Anda di halaman 1dari 16

MATA KULIAH OPTIKA MODERN BAB 7 DISPERSI

DISUSUN OLEH WIWID APRIANA

Teori Dispersi
Teori Dispersi adalah suatu teori yang memperkirakan indeks refraksi yang berkurang dengan panjang gelombang, kecuali didaerah yang penyerapan resonasinya bertambah dengan bertambahnya panjang gelombang. Teori dispersi diatas disebut juga dengan teori dispersi anomalus.

.Teori

Dispersi bergantung dari beberapa hal yaitu : Kecepatan Fase


Kecepatan Group

Pengamatan tentang teori Dispersi pertama kali

dilakukan oleh Marcus (1648) dan Grimaldi

(1665). Dengan menggunakan gelas prisma tetapi tidak berhasil sehingga ditahun berikutnya Augustin
Louis Cauchy (1789-1857), berhasil menghitung dan menurunkan hubungan suatu persamaan dispersi dengan menggunakan variabel kompleks. Paul Karl Ludwing Drude (1863 1907) dan W.Voight (1850 1919) Seorang Fisikawan Belanda berusaha menjelaskan efek magnetasi cahaya dengan menguji model tali sebagai Dispersi.

Kecepatan Group
Distribusi frekuensi diperlukan untuk menjelaskan bentuk pulsa propagasi pada kecepatan berbeda, kemudian bentuk pulsa digambarkan dengan distribusi, untuk menjelaskan teori diatas kita harus menggunakan teori Fourier . Dimana teori Fourier menyatakan bahwa medium harus melewati frekuensi yang lebih besar

Dispersi Pada Gelombang Pandu


Dispersi, melalui lebar pulsa sebagai propagasi pulsa,

dikarenakan distorsi dan penurunan pada kecepatan data pada komunikasi serat optik.
Pengaruh dari propagasi cahaya yang sesuai dengan

panjang gelombang yang bergantung pada indeks refraktif yini disebut dengan dispersi material

Ada dua tambahan dispersi pada sistem gelombang tandu.


Pada indeks refraksi panjang gelombang yang dapat

menyebabkan perbedaan panjang gelombang .Jenis ini disebut dengan dispersi profile.
Pada sumber akhir dari dispersi pada gelombang

pandu yang disebut dengan dispersi mode.

Dispersi Material
Sifat elektromagnetik pada gelombang material

bergantung pada frekuensi. Dimana memiliki hubungan antara dispersi yang diperlukan untuk menghitung pengaruh dispersi pada bentuk pulsa cahaya. Diasumsikan bahwa medium dalam gelombang disebarkan dengan molekul klasik yang terdiri dari muatan positif dan negatif dengan muatan bernilai q

Dalam dispersi material memiliki sifat


Medan yang digunakan
Kontribusi dari beberapa molekul yang memiliki

muatan. Kontribusi nampak dari terciptanya dipol ketika muatan positif dan negatif.

Gas Konduktif.
Gas Konduktif merupakan suatu muatan negatif dari

massa m tidak berikatan terhadap muatan positif dan negatif yang terlalu berat sesuai dengan medan cahaya. Gas ini juga dipengaruhi oleh muatan yang diasumsikan menggunakan gelombang cahaya sehingga dapat memisahan antara muatan positif dan negatif

Gas Molekuler
Gas yang memiliki muatan dalam molekul diikat

dengan beberapa gaya internal yang bertingkah laku sebagai pembawa yang akan kembali pada posisi seimbang dengan penambahan gaya pemulih F (x)

DIELEKTRIK PADATAN
Moleukul memiliki pemisah minimum yaitu dua kali

dari radius molekuler. Distribusi tetangga molekul dapat dicoba dengan isotropik dengan jumlah material yang besar . Dimensi molekul yang kecil dengan mengharapkan panjang gelombang cahaya yaitu dengan variabel medan listik dapat dicoba dengan mengharapkan variabel ruang dan waktu propagasi yang dapat diabaikan

Pengaruh dari medium padatan, yaitu medium yang

muatan secara tunggal yang saling berinteraksi, sehingga frekuensi resonansi lebih rendah dari molekul bebas.
Dalam mekanika kuantum, frekuensi resonansi ini

disebut dengan renormalisasi, secara fisis, dapat dipahami dengan memperhatikan molekul tetangga yang akan berosilasi secara bersama-sama.

Kecepatan Sinyal
Kecepatan gelombang berkurang dengan penambahan

panjang gelombang dimana turunan. Kecepatan sinyal dipegarhi oleh kecepatan group atu kecepatan Fase dimana kecepatan group harus lebih besar dari kecepatan fase, u > v. Sehingga pada frekuensi tinggi terhadap puncak absorpsi sehingga indeks refraksi kurang dari 1.

Hal ini dijelaskan oleh Sommerfeld dan Brillouin

Tidak ada sinyal yang dapat menyebar lebih cepat dari

kecepatan cahaya dalam ruang vakum. Penyebaran pulsa dalam medium dispersi yang berjalan dengan kecepatan cahaya pada ruang vakum. Pada pulsa sementara, precurrsor kedua, precurrsor Brillouin, sampai. Amplitudo dan frekuensi pada frekuensi ini bergerak dan kemudian menyebar

Bagian utama dari pulsa akhir akan sampai dan

gelombang dianggap keadaan steady nilai yang terdeteksi oleh gelombang datang. Waktu yang diperlukan untuk mencapai keadaan akhir ini digabung dengan kecepatan sinyal dalam medium, yang mana dibatasi oleh teori relativitas yang bernilai tidak lebih tinggi dari pada kecepatan cahaya