Anda di halaman 1dari 19

A.

TUJUAN PERCOBAAN :

Setelah mempelajari kegiatan ini diharapkan Mahasiswa dapat: 1. Menjelaskan tindakan dioda junction. 2. Mengidentifikasikan kondisi dioda bias maju dan mundur.
3. Menjelaskan arti rectifier. 4. Mendeskripsikan kegunaan dioda dalam konstruksi rectifier setengah

gelombang, gelombang penuh dua fase, gelombang penuh jembatan.


5. Sketsakan dan jelaskan bentuk gelombang tegangan yang diasosiasikan

dengan rangkaian rectifier.


6. Mengidentifikasi dan menjelaskan fungsi dari reservoir kapasitor. 7. Menjelaskan istilah ripple. 8. Mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi ripple.

9. Menjelaskan istilah regulasi. 10.Mendeskripsikan fungsi dan prinsip regulator tegangan


B. TEORI SINGKAT :

Dioda simpangan adalah benda elektronik yang sama dengan katub satu arah (Gambar 1) Seperti katub, mereka hanya akan mengijinkan 'aliran' dalam satu arah, aliran elektriknya adalah arus.

Gambar 1. Ilustrasi dioda junction Dioda adalah suatu ALAT SEMIKONDUKTOR. Yang bertindak sebagai konduktor atau isolator menurut POLARITAS tegangan yang melewatinya (Gambar 2).

Gambar 2. Simbol dioda Seperti katub dalam Gambar 1 operasinya tidak pernah sempurna. Ini memerlukan suatu tegangan kecil yang melintasinya untuk 'membuka' 'katub'. Ini kira-kira 0.7V untuk dioda silikon Jika alatnya adalah dibiaskan terbalik (mengacu pada gambar 2c) maka akan ada suatu tegangan yang menyebabkan isolasi untuk putus maka suatu arus besar mungkin akan memecahkan katub dalam Gambar 1c. Ini disebut tegangan dadal. Transformator Transformator pada dasarnya dua induktor yang didekatkan dan fungsinya biasanya untuk merubah bentuk dari suatu AC tegangan atau arus. Hal ini sangat penting dalam mengubah sumber tegangan AC rendah dari suplai utama (Primer) yang lebih tinggi.

Transformator terdiri dari dua lilitan, yang satu bernama LILITAN


2

PRIMER dan yang satunya LILITAN SEKUNDER. Sisi Primer adalah input dan yang sekunder adalah output dari transformator. Transformator bekerja dengan INDUKSI. Perubahan arus dalam primer menghasilkan perubahan medan magnet yang mempengaruhi arus lain dalam lilitan sekunder. Catat bahwa lilitan tidak punya koneksi elektrik, efeknya didapat dengan penggabungan magnetis. Untuk meningkatkan penggabungkan ini suatu inti besi sering digunakan untuk mendukung keberadaan dari medan magnet karena medan dapat menembusnya lebih mudah daripada melalui udara.

Hasil dari rasio JUMLAH LILITAN pada lilitan primer dan sekunder yang dalam hal ini adalah 2:1. Tegangan yang dihasilkan lilitan sekunder rumusnya adalah : Tegangan Output Tegangan Input x Lilitan Sekunder Lilitan Primer Dan arus yang didapat dari suplai untuk arus beban yang ditentukan kirakira setara dengan: Arus Utama Output Arus x Lilitan Sekunder Lilitan Primer Rumus Umumnya
Vs Ns Ip Vp Np Is

Transformator hanya akan beroperasi dengan perubahan arus dan secara normal digunakan di AC. Mereka tidak akan beroperasi dengan DC stabil tetapi dapat menangani berbagai tegangan ' pulsa'. Transformator Step down adalah yang mengurangi tegangan input sedangkan transformator step up adalah yang meningkatkan tegangan input. Keduanya memiliki aplikasi tetapi step down lebih biasa digunakan diantara keduanya. Dioda sering dikenal sebagai rectifier karena aplikasi potensial mereka dalam mengubah sinyal AC ke DC yang akan kita
3

selidiki sekarang.

Mengubah AC ke DC menghadirkan dua metoda alternatif MENGUBAH tegangan AC untuk memperoleh tegangan DC. Kedua rangkaian hanya melayani untuk menghasilkan suatu polaritas tetap, mereka tidak menghasilkan tegangan stabil seperti rangkaian di bawah ini.

Amati bentuk gelombang seperti Gambar 6. Dioda hanya membiarkan arus untuk melewati beban ketika poin 37 positif dengan poin 40 selama waktu dioda bias maju.

Ini disebut RECTIFIER SETENGAH GELOMBANG sebab hanya separuh bentuk gelombang input digunakan. Hanya satu dioda dilibatkan.

Ini disebut RECTIFIER GELOMBANG PENUH BI-PHASE Output, yang adalah DC, mempunyai puncak yang korespondensi dengan kedua siklus setengah positif dan negatif pada input. Ini adalah mungkin sebab kapan saja poin 37 negatif, poin 38 positif dan dengan demikian dioda yang lebih rendah melakukan konduksi selama periode ini. Maka dengan begitu kita berhasil dalam mengubah input AC ke dalam suatu output DC yang secara terus-menerus berubah. Walaupun penyearah gelombang penuh dua fase hanya menggunakan dua dioda ini memerlukan suatu transformator centre tapped yang membangkitkan dua kali lebih tegangan yang diperlukan secara keseluruhan. Suatu pendekatan alternatif menggunakan empat dioda dalam wujud suatu PENYEARAH JEMBATAN. Ini memberi rectifier gelombang penuh tanpa dilengkapi suatu transformator centre tapped (Rangkaian #7).

Penyearah jembatan ini menghubungkan kedua input separuh siklus. Ini melakukan ini dalam cara yang ditunjukkan dalam Gambar 9. Perhatikan bagaimana arus melalui beban selalu dalam satu arah.

Kita telah menemukan tiga jalan untuk mengubah AC ke DC, dan dapat diringkas sebagai berikut: Setengah Gelombang Satu dioda tetapi hanya memberi output pengubah separuh siklus pada input. Gelombang Penuh Bi-Phase Dua dioda, menghasilkan suatu output pada masingmasing perubahan input tetapi memerlukan suatu transformator center tapped. Gelombang Penuh Jembatan Empat dioda, menghasilkan suatu output pada masing-masing perubahan input dan tidak memerlukan suatu transformator center tapped. Ini menjadi metoda yang paling umum. Memperlancar Output DC Gambar 10 menghadirkan kemajuan kita sejauh ini. Kita sudah memperoleh DC dari AC tetapi sejauh ini dari suatu nilai stabil.

Untuk meningkatkan mutu dari output ini

kita dapat menggunakan suatu

KAPASITOR RESERVOIR. Idenya untuk mengisi kapasitor ke atas selama output mencapai puncak dan kemudian biarkan kapasitor mengirimkan arus kepada beban sementara tegangan output sedang jatuh (Gambar 11).

Gambar 11. Kapasitor Reservoir Rangkaian #8 dapat digabungkan ke rangkaian #7 untuk menyelidiki ini dan teknik lain (Gambar 12).

Gambar 12. Rangkaian #7 digabungkan dengan rangkaian #8

Pada tahap ini Anda dapat menganggap regulator sebagai beban sederhana. Kita akan mempertimbangkan ini nanti. Catat bahwa lambang untuk kapasitor ini menyiratkan

bahwa kapasitor tertentu ini, berdasarkan desainnya, hanya boleh digunakan pada polaritas
+

Regulasi Kita sekarang sudah memperoleh suatu tegangan DC layak dengan riak rendah. Ini sering cukup untuk banyak aplikasi yang menghasilkan arus yang diperlukan oleh beban secara relatif tetap. Jika arus beban bervariasi dengan stabil akan ada permasalahan dengan REGULASI dari persediaan. Regulasi digunakan untuk mendeskripsikan kemampuan dari suplai untuk memelihara suatu output tegangan konstan diatas bidang beban dan jelasnya beban arus yang lebih tinggi akan menyebabkan kapasitor reservoir untuk membuang dengan cepat dan meningkatkan penurunan tegangan pada filter resistor. Kedua aspek menghasilkan suatu penurunan dalam tegangan output. REGULATOR dirancang untuk mengatasi masalah ini. Mereka dapat dibangun dari semikonduktor dan sering dibeli dalam wujud rangkaian terintegrasi. Rangkaian #8 berisi suatu rangkaian integrasi tipe regulator yang dirancang untuk menghasilkan suatu output 5V tetap dari suatu input dalam radius 7-30V dan untuk arus sampai pada 100mA. Alat untuk menangani arus yang jauh lebih tinggi tersedia untuk melengkapi aplikasi lain. Jika alat dimuati berlebihan atau dihubung singkat ini mematikan dirinya sendiri sampai kelebihan beban dipindahkan. berbagai komponen

C. ALAT DAN BAHAN

Introductory Elektronics Trainer Multimeter Osiloskop

1 buah 1 buah 1 buah

D. RANGKAIAN PERCOBAAN Praktikum 1

Gambar 3. Rangkaian #5 LANGKAH PERCOBAAN Mengeset tegangan antara poin 32 dan 33 ke 5V. Mengatur multimeter untuk mengukur arus DC 20mA dan masukkan seperti ditunjukkan dalam Gambar 3. Menjelaskan pembacaan multimeter. Memutuskan lead com multimeter dari poin 35 dan hubungkan ke poin 36. Menjelaskan apa yang terjadi. Memindahkan multimeter dari rangkaian dan reset untuk mengukur 2V DC. Menget S16 ke kiri. Mengukur tegangan yang melintas dioda bias maju, antara poin 33 dan 35. Dan mengamati penurunan antara 0.6- 0.7 V . Menombol S16 di sebelah kanan.
9

Mengukur tegangan yang melintas dioda bias mundur (poin 36 ke poin 33) dan jelaskan pembacaannya.

Praktikum 2

Gambar 4. Rangkaian # 4 LANGKAH PERCOBAAN Menutup S14 dan Membuka S15 pada rangkaian # 4. Mengeset multimeter untuk membaca tegangan AC dan sesuaikan variabel input AC pada nilai 3V antara poin 26 dan 27. Memindahkan multimeter dan sambungkan kembali antara poin 29 dan 30. Mengamati bahwa tegangan dari lilitan sekunder (Vs) adalah kira-kira 1.5V. Transformator telah memiliki setengah tegangan input (Vp).

Memindahkan multimeter dan pilih range arus AC 20mA. Tempatkanlah satu test probe dalam soket pengukur arus dalam multimeter. Membuka tombol S14, tutup S15 dan masukkan multimeter antara poin 26 dan 28 untuk mengukur arus primer (Ip) dengan muatan 1k . Catatlah nilai ini.

Memindahkan multimeter, tutup S14, buka S15 dan masukkan multimeter antara poin 29 dan poin 31 untuk mengukur arus sekunder (Is). Verifikasi bahwa untuk transformator, perkiraan berikut ini adalah benar. Tegangan sekunder (Vs) x tegangan utama (Vp). Arus sekunder (Is) 2 x arus primer (Ip)

10

Praktikum 3

LANGKAH PERCOBAAN Mengeset tombol S17 terbuka pada rangkaian #6. Mendapatkan trace di pusat layar menggunakan Channel 1 pada osiloskop dengan pengaturan 2ms/div, 5V/div dan coupling input ac. Menghubungkan Channel I common ke poin 40 dan probe ke poin 37. Mengamati suatu output sinusoidal kasar antara poin ini pada puncak 15V. Berapakah frekuensinya?
Memindahkan common dari poin 40 dan hubungkan ke poin 38. Amatilah bentuk

gelombang serupa dengan puncak 30V Praktikum 4

LANGKAH PERCOBAAN
Memindahkan S18 pada posisi rendah sedemikian sehingga beban pada rangkaian # 11

7 sederhananya resistor 1 k. Menggunakan osiloskop untuk memonitor tegangan pada beban (poin 43-44) dan catat bahwa ia sekali lagi seperti Gambar 66). Memindahkan probe dan commonnya dan sambung kembali antara poin 41 dan 42 untuk mengamati input sinusoidal 15V kepada rectifier. Praktikum 5, 6 dan 7

LANGKAH PERCOBAAN 5
Mengset seperti berikut :

S18 Atas S19 Terbuka S20 Tertutup Ini secara efektif memberi suatu rangkaian seperti Gambar.

Menggunakan osiloskop (Channel 1) dengan menggabungkan input DC untuk memonitor bentuk gelombang antara poin 47 dan poin 45 (Com). Memperkirakan tegangan maksimum dan minimum.
Memperkirakan tegangan variasi maksimum. Ini dinamakan TEGANGAN

RIPPLE.

12

LANGKAH PERCOBAAN 6 Set berikut pada rangkaian # 7 dan # 8. S10 Atas S19 Tertutup S20 Terbuka Menggunakan osiloskop (input DC) untuk menampilkan tegangan antara poin 47 dan poin 45 (Com). Mengamati bahwa riak berkurang banyak (biasanya 0.2V) dan level DC keseluruhan juga sedikit dikurangi (biasanya 11 V). LANGKAH PERCOBAAN 7 Mengeset berikut : S18 Atas S19 Tertutup S20 Terbuka Ini memberi reservoir, filter dan regulator. Memonitor tegangan DC antara poin 48 dan poin 45 (Com) menggunakan osiloskop dan amati suplai mutu tinggi 5V DC. Menutup S20 dan buka S19.

E. DATA HASIL PERCOBAAN

Praktikum 1

Setelah mengatur tegangan antara point 32 dan 33 ke 5V serta mengatur multimeter untuk arus DC 20mA kami mendapatkan bahwa pembacaan multimeter pada poin 34 dan 35 menunjukkan angka 4mA.

13

Saat multimeter dihubungkan antara poin 34 dan 36 pembacaan pada multimeter menunjukkan angka 0 mA dimana tidak ada arus yang mengalir.

Tegangan yang melintas dioda bias maju, antara poin 33 dan 35 sebesar 0.6 Volt.

Tegangan yang melintas dioda bias mundur (poin 36 ke poin 33) sebesar 2 Volt.

Praktikum 2

POIN 20 dan 30 26 dan 28 29 dan 31

VS 1,4 volt

IP 25 mA

IS 2,5 mA

Tabel Data Hasil Percobaan Praktikum 3

14

Praktikum 4 Input Sinosoidal 15 volt

Praktikum 5 Gelombang antara poin 47 dan poin 45

Praktikum 6 poin 47 dan 45 Pada

15

Praktikum 7 Suplai mutu tinggi 5 volt DC

F. ANALISA DATA Praktikum 1 Pada poin 34 dan 35 multimeter menunjukkan angka 4 mA ini berarti pada poin 34 dan 35 mengalir arus sebesar 4 mA hal ini sesuai dengan ketentuan bahwa diode akan berfungsi dengan baik jika pemasangannya secara benar yaitu posisi anoda pada kaki positif dan kaki katoda di posisi negative sehingga diode berfungsi sebagai polaritas untuk konduksi. Sedangkan pada poin 34 dan 36 kaki diode dipasang secara terbalik sehingga pembacaan pada multimeter menunjukkan angka 0 mA atau tidak ada arus yang mengalir hal ini menunjukkan berfungsi untuk isolasi. Beban yang diminta oleh sebuah diode agar dapat membuka katub dibutuhkan tegangan sekitar + 0,7 volt. Dalam pengukuran ini kami mendapatkan bahwa untuk tegangan yang melintas diode bias maju adalah 0,6 volt hal ini sesuai dengan ketetapan beban yang diminta sebuah diode. Berkebalikan dengan bias maju, pada bias mundur elektron akan bergerak dari terminal negative baterai menuju anoda dari dioda. Pada kondisi ini potensial positif yang terhubung dengan katoda akan membuat electron pada katoda tertarik menjauhi depletion layer, sehingga akan terjadi pengosongan pada depletion layer dan membuat kedua sisi terpisah. Pada bias mundur ini dioda bekerja bagaikan
16

bahwa diode

kawat yang terputus dan membuat tegangan yang jatuh pada dioda akan sama dengan tegangan supply. Sehingga nilai pembacaan pada multimeter pada poin 36 ke 33 menunjukkan nilai 2 volt dimana nilai tegangan diode bias mundur sama dengan tegangan supply. praktikum 2 Dari percobaan yang kami lakukan kami tidak menemukan bahwa tegangan sekunder (Vs) x tegangan utama (Vp) dan arus sekunder (Is) 2 x arus primer (Ip). Dalam hal ini nilai Ip > Is. Sehingga rumus yang tertulis itu tidak berlaku.

Praktikum 3 T = 4,5 x 2 = 9 ms = 9x10-3

f=
= = 111,1 Hz Praktikum 4 Dalam percobaan ini kami mengamati bentuk gelombang senusoida dari tegangan AC dan DC. Dari gambar osiloskop kami mengetahui bahwa tegangan AC mempunyai gelombang yang terus bergantian antara kutup positif (+) dan kutub negative (-). Sedangkan tegangan DC menpunyai bentuk gelombang yang searah dalam hal ini gelombang akan berada pada keadaan positif (+) atau negative (-) saja. Praktikum 5 T = 4 x 10 = 40 ms = 4x10-2

f=
= = 25 Hz Praktikum 6
17

Pada saat awal pengamatan terlihat bahwa terdapat banyak riak gelombang pada osiloskop namun semakin berjalannya waktu riak pada gelombang tersebut berkurang dan gelombangpun bergerak dengan cepat. Praktikum 7 Setelah frekuensi di tambah maka gelombang akan semakin cepat berjalan sehingga ripple akan semakin hilang dan gelombang tersebut tidak memiliki riak. Dalam hal ini gelombang akan terlihat lurus.

G. KESIMPULAN Setelah melakukan percobaan ini kami dapat mengetahui tentang fungsi dan prinsip kerja dari dioda jungtion. Sebuah dioda memiliki nilai batas toleransi dalam setiap kegunaan. Dioda memiliki dua kutup yaitu kutub positif (Anoda) dan kutub negatif (Katoda). Dalam hal ini dioda jungtion memiliki bias maju dan bias mundur. Dalam hal ini dioda berfungsi sebagai penyearah arus. Secara sederhana cara kerja dioda pada saat diberi bias maju adalah sebagai berikut, pada saat dioda diberi bias maju, maka electron akan bergerak dari terminal negative batere menuju terminal positif batere (berkebalikan dengan arah arus listrik). Elektron yang mencapai bagian katoda (sisi N dioda) akan membuat electron yang ada pada katoda akan bergerak menuju anoda dan membuat depletion layer akan terisi penuh oleh electron, sehingga pada kondisi ini dioda bekerja bagai kawat yang tersambung. Pada bias mundur ini dioda bekerja bagaikan kawat yang terputus dan membuat tegangan yang jatuh pada dioda akan sama dengan tegangan supply. Transformator bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. Tegangan masukan bolak-balik yang membentangi primer menimbulkan fluks magnet yang idealnya semua bersambung dengan lilitan sekunder. Fluks bolakbalik ini menginduksikan GGL dalam lilitan sekunder. Jika efisiensi sempurna, semua daya pada lilitan primer akan dilimpahkan ke lilitan sekunder. Pada
18

percobaan ini kami hanya menggunakan transformator step-down. Transformator step-down memiliki lilitan sekunder lebih sedikit daripada lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai penurun tegangan. Transformator jenis ini sangat mudah ditemui, terutama dalam adaptor AC-DC

19