Anda di halaman 1dari 5

Integrated Rural Development Programme (IRDP) Sebuah program pembangunan pedesaan yang dikomunikasikan secara baik di India Pendahuluan

India dahulunya merupakan daerah jajahan Inggris, saat Inggris meninggalkan India juga meninggalkan masalah yang pelik bagi pemerintahan India yaitu kemiskinan, pendekatan penanganan kemiskinan yang dilakukan pemerintah Inggris yang berkuasa di India pada masa lalu yang menggunakan pendekatan layaknya dilakukan di Eropa tidak berhasil diterapkan di India. Pengentasan kemiskinan merupakan pekerjaan rumah bagi setiap pemimpin India, Nehru sebagai perdana menteri pertama India pada perencanaan lima tahun pertama (1951-1956) menargetkan swasembada pangan melalui pembangunan sarana prasarana pertanian. Baik Nehru maupun pemimpin India setelahnya terus melakukan program pengentasan dengan cara, strategi, pendekatan dan nama yang berbeda, hal ini terus berlangsung karena belum ditemukannya formula yang tepat untuk mengatasi permasalahan kemiskinan ini. Pada tahun 1977 partai Janata yang memerintah di Rajasthan menginisiasi satu program yang diberi nama program antyodaya yang memiliki motto development of the last man , program ini di konsepkan sebagai mana kata-kata dibawah ini : The poor became the Lord Genesha of development efforts the state. The emphasis shifted to the identified the poor. The poor were not considered as an abstract group but as identified induviduals who were be consulted and given development benefits according to their needs. The program was extended to all districts of the state and to all categories of the poor. It was bottom up approach. Every year, five poorest persons were selected from every village by the assembly of village adults (Gram Sabha). The

assintance package was made flexible and was finalised in consultation with the beneficiaries Program antyodaya yang dilaunching di Rajasthan sangat berhasil, program ini meningkatkan partisipasi masyarakat mulai dari penentuan siapa yang berhak mendapatkannya, sangat focus pada pengentasan kemiskinan serta administrasi yang flexibel, keberhasilan rajasthan diikuti oleh wilayah-wilayah lain di India hingga program ini diambil alih oleh pemerintah, kemudian menyempurnakannya dan mengganti namannya dengan Integreted Rural Development programme (IRDP), program ini dilaunching di 2300 blok pada tahun 1979, pada Oktober 1980 program ini telah diterapkan pada seluruh blok di India. Strategi Integreted Rural Development programme (IRDP) IRDP merupakan program pengentasan kemiskinan, focus pada identifikasi kemiskinan dengan memberikan kesempatan berusaha, memberikan subsidi bervariasi 25 hingga 50 persen dari dari aset produktif serta memberikan pelatihan-pelatihan dan ugrading keahlian melalui Training of Rural Youth for Self-Employment (TRYSEM). Berikutnya ini adalah detail program IRDP :
1. Kriteria persyaratan : setiap keluarga yang pendapatan dalam satu tahun

kurang dari Rs 6.400 memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan IRDP. Sasaran dikelompokkan kedalam petani baik kecil maupun marginal, buruh tani, tukang-tukang desa dan siapa saja yang pendapatan tahunannya dibawah ketentuan tersebut. Kelompok-kelompok ini didefinisikan sebagai berikut : a)
b)

Petani kecil : petani yang luas lahannya kurang dari dua hektar. Petani marginal : petani yang luas lahannya kurang dari satu Buruh Tani : orang yang tidak memiliki lahan pertanian dan 50 Tukang-Tukang Desa : Tukang kayu, Tukang batu, tukang antar

hektar. c) d) persen pendapatannya dari upah sebagai buruh tani. dan keahlian lainnya termasuk dalam kelompok ini.

2. Proses Seleksi : Untuk mengidentifikasi keluarga-keluarga sasaran

program, keluarga-keluarga yang disurvey diklasifikasikan ke dalam 4 kelompok pendapatan : 0 2.250 ; 2.251 3.500 ; 3.501 4.800 ; 4.801 6.400. Setelah diidentifikasi, diproses secara administrasi dan pengumuman penerima bantuan ditempel di kantor blok. 3. Pola subsidi : subsidi tidak diberikan secara tunai tapi didepositokan di rekening penerima kecuali dalam keadaan tertentu. Pemberian secara tunai sering terjadi malpraktek dalam penerapannya.
4. Pola kredit : konsultasi besaran biaya pinjaman yang direncanakan

diselesaikan oleh lembaga NABARD yang bekerjasama dengan bank dan petugas pemerintah untuk pembangunan pedesaan. Besaran bunga 10 persen dari pinjaman.
5. Pola pengantaran : formulir aplikasi untuk pinjaman harus disiapkan oleh

penerima, pengurus blok, petugas dari departement yang terkait dan petugas bank. Bank harus menyelesaikan aplikasi tersebeut dalam dua minggu, pihak harus harus melakukan cek ulang aset ulang yang dimiliki calon penerima dengan mengikutsertakan perwakilan lembaga-lembaga terkait. Besaran pinjaman didasarkan pada : pilihan calon penerima, keahlian calon penerima, ketersedian jaringan sarana prasana di daerah calon penerima. 6. Perencanaan dan formulasi proyek : Untuk kesuksesan pelaksanaan program, dua tipe perencanaan telah diformulasikan untuk distrik dan blok. Yang pertama perencanaan perspective dan kedua perencanaan tahunan. Perencanaan perspective : a) Profil dari sumberdaya lokal termasuk tren data kependudukan dan sumberdaya manusia, area dan data sumberdaya terperinci seperti aktifitas ekonomi dan detail dari intutusi yang terlibat dalam kegiatan tersebut, dan infrastruktur sosial dan infrastruktur lembaga. b) c) d) Informasi program yang sedang berjalan. Penilaian terhadap kegiatan program yang melibatkan lintas Dampak kegiatan IRDP terhadap skenario ekonomi.

departemen untuk diusulkan digunakan pada lima tahun ke depan.

Perencanaan tahunan : a) b) c) d) e) f) g) h) i) Profil ekonomi blok/distrik beserta sektor apa saja yang diusulkan Profil dari keluarga penerima bantuan, dikelompokkan berdasarkan Jeda pendistribusian dan penjadwalan waktu penerima bantuan Koordinasi area dan keterikatan antar departemen. Sumberdaya dan alat untuk mengolah bahan mentah dan penjualan Integrasi keseluruhan stake holder pembangunan pedesaan. Penilian terhadap dampak dari kegiatan yang telah diusulkan Model proyek Daftar para penerima bantuan yang diusulkan menerima bantuan untuk diadopsi, beserta alasannya. tingkat keahlian dan pilihannya. pada akhir tahun, beserta alasannya.

barang jadi.

dilihat dari pendapatan penerima dan ekonomi wilayah tersebut.

pada tahun tersebut.


7. Follow up : para penerima dapat melakukan follow up dengan

memberikan laporan melalui prepaid reply postcard. Verifikasi tahunannya dilakukan pada akhir tahun.
8. Monitoring and evaluation : hasil kuantitatif program IRDP diperiksa

secara laporan berkala, dan monitoring kualitatif dilakukan saat inspeksi dan verifikasi fisik asset. Provinsi harus mengirimkan seluruh informasi yang telah diterima dari distrik yang dikumpulkan di pusat. Sistem komunikasi yang digunakan Pada program ini tidak ada desain dan pemograman terpusat dari strategi komunikasi. Tehnik, isi disesuaikan dengan kondisi masyarakat sasaran, penyampain dilakukan melalui berbagai cara salah satunya melalui pelatihan, program ini meningkatkan kesadaran sasaran faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kemiskinan, kesadaran sendiri yang kemudian gabungkan dalam suatu grup akan membuat kesadaran bersama untuk terjebak dalam kemiskinan.

Sistem komunikasi program yang bottom up membuat program ini dapat lebih diterima oleh sasaran program.