Anda di halaman 1dari 20

APA ITU KEPATUHAN ????

Sering saya mendengar dikala Mahasiswa cerita, begitu sangat tertarik untuk mengambil judul penelitian yang berhubungan dengan Pengetahuan, Motivasi dan Kepatuhan, . Tetapi saat berjalan di BAB II bagian ini, mereka selalu mengeluh begitu susahnya untuk mencari referensi. Smoga aja apa yang akan kita bahas tentang Kepatuhan ini bermanfaat buat semuanya. Baik pembaca yang membutuhkan informasi tentang Kepatuhan khususnya buat Mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhirnya. Sub Pokok Bahasan : Konsep Kepatuhan a. Pengartian Kepatuhan b. Faktor-Faktor Yang Mendukung Kepatuhan Pasien c. Pendekatan Praktis Untuk Meningkatkan Kepatuhan pasien d. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan e. Derajat Ketidakpatuhan Ditentukan Oleh Faktor Mari kita bahas dan Mohon Di simak. OK.... Konsep Kepatuhan Pengertian Kepatuhan berasal dari kata dasar patuh, yang berarti disiplin dan taat. Sacket (dalam Niven, 2002: 192), mendefinisikan kepatuhan pasien sebagai sejauh mana perilaku pasien sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh petugas kesehatan. Faktor-Faktor yang Mendukung Kepatuhan Pasien Menurut Feuer Stein, et al (dalam Niven, 2002: 198), ada beberapa faktor yang dapat mendukung sikap patuh pasien, diantaranya: a. Pendidikan Pendidikan pasien dapat meningkatkan kepatuhan sepanjang pendidikan tersebut merupakan pendidikan yang aktif, seperti penggunaan buku dan lain-lain. b. Akomodasi Suatu usaha harus dilakukan untuk memahami ciri kepribadian pasien yang dapat mempengaruhi kepatuhan. Pasien yang lebih mandiri, harus dilibatkan secara aktif dalam program pengobatan sementara pasien yang tingkat ansietasnya tinggi harus diturunkan terlebih dahulu. Tingkat ansietas yang terlalu tinggi atau rendah, akan membuat kepatuhan pasien berkurang. c. Modifikasi faktor lingkungan dan sosial Membangun dukungan sosial dari keluarga dan teman-teman sangat penting, kelompok pendukung dapat dibentuk untuk membantu memahami kepatuhan terhadap program pengobatan, seperti pengurangan berat badan dan lainnya. d. Perubahan Model Terapi Program pengobatan dapat dibuat sesederhana mungkin dan pasien terlibat aktif dalam pembuatan program tersebut. e. Meningkatkan interaksi profesional kesehatan dengan pasien. Adalah suatu yang penting untuk memberikan umpan balik pada pasien setelah memperoleh informasi diagnosis. Pendekatan Praktis untuk Meningkatkan Kepatuhan Pasien Menurut DiNicola dan DiMatteo (dalam Niven, 2002: 194), menyebutkan ada beberapa pendekatan yang dapat dilakukan dalam meningkatkan kepatuhan

pasien, yaitu: 1) Buat instruksi tertulis yang mudah diinterprestasikan. 2) Berikan Informasi tentang pengobatan sebelum menjelaskan hal lain. 3) Jika seseorang diberi suatu daftar tertulis tentang hal-hal yang harus diingat maka akan ada keunggulan yaitu mereka akan ada keunggulan dan berusaha mengingat hal yang pertama ditulis. Efek keunggulan ini telah terbukti 4) Instruksi-instruksi harus ditulis dengan bahasa umum (non- medis) dalam hal yang perlu ditekankan. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan a. Pemahaman tentang instruksi Tidak seorangpun dapat mematuhi instruksi, jika ia salah paham tentang instruksi yang diterima. Ley dan Spetman (dalam Niven, 2002: 193), menemukan bahwa lebih dari 60% yang diwawancarai setelah bertemu dokter salah mengerti tentang instruksi yang diberikan kepada mereka. Hal ini disebabkan kegagalan petugas kesehatan dalam memberikan informasi yang lengkap dan banyaknya instruksi yang harus diingat dan penggunaan istilah medis. b. Kualitas interaksi Menurut Korcsh dan Negrete (dalam Niven, 2002: 194) Kualitas interkasi antara petugas kesehatan dan pasien merupakan bagian yang penting dalam menentukan derajat kepatuhan. Ada beberapa keluhan, antara lain kurangnya minat yang diperlihatkan oleh dokter, penggunaan istilah medis secara berlebihan, kurangnya empati, tidak memperolah kejelasan mengenai penyakitnya. Pentingnya keterampilan interpersonal dalam memacu kepatuhan terhadap pengobatan. c. Isolasi sosial dan keluarga Keluarga dapat menjadi faktor yang sangat mempengaruhi dalam menentukan keyakinan dan nilai kesehatan individu serta dapat menentukan tentang program pengobatan yang dapat mereka terima. d. Keyakinan, sikap dan kepribadian Keyakinan seseorang tentang kesehatan berguna untuk memperkirakan adanya ketidakpatuhan. Orang-orang yang tidak patuh adalah orang yang mengalami depresi, ansietas sangat memperhatikan kesehatannya, memiliki ego yang lebih lemah dan yang kehidupan sosialnya lebih memusatkan perhatian pada diri sendiri (Niven, 2002: 195). Derajat Ketidakpatuhan Ditentukan oleh Faktor Neil Niven (2002: 193), juga mengungkapkan derajat ketidakpatuhan itu ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu: a. Kompleksitas prosedur pengobatan. b. Derajat perubahan gaya hidup yang dibutuhkan. c. Lamanya waktu dimana pasien harus mematuhi program tersebut. d. Apakah penyakit tersebut benar-benar menyakitkan. e. Apakah pengobatan itu berpotensi menyelamatkan hidup. f. Keparahan penyakit yang dipersepsikan sendiri oleh pasien dan bukan petugas kesehatan. Sulit sekali menemukan teori yang membahas secara langsung kaitan antara

motivasi dan kepatuhan. Tetapi kalau dilihat dari beberapa teori, seperti teori motivasi penguatan yang menyangkut ingatan individu mengenai pengalaman dan rangsangan respon konsekuensi. Individu akan termotivasi bila ia memberikan respon pada rangsangan pada pola tingkah laku konsisten sepanjang waktu (Widyatun, 1999: 13). Menurut Mc. Donal (dalam Saediman, 2007: 73) mengatakan Motivasi dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktifitas-aktifitas tertentu demi mencapai suatu tujuan tertentu. Sedangkan menurut G.R. Terry (dalam Malayu, 2005: 143) mengemukakan bahwa motivasi adalah keinginan yang terdapat pada diri seseorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan-tindakan. Motivasi itu tampak sebagai suatu usaha positif dalam menggerakkan, mengerahkan, dan mengarahkan daya serta potensi tenaga kerja, agar secara produktif berhasil mencapai dan mewujudkan tujuan yang ditetapkan sebelumnya. Sedangkan apabila dilihat dari segi pasif/statis, motivasi akan tampak sebagai kebutuhan sekaligus sebagai perangsang untuk dapat menggerakkan, mengerahkan, mengarahkan potensi serta daya kerja manusia tersebut ke arah yang diinginkan. Berdasarkan beberapa prinsip pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan, bahwa motivasi dapat menyebabkan individu dapat menerima berbagai konsekuensi, dapat menggerakkan mencapai tujuan tertentu, mau dan rela memberikan tenaga, pikiran, waktu untuk melakukan hal yang menjadi tanggung jawabnya dan dapat memelihara individu mampu bekerjasama dengan lingkungannya. Dengan kata lain, motivasi dapat menjadikan individu taat dan patuh. Patuh dalam kamus ilmiah populer diartikan, sebagai tindakan taat, turut perintah, setia dan loyal akibat motif-motif internal individu (Culsum, 2006: 577). Sacket (dalam Niven, 2002) juga menambahkan, kepatuhan pasien adalah bentuk sejauh mana perilaku pasien sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh petugas kesehatan.

SKRIPSI
buat anak kesmas dan keperewatan 1. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINDAKAN AKSEPTOR KB DALAM MEMILIH ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) DI RSU PANDAN ARANG BOYOLALI TAHUN 2007 2. FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH DALAM PEMBERIAN ASI PADA IBU PRIMIGRAVIDA DI RSU PANDAN ARANG BOYOLALI 3. FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAAN PELANGGAN DI LABORATORIUM BALAI BESAR TEKNIK KESEHATAN LINGKUNGAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR YOGYAKARTA 4. PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAPPRESTASI KERJA KARYAWAN PADA RSD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL YOGYAKARTA (STUDI KASUS PADA KARYAWAN TETAP DI RSD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL) 5. PENGARUH PELAYANAN PENDAFTARAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WATES 6. HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA DENGAN GANGGUAN KESEHATAN PERAWAT DI IRD RSUP DR.SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN 7. HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG DIARE DENGAN PERILAKU ORANG TUA DALAM PENCEGAHAN DIARE di WILAYAHKERJA PUSKESMAS KISMANTORO Kabupaten Wonogiri 8. TINGKAT KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELLITUS DALAM MENGENDALIKAN KADAR GULA DARAH DI WILAYAH SOROSUTAN UMBULHARJO YOGYAKARTA 9. HUBUNGAN KOMUNIKASI PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN DI INSTALASI RAWAT INAP RSU PANDAN ARANG KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2007 10. Hubungan antara SIKAP TENTANG tuberkulosis DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN TUBERkULOSIS PADA MASYARAKAT Di WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUHPELEM Kabupaten Wonogiri 11. HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA FASE INTENSIF PADA PENDERITA TB DI PUSKESMAS PRACIMANTORO WONOGIRI JAWA TENGAH

12. PENGARUH MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP KELAS III RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYAKARTA 2008 13. HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL YOGYAKARTA 14. PENGARUH MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN PASIEN RAWAT INAP KELAS III OBSTETRI GINEKOLOGI TERHADAP MINAT PEMANFAATAN ULANG JASA PELAYANAN KESEHATAN RSUD KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2008 15. HUBUNGAN PEMANFAATAN SUMBER INFORMASI DENGAN SIKAP REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI SMA PATRIA BANTUL KABUPATEN BANTUL 2008 16. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKSEPTOR KELUARGA BERENCANA DALAM MEMILIH PENGGUNAAN JENIS KONTRASEPSI IUD (Intra Uterine Device) DI KELURAHAN PRENGGAN KECAMATAN KOTAGEDE YOGYAKARTA 2008 17. ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN ANTENATAL DI POLIKLINIK KANDUNGAN RSUD WONOSARI GUNUNGKIDUL TAHUN 2007 18. PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP MOTIVASI KERJA PEGAWAI DI RUMAH SAKIT ISLAM YAYASAN AMAL SHOLEH IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA (IPHI) JOMBANG 19. PENGARUH INSENTIF DAN HUBUNGAN ANTAR MANUSIA (HAM) TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN DI RSUD DJOJONEGORO TEMANGGUNG TAHUN 2008 20.PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PADA BAGIAN PENDAFTARAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN RSIY PDHI TAHUN 2008 21. PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT JASA KARTINI TASIKMALAYA 2008 22. PENGARUH KONSEP MANAJERIAL TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN NON MEDIS DI BP (BADAN PENGELOLA) RSUD DJOJONEGORO KABUPATEN TEMANGGUNG JAWA TENGAH 23. ANALISIS TINGKAT KEPUASAN TERHADAP PELAYANAN JASA KESEHATAN RAWAT JALAN POLIKLINIK KIMIA FARMA CABANG PEKALONGAN TAHUN

2007 24. HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP YANG MENGGUNAKAN ASKESKIN DI RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL 2008 25. PENGARUH MUTU PELAYANAN PERAWAT TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP KELAS III DI RSUP Dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN 2008 26. HUBUNGAN KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM MENGKONSUMSI TABLET BESI DENGAN KADAR HEMOGLOBIN DI PUSKESMAS DEPOK I MAGUWOHARJO SLEMAN YOGYAKARTA TAHUN 2007 27. HUBUNGAN ANTARA PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN PESERTA ASKES RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 28. PENGARUH FASILITAS DAN PELAYANAN RUMAH SAKIT JASA KARTINI TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP 29. HUBUNGAN ANTARA KUALITAS PELAYANAN FARMASI DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT JASA KARTINI TASIKMALAYA-JAWA BARAT 30. HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN PENDAFTARAN RAWAT JALAN POLI UMUM DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT JIWA Prof. dr. SOEROYO MAGELANG TAHUN 2008 31. PENGARUH PELATIHAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PERAWAT DI RSUD KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2008

32. PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN LINGKUNGAN PERGAULAN TERHADAP SIKAP REMAJA TENTANG SEKS BEBAS DI SMK NEGERI 6 YOGYAKARTA 2008 33. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN PASIEN DALAM MELAKUKAN TINDAKAN CABUT GIGI DI PUSKESMAS SALAMAN I KABUPATEN MAGELANG JAWA TENGAH TAHUN 2008 34. PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN PRESTASI KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PERAWAT DI RSUD KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2008 35. PENGARUH STRESS KERJA TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RUMAH

SAKIT JIWA PROF. DR. SOEROYO MAGELANG 36. PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN DAN MINAT PERILAKU PASIEN DI INSTALASI RAWAT INAP RSU SURYA HUSADHA DENPASAR-BALI TAHUN 2008 37. HUBUNGAN ANTARA KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI INSTALASI FARMASI BADAN PENGELOLAAN RSUD KABUPATEN KEBUMEN 38. HUBUNGAN MUTU PELAYANAN PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP KELAS III RUMAH SAKIT PEMBINA KESEJAHTERAAN UMAT (PKU) MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2008 39. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DENGAN KETEPATAN WAKTU PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAWANGMANGU KABUPATEN KARANGANYAR 40. ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA KERJA DI URUSAN REKAM MEDIS RUMAH SAKIT MATA DR. YAP YOGYAKARTA DENGAN PENDEKATAN TEORI ANTRIAN ( QUEUEING THEORY ) PADA TAHUN 2008 41. PENGARUH MARKETING MIX TERHADAP KEINGINAN BERKUNJUNG ULANG PASIEN DI UNIT RAWAT INAP RUMAH SAKIT TNI AU Dr. SUHARDI HARDJOLUKITO YOGYAKARTA 42. PENGARUH PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DALAM PROGRAM PIK-KRR (PUSAT INFORMASI DAN KONSELING KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA) TERHADAP PERILAKU KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SMA N 1 SRANDAKAN BANTUL TAHUN 2008 43. PENGARUH PERILAKU KEPEMIMPINAN TERHADAP MOTIVASI KERJA DI RUMAH SAKIT JASA KARTINI TASIKMALAYA 2008 44. PENGARUH KUALITAS PELAYANAN APOTEK TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2008 45. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PETUGAS PELAKSANA FARMASI PUSKESMAS DI KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2008 46. PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP MINAT PASIEN DALAM MENGGUNAKAN ULANG JASA PELAYANAN DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM YOGYAKARTA PERSAUDARAAN DJAMAAH HAJI INDONESIA (RSIY PDHI) YOGYAKARTA TAHUN 2008

47. PENGARUH KEPUASAN KERJA PERAWAT TERHADAP KOMITMEN PERAWAT RUMAH SAKIT UMUM MULYA TANGERANG BANTEN TAHUN 2008 48. PENGARUH KOMUNIKASI DAN PERSEPSI KONDISI LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PERAWAT DI RSD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL TAHUN 2008 49. PENGARUH KEPUASAN PASIEN TERHADAP PEMANFAATAN KEMBALI JASA PELAYANAN KESEHATAN DI INSTALASI RAWAT INAP BANGSAL PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT UMUM SURYA HUSADHA DENPASAR BALI TAHUN 2008 50. PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI KERJA PEGAWAI NON MEDIS BADAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH 45 KUNINGAN 51. PENGARUH PELATIHAN SDM PERAWAT RAWAT INAP TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DI RSJD. Dr. RM. SOEDJARWADI KLATEN TAHUN 2008 52. HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN JASA DENGAN KEPUASAN PASIEN PADA BANGSAL UMUM RUMAH SAKIT JIWA Prof. dr SOEROYO MAGELANG TAHUN 2008 53. PENGARUH LINGKUNGAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS PERAWAT RAWAT INAP DI BADAN PENGELOLAAN RSUD KABUPATEN KEBUMEN 2008 54. PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN DAN MINAT PERILAKU PASIEN RAWAT INAP DI POLI OBSGYN RSU AISYIYAH DIPONEGORO PONOROGO 55. PENGARUH FAKTOR-FAKTOR MOTIVASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT ISLAM YOGYAKARTA PERSAUDARAAN DJAMAAH HAJI INDONESIA (RSIY PDHI) YOGYAKARTA 2008 56. HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN TINGKAT KESEMBUHAN PENYAKIT PADA BALITA YANG DIDIAGNOSE ISPA DI PUSKESMAS CEPER KLATEN JAWA TENGAH TAHUN 2008 57. HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG KEGIATAN POSYANDU DENGAN FREKUENSI PENIMBANGAN BALITA KE POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TULUNG KLATEN TAHUN 2007

58. PENGARUH BINROH (BIMBINGAN ROHANI) TERHADAP MOTIVASI KESEMBUHAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT ISLAM SITI AISYAH MADIUN 2008 59. HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DENGAN PENINGKATAN KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSI SITI AISYAH MADIUN TAHUN 2008 60. FAKTOR-FAKTOR KUALITAS PELAYANAN YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP KELAS II DI RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYAKARTA TAHUN 2008 61. PENGARUH FAKTOR-FAKTOR KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP LOYALITAS PASIEN RAWAT INAP RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 62. PENGARUH FAKTOR-FAKTOR MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PERAWAT RAWAT INAP DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL

nech q kasih lagi

63. PENGARUH KEMAMPUAN KERJA, PROMOSI JABATAN DAN KOMPENSASI TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN BPRSUD KEBUMEN 64. HUBUNGAN MOTIVASI INTERNAL DAN EKSTERNAL DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA DI PELAYANAN REKAM MEDIS RSU KOTA BANJARJAWA BARAT TAHUN 2008 65. PENGARUH KUALITAS PELAYANAN JAMKESMAS TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2008 66. PENGARUH PENYULUHAN POSYANDU TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BALITA DI DESA PURWOHARJO SAMIGALUH KULON PROGO TAHUN 2008 67. STRATEGI HUMAS DAN PEMASARAN DI RUMAH SAKIT KRISTEN NGESTI WALUYO PARAKAN TEMANGGUNG 68. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUTUSAN UNTUK MELAKUKAN PERSALINAN DI HAPPY LAND MEDICAL CENTRE YOGYAKARTA

69. HUBUNGAN BAURAN PEMASARAN DENGAN PENINGKATAN JUMLAH PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT ORTOPEDI Prof. Dr. R. SOEHARSO SURAKARTA TAHUN 2008 70. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT PASIEN UNTUK MENGGUNAKAN ULANG JASA PELAYANAN RAWAT JALAN RUMAH SAKIT ISLAM SITI AISYAH MADIUN 2008 71. PENGARUH MUTU PELAYANAN PENDAFTARAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI RSD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL YOGYAKARTA 72. PENGARUH KUALITAS PELAYANAN KEBERSIHAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP KELAS I DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH UMUM GUNUNG JATI CIREBON 73. PENGARUH KOMITMEN KERJA KARYAWAN TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) KARYAWAN PADA RUMAH SAKIT UMUM PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 74. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KEPATUHAN BIDAN DALAM PELAYANAN PERSALINAN DI RUMAH SAKIT KHUSUS IBU DAN ANAK PKU MUHAMMADIYAH KOTAGEDE YOGYAKARTA 75. PENGARUH PERSEPSI PASIEN TENTANG KUALITAS PELAYANAN PERAWAT TERHADAP KEPUASAN RAWAT INAP KELAS III BANGSAL ANGGREK DI RSUD KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2008 76. HUBUNGAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI JAJARAN DIREKTORAT UMUM, SUMBER DAYA MANUSIA DAN PENDIDIKAN DI RUMAH SAKIT ORTOPEDI Prof. Dr. R. SOEHARSO SURAKARTA TAHUN 2008 77. PENGARUH FAKTOR MOTIVASI KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA RUMAH SAKIT PANTI NUGROHO SLEMAN TAHUN 2007 78. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN MASYARAKAT DALAM MEMILIH BALAI PENGOBATAN KESEHATAN MASYARAKAT BOYOLALI (BPKM} 79. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KEHAMILAN DENGAN KETERATURAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN DI PUSKESMAS MASARAN I SRAGEN 80. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG TUBERKULOSIS PARU

DENGAN KETERATURAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS PRACIMANTORO I TAHUN 2008 81. GAMBARAN HARAPAN PENDERITA TUBERKULOSIS PARU TERHADAP PENGAWAS MINUM OBAT DI DAERAH PEDESAAN KABUPATEN SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA 82. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN CAKUPAN IMUNISASI TETANUS TOKSOID PADA WANITA USIA SUBUR DI PUSKESMAS BONOROWO KECAMATAN BONOROWO KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2007 83. HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KEPATUHAN LANJUT USIA DALAM MELAKSANAKAN SENAM LANSIA DI RW 04 GIWANGAN UMBULHARJO VII YOGYAKARTA 84. HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP SEHAT PADA REMAJA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMP MUHAMMADIYAH PANGGANG KABUPATEN GUNUNGKIDUL 85. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG KEBUTUHAN GIZI DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DESA BANCONG KECAMATAN WONOASRI KABUPATEN MADIUN 86. PENGARUH PEMBERIAN TEHNIK RELAKSASI TERHADAP PENURUNAN HIPERTENSI DI DESA TULANGAN KECAMATAN PRACIMANTORO KABUPATEN WONOGIRI JAWA TENGAH 87. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP PASIEN TENTANG TUBERKULOSIS PARU DENGAN KEPATUHAN BEROBAT PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN 2008 88. HUBUNGAN PELAYANAN PERAWATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI BANGSAL ANGGREK RSUD KARANGANYAR JAWA TENGAH 89. GAMBARAN TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RSUP Dr. SOERADJI TIRTONEGORO KABUPATEN KLATEN 90. HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KECERDASAN EMOSI (EQ) PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH (3-5 TAHUN) DI TAMAN KANAKKANAK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL (ABA) MUSHOLLA KOTAGEDE KOTA YOGYAKARTA 91. HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DENGAN TINGKAT

KECEMASAN PASIEN PRA OPERASI DI RUMAH SAKIT ISLAM AMAL SEHAT SRAGEN TAHUN 2008 92. HUBUNGAN TINGKAT KEMAMPUAN DALAM AKTIVITAS DASAR SEHARIHARI DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANJUT USIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA BANTUL YOGYAKARTA UNIT BUDI LUHUR 93. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI DASAR DENGAN KEPATUHAN PEMBERIAN IMUNISASI PADA BAYI DI POSYANDU DESA TONJONG BREBES JAWA TENGAH 2008 94. PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP STRES PSIKOSOSIAL PADA USIA LANJUT DI KARANG WERDA NGUDI MUKTI KELURAHAN KARTOHARJO KECAMATAN NGANJUK KABUPATEN NGANJUK JAWA TIMUR 2008 95. HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DI BANGSAL MELATI RSD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL YOGYAKARTA 96. HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG KONTRASEPSI DENGAN PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI DI DESA KEMBARAN BANYUMAS 97. PENGARUH TERAPI BEKAM KERING TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT NYERI PADA LANSIA DI PANTI WRHEDA BUDI DHARMA YOGYAKARTA 98. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG POSTPARTUM DENGAN PERILAKU DALAM PERAWATAN POSTPARTUM PADA IBU DI RSUP Dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN JAWA TENGAH 99. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG RESIKO KECELAKAAN DENGAN PENCEGAHAN KECELAKAAN PADA ANAK TODDLER DI DESA GANDOK NGAGLIK SLEMAN YOGYAKARTA 100. HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN AKTUALISASI DIRI PADA REMAJA DI DESA POHRUBOH CONDONG-CATUR DEPOK SLEMAN YOGYAKARTA 101. HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG ISPA DENGAN PERAWATAN IBU PADA BALITA PENDERITA ISPA NON PNEUMONIA DI PUSKESMAS KLATEN TENGAH TAHUN 2008 102. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG INFEKSI DENGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN PROSEDUR TETAP

MENJAHIT LUKA DI INSTALASI RAWAT DARURAT RUMAH SAKIT UMUM PUSAT DR. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN TAHUN 2008 103. HUBUNGAN KEPUASAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA 104. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV/AIDS DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 GONDANG KABUPATEN SRAGEN JAWA TENGAH 105. PERSEPSI MASYARAKAT PENGGUNA PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP PERAN PERAWAT DI POLI UMUM PUSKESMAS GARUNG KECAMATAN GARUNG KABUPATEN WONOSOBO JAWA TENGAH 106. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP BPK RSU KABUPATEN MAGELANG 107. PENGARUH TERAPI BERMAIN DENGAN TEHNIK BERCERITA TERHADAP KECEMASAN AKIBAT HOSPITALISASI PADA ANAK PRA SEKOLAH DI RUANG PERAWATAN ANAK RSUD KOTA YOGYAKARTA 108. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PENYAKIT ASMA BRONKIAL DENGAN KEPATUHAN PENDERITA ASMA BRONKIAL DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS BONOROWO KABUPATEN KEBUMEN 109. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG ALAT PERMAINAN EDUKATIF DENGAN TINGKAT PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK PRASEKOLAH DI KELURAHAN KWARASAN JUWIRING KLATEN JAWA TENGAH 2008 110. HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG KEGIATAN POSYANDU DENGAN PARTISIPASI IBU BALITA DI POSYANDU WILAYAH PUSKESMAS PATUK I, GUNUNGKIDUL 2008 111. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DENGAN STATUS GIZI BALITA DI POSYANDU MANGKUYUDAN KECAMATAN MANTRIJERON YOGYAKARTA TAHUN 2008 112. GAMBARAN KETIDAKSEIMBANGAN CAIRAN PADA PASIEN PASCA BEDAH DI RUANG RAWAT INAP ( BANGSAL CEMPAKA DAN DAHLIA ) RSUD WONOSARI GUNUNG KIDUL YOGYAKARTA 113. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG MENYUSUI DENGAN

KETEPATAN POSISI MENYUSUI DALAM PEMBERIAN ASI DI DESA WUKIRSARI IMOGIRI BANTUL 114. HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA PRA SEKOLAH (2,5 5 TAHUN) DI PLAY GROUP AISYIYAH PANDES WEDI KLATEN 115. HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA DENGAN STATUS PERSONAL HYGIENE PADA ANAK RETARDASI MENTAL (RM) DI SLB N I WONOSARI GUNUNGKIDUL 116. HUBUNGAN STRATA POSYANDU DENGAN STATUS GIZI BALITA DI PUSKESMAS II JATEN KABUPATEN KARANG ANYAR JAWA TENGAH TAHUN 2008 117. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAKPATUHAN MINUM OBAT PADA KLIEN SKIZOFRENIA DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA DAERAH Dr. RM SOEJARWADI KLATEN 118. HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT DI IGD RSU PANDAN ARANG BOYOLALI 119. PERBEDAAN MOTIVASI PENDERITA TUBERKULOSIS DENGAN KETAATAN MENGKONSUMSI OBAT DI PUSKESMAS BATURETNO WONOGIRI JAWA TENGAH 2007 120. HUBUNGAN KARAKTERISTIK PENDERITA TBC DENGAN SUSPEC TBC PARU BTA POSITIF DI PUSKESMAS GONDANG KABUPATEN SRAGEN TAHUN 2008 121. HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI PERAWATAN PAYUDARA SAAT IBU ANTENATAL DENGAN INISIASI LAKTASI PADA IBU POSTPARTUM DI RUMAH BERSALIN DJUWAENI DI DESA PANDES KECAMATAN WEDI KABUPATEN KLATEN 122. HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS I MOJOLABAN KABUPATEN SUKOHARJO 2008 123. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG NAPZA DENGAN KECENDERUNGAN PENYALAHGUNAAN NAPZA PADA REMAJA KELAS II DI SMA BERBUDI YOGYAKARTA 124. HUBUNGAN PERUBAHAN FISIK WANITA DENGAN KECEMASAN WANITA DALAM MENGHADAPI MENOPAUSE DI DUSUN SINANGOH KECAMATAN KAJEN

PEKALONGAN 2008 125. PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG MENSTRUASI TERHADAP KECEMASAN MENGHADAPI MENARCHE PADA SISWI KELAS V DI SD N GIWANGAN YOGYAKARTA 126. HUBUNGAN ANTARA BENTUK DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERIODE KEKAMBUHAN PENDERITA GANGGUAN JIWA DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. SOEROYO MAGELANG 127. HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG ABORSI DENGAN SIKAP REMAJA DALAM PENCEGAHAN ABORSI DI SMK N I GODEAN YOGYAKARTA 128. HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN TB PARU DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN KEPADA ANGGOTA KELUARGA DI PUSKESMAS NGADIREJO KABUPATEN TEMANGGUNG 129. HUBUNGAN LAMA PEMASANGAN KATETER INTRAVENA DENGAN KEJADIAN PLEBITIS PADA PASIEN DEWASA DI RSUD WONOSARI. 130. HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN AKTUALISASI DIRI PADA REMAJA DI DESA POHRUBOH CONDONG-CATUR DEPOK SLEMAN YOGYAKARTA 131. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG HIPERTENSI DENGAN KETAATAN BEROBAT PENDERITA HIPERTENSI DI RS PKU MUHAMMADIYAH SRAGEN TAHUN 2008 132. FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HIPERTENSI DI PUSKESMAS MUSUK II KABUPATEN BOYOLALI 133. PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG ASI EKSKLUSIF TERHADAP PENGETAHUAN DAN KESIAPAN IBU MENYUSUI DALAM MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF DI DESA MEGATI TABANAN-BALI 134. HUBUNGAN ANTARA FAKTOR IBU DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSU PANDAN ARANG KABUPATEN BOYOLALI 135. HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG DIABETES MELITUS DENGAN GAYA HIDUP PENDERITA DM TIPE II DI DESA SUMBERAGUNG MOYODAN SLEMAN YOGYAKARTA 136.HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG MAKANAN

PENDAMPING ASI DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN BALITA USIA 6 24 BULAN DI POSYANDU CEMPAKA TANJUNGRASA KIDUL PATOK BEUSI SUBANG JAWA BARAT 137. PENGARUH PEMBERIAN TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK SOSIALISASI TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU PASIEN MENARIK DIRI DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA 138. HUBUNGAN PEMAKAIAN KOMPUTER DENGAN PENURUNAN KETAJAMAN PENGLIHATAN PADA SISWA TEKNIK INFORMATIKA KOMPUTER SMK NEGERI I PONOROGO 139. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANEMIA DENGAN STATUS ANEMIA DALAM KEHAMILAN DI PUSKESMAS KALIBAWANG 140. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG HIPERTENSI DENGAN GAYA HIDUP PADA WANITA PENDERITA HIPERTENSI DI DUSUN KENTENG KEMBANG NANGGULAN KULON PROGO YOGYAKARTA 141. HUBUNGAN ANTARA TINGKAT DEPRESI REMAJA DENGAN SIKLUS MENSTRUASI SISWA KELAS SATU JURUSAN TATA BUSANA SMK NEGERI 4 YOGYAKARTA 142. HUBUNGAN ANTARA TINGKAT DEPRESI DENGAN KEJADIAN INSOMNIA PADA LANSIA DI PANTI WREDHA BUDHI DHARMA YOGYAKARTA 2008 143. PENGARUH TERAPI MUSIK LANGGAM JAWA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PSIKOGERIATRI DI RSJ Prof. Dr. SOEROYO MAGELANG TAHUN 2008 144. HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP KADER KESEHATAN DENGAN PRAKTEK PENEMUAN SUSPECT PENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS PLUPUH I KABUPATEN SRAGEN PROPINSI JAWA TENGAH 145. HUBUNGAN ANTARA DIMENSI MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN IBU BALITA PENGGUNA POSYANDU DI POSYANDU PUSKESMAS PEMBANTU GIRIMULYO PANGGANG GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA 146. HUBUNGAN ANTARA TINGKAT DEPRESI DENGAN KEMAMPUAN AKTIVITAS DASAR SEHARI-HARI PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA UNIT BUDHI LUHUR YOGYAKARTA 147. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PERKEMBANGAN

DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 1-5 TAHUN DI DUSUN JETIS SAPTOSARI GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA 2008 148. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DENGAN STATUS GIZI BALITA DI POSYANDU MARGI RAHAYU DESA SODITAN RT 09 KECAMATAN LASEM KABUPATEN REMBANG JAWA TENGAH 149. HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DENGAN STATUS GIZI BALITA DI POSYANDU BUNGA LELY BANGUNJIWO KASIHAN BANTUL 2008 150. PENGARUH PEMBERIAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP TINGKAT NYERI PASCA OPERASI DI RSUP Dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN 151. HUBUNGAN TIPE KEPRIBADIAN EKSTROVERT DAN INTROVERT TERHADAP DEPRESI PADA LANJUT USIA DIPANTI SOSIAL TRESNA WREDHA BUDHI DHARMA YOGYAKARTA 2008 152. HUBUNGAN ANTARA PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN SUSU PENDAMPING ASI DENGAN KEJADIAN KARIES BOTOL PADA ANAK USIA 1-3 TAHUN DI RW 10 KELURAHAN PANDEYAN KECAMATAN UMBULHARJO YOGYAKARTA 2008 153. HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PROSES PERSALINAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI PERSALINAN DI WILAYAH PUSKESMAS KERAMBITAN II TABANAN BALI 154. HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DAN MOTIVASI TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA DI DUSUN POLENGAN KELURAHAN BOKOHARJO KECAMATAN PRAMBANAN YOGYAKARTA 2008 155. PENGARUH PEMBERIAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI PANTI ASUHAN YATIM PUTRI ISLAM YOGYAKARTA 156. PENGARUH TERAPI BERMAIN TERHADAP TINGKAT KOOPERATIF SELAMA MENJALANI PERAWATAN PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH (3 5 TAHUN) DI RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA 157. PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI DI RSUP DR SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN

158. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG MODEL PRAKTEK KEPERAWATAN PROFESIONAL (MPKP) DENGAN MOTIVASI PELAKSANAAN MPKP DI RUMAH SAKIT JIWA PUSAT BANGLI BALI 159. HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI ANAK PADA BALA VIKAS DI SAI STUDY GROUP DENPASAR BALI 2008 160. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PEMASANGAN INFUS DENGAN KEPATUHAN MELAKSANAKAN PROTAP PEMASANGAN INFUS DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSD PANEMBAHAN SENOPATI BANTULYOGYAKARTA 161. PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PERAWATAN USIA LANJUT TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP KELUARGA DI RUMAH DI RW IX DAN RW X KELURAHAN PANDEYAN KECAMATAN UMBULHARJO YOGYAKARTA 162. PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA TERHADAP TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI DESA NGADIROJO KEC. NGADIROJO KAB. PACITAN JAWA TIMUR 163. HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN KONTRASEPSI SUNTIK DMPA DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN AKSEPTOR KB SUNTIK DI PUSKESMAS KOTA GEDE II YOGYAKARTA 164. HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT KHUSUS AFILIASI BEDAH N 21 GEMILANG MAGELANG 165. HUBUNGAN ANTARA SENAM LANSIA DENGAN KEMANDIRIAN MELAKUKAN AKTIVITAS DASAR SEHARI-HARI DI PSTW UNIT BUDHI LIHIR KASONGAN BANTUL YOGYAKARTA TAHUN 2007 166. PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG HIV/AIDS TERHADAP SIKAP REMAJA DALAM MENCEGAH TERINFEKSI HIV/AIDS DI PONDOK PESANTREN AL-KHOERIYAH CIHERANG CIBEUREUM TASIKMALAYA JAWABARAT 167. HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 2 BUYUT UDIK KECAMATAN GUNUNG SUGIH LAMPUNG TENGAH 168. HUBUNGAN ANTARA HARAPAN PEMENUHAN KEBUTUHAN SEKSUAL DENGAN MOTIVASI UNTUK MENIKAH PADA LANJUT USIA DI DUSUN

SUKAHURIP SUKASARI BANJARSARI CIAMIS JAWA BARAT 2008 169. HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK DENGAN KARIES GIGI PADA ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI 1 SUKAMUKTI CIAMIS JAWA BARAT 170. GAMBARAN PERILAKU CUCI TANGAN PERAWAT SELAMA PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN DI RUANG ASY-SYFA BANGSAL PENYAKIT DALAM RSI AMAL SEHAT SRAGEN 171. HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KANKER PAYUDARA DENGAN PERILAKU PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI PADA IBU-IBU KELOMPOK WANITA TANI HARAPAN MULYA DI CIAMIS JAWA BARAT 172. HUBUNGAN PELAKSANAAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI BP & RB CITRA PARAMEDIKA WATES KULONPROGO 173. HUBUNGAN ANTARA PERAN KELUARGA SEBAGAI PENGAWAS MINUM OBAT DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS GRABAG PURWOREJO 174. HUBUNGAN SUPPORT SYSTEM (DUKUNGAN) SOSIAL DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI SECTIO CESAREA DI RUANG ANGGREK BRSD RAA SOEWONDO PATI 175. HUBUNGAN BEBAN KERJA PERAWAT IGD DENGAN WAKTU TANGGAP PELAYANAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT MENURUT PERSEPSI PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT BADAN PELAYANAN KESEHATAN RSU KABUPATEN MAGELANG 176. HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN PASANGAN USIA SUBUR TENTANG KONTRASEPSI DENGAN PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI SUNTIK DMPA DI DESA DENGOK PADANGAN BOJONEGORO 177. HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KETEKUNAN MENGIKUTI PROGRAM DOTS PENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS KEMUSU II BOYOLALI JAWA TENGAH 178. HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN LANSIA TENTANG POSYANDU LANSIA DENGAN FREKUENSI KUNJUNGAN LANSIA KE POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMUSU II KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2007 179. HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG KESEHATAN GIGI

DENGAN KEJADIAN KARIES PADA ANAK KELAS 1 3 SD NEGERI 3 SUMBER KECAMATAN TRUCUK KABUPATEN KLATEN JAWA TENGAH 2008 180. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU IBU TENTANG NUTRISI SELAMA KEHAMILAN DENGAN BERAT BADAN BAYI LAHIR DI RUMAH SAKIT UMUM BANGLI 181. HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN KEPALA KELUARGA DENGAN STRATA PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT PADA TATANAN INSTITUSI KELUARGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAWANGMANGU KABUPATEN KARANGANYAR 2008 182. HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP PASIEN TB PARU DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN TB PARU DI WILAYAH PUSKESMAS PRINGSURAT KABUPATEN TEMANGGUNG 183. HUBUNGAN ANTARA SIKAP DAN KEAKTIFAN IBU DALAM STIMULASI PERKEMBANGAN ANAK DENGAN PERKEMBANGAN ANAK BALITA (USIA 1-5 TAHUN) DI DUSUN MANUKAN CONDONGCATUR, SLEMAN 2008 184. HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG PERAWATAN HIPERTENSI DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA USILA DIDESA BENDO WILAYAH KERJA PUSKESMAS BENDO MAGETAN JAWA TIMUR TAHUN 2008 185. PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG SEKSUAL PRANIKAH DI PEDUKUHAN GUNUNG MUJIL KELURAHAN BUMIREJO KEBUMEN 186. Hubungan Antara Pengetahuan Tentang Kegiatan Posyandu Lansia DENGAN Partisipasi LANSIA Di posyandu WILAYAH PUSKESMAS PATUK i KABUPATEN GUNUNG KIDUl 2008 187. PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES HANGAT TERHADAP WAKTU FLATUS PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA DI RSUP Dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN