Anda di halaman 1dari 1

Penghayatan Profesi Kedokteran Hewan Hari, tanggal: Rabu, 14 Oktober 2009 Waktu: 08.30 11.

.00 WIB Anggota Kelompok: Andrew Manik (B0407034), Hilda Susanti (B04080157), Fathia Ramadhani (B04080170), Vivien Kusuma Whardani (B04080173), Siti Nurhani binti Arib (B04088012)

Kesejahteraan Hewan
Hewan adalah makhluk yang bernyawa, tetapi tidak berakal budi. Mereka memiliki indra sebagaimana manusia sehingga mampu merasakan sesuatu termasuk kesakitan. Karena itulah ketika manusia memanfaatkan hewan untuk tujuan apapun, tidak boleh dilakukan dengan semenamena. Manusia yang ditakdirkan Tuhan sebagai pengelola alam ini dalam memanfaatkan hewan harus menghormati hak mereka sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan. Kesejahteraan hewan dalam dunia kedokteran hewan merupakan tanggung jawab kita sebagai seorang dokter hewan yang telah menuntut pendidikan dengan baik. Dokter hewan memberikan jaminan atas kesejahteraan hewan. Dokter hewan menilai kesejahteraan tersebut secara global dan secara mendetil. Dokter hewan menekankan kesejahteraan hewan pada kesejahteraan manusia dan makhluk lainnya karena dokter hewan dapat mengharmonisasi mereka semua. Kesejahteraan hewan sendiri bisa diartikan sebagai paham yang pada dasarnya tidak menolak pemanfaatan hewan oleh manusia, namun mengupayakan agar hewan yang dimanfaatkan mendapat kualitas hidup yang baik. Tiga sudut pandang dari konsep dasar kesejahteraan hewan adalah status fisik, status mental, dan kondidi alamiah. Status fisik dapat diartikan sebagai sejauh mana kemampuan hewan untuk dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Sedangkan status mental diartikan sebagai sejauh mana hewan dapat merasa nyaman. Kondisi alamiah diartikan sebagai sejauh mana hewan mengekspresikan perilaku alamiahnya. Di dalam konsep kesejahteraan hewan dikenal 5Fs dan 3Rs. Prinsip 5Fs ini merupakan Five Freedoms, yaitu freedom from hunger and thirst, freedom from discomfort, freedom from pain, injury, and disease, freedom from fear and distress, dan freedom to express normal behaviour. Freedom to express normal behaviour ini merupakan tambahan prinsip 5Fs yang dikemukakan tahun 2002. Awalnya freedom from hunger and thirst bukan merupakan satu kesatuan, melainkan freedom from thirst dan kedua freedom from hunger. Karena hidup tanpa minum jauh lebih menderita daripada hidup tanpa makan. Setelah muncul prinsip freedom to express normal behaviour, freedom from hunger and thirst dirapatkan menjadi satu agar tetap terdapat 5Fs. Prinsip 3Rs berlaku untuk hewan laboratorium. 3Rs ini merupakan replacement, reduction, dan refinement. Refinement yang terdapat pada prinsip 3Rs ini merupakan optimisasi dari prinsip 5Fs. Replacement berarti jika masih bisa diganti dengan sesuatu yang bukan hewan, lebih baik diganti. Reduction berarti jika bisa menggunakan hewan dalam jumlah lebih sedikit, lebih baik gunakan hewan dalam jumlah lebih sedikit. Misalnya dalam suatu penelitian diperlukan seratus ekor mencit, kenapa harus seratus?Apakah tidak bisa dilakukan dengan lima ekor saja? Selain pengertian kesejahteraan hewan yang telah dipaparkan sebelumnya, kesejahteraan hewan dapat bebas diinterpretasikan. Banyak pendapat yang menerangkan pengertian dari kesejahteraan hewan ini. Salah satu pengertian lain bahwa kesejahteraan hewan merupakan interpretasi rasa sayang dan tanggung jawab manusia pada hewan karena manusia diamanatkan untuk mengelola bumi ini. Untuk lebih memahami kesejahteraan hewan ini, kita dapat membuka-buka referensi. Misalnya, Animal Welfare terbitan tahun 2003 yang ditulis oleh Felasa C Course dan diterbitkan oleh Uppsala, Swedia atau Concept in Animal Welfare terbitan tahun 2009 yang diterbitkan oleh University of Bristol di Inggris. Atau mengakses Animal Welfare Information Center dengan alamat http://www.awic.nal.usda.gov.