Anda di halaman 1dari 6

Pengertian akuntansi sector public dari sudut pandang ekonomi, sector public dapat dipahami

sebagai suatu entitas yang aktivitasnya berhubungan dengan usaha untuk menghasilkan barang
dan pelayanan public dalam rangka memenuhi kebutuhan dan hak public.
Komponen lingkungan yg mempengaruhi organisasi sector public melipuri Iactor ekonomi,
politik, cultural dan demograIi.
Value Ior money merupaka konsep pengolahan organisasi sector public yg mendasarkan pada
tiga elemen utama yaitu:
O komomi: perolehan input dengan kualitas dan kuantitas tertentu pada harga yg terendah.
konomi terkait dengan sejauh mana organisasi sector public dapat meminimalisir input
resources yg digunakan yaitu dengan menghindari pengeluaran yg boros dan tidak
produktiI
O Iisiensi: pencapaian output yg maksimum dengan input tertentu atau penggunaan input
yg terendah untuk mencapai output tertentu. Iisiensi merupakan perbandingan
output/input yg dikaitkan dengan standar kinerja atau target yg telah ditetapkan.
O IektiIitas: tingkat pencapaian hasil program dengan target yg ditetapkan. Secara
sederhana eIektivitas merupakan perbandingan outcome dengan output.
Input merupakan sumber daya yg digunakan untuk pelaksanaan suatu kebijakan, program, dan
aktivitas. Output merupakan hasil yg dicapai dari suatu program, aktivitas, dan kebijakan.
Outcome adalah dampak yg ditimbulkan dari suatu aktivitas tertentu.
Perbedaan sector public dan swasta:
a. %ujuan organisasi: pada sector swasta terdapat semangat untuk memaksimumkan laba,
sedangkan pada sector public tujuan utama organisasi bukan untuk memperoleh laba
melainkan pada pelayanan public seperti pendidikan, kesehatan masyarakat, keamanan,
penegakan hokum transportasi public, dan penyediaan barang kebutuhan public.
b. Sumber pembiayaan: pada sector public sumber pendanaan berasal dari pajak dan
retribusi, charging Ior service, laba perusahaan milik Negara, pinjaman pemerintah
berupa utang luar negeri dan obligasi pemerintah, dan pendapatan lain-lain yang sah yg
tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yg telah ditetapkan. Pada
sector swasta pembiayaan dipisahkan menjadi sumber pembiayaan internal dan sumber
pembiayaan eksternal. Sumber pembiayaan internal terdiri dari atar bagian laba yg
diinvestasikan kembali ke perusahaan dan modal pemilik. ksternal: utang bank,
penerbitan obligasi, dan penerbitan saham baru untuk mendapatkan dana Dari public
c. Pola pertanggungjawaban: manajemen pada sector swasta bertanggung jawab kepada
pemilik perusahaan (pemegang saham) dan kreditor atas dana yg diberikan. Pada sector
public manajemen bertanggungjawab kepada masyarakat karena sumber dana yg
digunakan organisasi sector public dalam rangka pembiayaan pelayanan public berasal
dari masyarakat.
d. Struktur organisasi: struktur organisasi pada sector public bersiIat birokratis, kaku, dan
hierarkis, sedangka pada sector swasta struktur organisasinya bersiIat lebih Ileksibel.
e. Karakteristik anggaran dan stakeholder: pada sector public rencana anggaran
dipublikasikan kepada masyarakat secara terbuka untuk dikritisi dan didiskusikan,
anggaran bukan sebagai rahasia Negara. Pada sekror swasta anggarannya bersiIat tertutup
bagi public karena anggaran merupakan rahasia perusahaan.
I. System akuntansi: swasta menggunakan system akuntansi berbasis akrual (accrual
accounting), public: system akuntansi berbasis kas(cash accounting)

Persamaaan sector public dan swasta:
O enggunakan sumber daya yang sama dalam mencapai tujuan organsasi
O enghadapi masalah yg sama yaitu masalah kelangkaan sumber daya, sehingga kedua
sector dituntut untuk menggunakan sumber daya secara ekonomis, eIisien dan eIektiI
O Proses pengendalian manajemen, termasuk manajemen keuangan, pada dasarnya sama di
kedua sector. Kedua sector sama-sama membutuhkan inIormasi yg handal dan relevan
untuk melaksanakan Iungsi manajemen, yaitu: perencanaan, pengorganisasian,dan
pengendalian
O enghasilkan beberapa produk yg sama: baik pemerintah maupun swasta sama-sama
bergerak di bidang transportasi masa, pendidikan, kesehatan, penyediaan energi
O %erikat pada peraturan perundangan dan ketentuan hokum lain yg diisyaratkan

%ujuan akuntansi sector public:
a. emberikan inIormasi yg diperlukan untuk mengelola secar tepat, eIisien, dan ekonomis
atas suatu operasi dan alokasi sumber daya yg dipercayakan kepada organisasi
b. emberikan ionIormasi yg memungkinkan bagi manajer untuk melaporkan pelaksanaan
tanggung jawab mengelola secara tepat dan eIektiI program dan penggunaan sumber
daya yg menjadi wewenangnya, memungkinkan pegawai pemerintah untuk melaporkan
kepada public atas hasil operasi pemerintah dan penggunaan dana public
Akuntabilitas public: kewajiban pihak pemegang amanah untuk memberikan
pertanggungjawaban, menyajikan, melaporkan, dan mengungkapkan segala aktivitas dan
kegiatan yg menjadi tanggungjawabnya kepada pihak pemberi amanah yg memiliki hak dan
kewenangan untuk meminta pertanggungjawaban.

Peran utama akuntansi manajemen sector public adalah menyediakan inIormasi akuntansi yg
akan digunakan oleh manajer sector public dalam melakukan Iungsi perencanaan dan
pengendalian organisasi.
Akuntansi manajemen merupakan suatu proses pengidentiIikasian, pengukuran,
pengakimulasian, penganalisaan, penyiapan, pengintepretasian, dan pengkomunikasian inIormasi
Iinasial yg digunakan oleh manajemen untuk perencanaan, evaluasi, dan pengendalian organisasi
serta untuk menjamin bahwa sumber daya digunakan secara tepat dan akuntabel.
O Akuntansi sebagai alat perencanaan organisasi: perencanaan merupakan cara organisasi
menetapkan tujuan dan sasaran organisasi. Perencanaan meliputi aktivitas yg siIatnya
strategic, taktis, dan melibatkan aspek operasional. Dalam hal perencanaan organisasi,
akuntansi manajemen berperan dalam pemberian inIormasi historis dan prospektiI untuk
memIasilitasi perencanaan
O Akuntansi sebagai alat pengendalian: organisasi sector public karena siIatnya yg tidak
mengejar laba serta adanya pengaruh politik yg besar, maka alat pengendaliannya lebih
banyak berupa peraturan birokrasi. %erkait dengan pengukuran kinerja, terutama
pengukuran ekonomi, eIisiensi, dan eIektiIitas, akuntansi manajemen memiliki peran
utama dalam pengendalian organisasi yaitu mengkuantiIikasikan keseluruhan kinerja
terutama dalam ukuran moneter. Pengendalian keuangan terkait dengan peraturan atau
system aliran uang dalam organisasi, khususnya memastikan bahwa organisasi memiliki
likuiditas dan solvabilitas yg cukup baik. Pengendalian organisasi adalah terkait dengan
pengintegrasian aktivitas Iungsional kedalam system organisasi secara keseluruhan
Proses perencanaan dan pengendalian manajerial organisasi sector public:
a. Perencanaan tujuan dan sasaran dasar
b. Perencanaan operasional
c. Penganggaran
d. Pengendalain dan pengukuran
e. Pelaporan, analisis, dan umpan balik
Peran akuntansi manajemen sector public:
a. Perencanaan strategic:pada tahap ini manajemen organisasi membuat alternative-
alternatiI program yg dapat mendukung strategi organisasi.
b. Pemberian inIormasi biaya: biaya input yaitu biaya yg dikorbankan untuk memberikan
pelayanan, biaya output yaitu biaya yg dikeluarkan untuk mengantarkan peroduk hingga
sampai ke tangan pelanggan, biaya proses: dapat dipisahkan berdasarkan Iungsi
organisasi.
c. Penilaian investasi: akuntansi manajemen diperlukan pada saat organisasi sector public
hendak melakukan investasi, yaitu untuk menilai kelayakan investasi secara ekonomi dan
Iinancial
d. Penganggaran: akuntansi mananjemen berperan untuk memIasilitasi terciptanya anggaran
public yg eIektiI.
e. Penentuan biaya pelayanan dan tariII pelayanan: akuntansi manajemen digunakan untuk
menentukan berapa biaya yg dikeluarkan untuk memberikan pelayanan tertentu dan
berapa tariII yg akan dibebankan kepada pemakai jasa pelayanan public, termasuk
menghitung subsidi yg diberikan
I. Peniulaian kinerja: dalam tahap penilaian kinerja akuntansi manjemen berperan dalam
pembuatan indicator kinerj kunci dan satuan ukur untuk masing-masing aktivitas yg
dilakukan.

%ipe pengendalian manajemen:
a. Pengendalian preventiI: terkait dengan perumusan strategi dan perencanaan strategi yg
dijabarkan dalam bentuk program-program
b. Pengendalian operasional: terkait dengan pengawasan pelaksanaan program yg telah
ditetapkan melalui alat berupa anggran
c. Pengendalian kinerja: pengendalian manjemen berupa analisis evaluasi kinerja
berdasarkan tolok ukur kinerja yg telah ditetapkan.
Proses pengendalain manajemen sector public:
a. Perumusan strategi : penentuan visi, misi, tujuan, sasaran, target, arah dan kebijakan,
serta strategi organisasi
b. Perencanaan strategi: penentuan program-program, aktivitas, atau proyek yg akan
dilaksanakan oleh suatu organisasi dan penentuan jumlah alokasi sumber daya yg akan
dibutuhkan
c. Penganggaran:
d. Operasional:
e. valuasi kinerja: sebagai suatu alat pengendalian

Anggaran merupakan pernyataan mengenai estimasi kinerja yg hendak dicapai selama periode
waktu tertentu yg dinyatakan dalam ukuran Iinancial, sedangkan penganggaran merupakan
proses atau metode untuk mempersiapkan suatu anggaran.
Aspek2 dlm anggaran sector public: perencanaan, pengendalian, dan akuntabilitas public.
Anggaran sector public merupakan suatu rencana Iinancial yg menyatakan:
a. Berapa biaya atas rencana-rencana yg dibuat
b. Berapa banyak dan bagaimana caranya memperoleh uang untuk mendanai rencana
tersebut
Anggaran sector public dibuat untk membantu menentukan tingkat kebutuhan masyarakat,
seperti listrik, air bersih, kualitas kesehatan, pendidikan dan sebagainya agar terjamin secara
layak.
nggaran dan kebijakan fiscal: kebijakan Iiscal merupakan usaha yg dilakukan pemerintah
untuk mempengaruhi keadaan ekonomi melalui system pengeluaran atau system perpajakan
untuk mencapai tujuan tertentu. Alat utama kebijakan Iiscal adalah anggaran.
Fungsi anggaran sector public:
a. Anggaran sebagai alat perencanaan:anggaran sector public dibuat untuk merencanakan
tindakan apa yg akan dilakukan oleh pemerintah, berapa biaya yg dibutuhkan, dan berapa
hasil yg diperoleh dari belanja pemerintah tsb
b. Anggaran sebagai pengendalian: sebagai alat pengendalian, anggarannmemberikan
rencana detail atas pendapatan dan pengeluaran pemerintah agar pembelanjaan yg
dilakukan dapat dipertanggungjawabkan kepada public. %anpa anggaran pemerintah tidak
dapat mengendalikan pemborosan2 pengeluaran
c. Anggaran sebagai alat kebijakan Iiscal: anggaran digunakan untuk menstabilkan ekonomi
dan mendorong pertumbuhan ekonomi. elalui anggaran dapat diketrahui arah kebijakan
Iiscal pemerintah, sehingga dapat dilakukan prediksi dan estimasi ekonomi.
d. Anggaran sebagai alat politik: anggaran digunakan untuk memutuskan prioritas2 dan
kebutuhan keuangan terhadap prioritas tersebut. Pada sector public, anggaran merupakan
dokumen politik sebagai bentuk komitmen eksekutiI dan kesepakatan legislative atas
penggunaan dana public untuk kepentinga tertentu.
e. Anggaran sebagai alat koordinasi dan komunikasi: anggaran yg disusun dengan baik akan
mampu mendeteksi terjadinya inkonsistensi suatu unit kerja dalam pencapaian tujuan
organisasi. Anggaran harus dikomunikasikan ke seluruh bagian organisasi untuk
silaksanakan
I. Anggaran sebagai alat penilaian kinerja: kinerja eksekutiI akan dinilai berdasarkan
pencapaian target anggaran dan eIisiensi pelaksanaan anggaran. Kinerja manajer public
dinilai berdasarkan berapa yg berhasil ia capai dikaitkan dengan anggaran yg telah
ditetapkan
g. Anggaran sebagai alat motivasi: anggaran dapat digunakan sebagai alat untuk memotivasi
manajer dan staInya agar bekerja secara ekonomis, eIektiI, dan eIisien dalam mencapai
tujuan oprganisasi yg telah ditetapkan
h. Anggaran sebagai alat untuk menciptakan ruang public:
enis-jenis anggaran:
. Anggaran operasional: digunakan untuk merencanakan kebutuhan sehari-hari dalam
menjalankan pemerintahan. Secara umum pengeluaran yg masuk kategori anggaran
operasional adalah belanja administrasi umum dan belanja operasi dan pemeliharaan
2. Anggaran modal/investasi: menunjukan rencana jangka panjang dan pembelanjaan atas
aktiva tetap seperti gedung, peralatan, kendaraan, prabot dan sebagainya
ara menggolongkan asal usul investasi :
. Investasi penggantian
2. Investasi penambahan kapasitas
3. Investasi baru
spek kelayakan investasi:
. Aspek teknis: merupakan bagian penting dari analisis investasi yg harus dipertimbangkan
2. Aspek social budaya: menyangkut pertimbangan pendistribusian pelayanan secara adil
dan merata, sehingga memberikan manIaat yg besar bagi masyarakat
3. Aspek ekonomi dan Iinancial: kegiatan menganalisis apakah suatu proyek yg diusulkan
akan memberikan kontribusi yg nyata terhadap pembangunan prekonomian secara
keseluruhan dan apakah kontribusinya cukup besar dalam menentukan sumber-sumber
daya yg digunakan
4. Aspek distribusi: untuk mengetahui siapa yg akan menerima manIaat atau keuntungan yg
dihasilkan dari proyek investasi tersebut, darimana mendapatkan modal untuk
melaksanakan proyek. Aspek ini menyangkut keadilan dan persamaan kesempatan untuk
mendapatkan pelayanan public.
Factor-faktor yg mempengaruhi investasi:
a. %ingkat diskonto yg digunakan: tingkat diskonto mereIleksikan tingkat keuntungan yg
diperoleh dari suatu proyek dengan tingkat resiko tertentu.
b. InIlasi: semakin tinggi inIlasi, semakin rendah nilai riil keuntungan di masa depan yg
diharapkan sehingga tingkat keuntungan yg diisyaratkan semakin tinggi.
c. isiko ketidakpastian:ketidakpastian ekonomi dan hokum, kekacauan social politik, tidak
adanya jaminan keamanan, dan kebijakan yg tidak konsisten dapat meningkatkan risiko
investasi.
%eknik dasar penilaian investasi:
. IdentiIikasi kebutuhan investasi yg mungkin dilakukan
2. enentukan semua manIaat dan biaya dari proyek yg akan dilaksanakan
3. enghitung manIaat dan biaya dalam rupiah
4. emilih proyek yg memiliki manIaat terbesar dan eIektivitas biaya yg tinggi
System pengukuran kinerja sector public adalah suatu system yg bertujuan untuk membantu
manajer public dalam menilai pencapaian suatu strategi melalui alat ukur Iinancial dan non
Iinancial
Pengukuran kinerja sector public dilakukan untuk memenuhi tiga maksud, pertama untuk
membantu memperbaiki kinerja pemerintah, kedua untuk pengalokasian sumber daya dan
pembuatan keputusan, ketiga untuk mewujudkan pertanggungjawaban public dan memperbaiki
komunikasi kelembagaan
nformai yg digunakan untuk pengukuran kinerja:
. InIormasi Iinancial diukur berdasarkan pada anggaran yg telah dibuat
2. InIormasi non Iinancial: perspektiI Iinancial, kepuasan pelanggan, eIisiensi proses
internal, pembelajaran dan pertumbuhan
stimasi ndikator Kinerja:
a. Kinerja tahun lalu: sebagai perbandingan bagi unit tersebut untuk melihat seberapa besar
kinerja yg telah dilakukan.
b. pert judgment: digunakan karena kinerja tahun lalu akan sangat berpengaruh terhadap
kinerja berikutnya. %eknik ini menggunakan pengetahuan dan pengalaman dalam
mengestimasi indicator kinerja
c. %rend: digunakan untuk mengestimasi indicator kinerja karena adanya pengaruh waktu
dalam pencapaian kinerja unit kerja