
belakang. Lobus frontal adalah ditandai, terlepas dari mitra hewan, dengan daerah bertanggung
jawab atas perilaku dan berbicara sedang dikembangkan dan berbeda sesuai tingkat anatomi dan
fungsional.
Lobus frontal adalah lobus besar terletak di depan alur pusat, dan berisi lima pusat saraf yang
bervariasi dalam lokasi dan posisi. Pusat-pusat ini:
1 - Motor Area utama yang membantu menggerakkan otot-otot sukarela dari sisi kiri tubuh.
2 - Motor Area sekunder yang membantu menggerakkan otot-otot sukarela dari sisi kanan
tubuh.
3 - Mata frontal lapangan yang membantu mata bergerak ke sisi yang berlawanan compatibly.
4 - Motor Pidato Area Broca yang mengkoordinasi gerakan organ-organ antara pidato, seperti
laring, lidah dan wajah.
5 - Pra-frontal Cortex, yang terletak tepat di belakang dahi, merupakan bagian yang lebih besar
dari lobus frontal, dan fungsinya bertanggung jawab untuk membentuk karakter seseorang
dan juga memiliki efek dalam menentukan kemampuan mengambil inisiatif dan penilaian.
Karena korteks prefrontal terletak tepat di belakang dahi dan ubun-ubunnya jauh di bawah
itu, ia mengarahkan beberapa perilaku manusia seperti karakteristik dari kebenaran dan
kebohongan, benar dan salah , dan membedakan antara masing-masing karakteristik.
Elektronik tudies S studi otak dan fungsi organ listrik menunjukkan bahwa pasien dan hewan
mengalami kerusakan lobus frontal, sering mengalami berkurangnya kemampuan mental. Setiap
kekurangan mempengaruhi lobus frontal dapat mengubah perilaku alami manusia yang dapat
mencapai tingkat melakukan tindakan kejahatan, dan kerusakan prinsip moral, memori, dan
kemampuan untuk memecahkan masalah mental.
Frontal lobes of brain are considered the centre of the initiative of lying. All mental activities of
lying are conducted therein and then transferred to messengers organs through the action of
lying. The evil actions are also planned for in this lobe before being transferred to action
organs. The lobe is also responsible for wrong actions being a centre of direction and control,
as indicated in Encyclopaedia Britannica.
The miracle side:
The miracle side in the above Quranic verse and the Honourable Hadith of the Prophet is that they refer
very accurately to the frontal lobe, lying deep at man's forelock, as being the centre of decision to
control man's actions of truthfulness, lying, right, wrong, balance or perversion. This has been revealed
by modern scientific studies in the second half of the 20
th
century.
Another fact:
The brain is surrounded with three membranes, among which is the cerebral spinal fluid (CSF), which
has the function of protection, feeding and cooling.


The brain swims in the cerebral spinal fluid (CSF) and it is surrounded with 3 membranes
It has been found that the brain inside the skull weighs 50 gm, although the real weight is 1700 gm. The
physical principle states that the volume of the object immersed in fluid is equal to the volume of
displaced fluid. Therefore, it is of the Almighty Creator's decree that we do not feel the brain weight, as
it floats in the CSF, which originates from a special area in the brain called the corogy plexus, and
rotates inside and comes out of another area such as the domestic water net. This cycle occurs five
times a day. As Moslems do before prayer times, the brain get ablution 5 times a day ... !
We prostrate on the frontal lobe which has the centre of decision making. When prostrating and
worshipping Allah, the Moslem's forelock is certified as truthful and right .

Man in high altitudes



Almost 100 years ago, medical researches started address the functions of the human body when rising
up in high altitudes, and the effect of being at high atmosphere. Aero- and space medicine gives so
much details of this issue, in which the dyspnea is explained in two main causes:
1 - Less oxygen rates in high altitudes.
2 - Penurunan tekanan udara.

Semakin kita naik dari permukaan bumi, semakin berkurang tekanan udara, sehingga
menyebabkan penurunan laju perjalanan udara melalui alveoli pulmonis ke darah. Penurunan
tekanan udara juga menyebabkan distensi gas dalam perut dan usus yang mendorong diafragma
ke atas, sehingga menekan atas dan menghalangi perluasan paru-paru.
Tahapan gejala kekurangan oksigen fenomena:
These are divided into four stages that relate to air pressure and the level of altitude and the rate of
oxygen concentration in blood.

1 - The stage of non alteration , ie, from the level of sea to an altitude of 3 km. In this stage, the
symptoms of oxygen shortage are not present and sight is not affected at day time.
2 - The stage of physiological adjustment , ie, from an altitude of 3 km to 5 km. Body systems function
in this stage in such a way that will not let the symptoms of oxygen shortage appear, unless the period
of exposing to such a shortage is elongated, or the person exerts physical effort in such conditions. In
that case, rates of respiration, pulse, blood pressure and circulation increase in number and depth.
3 - The stage of physiological disturbance , ie, from an altitude of 5 km to 8 km. In this stage, body
systems, particularly the lungs, cannot afford to function properly or supply the quantity of oxygen
needed by tissue sufficiently. Hence the symptoms of oxygen shortage appear. In this stage, a clear
explanation is established for man's feeling of exhaustion , headache , feeling like to
sleep , dyspnea and chest tightness when rising up in high altitudes. As a result of air pressure decrease,
all air comes out of lungs and alveoli pulmonis, reducing the size of lungs and chest (ie, the chest
becomes really tight).
4- The stage of chest tightness, ie, from an altitude of 8 km upwards. In this stage, man loses
consciousness totally due to the failure of the nervous system, and condition becomes critical.

The higher the man climbs up in sky the less is the oxygen
The Quran which was revealed fourteen centuries ago to Prophet Mohammed
( PBUH ) states: Whomsoever Allah desires to guide, He expands his chest to Islam; whomsoever He
desires to lead astray, He makes his chest narrow, tight, as if he were climbing up to the sky. (6:125)

:)}

526 (
Thus, this verse displays a miraculous similitude when presenting a scientific fact in a very eloquent and
accurate style. Points of the miracles of this verse are:

1 - When people first heard of the verse of man's climbing to sky (space) , they considered it as a
sort of imagination, and that Quran regards the ascension to space in a metaphorical
manner. Actually the verse is a prophecy that came true centuries after it was first revealed.
2 - The similitude is very accurate, as climbing to high distances in the air causes chest tightness
and the feeling of suffocation. The more the ascension increases, the more tightness reaches
so critical and difficult stage that respiration is not possible any more. That's why oxygen
cylinders are taken when ascending up the sky, as in space ships !

Medical References at the shadows of Surat Al Kahf



The Quranic chapter 18 : "The Cave" ( Al Kahf ) was revealed to answer few questions which
the mushriks (unbelievers) of Makkah, had put to the Prophet Mohammad (PBUH) in order to test him..
One of the questions was : Who were "the Sleepers of the Cave" ? The disbelievers of Makkah were told
that the story of the Sleepers of the Cave was a clear proof of the creed of the Hereafter, as it shows
that Allah has the power to resurrect anyone He wills even after a long sleep of death as He did with the
Sleepers of the Cave (they slept over 300 years) .
Allah the Almighty says in this chapter : Then We smote their ears in the Cave many
years. ( 18: 11 )

( 55
The sense of hearing is a physiological one that does not stop functioning at the time of sleep
(the sleeper can wake up at a nearby sound). Sebagai 8
th
cranial nerve (which passes in the inner
part of the ear) has two divisions: one for hearing and the other for equilibrium (position and
movement of the head). In the case of Cave Sleepers the physiological function of
both hearing and equilibrium did stop, therefore, the Quranic verse uses the expression Smote
their ears.. rather than their hearing.
The other bodily functions were veiled, and the eye did not see though open : You
would have thought them awake, as they lay sleeping (18: 18).
() 11
And their muscles did not move, although they were alive: While We turned them
now to the right, now to the left (18:18)
() 11
Their shape did not change although many years elapsed as they did not notice real
changes on their faces when they woke up: They said: 'We have tarried a day, or part of
a day (18:19)

53
Their conditions as such are like that of preserving organs through cooling to cause
metabolic inhibition, which is used extensively in the medical field to preserve donated
organs (heart, kidneys, cornea, etc) before transplantation into another
body. Therefore, the sun inclines towards the right when rising up and towards the left
when setting down, so that it will not strike them, while they are in a gap in the cave:
And you would have seen the sun, when it rose, inclining from their Cave towards the
right, and when it set, passing them by on the left , While they are in a gap
therein , Such are among the Signs of Allah ( 18:17 ),
)


( 11

So, coolness in this gap in the Cave away from the heat of the sun that did not touch them, was
sufficient to inhibit bodily metabolism for the preservation of their bodies all this long
period. Had they been only asleep, they would have needed water and food to survive, and
would have been awaken by the need to urinate after some hours. But Allah inhibited all their
biological functions and preserved their bodies in a living shape. So, He said; You would have
thought them awake, as they lay sleeping .( 18: 18 ),
(

) 53
and did not say; You would have thought them dead , as they lay sleeping, as the sign of
awakening is 'eye wink'. Allah preserved their eyes from blindness through blinking, as the eye
if kept closed for a long period of time will be blind, because the optic nerve will shrink and die,
and if it is kept open, the cornea will be affected with corneo-xerosis, and blindness. Therefore,
this rare status of theirs would have aroused terror, if seen, as they were not alive or
dead. They were asleep, yet their eyes were blinking: Had you observed them surely you
would have turned your back on them in flight, and been filled with terror of them. ( 18:18 )

) (

53
As Allah preserved their eyes through blinking, He also preserved their bodies from ulcers
through constant turning: While We turned them now to the right, now to the left ( 18:18 ),
(

) 53
so that they would not be affected with pressure sores.

Pressure or bed sore in the lower back due to lack of movements in a paralyzed patient


An international patent for Quranic eye drops !



Inspired by the shirt of Yousof (Joseph), an Egyptian Moslem scientist, unprecedently,
managed to manufacture an eye drop to treat the cataract. Bagaimana?

Allah the Almighty describes Jacob: And he turned away from them, and said, 'Ah,
how great is my grief for Joseph.' And his eyes turned white because of the sorrow
that he chocked within him. (12: 84)
) ( ) 36 (
Whiteness, which is termed as cataract, affecting the eye is the opacity of the eye lens
that prevents, partially or totally, the entry of light into the eye according to the degree
of opacity.
Causes of Cataract:
1 - A direct trauma to the eye lens.
2 - High temperature.
3 - Different types of radiation or flaring light, causing what is termed radiation cataract.
4 - Opacity due to senile cataract, and diabetes mellitus that increases the concentration of fluids
around the lens and absorbs its fluid,
causing the presence of cataract rapidly.
5 - Severe grief causes the increase of adrenalin hormone which in turn causes increase of
blood sugar, which is one of the opacity causes
in addition to coincidence of grieving with weeping.

What Prophet Yousof (PBUH) did, through a revelation from Allah, was that he asked his
brothers to take the shirt of healing to their father: Go, take this shirt, and do you cast
it on my father's face , and he shall recover his sight; then bring me your family
altogether. (12: 93)
) ( 36
So, when the caravan set forth, their father ( Jacob ) said, 'surely I perceive Yousof's
scent, unless you think me doting'. They said; 'By Allah, you are certainly in your
ancient error.' But when the bearer of good tidings came to him, and laid it (Yousof's
shirt) on his face, forthwith he saw once again. He said; 'Did I not tell you I know from
Allah that you know not?' (12: 94-96)
) **
( 35:36
Hence is the beginning and the guidance!
What healing could be there in the shirt of the Prophet, Yousof ?
After meditation, the Egyptian Moslem scientist, Dr. Abdul Basit Sayed Mohammed ,
did not find except sweat. He began to search the components of sweat. He immersed
lenses extracted from traditional surgeries of cataract in the sweat. He found out that a
state of gradual transparency is established in these opaque lenses.
The second question was: are all sweat components effective in such a case or is it only
one of its components? He later realized that one of its main components was the urea
(Goandin), and which could be chemically prepared.
Results of investigations on 250 volunteers revealed removal of cataract and restoration
of sight for more than 90%.
So, inspired by the Surat of Yousof, the Moslem scientist Dr. Abdul Basit Sayed
Mohammed of the National Centre of Researches in Egypt was able to manufacture an
eye drop to treat the cataract, and obtained two international patents: The European
International Patent in 1991, and the American Patent in 1993.
Allah the Almighty said; And We send down, of the Quran, that which is a healing and
a mercy to the believers. (Israa/82)
) ( 32


Bre a st feed your baby even if with your eye-drops !



There are many benefits of breastfeeding , some of them will be discussed here :
For the mother:
- Protects against post-partum uteritis.
- Helps stop bleeding resulting from delivery, thus preventing loss of extra blood..
- Helps uterine restore normal size and place quickly after delivery.
- Prevents the recurrence of pregnancy with a rate of more than 98%, without contraceptives.
- Protects the lactating mother against breast and uterine cancer.

For the baby:
Breast feeding protects the baby from viral infections, as it contains immunity agents.
It protects against food allergy, as it is free of protein that causes such kind of
allergy, and which is usually found in extracted and manufactured cows milk.
It prevents shortage of calcium in the baby's blood, thus helping to construct strong
bones.
It returns with spiritual and psychological benefits to the baby, as it helps build a well
composed, righteous and straight personality, and strengthens the spiritual and
passionate links between the baby and the mother.
As revealed in a research published in Pediatric Clinics of North America in February
2001, the mental abilities of babies who receive breast feeding from their mothers are
stronger and higher than otherwise, and the longer the period of breast feeding, the
higher the mental abilities are.
I t was shown that mother's milk also provides protection against cancer. After showing that the
incidence of the lymph cancer observed in childhood was nine times greater in formula-fed
children, they realised that the same results applied to other forms of cancer. According to the
results, mother's milk accurately locates the cancer cells and later destroys them. It is a
substance called alpha-lac (alphalactalbumin), present in large quantities in mother's milk, that
locates and kills the cancer cells. Alpha-lac is produced by a protein that assists in the
manufacture of the sugar lactose in the milk.
In addition to some practical benefits of breast feeding. The milk is always ready with
steady and appropriate heat, fresh, sterilized, digestible and saves money and time !
Researchers indicated that breast feeding alleviates the baby's fear of needle pricks and
helps as analgesic during painful operations such as circumcision.
A new theory emerged in the recent years indicating that the protein in cows milk can
cause a biological reaction that destroys the pancreatic beta cells excreting insulin. This
theory is supported with the high rate of the presence of cow milk proteins in the serum
of children with diabetes in comparison with study group of non-diabetic children.
But why is it that cows milk causes this harm before the second year , and then
disappears after this period?
In a study conducted in Finlandia in 1994 and published in Auto-immunity
Journal, the authors state that the protein of cow milk passes in natural form
through the lining membrane of digestive system which is not yet fully
grown. As the enzymes of the digestive system cannot break the protein into
amino acids, the protein of cow milk enters as a complex protein and works as a
catalyst to produce immunity agents in the body of the child.
New references reveal that enzymes and the lining membrane of the digestive
system and kinetics of digestion and absorption do not attain complete function
except in the second year after delivery .

Many studies stress on breast feeding in the first two years


In a very accurate scientific reference, the Quran determines the period of lactation
with almost two years. In verse 14 of Surat Luqman: And We enjoined on man
concerning his parents- his mother bore him in weakness upon weakness, and his
weaning was in two years. (31:14)
) 56 (

):][(

It is understood that lactation for two years is not a must, but a complete period; Mothers shall
breastfeed their children for two whole years, for such as desire to complete the term (
2:233)

) (

322 .

Miracle of honey !



Allah the Almighty says;
" Your Lord revealed to the bees: "Build dwellings in the mountains and the trees, and also in
the structures which men erect. Then eat from every kind of fruit and travel the paths of your
Lord, which have been made easy for you to follow." From inside them comes a drink of varying
colours, containing healing for mankind. There is certainly a Sign in that for people who
reflect" (16: 68)
)
( 66
Although honey is one of the most important products of the bee, yet it is not the only
product. Honey wax, propolis, nectar, bee toxicant are cases in point of other products
that proved by experimental science to be of medical benefits.
Honey has more than 80 materials of sugar vitamins and 15 materials of sugars,
particularly fructose, glucose, minerals, amino acids and about 5% of unclassified
materials.
containing healing for mankind is an explicit verse indicating that honey is
a treatment as well as a nutrient .

Benefits of honey:
Alleviating inflammation of cornea if used locally on the eye.
An antibiotic if used locally in situ of wounds and burns, and it is used for healing of
wounds :
- When used in treatment of wounds, thanks to its ability to absorb moisture from the air, honey
facilitates healing process and prevents scarring. This is because honey stimulates the growth of
epithelial cells that form the new skin cover over a healed wound. In this way, even in case of
large wounds, honey may eliminate the need for tissue transplantation.
- Honey stimulates the re-growth of tissue involved in the healing process. It stimulates the
formation of new blood capillaries and the growth of fibroblasts that replace the connective
tissue of the deeper layer of the skin and produce the collagen fibres that give strength to the
repair.
- Honey has an anti-inflammatory action, which reduces the swelling around a wound. This
improves circulation and thus hastens the healing process. It also reduces pain.
- Honey does not stick to the underlying wound tissues, so there is no tearing away of newly
formed tissue, and no pain, when dressings are changed.
-Thanks to its aforementioned antimicrobial property, honey provides a protective barrier to
prevent wounds becoming infected. It also rapidly clears any existing infection from wounds. It is
fully effective, even with antibiotic-resistant strains of bacteria. Unlike antiseptics and antibiotics,
there is no impairment of the healing process through adverse effects on wound tissues.
- Some studies showed that honey is a good treatment against the hospital infection bacteria
"superbugs" (MRSA) .
As honey does not accommodate bacteria, this bactericide (bacteria-killing) property of honey is
named "the inhibition effect." There are various reasons of this anti-microbial property of the
honey. Some examples are: the high sugar content that limits the amount of water
microorganisms need for growth, its high acidity (low pH) and composition which deprive
bacteria from nitrogen necessary for reproduction. The existence of hydrogen peroxide as well as
antioxidants in the honey prevent bacteria growth.
Antioxidant: Everyone who wants to live a healthier life should consume antioxidants. Those are
the components in cells that get rid of harmful byproducts of normal metabolic functions. These
elements inhibit destructive chemical reactions that cause spoilage of food and many chronic
illnesses. Researchers believe food products rich in antioxidants may prevent heart problems and
cancer. Strong antioxidants are present in honey content: Pinocembrin, pinobaxin, chrisin and
galagin. Pinocembrin is an antioxidant that merely exists in the honey.
A treatment for gastric and duodenal ulcers, as honey decreases the secretion of
hydrochloric acid to a normal rate, thus helping to heal such ulcers and alleviate the
related pains and reduce resultant cases of vomiting and colic. For the treatment to be
effective, honey should be taken dissolved in warm water one or two hours before
meals.
A treatment for involuntary urination at beds. S uch a disease that could often be a
result of psychic or neurotic cause. So, if the child is given one small spoon of honey
before sleeping, this will have a positive effect, as honey is sedative for the nervous
system, thus helping the cyst to relax and expand during sleep. Concentrated sugar
also helps to absorb water from the child body.
It supports blood formation: Honey provides an important part of the energy needed by the body for blood
formation. In addition, it helps in cleansing the blood. It has some positive effects in regulating and
facilitating blood circulation. It also functions as a protection against capillary problems and arteriosclerosis.
A treatment for colds, flu and pharyngitis.
A treatment for cases of chronic hepatitis, as honey increases the liver stock of the
glycogen material through the increase of blood glucose, thus helping the liver to
function properly and relieve it from more burdens.
A treatment for insomnia and a sedative for nerves, as it contains some sedative and
tonic substances as sodium and potassium at a reasonable rate such.
A treatment for alcoholic poisoning. Honey is one of the main nutrients prescribed in
hospitals and clinics of alcoholic addicts, as it protects the liver from alcoholic poisoning.
Fructose and vitamin B group in the honey helps oxidize the alcohol remaining in the
body.
A treatment for cough.
In cosmetics, a mixture of honey with lemon and glycerin is considered of the best old
medical prescription for the treatment of skin cracking and roughness, the inflammation
and wounds of lips, sun stroke, and dermal pigments. Many ointments and creams
contain honey as a main element for the treatment of skin diseases.
A treatment for muscular spasm of sportive exercises or facial spasms and eyelids
muscles, which disappear after having one big spoon of honey for three days after each
meal.
Many researches have been done to look at the benefits of natural honey .. !
It was narrated by Al Bukhari and Moslem on the authority of Abu Saeed Al
Khudari that A man came to the Prophet Mohammad (PBUH) and said, "My
brother has some abdominal trouble." The Prophet said to him "Let him drink
honey." The man returned to the prophet and said: O Messenger of Allah! I
let him drink honey, but it caused him more pain. The prophet said to him;
Go and let him drink honey. The man went and let his brother drink honey,
then returned back and said; O Messenger of Allah, it did not cause him
except more pains. The Prophet then said, "Allah has said the truth, but your
brother's abdomen has told a lie. Let him drink honey." So he made him drink
honey and he was cured.

It can easily be seen from this information that honey has great "healing" properties. This is
undoubtedly one of the miracles of the Quran Allah, Who is Exalted in Power, has revealed.


Another interesting point regarding the female honey bee , Allah (SWT) says
in the holy Quran :
( Your Lord revealed to the bees: " Build dwellings in the mountains and the trees, and also in the structures
which men erect. Then eat from every kind of fruit and travel the paths of your Lord, which have been made easy
for you to follow." From inside them comes a drink of varying colours, containing healing for mankind. There is
certainly a Sign in that for people who reflect ) ( 16:68-69)
)
( 53
In the honey bee colonies where each of the many bees is assigned a specific task, the only exception is the male
honey bee. The males do not contribute to the defence of the hive or its cleaning, gathering food, or making the
honeycomb and honey. The only function of the male bees in the hive is to inseminate the queen bee. Apart from
reproductive organs, the males possess almost none of the features possessed by other bees and it is therefore
impossible for them to do anything but fertilise the queen.
The worker bees carry the entire load of the colony. Although they are females like the queen, their ovaries have no
maturity. This renders them sterile. They have several duties: cleaning the hive, maintaining the larvae and the
young, feeding the queen bee and the males, producing honey, constructing the honeycomb and repairing it,
ventilating the hive and safeguarding it, gathering supplies like nectar, pollen, water and resin, and storing these in
the hive.
In Arabic, there are two different usages of verbs. By means of the usage, it is possible to determine whether the
subject is a female or a male. As a matter of fact, the translated verbs into English (underlined words) used for the
honey bee are used in the feminine verb format in the Quranic verses.
Based on this, the Quran indicates that the honey bees that work in the making of the honey are females.
We should not forget that it is impossible for this fact to have been known about the honey bees in the time of the
Prophet Muhammad ( PBUH ). Yet, Allah has pointed at this fact and shown us yet another miracle of the Quran.

Carrion , Blood & Pork

Allah says in His Honourable Book; He has forbidden you dead meat, and blood, and the flesh of
swine. (2: 173)
) 576 (
He the Almighty also said : Forbidden to you are carrion, blood and flesh of swine, and that which
has been hallowed to other than Allah, and that which has been killed by strangling, or by a violent
blow, or by a headlong fall, or by being gored to death; and that which has been partly eaten by a
wild animal-excepting that you have sacrificed duly (4:3)

) 6 (
Prohibition of eating carrion:
What is the reasoning of totally forbidding dead meat?
It has been proved on a conclusive scientific basis that the body of a dead animal reserves blood with
all sediments and toxins, particularly which are in the arterial blood. Blood could then prevail in the
tissues and thus the toxins start to function in all body cells, thus the dead body changes colour to
darker and the superficial veins are filled with blood, and blood circulation stops with no chance of
leaking any amount of blood outside the body. The dead body becomes a spoilt deposit for diseases
and microbes. The work of decay then starts in the body, affecting the meat in colour, taste and
smell. So meat of dead bodies is foul and un-good. Allah says; They will question thee what is
permitted them. Say; 'The good things are permitted you.' (4:4)
) ( ) 6 (

soe ,c ,me neaaa ednaeeDe ,me nean eea, cDeD a do,emed, eeeed,De adn eaceeD haoeeDD . am
DaaD ; tqb;hallAnahtrehtobdecqdorpebnacsahcqstonsinarqQsihT itisaconfirmationof
hatisbeforeitandafqllereplanationoftheBookhereinthereisnodoqbt - fromtheeordof
allbeings. ( 7codcD :0Y )
) (
) 67 (

Dead cow ..
Kinds of carrion
Strangled: It has been scientifically proved that the animal if strangled, ie, oxygen is not
allowed to pass into its lungs, toxic carbon dioxide, as well as poisonous secretions
accumulate in its body.
Killed by a violent blow, ie, a cattle beaten to death by a stick or a stone.
Killed by a headlong fall, ie, falling from a height.
Killed by being gored to death, ie, by another cattle.
The remnants of a cattle partly eaten by a wild animal. This is prohibited for a great
divine reason. Modern medical science has recently discovered that germs and
microbes are transferred to the prey when grabbed by the wild animal's claws, thus
causing diseases to transfer to whoever eats the prey's meat. Wild animals in general
are infected with a disease that lies in their mouths and saliva, which in turn are
transferred to the body of the prey, causing great harm to eaters of such meat.
Prohibition of blood:
Blood in the living creature has two main functions :
(1) it transfers nutrients absorbed by the intestines such as proteins, sugars, and fats, as well as
vitamins, hormones and oxygen and all other vital necessary substances to body organs and muscles.
(2) it carries harmful body substances in the animal body for disposal through urine, sweat or stool. If
the animal is diseased, microbes are multiplied in its blood, using it as the media for moving from one
part to another, and this is where hazards lie. If man drinks blood, all these microbes and excretions
will be carried to man, thus leading to so many diseases such hyper-uremia leading to renal failure, or
hyper-ammoniaemia leading to hepatic coma.
Many germs carried by blood causes irritation to the membranes of stomach and intestines, leading to
lots of diseases.
For all these reasons, Islam's legal method of slaughter dictates that the animal be cleared of blood
after slaughtering, so that cattle's blood is not allowed by any means to enter the human body. This
has been revealed long before microscopes are invented by man, or information of such microbes and
germs has reached man's knowledge.
Prohibition of the flesh of swine (pork) :
The Moslem is submissive to Allah's commands even if the underlying wisdom is not yet revealed .
All that the believers say, when they are called to Allah and His Messenger, that he my judge
between them, is that they say; 'We hear and we obey'; those they are the prosperers. (24: 51)
) ( 51

Eating pork is prohibited in Islam
Some recent western studies revealed that eaters of the flesh of swine (pork) carry the same
characteristics of swine.
The Quran adopts the preventive method, whether for medical or social diseases, and their
causes. This is much more better than the claims of the West and their inventions in the field of
treatment which require lots of money, with no guarantee as to the positive results. No matter
how the west is trying to beautify the image of the swine, by providing the most up to date
equipment of caring and cleanliness, this will not counteract the fixed reality discovered by their
own scientists of the worms and diseases contained in the body of the swine as compared to
other animals.

Eating pork is harmful to health in a great many regards. This harm still persists today, despite all the precautions
that are taken. First and foremost, no matter how clean the farms and environments on which it is raised may be, the
pig is not by nature a clean-living animal. It often plays in, and even eats, its own excrement. Due to this and its
biological structure, the pig produces much higher levels of antibodies in its body than other animals. In addition, far
higher levels of growth hormone are produced in the pig compared to those in other animals and human beings.
Naturally, these high levels of antibodies and growth hormone pass across to and collect in the pig's muscle tissue.
Pork meat also contains high levels of cholesterol and lipids ( the rate of cholesterol is almost 15 times
more than its rate in cows) . It has been scientifically proven that these significant amounts of antibodies,
hormones, cholesterol and lipids in pork represent a serious threat to human health.
The existence of above-average numbers of obese individuals in the populations of countries such as the USA and
Germany, in which large quantities of pork are consumed, is now well-known. When exposed to excessive
quantities of growth hormone as a result of a pork-based diet, the human body first puts on excessive weight and
then suffers physical deformations.
Another harmful substance in pork is the "trichina" worm. This is frequently found in pork and when it enters the
human body, it settles directly in the muscles of the heart and represents a possibly fatal threat. Even though it is
now technically possible to identify pigs that are infected with trichina, no such methods were known in earlier
centuries. That means that everyone who ate pork risked infection by trichina and possible death.
Another disease is the "Tapeworm" which is transmitted from the pig to man's intestines. It is a
few meters long, and has about 22-32 hooks in the head, with which it clings to the intestine
wall. The larva leaks into the stream of blood and settles in one of the body organs such as the
heart, the liver or the eye, where it vesiculates. Settling in the brain, being its favourite place,
the worm can cause epilepsy. This is the difference between the hazards of the tapeworm that is
transmitted from the swine to man, and that which is transmitted from another beast such as the
cow for example. The worm of the latter have no such grievous power to roam and travel with
its larva in the human body to destroy it in a vicious violence.
All these reasons are just a part of the wisdom in our Lord's prohibition on the consumption of pork. Moreover, this
commandment of our Lord's provides complete protection from the harmful effects of pork under any conditions.
Until the 20
th
century, it was impossible to be aware of the danger posed to human health by pork. The fact that the
Quran, revealed fourteen centuries ago, warns against this harm which has been incontrovertibly revealed with
modern medical equipment and biological tests, is one of the miracles demonstrating that the Quran is the revelation
of Allah, the Omniscient. Despite all the precautionary measures and inspections that take place in modern-day pig
rearing, the fact that pork is physiologically incompatible with the human body and is a variety of meat harmful to
human health has not altered.
Surely this Quran guides to the way that is straightest (17 :9)
() 3



Fruit : is it before or after ?



Doctors advise that, prior to eating, man should start with the soft and easily digestible
food in order to prepare the oral glands secreting the peptic juice (saliva amylase) or the
glands in stomach and duodenal to start functioning gradually in digesting
food. Minutes later, man can start eating the main dish.
A slice of fruit or dates are cases in point of soft food.




The Quranic statement mentions fruit in advance of meat, in a remarkable reference to
the previous meaning when addressing the state of believers in paradise: and such
fruits as they shall choose, and such flesh of fowl (chicken) as they desire (56: 21)
)

22 )

( 25 ( .



Ablution and health purity



Allah says; O believers, when you stand up to pray, wash your faces, and your hands up to the elbows,
and wipe your heads, and your feet up to the ankles. If you are defiled, purify yourselves (5:6)
[
)] 5 .(


Ablution is the weapon of the faithful:
Ablution is not just cleaning the external organs several times a day before
prayers. The psychological and spiritual impact felt by the Moslem after
ablution is more deeper than words can express, particularly when perfecting
ablution. Ablution plays an important role in the life of the Moslem, as it
keeps him always in a state of vitality, vigilance and fitness. The
Prophet (PBUH) said; He who performs ablution, and perfects it, his sins
would come out from his body, till they pass out from under his nails.
The process of washing the organs usually exposed to dust is no doubt of a
great significance to public health. These body parts are exposed all day long
to numerous numbers of microbes counted in millions in every cubic
centimeters of air. These microbes are in a constant offensive state against the
human body at the exposed areas of skin. In ablution, microbes are taken by a
surprise sweep from the surface of the skin, specially with perfect massaging
and enough pouring of water, as guided by the Prophet (PBUH) . Following
such a process, no dirt or germs are left on the body except what Allah decrees.
Rinsing the mouth. Modern science has proved that rinsing the mouth
protects the mouth and throat from inflammation and the gums from
suppuration (pyorrhea). It also protects and cleans teeth by removing food
remnants.
Sniffing the nose. Washing and sniffing the nose strongly helps keep the
nostril clean and free of inflammation and germs, thus reflecting positively on
the health status of the whole body.
Washing the face and the two hands. Washing the face and the two hands up
to the elbows is of a great benefit in removing dust and microbes as well as
sweat from the surface of the skin. This also cleans the skin from the fatty
substance secreted by skin glands, and which is usually a very suitable place for
the proliferation and sustenance of germs.
Washing the two feet. Washing feet with massaging lead to a feeling of
quietness and complacency that engulfs the Moslem after ablution.
Other secrets. Scientific research has proved that blood circulation in upper
limbs from the hands to the forearms, and in the lower limbs from the feet to
the legs is weaker than it is in other organs, being peripheral to the centre of
regulating blood circulation, namely, the heart. So washing these limbs with
massaging at every ablution help strengthen the blood circulation in these
parts , thus increasing the vitality and activity of the body.
Science has proved the effect of sun rays, particularly the ultra violet ones, in
causing skin carcinoma. This effect decreases very well with the
consequence of ablution, as it constantly dampens the surface of the skin
with water, particularly the parts exposed to such rays. This helps protect the
surface and internal layer cells of the skin from the harmful impact of rays.


Prayer : a healing for the spirit and the body



Allah says; Seek help with patience and prayer: it is indeed hard, except to
those who are humble. ( 2: 45 )
() 53
Health benefits in prayers:
o Prayers help release the burden of the soul and expand the chest. In prayers, which
are the best deeds, the heart gets connected to Allah the Almighty. The
Prophet (PBUH) said, as narrated by Ibn Majah and Al Hakim on the authority of
Thawban; Be it known to you that your best deeds are prayers.
o Prayers are surely a healing for the soul. It is confirmed that the Prophet, if afflicted
with grief, would hurry to prayer: prayer forbids indecency and
dishonour. Allah's remembrance is greater; and Allah knows the things you
work. (29: 45)
) ( ) 66 (
o Prayers help adjust the 'rhythm' of the body. Modern scientific research proved
that Moslems' prayer timings correspond with that of the physiological activities of
the body. Thus, prayers are considered as the orchestrator that adjusts the 'rhythm'
of the whole body. In his book ' Seeking cure from prayers ', Dr. Zaheer Rabeh
indicates that cortisone is the hormone of activity that starts to increase acutely in
the human body with the approach of dawn time, and is associated with the rise in
blood pressure. Man feels greatly active after dawn prayer between 6-9 am Thus
the time after prayer is considered the best time for hard work and seeking
livelihood. The Prophet M ohammad (PBUH) was quoted saying; O Lord, give
benediction to my umma (nation) at the early morning time. Ozone, which has
an invigorating effect on the nervous system, and muscular and mental activity,
reaches the highest levels in air at such a time.
Contrary to this is the forenoon time (Dhuha) , in which secretion of cortisone reach
the minimum limits; leading man to feel exhausted with the stress of work, and the
need to have rest. This is almost after 7 hours of early get-up. Here comes the
time of noon ( Zuhr ) prayer, which gives complacency and quietness to the
exhausted heart and body, and following which man seeks to get an hour of sleep
that gives him rest and reinvigorates his activity, in what is termed as Qailulah (nap)
before ( Asr ) (afternoon) prayer. Such a short sleep was mentioned in the Prophet's
saying; Get help with Suhoor (meal before dawn time) for fasting , and with
Qailulah for Qiyam (night) prayer . He also said; Have Qailulah, as satans do
not have it . It has been proved that the human body at this period generally
encounters a hard time, where an increase occurs in an anesthetic chemical
substance secreted by the body that has the effect of tranquilizing, and incites man to
sleep. The body, after 7 hours of early wake-up, is at the lowest levels of
concentration and activity. So if man ignores sleeping at that time, much of his
neuromuscular compatibility decreases all day long.
Then comes the Asr (afternoon) Prayer to reinvigorate the body once
again. Adrenalin then raises in the blood; causing activity in the body functions
particularly the cardiac one. Asr prayer has thus a great effect in preparing the
heart and the body to accept this sudden state of activity, which can cause serious
troubles to cardiac patients due to the sudden transfer of the heart from the inert state
to the active state. Allah says; Be you watchful over the prayers, and the middle
prayer, and do you stand obedient to Allah. (2: 238)
) ( 71
Most of the Quran Commentators agreed that the middle prayer is Asr prayer. With
the discovery of the increase of Adrenalin hormone at this time, the reason behind
this Quranic remarkable command of the keep-up of Asr prayer becomes crystal
clear. Performing Asr prayer at designated time, alongside with other extra prayers,
reinvigorates the heart gradually to function more effectively after an inert state. So
the rest of bodily organs and senses are in deep concentration in prayer, making it
easy for the heart and the hormone to adjust the normal rhythm of the body which
reaches the climax at that time.
Then comes the Maghreb (sunset) prayer. In contrary to what happens early in the
morning, Cortisone decreases and the activity of the body starts to diminish. With
the transfer from daylight into night darkness, melatonin increases encouraging
relaxation and sleep, and causing laziness to the body. Here prayer comes as a
transitional station.
Prayer of Isha (early night prayer) is the last station in the course of the day, wherein
the body is transferred from the state of activity and mobility to a state of seeking
sleep with the spread of darkness and the increase of melatonin
secretion. Therefore, it is commendable to delay Isha prayer to the time before
sleep so that all man's preoccupations are finalized, and sleep comes next. The
regular secretion of melatonin is closely related to the sexual and mental maturity,
which is the consequence of following a fixed programme and a way of
life. Therefore, we find that adherence to perform prayers on time is the best way
that guarantees an integral compatibility with daily activities, thus leading to highly
efficient functions of human body systems.
o Prayer is a prevention from varicose. Legs varicose is a common dysfunction in
the legs veins, which takes the shape of big and zigzag veins filled with blood of a
changed colour all along the lower limbs. Dr. Tawfiq Elwan, a Professor in
Alexandria Faculty of Medicine (Egypt), indicated that with the meticulous
observation of prayer movements, it was found out that prayer is distinguished with
a wonderful measure of smoothness, harmony and coordination, represented in
standing, kneeling ( Ruku '), prostration ( Sujood ) and sitting between every two
prostrations. With a scientific study of the measure of pressure exerted on the walls
of the saphenous vein at the ankle joint, it was found out that the great decrease in
that pressure during kneeling reaches almost the half. As for the state of Sujood ,
the average pressure becomes very slight. Naturally, this decrease is a full rest to
that vein, which is greatly exhausted due to the severity of pressure all along the
periods of standing. The position of Sujood helps the blood circulation work in the
same direction of earth gravity, as blood which always suffers the bitter creep from
the feet soles to the cardiac muscle, now pours smoothly and easily from top to
bottom. This process reduces much of the vein pressure over the feet dorsum
around 80 times (from the state of standing to the state of Sujood ). Consequently,
the risks of having varicose, which rarely affects those performing prayers regularly
and properly, are diminished.


Varicose veins in both legs

o Prayer for strengthening bones. Bones pass with two consecutive stages : the stage
of anabolism followed by the stage of catabolism and so on in a continuous manner.
In the phase of youth and growth, man's anabolism increases, so bones become
longer and stronger. After the phase of maturity and with the advance of age,
catabolism takes the lead, with the amount of bone decreasing and becoming more
fragile, and the spine bows due to the vertebra's collapse, shortness and
weakness. The activity and the strength of bones are the outcome of :
i. Powers of pressure and pulling exercised by the muscles and tendons, which
sticks to bones, during flexion and extension.
ii . It has been recently proved that an electric current with two different poles
runs inside the bones; affecting the distribution of cells functions such as anabolism
and catabolism cells. The current also determines at large the aspects of these cells
activities. The experiments proved that in case of laziness and rest, the electric
current is diminished, leading the bones to lose the componential materials, thus
they become thin and weak. Experiment also revealed that during travel to space
where gravity is totally absent, muscles become weak and bones become thin due to
the inability to resist the burden of the earth gravity. It is therefore deduced that
complete rest causes the bones to shrink, as the absence of movements activates
catabolism cells, and weakens anabolism cells, hence a reduction of the bony
material occurs.



The performance of 17 units ( Rak'ah) of obligatory prayers , and some more of
extra prayers, strengthens man's bones, and forces him to do a bodily movement
not less than one hour daily. This happens all along the life of the Moslem, who
never abandons prayers.
Prayer is a regular simple exercise at different times, and helps keep the
viability of the body specially the cardiac system and blood circulation.
Prayer is a psychological therapy that helps calm the soul and relieve all
tension for many reasons , of which the most significant is: man feels that all his
problems are very small in the face of the Greatness and Capability of the Creator
Who handles this large universe. The Moslem, after finishing his prayer, has
thrown all he has of problems and worries, as he has deputized the Merciful Lord
to manage and relieve him of such troubles. Prayers help remove all sources of
tension due to the constant change of movements. It is known that such a change
leads to an important physiological relaxation, therefore, the Prophet commanded
that the Moslem when afflicted with a state pf anger, should resort to prayers. It
has been proved that prayer have an immediate effect on the nervous system, as
they calm agitation and maintain balance. They are as well a successful treatment
for insomnia resulting from the nervous dysfunction.



Medical benefits of fasting Ramadan


Fasting Ramadan is an obedience to Allah the Almighty, Who said in His Honourable
Book; O believers, prescribed for you is the fast, even as it was prescribed for those that
were before you- haply you will be Allah fearing. (2: 183)
) (
Fasting is a prescribed duty, and a private relation between man and his Lord, which
Allah has guaranteed to reward for it. It was narrated in the Qudsi Hadith that Allah
says; Every act of the son of Adam is for him, except fasting. It is meant
(exclusively) for Me and I give reward for it .
In 1994, the first conference on health benefits of fasting Ramadan was held
in Casablanca , Kulit kambing yg halus . Around 50 research papers from all over the
world incorporating the health benefits of fasting Ramadan were discussed by Moslem and
non-Moslem researchers.

Of the health benefits of fasting Ramadan are :
o Giving rest to the digestive system . Ramadan is the period of rest for the
digestive system, which is responsible for the metabolism process of
food. Consequently, the liver also takes rest as it is the main factory of food
metabolism. To achieve this benefit, Moslems should adhere to the tradition
(sunnah) of the Prophet by abstaining from having too much food after
breakfast. The Prophet (PBUH) said; "The son-of-Adam never fills a bowl
worse than his belly. Some bites are enough for man to prop his
physique. Had he wished otherwise, then one third for his food, and one third
for his drink, and one third for his breath. " It is of benefit to the body that
the break of fasting starts with some dates (as indicated in the Prophetic
tradition). Dates are rich in Glucose and Fructose, which have a great caloric
benefit specially for the brain, and are useful in raising the level of sugar
gradually in blood, thus reducing the feeling of hunger and the need for large
quantities of food.
o Moderate loss of weight . During fasting, the consumption of sugars
decreases, and so does the level of sugar in blood. This makes the body rely on
providing the needed calories for metabolism by burning sugar stored in the
body. Glycogen stored in the liver, and fats in tissues are decomposed and
transferred into calories and energy needed by the body. This results in
moderate shortage of body weight. Therefore, fasting is considered of great
value for overweight persons and stable non-insulin diabetes.
o Decrease of cholesterol level in blood . Several studies proved that cholesterol
level in blood during fasting, as well as the rate of precipitating on the walls of
arteries have decreased. This in turn reduces the chances of cardiac and
cerebrovascular accidents, and prevents the raise of hypertension. Shortage of
fats in blood helps reduce stones of gall and choledocus. The
Prophet(PBUH) said; Fast! You will be healthy.
o Rest of renal system . Some studies revealed that abstaining from drinking
water for about 10-12 hours is not necessarily bad; it is rather useful in many
cases. Concentration of liquids in the body causes moderate dehydration that
the body can tolerate, as there is a sufficient liquid reserve, and as long as man
has no complaint of renal lithiasis, both kidneys get rest of the process of waste
disposing. The prophetic tradition mandates that Suhur (a meal before the
dawn) be delayed and Fotoor (the breakfast meal) be expedited, thus reducing
the time period of dehydration as much as possible. Shortage of liquids leads
in turn to moderate decrease of blood pressure that the normal man can
tolerate and be of use to those complaining of hypertension.
o Educational and psychological benefits . Fasting Ramadan is useful as it has a
restraining power over the soul's whimsies, and an urge to abandon bad habits,
specially when the smoker is obliged to abstain from smoking even if for a
temporary period, on the hope such abandon will be permanent. This is also
applied to drinking too much coffee and tea. The psychological benefits are
numerous. The fasting person feels complacent, attains mental and
psychological rest, refrains from all that disturbs the integrity of his fasting, and
maintains the proper behaviour controls, that all reflect positively on the
general community. The Prophet said; Fasting is restraining. When anyone
of you is fasting, he should refrain from obscene language or any acts of
ignorance.And if anyone slanders him or quarrels with him, he should say; 'I
am fasting, I am fasting .' Several studies revealed that crime rate in Islamic
countries decreases during Ramadan .


Quran is a healing and a mercy !



Allah the Almighty said; " And We send down of the Quran, that which is a
healing and a mercy to the believers, and the unbelievers it causes not except
loss. (17: 82)
) 31 (

Quran restores soul calmness:
The results of researches conducted over a group of volunteers from Amerika
Serikat who were subject to a recitation of the Holy Quran were striking. A trace of a
tranquilizing effect was recorded at a whole rate of 97%. Although many of these
volunteers do not know Arabic, yet involuntary physiological changes that
led notably to alleviate the acuity of tension they had before were observed in their
nervous systems. Furthermore, an experiment of EEG during Quran rehearsal
revealed that while listening to Quran, the encephalic waves moved from the fast
pattern of vigilance (12-13) wave/ second to the slow pattern (8-18) wave/ second;
indicating the state of deep calmness. Non-Arabic speaking persons felt reassured,
quiet, and complacent during the process of listening to Quranic verses, in spite of their
inability to understand the meanings. This is one of the miracles of the Holy
Quran. The Prophet revealed that miracle when saying;
No people assembled in one of the houses of Allah (mosques), and recite and
study the Book of Allah (among themselves), except that tranquility would prevail
over them, and mercy would encompass them, and the angels would surround them,
and Allah would make a mention of them in the presence of those near Him.



A healing from diseases:
It is commonly known that Quran removes the causes of tension and cover the soul with tranquility and
complacency. But was that effect of Quran limited to the souls only? When Allah says; " And We send
down of the Quran, that which is a healing and a mercy to the believers.. (17: 82),
) . (


Then how could the Quran be a healing for the bodies? It is medically asserted that tension and
worries lead to a deficiency in the immunity of human body in the face of all diseases. The
more the psychological and nervous condition of man is not stable, the more the chances to face
the invasion of diseases. Hence, the explanation becomes crystal clear- the Quran is a healing
for bodies as it is a healing for the souls and spirits. The Quran regains the balance of nervous
and psychological systems for the believer who constantly recites and listens to it, and
contemplates its meaning, thus leading to increase his bodily immunity and safeguard his internal
defenses. Man becomes in constant safety against the penetration of diseases. With the
Quranic prevailing luminous powers, all microbes and germs attacking the body in consecutive
waves are resisted.
Dr. Ahmed El Kadi conducted a research in Amerika Serikat on three groups of Americans who
do not speak or understand Arabic. He connected them to instruments for measuring biomedical
functions such as blood pressure, heart pulses, EEG, myography, and sweat test. He recited
some Quranic verses for the first group, and ordinary sentences of everyday Arabic for the
second group while the third group was a control group resting in a state of relaxation. He
found that the physiological changes for the first group listening to Quran recitation have more
significantly improved than the other two groups (These results were announced by the Islamic
Organization for Medical Science).
Verily said the Almighty Allah; If We had sent down the Quran upon a mountain, you would
have seen it humbled, split asunder out of the fear of Allah. And those similitude- We strike
them for men; haply they will reflect. (59: 21)
) ( 25 .


lesimpqlan

The Quran cannot be produced by any creature. It is the word of the Almighty God, the
Originator of everything and the One Who encompasses everything with His knowledge. As how
could any creature reveal such scientific facts and signs, as indicated above in some Quranic
verses, that were impossible to be known with the level of knowledge at the time of revelation?
The Quran, with the description of all these scientific facts in accurate terms that fit with the
modern rules of science, affirms that this is revealed by Allah. Man only unfolded these signs so
many centuries after it had been revealed by Allah, with the help of modern technology. The
Quran is the word of Allah Who has created everything and knows the slightest details of His
creation.

Who can inspire to the Prophet Mohammed, other than Allah, such scientific truths in such a
noble and well contrived language ?
Although they possessed and knew the tools of the Arabic language, the unbelievers of Makkah
were challenged to produce one verse of such Quran. Yet, up to date and till doomsday the
challenge still stands: If the whole of mankind and Jinns were to gather together to produce
the like of this Quran, they would never produce its like, not though they backed one
another. (17:88)
:)".

"
11 (

Allah also says in the Holy Quran; If it had been from other than Allah, surely they would
have found in it much inconsistencies (4:82)
:)"" 17 (

With the passage of ages, every word of Quran still reveals the divine and miraculous nature of
this Holy Book. For the believers of Quran, this is a message to hold fast to this divine book and
receive it as their only guide in this world and the Hereafter : And this is a Book We have sent
down and blesses, so follow it and have fear of Allah so that hopefully you will gain
mercy. (6:155).
)

( 133
For the unbelievers, it is a call to open their minds and hearts to word of Allah, the Holy Quran,
and contemplate and ponder the last revelation to mankind. Yet, Allah remarks; Say, 'The truth
is from your Lord; so let whosoever wishes believe, and let whosoever wishes disbelieve. (18:
29)
)

( 7s
And; "No Indeed! It is a reminder, and whoso wills, pays heed to it " (80:11-12)
)

( 11 - 17
mehtonkllahsetahtossngissiHqoohsnooslliohWhallAotebesiarP':asdnA ' ( " 32 :
32 )
:)(

) 36 (
and Who also says; Soon will We show them our signs in the furthest horizons, and in their
own souls, until it becomes manifest to them that this is the Truth (41: 53).
) )( 3 (