Anda di halaman 1dari 3

Berikut adalah data runtut daya terpasang, daya mampu dan beban antara tahun 2001-2005 di PLN Tarakan.

Di PLTD Sendiri, daya mampu dan bebannya pada 2001 adalah 20.284 kw, 2002 adalah 19.224 kw, 2003 adalah 19.224 kw, 2004 adalah 19.224 kw, dan 2005 adalah 19.224 kw. Di PLTMG Sendiri, pembangkit ini baru beroperasi pada tahun 2004. Sehingga baru dapat di hitung dari tahun 2004. Pada tahun 2004 dan 2005 daya mampu dan daya beban nya adalah 12.000 kw. Di PLTD Sewa, daya mampu dan bebannya pada 2001 adalah 5.200 kw, 2002 adalah 11.945 kw, 2003 adalah 11.945 kw, 2004 adalah 5.800 kw, dan 2005 adalah 4.200 kw. Di PLTG Swasta, pembangkit ini baru beroperasi pada tahun 2005 dan daya mampu dan beban adalah 11.000 kw. Dari data di atas, maka dapat dibuat data total terpasang dan data daya mampu. Total daya terpasang pada 2001 adalah 25.484 kw, 2002 adalah 31.169 kw, 2003 adalah 31.169 kw, 2004 adalah 37.024 kw, dan 2005 adalah 46.424 kw. Total daya terpasang pada 2001 adalah 14.905 kw, 2002 adalah 21.750 kw, 2003 adalah 25.150 kw, 2004 adalah 33.844 kw, dan 2005 adalah 39.000 kw. Beban puncak adalah pada 2001 adalah 14.91 Mw, 2002 adalah 16.98 Mw, 2003 adalah 18.38 Mw, 2004 adalah 20.44 Mw, dan 2005 adalah 23.85 Mw. Pada tahun 2001, total daya mampu dan beban puncak memiliki jumlah yang sama yaitu 14,91 Mw. Lalu pada tahun 2002 sampai 2005 total daya terpasang, total daya mampu, dan beban puncak meningkat dari tahun ke tahun. Dan selisih antara total daya mampu dan beban puncak yang naik semakin besar dari tahun ke tahun antara tahun 2002 sampai tahun 2005. Data runtut produksi, pemakaian sendiri, susut jaringan dan energi jual tahun 2001-2005 di PLN Tarakan. Untuk produksinya(Production) adalah pada tahun 2001 adalah 86.814.448, 2002 adalah 97.635.726, 2003 adalah 108.985.688, 2004 adalah 114.505.062, dan 2005 adalah 130.627.280. Untuk pemakaian sendiri(Plant use) dari tahun 2001 adalah 3.110.059(4,18%), 2002 adalah 2.325.968(4,76%), 2003 adalah 2.352.236 (5,04%), 2004 adalah 2.848.128 (3,38%), dan 2005 adalah 2.375.138 (2,89%). Untuk susut jaringan(Losses) dari tahun 2001 adalah 5.818.686(6,95%), 2002 adalah 9.780.861(10,26%), 2003 adalah 8.976.800(8,42%), 2004 adalah 6.288.894 (5,63%), dan 2005 adalah 5.543.450 (4,37%). Untuk energi jual((Sales) dari tahun 2001 adalah 77.885.703, 2002 adalah 85.528.897, 2003 adalah 97.656.652, 2004 adalah 105.368.040, dan 2005 adalah 121.308.701. Dari data di atas dapat dilihat kalau grafik plant use dan losses naik turun setiap tahunnya. Dimulai pada tahun 2001 dengan jumlah 4,18%, lalu naik pada tahun 2002 sebesar 4,76%, lalu terus turun pada tahun 2003, 2004, dan 2005 yaitu sebesar 5,04%, 3,38%, dan 2,89%. Untuk losses, pada tahun 2001 adalah 6,95%, lalu terus naik pada tahun 2002 dan 2003 sebesar 10,26% dan

8,42%, dan turun pada 2 tahun berikutnya yaitu sebesar 5,63% pada tahun 2004 dan 4,37% pada tahun 2005. Berikutnya akan menjelaskan tentang data runtut komposisi produksi energi tahun 2003 sanpai 2005 PT PLN Tarakan. Komposisi produksi energi meliputi pembangkit dengan bahan bakar minyak, pembangkit dengan bahan bakar mix, dan pembangkit dengan bahan bakar gas. Untuk tahun 2003 jumlah produksi pembangkit dengan bahan bakar minyak adalah 97,73 Gwh, produksi pembangkit dengan bahan bakar mix adalah 11,26 Gwh, dan produksi pembangkit dengan bahan bakar gas tidak ada. Sehingga dapat dihitung total produksinya adalah 108,99 Gwh. Untuk tahun 2004 jumlah produksi pembangkit dengan bahan bakar minyak adalah 26,63 Gwh, produksi pembangkit dengan bahan bakar mix adalah 31,60 Gwh, dan produksi pembangkit dengan bahan bakar gas mencapai 56,27. Sehingga dapat dihitung total produksinya adalah 114,51 Gwh. Untuk tahun 2005 jumlah produksi pembangkit dengan bahan bakar minyak adalah 4,99 Gwh, produksi pembangkit dengan bahan bakar mix adalah 23,66 Gwh, dan produksi pembangkit dengan bahan bakar gas 101,98 Gwh. Sehingga dapat dihitung total produksinya adalah 130,63 Gwh. Dari data di atas dapat di lihat bahwa jumlah penggunaan bahan bakar minyak pada pembangkit semakin menurun setiap tahunnya. Berbanding terbalik dengan penggunaan bahan bakar mix dan bahan bakar gas pada pembangkit yang terus mengalami kenaikan tiap tahunnya. Untuk komposisi penggunaan bahan bakar di pembangkitpembangkit PT PLN Tarakan adalah pada tahun 2003 penggunaan bahan bakar minyak pada pembangkit adalah 89,67%, penggunaan bahan bakar mix pada pembangkit adalah 10,33%, dan penggunaan bahan bakar gas pada pembangkit adalah 0%. Pada tahun 2004 penggunaan bahan bakar minyak pada pembangkit adalah 25,01%, penggunaan bahan bakar mix pada pembangkit adalah 27,60%, dan penggunaan bahan bakar gas pada pembangkit adalah 47,60%. Pada tahun 2005 penggunaan bahan bakar minyak pada pembangkit adalah 2,55%, penggunaan bahan bakar mix pada pembangkit adalah 29,26%, dan penggunaan bahan bakar gas pada pembangkit adalah 68,19%. Untuk grafik pertumbuhan produksi penggunaan bahan bakar non BBM setiap tahunnya semakin naik. Untuk tahun 2003 naik 10.33%, dilanjutkan tahun 2004 61,20%, dan 88,96% pada tahun 2005. Selanjutnya menjelaskan tentang data runtut jaringan distribusi tahun 2003-2005 PT PLN Tarakan. Yang akan diraikan adalah tentang panjang distribusi JTM dan panjang distribusi JTR. Untuk panjang distribusi JTM pada tahun 2003 adalah 127,83 Kms, tahun 2004 adalah 131,828 Kms, dan tahun 2005 adalah 137,59. Untuk panjang distribusi JTR pada tahun 2003 adalah 156,08 Kms, tahun 2004 adalah 199,24 Kms, dan tahun 2005 adalah 209,54. Untuk kapasitas gardu distribusi naik terus setiap tahunnya. Pada

tahun 2003 adalah 28,91 KVa, pada tahun 2004 adalah 40,18 KVa, dan pada tahun 2005 adalah 54,80 Kva.